Google search engine
Beranda blog Halaman 208

Pemprov Jabar Alokasikan Rp27 Miliar untuk Petugas Haji 1444 H

0
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan pengarahan kepada Petugas Haji 2023 di Asrama Haji, Kota Bekasi, Rabu (29/3/2023)

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengalokasikan anggaran sebesar Rp27 miliar untuk menyokong kinerja petugas haji pada 2023 selama berada di Tanah Suci.

“Kami sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp27 miliar,” kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan pengarahan kepada Petugas Haji Jawa Barat 2023 di Asrama Haji, Kota Bekasi, Rabu (29/3/2023).

Menurut Ridwan Kamil, kucuran dana tersebut menjadi bukti nyata bahwa Pemprov Jabar memberikan perhatian kepada petugas haji.

Petugas haji yang melayani jamaah haji itu nanti ada yang berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang dan ada pula yang dari Bandara Internasional Kertajati, Kabupaten Majalengka.

“Ada yang terbang dari Bandara Soekarno Hatta, dan ada juga yang dari Bandara Kertajati,” katanya.

Gubernur Ridwan Kamil berpesan kepada petugas haji Jabar untuk fokus melayani jamaah haji yang sedang berada di Tanah Suci.

Ia meminta petugas haji bertugas secara profesional dengan mendahulukan dalam membantu jamaah haji.

“Petugas haji harus bantu dulu jamaah, dahulukan jamaah masuk lift, makan, minum, dan lain-lain,” katanya.

Gubernur Ridwan Kamil juga berpesan kepada petugas haji agar meniatkan diri sebagai ibadah dalam melayani jamaah haji.

“Niatkan ibadah dan harus menyerap ilmu selama bimbingan teknis petugas haji. Harus siap bertugas dan mendapatkan ilmu melebihi jamaah haji karena sudah mendapatkan label petugas haji,” katanya.

Ridwan Kamil menuturkan bahwa pelaksanaan pembekalan yang diberikan kepada petugas haji Jabar guna menghadirkan pelayanan yang profesional dan nyaman untuk jamaah haji.

“Semua jamaah yang bingung akan bertanya kepada petugas haji untuk meminta tolong dan lain-lain. Jadi, mohon diserap ilmunya selama 10 hari ini,” ujarnya. *(Humas Jabar)

Satpol PP Kota Bandung Ungkap Reklame Tak Berizin di Dago

0
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Rasdian Setiadi

BANDUNG (Aswajanews.id) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung mengungkap masalah ada berbagai masalah perizinan dari reklame-reklame yang ada di Jalan Insinyur Haji Djuanda (Dago).

Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kota Bandung Yayan Ruyandi dalam keterangan tertulisnya di Bandung, Rabu, menyebutkan bahwa setidaknya ada 23 titik reklame di sepanjang ruas Jalan Djuanda tersebut.

Dari 23 titik reklame itu, Yayan memerinci bahwa enam titik sudah tidak ada, sementara dari sisanya 17 titik, ada tiga titik tidak memiliki izin.

Sebanyak 14 titik reklame sisanya di Jalan Dago berstatus habis masa izinnya dan sedang menunggu proses perpanjangan.

“Yang tidak memiliki izin sudah ditertibkan semua per Selasa (28/3) kemarin,” ucap Yayan.

Penertiban reklame itu sendiri, menurut dia, sejalan dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 2 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Reklame.

Sementara itu, Kepala Seksi Tibum Satpol PP Kota Bandung Satriadi menyatakan bahwa pihaknya menargetkan penertiban reklame di tiga titik kawasan: Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Braga.

Tim Wasdal Reklame juga akan mendata reklame-reklame di Kota Bandung yang akan ditertibkan. “Jadi, untuk di kawasan yang kemarin sempat viral, di Jalan Soekarno-Hatta, memang ada yang sudah kami targetkan untuk ditertibkan pekan depan. Saat ini sesuai dengan rencana kami tertibkan di kawasan Dago terlebih dahulu,” tuturnya.

Meski terkendala berbagai hal seperti potensi kemacetan di kawasan reklame yang ditertibkan, Satriadi memastikan penertiban reklame merupakan salah satu komitmen yang terus dijalankan dua kali dalam sebulan.

“Tentu harapannya agar Kota Bandung bebas dari sampah visual,” tuturnya. *(Ant)

Dandim 0624/Kab. Bandung Bersama Forkopimda Laksanakan Tarling

0
Taraweh Keliling (Tarling) perdana di Mesjid Besar Soreang, Senin (27/03) malam

SOREANG (Aswajanews.id) – Dandim 0624/Kab. Bandung Letkol Inf Hamzah Budi Susanto, SE, M.I.P., bersama Forkopimda melaksanakan taraweh keliling (Tarling) perdana di Mesjid Besar Soreang, Kab Bandung, Senin (27/03) malam.

Demikian disampaikan Kapendam III/Siliwangi Letkol Inf Adhe Hansen melalui rilis yang dibagikan ke Grup Sahabat Siliwangi, Selasa (28/03/2023).

Lanjut dikatakannya, selain Dandim 0624/Kab. Bandung, Taraweh keliling dihadiri juga oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna, Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo, MUI, Kepala Kemenag serta Forkopimcam di Kabupaten Bandung.

Tarling diawali dengan penyerahan buku Iqro oleh Bupati Bandung kepada Camat Soreang yang mewakili masyarakat di 6 Kecamatan.

Dandim 0624/Kab. Bandung menyampaikan bahwa, kegiatan taraweh keliling selain untuk meningkatkan silaturahmi juga menjalin komunikasi dua arah, sehingga masyarakat dapat menyampaikan permasalahan yang ada di lapangan. Dari Tarling tersebut, Forkopimda mendapatkan masukan dari masyarakat mengenai kondisi terkini.

“Kita juga belanja masalah, terutama terkait pertahanan dan keamanan, sedangkan Bapak Bupati yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dandim.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan bahwa kegiatan Taraweh Keliling bersama Forkopimda intinya dalam rangka menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat. (Pendam III/Siliwangi)

Pos Ngaji

0
Pos ngaji menjadi akhir perjalanan dari rumah menuju pondok pesantren Luwungragi untuk mengaji

Judul Pos Ngaji, sebenarnya adalah pos kamling yang merupakan salah satu fasilitas yang terdapat dalam lingkungan komplek pondok pesantren Assalafiyah, dengan adanya pos kamling tersebut memiliki tujuan salah satunya untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar pondok.

Pos kamling secara lebih luas, bukan hanya sekedar sebagai sarana keamanan, ternyata pos kamling dapat diberdayakan menjadi pos pendidikan bahkan juga sebagai taman bacaan dan belajar santri serta pos ngaji bagi penulis di setiap bulan Ramadhan.

Pos kamling selanjutkan penulis rubah namanya (maaf tidak ijin), atas dasar diri sendiri menjadi pos ngaji. mengingat tempat tersebut merupakan tempat yang dipakai untuk mengaji penulis, bersama jamaah lainnya dari berbagai desa di sekitar Luwungragi Bulakamba Brebes.

Di Pos ngaji sudah ada tikar untuk duduk dan beberapa buku pelajaran yang dimiliki santri pondok pesantren Assalafiyah yang tertinggal saat piket malam menjaga pondok pesantren maupun belajar.

Adapun kegiatan yang dilakukan penulis di pos ngaji adalah mengikuti pengajian yang disampaikan oleh KH. Subhan Ma’mun selaku pengasuh pondok pesantren Assalafiyah Luwungragi saat bulan Ramadhan setiap setelah sholat Ashar.

Pos ngaji menjadi akhir perjalanan dari rumah menuju pondok pesantren Luwungragi untuk mengaji. Sedangkan yang berada di pos ngaji setiap harinya, dapat dikatakan sama dan uniknya pula selama kurang lebih tiga ramadhan, yang duduk di pos ngaji bersama penulis teman yang sama pula.

Pos ngaji tidak hanya menjadi tempat mengaji, tetapi juga dipertemukannya sauadara baru dan sudah seperti keluarga sendiri, yang sebelumnya tidak kenal sama sekali. Hanya ketemu saat ngaji, selama berhari-hari dan hanya disaat bulan Ramadhan.

Pos ngaji menurut penulis dapat dikatakan sebagai pusat infomasi dan komunikasi. Bercerita tentang kondisi keamanan daerah masing-masing, kondisi perkembangan jamaah sholat di daerahnya, hingga persiapan menyambut Ramadhan.

Sehubungan yang berada di pos ngaji kebanyakan sudah tidak muda lagi, maka tatkala bercerita tentang persiapan lebaran mereka tidak banyak berbicara. Hanya ada slentingan kalimat, “Sarung dan baju insyaAllah sudah ada dari Masjid.”  Wajarlah karena rata-rata yang ada di pos ngaji para ustad dan imam Mushola atau Masjid.

Pos Ngaji yang entah kapan dibangun, namun sepertinya saat ditempati oleh penulis dan jamaah lainya sudah terdengar suara “krek-krek” yang membuat khawatir penulis yang sedang duduk di pos ngaji. Namun kata teman punulis di bawah pos ngaji sudah ada batako yang mengganjalnya. Sehingga tidak usah khawatir papanya patah.

Halaman pondok pesantren Assalafiyah yang luas dan aula serta bangunan-bangunan yang lainya. Seperti kurang menarik bagi penulis untuk duduk ditempat tersebut saat ngaji.

Pos ngajilah menjadi yang selalu dituju, pernah penulis mau duduk ditempat lain. Namun ada teman yang sudah duduk di pos ngaji terlebih dahulu memanggil penulis. Sehingga penulispun harus ngaji duduk di pos ngaji tersebut.

Ada yang mengganjal dalam benak penulis dan menjadi pertanyaan, apa ini yang namanya komunitas lain yang lebih kental, akrab, satu frekwensi di luar komunitas kerja setiap harinya, sehingga penulis saat ngaji selalu memilih tempat duduk yang sama di pos ngaji? ditunggu jawabannya.

(Lukmanrandusanga, Rabu 29/3/2023)

Kapolda Jabar Bagikan Ribuan Takjil Kepada Jamaah Mesjid Lautze Bandung dan Pengguna Jalan

0
Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Suntana, M.Si.

BANDUNG (Aswajanews.id) – Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, dan salah satu pintu yang dibuka oleh Allah SWT untuk meraih keberkahan adalah melalui bersedekah, begitulah yang sedang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Pembagian Takjil tersebut dilakukan oleh Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Suntana, M.Si didampingi Pejabat Utama Polda Jabar kepada warga Bandung, baik pengguna jalan maupun jamaah Masjid Lautze di Jl.Lembong Kota Bandung, Selasa (28/3/2023).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolda Jabar, Irwasda, Karolog, Dir Binmas, Dir Pamobvit, Kabid Humas, Karumkit Bhayangkara Sartika Asih serta Kabid Propam Polda Jabar.

Kegiatan pembagian takjil ini merupakan kegiatan rutin yang akan dilaksanakan setiap hari, dimana hari ini di jalan lembong telah didistribusikan ribuan paket takjil oleh Polda Jabar.

Tujuan pembagian takjil ini adalah untuk melatih semangat dan motivasi saling berbagai kepada sesama dan mengharapkan keberkahan di bulan Ramadhan ini.

Kapolda Jabar menuturkan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah untuk berbagi bersama sesama dan tujuan dari pembagian takjil ini untuk meningkatkan rasa peduli dengan sesama umat muslim di bulan suci Ramadhan ini.

“Ini momen bulan suci Ramadhan, momen yang sangat baik untuk berbagi.” ujar Irjen Suntana. (Humas)

Selama Ramadan, Kemenag Gelar Program Sapa KUA

0
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin

JAKARTA (Aswajanews.id) – Banyak program menarik yang digelar Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama selama Ramadan, salah satunya Sapa KUA. Program yang digagas Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah ini merupakan forum koordinasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan KUA.

“Forum ini kita jadikan sebagai sarana penyampaian informasi penting dari KUA, di samping silaturahmi,” ungkap Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin, Senin (27/3/2023).

Kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti oleh perwakilan Kanwil dan KUA daerah. Dalam kesempatan tersebut, Zainal Mustamin menyampaikan Revitalisasi KUA menjadi salah satu program prioritas yang telah ditetapkan Menteri Agama.

Komitmen ini harus disadari dan dilaksanakan oleh pengelola KUA. “Mudah-mudahan, melalui momentum Ramadan ini, menjadi komitmen kita bersama untuk memberi pelayanan dari hati ke hati, agar KUA kita bisa menjadi prima, kredibel, dan moderat,” kata Zainal.

“Pelayanan publik yang dilakukan dengan benar, imbuhnya, akan berdampak baik pada PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) yang bisa digunakan untuk kebutuhan KUA,” sambungnya. (Fn/Mr)

Kemenag Bagi-bagi Takjil, Libatkan Pejabat Eselon

0
Program Kemenag Bagi-bagi Takjil melibatkan seluruh unit eselon I Kementerian Agama

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kementerian Agama (Kemenag) mulai hari ini hingga akhir Ramadan membagikan takjil gratis kepada masyarakat di sekitar Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat.

Program ini mendapat sambutan baik dari masyarakat dan pengguna jalan. “Alhamdulillah Kemenag bagi-bagi takjil ini, sangat membantu sekali,” ujar salah seorang pengemudi ojol yang mendapat takjil gratis, Selasa (28/3/2023).

Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemenag Fesal Musaad menuturkan program Kemenag Bagi-bagi Takjil ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Pelaksanaan program Kemenag Bagi-bagi Takjil ini menurut Fesal, melibatkan seluruh unit eselon I Kementerian Agama.

“Kita akan menggelar bagi-bagi takjil ini setiap hari. Secara bergiliran, seluruh unit eselon I berpartisipasi dalam penyediaan takjil ini,” papar Fesal yang juga didampingi Tenaga Ahli Menag Hasan Basri Sagala.

Selain Kemenag Bagi-bagi Takjil, selama bulan suci Ramadan akan ada beberapa program yang dilaksanakan dengan tujuan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Nanti kita akan menggelar bazar murah, bagi-bagi kurma, hingga bagi-bagi Al-Qur’an. Kita juga akan membuat bazar UMKM bersertifikat halal dan pendaftaran sertifikasi halal gratis,” tutur Fesal. *(Red)

Bersembunyi di Tempat yang Terang

0
Ngaji kitab Kifayatul Atqiyah bersama KH. Subhan Ma'mun, Minggu (26/3/2023)

Ketika kita berusaha meminimalkan sifat Thoma’ menginginkan sesuatu yang belum terjadi, atau seseorang yang mengharapkan pemberian orang lain. Maka akan merasakan kenyamanan jiwa, karena tidak memikirkan orang lain.

Sifat thoma’ sendiri akan menghinakan dirinya sendiri dan berdampak pada keraguan atas taqdir yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.  Berusahan menjadi hamba yang dicintai-Nya dengan sifat menerima dari segala katetapan yang diberikan.

Adapun yang akan penulis sampaikan pada kesempatan ini, dari catatan ngaji bersama KH. Subhan Ma’mun kitab Kifayatul Atqiyah, Minggu (26/3/2023) adalah membicarakan Qonaah.

Qonaah merupakan salah satu akhlak terpuji yang diajarkan oleh Islam.  Qanaah merupakan sikap merasa cukup atas apa yang diterima dan merupakan sikap kondisi tenang karena tidak merasa ada sesuatu yang dirisaukan.

Qonaah merupakan kesabaran yang akan menghasilkan kesuksesan yang luar biasa. Namun Qonaah dapat menjadi hal yang sangat berat kalau kita mudah tergiur, oleh iming-iming tawaran dari perorangan, lembaga maupun pemerintah.

Qonaah akan menjadi mutiara bercahaya yang terus bersinar. Seseorang yang memiliki sifat Qonaah akan dikenang kebaikannya dan akan terus menjadi sejarah yang baik untuk anak cucunya kelak, walaupun orangnya sudah meninggal. Pemilik hidup qonaah dalam sejarahnya akan menjadi manusia hidup yang selalu menerima dan menjadi referensi bahan ajar yang disampaikan pada orang lain.

Mencari rizki didapatkan dengan penuh semangat dan usaha yang keras. Namun semangat juga tidak menjadikan memiliki banyak rizki. Karena banyak pekerja keras yang tetap miskin.  Sebab Allah Swt sendiri telah membagi manusia dalam beberap katagori, ada miskin dan kaya, tinggi dan rendah, bekerja dengan otak dan otot. Keduanya harus saling bekerja sama. Saling mengisi dan memanfaatkan. Tidak bisa dunia diisi oleh orang kaya semua, nanti siapa yang menjadi buru atau sebaliknya.

Ukuran kaya miskin dapat dilihat dari kondisi hati seseorang. Memiliki hati yang menerima sama saja menjadi manusia kaya. Seperti juga tidak ada bedanya naik sepeda motor dengan mobil, hal ini menjadi salah satu tanda kaya.  Menerima apa yang sedang dijalaninya.

Tanda yang lain dari Qonaah, saat makan lauk apapun sama nikmatnya, dikarena menerima apa yang diberi oleh Allah Swt. Begitu juga saat tidur dimanapun tempatnya terasa nyenyak.  Walaupun kadang hanya berbantal tangannya sendiri.

Janganlah memiliki tinggi angan-angan yang belum bisa dicapai. Nikmati apa yang ada dan miliki. Jadilah manusia yang menerima dimanapun dan kapanpun yang sedang dijalaninya

Sifat memerima teryata dapat menjaga amal ibadah kepada Allah Swt dan tercukupi rizkinya. Menerima sendiri dapat meninggalkan sesuatu yang dicintai atas dasar mafsu dan membanggakan yang berlebihan terhadap harta dan ilmu yang dimilikinya.

Berusahalah selalu wahai para pencari akhirat untuk merima apa yang dimiliki, jangan membanggakan rumah pakain dan makanan yang hanya sementara.

Jadilah manusia yang “Bersembunyi di tempat yang terang” kata Mbah Dullah Salam Pati. Artinya Apapun yang dimiliki, baik pakai, mobil dan rumah tidak membuat hati bangga (biasa saja) dan bersihkan hati pula dari sifat keinginan kepemilikan, karena semua itu hanya titipan dan bersifat sementara.

Tampakkanlah kebahagiaan hidup di dunia namun hatinya tetap hanya terikat oleh memikirkan akhirat. Jangan sampai terbalik, terlihat selalu sungguh-sungguh dalam beribadah untuk tujuan akhirat namun hatinya akan selalu kecenderungan untuk meraih dan menguasai dunia. Seperti menampakkan khusu’ dalam ibadah ternyata haya oreintasi dunia semata.

Janganlah merasa menjadi orang hebat, ketika bertemu dengan teman bergaya tidak kenal. Sapalah mereka dan berjabat tangan saat bertemu. Menerima termasuk membahagiakan orang lain.

Qonaah dapat menjadi aktivitas makan secukupnya untuk mengganjal lapar, rumah sebagai tempat berteduh dan tempat tinggal. Begitu pula pada sisi seseorang berbuat baik kepada orang tua, maka akan dikasih taman yang indah di surga. Dekat dengan orang tua juga dapat menjadikan anak cucunyan menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah.

Ada perilaku empat hal yang membuat orang mulia dan akan menjadi kekasih Allah Swt. Lebih suka lapar mengosongkan perutnya dari makan berlebihan. Memilih jalan diam untuk tidak banyak bicara dan berkomentar terhadap apapun. Mengambil jalan menyendiri, sembunyi dari keramaian dunia berkholwat kepada Allah Swt dan terakhir suka melek dimalam hari beribadah mendekatkan diri kepada Allah Swt. Wallahu’alam bishowab.

(Lukmanrandusanga, Selasa 28/3/2023)

Tekan Inflasi Daerah, Stok Ternak di Cangkingan Terus Dipenuhi

0
Camat Kedokan Bunder, Atang Suwandi

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Salah satu penyebab inflasi sering datang dari bahan makanan baik itu pertanian maupun peternakan. Kelangkaan daging karena stok dari peternak minim akan mengakibatkan harga daging melonjak tajam.

Agar stok kebutuhan daging tersedia, berbagai pihak terus berupaya memenuhinya dengan memperbanyak stok ternak jelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha mendatang.

Seperti yang dilakukan para peternak di Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder, mereka ingin berkontribusi dalam menekan laju inflasi daerah dengan terus mengisi kandang-kandang ternak dengan sapi untuk dilakukan penggemukan sehingga pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha mendatang stok daging/ternak melimpah.

Camat Kedokan Bunder, Atang Suwandi menjelaskan, ketersediaan sapi dan daging sangat mempengaruhi laju inflasi daerah. Ternak sapi dari Desa Cangkingan menjadi magnet bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan daging. Hal ini bisa dilihat dari ludesnya sapi dari Desa Cangkingan pada tahun 2022 lalu.

“Hari ini kita cek langsung ketersediaan ternak di Desa Cangkingan. Selain untuk memenuhi kebutuhan daging, keberadaan ternak sapi juga bisa menekan laju inflasi daerah,” kata Camat Atang, Senin (27/3/2023).

Sementara itu Kuwu Cangkingan, Didi Wahyudi menegaskan, para peternak di desanya terus berupaya untuk memenuhi ternak sapi mencapai 1000 ekor. Jumlah tersebut untuk menyamakan stok ternak seperti tahun 2022 lalu.

Dengan melakukan penjualan secara online dan konvensional (tatap muka) langsung, para peternak di Desa Cangkingan telah mendapatkan manfaat dari konsep Lebu Digital (Le-Dig) atau Desa Digital.

“Alhamdulillah pada tahun lalu para peternak Desa Cangkingan mendapatkan berkah karena ternaknya diserbu pembeli baik dari Kabupaten Indramayu maupun luar daerah. Kita ingin mengulang hal itu bahkan kita tingkatkan,” kata Kuwu Didi. (Herman/Tongol)

Mie Tayamum

0
Penulis asyik menggoreng Krupuk khas Ndesa, tanpa minyak dengan pasir/tayamum

Kali ini penulis akan menyugukan tentang Mi Tayamum. Makanan ringan yang masih melegenda dari dulu hingga sekarang. Krupuk khas Ndesa dan isnyaAllah sudah masuk kota. Mi tayamum berbahan Aci atau tepung tapioka dari bahan dasar ketela pohon atau bahasa Randusanganya “Bodin.”

Bodin dikupas dulu, kemudian masukan penggilingan, selanjutnya dari tepung dijemur menunggu kering.  Sehingga menjadi tepung yang siap dikirim kemanapun. Termasuk kepada pengrajin Mi Tayamum.

Mi tayamum dari tepung dijadikan adonan, kemudian dicetak ada yang kecil dan besar. Rata-rata mi tayamum bermodel bulat. Jarang yang lonjong atau oval dan segi empat. Mungkin karena sudah tradisi kali.

Mi tayamum sangat mudah didapatkan baik yang masih mentah maupun sudah masak. Biasanya orang yang sedang makan mi tayamum sulit berhenti karena rasanya gurih dan kemriyak, kata penulis sih…

Mi tayamum sangat enak bila menjadi penawar saat makan rujak. Kapok pedes ini terbukti. Rujak pedes menjadikan tubuh berkeringat dan mulut kepanasan. Mi tayamum ini sangat cocok menjadi penawarnya.

Disamping disandingkan dengan rujak. Mi Tayamum sangat cocok juga dimakan dengan colet sambel. Baik sambel ketela maupun sambel pedes. Dan mi tayamum juga ada yang suka dikasih minyak, katanya untuk menambah gurih.

Mi Tayamum memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Membuat para perantau ingat kampung. Terbukti saat lebaran, Mi tayamum laku keras dengan disandingkan rujak khas kampung yang sulit ditemukan di kota lain. Selamat menikmati Mi Tayamum. Ingat Mi Tayamum Ingat Kampung.

(Lukmanrandusanga, 27/3/2023)

Mata, Kemana Engkau Melihat

0
Mengaji bersama KH. Subhan Ma'mun di Pondok Pesantren Assalafiyah Bulakamba Brebes

Kamis, 1 Ramadhan 1444 H/23 Maret 2023.  Mengaji bersama KH. Subhan Ma’mun di Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes.

Mata menjadi materi pokok pembahasan pertama dan dasar terjadinya fitnah ketika seseorang melihat, baik disengaja maupun tidak.  Sebuah tema yang penulis tulis dalam untaian Ngaji Karo Kang Kaji.

Mengaji saat Ramadhan tiba, menjadi impian tersendiri bagi diri penulis. Bertemu banyak orang dalam berlomba-lomba mencari ilmu dan berkumpul dengan orang-orang shalih. Mereka datang dari berbagai pelesok kota dan desa. Ada yang menghadiri dengan berjalan kaki dan naik kendaraan.

Dalam jumlah ribuan, mereka ikut mengaji duduk dengan lesehan di aula Dalailul khairot dan halaman pondok serta dibantu pengeras suara untuk dapat mendengarkan apa yang disampaikan oleh KH. Subhan Ma’mun.

