Google search engine
Beranda blog Halaman 43

Haul Pendiri Ponpes Darul Muta’alimin, Habib Muhammad Al Muthohar Ajak Jamaah Perbanyak Syukur

0

PEMALANG (Aswajanews) – Peringatan Haul ke-6 Romo KH Mubarok bin Shomudi dan Haul ke-5 Nyai Hj. Siti Khodijah binti Kyai Sholeh, pendiri Pondok Pesantren Salafi Darul Muta’alimin Keboijo, Petarukan, Kabupaten Pemalang, berlangsung khidmat pada Jumat (13/3/2026).

Ratusan santri, alumni, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai daerah menghadiri acara tahunan tersebut sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk para pendiri pesantren yang telah berjasa dalam mengembangkan pendidikan Islam di wilayah Pemalang.

Kegiatan haul diawali dengan pembacaan Al-Qur’an 30 juz, dilanjutkan dengan maulid, tahlil, serta rangkaian doa bersama. Suasana religius dan penuh kekhusyukan terasa sepanjang acara yang menjadi momentum mengenang jasa para ulama tersebut.

Puncak acara diisi dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Habib Muhammad Al Muthohar dari Semarang. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Menurutnya, rasa syukur merupakan kunci utama agar manusia mendapatkan keberkahan dalam hidup. Nikmat yang diberikan Allah tidak hanya berupa harta, tetapi juga kesehatan, kesempatan beribadah, serta keberadaan para ulama yang membimbing umat.

“Sebagai hamba Allah kita harus pandai bersyukur atas segala nikmat yang diberikan. Dengan bersyukur, Allah akan menambah nikmat-Nya dan menjadikan hidup kita lebih berkah,” ujar Habib Muhammad Mutohar di hadapan para jamaah.

Suasana penuh haru terlihat terutama saat pembacaan doa dan tahlil untuk Almaghfurlah KH Mubarok bin Shomudi dan Almaghfurlah Nyai Hj. Siti Khodijah binti Kyai Sholeh.
Melalui peringatan haul ini, para santri dan jamaah diharapkan dapat meneladani perjuangan para pendiri pesantren dalam berdakwah, mengajarkan ilmu agama, serta membangun generasi yang berakhlakul karimah. (Red/Rahmah)

Ketua Tim PRC Brebes Hadiri Penutupan Pesantren Ramadan di SMK Pusponegoro

0

BREBES (Aswajanews) – Ketua Tim Pesantren Ramadan Center (PRC) Kabupaten Brebes menghadiri apel penutupan kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah di SMK Pusponegoro Brebes, Sabtu (14/3/2026).

Apel penutupan tersebut menjadi sesi pamungkas dari rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis (12/3/2026).

Ketua PRC Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah menerima dan bekerja sama dengan tim PRC dalam memberikan pembelajaran keagamaan kepada para siswa.

Menurutnya, momentum bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperdalam pengetahuan agama Islam bagi para pelajar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala SMK Pusponegoro Brebes yang telah berkenan menerima rombongan PRC untuk bersama berbagi ilmu pengetahuan agama Islam. Momentum Ramadan yang mulia ini dapat dimanfaatkan para siswa untuk belajar ilmu agama. Ini menjadi kebahagiaan bagi kita semua,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sururi juga menyampaikan sejumlah pesan kepada para peserta Pesantren Ramadan. Meski kegiatan hanya berlangsung tiga hari, ia berharap pembelajaran yang diterima memiliki makna besar bagi kehidupan para siswa.

“Ada beberapa pesan yang perlu kami sampaikan kepada seluruh peserta. Meski tiga hari belajar di Pesantren Ramadan terasa singkat, semoga memiliki makna yang dahsyat dalam kehidupan kalian. Selama tiga hari ini kalian telah belajar tentang aqidah, syariat, dan akhlak sebagai bekal penting bagi setiap Muslim,” katanya.

Ia menjelaskan, mempelajari aqidah bertujuan agar manusia tidak tersesat dalam menjalani kehidupan. Sementara mempelajari syariat menjadi pedoman agar perilaku hidup selalu berdasarkan nilai kebenaran, serta mempelajari akhlak agar seseorang dapat diterima dengan baik di tengah masyarakat.

“Hal-hal tersebut telah kalian dapatkan dalam pembelajaran selama tiga hari di Pesantren Ramadan ini,” tambahnya.

Sururi juga berpesan agar para siswa terus melanjutkan pembelajaran agama setelah kegiatan Pesantren Ramadan selesai, baik kepada guru maupun ustaz di lingkungan masing-masing.

“Belajar ilmu agama tidak boleh berhenti. Ilmu agama merupakan kebutuhan hidup manusia. Setiap orang pada hakikatnya membutuhkan ilmu agama Islam,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala SMK Pusponegoro Brebes Zaenalpudin, selaku pembina apel, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Pesantren Ramadan yang telah memberikan pemahaman keagamaan kepada para siswa.

Ia berharap materi yang telah disampaikan oleh para narasumber dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga para siswa dapat istiqamah, khususnya dalam menjalankan ibadah.

Turut hadir dalam apel penutupan tersebut KH Mu’min Syafiq, Wakil Ketua Tim PRC Kabupaten Brebes yang juga Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), yang memimpin doa pada acara tersebut. Hadir pula Sekretaris PRC Silmi Habibah yang akrab disapa Mba Silmi, serta sejumlah alumni lintas pesantren yang turut menyaksikan apel penutupan yang diakhiri dengan pembacaan Ikrar Santri Pesantren Ramadan.

(Red/Nas)

Momen Hangat Buka Bersama dan Rakor Kwarcab Karawang, Kak Aep Apresiasi Dedikasi Pengurus

0

KARAWANG (Aswajanews) – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Kwarcab–Kwaran yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Aula BKPSDM Karawang, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan inti Kwarcab Karawang, di antaranya Sekretaris Daerah Karawang selaku Wakil Ketua Bidang Abdimas, Wakil Ketua Bidang Bina Muda yang juga menjabat Ketua Harian, Wakil Ketua Orgakum, Wakil Ketua Mensprit, Wakil Ketua Sarpras, Sekretaris Kwarcab, hingga Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Kapusdiklatcab) Karawang.

Dalam arahannya, H. Aep Syaepuloh yang juga menjabat sebagai Bupati Karawang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Karawang atas dedikasi dan capaian yang diraih selama masa bakti 2021–2026.

“Rakor hari ini adalah salah satu ikhtiar kita bersama. Saya titip pesan untuk kepengurusan selanjutnya agar terus berinovasi. Mari kita merancang apa yang harus kita lakukan pada 2026 dan seterusnya yang dapat memberikan dampak positif lebih luas bagi masyarakat Karawang,” ujar Kak Aep.

Menurutnya, keberadaan Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membina generasi muda agar memiliki karakter, kedisiplinan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan Rakor tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, yang kemudian ditutup dengan acara buka puasa bersama seluruh jajaran Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Karawang.

(Ahmad Z)

Ekologi Ramadhan SMPN 4 Kotabaru Ditutup, Kepala Sekolah Tekankan Pembentukan Karakter Siswa

0

KARAWANG (Aswaja News) – Kegiatan Ekologi Ramadhan yang digelar keluarga besar SMP Negeri 4 Kotabaru, Karawang resmi ditutup pada Jumat (13/3/2026). Penutupan kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SMPN 4 Kotabaru, Ahmad Fadholi, yang menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para siswa dan guru.

Dalam sambutannya, Ahmad Fadholi menegaskan bahwa kegiatan Ekologi Ramadhan bukan sekedar agenda seremonial keagamaan, tetapi menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter dan akhlak para siswa.

Menurutnya, momentum bulan suci Ramadhan harus dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan spiritual sekaligus mempererat hubungan antar warga sekolah.

“Kegiatan Ekologi Ramadhan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan keagamaan bagi para siswa, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi keluarga besar SMP Negeri 4 Kotabaru,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia serta dewan guru yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Fadholi menilai kegiatan seperti ini penting untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak, serta membangun karakter peserta didik.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh dewan guru yang telah menginisiasi kegiatan Ekologi Ramadhan ini sebagai bagian dari pembinaan karakter dan akhlak siswa,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa program Ekologi Ramadhan masih tergolong jarang dilaksanakan di sekolah-sekolah di Kabupaten Karawang. Karena itu, ia memberikan apresiasi khusus kepada panitia yang telah berinisiatif menghadirkan kegiatan tersebut di lingkungan sekolah.

Kepala sekolah juga menyampaikan pesan kepada para siswa agar pengalaman spiritual selama kegiatan berlangsung tidak berhenti setelah Ramadhan, tetapi dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan akhlak yang lebih baik.

“Terima kasih untuk para guru yang tak lelah membimbing, serta seluruh murid yang telah menjadi bagian dari perjalanan spiritual singkat namun bermakna ini. Semoga hari ini menjadi gerbang awal bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih istiqomah di luar sana,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Ahmad Fadholi secara resmi menutup rangkaian kegiatan tersebut.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan yang diselenggarakan oleh keluarga besar SMP Negeri 4 Kotabaru secara resmi saya tutup,” pungkasnya.

Kegiatan Ekologi Ramadhan ini diharapkan mampu menanamkan nilai religius, memperkuat kebersamaan, serta membentuk generasi muda yang berakhlak mulia di lingkungan pendidikan.

(Liputan : Ahmad Z)

Pesan Penutup Pesantren Ramadan di SMKN 1 Bulakamba: Belajar Ilmu Agama Tak Boleh Berhenti

0
Akhmad Sururi

BREBES (Aswajanews) – Ketua Tim Pesantren Ramadhan Center, Akhmad Sururi, menegaskan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan di SMKN 1 Bulakamba memang telah berakhir, namun proses belajar ilmu agama tidak boleh berhenti.

“Hari ini adalah pembelajaran terakhir dalam kegiatan Pesantren Ramadan di SMKN 1 Bulakamba. Akan tetapi pembelajaran sesungguhnya tidak berakhir, apalagi belajar ilmu agama Islam. Sepanjang hayat manusia membutuhkan ilmu agama,” kata Sururi di hadapan peserta saat penutupan kegiatan pada Jumat (13/3/2026).

Ia mengingatkan para siswa agar terus melanjutkan belajar agama di berbagai tempat, baik di rumah, majelis taklim, maupun lembaga pendidikan lainnya yang menjadi sumber pengetahuan.

Menurutnya, belajar langsung kepada guru memiliki kekuatan ruhani yang tidak dapat tergantikan. Meski saat ini banyak sumber pembelajaran melalui kecerdasan buatan (AI), media sosial, maupun media online, hal tersebut tidak dapat dijadikan pegangan sepenuhnya.

“AI, media sosial dan berbagai aplikasi memang dapat membantu mencari pengetahuan, tetapi tidak bisa dijadikan pegangan seutuhnya. Karena itu kita tetap harus berguru dalam mencari ilmu,” ujarnya.

Di hadapan peserta Pesantren Ramadan SMKN 1 Bulakamba, Sururi yang juga Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes mengajak para siswa untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, manfaat ilmu akan benar-benar dirasakan ketika ilmu tersebut diamalkan dan mampu mendekatkan seseorang kepada Allah SWT.

Pada kesempatan itu, Sururi juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala SMKN 1 Bulakamba yang telah memberikan kesempatan kepada Tim Pesantren Ramadhan Center untuk berbagi ilmu sekaligus belajar bersama para siswa.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bulakamba, Rudiyanto, menyampaikan pesan serupa kepada para peserta agar terus mempelajari ilmu agama dari berbagai sumber dan tidak berhenti setelah kegiatan pesantren Ramadan berakhir.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Pesantren Ramadhan Center yang telah melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan bagi para siswa selama bulan Ramadan.

Kegiatan penutupan yang berlangsung di Aula SMKN 1 Bulakamba turut dihadiri Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Brebes, KH Mu’min Syafiq, yang memimpin doa bersama sejumlah penyuluh agama dari Kecamatan Bulakamba.

Selain itu hadir pula tim Pesantren Ramadhan Center dari kalangan alumni pesantren, di antaranya Muhimatul Fadilah, Akhmad Miftahusalam, dan Nur Kholidin.

Acara penutupan diakhiri dengan pembacaan ikrar santri Pesantren Ramadan yang diikuti seluruh peserta dengan khidmat. Setelah itu para siswa melakukan musafahah atau bersalaman dengan para narasumber dari Tim Pesantren Ramadhan Center serta para guru SMKN 1 Bulakamba. (Red/Nas)

Corong Jabar Pererat Silaturahmi Lewat Bukber, Forum Lintas Tokoh Bahas Masa Depan Jawa Barat

0
Puluhan Tokoh Jawa Barat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama Corong Jabar di Bandung, Jumat (13/3/2026).

BANDUNG (Aswajanews.id) – Perhimpunan Corong Jabar Suara Perjuangan menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama di Rumah Makan Saoeng Pabrik, Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komunikasi lintas tokoh dari berbagai latar belakang di Jawa Barat yang tergabung dalam forum Corong Jabar.

Corong Jabar diketahui menghimpun berbagai kalangan, mulai dari politisi, akademisi, tokoh masyarakat, budayawan hingga pimpinan partai politik di Jawa Barat, bahkan melibatkan sejumlah tokoh nasional.

Ketua Presidium Corong Jabar, Yusup Sumpena, SH, S.PM., yang akrab disapa Kang Iyus, mengatakan forum tersebut dibentuk sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang diskusi bagi berbagai elemen masyarakat di Jawa Barat.

“Corong Jabar ini bukan ormas dan bukan LSM, melainkan perhimpunan yang berisi politisi, akademisi, tokoh masyarakat, budayawan hingga pimpinan partai politik untuk bersama memikirkan kemajuan Jawa Barat,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan latar belakang politik tidak menjadi penghalang bagi para anggota untuk bersama memberikan gagasan dan pemikiran bagi kemajuan daerah serta menjaga stabilitas sosial masyarakat.

“Kita boleh berbeda warna partai, tetapi tujuan kita sama, yakni menjaga Jawa Barat tetap aman, rukun, dan maju serta memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan pemerintah,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini Corong Jabar memiliki sekitar 161 anggota yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, mulai dari Pangandaran, Banjar, Ciamis, Kuningan hingga wilayah Bandung Raya.

Dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut, sekitar 40 anggota hadir secara langsung, sementara sebagian lainnya tidak dapat hadir karena jarak yang jauh maupun kesibukan masing-masing.

“Anggota kita ada 161 orang dan yang hadir sekitar 40 orang. Kami tetap bersyukur karena silaturahmi di antara anggota dapat terus terjaga,” jelas Kang Iyus.

Suasana buka puasa bersama anggota Corong Jabar dalam kegiatan silaturahmi di Bandung, Jumat (13/3/2026).

Sementara itu, Dewan Pengawas Corong Jabar Agung Suryamal Sutisno menilai kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan para anggota di bulan Ramadan.

“Buka puasa bersama ini menjadi sarana mempererat silaturahmi di antara anggota yang berasal dari berbagai latar belakang, namun memiliki kepedulian yang sama terhadap kemajuan Jawa Barat,” ujarnya.

Ia juga menilai sikap kritis tetap diperlukan dalam kehidupan demokrasi, namun harus disampaikan secara selektif, proporsional, dan bijak agar tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Kritik tentu penting dalam demokrasi, tetapi harus tetap selektif dan disampaikan secara bijak agar tidak menimbulkan perpecahan serta tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Presidium Corong Jabar, Drs. H. Cucu Sutara, M.M., mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun pemikiran positif bagi Jawa Barat.

“Acara ini untuk kita, oleh kita, dan kembali untuk kita. Kita bersilaturahmi sambil berdiskusi mengenai langkah-langkah strategis bagi kemajuan Jawa Barat ke depan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kondisi global yang menurutnya turut memengaruhi situasi ekonomi nasional, sehingga diperlukan sikap bijak serta kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“Bangsa kita menghadapi tantangan ekonomi yang tidak mudah, termasuk dampak konflik internasional. Karena itu kita harus menyikapinya dengan bijak dan tetap menjaga persatuan,” katanya.

Menurutnya, melalui forum Corong Jabar para tokoh di Jawa Barat diharapkan dapat memperkuat konsolidasi sekaligus membangun pemikiran positif bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Seperti yang sering disampaikan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, Jawa Barat harus menjadi daerah yang lebih istimewa dengan tetap menjunjung nilai kebersamaan dan kearifan lokal,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Kang Iyus juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada masyarakat Jawa Barat serta berharap momentum Ramadan semakin memperkuat persaudaraan dan kebersamaan.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Semoga kita semua kembali ke fitrah, saling memaafkan, dan terus menjaga persatuan demi kemajuan serta kedamaian Jawa Barat,” pungkasnya.
(Uus/Red)

Kemenag Bandung Barat Salurkan 230 Paket Sembako dalam Program Jumat Berbagi Ramadan

0
Jumat Berbagi Tebar Hari Raya (THR) yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kemenag KBB

KBB (Aswajanews) – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat dengan menyalurkan 230 paket sembako kepada masyarakat sekitar kantor melalui program Ramadan Berkah: Jumat Berbagi Tebar Hari Raya (THR) yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kemenag KBB, Jumat (13/3/2026).

Sebanyak 230 paket sembako serta makanan berbuka puasa dalam bentuk nasi box dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama anak yatim, piatu, fakir miskin, dan kaum dhuafa yang berdomisili di sekitar lingkungan kantor Kemenag Bandung Barat, tepatnya di wilayah dua RW dan empat RT.

Hj. Baiq Raehanun Ratnasari, M.H.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat, Hj. Baiq Raehanun Ratnasari, M.H., mengatakan kegiatan berbagi ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dan keberkahan Ramadan kepada masyarakat sekitar. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan warga menjelang Idulfitri,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Kemenag dalam membangun kedekatan dengan masyarakat serta memperkuat nilai kepedulian sosial di lingkungan ASN Kementerian Agama.

Sementara itu, Kasubbag TU Kemenag KBB, H. Muchamad Ikbal, M.H., selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa program Jumat Berbagi Tebar Hari Raya merupakan wujud kepedulian keluarga besar Kemenag Bandung Barat kepada masyarakat di sekitar kantor.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mempererat hubungan antara Kemenag dan warga sekitar,” katanya.

Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur terlihat saat pembagian bantuan berlangsung. Warga yang menerima bantuan tampak antusias dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan.

Salah seorang warga penerima bantuan, Ibu Siti (55), mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Semoga Kemenag Bandung Barat semakin maju dan terus bisa berbagi dengan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kemenag Kabupaten Bandung Barat tersebut menjadi salah satu wujud nyata semangat berbagi dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

(Red/Nas)

Eks Menag Yaqut Bantah Terima Uang Kuota Haji 2024, KPK: Ada Aliran Dana dari Biro Travel

0

JAKARTA (Aswajanews) – Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membantah menerima uang dari hasil pembagian kuota haji tambahan tahun 2024. Ia menegaskan kebijakan tersebut dibuat semata-mata demi kepentingan dan keselamatan jemaah haji.

“Saya tidak pernah menerima sepeser pun dari kasus yang dituduhkan kepada saya, dan saya lakukan semua kebijakan ini semata-mata untuk keselamatan jemaah,” kata Yaqut saat digiring menuju mobil tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Yaqut diperiksa penyidik KPK sejak pukul 13.00 WIB. Saat keluar dari gedung pemeriksaan sekitar pukul 18.50 WIB, ia terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dengan kedua tangan terborgol sambil membawa sebuah map bercorak batik.

KPK telah menetapkan Yaqut sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji sejak 8 Januari 2026. Ia ditetapkan bersama mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Alex. Keduanya diduga menyalahgunakan kewenangan dalam penerbitan aturan pembagian kuota pada penyelenggaraan haji 2024.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang mengatur tentang perbuatan memperkaya diri sendiri maupun orang lain melalui kebijakan yang merugikan negara.

KPK menyebut telah menemukan indikasi penyimpangan dalam pembagian kuota haji tambahan sebanyak 20 ribu yang seharusnya didistribusikan bagi jemaah haji reguler. Namun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, kuota tambahan tersebut dibagi sama rata, yakni masing-masing 10 ribu untuk jemaah haji reguler dan haji khusus.

Kebijakan itu dituangkan dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 130 Tahun 2024 tertanggal 15 Januari 2024. Dalam keputusan tersebut, Yaqut menggunakan diskresi menteri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Haji dan Umrah, namun dinilai mengabaikan ketentuan pembagian kuota yang tercantum dalam Pasal 64.

Sementara itu, Alex diduga terlibat langsung dalam proses diskresi pembagian kuota tambahan tersebut. Penyidik KPK juga menduga adanya aliran dana dari penyelenggara ibadah haji khusus kepada sejumlah pihak di lingkungan Kementerian Agama.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan aliran dana tersebut tidak diberikan secara langsung oleh biro perjalanan kepada pejabat Kementerian Agama.

“Jadi tidak langsung dari agen travel kepada pejabat di Kementerian Agama,” ujarnya.

KPK mengungkapkan sekitar 100 biro perjalanan haji mendapatkan jatah kuota tersebut dengan jumlah yang bervariasi. Untuk memperoleh satu kursi kuota haji khusus, biro perjalanan diduga harus membayar antara 2.700 hingga 7.000 dolar AS atau sekitar Rp42 juta hingga Rp115 juta.

Dana tersebut diduga mengalir melalui sejumlah perantara, termasuk kerabat dan staf ahli di lingkungan Kementerian Agama. (Red)

Dewan Pers Sampaikan Prihatin Terhadap Beberapa Klausul ART, Berpotensi Dampak Laangsung Ke Industri Pers Nasional

0

INDRAMAYU (Aswajanews)– Dewan Pers menyampaikan keprihatinan terhadap dua klausul dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau Perjanjian Perdagangan Resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani di Washington DC pada 19 Februari 2026. Lembaga tersebut menilai beberapa ketentuan dalam perjanjian itu berpotensi berdampak terhadap keberlangsungan industri pers nasional.

Dalam Surat Pernyataan Dewan Pers Nomor 04/P-DP/III/2026, Dewan Pers menyoroti setidaknya dua pasal yang dinilai dapat memengaruhi kehidupan pers di Indonesia, yakni terkait investasi asing di sektor penerbitan serta pengaturan hubungan antara platform digital asal Amerika Serikat dengan perusahaan media di Indonesia.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyampaikan bahwa ketentuan mengenai investasi asing dalam perjanjian tersebut berpotensi membuka kepemilikan modal asing hingga 100 persen pada sektor media, khususnya penerbitan.
Menurut Dewan Pers, ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 2.28 perjanjian bilateral yang pada intinya meminta pemerintah Indonesia mengizinkan investasi asing tanpa pembatasan kepemilikan bagi investor dari Amerika Serikat di sejumlah sektor, termasuk penerbitan.

“Jika klausul ini diterapkan, maka kepemilikan modal asing pada sektor media berpotensi terbuka hingga 100 persen khusus bagi investor asal Amerika Serikat,” demikian pernyataan Dewan Pers.

Padahal, kebijakan tersebut dinilai tidak sejalan dengan sejumlah regulasi yang berlaku di Indonesia. Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, kepemilikan modal asing pada lembaga penyiaran dibatasi maksimal 20 persen. Sementara itu, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers memang membuka peluang investasi asing melalui pasar modal, tetapi kepemilikannya tidak boleh menjadi mayoritas.

Selain persoalan investasi, Dewan Pers juga menyoroti ketentuan dalam Pasal 3.3 perjanjian tersebut yang mengatur hubungan antara perusahaan platform digital asal Amerika Serikat dengan organisasi berita di Indonesia.

Dalam pasal itu, pemerintah Indonesia diminta “menahan diri” untuk tidak mewajibkan penyedia layanan digital Amerika Serikat memberikan dukungan kepada organisasi berita domestik melalui skema lisensi berbayar, berbagi data pengguna, maupun model pembagian keuntungan.

Ketentuan tersebut dinilai bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas. Dalam peraturan presiden tersebut, platform digital diwajibkan mendukung jurnalisme berkualitas, antara lain melalui kerja sama dengan perusahaan pers.

Bentuk kerja sama yang diatur meliputi lisensi berbayar atas konten berita, bagi hasil pendapatan, hingga berbagi data agregat pengguna berita.

Dewan Pers menilai, apabila ketentuan dalam perjanjian bilateral tersebut tetap berlaku, maka implementasi Perpres Nomor 32 Tahun 2024 berpotensi melemah bahkan tidak dapat berjalan efektif. Kerja sama antara platform digital dan media massa dikhawatirkan hanya bersifat hubungan bisnis antarperusahaan (B2B) tanpa kewajiban yang mengikat.
Atas dasar itu, Dewan Pers menyampaikan dua rekomendasi kepada pemerintah.

Pertama, pemerintah diminta mencabut klausul yang membuka kepemilikan saham asing hingga 100 persen di sektor penerbitan, karena dinilai tidak sejalan dengan Undang-Undang Penyiaran maupun Undang-Undang Pers.

Kedua, pemerintah juga diminta mencabut Pasal 3.3 dalam perjanjian bilateral karena dinilai bertentangan dengan kebijakan nasional terkait tanggung jawab platform digital dalam mendukung jurnalisme berkualitas.

Dewan Pers menegaskan bahwa pers merupakan pilar keempat demokrasi, sehingga negara memiliki kewajiban untuk memperkuat keberlangsungan industri pers nasional.

“Penguatan itu dapat dilakukan melalui kebijakan yang memungkinkan pers tumbuh sehat secara bisnis, menghasilkan jurnalisme berkualitas, serta mendapat perlindungan dari segala bentuk tekanan dan kekerasan dalam menjalankan fungsinya sesuai amanat Undang-Undang Pers,” demikian pernyataan resmi Dewan Pers.

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, di Jakarta pada 11 Maret 2026. (Sn)

30 Tahun Terbengkalai, Eks Kantor Pengadilan di Panundaan Diusulkan Jadi Gudang KDMP

0
Eks Kantor Pengadilan di Desa Panundaan terbengkalai 30 tahun, diusulkan jadi Gerai KDMP

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pemerintah Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, mengusulkan pemanfaatan bangunan bekas kantor pengadilan yang telah lama terbengkalai untuk dijadikan gudang sekaligus gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Usulan tersebut muncul karena Desa Panundaan tidak memiliki lahan carik desa yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas koperasi. Sementara itu, bangunan eks Kantor Pengadilan Negeri yang berada di Kampung Cikembang diketahui sudah tidak digunakan selama puluhan tahun.

Bangunan tersebut diperkirakan telah terbengkalai hampir 30 tahun. Kondisinya kini terlihat rusak dan tidak terawat akibat lama tidak dimanfaatkan oleh pihak terkait.

Kepala Desa Panundaan, An An Romdon K., S.Pd.I, mengatakan keterbatasan lahan desa menjadi kendala utama dalam merealisasikan pembangunan gudang dan gerai Koperasi Desa Merah Putih.

“Kami tidak memiliki tanah carik desa, sehingga mengusulkan agar bangunan bekas Kantor Pengadilan yang sudah hampir 30 tahun tidak dipakai dapat dimanfaatkan sebagai gudang dan gerai KDMP,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Desa Panundaan merupakan desa hasil pemekaran dari Desa Alamendah. Secara geografis, desa tersebut berada di jalur wisata Bandung selatan yang cukup ramai dilalui wisatawan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang bagi pemerintah desa untuk mengembangkan sektor perekonomian masyarakat, khususnya melalui penguatan koperasi desa yang dapat menampung berbagai aktivitas usaha warga.

Namun hingga saat ini, rencana pengembangan fasilitas ekonomi desa masih terkendala oleh tidak tersedianya lahan carik yang dapat digunakan sebagai lokasi pembangunan sarana pendukung kegiatan koperasi.

An An mengungkapkan pihaknya telah mengirimkan surat permohonan kepada Bupati Bandung, Dadang Supriatna, terkait usulan pemanfaatan bangunan eks Kantor Pengadilan Negeri tersebut.

Dalam surat tersebut, pemerintah desa juga melibatkan unsur Muspika setempat. Permohonan tersebut diketahui oleh pihak Polsek dan Danramil Ciwidey sebagai bentuk dukungan terhadap usulan tersebut.

Pemerintah Desa Panundaan berharap usulan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait agar bangunan yang telah lama terbengkalai itu dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat desa.

(Reporter: Uus)

Kemenag Kabupaten Bandung Salurkan 1.500 Paket Bantuan Ramadan Lewat Program Selasar Hangat Lintas Agama

0
Penyaluran 1.500 paket Ramadan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kementerian Agama Kabupaten Bandung menyalurkan 1.500 paket bantuan Ramadankepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bandung melalui program Selasar Hangat Lintas Agama Joyful Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (12/3/2026).

Program tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama pusat dan daerah dengan dukungan pengelolaan dana infaq aparatur sipil negara (ASN) melalui Badan Amil Zakat Nasional.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bandung, H. Ramlan Rustandi, mengatakan kegiatan Selasar Hangat Lintas Agama Joyful Ramadan merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan di Kabupaten Bandung sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.

“Kegiatan hari ini merupakan kolaborasi Kementerian Agama pusat dengan Kabupaten Bandung dalam Selasar Hangat Lintas Agama Joyful Ramadan 1447 Hijriah. Program ini sebenarnya sudah rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Kemenag Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Ramlan menjelaskan, bantuan paket Ramadan tersebut bersumber dari dana infaq ASN di lingkungan Kementerian Agama yang dihimpun setiap bulan melalui BAZNAS, kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Sumber bantuan ini berasal dari infaq ASN yang dihimpun setiap bulan melalui BAZNAS, kemudian kami distribusikan kembali kepada masyarakat yang berhak menerima dan penyalurannya kami gabungkan dengan kegiatan di bulan Ramadan,” katanya.

Warga sekitar kantor Kemenag Kab. Bandung menerima bantuan paket Ramadhan

Ia menambahkan, program Selasar Hangat Lintas Agama secara nasional tidak diikuti oleh seluruh daerah. Di Provinsi Jawa Barat sendiri, hanya beberapa kabupaten yang melaksanakan kegiatan tersebut, termasuk Kabupaten Bandung.

“Tidak semua kabupaten mengikuti kegiatan ini, termasuk di Jawa Barat. Namun Kabupaten Bandung dapat melaksanakannya karena kegiatan tersebut memang sudah rutin dijalankan sebelumnya,” jelasnya.

Pada tahun ini jumlah bantuan yang disalurkan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya sekitar 750 paket, kini meningkat menjadi 1.500 paket dengan isi paket yang juga lebih banyak.

“Tahun lalu sekitar 750 paket, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 1.500 paket dengan isi paket yang juga lebih banyak. Insya Allah amanah ini dapat kami sampaikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” ujar Ramlan.

Sementara itu, Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Bandung, Hj. Nana Rostiana, menjelaskan bahwa para penerima bantuan tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bandung sehingga proses distribusi dilakukan melalui sejumlah jalur.

“Para penerima manfaat tersebar di Kabupaten Bandung sehingga tidak semuanya bisa dijangkau langsung oleh kami. Karena itu sebagian paket dititipkan kepada kepala KUA untuk masyarakat di sekitar KUA serta kepada kepala sekolah untuk guru honorer yang belum mendapatkan sertifikasi,” ujarnya.

Selain itu, sebagian bantuan juga dititipkan kepada karyawan dan karyawati di lingkungan Kemenag untuk disalurkan kepada masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka.

“Kami juga menitipkan kepada karyawan dan karyawati untuk masyarakat yang berada di sekitar tempat tinggal mereka karena mereka juga bagian dari masyarakat Kabupaten Bandung,” katanya.

Kasubag TU Kemenag Kabupaten Bandung, H. Asep Saefulloh, berharap bantuan paket Ramadan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Mudah-mudahan bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Alhamdulillah tahun ini jumlah paket meningkat dari sekitar 750 menjadi 1.500 paket,” ujarnya.

Nana Rostiana menambahkan, seluruh dana infaq tersebut diserahkan kepada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bandung untuk pengelolaan dan distribusi bantuan.

“Semua titipan ini kami serahkan sepenuhnya kepada BAZNAS Kabupaten Bandung, sementara UPZ Kemenag diperbantukan oleh BAZNAS untuk membantu proses pendistribusian kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan tersebut,” jelasnya.

Kepala Kemenag Kab. Bandung, H. Ramlan Rustandi didampingi H. Asep Saepulloh Kasubag TU dan Kasi Zakat Wakaf Hj. Nana Rosiana mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada masyarakat.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Semoga ibadah kita di bulan suci Ramadan ini diterima oleh Allah SWT. Aamiin ya Allah ya Rabbal ‘Alamin,” ucapnya.

(Uus/Nas)

Pemkab Karawang Bahas Rencana Kerja 2026, Bupati Aep Tekankan Tata Kelola Bersih dan Program Prioritas Daerah

0

KARAWANG (Aswaja News) – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2026 dan Program Prioritas Daerah, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung Singaperbangsa itu menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antar perangkat daerah sekaligus memastikan arah pembangunan Karawang berjalan efektif dan akuntabel.

Rapat tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah, unsur pengawasan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pendampingan, supervisi, dan arahan yang selama ini diberikan dalam upaya pencegahan korupsi serta penguatan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Karawang.

“Kami menyampaikan terima kasih atas pendampingan dan supervisi yang telah diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Karawang. Hal ini menjadi bagian penting dalam upaya kami memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” ujar Bupati Aep.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang telah menetapkan 10 Program Pembangunan Strategis Daerah Tahun 2026 yang tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/ΚΕΡ.544-HUK/2025.

Menurutnya, program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Program strategis yang telah kami tetapkan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Karawang,” katanya. (Ahmad Z)

Nyai Nafisatul Khoeriyah: Pesantren Ramadan Wahana Penguatan Pendidikan Karakter Anak

0
Nyai Nafisatul Khoeriyah, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes

BREBES (Aswajanews) – Kegiatan Pesantren Ramadan bagi murid sekolah dasar dinilai menjadi wahana penting dalam memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Hal tersebut disampaikan Nyai Nafisatul Khoeriyah, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes, saat membuka kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H di Masjid Jami At Taqwa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar akibat derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial yang tidak selalu berdampak positif.

“Pesantren Ramadan menjadi pendidikan alternatif yang sangat penting karena secara khusus mengajarkan ilmu agama sekaligus praktik ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak negatif penggunaan telepon genggam bagi anak-anak yang belum cukup usia.

“Sebentar lagi kemungkinan akan muncul peraturan pemerintah tentang larangan penggunaan HP bagi anak di bawah umur. Penggunaan HP yang tidak terkontrol dapat membahayakan perkembangan anak. Kita tidak ingin generasi bangsa ini rusak karena HP. Karena itu, kehadiran Pesantren Ramadan sangat penting untuk membentuk generasi yang hebat dan berakhlak,” tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren As Syamsuriyyah Jagalempeni tersebut juga mengapresiasi kegiatan Pesantren Ramadan yang diselenggarakan oleh DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes.

Ia menilai, pelaksanaan kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di Desa Jagalempeni merupakan kehormatan bagi masyarakat setempat.

“Ke depan kami berharap kegiatan Pesantren Ramadan ini tidak hanya berlangsung tiga hari, tetapi bisa diperpanjang menjadi satu minggu agar pembelajaran keagamaan lebih maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, mengatakan kegiatan Pesantren Ramadan bertujuan memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam bagi para pelajar.

Menurutnya, materi Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah formal memiliki keterbatasan waktu sehingga perlu ditambah dengan kegiatan keagamaan seperti Pesantren Ramadan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat lebih memahami ajaran Islam sekaligus mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Kegiatan Pesantren Ramadan yang digelar di Masjid Jami At Taqwa tersebut diikuti sebanyak 387 siswa SD dan MI se-Jagalempeni. Para peserta berasal dari SDN Jagalempeni 1, SDN Jagalempeni 3, SDN Jagalempeni 4, serta MI As Salafiyah Jagalempeni.

Selain para siswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh para dewan guru dari sekolah-sekolah tersebut serta para guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kebersamaan dan kekeluargaan. (Red/Nas)

Masjid Jami Baiturohim Jagalempeni Selatan Selenggarakan Pesantren Ramadan 1447 H

0

BREBES (Aswajanews) – Pengurus Masjid Jami Baiturohim Jagalempeni Selatan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, kembali menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang menjadi program rutin tahunan tersebut berlangsung selama sepuluh hari, mulai 20 hingga 29 Ramadan 1447 H, dengan peserta para murid tingkat SD dan MI di sekitar Jagalempeni Selatan.

Selaku inisiator kegiatan, Akhmad Sururi menjelaskan bahwa Pesantren Ramadan ini telah diselenggarakan sejak tahun 2016 dan terus berjalan hingga sekarang, meskipun sempat terhenti satu tahun saat pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah program Pesantren Ramadan sampai sekarang masih berjalan. Kegiatan ini merupakan program unggulan Masjid Jami Baiturohim yang melibatkan seluruh pengurus mushalla se-Jagalempeni Selatan. Masyarakat juga ikut terlibat dalam kegiatan yang sudah berjalan hampir sepuluh tahun ini,” ujar Akhmad Sururi.

Sururi yang juga Sekretaris MWC NU Wanasari menuturkan, seluruh peserta Pesantren Ramadan mengikuti kegiatan dengan sistem menginap selama program berlangsung. Peserta putri menginap di Majelis Ta’lim Hj Nur Janah, sedangkan peserta putra menginap di MDT Hidayatul Mubtadiin Jagalempeni Selatan.


Kedua lokasi tersebut tidak jauh dari masjid, sehingga para peserta dapat mengikuti salat berjamaah lima waktu di Masjid Jami Baiturohim.

Menurut Sururi yang merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo angkatan 2000, materi pembelajaran selama Pesantren Ramadan meliputi Aqidah, Fiqih, Akhlak, serta Tadarus Al-Qur’an. Kegiatan belajar dilaksanakan di dua lokasi, yakni di masjid dan di aula Majelis Ta’lim Hj Nur Janah yang berjarak sekitar 70 meter dari masjid.

“Selain materi pembelajaran, peserta juga wajib mengikuti salat berjamaah lima waktu, termasuk salat tarawih serta mujahadah qiyamullail. Untuk mujahadah qiyamullail dimulai pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB di Masjid Jami Baiturohim Jagalempeni Selatan,” jelas Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa sejak awal penyelenggaraan Pesantren Ramadan, seluruh kebutuhan konsumsi peserta seperti buka puasa dan sahur diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.

“Sumber dana kegiatan ini berasal dari infak gotong royong masjid dan mushalla se-Jagalempeni Selatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sururi menilai keberadaan Pesantren Ramadan sangat penting dalam memperkuat pengalaman dan penghayatan ilmu agama bagi anak-anak.

“Di Pesantren Ramadan ini mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan ibadah di bawah bimbingan para tutor yang berlatar belakang pesantren,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya menghindari fenomena lost learning dalam pendidikan agama Islam, sekaligus mengisi waktu anak-anak selama Ramadan dengan kegiatan yang positif.

“Kalau tidak mengikuti Pesantren Ramadan, mereka mungkin akan lebih banyak bermain di rumah atau bahkan terlalu sering bersentuhan dengan handphone. Hal ini tentu kurang baik bagi perkembangan mereka. Karena itu kami berharap melalui Pesantren Ramadan ini akan lahir generasi Jagalempeni Selatan yang berakhlak baik dan memiliki sikap religius yang kuat,” pungkas Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah itu.
(Red/Nas)

Program Indramayu Mengaji Hingga Super APPS Wong Reang Jadi Sorotan

0
Lucky Hakim, Bupati Indramayu

INDRAMAYU (Aswajanews) – Satu tahun sudah Lucky Hakim menakhodai Kabupaten Indramayu sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Mengusung visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong), periode pertama kepemimpinan bupati Lucky Hakim dan wakil bupati Syaefudin ditandai dengan gerak cepat melalui 14 Program Percepatan. Program-program ini dirancang bukan sekadar sebagai slogan, melainkan instrumen konkret untuk menjawab jeritan masyarakat di akar rumput.

Menanam Nilai Religius melalui Indramayu Mengaji dan Berzakat

Di bawah komando Lucky Hakim, aspek spiritualitas menjadi fondasi pembangunan. Melalui program Indramayu Mengaji, Pemkab menggalakkan kegiatan Hafidz Quran, Khataman 30 Juz, hingga pembangunan Rumah Tahfidz.

Tak hanya itu, program Indramayu Berzakat yang diinisiasi hanya sebulan setelah menjabat, kini telah membuahkan hasil nyata. Dana zakat yang terkumpul disalurkan secara transparan untuk bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan beasiswa pendidikan bagi keluarga tidak mampu.

Revolusi Pendidikan dan Kesehatan: Investasi Sumber Daya Manusia

Sektor pendidikan mendapatkan nafas baru melalui Indramayu Belajar. Kehadiran “Sekolah Rakyat” dan program “Sanggar Seni Masuk Sekolah (SSMS)” bertujuan menyeimbangkan kemampuan akademik dengan pelestarian budaya lokal.

Di sisi kesehatan, terobosan besar dilakukan dengan rencana pengaktifan kembali eks bangunan RS Reysa di Cikedung Lor menjadi RSUD. Langkah ini diambil untuk memecah konsentrasi pasien di pusat kota dan mendekatkan layanan kesehatan kepada warga di wilayah Indramayu Barat. Selain itu, optimalisasi layanan BPJS, penurunan angka stunting, dan cek kesehatan gratis menjadi agenda rutin yang menyentuh ribuan warga.

Sektor Agraria: Upaya Mewujudkan Petani Sejahtera

Sebagai lumbung pangan nasional, Lucky Hakim memberikan perhatian khusus pada stabilitas harga gabah. Pemkab membangun 31 demplot pertanian di seluruh kecamatan sebagai pusat edukasi dan percontohan. Menariknya, pendekatan alami juga ditempuh dengan pelepasan predator alami seperti ular dan burung hantu untuk membasmi hama tikus, didukung dengan penguatan Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk melindungi petani dari gagal panen.

“Jalan Mulus dan Aman”: Menjawab Keluhan Infrastruktur

Infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat mulai menunjukkan perubahan signifikan. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun 2025, realisasi perbaikan mencakup:
•Pemeliharaan Rutin: 74 ruas jalan sepanjang 270 kilometer.
•Rekonstruksi Jalan: 32 ruas jalan kabupaten sepanjang 28 kilometer.
•Rehabilitasi Jalan Desa: 349 titik sepanjang 75 kilometer.
Beberapa proyek strategis seperti jalan beton sepanjang 2,6 km di Situraja–Kiarapayung dan perbaikan ruas jalan Pondoh telah rampung, memberikan dampak langsung pada kelancaran ekonomi warga.

Transformasi Digital dan Respons Cepat “Wong Reang Wadul”

Di era keterbukaan informasi, Lucky Hakim meluncurkan Super Apps Wong Reang dan kanal aduan Wong Reang Wadul. Komitmen ini bukan sekadar formalitas; data Diskominfo menunjukkan bahwa dalam 100 hari pertama, dari 929 aduan yang masuk, sebanyak 871 aduan (93 persen) berhasil diselesaikan oleh perangkat daerah terkait.

Transparansi ini dibarengi dengan reformasi birokrasi, termasuk penandatanganan 1.000 izin usaha secara cepat dan pengisian kekosongan jabatan direksi di BUMD (PT. BWI dan Perumda Tirta Darma Ayu) melalui seleksi terbuka untuk memastikan profesionalisme.

Pembangunan Berbasis Kepedulian Sosial dan Lingkungan

Program “REANG EMAN NING SEMA” (Sayangi Ibu) hadir sebagai sentuhan humanis kepemimpinan Lucky Hakim. Program ini melibatkan ASN sebagai pendamping lansia, memastikan tidak ada orang tua yang terabaikan di Indramayu.
Di bidang lingkungan dan pemukiman, Pemkab telah membangun:
1.SPAM (Sumur Bor): Di 16 desa untuk akses air bersih.
2.SPALD (MCK): 184 unit di 9 desa untuk sanitasi layak.
3.Normalisasi Sungai: Pengerukan di 13 muara sungai untuk mencegah banjir dan membantu akses nelayan.

Tantangan Menuju Tahun Kedua

Satu tahun kepemimpinan Lucky Hakim telah meletakkan batu pertama pembangunan yang inklusif di Indramayu. Meski banyak target jalan dan jembatan yang telah terealisasi, tantangan ke depan tetaplah besar, terutama dalam menjaga konsistensi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan infrastruktur di pelosok desa. Dengan semangat “Reang”, pemerintah optimis Indramayu akan terus bersolek menjadi daerah yang lebih maju.. (Sn)

Remaja Perempuan di Garut Tewas Usai Ditusuk Kakak Kandung, Pelaku Diduga ODGJ

0

GARUT (Aswajanews) – Peristiwa tragis terjadi di wilayah Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Seorang remaja perempuan berinisial Jihan Azhari Nurhakim (15) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh kakak kandungnya sendiri.

Pelaku berinisial RR (27) berhasil diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Garut tak lama setelah kejadian.

Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto melalui Kasat Reskrim AKP Joko Prihatin mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 11 Maret 2026 sekitar pukul 14.10 WIB di Kampung Karikil Lebak RT 01/RW 13, Desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Menurut keterangan pihak kepolisian, kejadian bermula ketika korban sedang beristirahat dan berbaring di ruang tengah rumahnya. Secara tiba-tiba, pelaku yang merupakan kakak kandung korban melakukan penusukan menggunakan sebilah pisau dapur dan mengenai dada sebelah kanan korban.

“Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah sambil meminta pertolongan kepada warga,” ujar AKP Joko Prihatin.

Namun nahas, korban kemudian terjatuh sekitar 20 meter dari lokasi kejadian dan tergeletak di samping rumah.

Sejumlah warga yang mengetahui peristiwa tersebut, di antaranya Aday dan Riki, segera memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Klinik dr. Nolis yang berada di Jalan Raya Cidatar, Cisurupan.

Sayangnya, setibanya di klinik, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusukan di bagian dada sebelah kanan.

Sementara itu, pelaku berhasil diamankan oleh petugas kepolisian di rumah tempat kejadian perkara tanpa melakukan perlawanan.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Meski demikian, pihak kepolisian masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku, kami akan melakukan pemeriksaan kejiwaan sebagai bagian dari proses penyelidikan,” jelasnya.

Saat ini kasus tersebut tengah ditangani Sat Reskrim Polres Garut guna dilakukan proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)

1.512 SPPG Dihentikan Sementara, BGN Evaluasi Standar Program MBG

0
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro

JAKARTA (Aswajanews) – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah II.

Penghentian tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari evaluasi terhadap pemenuhan standar operasional serta kelengkapan sarana dan prasarana di sejumlah unit layanan.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penataan layanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar seluruh fasilitas operasional memenuhi standar kesehatan, sanitasi, serta tata kelola yang telah ditetapkan.

“Ada 1.512 SPPG yang kami hentikan sementara operasionalnya. Ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari evaluasi terhadap pemenuhan standar operasional serta persyaratan sarana dan prasarana di sejumlah SPPG,” kata Dony.

Berdasarkan data evaluasi, 1.512 SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya tersebar di beberapa provinsi di wilayah II, yakni DKI Jakarta sebanyak 50 unit, Banten 62 unit, Jawa Barat 350 unit, Jawa Tengah 54 unit, Jawa Timur 788 unit, dan DI Yogyakarta 208 unit.

Menurutnya, penghentian sementara dilakukan karena beberapa SPPG belum memenuhi sejumlah persyaratan dasar operasional. Salah satu temuan utama adalah belum terdaftarnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada banyak unit SPPG.

Dari hasil evaluasi, tercatat sebanyak 1.043 SPPG belum mendaftarkan SLHS. Selain itu, BGN juga menemukan 443 SPPG belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar.

Permasalahan lain yang ditemukan adalah belum tersedianya tempat tinggal (mess) bagi Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan di sejumlah unit layanan.

Kondisi tersebut tercatat pada 175 SPPG, dengan rincian Banten 36 unit, DI Yogyakarta 86 unit, Jawa Barat 24 unit, Jawa Tengah 10 unit, dan Jawa Timur 19 unit.

BGN juga akan melakukan pendampingan serta verifikasi terhadap unit-unit yang terdampak agar dapat segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

“Operasional SPPG yang dihentikan sementara akan dibuka kembali secara bertahap setelah seluruh persyaratan operasional dan standar yang ditetapkan telah dipenuhi,” pungkas Dony.

(Red)

Pemkab Bandung Apresiasi TMMD ke-127 di Cipelah Rancabali

0

BANDUNG (Aswajanews) – Pemerintah Kabupaten Bandung mengapresiasi pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di wilayah Kodim 0624/Kabupaten Bandung Tahun 2026 yang digelar di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali. Program tersebut resmi ditutup pada Rabu (11/3/2026).

Penutupan kegiatan dihadiri Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb bersama jajaran TNI, perangkat daerah, serta unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Ali Syakieb menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program TMMD. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.

“Pemerintah Kabupaten Bandung mengucapkan terima kasih kepada TNI dan seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam membangun desa melalui program TMMD ini. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena pembangunan desa merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa,” ujar Ali.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, di mana desa yang maju dan mandiri menjadi pilar penting bagi kemajuan negara.

“Kita semua memiliki keyakinan bahwa jika ingin menjadi negara yang maju dan kuat, maka pembangunan harus dimulai dari desa. Apa yang dilakukan melalui TMMD ini merupakan langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program TMMD dan karya bakti TNI melalui alokasi anggaran sekitar Rp9 miliar dari APBD. Dukungan tersebut dilaksanakan pada satu lokasi TMMD reguler serta delapan lokasi karya bakti lainnya.

Selain itu, berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bandung juga memberikan dukungan melalui kegiatan fisik maupun nonfisik dengan total anggaran sekitar Rp1,1 miliar.

Adapun sasaran pembangunan dalam kegiatan TMMD kali ini meliputi pembangunan jalan beton, rabat beton, tembok penahan tanah, serta drainase yang tersebar di delapan desa lokasi kegiatan.

Secara khusus di Kecamatan Rancabali, pembangunan difokuskan pada pembangunan jalan beton sepanjang 1.500 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 15 sentimeter. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas wilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Ali menilai program TMMD tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga semangat kolaborasi dalam membangun Kabupaten Bandung yang BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera) menuju daerah yang lebih maju dan berkelanjutan.

“Kami berharap hasil pembangunan melalui program TMMD ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, meningkatkan akses wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung,” tutupnya.

(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo)

Apel Gelar Pasukan Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026, Pemkab Bandung Siapkan 1.700 Personel

0
Peserta apel berdiri di bawah terik matahari saat pengamanan mudik di Kabupaten Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – Terik matahari siang terasa menyengat saat Apel Gelar Pasukan Pengamanan Arus Lalu Lintas Lebaran 2026 digelar di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Rabu (11/3/2026) pukul 14.00 WIB. Meski berlangsung di tengah cuaca panas dan dalam suasana bulan Ramadan, para peserta apel tetap berdiri tegap dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dalam kesempatan itu, Ali Syakieb menegaskan bahwa pengamanan arus mudik tahun ini melibatkan sekitar 1.700 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk kepolisian, Dinas Perhubungan, serta unsur terkait lainnya.

“Personel dari Dinas Perhubungan sendiri ada sekitar 259 orang. Namun sebelumnya kita sudah menggelar rapat koordinasi bersama Polri dan dinas terkait lainnya, sehingga total personel gabungan yang disiapkan mencapai sekitar 1.700 orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengamanan akan diperkuat dengan pembentukan sejumlah posko terpadu, termasuk 10 pos dari Dinas Perhubungan. Seluruh personel tersebut akan bertugas selama kurang lebih 14 hari untuk mengawal kelancaran arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Ali Syakieb memimpin apel pengamanan mudik di Kantor Dishub Kabupaten Bandung

Menurutnya, kesiapan ini menjadi penting karena Kabupaten Bandung merupakan jalur strategis yang setiap tahun mengalami lonjakan volume kendaraan saat musim mudik.

“Cileunyi, Rancaekek, dan Nagreg sudah menjadi titik yang selalu padat. Siapa pun yang menuju berbagai daerah biasanya melintas di jalur tersebut, sehingga potensi kepadatan kendaraan cukup tinggi,” katanya.

Berdasarkan data sementara, pergerakan kendaraan selama Ramadan tahun ini juga menunjukkan tren peningkatan. Tercatat sekitar 1.411.000 kendaraan melintas dengan kenaikan sekitar 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Karena itu, Ali Syakieb menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarinstansi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama masa mudik.

“Kita semua harus saling berkomunikasi dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik. Persiapan harus benar-benar matang agar pada saat pengamanan tidak terjadi kekurangan personel di lapangan,” tegasnya.

Dengan kesiapan personel, posko terpadu, serta koordinasi lintas instansi, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.

(Reporter: Uus)

Gus Syaffa Menyapa Murid SMAN 1 Bulakamba pada Penutupan Pesantren Ramadhan 1447 H

0

BREBES (Aswajanews) – Penutupan kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H/2026 M di SMAN 1 Bulakamba, Kabupaten Brebes, berlangsung istimewa. Kegiatan yang telah dilaksanakan selama tujuh hari tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, KH Musyaffa, Lc., yang akrab disapa Gus Syaffa.

Gus Syaffa hadir secara langsung untuk memberikan sambutan sekaligus menutup kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pesantren Ramadhan Center (PRC) Kabupaten Brebes.

Di hadapan para peserta, Gus Syaffa menyapa dengan penuh keakraban.
“Saya sangat senang bisa bertemu dengan siswa-siswi SMAN 1 Bulakamba. Kalian adalah generasi yang cerdas dan hebat, karena sekolah ini memiliki banyak keunggulan, termasuk dari sisi sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Gus Syaffa saat menyampaikan sambutan di Aula KH Soleh Darat, Selasa (10/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Syaffa juga memberikan apresiasi kepada peserta Pesantren Ramadhan yang mampu menjawab berbagai pertanyaan yang ia ajukan, terutama seputar fiqih. Para siswa yang berani menjawab pertanyaan pun mendapatkan hadiah langsung darinya.

Selain materi fiqih, pertanyaan juga berkaitan dengan bahaya narkoba dan zakat, sejalan dengan materi yang diberikan selama kegiatan Pesantren Ramadhan.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah Tegalgandu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes itu juga menyampaikan penjelasan singkat mengenai fiqih perempuan serta beberapa ketentuan terkait ibadah puasa. Sebagai alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri, Gus Syaffa juga menjelaskan makna spiritualitas puasa secara mendalam.

Sebelum penutupan kegiatan secara resmi, Kepala SMAN 1 Bulakamba, Indon Roidah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada tim Pesantren Ramadhan Center yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada tim PRC yang telah memberikan pembelajaran keagamaan yang sangat bermanfaat bagi para siswa selama bulan Ramadhan,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan penutupan tersebut Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal, Kunarto, yang sebelumnya memberikan materi mengenai bahaya narkoba. BNN Kota Tegal sendiri membawahi tiga wilayah, yakni Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Tegal.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang zakat dan infak yang disampaikan oleh H. Nur Sidik selaku pimpinan Baznas Kabupaten Brebes.

Selama tujuh hari pelaksanaan, kegiatan Pesantren Ramadhan di SMAN 1 Bulakamba diisi dengan berbagai materi keagamaan, di antaranya fiqih ibadah, fiqih wanita, tauhid, akhlak, serta tadarus Al-Qur’an. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tambahan seperti ekoteologi, moderasi beragama, sosialisasi bahaya narkoba, serta gerakan pelajar gemar berinfak.

(Red/Nas)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts