Google search engine
Beranda blog Halaman 47

RPKAD Masuk Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma

0
Penulis : DEDI ASIKIN

Operasi pembungkaman gerakan 30 September dan penguasaan kembali titik-titik strategis di Jakarta oleh RPKAD menjadi babak penentu dalam konsolidasi kekuasaan Angkatan Darat. Setelah lebih dahulu merebut dan mengamankan Radio Republik Indonesia (RRI) serta Kantor Besar Telekomunikasi Jakarta, jalur komunikasi nasional praktis kembali berada di tangan pemerintah.

Langkah ini memiliki arti sangat strategis. Dewan Revolusi dan unsur pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak lagi dapat berkomunikasi dengan cabang-cabang daerah (CDB). Padahal, menurut sejumlah sumber militer saat itu, terdapat rencana untuk menggerakkan massa besar di berbagai daerah guna mendukung gerakan tersebut. Sebaliknya, setelah RRI dikuasai, pemerintah dapat menetralisir isu simpang siur yang menyebut negara telah jatuh ke tangan Dewan Revolusi dan Presiden dilengserkan.

Penegasan posisi itu tercermin dalam pernyataan Panglima Kostrad Suharto yang disiarkan melalui RRI dan dibacakan oleh Kepala Pusat Penerangan ABRI Brigjen TNI Ibnu Subroto. Siaran tersebut menjadi penanda bahwa kendali Angkatan Darat atas situasi ibu kota mulai pulih.

Tahap berikutnya adalah penguasaan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, yang saat itu menjadi lokasi konsentrasi sejumlah unsur gerakan. Perintah bergerak turun berjenjang dari Mayjen Suharto kepada Komandan RPKAD Kolonel Sarwo Edhie Wibowo, lalu kepada Komandan Batalyon I Mayor CZI Santoso.

Sekitar pukul 01.00 dini hari, 2 Oktober 1965, lima kompi RPKAD digerakkan: Kompi Oerip, Kompi (Lettu) Faizal Tanjung, Kompi Heru Sisnodo, Kompi Muhadi, dan Kompi Kayat sebagai cadangan. Dari pihak Kompi Tanjung, perintah lapangan diteruskan kepada Komandan Peleton I Letda Sintong Panjaitan.

Pasukan bergerak dari Markas Kostrad di Jalan Medan Merdeka Timur menuju arah timur Jakarta melalui kawasan Gambir, Patung Tani, dan Senen. Dalam pergerakan itu, pasukan dilaporkan tidak melepaskan tembakan hingga mendekati objek vital di kawasan Halim.

Situasi Udara yang Tegang

Pada waktu hampir bersamaan, Menteri Negara diperbantukan kepada Presiden merangkap Deputi Panglima Komando Operasi Tertinggi, Sri Mulyono Herlambang, sempat berusaha mendarat di Halim dengan pesawat Lockheed dari Medan. Namun pesawatnya mendapat tembakan artileri pertahanan udara Angkatan Darat saat melintas di wilayah Jakarta dan akhirnya mendarat di Bekasi.

Di tengah ketegangan itu, sebuah pesawat Dakota yang kemudian diketahui baru kembali dari Yogyakarta—dikaitkan dengan kepulangan pimpinan PKI D. N. Aidit—membatalkan pendaratan (aborted landing) di Halim dan kembali terbang menjauh.

Kontak Senjata di Depo Perminyakan

Saat pasukan RPKAD mendekati depo perminyakan di kompleks Halim, terjadi insiden tembak-menembak singkat. Dua anggota Pasukan Gerak Tjepat (PGT) yang berjaga dilaporkan hendak mengambil senjata ketika melihat kedatangan pasukan baret merah. Dalam situasi tegang itu, salah satu prajurit di bawah komando Letda Sintong melepaskan tembakan yang mengakibatkan korban jiwa di pihak penjaga.

Setelah penguasaan pangkalan praktis berada di tangan RPKAD, Presiden Sukarno diberangkatkan menuju Istana Bogor menggunakan helikopter kepresidenan Sikorsky S-61V. Turut serta dalam rombongan tersebut antara lain Sri Mulyono Herlambang, Komodor Udara Dewanto, serta Kolonel Sarwo Edhie Wibowo yang kemudian melaporkan perkembangan situasi kepada Mayjen Suharto.

Setelah Halim dikuasai, fokus berikutnya adalah menemukan dan memastikan nasib enam jenderal dan satu perwira pertama Angkatan Darat yang sebelumnya diculik. Operasi ini kemudian mengarah pada penemuan lokasi di kawasan Lubang Buaya dan menjadi bab lanjutan dari rangkaian peristiwa paling menentukan dalam sejarah politik Indonesia modern.

600 Kader Ikuti QORMA PC Fatayat NU Kabupaten Bandung di Masjid Al Fathu

0
Dadang Supriatna, Bupati Bandung, memenuhi permintaan swafoto dari peserta

BANDUNG (Aswajanews.id) – Sekitar 600 kader dari puluhan Pimpinan Anak Cabang (PAC) PC Fatayat NU Kabupaten Bandung mengikuti kegiatan Qiro’ah Al-Qur’an Bulan Ramadhan (QORMA) di Masjid Al Fathu, Soreang, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri kader dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung.

Kegiatan QORMA yang diselenggarakan PC Fatayat NU Kabupaten Bandung diisi dengan pembacaan Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung, Hajah Susanti, memberikan sambutan di hadapan ratusan kader

Bupati Bandung yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan penghormatan kepada jajaran PC Fatayat NU Kabupaten Bandung dan para undangan.

“Saya menghormati Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Hj. Susanti, S.Pd., beserta seluruh jajarannya, Ketua PAC Fatayat NU se-Kabupaten Bandung, serta Ketua KNPI Kabupaten Bandung Rifki Fauzi, S.E.,” ujar Bupati Bandung.

Ia menyampaikan pentingnya peran organisasi Nahdlatul Ulama dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi dan kesehatan.

“Konsep hari ini bagaimana NU bisa hadir di masyarakat dengan kekuatan ekonomi yang kuat dan masalah kesehatan juga akan lebih kuat. Kita harus memulai dari Kabupaten Bandung untuk Jawa Barat dan Indonesia,” katanya.

Bupati Bandung juga menyinggung posisi Fatayat NU sebagai organisasi besar dengan potensi sumber daya manusia yang dimiliki, terutama perempuan.

“Fatayat NU ini organisasi yang besar namun belum napak dengan real. Padahal kalau bicara perempuan, sumber daya manusia itu ada di NU,” ujarnya.

Ia mengatakan, secara organisasi setiap lembaga memiliki visi dan misi masing-masing, namun dalam pelaksanaannya perlu selaras dengan arah pembangunan daerah.

“Secara organisasi visi misi mempunyai tersendiri, tetapi secara operasional harus mengikuti dan menyukseskan visi misi Bupati Bandung tahun 2025–2030,” katanya.

Menurutnya, arah pembangunan Kabupaten Bandung juga harus sejalan dengan pemerintah di tingkat provinsi dan pusat.

“Visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bandung juga harus sinergi dengan visi misi gubernur dan bapak presiden,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung menyampaikan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung yang saat ini mencapai 75,58 poin. Ia juga menyinggung program pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan kuota 50 ribu peserta per tahun.

Selain rangkaian utama, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian bingkisan dan santunan kepada puluhan anak yatim piatu. PC Fatayat NU Kabupaten Bandung juga menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pihak, salah satunya Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung.

(Reporter: Uus)

Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal Dunia di Pos Ronda Karawang Kulon

0

KARAWANG (Aswaja News) – Seorang wanita tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di Pos Ronda Jalan Bunut Kertayasa, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, kami menerima informasi dari warga terkait adanya seorang perempuan yang meninggal dunia di Pos Ronda Jalan Bunut Kertayasa. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pamapta 1 Polres Karawang segera mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian,” ujar Ipda Cep Wildan.

Selanjutnya, tindakan kepolisian dilakukan bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Karawang yang melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta didukung oleh Unit Reskrim Polsek Karawang dalam rangka penyelidikan lebih lanjut.

Korban diketahui berjenis kelamin perempuan dan tidak ditemukan identitas maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Berdasarkan keterangan saksi, Ajat Sudraja (54) dan Ahmad Sumanto (48), korban bukan merupakan warga sekitar dan diduga sempat beristirahat di pos ronda sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Saat ini jenazah korban telah dibawa ke RSUD Karawang guna dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian. Kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas korban,” tambahnya.

Polres Karawang mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait identitas korban agar segera menghubungi kantor kepolisian terdekat.

(Liputan : Ahmad Z)

Pengamen Viral Asal Banjaran Terima Gitar dari Presiden, KPJ Jabar: Bukti Talenta Jalanan Diakui Negara

0

BANDUNG (Aswajanews) – Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Jawa Barat menyalurkan bantuan titipan dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kang Boma, pengamen asal Banjaran, Kabupaten Bandung, Jumat (27/2/25).

Bantuan tersebut berupa satu unit gitar akustik lengkap dengan sound portable Huper dan stand mix. Penyerahan dilakukan dalam acara silaturahmi sekaligus buka puasa bersama di basecamp KPJ Jabar.

Ketua KPJ Jawa Barat, Martha Topeng, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut merupakan titipan dari Kementerian Kebudayaan yang diperuntukkan bagi pengamen berprestasi dan memiliki talenta lebih di bidang musik. Kang Boma dinilai layak menjadi penerima karena kemampuan vokalnya yang unik dan viral di media sosial.

“Bantuan ini memang diberikan kepada yang benar-benar berprestasi dari sisi musik. Titipan ini disampaikan melalui Menteri Kebudayaan bapak Fadlizon dan Wakil Menteri bapak Giring Ganesha, serta Rektor Institut Musik Jalanan bapak Andi Malewa. Kami sangat bersyukur bantuan ini tepat sasaran dan membuat kami bangga,” ujar Martha, yang juga dikenal sebagai vokalis grup Topeng dan peraih AMI Award.

Sementara itu, Kang Boma yang hadir langsung menerima bantuan tersebut mengaku terharu dan berterima kasih kepada Presiden. Ia menyebut bantuan ini akan menjadi penyemangat baru untuk terus berkarya di jalanan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada bapak Presiden Prabowo melalui Menteri dan Wakil Menteri Kebudayaan, serta Rektor IMJ dan jajaran KPJ Jabar. Dengan peralatan ini saya bisa lebih semangat mencari rezeki dan berkarya. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” tutur Boma.

Diketahui, Kang Boma memiliki karakter vokal yang unik dan kerap menuai pujian warganet. Ia bahkan sempat diundang tampil dalam acara televisi Brownis, yang membuat namanya semakin dikenal publik.

“Alhamdulillah sekarang follower saya bertambah banyak. Katanya suara saya bagus, tapi saya sendiri masih tidak percaya. Saya cuma pengamen biasa,” ucapnya merendah.

Ketua KPJ Kabupaten Bandung, Apih Igun, turut mengapresiasi perhatian Presiden terhadap anggotanya. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi KPJ Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah, warga Banjaran mendapat perhatian langsung dari Presiden melalui Kementerian Kebudayaan dan IMJ. Ini bukti bahwa karya dan prestasi tetap menjadi dasar utama. Terima kasih kepada Ketua KPJ Jabar yang telah memperhatikan anggota kami,” pungkasnya. (***)

KORPRI KARAWANG GELAR MUSYAWARAH LUAR BIASA

0

Karawang (Aswaja News) – Mewakili Bupati Karawang selaku Ketua Dewan Penasihat KORPRI, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P. secara resmi membuka Musyawarah Luar Biasa Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Karawang Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Galeri Indung Nyi Pager Asih, Jumat (27/2/2026).

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa musyawarah luar biasa ini dilaksanakan karena adanya urgensi yang mendesak, terutama terkait transparansi tata kelola keuangan organisasi dan kepastian kesejahteraan anggota, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas.

“Saya diutus Pak Bupati selaku Ketua Dewan Penasihat KORPRI untuk menyampaikan pesan agar segera menyelesaikan permasalahan-permasalahan internal KORPRI yang sudah lama berlangsung,” ujar Asep Aang.

Ia juga menekankan pentingnya membedakan secara kontekstual antara “iuran” dan “tabungan” agar tidak terjadi bias informasi di lapangan yang dapat memicu kesalahpahaman di kalangan anggota.

Selain itu, Sekda menyoroti perlunya keputusan yang rasional dan profesional terkait hak-hak anggota, termasuk menyangkut uang kadeudeuh bagi anggota purna tugas maupun yang masih aktif.

“Saya yakin dan percaya para pengurus KORPRI ini bisa bertransformasi. Keputusan yang diambil hari ini harus cepat, tepat, dan bisa dirasakan manfaatnya oleh para anggota,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Karawang, Drs. H. Asip Suhendar, M.Si., melaporkan bahwa agenda utama musyawarah mencakup tiga poin penting, yakni:

  1. Pengesahan Tata Tertib Musyawarah KORPRI 2026
    2. Pengesahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Keuangan Pengurus KORPRI
    3. Penetapan besaran nilai kesejahteraan bagi anggota.

Musyawarah Luar Biasa ini diharapkan menjadi momentum pembenahan organisasi agar KORPRI Karawang semakin transparan, akuntabel, serta fokus pada peningkatan pelayanan dan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.

(Liputan: Ahmad Z)

Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Saluran Air KJIE Karawang

0

KARAWANG (Aswaja News) – Warga Desa Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas di pinggir saluran air kawasan KJIE, Sabtu (28/2/2026) pukul 10.00 wib

​Jasad wanita yang untuk sementara ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan masih berpakaian lengkap oleh petugas kebersihan jalan. Saat dua orang saksi, Ranin dan Sating, sedang melaksanakan kegiatan perawatan dan pembersihan rutin di pinggir jalan raya KJIE, tepatnya di depan area TMIIN.

​Sekitar pukul 09.40 WIB, pandangan Ranim tertuju pada sebuah benda yang menyerupai tubuh manusia di pinggir saluran air. Setelah didekati, ternyata benda tersebut adalah jasad seorang perempuan yang tergeletak dengan posisi perut menghadap ke bawah.

​”Saksi Ranim kemudian memanggil rekannya, Sating, untuk memastikan temuan tersebut. Mereka segera menghubungi pihak keamanan (Satpam) KJIE dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Telukjambe Barat,” kata Kapolres Karawang, AKBP Fiki N Ardiansyah melalui Kasi Humas, Ipda Cep Wildan.

Lebih lanjut Cep Wildan, identitas korban masih menjadi misteri. Petugas yang melakukan pemeriksaan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak menemukan tanda pengenal atau dokumen apa pun milik korban.

​Adapun ciri-ciri sementara adalah seorang perempuan, namun usia dan alamat tinggalnya belum dapat dipastikan.

​Pihak Kepolisian Sektor Telukjambe Barat yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan tindakan medis dan pengamanan.

Pamapta 1 Polres Karawang, Unit Inafis Satreskrim Polres Karawang, dengan unit Reskrim Polsek Telukjambe Barat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi guna mengamankan lokasi penemuan. Mengambil keterangan dari para saksi di lokasi.

​Saat ini, jenazah telah dievakuasi untuk pemeriksaan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Kami mengimbau bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke Polsek terdekat,” pungkasnya.
(Liputan : Ahmad Z)

CDOB, NASIBMU KINI

0
Penulis: H Dedi Asikin

Meski tampak masih ada sisa semangat, saya menangkap kelelahan batin dari Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Tasikmalaya Selatan, Raden Rahmat — atau yang akrab disapa warga Tasik Selatan sebagai Pak Ketua.

Kemarin ia memposting kabar bahwa Forum Komunikasi Calon Daerah Otonomi Baru (PORKODA) Jawa Baratmelayangkan surat kepada Presiden agar segera merealisasikan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) yang sudah lama diajukan. Bahkan, PORKODA mengancam akan menggugat ke PTUN jika tidak ada respons dari pemerintah pusat. Ibarat gayung tak bersambut, pantun pun bablas tak berdaya.

Para aktivis DOB itu — yang dalam bahasa sinis kerap dicap “separatis administratif” — sejatinya adalah pejuang yang sudah bertahun-tahun menunggu kepastian. Presidium Tasikmalaya Selatan sendiri lahir pada 2009. Saya hadir saat deklarasinya di Pantai Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, di bawah guyuran hujan lebat. Aktivis dari sepuluh kecamatan hadir dengan pakaian basah kuyup.

Turut hadir kala itu Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, yang berjanji mendukung pemekaran Tasikmalaya Selatan.

Sebagai orang Tasik Selatan, saya pun berikhtiar mencari dukungan dari berbagai tokoh Jawa Barat, khususnya yang memiliki akar di Tasikmalaya Selatan. Saya menemui Kang Siyaman, Bupati Pandeglang, kelahiran Wangunwati, Cibalong. Bertemu pula dengan Endang Suwarna (Si Olot), Bupati Lebak, asal Parungpenteng. Abdul Wahab, Bupati Subang yang berdarah Ciwarak, Cibalong. Pak Usman Sutaryan, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat dari Cibalong. Bahkan dengan Mang Ihin, Solihin G.P., mantan Gubernur Jawa Barat yang dikenal sangat peduli terhadap pembangunan Jawa Barat bagian selatan.

Saya juga bertemu Gubernur Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan pada Januari 2010. Semua pada prinsipnya mendukung pembentukan kabupaten baru di Jawa Barat.

Pertimbangannya rasional: saat itu Jawa Barat dengan penduduk hampir 50 juta jiwa baru memiliki 27 kabupaten/kota. Bandingkan dengan Jawa Timur yang berpenduduk sekitar 30 juta tetapi memiliki 38 kabupaten/kota.

Gubernur Ahmad Heryawan bahkan berjanji menyusun Perda Pengembangan Jawa Barat Bagian Selatan sebagai acuan politik dan hukum pemekaran.

Sebelum saya pamit dari Mang Ihin, beliau berpesan tiga hal yang hingga kini masih terngiang:

“Dewek mah euy pesen tilu hal wae:
Leuweung ulah rusak,
Cai ulah saat,
Rahayat ulah balangsak…
Der rek berjuang mah.”

Jangan rusak hutan.
Jangan keringkan air.
Jangan sengsarakan rakyat.

Berjuanglah dengan itu sebagai pegangan.


Kini, hampir 17 tahun berlalu. DOB Tasikmalaya Selatan masih seperti fatamorgana — bayangnya terlihat, wujudnya tak kunjung nyata.

Para pejuangnya pun menua. Idid Suradi diserang vertigo. Ir. Ipin giginya tinggal dua. Dio Badri harus menggunakan kursi roda. Saya sendiri dalam 15 tahun pascaoperasi pengangkatan kantung empedu (2010) sudah 17 kali menjalani rawat inap.

Sementara itu, pada 2012 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan moratorium pemekaran daerah. Di meja Menteri Dalam Negeri saat ini, Tito Karnavian, dikabarkan bertumpuk 327 permohonan DOB yang tersandera kebijakan tersebut.

Moratorium — dari kata Latin morari, berarti menunda sementara — dalam praktiknya terasa seperti penundaan tanpa batas.

Pada 2019, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bersama Wakil Ketua Nono Sampono menemui Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam kapasitas ex officio sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah.

LaNyalla menyampaikan bahwa DPD menerima desakan dari 195 CDOB agar moratorium dicabut. Namun Wapres Ma’ruf Amin menolak. Alasannya jelas:

Pertama, dari 185 DOB yang disahkan antara 1999–2005, sekitar 85 persen belum mandiri dan masih bergantung pada transfer pusat.
Kedua, kemampuan fiskal negara terbatas.

Mantan Dirjen Otonomi Daerah era SBY jilid II, Djohermansyah Djohan, pernah menyebut angka sekitar Rp50 miliar per tahun sebagai kebutuhan pembinaan satu DOB. Jika 150 DOB masih menerima “sangu”, maka negara harus menggelontorkan sekitar Rp7,5 triliun per tahun.

Itu bukan angka kecil.


Namun di sisi lain, perjuangan yang dibiarkan menggantung terlalu lama juga menyisakan luka politik dan psikologis. Negara tidak boleh membiarkan harapan kolektif rakyatnya berubah menjadi kekecewaan permanen.

Presiden harus segera mencari jalan keluar — entah evaluasi menyeluruh, skema bertahap, atau model otonomi asimetris. Jangan sampai PORKODA atau bahkan PORKONAS benar-benar melangkah ke PTUN.

Bukan semata soal kalah atau menang di pengadilan, tetapi soal wibawa tata kelola negara.

CDOB Tasikmalaya Selatan hari ini memang masih fatamorgana. Tetapi fatamorgana pun lahir dari dahaga yang nyata.

Pertanyaannya kini:
Apakah negara akan terus membiarkan dahaga itu, atau mulai menata ulang peta otonomi dengan bijak dan berkeadilan?

Pemerintah Pusat Apresiasi Capaian Program UHC Karawang

0

KARAWANG (Aswaja News) – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf mengapresiasi, capaian Pemkab Karawang dalam merealisasikan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen sebagai bentuk komitmen menjamin akses kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Hal itu disampaikan Mensos Saifullah Yusuf saat hadir dalam Sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digelar di Aula Husni Hamid, Kamis (26/2/2026).

Selain Mensos Saifullah Yusuf dalam kesempatan yang sama turut hadir Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

Kedatangan kedua menteri disambut langsung oleh Bupati Karawang H Aep Syaepuloh SE bersama jajaran Forkopimda. Turut hadir anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, unsur TNI-Polri, Kejaksaan Negeri, Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, para kepala OPD, camat, kepala desa, operator SIKS-NG, pendamping desa, pilar-pilar sosial, hingga relawan se-Kabupaten Karawang.


Kegiatan ini menjadi langkah penting pemerintah dalam menyatukan dan memperbarui data sosial ekonomi masyarakat agar penyaluran bantuan dan program afirmasi benar-benar tepat sasaran.

Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang menetapkan DTSEN sebagai satu-satunya rujukan dalam penyaluran bantuan sosial dan berbagai program pemerintah. Sejak 9 Februari 2026, seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah wajib monggunakan data tornadu ini

Dalam arahannya, Mensos Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pembenahan data adalah kunci utama memperbaiki akurasi penyaluran bantuan.

Selama satu tahun terakhir, pemerintah terus melakukan verifikasi dan pemutakhiran data agar semakin akurat, transparan, dan akuntabel. la juga mengungkapkan adanya evaluasi pada program Penerima Bantuan luran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Berdasarkan DTSEN, masih terdapat masyarakat pada desil 1-5 yang belum menerima PBI-JK, sementara sebagian masyarakat pada desil 6-10 justru masih tercatat sebagai penerima.

(Liputan : Ahmad Z)

Bupati Karawang Hadiri Gerakan Pangan Murah Bazar Ramadhan 1447 H

0

KARAWANG (Aswaja News) – Bupati Karawang menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah Bazar Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan di Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, pada Jumat (27/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kodim 0604/Karawang, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, camat Jatisari, serta jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0604/Karawang yang bersama-sama mendukung kelancaran dan kesuksesan acara.

Dalam sambutannya, Bupati Karawang menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan upaya intruksi Presiden RI dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadhan 1447 Η.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Daerah bersama Kodim 0604/Karawang ingin memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang dan selama bulan Ramadhan di Koperasi Merah Putih. Ini adalah bentuk kolaborasi pemda dengan unsur TNI di tengah masyarakat,” ujar Bupati.

Bazar Ramadhan menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan para pelaku UMKM lainnya dengan harga yang terjangkau.

Dandim 0604/Karawang menyampaikan bahwa TNI siap mendukung penuh program pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas wilayah, termasuk melalui pengamanan dan pendampingan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Melalui Gerakan Pangan Murah Bazar Ramadhan 1447 H ini, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah selama bulan suci Ramadhan.

(Liputan : Ahmad Z)

Membungkam G30S/PKI Cuma 20 Menit

0
Oleh DEDI ASIKIN (Wartawan Senior)

Pasca penculikan dan pembunuhan enam jenderal serta satu perwira pertama TNI Angkatan Darat pada dini hari 30 September 1965, Jakarta berada dalam situasi genting. Ketidakpastian menyelimuti pusat kekuasaan. Informasi simpang siur beredar, sementara pasukan yang menamakan diri Gerakan 30 September (G30S) menguasai sejumlah titik strategis.

Pagi 1 Oktober 1965, di Markas Kostrad, digelar rapat darurat yang dihadiri sejumlah perwira tinggi yang tidak menjadi korban, termasuk Menteri/Panglima ABRI Jenderal Abdul Haris Nasution.

Dalam situasi tanpa kepastian kepemimpinan Angkatan Darat—karena Panglima AD Letjen Ahmad Yani telah menjadi korban—muncul pertanyaan krusial: siapa yang mengambil alih kendali?

Sebelumnya, Ahmad Yani pernah menyampaikan pesan internal bahwa apabila Panglima Angkatan Darat berhalangan, maka pejabat sementara dapat dijabat oleh: Deputi I Pangad Mayjen Mursjid, atau Panglima Kostrad Mayjen Suharto.

Dengan dasar itu, forum rapat memutuskan menunjuk Mayjen Suharto sebagai pejabat sementara Kepala Staf Angkatan Darat. Mayjen Mursjid menyerahkan kepemimpinan kepada Suharto demi menghindari dualisme komando di saat krisis—agar tidak terjadi “matahari kembar” dalam tubuh Angkatan Darat.

Keputusan ini menjadi titik awal konsolidasi militer pada hari paling menentukan dalam sejarah republik.


Perintah Strategis: Rebut Kendali Informasi

Siang harinya, sekitar pukul 13.30 WIB, Komandan RPKAD Kolonel Sarwo Edhi Wibowo melapor ke Kostrad. Ia mendapat perintah langsung dari Suharto untuk merebut dua objek vital yang saat itu berada dalam pengaruh G30S: Gedung Pusat RRI Jakarta dan Kantor Besar Telekomunikasi

Kedua titik ini sangat menentukan karena menyangkut kendali informasi nasional. Siaran radio adalah satu-satunya media komunikasi massal yang menjangkau seluruh Nusantara.

Operasi ditetapkan mulai pukul 19.00 WIB, bertepatan dengan jam malam yang diberlakukan Kodam V/Jaya (18.00–06.00) selaku Pelaksana Perang Daerah (Pelperda). Instruksi Suharto tegas: hindari korban sipil.

Sebelum bergerak, Suharto bertanya singkat:

“Berapa lama?”

Jawaban Sarwo Edhi mantap:

“Siap, 20 menit, Jenderal.”


Rantai Komando Bergerak

Perintah mengalir cepat. Mayor C.I. Santoso meneruskan instruksi kepada Kompi IV di bawah Lettu Faisal Tanjung. Selanjutnya, komando lapangan dipercayakan kepada Letda Sintong Panjaitan untuk memimpin peleton.

Karena keterbatasan kendaraan, sebagian pasukan bahkan menumpang truk sipil yang melintas dari arah Bogor menuju Jakarta. Situasi serba darurat tidak mengurangi determinasi mereka.

Berdasarkan laporan intelijen, penjagaan di dua objek vital tersebut sangat longgar. Di Gedung RRI, hanya terdapat sukarelawan Pemuda Rakyat yang mengenakan seragam tentara. Begitu melihat pasukan RPKAD berseragam loreng lengkap, para penjaga itu langsung melarikan diri.

Tanpa baku tembak berarti:

  • Pegawai RRI yang bertugas dikumpulkan dan diamankan dalam satu ruangan
  • Gedung berhasil dikuasai.
  • Waktu pelaksanaan sekitar 20 menit, termasuk pergerakan dari Kostrad melewati kawasan Monas menuju lokasi.

Operasi serupa terjadi di Kantor Besar Telekomunikasi. Penguasaan berlangsung cepat, minim perlawanan, dan tanpa korban sipil.


Siaran yang Membalik Persepsi Nasional

Setelah RRI berhasil diamankan, Kepala Pusat Penerangan ABRI Brigjen Ibnu Subroto datang membawa teks pidato Suharto.

Sebelumnya, melalui RRI telah disiarkan pengumuman Dewan Revolusi yang memberi kesan bahwa kekuasaan telah berpindah dan pemerintahan Presiden Sukarno telah runtuh.

Pidato Suharto yang disiarkan malam itu membalikkan keadaan. Ia menegaskan bahwa Angkatan Darat mengendalikan situasi dan akan mengambil tindakan terhadap gerakan yang menculik para jenderal.

Siaran tersebut menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Persepsi nasional berubah dalam hitungan jam. Kendali informasi kembali ke tangan Angkatan Darat.


Analisis Kegagalan G30S

Dalam proses hukum berikutnya, Brigjen Suparjo—Komandan Garnisun Jakarta yang terlibat dalam Dewan Revolusi sebagai wakil ketua di bawah Letkol Untung Syamsuri—memberikan analisis atas kegagalan gerakan tersebut.

Menurutnya, kelemahan utama terletak pada:

  • Buruknya koordinasi internal,
  • Lemahnya agitasi politik,
  • Tidak optimalnya mobilisasi kekuatan militer pendukung.

Ia menyebut, secara potensi, kekuatan yang diklaim mendukung gerakan itu bisa setara puluhan divisi. Namun dalam praktik, penguasaan objek vital dilakukan secara longgar dan tanpa pertahanan serius. Momentum strategis tidak dimanfaatkan maksimal.


Operasi Senyap, Dampak Dahsyat

Operasi 20 menit itu bukan sekadar perebutan gedung. Ia adalah perebutan narasi, legitimasi, dan arah sejarah.

Tanpa pertempuran besar.
Tanpa korban massal di lokasi objek vital.
Namun dengan dampak politik yang luar biasa.

Dari penguasaan RRI dan Telekomunikasi, kendali komunikasi nasional berpindah. Dari sana pula konsolidasi militer berkembang, yang pada akhirnya membuka jalan bagi perubahan konstelasi politik Indonesia dan lahirnya era baru dalam perjalanan republik.

Sebuah operasi kilat.
Sebuah keputusan strategis.
Sebuah titik balik sejarah.

Bupati Hediat Sunarya Resmi Buka Pesantren Ramadhan 1447 H, 460 Peserta Siap Digembleng Jadi Generasi Berakhlak

0

CIAMIS (Aswajanews) – Suasana khidmat menyelimuti Gedung KH Irfan Hielmy saat Bupati Ciamis, Hediat Sunarya, secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadhan Tingkat Kabupaten Ciamis 1447 Hijriah/2026 Masehi, Jumat (27/02/2026).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug sebagai simbol dimulainya rangkaian pembinaan keagamaan selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan tahunan yang kini memasuki pelaksanaan keempat ini diikuti sebanyak 460 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SLTP dan SLTA, insan jurnalis, hingga para lansia se-Kabupaten Ciamis.

Dalam sambutannya, Bupati Hediat menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta membangun karakter generasi muda yang berakhlakul karimah.

“Ramadhan bukan hanya bulan ibadah secara ritual, tetapi juga bulan pendidikan, bulan pembinaan, dan bulan pembentukan kepribadian. Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan penuh kasih sayang, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia mengajak para pelajar memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperdalam ilmu agama, memperbaiki akhlak, serta membangun kedisiplinan. Menurutnya, generasi masa depan harus cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan luhur dalam budi pekerti.

Tak hanya itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Kemajuan teknologi, katanya, harus diimbangi kemampuan memilah dan memilih konten secara cerdas agar tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti tingginya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang menjadi perhatian bersama. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja yang marak di media sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap generasi muda.

Menariknya, kegiatan Pesantren Ramadhan ini juga melibatkan insan jurnalis dan para lansia. Kepada rekan-rekan media, Bupati berharap kegiatan ini semakin memperkuat peran pers sebagai penyampai informasi yang sejuk, mendidik, dan membangun optimisme masyarakat.

Sementara kepada para lansia, ia menyampaikan apresiasi atas semangat menuntut ilmu agama di usia senja sebagai bekal menuju kehidupan akhirat. Menurutnya, semangat belajar tidak mengenal batas usia dan harus terus dijaga agar memberi manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menggagas serta menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga Pesantren Ramadhan 1447 H berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi kita semua,” pungkasnya.

Ketua Pelaksana H. Wawan S. Arifin menjelaskan bahwa Pesantren Ramadhan merupakan program Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengisi amaliah bulan suci Ramadhan melalui pembinaan keagamaan yang terarah dan berkesinambungan.

Adapun total peserta tahun ini mencapai 460 orang, dengan rincian 100 peserta tingkat SLTA, 50 peserta tingkat SLTP, 275 peserta lansia, serta 40 orang jurnalis. (Nana S)

Ketua DPRD Karawang Bersama Forkopimda Melaksanakan Kegiatan Terawih Keliling

0

KARAWANG (Aswaja News) – Ketua DPRD Kabupaten Karawang bersama Forkopimda melaksanakan kegiatan terawih Keliling dan berbagi Takjil, di Masjid Jami Al – Hidayah yang berlokasi di Kecamatan Cilebar, pada, Rabu (25/02/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara jajaran Forkopimda, ASN, dan masyarakat setempat untuk meraih keberkahan Ramadan.

Acara diawali dengan pembagian 700 takjil dari Inspektorat Karawang. Selain itu, Bupati menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada:

Guru Ngaji, TPQ, MTS, MI, DTA, Amil, dan Marbot. Perwakilan 3 DKM dari wilayah Cilebar, Kutawaluya, dan Rengasdengklok.

Dalam arahannya, Bupati memberikan apresiasi kepada Karang Taruna Pusaka Jaya Utara yang melakukan aksi rescue serta akan menghibahkan mobil kepada Pemda.

“Karang Taruna hari ini telah berubah. Mereka kini menjadi wadah nyata bagi desa dan masyarakat, mulai dari aksi sosial hingga membersihkan masjid,” ujar Bupati.

Bupati menginformasikan bahwa besok Karawang akan menerima kunjungan dari Menteri Sosial dan Menteri Desa terkait sinkronisasi data PBI. Bupati menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena Karawang telah mencapai status UHC.

(Liputan : M.Novicho)

Patroli Pengawasan Ramadhan: Satpol PP Kabupaten Karawang Pastikan Kepatuhan Surat Edaran Bupati

0

KARAWANG (Aswaja News) – Satpol PP Kabupaten Karawang melaksanakan patroli pengawasan dalam rangka sosialisasi dan penegakan Surat Edaran Bupati terkait himbauan selama bulan suci Ramadhan.

Kegiatan dilaksanakan di sepanjang Jalur Jalan Baru dengan pendampingan Kasi Opsdal, melalui pembagian surat edaran kepada sejumlah kafe dan rumah makan.

Petugas juga memberikan himbauan persuasif kepada pemilik usaha kafe untuk menutup operasional sementara serta kepada pengusaha rumah makan agar memasang tabir penutup sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Melalui patroli ini diharapkan tercipta suasana Ramadhan yang tertib, kondusif, dan penuh toleransi di ruang publik.

(Liputan : Ahmad Z)

111 Kepala Madrasah Negeri se-Jabar Resmi Dilantik

0
Dudu Rohman Tegaskan: “Akhir Februari Tak Boleh Ada Kursi Kosong!”

BANDUNG (Aswajanews) – Sebanyak 111 guru resmi diangkat dan diambil sumpahnya menjadi kepala madrasah negeri jenjang MI, MTs, dan MA se-Jawa Barat oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Kanwil Kemenag Jabar Nomor: 0167/Kw.10/Kp.7.6/02/2026 dan digelar di Aula MAN 1 Kota Bandung, Jalan H. Alpi, Kota Bandung, Kamis (26/2/2026).

Acara ini dihadiri Plt. Kabag TU, para Kabid, para Pembimas, serta para Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Proses Panjang, Seleksi Ketat

Dalam sambutannya, Dudu Rohman menegaskan bahwa pengangkatan kepala madrasah dilakukan sesuai kebutuhan organisasi.

“Pada akhir Februari 2026 semua kekosongan, baik kepala madrasah maupun kepala KUA, harus sudah diisi,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi bukan proses instan. Setiap ASN harus melalui penelusuran rekam jejak, potensi masalah, hingga kompetensi yang dimiliki.

Kakanwil menekankan, amanah yang sudah diberikan hendaknya dilaksanakan sesuai dengan tugas dan visi yang ditetapkan. Lakukan peran terbaik bagi kehidupan bangsa khususnya yang berkaitan dengan pendidikan

Pendidikan yang diurus hari ini adalah bagian dari kunci keberhasilan bangsa dan negara di masa yang akan datang. “Saya titipkan anak-anak yang diurus hari ini oleh bapak dan ibu sekalian. Jadikan mereka orang-orang dan hebat khairul umah (Umat Terbaik),” ujarnya.

Tugas pendidik bukan saja mencetak atau memberikan ilmu tapi juga yang paling penting adalah nilai-nilai akhlak. Sebab tantangan hari ini sangat berat, tapi harus dihadapi dengan berbagai cara.

Landasan untuk membangun peradaban di masa mendatang adalah nilai-nilai spritual dan agama. Tanpa adanya landasan tersebut tidak akan mendapatkan berkah.

Adapun guru yang diangkat menjadi Kepala Madrasah di antaranya:

  1. H. Husen, M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 3 Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya
  2. Eka Mulyana, S.Ag., M.Pd.I Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 1 Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya
  3. Drs. Asep Supyedi Heri, M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 2 Kota Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya
  4. Ahmad Farid Hadiyana, S.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 7 Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya
  5. Drs. H. Kasrodin, M.M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 3 Kota Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya
  6. Enjang, S.Ag., M.Pd.I Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 6 Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya
  7. Dadang Budimansyah, S.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 4 Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya
  8. H. Jenal Mustopa, S.Ag., MM Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 6 Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya
  9. Drs. Dadang Asa Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 2 Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya
  10. Drs. H. R. Dadang Iskandar, MM. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 2 Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya

  11. Enok Yeni Farida, S.Ag., M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 11 Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya

  12. Asep Saepul Mikdar, S.Ag., M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 1 Kabupaten Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya
  13. Hj. Nening Kurniasih, M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 4 Kota Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya
  14. H. Dedi Supriadi, S.Pd., M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 1 Kota Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya
  15. Dudung Abdullah, S.Pd.I Guru Ahli Muda kini Kepala MIN 12 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  16. Iim Siti Halimah, S.Ag. Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 1 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  17. Endang Syarif H, M.Pd.I Guru Ahli Muda kini Kepala MIN 8 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  18. Wawan Hermawan, S.Pd.I Guru Ahli Muda kini Kepala MIN 2 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  19. H. Mustopa, S.Ag Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 5 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  20. Ubaidilah Al Anshory, S.Pd., M.M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 11 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis

  21. Carso Heryanto, M.Pd.I Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 4 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis

  22. Ai Rahmah Musyaropah, M.Pd Guru Ahli Muda kini Kepala MIN 13 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  23. Umbaryanto, M.Pd.I Guru Ahli Muda kini Kepala MIN 7 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  24. Tudoni Romeo Jaemanah, M.Pd.I Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 3 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  25. Dra. Y. Sopiah Susilawati, M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 6 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  26. Ook Muharawati, S.Pd Guru Ahli Muda pada MTsN 15 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  27. Moh. Barir, S.Ag. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 12 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  28. Agus Permadi, M.Pd. Guru Ahli Muda kini Kepala MTsN 17 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  29. Dra. Hj. Enok Robiah Adawiah, M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 1 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  30. Drs. H. Dadang Mulyana, M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 2 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis

  31. Nina Indriana, S.Ag. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 3 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis

  32. Sukmawan, S.Pd.I. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 13 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  33. Drs. H. Agus Solahudin, M.Pd.I Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 5 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  34. Hj. Elis Darliah, S.Ag., M.Pd.I. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 5 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  35. Drs. Misbahudin, M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 6 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  36. Idan Nurdiana, S.Pd., M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 4 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  37. H. Dayat, S.Pd., M.Si. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 1 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  38. Juhana Arip, S.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN Kota Banjar Kantor Kementerian Agama Kota Banjar
  39. Hj. Dida Hasanah, S.Ag., M.Pd.I Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 2 Kota Banjar Kantor Kementerian Agama Kota Banjar
  40. Agus Dayusman, S.Pd., M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 1 Kota Banjar Kantor Kementerian Agama Kota Banjar

  41. Enay Sunarsih, M.Pd.I Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 3 Kota Banjar Kantor Kementerian Agama Kota Banjar

  42. Sahabudin, S.Ag., MM. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 4 Bekasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi
  43. Jarkasih, S.H. Guru Ahli Muda kini Kepala MTsN 3 Bekasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi
  44. Titin Sa’diah, S.Ag., M.Pd.I Guru Ahli Muda kini Kepala MAN 3 Bekasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi
  45. Mama Turidi, S.Ag., M.Pd.I Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 4 Bogor Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor
  46. Drs. H. Enur Nurdin, M.M.Pd Guru Ahli Muda kini Kepala MAN 1 Bekasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi
  47. H. Fawaid, S.Pd.I Guru Ahli Muda kini Kepala MTsN 10 Cirebon Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon
  48. Muhaemin, S.Ag. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 5 Cirebon Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon
  49. H. Soif, S.Ag., M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 1 Cirebon Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon
  50. Amaludin, S.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 1 Cirebon Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon

  51. Karyono, S.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 13 Indramayu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu

  52. Adi Mesya, S.Pd., M.P Mat Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 4 Indramayu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu
  53. Mohammad Kholid, M.Pd.I. Guru Ahli Muda kini Kepala MTsN 2 Indramayu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu
  54. H. Ahmad Saehu, S.Ag., M.Si Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 9 Indramayu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu
  55. Gojali, S.Pd.I Guru Ahli Muda kini Kepala MTsN 10 Indramayu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu
  56. H. Camin, S.Pd.I., M.Pd.I Guru Ahli Muda kini Kepala MIN 5 Indramayu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu
  57. Dedi Supriadi, S.Ag., M.Pd. Guru Ahli Muda kini Kepala MTsN 2 Kota Cirebon Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon
  58. Nurlaela Komalasari, S.E., MM Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 5 Cianjur Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur
  59. H. Saepul Mubarok, M.Ag. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 2 Cianjur Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur
  60. Ida Herningsih, S.Ag., M.Si Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 4 Cianjur Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur

  61. Dr. Bulan Fariz Johar Maknun Misbah, M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 3 Garut Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut

  62. Sulisman, M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 4 Garut Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut
  63. Pepen Supendi, S.Ag., M.M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 1 Garut Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut
  64. Ulumudin, S.Ag., M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 5 Garut Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut
  65. Ahmad Muiz Abdalah, S.Ag. Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 2 Garut Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut
  66. Imroni, S.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 2 Kota Bekasi Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi
  67. Tri Wahyuni, S.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 2 Kota Bekasi Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi
  68. Emon Suherman, S.Ag. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 1 Kuningan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan
  69. Maman Nurohman, S.Ag Guru Ahli Muda kini Kepala MIN 7 Kuningan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan
  70. H. Rd. Iman Firmansyah, S.Ag Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 2 Sumedang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang

  71. Mumun Munawar, S.Ag., M.Pd Guru Ahli Muda kini Kepala MTsN 3 Sumedang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang

  72. Dra. Widaningsih Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 1 Sumedang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang
  73. Yayan Ristaman Jaya, S.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 1 Kota Bandung Kantor Kementerian Agama Kota Bandung
  74. H. Dodo Sunandi, M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 2 Majalengka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
  75. H. Jajang Gunawan, S.Ag Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 5 Majalengka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
  76. Drs. H. Sutisna Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 1 Majalengka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
  77. Saepul Ghopur Janto, S.Ag Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 3 Majalengka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
  78. Moh. Nurshofwani, S.Pd Guru Ahli Muda kini Kepala MIN 4 Majalengka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
  79. Memen Slamet, S.Pd.I Guru Ahli Muda kini Kepala MIN 5 Majalengka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
  80. Achmad Bustomi, S.Pd.I Guru Ahli Muda kini Kepala MIN 7 Majalengka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka

  81. Ocid, S.Pd.I Guru Ahli Muda kini Kepala MIN 6 Majalengka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka

  82. E. Harobudin, S.Pd.I. Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 2 Majalengka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
  83. Jejeng Kurnia, S.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 1 Kota Cirebon Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon
  84. Hanif Hidayat, M.Pd Guru Ahli Muda kini Kepala MTsN 1 Pangandaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran
  85. Ira Robiah, S.Ag Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 4 Karawang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang
  86. Ahmad Dimyati, S.Ag., M.Si Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 1 Karawang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang
  87. Dr. Ansori, S.Ag., M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 2 Karawang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang
  88. Yayat Supriatna, S.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 5 Karawang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang
  89. Abdul Hanan, S.Ag. Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 3 Subang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang
  90. Mulhat, M.M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 2 Subang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang

  91. Asep Sudrajat, M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 1 Bandung Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung

  92. Safwan Maulana, S.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 2 Bogor Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor
  93. Drs. Hasan Muthi, M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 2 Pangandaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran
  94. Jijib Mujiburrohman, S.Ag., M.Pd.I. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 1 Subang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang
  95. Nining Sariningsih, S.Ag Guru Ahli Madya kini Kepala MIN 1 Sumedang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang
  96. Uwon, S.Ag., M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 5 Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya
  97. Lukmanul Hakim, S.Ag Guru Ahli Muda kini Kepala MAN 1 Kota Bekasi Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi
  98. Miman Hilmansyah Misbah, S.E., M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 3 Bogor Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor
  99. Ihin, S.Ag., MM. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 9 Ciamis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis
  100. Ibnu Kasir, M.Pd.I. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 2 Cirebon Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon

  101. Uswatun Hasanah, M.Ag. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 4 Cirebon Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon

  102. Topic Offirstson, S.Pd.I., M.Si Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 3 Kuningan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan
  103. Dede Sofyan Hadi, M.Ag Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 3 Majalengka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
  104. Amin Ridwan, S.Ag., M.Pd.I Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 12 Majalengka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
  105. Muhamad Darda, S.Ag., M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 6 Majalengka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
  106. Hasanudin Sopwan, S.Ag. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 1 Purwakarta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta
  107. Eni Nurhasanah, S.Pd., M.P.Kim Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 2 Purwakarta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta
  108. Drs. H. Tendi Setiadi, M.M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 2 Kota Bandung Kantor Kementerian Agama Kota Bandung
  109. Yiyin, S.Ag., M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MTsN 3 Kota Tasikmalaya Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya
  110. Dr. RIZALAH LUQMAN AL FARABI, S.Pd.I., M.Pd. Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 3 Bogor Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor
  111. Drs. Cep Anwar, M.Pd Guru Ahli Madya kini Kepala MAN 1 Kota Bogor Kantor Kementerian Agama Kota Bogor

(Kontributor : Eva N)

Wujudkan Indonesia ASRI, Sekda Karawang Hadiri Rakornas Pengelolaan Sampah

0

KARAWANG (Aswaja News) – Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Asep Suryana, S.STP., M.H menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) di Gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan pada Rabu, 25 Februari 2026.

Rakornas berlangsung selama dua hari (25-26 Februari 2026), Agenda ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia terkait penanganan darurat sampah nasional sekaligus rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Acara dibuka secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., dan turut hadir Meteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian., M.A., Ph.D. serta jajaran pejabat Kementerian Lingkungan Hidup. Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”.

Rakornas ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja pengelolaan sampah pasca arahan Presiden Republik Indonesia mengenai status darurat sampah di tanah air.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya strategi pengelolaan sampah yang terintegrasi antara hulu dan hilir. la juga mendorong kepala daerah untuk memperkuat peran serta masyarakat melalui Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang telah berkomitmen penuh menindaklanjuti hasil Rakornas ini. Hal ini menjadi langkah nyata peran daerah untuk berkontribusi aktif dalam mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah. (Ahmad Z)

Hadiat Sampaikan Rencana Dua Unit Ambulans Saat Reses di Sugihmukti

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PKB Dapil I, Hadiat, S.Pd.I., melanjutkan agenda reses di Gedung GOR Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Rabu (25/2/2026). Reses ini menjadi lanjutan dari kunjungan sebelumnya di Desa Panyocokan dan fokus pada penyerapan aspirasi masyarakat serta pemantauan program layanan publik.

“Hadir langsung di lapangan memungkinkan kami mendengar keluhan warga secara nyata dan memastikan program berjalan sesuai kebutuhan,” kata Hadiat.

Hadiat menyampaikan rencana pengoperasian dua unit ambulans untuk wilayah Ciwidey dan Pasirjambu. “Satu unit ambulans akan mulai beroperasi bulan depan di Ciwidey, sementara satu unit lainnya rencananya akan beroperasi di Pasirjambu dalam satu hingga dua bulan ke depan,” ujarnya.

Program ini dimaksudkan untuk mempercepat respons darurat dan memastikan layanan kesehatan warga lebih cepat. “Kami ingin warga mendapatkan layanan kesehatan secepat mungkin, terutama saat kondisi kritis,” tambah Hadiat.

Reses dihadiri Kepala Desa Sugihmukti H. Ruswan Bukhori, Sekretaris Kecamatan Pasirjambu Hermawan Santoso, dan Bhabinkamtibmas Desa Sugihmukti Bripka Gilar Januar. Ruswan menilai kehadiran unsur pemerintahan menambah efektivitas forum.

“Program ambulans ini penting bagi warga. Layanan kesehatan bisa lebih cepat, terutama saat kondisi darurat,” kata Ruswan. Ia menekankan pentingnya dukungan DPRD dalam percepatan pembangunan infrastruktur desa.

Ruswan juga menyoroti sinergi antara pemerintah desa dan DPRD Kabupaten Bandung. “Perbaikan jalan dan fasilitas publik tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan legislatif membantu mempercepat capaian pembangunan,” ujarnya.

Kegiatan reses juga diikuti oleh Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, S.Ag., M.A.P., Wakil Ketua DPR RI, melalui video conference. “Agenda ini penting untuk memastikan program nyata sampai ke masyarakat. Kehadiran kami untuk mendampingi proses tersebut,” kata Dr. Cucun.

Ia menekankan koordinasi dengan aparat desa dan pendamping program di lapangan agar setiap laporan atau kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Hadiat menambahkan, “Paksi atau pasukan pendamping masyarakat aktif memastikan layanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan warga.” Ia menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Bandung berkomitmen menghadirkan program nyata bagi masyarakat.

Reses di Sugihmukti juga menjadi kesempatan bagi DPRD untuk melakukan koordinasi internal. Tujuannya memastikan seluruh kegiatan legislatif dan program publik berjalan setiap saat, serta manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan aparat desa, sehingga program ambulans dan layanan publik lainnya dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

(Reporter: Uus)

Prokompimkab Karawang Tarling di Cilebar: Tekankan Transformasi Karang Taruna

0

KARAWANG (Aswajanews) – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar agenda Tarawih Keliling titik ketiga di Masjid Jamie Al-Hidayah, Dusun Kosambibatu, Kecamatan Cilebar, Rabu (25/2/26).

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara jajaran Forkopimda, ASN, dan masyarakat setempat untuk meraih keberkahan Ramadan.

Acara diawali dengan pembagian 700 takjil dari Inspektorat Karawang. Selain itu, Bupati menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada: Guru Ngaji, TPQ, MTS, MI, DTA, Amil, dan Marbot. Perwakilan 3 DKM dari wilayah Cilebar, Kutawaluya, dan Rengasdengklok.


Dalam arahannya, Bupati memberikan apresiasi kepada Karang Taruna Pusaka Jaya Utara yang melakukan aksi rescue serta akan menghibahkan mobil kepada Pemda.

“Karang Taruna hari ini telah berubah. Mereka kini menjadi wadah nyata bagi desa dan masyarakat, mulai dari aksi sosial hingga membersihkan masjid,” ujar Bupati.

Bupati menginformasikan bahwa besok Karawang akan menerima kunjungan dari Menteri Sosial dan Menteri Desa terkait sinkronisasi data PBI. Bupati menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena Karawang telah mencapai status UHC.

(Liputan : Ahmad Z)

Ini Pesan Kang H. Cucun, Dalam Reses Anggota DPRD Fraksi PKB

0

BANDUNG (Aswajanews) – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hadiat, S.Pd.i, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang berlokasi di Daerah Pemilihan (Dapil) 1, tepatnya di GOR Desa Sugihmukti Rabu (25/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada hari sore ini bertujuan untuk menjemput aspirasi masyarakat secara langsung guna diperjuangkan dalam kebijakan pemerintah daerah.

​Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Sugihmukti H.Ruswan Bukhori dan puluhan warga, tokoh masyarakat, serta pengurus Partai setempat. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemantauan virtual dari wakil ketua DPP Pusat Partai PKB, H.Cucun Ahmad Samsurijal.

Silaturahmi virtual ini menunjukkan adanya koordinasi yang kuat antara kebijakan di tingkat pusat pengurus partai PKB dengan tingkat daerah (Kabupaten).

​Melalui saluran virtual H. Cucun sebagai wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menyapa langsung puluhan kader PKB terbaik yang ada di Wilayah Desa Sugihmukti. Menurutnya, agenda ini menjadi momentum penguatan solidaritas mesin partai di tingkat akar rumput.

​Dalam arahannya, H.Cucun merinci sebaran kekuatan kader di wilayah tersebut, yang terdiri dari: 28.000 kader di Kabupaten Bandung. Sekitar 7.540 kader di Bandung Barat.

“Kami ​kader PKB bukan Kader Lima Tahunan, kami memiliki karakteristik yang berbeda dengan aktivis politik pada umumnya,” ungkap Cucun.

Dirinya menambahkan bahwa kehadiran PKB di tengah masyarakat tidak hanya terjadi saat menjelang Pemilu saja.

“PKB bukan kader-kader yang munculnya ke tengah rakyat lima tahun sekali. PKB muncul setiap saat, hadir dan kerja nyata,” tegasnya.

Dihadapan para kader yang ada di GOR Desa Sugihmukti dan anggota legislatif dari kabupaten Bandung yaitu Dewan Hadiat, H.Cucun menceritakan bagaimana PKB berupaya responsif terhadap aspirasi warga, bahkan yang berada di luar negeri. Beliau mencontohkan pengalamannya saat menerima laporan dari pekerja migran di Korea dan langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan solusi.

​Ia berpesan kepada seluruh kader di Jawa Barat agar terus menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara kader, pengurus, dan jajaran eksekutif maupun legislatif adalah kunci untuk mencapai tujuan bangsa.

​”Sampaikan kepada masyarakat bahwa percayalah kepada kita. Kita akan terus hadir, bukan hanya legislatifnya, eksekutifnya, tapi seluruh kader terbaik PKB akan berkhidmat,” ujarnya.

Dewan Hadiat dalam kesempatanya menambahkan bahwa (PKB) Kabupaten Bandung terus memperkuat perannya di tengah masyarakat dengan menghadirkan program nyata yang solutif. Dirinya menekankan pentingnya kehadiran partai dalam membantu berbagai persoalan warga, mulai dari urusan kesehatan hingga infrastruktur.

Salah satu program unggulan yang disorot adalah peran Paksi (Pasukan PKB) yang aktif mendampingi masyarakat.

“Partai PKB ini membantu bukan hanya secara finansial, tapi hadir menemani prosesnya. Contohnya bagi ibu-ibu yang hendak melahirkan, Paksi hadir memberikan pendampingan penuh,” ujarnya.

​Selain pendampingan kesehatan, PKB juga aktif dalam memberikan solusi terkait hunian warga. Melalui koordinasi yang intensif, kader PKB berhasil mengupayakan relokasi bagi warga yang tinggal di tempat tidak layak atau rawan, untuk kemudian dipindahkan ke hunian yang lebih aman dan nyaman. Hal ini dilakukan sebagai bentuk sumbangsih nyata partai bagi masyarakat Kab.Bandung.​

Dirinya menjelaskan juga, ​menjelang agenda politik mendatang, PKB telah menyiapkan struktur yang solid hingga ke tingkat akar rumput. Rangkaian konsolidasi telah dijadwalkan secara masif. PKB Bandung menargetkan silaturahmi akbar yang melibatkan total 35.000 kader terbaik dan pejuang partai di wilayah tersebut.

Konsolidasi ini diharapkan semakin memperkuat komitmen kader dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di wilayah Pantura dan Subang secara umum.***

Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling di Kecamatan Pedes

0

KARAWANG (Aswajanews) – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani menghadiri kegiatan Safari Ramadhan Tarawih Keliling di Masjid Darussalam, Desa Karangjaya, Kecamatan Pedes, pada Selasa (24/2/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat Kecamatan Pedes.

“Membangun Karawang tidak bisa hanya oleh pemerintah saja, harus bersama-sama. Seperti shalat berjamaah, kalau imamnya sudah benar, makmumnya harus kompak agar tujuan kita menuju Karawang yang maju dan sejahtera dapat tercapai,” ujar Wakil Bupati.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut diserahkan sejumlah bantuan, di antaranya:

  • Santunan Anak Yatim
  • Fasilitas Ibadah: Penyerahan 1 unit sound system dan 2 lembar karpet untuk Masjid Darussalam

Kegiatan ditutup dengan buka bersama lalu dilanjut dengan tarawih bersama dengan masyarakat setempat.

(Liputan : Ahmad Z)

Kang DS Imbau Seluruh OPD Utamakan Produk IKM/UMKM Lokal dalam Setiap Kegiatan

0

BANDUNG (Aswajanews) – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengeluarkan Surat Edaran tentang Penggunaan dan Pembelian Produk dan atau Jasa IKM/UMKM (Industri Kecil dan Menengah/Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) serta Pasar Rakyat di Kabupaten Bandung.

Surat Edaran Nomor : 500./006/ 0375/ DISPERDAGIN tertanggal 23 Februari 2026 ini ditujukan kepada Kepala Perangkat Daerah, BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Melalui Surat Edaran (SE) ini, Bupati Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna ajak para ASN untuk menggunakan produk IKM/UMKM serta berbelanja di pasar rakyat.

Di tengah kondisi pasar dan IKM mengalami kesulitan memasarkan dan kurangnya pembelian, untuk itu Bupati Bandung hadir dengan mengeluarkan SE yang ditujukan kepada Kepala Perangkat Daerah, BUMD dan RSUD.

Kang DS menegaskan dalam rangka mengoptimalkan penggunaan produk IKM/UMKM serta membantu pelaku usaha perdagangan pasar rakyat di tengah kondisi perekonomian saat ini diperlukan dukungan dari seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) diimbau untuk mengutamakan produk/jasa IKM/UMKM lokal dalam setiap pelaksanaan kegiatan,” katanya.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengatakan, dalam berbagai kegiatan itu untuk mengutamakan
produk IKM/UMKM lokal, gunakan barang/jasa IKM/UMKM lokal selama
memenuhi harga, kualitas dan ketersediaan.

Bupati Bedas mengungkapkan untuk prioritaskan pengadaan bernilai kecil (berikan prioritas IKM/UMKM sesuai perundang undangan) dalam kegiatan konsumsi/rapat, cinderamata/souvenir perlengkapan kegiatan rapat dan pelatihan, perjalanan dinas dan lain-lain.

“Membudayakan berbelanja di pasar rakyat, untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” harapnya.

Kang DS juga menghimbau kepada seluruh Perangkat Daerah agar menggerakkan seluruh pegawai untuk
melaksanakan Surat Edaran ini dengan penuh tanggungjawab.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengatakan dengan adanya sosialisasi kepada seluruh ASN dan OPD juga membantu untuk penggunaan produk IKM dan UMKM, selain membiasakan belanja di pasar rakyat.

“Dengan adanya Surat Edaran ini membuktikan bahwa pemerintah hadir dan Pak Bupati Bandung peduli untuk membantu memasarkan dan mengunakan produk IKM/UMKM Kabupaten Bandung, juga mendorong ASN untuk belanja di pasar rakyat di tengah kondisi pasar dan IKM omsetnya menurun dan sepi,” tuturnya.**

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts