JAKARTA (Aswajanews) – Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, mengingatkan para peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXIII Gelombang I Tahun 2026 agar mempersiapkan diri menghadapi era transformasi yang krusial dalam perjalanan sebagai penegak hukum. Para calon jaksa diminta memanfaatkan masa pendidikan sebagai bekal awal dalam mengemban amanah besar dari negara dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Jaksa Agung saat memberikan ceramah kepada peserta PPPJ Angkatan ke-83 Gelombang I Tahun 2026 di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Jakarta, Senin (8/6/2026).
“Transformasi tersebut menyangkut tanggung jawab, kewenangan, dan perilaku, sehingga wajib diiringi dengan perubahan mental, pola pikir, serta pola kerja,” ujar Jaksa Agung.
Dalam arahannya, Jaksa Agung menegaskan bahwa Diklat PPPJ bukan sekadar proses pendidikan biasa. Seorang jaksa dituntut memiliki profesionalisme dan proporsionalitas dalam menjalankan berbagai tugas yang menjadi kewenangannya.
Menurutnya, jaksa tidak hanya berperan sebagai penuntut umum, tetapi juga harus mampu menjalankan fungsi sebagai penyidik tindak pidana korupsi, pelaksana intelijen penegakan hukum, pengacara negara, hingga pelaksana pemulihan aset negara.
“Kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk membentuk seorang Jaksa yang ideal. Seorang Jaksa wajib membentengi diri dengan integritas, nilai adaptif, jiwa korsa, hati nurani, profesionalisme, serta adab dan etika,” tegasnya.
Jaksa Agung menjelaskan bahwa integritas merupakan keselarasan antara perkataan, tindakan, dan nilai kebenaran yang menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai intervensi maupun tantangan penegakan hukum.
“Keberanian dan integritas institusional inilah yang berhasil menempatkan Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh masyarakat, terutama dalam menangani perkara-perkara besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” ungkapnya.
Selain integritas, nilai adaptif dinilai penting agar setiap jaksa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, budaya, serta karakter masyarakat di daerah penugasan. Para peserta PPPJ 2026 nantinya akan ditempatkan berdasarkan kebutuhan institusi dengan prinsip yang adil, transparan, dan terukur.
Jaksa Agung juga menekankan pentingnya jiwa korsa dan soliditas sebagai semangat persaudaraan, loyalitas, dan kepedulian dalam memperkuat institusi. Namun, ia mengingatkan agar semangat tersebut tidak disalahgunakan untuk membela rekan yang melakukan pelanggaran.
Di sisi lain, penegakan hukum harus tetap mengedepankan hati nurani agar tidak terjebak pada kepastian hukum yang kaku dan mengabaikan nilai kemanusiaan.
“Keadilan dan hati nurani tidak tertulis di dalam buku atau teks undang-undang, melainkan tertanam di dalam sanubari masing-masing Jaksa,” tuturnya.
Lebih lanjut, Jaksa Agung menegaskan bahwa profesionalisme harus diwujudkan melalui kemampuan analisis yuridis yang baik serta pemahaman komprehensif terhadap perkembangan regulasi nasional guna meminimalkan kesalahan dalam penanganan perkara.
Memasuki era digital, tantangan jaksa juga hadir dalam kehidupan sosial, termasuk penggunaan media sosial dan gaya hidup sehari-hari. Karena status sebagai jaksa melekat setiap saat, seluruh jajaran diminta menghindari gaya hidup mewah, komentar provokatif, serta penyebaran informasi yang belum terverifikasi demi menjaga marwah institusi.
“Kecerdasan intelektual yang tinggi akan menjadi percuma jika tidak diiringi dengan adab dan etika yang baik. Kombinasi antara kecerdasan, adab, dan etika inilah yang akan memastikan proses penegakan hukum mampu menghasilkan kepastian, kemanfaatan, sekaligus keadilan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Leobard Eben Ezer Simanjuntak, beserta seluruh jajaran atas kerja keras dalam menyelenggarakan rangkaian pendidikan dan pelatihan hingga selesai.
Menutup arahannya, Jaksa Agung berpesan agar para calon jaksa siap mengabdi tanpa pamrih dan tetap setia menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab di mana pun ditempatkan. (Red)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































