Google search engine
Beranda blog Halaman 40

Awali Kerja Pasca Libur Lebaran, Bupati Aep Tekankan Percepatan Pembangunan

0

KARAWANG (Aswaja News) – Mengawali hari pertama kerja setelah libur Idulfitri 1447 H, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang menggelar Apel Bersama yang dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal di Plaza Pemda Karawang pada Rabu (25/3/2026).

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengucapkan selamat hari raya kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir.

“Dihari yang fitri ini saya atas nama pribadi dan pemerintah kami sebagai bupati dan wakil bupati selama menjabat ini memiliki kesalahan mohon dimaafkan, dihari yang penuh keberkahan ini dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan arus mudik dan balik lebaran mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol-PP, BPBD hingga para Camat.

Terkait lonjakan pengunjung di destinasi wisata, khususnya di wilayah Karawang bagian selatan, Bupati memberikan catatan khusus namun secara umum tetap terkendali berkat kesigapan para Camat dan petugas di lapangan.

Menutup arahannya, Bupati Aep mengajak seluruh ASN untuk kembali fokus bekerja dan meningkatkan performa pelayanan publik khususnya profesionalisme serta percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Karawang agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kita bekerja bersama-sama. Tunjukkan profesionalisme, dan saya titip pesan untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karawang agar terus dikawal dengan baik,” tutupnya.

(Ahmad Z)

Reuni Sekolah Mengukir Paseduluran dan Silaturahmi Penuh Makna

0
Oleh : Akhmad Sururi

Hari ini tepatnya Kamis, 26 Maret 2027 di rumah saya desa Jagalempeni Selatan Kec Wanasari Kab Brebes menjadi momentum yang sangat penting secara khusus untuk alumni MTs As Salafiyah Sitanggal Kec Larangan Kab Brebes. Momentum dalam besutan Reuni yang sederhana menjadi titik awal untuk merajut kembali balung pisah yang sudah sekian tahun berserakan. Tercatat sejak lepas dari MTs As Salafiyah Sitanggal, tahun 1992 sudah tiga kali menyelenggarakan pertemuan, dan hari ini tahun 2026 menjadi pertemuan yang ke empat.

Rentang tahun 1992 sampai 2026 bukan waktu yang pendek. Akan tetapi sebuah perjalanan panjang dengan dinamika kehidupan yang tidak semua saling tahu dan saling mengerti. Disinilah pentingnya silaturahmi untuk saling mengerti kabar dan ceria masing masing. Meskipun sebagian ada yang sering bertemu atau minimal menyapa di dunia maya (WAG), akan tetapi pertemuan hari ini akan memiliki makna yang berbeda..

Sebuah perjalanan panjang dengan jarak 34 tahun tentu masih ada sisa ingatan masa lalu saat pergaulan yang lucu. Meskipun demikian kata seorang pakar Psikolog masa remaja tingkat SMP atau MTs itu masa yang sangat mengesankan. Apa sebab ? Masa MTs adalah usia memasuki awal pintu remaja yang menjadi fase menuju dewasa. Masa tersebut sarat dengan muatan keindahan dan keinginan dengan emosi yang kadang kurang terkendalikan.

Lepas dari itu, hari ini dengan usia yang rata rata sudah mendekati berkepala lima tentu dengan suasana yang berbeda akan mengukir kembali silaturahmi satu angkatan di MTs As Salafiyah Sitanggal. Kesempatan ini tentu tidak semua orang bisa meluangkan waktu di tengah kesibukan beberapa hari setelah lebaran Idul Fitri. Sebagian teman teman kita sudah berpulang, semoga mereka ditempatkan di taman surganya Allah. Sebagian yang lainnya masih sibuk dengan urusan keluarga dan lain sebagainya.

Oleh karena itu melalui kesempatan Reuni ini tentu tidak berhenti pada batasan fisik kita berkumpul, akan tetapi Paseduluran akan menjadi ukiran yang indah di batin kita masing masing. Sebatas fisik akan berubah ditelan waktu. Sebatas tampilan dan status sosial pada akhirnya akan sirna. Akan tetapi ikatan Paseduluran yang terpatri dalam batin akan abadi, meski sudah berpindah alam.

Kisah dan cerita dulu yang indah, lucu , suka dan duka biarlah menjadi bagian perjalanan hidup yang terus bergerak menuju muara kebaikan. Sesungguhnya dulu tidak pernah mimpi dan menyangka akan dipertemukan kembali dengan situasi dan suasana yang berbeda. Itulah takdir yang tidak ada siapapun yang tahu kecuali Yang Maha Tahu.

Kita mungkin masih bisa mengingat kisah dan cerita dulu, tapi tidak bisa diputar kembali karena dunia ini bukan film yang bisa diputar setiap saat. Kita bisa mengenang canda dan tawa yang indah, dengan wajah yang lugu dan lucu. Akan tetapi hari ini dengan suasana yang berbeda hanya bisa membentangkan ingatan yang tidak semua bisa terekam. Hal itu karena dulu belum ada Facebook, Instagram, Watshap atau media sosial lainnya yang bisa merekam kisah kita dulu.

Dengan menanggalkan profesi dan status sosial yang berbeda kita akan bertemu dengan status yang sama, yaitu sama sama alumni MTs As Salafiyah Sitanggal tahun 1992. Apapun status sosial atau predikat kita tidak penting, karena dihadapan Allah kita sama sebagai hamba Allah. Sesungguhnya yang membedakan adalah kadar ketaqwaan kita masing masing yang tidak harus diperlihatkan kepada siapapun.

Tidak ada sekat di antara kita dalam konteks sebagai alumni yang pernah menimba ilmu di MTs As Salafiyah Sitanggal. Kita akan melebur dalam satu barisan yang sama untuk memperkuat silaturahmi dan Paseduluran. Canda, tawa dan berbagi kisah akan menjadi warna keakraban kita dalam suasana yang penuh bahagia. Semoga kelak di akhirat nanti dipertemukan di Surga yang indah. Amin..

Halal bi Halal Santri Putri Lirboyo di Brebes : Memperkuat Ukhuwah, Mengokohkan Peran Alumni dan Santri untuk Masyarakat Berkemajuan

0
Oleh : Akhmad Sururi

Komunitas santri dan alumni Pondok Pesantren Putri Lirboyo akan menggelar event Halal bi Halal dengan menghadirkan Mubalighoh kondang yang sudah akrab dalam dunia media sosial. Ning Hj Sheila Hasina Zam Zami akan hadir memberikan pencerahan untuk komunitas santri dan alumni santri putri Lirboyo Kediri Jawa Timur yang berdomisili di Kab Brebes. Acara tersebut akan digelar pada hari Senin, 30 Maret 2026 bertepatan dengan tanggal 10 Syawal 1447 di Pondok Pesantren As Salafiyah 2 Jatirokeh Kec Songgom Kab Brebes.

Kehadiran Ning Sheila panggilan akrab Ustadzah Muda yang penuh inspiratif dan Dzuriyah Pondok Pesantren Lirboyo dalam Halal bi Halal yg bertajuk “Memperkuat Ukhuwah, Mengokohkan Peran Alumni dan Santri untuk Masyarakat Berkemajuan. Tema ini akan mempertegas peran santri dan alumni Pondok Pesantren Putri di tengah tengah masyarakat yang sudah berkemajuan.

Sebagai dai muda yang digandrungi oleh komunitas milineal, Ning Sheila tentu sangat diharapkan akan memberikan pencerahan kepada alumni dan santri putri agar lebih berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Peran ini tentu seyampang dengan dawuh Kyai Sepuh,” Santri yen mulih ngadep dampar,”. Berperan dalam kehidupan bermasyarakat tentu tidak meninggalkan kewajiban kodrati sebagai seorang perempuan. Disinilah pesan Ning Sheila, agar perempuan bisa menjaga kehormatan dalam koridor Fiqih Perempuan.

Kehidupan bermasyarakat hari ini tentu tidak bisa disamakan dengan era 10 tahun silam. Era digital dan teknologi informasi yang berkembang dasyat di tengah tengah masyarakat menuntut pola adaptasi dengan tetap berpegang teguh terhadap tradisi dan idiologi Pesantren. Pola dakwah yang diperankan oleh Ning Sheila sesungguhnya menjadi icon dai dari komunitas “Ning” yang mampu berdialog dengan konteks masyarakat masa kini. Sehingga semua ulasan dan pencerahan yang ditayangkan di media sosial memillki daya solutif atas segala persoalan yang berkembang.

Meskipun diksi “masyarakat berkemajuan” lahir dari saudara tua NU, yaitu Muhammadiyah, akan tetapi sesungguhnya pesantren putri hari ini juga dihadapkan dengan masyarakat yang berkemajuan. Salah satu ciri masyarakat berkemajuan adalah sikap moderat atau washatiyah. Sikap inilah yang menjadi Islam dan secara khusus dakwah pesantren bisa diterima dimana mana. Dakwah Ning Sheila menyasar kepada kelompok masyarakat yang sudah berfikir maju. Sehingga Beliau bisa diterima oleh semua kalangan.

Sebagai Ning yang dijuluki dengan Ratu Ustadzah, Ning Sheila akan banyak memberikan pencerahan yang sangat bermakna untuk santri dan alumni putri di Kab Brebes. Mereka (santri dan alumni) sudah bersiap-siap meluangkan waktu untuk menerima pencerahan sekalian meraup keberkahan dari Dzuriyah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Kehadiran Beliau akan berdampak terhadap penguatan ukhuwah alumni dan santri putri Lirboyo di Brebes dalam mengahadapi masyarakat yang berkemajuan. ***

Menguatkan Sanad, Merajut Ukhuwah: IKSAMAH Gelar Halalbihalal dan Reuni Akbar ke-4 Penuh Khidmat

0

BREBES (Aswajanews.id) – Ikatan Keluarga Santri Alumni Al-Hassaniyyah (IKSAMAH) menggelar kegiatan Halalbihalal dan Reuni Akbar ke-4 pada Selasa pagi, 24 Maret 2026, bertempat di Pondok Pesantren Al-Hassaniyyah Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

Kegiatan yang mengusung tema “Khidmat Alumni Menjaga Sanad, Mempererat Ukhuwah Menggapai Istiqomah” ini berlangsung dengan penuh khidmat dan kehangatan. Para alumni santri dari berbagai angkatan dan daerah tampak antusias menghadiri acara tersebut sebagai bentuk menjaga silaturahmi sekaligus mengenang masa-masa kebersamaan di lingkungan pesantren.

Kegiatan diawali dengan lantunan hadroh dari Dzulfikar Group yang menghadirkan nuansa religius dan penuh kecintaan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Alunan shalawat yang menggema menambah kekhusyukan suasana serta menjadi pembuka yang menentramkan hati seluruh hadirin.

Ketua Iksamah Ahmad Supardo menyampaikan rasa terimakasih kepada segenap panitia dan para alumni yang sudah berkesempatan hadir pada kegiatan pagi hari ini. Momentum halal bihalal dan reuni alumni ini sudah berjalan 4 tahun semoga terus berlanjut sampai kapanpun. Harapannyaa para alumni yang sudah menamatkan pendidikan silaturahminya tetap berlangsung hingga kapanpun.

Perwakilan Alumni Putra Ustadz Taufik, M.Pd. mengajak bernostalgia dengan para alumni kilas balik pondok pesantren Alhasaniyyah pada tempo dulu. Mari kita doakan Abah yai beserta segenap keluarga diberikan kesehatan dan kita berharap keberkahan dari beliau. Ucapnya.

Perwakilan Alumni Putri Ustadzah Nur Aeni menyampaikan rasa semangat dan berterimakasih karena adanya kegiatan pada pagi hari ini guna sambungan silaturahmi kepada guru-guru dan dzuriyyah pondok pesantren Alhasaniyyah.

Di sela-sela rangkaian acara, para hadirin juga disuguhkan penampilan tari Saman yang dibawakan oleh santri putri Pondok Pesantren Al-Hassaniyyah. Penampilan tersebut memukau dan menambah semarak suasana, sekaligus menjadi wujud pelestarian seni budaya Islami di lingkungan pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, para hadirin juga mendapatkan untaian melalui kalam hikmah yang disampaikan oleh Ibu Nyai Dr. Hj. Alifah, S.Ag.,M.Pd. dan Dr. KH. Nuridin Syamsudin, S.H.,M.Pd.

Ibu Nyai Dr. Hj. Alifah dalam tausiyahnya mengisahkan seorang santri yang telah mondok selama 15 tahun. Karena merasa belum mampu memahami ilmu sebagaimana yang diharapkan, santri tersebut sempat meminta izin untuk boyong. Namun dari kisah tersebut, beliau menegaskan bahwa kunci keberkahan bukan terletak pada cepat atau lambatnya memahami ilmu, melainkan pada adab, kesabaran, dan keistiqomahan dalam menuntut ilmu.

Beliau juga menuturkan bahwa dengan sikap takdzim kepada guru, akhirnya santri tersebut mendapatkan futuhnya ilmu dari sang kyai hingga menjadi pribadi yang sukses dalam kehidupannya. Dari sinilah beliau menegaskan bahwa menjaga sanad keilmuan bukan hanya tentang meneruskan ilmu semata, tetapi juga tentang menjaga adab, memperkuat doa, serta merawat keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya peran alumni dalam menjaga nilai-nilai pesantren di tengah dinamika zaman, serta menjadikan ukhuwah sebagai kekuatan utama dalam merawat kebersamaan dan keberlanjutan perjuangan.

Sementara itu, Dr. KH. Nuridin Syamsudin dalam kalam hikmahnya mengajak seluruh alumni untuk senantiasa istiqomah dalam berkhidmat, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam perjuangan keagamaan. Beliau juga menegaskan bahwa keberkahan hidup akan senantiasa hadir bagi mereka yang menjaga hubungan dengan guru, mengamalkan ilmu, dan tidak melupakan jati diri sebagai santri.

Kalam hikmah yang disampaikan menjadi penguat spiritual sekaligus pengingat bagi seluruh alumni akan pentingnya menjaga sanad, mempererat ukhuwah, dan terus melangkah dalam istiqomah. Karena pertemuan ini menjadi sambungan kesuksesan kita bersama. Aamiin

Menariknya, dalam kesempatan tersebut para alumni juga mendapatkan ijazah amaliyah dari Abah Yai sebagai bekal spiritual dalam menjalani kehidupan. Ijazah tersebut di antaranya berupa amalan “Allahul Kafi Rabbunal Kafi” yang dianjurkan dibaca sebanyak 17 kali setelah shalat Subuh dan Maghrib sebagai bentuk tawakal dan permohonan kecukupan kepada Allah SWT.

Selain itu, bagi yang memiliki hajat besar, baik dalam perjuangan hidup maupun kehidupan keluarga, dianjurkan membaca amalan tersebut hingga 1000 kali, kemudian ditiupkan ke dalam air untuk digunakan sebagai wasilah ikhtiar batin.

Tidak hanya itu, para alumni yang telah berumah tangga juga mendapatkan ijazah khusus berupa amalan “Ya Kafi, Ya Mughni, Ya Razzaq” yang dibaca sebanyak 4000 kali, dengan harapan memperoleh keberkahan, kelapangan rezeki serta kesuksesan dunia dan akhirat.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dilanjutkan dengan musafahah, Suasana haru dan kehangatan begitu terasa, memperkuat ikatan ukhuwah serta meneguhkan kembali nilai kebersamaan di antara keluarga besar santri Al-Hassaniyyah.

Antusiasme para alumni terlihat dari tingginya partisipasi serta semangat kebersamaan yang terjalin sepanjang acara. Kehangatan yang tercipta menjadi bukti bahwa ikatan batin antar santri Al-Hasaniyyah tetap terjaga, meskipun telah dipisahkan oleh waktu dan jarak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh alumni IKSAMAH senantiasa istiqomah dalam menjaga sanad keilmuan, mempererat ukhuwah islamiyah, serta terus berkhidmat dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.

Kegiatan Halalbihalal dan Reuni Akbar ke-4 ini pun menjadi momentum penting dalam memperkuat peran IKSAMAH sebagai wadah silaturahmi, perjuangan, dan pengabdian bagi keluarga besar santri Pondok Pesantren Al-Hasaniyyah. (A’isy Hanif Firdaus)

Halal bi Halal PSIB : Menjalin Ukhuwah Santri dan Alumni untuk Mengembangkan Pikiran Nasionalisme, dari Santri untuk Negari

0
Oleh : Akhmad Sururi (Alumni PP Lirboyo angkatan Tahun 2000)

Dalam hitungan hari perhelatan akbar yang diselenggarakan oleh Persatuan Siswa Islam Brebes ( PSIB ) bersama dengan HIMASAL Kab Brebes akan berlangsung di lapangan desa Tegalreja Kec Banjarharjo Kab Brebes. Perhelatan yang berpuncak pada hari Jumat Malam Sabtu, 27 Maret 2026 M bertepatan dengan 7 Syawal 1447 H mengusung tema “Menjalin Ukhuwah Santri dan Alumni untuk Mengembangkan Pikiran Nasionalisme dari Santri untuk Negeri”.

Tema tersebut menjadi spirit perhelatan akbar yang menghadirkan ribuan alumni dan santri dalam besutan Halal bi Halal Santri dan Alumni. Barisan santri yang tergabung dalam PSIB bersama barisan alumni dalam lembaga HIMASAL (Himpunan Santri Alumni Lirboyo) menyatu dalam ukhuwah persaudaraan dalam rangka membangun peradaban di negeri. Hal tersebut tersirat dari diksi Santri untuk Negeri.

Pesan Ukhuwah Santri dan Alumni menjadi sangat penting mengingat keduanya menjadi entitas bangsa yang memiliki kekuatan membangun peradaban masa depan bangsa. Santri dan alumni menjadi garda terdepan untuk mewujudkan generasi bangsa yang berakhlak mulia sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Searah dengan hal tersebut tiga fungsi Pesantren sebagaimana termaktub dalam UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren, meliputi Pendidikan, Dakwah dan Pemberdayaan maka kehadiran Santri dan Alumni di tengah tengah masyarakat memiliki makna yang siginifikan. Irisan fungsi Pendidikan, santri dan alumni terdidik dengan keilmuan dan akhlak yang menyatu dalam satu tarikan nafas untuk mewujudkan generasi yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia.

Menurut beberapa pakar pendidikan, Pesantren adalah lembaga pendidikan keagamaan yang sampai hari ini lebih mengedepankan akhlak atau adab. Menjunjung tinggi akhlak dan adab menjadi tradisi kehidupan sehari sehari. Meskipun tradisi akhlak kepada seorang guru pernah diciderai oleh oknum tertentu akan tetapi sebagai santri tidak bisa dilepaskan dari nilai dan tradisi akhlakul karimah.

Irisan fungsi pendidikan tersebut tidak hanya berhenti di balik tembok pesantren. Ketika santri kembali ke masyarakat dan bergabung dalam barisan alumni, mereka membawa misi besar: Dakwah dan Pemberdayaan. Di sinilah letak urgensi tema “Dari Santri untuk Negeri”. Nasionalisme bagi seorang santri bukanlah jargon politik, melainkan manifestasi dari keimanan (Hubbul Wathan Minal Iman).

Namun, tantangan zaman hari ini menuntut santri dan alumni untuk lebih dari sekadar penjaga moral. Di tengah arus digitalisasi dan polarisasi pemikiran, ukhuwah yang dijalin oleh PSIB dan HIMASAL harus menjadi penawar (filter) bagi paham-paham yang mencerabut akar budaya bangsa. Santri adalah pemegang estafet pemikiran Islam moderat (wasathiyah) yang mampu berdiri tegak di atas keberagaman.

Mengembangkan pikiran nasionalisme dari bilik pesantren berarti meyakini bahwa kemajuan Indonesia tidak boleh lepas dari nilai-nilai spiritual. Alumni Lirboyo, dengan jaringannya yang luas di Kabupaten Brebes, memiliki potensi ekonomi dan sosial yang masif. Jika ukhuwah ini dikelola secara produktif, maka pemberdayaan masyarakat baik di bidang ekonomi kerakyatan maupun pendidikan karakter akan menjadi kontribusi riil yang dirasakan langsung oleh warga Brebes.

Lebih jauh lagi, ukhuwah yang terjalin antara PSIB dan HIMASAL harus bertransformasi menjadi ekosistem intelektual dan ekonomi. Di era disrupsi ini, tantangan santri bukan lagi sekadar mempertahankan tradisi, melainkan bagaimana tradisi pesantren mampu menjawab persoalan kontemporer mulai dari kemiskinan, ketimpangan akses pendidikan, hingga krisis moral di ruang digital.

Nasionalisme santri adalah nasionalisme yang solutif. Ketika alumni Lirboyo di Brebes bersatu, mereka bukan hanya sekumpulan massa, melainkan kekuatan pemberdaya. Alumnus yang terjun di dunia usaha, birokrasi, pendidikan, hingga pertanian, harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai kepesantrenan ke dalam profesionalisme mereka. Inilah esensi dari “Mengembangkan Pikiran Nasionalisme”: menjadikan nilai sholeh secara individu sekaligus muslih (membawa perbaikan) secara sosial.

Kegiatan di Tegalrejo nanti harus menjadi pemantik bagi gerakan yang lebih sistematis. Santri dan alumni harus hadir sebagai perekat sosial di tengah potensi perpecahan masyarakat. Dengan modal kemandirian yang ditempa di pesantren, santri adalah aktor utama yang mampu menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan nasional dari akar rumput.

Sebagai penutup, perhelatan Halal bi Halal ini adalah janji setia santri kepada ibu pertiwi. Bahwa selama pesantren masih berdiri dan ukhuwah alumni tetap terjaga, maka api nasionalisme tidak akan pernah padam. Kita berangkat dari mengaji, untuk kemudian berbakti. Karena bagi santri, mengabdi pada negeri adalah bagian tak terpisahkan dari pengabdian kepada Sang Ilahi. ****

Mulai Hari Ini, Akses Sadang ke Japek 2 Dibuka Gratis, Pemudik Dialihkan ke Setu–Burangkeng

0

KARAWANG (Aswaja News) – Upaya mengurai kepadatan arus mudik di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek 1) terus dilakukan. Mulai hari ini, kepolisian bersama instansi terkait resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan membuka akses alternatif melalui jalur Japek 2.

Kebijakan ini memungkinkan kendaraan dari arah Tol Cipularang yang masuk melalui Sadang dialihkan menuju Japek 2, kemudian keluar di Tol Setu–Burangkeng, Kabupaten Bekasi.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menyampaikan bahwa pengalihan arus tersebut berlaku setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB selama periode mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.

“Pengalihan arus ini kami lakukan untuk mengurangi beban kendaraan di ruas utama Tol Japek 1. Dengan dibukanya jalur ini, diharapkan perjalanan pemudik menjadi lebih lancar dan nyaman,” ujarnya.

Menariknya, jalur alternatif Japek 2 ini untuk sementara masih digratiskan bagi para pemudik sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Meski demikian, pengguna jalan tetap diimbau untuk berhati-hati. Pasalnya, kondisi jalan yang dilintasi masih tergolong baru sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra.

“Kami mengingatkan kepada para pemudik agar tetap waspada, menjaga kecepatan kendaraan, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan,” tambahnya.

Polres Karawang bersama stakeholder terkait akan terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas guna memastikan arus mudik berjalan aman, tertib, dan lancar.

(Ahmad Z)

Khusyuk dan Silaturahmi, Polres Karawang Laksanakan Sholat Ied Berjamaah Serta Halal Bihalal Internal

0

KARAWANG (Aswaja News) – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri, jajaran Kepolisian Resor Karawang menggelar pelaksanaan Sholat Ied berjamaah yang dilanjutkan dengan kegiatan Halal Bihalal. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di halaman Mako Polres Karawang, Sabtu (21/3).

Kegiatan keagamaan ini diikuti oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) serta personel Polres Karawang. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Sholat Ied kali ini adalah tim rohani Islam Polres Karawang, sementara rangkaian acara Halal Bihalal dipimpin langsung oleh Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah.

Dalam sambutannya usai pelaksanaan Sholat Ied, kapolres menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi di antara sesama personel. Menurutnya, momen Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

“Kami menggelar sholat ied berjamaah di Mako Polres, kemudian dilanjutkan dengan halal bihalal. Ini adalah momen yang sangat baik untuk memperkuat kebersamaan kita sebagai keluarga besar Polres Karawang.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk saling memaafkan dan meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat ke depannya,” ujar Kapolres hadapan para personel.

Suasana halal bihalal berlangsung dengan penuh kehangatan. Seluruh personel yang hadir secara bergantian bersalam-salaman dengan Kapolres serta para Pejabat Utama sebagai bentuk permohonan maaf lahir dan batin. Kegiatan tersebut juga diisi dengan ramah tamah yang mempererat solidaritas internal kepolisian di lingkungan Polres Karawang.

Dengan digelarnya kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polres Karawang dapat kembali bugar dan siap menjalankan tugas pengamanan serta pelayanan masyarakat pasca Hari Raya Idul Fitri dengan penuh semangat dan kekeluargaan.

(Ahmad Z)

Bupati Aep : Peran Pemerintah Daerah Sebagai Fasilitator Kebahagiaan Masyarakat

0

KARAWANG (Aswaja News) – Idulfitri menjadi hal penting untuk menunjukan kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat.

Pemerintah Daerah tidak hanya menjalankan hal administratif, tetapi juga berperan sebagai fasilitator kebahagiaan untuk masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Aep saat memberikan sambutan pada agenda pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H / 2026 M yang berlangsung di Lapangan Karangpawitan, Karawang Barat, Sabtu (21/3/2026).

Bupati menambahkan, berbagai kebijakan dan program seperti operasi pasar bersubsidi, pengamanan arus mudik, mudik gratis, hingga penyaluran bantuan sosial menjadi bentuk nyata kepedulian kami kepada masyarakat di bulan suci Ramadan.

“Kami percaya semua yang kami lakukan bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi sebagai pembangunan kepercayaan publik serta memperkuat legitimasi pemerintah melalui pelayanan yang responsif, cepat, dan humanis,” ucap Bupati Aep.

Selain itu, Idulfitri menjadi titik temu bagi masyarakat pekerja industri, petani, hingga nelayan. Dalam momen ini sekat-sekat sosial mencair digantikan oleh rasa persaudaraan yang hangat.

“Kita mampu menunjukkan di tengah modernisasi, industrialisasi nilai-nilai gotong royong dan kekeluargaan dapat terpelihara baik di Kabupaten Karawang,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah, Bupati menyatakan Pemkab Karawang telah menetapkan 10 pembangunan program strategis daerah tahun 2026.

Adapun yang menjadi skala prioritas seperti pemberian layanan kesehatan gratis kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang, pembangunan fasilitas, infrastruktur kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur lainnya.

“Program-program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” paparnya.

Bupati menegaskan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Karawang tidak menyurutkan prioritas dalam melayani serta menjalankan program yang langsung dari masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Ahmad Z)

Jelang Idulfitri, Masjid Baitul Mujahid Pungkasi Pengajian Ramadan Ahad Sore

0

SEMARANG (Aswajanews) – Suasana Ramadan 1447 H yang hangat terasa di Masjid Baitul Mujahid Keluraha Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang pada Ahad sore (15/3/2026). Iringan musik Rebana New Baitul Mujahid menghidupkan suasana kegiatan Pengajian Ramadan Ahad Sore. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan Feels Like Home kembali digelar dengan menghadirkan penceramah Gus Mujib Jogo Roso, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Huda Getasan.

‎Kegiatan ini diikuti oleh jemaah dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar masjid dari Perumahan Graha Mandiri Residence, hingga masyarakat umum yang memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa untuk menambah ilmu agama Islam yang diantarkan di awal acara Bapak Chotrul Aziz.

‎Dalam tausiyahnya, Gus Mujib Jogo Roso mengatakan bahwa bulan Ramadan 2027 tahun depan pasti datang. ” Jangan khawatir, Ramadan 2027 pasti datang,” katanya mengawali ceramah.

‎Yang perlu kita pertanyaan, lanjutnya, Mujib lan sing ngrungokne menanti atau tidak Ramadan 2027. “Jika tidak, maka ini adalah Ramadan terakhir bagi kita,” lanjut dia.

‎Pihaknya berharap, agar tahun 2027 mendapatkan Ramadan dengan penuh keberkahan. “Semoga kita mendapatkan Ramadan 2027 dengan keberkahan,” kata dia.

‎Gus Mujib juga mengutip hadis Nabi Muhammad, Man tafaqqaha fii diinillaahi ‘azza wa jalla, kafaahullaahu ta’aalaa maa ahammahu wa razaqahu min haitsu laa yahtasib. Artinya: “Barangsiapa mendalami agama Allah (‘Azza wa Jalla), niscaya Allah Ta’ala akan mencukupi kebutuhan (kekhawatiran)nya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

‎Ketua Panitia Ramadan Feels Like Home Masjid Baitul Mujahid, Virgiawan Listanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan suasana Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan bagi jamaah.

‎Program Pengajian Ramadan Ahad Sore merupakan agenda rutin selama bulan Ramadan yang menghadirkan sejumlah ulama dan tokoh agama. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan Masjid Baitul Mujahid dalam menyemarakkan bulan suci dengan kegiatan keilmuan dan spiritual.

‎“Melalui program Ramadan Feels Like Home, kami ingin menghadirkan masjid sebagai tempat yang nyaman untuk belajar, beribadah, dan berkumpul. Harapannya, jemaah merasa bahwa Ramadan benar-benar menjadi momen pulang ke rumah, rumah spiritual yang menenangkan hati,” ujarnya.

‎Egi juga menambahkan bahwa antusiasme jemaah dalam mengikuti pengajian Ahad sore cukup tinggi sejak awal Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki semangat besar untuk menghadiri majelis ilmu di masjid.

‎“Semoga kegiatan ini terus menjadi ruang silaturahmi dan menambah keberkahan Ramadan bagi seluruh jemaah,” tambahnya.

‎Dalam kesempatan itu, hadir Ketua Yayasan Baitul Mujahid Bapak Khosim, Ketua Takmis Masjid Baitul Mujahid Achmad Safuan, Imam Masjid Baitul Mujahid Kiai Rohman, dan para jemaah.

‎Rangkaian pengajian Ramadan di Masjid Baitul Mujahid ini diharapkan dapat terus menghidupkan tradisi keilmuan Islam sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat di tengah masyarakat. (Ibda)

Masjid Jadi Rest Area Pemudik! Kemenag Kabupaten Bandung Siapkan Layanan Gratis & Nyaman di Jalur Mudik 2026

0
Masjid Ramah Pemudik 2026 sebagai solusi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para pemudik

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung menghadirkan program Masjid Ramah Pemudik 2026 sebagai solusi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para pemudik selama arus mudik Lebaran.

Program ini tidak hanya berfungsi sebagai layanan keagamaan, tetapi juga menghadirkan fasilitas langsung bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.

Peluncuran program ditandai melalui kegiatan Kick Off di Masjid Al-Kholil yang berada di Jalan Raya Bandung–Garut, salah satu jalur utama yang padat dilalui pemudik.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Bandung Ramlan Rustandi, Kepala Subbag TU H. Asep Saefulloh, serta Kepala Seksi Bimas Islam H. Abdul Hanan.

Dalam keterangannya, Ramlan Rustandi menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Kemenag dalam memperluas fungsi masjid agar lebih inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Program Masjid Ramah Pemudik ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para pemudik untuk beristirahat, beribadah, serta mendapatkan fasilitas dasar selama perjalanan,” ujarnya.

Pemudik istirahat menikmati layanan “Masjid Ramah Pemudik”

Program yang berlangsung mulai 11 hingga 29 Maret 2026 ini menetapkan tiga masjid strategis sebagai pusat layanan pemudik, yaitu:

  1. Masjid Agung Al-Fathu
  2. Masjid Riyadlul Jannah
  3. Masjid Al-Kholil

Ketiga masjid tersebut berada di jalur utama arus mudik sehingga mudah diakses tanpa harus keluar jauh dari rute perjalanan.

Fasilitas Lengkap, Pemudik Makin Tenang

Pemudik yang singgah akan mendapatkan berbagai fasilitas, di antaranya:

  • Ruang salat bersih dan nyaman
  • Toilet dan tempat wudu dengan air memadai
  • Area istirahat bagi musafir
  • Area parkir yang aman dan luas
  • Air minum dan takjil gratis
  • Layanan sahur bagi pemudik malam hari
  • Charging station untuk pengisian daya ponsel

Program ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari penyuluh agama, KUA, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), hingga anggota Saka Amal Bakti. Selain itu, kegiatan ini juga terintegrasi dengan Ekspedisi Masjid Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, layanan bagi pemudik diharapkan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Kehadiran program ini menjadi langkah nyata menjadikan Kabupaten Bandung tidak hanya sebagai jalur lintasan mudik, tetapi juga sebagai wilayah yang memberikan kenyamanan, keamanan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

(Nas/Uus)

Karawang Gelar Festival Ngadulag Bedug yang Disambut Antusias

0
Bupati Karawang, H Aep Syaepuloh, SE

KARAWANG (Aswaja News) – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Festival Ngadulag Bedug dan Takbir Keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Karawang untuk membangkitkan kembali tradisi lama yang sarat nilai budaya dan religius di tengah masyarakat.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga diarahkan sebagai wadah kegiatan positif bagi masyarakat guna meminimalisir potensi aktivitas negatif pada malam takbiran. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi seluruh kecamatan yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

“Alhamdulillah, ribuan masyarakat meriahkan. InsyaAllah kegiatan seperti inilah yang diinginkan masyarakat,” kata Bupati Karawang, H Aep Syaepuloh.

Pelaksanaan festival dipusatkan di tiga titik, yakni Kantor Bupati Karawang sebagai pusat acara, Kecamatan Cikampek, dan Kecamatan Jayakerta. Penyelenggaraan di beberapa lokasi ini bertujuan untuk menjangkau partisipasi masyarakat secara lebih luas sekaligus menjaga kondusifitas wilayah.

Ajang budaya yang menampilkan kreativitas tabuhan bedug ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana melestarikan tradisi lokal.

Dalam pengumuman resmi panitia, grup peserta dari berbagai kecamatan menunjukkan performa terbaik mereka. Setelah melalui penilaian ketat dari dewan juri. akhirnva keluar sebagai Juara kedua diraih Grup Ngadulag dari Kecamatan Karawang Barat dengan skor 725. Sementara juara ketiga disabet oleh Grup Ngadulag dari Kecamatan Klari dengan skor 690.

Usai pelaksanaan festival, Bupati Karawang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan monitoring pengamanan malam takbiran di sejumlah titik strategis, di antaranya Bunderan Ciplaz dan kawasan Galuh Mas.

Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Pemerintah Kabupaten Karawang mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Raya dengan penuh suka cita, serta terus menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersamaan. (Ahmad Z)

Shalat Id di Al Fathu, Kang DS Soroti Capaian dan Prioritas Pembangunan

0

BANDUNG (Aswajanews.id) — Bupati Bandung, Dadang Supriatna bersama Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb memilih merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Kabupaten Bandung dengan melaksanakan Shalat Idul Fitri bersama ribuan masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al Fathu, Kompleks Pemkab Bandung, Sabtu (21/3/2026) dan dihadiri unsur perangkat daerah serta Forkopimda dan Forkopimcam.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang DS ini menegaskan bahwa momentum Idulfitri tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk menyampaikan capaian pembangunan kepada masyarakat.

“Idul fitri ini menjadi momentum bagi kami untuk terus memperkuat kebersamaan sekaligus menyampaikan apa saja yang telah dan sedang dikerjakan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Bandung,” katanya.

Selama masa kepemimpinannya, Pemkab Bandung telah meluncurkan berbagai program strategis lintas sektor. Di bidang lingkungan hidup, dihadirkan sejumlah terobosan, termasuk Peraturan Daerah tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta gerakan pengurangan sampah plastik sekali pakai.

“Lingkungan yang sehat adalah fondasi utama bagi kesejahteraan masyarakat, berbagai kebijakan kami arahkan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan,” ucapnya.

Di sektor pendidikan dan kesehatan, Pemkab Bandung menggulirkan program BESTI (Beasiswa ti Bupati) bagi siswa berprestasi, serta memperkuat layanan kesehatan melalui pembangunan lebih dari 62 puskesmas dan 5 RSUD Bedas.

“Kami terus meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan merata,” tambahnya.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur jalan terus digenjot dengan alokasi anggaran mencapai lebih dari Rp1,8 triliun. Pemerintah daerah juga membangun 28 SMP baru dan 2 SMA baru untuk memperluas akses pendidikan.
Di sektor pertanian, program Kartu Tani SIBEDAS disalurkan melalui dana hibah sebesar Rp25 miliar yang menyasar 50.000 petani.

“Petani adalah tulang punggung daerah. Karena itu, kami hadirkan program yang benar-benar mendukung peningkatan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.

Adapun dalam bidang kesejahteraan sosial, Pemkab Bandung menargetkan perbaikan 7.000 rumah tidak layak huni setiap tahunnya, serta memberikan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan bagi aparatur desa, RT/RW, Linmas, dan kader PKK.

Melalui berbagai program tersebut, Kang DS kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami akan terus bekerja keras agar pembangunan di Kabupaten Bandung semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.

(Red)

Sekretaris PD DMI Brebes Lepas Gema Takbir Keliling, Warga Jagalempeni Selatan Semarakkan Malam Kemenangan

0

BREBES (Aswajanews) – Suasana malam Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Jagalempeni Selatan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, berlangsung meriah. Sekretaris PD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, secara resmi melepas pawai gema takbir keliling yang digelar di halaman Masjid Jami Baiturohim, Jumat malam (21/3/2026).

Dalam sambutannya, Akhmad Sururi menyampaikan bahwa malam takbiran merupakan momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.

“Ini adalah malam kemenangan kita semua. Gema takbir yang berkumandang menjadi tanda berakhirnya Ramadan dan datangnya hari raya Idulfitri. Mari kita jadikan momentum ini sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan peserta pawai.

Akhmad Sururi

Ia juga menambahkan, kegiatan takbir keliling menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat. Harapannya, seluruh umat Muslim mendapatkan ampunan (maghfirah) dan keberkahan dari Allah SWT.

Prosesi pelepasan peserta ditandai secara simbolis dengan pemukulan bedug, diiringi lantunan takbir yang dipimpin oleh H. Akhmad Junaidi selaku penasehat Masjid Jami Baiturohim Jagalempeni Selatan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Takmir Masjid H. Mansur Amin serta tokoh masyarakat H. Ali Masykur.

Sementara itu, Ketua Panitia, Mas Guntur yang akrab disapa Gugun, menyampaikan bahwa kegiatan takbir keliling ini merupakan hasil kolaborasi pengurus masjid dan mushola se-Jagalempeni Selatan.

“Meski persiapan terbilang mendadak, alhamdulillah peserta sangat antusias. Ini menjadi bukti semangat masyarakat dalam mensyiarkan Islam di malam Idulfitri,” ungkapnya.

Pawai takbir keliling pun berlangsung semarak dengan iringan bedug dan lantunan takbir yang menggema di sepanjang jalan desa, menambah khidmat suasana malam kemenangan bagi umat Islam. (Red)

KH Yusuf Ali Tantowi Sampaikan Pesan Taqwa dalam Khutbah Idul Fitri di Al-Fathu

0
KH Yusuf Ali Tantowi menyampaikan khutbah Idul Fitri di Masjid Agung Al-Fathu, menekankan pentingnya taqwa dan perubahan nyata pasca-Ramadan, Sabtu (21/3/2026).

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Fathu, Sabtu (21/3/2026), berlangsung tertib dengan diikuti masyarakat yang hadir sejak pagi hari.

Bertindak sebagai khotib, KH Yusuf Ali Tantowi menyampaikan khutbah yang menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum peningkatan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa Idul Fitri bukan hanya penanda berakhirnya Ramadan, tetapi juga waktu untuk mengevaluasi sejauh mana ibadah yang dilakukan membawa perubahan pada diri seseorang.

Menurutnya, ukuran keberhasilan Ramadan tidak hanya dilihat dari intensitas ibadah, tetapi juga dari perubahan sikap, kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban, serta kemampuan menjaga diri dari perbuatan yang dilarang.

Ia menjelaskan bahwa tujuan puasa adalah membentuk pribadi bertaqwa, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, sehingga nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan diharapkan tetap terjaga setelahnya.

KH Yusuf Ali Tantowi juga menyampaikan bahwa ketakwaan tidak terbatas pada pelaksanaan ibadah ritual, tetapi mencakup perilaku sosial, kejujuran, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam penjelasannya, ia menguraikan beberapa ciri orang bertaqwa, antara lain menjaga shalat, memiliki kepedulian sosial, mampu mengendalikan emosi, serta berupaya memperbaiki diri ketika melakukan kesalahan.

Ia menambahkan bahwa konsistensi dalam menjaga nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting setelah Ramadan, agar ibadah yang telah dilakukan tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan semata.

Selain itu, ia mengajak jamaah untuk mempertahankan kebiasaan baik seperti memperbanyak istighfar, menjaga silaturahmi, serta melanjutkan amalan sunnah sebagai bentuk kesinambungan ibadah.

Sementara itu, pelaksanaan sholat Id dipimpin oleh KH Ujang Hidayat sebagai imam yang memandu jalannya ibadah dengan tertib hingga selesai.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Dadang Supriatna beserta jajaran pemerintah daerah yang turut mengikuti rangkaian pelaksanaan Sholat Idul Fitri.

Usai pelaksanaan sholat, jamaah saling bersalaman sebagai bagian dari tradisi Idul Fitri yang mencerminkan semangat saling memaafkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Fathu menjadi salah satu agenda keagamaan tahunan yang diikuti masyarakat serta menjadi sarana penyampaian pesan keagamaan kepada publik.

(Reporter: Uus)

Hangat di Penghujung Ramadan, Prabowo Subianto Ajak Bangsa Pererat Silaturahmi di Idulfitri 1447 H

0

JAKARTA (Aswajanews) – Prabowo Subianto menutup Ramadan 1447 Hijriah dengan suasana hangat bersama keluarga.
Presiden Republik Indonesia itu membagikan momen kebersamaan dengan putranya, Didit Hediprasetyo, serta Titiek Soeharto melalui akun Instagram resminya, Jumat (20/3/2026).
Dalam unggahan tersebut, Presiden terlihat duduk bersama di satu meja makan. Momen itu mencerminkan kebersamaan sederhana namun penuh makna di penghujung bulan suci.

Dalam pesannya, Prabowo menyampaikan rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan selama 30 hari.
“Alhamdulillah, 30 hari Ramadan telah kita lalui dengan penuh keimanan. Kini kita sambut hari kemenangan dengan hati yang bersih,” tulisnya.

Ramadan 1447 H juga menjadi momen refleksi bagi Kepala Negara. Ia berharap dapat kembali dipertemukan dengan Ramadan di masa mendatang, sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan.

“Semoga kita diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan di tahun mendatang. Selamat berkumpul bersama keluarga dan orang-orang tercinta,” lanjutnya.

Dalam pesan menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah, Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjadikan momen hari raya sebagai ajang saling memaafkan dan memperkuat persatuan bangsa.

“Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri ini untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan sebagai satu bangsa di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus bekerja keras, saling membantu, serta bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan kuat.
Selain itu, Prabowo berharap seluruh amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi bangsa Indonesia.

“Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir batin, minal ‘aidin wal-fa’izin,” ucapnya.

Jadwal Idulfitri Presiden

Untuk diketahui, Presiden dijadwalkan merayakan Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026). Sebelumnya, ia akan menghadiri malam takbiran di Medan pada Jumat (20/3/2026) malam.

Hal tersebut disampaikan oleh Teddy Indra Wijaya yang memastikan agenda Presiden dalam menyambut hari raya bersama masyarakat. Setelah melaksanakan salat Idulfitri, Presiden juga dijadwalkan melakukan halalbihalal bersama warga setempat. (Red)

Apel Gabungan Forkopimcam Majalaya Perketat Pengamanan Malam Takbiran, Pastikan Lebaran Aman dan Kondusif

0

BANDUNG (Aswajanews) – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Majalaya menggelar apel gabungan lintas instansi guna memperkuat pengamanan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026) sore.

Apel yang berlangsung di wilayah Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung ini menjadi langkah strategis dalam memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjelang Hari Raya.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forkopimcam, TNI-Polri, Satuan Brimob Polda Jawa Barat, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta elemen masyarakat seperti Pokdar Kamtibmas, RAPI, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.

Kapolsek Majalaya, Kompol Suyatno, S.Pd.I., M.M., menegaskan bahwa apel gabungan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan seluruh unsur dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Pengamanan malam takbiran menjadi prioritas kami. Melalui apel ini, kita satukan kekuatan agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan takbiran tahun ini difokuskan di masjid dan lingkungan masing-masing, tanpa adanya takbir keliling. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

“Walaupun takbir keliling tidak diperbolehkan, kami tetap melakukan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat mengganggu ketertiban,” tegasnya.

Selain itu, tingginya aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan menjelang Lebaran juga menjadi perhatian serius aparat. Lonjakan pengunjung dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan.

“Masih banyak masyarakat berbelanja kebutuhan Lebaran. Ini menjadi potensi kerawanan, sehingga patroli dan pengawasan di titik-titik rawan kami maksimalkan,” tambah Suyatno.

Pengamanan akan difokuskan pada pusat keramaian, jalur lalu lintas, serta lokasi ibadah. Personel gabungan juga disiagakan untuk mencegah tindak kriminalitas dan menjaga situasi tetap kondusif sepanjang malam takbiran.

Sementara itu, Danramil 2404/Majalaya Kapten Inf. Purwanto menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen dalam menjaga keamanan wilayah.

“Pengamanan ini bukan hanya tugas aparat, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Sinergi adalah kunci utama menciptakan situasi yang aman,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan potensi kerawanan yang kerap muncul saat malam takbiran, seperti kerumunan pemuda hingga aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Forkopimcam Majalaya memastikan pengamanan dilakukan secara terpadu dengan pendekatan preventif dan humanis. Seluruh personel akan disebar ke titik-titik strategis guna menjamin keamanan masyarakat.

Di akhir keterangannya, Kapolsek Majalaya turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat.

“Atas nama pribadi dan institusi, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

Dengan pengamanan yang terkoordinasi, diharapkan perayaan Idul Fitri di wilayah Majalaya dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat. (Red)

KH Yusuf Ali Tantowi Dijadwalkan Jadi Khatib Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Fathu, Soreang

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH Yusuf Ali Tantowi, dijadwalkan menjadi khotib dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Fathu, Soreang, Sabtu pagi, 21 Maret 2026.

Jamaah dari berbagai kecamatan diperkirakan akan hadir untuk merayakan kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa, menghadirkan suasana kebersamaan dan religius yang khidmat di pagi hari.

Sejumlah tokoh dan pejabat daerah juga dijadwalkan hadir, termasuk Bupati Bandung Dadang Supriatna beserta jajaran, menambah khidmat pelaksanaan sholat Id sekaligus menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan dan sosial.

Dalam pelaksanaan sholat Id, KH Yusuf Ali Tantowi bertindak sebagai khotib, sementara KH Ujang Hidayat memimpin sebagai imam, menghadirkan kombinasi khidmat dan inspiratif yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

KH Yusuf Ali Tantowi dikenal luas sebagai tokoh keagamaan aktif melalui BAZNAS Kabupaten Bandung, sehingga khutbahnya selalu menjadi sorotan dan sumber inspirasi bagi jamaah yang hadir.

Khutbah Idul Fitri akan menekankan makna taqwa, kepedulian sosial, dan pentingnya menjaga silaturahmi, sekaligus menyoroti nilai-nilai Ramadan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Masjid Agung Al-Fathu memiliki kapasitas luas dan akses mudah dijangkau, menjadikannya lokasi strategis bagi jamaah dari berbagai kecamatan untuk melaksanakan ibadah berjamaah dengan tertib dan nyaman.

Sholat Id ini juga menjadi momen edukasi publik, mengingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi melatih kesabaran, empati, dan kepedulian terhadap sesama masyarakat.

Selain aspek spiritual, kegiatan ini menyoroti peran BAZNAS Kabupaten Bandung dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, yang berdampak nyata terhadap kesejahteraan warga serta memperkuat kepercayaan masyarakat.

Kegiatan sholat Id terbuka bagi masyarakat umum, memungkinkan warga merasakan suasana Idul Fitri yang khidmat sekaligus menerima pesan moral dan hikmah dari khutbah khotib secara langsung.

Dengan jadwal yang telah diumumkan, masyarakat dapat merencanakan keikutsertaan lebih awal, mengikuti takbir dan khutbah pagi, serta merasakan tradisi keagamaan yang konsisten dipelihara setiap tahunnya.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Fathu, Soreang, menjadi simbol kebersamaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menampilkan kombinasi ibadah, edukasi, dan kepedulian sosial yang nyata. (Reporter:Uus)

H. Much Soparudin Dijadwalkan Jadi Khotib dan Imam Jumat di Masjid Al-Aqsha, Bandung

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – H. Much Soparudin, S.Ag., Ketua Yayasan As-Sanusi, yang akrab dipanggil Abah Sopar, dijadwalkan menjadi khotib sekaligus imam Jumat di Masjid Al-Aqsha, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jumat, 20 Maret 2026.

Abah Sopar rencananya akan menyampaikan pesan penting tentang menjaga silaturrahmi dan saling menghormati sesama, meski berbeda keyakinan atau thoriqoh.

Ia menekankan bahwa sebagai umat Islam, menghormati sesama dan ulama adalah kewajiban yang harus dijaga setiap waktu.

Contoh nyata yang akan disampaikan Abah Sopar adalah pelaksanaan Salat Iedul Fitri oleh Ormas Muhammadiyah, yang lebih dulu menggelar salat tarawih dengan hujjah yang kuat.

Menurut Abah Sopar, menghormati perbedaan adalah bagian dari etika Islam dan ajaran para imam mazhab yang menjadi hujjatul Islam.

Ia juga akan mengingatkan bahwa umat Islam memiliki tujuan yang sama, yaitu mendapatkan keridhaan Allah SWT, meski jalan atau thoriqoh berbeda-beda.

Abah Sopar berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh jamaah yang hadir.

Selain itu, Abah Sopar menekankan urutan prioritas dalam mencintai dan menaati: Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Ulil Amri minkum (pemerintah), sesuai ajaran Islam.

Khotib dan imam Jumat ini juga menegaskan pentingnya menghormati pemerintah, selama tidak bertentangan dengan syariat dan membawa kebaikan bagi masyarakat.

Pesan khutbah menjadi pengingat agar umat Islam tetap menjaga persaudaraan, toleransi, dan menghormati jalur spiritual atau thoriqoh lain.

Abah Sopar dijadwalkan menutup khutbah dengan doa agar seluruh jamaah menjadi orang-orang bertakwa dan mendapatkan keberkahan di akhir Ramadan 1447 H.

Selain jadwal Jumat 20 Maret 2026, Abah Sopar juga telah dijadwalkan menjadi khotib dan imam kembali pada 30 Oktober 2026, menegaskan konsistensi Abah Sopar dalam membimbing umat. (Reporter: Uus)

Bupati Karawang Serukan Toleransi, Nyepi dan Ramadan Jadi Simbol Harmoni

0

KARAWANG (Aswajanews) – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya toleransi dan kebersamaan dalam momentum Hari Raya Nyepi yang bertepatan dengan penghujung bulan suci Ramadan.

Menurutnya, pertemuan dua momentum keagamaan ini menjadi simbol nyata harmonisasi kehidupan masyarakat di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang hidup dalam keberagaman.

Di satu sisi, umat Muslim tengah menuntaskan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan. Di sisi lain, umat Hindu merayakan Nyepi dalam keheningan dan perenungan diri. Kondisi ini, kata Aep, mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan.

“Perbedaan bukan menjadi penghalang, justru menjadi kekuatan untuk saling memahami dan menghargai,” ujarnya.

Aep menilai, baik Nyepi maupun Ramadan sama-sama mengajarkan nilai introspeksi, pengendalian diri, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama. Oleh karena itu, semangat toleransi harus terus dijaga, tidak hanya saat momentum perayaan keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pesannya, ia menekankan tiga hal penting. Pertama, masyarakat diharapkan saling menghormati antarumat beragama, termasuk memberikan ruang yang khidmat bagi umat Hindu dalam menjalankan Catur Brata Penyepian. Kedua, umat Muslim diminta tetap menjaga kekhusyukan ibadah Ramadan dengan tetap menghormati perayaan agama lain. Ketiga, keberagaman harus dijadikan kekuatan untuk membangun Karawang secara bersama-sama.

Aep juga mengingatkan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam menjaga ketertiban, kedamaian, dan pembangunan daerah. Dalam masyarakat yang majemuk seperti Karawang, sikap saling menghormati menjadi kunci utama menjaga keharmonisan sosial.

Momentum bertemunya Nyepi dan Ramadan ini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa persatuan tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari kemampuan untuk hidup berdampingan dalam perbedaan.

Menutup pesannya, Aep menyampaikan ucapan selamat kepada umat yang merayakan.

“Selamat Hari Nyepi bagi yang merayakan, dan selamat menjalankan ibadah di akhir Ramadan. Semoga kedamaian senantiasa menyertai kita semua,” tutupnya.

(Red/AZ)

Membaca Scientific Qur’an untuk Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah Digital

0
Penulis: Ali Muhtarom

Transformasi digital telah mengubah struktur dan praktik ekonomi global secara mendasar. Kehadiran teknologi seperti artificial intelligence, big data, blockchain, dan platform digital menciptakan model bisnis baru yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi.

Dalam konteks masyarakat Muslim, perkembangan ini membuka peluang bagi lahirnya ekosistem ekonomi syariah digital yang menggabungkan inovasi teknologi dengan prinsip-prinsip syariah. Untuk membangun fondasi konseptual yang kuat, penting untuk membaca kembali nilai-nilai ilmiah yang terkandung dalam Al-Qur’an melalui pendekatan yang sering disebut sebagai Scientific Qur’an.

Konsep Scientific Qur’an tidak dimaksudkan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai buku sains dalam pengertian teknis, melainkan sebagai sumber inspirasi epistemologis yang mendorong perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam banyak ayatnya, Al-Qur’an mengajak manusia untuk berpikir (tafakkur), merenung (tadabbur), dan menggunakan akal (ta‘aqqul) dalam memahami realitas kehidupan.

Dorongan intelektual ini menjadi landasan penting bagi perkembangan peradaban Islam klasik yang melahirkan berbagai disiplin ilmu, termasuk ilmu ekonomi.

Dalam perspektif ekonomi Islam, aktivitas ekonomi tidak dipandang semata sebagai mekanisme produksi dan distribusi kekayaan, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di bumi (khalīfatullāh fī al-arḍ). Prinsip ini menempatkan ekonomi dalam kerangka etika yang menekankan keadilan (‘adl), keseimbangan (tawāzun), dan kemaslahatan publik (maṣlaḥah ‘āmmah). Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi normatif bagi pembangunan sistem ekonomi yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkeadilan sosial.

Ketika nilai-nilai ini dibawa ke dalam konteks ekonomi digital, muncul kebutuhan untuk merumuskan ekosistem ekonomi syariah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ekosistem tersebut mencakup berbagai komponen seperti fintech syariah, platform perdagangan halal, sistem pembayaran digital berbasis syariah, serta pengelolaan dana sosial Islam secara digital.

Dalam kerangka ini, teknologi tidak dipandang sebagai ancaman bagi nilai-nilai agama, tetapi sebagai alat (wasīlah) untuk memperluas kemaslahatan.

Salah satu prinsip Qur’ani yang relevan dalam pembangunan ekonomi digital adalah keadilan dalam transaksi. Al-Qur’an menegaskan pentingnya kejujuran dalam timbangan dan larangan melakukan kecurangan dalam aktivitas ekonomi. Prinsip ini memiliki implikasi penting dalam era ekonomi digital yang sangat bergantung pada data dan algoritma. Transparansi sistem, keamanan data, serta keadilan dalam akses platform menjadi bagian dari implementasi nilai ‘adl dalam sistem ekonomi modern.

Selain itu, konsep amanah juga menjadi nilai kunci dalam pengelolaan ekonomi digital. Dalam sistem berbasis teknologi, kepercayaan pengguna terhadap platform menjadi faktor utama keberhasilan suatu layanan. Oleh karena itu, perusahaan yang bergerak dalam sektor ekonomi syariah digital harus mengembangkan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Prinsip amanah tidak hanya berkaitan dengan integritas individu, tetapi juga mencakup tanggung jawab institusional dalam mengelola informasi dan sumber daya ekonomi.

Pendekatan Scientific Qur’an juga mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ekonomi syariah digital, hal ini dapat diwujudkan melalui inovasi dalam sektor fintech yang menyediakan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Melalui teknologi digital, akad-akad syariah seperti murābaḥah, mudārabah, dan musyārakah dapat diimplementasikan secara lebih efisien dan transparan.

Lebih jauh lagi, digitalisasi juga membuka peluang besar dalam pengelolaan instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Platform digital dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan dana sekaligus memperluas jangkauan distribusinya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dengan dukungan teknologi blockchain, misalnya, proses pencatatan dan pelaporan dapat dilakukan secara lebih transparan sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola dana sosial Islam.
Namun demikian, pembangunan ekosistem ekonomi syariah digital juga menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satu tantangan utama adalah kesenjangan literasi digital dan literasi ekonomi syariah di kalangan masyarakat. Tanpa pemahaman yang memadai, masyarakat berpotensi terjebak dalam praktik ekonomi digital yang tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah. Oleh karena itu, penguatan pendidikan dan literasi menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Tantangan lain berkaitan dengan regulasi dan standar kepatuhan syariah (sharia compliance). Inovasi teknologi sering kali berkembang lebih cepat dibandingkan dengan kerangka regulasi yang ada.

Dalam situasi ini, diperlukan kolaborasi antara ulama, akademisi, regulator, dan praktisi teknologi untuk merumuskan pedoman yang mampu menjembatani antara inovasi digital dan prinsip-prinsip syariah.

Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, tujuan utama sistem ekonomi Islam adalah menjaga dan meningkatkan kesejahteraan manusia melalui perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Teknologi digital dapat menjadi sarana efektif untuk mencapai tujuan tersebut apabila dikembangkan dengan pendekatan yang etis dan inklusif. Dengan memanfaatkan potensi teknologi secara bijak, ekonomi syariah digital dapat menjadi instrumen penting dalam memperluas akses ekonomi dan mengurangi ketimpangan sosial.

Pada akhirnya, membaca Scientific Qur’an dalam konteks ekonomi digital berarti menjadikan nilai-nilai wahyu sebagai inspirasi bagi inovasi dan pengembangan sistem ekonomi modern.

Al-Qur’an memberikan kerangka etika yang menuntun manusia dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab. Dengan integrasi antara nilai spiritual dan kemajuan teknologi, pembangunan ekosistem ekonomi syariah digital dapat menjadi langkah strategis menuju sistem ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama (falāḥ). ***

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts