Google search engine
Beranda blog Halaman 143

MI Tahfidz Alhaniif Borong Juara 1, 2, dan 3 Olimpiade Bahasa Arab ke-7 Tingkat Provinsi Jawa Barat

0
Olimpiade Bahasa Arab Nasional ke-7 tingkat Provinsi Jawa Barat

CIREBON (Aswajanews.id) – Olimpiade Bahasa Arab Nasional ke-7 kembali digelar, menjadi ajang bergengsi bagi para pelajar dari jenjang SMA/MA, SMP/MTs dan SD/MI, boarding school maupun non boarding school yang memiliki ketertarikan serta keahlian dalam bahasa Arab. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tempat unjuk gigi dalam kemampuan berbahasa, tetapi juga pengetahuan wawasan budaya Indonesia dalam bahasa Arab.

Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap bahasa Arab di kalangan pelajar Indonesia terus meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang berpartisipasi dalam Olimpiade Bahasa Arab yang semakin bertambah setiap tahunnya. Pada Olimpiade Bahasa Arab ke-7 ini, tercatat ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia ikut serta, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai menengah atas, baik sekolah yang berasrama(pondok) maupun bukan. Olimpiade ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam berbagai aspek bahasa Arab, termasuk tata bahasa (nahwu dan sharof), membaca teks, dan memahami sastra Arab. Tidak hanya itu, aspek kebudayaan Indonesia juga menjadi bagian penting dalam penilaian, sehingga para peserta tidak hanya diuji dalam hal bahasa, tetapi juga pemahaman mereka tentang pengetahuan umum dalam bahasa arab.

Juara Olimpiade Bahasa Arab 7 Tingkat Provinsi

Pada gelaran tahun ini, MI Tahfidz Alhaniif di bawah naungan Yayasan Alhaniif Cirebon yang terletak di jalan Kavling 3 RT.03/04 Desa Adi Dharma Kec. Gunung Jati Kab. Cirebon – Jawa Barat, untuk pertama kalinya mengikuti Olimpiade Bahasa Arab ke 7. MI Tahfidz Alhaniif menunjukkan prestasi gemilang di ajang Olimpiade Bahasa Arab ke-7 di tingkat Provinsi Jawa Barat pada tahun 2024. Dalam kompetisi yang diikuti oleh berbagai sekolah dari seluruh Kota Kabupaten di wilayah Jabar, MI Tahfidz Alhaniif berhasil meraih juara 1, 2, dan 3 dalam kategori 11 OBA 7 dan berhak lanjut untuk mengikuti olimpiade bahasa arab tingkat nasional pada awal bulan Oktober tahun 2024.

Alhamdulillah, sebelumnya pada tingkat Kota/Kabupaten Sabtu, 24 Agustus 2024 mengikuti OBA 7 dan Lolos menjadi Juara 1, 2 dan 3. Yang diraih oleh ananda Khansa Dzakiyyah Nugraha (Juara 1), Bilkis Syakira Salim (Juara 2), dan Tiara Hikma Agustin (Juara 3), ketiga siswi MI Tahfidz Alhaniif berhak maju ke Tingkat Provinsi.

Olimpiade Bahasa Arab 7 Tingkat Provinsi pada Sabtu, 5 Oktober 2024 lalu yang bertempat di SMA PGII 1 Bandung, Alhamdulillah 3 siswi MI Tahfidz Alhaniif kembali meraih Juara 1, 2 dan 3 kategori 11 OBA 7 yang diraih oleh Khansa Dzakiyyah Nugraha sebagai Juara 1 dengan perolehan nilai 84, Tiara Hikma Agustin sebagai Juara 2 dengan perolehan nilai 77 dan Bilkis Syakira Salim sebagai Juara 3 dengan perolehan nilai 77.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi para siswa serta bimbingan dari 2 ustadz, yaitu Ustadz Ediana, S.Kom, M.Pd. selaku Ketua Yayasan Alhaniif Cirebon dan juga pengampu mapel Bahasa Arab sekaligus pembimbing utama OBA serta Ustadz Hudzayfah Alfithriy sebagai pengajar Bahasa Arab dan Koordinator Ekskul Arabic For Kidz sekaligus pembimbing OBA yang telah mempersiapkan mereka dengan baik. Para peserta didik dilatih untuk menguasai berbagai aspek bahasa Arab, mulai dari tata bahasa, kosakata, hingga keterampilan berbicara dan menulis.

Kepala MI Tahfidz Alhaniif, Dewi Yuniarti Sutirto, S.Pd,  mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Kami sangat bersyukur kepada Allah Ta’ala atas prestasi yang diraih oleh siswi-siswi kami. Ini adalah hasil dari kerja keras dan semangat belajar yang tinggi. Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus belajar dan berprestasi,” ujarnya.

Dan menurutnya pula bahwa hal ini sesuai dengan visi dari MI Tahfidz Alhaniif yaitu mencetak generasi Qur’ani, islami dan berprestasi, dan sudah dibuktikan selama ini MI Tahfidz Alhaniif menjadi sekolah unggulan dan berprestasi.

Olimpiade Bahasa Arab ke-7 ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai sekolah di Indonesia, dan menjadi ajang untuk mengasah kemampuan serta menumbuhkan minat siswa terhadap bahasa Arab. Dengan meraih tiga posisi teratas di tingkat provinsi, MI Tahfidz Alhaniif membuktikan bahwa mereka adalah salah satu sekolah unggulan dalam bidang pendidikan bahasa Arab.

Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan akademik yang diterapkan di MI Tahfidz Alhaniif berjalan seiring, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Ke depan, sekolah ini berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa-siswa untuk menghadapi berbagai kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Dengan pencapaian ini, MI Tahfidz Alhaniif berharap dapat terus berkontribusi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan bahasa Arab di Indonesia. Selamat kepada para juara dan semoga prestasi ini dapat dipertahankan di masa mendatang! Aamiin… *(Red/Denisa)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kuwu Rudi Prioritaskan Infrastruktur Pertanian

0
Kuwu Desa Jambe Rudi Hartono

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat yang lebih baik, terutama disektor pertanian upaya terus dilakukan pemerintah desa Jambe kecamatan Kertasemaya  kabupaten Indramayu dalam hal pembangunan infrastruktur jalan (Rabat beton), TPT dan lainnya.

Kuwu desa Jambe Rudi Hartono atau yang akrab disapa Kuwu Rudi menjelaskan bahwa selama dua periode menjabat, dirinya beserta kaur pemerintah desa Jambe terus berupaya mendengarkan keluhan dan kritik dari warga yang mayoritas petani, terutama terkait persoalan saluran irigasi dan jalan.

“Kami pemerintah desa Jambe terus berupaya memaksimalkan pembangunan diberbagai bidang, dan yang kami dahulukan yang berskala prioritas, yang sudah kita sepakati dalam musyawarah desa (Musdes), seperti pembangunan rabat beton, pembangunan Tembok Penahan Tanah untuk saluran irigasi, pemberdayaan masyarakat yakni padat karya, dan untuk anggaran ADD dan DD serta Banprov tahun 2023 kemarin kami prioritaskan untuk beberapa titik rabat beton jalan yang tersebar di desa Jambe”, ujarnya.

Sementara itu salah satu warga jambe Sukarna merasa sangat bersyukur punya pemimpin yang selalu mendengarkan keluhan warganya, Ia berterimakasih kepada kuwu Rudi beserta kaur pemerintahannya, atas pembangunan rabat beton di desanya, “terimakasih bapak kuwu dan pamong desa Jambe yang telah membangun jalan, sehingga jalan kami tidak becek lagi,” tukasnya. (Prapto/Herman Tongol)

Kemenag Sambut Kedatangan Imam Masjid Nabawi, Berikut Agendanya

0

Jakarta (Aswajanews.id) – Kementerian Agama (Kemenag) menyambut kedatangan Imam Masjid Nabawi, Syaikh Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi, yang melakukan kunjungan resmi ke Indonesia dari 7 hingga 11 Oktober 2024.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menyampaikan, kunjungan Imam Masjid Nabawi merupakan bagian dari kerja sama bilateral yang selama ini telah berjalan baik dan aktif antara Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi dengan Kemenag Republik Indonesia.

“Kedatangan yang mulia Syaikh Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi adalah untuk memperkuat kerja sama di bidang dakwah dan urusan Islam,” ujarnya di Jakarta, Selasa (8/10/2024).

Kamaruddin menjelaskan, kedatangan Imam Masjid Nabawi ini merupakan simbol dari hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dan Arab Saudi, khususnya dalam upaya memperkenalkan nilai-nilai Islam yang mulia di kalangan umat Muslim Indonesia.

Kerja sama tersebut, imbuhnya, juga mencakup peran umat Islam dalam kemajuan peradaban regional maupun global. Menurutnya, penting untuk mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran Islam untuk perdamaian dunia.

“Islam mengajarkan cinta, kasih sayang, perdamaian dan keadilan. Itulah nilai-nilai yang akan kita terus gaungkan dalam kerja sama ini,” kata Kamaruddin.

Kedatangan Imam Masjid Nabawi ini, lanjut Kamaruddin, diharapkan dapat memberi dampak positif bagi hubungan bilateral kedua negara dan mempererat persaudaraan umat Muslim.

Kamaruddin juga mengungkapkan bahwa kunjungan Syaikh Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi selama di Indonesia akan diisi dengan berbagai agenda penting. “Imam Masjid Nabawi akan menghadiri sejumlah kegiatan yang melibatkan tokoh agama, ulama, Ormas Islam, pesantren, dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, salah satu agenda utama yang akan diikuti oleh Syaikh Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi adalah pertemuan dengan ulama-ulama besar Indonesia untuk berdiskusi mengenai penguatan dakwah Islam di era modern.

“Kehadiran beliau tentu akan menjadi momentum berharga bagi umat Muslim Indonesia untuk meningkatkan persatuan dan persaudaraan sesama Muslim dan sesama bangsa,” tegas Kamaruddin.

Agenda Acara
Imam Masjid Nabawi Syaikh Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi di Indonesia

Senin, 7 Oktober 2024 : Tiba di Indonesia

Selasa, 8 Oktober 2024 :
– Bertemu Menteri Agama RI
– Bertemu Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Rabu, 9 Oktober 2024 :
– Bertemu Presiden RI
– Bertemu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
– Bertemu Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII)

Kamis, 10 Oktober 2024 :
– Bertemu Pengurus Pusat Muhammadiyah
– Ceramah Umum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
– Berkunjung ke Pesantren Darunnajah Jakarta

Jumat, 11 Oktober 2024 :
– Bertemu Imam Besar Masjid Istiqlal, Menjadi Imam Salat Jumat, dan Muhadharah
– Kembali ke Arab Saudi

(Wcp/Mr)

Open Tournament Bulu Tangkis Piala Panglima TNI Digelar di Bandung

0
Open Tournament Bulu Tangkis Piala Panglima TNI dalam rangka HUT Ke-79 TNI tahun 2024

Bandung (Aswajanews.id) – Kodam III/Siliwangi menggelar Open Tournament Bulu Tangkis Piala Panglima TNI dalam rangka HUT Ke-79 TNI tahun 2024 bertempat di GOR KONI Jabar Jl. Jakarta Kota Bandung, Senin (07/10/2024).

Open Tournament Bulu Tangkis Piala Panglima TNI dalam rangka HUT Ke-79 TNI tahun 2024

Turnamen secara resmi dibuka oleh Dansesko TNI Marsekal Madya TNI Arif Widianto, S.A.B., M.Tr (Han)., CHRMP. dengan didampingi oleh Pangdam III/Slw Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., bersama Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.IK., M.Si., M.M. sekaligus sebagai Ketua PBSI Jabar. Danpussenkav, Dansecapa serta para pejabat TNI di wilayah Bandung juga hadir pada kegiatan tersebut.

Turnamen akan berlangsung dari tanggal 7 hingga 12 Oktober 2024 dengan diikuti oleh atlet nasional maupun TNI-Polri. Kategori yang dipertandingkan mulai dari tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri serta ganda campuran baik untuk umum maupun TNI/Polri, dengan jumlah total pertandingan sebanyak 335 pertandingan.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., dalam sambutannya yang dibacakan Dansesko TNI menyampaikan bahwa TNI akan berkomitmen dan berkontribusi serta berperan aktif dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional melalui berbagai event-event olahraga. Turnamen bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, kebersamaan dan meningkatkan prestasi serta sportivitas para atlet, prajurit TNI, Polri dan masyarakat.

Kepada awak media usai opening ceremony, Pangdam III/Slw menjelaskan bahwa kegiatan turnamen Bulu Tangkis selain dalam rangka HUT TNI ke-79 juga dalam rangka untuk menjalin silaturahmi yang kuat antara TNI/Polri dengan masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit Atlet Bulu Tangkis khususnya di Jawa Barat dan mencetak pemain Bulu Tangkis baru yang dapat mengharumkan Indonesia,” tutur Pangdam III/Slw.

Opening ceremony ditandai dengan pemukulan suttlecock serta dimeriahkan dengan kesenian dari Saung Udjo dan eksebisi menampilkan Neng Mawar Koencir dan Agripina melawan Lala Theno dan Praveen Jordan. (Pendam III/Siliwangi)

Partisipasi Pemerintah Desa Pangebatan Kec Bantarkawung untuk Pendidikan Keagamaan (MDT)

0
Oleh : Akhmad Sururi (Ketua DPC FKDT Kab Brebes)
Oleh : Akhmad Sururi (Ketua DPC FKDT Kab Brebes)

Beberapa waktu yang lalu Penulis melihat di grup WA FKDT ada foto dengan bacdrop Pembinaan dan Pembekalan Guru Madin. Seluruh guru Madin dari tujuh lembaga MDT di desa Pengebatan hadir di ruang aula Balai Desa untuk mengikuti Pembinaan dan Pembekalan oleh beberapa nara sumber. Kegiatan tersebut bersumber dari dana desa atas kebijakan pemerintah desa, dalam hal ini desa Pangebatan Kec Bantarkawung Kab Brebes. Kebijakan tersebut tentu melalui proses musyawarah desa dengan keterlibatan BPD dan masyarakat lainnya.

Tidak semua desa di Kab Brebes melakukan kebijakan yang sama terkait dengan keberpihakan kepada Madrasah Diniyah (Pendidikan Keagamaan non Formal). Hal tersebut sangatlah berkait dengan kepedihan Pemdes terhadap Madin yang selama ini untuk operasional hanya mengandalkan dari iuran syahriyah (bulanan) dari murid MDT. Lain halnya dengan Pendidikan Formal setingkat MI/SD, MTs/SMP/ dan SMA/MA/ SMK yang mendapatkan dana dari Pemerintah dalam bentuk BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Sebagai bagian pemerintahan yang paling bawah, desa memilki peran secara bersama untuk mewujudkan  tujuan pendidikan nasional. Peran serta atau partisipasi Pemerintah Desa sesuai dengan amanat UU No 3 tahun 2024 tentang Perubahan kedua atas UU No 6 tahun 2014 tentang Desa. Dalam UU tersebut disebutkan, Kepala Desa berkewajiban, a). memegang teguh dan mengamalkan Pancasila dan UUD RI tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan NKRI dan Bhinneka tunggal Ika. Selanjutnya pada item d, mentaati dan menegakkan peraturan perundang undangan.

Kebijakan yang dilakukan oleh Kepala Desa Pangebatan bisa menjadi contoh Kepala Desa lain di Kab Brebes

MDT merupakan irisan dari lembaga pendidikan keagamaan yang bergerak untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Hal tersebut sebagaimana termaktub pada pasal 30 UU Sisdiknas No 20 tahun 2003. Lebih dari itu proses pembelajaran yang dilaksanakan mencerminkan nilai nilai Pancasila khususnya sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Dengan demikian Pemerintah Desa yang melaksanakan program pembinaan guru Madin menjadi bagian dari implementasi Pancasila, UUD 1945 dan UU Sisdiknas.

Kebijakan yang dilakukan oleh Kepala Desa Pangebatan bisa menjadi contoh Kepala Desa lain di Kab Brebes. Keterpanggilan nurani terhadap generasi bangsa yang ditempa pada pembelajaran MDT menjadi sangat penting. Karena dengan belajar ilmu agama maka generasi bangsa akan mematuhi norma-norma akhlak karimah. Kehadiran MDT dengan proses pembelajarannya dapat menjadi langkah preventif tindakan kenakalan remaja.

Sinergitas Pemerintah Desa dan masyarakat dalam mewujudkan ketentraman dan kedamaian di desa dengan peningkatan perhatian kepada MDT menjadi langkah bersama yang sangat positif. Hal tersebut karena MDT mendidik dan membekali anak anak agar berbudi pekerti yang luhur dan memperkuat karakter kepribadian. Salah satu budi pekerti yang luhur adalah tidak meresahkan atau berbuat onar di tengah masyarakat. Disinilah nilai keyakinan beragama menjadi sangat penting dalam rangka mewujudkan prilaku yang baik dan luhur.

Apa yang dilakukan oleh Pemdes Pengebatan Kec Bantarkawung akan menjadi amal ibadah dalam bentuk kebijakan yang bermanfaat untuk umat. Sesungguhnya seorang pemimpin didalamnya pergerakannya (kebijakan) selalu dalam poros kemaslahatan umat atau rakyat. Pendidikan Keagamaan menjadi entitas investasi yang sangat berharga dalam membangun peradaban desa. (*)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Sensasi Bimbingan terhadap Religiusitas Masyarakat di Kota Pekalongan yang Majemuk

0
*Penulis; Abdoel Chodir, S.Ag.
*Penulis; Abdoel Chodir, S.Ag.

Islam sebagai agama universal memberikan kontribusi dan mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting, menjadi pedoman bagi umat manusia, agar mampu mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya, baik untuk pribadi dalam kehidupannya, maupun berjamaah/kelompok, di lingkungan majelis taklim maupun di rumah-rumah warga jamaah.

Dalam mensyiarkan Islam, merupakan unsur yang dominan kepada penyuluh sebagai pelaku dakwah/kepenyuluhan diharapkan mampu merealisasikan kegiatan penyuluhan dalam masyarakat, dimanapun ia berada menjadi lebih religiusitas. Sebab tanpa perjuangan penyuluh dalam mensyiarkan Islam, mencetak umat yang relijius, dapat melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dengan baik, maka kemungkinan sebagai ummatan wahidatan menjadi tidak mungkin.

Keberadaan penyuluh sebagai pendakwah agama Islam, sebagai pendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, berperan mengatasi hambatan-hamabatan, sekaligus juga menjadi tempat bertanya dan mengadu bagi masyarakat untuk memecahkan dan menyelesaikan persoalan dengan nasehatnya, baik masalah agama, pribadi dan masalah kemasyarakatan dengan usaha untuk menjadikan sebagai umat yang rahmatan lil alamin.

Melalui fungsi dan tugas Penyuluh Agama, setidaknya terdapat peran Penyuluh Agama untuk ikut mewujudkan struktur masyarakat yang religius. Penyuluh Agama pun kemudian bertugas memberikan bimbingan dan penyuluhan agama di masyarakat melalui kelompok binaan masing-masing, baik secara individu atau secara berkelompok, melalui majelis taklim atau secara lembaga.

Peranan Penyuluh Agama sangat penting mengingat beberapa hal sebagaimana berikut :

Pertama, pembangunan memerlukan partisipasi seluruh anggota masyarakat dan umat beragama perlu dimotivasi untuk berperan secara aktif menyukseskan pembangunan. Kedua, umat beragama merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Oleh karena itu perlu dimanfaatkan seefektif mungkin, sebagai pelaku dan pelaksana pembangunan. Ketiga, agama merupakan motivator pembangunan. Karenanya ajaran agama dapat menggugah dan merangsang umatnya untuk berbuat dan beramal saleh menuju kesejahteraan jasmani dan rohani. Keempat, media penyuluhan merupakan sarana dan modal penting dalam melaksanakan pendidikan agama Islam pada masyarakat sekaligus dalam upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Penyuluh agama adalah ujung tombak pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan agama, maupun dalam menyampaikan pesan-pesan program pemerintah. Peran penyuluh agama dalam masyarakat sesungguhnya sangatlah penting sebagaimana diketahui bahwa sebagian masyarakat Indonesia masih memandang pentingnya sosok ideal sebagai figur atau patron dalam kehidupannya. Penyuluh agama memiliki potensi untuk di dudukkan sebagai figur atau tokoh yang dianggap memiliki banyak pengetahuan keagamaan.

Kehidupan Keagamaan di Kota Pekalongan

Kota Pekalongan sejak dahulu telah dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat Religiusitas yang cukup tinggi. Dikatakan tinggi religiusitasnya mengingat banyaknya jumlah pondok pesantren. Keberagaman pemeluk agama tidak lagi menimbulkan permasalahan yang berarti menunjukkan kondusifnya kehidupan antar umat beragama di Kota Pekalongan. Agama Islam merupakan agama mayoritas penduduk Kota Pekalongan, sedangkan agama lain yang dianut sebagian warga Kota Pekalongan adalah Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Dengan kemajemukan tersebut, sulit rasanya untuk menghindari konflik. Keberagaman masyarakat adalah salah satu ciri masyarakat multikultural, yaitu sebuah konsep yang menunjuk kepada suatu masyarakat yang mengedepankan pluralisme budaya.

Kota Pekalongan terkenal dengan nuansa relijiusnya, mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, dengan ragam ormas keagamaan seperti; dari NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Rifaiyyah dan LDII. Meskipun ormas Islam ini di dominasi oleh umat Nahdliyyin, namun dapat saling menjaga keharmonisan dalam intern umat beragama, maupun antar umat beragama. Tentunya kondisi harmonis tidak lepas dari peran FKUB yang terbentuk dari ragam tokoh masyarakat dengan upaya menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan umat beragama.

Pernah ada gesekan terkait pembangunan tempat ibadat dan kasusnya di Krapyak. Menurut penilaian masyarakat setempat yang menolaknya karena pembangunan musholla tersebut tidak sesuai peruntukkannya, karena orang-orang yang mendukung itu bukan asli dari orang-orang setempat dan berbeda pula dalam pemahamannya. Sehingga mendapat protes masyarakat setempat. Alasan lainnya pada prinsipnya karena warga setempat itu dominan masyarakat nahdliyin.

Terkait dengan pendirian rumah ibadat kerap menjadi konflik di Tengah masyarakat, dan bahwa sebenarnya hal tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat dengan mengacu landasan yuridis dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan melestarikan budaya yang luhur serta dengan mengembangkan tata kehidupan bermasyarakat yang berakhlakul karimah.

Sensasi Bimbingan atau Penyuluhan di Kota Pekalongan

Penyuluh agama Islam terkadang juga disebut sebagai pemuka agama mempunyai tugas untuk melakukan pembinaan dan bimbingan di majelis taklim, agar mampu menyebarkan segala aspek pembangunan melalui pintu agama. Oleh karena itu agar tugasnya dalam melakukan penyuluhan dapat berhasil, maka penyuluh dituntut dalam menjalankan fungsinya bisa sebagai informan, edukator, konsultan dan administrator. Tentunya juga diharapkan dapat memahami materi dakwah, metode dakwah dan teknik penyuluhan, sehingga seorang penyuluh agama diharapkan dapat mencapai tujuan dakwah yaitu dapat meningkatkan dalam pengamalan ibadahnya kearah kehidupan yang lebih baik, menjadi masyarakat yang relijius dan sejahtera lahir maupun batin.

Penyuluh Agama Islam Non PNS di Kota Pekalongan memiliki tugas untuk menyampaikan pesan yang terdapat pada program sebagaimana tersebut kepada masyarakat binaannya. Penyuluh Agama Islam Non PNS dalam melakukan pembinaan dan bimbingan di majelis taklim, dengan metode ceramah, metode tanya jawab/diskusi, dan praktik sebagai fungsi edukatif/informatif. Selain itu juga penyuluh melaksanakan fungsi konsultatif, baik yang bersangkutan datang untuk meminta saran/nasehat konsultasi atau sebagai mediator sosial di masyarakat/pribadi sebagai fungsi advokatif dengan diskusi atau musyawarah.

Penyuluh agama Islam Non PNS dalam membimbing agama kepada masyarakat binaannya, dengan menyampaikan berbagai materi dan metode melalui majelis taklim di masjid atau musholla setempat, termasuk di lingkungan Lapas dan Rutan seperti kewajiban untuk menuntut ilmu, wajibnya solat fardhu dan sunnahnya, bab thoharoh, wudhu dengan menggunakan metode ceramah, halaqah dan tanya jawab. Di akhir ceramahnya diberi kesempatan untuk bertanya atau mengulang pelajaran sebelumnya atas permintaan jamaah. Demikian pula halnya pelajaran bimbingan agama Islam bagi penyuluh Non PNS tidak hanya untuk kaum bapak dan ibu saja, tetapi juga melingkup pada tingkatan remaja usia SMP- Kuliah.

*Kepala KUA Kecamatan Pekalongan Timur

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pangkoops Udara I Pimpin Briefing kepada Para Air Crew Sebelum Kembali ke Satuan Masing-masing

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pangkoops Udara I Marsda TNI Mohammad Nurdin pimpin briefing kepada para Air Crew yang terlibat demo udara dalam rangkaian HUT TNI ke-79 yang terpusat di Monas, untuk persiapan kembali ke satuan masing-masing. Briefing tersebut dilaksanakan di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu (6/10/2024).

Dalam kesempatan tersebut Pangkoops Udara I menyampaikan apresiasi dari Kasau atas lancar dan suksesnya pelaksanaan upacara dan demo udara, “Terlebih kita juga mendapat apreasiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Menteri Pertahanan serta Panglima TNI yang menilai demo udara yang kita tampilkan sangat bagus,” ujar Alumni AAU ’96 penuh bangga.

Lebih lanjut Pangkoops Udara I juga menyampaikan kebanggaannya karna seluruh rangkaian HUT TNI dari upacara hingga demo udara berjalan dengan aman, lancar dan berhasil memukau ribuan masyarakat yang menyaksikan langsung dari Monas.

Dalam demo udara tahun ini skadron udara di jajaran Koops Udara I semuanya terlibat baik dari pesawat tempur, pesawat angkut maupun helikopter.

“Selamat kembali ke satuan masing-masing, tetap laksanakan safety kembali ke home base dan sampekan salam buat keluarga masing-masing yang ada dirumah,” ujar Pangkoops Udara I menutup briefingnya.

Turut hadir dalam briefing tersebut, Kaskoops Udara I, Asops Kaskoopsudnas, Danlanud Halim Perdanakusuma, Dankosek IKN serta Para Air Crew yang terlibat demo udara. (Autentikasi : Pen Koopsud I)

NU Ranting Sawojajar Rencanakan Bangun Klinik Kesehatan

0
Sosialisasi Launching Program Klinik Kesehatan di kantor NU Ranting Sawojajar

BREBES (Aswajanews.id) – “Selaku Pengurus MWC NU Wanasari mengucapkan selamat dan sukses atas direncanakannya pembukaan klinik kesehatan untuk warga NU khususnya desa Sawojajar. Dengan menjalin kerjasama bersama Lembaga Kesehatan PCNU Brebes, program yang dilaunching pada malam hari menjadi awal yang baik untuk tujuan yang baik. Semoga Alloh SWT memberikan kekuatan dan kemudahan untuk melaksanakan program yang baik ini,” kata Akhmad Sururi selaku Sekretaris MWC NU Wanasari Brebes saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Launching Program Klinik Kesehatan di kantor NU Ranting Sawojajar,pada hari Sabtu, 5 Oktober 2024.

Sosialisasi Launching Program Klinik Kesehatan di kantor NU Ranting Sawojajar

Sururi menuturkan, tiga hal yang menjadi kebutuhan warga NU, kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Kesehatan menjadi hal yang sangat penting, karena dengan sehat kita bisa beribadah, bekerja serta melakukan kegiatan lainnya yang bermanfaat untuk umat. Ketika NU memiliki klinik kesehatan maka layanan kesehatan akan sangat bermanfaat warga NU, dari NU oleh NU untuk NU. Urusan teknis perizinan nanti menjadi domain PC LKNU Kab Brebes.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Ramly selaku jajaran pengurus PC LKNU mempresentasikan secara daring, tentang prosedur dan mekanisme pendirian Klinik Kesehatan. Mulai dari sarana prasarana, tenaga medis dan persyaratan administrasi yang harus dipenuhi saat pengajuan pendirian. Dirinya optimis untuk NU Sawojajar bisa mendirikan klinik yang nanti akan menjadi kebanggaan NU.

Di ruang pertemuan Ranting NU Sawojajar, Dr Baihaqi menyatakan siap untuk menyukseskan pendirian Klinik Kesehatan NU Sawojajar. “Kami bersama dengan tim di PC LKNU siap memberikan pendampingan untuk proses pendidikan Klinik Kesehatan NU Sawojajar. Hal hal yang terkait dengan persyaratan perizinan bangunan bisa kita bicarakan.Insya Alloh untuk ranting Sawojajar dengan kepemilikan gedung yang sudah bagus ini bisa berdiri klinik kesehatan,” ujar Beliau di hadapan peserta sosialisasi launching Pembangunan Klini kesehatan.

Ikut serta memberikan dukungan rencana pembangunan gedung klinik kesehatan, dr Iqbal selaku jajaran PC LKNU Kab Brebes. dr Iqbal memberikan gambaran pangsa pasar kedepan serta pengelolaan Klinik kesehatan sangat bermanfaat untuk warga NU. “Warga NU di Sawojajar yang banyak pasti nanti akan merasakan manfaatnya klinik kesehatan. Ketersediaan obat dan tenaga kesehatan nanti bisa kita rembug bersama. Lebih dari itu kedepan semua warga Indonesia harus memiliki Bbjs Kesehatan. Hal ini akan menjadi peluang besar untuk berkembangnya klinik kesehatan di Sawojajar,” tutur Dr Iqbal.

Sebelumnya H. Arif Rahman Hakim selaku Ketua Tanfidziah NU Ranting Sawojajar menyampaikan rencana pembangunan Klinik kesehatan. “Rencana klinik kesehatan menjadi rencana yang sudah kami bicarakan matang dengan PC LKNU Kab Brebes bahka kami sudah kordinasi dengan PW LKNU Jawa Tengah. Semua sangat mendukung dan menyambut baik, karena hal ini akan menjadi contoh ranting yang lain,” kata H. Arif.

Lebih jauh Staf JFU PD Pontren Kemenag Brebes menyampaikan, kita memiliki kantor yang bagus agar lebih bermanfaat. Dalam rangka mengembangkan manfaat dan fungsi kantor ini, maka kita rencanakan klinik kesehatan. Sehingga setiap hari kantor bisa digunakan untuk klinik. Oleh karena itu kesempatan yang baik ini , mohon dukungan dan doa restu hadirin untuk rencana yang baik ini.

Kegiatan Sosialisasi Launching Klinik Kesehatan ranting NU Sawojajar dihadiri oleh Rois Syuriah MWCNU Wanasari,KH Sobarudin, Wakil Ketua Tanfidziah ,H.Tobiin dan Sekretaris Akhmad Sururi. Beberapa pengurus badan Otonom NU ranting Sawojajar juga hadir bersama dengan warga NU setempat. (Red/Nas)

497 Tahun Indramayu, Melesat Menuju Proteksi Kesehatan Masyarakat, Ketahanan Pangan hingga Industrial

0
Hj Nina Agustina

Indramayu (Aswajanews.id) – Hari ini Kabupaten Indramayu genap berusia 497 tahun. Berhitung angka, hampir lima abad dimana Raden Bagus Wiralodra menapakan jejak peradabannya di tatar pesisir sisi sungai Cimanuk.

Tapakan di pesisir utama Jawa ini sudah banyak dikenal orang sejak 500 tahun yang lalu. Catatan jalur rempah banyak menyebut Chiamo, Dermayu dan Indermajoe sebagai penghasil beras dan garam pada masa Hindu Budha hingga masa kolonial.

Hj Nina Agustina

Di usianya yang ke-497, Indramayu tak mau kalah dengan daerah daerah lain. Keinginan untuk sepadan dan maju ditorehkan oleh Bupati Indramayu Hj Nina Agustina yang saat ini kembali maju mencalonkan diri sebagai bupati untuk periode lima tahun ke depan.
Program proteksi kesehatan untuk seluruh masyarakat Indramayu yang digelontorkan melalui anggaran APBD Kabupaten Indramayu sebesar Rp 89 milyar, merupakan upaya Hj Nina Agustina untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat di bidang kesehatan.
Program layanan kesehatan gratis ini berlaku untuk semua masyarakat yang ber KTP Kabupaten Indramayu tanpa terkecuali.
Universal Health Coverage (UHC), merupakan Program kebijakan Hj Nina Agustina terkait Pemberian Bantuan Iuran atau Premi asuransi BPJS kepada masyarakat untuk menjadi peserta BPJS kelas 3.
Proteksi kesehatan kepada masyarakat ini belum semua kabupaten/ kota di negeri ini merogoh APBD nya untuk Program yang dibutuhkan oleh semua orang ini.
“Pemkab Indramayu telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 89 Milyar dan ini semua bentuk keberpihakan saya sebagai kepala daerah dalam memproteksi masyarakat,” jelas Hj Nina Agustina dalam wawancaranya beberapa waktu lalu.
Tidak hanya bidang kesehatan, Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai lumbung padi nasional dengan luasan area tanam mencapai 125.442 hektar dan tingkat produksi mencapai 1,8 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) / tahun, juga di proteksi agar lahan pertanian tidak beralih fungsi.
Pemerintah Kabupaten Indramayu menjaga lahan pertanian melalui program Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dua program ini tidak lain agar lahan pertanian padi yang menjadi andalan sekaligus mata pencaharian sebagian besar masyarakat Indramayu tidak hilang seiring masuknya industrialisasi.
“Kita proteksi lahan pertanian agar tidak tergerus oleh industrialisasi yang perlahan mulai melirik Indramayu sebagai lahan utama para investor,” tutur Nina.
Meski berstatus sebagai daerah pertanian, Hj Nina Agustina juga memberikan ruang bagi investor untuk menanamkan investasinya di kabupaten Indramayu. Pemkab Indramayu menyiapkan enam wilayah kawasan industri sebagai penyangga kawasan Rebana. Ke-enam wilayah tersebut meliputi kecamatan Losarang, Sukra, Balongan, Cikedung, Gantar dan Terisi.
“Kita buka peluang seluas luasnya untuk investor berinvestasi di Indramayu. Sudah kita siapkan enam titik kawasan untuk mereka berusaha. Imbasnya pada penyerapan ratusan ribu tenaga kerja lokal,” jelas Nina yang meminta anak anak muda Indramayu mulai mempersiapkan kemampuan diri.
Nina sendiri meminta generasi muda Indramayu untuk fokus dengan melesatnya Indramayu ke arah industrialisasi ini, akan menjadi peluang bagi masyarakat Indramayu untuk bekerja di tanahnya sendiri. Artinya, lanjut Nina, program ini akan membawa masyarakat Indramayu sejahtera.
“Tidak perlu lagi kerja ke daerah lain kalo di daerah kita sendiri peluang kerja itu ada. Mulai hari ini ayo asah kemampuan dan ketrampilan kita terutama anak anak muda Indramayu. Kalian pasti bisa,” kata Nina menyemangati anak anak muda Indramayu.
Dalam kesempatan lain, Nina memaparkan selama tiga setengah tahun ini sudah 88 persen infrastruktur kita perbaiki. Dari mulai jalan desa, jalan Kabupaten, jalan usaha tani, hingga kebutuhan insfratruktur lainnya. Waktu yang tidak genap lima tahun dalam membangun Indramayu ini, kata Nina menjadikan dorongan agar rakyatnya yang tersebar di 31 kecamatan dapat merasakan sentuhan pembangunan. DIRGAHAYU INDRAMAYU. (Herman/Tongol)

Sering Nolak Berhubungan Badan, Suami Tega Habisi Istrinya

0

Sumenep (Aswajanews.id) – Satreskrim Polres Sumenep Madura Jawa Timur telah berhasil Ungkap Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Yang Menyebabkan Orang Meninggal. Minggu (6/10/2024).

Korban atas nama NS (27 tahun) Alamat Dusun Sarperreng Utara Rt/Rw 003/007 Desa. Lenteng Timur Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep dan tersangka merupakan suami korban atas nama AR (28 tahun) Alamat Dusun Birampak Rt/Rw 006/008 Desa Jenangger Kecamatan Batang Batang Kabupaten Sumenep.
Motif tersangka dengan sengaja melakukan kekerasan dalam rumah tangga sehingga menyebabkan korban meninggal dengan cara memukul wajah korban sehingga menyebabkan lebam pada wajah bagian mata korban dikarenakan korban selalu menolak pada saat tersangka AR mengajak untuk melakukan hubungan badan.
Selanjutnya AR dibawa ke kantor Polres Sumenep guna proses lebih lanjut serta barang bukti sepotong baju daster berwarna orange, sepotong bra berwarna hitam dan sepotong kerudung berwarna hijau ikut diamankan oleh Satreskrim Polres Sumenep.

“Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 44 Ayat (3),(2),(4) UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang PKDRT dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tandasnya. (Red)

Kapuspenkum: Satgas SIRI Berhasil Mengamankan Buronan Tersangka Korupsi KUR

0

Jakarta (Aswajanews.id) – Tim Satgas SIRI Kejaksaan Agung bersama dengan Biro Hukum dan Luar Negeri Kejaksaan Agung, Tim Kejaksaan Negeri Pacitan dan Tim Kejaksaan Negeri Kota Tangerang berhasil mengamankan buronan yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Negeri Pacitan, Kamis 3 Oktober 2024 sekitar pukul 21.50 WIB bertempat di Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Banten.


Pengamanan tersebut dilaksanakan berdasarkan Laporan Hasil Ekspose (Pidsus-7) Nomor: ND-119/Pidsus-PCT/VII/2024 tanggal 01 Juli 2024, dan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan Nomor: PRINT-01/M.5.39/Fd.1/04/2024 tanggal 26 April 2024 Jo PRINT03/M.5.39/Fd.1/07/2024 tanggal 02 Juli 2024.
Adapun SL ditetapkan sebagai tersangka yang melanggar Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES) kepada masyarakat Desa Ploso, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Tegalombo tahun 2020 s.d. 2022,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Harli Siregar dalam keterangannya di Jakarta.
Saat diamankan, tersangka SL bersikap kooperatif sehingga proses pengamanannya berjalan dengan lancar. Selanjutnya Tersangka SL diserahterimakan kepada Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri Pacitan,” sebut Kapuspenkum.
Melalui program tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, guna dilakukan eksekusi demi kepastian hukum. Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh buronan dalam DPO Kejaksaan RI, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat bersembunyi yang aman. (Red)

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Kabupaten Bekasi Gelar Kirab Pilkada 2024

0

Kabupaten Bekasi (Aswajanews.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi menggelar Kirab Pilkada Tahun 2024 di Halaman Museum Gedung Juang 45, Jl. Sultan Hasanuddin, Tambun Selatan, pada Sabtu (5/10/2024) malam.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, Ali Rido menyampaikan, Kirab Pilkada merupakan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak tahun 2024.

“Melalui Kirab ini kita sosialisasikan terkait tahapan Pilkada 2024, kapan hari pemungutan suara, calonnya siapa saja dan hal lainnya untuk meningkatkan partisipasi dan menjadikan pemilih yang cerdas,” terangnya.

Kirab Pilkada ini, kata Ali Rido, akan diteruskan pelaksanaannya dalam lingkup yang lebih kecil, yakni di 23 kecamatan dan 187 desa/kelurahan, dengan dibantu oleh PPK dan PPS dan akan dimonitoring oleh KPU Kabupaten Bekasi.

“Kegiatan ini akan dibagi penyelenggaraannya di wilayah Utara, Selatan, Timur, dan Barat, untuk mengajak masyarakat menggunakan hsk pilihnya pada tanggal 27 November 2024,” ujarnya.

Mewakili Pj Bupati Bekasi, Pj Sekretaris Daerah (Sekda), Jaoharul Alam yang hadir pada acara tersebut mengatakan, digelarnya Kirab Pilkada 2024 diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024.

“Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkada 2024 dengan memberikan hak pilihnya. Karena suara yang kita miliki sangat penting dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan,” ungkapnya.

Momentum Pilkada Serentak tahun 2024, lanjutnya, merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut memilih para pemimpin terbaik yang dapat membawa kemajuan dn kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

“Kami berharap, Kirab ini bukan hanya sebatas seremonial saja, tapi juga menjadi simbol dari harapan dan semangat masyarakat Kabupaten Bekasi dalam menyambut pesta demokrasi yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut, Jaoharul Alam menyampaikan, semua pihak mempunyai tanggung jawab bersama untuk menjaga kesatuan dan persatuan serta memastikan bahwa Pilkada 2024 berjalan dengan lancar, aman dan damai. (Red)

RAPI Wilayah 13 Sumedang Selenggarakan Muswil ke-10

0

Sumedang (Aswajanews.id) – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) melaksanakan Musyawarah Wilayah ke-10 tingkat wilayah 13 Kab.Sumedang Daerah 10 Jawa Barat Masa Bakti 2024-2028.

Dengan mengambil tema “Menata organisasi untuk relawan komunikasi yang multi kompetensi Bersama Rapi Sumedang semakin tandang medal ngawujudkeun kahayang balarea” kegiatan yang dilaksanakan di aula Gedung Korpri Sumedang.

Acara yang dihadiri oleh Ketua RAPI Wilayah 13 Sumedang, Ketua RAPI Daerah 10 Jabar, Ketua Orari Sumedang, Sesepuh RAPI, perwakilan forkopimda, Kadis Diskominfosanditik Sumedang dan para anggota RAPI Lokal Sumedang, Minggu (6/10/2024).

Dalam sambutannya, Ketua RAPI Wilayah 13 Sumedang Periode 202-2024, H. Dikdik menyampaikan, sekilas perjalanan selama menjadi ketua kepengurusan RAPI di Sumedang. Selama menjadi ketua bersama dengan pengurusan RAPI di Sumedang periodesasi 2020-2024 yang berakhir pada tahun 2024 meski banyak rintangan, namun semuanya dapat berjalan dengan baik.
“Kami berharap dengan tidak ikut serta lagi dalam pencalonan yang sekarang akan dilaksanakan masa bakti 2024-2028, ada regenerasi yang dapat melanjutkan dan lebih maju lagi RAPI di Sumedang,” ucapnya.

Dikatakan dia, selama pengurusan kami dapat membentuk 9 wilayah lokal rapi yang tadinya kepengurusan RAPI lokal baru terbentuk 4 wilayah lokal, di Kab. Sumedang.

Mudah-mudahan, setelah Muswil X wilayah 13 tingkat Kab.Sumedang dengan kepengurusan baru bisa melanjutkan menambah lokal lokal, karena pada Prinsipnya AD/ART, dibolehkan satu kecamatan, satu lokal dan diharapkan juga, kepada para anggota RAPI yang hadir pada hari ini, harus lebih giat, serta terus bersemangat dalam menjalankan tugas dan fungsinya, selain itu juga, dapat merekrut anggota lain.

“Sehingga RAPI kedepanya di Sumedang dapat lebih semarak dan lebih maju, tetap berkaloborasi, serta bekerjasama baik dengan pemerintah daerah Kab.Sumedang dan unsur lainnya,” ucapnya.

Disampaikan ketua RAPI 10 Jabar, Yaya, SE mengatakan, dengan diselenggarakannya Muswil ke-10, wilayah 13 Sumedang dan siapapun yang terpilih menjadi ketua RAPI Sumedang, nantinya dapat merangkul teman-teman, karena kita sama dalam satu kepengurusan.

“Selanjutnya, kepengurusan dan terbentuk,yang nantinya dapat berkoordinasi dengan pemerintah Kab.Sumedang termasuk dengan unsur lainnya,seperti dengan Kodim, Polres, para dinas terkait yang ada di Kab. Sumedang,” ucapnya.

Sementara Pj Bupati Sumedang yang diwakili oleh Dinas Kominfosanditik Sumedang, Bangbang mengatakan, siapapun yang terpilih menjadi ketua RAPI yang baru Kab. Sumedang, berharap nantinya bisa lebih intens, berkaloborasi, berkoordinasi dan kedepannya harus lebih berinovasi, banyak program dari pemerintah daerah yang harus bisa dikomunikasikan dan yang harus diinformasikan kepada seluruh warga masyarakat, terkait pelayanan-pelayanan, program dan hal lainnya.

“Harapan kami, kaloborasi dan kerjasama dengan Rapi Kab Sumedang mengajak seluruh jajaran pengurus RAPI Sumedang, dan endingnya adalah bagaimana untuk dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat di Wilayah Kab. Sumedang,” ucapnya. (Yana)

Upacara HUT ke-79 TNI di Kodam III/Slw

0

Bandung (Aswajanews.id) – Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Aminudin, S.I.P., mengikuti Upacara Hari Ulang Tahun Ke-79 Tentara Nasional Indonesia tahun 2024 bertempat di Lapangan Makodam III/Slw Jl. Aceh No. 69 Kota Bandung, Sabtu (05/10/2024).

Bertindak selaku Inspektur Upacara Wadan Pussenif Mayjen TNI Tatan Ardianto, S.I.P., dengan melibatkan pasukan TNI dari berbagai satuan di wilayah Kogartap II/Bandung. Upacara juga dihadiri oleh Forkopimda Jabar dan Kota Bandung, Keluarga Besar TNI serta para Pimpinan Satuan TNI di Jawa Barat.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., dalam amanatnya menyampaikan bahwa tema yang diambil adalah “TNI Modern Bersama Rakyat Siap Mengawal Suksesi Kepemimpinan Nasional Untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut sangat relevan dalam merefleksikan cita-cita, semangat dan tujuan TNI sebagai prajurit yang Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif dalam menjaga serta mengawal kelangsungan hidup bangsa dan negara.

“Prajurit TNI harus bekerja dengan keras dan ikhlas serta memaksimalkan kemampuan, memanfaatkan peluang, memberikan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan bertanggung jawab terhadap tugas yang dilaksanakan dengan dilandasi semangat gotong-royong dan sinergitas bersama komponen bangsa lainnya,” tutur Panglima TNI.

Pada kesempatan tersebut Wadan Pussenif melaksanakan pemotongan tumpeng yang diberikan kepada Sertu Mohammad Tegar Januar, prajurit berprestasi dari cabang olahraga Karate yang telah meraih Medali emas di PON Aceh-Sumut 2024.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan Panggung Prajurit bersama Siliwangi Band. Seluruh tamu undangan, prajurit dan PNS membaur dalam suasana gembira merayakan momen ulang tahun. (Pendam III/Siliwangi)

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

0

Jakarta (Aswajanews.id) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, yang telah beroperasi sejak tahun 2014 di Indonesia, bertujuan untuk menyediakan jaminan kesehatan nasional. Layanan ini menyerupai asuransi kesehatan dan memerlukan pembayaran iuran bulanan dari pesertanya.

Manfaat yang diberikan oleh BPJS Kesehatan meliputi layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan mitra, termasuk pendaftaran, konsultasi dokter, obat-obatan, dan tindakan medis seperti operasi.
Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua jenis penyakit dan pelayanan medis masuk dalam cakupan BPJS Kesehatan.
Lantas, apa saja layanan dan penyakit yang tidak ditanggung BPJS? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.
21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS
Berdasarkan ketentuan dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2018 Pasal 52 ayat (1), berikut ini adalah manfaat kesehatan yang tidak dijamin atau tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Berikut adalah daftar 21 poin terkait pelayanan kesehatan yang tidak mendapatkan jaminan atau tanggungan dari BPJS Kesehatan, berdasarkan Pasal 52 Perpres Nomor 82 Tahun 2018:

  1. Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  2. Pelayanan kesehatan di fasilitas yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat.
  3. Pelayanan kesehatan terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja yang telah dijamin oleh program Jaminan Kecelakaan Kerja atau menjadi tanggungan pemberi kerja.
  4. Pelayanan kesehatan yang dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib, sampai nilai yang ditanggung oleh program tersebut sesuai dengan hak kelas rawat peserta.
  5. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri.
  6. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik.
  7. Pelayanan untuk mengatasi infertilitas atau gangguan kesuburan.
  8. Pelayanan meratakan gigi atau ortodonsi.
  9. Gangguan kesehatan atau penyakit akibat ketergantungan obat dan alkohol.
  10. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri.
  11. Pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan.
  12. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan atau eksperimen.
  13. Alat dan obat kontrasepsi dan kosmetik.
  14. Perbekalan kesehatan rumah tangga.
  15. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa, atau wabah.
  16. Pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah.
  17. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka bakti sosial.
  18. Pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindak pidana perdagangan orang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  19. Pelayanan kesehatan tertentu yang berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

  20. Pelayanan lain yang tidak ada hubungan dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan.

  21. Pelayanan yang sudah ditanggung oleh program lain.
    Demikian 21 layanan dan penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan yang harus diketahui. Baca, pelajari, dan manfaatkan BPJS dengan bijak, ya! (Red)

Peringati HUT TNI ke-79, Letkol Inf Yanuar Setyaga Pimpin Ziarah di TMP Dharma Ayu

0
Dandim 0616/Indramayu memimpin upacara Ziarah di TMP Dharma Ayu dalam rangkaian peringatan HUT TNI

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke-79, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0616/Indramayu, Letnan Kolonel Infanteri Yanuar Setyaga, S.I.P, memimpin upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Ayu, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam memperingati hari besar TNI yang selalu dirayakan dengan semangat kebangsaan dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

Dandim 0616/Indramayu memimpin upacara Ziarah di TMP Dharma Ayu dalam rangkaian peringatan HUT TNI

Ziarah yang dihadiri oleh jajaran prajurit Kodim 0616/Indramayu, Polres Indramayu, serta Forkopimda Kabupaten Indramayu ini berlangsung khidmat dan penuh rasa haru. Letkol Inf Yanuar Setyaga menyampaikan bahwa ziarah ke TMP adalah wujud penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, pengorbanan para pahlawan harus senantiasa menjadi teladan bagi seluruh prajurit TNI dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara.

“Melalui ziarah ini, kita kembali mengingat pengorbanan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan bangsa. Ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu siap dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” ujar Letkol Yanuar Setyaga di sela-sela kegiatan ziarah.

Kegiatan ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di monumen TMP Dharma Ayu, serta tabur bunga di makam-makam pahlawan. Letkol Inf Yanuar Setyaga sendiri secara simbolis memimpin peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan yang telah gugur.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan wujud sinergi TNI dengan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Indramayu. Keberadaan TNI di tengah-tengah masyarakat, menurut Letkol Yanuar Setyaga, bukan hanya sebagai kekuatan militer, namun juga sebagai pengayom masyarakat yang selalu hadir dalam setiap kondisi dan tantangan.

Di akhir kegiatan, Letkol Yanuar Setyaga mengajak seluruh hadirin untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menegaskan bahwa TNI akan selalu berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, serta siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kegiatan ziarah ini merupakan salah satu dari berbagai rangkaian peringatan HUT TNI ke-79 di Kabupaten Indramayu, yang juga mencakup bakti sosial, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan-kegiatan lain yang meneguhkan komitmen TNI dalam melayani dan melindungi rakyat.

Dengan semangat HUT TNI ke-79, Letkol Inf Yanuar Setyaga berharap agar semangat juang dan pengorbanan para pahlawan tetap menjadi inspirasi bagi prajurit TNI dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara. (Moh. Sanaji/Rilis)

PT Indo Buana Lestari Lepas Tanggungjawab, Korban PHK Sepihak Tempuh Jalur Hukum

0
Pekerja Korban PHK Sepihak PT Indo Buana Lestari

BANDUNG (Aswajanews.id) – PT Indo Buana Lestari (IBL) telah melakukan PHK sepihak tanpa memberikan Surat Peringatan (SPPT) atau alasan yang jelas. Sebagai akibat dari tindakan ini, sebanyak sembilan pekerja menuntut perusahaan untuk membayar hak-hak mereka, termasuk Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK), dan Uang Penggantian Hak (UPH), sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Upaya penyelesaian melalui musyawarah sebelumnya telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. PT Indo Buana Lestari hanya menawarkan kompensasi sebesar satu bulan gaji, yang dianggap tidak sesuai dengan aturan. Oleh karena itu, Para Pemohon menolak tawaran tersebut dan melanjutkan upaya hukum.

Dalam pernyataan resminya, Para Pemohon menyatakan bahwa mereka telah bekerja dengan PT Indo Buana Lestari berdasarkan Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu (PWKT). Namun, perjanjian tersebut kemudian berubah menjadi Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak Tertentu (PWKTT) karena mereka telah bekerja lebih dari 21 hari dalam waktu tiga bulan berturut-turut. Ini sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 10 ayat 4 PP No. 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja, Alih Daya, Waktu Kerja, dan Pemutusan Hubungan Kerja.

Para pekerja Korban PHK Sepihak bersama Kuasa Hukumnya menempuh jalur Tripartit di disnaker Kab bandung

Permohonan mediasi kepada pihak Disnaker Kabupaten Bandung terkait PHK sepihak dilayangkan oleh sembilan orang pekerja terhadap PT Indo Buana Lestari (IBL), perusahaan Mechanical dan Electrical Contractor yang beralamat di Jl. Griya Utama Sunter Agung Kompleks Puri Mutiara Blok D 118, Jakarta Utara. Para pekerja tersebut mengklaim bahwa mereka telah dipekerjakan oleh perusahaan dalam jangka waktu yang cukup lama namun diberhentikan tanpa alasan yang jelas.

Gugatan ini diwakili oleh Banelaus Naipospos, S.H., M.H., dan Bernard Simamora, S.Si., S.IP., S.H., M.H., dua advokat dari Kantor Hukum Bernard Simamora dan Rekan (BSDR), berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 21 Agustus 2024.

Mereka bertindak atas nama Ageng Manafie, Ipang, Kamsudin, Martin Wijaya, Mohamad Ajiyasa, Achmad Mauludin, Edi Rustandi, Suherlan, dan Asep Dani Kustaman – para pekerja yang semuanya dipekerjakan oleh PT Indo Buana Lestari.

Karyawan korban PHK Sepihak PT Indo Buana Lestari menuntut keadilan

Menurut Bernard Simamora, PT Indo Buana Lestari terkesan menghindar dari tanggungjawab dengan melakukan PHK sepihak tanpa memberikan hak-hak pekerja sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Anehnya, PT Indo Buana Lestari tidak mengakui kesembilan pekerja itu sebagai karyawannya. Padahal menurut para pekerja, sudah jelas fakta materilnya karyawan bekerja pada PT IBL bertahun-tahun, ada juga bukti tertulisnya slip gaji, id card, ditawari pesangon 1 bln upah dan yang menggaji mereka adalah PT IBL.

“Itu hanya cara cara menghindar dari tanggungjawab, tetapi hukum tidak bisa dikangkangi PT IBL, karena hubungan hukum antara IBL dengan pekerja bukan cinta satu malam ibarat pake jasa pelacur lalu lupakan, tetapi hubungan hukum berlangsung lama dan interaktif hingga PHK sepihak ini terjadi,” tegasnya.

Pekerja Korban PHK Sepihak PT Indo Buana Lestari

Sementara Kuasa Hukum PT IBL, Sahat Hasudungan ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan, terkait dengan saudara Suherlan dkk, secara tegas kami menyatakan saudara Suherlan dkk bukan karyawan/pekerja dari PT IBL. Pada pertemuan klarifikasi yang dilakukan kemarin kamipun mempertanyakan kepada Pihak Suherlan dkk beserta Kuasa Hukumnya apa yang menjadi dasar dalam surat pengaduan yang diajukan kepada Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung yang menyatakan hubungan kerja antara Klien Kami dengan Suherlan dkk berdasarkan Perjanjian kerja, namun Pihak Suherlan DKK beserta Kuasa Hukumnya tidak dapat membuktikan hal tersebut, sehingga semakin membuktikan kesembilan nama itu bukanlah karyawan dari PT IBL. *(Red)

Menakar Kemunduran MDTW dengan Munculnya Boarding School di MTs Negeri

0
Oleh : Akhmad Sururi (Ketua DPC FKDT Kab Brebes)
Oleh : Akhmad Sururi (Ketua DPC FKDT Kab Brebes)

Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho merupakan layanan pendidikan keagamaan Islam untuk peserta didik setingkat MTs/SMP. Layanan pendidikan ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan agama Islam sebagai penyempurna bagi peserta didik tingkat MTs atau SMP.

Sekolah berasrama sebagaimana disebutkan pada Kep Dirjen Pendidikan Islam No 6987 th 2019 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Asrama pada Pembelajaran berasrama untuk tingkat MTs dapat menyelenggarakan dengan sistem berasrama. Model sekolah berasrama bertujuan untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran dengan tambahan waktu belajar. Dengan model berasrama maka semua kegiatan peserta didik akan mudah terpantau oleh pihak sekolah. Hal ini seperti halnya dengan pembelajaran di Pesantren.

Lantas apakah sistem school boarding mempengaruhi MDTW? Sejauh pengamatan Penulis, sebenarnya school boarding tidak mempengaruhi layanan pendidikan Wustho. Munculnya istilah school boarding tidak berpengaruh secara langsung terhadap fluktuatif santri MDTW. Hal ini menurut catatan penulis khususnya tentang perkembangan MDW di Brebes.  Kemunculan progam school boarding setelah perkembangan MDW di beberapa tempat secara berlahan mengalami penurunan murid, khususnya di Kab Brebes.

Perlu diketahui, saat tahun 80 sampai kita kira memasuki tahun 2000. MDTW di Kab Brebes, khususnya di desa Kedawon dan Padakaton masih eksis dengan murid yang banyak. Tahun 1990 penulis setiap pulang sekolah dari MTs As Salafiyah Sitanggal, pasti berpapasan dengan murid muridnya wutho Kedawon. Pada saat yang sama MDW   Padakaton sekaligus Madrasah Ulya menurut informasi memiliki murid ribuan dari wilayah Ketanggungan, Kersana, Bulakamba dan Larangan.

Penurunan angka murid wustho menurut pengamatan penulis, pertama munculnya sekolah gratis dengan program BOS ( Bantuan  Operasional Sekolah ) untuk pendidikan dasar SD/MI dan SMP/MTs. Mayoritas murid yang melanjutkan ke MDW pasca MI/SD karena ekonomi orang tua tergolong menengah ke bawah. Dengan masuk pembelajaran sore hari, maka pagi harinya bisa dimanfaatkan untuk mencari nafkah. Untuk masyarakat pedesaan sebagai kuli sawah. Ini dilakukan oleh mayoritas siswa MDW yang hidup di pedesaan.

Kedua, faktor sosial ekonomi masyarakat atau orang tua yang lebih mementingkan ijazah dan pekerjaan. Mereka orang tua berpemahaman dengan sekolah formal maka mendapatkan penghasilan yang lainya melakukan peletakan dengan syarat ijazah. Sementara ijazah MDW tidak memiliki efek terhadap dunia pekerjaan. Pendidikan agama bagi orang tua mereka sudah cukup saat di MI atau SD.

Ketiga, kesejahteraan guru MDW menjadi salah satu faktor yang menjadikan MDW gulung tikar. Faktor ini sebenarnya bukan menjadi hal yang utama. Hal tersebut karena mayoritas guru MDW sebagian memiliki penghasilan dari bertani dan berdagang. Sementara saat itu untuk operasional MDW lebih banyak mengandalkan syahriyah (bulanan siswa) dan sebagian bersumber dari dermawan. Sehingga faktor ini sebenarnya sangat kecil yang menyebabkan MDW gulung tikar.

Sebagai upaya untuk menggugah kembali terhadap kesadaran masyarakat maka perlu peran serta komponen pemerintah dan masyarakat. Peram tersebut sesuai dengan fungsinya masing-masing. Pemerintah memberikan penguatan regulasi untuk MDTW dan masyarakat terlibat aktif untuk mengkampanyekan MDTW.   Dua peran ini bersinergi dalam meningkatkan layanan pendidikan MDTW untuk generasi bangsa. (*)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Nahdliyyin Sigedek Tanjungsari Dukung Pasangan Mba Mita Wurja sebagai Cabup dan Cawabup Brebes

0

BREBES (Aswajanews.id) – Bertempat di kediaman KH Imron Rosyadi dukuh Sigedek desa Tanjungsari Kec Wanasari seluruh Nahdliyyin sepakat mendukung calon bupati dan wakil bupati Mita Wurja. Pilihan masyarakat dukuh Sigedek serentak dengan menyatakan dukungan langsung dihadapkan Mba Mita. Pernyataan dukungan tersebut disampaikan langsung dihadapkan Mba Mitha dan disaksikan oleh warga masyarakat desa Tanjungsari dan sekitarnya.

“Kami bersama dengan Nahdliyyin dukuh Sigedek Tanjungsari siap untuk memenangkan Mba Mita dan Wurja sebagai Bupati dan Wakil Bupati Brebes. Kita semua harus cerdas dengan memilih Bupati dan Wakil Bupati yang jelas-jelas akan membawa perubahan untuk Kab Brebes. Kita jangan terprovokasi dengan gerakan kotak kosong, karena sesungguhnya kotak kosong itu bukan pilihan orang yang cerdas,” kata H. Imron Rosyadi di sela-sela kunjungan Mba Mita di Dukuh Sigedek beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut H Imron menuturkan, kita butuh sosok pemimpin yang bisa ngayomi rakyat bukan ” ngeyomi”. Ngayomi itu melindungi, memperhatikan dan memelihara rakyat agar sejahtera adil dan makmur. Beberapa program, visi dan misi Mba Mita Wurja sangat bagus dan merakyat. Oleh karena itu kita sepakat nahdliyyin Sigedek untuk mendukung pasangan Mitah dan Wurja sebagai Bupati dan Wakil Bupati Brebes.

Pertemuan yang berlangsung di kediaman H. Imron Rosyadi beberapa waktu yang lalu dihadiri oleh beberapa perwakilan desa sekitar Tanjungsari, termasuk Siwungkuk, Sisalam, Dukuhwringin, Jagalempeni dan Tegalgandu. Tampak hadir mendampingi Mba Mita, H. Haryanto anggota DPRD Kab Brebes dari Fraksi PKB. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pemda Brebes Rencanakan Halaqoh Kebangsaan dalam Rangka Hari Santri dengan Tema Penguatan Pendidikan Karakter

0
Oleh : Akhmad Sururi (Ketua DPC FKDT Kab Brebes)

Setiap tanggal 22 Oktober, peringatan Hari Santri dilaksanakan oleh seluruh lapisan bangsa.Peringatan tersebut sudah menjadi milik bangsa yang diperingati secara nasional.  Meskipun pada awalnya yang mengusulkan Hari Santri dari NU, namun setelah menjadi Keputusan Presiden maka peringatan Hari Santri menjadi hari besar nasional.

Pemerintah dan masyarakat merayakan dengan berbagai acara yang menarik dengan melibatkan berbagai ormas keagamaan. Termasuk Pemda Brebes pada peringatan Hari Santri tahun 2024 melibatkan berbagai ormas di Kabupaten Brebes. Ormas NU, Muhammadiyah, MUI, FKPP, FKDT, Badko LPQ, PD DMI dan beberapa Ormas Keagamaan alumni Pesantren (Lirboyo, Ploso, Kaliwungu, Sarang, Magelang, Ciwaringin, Jombang dan lainnya). Sebagai lembaga komisioner BAZNAS Kab Brebes juga ikut terlibat menyukseskan peringatan Hari Santri.

Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan dalan rangka Hari Santri tahun 2024 adalah Halaqoh Kebangsaan yang akan dilaksanakan pada hari Senin, 15 Oktober 2024 dengan mengangkat tema “Peran Santri dan Ormas Keagamaan dalam Penguatan Pendidikan Karakter di Kab Brebes.” Tema tersebut akan dipaparkan oleh dua orang nara sumber tingkat nasional. Keduanya menjadi pelaku sejarah saat digulirkannya Hari Santri dan UU Pesantren.

Hari Santri dan UU Pesantren menjadi kado terindah untuk komunitas Pesantren yang sudah berjasa besar kepada bangsa Indonesia. Ulama dan Kyai Pesantren yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dengan tulus dan ikhlas. Pemerintah hadir memberikan afirmasi dan rekognisi kepada Pesantren dengan regulasi secara mandiri dalam bentuk Undang-undang.

Tema tentang Penguatan Pendidikan Karakter menjadi amanat Pemerintah yang menjadi bagian dari tujuan pendidikan nasional. Santri dalam hal ini alumni Pesantren dan Ormas Keagamaan tentu memiliki kiprah dalam penguatan pendidikan karakter. Mereka yang selama ini bergerak pada level pendidikan non formal, LPQ dan MDT menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari membangun karakter religius anak bangsa. Lebih  lebih Pesantren yang secara langsung dibimbing oleh pengasuhnya dalam 24 jam memiliki peran penting dalam penguatan pendidikan karakter.

Meskipun saat sekarang Pesantren diterpa dengan beberapa berita terkait dengan perundungan, bullying dan kekerasan, akan tetapi hal tersebut hanya oknum. Lebih dari itu pemerintah terus berupaya memberikan perhatian terhadap berbagai kasus perundungan dan kekerasan yang terjadi di lingkungan Pendidikan Pesantren.

Terlepas dari hal tersebut, pada prinsipnya Penguatan Pendidikan Karakter harus melibatkan semua pihak. Pemerintah, Sekolah/Madrasah, Masyarakat dan Keluarga  dibutuhkan peran yang sinergis sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Untuk menggerakkan ketiga komponen tersebut, Pemerintah dengan kekuatan regulasi sangat strategis untuk mewujudkan ikhtiar penguatan pendidikan karakter.

Beberapa insiden tawuran remaja dan kenakalan remaja lainnya dilakukan oleh mereka yang berstatus pelajar pada lembaga pendidikan formal. Hal ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama untuk bergerak melakukan langkah pencegahan. Bahkan sampai Kapolres Brebes memberikan peringatan keras secara khusus tentang tawuran yang terjadi di komunitas pelajar.

Oleh karena itu kehadiran ormas keagamaan dengan berbagai kejadian akan sangat berarti dalam upaya tindakan preventif.Hal ini sangat penting mengingat insiden yang terjadi sering makan korban baik yang meninggal atau luka luka. Sehingga dengan upaya tindakan preventif diharapkan bisa meminimalisir angka kenakalan remaja tingkat pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab Brebes, Ibu Caridah pernah mendiskusikan bersama Penulis terkait dengan penguatan pendidikan karakter. Selaku Kepala Dinas Pendidikan, Beliau menawarkan kerjasama dengan lembaga pendidikan keagamaan non formal (MDTA dan MDTW) dalam rangka penguatan pendidikan karakter. Ide dan gagasan tersebut menjadi menjadi wacana sinergitas antara Pemerintah dan kelompok masyarakat yang bergerak dibidang pendidikan keagamaan.

Melalui Halaqoh Kebangsaan dalam rangka Hari Santri, semoga akan memunculkan rekomendasi untuk bersama melakukan aksi Penguatan Pendidikan Karakter di Kab Brebes. Sinergitas dan kolaborasi semua pihak yang terlibat dalam pendidikan akan menjadi kekuatan untuk mewujudkan generasi Brebes yang berkarakter dan berakhlak mulia. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts