Google search engine
Beranda blog Halaman 39

Evaluasi Dapur SPPG, BGN Tekankan Standar Ketat untuk Jamin Gizi Anak

0

KARAWANG (Aswajanews) – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengikuti kegiatan pengarahan dan evaluasi pelaksanaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Letjen (Purn) Dadang Hendrayuda.

Kegiatan ini diikuti oleh 1.006 peserta yang terdiri dari 414 Kasatpel, 178 yayasan, 414 mitra, serta 39 undangan. Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program pemenuhan gizi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Dalam paparannya, Deputi BGN, Letjen (Purn) Dadang menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap operasional dapur SPPG, baik dari sisi kebersihan, kualitas makanan, hingga tata kelola distribusi. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Secara keseluruhan, jumlah SPPG di Jawa Barat mencapai 5.961 unit, dengan rincian 214 SPPG berada di Kabupaten Karawang dan 130 SPPG di Kabupaten Purwakarta. Untuk Kabupaten Karawang sendiri, sebanyak 84 dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima arahan yang sangat jelas dari Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN terkait langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah daerah.

“Kami telah menerima arahan yang sangat luar biasa dari Bapak Deputi. Sudah jelas alur-alur yang perlu kami laksanakan di daerah,” ujarnya.
(AZ)

Dapur MBG Jayawinangun Diduga Gunakan Elpiji Subsidi 3 Kg, Langgar Aturan BGN

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara tegas dilarang menggunakan gas elpiji subsidi 3 kilogram. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 401.1 Tahun 2025.

Dalam ketentuan itu, dapur MBG diwajibkan menggunakan gas nonsubsidi, seperti tabung 5,5 kg, 12 kg, atau 50 kg, guna memastikan subsidi tepat sasaran serta memenuhi standar keamanan operasional.

Namun, hasil investigasi di lapangan menemukan adanya tabung gas di area dapur MBG Jayawinangun yang diduga merupakan elpiji 3 kg. Temuan ini memunculkan dugaan pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkan.

Ketua DPD GNPK-RI Kabupaten Indramayu, Karyanto yang akrab disapa Elang, menegaskan bahwa elpiji 3 kg diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro, bukan untuk kegiatan dapur MBG yang berskala layanan publik.

“Dalam SK Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025 sudah jelas melarang penggunaan gas elpiji 3 kg di dapur MBG. Jika dilanggar, pengelola dapat dikenakan sanksi,” ujarnya.

Selain itu, dapur MBG juga diwajibkan menggunakan instalasi gas berstandar, termasuk penempatan tabung gas di luar ruang pengolahan makanan demi menjaga aspek keselamatan.

(Herman/Tongol)

Diduga Lalai, SPPG Jayawinangun Kembali Bagikan Menu MBG Basi untuk Balita

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – SPPG Jayawinangun kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah orang tua penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengeluhkan makanan yang diterima dalam kondisi basi dan tidak layak konsumsi.

Keluhan tersebut ramai beredar di media sosial. Beberapa orang tua mengaku kecewa karena menu MBG yang seharusnya menunjang gizi anak justru tidak bisa dikonsumsi.

Salah satu akun yang enggan disebutkan identitasnya mengunggah video berdurasi 30 detik di Facebook, Rabu (01/04/2026). Dalam video tersebut, ia memperlihatkan kondisi makanan yang diterima untuk balita sudah basi.

“MBG-nya sudah basi, tidak bisa dimakan. Kenapa tidak sekalian saja diantar waktu Maghrib? Menu untuk balita juga seperti makanan orang dewasa,” ujarnya dengan nada kesal.

Program MBG yang digagas untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia kini justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Alih-alih menjadi solusi perbaikan gizi, kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan kesehatan anak.

Dugaan sementara mengarah pada adanya kelalaian dalam pengawasan oleh pihak terkait di SPPG Jayawinangun, sehingga makanan tidak layak konsumsi tetap didistribusikan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Jayawinangun belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan tersebut. (Herman/Tongol)

Kejati Jabar Gelar Jaksa Masuk Sekolah di SMAN 1 Batujajar

0
Kasi Penkum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, S.H., M.H.

BANDUNG (Aswajanews) – Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menggelar kegiatan Penyuluhan Hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMAN 1 Batujajar, Rabu (01/04/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, S.H., M.H., dengan materi “Peran Kejati Jabar dalam Mengatasi Kenakalan Remaja”.

Mengusung tema tersebut, kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum di kalangan pelajar sejak dini. Para siswa diberikan edukasi mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, penyalahgunaan narkotika dan minuman keras, pelanggaran lalu lintas, hingga penyalahgunaan media sosial yang berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Melalui program ini, Kejaksaan RI khususnya Kejati Jabar berupaya menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan integritas kepada pelajar sebagai generasi penerus bangsa agar menjauhi perilaku menyimpang dan taat hukum.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait peran hukum dalam kehidupan remaja serta upaya menghindari kenakalan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Red)

Timur Tengah Memanas, Haji 2026 Tetap Jalan! 29.643 Jamaah Jabar Siap Berangkat

0
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, H. Boy Hary Novian

BANDUNG (Aswajanews) – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut mengguncang stabilitas ekonomi global dipastikan tidak berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Pemerintah menegaskan, seluruh jadwal keberangkatan jamaah haji Indonesia, khususnya dari Jawa Barat, tetap berjalan sesuai rencana.

Sebanyak 29.643 calon jamaah haji asal Jawa Barat dipastikan akan diberangkatkan tanpa penundaan. Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, H. Boy Hary Novian, usai pelaksanaan bimbingan manasik haji tingkat Kota Bandung di Pusdai Jawa Barat, Rabu (1/4/2026).

Didampingi Kepala Kemenhaj Kota Bandung, H. Andy Mohammad Arief, Boy menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan pemberangkatan jamaah haji Jawa Barat telah mencapai 100 persen.

“Seluruh dokumen jamaah seperti paspor dan visa sudah siap. Saat ini kami tinggal mematangkan persiapan teknis, termasuk kesiapan asrama haji sebagai titik awal pemberangkatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemberangkatan jamaah haji Jawa Barat dijadwalkan mulai 21 April 2026. Total sebanyak 68 kelompok terbang (kloter) akan diberangkatkan melalui dua embarkasi utama.

Rinciannya, sebanyak 40 kloter akan diberangkatkan melalui Embarkasi Indramayu menggunakan Bandara Internasional Jawa Barat (Kertajati). Sementara 28 kloter lainnya akan berangkat melalui Embarkasi Bekasi dengan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Untuk mendukung kelancaran proses keberangkatan, asrama haji di Indramayu dan Bekasi masing-masing telah disiapkan dengan kapasitas hingga 1.600 calon jamaah,” jelasnya.

Selain kesiapan teknis, pemerintah juga menekankan pentingnya kesiapan fisik para calon jamaah. Boy mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan ketahanan fisik yang prima.

“Kami mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan sejak sekarang. Kurangi aktivitas berat yang tidak perlu dan fokus pada persiapan diri agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lancar,” pesannya.

Di tengah isu keamanan global, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah RI juga telah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas terkait di Arab Saudi. Hasilnya, operasional penyelenggaraan haji 2026 dipastikan tetap berjalan normal tanpa perubahan jadwal.

Pemerintah Arab Saudi memastikan seluruh tahapan haji tetap sesuai jadwal. Jadi jamaah tidak perlu khawatir terhadap situasi yang berkembang di Timur Tengah,” tegas Boy.

Ia pun mengajak seluruh calon jamaah untuk tetap tenang dan meningkatkan kesiapan, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
“Yang terpenting saat ini adalah mempersiapkan diri sebaik-baiknya. InsyaAllah seluruh proses ibadah haji tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan khusyuk,” pungkasnya. (Nas)

SPPG Jayawinangun Diduga Lalai, Susu Tidak Layak Konsumsi Dibagikan ke Siswa

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan gizi anak dan mencegah stunting masih menghadapi tantangan serius. Di Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, program ini justru menuai sorotan akibat dugaan kelalaian dalam pengawasan distribusi pangan.

Insiden terjadi pada Rabu (18/03/2026) di SPPG Jayawinangun yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Insani Ceria. Sejumlah paket MBG yang dibagikan kepada siswa dilaporkan berisi susu kemasan yang sudah tidak layak konsumsi. Kondisi susu disebut menggumpal dan basi, sehingga memicu beberapa siswa mengalami muntah setelah mengonsumsinya.


Menjelang libur Lebaran, pihak SPPG mendistribusikan paket MBG untuk lima hari ke sejumlah sekolah di wilayah Kedokanbunder. Namun, ratusan susu kemasan satu liter yang disalurkan diduga dalam kondisi rusak. Kejadian ini pun memicu kekhawatiran orang tua siswa dan ramai diperbincangkan di grup WhatsApp sekolah.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan publik terkait lemahnya pengawasan internal. Pasalnya, dalam manajemen MBG terdapat tenaga ahli yang seharusnya memastikan kualitas dan keamanan pangan sebelum didistribusikan.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pelaku usaha wajib menjamin keamanan dan mutu pangan. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi pidana. Selain itu, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 juga menegaskan kewajiban pengendalian mutu hingga penarikan produk bermasalah.

Salah satu wali murid, Aniyah, menegaskan bahwa kejadian ini tidak bisa dianggap sepele.
“Anak-anak adalah amanah. Tidak ada toleransi untuk kelalaian. Pengawasan ketat dan pemantauan ahli gizi wajib dilakukan. Mengirim pangan rusak ke anak sekolah adalah kelalaian serius dan bisa berimplikasi hukum,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, pihak SPPG Jayawinangun belum memberikan keterangan resmi. Kepala SPPG, akuntan, asisten lapangan, hingga ahli gizi tidak bersedia menemui awak media.

Masyarakat mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan MBG di wilayah tersebut. Kasus ini menjadi pengingat bahwa distribusi pangan publik bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan tanggung jawab hukum yang harus dijalankan dengan ketat.

(Herman/Tongol)

Pererat Silaturahmi, Diskominfo Indramayu Gelar Lomba Catur Bersama Wartawan

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Dalam rangka mempererat silaturahmi pasca Idul Fitri, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan syawalan bersama wartawan yang dirangkaikan dengan lomba catur persahabatan.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban, menjadi ajang memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah dan insan pers. Lomba catur diikuti jajaran Diskominfo serta wartawan dari berbagai media lokal, menghadirkan suasana kompetitif namun tetap santai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Hadi Wibowo serta Wakapolres Indramayu, Tahir.

Kepala Diskominfo Indramayu, H. Suwenda, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan upaya mempererat hubungan dan komunikasi yang harmonis dengan wartawan.

“Ini bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita memperkuat silaturahmi dan komunikasi yang baik,” ujarnya.

Para peserta menyambut antusias kegiatan tersebut. Selain lomba catur, acara juga diisi dengan saling bermaafan dan ramah tamah sebagai bagian dari semangat Idul Fitri.

Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang serta foto bersama, sebagai simbol sinergi positif antara pemerintah daerah dan media menuju Indramayu REANG. (Sn)

Menkop RI, Ferry Juliantono Temu Wicara dengan Ika Sadaya Unpad: KD/KMP untuk Kesejahteraan Indonesia

0

BANDUNG (Aswajanews) – Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Juliantono, S.E. Ak., M.Si. mengadakan temu wicara dengan Pengurus Ikatan Alumni Sastra dan Ilmu Budaya (Ika Sadaya) Universitas Padjadjaran, di Pawon Pitoe, Jl. Lengkong Besar, Bandung, Minggu, 29/3/2026. Tampak hadir Ketua Umum Ika Sadaya Unpad Nuning P. Hallet, S.S., M.Hum., Ph.D., Wakil Ketua Umum Ika Sadaya Unpad Desmanjon Purba, S.S., Joe P. Project, Ummy Latifah, S.S., Doni Sutardiana, S.S. beserta puluhan pengurus lainnya.

Menkop RI secara singkat bercerita tentang perkembangan koperasi sejak era kolonial (1896-1945) tentang Hulp en Spaarbank sebagai cikal bakal koperasi di Indonesia; era kemerdekaan (1945-1998) tentang koperasi sebagai soko guru perekonomian; era reformasi (1998-2025) tentang Indonesia menuju koperasi modern; hingga Program Koperasi Merah Putih (2025) tentang era baru Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP).

Ferry yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Unpad tersebut sempat bercerita tentang peristiwa pada 15 Januari 1998, ketika Presiden Soeharto menandatangani Letter of Intent (LoI) atau nota kesepakatan kedua dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Penandatanganan LoI disaksikan langsung oleh Direktur Pelaksana IMF saat itu, Michel Camdessus yang yang menandai babak baru krisis multidimensional dan menjadi awal mula goncangan hebat yang berujung pada runtuhnya rezim orde baru.

“LoI tersebut memaksa pemerintah agar turut mengecilkan peran negara dan menyerahkan sistem ekonomi Indonesia pada mekanisme pasar. Saat itu badan-badan usaha yang besar semakin mengerdilkan usaha-usaha yang lebih kecil, termasuk koperasi. Koperasi menjadi terpinggirkan (termarginalisasi) karena tidak mampu bersaing dengan korporasi swasta yang lebih besar,” papar Ferry di Bandung, 29/3/2026.

Ferry menjelaskan bahwa pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto saat ini membuat terobosan baru terkait keputusan tentang pendirian koperasi desa sekaligus tetap memberikan kewenangan kepada masyarakat dalam mengelola koperasi. Negara ingin mendukung, memfasilitasi, dan turut membina agar kopdes jangan sampai kehilangan otonominya sebagai organisasi bisnis rakyat yang profesional dan modern.

“Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) menandai babak baru dalam sejarah perkoperasian Indonesia. Program ini menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia,” kata Ferry.

KD/KMP memiliki inovasi sedemikian rupa, antara lain terdiri dari 7 tujuh unit binis wajib seperti kios sembako terintegrasi, klinik kesehatan desa, apotek harga murah, unit simpan pinjam, cold storage untuk pangan, sistem logistik desa, dan kantor administrasi.

KD/KMP juga terintegrasi secara digital, seperti aplikasi Kopdesa untuk manajemen, dashboard keuangan real-time, e-commerce untuk produk lokal, dan sistem pembayaran digital (QRIS). Selain itu KD/KMP memiliki struktur organisasi modern yaitu kepala desa sebagai ketua pengawas ex-officio, pengurus profesional dengan syarat bebas SLIK, sistem pengawasan berlapis, dan transparansi penuh dalam pengelolaan.

“Dua bulan yang akan datang, kita punya 34 ribu retail yang dikelola secara modern yang ada di desa-desa dan kelurahan. Jumlah itu sama dengan jumlah Alfamart dan Indomaret,” kata Ferry.

Dia mengakui bahwa Alfamart dan Indomaret sempat agak viral ketika dirinya mengatakan bahwa Alfamart Indomaret stop. “Maksud saya stop bukan dalam pengertian berhenti seketika. Tetapi terhadap Alfamart Indomaret yang sudah ada, saya ucapkan terima kasih dan sudah menyediakan lapangan pekerjaan, tapi jangan kemudian mengintervensi ke desa-desa lagi. Karena di desa-desa itu sudah ada koperasi desa melaksanakan fungsi yang hampir sama dengan Alfamart Indomaret, yaitu sama-sama mengelola retail modern,” papar Ferry.

Ia kemudian menjelaskan bahwa KD/KMP adalah penterjemahan dari pasal 33 UUD 1945. “KD/KMP adalah entitas bisnis yang harus untung. KD/KMP harus memiliki profit agar anggotanya memiliki pendapatan dan meningkat kesejahteraannya. Harapannya dengan perputaran uang yang dikelola oleh kopdes akan ada pertumbuhan ekonomi di desa-desa yang secara agregate nanti maka pertumbuhan ekonomi nasional nanti bisa naik,” kata Ferry.

Gen Z, Koperasi dan Surat Kepada Bung Hatta

Menteri Koperasi Ferry Juliantono sepakat dengan Pengurus Ika Sadaya Unpad bahwa pamor koperasi, khususnya di kalangan anak muda saat ini harus mendapatkan perhatian serius. Koperasi memiliki kesamaan dengan sistem sosial asli bangsa Indonesia, yaitu kolektivisme dan budaya gotong-royong serta tolong-menolong. Selain itu, koperasi-koperasi di Indonesia harus terus berusaha beradaptasi dan berkembang.

Ferry berharap bahwa koperasi jangan sebatas program semata tetapi merupakan gerakan bersama. Jadi saya setuju ”Surat untuk Bung Hatta” itu sebagai bagian tak terpisahkan dalam membangun gerakan. Dan saya pernah mengunjungi rumah Bung Hatta tepat pada tanggal 12 Juli 2025. Silakan itu bagus dan kita kolaborasi langsung,” kata Ferry.

Menurut Ferry, yang terpenting sekarang bagaimana kita bisa membuktikan koperasi bisa menjadi alternatif. “Dan khusus buat anak muda milienial dan Gen Z, itu mereka banyak yang tertarik sekarang. Karena ciri dari milenial dan Gen Z, mereka tidak mau terikat dan menyenangi dunia entrepreneurship (kewirausahaan),“ papar Ferry.

Sebelumnya, para alumni Sastra Unpad seperti Airiyanto Assa pegiat Koperasi di Bandung Raya bersama Hikmat Gumelar penyair Indonesia menyampaikan prolog kepada Menkop RI bahwa Ika Sadaya Unpad sepakat bahwa gerakan koperasi harus melibatkan banyak pihak dan dapat dilaksanakan dengan melakukan serangkaian kegiatan yang terorganisir dan berkesinambungan. Kegiatan “Surat untuk Bung Hatta” akan melibatkan keluarga di Indonesia dan para ekspert di bidang koperasi, sastra, ekonomi, seni budaya, dan lainnya.

“Surat untuk Bung Hatta diperlombakan untuk anak SMA/SMK se-Indonesia. Diharapkan pihak guru maupun orangtua akan membantu anak-anak itu untuk berbincang tentang koperasi dan Bung Hatta. Alhasil, koperasi pun menjadi objek pembicaraan di dalam keluarga Indonesia,” kata Hikmat.

Lomba ini mengajak masyarakat, khususnya pelajar, untuk mengekspresikan pengetahuan, pemikiran, pendapat, ide, dan perasaan mereka tentang Koperasi dan Bung Hatta lewat sebuah surat.

Katanya lagi, sekitar 25 (dua puluh lima) surat nominasi terbaik akan dibukukan. Dalam buku tersebut akan ada catatan dan buah pikiran para ahli, kementerian koperasi, dan panitia. Selanjutnya buku tersebut akan diluncurkan dan dibagikan secara gratis. Pada saat peluncuran akan dilaksanakan serangkaian bincang-bincang Koperasi dibarengi dengan kegiatan lainnya seperti unjuk kreativitas dan performance lainnya. Pemilihan tempat juga disesuaikan dengan parameter yang tepat, seperti kota-kota yang memiliki sejarah yang kuat terhadap keberadaan koperasi dan sosok Bung Hatta. “Di sana, dalam acara peluncuran buku “Surat Untuk Bung Hatta” akan menampilkan seni budaya setempat,” kata Hikmat.

Mohammad Hatta, atau Bung Hatta, adalah Bapak Koperasi Indonesia yang memandang koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan, didasarkan pada semangat gotong royong dan asas kekeluargaan. Baginya, koperasi adalah alat untuk mengangkat kemandirian ekonomi rakyat kecil, melawan kapitalisme, dan mewujudkan demokrasi ekonomi, bukan sekadar badan usaha.

Hal yang menarik lainnya tentang Bung Hatta adalah dia merupakan sosok intelektual proklamator yang memiliki keterikatan kuat dengan sastra dan literasi. Hatta gemar membaca sastra, menulis puisi perjuangan (seperti Beranta Indera, 1921), serta menjadikan buku sebagai kebutuhan pokok dalam hidupnya.

Bung Hatta menerima jabatan Guru Besar Luar Biasa dalam bidang politik perekonomian di Universitas Padjadjaran (Unpad) pada tanggal 30 November 1957. Pidato pengukuhannya yang terkenal berjudul “Teori Ekonomi, Politik Ekonomi, dan Orde Ekonomi” disampaikan pada hari pengukuhan tersebut. Pidato tersebut menjabarkan pemikiran Bung Hatta mengenai perlunya menyelaraskan teori ekonomi dengan kenyataan sosial dan kebijakan politik yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945, yang menitikberatkan pada kesejahteraan bersama (koperasi). ***Red

Silaturahmi Halalbihalal, Kemenag Kabupaten Bandung Salurkan Beasiswa dan Bingkisan Lebaran

0

BANDUNG (Aswajanews) – Keluarga besar Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung menggelar silaturahmi dan halalbihalal pasca Idulfitri 1447 H di Aula Gedung FKBIHU, Selasa (31/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kemenag menyalurkan bantuan pendidikan berupa beasiswa Rp1 juta serta paket bingkisan Lebaran bagi siswa yatim piatu jenjang MI, MTs, dan MA.

Kepala Kemenag Kabupaten Bandung, H. Ramlan Rustandi, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan Kemenag. Acara diikuti jajaran keluarga besar, mulai dari para kepala seksi, pengawas PAI dan madrasah, penyuluh, penghulu, kepala KUA, kepala madrasah, PGM, KKM, hingga pimpinan pondok pesantren.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan dilandasi niat ibadah.

Dalam mauidzah hasanah, KH Mamat Qomarudin, S.Pd.I., dari Paseh menyampaikan bahwa halalbihalal merupakan momentum untuk saling memaafkan, membersihkan hati, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Ia menambahkan, silaturahmi memiliki banyak hikmah, di antaranya memperpanjang umur, melapangkan rezeki, serta menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan saling bersalaman sebagai bentuk mempererat ukhuwah. (Red)

Serangan di Lebanon Selatan Tewaskan Tentara Indonesia, Tiga Prajurit Terluka

0

BEIRUT (Aswajanews) – Serangan proyektil menghantam markas Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di wilayah Aadshit al-Qusayr, Distrik Marjayoun, Lebanon selatan, Ahad (29/3/2026). Insiden tersebut menewaskan satu prajurit TNI, sementara satu lainnya dalam kondisi kritis dan tiga prajurit mengalami luka-luka.

Informasi yang diperoleh menyebutkan jenazah korban masih berada di pos UNIFIL, sedangkan prajurit yang terluka parah dirawat di Rumah Sakit St George, Beirut.

Praka Farizal Romadoni, Prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian

Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi insiden ini dan menyampaikan kecaman keras. Juru Bicara Kemenlu, Yvonne Mewengkang, menegaskan Indonesia mendorong penyelidikan menyeluruh dan transparan.

UNIFIL melalui juru bicaranya, Kandice Ardiel, membenarkan adanya ledakan proyektil di area pasukan penjaga perdamaian yang menyebabkan korban jiwa dan luka. Namun, asal serangan masih dalam penyelidikan.

Insiden terjadi di tengah meningkatnya konflik di Lebanon selatan antara militer Israel dan kelompok bersenjata. UNIFIL mencatat sejak akhir Februari telah terjadi sekitar 20 insiden penembakan, sebagian besar belum diketahui sumbernya.

UNIFIL menegaskan semua pihak harus mematuhi hukum internasional dan menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian.
Lebih dari 1.000 prajurit TNI saat ini bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon, menjalankan peran penting dalam menjaga stabilitas di kawasan perbatasan. (Red)

Plt Kadis DPUPR Indramayu Lakukan Tinjauan di Lokasi Jalan Penghubung Desa Gadingan

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu melakukan peninjauan langsung ke lokasi jalan penghubung Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, bersama Camat Sliyeg Opik Hidayat, guna memastikan rencana pembangunan infrastruktur berjalan sesuai tahapan.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap kebutuhan akses jalan yang menjadi urat nadi mobilitas warga dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat.

Plt. Kepala Dinas PUPR Maulana Malik, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyelesaikan perhitungan kebutuhan anggaran sekaligus panjang ruas jalan yang akan dilakukan betonisasi.

“Dapat kami sampaikan bahwa pihak PUPR telah menghitung anggaran dan jarak yang nanti akan dibetonisasi, dengan rincian anggaran sebesar Rp3,5 miliar untuk panjang jalan 1,4 kilometer. Pelaksanaan akan dimulai pada awal Mei 2026 setelah melalui serangkaian proses lelang,” ucap Maulana Malik.

Menurutnya, proyek tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Sliyeg guna meningkatkan konektivitas antar desa dan memperlancar arus distribusi hasil pertanian maupun aktivitas masyarakat sehari-hari.

Camat Sliyeg, Opik Hidayat, yang turut mendampingi peninjauan, menyampaikan apresiasi atas komitmen DPUPR dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan yang selama ini membutuhkan perbaikan.

“Jalan penghubung ini sangat penting bagi masyarakat Desa Gadingan dan wilayah sekitarnya. Kami berharap proses lelang berjalan lancar agar pelaksanaan betonisasi bisa segera dimulai sesuai jadwal pada awal Mei 2026,” katanya.

Warga yang hadir saat pengecekan lapangan menyambut baik rencana pembangunan tersebut dan berharap pengerjaan dapat dilakukan tepat waktu sehingga akses transportasi menjadi lebih aman dan nyaman.

Dengan anggaran sebesar Rp3,5 miliar, ruas jalan sepanjang 1,4 kilometer itu ditargetkan selesai dibetonisasi pada tahun 2026 dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Desa Gadingan. (Sn)

Lucky Hakim Evaluasi Polemik Perumdam TDA Indramayu, Isu Air Macet dan Keruh

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Menjawab berbagai isu yang berkembang terkait pelayanan air bersih, Bupati Indramayu Lucky Hakim turun langsung menggelar konferensi pers di ruang rapat Perumdam Tirta Darma Ayu, Senin (30/3/2026).

Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus respons atas keresahan masyarakat terhadap polemik layanan Perumdam yang belakangan menjadi sorotan publik.

Dalam konferensi pers tersebut, Lucky Hakim menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu tidak akan tinggal diam terhadap setiap persoalan yang menyangkut pelayanan dasar masyarakat, khususnya kebutuhan air bersih.

“Pelayanan publik adalah prioritas. Setiap keluhan masyarakat harus dijawab dengan langkah konkret, cepat, dan transparan,” tegas Lucky Hakim di hadapan awak media.

Lucky Hakim, juga meminta jajaran direksi dan manajemen Perumdam Tirta Darma Ayu untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, distribusi air, serta mekanisme penanganan pengaduan pelanggan.

Konferensi pers yang digelar langsung di lingkungan Perumdam tersebut menjadi pesan kuat bahwa pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat dan tidak menutup mata terhadap isu-isu yang berkembang. (Sn)

Operasi Ketupat Lodaya 2026 Sukses Tekan Kecelakaan, Korban Meninggal Turun Hingga 89%

0
Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol. Raydian Kokrosono

KARAWANG (Aswajanews) – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat mencatat penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan langsung oleh Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol. Raydian Kokrosono didampingi Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah saat meninjau situasi arus balik di Rest Area KM 62 Tol Jakarta-Cikampek.‎

‎Penurunan Angka Kecelakaan Hingga 76%
‎Berdasarkan data statistik kepolisian, jumlah kejadian kecelakaan di wilayah hukum Polda Jabar pada tahun 2026 menurun tajam sebesar 76%.Tercatat hanya ada 93 kejadian, jauh berkurang dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 383 kejadian.

‎Kabar baik juga datang dari angka fatalitas. Korban meninggal dunia turun sebesar 89%, dari 121 orang pada tahun lalu menjadi 13 orang pada tahun ini. Penurunan serupa juga terjadi pada kategori luka berat (turun 46%) dan luka ringan (turun 73%).

‎”Alhamdulillah, ini berkat doa dan partisipasi seluruh masyarakat yang mau mengikuti aturan dan arahan petugas di lapangan,” ujar Kombes Pol. Raydian Kokrosono.

‎Situasi Arus Balik di Jalur Tol dan Arteri
‎Hingga Minggu malam (29/3), pantauan arus balik menunjukkan tren kepadatan yang mulai melandai. Data traffic counting dari arah Jawa Tengah menunjukkan penurunan intensitas kendaraan di bawah 2.500 unit per jam. Meski demikian, rekayasa lalu lintas seperti one way dari Jawa Tengah menuju Jakarta tetap diberlakukan secara situasional.

‎Di jalur arteri, khususnya wilayah Cirebon, sempat terjadi perlambatan akibat imbas sistem one way di tol dan adanya aktivitas masyarakat lokal. Namun, petugas memastikan tidak ada kemacetan total karena penyiagaan personel di titik-titik rawan seperti Simpang Buntet.

‎Dirlantas menghimbau, jangan paksakan berkendara memasuki sisa waktu arus balik, Dirlantas menekankan pentingnya penggunaan fasilitas Rest Area. Berdasarkan pantauan aplikasi Jasa Marga, kapasitas parkir di jalur A dan B masih mencukupi untuk menampung pemudik yang ingin beristirahat.

‎”Kami berpesan kepada masyarakat, tolong manfaatkan rest area. Jangan paksakan mengemudi saat lelah. Jika rest area penuh, kami akan kawal dan atur di bahu jalan demi kemanusiaan, agar masyarakat tetap aman,” tambahnya.

‎Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus menarik arus kendaraan secara maksimal guna memastikan roda tetap berputar dan masyarakat dapat kembali ke Jakarta dengan lancar, sejalan dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

(Ahmad Z)

Memaknai Mudik Lebaran: Silaturahmi, Pengorbanan, dan Saling Memaafkan

0
Penulis : Fajar Shiddiq

Mudik Lebaran di Indonesia bukan sekadar perjalanan pulang kampung. Ia telah menjelma menjadi tradisi tahunan yang sarat makna—tentang kerinduan, kebersamaan, dan keinginan untuk kembali menyambung tali silaturahmi.

Di balik hiruk-pikuk arus mudik, tersimpan kisah-kisah haru yang menyentuh hati. Salah satunya datang dari seorang pemudik asal Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah.

Sebut saja Slamet (35), yang memilih menempuh perjalanan panjang menggunakan sepeda motor dari tempatnya bekerja di Tangerang menuju kampung halamannya. Ia tidak sendiri. Bersama istri dan anaknya yang masih balita, Slamet menembus panas terik matahari dan guyuran hujan di sepanjang perjalanan.

Bagi Slamet, mudik bukan soal kenyamanan, melainkan tentang kebahagiaan yang tak ternilai. Rasa lelah seakan terbayar lunas oleh satu tujuan sederhana: bertemu orang tua dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta.
“Capek pasti, tapi semua terbayar saat bisa pulang dan kumpul keluarga,” ungkapnya dengan senyum penuh harap.

Kisah Slamet menjadi potret nyata bahwa mudik adalah wujud pengorbanan sekaligus cinta. Di momen Idulfitri, perjalanan panjang itu bukan hanya soal jarak yang ditempuh, tetapi juga perjalanan hati untuk saling memaafkan.

Sejalan dengan itu, ulama kharismatik KH Hasyim Asy’ari menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai jalan keberkahan hidup.

Allah SWT berfirman: “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi).” (QS. An-Nisa: 1)

Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun tentang memaafkan, Allah SWT berfirman: “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199)
Dalam ayat lain ditegaskan: “Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur: 22)

Hal ini sejalan dengan pesan KH Abdullah Gymnastiar, yang mengingatkan bahwa Idulfitri adalah momentum untuk membersihkan hati. “Tidak ada kebahagiaan sejati tanpa saling memaafkan. Membuka pintu maaf adalah kunci ketenangan jiwa,” ujarnya.

Lebaran pun menjadi waktu yang tepat untuk melebur kesalahan, mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang, serta menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan. Karena sejatinya, mudik bukan hanya tentang pulang ke rumah, tetapi juga kembali ke hati—menguatkan silaturahmi dan membuka pintu maaf seluas-luasnya. ***

Mimpi Ketemu Abdul Rozak

0
Oleh DEDI ASIKIN (Wartawan Senior)

Mimpi itu muskil. Datang tanpa diundang, pergi tanpa permisi.

Tadi malam, entah bagaimana, saya bertemu dengan Abdul Rozak. Ya, Rozak—petani dari Kampung Nagrak, Desa Neglasari, Kecamatan Panca Tengah, Kabupaten Tasikmalaya. Sosok yang pada tahun 1987 menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden Suharto sebagai perintis lingkungan. Bahkan setelah wafat, ia dikenang sebagai pahlawan lingkungan.

Kisahnya legendaris. Sejak tahun 1960-an, Rozak bersama keluarganya nekat membobol bukit yang menghalangi aliran Sungai Cipamugaran menuju sawah-sawah warga di hilir. Usaha yang oleh sebagian orang dianggap mustahil—bahkan gila.

“Mana mungkin bukit sepanjang dua kilometer dibobol hanya dengan pacul dan belincong?”

Cemoohan datang bertubi-tubi. Ia disebut “seniwen”. Ada pula yang menyarankan agar ia “diobati” dengan cara-cara yang tak masuk akal. Namun Rozak tak bergeming. Ia terus bekerja, menggali, menembus kerasnya batu dan tanah.

Ketika alat tak cukup, ia menjual kebun dan kerbau warisannya. Uangnya dipakai membeli peralatan dan membayar warga yang bersedia membantu. Sedikit demi sedikit, batu sepanjang 200 meter berhasil ditembus. Sisanya tinggal tanah sepanjang satu kilometer—yang bagi Rozak justru terasa lebih ringan.

Dan akhirnya, pada tahun 1967, “proyek orang gila” itu rampung. Air Sungai Cipamugaran pun mengalir, menghidupi sawah-sawah hingga jauh di hilir. Apa yang dulu dicemooh, berubah menjadi berkah bagi banyak orang.

Namun dalam mimpi saya semalam, Rozak datang bukan untuk dikenang.

Dengan wajah sinis, ia bertanya,
“Kenapa irigasi Cipamugaran sekarang dibiarkan rusak dan tak berfungsi?”

Saya terdiam.

Ia melanjutkan,
“Ke mana para pemimpin itu? Ke mana bupati? Ke mana menteri yang dijuluki ‘bapak infrastruktur’ seperti Basuki Hadimuljono? Katanya punya alat canggih—kok kalah sama pacul dan belincong?”

Saya semakin tak mampu menjawab.

Belum sempat saya berkata apa-apa, saya terbangun. Rozak telah pergi—entah ke mana.

Namanya juga mimpi. Datang tanpa diundang, pergi tanpa permisi.

Namun pertanyaannya… terasa nyata.

Bupati Aep Kembali Serahkan Santunan Bagi Keluarga Korban Lakalantas Majalengka

0

KARAWANG (Aswaja News) – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang menyerahkan santunan secara langsung kepada keluarga korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di Kabupaten Majalengka. Bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, pada Jumat (27/3/26).

Para korban merupakan warga Kecamatan Rengasdengklok yang mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan pulang menuju Karawang setelah melaksanakan agenda mudik ke kampung halamannya. Insiden memilukan tersebut diketahui terjadi di wilayah Kabupaten Majalengka pada Senin (23/3/26) lalu.

Santunan diserahkan langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang H. Asep Aang Rahmatullah dan Baznas Karawang kepada keluarga korban. Penyerahan dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam meringankan beban keluarga yang ditinggalkan maupun yang sedang dalam masa pemulihan.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga. Semoga santunan ini bermanfaat bagi para korban dan keluarga yang sedang mengalami masa sulit,” ujar Bupati Karawang.

Pemkab Karawang juga senantiasa mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menempuh perjalanan, terutama saat arus mudik maupun balik, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima demi keselamatan bersama.
(Ahmad Z)

Surat Terbuka untuk Pak Kapolri, Indramayu Masuk Daerah Darurat Peredaran Obat Terlarang Tipe G

0

INDRAMAYU (Aswajanews)

​Kepada Yth,
​Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) – Mabes Polri
​Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar)
​Kepala Kepolisian Resor Indramayu (Kapolres Indramayu)
​Bupati Indramayu
​Perihal: Darurat Peredaran Obat Terlarang Tipe G di Wilayah Kabupaten Indramayu

​Dengan hormat,
​Kami, masyarakat yang peduli terhadap masa depan generasi bangsa, menyampaikan keresahan mendalam terkait maraknya penyalahgunaan peredaran obat-obatan keras daftar G (seperti Tramadol, Excimer, dan sejenisnya) yang kian bebas di wilayah hukum Kabupaten Indramayu.

​Melalui surat terbuka ini, kami ingin menyampaikan poin-poin krusial sebagai berikut:
​Ancaman Nyata Generasi Muda: Peredaran obat tipe G ini telah menjangkau kalangan pelajar dan remaja di pelosok desa. Efek destruktifnya tidak hanya merusak kesehatan saraf, tetapi juga menjadi pemicu utama meningkatnya angka kriminalitas jalanan, tawuran, hingga aksi kekerasan lainnya.

​Modus Operandi yang Terbuka: Penjualan obat-obatan ini seringkali berkedok warung kelontong, atau transaksi langsung di titik-titik tertentu yang seolah sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.

​Kesan Pembiaran: Kami menyayangkan kesan adanya pembiaran dari pihak aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah. Kurangnya tindakan tegas dan preventif yang berkelanjutan membuat para pengedar merasa “kebal hukum”, sehingga praktik ilegal ini terus berulang meski sering dikeluhkan warga.

​Tuntutan Tindakan Tegas:
​Kepada Polri: Kami mendesak dilakukannya operasi besar-besaran untuk memberantas bandar dan jaringan pengedar hingga ke akar-akarnya, bukan sekadar penindakan di level pengguna.

​Kepada Pemkab Indramayu: Kami meminta penguatan pengawasan izin usaha dan sinergi Satpol PP bersama pihak kepolisian untuk menutup celah tempat-tempat yang disalahgunakan sebagai lokasi transaksi.
​Kami tidak ingin Indramayu dikenal sebagai wilayah yang “ramah” terhadap peredaran obat terlarang. Pembiaran terhadap masalah ini sama saja dengan merestui kehancuran masa depan anak-anak kami.

​Besar harapan kami agar surat ini mendapatkan respons nyata berupa tindakan di lapangan. Keamanan dan kualitas generasi muda Indramayu adalah taruhan besar yang tidak bisa ditunda penanganannya.

​Hormat kami,
​Masyarakat Peduli Generasi Bangsa Kabupaten Indramayu. (Tim)

Bupati Karawang Tinjau Langsung Penerima Rulahu, Targetkan Rumah Rampung 14 Hari

0

KARAWANG (Aswajanews) – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, kembali turun langsung ke lapangan dengan meninjau rumah warga penerima program Rumah Layak Huni (Rulahu), Kamis (26/3/2026).

Kunjungan tersebut menyasar dua warga, yakni Samih di Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, serta Mutiah di Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aep bersama jajaran terkait melihat langsung kondisi rumah yang akan mendapatkan bantuan perbaikan. Ia memastikan proses pembangunan dapat segera dimulai agar warga bisa segera menempati hunian yang lebih layak dan nyaman.

“Insyaallah, rumah ini akan kita bangun dan kita targetkan selesai dalam waktu 14 hari,” ujar Bupati Aep.

Tak hanya melakukan peninjauan, Bupati juga menyerahkan bantuan sosial serta layanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Daerah terhadap kesejahteraan masyarakat.

Melalui program Rulahu, Pemerintah Kabupaten Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar berupa hunian yang layak.

(Ahmad Z)

Kajati Jabar Lantik Kajari Garut, Kuningan, dan Kabupaten Tasikmalaya

0
Kajati Jabar, Hermon Dekristo

BANDUNG (Aswajanews) – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Hermon Dekristo, secara resmi melantik tiga Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Aula R. Soeprapto, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kamis (26/03/2026).

Adapun pejabat yang dilantik yakni Ayu Agung sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Yustina Engelin Kalangitsebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan, serta Jemmy Novian Tirayudi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam sambutannya, Hermon Dekristo menegaskan bahwa para pejabat yang baru dilantik harus mampu mengawasi, mengendalikan, serta menuntaskan setiap penanganan perkara di wilayah masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan.

Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai kejujuran, kebaikan, dan kebenaran, serta mengedepankan integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar seremonial atau pergantian jabatan, melainkan momentum penting dalam menegaskan tanggung jawab moral, profesional, dan institusional bagi setiap insan Adhyaksa yang menerima amanah di tempat tugas yang baru.

(Kasi Penkum Kejati Jabar)

Pelanggan TDA Indramayu Keluhkan Air Tidak Keluar Seminggu

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Warga Panyindangan Kulon di blok kalen cilik, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. mengeluh lantaran air di rumah nya mengalir sangat kecil sampai seminggu.

Aliran air sumber dari PDAM Tirta Dharma Ayu mengalir mengicir bahkan tidak keluar sejak satu minggu, terhitung sejak mulai hari lebaran idulfitri kemarin, Kamis (21/03/2025).

Keluhan ini viral di media sosial dan warga pun (pelanggan) mengancam tidak akan bayar tagihan bulanan air, dan mengajak warga lain untuk boikot bayar bulanan.

“Bulan ini bayaran sampai 200 ribu, padahal air enggak ngucur selama seminggu. Saya enggak mau bayar sebelum air PDAM dibersihkan dan ngocor kembali. Saya ini kelaparan air bersih seminggu,” ujar salah satu warga Panyindangan Kulon, Titi (42) dalam unggahan videonya yang diposting di medsos X, termasuk beredar luas ke group WhatsApp wartawan, pada Kamis (26/3).

Menurutnya, aliran air PDAM bulan Maret 2026 di Blok Pecuk praktis tidak ngocor sama sekali. Sebagai bentuk protes itu, dirinya mengancam tidak mau membayar tagihan air.

Sementara itu, Sutoni pihak PDAM Tirta Dharma Ayu, saat di konfirmasi wartawan melalui pesan singkat dirinya terkesan memilih bungkam. (Sn)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts