Google search engine
Beranda blog Halaman 170

Muscab HIMASAL Brebes : Memperteguh Ukhuwah Alumni Menuju Kekuatan Dakwah Berbasis Pesantren

0
Akhmad Sururi (Alumni PP Lirboyo angkatan tahun 2000)

Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Kab Brebes sebentar lagi akan menggelar Muscab untuk memilih kepengurusan masa khidamat 2024 – 2029.Muscab sebagai forum musyawarah tertinggi di tingkat Kabupaten juga akan merancang program kerja untuk lima tahun mendatang. Dua hal ini menjadi hal yang sangat penting, sekalipun peserta Muscab lebih tertuju pada poin pemilihan kepengurusan. Hal tesebut ditunjukkan dengan ramainya WAG yang memposting beberapa calon Ketua. Tentu sangat menarik dinamika yang berkembang di WAG tentang bursa calon ketua.

Terlepas dari hal tersebut, tentu semangat ukhuwah menjadi nomor wahid dalam rangka menuju kemajuan HIMASAL di Brebes. Untuk penguatan ukhuwah tersebut dibutuhkan kesadaran saling memahami dan sering bertemu atau kumpul2 ngalap berkah ( Dawuh Masyayekh PP Lirboyo). Ikatan dalam satu geneologis Lirboyo menjadi kekuatan untuk saling mendukung kepada misi Pesantren di tengah tengah masyarakat.

Sebagai Ormas keagamaan yang berbasis Pesantren HIMASAL didirikan untuk memperkuat ukhuwah antar alumni. Disamping itu kehadiran HIMASAL sebagai wadah untuk memperjuangkan dan mempertahankan ajarannya Aswaja ditengah tengah masyarakat. Disisi ini HIMASAL menjadi sayap kultural untuk pengembangan dakwsh NU berbasis Aswaja. Kedua hal tersebut bertumpu pada misi dakwah dan pendidikan sebagai pilar fungsi Pendidikan Pesantren sebagaimana termaktub dalam UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren.

Dari tiga pilar fungsi Pesantren ( Pendidikan, Dakwah dan Pem berdayaan), peran alumni menempati posisi yang strategis. Peran tersebut tentu disandingkan dengan potensi dan kompetensi alumni yang bertebaran di seluruh pelosok Brebes dengan profesi yang variatif. Mulai dari Ustad Madin, TPQ, mubaligh, petani,pedagang, pegawai dan profesi lainnya. Semua memiliki peran yang berbeda akan tetapi ketika bicara konteks HIMASAL tentu akan memiliki kepentingan organisasi sebagai bagian khidmat alumni kepada Pesantren almamater. Dengan demikian bagi alumni sebagai warga negara secara tidak langsung menjalankan amanat UU Pesantren.

Pergerakan organisasi HIMASAL tidak lepas dari misi dan tujuan sebagaimana termaktub dalam AD ART. Secara implementatif diwujudkan dalam program kerja baik jangka pendek maupun jangka panjang. Lebih dari itu karena secara struktural mulai dari PAC, PC, PW dan PP HIMASAL, maka ada program dari Pusat yang dibreakdwon sampai pada kepengurusan tingkat bawah. Organisasi ini lebih mengedepankan semarang kebersamaan kekeluargaan dan khidmat kepada Dzuriyah Pondok Pesantren Lirboyo. Namun demikian mekanisme organisasi juga menjadi acuan terutama saat Munas, Musim Muscab dan Musancab.

Inovasi dan improvisasi juga dibutuhkan dalam rangka memperkuat eksistensi dan mewujudkan kemanfaatan kepada umat. Sehingga peran alumni akan lebih ekspansif. Tentu dengan menggaungkan bendera HIMASAL, bukan atas nama pribadi selaku alumni. Kekuatan secara bersama dalam lembaga HIMASAL akan lebih banyak dirasakan manfaatnya oleh umat.

Segmentasi umat yang variatif membutuhkan pola dakwah partisipasitif. Oleh karena itu HIMASAL bisa mengambil peran secara organisasitoris untuk melakukan ekpansi dakwah yang tidak terbatas pada satu komunitas tertentu. Hal ini membutuhkan langkah pergerakan kongkrit dengan menggerakkan fungsi oraganisasi secara struktural.

Sebagai sebuah ilustrasi, satu alumni yang memiliki satu majlis taklim tentu akan lebih baik bila HIMASAL menyelenggarakan beberapa majlis taklim dengan di desa desa yang sangat membutuhkan sentuhan ilmu agama. Majelis Ta’lim milki pribadi alumni terus berjalan, pergerakan ta’lim yang bersifat umum atas nama HIMASAL juga harus berjalan.Sebagian sudah berjalan yang dilakukan oleh alumni atas nama LIM Kab Brebes. Antara LIM dan HIMASAL bergandengan tangan untuk mewujudkan dakwah Islam berbasis Pesantren.

Akhirnya kita berharap melalui Muscab HIMASAL akan semakin memperkokoh semangat berkhidmat dalam bingkai ukhuwah. Kesadaran untuk menjunjung tinggi kebersamaan dan nilai akhlak menjadi pondasi utama untuk mewujudkan HIMASAL semakin kuat dan bermanfaat untuk umat. Perbedaan pendapat dalam WAG merupakan dinamika yang normal dalam sebuah organisasi dan akan memperkaya khazanah pemikiran tentang organisasi.

Selamat dan Sukses Muscab HIMASAL Brebes 2024.# .

Kabid PD Pontren Jateng Respon Usulan Ijazah MDT Menjadi Nilai Point PPDB Sebagai Ikhtiar Penguatan Pendidikan MDT

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah)

Ijazah MDT sebagai tanda kelulusan proses pembelajaran diberikan kepada santri yang telah menyelesaikan pada jenjang tertentu, mulai MDTA, MDTW dan MDTU. Santri yang dinyatakan lulus menempuh ujian akan menerima Ijazah pada saat acara Imtihan yang secara simbolis diserahkan oleh Kepala MDT. Secara formal penerbitan Ijazah MDT mengacu pada Kep Dirjen Kemenag RI Nomor 1206 Tahun 2019 tentang Penerbitan Ijazah MDT.

Sebagai tanda bukti kelulusan Ijazah MDT belum memiliki fungsi yang signifikan. Lain halnya dengan ijazah formal setingkat MI menjadi persyaratan mutlak untuk melanjutkan pada jenjang pendidikan MTs/SMP. Lebih dari itu secarik kertas Ijazah MDT ternyata lebih berharga dibanding dengan piagam prestasi kejuaraan olahraga, seni dan perlombaan lainya. Padahal proses pembelajaran di MDT dengan kurun waktu yang panjang (4 tahun MDTA), sementara piagam kejuaraan diraih dengan proses kompetisi yang bersifat temporal mendapatkan nilai poin dalam prestasi non akademik di PPDB baik di Madrasah atau di Sekolah.

Secara eksplisit penghargaan terhadap Ijazah MDT tidak muncul dalam ketentuan tentang Juknis PPDB yang telah diterbitkan oleh Kemenag RI. Namun demikian secara implisit bisa masuk dalam salah satu jalur dalam PPDB. Beberapa daerah sudah menyertakan ijazah MDT menjadi nilai point untuk peserta didik baru. Dinas Pendidikan kota Tegal sudah memberlakukan ketentuan tersebut. Kabupaten Tegal dengan Perdanya menjadikan Ijazah MDT menjadi salah satu persyaratan dalam PPDB di SMP Negeri dan MTsN. Bahkan sebelum terbitnya Perda tentang Pendidikan Keagamaan, MTs Negeri Babakan Lebaksiu Kab Tegal sudah memberlakukan ijazah MDTA sebagai lampiran dalam PPDB.

Menganggapi beberapa usulan yang berkembang pada pertemuan dalam tajuk “Peningkatan Kualitas SDM Pengelola MDT,” Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah menanggapi dengan positif. Untuk merespons hal tersebut rencananya akan di bawa dalam Rapat yang akan diselenggarakan pada awal Mei 2024. Tentu hal tersebut sangat ditunggu oleh komunitas MDT se Jawa Tengah.

Sebenarnya sudah lama usulan ini penulis sampaikan dalam beberapa kesempatan. Pada akhir tahun 2023, saat Rakor yang diselenggarakan oleh Bidang Pontren sudah disampaikan usulan yang sama terkait dengan ijazah MDT. Kita berharap usulan ijazah MDT untuk mendapatkan apresiasi bisa berlaku se Jawa Tengah. Lebih dari itu usulan tersebut juga pernah disampaikan kepada Kasubdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah. Namun dengan beberapa pertimbangan, Kasubdit menyarankan untuk diserahkan kepada kebijakan daerah masing-masing (Provinsi dan Kabupaten/Kota)

Sebagai lomba pendidikan non formal eksistensi MDT perlu diperkuat dengan regulasi. Regulasi nasional yang termaktub dalam PP 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan menjadi acuan utama. Sementara regulasi tingkat daerah provinsi, kabupaten dan kota dalam bentuk perda di Jawa Tengah hanya beberapa daerah. Lain halnya di Jawa Barat yang sebagian besar daerah Kab/Kota sudah memiliki Perda tentang Pendidikan Keagamaan (MDT dan LPQ)

Langkah penguatan pendidikan MDT sangat dibutuhkan karena menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter. Langkah bersama pemerintah dan kelompok masyarakat termasuk FKDT akan memiliki makna untuk masa depan MDT. Disinilah diperlukan persepsi yang sama dengan melihat kondisi dilapangan secara komprehensif.

Munculnya beberapa kasus tawuran pelajar antara lain disebabkan karena lemahnya pendidikan agama yang diserap oleh mareka. Sehingga ajaran agama belum terinternalisasi pada jiwa mereka. Pada akhirnya mereka sangat rentan secara idiologis dan moral, karena terpengaruh dengan akibat negatif dari perkembangan informasi dan teknologi (medsos).

Oleh karena itu kehadiran MDT di tengah tengah masyarakat menjadi sangat penting dalam dalam rangka tafaquh fiddin dan penguatan pendidikan karakter. Hal ini menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, beriman dan bertaqwa yang menjadi tujuan pendidikan nasional.

Akhirnya kita berharap besar langkah yang akan ditempuh oleh Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah dalam rangka merespon usulan tentang Ijazah MDT bisa memberikan angin segar untuk penguatan MDT. Pemerintah memiliki kebijakan melalui proses regulasi dan diskresi, kelompok masyarakat memiliki usulan untuk kemajuan dan penguatan MDT. Dua poros ini bertumpu pada satu niat yang sama untuk memperkuat pendidikan MDT sebagai basis pendidikan karakter untuk generasi penerus bangsa. *(Red)

Selamat Jalan Aktivis NU dari Jatibarang

0


Beberapa hari sebelum wafat, penulis mendapatkan kabar dari seorang teman bbahwa Slamet Taruni sedang sakit. Teman saya tahu kalau penulis beberapa kali bercerita tentang aktivitas Slamet Taruni di NU, kebetulan pernah bareng pada kegiatan penanggulangan HIV dan Aids di Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Fatayat NU . Di ruang pelatihan bersama menerima paparan tentang HIV Aids dari beberapa nara sumber. Saat penulis menyelenggarakan Pesantren Ramadhan untuk komunitas remaja yang pertama pada tahun 2015, Al Marhum didaulat menjadi nara sumber khusus tentang bahaya HIV Aids.

Pagi Senin penulis mendapat kiriman WA dari teman tersebut yang memberi kabar, ” Innalillahi wa innalillahi roji’uun, Slamet Taruni telah meninggal, dan akan dimakamkan ba’da duhur. Terasa baru kemarin penulis dikabari bahwa dia sedang sakit, hanya sakitnya memang bukan sakit biasa. Ternyata pada Ahad Malam tanggal 5 Mei 2024 beliau berpulang untuk selamanya dalam usia 62 tahun.

Semasa hidupnya Slamet Taruni menjadi aktivis NU yang tidak kenal lelah. Untuk kepentingan dan kegiatan NU menjadi prioritas. Beberapa kali dalam kegiatan PCNU Brebes penulis sering bareng. Lebih dari itu dalam dunia pendidikan dirinya aktif pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan PMR. Karena kegiatan ekstrakurikuler inilah Slamet Taruni akrab dengan siswa d MA As Syafiiyah Jatibarang. Ditambah karena Beliau guru swasta yang aktif menyuarakan aspirasi, akhirnya mendapatkan amanat menjadi Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia ( PGSI) Kabupaten Brebes.

Khidmat di NU sejak masih muda, mulai IPNU, GP Ansor, MWC NU Jatibarang sampai menjadi pengurus PC LKKNU ( Lembaga Kesehatan NU). Melalui lembaga ini Slamet Taruni bergerak di tengah tentang masyarakat nahdliyin untuk pencegahan stanting. Kab Brebes menjadi darurat stanting karena kekurangan gizi.

Beberapa jam’iyyah Ibu ibu muslimat dan Fatatat NU pernah disambangi dalam rangka sosialisasi pencegahan stanting. Hal tersebut karena menjadi tugas Beliau setelah menerima pelatihan ditingkat Kabupaten dan pusat. Sebagai aktivis hampir seluruh waktunya dicurahkan untuk kegiatan sosial. Hal ini yang menjadikan dirinya banyak dikenal oleh beberapa instansi di Kab Brebes.

Tercatat dalam kepengurusan MWCNU Jatibarang pernah menjabat sekretaris mendampingi H. Muhyidin selaku Ketua Tanfidziyah. Selama menjadi sekretaris MWCNU Jatibarang banyak kegiatan yang telah dilaksanakan, termasuk pengadaan tanah untuk gedung MWCNU. Sampai sekarang sudah berdiri kantor MWCNU Jatibarang yang berlokasi di desa Jl Raya Janegara Brebes. *(Red)

Perjalanan Berlatih Menjadi Jurnalis

0
Oleh : Akhmad Sururi (Sekretaris MWC NU Kec Wanasari Kab Brebes)

Keinginan menjadi jurnalis terbersit saat masih menjadi santri di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Untuk mewujudkan keinginan tersebut beberapa kali penulis mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren yang mendatangkan wartawan Jawa Pos, Surya dan fotografer. Penulis aktif sering bertanya seputar dunia jurnalistik saat itu. Setiap ada pelatihan jurnalistik hampir dipastikan mengikuti, sekalipun belum memulai menulis.

Sebagai bentuk kecintaan kepada dunia jurnalistik, penulis berlangganan koran harian dan majalah bulanan Aula. Setiap hari tidak lepas membaca koran terutama rubrik kolom yang di tulis oleh para kolumnis terkenal. Kalau ada kolom tentang tasawuf dan tema keagamaan dibuat kliping khusus satu bendel. Kliping tersebut tersimpan di kardus sampai dibawa ke rumah. Bahkan potongan tulisannya terkumpul dalam satu kardus besar.

Selepas tamat dari Pondok Pesantren tepatnya pertengahan tahun 2001, penulis pulang ke rumah. Sehingga keberlanjutan ketrampilan menulis tidak dilanjutkan. Seiring dengan kesibukan di sekolah akhirnya hampir tidak memiliki kesempatan untuk menulis. Namun pada tahun 2005, penulis diajak oleh seorang teman untuk bergabung dengan koran NU di Kab Tegal. Disela-sela waktu sekolah penulis sempatkan menulis untuk mengisi berita di koran Forga (Forum! Warga). Disamping berita juga menulis artikel singkat. Saat itu tulisannya masih sangat sederhana dan tersimpan di flashdisk.

Setelah koran Forga tutup, penulis kembali konsentrasi dalam dunia pendidikan. Bergelut di bidang pendidikan tidak menyurutkan keinginan untuk menulis. Obsesi untuk menjadi jurnalis terus menyala, walaupun hanya masih pada tataran keinginan yang belum dimulai dengan langkah tindakan menulis, Hal tesebut karena media untuk menulis tidak ada, dan terputus komunikasu dengan teman yang biasa menulis. Hanya mengagumi banyak penulis buku termasuk tulisannya Gus Dur, Emha Ainun Najib, Gus Mus dan Jalaluddin Rahmat. Bukunya banyak yang penulis koleksi.

Keinginan menjadi jurnalis terus diwujudkan dengan hobi membaca dan koleksi buku bacaan. Membeli buku buku memang sejak masih di Pesantren Lirboyo. Setiap mendapat kiriman uang pasti menyisihkan untuk membeli satu buku. Satu bulan minimal satu buku di tambah satu kitab. Buku dan kitab yang diminati saat itu adalah genre tasawwuf.

Hoby koleksi buku sampai sekarang, sehingga setiap mendapatkan rezki pasti membeli buku, adakalanya via online atau ke toko Gramedia. Saat penulis mengikuti kegiatan di luar kota singgah ke Gramedia untuk beli buku minimal satu. Judul yang dipilih tidak lepas dari tema pendidikan, keagamaan, motivasi dan politik. Empat tema tersebut yang sering menjadi bahan untuk mendukung dalam menulis.

Saat menjadi Sekretaris MWCNU Wanasari pertama sekitar tahun 2015, penulis mulai terpanggil kembali untuk menulis. Beberapa kegiatan MWCNU sering dituliskan berita dan dikirim kepada wartawan NU online untuk Wilayah Brebes. Beberapa kegiatan Lailatul Ijtma yang bergilir di ranting se Kec Wanasari penulis ekspos dalam berita di NU online bahkan sebagian pernah dimuat oleh koran Radar Tegal.

Selain menjadi pengurus MWCNU Wanasari, penulis juga menjadi bagian dari Pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes.  Melalui forum ini penulis terdorong untuk menulis tentang MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah).  Disinilah penulis memiliki semangat baru untuk banyak menulis tentang MDT melalui website milik DPW FKDT Jawa Tengah.

Setiap momentum dan kegiatan FKDT Jawa Tengah penulis membuat artikel dalam bentuk berita atau artikel lepas. Sebelum dipublish penulis mendiskusikan dengan beberapa teman yang memiliki kompetensi menulis. Beberapa tema sempat menjadi bahan diskusi saat pertemuan DPW FKDT Jawa Tengah. Tentu hal ini menjadi salah satu kebahagiaan tersendiri bagi penulis karena gagasan dan pemikirannya mendapatkan apresiasi positif dari komunitas FKDT.

Menjadi jurnalis terus bergerak seiring dengan kegiatan FKDT dan MWCNU Wanasari yang sering penulis publish lewat beberapa medis online. Lebih dari itu penulis juga menjalin jejaring dengan komunitas jurnalis warga melalui program PPMN (Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara). Di lembaga ini penulis mendapatkan banyak pengetahuan tentang menulis artikel yang dimentori oleh beberapa ahli termasuk H. Bahrul Ulum.

Melalui H Bahrul Ulum, penulis banyak dibimbing untuk menjadi penulis. Banyak pelajaran dan pengamalan yang berharga selama mengikuti program yang dibawah oleh Beliau. Semakin menambah wawasan dan bertambah pengetahuan dan tertantang untuk lebih banyak menulis. Lebih lebih tulisan yang bertemakan sosial politik. Kebetulan PPMN bekerja sama dengan Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) dalam rangka meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Melalui forum ini penulis bisa bertemu dan berdiskusi dengan pimred Radar Tegal yang menjadi Ketua KPUD Brebes.

Di saat yang sama penulis berkenalan dengan H Lukman Hakim, aktivis penulis Kompasiana dan penulis buku “Ngaji bareng Kang Kaji Subhan”. Penulis merasa terbimbing dan termotivasi untuk terus bergerak menjadi jurnalis. Dalam beberapa kesempatan Penulis diajak berkunjung silaturahmi dengan tokon intelektual di Brebes untuk mendapatkan pencerahan dan wawasan dunia tulis menulis khususnya tentang biografi tokoh agama. Dengan hal ini penulis tergerak untuk mencari buku tentang sejarah, termasuk buku karya Kuntowijoyo.

Bersama dengan H Lukman, penulis dihubungkan dengan media online aswajanews dan nu online. Penulis sering mengirim tulisan artikel dan berita tentang NU. Disela-sela menjalankan tugas di Madrasah saat istirahat penulis menyempatkan untuk menulis dan membaca. Karena keduanya menjadi satu paket modal untuk menjadi jurnalis. (*)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pelaksanaan Lelang Tanah Kas Desa Rancasari tahun 2024, untuk Masa Tanam Rendengan dan Sadon 2024/2025

0
Pemdes Rancasari kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu Jawa Barat Adakan pelelangan tanah Titisara dan Carik

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Pemerintah Desa Rancasari kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu Jawa Barat Adakan pelelangan tanah Titisara dan Carik, lelang tersebut dihadiri oleh masyarakat setempat dan oleh Muspika kecamatan Bangodua, dan lelang tersebut dibuka oleh Camat Bangodua yang diwakili oleh kasi Tata Pemerintahan Anton Sinugroho, ST.

Ketika tim pelitaindonews mengikuti acara lelang tersebut, lelang berjalan lancar dan tertib sesuai prosedur lelang. Saat tim pelitaindonews melakukan wawancara dengan camat Bangodua, diwakili oleh kasi Tata Pemerintahan Anton Sinugroho, ST menjelaskan, “acara lelang ini berjalan dengan lancar sesuai dengan aturan yang ada,” ucap kasi Tata Pemerintahan Anton Sinugroho, ST kepada pelitaindo.news, di kantor desa Rancasari Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu, Sabtu (04/5/24).

Pemdes Rancasari kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu Jawa Barat Adakan pelelangan tanah Titisara dan Carik

Hal senada juga diucapkan oleh Pejabat (PJ), Kepala Desa Rancasari Kastimantoro, SIP, ia menyebutkan, “acara lelang ini saya buka untuk umum dan sesuai prosedur yang ada,” papar Kastimantoro di kantornya.

Adapun tanah yang dilelang sebagai garapan masyarakat adalah sebanyak 4 Ha titisara dan carik 23 Ha.

Sementara untuk lelang lahan garapan dimenangkan oleh masyarakat Rancasari sendiri. Akhirnya, Wiyatno memenangkan lelang tanah carik garapan untuk tahun garapan 2024-2025 dengan nilai lelang Rp.315.100.000,-. Dengan hasil lelang ini Wiyatno didaulat menjadi pemenang garapan tahun ini.

Sementara itu Nur Aeni memenangkan lelang tanah Titisara garapan untuk tahun garapan 2024-2025 dengan nilai lelang Rp.45.025.000,-. Dengan hasil lelang ini Nur Aeni didaulat menjadi pemenang garapan tahun ini.

Ketua Panitia lelang Tanah Kas Desa Tarudin, S.Pd, mengucapkan banyak terima kasih kepada para petani penggarap yang telah berpartisipasi dalam lelangan yang dilakukan pemerintah desa sehingga menambah pendapatan Asli Desa (PAD).

“Semoga pertanian hasilnya meningkat dan lebih baik lagi serta kepada para petani untuk menjaga kondisi lahan pertanian karena itu merupakan Aset desa,” ujarnya. (Prapto/Herman Tongol)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kuasa Hukum Korban Kekerasan Seksual, Meminta Agar Kejari Tangsel Kawal Kasus Hingga Akhir

0
Kuasa Hukum Korban Kekerasan Seksual dari Perlindungan, Pemberdayaan, Perempuan dan Anak Indonesia (PERDAYAPUAN INDONESIA)

TANGSEL (aswajanews.id) – Kedatangan Tim Kuasa Hukum korban kasus pelecehan seksual yang menimpa anak perempuan berusia 3,5 tahun diharapkan menjadi atensi bagi Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Banten.

“Kehadiran kami di Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan hari ini menyampaikan surat pengaduan/permohonan dengan tujuan supaya kasus yang sedang berjalan ini tidak berhenti sampai disini. Ini harus menjadi atensi Kajari Tangerang Selatan,” ujar Marsitta Boru Pangidoan, SH yang didampingi Lumita Sartika Aritonang, S.H dan Retno Wahyuningsih, S.H dari Perlindungan, Pemberdayaan, Perempuan dan Anak Indonesia (PERDAYAPUAN INDONESIA) selaku Kuasa Hukum korban, Kamis (2/5/2024).

Kuasa Hukum Korban Kekerasan Seksual dari Perlindungan, Pemberdayaan, Perempuan dan Anak Indonesia (PERDAYAPUAN INDONESIA)

Sitta menjelaskan, perlu adanya pengawasan terhadap jaksa yang menangani perkara. Dan ada tindak lanjut atas laporan ini, supaya kedepan jika ada upaya hukum dari terdakwa. Jaksa bisa lebih serius menanganinya, karena keragu-raguan jaksa menuntut membuat kita bertanya-tanya.

“Apakah tuntutan ini dilakukan atas persetujuan pimpinan atau karena ada intervensi dari pihak lain. Mengingat keterangan jaksa tidak bersesuaian dengan jadwal persidangan yang di informasikan. Dalam persidangan tersebut, JPU menuntut terdakwa dengan tuntutan 12 tahun subsider 6 bulan, tuntutan ini lebih ringan dibandingkan dengan Ketentuan Pasal 82 UU No.17 Tahun 2016 yang mengisyaratkan tuntutan maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.

Ia menduga jaksa terkesan ingin menghindari atau menutup-nutupi sesuatu dari pihak korban dalam mengikuti jalannya persidangan. Apalagi jaksa terkesan agak kurang peka dalam memberikan perlindungan dan kenyamanan terhadap anak korban selama persidangan berjalan.

“Karena penanganan perkara anak tidak bisa disamakan dengan penanganan perkara dewasa, dimana penekanan paling penting dalam proses persidangan kasus anak ialah kenyamanan dan anak merasa tidak di intimidasi oleh pihak manapun dalam memberikan keterangan di persidangan (Pasal 19 UU Sistem Peradilan Pidana Anak),” ujarnya.

Ditambahkan, itulah pentingnya mengapa dalam menangani perkara anak korban maupun anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) seharusnya setiap Hakim, Jaksa dan pengacara yang bersidang harus bersertifikasi dan pernah mengikuti Diklat Sistem Peradilan Pidana Anak.

“Tujuannya apa, agar kepentingan korban terutama anak korban maupun anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dapat diakomodir dengan baik sesuai dengan tujuan UU Sistem Peradilan Pidana Anak itu dibuat yakni KEPENTINGAN TERBAIK BAGI ANAK.

Atas kejadian yang dialami dan dirasakan pihak kuasa hukum korban terkait perlakuan jaksa yang menangani kasus ini pihaknya telah melaporkan jaksa tersebut ke Jamwas, Komjak dan Kejari. Tujuannya agar ada pengawasan dan tindaklanjut atas kejadian ini supaya tidak berulang dan tidak tebang pilih dalam memberikan informasi kepada korban.

“Kita tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya nasib korban jika ada kasus seperti ini dan tidak didampingi oleh penasehat hukum,” ungkapnya.

Informasi yang disampaikan kepada wartawan dari Kuasa Hukum korban, Kamis (2/5/2024) ini pihak terdakwa dan atau Kuasa Hukumnya sedang menyampaikan pledoi di Pengadilan Negeri Tangerang. (IDR/Wat)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kanwil Kemenag Jateng Memberikan Bantuan 45 Juta untuk Pembangunan Gedung DPW FKDT

0
Kepala Kanwil Kemenag Jateng memberikan bantuan sebesar Rp 45 juta untuk pembangunan gedung DPW FKDT

KAB SEMARANG (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah, DR H Mustain Ahmad, SH, MH secara simbolis memberikan bantuan sebesar Rp 45 juta untuk pembangunan gedung DPW FKDT Jawa Tengah. Bantuan tersebut bersumber dari infaq para pegawai di lingkungan Kemenag Kab/Kota se-Jawa Tengah. Bantuan uang senilai 45 juta secara simbolis diterima oleh Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, K Abdul Rohman Mustajab.

“Hari ini kami hanya bisa memberikan bantuan sebesar 45 juta,insya Alloh nanti kalau sudah mulai membangun akan kami bantu lebih dari ini. Akan kami cari anggaran dari Kementerian Agama,” kata H Mustain Ahmad saat menyerahkan bantuan secara simbolis pada hari Senin, 29 April 2024 di Hotel Terra Bandungan Kab Semarang.

Kepala Kanwil Kemenag Jateng memberikan bantuan sebesar Rp 45 juta untuk pembangunan gedung DPW FKDT

Saat memberikan bantuan simbolis Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah didampingi Kabid PD Pontren, H Amin Handoyo Kepala Kantor Kemenag Kab Semarang, H Muhtasit dan Ketua Tim MDT Bidang PD Pontren. Sementara saat menerima Ketua DPW FKDT Jawa Tengah didampingi oleh Sekretaris H.Zahid Hasani serta disaksikan oleh seluruh Ketua DPC FKDT Kab/Kota se-Jawa Tengah.

Sesaat setelah penyerahan simbolis, Ketua DPW FKDT menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Keluarga Besar Kanwil Kemenag Jawa Tengah yang telah mengumpulkan dana untuk Pembangunan kantor FKDT Jawa Tengah. “Kami menghaturkan terima kasih kepada Pak Ka Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan bantuan untuk Pembangunan Gedung DPW FKDT Jawa Tengah,” kata Kyai Abdul Rahman. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Akankah, Oknum Anggota DPRD Jabar Ikut Terseret?

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Hibah Pendidikan Keagamaan Propinsi Jawa Barat yang bersumber dari APBD Propinsi Jawa Barat 2019 sebesar Rp. 2,1 miliar yang dialokasikan terhadap delapan lembaga baik pendidikan atau keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya, yang akan digelar pada Senin (6/5/24) di PN Tipikor Bandung.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wahyu Sudrajat, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya pada Kamis (2/5/24) mengatakan, sidang lanjutan dengan terdakwa Taofikul Anwar alias Opik akan kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi.

“Iya, sidang lanjutan perkara Dana Hibah Provinsi Jabar dengan terdakwa Opik, pekan depan (senin) digelar, agenda nya pemeriksaan saksi-saksi,” katanya.

Dikatakan Wahyu, pemeriksaan saksi-saksi akan dilakukan terhadap para pihak yang terkait atau mengetahui berbagai proses hingga pencairan dana hibah yang diajukan oleh delapan lembaga baik pendidikan atau keagamaan di Tasikmalaya.

“Rencananya, sidang pekan depan akan memeriksa para saksi atau para pihak yang mengetahui alur cerita perkara ini, mulai dari proses hingga pencairan, para saksi ini dari Tasikmalaya,” jelasnya.

“Untuk inisial OS, kita juga akan memanggil yang bersangkutan, untuk kemudian dimintai keterangannya sebagai saksi, namun ada waktunya,” sambungnya.

Pada persidangan sebelumnya, Senin (29/4/24), terungkap adanya dugaan pemotongan dana dari tangan sipenerima dana hibah di Tasikmalaya, selain itu, disebutkan adanya salah satu nama dari oknum Pimpinan DPRD Jabar berinisial OS.

OS diduga menerima aliran dana yang berasal dari pencairan Dana Hibah Provinsi Jabar yang diterima oleh delapan lembaga yaitu, DKM Datar Kadu Rp. 250 juta , MDT Al Ikhlas Rp. 250 juta, MDT Miftahul Falah Rp. 250 juta, MDT Anwarul Huda Rp250 juta.

Kemudian, MDT Nuru Huda 2 Rp. 250 juta, MDT Al Abror Rp. 282 Juta, Paud Tarbiyatul Umat Rp. 300 juta, dan MDT Almunawar Rp. 300 juta, dana yang dicairkan tersebut diduga tidak diterima dengan utuh.

Dari dakwaan Jaksa Penuntut Umun dari Kejati Jabar yang perdengarkan di ruang sidang PN Tipikor Bandung, dugaan dikatakannya pemotongan tersebut berkisar dari yang terkecil Rp. 75 hingga Rp. 169 juta, sehingga kerugian negara ditaksir mencapai Rp. 892 juta.

Adapun rincian dugaan pemotongan dana hibah tersebut yaitu, DKM Datar Kadu Rp.250 juta dipotong Rp.75 juta, MDT Al Ikhlas Rp.250 juta dipotong Rp.125 juta, MDT Miftahul Falah Rp.250 juta dipotong Rp.90 juta, MDT Anwarul Huda Rp.250 juta potong Rp.150 juta.

Berikutnya, MDT Al Abror Rp.282 juta dipotong Rp.169 juta, MDT Nuru Huda 2 Rp.250 juta dipotong Rp.87.5 juta, Paud Tarbiyatul Umat Rp.300 juta potong Rp.90 juta dan MDT Almunawar Rp.300 juta dipotong Rp.105 juta.

Hingga berita ini diturunkan, para awak media berusaha menghubungi melalui kontak seluler yang bersangkutan atau OS, namun hingga saat ini belum menjawab atau terkonfirmasi seputar kasus tipikor yang kerap terdengar dalam persidangan. (Nasikin)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pilkada Kota Bandung 2024, ARFI dan MARSHALL Pasangan Balon Ideal Mewakili Milenial

0
ARFI dan MARSHALL Pasangan Balon Ideal Mewakili Milenial

KOTA BANDUNG (aswajanews.id) – Pemerintahan Kota Bandung membutuhkan figur pemimpin ke depan yang membawa perubahan secara signifikan. Sosok pimpinan yang muda dan berkarya, ini ada dan pasangan ini cukup ideal dan cakap konon digadang-gadang Partai PSI dan Partai Golkar sudah ada pembicaraan secara serius, antara Bro Marshall dengan Arfi.

Untuk membuka kesempatan mewakili kaula muda dalam Pesta Kontestasi Pilkada 27 November 2024 akan datang.

ARFI dan MARSHALL Pasangan Balon Ideal Mewakili Milenial

Golkar dan PSI Partai koalisi sejak Pilres sampai sekarang masih terjalin dengan baik.

Menurut Pegamat Kebijakan Publik dan Politik R. Wempy Shamkarya, mengatakan kepada awak media, mereka berdua mampu mewakili suara muda milenial saat ini.

“Bacalon pasangan ini, sangat ideal dan milenial. Saya yakin partai yang lainya akan ikut koalisi di dalamnya, sebagai pegawal aspirasi masyakarat Kota Bandung. Pasangan ini jika tetap terjaga jalinan kedua belah pihak akan semakin kuat tingkat popularitasnya bahkan Elaktabilitas semakin naik,” ujarnya.

“Disini perlu adanya kerjasama politik secara profesional. Bahkan analisa prediksi diupayakan secepatnya dari pihak terkait elit partai masing-masing membuat nota kesepahaman bersama/MoU,” tambahnya.

Menurutnya, kesempatan baik ini tidak akan terjadi lagi hal seperti ini. Melalui otoritas kebijakan partai tersebut, secepatnya kukuhkan dan buat Deklarasi, agar gaungnya terdengar tentunya dijadikan lawan politik yang tidak mudah tuk dikalahkan.

“Arfi cukup berpegalaman dalam hal organisasi masyakarat juga politik, banyak bermain di ranah itu,” kata Wempy.

Tentunya Tata kelola Pemerintahan birokrasi dapat dimengerti Arfi, begitupun Marshall, analisa pengamat politik kota Bandung, R. Wempy Shamkarya. Sebagai bacalon Wakil Walikota pendamping Arfi, beliau adalah pengusaha muda dan sukses tentunya memahami juga alur skema pemerintahan saat ini dan ada kolerasinya dalam pelaksanaan kerja di lapangan hal yang berbau birokrasi pemerintahan.

Ketua Partai PSI DPW Jawa Barat, berkarakter sederhana low profile dan mudah bergaul baik dengan kalangan atas bawah sangan familiar dan akrab. Hal ini bisa dijadikan pilot projek Kota Bandung, jika pasangan ini Alloh SWT merestuinya.

Tentunya banyak perubahan perubahan baik sistem alur pemerintahan maupun pembagunan mental spiritual serta pembagunan fisik akan terlaksana dengan baik, hal ini ada kolerasinya dengan Arfi sebagai adik Ridwan Kamil tentu sangat membantu dalam pelaksanaan Tata kelola Kota Bandung ke depan. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kepengurusan GRIB JAYA Sadanaya Ciamis telah Terbentuk

0
Endang S ketua PAC GRIB JAYA Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis

CIAMIS (aswajanews.id) – Organisasi masyarakat atau ormas dibentuk sukarela oleh masyarakat untuk berperan aktif dalam mendorong aktif peran serta masyarakat yang cerdas dan aktif mewujudkan cita-cita tujuan bangsa.

Kemunculan ormas seiring dengan munculnya organisasi sipil di masyarakat (civil society) salah satunya ormas yang baru baru ini dibentuk di Kecamatan Sadanaya Kabupaten Ciamis, Gerakan Indonesia Bersatu (GRIB) JAYA yang diketuai oleh Endang S.

Endang S Ketua PAC GRIB JAYA Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis

Dalam sambutannya Endang S selaku ketua PAC GRIB JAYA Kecamatan Sadananya berterimakasih kepada ketua DPD Kabupaten Ciamis Budiman dan Ketua Umum DPP Pusat H. Herkules yang telah memberikan mandat kepengurusan GRIB JAYA Kecamatan Sadanaya Kabupaten Ciamis.

“Kami siap memberikan kontrol sosial dan membangun sinergi dengan pemerintah dan Muspika demi terciptanya harapan dalam menghadapi dinamika zaman dan kebutuhan masyarakat berikut keamanan di PAC Sadananya,” ujarnya.

“Adapun harapan kami selaku GRIB JAYA PAC Sadananya adalah menjaga keamanan, kondusifitas dan mendukung pemeritah dan masyarakat bermartabat untuk tanah air Indonesia tercinta sebagai warga negara yang baik memberikan kontribusi positif,” tambahnya. (Nana S)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Galih Marantika, JFU Pengelola Sistem Database Pemasyarakatan Lapas Jember Mendapat Amanah sebagai Kasubsi Registrasi

0
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Lingkungan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur

SURABAYA (Aswajanews.id) – Galih Marantika, JFU Pengelola Sistem Database Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Jember mendapatkan amanah sebagai Kepala Subsi Registrasi pada Senin (29/04/2024). Dirinya dilantik dan mengambil sumpah jabatan bersama 9 Pejabat Administrasi baru di Lingkungan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur.

Galih menyebut jabatan baru tersebut menjadi tantangan baginya. “Amanah ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” ucap Galih.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Lingkungan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur

Mantan Staff Registrasi tersebut juga berjanji akan menjalankan amanah yang ia terima sebaik mungkin.

Sementara itu, Galih beserta para pejabat baru yang dilantik mendapatkan penguatan dari Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur Heni Yuwono. “Pelantikan ini juga merupakan upaya untuk mendukung Reformasi Birokrasi guna mewujudkan good and clean governance,” ucap Heni.

Bukan hanya itu, Kepala Lapas Jember Hasan Basri juga menyebut pelantikan tersebut merupakan fase baru bagi pegawai yang mendapatkan amanah. “Ini merupakan pijakan lanjutan bagi Pak Galih. Perlu komitmen tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kasubsi Registrasi,” tutup Hasan.

(Erman)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kabupaten Banjarnegara Menjadi Tuan Rumah PORSADIN Jateng 2024

0
Rakor Panitia di Madin As Salam Penaruban Kec Kaligondang Kab Purbalingga

BANJARNEGARA (Aswajanews.id) – Perhelatan Pekan Seni dan Olahraga Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat Provinsi Jawa Tengah akan diselenggarakan di Kabupaten Banjarnegara. Event tersebut akan berlangsung mulai hari Jum’at s. d Sabtu, 20 – 21 September 2024. Adapun seremonial Upacara Pembukaan rencana mengambil tempat di alun alun Kabupaten Banjarnegara.

Dalam rangka perencanaan tersebut DPW FKDT Jawa Tengah telah membentuk Panitia sekaligus menyusun anggaran kegiatan. Selaku Ketua Pantia Pengarah Akhmad Sururi mengatakan, Porsadin Jawa Tengah akan diselenggarakan di Kab Banjarnegara dengan melibatkan DPC FKDT se eks Karesidenan Banyumas sebagai kepanitiaan.

“Panitia sudah terbentuk kurang lebih tiga bulan yang lalu dibawah komando Gus Zahid sebagai Ketua Pelaksana. Hari ini kita mempersiapkan juknis Porsadin dengan tambahan 3 mata lomba khas Jawa Tengah. Empat lomba tersebut adalah pidato bhs Jawa, Hafalan Nadzhom Aqidatul Awan, Asmaul Husna. Tiga mata lomba ini hanya sampai tingkat Jawa Tengah,” kata Akhmad Sururi dihadapan peserta Rakor Panitia di Madin As Salam Penaruban Kec Kaligondang Kab Purbalingga.

“Untuk kesiapan Kab Banjarnegara sebagai tuan rumah, Al hamdulilah selaku Ketua DPC Banjarnegara Gus Zahid sudah menyatakan siap. Insya Alloh lokasi dan sarana serta prasarana untuk Porsadin untuk Banjarnegara cukup. Beberapa lembaga pendidikan formal di bawah naungan Kementerian Agama cukup untuk menampung seluruh kontingen se-Jawa Tengah,” lanjut Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah.

Rakor Panitia di Madin As Salam Penaruban Kec Kaligondang Kab Purbalingga

Di hadapan peserta Rakor Panitia yang diselenggarakan pada hari Minggu, 28 April 2024, Akhmad Sururi memaparkan tiga tahapan Porsadin Jawa Tengah. “Ada tiga tahapan yang harus kita laksanakan untuk kegiatan Porsadin. Pertama, perencanaan, kedua pelaksanaan dan ketiga pelaporan. Beberapa tahap perencanaan sudah kita laksanakan dengan berbagai rapat dan beberapa pertemuan Panitia,” papar Akhmad Sururi.

“Jajaran Panitia bersama dengan DPW Jawa Tengah dijadwalkan akan berkunjung sekaligus silaturahmi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Banjarnegara pada minggu kedua bulan Mei 2024. Setelah itu akan chek lokasi beberapa tempat yang akan digunakan untuk penginapan dan perlombaan. Berikutnya rencana audiensi dengan Pemda, untuk menyampaikan rencana kegiatan Porsadin,” imbuh Akhmad Sururi.

Dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin oleh Maf’ul Hidayat selaku wakil ketua Panitia membahas juknis dan anggaran Porsadin. Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Ketua DPC eks karesidenan Banyumas. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Potret Pertarungan Politik 2024 di Indonesia: Sebuah Evaluasi dan Tawaran Solusi

0
Oleh : Kamas Wahyu Amboro (Kader PMII Kab. Bandung)
Oleh : Kamas Wahyu Amboro (Kader PMII Kab. Bandung)

Stabilitas politik merupakan hal yang wajib bagi bangsa Indonesia. Hal ini bisa dicapai dengan matangnya demokrasi di Indonesia. Ada banyak problem yang membuat gadung bangsa indonesia khususnya kaitannya dengan politik. Masyarakat indonesia belum sepenuh bisa memahami kondisi politik diindonesia, masih mudah termakan hoax,isu sara dan terprovokasi.  Bagi partai politik, tentu ambang batas 4 % menjadi momok besar, khususnya bagi partai baru, seperti GELORA, PSI, Partai UMMAT, bahkan partai lama yang sudah beberapa kali ikut pemilu pun belum sanggup menembus batas itu, seperti partai HANURA, PERINDO, PBB. Hingga PPP pun hampir tidak lolos, walau akhirnya bisa tembus dan akhirnya lolos walau di posisi buncit.

Keputusan MK yang baru menjadi angin segar bagi perpolitikan di Indonesia. Mahkamah Konstitusi (MK) menilai ketentuan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4% (empat persen) suara sah nasional yang di atus di dalam undang-undang nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) tidak sejalan dengan prinsip kedaulatan rakyat, keadilan pemilu, dan melanggar kepastian hukum yang dijamin oleh konstitusi. Untuk itu, ambang batas parlemen tersebut konstitusional sepanjang tetap berlaku dalam pemilu DPR 2024 dan konstitusional bersyarat untuk diberlakukan pada pemilu DPR 2029 dan pemilu berikutnya. Hal ini tercantum dalam putusan Nomor 116/PUU-XXI/2023.

Pemilu legislatif mendatang peluang masyarakat untuk bisa lolos ke senayan menjadi lebih mudah. Sehingga tidak ada kekhawatiran bagi caleg DPR RI yang akan mencalonkan diri dari partai yang secara survey elektoral tidak lolos parliamentary threshold.

Kemudian permasalahan yang sudah sering dijumpai disetiap Pemilu yakni biaya politik. Tidak bisa dipungkiri, biaya politik sangat mahal, dari mulai kegiatan partai, perawatan kader, perawatan konstituen, hingga dimusim politik seperti masa kampanye hingga money politic yang sudah menjadi budaya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, negara perlu hadir untuk memberikan pembiayaan yang cukup untuk partai politik.

Selanjutnya akses pendidikan politik. Masalah seperti cost politic dari tahun ke tahun semakin mahal. Aspirasi DPR, akan kalah dengan money politic berupa amplop yang disebut serangan fajar. Kecondongan masyarakat untuk memilih berdasar nominal yang diberi oleh calon anggota DPR merupakan hal yang memprihatinkan. Hal ini mungkin tidak bisa dihilangkan, tapi lewat program pendidikan politik kepada masyarakat, dan memaksimalkan fungsi bawaslu menjadi hal yang bisa mendorong kecerdasan masyarakat dalam memilih calon pemimpin baik DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, Bupati./ Walikota, Presiden, bahkan PILKADES. Pendidikan politik yang massive bisa mengurangi kecurangan pemilu ini. Jika money politik ini terus dibiarkan, maka biaya politik akan semakin mahal yang kemudian akan berdampak ke banyak hal. Dari mulai calon pemimpin yang hanya punya uang yang bisa terpilih hingga korupsi karena harus membayar biaya politik yang telah dikeluarkan.

Gejolak politik paska pemilu akan selalu ada. Akan tetapi akuntabilitas, transparansi dapat mengurangi kejolak tesebut. Hadirnya SIREKAP KPU pada pemilihan ini menjadikan Pemilu menjadi transparan walau masih dijumpain problem teknis. Akan tetapi, jika bisa diperbaiki maka akan menjadi hal yang bagus bagi keterbukaan di Indonesia. SIREKAP ini harus diperbaiki baik secara sistem maupun kesalahan dari Human Error. Karena keterbukaan membuat trust bagi masyarakat dan bagi partai politik. Jual beli suara yang dilakukan oknum menjadi hal yang sulit dilakukan jika hasil C1 di tiap TPS lengkap di upload di dalam sirekap. Dan semua masyarakat termasuk partai politik bisa mengawasinya.

Selanjutnya pentingnya kaderisasi dan pendidikan kader politik di dalam partai politik. Partai politik sebagai wadah bagi calon pemimpin bangsa, harus memiliki kaderisasi dan pendidikan politik yang bagus. Hal ini menjadi penting khususnya hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan publik, anti korupsi, dan manajemen birokrasi. Agar kader politik tidak hanya sekedar siap secara akomodasi materil, tapi juga siap secara pemahaman, intelektual, dan mental. Misalkan caleg yang akan mencalonkan diri, harus memahami betul fungsi legislasi, budgeting, dan pengawasan. Semakin bagus kaderisasi dan pendidikan politik di dalam partai politik akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas bagi bangsa Indonesia.

Dari penjelasan diatas, penulis menawarkan rencana strategis berupa meningkatkan pembiayaan partai politik, pendidikan politik bagis masyarakat, pendidikan politik dan kaderisasi bagi anggota partai politik, dan partai politik sebagai pelaksana tersebut, akuntabilitas serta trasnparansi bagi penyelenggara KPU. Jika hal ini dilakukan problem yang membuat perpolitik tidak stabil bisa terurai.***

www.youtube.com/@anas-aswaja

Melamunkan “IKAF Next to Level”

0

Kita harus sepakat bahwa dengan ada perkumpulan ataupun wadah yang berisi para intelektual dan kaum terdidik, yang awalnya hanya dipandang sebagai potensi kecil yang jika dikelola dengan benar akan menjadi kekuatan besar. Kita juga tau potensi besar dan kuat jika dikelola ala kadarnya maka akan sangat biasa-biasa saja bahkan suatu saat pasti akan punah dan hanya tinggal kenangannya saja.

Seringkali arah perubahan dimulai dari sebuah obrolan ringan kemudian beralih menjadi komunitas kecil dengan pemikiran dan tindakan cerdas. Dari komunitas kecil dan cerdas inilah tumbuh kembang ide besar dan perubahan besar. Hal ini bisa tejadi di organisasi apapun mulai dari organisasi bisnis, profesi, pendidikan, politik, ataupun organisasi alumni termasuk Ikatan Keluarga Al-Fajar (IKAF) merupakan wadah bagi para alumni Pondok Pesantren Al-Fajar Babakan Lebaksiu Tegal.

IKAF (Ikatan Keluarga Al-Fajar) adalah organisasi resmi alumnus santri Pondok Pesantren Al-Fajar Babakan Lebaksiu Tegal. Organisasi ini didirikan pada tanggal 21 April 2019 di Babakan. IKAF dibentuk dengan tujuan untuk mewujudkan cita-cita perjuangan para pendiri Pondok Pesantren Al-Fajar di bidang-bidang yang menjadi perhatian masyarakat luas, dan untuk mewujudkan semangat kebersamaan di antara para alumni Pondok Pesantren Al-Fajar dalam berkhidmat kepada masyarakat. Selain itu supaya pengabdian Pondok Pesantren Al-Fajar sebagai khadimul ummah tampak lebih nyata dan merata, melalui kiprah para alumni di tengah masyarakat.

Disini saya tertarik dengan pendekatan Humanistic value yakni menekankan pada aspek manfaat kemanusian. Nilai-nilai kemanfaatan sosial pada masyarakat sekitar menjadi unsur penting bagi pengembangan organisasi. Dalam hal ini masyarakat merasakan kehadiran suatu organisasi. Systematic approach, pendekatan sistematis yang menekankan atau memperhitungkan pada interelasi, interaksi interdepedensi antara berbagai satuan kerja. Scientific approach, pendekatan ilmiah merupakan cara yang terukur dalam melakukan pengembangan organisasi. Cara ini ini bukan lagi menggunakan perasaan atau emosional dari pelaku oraganisasi. Pendekatan ilmiah juga bukan menggunakan dogma dan doktrin dari pelaku organisasi.

Sharing gagasan untuk baik untuk program jangka pendek maupun panjang penting diadakan. Merumuskan gagasan strategis maupun taktis juga suatu keharusan untuk pengembangan organisasi ini. Bila perlu IKAF mempunyai balai alumni untuk membincang hal hal yang dibutuhkan para alumni baru yang kesusahan dalam menghadapi realita pasca studi di pondok pesantren.

Maka kedepan, Secara kongkrit IKAF ini bisa dikembangkan dari data base, up dating data dan pemetaan potensi alumni. Hal ini penting untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Melalui prinsip-prinsip dan teori pengembangan organisasi maka pertemuan alumni nantinya tidak hanya datang pada saat acara seremonial dipondok pesantren saja. Akan sangat relevan jika acara pertemuan alumni dengan berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan nantinya mau dengan suka rela dengan sungguh-sungguh membahas topik arah kedepan (grand design) untuk kemajuan pondok pesantren Al-Fajar.

Ini hanya sebuah refleksi diri saya pribadi yang secara pribadi mohon atas segala salah dan khilafnya banyak sekali tindakan yang disengaja ataupun tidak. Akan tetapi, saya berkomitmen dan mengajak kepada seluruh santri/Alumni Pondok Pesantren Al-Fajar Babakan Lebaksiu Tegal untuk saling bersinergi bahu membahu membuat dobrakan semangat besar untuk terus menerus tidak mengenal lelah memajukan dan mempertahankan tradisi yang telah ada, supaya eksis dalam syiar agama Islam.

Sependapat maupun tidak, semakin kita kurang peduli terhadap organisasi alumni pesantren maka semakin mengecilkan almamater kita. Memang berat, menyandang status alumni Pesantren Al-Fajar bila melihat pendahulunya yang banyak berkiprah dalam skala regional maupun global. Sampai kapan kita terus terlena ? Mari mewujudkan dan melanjutkan cita-cita perjuangan Al Marhum Maghfurllah KH Fatchudin, Nyai Hj. Fasicha.

#IKAF Next To Level

Wallahu A’lam Bish Showwab
Al-Faqir A’isy Hanif Firdaus, S.Ag.
Sekretaris Umum PP IKAF

www.youtube.com/@anas-aswaja

Riyadloh Ustad dalam Mewujudkan Santri Unggul

0
Oleh : Kyai Abdul Rahman (Ketua DPW FKDT Jawa Tengah)


Oleh : Kyai Abdul Rahman (Ketua DPW FKDT Jawa Tengah)

Riyadloh atau olah ruhani menjadi tradisi santri saat dirinya menimba pengetahuan di Pesantren, kendatipun masih ada yang menjalani riyadloh saat sudah di rumah. Semuanya dilakukan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Alloh melalui ijazah yang bersanad. Lebih dari itu riyadloh tersebut memiliki manfaat yang sangat baik secara fisik maupun ruhani.

Bagi seorang guru Madin riyadloh (olah ruhani/batin) menjadi sangat penting. Hal tersebut karena guru Madin lebih dari sekedar mengajarkan ilmu pengetahuan,namun fungsi tarbiyah ruhani melekat pada guru Madin. Bukan hanya kompetensi pedagogik yang dimiliki, namun kompetensi ruhani sebagai daya dukung yang utama yang dapat menjadi santri memiliki keunggulan dalam konteks kecerdasan . Disinilah perbedaan antara guru pada lembaga pendidikan formal dengan guru di lingkungan MDT.

Sebagai pendidik pada lingkungan MDT sangat terkait dengan tradisi Pesantren. MDT lahir dari rahim Pesantren, karena pendidinya mayoritas pernah mondok. Lebih dari itu kurikulum dan proses pembelajarannya juga banyak mengadopsi ala Pesantren. Sehingga MDT bisa dikatakan Pesantren untuk peserta didik (murid/santri) yang tidak mukim. Disamping itu sebagian besar santri yang mondok saat di rumahnya mengenyam pendidikan MDT (dulu disebut dengan sekolah Arab).

Keterkaitan dengan tradisi Pesantren yang berhubungan dengan pendidik (Ustadz) pada dimensi ruhani dalam bentuk riyadloh sangat berpengaruh terhadap perkembangan santri MDT. Dawuh beberapa Kyai Pengasuh Pesantren, ilmu yang diriyadloi (ditirakati) berbeda dengan yang hanya sekedar transfer pengetahuan. Oleh karena itu kita mengenal ” kecerdasan spritual ” yang dihasilkan melalui proses riyadloh (olah ruhani).

Kecerdasan spritual tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan karakter sebagai amanat tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu MDT menjadi garda terdepan dalam menanamkan pendidikan karakter untuk generasi masa depan. Oleh karena itu Ustadz (guru) di MDT dengan fungsi Murobbi Ruh menjadi kekuatan secara khusus dimiliki oleh guru yang riyadloh. Dengan riyadloh maka atsar (efek) pengetahuan yang ditularkan akan berpengaruh terhadap karakter peserta didik (santri). Mendidik (tarbiyah) yang diimbangi dengan riyadloh akan mewujudkan ta’dib yang berimbas kepada kecerdasan hati.

Banyak varian riyadloh yang dilakukan oleh guru MDT,mulai dari puasa Senin Kamis, puasa Dalail, membaca aurad2, serta amalan tarekat yang secara geneologis memiliki sanad yang bersambung (mutasil) dengan sohibul ijazah. Menurut Imam Ghazali, riyadloh dapat ditempuh dengan empat cara, sedikit makan dan minum, diam dari pembicaraan yang tidak berfaedah, mengurangi tidur dan bersikap bijak kepada orang-orang yang menyakiti dirinya.

Riyadloh (olah batin) yang dilakukan oleh seorang pendidik (Ustadz Madin) dengan berbagai variannya bertujuan untuk mewujudkan murid (santri)
yang unggul dari semua sisi (memiliki kecerdasan intelektual,spiritual dan emosional). Dengan keunggulan tersebut lulus MDT akan menjadi orang yang sukses dunia dan akherat. Keseimbangan tiga kecerdasan tersebut menjadi pondasi dalam mengarungi kehidupan yang dihadapkan dengan perkembangan zaman. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Rakor DPW FKDT Jateng : Membangun Sinergisitas Menuju Penguatan Pendidikan Keagamaan Pendidikan Islam

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah)
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah)

Beberapa hari lagi DPW FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah) Jawa Tengah akan menyelenggarakan Rapat Kordinasi dengan mengundang DPC Kab/Kota. Kegiatan tersebut direncanakan pada tanggal 29 s.d 30 April 2024 di Bandungan Kab Semarang Jawa Tengah. Forum ini akan merembug langkah kongkrit sinergistas untuk  penguatan MDT di Jawa Tengah. Lebih dari itu juga akan mereview dan mengevaluasi program yang sudah berjalan sekaligus persiapan Porsadin Jawa Tengah di Banjarnegara.

 Membangun kebersamaan (sinergisitas) sebagai pondasi untuk memperkuat pendidikan MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah) di Jawa Tengah perlu duduk bersama dengan beberapa pihak steakholder. Sinergisitas dengan beberapa lembaga ormas keagamaan dan Kanwil Kementerian Agama serta Pemprov Jawa Tengah melalui proses komunikasi menjadi pintu masuk untuk membangun kekuatan MDT. Hal ini sangat penting mengingat eksistensi MDT sebagai lembaga pendidikan keagamaan  menjadi pilar dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Oleh karena itu FKDT memiliki tugas untuk menjalin komunikasi dengan beberapa pihak yang bisa bergandengan tangan dalam penguatan pendidikan MDT. Disinilah dibutuhkan langkah komunikasi kongkrit dengan tindak lanjut secara kontinu. Dengan demikian kecerdasan komunikasi menjadi prasyarat utama.

Sebagai lembaga pendidikan keagamaan di bawah naungan Kementerian Agama, maka komunikasi intens dengan pejabat Kanwil Kemenag menjadi sebuah keharusan. Ketua DPW FKDT Jawa Tengah pada satu kesempatan bersilaturahmi dengan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah dengan tanggapan yang sangat apresiasiatif.

Dukungan Kanwil Kemenag Jawa Tengah menjadi modal kekuatan FKDT Jawa Tengah untuk mengembangkan komunikasi bersama Pemprov Jawa Tengah serta PWNU dengan kepengurusan yang baru. Melalui komunikasi ini menjadi jembatan emas untuk mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang berakhlak.

Sebagai seorang yang beragama tentu menyadari betul, bahwa untuk menggerakkan dan menguatkan pendidikan keagamaan harus didasarkan pada ketulusan dalam berjuang.  Oleh karena itu kepentingan penguatan pendidikan keagamaan yang didalamnya ada pendidikan karakter menjadi prioritas utama.

Oleh karena itu semakin banyak kelompok yang peduli untuk turun tangan melayani MDT di Jawa Tengah tentu akan semakin menguatkan MDT kedepan. Rasa keterpanggilan kita bersama untuk memelihara  eksistensi MDT menjadi ruh untuk mewujudkan kebersamaan dalam dakwah melalui lembaga pendidikan keagamaan. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Ribuan Santri Brebes Berangkat ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri

0
Sebanyak 1241 santri Brebes berangkat ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri

BREBES (Aswajanews.id) – Ribuan santri Brebes berangkat ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Armada bus sebanyak 20 bus yang mengangkut ribuan santri tersebut berangkat dari beberapa titik lokasi di wilayah Kab Brebes. Untuk Brebes barat dipusatkan di Ketanggungan, Brebes tengah di Larangan dan Brebes pantura di UMUS Brebes. Semua santri yang berangkat pada hari Rabu, 24 April 2024 sebanyak 1241 santri dengan perincian, 800 santri putra dan 441 santri putri.

Sekretaris PC HIMASAL Kab Brebes, Akhmad Saefuloh mengatakan bahwa pemberangkatan santri dengan rombongan merupakan instruksk dari Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. “Semua santri Lirboyo dari semua daerah di Indonesia berangkat dengan sistem rombongan yang dikoordinir oleh Panitia. Hal ini karena sudah menjadi instruksi dari Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri,” kata Asep panggilan akrabnya Sekretaris HIMASAL.

Lebih lanjut Kang Asep menyampaikan bahwa kedatangan semua rombongan sudah terjadwal. ” Untuk santri Brebes harus sudah masuk Pondok besok hari Kamis. Oleh karena itu santri Brebes berangkat malam ini. Ada beberapa santri yang sudah berangkat menduhui, karena kebetulan menjadi pengurus Pondok,” pungkas Kang Asep.

Saat pemberangkatan di zona wilayah Brebes barat tepatnya di Ketanggungan kordinator Panitia Santri Putri, Istiqoul Khoero menginformasikan bahwa santri putri yang berjumlah 441 berangkat dari beberapa titik di Kabupaten Brebes. “Sebanyak 441 santri tersebar di beberapa titik keberangkatan. Semua rombongan bus nanti akan bertemu di rest area tol di Tegal. Al hamdulilah mereka sudah siap semua untuk kembali ke Pondok Pesantren Lirboyo,” kata Mba Ika sapaan sehari sehari santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiaat Lirboyo.

 Ika menambahkan, pemberangkatan santri Lirboyo   pasca covid 2019 sampai sekarang dengan sistem rombongan. Dengan rombongan lebih mudah, lebih nyaman dan lebih murah dibandingkan dengan berangkat dengan kendaraan umum. “Oleh karena semoga rombongan berangkat dan pulang santri Lirboyo benar benar sangat bermanfaat untuk santri,” imbuh santri putri asal Dukuhbadag Ketanggungan.

Sebanyak 1241 santri Brebes berangkat ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri

Sementara itu mewakili santri putra Akhmad Miftahusalam menyampaikan terima kasih kepada pengurus HIMASAL Brebes yang telah membantu proses pemberangkatan santri Lirboyo. “Mewakili jajaran Panitia mengucapkan terima kasih kepada pengurus HIMASAL dan seluruh alumni yang telah membantu kegiatan rombongan pemberangkatan,” kata Kang Mif. *(Red/Nas)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kepala Madrasah se-Kabupaten Karawang Gelar Halal Bihalal

0
Halal Bihalal Kepala Madrasah se-Kabupaten Karawang di MI Al I'anah Kecamatan Klari Kabupaten Karawang, Selasa (23/04/2024)

KARAWANG (Aswajanews.id) – Kepala MI, MTsN, dan MAN se-Kabupaten Karawang menyelenggarakan Halal Bihalal bertempat di MI Al I’anah Kecamatan Klari Kabupaten Karawang pada Selasa (23/04/2024). Acara ini mengundang para kepala madrasah dan tokoh pendidikan Islam dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Karawang.

Dengan tema yang menggugah, “Membangun Kebersamaan Menuju Kemenag Karawang ‘CAKEP'”, acara tersebut menjadi ajang penting untuk merayakan hubungan yang erat antara lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Karawang. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, H. Sopian menyampaikan pentingnya tradisi halal bihalal sebagai media silaturahmi yang sangat baik, dimana para peserta dapat saling menghalalkan dan memaafkan satu sama lain.

Kepala Kemenag Karawang, H. Sopian

Tema “CAKEP” yang diusung dalam acara ini mencerminkan tekad untuk membangun kebersamaan dan sinergi di antara lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Karawang. Hal ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat hubungan antar pemimpin pendidikan Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, serta meneguhkan komitmen mereka untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan agama.

Halal Bihalal Kepala Madrasah se-Kabupaten Karawang di MI Al I’anah Kecamatan Klari Kabupaten Karawang, Selasa (23/04/2024)

Acara halal bihalal ini juga menjadi momen penting untuk refleksi dan evaluasi atas pencapaian yang telah diraih oleh masing-masing lembaga pendidikan. Para pemimpin pendidikan Islam memanfaatkan kesempatan ini untuk bertukar pengalaman, berdiskusi tentang tantangan dan peluang yang dihadapi, serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan guna meningkatkan kualitas pendidikan agama di Kabupaten Karawang.

“Kehadiran yang kuat dari para kepala MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Karawang dalam acara ini menunjukkan keseriusan dan komitmen mereka untuk bekerja sama demi kemajuan pendidikan agama di daerah tersebut. Dengan semangat kebersamaan dan sinergi, para pemimpin pendidikan Islam di Kabupaten Karawang yakin dapat meraih prestasi yang lebih gemilang demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karawang secara keseluruhan,” ungkapnya.

Acara Halal Bi Halal Kepala MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Karawang tahun ini berhasil menciptakan momentum positif dalam membangun kebersamaan dan solidaritas di antara lembaga pendidikan Islam. Diharapkan, semangat kolaborasi dan kerja sama yang tercipta dalam acara ini akan terus menggelora dan menghasilkan dampak positif dalam peningkatan kualitas pendidikan agama di Kabupaten Karawang. *(Kontributor : Zainal Alim)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Fasilitas Nuklir Iran Aman, Siap Tembakkan Rudal

0
Peluru kendali Iran, Emad. Rudal balistik ini diyakini turut ditembakkan Iran ke Israel pada 14 April 2024. (Mohammad Agah/Tasnim News Agency via Wikimedia Commons)

TEHERAN (Aswajanews.id) – Komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Hagtalab, mengatakan bahwa fasilitas nuklir Iran sepenuhnya aman dan Iran siap menembakkan rudal yang kuat sebagai tanggapan terhadap kemungkinan serangan rezim Israel.

Komandan unit IRGC yang bertanggung jawab untuk menjaga situs nuklir Iran itu membuat komentar tersebut pada Kamis (18/4) di tengah ancaman rezim Israel untuk menyerang Iran sebagai tanggapan atas serangan rudal dan drone pada akhir pekan oleh Republik Islam terhadap sasaran militer rezim tersebut.

Pihak berwenang Iran mengatakan bahwa “True Promise Operation”, yang melibatkan ratusan rudal dan drone yang ditembakkan ke sasaran Israel adalah untuk menghukum rezim tersebut atas serangan udaranya terhadap konsulat Iran di Suriah pada 1 April.

Mereka mengatakan operasi tersebut telah diperhitungkan tetapi skalanya terbatas, menjanjikan respons yang lebih tegas dan kuat jika terjadi serangan Israel di wilayah Iran.

Komandan IRGC itu menyuarakan komentar serupa dalam sebuah wawancara pada Kamis (18/4), mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kesiapan penuh.

“Fasilitas nuklir musuh Zionis telah diidentifikasi, dan Republik Islam telah mengakses data yang diperlukan mengenai semua target. Untuk menanggapi kemungkinan tindakan mereka, kami siap meluncurkan rudal yang kuat untuk menghancurkan target yang teridentifikasi.”

Mengenai ancaman Israel untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, dia mengatakan bahwa ancaman tersebut bukanlah sesuatu yang baru.

Selain itu, tambahnya, rezim Zionis selama beberapa tahun terakhir telah melakukan tindakan sabotase dan terorisme terhadap industri nuklir Iran.

Meski protokol dan standar global serta peraturan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melarang negara-negara menyerang fasilitas nuklir, Republik Islam Iran selalu siap untuk melawan ancaman tersebut, kata komandan tersebut. “Dengan menggunakan pertahanan pasif dan peralatan canggih serta berkat penyebaran fasilitas nuklir di seluruh negeri, kami siap melawan segala ancaman dari rezim Zionis,” katanya.

Dia juga menekankan bahwa Republik Islam akan menyerang situs nuklir rezim tersebut dengan menggunakan senjata canggih jika mereka mengambil tindakan terhadap fasilitas nuklir Iran.

“Jika rezim Zionis palsu bermaksud menggunakan ancaman serangan terhadap fasilitas nuklir kami sebagai cara untuk menekan Iran, maka meninjau kembali doktrin dan kebijakan nuklir Republik Islam saat ini dan menjauhkan diri dari pertimbangan masa lalu adalah hal yang mungkin dan bisa dilakukan,” kata Haghtalab.

Sistem Perhatahan Provinsi Aktif

Sistem pertahanan udara di beberapa provinsi di Iran pada Jumat aktif karena dipicu oleh kendaraan udara kecil tak berawak (UAV) yang mendekat, menurut laporan kantor berita negara Iran IRIB, mengutip beberapa sumber.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa ledakan keras yang terdengar di beberapa provinsi di Iran disebabkan oleh aktivasi sistem pertahanan udara untuk mencegat beberapa UAV kecil tak dikenal.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa pertahanan udara itu menembak jatuh beberapa drone di atas Provinsi Isfahan di Iran tengah.

Sebelumnya pada Jumat, kantor berita Iran, IRNA, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Iran diaktifkan di beberapa provinsi di negara itu.

IRNA juga melaporkan bahwa pertahanan udara di Iran barat laut dipicu oleh mendekatnya objek tak dikenal yang terbang di sekitar wilayah tersebut.

Menyusul laporan ledakan yang terdengar di sebelah barat Kota Tebriz dan di dekat Vadi-e Rahmat, IRNA melaporkan bahwa pertahanan udara Tebriz menembaki objek tak dikenal tersebut. Tidak ada ledakan di kota itu dan situasi di Tebriz tetap tenang, menurut laporan tersebut. *(Sumber: IRNA-OANA/ Sputnik)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Iran Kecam Tindakan Keras AS terhadap Mahasiswa pro-Palestina

0
Presiden Iran Ebrahim Raisi (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) yang sedang berkunjung di Teheran, Iran, pada 19 Juli 2022. (Foto: ANTARA)

TEHERAN (Aswajanews.id) – Presiden Iran Ebrahim Raeisi mengatakan rakyat Iran dan Pakistan sama-sama membela bangsa Palestina sebagai keyakinan bersama dan mengecam Pemerintah Amerika Serikat karena memberi tindakan keras dengan mengeluarkan mahasiswa dari universitas karena protes pro-Palestina.

“Rakyat Iran dan Pakistan sama-sama membela bangsa Palestina yang tertindas. Iran Islam akan terus membela perlawanan dan bangsa Palestina yang tertindas dengan bangga,” kata Presiden Raeisi pada upacara di Universitas Lahore sebagai kelanjutan dari kunjungan ke Pakistan, Selasa (23/4).

Merujuk pada serangan balasan militer Iran terhadap rezim Zionis pada 13 April atas serangan sebelumnya pada 1 April terhadap konsulat Iran, Raiesi mengatakan bangsa besar Iran menghukum rezim Zionis atas serangan terhadap konsulat Iran di Damaskus yang bertentangan dengan semua hukum internasional.

“Jika Zionis melakukan kesalahan dan menyerang wilayah Islam Iran, kondisi mereka akan sangat berbeda. Tidak jelas apakah akan ada yang tersisa dari rezim Zionis (setelah agresi baru mereka),” tambahnya.

Presiden Iran itu melanjutkan dengan mencatat bahwa pihak berwenang AS telah menangkap puluhan mahasiswa karena menghadiri protes pro-Palestina dan bahkan mengeluarkan dari universitas baru-baru ini.

Ia menekankan bahwa pelanggar hak asasi manusia terbesar saat ini adalah orang Amerika dan Barat sebagai pendukung rezim Zionis dalam pembunuhan anak-anak dan genosida.

“Pembebasan Quds adalah pertanyaan nomor satu umat manusia. Perlawanan rakyat Gaza akan mengarah pada kehancuran, pembebasan Quds Suci dan Palestina,” tutur dia.

Delegasi Korut ke Iran

Korea Utara telah mengirimkan delegasi ekonomi ke Iran yang menimbulkan kecurigaan akan kerja sama antara kedua negara mengenai program persenjataan lantaran perjalanan tersebut jarang terjadi.

“Delegasi tersebut dipimpin oleh Menteri Hubungan Ekonomi Eksternal Yun Jong-ho, meninggalkan Pyongyang sehari sebelumnya untuk mengunjungi Iran,” kata Kantor Berita Pusat Korea, Rabu.

Kunjungan pejabat Korea Utara ke Iran jarang terjadi dengan kunjungan terakhir pada 2019. Saat itu, Pak Chol-min yang menjabat sebagai wakil ketua Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara mengunjungi Iran untuk membahas kerja sama.

Setelah menjalin hubungan diplomatik pada 1973, Pyongyang dan Teheran diketahui memiliki hubungan dekat selama berada di bawah sanksi internasional atas program senjata mereka. Kedua negara tersebut diduga melakukan pertukaran suku cadang dan teknologi rudal balistik, terutama pada perang Iran-Irak 1980-1988.

Kunjungan tersebut menimbulkan spekulasi bahwa selain kerja sama ekonomi, Korea Utara mungkin berupaya memperdalam hubungan militer dengan Iran di tengah perang Rusia dengan Ukraina. Pyongyang dan Teheran dikenal sebagai penyedia utama senjata bagi Moskow untuk mendukung perang.

Menyusul peluncuran lebih dari 300 drone dan rudal Iran baru-baru ini ke arah Israel, muncul spekulasi bahwa suku cadang atau teknologi militer Korea Utara dapat digunakan untuk salvo rudal Iran terhadap Israel dengan alasan kerja sama militer yang erat antara Pyongyang dan Teheran.

Pada 2006, Panglima Garda Revolusi Iran secara terbuka mengakui bahwa negaranya telah memperoleh rudal Scud-B dan Scud-C dari Korea Utara selama perang, tetapi tidak lagi membutuhkan bantuan Pyongyang. Sedangkan laporan Badan Intelijen Pertahanan A.S. pada 2019 menunjukkan bahwa rudal balistik Shahab-3 Iran dikembangkan berdasarkan rudal Rodong jarak menengah Korea Utara.

Tak hanya itu, Rudal Khorramshahr yang dikembangkan Iran diyakini secara teknis terkait dengan rudal Musudan milik Korea Utara.

Para ahli mengatakan Korea Utara dapat mencari bantuan dari Iran mengenai teknologi rudal berbahan bakar padat, seperti rudal balistik yang dilengkapi hulu ledak hipersonik.

Adapun pada Februari lalu, Menteri Pertahanan Korea Selatan Shin Won-sik mengatakan Korea Utara telah mengirimkan sekitar 6.700 kontainer yang membawa jutaan amunisi ke Rusia sejak Juli 2023 untuk mendukung perangnya melawan Ukraina dengan imbalan makanan dan kebutuhan lainnya.

Iran juga diduga menyediakan drone untuk perang tersebut kepada Rusia dan Kyiv mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan sekitar 3.700 drone serang Shahed-136 buatan Iran ke sasaran di Ukraina pada akhir tahun lalu. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts