Wisata

Demi Kenyamanan Berinvestasi, Bupati Bandung: Ribuan Destinasi Wisata Akan Dibenahi

Bandung (Aswajanews.id) – Untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan ekonomi pariwisata, Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bandung mengadakan kordinasi kolaborasi dan sinergi, Senin 11 Desember 2023.

Acara tersebut diselenggarakan di eMTe Hotel, Desa Alamendah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, dan dihadiri oleh, para pelaku usaha kepariwisataan yang ada diwilayah Pasirjambu, Ciwidey dan RancaBali (Pacira), Kabupaten Bandung, ADM Perhutani Bandung Selatan, ADM PT Perkebunan Nusantara VIII, Kepala BKSDA, para Kepala Desa dan Camat yang berada di tiga wilayah itu.

Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang hadir pada acara Rapat Koordinasi tersebut mengatakan, untuk kewisataan yang ada di Wilayah Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali (Pacira), demi kenyamanan Investasi perlu ada pembenahan.

“Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten bandung Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung, akan segera dibahas dalam rapat paripurna,” ujarnya.

Menurut Kang DS sapaan akrab Bupati Bandung, terkait dengan perubahan rencana tata ruang wilayah di Kabupaten Bandung, maka, semuanya diperlukan pembenahan.

“Betul, semua destinasi wisata diperlukan pembenahan, dan juga dengan rencana tata ruang wilayah kabupaten Bandung, yang hari Rabu nanti akan diparipurnakan bersama DPRD,” kata kang DS kepada wartawan

Digelarnya paripurna bersama DPRD nanti, kata Kang DS, karena rencana tata ruang wilayah kabupaten Bandung sudah diselesaikan, bahkan mendapat apresiasi dari presiden saat Rakornas dulu.

 “Ya, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung sudah selesai. Tiga (3), rencana detail tata ruang, sudah beres, dan hanya menyisakan delapan (8), dari (31, kecamatan termasuk wilayah Pacira ini,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Kang DS, dalam kegiatan rakor ini, pengelolaan kepariwisataan yang dihadiri para pengusaha destinasi wisata wilayah Pacira tersebut, disampaikan adanya penyesuaian tata ruang.

“Saya menginginkan adanya penyesuaian tata ruang yang sekarang, khususnya yang berkaitan dengan destinasi wisata,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukan, menurut kang DS, karena ada 2000 destinasi wisata di Kabupaten Bandung yang belum beres. Sehingga, perlu diluruskan bersama.

 “Betul, tenyata di kabupaten Bandung ada 2000 titik destinasi wisata yang belum selesai dan perlu diluruskan bersama. Maka, hari ini kita berkumpul dengan 100 desa dan puluhan pengusaha wisata di Pacira,” katanya.

Kang DS mengatakan, dengan langkah tersebut, dirinya merasa optimis pada bulan Januari – Februari 2024 nanti, semua masalah destinasi wisata akan terselesaikan. Sehingga, para pelaku usaha wisata akan merasa nyaman dan aman untuk berinvestasi di Kabupaten Bandung.

 “Insyalloh, Januari – Februari 2024 semuanya selesai. Sehingga ke depan, para pengusaha wisata akan nyaman dan aman untuk berinvestasi,” tegasnya.

Ketika pengusaha sudah merasa aman berinvestasi, tambah Kang DS, akan berbanding lurus pada pendapatan asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung.

 “Kalau masalah destinasi wisata selesai pada awal tahun 2024 nanti, maka akan menambah potensi PAD hingga 300 miliar. Maka, saya optimis ke depan PAD Kabupaten Bandung bisa mencapai 1,5 Triliun,” pungkasnya.

Tantangan Diri Menjadikan Hari Ini Lebih Menarik Hal yang sama dikatakan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bandung, H. Wawan Ridwan, dengan program Bandung Bedas masalah destinasi wisata akan terselesaikan.

“Ya, sesuai dengan apa yang dikatakan pak Bupati. Masalah destinasi itu akan selesai pada Januari – Februari 2024 nanti, sehingga bisa mendorong optimalnya PAD kabupaten Bandung,” katanya.

Agar hal tersebut berjalan lancar, Kata Wawan, pihaknya akan mengembangkan potensi wisata dan juga siapa untuk mempermudah proses perizinan. Sehingga, bisa mendorong optimalnya potensi PAD dari sektor destinasi wisata.

“Betul, kalau proses perizinan destinasi wisata mudah, kesesuaian tata ruang terjamin dan kepastian hukum juga terjamin. Maka, akan mendorong optimalnya potensi PAD,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu owner destinasi wisata di wilayah Pacira H. eMTe mengatakan, pihaknya merasa lega karena Bupati Bandung akan menyesuaikan tata ruang khususnya bagi wilayah destinasi wisata.

 “Ya, saya merasa lega dengan pernyataan pak Bupati Bandung yang jelas tentang rencana penyesuaian tata ruang khususnya bagi alokasi destinasi wisata,” katanya.

Bos MT sapaan akrab owner eMTe Highland mengatakan, dengan adanya keterbukaan dan kepedulian dari Bupati Bandung, dirinya mengapresiasi dan tentu siap untuk mendorong optimalnya PAD dari sektor wisata.

 “Pasti, dengan adanya kepastian hukum dan kejelasan tentang tata ruang dari pak Bupati. Maka, akan berbalik lurus pada optimalnya potensi PAD Kabupaten Bandung dari sektor wisata,” pungkasnya. *(Uus – Cies)

Editor : Elisa Nurasri