Google search engine
Beranda blog Halaman 211

Camat Kedokanbunder Gerak Cepat Tangani Ega Julio ke Rumah Sakit

0
Atang Suwandi, S.STP., M.Si., Camat Kedokan Bunder Indramayu

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Pemerintah bergerak cepat tangani Ega Julio Prasetyo (19) warga Desa Kedokanbunder Kecamatan Kedokan Bunder Indramayu yang mengalami sakit dan harus mendapatkan rujukan untuk tindakan medis berikutnya.

Ega semasa sekolah di SMK NU Kaplongan merupakan siswa yang pintar karena selalu mendapatkan rangking 1. Ega juga aktif di kegiatan kesiswaan, ketika sakit Ega sangat dirindukan oleh teman-temannya.

Keadaan sakit tersebut membuat Ega harus terbaring di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Diagnosa dokter, Ega menderita kelainan pada sel darah putihnya.

Ega Julio Prasetyo warga Desa Kedokanbunder menderita kelainan pada sel darah putih

Setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, karena keterbatasan biaya Ega hanya dirawat di rumah seadanya. Kini Ega membutuhkan perawatan lanjutan di rumah sakit agar Ega bisa kembali sembuh dan ceria sedia kala.

Mendengar ada keluhan dari warganya, Camat Kedokan Bunder Atang Suwandi seketika melaksanakan koordinasi bersama Puskesmas, Dinas Sosial, bahkan Kementerian Sosial RI.

Gayung bersambut, Kemensos RI pun telah mendengar kabar tersebut. Pada Minggu (5/3/2023), Kemensos RI langsung mengirimkan tim untuk melihat langsung kondisi Ega dan melakukan assesment apa saja yang dibutuhkan oleh Ega.

Atang Suwandi menjelaskan, saat ini pihaknya bersama Kemensos RI dan Puskesmas kembali memberikan layanan agar Ega bisa dirawat di rumah sakit. Setelah berkoordinasi diputuskan bahwa Ega Julio kembali dirujuk ke RS Gunung Jati Cirebon untuk mendapatkan penanganan medis.

“Alhamdulillah hari ini ananda Ega Julio bisa kembali dilakukan perawatan di rumah sakit. Semoga lekas sembuh dan kembali ceria,” kata Atang Suwandi.

Kuwu Kedokanbunder, Muhammad Waskim yang juga hadir langsung menyampaikan terima kasih atas kepedulian semua pihak sehingga warganya bisa mendapatkan penanganan dan perawatan di rumah sakit.

“Terima kasih Bupati Indramayu ibu Nina Agustina, Menteri Sosial Ibu Risma akhirnya warga kami kembali mendapatkan perawatan di rumah sakit,” tegas Waskim. (Herman/Tongol)

LBM MWC NU Losari Brebes Rutin Adakan Bahtsul Masail

0
LBMNU MWC NU Losari menggelar Bahtsul Masail di masjid Alhidayah Desa Losari Kidul Kec. Losari Kab. Brebes, Ahad (5/3/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) MWC NU Losari menggelar kegiatan Bahtsul Masail yang ketiga kalinya dalam satu bulan terahir. Kegiatan yang sekarang dilaksanakan bertempat di masjid Alhidayah Desa Losari Kidul Kec. Losari Kab. Brebes, Ahad (5/3/2023).

Seperti biasa sebelum dilaksanakan bahtsul masail ada pra acara dan prosesi pembukaan. Dimana pada pra acara tersebut diisi dengan penampilan hadroh ashabul kahfi yang dikomandoi oleh Ust. Rapitho dan prosesi pembukaan diisi dengan pelantunan ayat ayat suci alqur’an dan sambutan sambutan.

Dalam sambutannya ketua LBM MWC NU Losari, Kyai Qosim mengatakan bahwa Bahtsul masail ini adalah suatu keberkahan dari peringatan satu abad NU dan tentunya atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan ini bisa terlaksana.

“Alhamdulillah dalam keberkahan 1 abad NU satu bulan bisa mengadakan 3 kegiatan bahtsul masail, terima kasih atas dukungan semua pihak,” ujarnya.

Dalam sambutannya Kyai Qosim juga mengatakan bahwa bahtsul masail adalah salah satu metode pembelajaran yang ada di pesantren dan menjadi ruhnya nahdlatul ulama.

“Bahtsul masail adalah salah satu metode atau cara pembelajaran pondok pesantren dari sekian kurang lebih 5 metode yang tatarannya memang lebih tinggi dibandingkan dengan musyawarah dimana permasalah permasalahan yang dibahas ini cukup kompleks dan sering terjadi di masyarakat,” ungkapnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Losari Kidul, Bapak H. Arrjo Suharjo. Dalam sambutannya kades mengapresiasi dan berterima kasih karena diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah kegiatan bahtsul masail tersebut. Beliau berharap dihari berikutnya kegiatan seperti bisa terus dilaksanakan di desa Losari Kidul agar masyarakatnya mengerti dan memahami tentang masalah masalah yang sering terjadi di dalam masyarakat.

“Kami atas nama kepala desa Losari Kidul mengucapkan terima kasih terkait dengan diadakannya bahtsul masail dan ini yang pertama kali ada di desa kami, dihari berikutnya kegiatan seperti ini semoga bisa terus dilaksanakan di desa Losari Kidul,” tuturnya.

Sementara perwakilan LBM PCNU Brebes Kyai Taufiq Shofi mengatakan bahwa setiap kali ada kegiatan Ke-NU-an di PWNU Jawa Tengah tentang bahtsul masail sering mendapat wejangan dari Rais Syuriyah PWNU Jateng, KH Ubaidillah Shodaqoh atau yang akrab disapa Gus Ubed bahwa Bahtsul masail adalah ruhnya Nahdlatul Ulama dan kegiatan bahtsul masail bukan hanya menjadi urusan rois syuriah atau tanfidziyah justru menjadi kewajiban kita bersama.

“Saya ingat selalu al mukarrom kyai ubaidillah sodaqoh setiap saya menghadiri kegiatain di PWNU Jateng beliau tidak lupa menyampaikan bahwa bahtsul masail adalah ruhnya nahdltaul ulama,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Kyai Taufiq Shofi menjadi tim perumus bersama Gus Najib dari Pondok Pesantren Yanbu’ul ‘ulum Lumpur Desa Limbangan Losari Brebes. Sedangkan untuk Mushoheh dipimpin oleh Gus Maimun Abdul Ghofur, pengasuh Pondok Pesanten Alhusna Sidamulya Kec. Wanasari dan Kyai Fatkullah, salah satu Pengurus PCNU Brebes.

Acara tersebut kemudian ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Rois Syuriah MWC NU Losari, KH. Jawahir Ahmad. (Tarpidin LTN NU Brebes)

Enam Hak Muslim atas Sesama Muslim Lainnya

0
Ngaji bersama KH. Subhan Ma'mun pada acara Walimatul Ursy di rumah H. Yanto Muarareja Tegal, Ahad (5/3/2023)

Pada tulisan kali ini, penulis mencoba menyuguhkan tambahan catatan tersendiri, sebelum menyampaikan kepada pembaca tentang hasil catatan penulis dari ngaji bersama KH. Subhan Ma’mun pada acara Walimatul Ursy di rumah H. Yanto Muarareja Tegal, Ahad (5/3/2023), yang penulis kasih judul enam hak sesama muslim.

Suguhan cerita penulis saat menghadiri walimah pernikahan putra teman yang ada di tetangga desa sebelah yaitu di Desa Muarareja. Sebuah desa yang dulu selalu dilewati penulis saat masih aktif mengajar di UPS Tegal.

Ada kisah yang sangat terkesan bagi penulis tentang perahu penyebrangan yang harus dinaiki saat memenuhi undangan Walimah H. Yanto dan saat dulu bolak balik naik perahu untuk keperluan mengajar maupun sekedar memenuhi belanja kebutuhan keseharian.

Perahu penyebrangan yang pernah mengantarkan penulis bertahun-bertahun. Disitu terdapat banyak suka duka saat menyebrang menggunakan perahu. Baik saat arus deras, hujan lebat, hingga bersama para nelayan yang habis pulang melaut dan membawa ikan banyak ditaruh dimotor. Tak ketinggalan pula para ibu-ibu yang menjadi buruh pilet ikan di dekat wilayah pelabuhan ikan Tegal.

Perahu penyebrangan yang dulu sering antri menunggu giliran menyebebrangi sungai dan ramai selama berpuluh-puluh tahun, kini nampak sepi dan tidak harus menunggu lama. Mungkin adanya Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Brebes-Tegal menjadi salah satu penyebab sepinya peminat penyebrangan perahu. Tetapi namanya rizki sudah ada yang mengatur, walaupun ada jalingkut perahu penyebrangan masih diminati termasuk pada diri penulis, saat menghadiri undangan walimah.

Pemilik perahu dan toko di pingir penyebrangan perahu tetap masih berdiri kokoh menyambut para pengguna jasa penyebrangan, walaupun hanya untuk sekedar ngopi atau nyicipi gorengan yang masih hangat. Lumayan, untuk mengganjal perut agar tidak masuk angin.

Pemilik jasa penyebrangan perahu saat hujanpun tak pernah berhenti untuk melayani para pengguna jasanya. Walaupun ada angin dan badai, perahu yang tak bermesin dan menggunakan sebatang bambu bambu untuk mengoperasikannya dan kadang menggunakan tali besar kalau arus sungai sangat deras.

Pernah terjadi pada diri penulis waktu mau menyebrang di atas pukul 21.00 Wib. penjaga perahunya tidak ada, sehingga harus datang kerumah pemilik perahu, untuk meminta tolong menyebrangkan penulis agar bisa pulang ke rumah. Karena saat itu hanya akses menggunakan peraulah yang lebih cepat jalan yang ditempuh untuk pulang menuju rumah Randusanga.

Randusanga Kulon masih menjadi tempat tinggal penulis sampai hari ini, walaupun kadang mendapat saran dari teman untuk pindah. Maklumlah kampungku terkenal dengan kampung rob, yang sampai detik ini belum menemukan solusi yang tepat, agar menghalau serangan banjir rob dari laut.

Banjir rob yang kadang sampai masuk rumah hingga lutut orang dewasa, sudah bertahun-tahun dan sepertinya sudah menjadi musim tersendiri di kampungku. Yaitu musim banjir rob air laut dan air hujan.

Mudah-mudahan saja, kampung kelahiranku tidak seperti kampung yang ada di Kabupaten sebelah sudah hilang menyatu kembali dengan laut. Aamiiin.

Muncul jawaban yang sangat kuat, bagaimana penulis mau pindah dari Randusanga, kalau orang tua juga tidak mau pindah. Walaupun ibuku tinggal seorang diri di rumahnya setelah ditinggal bapakku setahun yang lalu. Apalagi untuk pindah, untuk   tinggal bersama penulis saja tidak mau. Walaupun jarak rumahnya hanya Lima Puluh Meter dari rumah penulis.

Apa yang harus penulis katakan pada diri sendiri dan orang lain, apabila orang tua ingin ketemu dan melihat anak cucunya, yang berjauhan tinggalnya.  Itulah resiko menjadi anak tunggal yang harus tidak boleh jauh dari orang tua. Siapa lagi yang akan menemani dan merawat kalau bukan anaknya sendiri.

Inilah satu alasan kenapa penulis tidak pindah dari Randusanga yang memang kalau musim banjir air pasang datang cukup merepotkan, menyedihkan dan menyengsarakan.

Sedikit penulis garis bawahi, tentang perahu penyebrangan. Ia menjadi saksi bisu lika-liku unik kehidupan penulis dalam menggapai pernik-pernik rizki yang harus diraih.

Ngaji Karo Kang Kaji

Sari ngaji yang dapat penulis catat dan sampaikan kepada para pembaca budiman dari ngaji bersama KH. Subhan Ma’mun di rumah H. Yanto  Muarareja  Tegal (4/3/2023) adalah sebagai berikut:

Seorang muslim sesama muslim lainnya memiliki enam hak yang harus dilakukan.

Pertama, apa bila engkau seorang muslim bertemu sesama muslim maka ucapkanlah  salam. Karena salam menjadi identitas diri Islam dan salah satu nama diantara nama Allah Swt.

Kedua, sampaikan nasehat kepada saudara-saudara muslim yang membutuhkan. Nasehat untuk menuju kebaikan dan ridhaAllah Swt.

Ketiga, tatkala mendapat undangan sesama muslim maka datanglah. Seperti menghadiri undangan walimatul Ursy H. Yanto. Datang dengan memberi ucapan selamat dan mendoakan kedua mempelai serta membuat senang orang yang mengundangnya.

Menikahkan anak bagi orang tua merupakan tugas suci untuk menyelamatkan anak dari perbuatan zina dan memiliki fungsi untuk mensyiarkan ajaran Islam, mengabarkan atas pernikahan yang telah dilaksanakan agar orang lain mengetahuinya serta rasa syukur orang tua dalam menjalankan amanat yang diberikan oleh Allah Swt.

Walimah dalam syariat Islam merupakan sebuah undangan dari seseorang untuk kumpul menikmati sajian makanan. Karena kedatangan kegembiraaan yang dinanti-nanti keluarga.

Walimah itu sendiri hukumnya sunnah. walaupun bentuknya untuk menyelenggarakan adalah perintah.

KH Subhan Ma’mun bangga pada Desa Muarareja bahwa acara walimahan masih banyak yang menghadirinya.

Beliau juga mengingatkan kalau menghadiri walimah jangan karena tradisi semata namun diniati  ibadah.

Niat memenuhi panggilan karena orientasi perut hanya dapat nilai-nilai tradisi dan berkat saja. Namun kalua diniati membuat bahagia yang memanggil maka dihukumi ibadah dan mendapat pahala. Duduknya dinilai bertasbih dan memenuhi undangan adalah wujud bersilaturahmi membuat senang.

Kempat, ketika kita bersin maka ucapkanlah alhamdulillah, bagi yang mendengarkan  untuk ikut mendoakan yarhamukallah, namun kalau bersinya lebih dari tiga kali itu menunjukkan ada penyakit.

Kelima, apabila ada seorang muslim sakit maka jenguklah. Kedatangan anda saat menengok orang sakit dapat menjadi sugesti untuk kesembuhannya. Sesama manusia selayaknya memiliki kepedulian tatkala ada seorang muslin yang sakit, jenguk dan doakan.

Keenam, ketika ada tetangga meninggal maka berziarahlah dan menghantarkan jenazahnya hingga peristirahatan terakhir.

Kiai Ma’mun saat ada tukang yang bekerja dengan beliau, kemudian mendengar ada orang meninggal maka Kiai Ma’mun menyuruh tukang untuk bertakziah dan tidak mengurangi bayaran tukang sehari itu walaupun sebagian waktunya untuk takziah tidak bekerja.

Ada manfaat tetangga menjadi saksi dalam upacara pelepasan jenazah. Apabila dari tetangga yang berjarak empat kanan kiri depan belakang. Mengatakan kesaksian mayit baik. maka kata Allah Swt “Aku menerima kesaksiannya dan akan mengampuni dosa yang kalian tidak tahu.

Diakhir mauidhoh hasanah KH. Subhan Ma’mun pengasuh Pondok Pesantren Luwungragi Bulakamba Brebes. Beliau menegaskan bahwa menikah merupakan cara halal dalam meneruskan keturunan dalam keluarga serta berkembang. Serta membentuk keimarahan untuk meramaikan bumi yang dihuni manusia dan makhluk lain.  Wallahu’alam bishowab.

(Lukmanrandusanga, Minggu 5 Maret 2023)

Merayakan 30 Tahun Berkarya, Dewa 19 Adakan Konser di Bandung

0
Pesta Rakyat, Dewa 19 Gelar Konser di Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – Konser Dewa 19, di Kota Bandung disambut antusias masyarakat. Fans Dewa 19 yang disebut Baladewa dan Baladewi tersebut, rela berpanas-panasan saat menonton konser di Stadion Siliwangi, Ahad (5/3). Mereka, berasal dari berbagai lintas generasi. Terlihat, banyak yang menonton konser orang tua yang membawa serta anak-anaknya yang sudah remaja.

Konser yang digelar untuk merayakan tiga dekade Dewa 19 berkarya ini, dibuka oleh penampilan The Virgin. The Virgin yang beranggotakan Dara dan Mitha ini, membawakan beberapa lagu andalan mereka. Di antaranya Cinta Terlarang dan Demi Nama Cinta.

Sebelumnya, untuk merayakan moment tiga dekade ini, Dewa 19 siap menggelar acara puncak berbentuk pesta rakyat. Kiprah Dewa 19 menghasilkan karya-karya musik luar biasa ini, memang membuktikan mereka mampu bertahan dan eksis selama tiga dekade padahal bukan lah hal yang mudah.

Menurut Marketing and Strategic Manager MCM Live Production, Ariani Pratiwi, untuk merayakan eksistensi 30 Tahun, Dewa 19 siap mempersembahkan Pesta Rakyat yang akan berlangsung di Stadion Siliwangi Kota Bandung pada 5 Maret 2023 mendatang

“Tidak biasa, Pesta Rakyat 30 Tahun Dewa 19 ini akan tampil sempurna dengan membawakan 30 lagu yang dirangkai dari album-album hits Dewa 19,” ujar Ariani.

Penampilan Dewa19, kata dia, akan didukung dengan panggung yang prestisius, tata cahaya dan multimedia yang magis, serta kualitas sound system yang spektakuler.

Menurut Ariani, pihaknya menggelar di Kota Bandung, hal ini karena Bandung memiliki Baladewa dan Baladewi (panggilan fans Dewa 19) yang menjadi salah satu fanbase terbesar di Indonesia.

“Bandung juga memiliki historikal tersendiri bagi perjalanan karir Dewa 19 di industri Musik Indonesia,” katanya.

Konser ini, kata dia, digelar disalah satu stadion megah yang bersejarah, ikonik dan memiliki kedekatan emosional bagi masyarakat Bandung dan Jawa Barat.

Dewa 19 akan tampil dengan format spesial bersama Ari Lasso, Virzha, dan Ello. Tidak hanya Dewa 19, selebrasi 30 Tahun mereka akan menampilkan karya-karya terbaik dari Ahmad Dhani, seperti Ahmad Dhani Electric Band, Mulan Jameela, The Lucky Laki, Mahadewi, dan The Virgin.

“Dengan target 35 ribu penonton yang hadir, tiket akan dijual dengan harga dari mulai Rp 225 ribu hingga Rp 850 ribu,” katanya.

Ariani berharap, masyarakat Bandung bisa merasakan pengalaman dan memori lama kembali lagi, masa – masa indah saat itu bisa anda rasakan kembali. Serta, konser ini mengajak seluruh masyarakat Bandung dan sekitarnya untuk berselebrasi dan bernyanyi bersama yang membawa ke perjalanan 30 tahun yang akan dirangkai dalam satu Pesta Rakyat Dewa 19. (*)

Jasa Raharja Dukung Pemerintah Provinsi Permudah Pembayaran Pajak Kendaraan

0
Rapat Koordinasi dalam rangka Optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Jasa Raharja menjadi narasumber pada kegiatan Rapat Koordinasi Dalam Rangka Optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Serta Kemudahan Berusaha/Berinvestasi di Daerah Sesuai Amanat UU NO 1 Tahun 2022, yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Jumat (3/03/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Operasional PT Jasa Raharja Dewi Aryani.

Suzana, Dirjen Bina Keuda Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si, Direktur Regident Korlantas Polri Brigjen Drs.Yusri Yunus, Plh. Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuda Budi Ernawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali Dr. I Wayan Serinah, S.Sos., M.Si dan para narasumber lainnya.

Direktur Operasional PT Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, mengatakan bahwa tingkat.

Kepatuhan masyarakat dalam membayar PKB dan SWDKLLJ pada Tahun 2022 menurut data PT Jasa Raharja hanya sebesar 56,2%. Angka tersebut, termasuk angka yang masih relatif rendah sehingga mempunyai potensi lebih dalam meningkatkan pendapatan negara.

“Pada Tahun 2022 hingga hari ini bersama Tim Pembina Samsat sudah melakukan berbagai kegiatan seperti melakukan roadshow dalam memberikan sosialisasi terkait Implementasi Pasal 74 UU No 22 Tahun 2009 dan bersama Pemerintah Provinsi memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membayar PKB dan SWDKLLJ melalui program Diskon PKB & Penghapusan BBN II serta Pembebasan PajakProgresif,” ujar Dewi, dalam paparannya.

Diharapkan dengan dilakukannya kegiatan ini, Pemerintah Provinsi bisa memberikan kebijakan untuk Penghapusan BBN II dan Pajak Progresif, sehingga meningkatkan.

Validitas data Registrasi Kendaraan dan berdampak juga kepada peningkatan PKB dan SWDKLLJ yang dapat digunakan sebagai pembangunan negara dan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kecelakaan lalu lintas untuk masyarakat Indonesia. (Red)

5 Oknum Polisi di Jateng Terjaring OTT

0
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M Iqbal Alqudusy

SEMARANG (Aswajanews.id) – Sebanyak lima oknum polisi di Jawa Tengah diduga menjadi calo dalam penerimaan Bintara Polri pada seleksi tahun 2022. Lima anggota polisi tersebut bakal menjalani sidang kode etik usai ditangkap. Mereka disidang etik karena diduga terlibat kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam penerimaan Bintara Polri.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy dalam siaran pers yang diterima di Semarang, Jumat (3/3/2023), mengatakan kelima oknum tersebut terjaring dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Divisi Propam Mabes Polri.

“Ada dua kompol, satu AKP, dan dua Bintara,” katanya.

Adapun kelima oknum tersebut masing-masing Kompol AR, Kompol KN, AKP CS, Bripka Z dan Brigadir EW.

Iqbal sendiri tidak menjelaskan dari mana asal kesatuan para oknum polisi.

Menurut dia, kelima polisi tersebut saat ini sudah menjalani proses pemeriksaan di Bidang Propam Polda Jawa Tengah.

“Pemberkasan sudah lengkap dan segera akan menjalani sidang kode etik dalam waktu dekat,” katanya.

Iqbal mempersilakan masyarakat mengawal penanganan masalah tersebut dan hasilnya persidangan akan disampaikan secara terbuka. (*)

Pendidikan MDTA Perlu Dilanjutkan ke MDTW

0
Kegiatan Akhirus sanah dan Imtihan Madin Darusalam Rancawuluh Bulakamba Brebes, Sabtu (4/3/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Lulusan Madrasah Diniyah tingkat Awaliyah atau MDTA agar bisa melanjutkan ke jenjang Wustho atau MDTW. Keberlanjutan tersebut akan menjadikan kegiatan belajar agama tidak terputus.

Fakta di lapangan banyak anak-anak yang putus sekolah Madrasah Diniyah/Madin (hanya setingkat MDTA) akhirnya memasuki formal tingkat SMP atau MTs banyak pengetahuan agama Islam yang lupa. Hal yang prinsipil dalam beragama terkait dengan amaliah dan aqidah banyak diabaikan. Oleh karena menyambung pesan dari Kasi PD Pontren Kemenag Kab Brebes, yang sudah lulus atau tamat MDTA agar dilanjutkan di tingkat Wustho. Demikian disampaikan oleh Akhmad Sururi selaku Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Kab Brebes saat memberikan sambutan pada kegiatan Akhirus Sanah MDTA Darusalam desa Rancawuluh.

Sebagai orang tua harus benar benar memperhatikan pendidikan agama untuk anak-anaknya. Hal tersebut mengingat beberapa kejadian tindakan kriminal dan asusila di Kab Brebes disebabkan antara lain karena faktor pendidikan agama yang rendah. Kita berharap semua komponen masyarakat untuk peduli kepada pendidikan Madrasah Diniyah.

Saat ini lembaga pendidikan formal setingkat SMP Negeri di Kab Brebes sudah menyertakan ijazah MDTA sebagai salah satu lampiran persyaratan penerimaan peserta didik baru. Hal ini sebagai bagian bukti bahwa betapa pentingnya pendidikan keagamaan Islam.

“Sekali lagi kami sangat berharap agar anak anak yang baru saja diwisuda tingkat Awaliyah di lanjutkan sampai Wustho. Kepala MDTA Durusalam dipersilahkan untuk membuka kegiatan penyelenggaraan pendidikan MDTW, karena Kementerian Agama dalam hal ini Seksi PD Pontren sedang mencanangkan program 99 MDTW di Kab Brebes. Saat sekarang sudah ada 9 MDTW yang terdaftar di Kementerian Agama, sehingga tinggal 90 MDTW lagi,” pungkas Akhmad Sururi.

Kegiatan Akhirus sanah dan Imtihan Madin Darusalam yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 4 Maret 2023 dihadiri oleh Kepala Desa Rancawuluh, beberapa tokoh utama dan masyarakat setempat. Sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut adalah KH Mujtahid dari Tegal.

Kepala MDTA Darusalam, Ustaz Agus Salim menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat Rancawuluh yang telah memberikan kepercayaan untuk mendidik putra putrinya. Semoga mereka menjadi anak yang soleh dan solehah. *(Red)

Konser Dewa 19 di Stadion Siliwangi Bandung, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

0
Ilustrasi - Polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas di Bandung, Jawa Barat

BANDUNG (Aswajanews.id) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung menerapkan rekayasa lalu lintas saat adanya konser musik Dewa 19 di sekitar Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat.

KBO Satlantas Polrestabes Bandung AKP Deden Juandi mengatakan konser itu rencananya digelar Minggu (5/3). Nantinya, kata dia, jalan di depan gerbang utama Stadion Siliwangi yakni Jalan Lombok akan ditutup sementara.

“Depan Siliwangi ditutup, dari Simpang Jalan Lombok-Belitung sampai Jalan Lombok-Aceh,” kata Deden.

Selain itu, menurutnya polisi pun bakal memberlakukan penutupan jalan sepenggal dengan melihat situasi arus lalu lintas pada saat hari adanya konser itu.

Dengan adanya sejumlah rekayasa itu, menurutnya polisi pun melakukan pengalihan arus guna melancarkan arus lalu lintas di sekitar Stadion Siliwangi.

“Bagi pengguna jalan lain yang melintas di seputar lokasi agar cari jalan alternatif untuk menghindari kerawanan, kemacetan, kepadatan di seputaran lokasi. Bisa ke Jalan Riau, Jalan Sunda arah kota, yang jelas cari jalan alternatif, jangan sampai terjebak ada kepadatan,” kata dia.

Deden mengatakan pada saat hari berlangsungnya konser, kondisi di sekitar Stadion Siliwangi bakal steril dari kendaraan. Pasalnya, kata dia, penonton konser wajib menyimpan kendaraannya di kantung parkir yang telah disediakan.

Menurut Deden, ada enam titik kantung parkir yang tersedia, yakni dua titik di Makodam III Siliwangi, Mako Arhanud, Mako Rindam, Bengrahdam, dan Mako Kodim Bandung.

“Sudah disiapkan kantong parkir, untuk ke tempat lokasi itu bisa berjalan kaki,” kata Deden. (Ant)

Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Ribuan Orang Mengungsi

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kebakaran hebat melanda depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Jumat malam (3/3/2023). Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.20 WIB.

Kejadian bermula dari terbakarnya pipa bahan bakar minyak atau BBM di kompleks tersebut hingga api meluas ke rumah-rumah warga di Jalan Tanah Merah Bawah RT 12 RW 09 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Dari sejumlah unggahan di media sosial, tampak kobaran api besar disertai awan hitam membubung dari kebakaran depo Pertamina tersebut.

Baru pada pukul 3 pagi, Sabtu, 4 Maret 2023, api baru benar-benar berhasil dipadamkan dan petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan. Rumah-rumah warga di sekitar depo kini tinggal tersisa puing-puingnya. Selain rumah, sejumlah kendaraan juga hangus terbakar.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengatakan, objek kebakaran tersebut adalah pipa bensin.

Berdasarkan kesaksian warga, tercium aroma bensin yang menyengat sebelum kebakaran terjadi.

Atin, 42 tahun, warga Jalan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara mencium aroma bensin yang menyengat sebelum kebakaran depo Pertamina Plumpang dari rumahnya yang berjarak sekitar 700 meter. Bau itu terasa kuat sebelum hujan deras mengguyur.

Hingga kini belum diketahui penyebab kebakaran hebat tersebut. Pihak Pertamina mengaku masih menginvestigasi penyebab insiden itu.

“Penyebab kejadian masih dalam proses investigasi,” kata Area Manager Communication, Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan.

Eko juga menambahkan pihaknya saat ini fokus pada penanganan kebakaran pipa penerimaan BBM di Integrated Terminal BBM Jakarta, Plumpang.

Berdasarkan data sementara yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI mencatat ada 17 orang meninggal dunia, 49 orang luka berat dan dua orang luka sedang dalam insiden kebakaran Depo Pertamina Plumpang ini.

Api yang menyambar hingga kedua kawasan rumah warga (RW) ini juga mengakibatkan ratusan orang terpaksa mengungsi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Djuaeni mengatakan jumlah pengungsi berdasarkan data yang dihimpun petugas di lapangan mencapai 1.369 jiwa. Terdapat 10 lokasi pengungsian sementara yang telah disiapkan untuk menampung para pengungsi yang terdiri dari dewasa, lansia, anak-anak, hingga balita.

Lokasi pengungsian korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang yang disediakan yaitu: Kantor PMI Jakarta Utara, Kantor Kelurahan Rawa Badak Utara, Masjid Assholihin Walang, RPTRA Rasela, Masjid Al Quroma RW 03 Rawa Badak Selatan, Kantor Kelurahan Rawa Badak Selatan, Masjid Al Muhajirin RW 07, SD IT Gema Insan Mandiri, Gedung Golkar, dan Kantor Sudin Ketenagakerjaan dan Energi Jakarta Utara.

Berdasarkan info di media internal Pertamina, Terminal Bahan Bakar Minyak Plumpang merupakan depo strategis yang dimiliki Pertamina. Depo Plumpang menyuplai ke sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian di Indonesia, atau ke sekitar 25 persen dari total kebutuhan SPBU Pertamina.

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia turun tangan menyelidiki penyebab Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan tim sudah diterjunkan ke lapangan. Menurut dia tim labfor telah berkoordinasi dengan Bareskrim dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). (Muslihul Huda)

Jelang Pesta Demokrasi, Kemenag Tegaskan 2023 sebagai Tahun Kerukunan

0
Kepala Biro HDI bersama para Tokoh Agama

JAKARTA (Aswajanews.id) – Indonesia akan menggelar pesta demokrasi pada Februari 2024. Meski demikian, nuansa dan dinamika politiknya sudah terasa di tahun ini.  Berkenaan itu, Kementerian Agama telah mencanangkan 2023 sebagai Tahun Kerukunan.

Penegasan ini disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi Akhmad Fauzin saat menghadiri penandatangan Nota Kesepahaman /MOU Program Talkshow dan Warung Kerukunan Lintas Agama Indonesia Bangkit di MNC Tower Jakarta, Jumat (3/3/2023).

“Kementerian Agama telah menegaskan bahwa 2023 sebagai Tahun Kerukunan. Penegasan ini untuk memberi arah, saluran energi dan sinergi untuk menghadapi tantangan tahun politik yang biasanya menghangat atau bahkan memanas,” ujar Fauzin.

“Kita ingin tetap waras untuk memelihara kerukunan yang telah baik terbangun dan terbebas dari godaan-godaan penggunaan jalan pintas, adu domba antar identitas dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Fauzin yakin bahwa masyarakat sadar jika Indonesia adalah bangsa besar dan akan semakin maju. Negara ini, kata Fauzin, punya banyak modal, baik modal sosial maupun sumber daya alam.

“Tahun 2045 yang akan datang, adalah tahun emas sebagai puncak harapan dan kesuksesan bangsa Indonesia. Hal itu jangan sampai rusak hanya karena kontestasi atau kompetisi beberapa orang, yang sesaat pula, lima tahunan,” pungkas Fauzin.

Tampak hadir, Ketua Pelaksana Kegiatan Program Lintas Agama dan Warung Kerukunan Indonesia Bangkit dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto Bunjamin, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) pendeta Gomar Gultom, S.Th, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bewa Tenaya, Ketua Umum Majelis Umat Buddha Theravada Indonesia (WALUBI) Bhikku Sannano Darmawan, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Xs Budi S.Tanuwibowo. (Kontributor: Moh Khoeron)

Camat Bangodua Berharap Forum Minggon Akan Rutin Diadakan

0
Pemerintah Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu mengadakan rapat koordinasi

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Pemerintah Kecamatan Bangodua mengadakan rapat koordinasi tingkat Kecamatan Bangodua di aula Kantor Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Rabu (1/3/2023).

Rapat koordinasi ini membahas implementasi dan evaluasi 10 program unggulan Bupati Indramayu dan 99 program prioritas.

Selain itu, dibahas juga mengenai sinergitas kinerja kecamatan, evaluasi bidang kesehatan dan bidang pendidikan, serta paparan terkait kamtibmas.

Dalam rapat koordinasi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Indramayu, Jajang Sudrajat, menyampaikan terkait 10 program unggulan Bupati Indramayu, serta menyampaikan pentingnya rapat koordinasi dilaksanakan dalam rangka meningkatkan sinergitas kinerja tingkat Kecamatan Bangodua.

“Rapat koordinasi ini sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka meningkatkan sinergitas kinerja tingkat Kecamatan Bangodua,” ujarnya.

Camat Bangodua, Raden Mas Wahyu Adhiwijaya S.STP, M.Si, berpesan agar rapat koordinasi selalu dilaksanakan secara rutin setiap minggu melalui forum Minggon.

Melalui rapat koordinasi, segala informasi dapat segera dikomunikasikan kepada pemerintah desa secara langsung, serta segala permasalahan yang ada dapat segera diselesaikan.

“Saya berpesan agar rapat koordinasi ini selalu dilaksanakan secara rutin setiap minggu, karena melalui rakor segala informasi dan permasalahan dapat segera dikomunikasikan,” katanya.

Rapat koordinasi ini hadiri oleh Asisten Daerah Kabupaten Indramayu Jajang Sudrajat, Forkopimcam Bangodua.

Kapolsek Tukdana AKP Iwa Mashadi, S.H.,M.H, Danramil 1606/ Bangodua Kapten Czi Samsudin,

Kepala UPTD se-kecamatan Bangodua, para Kuwu se-Kecamatan Bangodua, Babinsa dan Babinkantibmas, para Bidan desa, para Penyuluh Pertanian dan PLKB. (Prapto/Herman)

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Olimpiade Geografi Internasional

0
Kunjungan Task Force iGeo ke Indonesia diwakili oleh Su-Min Shen dari Department of Geography, National Taiwan Normal University dan Hana Svobodová dari Department of Geography, Faculty of Education, Masaryk University, Republik Ceko

JAKARTA (Aswajanews.id) – Tahun ini Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan International Geography Olympiad (iGeo) ke-19 yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 8-14 Agustus 2023 di Bandung, Jawa Barat. Sebagai persiapan iGeo, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menerima kunjungan Task Force sebagai wujud kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah iGeo.

Sekretaris Jenderal (Sesjen), Kemendikbudristek, Suharti, berharap kunjungan tersebut dapat membuktikan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah iGeo pada tahun ini. “Sebelumnya, pada tahun lalu Kemendikbudristek telah sukses menyelenggarakan International Olympiad in Informatics (IOI). Kami berharap lewat kunjungan Task Force ini dapat menunjukkan ke mata dunia bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah iGeo,” tutur Suharti di kantor Kemendikbudristek, Senayan, Jakarta, Kamis (2/3/2023).

“Ajang iGeo di Indonesia tidak hanya sekadar lomba saja. Para peserta nantinya bisa mengenal beragam seni dan budaya yang ada di Indonesia. Tentunya, peserta akan membawa pulang pengalaman yang berharga. Terima kasih kepada perwakilan Task Force yang sudah mengunjungi Indonesia,” tambah Suharti.

Senada dengan Sesjen Kemendikbudristek, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Puspresnas, Hendarman mengatakan, kegiatan kunjungan Task Force merupakan salah satu rangkaian persiapan Indonesia menjadi tuan rumah iGeo.

“Kita sudah melakukan yang terbaik untuk persiapan iGeo. Tujuan dari kunjungan Task Force adalah untuk memperkenalkan Indonesia dan Jawa Barat khususnya kota Bandung sebagai tuan rumah iGeo. Penyelenggaraan iGeo di Indonesia adalah hasil kerja sama dari berbagai pihak, terutama Kemendikbudristek melalui Puspresnas yang didukung oleh Ikatan Alumni Tim Olimpiade Geografi Indonesia,” jelasnya.

Kunjungan Task Force iGeo ke Indonesia diwakili oleh Su-Min Shen dari Department of Geography, National Taiwan Normal University dan Hana Svobodová dari Department of Geography, Faculty of Education, Masaryk University, Republik Ceko.

“Kami sangat senang bisa melakukan kunjungan ke Indonesia. Siswa-siswi dari Indonesia juga banyak berprestasi di ajang iGeo. Semoga lewat kunjungan ini kami bisa mendapatkan informasi penting mengenai persiapan penyelenggaraan iGeo di Indonesia,” ujar Hana.

Selanjutnya, selama seminggu rombongan akan melakukan kunjungan lokasi di kota Bandung, Jawa Barat. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai rangkaian persiapan iGeo ke-19.

Sebagai informasi, iGeo merupakan kompetisi tingkat dunia di bidang geografi bagi siswa jenjang pendidikan menengah. Indonesia menjadi tuan rumah iGeo pada tahun 2023 sebagai 1) bentuk komitmen Indonesia untuk berpartisipasi menyukseskan tujuan iGeo, 2) untuk membina kualitas pendidikan di bidang geografi, lingkungan, serta 3) mendapatkan pengalaman berharga menjadi bagian dari komunitas geografi dunia.

Pelaksanaan iGeo ke-19  di Bandung akan dihadiri oleh sekitar 300 peserta dan pendamping dari 60 negara serta tamu-tamu akademisi dari berbagai universitas, pejabat pemerintahan, dan diplomat dari level nasional hingga internasional. Peserta Indonesia merupakan peserta didik hasil OSN nasional yang telah diseleksi untuk mengikut kompetisi internasional. (Tim Puspresnas)

Kemenag Susun Naskah Akademik Pendidikan Al-Qur’an Formal

0
Workshop Penyusunan Naskah Akademik dan Penjenjangan Lembaga Pendidikan Al-Qur'an

JAKARTA (Aswajanews.id) – Direktorat Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren (PD Pontren) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag akan menyusun naskah akademik terkait Pendidikan Al-Qur’an Formal berjenjang.

Direktur PD Pontren Waryono menilai pendidikan formal dan penjenjangan di Lembaga Pendidikan Al-Qur’an sangat mendesak.

“Penjenjangan pendidikan Al-Qur’an itu penting, terutama dalam kontens bagaimana kita memahami tahapan berinteraksi, berkomunikasi, serta memahami isi Al-Qur’an,” ujar Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini dalam Workshop Penyusunan Naskah Akademik dan Penjenjangan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an di Jakarta, Rabu (1/3/2023).

Menurut Waryono, jika pendidikan Al-Qur’an tidak sistematis, bisa terjadi loncatan yang membuat pemahaman terhadap ayat menjadi tidak tepat. Kendati demikian, untuk merancang regulasi ini perlu kajian serius. Selain telaah hasil riset, juga perlu wawancara dengan tokoh-tokoh pendidikan Al-Qur’an untuk menggali relevansi dan urgensi pendidikan Al-Qur’an dibuat secara formal dan berjenjang.

Hal penting lainnya yang tidak boleh luput adalah kualifikasi tenaga pendidik seiring adanya penjenjangan lembaga pendidikan Al-Qur’an. “Ini juga berimplikasi kepada fasilitasi kepada mereka (tenaga pendidik) ke depan, bagaimana ini kalau diwajibkan oleh regulasi yang bersifat formal tadi, sementara fasilitasi dan dukungan finansial serta akses-akses ke pendidikan itu belum terpikir atau belum bisa secara maksimal,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Waryono menilai perlu ada lembaga pendidikan Al-Qur’an yang ditunjuk sebagai pilot project untuk mengimplementasikan gagasan besar ini. “Kami ingin dengan ada pejenjangan dan formal, penguatan terhadap pemahaman Al-Qur’an semakin kentara, ada pendalaman, pengayaan literatur, dan tentu menuntut tenaga pendidik yang profesional,” pesannya.

Kasubdit Pendidikan Al-Qur’an Direktorat PD Pontren Mahrus menambahkan, pihaknya telah menyiapkan tim khusus untuk menyusun naskah akademik Lembaga Pendidikan Al-Qur’an formal.

“Naskah akademik ini penting dibuat dan mendesak melalui tim khusus sebagai argumen ilmiah atas perubahan PP 55 Tahun 2007 dan turunannya melalui draft PMA Pendidikan Al-Qur’an,” sebutnya. *(Kontributor: Moh Khoeron)

BOLEHKAN PNS MENJADI JURKAM

0
KH Lukman Nur Hakim, S.Psi., S.Pd. (LTN PCNU Brebes)

Di desa terpencil di sebuah kabupaten yang hanya dapat dilalui dengan jalur sungai, dan ini bukan ada di luar Jawa, tetapi ada di Jawa.

Desa yang dekat pantai namun tidak jauh dari kota.  Minim hiburan apalagi   lalu lalang kendaraan. Hanya suara mesin perahu saja yang nyaring terdengar lewat  sungai di depan rumah mereka.

Banjir rob menjadi langganan di setiap harinya, terutama di bulan Desember dan januari serta Mei dan Juni. Namun entah kenapa masyarakatnyapun tidak mau pindah walaupun hanya ada empat belas kepala keluarga saja.

Padahal pernah suatu hari saat rob besar, ada salah satu warga yang mau melahirkan. Dibawa ke rumah sakit sangat susah jalanya, akhirnya terpaksa harus melahirkan ditengah-tengah banjir air pasang rob. Dan alhamdulillah banyinya lahir normal dan sehat hingga sekarang. Tetapi tetap saja namanya tidak “banjir” seperti orang-orang dulu yang ngasih nama anaknya asal-asalan.

Di tengah masyarakat yang sedang aksik membuat perahu untuk kepentingan kebutuhan transpotasi belanja keseharaian dan menghantarkan anak sekolah.

Sambil mendengarkan musik tarling Cirebonan, terlintas dialog orang kampung yang menikmati dari pengahasilan menjadi gaet mancing mania dan memasang perangkap udang dan ikan di sungai.

Salah satu orang yang sedang istirahat sambil menyruput kopinya yang sudah hampir dingingin, berkata.

“Sedulur?..  boleh nggak Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi Jurkam.”

Man Wanyad yang lagi asyik memaku perahu berhenti sesaat dan langsung menjawab pertanyaan Man Jai, yang pertanyaanya di luar ranah ekpektasi para nelayan pesisir yang terisolir dan rawan akan menjadi kampung hilang kalau tidak ada penangan serius. Sedangkan teman-teman Man Jai yang sedang bekerja membuat perahu, tidak terpancing oleh Jai yang kadang ngomongnya ngawur dan nglantur.

Namun salah satu pekerja yang namanya Man Wanyad terpancing dan mengatakan “Tidak Boleh Man Jai, sebab ASN harus netral. Ikut politik praktis saja nggak boleh apa lagi menjadi Jurkam.”

Diskusi, tebak-tebakan dan ngrumpi menjadi sisi tersendiri saat sedang asyik bekerja untuk mengurangi rasa jenuh dan hiburan orang kampung yang tak mengenal hiruk pikuknya dunia politik dan tren isu-isu hangat dalam dunia maya dan gaya hidup orang kota.

Man Jai tetap ngotot “Boleh Nyad, untuk tambahan penghasilan.”

“Nggak boleh, mau dipecat apa kamu Man Jai..!” ujar  Wanyad.

“Kamu tahu enggak, apa itu jurkam Nyad.” Man Jai terus memancing Wanyad yang orangnya cepat emosional.

“Tahulah lah,” kata Man Wanyad.

“Coba apa??”

Wanyad langsung saja menjawab. “Dengarkan Man Jai, Walaupun saya orang kampung yang rumahnya sering kebanjirab rob terus, tapi tahu artinya Jurkam,”

“Iyaaa apa? Kok bicaranya tambah nglantur.”

“Arti Jurkam itu juru kampanye.”

Mendengar jawaban Man Wanyad, Man Jai langsung tertawa dan mengatakan “Salah Nyad.”

“Lohhhh,, yang namanya Jurkam, yaah juru kampanye yang dilarang bagi pegawai ASN.”

Merasa disalahkan oleh Man Jai, terlihatlah muka Man Wanyad semakin memerah dan marah besar.

Man Wanyad langsung berkata lagi;

“Saya ini orang pendidikan Man Jai, walaupun hanya menjadi nelayan kecil.” “Dari dulu sampai sekarang yang namanya Jurkam, yaaa..Juru kampanye.”

Melihat  suasana kurang baik dan Man Wanyad semakin marah-marah, terpancing oleh Man Jai.  Akhirnya Man Jai langsung membuka diri, menjelaskan arti dari Jurkam itu sendiri dalam perspektif Jai.

“Begini Nyad, Arti Jurkam itu Juragan Kambing, untuk tambahan penghasilan bagi PNS.”

“Hahahahh.. yah yah yah. Pinter kamu Jai, pandai membuat orang marah.”

Mudah-mudah pembaca menikmatinya, jangan seperti Man Wanyad yang cepat emosi.

Mongggo di udud dulu….hahahha.

*Lukmanrandusanga, Jumat (3/3/2023)

PCNU Brebes Gelar Muskercab I di Pondok Pesantren Al-Hikmah

0
Muskercab ke-1 PCNU Brebes dibuka oleh Sekretaris PWNU Jateng, KH. Hudallah Ridwan

BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes masa khidmat 2022-2027 melaksanakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke-1 Nahdlatul Ulama di Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 pada 10-11 Februari 2023 dengan mengusung tema “Mendidayakan Nahdlatul Ulama Brebes Menjemput Abad Kedua Kebangkitan Baru”.

Muskercab ke-1 PCNU Brebes dibuka langsung oleh Sekretaris PWNU Jawa Tengah KH. Hudallah Ridwan, beliau berharap PCNU Brebes benar-benar bisa digdaya sesuai dengan tema Muskercab yang pertama ini.

“Untuk menuju digdaya maka PCNU Brebes harus bisa mewujudkan 4 penguatan sistem yaitu, penguatan ideologi, penguatan organisasi, penguatan ilmu dan keterampilan dan penguatan dibidang ekonomi,” ucapnya.

Lebih lanjut, apabila ke-empat penguatan sistem tersebut dapat terwujud maka akan mampu menghantarkan pada tujuan didirikanya Nahdlatul Ulama yang mampu mencapai: menjaga harkat manusia, mewujudkan tatanan keadilan, mewujudkan masyarakat berkeadilan, mewujudkan kesejahteraan dan kemaslahatan umat, memajukan bangsa dan mewujudkan Islam rahmatan Lil Al-Amin.

Rois Tanfidziyah PCNU Brebes KH Sholahuddin Masruri dalam sambutan menyampaikan sebagai pengurus NU, Pengurus Badan Otonom, dan lembaga semua di tingkatannya haruslah mampu menjadi khodimul ummah, artinya pelayan umat pada umumnya dan khususnya melayani warga Nahdliyyin, kita semua harus berpikir dan bertindak bagaimana kita mampu untuk mengurus umat, bukan malah berfikir bagaimana pengurus NU justru minta di urusi oleh umat.

Dalam prosesi pembukaan Muskercab 1 Rois Syuriyah KH Hudalloh Karim Karim dan Rois Tanfidziyah KH Sholahuddin Masruri secara bersamaan membacakan bai’at kepada seluruh peserta Muskercab yang terdiri dari Pengurus MWCNU, Lembaga dan Badan Otonom PCNU Brebes dengan tekad dan tujuan agar menyatukan visi tajdidun niat dalam berkhidmat di NU Brebes.

Adapun bai’at tersebut isinya pertama: Setia pada NKRI Berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila, Kedua: Setia pada AD/ART, Perkumpulan NU dan berdasarkan hikmah dan Mahabbah Petunjuk Ulama NU, Ketiga: Menjaga Marwah, Martabat dan selalu Istiqomah, ke-empat: menjadi contoh teladan bagi warga NU, kelima: Menjunjung tinggi Manhaj NU, Firkoh NU, Harokah NU dan Masyayikh NU.

Sementara Sekretaris PCNU Brebes H Zainudin menjelaskan dalam pelaksanaan Muskercab 1 PCNU Brebes akan mendiskusikan dan memutuskan program kerja lima tahun kedepan. Terdapat 5 Komisi yang akan terlibat dan ada akhirnya akan menghasilkan 64 program. Dari komisi manajemen organisasi dan kesekretariatan menyepakati 26 program, komisi keagamaan 15 program, komisi penguatan ekonomi umat 9 program, komisi pendidikan dan Sumberdaya Manusia 12 Program dan komisi kesehatan dan kesejahteraan 12 program.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Muskercab 1 KH. Izzudin Masruri mengucapkan terima kasih kepada para semua peserta yang telah hadir untuk memeriahkan kegiatan Muskercab ke-1 sekaligus menjadi peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama, Juga melaporkan bahwa Muskercab 1 PCNU Brebes diikuti sebanyak 215 peserta terdiri dari 41 Pengurus Cabang, 85 Pengurus MWCNU dari 17 MWC dan 89 Pengurus Lembaga dari 18 Lembaga se-PCNU Brebes.

“Semoga Muskercab ke-1 ini akan menghasilkan beberapa program-program yang baik serta membawa kemaslahatan bagi Warga NU dan Masyarakat Brebes secara luas,” pungkasnya.

(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus/LTN NU PCNU Brebes)

Bandara Kertajati Digunakan untuk 7 Wilayah Saat Musim Haji

0

JAKARTA (aswajanews.id) – Bandara Kertajati, Jawa Barat, disiapkan untuk pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji di tujuh wilayah di Jawa Barat, setelah disetujuinya bandara tersebut oleh General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi.

Direktur Pelayanan Haji dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab mengatakan tujuh wilayah yang akan dilayani dari Bandara Kertajati, yakni Kabupaten Majalengka, Kuningan, Indramayu, Cirebon, Subang, Sumedang, dan Kota Cirebon.

“Kami perkirakan total ada sekitar 7.890 orang jamaah dari tujuh daerah tersebut,” ujar Saiful Mujab di Jakarta, Kamis.

Saiful menyebut bahwa disetujuinya Bandara Kertajati untuk operasional musim haji 1444H/2023M menjadi kabar baik. Kemenag langsung menyiapkan skenario pemberangkatan jamaah haji dari Bandara Kertajati.

Rencananya, tujuh ribuan calon haji tersebut akan terbagi dalam 20 kelompok terbang atau kloter. Proses clearance (izin) dari imigrasi juga akan dilakukan di Bandara Kertajati

“Kami sambut baik atas persetujuan GACA untuk penggunaan Bandara Kertajati, Jawa Barat. Kita pun telah menyiapkan skenario pemberangkatan jamaah haji dari Bandara Kertajati,” kata dia. (Red)

Tim Monev Terkesima dengan Realisasi Program Uggulan di Kecamatan Kedokan Bunder

0
Tim Monev melakukan kunjungan lapangan ke desa-desa yang ada di Kecamatan Kedokan Bunder, Rabu (1/3/2023)

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) 10 Program Unggulan dan 99 Program Prioritas Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, S.H., M.H., C.R.A terkesima dengan realisasi yang telah dijalankan di Kecamatan Kedokan Bunder.

Secara serempak pada Rabu (1/3/2023), Tim Monev yang terdiri dari esellon III di lingkungan Pemkab Indramayu melakukan kunjungan lapangan ke desa-desa yang ada di Kecamatan Kedokan Bunder yang dikordinatori Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.

Tim dari Bappeda Kabupaten Indramayu, Laela Hosilawati menjelaskan, di Desa Kedokanagung 10 program unggulan sudah dilaksanakan hanya perlu dilakukan optimalisasi dan dilanjutkan secara terencana agar hasilnya bisa maksimal.

“Respon para kuwu sangat luar biasa dalam merealisasikan berbagai program tersebut. Ada yang sudah teranggarkan di dana desa ada juga yang belum. Mereka komitmen untuk terus dikembangkan pada tahun ini,” kata Laela.

Sementara itu dari monev di Desa Kedokanbunder, Titin Ning Prihatini tim dari Dinas Kesehatan menjelaskan, layanan Dokmaru mendapatkan respon sangat positif dari Pemdes dan masyarakat. Program Dokmaru ini terintegrasi dengan I-Ceta yang masyarakat sudah memanfaatkannya sebagai layanan call center untuk terhubung dengan desa, puskesmas, ataupun kecamatan.

Dari Desa Cangkingan, Anggoro Purnomo tim monev dari Dinas Perhubungan sangat mengapresiasi keberhasilan dan capaian yang telah diraih. Apalagi Desa Cangkingan sebagai desa terbaik di Kabupaten Indramayu dan juga Provinsi Jawa Barat, selain itu Desa Cangkingan juga sebagai desa pertama yang melaksanakan program! Lebu Digital (Le-Dig).

Sementara itu Camat Kedokan Bunder, Atang Suwandi mengatakan, secara perlahan desa-desa di Kecamatan Kedokan Bunder terus beradaptif untuk melaksanakan berbagai program unggulan dan prioritas tersebut.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada tim monev karena mendapatkan data dan melihat langsung dari desa dalam pelaksanannya.

“Yang dianggap masih kurang maksimal, kita terus tingkatkan sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Atang.

Esellon III yang melakukan monev di Kecamatan Kedokan Bunder yakni : Desa Kedokanagung oleh Laela Hosilawati (Bappedalitbang), Suci Ruswani (Dinkes). Desa Kaplongan oleh Omat (DPUPR), Rasito (BKD). Desa Jayawinangun oleh Herman Rustandi (DLH), Sukasa (Bappedalitbang). Desa Cangkingan oleh Anggoro Purnomo (Dishub), Baman (Dikbud). Desa Kedokanbunder Wetan oleh Ninin Nurwulan (Bappedalitbang), Widiyana (RSUD MIS). Desa Kedokanbunder oleh Titin Ning Prihatini (Dinkes), dan Aminah (Dispara). Dan Desa Jayalaksana oleh Atin Anifah (DPMD), Carbadi (RSUD IM). *(Herman/Tongol)

Pemprov Jabar Siapkan Lahan Khusus untuk PKL Masjid Al Jabbar

0
Gubernur Ridwan Kamil bersama Sekda Setiawan Wangsaatmaja

BANDUNG (Aswajanews.id) – Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengatakan saat ini pihaknya sedang dipersiapkan lahan khusus sekitar 1 hektare yang ada di seberang Masjid Al Jabbar untuk ditempati Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan.

“Sekitar satu hektare di seberang masjid itu akan jadi solusi. PKL akan ditampung di sana dengan suasana yang lebih tertib,” ujar Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, di Bandung, Kamis.

Ia mengatakan Pemprov Jabar saat ini sedang menata PKL Masjid Raya Al Jabbar, di Gedebage, Kota Bandung, agar lebih tertib dan rapih.

Keputusan untuk menata PKL di tempat khusus, lanjutnya, dihasilkan seusai dirinya memimpin Rapat Evaluasi Masjid Al Jabbar kemarin.

Gubernur mengatakan PKL tidak dilarang berjualan di sekitar Masjid Al Jabbar, namun harus ada penataan. Selain itu perlu juga aturan main bahwa PKL yang berjualan diprioritaskan berasal dari warga lokal.

Sebelumnya banyak PKL yang bukan berasal dari wilayah sekitar sehingga kedisiplinan menjadi tidak terkendali.

“PKL itu boleh, tapi yang diprioritaskan adalah warga lokal. Kemarin terdeteksi banyak PKL bukan warga setempat. Karena ramai jadi kedisiplinan tidak terkendali,” kata Ridwan Kamil.

Masjid Al Jabbar ditutup sejak 27 Februari dan akan dibuka kembali 14 Maret 2023. Selain untuk persiapan Ramadhan, Masjid Al Jabbar ditutup karena harus ada penyempurnaan teknis pada beberapa bagian oleh kontraktor.

“Masjid Al Jabbar tutup dulu dua minggu, karena ada beberapa hal yang perlu disempurnakan. Ada penyempurnaan teknis, sedang disempurnakan oleh kontraktor,” ujar Ridwan Kamil.

Gubernur berharap Al Jabbar setelah dibuka kembali akan lebih bersih, tertata, dan tertib.

“Insya Allah Ramadhan (Masjid Al Jabbar) lebih kinclong, lebih tertata, dan tertib. Parkir liarnya juga sudah ditata dengan sistem yang lebih baik,” ujar Ridwan Kamil.

Gubernur memprediksi saat Ramadhan Al Jabbar akan dipenuhi warga untuk beribadah dan menjadi lokasi favorit baru untuk ngabuburit.

“Sebelum Ramadhan saja seramai itu, apalagi nanti ngabuburit pasti dikejar oleh semua orang untuk buka puasa bersama. Jadi tidak apa-apa, asal tertib, daripada sepi tidak ada kegiatan,” ujarnya. *(Ant)

Menag Resmikan Rumah Sakit NU di Batang

0
Menag Yaqut Cholil Qoumas didampingi PJ Bupat Batang Lani Dwi Rezeky, meresmikan Rumah Sakit NU Batang, Jawa Tengah

BATANG (Aswajanews.id) – Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas didampingi PJ Bupat Batang Lani Dwi Rezeky, meresmikan Rumah Sakit NU Baitussyifa Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

Usai seremoni, Menag Yaqut didampingi oleh Ketua Yayasan dan Direktur RS langsung menyapa para tenaga kesehatan dan meninjau fasilitas RS.

Menag mengaku senang dengan inisiatif organisasi kemasyarakatan keagamaan yang terus memberikan kontribusi kepada masyarakat, terlebih di bidang kesehatan.

“Saya senang ada RS Baitussyifa yang berada di sebuah kecamatan yang bisa dibilang ada di pinggiran, di Kabupaten Batang. Ini merupakan ikhtiar kesehatan luar biasa yang dilakukan oleh jamiyah Nahdlatul Ulama,” ungkap Menag, Minggu (26/2/2023).

Oleh karena itu, Menag berharap rumah sakit dengan tiga lantai ini bisa beroperasi dengan optimal sehingga bisa memberi layanan terbaik bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.

“Tentu ini salah satu ladang amal bagi jamiyah NU dan ini sekaligus amal usaha. Dan semoga, dengan adanya RS ini, bisa menjadi amal sekaligus inspirasi bagi MWCNU di seluruh Indonesia,” harapnya.

Ketua Yayasan RS Baitussyifa, Sayono, mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama yang berkesempatan hadir dan meresmikan RS yang sudah dirintis sejak lama ini.

Sama dengan Menag, Suyono juga berharap RS ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Harapan kami, meskipun berada di daerah pinggiran, justru bisa manfaat dalam memberikan layanan kesehatan,” ungkapnya.

Meski demikian, Ia sadar masih banyak kekurangan. Sebab, RS Baitussyifa masih tergolong RS Kelas D. “Tentu masih banyak kekurangan, namun kita terus berusaha melakukan terbaik dan meningkatkan layanannya,” ungkapnya. (Kontributor : Moh Khoeron)

Menag Minta Ada Pelayanan Khusus Jemaah Haji Lansia

0
Rapat Kerja Nasional Program Dirjen PHU tahun 2023 di Asrama Haji Bekasi, Rabu (1/3/2023).

BEKASI (Aswajanews.id) – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) memberi pelayanan terbaik kepada jemaah haji 2023. Menag mengingatkan bahwa tahun ini ada 62ribu jemaah lanjut usia (lansia).

Hal tersebut disampaikan Menag saat membuka Rapat Kerja Nasional Program Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah tahun 2023. “Tanpa mengurangi pelayanan jemaah haji lainnya, saya minta supaya jemaah haji terutama yang lansia, dipastikan mendapat pelayanan khusus dan maksimal,” ungkap Menag di Asrama Haji Bekasi, Rabu (1/3/2023).

Menurut Menag, kebutuhan jemaah lansia pasti berbeda dibanding dengan jamaah yang usianya lebih muda. Oleh karenanya, perlu diperhatikan dengan detail dan seksama. “Di beberapa daerah, ada jemaah yang usianya di atas 100 tahun. Bisa bayangkan usia di atas seratus tahun, makanananya saja harus diperhatikan, itu baru makanan,” jelasnya.

Gus Men, panggilan akrabnya, menyadari bahwa hal tersebut tidak mudah. Namun, sebagai pelayan masyarakat, hal tersebut harus tetap dilakukan guna memberikan kenyamanan dan kelancaran beribadah bagi para jemaah haji.

Menag pun menjelaskan bahwa kunci dalam pelayanan yang baik terdapat pada petugas yang melayani. Artinya, rekrutmen petugas menjadi kunci pelaksanaan ibadah haji ramah lansia dan berkeadilan.

“Petugas ini penting untuk dipastikan benar-benar melalui uji kompetensi. Kalau tidak kompeten tidak usah berangkat,” tegasnya.

Setelah proses rekrutmen yang baik, Menag meminta para petugas mendapatkan pelatihan khusus, terutama guna melayani para jemaah lansia. “Saya mendapat laporan, bahwa para petugas akan disekolahkan. Semoga itu bisa dilaksanakan dengan baik, terutama agar jemaah haji lansia ini benar-benar mendapatkan pelayanan terbaik,” ungkapnya.

Ia pun berharap, pelaksanaan haji tahun 2023 dapat menyamai capaian pelaksanaan haji tahun sebelumnya.  Seperti diketahui Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia tahun 2022 yang dikeluarkan BPS mencapai 90,45. Nilai ini menjadi tertinggi sejak BPS melakukan survey kepuasan haji.

“Indeksnya harus dipertahankan terhadap pelayanan jemaah tahun ini, syukur-syukur naik. Ini bukan hal mudah, karena banyak syaratnya terutama kuota. Karena tahun lalu 50% sedang tahun ini pelayanan dengan kuota normal sekitar 221 ribu, tapi saya yakin ini bisa dilakukan,” ungkapnya.

Perhatian yang sama juga diberikan H. Obon Tabroni, Anggota Komisi VIII DPR RI. Ia berharap agar Kemenag mampu memberikan pelayanan khsusus kepada para jemaah lansia, terutama dari segi kesehatan. “Banyak lansia, tolong perhatikan soal kesehatan disamping hal-hal lain,” ungkapnya. (Red)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts