SURABAYA (Aswajanews) – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Wahyudi Anas, mengapresiasi langkah Kepolisian Daerah Jawa Timur dalam mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) subsidi. Aparat Penegak Hukum berhasil mengamankan 26.484 liter BBM subsidi yang disalahgunakan.
Kolaborasi lintas instansi disebut menjadi kunci dalam menjaga distribusi energi agar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak.
“Kami berikan apresiasi setinggi-tingginya karena kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum dalam rangka menjaga kestabilan distribusi BBM tepat sasaran dan tepat manfaat,” ujar Wahyudi saat konferensi pers di Markas Polda Jawa Timur, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, modus yang digunakan pelaku cukup beragam, mulai dari modifikasi tangki kendaraan, penggunaan QR Code ganda, hingga pembelian BBM menggunakan jeriken tanpa Surat Rekomendasi.
“Praktik tersebut merugikan masyarakat yang seharusnya menerima manfaat subsidi,” tegasnya.
Wahyudi menambahkan, distribusi BBM di Jawa Timur mengalami lonjakan signifikan sehingga pengawasan perlu terus diperkuat. Disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi juga dinilai menjadi salah satu pemicu penyalahgunaan.
Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM subsidi secara bijak dan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol Roy HM Sihombing menyampaikan, pihaknya bersama jajaran berhasil mengungkap 66 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi sepanjang Januari hingga April 2026, dengan total 79 tersangka.
Barang bukti yang diamankan meliputi 8.904 liter Pertalite, 17.508 liter solar, 410 tabung LPG, tiga unit kendaraan roda dua, serta 47 unit kendaraan roda empat dan roda enam. Tindak pidana tersebut menyebabkan potensi kerugian negara sekitar Rp7,5 miliar.
Di lokasi yang sama, Executive General Manager Regional Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibawa, menyebut selisih harga keekonomian dan subsidi yang tinggi menjadi faktor pendorong penyalahgunaan, sehingga pengawasan bersama sangat diperlukan.
Usai konferensi pers, Wahyudi melakukan pemantauan ke sejumlah SPBU di wilayah Sidoarjo dan Surabaya dengan mengecek data penyaluran, rekaman CCTV, serta transaksi BBM subsidi yang perlu dievaluasi.
Ia juga menyoroti pentingnya reaktivasi QR Code di beberapa wilayah serta mengimbau masyarakat untuk tidak memindahtangankan kode tersebut dan menggunakannya sesuai ketentuan.
“Mari bersama-sama menjaga penyaluran BBM subsidi agar tetap tepat sasaran dan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.
(Sumber: bphmigas.go.id)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































