CIREBON (Aswajanews) – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama dan dunia pesantren. Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, KH Adib Rofiuddin Izza, wafat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB setelah menjalani perawatan intensif akibat sakit.
Kabar wafatnya ulama kharismatik tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Pondok Buntet Pesantren, KH Aris Ni’matullah. Menurutnya, almarhum telah mengalami gangguan kesehatan sejak sebelum bulan Ramadhan dan sempat menjalani perawatan secara intensif.
Meski kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih, KH Adib tetap berkeinginan kembali ke pesantren untuk menjalani ibadah Ramadhan bersama para santri dan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan Pondok Buntet Pesantren.
“Beliau ingin menjalani Ramadhan bersama para santri dan merasakan suasana kegiatan keagamaan di pesantren,” ujar Aris.
Usai Ramadhan, kondisi kesehatan almarhum sempat membaik dan masih dapat menjalankan sejumlah aktivitas dengan pengawasan tenaga medis. Namun menjelang Hari Raya Idul Adha, kesehatannya kembali menurun hingga harus menjalani perawatan lanjutan di RS Mitra Plumbon Cirebon sebelum akhirnya dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta.
Kepergian KH Adib menjadi kehilangan besar bagi keluarga, santri, alumni, dan masyarakat luas. Selama hidupnya, almarhum dikenal sebagai tokoh sentral dalam pendidikan, dakwah, serta pembinaan umat di Cirebon dan tingkat nasional. Ia dikenal memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan pendidikan pesantren serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Jenazah almarhum diberangkatkan dari Jakarta menuju Cirebon dan tiba di kompleks Pondok Buntet Pesantren, Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, sekitar pukul 13.47 WIB. Ribuan pelayat yang terdiri dari keluarga, santri, ulama, tokoh masyarakat hingga pejabat nasional tampak memadati kawasan pesantren untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sebelum dimakamkan, jenazah dishalatkan di Masjid Agung Buntet Pesantren. Sesuai wasiat yang pernah disampaikan semasa hidupnya, KH Adib kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Pondok Buntet Pesantren.
KH Adib Rofiuddin Izza merupakan salah satu Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada masa khidmah 2004–2015 dan 2022–2027. Ia juga pernah menjabat sebagai Mustasyar PBNU periode 2015–2021. Sosoknya dikenal sebagai ulama yang sederhana, dekat dengan masyarakat, serta konsisten mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Lahir di Cirebon pada 28 Agustus 1965, KH Adib merupakan putra pertama dari KH Izzuddin bin KH Ahmad Zahid Abdul Jamil dan Nyai Hj Nihayah binti KH Busyrol Karim. Masa kecil hingga remajanya dihabiskan di lingkungan Buntet Pesantren sebelum melanjutkan pendidikan di IAIN Walisongo Semarang dan menimba ilmu di Pondok Pesantren Mangkang, Semarang.
Wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama, dunia pesantren, serta masyarakat yang selama ini mengenal beliau sebagai ulama pengayom, pendidik, dan tokoh yang mendedikasikan hidupnya untuk umat. (Red)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