Mereka duduk ada yang cukup jauh dan ada di setiap arah mata angin. Utara, timur, selatan dan barat. Sehingga KH. Subhan Ma’mun menjadi sentral imformasi, pemberi pencerahan serta kenyamanan bagi siapa saja yang mendengarkannya. Disitulah salah satu manaaf pengeras suara untuk dapat menjangkau yang berada sedikit jauh dari tempat pengajian.

Kalau boleh penulis katakan disini, rasa bahagia itu sederhana. Bisa ngaji kumpul dengan teman-teman dan dapat ilmu. Ada tawa dan juga humor yang membuat suasana cair, tidak tegang. Mudah-mudahan saja ngaji ditahun ini tidak ada yang pulang kehujanan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Walaupun pernah terjadi hujan tetapi saat pulang sudah reda. Sehingga para jamaah yang ikut mengaji tidak ada yang pulang kehujanan.

Berbeda dengan pengalaman penulis. ketika KH. Subhan Ma’mun mengatakan, insyaAllah saat pulang tidak kehujan. Alhamdulillah penulis pulang ke Randusanga dari luwungragi tidak kehujanan tetapi kecipretan dan pakaianyapun basah. Sehingga peristiwa ini penulis sampaikan kepada KH. Subhan Ma’mun dan beliau hanya tersenyum saja.

Kebiasaan dalam setiap tahun ada hujan, ternyata Sabtu (25/3/2023) para peserta pengajian setiap sore hari dibulan ramadhan sudah kedatangan hujan. Ternyata pirasat penulis terbukti.

Herannya bagi penulis, walaupun kondisi hujan lebat, jamaah tetap tenang mendengarkan apa yang disampaikan oleh KH. Subhan Ma’mun.  Dan hanya ada beberapa orang yang harus pindah ketempat yang tidak kehujanan dan tidak ramai.

Para jamaah ngajipun tetap saja pulang menunggu pengajian selesai. Karena dalam  pemikiran penulis dan jamaah lainya, saat ngobrol disela-sela mengaji, memiliki kenyakinan kalau sudah memasuki waktu selesai mengaji hujanpun akan reda. Hal inipun terbukti kembali. Selesai ngaji, selesai pula hujan pada waktu itu.

Kembali pada keberadaan suasana kondisi orang yang ikut mengaji. Semua peserta ngaji Ramadhanan dari setiap tahunnya tidak mengenal kelas. Ada yang tua dan belum tua. Ada para petani, buruh dan abdi negera.

Alhamdulillah bagi penulis sendiri ngaji Ramadhan di Pondok Pesantren Luwungragi menjadi forum pelepas rindu dan kangen. Karena dapat bertemu dengan mereka yang hanya setahun saat ngaji Ramadhan.  Sehinga saat pertama datang terfokus pada teman yang duduk bersama saat ngaji dulu. Menanyakan kabar dan aktivitasnya.

Maklumlah penulis dalam mengaji Ramadhan, biasa duduk di tempat khusus, yaitu gardu kaamanan pondok istilah keren orang kampung “Gardu Ronda.”

Tempat ini menjadi sejarah tersendiri bagi penulis dan sahabat-sahabat mengaji. Ada canda dan tawa saat datang dan mau pulang. Suasana seperti ini hadir kembali pada Ramadhan kali ini dan formasi masih sama. Alhamdulillah masih lengkap.

Mata

Ngaji pertama Bulan Ramadhan pada kitab Kifayatul Atqiyah melanjutkan ngaji dengan kitab yang sama pada Ramadhan tahun sebelumnya.  Seperti mengingatkan pada jamaah tentang panca indra yang bernama mata, agar hati-hati dalam menjalankan fungsinya.

KH Subhan Ma’mun mengatakan dan menyampaikan pada jamaah. Apapun yang namanya sakit, dipastikan semua orang tidak ada yang mau. Tetapi semua orang pasti pernah merasakan sakit dan sakit juga memiliki nama yang berbeda-beda.

Terus apa artinya “Lebih baik sakit mata dari pada sakit hati.”

Saat mata sakit, manusia bisa diajak dengan cara dituntut untuk dapat beribadah dan berjalan. Namun saat hati yang sakit mata tidak bisa menuntun untuk beribadah, bisa sabar dan ikhlas atas ketentuan yang Allah Swt berikan.

Mata banyak mengukir dan menitip pesan dalam hati. Oleh sebab itu Mata sebaiknya melihat yang membuat hati bahagia dan nyaman. Kalau mata melihat yang tidak baik akan membuat hati sakit.  Sehingga hati akan sulit untuk dapat mengobati mata dan anggota tubuh yang lainnya.

Pandangan mata dan kondisi hati memiliki waktu yang berbeda. Mata memiliki keterbatasan dan sifatnya hanya saat melihat saja. Berbeda dengan hati yang selesai dilihat mata, hati masih terus mewarnai kondisi psikologisnya seseorang.

Mata secara lebih dalam sepertinya memiliki iri dengan hati. Begitu pula sebaliknya.  Kalau keduanya tidak nyaman maka akan membuat ketidaknyamanan seluruh tubuh. Namun kalau keduanya dapat saling menjaga maka akan dapat menjadi obat pula.

Mata bisa melihat dari yang baik dan kurang baik. Mata bisa melihat dari sisi yang disukai dan suka membolak-balikan fakta yang dilihat, kadang membuat hati berbuat hasud, menginginkan nikmat yang dimiliki orang lain dan menghendaki nikmat tersebut berpindah kepada dirinya.  Sehingga kadang membuat menceritakan kejelekan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri.

Mata yang kita miliki bisa mewariskan susah dan merepotkan orang lain. Maka hati memiliki peran untuk menjaga mata dari pandangan yang membuat susah seluruh anggota badan.

Dari hati sehat bisa mengajak mulut berkata jujur  (tidak berdusta). Karena dengan dusta dan kebiasaan bersumpah akan membuat orang lain tidak percaya terhadap dirinya. Awal melihat salah akan salah pula pada pembicaraannya.

Era digital yang sumua orang bebas berpendapat, sehingga fitnah sulit bisa dibendung. Maka janganlah menjadi orang yang mudah percaya terhadap info yang kurang jelas dan bertanggungjawab, serta jangan taat pada orang yang suka menghina dan berjalan dengan membawa perpecahan.

Memecah belah atau memiliki wajah dua merupakan dosa besar dan menjadi sejelek-jeleknya manusia. Kecuali membawa misi perdamaian, wajah dua untuk menyatukan pasangan yang mau cerai.

Mari di bulan yang mulia ini, berkoreksi diri, jaga semua anggota tubuh dari hal yang kurang baik dan bertobat dengan banyak membaca istigfar

.أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْأَلُكَ الجَنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Wallu’alam bishowab

Kemenag Cairkan Rp381 Miliar BOP untuk 28 Ribu Lebih RA

0
Ilustrasi: Peserta didik Raudlatul Athfal di Kabupaten Bandung

JAKARTA (Aswajanews.id) – Ada kabar gembira bagi para penyelenggara Raudlatul Athfal (RA). Sebab, Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RA Tahun 2023 akan segera cair. Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani menegaskan pihaknya sudah memproses pencairan dana BOP-RA ini sejak dua pekan lalu.

Kalau Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diperuntukkan bagi pendidikan dasar dan menengah, BOP khusus untuk RA. Yaitu, lembaga pendidikan setingkat Taman Kanak-kanak yang menjadi binaan Kementerian Agama.

“Anggaran sebesar Rp381 miliar sudah berada di rekening bank penyalur (RPL). Pihak RA sudah bisa mulai memproses pencairannya sesuai juknis yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam,” terang Kang Dhani, panggilan akrabnya di Jakarta, Jumat (24/3/2023).

Menurutnya, proses yang saat ini berjalan merupakan pencairan BOP RA tahap I. Anggaran tersebut akan diperuntukkan bagi 28.841 RA seluruh Indonesia.

“Beberapa waktu lalu saya telah menyetujui pencairan tersebut. Sesuai prosedur, dana tersebut sudah cair dari Ditjen Perbendaharaan (DJPb) ke rekening bank penyalur BOP milik Pendis Kemenag untuk kemudian dicairkan ke rekening masing-masing RA,” jelasnya.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Moh. Isom menjelaskan, pada pencairan tahap I, BOP akan dicairkan untuk 1.270.963  siswa RA. Unit kost BOP ini sebesar 600 ribu per siswa sebagaimana unit cost tahun sebelumnya.

“Untuk mendapatkan dana ini, setiap RA harus menjalankan mekanisme yang dituangkan dalam Pedoman, mulai upload berkas administrasi, verifikasi, hingga teknis pencairan di bank,” papar Moh. Isom.

Dikatakan Isom, pada 2023, total ada 1.270.963 siswa calon penerima BOP-RA. Proses pencairannya akan dilakukan dalam dua tahap. “Kami sedang berupaya agar percairan BOP Tahap I ini seluruhnya selesai sebelum libur lebaran,” sebutnya.

Kepala Subdit Kelembagaan dan Kerja Sama pada Direktorat KSKK Madrasah, Papay Supriatna, yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dana BOP RA ini menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan, termasuk dalam pencairan BOP. Sebab, dana BOP menjadi sumber pembiayaan mutlak bagi pelaksanan pembelajaran di tingkat RA.

“Kami terus berkoordinasi baik dengan pengelola BOP RA tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, tim di Direktorat KSKK, maupun dengan bank penyalur (RPL) dalam rangka akselerasi pencairan dana BOP sehingga RA bisa langsung memanfaatkannya sesuai dengan Juknis,” ujarnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama menyiapkan percepatan pencairan BOP RA Tahun Anggaran 2023, yakni Tim BOS Kemenag RI, pihak KPPN Kemenkeu, pihak penyalur dan tim BOS kabupaten/kota serta tim provinsi,” pungkas Papay. (Humas)

Jabar Tertinggi Kasus Sengketa Informasi

0
Dr. Mahi M Hikmat, Staf Ahli Komisi Informasi Jabar

Bandung (Aswajanews.id) – Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat adalah lembaga independen yang bertugas menyelesaikan sengketa informasi. Masyarakat yang merasa dirugikan oleh lembaga pemerintah karena diabaikan atas pelayanan informasi bisa melapor ke Komisi Informasi. Hal itu dikatakan Dr. Mahi M Hikmat kepada peserta UKW PWI Jabar saat jumpa pers di Hotel Asrilia Bandung, Senin (20/3/2023).

Dikatakan Mahi, Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat hingga Maret 2022 telah menangani sebanyak 88 kasus sengketa informasi. Kasus terbanyak menurut Mahdi adalah sengketa informasi di tataran Pemerintahan Desa (Pemdes) terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).

Pada tahun 2023 ini Provinsi Jawa Barat telah dinobatkan peringkat pertama angka tertinggi Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) dengan nilai 81.00. di atas nilai IKP pusat sebesar 74.00. Hal ini merupakan prestasi buat Jawa Barat, yang menunjukkan progress kinerja berbagai pihak yang konseb terhadap keterbukaan informasi publik.

“Mudah-mudahan ke depan dapat mempertahankan sebagai provinsi yang tertinggi IKIP nya,” ujar Mahi.

Dikatakan, Provinsi Jawa Barat telah berhasil meraih prestasi kategori pemerintah daerah yang informatif, terjadi peningkatan dari tahun 2021 yang semula ada 4 kab/kota, pada tahun 2022 meningkat menjadi 13 kota/Kabupaten.

“Komisi Informasi memiliki struktur di tingkat pusat, provinsi dan kota/Kabupaten. Untuk tingkat pusat struktrurnya ada bagian; penyelesaian sengketa informasi, advokasi, solusi dan edukasi,” tambahnya. *(Nas)

Kemenag Rilis Nama Jemaah Berhak Lunasi Biaya Haji 2023, Ini Daftarnya

0
Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kementerian Agama merilis daftar nama jemaah haji reguler yang berhak melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1444 H/2023 M. Daftar nama ini dirilis berdasarkan sebaran provinsi di seluruh Indonesia.

“Daftar nama jemaah haji reguler yang berhak melunasi Biaya Perjalanan Ibadan Haji atau Bipih Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi pada masing-masing provinsi sudah kami umumkan. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah telah menerbitkan edaran untuk seluruh Kanwil Kemenag Provinsi agar bisa menyosialisasikannya kepada para jemaah,” terang Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab di Jakarta, Kamis (23/3/2023).

“Jika Keputusan Presiden tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sudah terbit, maka akan dibuka proses pelunasan bagi para jemaah yang berhak melunasi tahun ini,” sambungnya.

Saiful Mujab menambahkan, tahun ini ada 203.320 kuota jemaah haji reguler. Jumlah ini terdiri atas 201.063 kuota jemaah haji reguler (termasuk prioritas lansia), 865 kuota pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umra (KBIHU), serta 1.572 kuota Petugas Haji Daerah (PHD).

Adapun kriteria jemaah haji reguler yang dirilis namanya dan berhak melakukan pelunasan biaya haji 1444 H/2023 M adalah sebagai berikut:

  1. Jemaah haji yang telah melunasi Bipih dan belum berangkat menunaikan ibadah haji.
  2. Jemaah haji yang telah melunasi Bipih tahun 1441 H/2020 M dan mengambil kembali setoran lunas Biaya Perjalanan Ibadah Haji tahun 1441 H/2020 M.
  3. Jemaah haji dengan urutan nomor porsi terkecil sampai kuota terpenuhi berdasarkan data SISKOHAT dengan ketentuan: 1) berstatus cicil aktif; 2) belum pernah menunaikan Ibadah Haji atau sudah pernah menunaikan Ibadah Haji paling singkat 10 (sepuluh) tahun; dan 3) telah berusia paling rendah 18 tahun pada 24 Mei 2023 atau sudah menikah.
  4. Jemaah haji lanjut usia diurutkan berdasarkan usia tertua dengan masa tunggu paling sedikit lima tahun di masing-masing provinsi sesuai kuota, dengan usia minimal 65 tahun sebelum 24 mei 2023.

Daftar nama jemaah haji berhak lunasi Bipih 1444 H, bisa diakses melalui link berikut:

http://bit.ly/JemaahBerhakLunasHajiReguler2023

Pesantren dan Tradisi Lapis Spiritual

1
Dr.H.Thobib Al Asyhar (Alumni Pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Diktis)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Ramadan selalu mengingatkan saya tentang masa lalu. Masa saat saya mondok selama enam tahun di pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak. Ingatan saya tentang masa itu masih tersimpan rapi sehingga momen demi momen tak terlupakan hingga kini.

Secara umum, pesantren memang tempat “menanam” kesan. Kesan baik tentu saja, meski tetap saja ada sedikit kenangan buruk. Hal itu wajar karena hidup tidak selalu inline dengan harapan. Misalnya ada santri-santri yang kena ta’zir potong gundul karena nonton film layar tancap di luar pondok.

Nah, saat Ramadan tiba, seakan seluruh kenangan itu muncul kembali. Dari hal sederhana, hingga yang cukup kompleks. Ada rasa bahagia ketika mengingatnya. Kadang ada pula yang membuat saya tersenyum sendiri, seakan ingin jarum waktu kembali berputar ke belakang.

Lebih dari itu, ada satu kenangan yang terpatri hingga kini. Saya pun yakin, semua santri masih terngiang, yaitu wirid rutin membaca Al-Fatihah 1.000 kali selesai Subuh berjamaah. Setiap hari. Tidak ada jeda hari untuk libur membaca Al-Fatihah sebanyak 1.000, usai jamaah Subuh, dan di satu waktu (sekali majelis).

Bisa dibayangkan, membaca Alfatihah 1.000 kali sekali majelis itu bukan hitungan menit. Membutuhkan minimal waktu sejam. Dan sekali lagi, itu dilakukan setiap hari, selepas Subuh. Rerata para santri yang jumlahnya ribuan di dalam masjid tidak semuanya “on” atau “sadar” sejak Al-Fatihah pertama hingga akhir. Ya, mayoritas santri mengantuk. Kenapa?

Semua tentu maklum. Aktifitas harian di pondok itu sangat padat. Mulai bangun tidur jam empat dini hari hingga jelang tidur jam 22.00 atau 23.00. Bahkan sering santri begadang karena belajar, atau sekedar ngobrol santai hingga larut malam. Selain mengaji kitab, sekolah, salat berjamaah, juga ada agenda-agenda rutin, seperti taklimul khithabah, bahtsul masail, kerja bakti, dan lain-lain.

Tentu, membaca wirid bukan tanpa tujuan. Wirid panjang ala pondok itu agar para santri memiliki lapis spiritual. Sebagai makhluk ruhani, manusia, khususnya santri harus dibekali dengan wirid-wirid khusus agar kelak memiliki “kekebalan” spiritual. Tidak mudah goyah oleh “serangan” materialisme. Pun pula tidak mudah roboh jika mendapat “tembakan” jahat yang tak nampak.

Bekal wirid santri bukan hanya itu. Selepas Maghrib, mereka juga dibekali wirid “Ratibul Haddad”. Salah satu zikir yang sering dibaca masyarakat Muslim dunia. Ratib ini disusun oleh salah seorang ulama terkemuka dari Hadramaut, yakni Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad al-Haddad.

Beliau adalah seorang mujaddid (pembaharu) di masanya. Karya tulis beliau terbilang cukup banyak dan tersebar di berbagai penjuru dunia, di antaranya adalah: an-Nashaih ad-Diniyah, Risalah al-Mu’awanah, an-Nafais al-‘Alawiyah fi al-Masa’il as-Shufiyah.

Jadi, santri memang sangat lekat dengan wirid panjang. Bahkan kompleks untuk tujuan yang banyak. Wirid yang bukan sekedar bacaan rutin tanpa maksud. Di balik rutinitas spiritual tersebut, ada makna yang begitu mendalam. Yaitu, para kyai ingin melapisi para santri secara spiritual dengan membiasakan wirid-wirid yang “musalsal” setiap kali selesai salat.

Wirid yang bersanad. Wirid yang memiliki kelekatan spiritual sebagai perisai diri. Tameng dari perilaku buruk agar santri tetap istiqamah menjalankan tiga prinsip utama hidup ala pesantren, yaitu Sun Three (tiga matahari, english), yaitu Iman, Islam, dan Ihsan.

Santri adalah sosok-sosok beriman, yang menjalankan Islam secara konsisten, dan melengkapi dengan Ihsan, yaitu perilaku mulia dengan “akhlaqul karimah”. Dengan wirid, para santri menjadi pribadi yang cerdas secara spiritual. Mereka memiliki kesalehan yang tidak luntur oleh zaman karena kuatnya lapisan spiritual.

Apalagi di momen Ramadan seperti saat ini. Seluruh amalan-amalan mulia, khususnya ibadah-ibadah sunnah dijalani dengan sepenuh jiwa. Santri yang istiqamah menjalani lakon wirid sebagai perisai spiritual akan tetap menjadi pribadi yang humble, menyenangkan, dan memiliki keterikatan untuk selalu memberi manfaat bagi sesama. Wallahu a’lam bish-shawab.

Thobib Al Asyhar (Alumni Pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Diktis)

Gebyar Ramadhan, DWP Kemenag Bagikan 1.000 Nasi Kotak untuk Berbuka

0
Kegiatan rutin DWP Kemenag yang diselenggarakan setiap tahun di Bulan Ramadhan

JAKARTA (Aswajanews.id) – Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama (DWP Kemenag) membagikan 1.180 nasi kotak untuk berbuka puasa. Kegiatan bertajuk Jumat Berkah ini merupakan salah satu rangkaian Gebyar Ramadhan 1444 H yang digagas DWP Kemenag.

“Salah satu kegiatan dari program Gebyar Ramadan yang digelar oleh DWP Kemenag RI, yaitu pembagian nasi kotak untuk buka puasa bagi ASN Kemenag dan masyarakat sekitar,” kata Penasihat DWP Kemenag Eny Retno Yaqut, Jumat (24/3/2023).

Ia menuturkan, pembagian nasi kotak merupakan kegiatan rutin DWP Kemenag yang diselenggarakan setiap tahun di Bulan Ramadan.  Untuk tahun ini, rencananya pembagian nasi untuk berbuka akan dilaksanakan sekali setiap pekan dengan target 1.000 kotak per minggu. “Doakan, semoga acara ini bisa secara continuous bisa berjalan.  Ke depan bisa terus dibagikan sebagai amal ibadah kita di Bulan Ramadan,” lanjut Eny.

Eny pun berterima kasih kepada pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. “Tentu kami mengucapkan terima kasih kepada DWP UP yang telah berkenan berkontribusi luar biasa untuk kelancaran kegiatan ini, dan juga kepada pengurus dan panitia yang sudah mengkoordinir acara ini,” ungkapnya,

Eny menambahkan, Gebyar Ramadan 1444 H kali ini mengangkat tema “Indahnya Menebar Kebaikan untuk Menggapai Maghfiroh di Bulan Suci Ramadan”. Tak hanya berbagi makanan berbuka, Gebyar Ramadan kali ini DWP juga menggelar Bakti Sosial yang bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Selain itu, Gebyar Ramadan juga akan dimeriahkan dengan Peringatan Nuzulul Quran yang diisi ceramah agama dan juga khataman Al-Quran bersama.

Terakhir, DWP Kemenag RI akan menyalurkan Zakat Mal ke masyarakat yang membutuhkan. “Kami akan menyalurkan Zakat mal yang sudah dikumpulkan DWP, nantii kami akan salurkan ke panti-panti dan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. *(Kontributor: Indah)

Pemudik Lebaran 2023 Bakal Meningkat, Cuti Bersama Mulai 19 April

0
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

JAKARTA (Aswajanews.id) – Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) terkait persiapan arus mudik lebaran tahun 2023 di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 24 Maret 2023. Dalam keterangannya selepas ratas, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa akan terjadi kenaikan pemudik dari 85 juta orang menjadi 123 juta orang pada lebaran tahun ini.

“Untuk di Jabodetabek dari 14 juta menjadi 18 juta. Artinya terjadi kenaikan 47 persen untuk nasional dan 27 persen untuk Jabodetabek,” ujar Budi.

Berdasarkan data tersebut, Budi menyebut bahwa pemerintah memutuskan untuk menambah cuti bersama mulai dari tanggal 19 April 2023. Langkah tersebut diambil pemerintah untuk mengakomodasi waktu bagi para pemudik dan mencegah terjadinya penumpukan di jalur-jalur mudik.

“Kami tadi bersama-sama Kapolri mengusulkan liburnya maju 2 hari. Jadi mulai tanggal 19 sudah libur, 20 sudah libur, tapi masuknya 26. Jadi tambah 1 hari tapi di depan maju 2 hari,” ungkap Budi.

Budi juga menyebut bahwa keputusan tersebut diambil pemerintah setelah melalui pembahasan yang cukup efektif. Ia pun telah ditugaskan oleh Presiden untuk segera menindaklanjuti hasil ratas tersebut kepada sejumlah kementerian terkait.

“Karena diputuskan dalam ratas, ini secara _de facto sudah terjadi, tinggal de jure kami akan mengusulkan usulan kepada Pak Presiden dan saya rasa kami akan berapat dengan tiga kementerian tersebut,” ucap Budi.

Dalam kesempatan tersebut, Budi turut menegaskan kepada para pengusaha untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) lebih awal kepada para pegawainya. Hal tersebut bertujuan agar para pegawai sudah mendapatkan THR sebelum melakukan mudik lebaran.

“Satu hal yang kita imbau terutama berkaitan dengan swasta agar memberikan THR lebih awal sehingga pada saat tanggal 18 dipastikan mereka sudah terima THR dan mereka bisa melakukan suatu perjalanan mulai 18 malam,” tutur Budi. (Tim Liputan)

Ilmu Yang Menempatkan Pemiliknya Menjadi Mulia

0
Mengaji Ihya bersama KH. Subhan Ma'mun

Ramadhan mengaji dengan KH. Subhan Ma’mun, ada dua kitab yang dikaji. Pertama Kifayatul Atqiyah dan yang kedua Ihya Ulumuddin.

Jumat (24/3/2023) dihari kedua Ramadhan 1444 H.  Dalam mengaji ihya masih membahas tentang dalil aqlinya kemulyaan ilmu, yang melanjutkan pada pertemuan ngaji pertama.

Para pemilik ilmu adalah orang yang memiliki istimewa dan keistimewaan tersebut menempel pada dirinya. Bukan pada baju ataupun aksesoris yang dipakainya. Ilmu yang dimilikinyalah yang membuat dirinya mulia. Berbahagilah orang yang dikaruniai memiliki ilmu.

Sebagaimana perbandingan saja, hewan keledai dengan kuda lebih kuat dan cepat serta fungsi lebih besar mana?, tentu banyak yang menilai kuda. Walaupun keledai dipakaikan pelana maupun hiasan lain untuk muatan barang atau lainnya yang diikatkan ke punggungnya.

Sama halnya orang bodoh naik mobil mewah maka akan disambut dengan biasa saja.  Baik dalam kalangan santri maupun masyarakat. Sedangkan orang yang berilmu ketika kendaraan yang naiki mobil biasa tidak mahal dan sederhana, sampai naik kendaraan becak. Maka tetap akan disambut dan dimuliakan. Dimuliakan bukan pada kendaraannya tetapi esinsi ilmu yang menempel pada dirinya.

Namun bayak orang masih ada yang terkecoh ketika menyambut tamu yang datang kerumahnyan, hanya dilihat dari kendaraan yang digunakannya. Padahal ia tidak tahu kendaraan tersebut memilik sendiri, dapat pinjam atau sewa.

Janganlah mengejar kemulyaan atau dimulyakan dengan pakaian dan kendaraan yang dipakai, karena hal itu sifatnya sementara. Kejarlah kemulyaan dengan ilmu yang akan menjadi petunjuk dan penyelamat didunia dan akhiratnya.

Kalau dilihat dari harga binatang yang dicontohkan diatas lebih mahal mana? tentu kuda bukan.  Karena memang kuda secara fungsi memiliki kelebihan yang menempal pada dirinya. Bukai karena perhiasan dan pelananya kan. Inilah harga mahal kelebihan yang tidak bisa ditukar dengan yang lainnya.

Begitu juga mahalnya makanan, bukan terletak pada kemasan yang kadang menipu, tetapi rasa yang membuat orang ketagihan dan lisanya yang tergoda sampai menjadi klangenan tersendiri.

Bentuk dan warna boleh menggoda namun ujungnya. Rasalah yang menjadi pemenangnya. Kemanapun keberadaan orang berilmu akan selalu dimulyakan dan dikerubuti serta dicari oleh orang banyak.

Diakhir catatan sederhana dan sesingkat ini, mudah-mudah kita termasuk menjadi orang yang dengan ilmu sedikit yang dimiliki, lisan yang berusaha terjaga, taat  berpuasa yang telah ditetapkan oleh Allah Swt dan mulut yang berdzikir ditunggu oleh surga sebagai tempat tinggal yang abadi.  Aamiiin.

(Lukmanrandusanga)

Taubat Kunci Sukses Meraih Dunia dan Akhirat

0
KH. Subhan Ma'mun Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes

Jumat, 2 Ramadhan 1444/24 Maret 2023. Pengajian pasaran Ramadhan kitab Kifayatul Atqiya’ oleh KH. Subhan Ma’mun di Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes. Setiap hari pukul 16.00 – 17.25 WIB.

Ngaji hari pada kedua penulis mencoba memahami apa yang disampaikan oleh KH. Subhan Ma’mun dan mengasih judul “Taubat Kunci Sukses Meraih Dunia dan Akhirat.”

Sebagai prolog dalam catatan penulis mengaji kali ini, tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami kesulitan memperoleh rizki, atau bisa dikatakan sering mendapat janji bisnis, namun tanpa sebab dibatalkan sepihak. Kondisi ketidakjelasan dalam memperoleh rizki tersebut, maka  selayaknya kita segera bertaubat, perbanyak istighfar dan sabar terhadap kondisi yang sekarang dihadapi.

Taubat sendiri sesungguhnya menjadi kunci dari semua ibadah. Oleh karena itu jangan sekali-kali meninggalkan taubat dengan merutinkan membaca istighfar.

Bacalah istighfar dengan jumlah bilangan yang banyak dan sering diucapkan. Hal ini dilakukan untuk kemudahan diri sendiri dalam menghadapi masalah dan kemudahan mengais rizki dari Allah Swt. Istighfar dapat menjadi kunci atau pembuka utama dalam segala hal. Baik urusan yang berhubungan dengan dunia dan keselamatan akhirat

Lakukanlah di bulan Ramadhan yang mulia ini untuk memperbanyak istigfar, minimal 70 kali setiap selesai sholat dan dijadikan dzikir yang rutin kapanpun. Pada sisilain dari taubat sendiri, ada hal yang menarik pada seseorang yang diterima taubatnya yaitu hatinya menjadi tenang.

Pertaubatan dengan ucapan permohonan ampunan (istighfar) dapat menjadi dasar atau pondasi seseorang dalam memperoleh derajat yang tinggi. Jika seseorang jarang membaca istighfar ibarat bangunan keimanan seseorang lemah. Sama halnya dengan bangunan yang memiliki pondasi yang kurang kuat, maka akan membuat bangunan kurang kokoh dan akan mudah runtuh.

Taubatlah dengan menjaga lisan untuk tidak mencaci tetangga dan orang lain, menjaga dari memperoleh rizki yang haram dan berbuat yang haram pula, tidak melakukan kekerasan dan ikhkas menerima ketetapan Allah Swt.

Kalaupun kita ingin menjadi wali, maka salah satu syarat wali adalah taubat (tidak berbuat maksiat, mampu menjaga lisan dari menyakiti orang lain dan mampu menahan perut dari makan yang berlebihan dan asal makanan serta menerima terhadap ketetapan Allah Swt atau konaah).

Ketika seseorang terlalu banyak makan, maka akan menjadikan keras hatinya, tidak mau menerima nasehat dan petunjuk ilmu. Oleh karena itu janganlah makan yang berlebih-lebihan karena akan membuat kondisi hatinya sakit.

Begitu juga kalau seseorang tidak mampu menjaga makanan, dari mana asal uang untuk beli makanan. Maka hal ini akan membuat dirinya mengalami kesusahan. Oleh karena itu bertaubat dan ikhlas terhadap apa yang diberikan oleh Allah Swt.

Begitu juga dengan cerita para pekerja yang ada di negara tetangga maupun seberang. Janganlah tergiur dengan nilai rupiah yang besar ketika bekerja di luar negeri atau jauh dari keluarga. Ingatlah akan pribahasa yang menasehati kita semua bahwa “Hujan batu di negeri sendiri lebih baik dari pada hujan mas di negeri orang lain.”

Jangan sampai ada istilah “Sarapan bubur anggo urab, sing lanang nganggur bojone neng arab.” Kewajiban suami yang bekerja bukan “Pamong Praja” Bapane momong istrinya kerja.

Mari kita renungkan bersama, seorang budak akan menjadi merdeka asal ia menerima. Tetapi orang yang merdeka akan menjadi hina kalau hidupnya selalu meminta-minta.

Satu lagi yang pembaca perlu ketahui. Kurangi mendengarkan musik dan nyanyi-nyanyian saat didunia, karena hal itu akan menghambat mendengar bacaan-bacaan qiroah indah di Surga.

Diakhir ngaji penulis menutup dengan memberi empat kriteria manusia yang bahagia.

Pertama, memiliki istri atau suami yang shalih

Kedua, mempunyai anak yang berbakti kepada kedua orang tua

Ketiga, berteman dengan orang-orang yang shalih.

Keempat, masih mendapatkan rizki di negaranya sendiri.

Semoga kita masuk kriteria dalam manusia yang berbahagia. Aamiiin.

(Lukmanrandusanga)

Resmi Dilantik, Ini Susunan Pengurus PW IPNU Jateng Masa Khidmat 2022-2025

0

SEMARANG (Aswaja news.id) – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Provinsi Jawa Tengah masa khidmat 2022-2025 resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum IPNU M Agil Nuruz zaman, di Gets Hotel, Semarang, Minggu (19/3/2023).

Pengurus PW IPNU Jateng disahkan melalui Surat Pengesahan PP IPNU Nomor: 020/PP/SP/XX/01/7354/III/23 tentang Susunan Pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2022-2025, tertandatangan Ketua Umum PP IPNU M Agil Nuruz zaman, Sekretaris Umum PP IPNU Agus Suherman Tanjung.

Berikut susunan lengkap Pengurus PW IPNU Jateng masa khidmah 2022-2025:

PELINDUNG : Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Tengah

KH. Ubaidullah Shodaqoh (Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah)

Drs. KH. Muhamad Muzamil (Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah)

DEWAN PEMBINA :

Al Habib Umar Muthohar

  1. A. Chalwani Nawawi
  2. M.Yusuf Chudlori
  3. Alamudin Dimyati Rois
  4. Taj Yasin Maimoen

Drs. H. Fathan Subckhi

Dr. H. Abdul Kholik, S.H., M.Si

  1. Sukirman S.S.
  2. Abdul Hamid, S.Pd.i
  3. Sarif Abdillah, S.Pd.i
  4. Arief Rohman, S.I.P., MSi
  5. Muh Zen, S.Ag., M.Si

Ahmad Fadlun S.Y

Drs. Ahmad SyafiI, M.H

  1. Agus Yahya
  2. Muh. Mahsun, S.I.P

Dr. H. Hasan Chabibie, S.T., MSi

Muhaimin

Caswiyono Rusydie Cakrawangsa

Amir Mustofa Zuhdi

Ferial Farkhan Ibnu Akhmad, S.H.I

Kholid Abdillah

Syaeful Kamaludin

PENGURUS HARIAN :

Ketua                           : Muhamad Irfan Khamid

Wakil Ketua                 : Ragil Pungkasana

Wakil Ketua                 : Muhammad Ibnu Farhan

Wakil Ketua         : Khoerul Anam

Wakil Ketua                 : Achmad Yusuf Makhasin

Wakil Ketua                 : Athoillah Alfarid

Wakil Ketua                 : Muhammad Azis

Wakil Ketua                 : Muhammad Lukman

Sekretaris                    : Muhammad Rikza Hasballa

Wakil Sekretaris  : Ahmad Mughnil Labib

Wakil Sekretaris          : Muhammad Afif Al Bustomi

Wakil Sekretaris          : Muhammad Khafsin Nizar

Wakil Sekretaris          : Muhammad Felix Afifudin

Wakil Sekretaris          : Muhammad Dzuha Dzikrullah

Wakil Sekretaris          : Lukman Aji

Wakil Sekretaris          : Muhammad Fahrur Ngizza

Bendahara                  : Muhammad Akhyarudin

Wakil Bendahara         : Mohammad Salman

Wakil Bendahara         : Imam Nor Ikhsan

Wakil Bendahara        : Adistya Priyandi

Wakil Bendahara        : M. Afifuddin Zuhri

Wakil Bendahara        : Sugeng Riyadi

Wakil Bendahara   : Marzuqi Rouf

Wakil Bendahara        : Abdur Rofik

DEPARTEMEN – DEPARTEMEN

Departemen Organisasi

Koordinator  :Muhammad Zidnal Muna

Anggota                       : Shaiful Bahri, Muhammad Ali Yafie, Rifat Hidayat, Akhmad Fauzi, M. Balya Malkan, Afifuddin Hakim, M. Dzaki Musyafa

Departemen Kaderisasi

Koordinator     : Abdul Wahab

Anggota           : Musthofa Masykur, Rifki Ali Aziz, M. Nafidzul Abror, M. Khammas Ainun N, Khoirul Huda, Ilham Fikri Noor Hidayat, Fahri Ulil Albab, Mudhofir

Departemen Jaringan Sekolah dan Pesantren

Koordinator                 : Trio Agustin

Anggota                       : Muhammad Ridlo, Anwar Fuadi, Syamsa Alkamal, Ahmal Deni Aryanto, Muhammad Najih, Moh. Aksya Ramadhani, Ahmad Singgih Khuluqin Adzim

Departemen Dakwah

Koordinator                 : Abdul Hamid

Anggota                       : Muhmmad Shohibul Liwail Chamdi, Ahmad Ainun Najib, Ahmad Hisyam Maulana, Yunan El Hasani, M. Prasetyo Pamungkas Bayu Aji, Sarwanto, Insan Kamil

Departemen Jaringan Eksternal

Koordinator                 : Indra Haris Muttaqin

Anggota                       : Bagas Fatkhurrahman, Ahmad Siswanto, Lilik Sumarno, Muhammad Najibul Adib, Nur Cholis, Robith Umama, M. Emir Syahrizal

Departemen Jaringan Komunikasi dan Informasi

Koordinator                 : Ahmad Faiz Yahya

Anggota                       : Asad Nurul Akhil

Syafiqurrohman Attaqi

            Marko Dwi Nugroho

            Maulana Izzulhaq

            Agus Rohman Sahid

            Iqbal Alaik

            Fahmi Aji

            Muh. Resza Taufiq Susilo

Departemen Olahraga, Seni dan Budaya

Koordinator                 : Muhammad Musyafa

Anggota                       : Muhammad Labib

            Choiril Anwar

            Ahmad Riza

            Muhammad Jamaluddin

            Restu Andi Saputro

Arif Wahyu Kusuma

            Arrafi Insan Badrudin

LEMBAGA  LEMBAGA

Lembaga Pers dan Penerbitan

Direktur                       : Hamam Nasirudin

Sekretaris                    : Erfan Hafidzh Ahmad

Anggota                       : Masyhudi

Indra Yuliawan

            A’isy Hanif Firdaus

            Balyan Nurul Huda

            Muhammad Choirul Anwar

            Samsul Muarif

Lembaga Ekonomi dan Kewirausahaan

Direktur                       : M. Kholiq Arif Santoso

Sekretaris                    : Muhammad Hafizh

Anggota                       : Muhammad Farhan

  Wahyu Nur Sahdat

  Nur Hidayat Lutfi Majid

  Sukur Sidiq Riskiyanto

  Lucky Andriansyah Yoga Pratama

  Makhbub Hidayatur Rohman

Lembaga Kerjasama Perguruan Tinggi (LKPT)

Direktur                       : Darorie Noor Ubaidillah

Sekretaris                    : M. Selamet RifaI

Anggota                       : Barul Fatihin

  Nur Rohman

  Suwarno

  Kuncoro Aang Ifansyah

  Zukhrufin

  Febri Yogi Dwi Saputro

Lembaga Anti Narkoba (LAN)

Direktur                       : Nafis Khoiruddin

Sekretaris                    : Abidul Haq

Anggota                       : Lutfiana Fahrurazi

M. Maulana Alfarisi

            Khoirudin Nasrullah

            Anggoro Wahyu Pratama

            Rhetno Iswandi

            Ahmad Faiz Muzaki

Lembaga Corp Brigade Pembangunan (CBP)

Dewan Koordinasi Wilayah

Komandan       : Matsna Zakiyyatus Salwa

Wakil Komandan         : A’rof Nur Ikhsan

Wakil Komandan         : M. Lailal Maluf

Divisi Administrasi

Kepala             : Arifin

Anggota           : Farid Muthohar

              Ahmad Fauzi

              Niska Andri Maulana

Divisi Pendidikan & Pelatihan          

Kepala             : Suraman

Anggota           : Akhmad Fatah

  Sokhibun Ramly

  Aditya Prasetya Aji

  Rizal Aditia

Divisi Logistik

Kepala : Bagus Ardhiansyah

Anggota           : Nur Kholis

  Azmi ‘Aqil

  Mungafy

Divisi Kemanusiaan

Kepala             : Miftachul Amrin Nor

Anggota           : Agus Santoso

  Hendra Septiana Adi Putra

  Muqorobin

  Agus Musyafak

Divisi Media

Kepala : Abdul Ghofur

Anggota: Zainul Ahzam, M. Alif Fatahillah

BADAN – BADAN

Badan Student Crisis Centre (SCC)

Direktur           :  Muhammad Fadil

Sekretaris        :  Mohammad Hafidhul Umam

Anggota           :           Wafiq Hanani

            Rahid Yanuar Awaludin

            Muhammad Julfakamal

            Ashil Musthofa Ghufron

            Muchammad Dwi Nugroho

   Fatkhul Mubin

Badan Student Research Center (SRC)

Direktur           : M. Zecky Arrohman Z

Sekretaris        : Indra Ardianto Sadewo

Angggota         : M. Adi Adrian

               Rizal Wahyu

              Irfandi Musthofa

              Lambang Prasetyo

              Dheny Fajar Hidayatulloh

M. Khafifudin

Seperti diketahui, IPNU adalah organisasi kepelajaran yang berstatus sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama. Organisasi ini dibidani oleh KH Tolchah Manshur, Abdul Ghoni, Sofwan Kholil, dan rekan-rekannya di Semarang, Jawa Tengah pada 24 Februari 1954 saat Kongres Lembaga Pendidikan Maarif NU.

IPNU juga telah memiliki organisasi kepanduan di bawahnya, yakni Corp Brigade Pembangunan (CBP) yang lahir pada Oktober 1964 di Pekalongan, Jawa Tengah.

Ketua PW IPNU Jateng, M Irfan Khamid berharap “Semoga para pengurus dapat menjalankan amanah tanggung jawab sesuai dengan tugasnya masing-masing.”

(Pengirim: A’isy Hanif Firdaus)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts