Beranda Nasional Pelayanan Publik Mapag Sri di Desa Bangodua, Wujud Syukur Petani Sambut Panen Raya dan...

Mapag Sri di Desa Bangodua, Wujud Syukur Petani Sambut Panen Raya dan Lestarikan Tradisi Leluhur

35

INDRAMAYU (Aswajanews) – Pemerintah Desa (Pemdes) Bangodua, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar tradisi adat Mapag Sri pada Senin (8/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Desa Bangodua tersebut berlangsung meriah dengan pagelaran wayang kulit yang menjadi daya tarik masyarakat.

Kepala Desa Bangodua, Agus Syafrudin, mengatakan bahwa Mapag Sri merupakan tradisi turun-temurun yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat, khususnya para petani.

“Mapag Sri merupakan tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pemerintah Desa Bangodua terus melestarikan kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya sekaligus ungkapan syukur atas hasil pertanian yang diberikan Allah SWT,” ujar Agus.

Menurutnya, Mapag Sri merupakan tradisi masyarakat Jawa dan Sunda yang identik dengan kehidupan agraris. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut panen raya padi yang diharapkan menghasilkan panen melimpah.

“Secara bahasa, mapag berarti menjemput dan sri berarti padi. Tradisi ini melambangkan kegiatan menjemput hasil panen sekaligus menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan melalui hasil bumi,” jelasnya.

Selain sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah, tradisi Mapag Sri juga dimaknai sebagai doa dan harapan agar tanaman padi terhindar dari serangan hama maupun penyakit yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.

“Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur atas hasil panen yang baik, sekaligus doa tolak bala agar tanaman terhindar dari hama dan penyakit. Yang tidak kalah penting, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antarwarga,” tambahnya.

96ADD87B 74B5 4FAD AA75 C4DFC7CFB6E7

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang diikuti perangkat desa, lembaga desa, serta para petani. Doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar musim tanam dan panen berikutnya memberikan hasil yang lebih baik.

“Kami bersama seluruh unsur desa dan para petani menggelar doa bersama dengan harapan hasil bumi ke depan semakin melimpah dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Agus.

Acara tersebut turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Bangodua, Sekretaris Kecamatan Bangodua Eko Febiyanto, S.IP., Kasi Trantibum Kecamatan Bangodua Caskiyah, S.IP., Babinsa, Bhabinkamtibmas, para kuwu dan pamong desa, di antaranya Kuwu Wamin (Desa Rancasari), Kuwu Ayub (Desa Mulyasari), Kuwu Casminto (Desa Malangsari), Kuwu Panji Kholifatullah (Desa Tegalgirang), serta Kuwu Daryana (Desa Beduyut).

Hadir pula Ketua BPD, unsur MUI, LPM, Karang Taruna, para Ketua RT dan RW, serta tokoh masyarakat Desa Bangodua yang turut menyaksikan dan memeriahkan jalannya tradisi tahunan tersebut.

(Prapto/Herman Tongol)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.