Google search engine
Beranda blog Halaman 41

BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan 745 Paket Makanan untuk Pemudik Solo–Yogyakarta

0
BAZNAS Kabupaten Bandung menyalurkan paket makanan kepada 745 pemudik tujuan Solo–Yogyakarta dalam program mudik gratis 2026

BANDUNG (Aswajanews.id)Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menyalurkan sebanyak 745 paket makanan kepada peserta program mudik gratis dengan tujuan Solo dan Yogyakarta.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada seluruh peserta yang terdaftar sebagai penerima manfaat dalam program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

Keterangan itu disampaikan saat ditemui di kantornya, Kamis (19/3/2025). Ia menjelaskan, distribusi paket makanan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan program mudik gratis sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan konsumsi awal para pemudik.

Petugas BAZNAS Kabupaten Bandung melambaikan tangan kepada pemudik saat pemberangkatan bus tujuan Solo–Yogyakarta

Sebanyak 14 unit bus digunakan untuk mengangkut peserta mudik, terdiri atas sembilan bus berkapasitas 50 kursi dan lima bus berkapasitas 59 kursi, sesuai data penyelenggara.

Paket makanan dibagikan sebelum keberangkatan, guna membantu memenuhi kebutuhan pemudik selama perjalanan menuju kampung halaman di wilayah Jawa Tengah, khususnya Solo dan Yogyakarta.

Jumlah penerima manfaat sebanyak 745 orang tersebut merujuk pada total peserta yang diberangkatkan dalam program mudik gratis. Seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi oleh panitia, sehingga penyaluran dapat dilakukan secara merata dan tepat sasaran.

Keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi distribusi dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama pada momentum arus mudik Lebaran.

Dalam kesempatan itu, KH. Yusuf Ali Tantowi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terkait pelaksanaan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal, sebagai bagian dari kewajiban umat Islam.

Menurutnya, setiap ibadah dalam Islam memiliki ketentuan masing-masing. Oleh karena itu, pemahaman yang baik sangat penting agar pelaksanaannya berjalan tepat dan memberikan manfaat yang optimal.

Ia juga menambahkan bahwa penyaluran zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS menjadi salah satu cara untuk memastikan distribusi lebih terdata dan tepat sasaran.

“Zakat tidak dimaksudkan untuk membebani masyarakat, melainkan dilaksanakan sesuai kemampuan masing-masing individu yang telah memenuhi ketentuan,” ujarnya.

(Reporter: Uus/Red)

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

0

JAKARTA (Aswajanews) – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan tersebut diambil dalam Sidang Isbat yang digelar pada Kamis malam, 19 Maret 2026, bersama para ulama, pakar astronomi, serta perwakilan organisasi Islam.

Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pemantauan langsung) yang dilakukan di 117 titik di seluruh Indonesia. Dari hasil pemantauan tersebut, tidak ada satu pun laporan yang menyatakan hilal terlihat.

Sidang Isbat dihadiri berbagai unsur penting, di antaranya perwakilan Komisi VIII DPR RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta lembaga terkait seperti BMKG, BRIN, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa sidang isbat merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan kepastian waktu ibadah umat Islam sekaligus menjaga persatuan.

“Sidang ini menjadi ruang musyawarah antara pemerintah, ulama, dan para ahli dalam menentukan awal bulan Hijriah yang menyangkut kepentingan umat secara luas,” ujarnya dalam pidato resmi.

Berdasarkan data hisab, posisi hilal di Indonesia berada pada ketinggian antara 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit. Angka tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Kondisi ini diperkuat oleh hasil rukyat di lapangan yang menyatakan hilal tidak terlihat di seluruh titik pemantauan, mulai dari Aceh hingga Papua.

“Karena hilal tidak terlihat dan tidak memenuhi kriteria, maka disepakati 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” tegas Menteri Agama.

Dengan penetapan ini, umat Islam di Indonesia akan melaksanakan Hari Raya Idulfitri secara serentak pada tanggal tersebut.

(Red)

Pesan Pembina: Santri Jangan Berhenti Belajar Agama Usai Pesantren Ramadan

0

BREBES (Aswajanews) – Kegiatan Pesantren Ramadan di Masjid Jami Baiturohim Jagalempeni Selatan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, resmi ditutup pada Rabu malam (18/3/2026) atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Acara penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh pembina sekaligus inisiator Pesantren Ramadan, Akhmad Sururi, beserta para wali santri dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Akhmad Sururi menegaskan pentingnya kesinambungan dalam mempelajari ilmu agama Islam, khususnya bagi para santri setelah kegiatan Pesantren Ramadan berakhir.

Akhmad Sururi

Ia berpesan kepada para wali santri agar terus mendorong anak-anak mereka melanjutkan pendidikan agama, baik di pondok pesantren maupun lembaga keagamaan lainnya.

“Belajar ilmu agama tidak boleh berhenti. Ilmu agama adalah bekal kehidupan dunia dan akhirat. Jangan sampai anak-anak kita hanya belajar saat kecil, lalu berhenti ketika beranjak remaja,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena remaja yang mulai meninggalkan pendidikan agama menjadi salah satu penyebab munculnya perilaku menyimpang, termasuk kenakalan remaja dan tawuran.

Sururi juga menekankan bahwa Pesantren Ramadan merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.

“Kami merasa terpanggil untuk berkhidmah kepada masyarakat, memberikan pemahaman keagamaan kepada anak-anak, mulai dari keimanan, fiqih, hingga baca Al-Qur’an dan akhlak,” kata alumni Pondok Pesantren Lirboyo tersebut.

Ia berharap, kehadiran Pesantren Ramadan yang rutin digelar setiap tahun dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda di Jagalempeni Selatan, khususnya dalam kemampuan membaca Al-Qur’an dan pemahaman keagamaan.

Senada dengan itu, Ketua Ranting NU Jagalempeni Selatan, Ustaz Lukman Hakim, menegaskan pentingnya regenerasi dalam perjuangan keagamaan dengan bekal ilmu yang kuat.

“Estafet perjuangan tidak akan pernah berhenti. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan dengan ilmu agama yang memadai,” ungkapnya.


Kegiatan penutupan ditandai dengan pembacaan Ikrar Santri Pesantren Ramadan yang dipimpin oleh Akhmad Sururi dan diikuti seluruh santri dengan penuh khidmat. Para undangan dan wali santri turut berdiri sebagai bentuk penghormatan terhadap ikrar tersebut.

Turut hadir dalam acara ini Ketua Pengurus Masjid Jami Baiturohim Jagalempeni Selatan, H. Mansyur Amin, bersama jajaran pengurus, di antaranya Wakil Ketua H. Abi Muzaki, Wakil Bendahara Moh. Nasir, serta penasehat H. Ali Masykur. (Red)

Lucky Hakim Tekankan Keterbukaan Informasi Publik, AMKI Jaga Independensi

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Di tengah tantangan arus informasi digital yang kian cepat dan rawan disinformasi, Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama insan pers memperkuat sinergi. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama dengan Sekretaris AMKI Jawa Barat serta Pengurus AMKI Indramayu di Pendopo Indramayu. Rabu (18/03/2026)

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kebersamaan Ramadan, tetapi juga forum strategis memperkuat peran media dalam menjaga kualitas demokrasi lokal, transparansi pemerintahan, serta menangkal hoaks di tengah masyarakat.

Sekretaris AMKI Jawa Barat, Eko Junanto menegaskan pentingnya kolaborasi yang sehat antara media dan pemerintah.

“Sinergitas antara media dan pemerintah daerah sangat penting, terutama dalam menjaga arus informasi yang sehat dan mencerdaskan masyarakat,” ucap Eko Junanto Lulusan ToT Lemhannas 2023 DKI Jakarta.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim menyampaikan bahwa pemerintah daerah membutuhkan media sebagai mitra dalam menyampaikan program pembangunan secara terbuka dan akuntabel.

“Kami sangat terbuka terhadap insan media. Kritik dan masukan tentu menjadi bagian penting dalam membangun Indramayu yang lebih baik,” ungkapnya.

Ketua AMKI Indramayu, Andry Prayitna menegaskan posisi media tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga pengawal kebijakan publik.

“Kami di AMKI tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengawal kebijakan publik. Sinergi harus melahirkan informasi yang jujur dan berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

“Sinergi boleh kuat, tapi independensi media tetap harga mati.” (Sn)

Awal Iedul Fitri 1447 H di Bogor Beda 1 Hari, KH. Ading Jelaskan Alasannya

0
KH. Ading Ahmad Nadzir memberikan penjelasan soal awal Iedul Fitri 1447 H.

BOGOR (Aswajanews.id) – KH. Ading Ahmad Nadzir, S.Ag, anggota DPRD Fraksi PKS sekaligus pimpinan Ponpes Al-Furqoniyah Citugu, memberikan penjelasan soal awal Iedul Fitri 1447 H.

Menurut KH. Ading, penentuan awal Syawal tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena hasil hisab menunjukkan hilal belum memenuhi standar minimal pemerintah.

Berdasarkan kajian hisab yang dilakukan, hilal pada 29 Ramadhan 1447 H hanya terlihat 2,11 derajat di atas ufuk. Angka ini masih di bawah ketentuan pemerintah, yakni minimal 3 derajat.

“Karena hilal belum mencapai batas minimal, Ramadhan tahun ini diistikmalkan atau disempurnakan menjadi 30 hari. Akibatnya, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” jelas KH. Ading, Rabu, 18 Maret 2026.

Beliau menambahkan, metode yang digunakan berbeda dengan Muhammadiyah, yang memakai Wujudul Hilal. Dalam metode itu, hilal cukup terlihat di atas ufuk, tanpa batas minimal derajat.

Dengan metode Muhammadiyah, hilal dianggap cukup terlihat walau kurang dari 3 derajat. Akibatnya, Muhammadiyah akan merayakan 1 Syawal 1447 H lebih dulu, yaitu pada Jumat.

KH. Ading menekankan, perbedaan metode hisab ini menjadi alasan mengapa penetapan Iedul Fitri bisa berbeda antara pemerintah, sebagian ormas, dan Muhammadiyah.

Beliau juga menegaskan, keputusan mengikuti hisab dilakukan dengan kajian cermat dan pertimbangan syariat agar masyarakat tetap menjalankan ibadah sesuai kaidah fiqh.

Selain itu, KH. Ading berharap masyarakat tidak bingung dengan perbedaan awal Syawal, karena setiap metode memiliki dasar ilmiah dan syar’i masing-masing.

KH. Ading menambahkan, penjelasan ini sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar memahami perbedaan metode penentuan awal bulan.

Masyarakat dihimbau untuk tetap menghormati perbedaan penetapan awal Syawal, menjaga ukhuwah, dan melaksanakan ibadah Iedul Fitri dengan khidmat sesuai metode yang diikuti masing-masing.

Keterangan ini disampaikan KH. Ading Ahmad Nadzir di Kabupaten Bogor, 18 Maret 2026, agar masyarakat memahami perbedaan metode hisab dan hilal serta menentukan awal Iedul Fitri 1447 H.

(Reporter: Uus/Abah Sopar)

Plafon RS Bedas Pacira Copot, Pemerintah dan Kontraktor Tindaklanjuti Perbaikan

0
Suasana RS Bedas Pacira setelah plafon copot, area terdampak diamankan untuk menjaga keselamatan pasien dan staf

BANDUNG (Aswajanews.id) – Insiden terjadi pada Gedung B Lantai 3 RS Bedas Pacira, Selasa (17/3/2026) pukul 04.00 WIB, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Beberapa bagian plafon gypsum Gedung B Lantai 3 RS Bedas Pacira copot dan jatuh. Area terdampak diamankan tim tanggap darurat untuk menjaga keselamatan pasien dan staf.

Kerusakan terjadi meski bangunan berusia dua tahun. Penyebab sementara adalah angin kencang, hujan, dan kelembaban tinggi Pacira, serta material gypsum yang tidak tahan air.

Bagian depan gedung lebih tinggi dibanding belakang sehingga angin langsung menekan plafon, memperparah kerusakan. Beberapa plafon terlepas dan jatuh ke selasar.

Bupati Dadang Supriatna memberikan keterangan kepada awak media terkait penanganan plafon RS Bedas Pacira.

Bupati Dadang Supriatna, Rabu (18/3/2026), meninjau lokasi bersama Ketua DPRD Hj. Renie Rahayu Fauzi, Kepala DPUTR Zeis Zultaqawa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, pejabat Kecamatan Ciwidey, dan beberapa kepala desa.

Bupati Dadang menyampaikan, “Material gypsum akan diganti GRC yang lebih kuat menahan guncangan angin. Perbaikan dilakukan segera agar keselamatan pasien tetap terjaga.”

Ketua DPRD Hj. Renie Rahayu Fauzi menekankan, “Keselamatan pasien dan tenaga medis adalah prioritas. Perbaikan harus cepat dengan pengawasan ketat agar kejadian serupa tidak terulang.”

Kepala Bidang Bangunan Gedung DPUTR Kabupaten Bandung, Widia Astuti, mengatakan, “Penanganan segera akan dilaksanakan. Jika skylift tidak memungkinkan, kami gunakan scaffolding. Proses ini membutuhkan waktu karena lokasi terdampak terhalang bangunan lain.”

Ia menambahkan, tanggung jawab pemeliharaan gedung masih di DPUTR karena serah terima belum sepenuhnya dilakukan. DPUTR tetap mengawasi perbaikan untuk memastikan keamanan dan kelayakan fungsi gedung.

Pihak kontraktor, perwakilan PT Gie, Mexa, menyebut gedung ini proyek tahap pertama tahun 2024. Ia menegaskan penggunaan gypsum sesuai kontrak, meski sempat mengusulkan GRC yang lebih tahan air.

“Ini bukan bangunan baru. Hujan dan angin besar memicu kejadian. Kami akan cek seluruh atap dan memperbaiki jika menemukan masalah,” ujar perwakilan kontraktor. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dan kesiapannya bertanggung jawab.

Direktur RSUD Bedas Pacira, dr. Reymond Pangihutan Sirait, melalui Kasubag TU Dani Sumarya, menjelaskan, “Awalnya satu bagian lepas, lalu merembet ke bagian lain hingga beberapa plafon jatuh ke selasar. Kami langsung mengamankan area sehingga tidak membahayakan pasien dan staf.”

RS Bedas Pacira tetap beroperasi sementara perbaikan berlangsung. Area terdampak diamankan untuk memastikan keselamatan pasien, tenaga medis, dan pengunjung.

Proses perbaikan mencakup penggantian material plafon, pengawasan kualitas konstruksi, dan peninjauan desain gedung agar tekanan angin tidak kembali menjadi risiko.

RS Bedas Pacira direncanakan menjadi rumah sakit percontohan dan tujuan medical tourism, memungkinkan masyarakat dan wisatawan melihat langsung fasilitas dan layanan kesehatan yang tersedia.

Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan fasilitas rumah sakit tetap memenuhi standar operasional serta keselamatan publik. (Reporter: Uus)

LOMBA KORUPSI KEMENAG PASTI JUARANYA

0
Oleh DEDI ASIKIN (Wartawan Senior)

Hakim tunggal Jakarta Selatan Sulistyo Mohammad Dwi Putro, menolak gugatan praperadilan mantan menteri agama Yaqut Cholil Qoumas 11 Maret lalu. Artinya penetapan tersangka oleh KPK sudah benar menurut hukum Kata hakim, KPK sudah memiliki dua alat bukti yang sah.

Dengan demikian Yaqut kan terus mendekam di ruang tahanan KPK menunggu jadwal persidangan. Adik Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf itu mematikan Kemenag menjadi juara korupsi. Dengan ditetapkannya mantan komandan Banser itu berarti tiga orang Menteri agama terperangkap rasuah, musuh besar masyarakat Indonesia.

Dua menteri agama sebaliknya adalah Said Agil Al Munawar yang masuk penjara dalam kasus Dana Abadi umat tahun 2003 dan pembagian biaya operasional haji untuk menteri Ditjen dan pejabat lain tanpa dasar hukum yang sudah.

Dia menjabat menteri agama 2020-2004 era presiden Megawati tetapi kasusnya terbongkar tahun 2006. Dihukum penjara Lima tahun denda dan uang pengganti.Di pengadilan dia berkilah bahwa yang dilakukan hanya meneruskan kebijakan menteri agama sebelumnya (Tolhah Hasan).

Menteri Agama yang ke-dua adalah Surya Dharma Ali (sohor dengan panggilan SDA). Dia menyalahgunakan jabatan selama menjadi Menteri agama (2010-2013) tetepi baru dijerat KPK tahun 2014.

Anehnya SDA sempat berlaga pilon n ia mslah celangak Celongok ketika ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Apa salah saya, katanya didepan wartawan. Dia tidak tahu bahwa memberangkatkan puluhan anggota DPR naik haji gratis adalah pelanggaran di pengadilan jaksa menjerat dia dengan pelanggan dana operasional menteri (DOM).

Di pengadilan tingkat pertama SDA divonis 6 tahun penjara. Tapi pengadilan tinggi DKI Jakarta mslah menambah hukumnya mrnjadi 1 tahun dan harus mendekam di penjara Sukamiskin Bandung.

Dan yang terakhir yang membawa Kementerian Agama menjadi juara korupsi adalah Yaqut Cholil Qoumas. Lambat tapi pasti KPK menjerat dedengkot Barisan Ansor Serbaguna (Banser) itu. Upaya praperadilan atau demo ribuan Banser di gedung KPK tak bisa membuka rompi oranye dan borgol di tangan sang tersangka. Dia tetap masuk tahanan dengan tatapan mata yang sayu.

Yaqut (sementara) dituduh menyalah gunakan quota haji. Ceritanya pada musim haji 2023; Pemerintah Arab Saudi mtmberi tambahan kuota kepada Indonesia sebanyak 20.000 Mrnurut UU haji (nomor 34/2014) pembagiannya 92% untuk jemaah reguler dan 8% untuk jema’ah khusus. Tapi yang dilakukan Yaqut quota tambahan itu dibagi dua masing masing 50%.

KPK menyebut angka Rp 622 milyar sampai Rp 1 Trilyun kerugian yang timbul kerena ulah Yaqut Cholil Qoumas Itu. Adapun jika mantan Menko Polhukam Mahmud MID menyebut tidak ada kerugian negara mungkin benar secara fisik. Tetapi KPK berkelit yang dirugikan adalah masyarakat calon jemaah haji. Ada 5 juta calon emaah yang tertunda dan tidak menentu berangkatannya. Mereka pasti merasa dirugikan. Mereka itu secara hakiki adalah pemilik negeri ini. Jadi sama saja ada kerugian negara. Maaf maaf kata ya bro Mahfud MD. ***

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi Gerak Cepat Tinjau Plafon Runtuh dan Kondisi Ramp RS Bedas

0
Plafon Gedung B lantai 3 RS Bedas Pacira runtuh, terlihat kerusakan pada bagian luar yang menjadi perhatian perbaikan segera

BANDUNG (Aswajanews.id) – Plafon luar Gedung B lantai 3 Rumah Sakit Bedas Pacira, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dilaporkan runtuh pada Selasa, 17 Maret 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.

Peristiwa runtuhnya plafon tersebut pertama kali diketahui oleh petugas keamanan rumah sakit yang sedang melakukan patroli rutin di area gedung pada dini hari saat kondisi masih sepi.

Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun bagian plafon luar gedung mengalami kerusakan yang cukup terlihat dan menjadi perhatian serius berbagai pihak terkait.

Kerusakan pada bagian plafon tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan, mengingat lokasi berada di fasilitas publik yang setiap hari digunakan oleh masyarakat luas untuk pelayanan kesehatan.

Ketua DPRD Renie Rahayu Fauzi gerak cepat tinjau plafon runtuh dan ramp RS Bedas Pacira

Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., langsung gerak cepat ke lokasi pascakejadian untuk meninjau kondisi bangunan dan memastikan keamanan fasilitas rumah sakit.

Dalam peninjauan yang dilakukan pada Rabu pagi, 18 Maret 2026, di Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Renie melihat langsung kondisi plafon serta area sekitar yang terdampak.

Ia juga mencermati kondisi struktur bangunan di sekitar titik runtuh guna memastikan tidak ada potensi kerusakan lanjutan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna fasilitas rumah sakit.

Berdasarkan hasil wawancara di lokasi, Renie menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD serta tindakan nyata dalam memastikan keselamatan fasilitas publik.

“Kami melihat ini sebagai hal yang perlu diperhatikan bersama, khususnya oleh pihak terkait, agar kualitas pembangunan ke depan bisa semakin baik dan lebih terjamin,” ujarnya.

Ia juga mendorong Dinas PUTR bersama pihak kontraktor agar segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap bangunan serta melakukan perbaikan pada bagian yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, langkah cepat dan tepat sangat diperlukan guna memastikan keamanan lingkungan rumah sakit tetap terjaga bagi pasien, tenaga medis, serta pengunjung yang datang.

Selain itu, Renie secara khusus menyoroti kondisi ramp sebagai akses evakuasi dan layanan darurat yang dinilai belum selesai secara optimal dari sisi tampilan dan kerapihan.

Ia menyebut, pada bagian bawah ramp masih terlihat belum diaci dengan rapi serta terdapat sisa papan bekas coran yang masih menempel dan terlihat jelas.

Menurutnya, kondisi tersebut memang tidak membahayakan, namun kurang sedap dipandang karena posisinya berada di bagian depan rumah sakit dan mudah terlihat oleh masyarakat.

Ia meminta pihak kontraktor segera melakukan perapihan agar tampilan bangunan lebih baik serta mencerminkan kualitas fasilitas pelayanan publik yang representatif.

Selain itu, ia juga menyoroti adanya perbedaan ketinggian pada bagian bangunan yang memungkinkan angin masuk langsung ke area tertentu sehingga berpotensi menimbulkan risiko tambahan.

Hal tersebut dinilai perlu menjadi bahan kajian teknis lebih lanjut oleh pihak berwenang agar ke depan tidak terjadi kejadian serupa yang dapat merugikan masyarakat.

Renie berharap seluruh pihak terkait dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh serta perbaikan maksimal demi menjamin keamanan dan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia juga memastikan bahwa pelayanan rumah sakit tetap berjalan seperti biasa, sembari menunggu proses perbaikan dilakukan secara bertahap dan sesuai standar yang berlaku.

(Reporter: Uus)

Festival Ramadan 2026, Yayasan Mambaul Falah Pamulang Salurkan Bantuan untuk 105 Warga

0

Pamulang (Aswajanews) – Yayasan Mambaul Falah Pamulang menggelar Festival Ramadan 2026 di Aula Serbaguna RT003/RW019 Pamulang Barat, Selasa (17/3/2026). Dalam kegiatan ini, sebanyak 105 warga menerima bantuan paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang diikuti warga, pengurus yayasan, serta para mitra. Selain menjadi ajang penyaluran bantuan, momen ini sekaligus mempererat silaturahmi antara yayasan dan masyarakat.

Sejumlah lembaga turut mendukung kegiatan ini, di antaranya Baznas, Lazisnu, Indosat, Inisiatif Zakat Indonesia, Yakesma, serta Mandiri Amal Insani. Kolaborasi ini dinilai berperan penting dalam memperluas jangkauan bantuan sosial, khususnya di bulan Ramadan.

Muhibuddin, S.Fil.I., M.E.

Ketua Yayasan Mambaul Falah Pamulang, Muhibuddin, S.Fil.I., M.E., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk terus hadir membantu masyarakat.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para mitra yang telah mendukung sehingga bantuan dapat disalurkan kepada 105 penerima manfaat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Festival Ramadan merupakan agenda rutin tahunan yayasan dan tahun ini menjadi pelaksanaan kedua sejak berdirinya yayasan. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan program sosial, tidak hanya pada bulan Ramadan, tetapi juga pada momen lain seperti Iduladha.

Muhibuddin juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dengan dukungan berbagai mitra, bantuan yang disalurkan dapat lebih luas dan tepat sasaran,” katanya.

Masyarakat menyambut baik kegiatan ini. Bantuan sembako yang diberikan dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan, sekaligus memberikan ruang interaksi langsung antara warga, pengurus yayasan, dan para mitra.

Melalui Festival Ramadan 2026, Yayasan Mambaul Falah Pamulang berharap dapat terus berkontribusi dalam membantu masyarakat serta memperkuat kepedulian sosial di lingkungan sekitar secara berkelanjutan. (‘Aisy Hanif Firdaus)

Amankan Arus Mudik, Kapolda Jabar Pastikan Pos Pelayanan Tol Cipali Siap 100 Persen

0

CIREBON (Aswajanews) – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melaksanakan pengecekan Pos Pengamanan dan Pelayanan di Rest Area Km 228 A Tol Cipali, wilayah hukum Polresta Cirebon, Senin (16/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan tol menjelang arus mudik.

Dalam kunjungannya, Kapolda Jabar meninjau langsung kondisi pos pengamanan dan pelayanan. Ia memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas pengamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melintas di jalur Tol Cipali.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polda Jabar, di antaranya Karo Log, Dir Intelkam, Dir Reskrimum, Kabiddokes, Kabid TIK, serta Pamat Objek wilayah Kabupaten Cirebon.

Kapolda Jabar menegaskan bahwa pengecekan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan seluruh personel di lapangan.

“Kami ingin memastikan seluruh personel yang bertugas di Pos Pengamanan dan Pelayanan siap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kehadiran pos ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pihak kepolisian akan terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik saat berkendara, serta memanfaatkan fasilitas rest area untuk beristirahat apabila merasa lelah demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengecekan ini diharapkan dapat memastikan seluruh personel menjalankan tugas secara optimal.

Dengan kesiapan tersebut, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

(Red)

Polisi Ungkap Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran, Barang Bukti Ditaksir Rp12 Miliar

0

BANDUNG (Aswajanews) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Nilai barang bukti dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp12 miliar.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial S (52), warga Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, menjelaskan bahwa tersangka memproduksi uang palsu secara mandiri di rumahnya dengan cara mendesain ulang uang pecahan Rp100 ribu.

“Tersangka mencetak dan memotong uang tersebut hingga menyerupai uang asli. Rencananya akan diedarkan di wilayah Jawa Barat, Bali, NTB, dan Yogyakarta menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas produksi uang palsu. Menindaklanjuti informasi tersebut, Satreskrim Polresta Cirebon melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap tersangka saat sedang memproduksi uang palsu.

Dari hasil penggerebekan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:

  • 607 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu siap edar

  • 100 lembar hasil cetakan yang belum dipotong

  • 52 rim kertas dusla ber-watermark

  • 1 dus uang palsu setengah jadi

  • Laptop, monitor, flashdisk

  • Empat unit printer

  • Mesin hologram dan alat penghitung uang

  • Alat sensor inframerah

  • Serta berbagai perlengkapan produksi lainnya

Seluruh barang bukti beserta tersangka kini diamankan di Mapolresta Cirebon untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 37 jo Pasal 27 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, serta ketentuan dalam KUHP terbaru. Tersangka terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun, serta denda hingga Rp50 miliar.

Kapolresta Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama saat transaksi meningkat menjelang Lebaran.

“Masyarakat harus teliti saat menerima uang dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Jika menemukan uang mencurigakan, segera laporkan ke kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Himawan, menjelaskan bahwa secara kasat mata uang palsu tersebut memang menyerupai uang asli, namun memiliki perbedaan pada bahan dan fitur keamanannya.

“Uang asli menggunakan bahan serat kapas, sedangkan uang palsu ini menggunakan kertas biasa yang diproses menyerupai aslinya,” jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun pelaku mencoba meniru unsur pengaman seperti hologram dan benang pengaman, hasilnya tetap tidak presisi, termasuk saat diperiksa dengan sinar ultraviolet.

Bank Indonesia pun mengapresiasi langkah cepat Polresta Cirebon dalam menggagalkan peredaran uang palsu dalam jumlah besar tersebut.

“Kami mengapresiasi kerja cepat kepolisian karena berhasil mencegah peredaran uang palsu sebelum sampai ke masyarakat,” pungkas Himawan. (Red)

Sekretaris PD DMI Brebes: Masjid sebagai Pemersatu Umat

0
Sekretaris PD DMI Brebes, Akhmad Sururi

BREBES (Aswajanews) – Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pemersatu umat sekaligus penggerak peradaban masyarakat. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, dalam kegiatan Pengajian Nuzulul Qur’an di Masjid Jami Baiturohim, Jagalempeni Selatan, Kecamatan Wanasari, Senin (15/3/2026) malam.

“Malam hari ini kita patut bersyukur karena semuanya bisa berkumpul di masjid kebanggaan kita bersama. Para pemuka agama dari utara sampai ke selatan dapat bertemu dalam kegiatan Nuzulul Qur’an. Ini menjadi bukti nyata bahwa Masjid Jami Baiturohim menjadi pemersatu umat,” ujar Sururi saat mengawali sambutan.

Ia menegaskan bahwa masjid merupakan milik bersama, sehingga perlu ditumbuhkan rasa memiliki di tengah masyarakat. Dengan adanya rasa memiliki, akan muncul kesadaran untuk memakmurkan masjid sesuai tuntunan agama.

Menurutnya, memakmurkan masjid (imarah) tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi umat.

“Imarah dalam bentuk kegiatan itulah yang menjadi ruh masjid. Seperti manusia yang memiliki jasad dan ruh, masjid juga memiliki bangunan fisik dan aktivitas yang menjadi nyawanya. Kita bersyukur masjid ini memiliki bangunan yang megah, namun yang lebih penting adalah menjadikannya sebagai pusat peradaban masyarakat,” tuturnya.

Sururi yang juga alumni Pondok Pesantren Lirboyo menekankan pentingnya pendidikan generasi sebagai bagian dari upaya membangun peradaban. Ia menyebut, pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat dan pemerintah.

“Untuk menciptakan generasi yang berakhlak, diperlukan sinergi semua pihak. Tidak cukup hanya dari keluarga, tetapi juga lingkungan dan pemerintah desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi kekompakan masyarakat Jagalempeni Selatan yang dikenal guyub dan rukun. Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi kekuatan dalam menggerakkan kegiatan keagamaan, termasuk keberhasilan membebaskan lahan di depan masjid serta rutin menggelar pengajian.

Namun demikian, Sururi juga mengingatkan tantangan perkembangan teknologi, khususnya penggunaan gawai oleh anak-anak. Ia mengimbau orang tua agar lebih bijak dalam mengawasi penggunaan ponsel.

“Kita perlu prihatin dengan kondisi anak-anak saat ini. Orang tua harus mampu membatasi penggunaan HP. Di negara seperti Finlandia, anak-anak justru lebih banyak membaca daripada bermain gawai,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjaga ukhuwah dan mempererat tali silaturahmi sebagai bagian dari upaya membangun peradaban umat, terlebih di momentum Nuzulul Qur’an dan malam Lailatul Qadar.

Kegiatan pengajian tersebut menghadirkan KH Misbahudin sebagai mubaligh. Turut hadir Kepala Desa Jagalempeni, Akhmad Tajudin, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus NU setempat, baik Rois Syuriah maupun Tanfidziah Ranting Jagalempeni Selatan.

(Red/Nas)

Polresta Cirebon Bongkar Peredaran Uang Palsu Rp12 Miliar Jelang Lebaran

0

CIREBON (Aswajanews)Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp12 miliar, Selasa (17/3/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial S (52), warga Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon, Imara Utama, menjelaskan bahwa tersangka memproduksi uang palsu secara mandiri di rumahnya dengan cara mendesain ulang pecahan Rp100 ribu.

“Uang tersebut kemudian dicetak dan dipotong hingga menyerupai uang asli. Rencananya akan diedarkan di wilayah Jawa Barat, Bali, NTB, dan Yogyakarta menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026,” ujarnya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas produksi uang palsu. Menindaklanjuti informasi tersebut, Satreskrim Polresta Cirebon melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap tersangka saat sedang memproduksi uang palsu.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 607 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, 100 lembar hasil cetakan yang belum dipotong, 52 rim kertas doorslag ber-watermark, serta satu dus uang palsu yang baru tercetak sebagian.

Selain itu, turut diamankan peralatan produksi seperti laptop, monitor, flashdisk, empat unit printer, sembilan gulung pita emas, mesin hologram, dua mesin penghitung uang, alat sensor inframerah, serta telepon genggam.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 37 jo Pasal 27 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, serta sejumlah pasal dalam KUHP terbaru. Ia terancam hukuman penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara dan denda hingga Rp50 miliar.

Kapolresta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang Idulfitri yang identik dengan meningkatnya transaksi tunai.

“Masyarakat harus teliti saat menerima uang dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Jika menemukan uang mencurigakan, segera laporkan ke kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Himawan, menyebut uang palsu tersebut sekilas tampak menyerupai uang asli, namun memiliki perbedaan mendasar pada bahan dan fitur pengaman.

Menurutnya, uang asli menggunakan bahan berbasis serat kapas, sedangkan uang palsu memakai kertas biasa yang dimodifikasi agar menyerupai ketebalan asli.

“Tersangka juga mencoba meniru unsur pengaman seperti hologram dan benang pengaman. Namun jika dilihat dari sudut tertentu, warnanya tidak berubah seperti uang asli yang menggunakan teknologi khusus,” jelasnya.

Perbedaan lainnya terlihat saat diperiksa menggunakan sinar ultraviolet, di mana uang asli menunjukkan pendaran tertentu yang tidak dimiliki uang palsu.

Bank Indonesia pun mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menggagalkan peredaran uang palsu dalam jumlah besar tersebut sebelum beredar luas di masyarakat.

“Kami mengapresiasi Polresta Cirebon yang berhasil mencegah peredaran uang palsu ini sebelum masuk ke masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Kejati Jabar Amankan Jaksa Gadungan di Bogor, Gunakan Seragam dan ID Palsu untuk Tipu Korban

0
Kejati Kabar mengamankan Jaksa Gadungan di Wilayah Bogor

BANDUNG (Aswajanews) – Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (Pam SDO) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat berhasil mengamankan seorang pria berinisial IRV yang diduga sebagai jaksa gadungan di wilayah Kabupaten Bogor, Selasa malam (17/03/2026).

Penindakan tersebut dilakukan setelah tim melakukan pemantauan intensif, termasuk melalui teknologi penginderaan intelijen, hingga akhirnya menemukan pelaku di kediamannya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya seseorang yang berpenampilan dan berperilaku layaknya pejabat di lingkungan Kejaksaan RI.

Setelah diamankan, IRV langsung diserahkan ke Kepolisian Resor Depok untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diketahui kerap mengaku sebagai jaksa dengan jabatan strategis. Ia bahkan mengklaim sebagai Direktur Penyidikan di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta hingga Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Dalam penindakan tersebut, tim juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya seragam Pakaian Dinas Harian (PDH) lengkap dengan atribut dan tanda pangkat, pakaian bidang unit tertentu (PBUT) Tindak Pidana Khusus, serta kartu identitas (ID card) Kejaksaan palsu.

Modus pelaku terungkap bermula sejak April 2025. Dengan menyamar sebagai jaksa, IRV menjalin hubungan dengan seorang wanita yang kemudian menjadi korban.

Bermodalkan penampilan meyakinkan, pelaku berhasil memperdaya korban hingga menjanjikan pernikahan. Bahkan, keduanya sempat melakukan sesi foto prewedding dengan mengenakan seragam kejaksaan.

Namun, seiring waktu, korban mulai mencurigai adanya kejanggalan. Ia kemudian mendatangi Kejaksaan Agung untuk memastikan identitas pelaku. Hasilnya, pihak Kejaksaan Agung memastikan bahwa IRV bukan merupakan pegawai Kejaksaan RI.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan serupa. Masyarakat juga diharapkan tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi kejahatan, baik ke kantor kejaksaan terdekat maupun melalui kanal resmi, termasuk media sosial dan hotline Kejati Jabar. (Red)

Bupati Bandung Lepas 700 Pemudik Gratis, Wujud Kepedulian Nyata Pemkab

0

BANDUNG (Aswajanews) — Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti halaman Gedung Budaya Soreang, Selasa (17/3/2026) sore. Sebanyak 700 warga Kabupaten Bandung resmi diberangkatkan dalam program mudik gratis yang digagas Pemerintah Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS, hadir langsung melepas keberangkatan para pemudik. Dengan gaya khasnya yang merakyat, ia menyapa peserta satu per satu, menyalami, serta mendoakan agar perjalanan mereka berjalan lancar hingga tiba di kampung halaman.

Menurut Kang DS, program mudik gratis bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya para perantau yang ingin merayakan momen kebersamaan di kampung halaman.

“Tahun ini kita memberangkatkan 700 pemudik dengan 13 bus tujuan Yogyakarta dan Solo. Ke depan, insyaAllah akan kita tingkatkan hingga 1.000 pemudik, termasuk membuka rute ke Jawa Timur,” ujarnya.

Jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 500 orang. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari cepatnya kuota terpenuhi, yakni hanya dalam waktu 32 jam sejak pendaftaran dibuka.

Dalam pelaksanaannya, program ini turut mendapat dukungan dari Bank BJB yang membantu menyediakan dua unit bus tambahan untuk memperkuat armada.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, program ini juga berdampak pada pengurangan kepadatan lalu lintas saat arus mudik. Diperkirakan, keberangkatan 700 pemudik ini mampu mengurangi sekitar 350 kendaraan roda dua di jalan.

Guna memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan, Pemerintah Kabupaten Bandung juga telah menyiapkan 12 pos pengamanan di sejumlah titik strategis selama masa mudik.

Dalam sambutannya, Kang DS menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh peserta mudik.

“Semoga perjalanan ini selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan kelancaran, keselamatan, dan kesehatan hingga sampai ke kampung halaman. Jadikan momen mudik ini sebagai ajang mempererat silaturahmi dan saling memaafkan,” tuturnya.

Program mudik gratis ini kembali menegaskan komitmen Pemkab Bandung dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sekaligus menghadirkan kebahagiaan di momen penting menjelang Hari Raya. ***

Geo Dipa Berbagi 2026: Salurkan Ribuan Paket Sembako dan Santunan untuk Warga Sekitar Wilayah Operasional

0
Penyaluran sembako Geo Dipa di Kabupaten Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – PT Geo Dipa Energi (Persero) (“GDE” atau “Geo Dipa”) kembali hadir melalui wujud nyata komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar melalui kegiatan tahunan, yaitu Geo Dipa Berbagi 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk perwujudan pilar community development, yaitu GDE Peduli dan GDE Pintar, yang difokuskan pada pendistribusian paket sembako bagi warga yang membutuhkan serta pemberian santunan kepada anak yatim piatu.

Acara yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan ini dilaksanakan serentak di tiga desa, yaitu Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu; Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali; dan Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada hari Kamis (12/3).

Kegiatan Geo Dipa Berbagi 2026 ini diinisiasi sebagai bentuk syukur perusahaan sekaligus upaya untuk terus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat di wilayah sekitar operasi kerja. Selain itu, program ini bertujuan untuk membantu meringankan beban pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari bagi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Secara keseluruhan, telah terdistribusi sebanyak 4.416 paket sembako dan 250 santunan kepada anak yatim piatu.

Santunan anak yatim dalam Geo Dipa Berbagi 2026

Dalam pelaksanaannya, tim dari Geo Dipa terjun langsung untuk menyerahkan bantuan. Rangkaian acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan manajemen dan aparat desa setempat, dilanjutkan dengan doa bersama, dan diakhiri dengan penyerahan bantuan kepada warga yang telah terdata. Kegiatan ini berjalan dengan tertib, lancar, serta disambut dengan antusiasme dan rasa syukur oleh warga desa.

HSSE & Safeguard Manager, Andhika Yudiaji, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat terus berlanjut selama Geo Dipa hadir menjadi bagian dari masyarakat.

“Ini salah satu komitmen dari Geo Dipa yang akan dilakukan terus-menerus. Kami berharap ini juga bisa terus berkelanjutan dan terus memberikan manfaat untuk masyarakat,” ucap Andhika.

Hal tersebut disambut baik oleh Kepala Desa Sugihmukti, H. Ruswan Bukhori, atas adanya Geo Dipa Berbagi setiap bulan suci Ramadhan.

“Saya berterima kasih dan bersyukur karena ada sedikit beban masyarakat yang kebetulan (keadaan) ekonomi di masyarakat kurang stabil hari ini merasa terbantu dengan adanya Geo Dipa memberikan bantuan. Mudah-mudahan segala yang dilakukan oleh perusahaan Geo Dipa ini bisa menjadi keberkahan perusahaan Geo Dipa itu sendiri,” ucap H. Ruswan.

Selain itu, HC, GA, & Finance Manager, Timbul Khaerul, menyampaikan komitmen agar masyarakat dapat terus merasakan manfaat dari Geo Dipa.

“Melalui kegiatan Geo Dipa Berbagi 2026, kami ingin memastikan bahwa keberadaan Geo Dipa tidak hanya menghadirkan energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar,” ujar Timbul Khaerul.

Di tempat berbeda, Kepala Desa Alamendah, H. Awan Rukmawan, menyampaikan hal serupa.

“Kegiatan tiap tahun ini (rutin) dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan. Jadi ini merupakan suatu kegiatan di mana perusahaan dapat membantu dalam sisi sosial, dan untuk itu semoga perusahaan Geo Dipa semakin maju,” ucap H. Awan.

Pada kesempatan lain, Kepala Desa Panundaan yang diwakili oleh Sekretaris Desa Panundaan, Acep, menyampaikan harapan atas terselenggaranya kegiatan Geo Dipa Berbagi.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terselenggara terus, bahkan setiap tahun bisa terus bertambah.”

Selain itu, Acep juga menyampaikan bahwa dalam momen lain seperti Iduladha, Geo Dipa juga rutin berdonasi hewan kurban.

Melalui kegiatan ini, Geo Dipa berharap kehadiran perusahaan tidak hanya memberikan manfaat berupa energi panas bumi bagi negara, tetapi juga mampu memberikan energi positif, kebahagiaan, dan kesejahteraan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah pengembangan perusahaan.

(Reporter: Uus)

Kapolda Jabar Cek Kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Rest Area 228A Polresta Cirebon

0
Kunjungan kerja Kapolda Jabar dalam rangka pengecekan kesiapan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Pos Pelayanan Rest Area 228A

CIREBON (Aswajanews)Rudi Setiawan melakukan kunjungan kerja ke wilayah hukum Polresta Cirebon dalam rangka mengecek kesiapan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Pos Pelayanan Rest Area 228A, Senin (16/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jawa Barat didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jawa Barat, di antaranya Karolog Polda Jabar Kombes Pol. Asep Akbar Hikmana, Dirintelkam Kombes Pol. Sukendar Eka Ristyan, Dirreskrimum Kombes Pol. Ade Saparo, Kabiddokkes Kombes Pol. drg. Iwansyah, serta Kabid TIK Kombes Pol. Parojahan Simanjuntak.

Rombongan Kapolda Jabar disambut langsung oleh Kapolresta Cirebon Imara Utama yang didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danyon C Pelopor Sat Brimobda Jabar, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Kasat Pol PP Kabupaten Cirebon, para pejabat utama Polresta Cirebon, petugas gabungan Pos Pelayanan Rest Area 228A, serta sejumlah stakeholder terkait.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung pengamanan di Pos Pelayanan Rest Area 228A. Pengecekan meliputi kelengkapan administrasi, kesiapsiagaan personel, serta fasilitas pelayanan bagi masyarakat seperti ruang pelayanan kesehatan, ruang laktasi, taman bermain anak, hingga fasilitas istirahat bagi pemudik.

Selain melakukan pengecekan, Kapolda Jawa Barat juga memberikan tali asih berupa bingkisan kepada para petugas yang berjaga di pos pelayanan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, menyampaikan bahwa pengecekan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Dengan adanya pengecekan langsung dari Kapolda Jawa Barat, kami memastikan seluruh personel dan fasilitas di Pos Pelayanan Rest Area 228A siap memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah hukum Polresta Cirebon,” ujarnya.

Melalui kesiapan pos pengamanan dan pos pelayanan di berbagai titik strategis, termasuk di Rest Area 228A, diharapkan para pemudik dapat beristirahat dengan aman, nyaman, serta memperoleh pelayanan maksimal selama perjalanan menuju kampung halaman pada momentum arus mudik Lebaran tahun ini. (Red)

Pengajian Nuzulul Qur’an NU Kedawon Perkuat Tradisi Keagamaan dan Sinergi Warga Nahdliyin

0

BREBES (Aswajanews.id) – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur’an, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) bersama badan otonom NU Kedawon menggelar pengajian di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin, Dusun Kedawon, Brebes, pada Senin malam Selasa (16/03/2026).

Kegiatan yang dimotori oleh Pengurus Ranting IPNU–IPPNU Dusun Kedawon ini dihadiri para tokoh NU, pengurus organisasi, serta masyarakat setempat yang memadati lokasi pengajian.

Ketua panitia, Ahmad Riyanto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pengajian, mulai dari pengurus NU Kedawon, tokoh masyarakat, hingga para pemuda yang turut berpartisipasi dalam mempersiapkan acara.

Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi momentum mengenang turunnya Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan semangat generasi muda dalam menghidupkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Rais Syuriah NU Kedawon, Kyai Abdul Mukhit, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an di Dusun Kedawon merupakan tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun. Kegiatan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menjaga semangat keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk mendukung berbagai program yang telah dicanangkan NU, salah satunya menyalurkan zakat fitrah melalui LAZISNU Dusun Kedawon kepada para amil yang telah ditunjuk. Dukungan masyarakat dinilai sangat penting agar program-program organisasi dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat yang luas.

Ketua MWCNU Kecamatan Larangan, Drs. Sutrisno, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pengurus NU di berbagai tingkatan, mulai dari ranting hingga kecamatan. Menurutnya, kebersamaan dan kerja sama dalam menjalankan program organisasi akan semakin memperkuat peran NU di tengah masyarakat.

Pengajian Nuzulul Qur’an tersebut menghadirkan mau’idhoh hasanah dari KH. Khoiron Ahsan, Pengasuh Pondok Pesantren As-Salaf Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Brebes, yang juga menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah.

Dalam tausiyahnya, KH. Khoiron Ahsan menyampaikan bahwa kehadiran jamaah di majelis ilmu pada malam Nuzulul Qur’an merupakan bentuk ikhtiar untuk mengharapkan rahmat dan kasih sayang Allah SWT.

Ia juga menjelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan, di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Dalam ceramahnya, ia turut menjelaskan pembagian keutamaan Ramadhan, yaitu sepuluh hari pertama sebagai masa turunnya rahmat, sepuluh hari kedua sebagai masa ampunan, dan sepuluh hari terakhir sebagai masa pembebasan dari api neraka.

KH. Khoiron Ahsan juga menjelaskan proses turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Ia menerangkan bahwa turunnya Al-Qur’an terjadi dalam dua tahap. Pertama, Al-Qur’an diturunkan secara sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Kedua, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan umat saat itu.

Menurutnya, hikmah dari turunnya Al-Qur’an secara bertahap adalah agar lebih mudah dipahami, dihafalkan, serta diamalkan oleh umat Islam. Selain itu, ayat-ayat Al-Qur’an juga seringkali menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi umat Islam pada masa Nabi.

Ia pun mengajak para jamaah untuk menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH Adnan Syatori, dengan harapan seluruh jamaah senantiasa mendapatkan keberkahan serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai informasi, sebelum rangkaian pengajian dilaksanakan, terlebih dahulu digelar prosesi pelantikan Pengurus Ranting IPNU–IPPNU Dusun Kedawon Masa Khidmat 2026–2028. Diharapkan para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik serta terus berkontribusi dalam mengembangkan kegiatan kepemudaan dan keagamaan di lingkungan masyarakat Dusun Kedawon.

(A’isy Hanif Firdaus)

Diskominfo Bakal Gelar Lomba Catur Antar Wartawan, Jalin Sinegritas dan Pererat Silahturahmi

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Agenda bulan Syawal Diskominfo Kabupaten Indramayu berencana akan menggelar lomba catur antar wartawan. Kegiatan ini merupakan bentuk silahturahmi dan sinergitas antara Diskominfo dan para insan Pers.

Rencana agenda lomba catur akan dijadwalkan di hari Jum’at (27/3/26), yang bertempat di Aula Diskominfo Indramayu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Suwenda mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Diskominfo dan para wartawan, serta meningkatkan kerja sama dalam bidang komunikasi dan informasi.

Suwenda menjelaskan, lomba catur ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi tentang membangun hubungan dan menjalin sinergitas yang harmonis dan saling menghormati, sekaligus hiburan mengasah otak.

“Para wartawan dan pejabat Diskominfo menunjukkan kemampuan catur mereka, dengan suasana yang penuh semangat dan sportif. Pemenang lomba catur akan mendapatkan hadiah dan penghargaan dari Diskominfo,” katanya.

Di waktu yang sama, salah satu dari Wartawan yang akan mengikuti lomba mangatakan, lomba catur ini membuktikan bahwa kerja sama dan silaturahmi antara Diskominfo Indramayu dan Para Wartawan dapat membawa kita lebih dekat dan lebih sinergi dan harmonis.

Informasi, untuk para peserta silahkan menghubungi panitia No Telp. 085133471936, 087726668448, 082116204059. (Sn)

Tragedi di Pasar Soreang: Kanopi 13 Kios Ambruk, Satu Orang Tewas

0
Petugas mengevakuasi reruntuhan kanopi kios yang ambruk di Pasar Soreang, Senin (16/3/2026)

BANDUNG (Aswajanews.id) – Bagian atap atau kanopi beton dari 13 kios di Pasar Soreang Blok III Penggilingan Tepung, Desa/Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, ambruk sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (16/3/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang pria dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa material reruntuhan beton. Tiga korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Selain menimpa pedagang dan pengunjung pasar, reruntuhan kanopi beton juga menimpa sejumlah kendaraan milik warga yang sedang berada di area pasar saat kejadian berlangsung.

Sedikitnya lima kendaraan roda dua dan satu kendaraan roda empat mengalami kerusakan setelah tertimpa material bangunan yang runtuh dari bagian atap kios tersebut.

Petugas gabungan yang menerima laporan kejadian langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta mengamankan area sekitar tempat kejadian perkara.

Ali Syakieb bersama Aldi Subartono meninjau lokasi ambruknya kanopi kios di Pasar Soreang

Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, turut meninjau lokasi kejadian tidak lama setelah peristiwa tersebut dilaporkan oleh warga dan pedagang yang berada di sekitar pasar.

Dalam keterangannya kepada wartawan di lokasi kejadian, Ali Syakieb menyampaikan duka cita atas insiden tersebut, khususnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan.

“Kami menyampaikan turut berduka cita. Ada satu warga yang meninggal dunia dan tiga pengunjung pasar lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan yang runtuh,” ujar Ali.

Ali juga menyatakan akan menjenguk para korban yang saat ini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit setelah mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan material bangunan.

Terkait penyebab ambruknya kanopi beton tersebut, Ali menyebutkan hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Menurutnya, secara kasat mata kondisi bangunan terlihat masih cukup baik karena pembangunan kios pasar tersebut diketahui baru dilakukan sekitar tahun 2020 lalu.

Namun di beberapa kios terdapat mesin penggilingan tepung yang beroperasi setiap hari dan menimbulkan getaran cukup kuat yang diduga dapat mempengaruhi kondisi struktur bangunan.

“Untuk penyebab pastinya kita menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian dan para ahli konstruksi yang akan mengecek kondisi bangunan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolresta Bandung, Aldi Subartono, mengatakan pihaknya bersama tim gabungan langsung melakukan evakuasi korban setelah menerima laporan kejadian.

Petugas juga mengevakuasi kendaraan roda dua dan roda empat yang tertimpa material bangunan serta melakukan pengamanan lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Korban meninggal dunia kami bawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematiannya,” ujar Aldi.

Kapolresta menambahkan pihaknya akan melibatkan sejumlah ahli konstruksi bangunan guna memastikan penyebab pasti ambruknya atap kanopi kios tersebut.

Selain memeriksa kondisi konstruksi bangunan, penyidik juga akan meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa ambruk terjadi.

“Kami juga mengimbau pengelola pasar untuk segera mengecek kondisi bangunan lain yang berpotensi membahayakan agar tidak menimbulkan korban berikutnya,” kata Aldi.

Sementara itu perwakilan pengelola Pasar Soreang dari PT Bangunbina Persada, Aditia, menyatakan pihaknya turut berduka atas insiden yang menimpa pedagang dan pengunjung pasar tersebut.

Untuk sementara, sebanyak 13 kios yang terdampak reruntuhan kanopi beton tersebut ditutup hingga proses pemeriksaan kondisi konstruksi bangunan selesai dilakukan oleh pihak berwenang.

Pihak pengelola menyatakan akan mengikuti seluruh proses pemeriksaan serta memperhatikan hak-hak pedagang yang menjadi korban dalam peristiwa ambruknya kanopi kios tersebut. (Reporter: Uus)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts