Google search engine
Beranda blog Halaman 278

Kemenag Banjar Lepas Jamaah Umroh Perdana PT Janah Firdaus

0
Kepala Kemenag Kota Banjar, Dr.H. Badruzaman, S.Ag. M.Pd., didampingi oleh Pembimbing Haji Umroh dari kantor Perwakilan PT Jannah Firdaus Biro Agen Banjar H. Drs. Undang Munawar, MMPd. melepas jamaah umroh perdana di masa pandemi

Banjar (Aswajanews.id) – Di masa Pandemi Covid sekarang ini, untuk melaksanakan perjalanan ibadah umroh harus melalui proses yang cukup panjang. Dibawah bendera PT. Jannah Firdaus Biro Agen Kota Banjar Jawa Barat, akhirnya sebanyak 60 calon Jemaah Umroh bisa diberangkatkan dari Masjid Jami Baiturrahman tepatnya dari Gedung Dakwah Islam Kota Banjar.

“Para jamaah yang diberangkatkan berasal dari beberapa wilayah dari kota Banjar
dan beberapa kota di Jawa Tengah. Akhirnya Alhamdulillah bisa diberangkatkan menunaikan ibadah umroh,” ungkap kepala Biro Agen PT. Janah Firdaus, H.Nurohman, yang juga masih aktif sebagai anggota TNI AD.

Para jamaah umroh dilepas oleh Kemenag Kota Banjar, Dr.H. Badruzaman, S.Ag. M.Pd., didampingi langsung oleh Pembimbing Haji Umroh dari kantor Perwakilan PT Jannah Firdaus Biro Agen Banjar yaitu H. Drs. Undang Munawar, MMPd.

Tepat jam 18.30 WIB setelah selesai melaksanakan ibadah sholat maghrib, langsung jamaah umroh diberangkatkan menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta untuk bergabung dengan jamaah PT. Jannah Firdaus yang tersebar di seluruh Indonesia dengan pesawat Qatar Airways menuju Doha, kemudian mereka akan melanjutkan penerbangan menuju Madinah.

Kemenag Kabupaten Kota Banjar yang didampingi Kasi Perjalanan Haji dan Umroh mengatakan, pelepasan pemberangkatan jamaah umroh dari PT. Jannah Firdaus ini merupakan jamaah perdana selama pandemi. “Mudah-mudahan perjalanan umroh ini berjalan lancar, sehingga akan dijadikan acuan dan regulasi bagi pemerintah untuk perjalanan umroh dan haji berikutnya,” ungkap H. Badruzaman, Kepala Kementrian Agama Kota Banjar.

Sementara itu Koordinator Perwakilan PT. Jannah Firdaus Kota Banjar H.Nurohman mengaku bersyukur karena atas Qodarnya bisa memberangkatkan 60 jamaah umroh, meski dimasa sulit. Menurutnya, PT. Janah Firdaus banyak memberikan kemudahan dan fasilitas yang membuat jamaah umrah, Haji, bisa melaksanakan dengan tenang dan nyaman serta fokus beribadah.

“Semoga perjalanan umroh ini menjadikan kita untuk lebih meningkatkan ibadah, juga bersyukur serta kita bermohon berdoa untuk kebahagiaan kebaikan kita dan untuk bangsa Indonesia agar pandemi Covid19 segera hilang dari bumi Pertiwi Indonesia ini,” ujarnya.

Salah satu jamaah umroh asal Tambak Jawa Tengah mengatakan, kami sangat bersyukur bisa menjalankan ibadah umroh lewat PT.Janah Firdaus karena banyak kemudahan dan biaya sangat murah hanya Rp 24,5juta, kita bisa tenang menjalankan ibadah umroh karena banyak fasilitas kenyamanan dan meringankan yang diberikan oleh PT. Janah firdaus untuk jamaah umroh.

“Kita tahu bahwa dimasa pandemi, kondisi sulit bukan hanya dialami Indonesia saja tapi dialami seluruh dunia. Namun atas hubungan regulasi pemerintahan Arab Saudi dan Indonesia berjalan baik, akhirnya pelaksanaan ibadah umroh dibuka kembali,” ungkap H. Nurohman.

PT Jannah Firdaus merupakan trevel Umroh dan Haji denan provider visa, hotel, tiket, catering terbesar dan Arab Saud yang melayani para jamaah dengan sepenuh hati.” Mereka (para jamah umroh maupun haji) akan dibimbing oleh mutawif lulusan Ummul Quro’ Madina dan beberapa kota jazirah arab,PT Jannah Firdaus ini memiliki Muasasah Mayasa Al Defayah di Tunisia, Mesi, Malaysia, Indonesia, dan Emirat Arab, sehingga layanan bagi jamaah cepat tertangani dengan baik,PT Jannah Firdaus menyiapkan paket umroh dari Rp24,5 juta dan Rp27, 5 juta dengan fasilitas VVIP.

“Dimasa pandemi ini, jamaah tidak dipungut biaya PCR dan karantina di Arab Saudi selama tiga hari, semuanya ditanggung oleh PT.Jannah Firdaus. Layanan yang diberikan ini bukan semata-mata untuk mencari keuntungan tapi lebih mengedepankan syiar ke Baitullah,Kami berharap kepada pemerintah Indonesia ada kebijakan agar waktu karantina tidak sampai 10 hari tapi 3 hari, sehingga para jamaah bisa cepat pulang ke daerah masing-masing,” ungkap H. Nurohman. (Asep S/Wisnu)

Polda Jateng Berhasil Tangkap 2 Bandar Arisan Online Bodong

0
Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jateng tangkap dua wanita cantik bandar arisan online bodong yang beraksi di wilayah Semarang dan Demak, Selasa (18/1/2022)

Semarang (Aswajanews.id) – Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jateng tangkap dua wanita pelaku arisan online bodong yang beraksi di wilayah Semarang dan Demak. Dua wanita cantik itu merupakan bandar dari arisan bodong.

Korban arisan lebih dari 180 orang dari berbagai penjuru tanah air, ada dari Batam, Medan, Jakara, Bandung, Kalimantan dan beberapa warga dari Jawa tengah dan sekitarnya

Ditreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora menuturkan tersangka pertama berinisial TVL yang beraksi di wilayah Demak. Korban arisan bodong yang dikelola pelaku mencapai 169 orang dari berbagai wilayah.

“TVL merupakan owner (pemilik) dengan modus menjanjikan arisan online kepada korban. Namun pada saat jatuh tempo korban tidak mendapatkan apapun dari arisan. Merasa tertipu khirnya korban melaporkan kejadian itu Ditreskrimsus Polda Jateng,” ujarnya saat konfrensi pers di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Selasa (18/1/2022).

Menurutnya, kegiatan arisan bodong yang dijalankan TVL selama setahun. Laporan dari korban tersebut diterimanya sejak 11 Januari 2022 lalu. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 3 miliar.

“Tersangka kami profiling akhirnya kami ikuti keberangkatannya melarikan diri ke Bali, terbang ke Surabaya dan kembali ke Semarang tersangka kami amankan di stasiun,” tuturnya.

Kemudian tersangka kedua berinisial IN beraksi di Semarang. IN dilaporkan korbannya dan diterima Ditreskrimsus Polda Jateng pada 4 November 2021 lalu.

“Modus yang dilakukan sama menawarkan melalui Whatsapp menjanjikan arisan onlinenya aman dan dengan menunjukkan daftar member online, padahal membernya adalah Fiktif.,” jelasnya.

Menurut dia, korban arisan yang dikelola IN sebanyak 14 orang. Namun kenyataan saat arisan jatuh tempo tidak membayarkan kepada korban. Total kerugian yang dialami korban pada TKP ke 2 mencapai Rp 1 miliar.

Melihat kerugian tersebut polisi melakukan pengejaran dan pelaku ditangkap di Semarang. “Potensi kerugian yang dialami korban dari ke-2 pelaku tersebut mencapai Rp 4 miliar.

“Subdit siber Ditreakrimsus bergerak cepat mengamankan kedua pelaku dengan modus yang sama dari TKP berbeda,” tutur Dirkrimum.

Ia mengatakan kedua wanita tersebut dijerat pasal 45 huruf a ayat 1 Jo pasal 28 ayat 1 UU ITE dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Kedua tersangka tersebut terancam hukum 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 Miliar.

“Kasus ini berbeda dengan pengungkapan di Salatiga dan beberapa kasus yang pernah kita ungkap, Kasus memang mirip tapi beda perkara. Kami juga akan memasukkan kasus ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” imbuhnya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy juga menghimbau bagi masyarakat yang menjadi korban arisan online dengan kedua Bandar ini dan Arisan Online illegal lainnya dihimbau agar segera melapor ke Polri, bisa melalui aplikasi pengaduan krimsus atau SPKT di Polda atau kantor polisj Jajaran Pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan pengaduan tersebut. (Humas Polda Jateng)

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiuun, Komedian Sule Sampaikan Kabar Duka

0

Bandung (Aswajanews.id) – Nampaknya banyak yang tak menduga kabar duka dari Sule ini. Bahkan, Iis Dahlia pun sampai terkejut dibuatnya. Di kolom komentar Sule pun langsung penuh dengan doa dan juga ucapan belasungkawa. Banyak yang kenang kebaikannya selama hidup. Sang anak sendiri pun sampai meminta maaf bila ayahnya ini ada salah selama hidupnya.

Dose Hudaya adalah pencipta lagu Susis (Suami Sien Istri) yang meninggal dunia. Untuk diketahui, Lagu Susis ini sukses bawa Sule manjadi sensasi di dunia. Dose Hudaya bahkan juga menciptakan lagu untuk band Hijau Daun.

Dilansir GridFame.ID, lewat unggahan Sule, sang komedian ini mengunggah foto Dose Hudaya dan menulis ‘TURUT BERDUKACITA (emoji)’. Bahkan, Iis Dahlia juga nampak menuliskan belasungkanya. ‘Innalillahi wainnailaihi raji’un Alfatihah (emoji)’ tulisnya. ‘minta doa buat papa ya teh, maafin papa kalo papa ada salah..’ tulisnya.

Melansir dari TribunSumsel.com, penyebab meninggalnya Dose Hudaya ini lantaran sakit paru-paru yang diterimanya. Sebelumnya diketahui, kabar duka ini pertama kali dari postingan komedian Sule.

Dalam postingan ini, suami Nathalie Holscher ini nampak begitu terpukul. Pasalnya, Sule sudah menganggap Dose Hudaya ini sebagai ayahnya. Sedangkan di postingan Instagram terakhir Dose Hudaya ini dibanjiri dengan ucapan duka dari kalangan publik figur dan warganet.

Instagram Netizen bertanya-tanya atas foto duka yang diunggah Sule di akun Instagram pribadinya. Kepergian Dose Hudaya sudah bikin remuk musisi Sunda.

Melansir dari TribunSumsel.com, penyebab meninggalnya Dose Hudaya ini lantaran sakit paru-paru yang diterimanya. Sebelumnya diketahui, kabar duka ini pertama kali dari postingan komedian Sule.

Dalam postingan ini, suami Nathalie Holscher ini nampak begitu terpukul. Pasalnya, Sule sudah menganggap Dose Hudaya ini sebagai ayahnya. Sedangkan di postingan Instagram terakhir Dose Hudaya ini dibanjiri dengan ucapan duka dari kalangan publik figur dan warganet.

Instagram Netizen bertanya-tanya atas foto duka yang diunggah Sule di akun Instagram pribadinya. Kepergian Dose Hudaya sudah bikin remuk musisi Sunda. “Ya Allah pak ternyata lagu terakhir yg aku rekam kemarin ..lagu terakhir dan pertemuan terakhir dgn bapak,” tulis Dide HIjau Daun. Kemudian, ada juga penyanyi dangdut Jamila Putri. “Innalillahiwainnailaihirajiun,, semoga diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tulis Jamila Putri. Tak cuma dikenal sebagai pencipta dan produser, Dose Hudaya juga seorang pengacara. (Berbagaisumber)

Tingkatkan Kualitas Penyebaran Informasi, Bupati Ngawi Adakan Gathering Media

0
Gathering Media bersama dengan Bupati Ngawi Ony Anwar di Gedung Kesenian Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Kamis (13/1/2022).

Ngawi (Aswajanews.id) – Dalam rangka meningkatkan kualitas Penyebarluasan Informasi dan Komunikasi Penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Ngawi, Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi mengadakan Gathering Media bersama dengan Bupati Ngawi Ony Anwar yang diadakan di Gedung Kesenian Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Kamis (13/1/2022).

Hadir dalam acara tersebut Bupati Ngawi Ony Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Drs.Mokh.Sodiq Triwidiyanto, MSi, Kepala Dinas Kominfo Wahyu Sri Kuncoro, AP serta dihadiri oleh para awak media yang ada di kabupaten Ngawi.

Dalam sambutanya Bupati Ngawi Ony Anwar mengajak agar media dengan Pemerintah Daerah bisa bersinergi dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dengan berita yang baik,program yang baik serta menjalin komunikasi yang baik

Dalam sambutanya Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Drs.Mokh.Sodiq Triwidiyanto, MSi mengatakan perlunya marketing unggulan Kabupaten Ngawi untuk disampaikan ke publik serta hubungan yang lebih baik diantara semua elemen masyarakat, media dengan masyarakat, serta media dengan Pemerintah Daerah.

Lanjut Kepala Dinas Kominfo Wahyu Sri Kuncoro, AP juga memberikan tanggapan perlunya komunikasi dua arah untuk bersinergi saling memberikan informasi kepada masyarakat

sebelum acara diakhiri Bupati Ngawi Ony Anwar memberikan pandangan akhir berupa Prioritas Program kedepan meliputi tiga prioritas yaitu; 1). Insfrastruktur yang baik, 2). Pertanian yang ramah lingkungan, 3). Mengurangi angka kemiskinan dan berharap kedepanya bisa lebih baik dari yang sebelumnya. (Aris B/Wisnu)

Raffi Ahmad Optimis Basket Indonesia Akan Maju Pesat

0
Raffi Ahmad Bersama Menpora pada acara Grand Launching RANS PIK Basketball di Studio Sepat Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (11/1) sore.

Jakarta (Aswajanews.id) – Chairman RANS PIK Basketball ucapkan terima kasih kepada Menpora Amali dan Menteri BUMN Erick Thohir yang kompak mendukung dan mensupport anak muda dalam rangka menggiatkan olahraga sepakbola dan bola basket agar ekosistemnya berkembang lebih cepat dan berprestasi demi nama bangsa Indonesia.

“Terima kasih kepada kakanda saya, Pak Zainudin Amali Pak Menpora yang selalu support, Pak Erick Thohir, karena kita sama-sama ingin memajukan olahraga basket Indonesia. Mohon doa dan bimbingan kepada senior-senior di basket, karena saya percaya tidak ada yang namanya superman yang ada harusnya supertim,” kata Raffi Ahmad pada acara Grand Launching RANS PIK Basketball di Studio Sepat Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (11/1) sore.

“Jika kita bisa konsisten terus, kompak, saya yakin bisa satu atau dua tahun kedepan bola basket Indonesia akan maju pesat,” tambah pemilik tim sepakbola RANS Cilegon FC ini.

Chairman RANS PIK Basketball lainya Dito Aryotedjo menilai pemerintah sangat mendukung langkahnya yang senada dengan program Menpora Amali yakni DBON. “Dari DBON ini nanti akan menciptakan atau roadmap anak muda menjadi atlet, jenjang karier anak muda, semua tersistem dari hulu ke hilir hingga atlet profesional,” urainya.

“Pemerintah hingga hari ini terus membantu seperti mensponsori (BUMN) liga-liga basket maupun sepakbola. Ini tidak lepas dari kompaknya dari Pak Menpora dan Pak Menteri BUMN,” ujarnya.

“Saya sangat senang tinggal 4 hari lagi berlaga di IBL dan alhamdulillah sebelum berlaga saja kita dari RANS sudah bisa memberikan gebrakan dan juga inspirasi bagi ekosistem di bola basket Indonesia,” kata Dito.

Dito cs berharap selain prestasi basket tanah air yang berkembang, motivasi RANS PIK Basketball adalah menumbuhkan industri olahraga basket itu sendiri. “Kedepan RANS ataupun tim lawan dari segi merchandising dan yang bisa dijual dari tim ini bisa berkembang yang nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan,” harapnya.

“Semoga jika nanti sukses dan ekosistem basket ini lebih baik untuk para pemainnya, bisa menjadi inpirasi bagi generasi muda lain di Indonesia untuk berkiprah dan fokus di dunia olahraga,” imbuh Dito.

Rudy Salim, yang juga chairman RANS PIK Basketball juga ucapkan terima kasih atas kedatangan Menpora Amali dan Menteri BUMN Erick Thohir. Menurutnya kedua figur itu yang selalu mensupport serta membuktikan kehadiran pemerintah.

“Ini dukungan Pak Menpora dan Pak Menteri BUMN yang terlihat nyata dengan hadir disini, para sponsor dan semua pihak. Dengan kehadiran kami, kamil ingin menciptakan satu ekosistem yang lebih komprehensif dan lebih terkonsolidasi dari semua lini bisnis dari RANS Entertainment,” ujarnya.

Bola basket lanjutnya, akan menjadi salah satu ekosistem yang akan hadir di RANS Prestige Sportainment di area sebesar 2,7 hektar yang didalamnya nantinya akan ada sepakbola, bola basket dan sebagainya. “Semoga dengan adanya kita dapat memberi suatu nuansa baru di dunia bola basket yang profesional dan lebih tertata dengan baik,” harapnya. (Red/Kemenpora)

Kapolri Ingin Personel Polisi Miliki Kemampuan Auditor

0
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menggelar audiensi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/1/2022).

Jakarta (Aswajanews.id) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menggelar audiensi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/1/2022). Pada kegiatan itu, BPK juga menyerahkan Sertifikasi profesi Certified State Finance Auditor (CSFA) kepada Kapolri.

Dalam kesempatan ini, Sigit menekankan soal pentingnya pemberian sertifikat CSFA untuk para perwira menengah dan perwira pertama di Polri. Menurutnya, anggota kepolisian saat ini membutuhkan kemampuan untuk melakukan audit dalam menangani suatu perkara yang menyangkut permasalahan kerugian negara maupun kerugian daerah.

Oleh karena itu, Sigit menginginkan adanya kegiatan supervisi antara Polri dan BPK terkait dengan menggelar pelatihan untuk meningkatkan kemampuan auditor dari personel kepolisian.

“Pada prinsipnya anggota kami diberikan kemampuan sebagai auditor, maka kami kemudian nanti menjadi paham dan kami membutuhkan itu saat ada supervisi,” kata Sigit dalam audiensi tersebut.

Untuk itu, Sigit meminta BPK untuk menyelenggarakan pelatihan terkait kemampuan audit kepada para personel Polri. Sehingga, kata Sigit, seluruh jajaran Korps Bhayangkara bisa mengidentifikasi sejak dini dalam proses penegakan hukum.

“Kita penting sekali memahami bagaimana cara kita bisa mengaudit, dengan begitu kita bisa memberikan warning untuk ke dalamnya,” ujar Sigit.

Pihak BPK dalam audiensi ini juga memberikan sertifikat profesi Certified State Finance Auditor (CSFA) ke Kapolri. Sertifikat CSFA ini merupakan sertifikat profesi bagi para pemeriksa keuangan negara, sehingga profesionalisme para pemeriksa keuangan negara ditandai dengan pemberian sertifikat profesi pemeriksa keuangan negara.

“Kedatangan kami kesini ingin menyerahkan sertifikat CSFA kepada Bapak Kapolri,” kata Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono.

Agus menuturkan, tujuan dari sertifikasi profesi CSFA yaitu untuk menjaga dan meningkatkan kompetensi seorang pemeriksa keuangan negara, serta menjadi persyaratan untuk menandatangani Laporan hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan Negara, yang meliputi pemeriksaan Laporan Keuangan (LK), pemeriksaan kinerja, dan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT).

Sementara itu Ketua Institut Pemeriksa Keuangan Negara (IPKN) Bahrullah Akbar mengatakan, sertifikat CSFA ini adalah tindak lanjut UU ASN agar pemeriksa keuangan negara memiliki sertifikat. “Terkait dengan pemeriksaan keuangan negara, terutama APH, KPK harus ada penyamaan persepsi dengan BPK. Kedepan diharapkan kita punya persamaan persepsi bagaimana BPK melakukan pemeriksaan khususnya Irwasum terkait dengan audit,” tutur Bahrullah. (Red/Sumber : Humas)

Tokoh Masyarakat dan Penetua Desa Pangombusan Terangkan Pemilik Sah Tanah Yang Diduga Telah Diserobot Mafia Tanah

0
Pihak Kecamatan Parmaksian bersama perangkat desa mengundang Keluarga Op Oscar Situmorang, EN Sinurat, para Penetua Desa, Tokoh masyarakat Desa Pangombusan, Babinsa dan Babinkantibmas Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba untuk berkumpul serta meminta keterangan dan penjelasan dari mereka mengenai kepemilikan sah dan batas batas tanah yang di duga telah diambil sepihak oleh oknum EN dan rekan-rekannya tersebut, Rabu (12/01/2022).

Toba (Aswajanews.id) – Peristiwa Penyerobotan tanah milik keluarga Op Oscar Situmorang yang di duga dilakukan Oknum EN bersama Kepala Desa Pangombusan akhirnya terbukti oleh keterangan para Penetua dan Tokoh masyarakat desa Pangombusan. Peristiwa Penyerobotan tanah tersebut diduga dilakukan oknum EN bersama Kepala Desa dengan menerbitkan Surat Keterangan Tanah atas nama EN Sinurat.

Untuk membuktikan kepemilikan sah atas tanah seluas lebih kurang 6 rante di Desa Pangombusan Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba, pihak Kecamatan Parmaksian bersama perangkat desa mengundang Keluarga Op Oscar Situmorang, EN Sinurat, para Penetua Desa, Tokoh masyarakat Desa Pangombusan, Babinsa dan Babinkantibmas Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba untuk berkumpul serta meminta keterangan dan penjelasan dari mereka mengenai kepemilikan sah dan batas batas tanah yang di duga telah diambil sepihak oleh oknum EN dan rekan-rekannya tersebut, Rabu (12/01/2022).

Hasil pertemuan tersebut menghasilkan keterangan dan penjelasan dari seluruh Penetua Desa dan Tokoh Masyarakat Desa Pangombusan tentang pemilik sah Tanah tersebut. Mereka mengatakan bahwa benar keluarga Op Oscar Situmorang adalah pemilik sah Tanah tersebut, keluarga Op Oscar Situmorang telah tinggal dan menetap dengan mendirikan 8 unit rumah permanen di tanah tersebut serta mengusahakan tanah tersebut selama beberapa generasi. Seluruh Penetua Desa dan Tokoh masyarakat Desa Pangombusan, Kecamatan Parmaksian secara bersama-sama juga mengatakan bahwa oknum EN tidak pernah memiliki Tanah di daerah tersebut, mereka juga sangat terkejut ketika mengetahui oknum kepala Desa Pangombusan mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) atas nama EN Sinurat.

Salah seorang Tokoh Masyarakat   Syamsuri S mengatakan, dia tidak menyangka peristiwa penyerobotan tanah dengan menggunakan praktek praktek Mafia Tanah terjadi di desanya, dia meminta agar Aparat terkait segera menyelesaikan persoalan ini dengan segera dan tegas, sebab Keluarga Op Oscar Situmorang sangat dirugikan dengan kejadian tersebut.

Pihak Keluarga Op Oscar Situmorang meminta kepada Kepala Desa  Pangombusan, Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang telah menerbitkan sepihak SKT atas nama ES Sinurat tersebut dengan cara mengembalikan kepemilikannya kepada pemilik tanah yang sah atas nama keluarga Op Oscar Situmorang. Keluarga Op Oscar Situmorang juga meminta Camat Parmaksian dan Bupati Toba membantu penyelesaian permasalahan tanah tersebut.

Pihak Keluarga Op Oscar Situmorang juga telah membuat Pengaduan ke Polda Sumatera Utara atas Penyerobotan tanah tersebut. Keluarga Situmorang meminta kepada pihak kepolisian Polres Toba agar dapat segera melakukan penangkapan dan Penahanan kepada pihak pihak yang melakukan penyerobotan tanah milik keluarga Op Oscar Situmorang tersebut, demi tercipta nya situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Toba. (Rizky Zulianda)

Bupati Bogor: Jangan Main main dengan Program Samisade

0
Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin Ade Munawaroh Yasin meresmikan Taman Tematik Cariu, Rabu (19/01/2022).

Bogor (Aswajanews.id)Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin didampingi Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menegaskan bahwa melalui program Satu Milyar Satu Desa (Samisade) Pemerintah Kabupaten Bogor dapat menyelesaikan 45 desa tertinggal menjadi zero desa tertinggal di Kabupaten Bogor selama dua tahun. Hal itu ditegaskan Bupati Bogor saat meresmikan Taman Tematik Cariu, Rabu (19/01/2022).

Ade Yasin menuturkan, bahwa ketika masuk memimpin Kabupaten Bogor, ada 45 Desa tertinggal, ia bersyukur dengan kurun waktu dua tahun puluhan desa tertinggal tersebut bisa diselesaikan, bahkan Pemkab Bogor mendapat apresiasi dari Kemendes, zero desa tertinggal di Kabupaten Bogor.

“Kaitan Samisade kita perlu jaga bersama supaya program ini betul-betul manfaat untuk desa. Insyaallah tahun ini kami akan evaluasi bersama Kajari dan Kapolres hasil Samisade tahun 2021, agar tahun 2022 ini lebih rapih lagi,” ucap Bupati.

“Tanah hibah dari masyarakat yang dijadikan jalan, cepat dirapihkan, minta suratnya dari yang memberi hibah supaya ke depan ketika jalannya sudah bagus tidak digugat lagi oleh si pemilik tanah,” tambahnya.

Lebih lanjut Ade Yasin menerangkan, bahwa program Samisade bukan hanya program Bupati Bogor, juga jadi program seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Bogor. Pelaksanaan program Samisade ini ada aturan main yang harus ditaati semua pihak.

“Jangan main-main dengan program Samisade, karena banyak yang mengawasi. Jangan sampai ada yang ketahuan, ada ajuan begitu dicek ternyata sudah terbangun,” tandasnya. (Asep Didi/RB)

Arteria Dahlan Akhirnya Minta Maaf kepada Masyarakat Sunda

0
Klarifikasi dan permintaan maaf Arteria disampaikannya saat diterima oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun.

Jakarta (Aswajanews.id) – Seperti yang telah dilansir oleh media-media online, cetak dan elektronik, Arteria Dahlan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya Sunda. Hal itu terkait ucapan meminta Kajati berbahasa Sunda dalam rapat supaya diganti oleh Jaksa Agung.

“Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda, atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” ujar Arteria usai memberikan klarifikasi kepada PDIP, Kamis (20/1/2022).

Klarifikasi dan permintaan maaf Arteria disampaikannya saat diterima oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai. Sebagai kader partai saya siap menerima sanksi yang diberikan partai. Saya belajar dari persoalan ini, dan terima kasih atas seluruh kritik yang diberikan ke saya, pastinya akan menjadi masukan bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi,” kata Arteria.

Anggota Komisi III DPR RI itu pun di dalam klarifikasi di DPP PDIP itu berjanji akan lebih efektif dalam berkomunikasi. “Saya sendiri akan lebih fokus di dalam memperjuangkan keadilan bagi masyarakat, khususnya di dalam memerangi mafia narkoba, mafia tanah, mafia tambang, mafia pupuk, mafia pelabuhan/bandara/laut, mafia pangan dan BBM, dan berbagai upaya penegakan hukum lainnya. Saya akan lebih bekerja secara silent tetapi mencapai sasaran penegakan hukum. Sekali lagi terima kasih atas semua kritik dan masukan yang diberikan kepada saya,” ujar Arteria sambil mengakhiri pernyataan permintaan maafnya. (Asep NS)

Potret Wajah Baru Alun-Alun Garut Raih Penghargaan Best Architecture

0
Potret indah karya fotografer Andreas Suwardy mendapatkan penghargaan dari Gallery Photography Indonesia (GPI) dalam kategori Best Architecture Potret indah karya fotografer Andreas Suwardy mendapatkan penghargaan dari Gallery Photography Indonesia (GPI) dalam kategori Best Architecture

Garut (Aswajanews.id) Potret indah karya fotografer Andreas Suwardy mendapatkan penghargaan dari Gallery Photography Indonesia (GPI) dalam kategori Best Architecture yang diselenggarakan di media sosial Facebook. Foto tersebut menampilkan panorama wajah baru gerbang Alun-Alun Garut.

Andreas sang fotografer asal Garut yang mendapatkan penghargaan tersebut mengaku bahwa ajang bergengsi bertajuk GPI ini cukup sulit diikuti, mengingat harus bersaing dengan fotografer se-Indonesia.

“Sejak lama saya ikut, dan akhirnya foto ini masuk sebagai photo of the day kategori arsitektur,” ucapnya saat diwawancarai melalui aplikasi Whatsapp, Kamis, (20/1/2022).

Dalam kontes foto ini, ia menerangkan bahwa untuk mengikuti ajang penghargaan ini sendiri perlu menjadi anggota GPI, kemudian nantinya bisa menyetorkan foto untuk dapat dinilai.

Kemudian nantinya, imbuh Andreas, kurator GPI akan memilih beberapa foto dalam kategori, yaitu Best Of The Day, Best Of The Month, dan Best Of The Year, dan jika lolos di ketiga kategori tersebut akan mendapatkan penghargaan Best Indonesia Photografer.

Menurutnya, hal unik yang dapat dilihat dari hasil jepretannya ini berasal dari pemilihan waktu yang tepat saat memotret, sehingga menampilkan panorama blue hour yang memunculkan warna-warna yang unik, dan mempercantik hasil karya fotonya.

“Dan kebetulan gerbang alun-alun ini terbilang baru dan belum ada yg memotret di sana dengan angle itu, dengan tata lampu yg cetar dan bentuk unik dari gerbangnya sendiri dan ada framing salah satu menara masjid agung kita,” kata Andreas. (Humas Jabar)

Ridwan Kamil Dampingi Presiden Jokowi Kunker ke Bandung-Purwakarta

0
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke sejumlah titik di Kota Bandung dan Purwakarta, Senin (17/1/2022).

Bandung (Aswajanews.id) – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke sejumlah titik di Kota Bandung dan Purwakarta, Senin (17/1/2022).

Lokasi pertama yang dikunjungi Presiden adalah menghadiri Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan. Dalam arahannya kepada 10 ribu civitas akademika yang hadir secara hibrida (hybrid), Jokowi menyampaikan tiga transformasi besar ekonomi yang sedang disiapkan pemerintah.

Pertama, yaitu transformasi ekonomi menuju ekonomi yang mempunyai nilai tambah tinggi. Salah satunya dengan menghentikan ekspor bahan mentah.

“Stop ekspor bahan mentah. Setelah batubara, akhir tahun ini stop bauksit, tahun depan stop tembaga,” tegas Presiden.

Jokowi meminta semua bahan mentah tersebut diproduksi menjadi produk jadi didalam negeri, sehingga menghasilkan nilai tambah ekonomi dan membuka lapangan pekejaan yang luas.

“Kita harus hilirisasi industri, maka kita siapkan teknologi dan ilmunya,” ujarnya.

Kedua, yaitu ekonomi hijau. Jokowi mengungkapkan, produk ekonomi hijau kini semakin diminati oleh pasar global. Apalagi Indonesia memiliki potensi energi terbarukan sebesar 418 Gigawatt yang bisa dimanfaatkan menjadi nilai tambah ekonomi.

“Semoga dalam waktu empat sampai lima tahun ke depan bisa terwujud secara bertahap,” harapnya.

Berikutnya adalah transformasi ekonomi digital. Jokowi mengatakan, pasar digital Indonesia diprediksi tumbuh pesat di tahun 2025 dengan nilai ekonomi mencapai 146 miliar  Dollar AS. Untuk itu Jokowi meminta perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap menyambut era digitalisasi ekonomi.

“Siapkan SDM, itu yang penting, kalau infrastukturnya kita sudah siap,” ujar Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan tentang progres pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur. Ia menegaskan, pemindahan ibu kota baru bukan hanya sekedar memindahkan kantor pemerintahan. Akan tetapi, Ibu kota baru juga sejalan dengan tiga transformasi ekonomi yang tengah disiapkan.

“Saya ingin tegaskan tentang ibu kota baru, bahwa itu bagian dari transfomasi besar-besaran yang ingin kita lakukan. Jadi bukan hanya memindahkan fisik ibu kota, tapi membagun Indonesia berbasis inovasi, “smart”, dan “green digital”,” ungkapnya.

Sementara terkait vaksinasi COVID-19, Jokowi mengapresiasi 30 provinsi yang capain vaksinasinya sudah melebihi target 70 persen.

“Termasuk Jawa Barat vaksinasinya sudah mencapai 83 persen,” ucapnya.

Total vaksinasi di seluruh Indonesia kini sudah mencapai 297 juta. Capaian ini menjadikan Indonesia negara tertinggi ke empat di dunia dalam cakupan vaksinasi COVID-19.

“Vakisnasi kita nomor 4 di dunia setelah China, Brazil dan Amerika Serikat,” katanya.

Usai memberi arahan pada Dies Natalies ke-67 Unpar, Jokowi kemudian meresmikan Gedung Pusat Pembelajaran Arntz-Geise di area Kampus Unpar.

Setelah itu Jokowi yang masih didampingi Gubernur Jabar, melanjutkan kunjungan kerjanya ke Pasar Sederhana Kota Bandung untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada para pedagang kaki lima dan warung. Kunjungan kerja diakhiri dengan peninjauan terowongan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Purwakarta. (Humas Jabar)

Majelis Adat Sunda Laporkan Arteria Dahlan ke Polda Jabar, Buntut Minta Kejati Berbahasa Sunda Dipecat

0
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan

Bandung (Aswajanews.id) – Majelis Adat Sunda mendatangi Polda Jabar untuk membuat laporan pengaduan terhadap Arteria Dahlan. Ia diadukan ke Polda Jabar atas dugaan kebohongan publik dan pernyataan bersifat SARA.

Menurut pantauan, sejumlah pengurus dan anggota Majelis Adat Sunda sudah berada di Polda Jabar sejak pukul 9.30 WIB, Kamis (20/1).

Saat ini, mereka sedang membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jabar.

Berbagai kecaman terhadap Arteria Dahlan tak hanya datang dari lawan politik maupun warga Sunda, melainkan juga datang dari rekan satu partai.

“Menurut hemat saya berlebihan dan dapat melukai perasaan masyarakat Sunda,” kata anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, Selasa, 18 Januari 2022.

Disebutkan politisi senior PDIP ini, pemecatan seseorang dari jabatannya, bukan didasari pada bahasa yang digunakannya. “Pernyataan saudara Arteria ini seolah-olah mengindikasikan bahwa menggunakan bahasa daerah (Sunda) dianggap telah melakukan kejahatan berat dan harus dipecat,” ujarnya.

“Kenapa harus dipecat? Seperti telah melakukan kejahatan saja,” ucap Hasanuddin.

Sehubungan hal itu, ia pun mengingatkan Arteria Dahlan agar berhati-hati dalam bersikap dan berucap.

Sebelumnya, Arteria Dahlan, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan sempat meminta Kepala Kejaksaan Agung (Kajagung) mengganti Kajati yang menggunakan bahasa sunda saat rapat. Pernyataan Arteria pun mendapat banyak tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat di Jawa Barat.

Arteria Dahlan menegaskan, dia tidak ingin ada jaksa di Kejagung yang pertontonkan kedekatan dengan Jaksa Agung dengan pendekatan yang bukan prestasi dan kinerja.

Dalam wawancara dengan TV One, Arteria Dahlan mengatakan bahwa saat ini di Kejagung, banyak jabatan jaksa tinggi dan strategis dijabat jaksa berasal dari Jabar. Wajar saja, karena Jaksa Agung ST Burhanudin, asal Jabar, pria asal Majalengka. Meski begitu, dia tidak mempermasalahkan hal itu karena pilihan Jaksa Agung itu berdasarkan tata cara yang sudah ditentukan.

Ia membandingkan dengan kasus lama, di Kejagung, sempat ada pejabat Kejagung yang dalam satu tahun bisa naik pangkat empat kali. “Enggak ada lagi zaman Jaksa Agung sekarang 1 tahun 4 kali naik. (Sekarang) pembenahaan manajemen SDM di kejaksaan penempatan jabatan strategis dengan mekanisme yang terbuka, sekalipun ada orang Sunda, karena kualifikasinya, karena kecakapannya, karena kualitas mereka lewat proses yang cermat bukan karena suk Sunda bisa di posisi strategis, ini yang kami yakinkan ke publik,” katanya.

Ia kemudian menyatakan bahwa soal Bahasa Sunda yang jadi ribut, berawal dari peristiwa dimana ada seorang kepala kejati yang mempertontonkan kedekatannya dengan Jaksa Agung di depan jaksa-jaksa tinggi lainnya.

“Bisa bayangkan saat sama-sama bekerja, masih ada jaksa satu dua yang mempertontonkan, perlihatkan kedekatan dengan pak Jaksa Agung (dengan bahasa Sunda). Enggak masalah kalau Jaksa Agung nya ukan orang Sunda, gpp, Ini hubungannya saat rapat resmi, yang bersangkutan bicara ke Jaksa Agung, bukan bawahan. Kalau kajati kajari ngomong ke rakyat (dengan bahasa daerah) itu saya acungkan jempol, itu jaksa yang merakyat,” kata dia.

“Ini jadi pembicaraan di internal mereka di kejaksaan, makanya nanti ditanyakan ke teman0-teman kejaksaan apa yang saya katakan aspirasi mereka atau bukan,” katanya.

Ia kemudian memperjelas kembali pernyatannnya sekaligus menegaskan dia tidak ingin mendiskreditkan suku Sunda atau bahasa Sunda.

“Saat dialog resmi ke pimpinannya, di hadapan jaksa tinggi hadirkan seperti itu (berbahasa Sunda) kurang pas. Kalau bicaranya ke rakyat biasa, tapi saat dibalas bahasa Indonesia di forum resmi antar kajati jawab ke Jaksa Agung dengan seperti itu kurang pas. Kami tidak ingin ada jaksa yang coba pertontonkan kedekatan bukan prestasi dan kinerja utk hal-hal seperti itu,” kata dia.

Ia menegaskan, pihaknya sama sekali tidak bermaksud menghina orang Sunda.

“Kita sama sekali tidak ada hal sekecil apapun yang mendiskreditkan suku Sunda, orang Sunda. Saya ingin meluruskan, dikatakan saya mendiskreditkan (orang Sunda) Pak Jaksa Agung itu orang Sunda, sudah kaya orang tua saya dengan mereka. Sekitar saya ini orang Sunda semua, ngga mungkin kami mendiskreditkan orang Sunda. Kok tiba-tiba bisa dipelintir seperti itu,” kata Arteria Dahlan. (Net/Berbagai Sumber)

Walikota Bandung Sesalkan Tindakan Kontroversial Arteria Dahlan

0
Spanduk bertuliskan Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda terpasang di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu (19/1).

Bandung (Aswajanews.id) – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyayangkan sikap anggota DPR RI Arteria Dahlan yang mengeluarkan pernyataan meminta kepala kejaksaan tinggi (Kajati) diganti karena memakai Bahasa Sunda. Ia meminta Arteria Dahlan menghargai perbedaan terkait Bahasa Sunda.

“Iya (menyayangkan), tolong dihargai bahwa kita punya bahasa daerah dan digunakan juga di daerah kita merupakan hal yang wajar,” ujarnya di Taman Tegalega Bandung, Rabu (19/1/2022).

Polda Jawa Barat mengaku belum menerima laporan dari siapapun terkait ujaran anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan tentang Bahasa Sunda. Ke depan laporan yang dimohonkan oleh masyarakat tetap akan diakomodir. “Belum (ada laporan),” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo, Rabu (19/1/2022).

Ia menuturkan lokasi tempat peristiwa tersebut terjadi tidak di wilayah Jawa Barat. Namun pihaknya tetap akan mengakomodir apabila terdapat masyarakat yang melakukan pelaporan terhadap masalah tersebut dan merasa keberatan. Pihaknya sejauh ini belum mengetahui perkembangan permasalahan tersebut.

“Kalau melihat dari tempat kejadian perkara atau lokasi kejadiannya enggak akan di Jawa Barat. Kalau misal di sini ada orang Jawa Barat yang merasa keberatan buat pengaduan kita akan akomodir,” katanya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan, melontarkan permintaan kontroversial setelah meminta Jaksa Agung mencopot salah satu kajati karena menggunakan bahasa Sunda dalam rapat. Permintaan itu disampaikan Arteria dalam rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin hari ini.

“Ada kritik sedikit Pak JA ada Kajati pak dalam rapat dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda,” kata Arteria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1). *(Rep)

Kapolda Jateng : Tahun 2022 Adalah Tahun Toleransi, Jaga Persatuan dan Cegah Konflik

0
Kapolda Jateng Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. mengintruksikan jajarannya untuk mendukung langkah pemerintah yang mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi.

Semarang (Aswajanews.id) – Kapolda Jateng Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. mengintruksikan jajarannya untuk mendukung langkah pemerintah yang mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel di Lapangan Apel Mapolda Jateng, Senin (17/01/2022).

Dukungan yang dimaksud adalah menjabarkan pencanangan tersebut dengan menjaga persatuan ditengah keragaman ras, suku, agama di masyarakat.

Dalam arahannya, Kapolda menjabarkan ada tiga parameter yang harus dijaga dan diantisipasi antara lain Konflik Komunal, Konflik Horisontal, dan Konflik Vertikal. “Untuk mengantisipasi terjadinya konflik komunal, Polri harus mengantisipasi terjadinya gesekan di tengah masyarakat serta lakukan pemetaan terkait potensi konflik antar kelompok masyarakat di wilayah kita,” tekan Kapolda Jateng.

Terkait konflik horisontal, hal yang perlu diwaspadai adalah terjadinya gesekan terkait perbedaan identitas politik, penistaan agama serta SARA. Untuk mengantisipasi, Kapolda menginstruksikan agar jajarannya mendata potensi konflik dan mengambil langkah koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama serta stakeholder terkait.

Terkait konflik vertikal, Kapolda menekankan agar jajaran Polri di Jateng untuk menguatkan sinergitas dengan TNI. Dijelaskan, TNI dan Polri merupakan satu kesatuan ibarat 2 sisi mata uang yang tak terpisahkan.

“Saya ingin sinergitas dan soliditas dengan TNI terus terjaga. Akan ada tindakan tegas bagi anggota apabila terjadi gesekan dengan TNI,” tekan Kapolda Jateng.

Polda Jateng, papar Kapolda berkepentingan untuk menciptakan situasi aman dan iklim investasi yang kondusif di wilayah Jawa Tengah. Saat ini masyarakat mulai pulih dari pandemi Covid-19 dan perekonomian mulai tumbuh dan berkembang.

“Merupakan kewajiban Polri untuk mencegah terjadinya 3 konflik tersebut guna menjamin kondusifitas iklim investasi dan pembangunan di masyarakat,” kata Kapolda Jateng.

Ditambahkan, saat ini covid 19 di wilayah Jateng cenderung melandai dan vaksinasi sudah mencapai 84 persen. Hal ini tercapai berkat gotong royong antara TNI-Polri serta stakeholder terkait dalam penanganan covid 19. “Namun begitu, jangan jumawa, saat ini di Jakarta saja Omicron sudah tembus seribu kasus. Jateng harus waspada,” pungkas Kapolda Jateng. *(Humas Polda Jateng)

Formapera Sumut dan LPA Deliserdang Sepakat, Jangan Ada Pemaksaan Vaksin Bagi Anak

0
LSM FORMAPERA Sumatera Utara adakan Konferensi Pers bersama dengan LPA) Kabupaten Deliserdang di Puri Cendana Jl.Medan Lubuk Pakam Desa Pagar Jati, Lubuk Pakam Deliserdang, Selasa (18/1/22).

Deliserdang (Aswajanews.id) – LSM Forum Masyarakat Pemantau Negara (FORMAPERA) Sumatera Utara adakan Konferensi pers bersama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deliserdang terkait Program Vaksinasi yang digalakan pemerintah.

Bertempat di Puri Cendana Jl.Medan Lubuk Pakam Desa Pagar Jati, Lubuk Pakam Deliserdang, Konferensi Pers dihadiri pengurus LSM DPW FORMAPERA SUMUT, DPD FORMAPERA Deliserdang, dan pengurus LPA Deliserdang, Selasa (18/1/22).

Dalam paparannya, terkait program Vaksinasi DPW Formapera Sumut melalui Feri Afrizal selaku Ketua, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pemerintah pusat, namun tidak semua program Pemerintah Pusat agar setiap wilayah dan Daerah dapat mencapai target 70% yang dicanangkan.

Menanggapi pertanyaan awak media terkait optimalisasi Vaksinasi yang belum. mencapai target di Kabupaten Deliserdang, dikatakan Feri, ada sistem yang belum berjalan berjalan maksimal.

Disebutnya lebih jauh, walau program dijalankan dengan berbagai upaya yang dilakukan, melalui sinergitas yang terjalin antar Pemerintah, TNI dan Polri apabila target belum tercapai, maka perlu nya ada evaluasi sistem.

Mengapa!, karena menurut hematnya, Pemkab juga harus menggandeng organisasi diluar dari Pemerintah untuk dapat bersama-sama mensukseskan program ini.

Pemerintah tidak berdiri sendiri, jelasnya lagi, ada masyarakat yang siap membantu, ada Pemerintah berarti ada masyarakat, beri ruang kerjasama kepada organisasi yang menurut pemerintah dapat berkomitmen dalam mensukseskan program Vaksinasi ini.

Optimalisasi Vaksin belum tercapai, sekarang masuk agenda Vaksin bagi Anak Usia 6-11 Tahun. Terkait Vaksin bagi anak, sudah sangat banyak warga atau orang tua yang mengeluh, pihak sekolah terkesan ada pemaksaan dengan menyodorkan surat persetujuan untuk di Vaksin bagi anaknya.

“Jelas, menjadi pertanyaan besar, ada kekhawatiran pihak sekolah terhadap anak siswa, jika setelah divaksin terjadi sesuatu, seakan akan pihak sekolah lepas tangan, orang tua disodorkan surat vaksin itu, jangan dipaksakan jika sang anak tidak ingin divaksin,” tegas Feri.

Maka itu jadi PR Pemerintah menyikapi, untuk percepatan, menurut nya  harus dikaji ulang sistem percepatan di Pemkab Deliserdang dalam upaya mencapai target yang dicanangkan Pemerintah Pusat, kita paham Vaksin bertujuan mulia, untuk menjaga kesehatan anak bangsa, tutup Feri dalam konferensi pers nya.

Sementara terkait Program Vaksin bagi Anak Usia 6 -11 tahun, yang telah diberlakukan di Kabupaten Deliserdang, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) memberikan sikap.

Untuk anak usia 6-11 tahun, yang tidak mau divaksin jangan dilakukan Vaksin, tegas Junaidi Ketua LPA Deliserdang dalam menyikapi pertanyaan awak media.

Dirinya menyebut, jika ada pemaksaan itu melanggar perlindungan anak, jangan ada anak sekolah yang tidak ingin divaksin, maka dunia pendidikan nya terancam, itu sudah melanggar hak anak, maka silahkan lapor kepada LPA Deliserdang. “Anak Sekolah Dasar yang tidak ingin di Vaksin, hak pendidikan nya wajib dipenuhi, itu tanggung jawab Negara, maka jangan ada pelanggaran disana,” tegasnya. *(Rizky Zulianda)

Hendra DS Terpilih Ketua IKA STIKP Medan 2022 – 2025

0
Hendra DS adalah alumni STIKP Medan stambuk 1992. Kini ia bertugas sebagai salah satu anggota DPRD Medan periode 2019 – 2024 dan tercatat juga sebagai wartawan di Harian Waspada Medan.

Medan (Aswajanews.id) – Hendra DS terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar Ikatan Alumni (IKA) Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan, Sabtu (15/1) sore.

Hendra dipilih setelah empat orang calon lainnya mengundurkan diri pada kesempatan tersebut. “Terima kasih atas kepercayaan ini dan saya berharap dukungan penuh dari seluruh alumni,” ujar Hendra dalam musyawarah yang diselenggarakan di kampus STIKP Medan, Jl Sisingamangaraja.

Hendra mendapat dukungan penuh dari seluruh peserta hadir yang berjumlah lebih dari 100 orang secara offline dan 50 orang melalui zoom meeting. Kegiatan musyawarah ini adalah yang pertama sekali diselenggarakan para alumni STIKP Medan sejak berdiri tahun 1987 dan menamatkan alumninya tahun 1991.

Peserta sendiri berasal dari berbagai Angkatan. “Baik itu Angkatan 1987 hingga Angkatan 2017,” kata Maman Natawijaya, Ketua Panitia Pelaksana Mubes STIKP 2022.

Hendra DS adalah alumni STIKP Medan stambuk 1992. Kini ia bertugas sebagai salah satu anggota DPRD Medan periode 2019 – 2024 dan tercatat juga sebagai wartawan di Harian Waspada Medan.

Sebelumnya, Ketua STIKP Dr. Sakhyan Asmara saat membuka Musyawarah Besar IKA STIKP mengaku bangga atas partisipasi para Alumni yang ikut membesarkan Kampus STIKP sebagai Lembaga Pendidikan yang fokus di bidang Ilmu Komunikasi, khususnya Jurnalistik, Kehumasan dan Broadcasting.

Menurutnya, saat ini STIKP Medan merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta yang sudah memiliki Jurnal berakreditasi nasional di antara 7 perguruan tinggi lainnya di Indonesia. “Tentu ini berita yang membanggakan bagi kami di STIKP Medan,” tandas Sakhyan yang kini juga menjabat sebagai Dewan Pengawasan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta. (rel)

Jalan Lingkar Utara Tasik Diharapkan Dongkrak Perekonomian Masyarakat

0
Jalan Lingkar Utara ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat sekitar, menggeliatkan perekonomian warga dan juga menjadi kebanggaan warga kota Tasikmalaya

Kota Tasikmalaya (Aswajanews.id) – Pembangunan Jalan Lingkar Utara secara bertahap usai dikerjakan yang disambut baik oleh warga setempat dan sekitarnya. Anggota DPRD kota Tasikmalaya Anang Safaat mengatakan, adanya jalan tersebut dapat memudahkan dan mendekatkan jarak tempuh transportasi ke wilayah tetangga salah satunya ke kabupaten Ciamis.

“Nantinya tidak perlu berputar ke jalan Ahmad Yani atau pun ke Manonjaya kab Tasikmalaya, tidak perlu berputar ke Pancasila dulu tapi bisa langsung ke pos AU,” kata politisi partai Demokrat tersebut, Jumat (14/01/2022).

Menurut Anang, dengan adanya jalan Lingkar Utara ini dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat sekitar, menggeliatkan perekonomian warga dan juga menjadi kebanggaan warga kota Tasikmalaya.

“Saya berharap, dengan dibangunnya jalan Lungkar Utara dapat menunjang dalam segala hal sektor usaha di berbagai bidang,” tambah Anang.

Sementara itu, Rino selaku Teknik Jalan dan Jembatan Muda Dinas PUTR Kota Tasikmalaya menjelaskan, panjang jalan Lingkar Utara kota Tasikmalaya dari pos AU – Karangresik 3,8 km dan yang baru selesai sekitar 2,1 km sampai Cimerak. “Sedangkan dari arah Karangresik sudah dihotmix tahun sebelumnya, namun belum maksimal, sementara pembuatan jembatan Ciloseh sekarang ini diserahkan pengerjaanya ke pemerintah pusat,” jelas Rino.

Terpisah, Ida (48) warga Purbaratu menyambut baik dengan adanya jalan LIngkar Utara ini, karena setidaknya dapat mempersingkat waktu tempuh bila berpergian. “Selain itu juga, harga tanah pun ikut naik, sekarang di pinggir jalan Lingkar Utara sudah puluhan juta per batanya,” tandas Ida. *(Suryana/RB)

Mahasiswa UNDS Prodi Manajemen Lakukan Kegiatan Entrepreneurship

0
Mahasiswa/i UNDS lakukan kegiatan Entrepreneurship ke pelaku usaha UMKM budidaya jamur tiram, di Jl. STM Ujung, No 149, Link XII, Kel.Suka Maju, Kec. Medan Johor Kota Medan

Medan (Aswajanews.id) – Mahasiswa/i Program Studi Manajemen Universitas Deli Sumatera (UNDS), lakukan kegiatan Entrepreneurship ke pelaku usaha UMKM budidaya jamur tiram, di Jl.STM Ujung, No 149, Link XII, Kel.Suka Maju, Kec. Medan Johor Kota Medan, pada Jumat (14/1/22).

Kegiatan ini sendiri, menindaklanjuti surat permohonan Universitas Deli Sumatera Nomor: 001.05/08/UNDS/I/2021, dalam rangka syarat wajib mahasiswa/i UNDS T.A 2019/2020 untuk menempuh ujian akhir semester.

Kunjungan ke Mushroom House (MH) milik Hartono, SP selaku pelaku usaha Budidaya Jamur Tiram, mahasiswa/i Prodi Manajemen langsung didampingi Dosen Pembimbing Ir.Ernita, MM.

Dalam kesempatan kunjungannya, Ernita menyampaikan kehadiran UNDS disini adalah yang pertama, karena UNDS baru berdiri 2 tahun ini, maka dalam hal tersebut, UNDS menghadirkan mahasiswa/i ke WH ini, untuk melihat, mengetahui, mendapatkan pengetahuan secara langsung bagaimana dalam melakukan usaha Budidaya Jamur kepada pelaku usaha langsung, jelas Ernita kepada Hartono sang pelaku usaha.

Hartono, SP pemilik Mushroom House (MH) usaha budidaya jamur tiram

Hartono, SP sang pelaku usaha menyambut baik, rasa terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa/i, dirinya akan dengan senang hati memberikan dan berbagi ilmu dalam penerapan usaha yang telah digeluti selama 12 tahun.

Selanjutnya, Hartono, SP pelaku Usaha Budidaya Jamur, dalam paparannya kepada mahasiswa/i mengatakan dirinya berkecimpung dalam budidaya jamur dimulai pada bulan Oktober tahun 2010.

Dirinya menyebut, kala itu jangan beranggap usaha dimulai dari yang besar, namun dirinya merintis usaha dari modal yang sangat kecil. Proses Budidaya Jamur yang dilakoni dirinya saat itu, hanya bermodalkan 50 baglog.

“Apa itu baglog, ujarnya kepada mahasiswa, baglog dalam pengertian dirinya menyebut, adalah wadah dari serpihan limbah kayu pabrik yang menjadi tempat tumbuh kembang nya jamur itu nanti,” jelas Hartono dalam paparannya.

Disebut lebih jauh olehnya, ada beberapa proses yang harus dilalui dalam budidaya jamur, salah satu nya adalah “Sterisasi”.

Sterilisasi menggunakan suhu 95 derajat celcius selama 3 – 10 jam. Setelah proses sterilisasi, baglog didinginkan dalam suhu ruangan dan setelah dingin siap untuk dimasukkan bibit jamur tiram. Media tanam yang sudah dingin sudah bisa dilakukan pemberian bibit jamur. Namun dalam implementasi Pengelolahan yang dilakukan olehnya, Hartono menjelaskan, dirinya tidak menggunakan Boiler atau ketel uap yang besar, melainkan dirinya menggunakan sejenis drum kecil dalam Sterisasi.

“Tujuannya adalah untuk menjaga tingkat atau resiko kerugian yang besar, karena jika menggunakan drum yang besar jika rusak maka akan terjadi kerusakan pada baglog keseluruhannya,” terangnya lagi.

Proses dalam Sterisasi dipengelolahan di workshopnya, Hartono menyebut untuk 1 tabung gas maksimal 4 jam, untuk menentukan kematangan dapat dilihat dari gelembong yang ada di baglog, selanjutnya setelah itu kita tinggal menunggu proses tumbuh dari bibir jamur. Hal itu dapat kita ketahui, yang sebelumnya dilakukan pendataan setiap bibit yang kita masukan di baglog kita data, jadi setiap proses berkembangnya tumbuhnya jamur dapat diketaui.

Kepada mahasiswa/i UNDS studi manajemen, Hartono menjabarkan keuntungan sendiri membudidayakan jamur tiram. Dimana dalam sekali panen untuk satu baglog menghasilkan minimal 3 – 5 ons jamur. *(Rizky Zulianda)

Dilepas Ketua IWO Sumut, Gowes Bersama Bupati Sergai Diwarnai Vaksinasi Massal dan Tanam Mangrove

0
Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), menggelar kegiatan sepeda santai, Kamis (13/1/2022).

Sergai (Aswajanews.id) – Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), menggelar kegiatan sepeda santai, Kamis (13/1/2022).  Start dari Desa Sentang dan finish di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, kegiatan sepeda santai dilepas oleh Ketua PW IWO Sumut, Yudhistira Adi Nugraha, S.Ikom.

Bupati, H. Darma Wijaya dan Wakil Bupati Sergai, H. Adlin Umar Yusri Tambunan yang berada di barisan depan, tampak sangat antusias mengikuti sepeda santai tersebut. Tak hanya peserta, warga desa yang dilintasi, seperti, Desa Sentang, Desa Bogak Besar, Desa Pematang Kuala Kecamatan Teluk Mengkudu hingga Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai, keluar rumah memberi apresiasi dan menyapa Bupati H. Darma Wijaya dan Wakil Bupati Sergai H.Adlin Umar Yusri Tambunan bersama rombongan. Tak hanya itu, IWO Sergai juga melaksanakan penanaman 1000 pohon mangrove, vaksinasi dosis II sebanyak 250 orang dan menyatuni 50 orang anak yatim.

Ketua IWO Sergai, Zuhari yang juga Ketua Panitia kegiatan mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia, Pemkab Sergai, pesrta dan tamu undangan yang hadir.  Tak sampai disitu, Zuhari juga meyampaikan rasa terimakasih kepada pemerintah Kecamatan Tanjung Beringin bersama 8 Kepala Desa dan Polsek Tanjung Beringin, yang telah bekerja keras mensukseskan kegiatan ini.

“Kegiatan ini diselenggarakan oleh IWO Sergai bekerjasama dengan organisasi Front Komunitas Indonesia Indonesia Satu (FKI-1) Sergai, Persatuan Mahasiswa Indonesia Sergai, Law Office IIR dan Pemerintahan Desa Bagan Kuala, tidak akan terlaksana dengan lancar, aman, tertib dan sukses tanpa adanya dukungan dari semua pihak,” ucapnya.

Ia mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka tasyakkuran hari jadi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ke 18, sekaligus bagian dari upaya menyelamatkan Objek Wisata Pantai Merdeka dan Desa Bagan Kuala dari abrasi.

Zuhari menyebutkan, ingin menggungah seluruh masyarakat untuk ikut serta melestarikan kawasan pantai dan melindungi dari ancaman abrasi. “Diharapkan ke depan semakin bertambah orang-orang yang peduli terhadap kelestarian pantai di Sergai. Apalagi, ini merupakan salah satu objek wisata yang berpotensi menyumbangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi Kabupaten Sergai,” sebut Zuhari .

“Kita juga berterimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Sergai yang komit untuk terus membangun infstruktur lebih baik lagi di semua desa guna meingkatkan perekonomian masyarakat,” imbuh Zuhari.

Sementara itu, Bupati Serdangbedagai, H. Darma Wijaya dalam sambutan menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan bukan sekedar bersepeda santai saja. “Ini bukan sekadar jalan-jalan, tapi juga merupakan kesempatan untuk melihat langsung kondisi yang terjadi di pesisir Pantai Merdeka Desa Bagan Kuala,” kata Bupati di hadapan Kapolres Sergai AKBP. Dr. Ali Machfud, SIK, MIK dan undangan lainnya.

Dirinya mengaku langsung melihat kondisi pesisir Pantai Merdeka yang sudah mengalami abrasi, sehingga diperlukan tindakan penanganan agar tidak semakin meluas. “Hari ini, kita juga laksanakan penanaman Pohon Mangrove sebagai salah satu solusi yang bisa diambil untuk mengatasi kondisi abrasi. Terima kasih saya ucapkan kepada IWO Sewgai, komunitas pecinta alam dan komunitas sepeda yang ikut terlibat pada kegiatan hari ini,” ucap Bupati.

“Kegiatan kita pada hari ini bisa berjalan, salah satunya karena capaian vaksinasi sudah melebihi angka minimal. Capaian vaksinasi di Kabupaten Sergai sendiri sudah ada di angka 80 persen. Dengan sinergi dan kerjasama, semoga capaian ini bisa tuntas hingga 100 persen dalam waktu sesegera mungkin,” ucap Darma Wijaya.

Sebelumnya Kepala Desa Bagan Kuala Safril menuturkan Desa Bagan Kuala ada semboyan ‘Kampung Kito’. Tujuannya agar seluruh masyarakat yang berkunjung ke desa ini dapat memelihara dan menjaga seperti menjaga kampungnya sendiri,” ucapnya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Asisten II Drs. Nasrul Azis Sirefar,Asisten III Ir. Kaharuddin, Kadis Kominfo Sergai Drs. Akmal M.Si, Kadis Perindagsar Sergai Arianto S.Pd, M.Si, Ketua FKI Sergai M. Nur Bawean, Tokoh masyarakat Sergai H. Bahrum Abbas, Pengacara Ismet Lubis SH, MSP, CPCLE, Pengusaha Sergai Ayen, Kapolsek Tanjung Beringin AKP. Tobat Sihombing, Camat Teluk Mengukudu, Kapus Tanjung Beringin, Kapus Teluk Mengkudu, Pengurus PKK Sergai, pengurus IWO Sumut, Pengurus IWO Sergai, para Kades dan Wartawan Unit DPRD Kota Medan. *(Rizky Zulianda)

Wajah PBNU Diwarnai PDIP, Golkar, PPP dan Pejabat Kemenag

0
Mardani Maming dengan backround PDIP dan keluarga Bung Karno. (Foto: Instagram)

Jakarta (Aswajanews.id)Wajah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan Rais Aam Syuriah KH Miftahul Achyar dan Ketua Umum Tanfidziah KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) bercorak baru. Jika PBNU dalam kepemimpinan KH Said Aqil Siroj (periode sebelumnya) cenderung “terkooptasi” PKB (terutama dominasi kakak-adik: A Muhaimin Iskandar dan kakaknya, A. Halim Iskandar serta Helmy Faishal Zaini), kini berubah total. Gus Yahya “menyingkirkan” “kooptasi” politik kakak-adik Gus Halim-Cak Imin dan Helmy Faishal Zaini itu dari PBNU.

Yang paling menyolok adalah diangkatnya politisi PDIP Mardani Maming sebagai Bendahara Umum PBNU. Mardani adalah Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel.

Dikutip Tempo.co, Mardani merupakan pengusaha muda dari Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Saat ini, dia menjabat sebagai salah satu pimpinan perusahaan PT Batulicin 69 dan PT Maming 69, dua perusahaan holding yang membawahi 35 anak perusahaan.

Perusahaannya meliputi pertambangan mineral, terminal dan pelabuhan khusus batubara. Termasuk pengelolaan jalan hauling, underpass, transportasi pertambangan, penyewaan alat berat, penyediaan armada kapal, properti, hingga perkebunan.

Mardani di PBNU tidak hanya menempati posisi strategis. Tapi ia juga tak sendirian sebagai kader PDIP yang jadi pengurus PBNU di era Yahya ini.

Ada nama Nasyirul Falah Amru, yang oleh Yahya Staquf diangkat menjadi Wakil Ketua Tanfidziyah PBNU. Nasyirul adalah legislator PDI-P dua periode.

Di PDIP pula, pada 2011-2016, ia menjadi Ketua Bidang Keagamaan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sekaligus Ketua Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia—organisasi sayap PDI-P.

Pengangkatan Mardani dan Nasyirul Falah Amru dalam jabatan strategis di PBNU itu praktis mengamputasi peran politik PKB di PBNU. Memang ada kerabat dekat Cak Imin masuk dalam kepengurusan PBNU. Yaitu KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) dari Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Tapi ia bukan “representasi” partai seperti Helmy Faishal Zaini.

Dominasi PKB di PBNU juga terhalang oleh Nusron Wahid. Tokoh Golkar ini menjabat Wakil Ketua Umum PBNU. Bahkan Nusron Wahid langsung angkat suara. Menurut dia, terpilihnya Gus Yahya akan memberi efek politik bagi elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Yahya dan Airlangga berteman sejak kuliah di UGM. Dikutip detik.com, Nusron mengatakan bahwa positioning PBNU yang diputuskan Gus Yahya berpotensi menguntungkan Airlangga yang sedang bersiap-siap menjadi calon presiden (capres) 2024.

Selain PDIP dan Golkar, PBNU dibawah Kiai Miftahul Akhyar dan Gus Yahya juga diwarnai politisi PPP. Yaitu Choirul Sholeh Rasyid. Tokoh PPP ini tercatat sebagai Wakil Ketua PBNU.

Dari PPP juga ada nama Taj Yasin Maimoen. Namun posisinya di PBNU tidak strategis. Hanya tercatat di jajaran A’wan. Itupun nomor buncit.

Cak Imin juga terhadang oleh keluarga Gus Dur di PBNU. Seperti ditulis BANGSAONLINE.com, ada nama Nyai Shinta Nuriyah di jajaran Mustasyar PBNU. Juga ada putri Gus Dur, Ny. H. Alissa Qotrunnada Wahid sebagai Ketua Tanfidziah. Orang dekat Yenny Wahid, yaitu H. Imron Rosyadi Hamid juga masuk, yaitu sebagai Wakil Sekjen.

Jamak diketahui, Cak Imin dicap publik sebagai pengkhianat Gus Dur dan keluarganya. Ini tak lepas dari sejarah Cak Imin masuk PKB. Cak Imin masuk kepengurusan PKB karena “dicangking” Gus Dur. Saat PKB berdiri, Cak Imin tak punya jabatan apa-apa.

Ia pernah menjabat ketua umum PB PMII. Tapi selepas dari organisasi mahasiswa itu, Cak Imin – maaf – tak ubahnya “pengangguran”.

Ia juga masih “bau kencur”. Karena itu banyak yang mempersoalkan ketika Cak Imin tiba-tiba diberi jabatan Sekjen DPP PKB oleh Gus Dur. Namun karena kharisma Gus Dur sangat kuat, semua kiai diam.

Jasa Gus Dur memang sangat besar terhadap Cak Imin. Tapi ternyata dibalas tuba oleh sang keponakan. Cak Imin menikam dari belakang. Gus Dur disingkirkan dari PKB. Tragisnya, penyingkiran Gus Dur dari PKB itu lewat adu kuat di pengadilan. Karena itu Cak Imin lantas dicap sebagai pengkhianat.

Selain para politisi dari berbagai parpol, wajah PBNU juga diwarnai para pejabat Kemenag. Banyak nama pejabat Kementerian Agama mewarnai kepengurusan PBNU. Antara lain sekjen sekaligus Plt. Irjen Kemenag Nizar Ali. Ia menjabat Wakil Ketua Umum PBNU.

Juga ada beberapa Staf Khusus Menteri Agama Yaqut. Mereka adalah Ishfah Abidal Aziz sebagai Ketua PBNU, Habib Abdul Qodir sebagai Wakil Sekretaris Jenderal, dan Mohammad Nuruzzaman sebagai Bendahara PBNU. Wajah PBNU sekarang memang penuh warna. Warna politik dan warga Kemenag. *(Sumber : Bangsaonline)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts