Google search engine
Beranda blog Halaman 127

IKADIN Jateng Dorong Advokat Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

0

SEMARANG (Aswajanews.id) – Pelantikan 55 advokat baru IKADIN Jawa Tengah di Gumaya Tower Hotel, Senin (16/12/2024), menandai babak penting bagi dunia hukum di Jawa Tengah. Acara ini bukan hanya seremonial, melainkan juga penegasan komitmen IKADIN dalam mendukung para anggotanya dan memberikan layanan hukum kepada masyarakat.

Ketua DPD IKADIN Jawa Tengah, Dr. Aan Towli, menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi para advokat di era digital. Ia menjelaskan bahwa IKADIN telah proaktif dalam menyediakan berbagai dukungan, termasuk aplikasi AdvoSquare yang memfasilitasi interaksi antara advokat dengan klien potensial dan klien yang sudah ada.

“Kemajuan teknologi harus dilihat sebagai peluang,” tegas Dr. Aan.

“IKADIN telah beradaptasi dengan menyediakan legal update, legal upgrade, dan legal tutorial setiap minggu untuk meningkatkan kemampuan para advokat. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan para advokat tetap kompeten dan mampu menghadapi tantangan hukum di era modern,” jelasnya.

Sekretaris DPD IKADIN Jateng, Mahmud Valla, menambahkan bahwa IKADIN Jateng juga aktif memberikan layanan hukum kepada masyarakat melalui berbagai program sosialisasi hukum di sekolah-sekolah, komunitas masyarakat, dan lembaga pemasyarakatan.

“Kami ingin menjangkau mereka yang membutuhkan bantuan hukum, terutama anak-anak,” jelas Valla.

“Sosialisasi sejak dini penting agar mereka memahami hukum dan hak-hak mereka,” imbuhnya.

Pelantikan 55 advokat baru tersebut diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat IKADIN dan dilanjutkan dengan pelantikan dan pengangkatan oleh Sekretaris Jenderal. Acara ini menandai langkah penting dalam memperkuat jajaran advokat IKADIN Jawa Tengah dan komitmen mereka untuk memberikan layanan hukum yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Berikut beberapa pernyataan dari advokat yang baru dilantik:

– Agus Purnomo, S.H.: “Saya merasa terhormat dan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan. Saya akan memanfaatkan pelatihan dan teknologi yang disediakan IKADIN untuk memberikan layanan hukum terbaik bagi masyarakat.”
– “Sebagai advokat yang baru dilantik berterima kasih sebesar – besarnya kepada Ketua dan merasa terhormat atas amanah yang diberikan, pastinya saya akan memanfaatkan pelatihan dan teknologi yang disediakan Organisasi IKADIN untuk memberikan layanan hukum yang terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum “, Pungkas Adv. Agus Purnomo S.H.
– Roy Rezaldy, S.H.: “Pelantikan ini merupakan puncak dari perjuangan panjang. Saya siap berkontribusi aktif dalam organisasi dan berkomitmen untuk selalu meng- update pengetahuan hukum saya, agar dapat memberikan solusi hukum yang efektif dan efisien.”
– Affan Ghozali, S.H.: “Saya bertekad untuk menjadi advokat yang menjunjung tinggi etika profesi dan selalu mengedepankan kepentingan klien. Aplikasi AdvoSquare akan sangat membantu dalam menjangkau klien dan memberikan pelayanan yang prima.”

Ketiga advokat baru ini mewakili semangat dan komitmen dari 55 advokat lainnya yang dilantik. Dengan dukungan IKADIN dan semangat para advokat baru, masa depan dunia hukum di Jawa Tengah terlihat semakin cerah.

(Sumber: Bahtiar/Red/Team Liputan)

www.youtube.com/@anas-aswaja

William Tanuwijaya: Harapan Sederhana adalah Kunci Keberhasilan

0
Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya
Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya

William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia, pernah membagikan pandangannya yang menginspirasi tentang makna kesuksesan. Dalam sebuah acara, ia menjelaskan bahwa orang-orang yang berhasil memiliki satu kesamaan: harapan sederhana. Menurutnya, harapan ini menjadi bahan bakar utama bagi mereka untuk terus melangkah, bahkan setelah menghadapi berbagai kegagalan.

“Tidak semua orang memiliki keberanian untuk memulai. Tidak semua bisnis berhasil. Tetapi, satu hal yang pasti: 100 persen dari mereka yang berhasil adalah orang-orang yang memiliki kegigihan untuk bangkit saat mereka gagal,” kata William.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa kegigihan ini lahir dari harapan. Orang-orang yang memiliki harapan sederhana seringkali menjadi lebih tangguh menghadapi tantangan. Harapan ini tidak selalu besar atau kompleks, tetapi justru berasal dari keinginan tulus untuk memperbaiki kehidupan, baik untuk diri sendiri maupun orang-orang tercinta.

“Ketika saya mencari benang merah di antara mereka yang gigih bangkit dari kegagalan, mereka adalah orang-orang yang punya harapan. Harapan sesederhana ingin memberikan kehidupan yang lebih baik untuk orang tua mereka yang sudah tua, atau memastikan anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang layak.”

William juga menekankan pentingnya semangat dalam memulai hari. Setiap pagi, orang-orang ini memilih untuk melupakan kegagalan kemarin dan memandang hari ini dengan optimisme. Mereka percaya bahwa apa yang dilakukan hari ini akan membawa hasil yang lebih baik dibandingkan kemarin.

“Setiap harinya mereka bangun, melupakan kegagalan kemarin, dan percaya bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin,” tambahnya.

Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari strategi yang rumit atau mimpi besar. Terkadang, hal-hal sederhana seperti harapan untuk memberikan kehidupan lebih baik bagi keluarga bisa menjadi motivasi yang sangat kuat. Dengan kegigihan dan keyakinan, tidak ada kegagalan yang tidak bisa diatasi.

Bagi William Tanuwijaya, kesuksesan sejati dimulai dari keberanian untuk bermimpi dan harapan sederhana yang tulus. Pesannya ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berjuang, menghadapi tantangan, dan melihat masa depan dengan penuh optimisme. ***

Penulis : Kamas Wahyu Amboro

www.youtube.com/@anas-aswaja

Dindikpora dan Kemenag Kab Brebes Sepakat Selenggarakan Pesantren Ramadhan sebagai bagian Penguatan Pendidikan Karakter

0
Rakor bersama Dindikpora dan Kemenag Brebes aula Dindikpora, Senin (16/12/2024)
Rakor bersama Dindikpora dan Kemenag Brebes aula Dindikpora, Senin (16/12/2024)

BREBES (Aswajanews.id) – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) bersama Kementerian Agama Kab Brebes sepakat menyelenggarakan kegiatan bersama pada bulan Ramadhan 1446. Kegiatan bersama tersebut adalah Pesantren Ramadhan yang secara khusus dilaksanakan pada bulan Ramadhan untuk lembaga pendidikan dibawah naungan Dindikpora dan Kemenag Brebes. Kesepakatan tersebut disampaikan pada saat Rakor bersama Dindikpora dan Kemenag Brebes yang diselenggarakan pada hari Senin, 16 Desember 2024 di aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab Brebes.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab Brebes, Caridah, M.Pd., mengatakan sepakat untuk kegiatan Pesantren Ramadhan diselenggarakan secara bersama. “Kami sepakat untuk kegiatan Pesantren Ramadlan atau Pesantren Kilat dilaksanakan secara kolaborasi antara Dindikpora, Kemenag dan FKDT Brebes. Adapun untuk teknis draft materi atau panduan kegiatan Ramadlan kami serahkan sepenuhnya kepada Kemenag dan FKDT. Tentunya nanti kita diskusikan dengan bagian kurikulum di Dindikpora,” kata Caridah.

Bu Caridah menuturkan bahwa proses kolaborasi dan sinergitas ini sudah beberapa kali melalui proses diskusi dengan FKDT. Oleh karena itu kita berharap kolaborasi ini akan terus berlanjut dalam rangka penguatan pendidikan karakter di Kab Brebes. Lebih dari itu peningkatan kompetensi siswa dan pendidikan juga menjadi bagian yang penting untuk berkolaborasi antara FKDT, Kemenag dan Dindikpora.

“Kurikulum Merdeka yang didalamnya ada P5 pada dasarnya semua harus kita implementasikan dalan kegiatan KBM. Dari enam dimensi yang ada dalam P5 dibutuhkan penguatan secara bersama. Meskipun dengan dimensi yang pertama, keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia bisa mencakup semua dimensi dalam P5 akan tetapi dimensi yang lain juga menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam penerapan kurikulum merdeka,” lanjutnya.

Dihadapan peserta Rakor tersebut berharap sinergitas yang menyangkut tenaga pendidik yang akan diterjunkan pada saat kegiatan Pesantren Ramadhan agar memiliki kompetensi akademik sesuai dengan standar sebagai pendidik. Karena keterbatasan tenaga Pendidik Keagamaan Islam untuk kegiatan Pesantren Ramadhan di lingkungan Dindikpora, maka Bu Caridah meminta kepada Kemenag dan FKDT Kab Brebes untuk menyiapkan tenaga pendidik atau tutor kegiatan Pesantren Ramadhan.

Menanggapi permintaan Dindikpora terkait tenaga pendidik, Dr Mad Soleh mewakili Kepala Kantor Kemenag Kab Brebes menyatakan siap untuk bersinergi dengan menyediakan tenaga pendidik dan materi kegiatan Pesantren Ramadhan. “Insya Allah kami bersama dengan FKDT Brebes siap untuk menyediakan tenaga pendidik dan materi kegiatan Pesantren Ramadhan. Dalam jangka dekat akan kami bentuk tim untuk persiapan tersebut,” kata Mad Soleh.

Pada kesempatan tersebut Mad Soleh selalu Kasi Penma mendukung sinergitas Dindikpora dan Kemenag yang digagas oleh DPC FKDT Kab Brebes. Beliau sangat berharap dengan kegiatan ini anak anak kita akan memahami dan mengamalkan ilmu agama Islam dengan baik. Mulai dari bab thaharoh terutama untuk anak perempuan yang baru baligh. Hal ini sangat penting, agar mereka bisa beribadah sesuai dengan ketentuan Fiqih.

Sebelumnya Akhmad Sururi selaku Ketua DPC FKDT Brebes mengatakan bahwa pertemuan yang dilaksanakan saat sekarang menjadi pertemuan sejarah yang bisa mempertemukan Dindikpora dan Kemenag dalam rangka sinergitas untuk penguatan pendidikan karakter. “Pertemuan hari ini merupakan kelanjutan dari beberapa pertemuan dan diskusi panjang dengan beberapa pejabat Dindikpora Brebes. Pertemuan pertama dengan Bu Kadin saat audiensi dengan Pj Bupati Bapak Iwanudin Iskandar dengan tema penguatan pendidikan karakter. Termasuk pertemuan yang pendek tapi sarat dengan makna bersama dengan Penma Kemenag Kab Brebes,” ujarnya.

“Kami juga diskusi dengan Subkor Kurikulum Dindikpora dengan bahan P5 pada Kurikulum Merdeka. Sangat panjang kami diskusi membedah dimensi pertama pada P 5. Akhirnya kita sepakat untuk menyelenggarakan rakor pada hari ini. Hal ini juga menjadi rangkaian tindak lanjut dari Studi Terap di Kab Sukabumi dengan melibatkan Dindikpora, Kesra, Bagian Hukum, FKDT dan Asisten 1 Sekda. Di Sukabumi sudah menerapkan pola kerjasama atau sinergi antara Dindikpora dan Kemenag beberapa tahun yang lampau,” kata Akhmad Sururi.

Layanan pendidikan MDT yang berjenjang mulai MDTA, berdasarkan informasi menurut Akhmad Sururi, masih ada kurang lebih 47 ribu siswa SD yang belum masuk di MDTA. Oleh karena itu dirinya berharap melalui kegiatan Pesantren Ramadhan nanti akan menjadikan motivasi peserta didik pada lembaga pendidikan formal untuk belajar agama Islam di MDT.

Dalam kesempatan tersebut Subkor Kurikulum Dindikpora, Nur Fauzan menyampaikan urgensi dari P5, terutama untuk dimensi pertama. “Pada prinsipnya kami sepakat untuk kegiatan Pesantren Ramadhan menjadi bagian dari implementasi P5 untuk dimensi pertama. Hal teknis kegiatan pembelajaran dan lainnya nanti kita diskusikan lebih lanjut,” kata Fauzan.

Bahkan, Fauzan berharap kegiatan ini dituangkan dalam SKB antara Dindikpora dan Kemenag sehingga memiliki kekuatan legalitas untuk berkelanjutan. “Saya tadi sudah menyampaikan ke Bu Kadin terkait dengan SKB, Beliau menyatakan siap,” kata Nur Fauzan.

Rakor bersama yang dihadiri oleh Ketua K3S, MKKS, Korwil SMP, pengawas PAI di lingkungan Dindikpora, KKMI dan KKMTs dibawah naungan Kementerian Agama Kab Brebes. Hadir juga Plt Kasi PD Pontren yang diwakili oleh H Arif Rahman Hakim. Sementara dari DPC FKDT Kab Brebes, Ketua didampingi Wakil Ketua, bendahara dan wakil sekretaris. *(Red/Nas)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Rindam III/Slw Didik 705 Siswa Dikmaba Gel II TA. 2024

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Aminudin, S.I.P., mewakili Pangdam III/Siliwangi memimpin Upacara Pembukaan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2024 yang diikuti 450 Serdik bertempat di Lapangan Patriot Secaba Rindam III/Siliwangi, Bihbul, Kabupaten Bandung, Senin (16/12/2024).

Dikmaba merupakan langkah awal yang sangat penting bagi para calon Bintara dalam memulai perjalanan panjang sebagai bagian dari TNI AD. Pendidikan dilakukan untuk mengasah keterampilan teknis serta membentuk mental dan jiwa kepemimpinan yang tangguh sebagai garda terdepan dalam pertahanan negara.

Bintara merupakan tulang punggung TNI AD yang memiliki peran penting dalam setiap pelaksanaan tugas di seluruh satuan, baik dalam Operasi Militer Perang maupun Operasi Militer Selain Perang. Pendidikan pertama menjadi fondasi dalam membentuk integritas, kompetensi, dan karakter  sebagai prajurit profesional.

“Keberhasilan dalam pendidikan sangat bergantung pada kesungguhan, dedikasi, dan semangat belajar. Kalian adalah generasi penerus TNI AD yang akan menjadi pemimpin masa depan. Oleh karena itu, tunjukkan komitmen yang tinggi dalam mengikuti setiap tahapan pendidikan ini,” ungkap Pangdam.

Ditempat terpisah Pembukaan Dikmaba TNI AD Gel. II TA. 2024 juga dilaksanakan oleh Kapoksahli Pangdam III/Slw Brigjen TNI Muhammad Nasrulloh Nasution yang diikuti 255 Serdik bertempat di Dodiklatpur Rindam III/Slw Ciuyah Banten. (Pendam III/Siliwangi)

Bazar dan Makan Gratis “Hari Juang TNI AD 2024” di Kodam III/Slw

0
Rangkaian puncak acara peringatan Hari Juang TNI AD Tahun 2024 di Lapangan Makodam III/Slw, Minggu (15/12/2024)
Rangkaian puncak acara peringatan Hari Juang TNI AD Tahun 2024 di Lapangan Makodam III/Slw, Minggu (15/12/2024)

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., CHRMP., memimpin rangkaian puncak acara peringatan Hari Juang TNI AD Tahun 2024 di Lapangan Makodam III/Slw pada Minggu (15/12/2024). Upacara, pameran, bazar UMKM, panggung hiburan hingga makan gratis digelar pada hari yang sama.

Amanat Kasad pada upacara yang dibacakan oleh Pangdam III/Siliwangi, disampaikan bahwa Hari Juang TNI AD merupakan hari bersejarah yang menjadi tonggak perjalanan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

“Peringatan ini membawa kita kembali mengenang perjuangan para pahlawan bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia, khususnya dalam mempertahankan kedaulatan negara dan kemerdekaan bangsa,” ucap Kasad.

Rangkaian puncak acara peringatan Hari Juang TNI AD Tahun 2024 di Lapangan Makodam III/Slw, Minggu (15/12/2024)

Semangat perjuangan tercermin dalam tema “TNI AD Berjuang Bersama Rakyat”, yang menjadi cerminan dari jati diri TNI AD sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional.

“Tema ini mengingatkan kita bahwa kekuatan TNI AD tidak hanya berasal dari kedisiplinan dan kemampuan militernya, tetapi juga dari sinergi yang kokoh dengan rakyat. Dari rakyat kita berasal, bersama rakyat kita berjuang dan untuk rakyat kita mengabdikan diri,” tutur Kasad.

Diharapkan Hari Juang TNI AD menjadi momentum untuk terus berinovasi, bekerja keras, dan berbuat terbaik dalam setiap pengabdian khususnya ditengah kompleksitas tantangan dunia yang bergerak dengan dinamis.

Kodam III/Slw pada rangkaian Hari Juang TNI AD tahun 2024 juga menggelar Ziarah Rombongan di TMP Cikutra bersama seluruh satuan TNI AD di wilayah Bandung Raya. Sedangkan Doa Bersama dipusatkan di Masjid Al Ikhlas Makodam III/Slw.

Selain itu Bakti sosial kesehatan juga diikuti oleh ribuan masyarakat Kota Bandung bersamaan dengan Bazar UMKM, panggung hiburan dan makan gratis untuk prajurit dan masyarakat di Taman Pule Makodam III/Slw. (Pendam III/Siliwangi)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Warga Panyingkiran Kidul Sambut Baik Atas Jalan Desanya Sudah Dibangun

0
Pelaksanaan hotmix jalan di RT 03/01 Blok Bojong Desa Panyingkiran Kidul Kec Cantigi Kab Indramayu

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Warga Desa Panyingkiran Kidul Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu sambut baik pelaksanaan hotmix jalan, Minggu (15/12/). Sebelumnya, jalan dulunya yang rusak parah dan tidak bisa dilalui Kendaraan oleh masyarakat kini telah dibangun bahkan dijadikan akses menuju pesawahan dan akses alternatif menuju antar dua desa.

Kegiatan hotmix jalan tepatnya di titik RT 03/01 Blok Bojong, pembangunan jalan tersebut sudah dinanti-nanti masyarakat sejak dari dulu.

Kuwu Sugianto, saat di konfirmasi wartawan di kediamanya mengatakan, kegiatan tersebut diserap dari anggaran Banprov tahun 2024. Besar anggaran Rp.70.000.000.00, dengan panjang 100 Meter lebih, lebar 2,5 Meter.

Kuwu Sugianto, dirinya merasa prihatin dengan akses jalan yang ada di desanya sebelumnya rusak parah. “Betul itu kegiatan dari anggaran Banprov tahun 2024, intinya kami merealisasikan sebagaimana kewajiban saya sebagai kepala desa, kegiatan tersebut dari banprov anggarannya sekitar Rp. 70.000.000 panjangnya 100 Meter lebih dan lebar 2,5 Meter,” ucapnya.

Sugiyanto juga akan merekonstruksi kembali jalan tersebut menimbang kultur tanah masih labil. Kembali menimbang potensi kerusakan sangat besar akibat hilir mudik mobil angkutan berat sudah mulai melaluinya.

Lebih lanjut salah satu masyarakat setempat Randi (39), dirinya mengucapkan terimakasih kepada Kuwu Panyingkiran Kidul atas dibangunnya jalan desanya.

“Terimakasih buat Pak Kuwu yang sudah merealisasikan aspirasi kami, kini jalan yang dulunya berlubang dan labil kini sudah bisa dilalui dan mulus,” ujar salah satu masyarakat sekitar yang terkonfirmasi wartawan, Minggu (15/12).

Pihak Pemdes Panyingkiran Kidul akan terus berupaya semaksimalnya menggunakan anggaran Dana Desa berdasarkan skala prioritas baik pembangunan fisik dan lainnya.

Sugiyanto juga berharap kepada seluruh masyarakat khususnya Desa Panyingkiran Kidul agar bersama-sama memajukan desanya agar lebih baik lagi. (Sn)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Kerukunan Hadapi Tantangan Global

0
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Perayaan HUT Partai Golkar ke-60 di SICC, Kab Bogor, Kamis (12/12/2024). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Perayaan HUT Partai Golkar ke-60 di SICC, Kab Bogor, Kamis (12/12/2024). (Foto: BPMI Setpres)

BOGOR (Aswajanews.id) – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Perayaan HUT Partai Golkar ke-60 Tahun yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/12/2024). Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan bangsa di tengah situasi dunia yang penuh tantangan.

“Kita harus waspada, kita tidak boleh pecah, kita tidak boleh diadu domba, kita menjaga kerukunan, kerukunan antara umat agama, kerukunan antara suku, kerukunan antara kelompok etnis, kerukunan antara ras, kita tidak boleh terpancing dan ini tanggung jawab kita semua sebagai pemimpin-pemimpin,” ucapnya.

Kepala Negara menyampaikan bahwa perdamaian bukanlah sesuatu yang datang secara cuma-cuma, melainkan hasil dari upaya seluruh pihak. Untuk itu, Presiden mendorong para pemimpin dari semua lapisan dapat rukun dan bersatu dalam menghadapi tantangan global.

“Kuncinya adalah kalau semua unsur pemimpin dari semua lapisan bisa rukun bersatu. Tidak berarti kita tidak beda pendapat, tapi di ujungnya kita tidak boleh bermusuhan. Saya tidak pernah mau terpancing untuk membenci,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden pun mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perbedaan. Presiden Prabowo juga terus mengingatkan pentingnya persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

Selain itu, dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga menyoroti perkembangan teknologi khususnya media sosial yang dapat menjadi alat pemecah belah jika tidak digunakan secara bijak. Presiden menuturkan bahwa beberapa berita palsu di media sosial dapat menimbulkan kebencian di masyarakat.

“Sosmed, saya kadang-kadang kaget juga, apa lagi ini, Prabowo menghardik siapa? Prabowo memaki-maki, enggak ada. Saya lihat, waduh, di mana? Saya cek, rupanya hoaks, terlalu gampang bikin hoaks, terlalu gampang bikin fake news,” ujar Presiden. (BPMI Setpres)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kemenag akan Siapkan Pusat Studi Pesantren di PTKIN

0
Direktur PD Pontren Dr. Basnang Said, S.Ag.

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kementerian akan menyiapkan Pusat Studi Pesantren di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said menyampaikan bahwa pusat studi ini dibentuk untuk meningkatkan kualitas kajian tentang pendidikan pesantren dan penguatan indentitas keagamaan dan kebangsaan.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan pesantren dan penguatan nilai keagamaan, kita perlu berinisiasi untuk membuat Pusat Kajian, studi-studi tentang Pesantren, kita mulai dulu di PTKIN,” kata Basnang pada Pembukaan Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Direktorat PD Pontren, Rabu (11/12/2024) di Jakarta.

Basnang mengatakan bahwa inisiasi pembentukan Pusat Studi Pesantren sudah dibahas saat Rapat Koordinasi Nasional Direktorat di Bogor, 5 Desember 2024. Keberadaan Pusat Studi Pesantren dinilai penting untuk memanifestasikan tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian

“Pusat Studi Pesantren digagas di PTKIN untuk menguatkan nilai Tridharma Perguruan tinggi,” jelas Basnang​​​​​​​

Mantan Kepala Subdirektorat Pendidikan Pesantren ini berharap Pusat Studi Pesantren bisa terealisasi pada 2025. Sehingga sinergitas PTKIN dan pesantren semakin baik dan akan melahirkan prodi baru yaitu Manajemen Pendidikan Pesantren.

“Saya harap tahun depan sudah bisa terlaksana ya programnya, bahkan bisa berkembang menjadi prodi baru.” harap Basnang.

Pada keseempatan berbeda, Ketua Forum Rektor PTKIN se-Indonesia Masnun Taher mendukungan inisiatif pendirian Pusat Studi Pesantren. Menurutnya, untuk mewujudkan inisiasi baik ini prosesnya tidak sulit.

“Insya Allah ini prosesnya mudah, tinggal Rektor meng- SK-kan saja,” tutur Masnun.

Pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini menyampaikan bahwa untuk mendapatkan gambaran pendidikan keagamaan dan kebangsaan yang berkualitas, kajian-kajian tentang pesantren di PTKIN sangat dibutuhkan.

“Gambaran Pendidikan Keagamaan yang berkualitas kita sangat butuh dengan kajian-kajian tentang Pesantren,” ujar Masnun. (mwn)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kasus Penganiayaan Anak di Boyolali: Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan dalam Penanganan

0

BOYOLALI (Aswajanews.id) – Kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Desa Banyusri, Boyolali, Jawa Tengah, memasuki babak baru. KRT Erdia Risca, S.H., selaku Kuasa Hukum dari korban, mengungkapkan kejanggalan dalam penanganan kasus ini.

Melalui sambungan chatting WhatsApp kepada team liputan GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama), Erdia Risca menyampaikan beberapa poin penting terkait perkembangan kasus. Ia menyatakan bahwa kasus tersebut sedikit menemukan titik terang dengan penangkapan 8 tersangka. Namun, Erdia Risca mempertanyakan mengapa terduga pelaku/terlapor lainnya tidak ditangkap bersamaan.

“Saya heran kenapa terduga pelaku/terlapor yang lain tidak sekalian dijemput pihak berwajib, sedangkan penangkapan 8 tersangka juga disaksikan oleh terduga pelaku/terlapor yang lain,” ungkapnya.

Erdia Risca khawatir dengan 7 orang yang belum ditangkap. Ia khawatir mereka bisa saja bersekongkol untuk mengarang cerita yang dapat menggiring opini bahwa korban lah yang bersalah.

“Dikarenakan kejadian tersebut merupakan satu peristiwa, alangkah baiknya jika seluruh terduga pelaku/terlapor ditangkap dan di gelar perkara di waktu yang sama,” tegasnya.

Selain itu, Erdia Risca juga menyoroti kejanggalan lainnya. Menurutnya, hanya pelaku laki-laki yang segera ditangkap, sementara pelaku perempuan seolah mendapatkan perlakuan khusus. “Sampai sekarang korban tidak berani keluar rumah karena ketika keluar rumah bertemu dengan pelaku yang belum ditangkap,” jelasnya.

Terkait trauma healing korban, Erdia Risca menyatakan bahwa korban saat ini didampingi oleh Dinas Sosial dan pihak terkait. “Untuk kompensasi trauma healing anak sebagai korban saat ini sudah didampingi dari dinas sosial maupun terkait,” terangnya.

Erdia Risca juga yakin bahwa penyidik tidak akan sembarangan menerapkan pasal tanpa melihat fakta peristiwa hukum. “Dengan pasal yang diterapkan kami yakin penyidik juga tidak akan sembarangan menerapkan pasal tanpa melihat fakta peristiwa hukum,” ungkapnya.

Terkait kondisi korban, Erdia Risca mengungkapkan bahwa korban masih trauma dengan pertanyaan seputar kejadian tersebut. “Sejauh ini korban ketika ditanya perihal itu masih sangat trauma dengan pertanyaan itu, sepertinya efek ketika kejadian korban di cecar mengenai pertanyaan ini,” jelasnya.

Kasus penganiayaan anak di bawah umur ini tentu saja mengundang keprihatinan. Pihak kepolisian diharapkan dapat menuntaskan kasus ini dengan adil dan transparan. Masyarakat juga diharapkan dapat memberikan dukungan kepada korban dan keluarga agar mereka dapat segera pulih dari trauma. (Team/GMOCT)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa 2024 Mendorong Inovasi Sosial dalam Pengembangan SDM Unggul

0
Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa 2024 pada 11 dan 12 Desember 2024 di Jakarta
Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa 2024 pada 11 dan 12 Desember 2024 di Jakarta

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menggelar acara Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa 2024 pada 11 dan 12 Desember 2024 di Jakarta. Acara ini merupakan ajang yang mempertemukan berbagai proyek sosial dan inovasi dari anak bangsa yang bertujuan untuk memperkenalkan karya-karya luar biasa dari para peserta didik kepada masyarakat luas. Gelar Karya ini bertujuan untuk mempublikasikan inisiatif sosial dan talenta unggul yang dihasilkan oleh para peserta didik penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Program Sarjana Angkatan 4. Selain itu, acara ini juga berfungsi untuk mendorong kolaborasi antara berbagai pihak dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta memotivasi peserta didik lainnya untuk mengembangkan proyek kebaikan mandiri.

Pada acara ini, Mendikdasmen, Abdul Mu’ti menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap karya-karya yang dipamerkan oleh para peserta, yang tidak hanya menonjolkan inovasi, tetapi juga memiliki dampak sosial yang signifikan. “Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa adalah wadah bagi para generasi muda untuk berkreasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kami berharap ini dapat menjadi contoh bagi banyak anak muda lainnya untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi pada kemajuan bangsa,” ujar Menteri Mu’ti dalam sambutannya, pada Rabu (11/12).

Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa 2024 menampilkan 126 proyek kebaikan dari 496 peserta didik penerima BIM yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain pameran proyek, acara ini juga menyuguhkan beragam aktivitas menarik, di antaranya Pasar Inspirasi, Panggung Inspirasi, Gelar Wicara, dan Tanya Jawab Interaktif Proyek Sosial, yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu sosial yang diangkat oleh proyek-proyek tersebut. Berbagai proyek yang dipresentasikan pun mencakup berbagai bidang, mulai dari pengelolaan sampah, pendidikan inklusif, hingga pemberdayaan perempuan dan pengembangan kreativitas anak-anak jalanan.

Salah satu proyek sosial yang menarik perhatian dalam Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa 2024 adalah Hemisphere, yang digagas oleh lima penerima BIM dan didukung oleh 13 relawan dari SMA Pradita Dirgantara. Proyek ini berfokus pada pengelolaan sampah plastik dan manajemen krisis limbah di Indonesia. Project lead Hemisphere, Nayla Faizha Efendi menjelaskan bahwa proyek ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu aksi sosial dan riset. Aksi sosial yang dilakukan meliputi kampanye anti-plastik dan pengajaran tentang prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada masyarakat, khususnya melalui kolaborasi dengan sekolah dan organisasi-organisasi lokal seperti bank sampah. Sementara itu, riset yang dikembangkan berfokus pada pembuatan kapal pengangkut sampah yang akan digunakan di sungai-sungai di Jawa Tengah untuk mengurangi pencemaran limbah plastik.

Nayla mengungkapkan, meskipun proyek ini dimulai pada Desember 2023 dan masih berjalan hingga sekarang, tantangan terbesar yang dihadapi adalah pembagian waktu di tengah kesibukan sebagai anak asrama. Namun, berkat komunikasi yang baik dan kerja sama tim yang solid, semua hambatan dapat diatasi. “Harapan saya semoga proyek ini dapat berkembang lebih besar agar masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, semakin sadar akan pentingnya aksi sosial untuk memelihara lingkungan,” tutur Nayla.

Tidak hanya Hemisphere, proyek sosial Korumi juga turut hadir dalam Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa 2024. Proyek ini lahir dari keprihatinan terhadap rasa insecurity yang dirasakan oleh anak-anak disabilitas, khususnya di Bali. Sherina Istana, salah satu anggota tim Korumi, menjelaskan bahwa Korumi menawarkan empat program utama, di mana program terpenting adalah pembuatan karakter dari kertas bergelombang. Program ini bertujuan untuk membantu anak-anak disabilitas mengekspresikan diri dan cita-cita mereka melalui seni. Selain itu, mereka juga dilatih untuk berbicara di depan publik, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Sherina menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam menjalankan proyek ini adalah proses pendekatan kepada anak-anak disabilitas, yang memerlukan waktu lebih lama untuk memahami kebutuhan dan menggali potensi mereka. Meskipun demikian, dengan kesabaran dan komunikasi yang baik, mereka berhasil menjalankan proyek ini dengan sukses. Harapan mereka adalah agar Korumi dapat diperluas ke SLB-SLB di Bali dan di seluruh Indonesia, sehingga lebih banyak anak disabilitas yang dapat merasakan manfaat dari program ini.

Dalam menghadapi masalah kekeringan yang semakin parah di Indonesia, proyek sosial Panen Abadi hadir dengan inovasi teknologi untuk mengumpulkan air hujan. Proyek ini memanfaatkan teknologi hujan untuk membantu daerah-daerah yang kekurangan air bersih. Meskipun menghadapi tantangan terkait pembiayaan yang besar untuk membangun tangki air hujan, mereka tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan dukungan dana melalui platform penggalangan dana.

Salah satu anggota tim Panen Abadi, Lanan, berharap bahwa dengan adanya laman Panen Abadi, mereka dapat lebih mudah mengakses donatur dan sponsor yang dapat mendukung kelangsungan proyek ini. Selain itu, mereka juga berharap agar proyek ini dapat menjangkau lebih banyak daerah yang membutuhkan solusi air bersih.

Sementara itu, proyek Empower Her, yang digagas oleh siswa-siswi SMA Labschool Kebayoran, bertujuan untuk mengatasi kemiskinan menstruasi dan meningkatkan edukasi tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja perempuan. Program ini melibatkan penyuluhan di sekolah-sekolah di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan, di mana mereka mengedukasi para remaja perempuan tentang pentingnya kesehatan menstruasi dan memberikan akses kepada mereka untuk mendapatkan produk kesehatan menstruasi yang layak.

Sindi, salah satu anggota tim Empower Her, menyebutkan bahwa tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah dalam berkoordinasi dengan berbagai pihak eksternal, seperti sekolah dan puskesmas. Meskipun demikian, mereka terus berupaya agar program ini dapat terus berjalan dengan lancar dan menyebar ke seluruh Indonesia. Harapan mereka adalah agar kesadaran tentang kesehatan menstruasi dan reproduksi semakin meningkat, serta agar mereka dapat menyediakan akses kesehatan yang lebih baik di seluruh pelosok Indonesia.

Selanjutnya, proyek sosial Aksi Berkreasi, bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak-anak jalanan melalui kelas-kelas keterampilan dan kreativitas. Anak-anak jalanan yang menjadi target dari proyek ini diberikan pelatihan dalam membuat kerajinan tangan yang kemudian dijual untuk mendapatkan dana yang dapat digunakan untuk membantu mereka dalam melanjutkan pendidikan atau memulai usaha mereka sendiri.

Salva, salah satu anggota tim Aksi Berkreasi, mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam proyek ini adalah adaptasi dengan anak-anak yang usianya jauh lebih muda dan pengalaman mereka yang terbatas. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan kerjasama dengan berbagai organisasi, mereka berhasil menjalankan proyek ini dengan baik. Harapan mereka adalah agar Aksi Berkreasi dapat menjangkau lebih banyak anak-anak jalanan dan berkolaborasi dengan ahli kreativitas untuk mengembangkan potensi anak-anak ini lebih jauh.

Sedangkan, proyek Anna, yang diinisiasi oleh Naza Hanifah Khairunnisa dan timnya dari SMA Kesatuan Bangsa, berfokus pada pemberdayaan anak-anak penyandang disabilitas melalui edukasi keterampilan. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi stigma terhadap anak-anak disabilitas, terutama dalam dunia kerja, dengan memberikan pelatihan keterampilan seperti fotografi, desain grafis, dan kerajinan tangan. Selain itu, mereka juga membuka peluang bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk memamerkan karya-karya mereka melalui Anna Store dan menghasilkan pendapatan dari penjualan karya mereka.

Naza menyatakan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah stigma negatif terhadap anak-anak disabilitas, tetapi mereka berhasil membuktikan bahwa anak-anak ini memiliki potensi luar biasa yang patut diapresiasi. Harapan mereka adalah agar proyek ini dapat berkembang dan membuka lebih banyak kolaborasi, sehingga dapat membantu lebih banyak anak-anak disabilitas mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang mereka butuhkan.

Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa 2024 menunjukkan bahwa para peserta didik Indonesia tidak hanya berfokus pada prestasi akademis, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pemecahan masalah sosial yang ada di masyarakat. Melalui proyek-proyek inovatif dan berdampak sosial, mereka telah menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia siap untuk menghadapi tantangan besar dan turut serta dalam membangun bangsa. Kemendikdasmen berharap acara ini dapat mendorong lebih banyak anak muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberi dampak positif bagi masyarakat, serta menjadi bagian dari ekosistem pengembangan talenta unggul di Indonesia. (Sumber : Kemendikdasmen)

www.youtube.com/@anas-aswaja

MTs Nurul Hayah II Raih Juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Cirebon Katon

0
Ripa Azhar Maulana, siswa MTs Nurul Hayah II (Santri Pondok Pesantren Nurul Hayah Pabedilan)
Ripa Azhar Maulana, siswa MTs Nurul Hayah II (Santri Pondok Pesantren Nurul Hayah Pabedilan)

CIREBON (Aswajanews.id) – Ripa Azhar Maulana Juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Cirebon Katon Gelanggang 4, siswa MTs Nurul Hayah II (Santri Pondok Pesantren Nurul Hayah Pabedilan), berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara pertama Kejuaraan Pencak Silat Cirebon Katon tingkat SMP-SMA se-Cirebon tahun 2024 yang diselenggarakan di GOR Ranggajati Sumber Cirebon yang berlangsung pada hari Jum’at-Sabtu 14 Desember 2024. Kejuaraan ini diikuti oleh peserta dari se-wilayah Kabupaten Cirebon dari tingkat SMP dan SMA, merupakan kejuaraan yang diikuti lebih dari 200 peserta.

Kepala MTs Nurul Hayah, Muhammad Shubhan Hudzaifa bersyukur terhadap prestasi yang didapatkan oleh Rifa yang kedua kalinya. “Alhamdulillah hari ini sangat bersyukur siswa kami Ripa Azhar juara satu kedua kalinya, sebelumnya juara 1 juga di Cirebon Competition bulan Juli kemarin,” ujarnya.

Ripa Azhar Maulana mendapatkan juara satu mendali emas kategori gelanggang 4. Remaja asal Kuningan ini mendapatkan penghargaan tingkat kecamatan maupun kabupaten sejak dirinya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kang Ariel selaku pelatih merasa terharu atas hasil yang didapatkan oleh anak asuh didiknya.  “Tentunya sangat bangga dan merasa terharu, alhamdulillah ripa bisa juara lagi, tahun depan insya Alloh bisa tembus tingkat provinsi,” ungkapnya.

Ripa Azhar Maulana menyampaikan bahwa dirinya merasa bangga dan senang bisa mendapatkan juara satu. “Alhamdulillah saya ucapkan terimakasih kepada Kyai, Guru, dan pelatih silat. Juara yang kedua kalinya ini tentun untuk keluarga saya di rumah, kemudian untuk pondok pesantren saya, pondok pesantren Nurul Hayah Pabedilan. Terimakasih atas doa dan dukungannya, di awal saya udah yakin bakal menang di kejuaraan ini,” ucapnya. (Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pemkab Majalengka Pastikan UMK 2025 Ikuti Ketentuan Permenaker 16/2024

0
Kepala DK2UKM Majalengka Arif Daryana

MAJALENGKA (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memastikan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) 2025 di daerahnya mengikuti ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 16 Tahun 2024 yakni sebesar 6,5 persen.

Kepala DK2UKM Majalengka Arif Daryana

“Dengan besaran ini, UMK Majalengka diproyeksikan naik dari Rp2,257 juta menjadi Rp2,404 juta,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM (DK2UKM) Majalengka Arif Daryana di Majalengka, Rabu (11/12/2024).

Ia mengatakan bahwa proses pengusulan kenaikan UMK di Majalengka mulai berjalan, dan pihaknya terus mengawal tahapan itu hingga hasilnya sesuai keinginan para pekerja.

Arif menjelaskan penetapan UMK 2025 diawali dengan pengesahan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum sektoral provinsi (UMSP) Jabar pada 11 Desember 2024.

Setelahnya, Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Majalengka melaksanakan rapat pleno pada 13 Desember 2024 untuk menentukan besaran UMK yang diusulkan.

“Kami menargetkan usulan kenaikan UMK ini diajukan ke Pemprov Jabar paling lambat pada tanggal 16 Desember 2024,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa Majalengka tidak akan masuk dalam lima kabupaten/kota dengan UMK terendah di Jabar, jika kenaikan sebesar 6,5 persen itu diterapkan.

Menurutnya, posisi lima terbawah tersebut nantinya diisi oleh Kota Banjar, Kuningan, Pangandaran, Ciamis, dan Garut dengan kisaran UMK sekitar Rp2,204 juta hingga Rp 2,378 juta.

Selain UMK, Pemkab Majalengka juga mengupayakan kenaikan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK) yang lebih tinggi dibandingkan UMP.

Dia mengatakan UMSK diperuntukkan bagi pekerja di sektor dengan risiko lebih tinggi atau membutuhkan spesialisasi tertentu, sebagaimana diatur dalam Permenaker Nomor 16 Tahun 2024.

“Kami optimistis seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu agar hak pekerja di Kabupaten Majalengka tetap terlindungi,” ucap dia. (Ant)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Bawaslu Garut Melaporkan 26 Temuan Siber Ujaran Kebencian ke Komdigi

0
Lamlam Masropah, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Garut. (Foto: Dok. Pribadi)
Lamlam Masropah, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Garut. (Foto: Dok. Pribadi)

GARUT (Aswajanews.id) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut, Jawa Barat, melaporkan 26 temuan hasil pengawasan siber tentang ujaran kebencian selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Tindak lanjutnya kami langsung sampaikan secara berjenjang ke Bawaslu RI melalui link yang disediakan, kemudian akan di-collect untuk disampaikan ke Komdigi agar bisa ditindaklanjuti,” kata Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kabupaten Garut Lamlam Masropah di Garut, Jumat (13/12/2024).

Dalam melakukan pengawasan setiap tahapan Pilkada Garut 2024, pihaknya menggunakan berbagai metode, termasuk pengawasan di dunia maya atau siber.

Selama tahapan Pilkada 2024, kata dia, Bawaslu Kabupaten Garut berdasarkan hasil pengawasan siber menemukan 26 kasus tentang penyebaran ujaran kebencian yang disebar melalui media sosial terhadap peserta Pilkada Garut.

Pilkada Garut diikuti dua pasangan calon yang keduanya sama-sama mendapatkan serangan ujaran kebencian melalui media sosial, kemudian ditindaklanjuti secara berjenjang, lalu dilaporkan ke Bawaslu RI untuk selanjutnya di-takedown.

Lamlam mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan kajian terhadap konten tentang ujaran kebencian yang mengarah pada peserta Pilkada Garut sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.

Kajian itu, lanjut dia, hasilnya tidak memenuhi unsur syarat pelanggaran dalam Pilkada Garut sehingga kasusnya tidak ditindaklanjuti. Meski begitu, tetap ditindaklanjuti untuk menjadi laporan ke Bawaslu RI, lalu ke Komdigi.

“Setelah melakukan kajian, hampir seluruh konten yang memuat dugaan pelanggaran tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilihan,” katanya.

Meski tidak ada unsur syarat pelanggaran Pilkada, menurut dia, kasus tersebut tetap dilaporkan karena memenuhi unsur pelanggaran undang-undang lain, salah satunya Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Dugaan pelanggaran yang tidak memenuhi unsur melanggar peraturan terkait dengan pemilihan. Akan tetap,i melanggar UU lainnya, salah satunya UU ITE,” katanya. (Ant)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Anak Kuwu Desa Panyingkiran Lor Disinyalir Jadikan Sarat KKN

0
Ilustrasi
Ilustrasi

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Anak Kuwu Desa Panyingkiran Lor Disinyalir dijadikan alat praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) mencuat di Desa Panyingkiran Lor, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tuduhan ini menyeret nama Kepala Desa (Kuwu) Tunaeni, yang diduga mengangkat anak kandungnya, TY (Inisial), sebagai Sekretaris Desa (Sekdes).

Menurut informasi yang dihimpun Tim Media, TY mulai menjabat sebagai Sekdes sejak April 2024, menggantikan Tasim yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Namun, pengangkatan TY menuai kontroversi karena disinyalir melanggar regulasi, yaitu Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 30 Tahun 2020, yang secara tegas melarang kepala desa mengangkat anggota keluarga, termasuk anak atau pasangan, sebagai perangkat desa karena berpotensi menciptakan praktik KKN.

Sumber terpercaya mengungkapkan bahwa, TY menerima gaji bulanan sebesar Rp 2 juta dari pemerintah pusat, meskipun posisinya sebagai Sekdes tidak melalui proses seleksi yang diatur oleh undang-undang. “Sejak sembilan bulan terakhir, TY menerima gaji seperti pamong desa lainnya. Padahal, pengangkatannya tidak melalui mekanisme perekrutan yang sah,” ujar seorang tokoh masyarakat yang meminta namanya dirahasiakan.

Lebih lanjut, sumber tersebut menambahkan bahwa TY jarang hadir di kantor desa dan tidak menjalankan tugasnya secara optimal. Beberapa pekerjaan administratif, seperti pembuatan Akta Jual Beli (AJB), bahkan dialihkan ke pihak notaris, padahal pekerjaan tersebut seharusnya bisa diselesaikan di tingkat desa dengan melibatkan camat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Selain nepotisme, Kuwu Tunaeni juga disinyalir memanipulasi data terkait penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk menggaji TY selama sembilan bulan terakhir. “Yang lebih parah, ada indikasi manipulasi data penggunaan ADD. TY tidak hanya diangkat sebagai Sekdes tanpa dasar hukum yang jelas, tapi juga mendapat gaji dari anggaran desa,” tambah sumber tersebut.

Saat dimintai konfirmasi, Jumat (13/12), Kuwu Tunaeni mengakui bahwa Sekdes yang baru, TY, adalah anak kandungnya. Ia beralasan bahwa pengangkatan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan setelah Sekdes sebelumnya mengundurkan diri. “Memang benar, Sekdes yang baru adalah anak saya, TY, menggantikan Pak Tasim. Jabatan ini bersifat sementara karena roda pemerintahan desa harus tetap berjalan,tapi anak saya sudah menikah terpisah dari kartu keluarga (KK),” ujar Tunaeni.

Namun, pernyataan tersebut menuai kritik karena bertentangan dengan regulasi yang berlaku. Gaji pamong desa, termasuk Sekdes, diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2019. Dalam pasal 81 PP tersebut, gaji tetap Sekdes dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dengan jumlah minimal Rp 2,2 juta per bulan, setara dengan 110% gaji pokok Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan II/A.

Kasus ini telah memicu keprihatinan masyarakat setempat, yang mendesak pihak berwenang untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan Kuwu Tunaeni. Jika terbukti bersalah, sanksi tegas diharapkan dapat diterapkan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan akan pentingnya penegakan aturan dalam tata kelola pemerintahan desa, guna mencegah praktik-praktik yang merugikan masyarakat. (Sn)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Perkuat Regulasi MDT di Brebes, DPC FKDT Kunjungi Dinpermades

0
DPC FKDT Kab Brebes bersama Kemenag audiensi dengan Kepala Dinpermades Kab Brebes
DPC FKDT Kab Brebes bersama Kemenag audiensi dengan Kepala Dinpermades Kab Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Dalam rangka memperkuat MDT, DPC FKDT Kab Brebes bersama Kementerian Agama (Kemenag) melakukan audiensi dengan Kepala Dinpermades Kab Brebes. Audiensi tersebut bertujuan untuk memperkuat sekaligus memohon dukungan kepada Dinpermades terhadap MDT yang sebagian besar berada di desa. Dukungan tersebut diharapkan berimbas kepada peningkatan kuantitas murid MDT di desa desa yang sebagian besar mengalami penurunan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan regulasi untuk memperkuat pendidikan MDT.

“Hari ini kami berkunjung silaturahmi dalam rangka tindaklanjut Study Terap yang telah dilaksanakan beberapa Minggu yang lalu di Sukabumi terkait dengan peran serta Pemkab Brebes terhadap pendidikan MDT. Study Terap di Sukabumi yang mengajak salah satu pejabat Dinpermades menjadi bagian langkah dalam penyusunan Raperbup Fasilitasi Pengembangan MDT di Kab Brebes.

“Keterlibatan Pemerintah Desa dalam hal ini Kepala Desa atau Lurah sangat penting untuk membangun kesadaran pentingnya MDT untuk masa depan generasi bangsa. Hal ini mengingat era sekarang di tengah arus teknologi dan informasi menggiring anak anak kita jauh dari nilai-nilai agama. Sehingga yang terjadi tawuran dan tindakan kenakalan remaja menjadi keprihatinan kita bersama. Oleh karena itu melalui pendidikan keagamaan di MDT diharapkan menjadi langksh awal tindakan preventif agar tidak memasuki remaja nanti bisa berpegang teguh kepada nilai-nilai akhlak Karimah,” kata Akhmad Sururi selaku Ketua DPAC FKDT Kab Brebes saat mengawali paparan audiensi dihadapkan Kepala Dinpermades Kab Brebes, Bapak Subagyo yang didampingi oleh Kasi Layanan Pendidikan dan Pemdes Dinpermades Kab Brebes.

Sururi melanjutkan, bahwa untuk menjadi anak remaja yang baik membutuhkan peran banyak pihak ditingkat desa. Bukan haknya lingkungan keluarga dan sekolah, namun pemerintah desa juga ikut berperan dalam mewujudkan generasi yang berkarakter dan berakhlakul karimah. Senigga diharapkan Kepala Desa dalam berbagai kesempatan untuk mengkampanyekan MDT disamping menyampaikan tentang pajak dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC FKDT Kab Brebes menginformasikan beberapa desa yang telah memberikan bantuan Pembinaan dan peningkatan kapasitas pendidik untuk MDT. Meskipun tidak banyak akan tetapi hal tersebut menjadi bagian dari kepedulian pemerintah desa terhadap pendidikan MDT.

Sementara itu dalam audiensi yang berlangsung di ruang Kepala Dinpermades pada hari Kamis, 12 Desember 2024, mewakili Kepala Madin sekaligus sebagai bendahara DPC FKDT, Sanuri Nur Salim mengatakan bahwa pada prinsipnya MDT tidak menuntut terlalu banyak terkait dengan bantuan, namun keterlibatan dan peran Kades dalam ikut serta mendorong warganya untuk menyekolahkan anaknya di MDT. “Ya, minimal surat edaran atau himbauan kepada masyarakat agar anak-anak masuk di Madin disamping menyampaikan di forum pertemuan yang melibatkan lapisan masyarakat,” kata Sanuri.

Menanggapi beberapa hal terkait dengan Madin yang disampaikan oleh DPC FKDT, Subagyo selaku kepala Dinpermades menyampaikan respon yang positif dan akan mendukung penguatan MDT melalui Perbup. “Kami akan mensuport dan menyampaikan ke kepala desa setelah Perbup itu disahkan. Adapun yang terkait dengan dukungan dana untuk implementasinya terikat dengan Permendes yang mengatur tentang dana desa. Adapun dana yang bersumber dari pendapatan asli desa untuk alokasinya fleksibel,” kata Subagyo.

“Pada prinsipnya kami mendukung apa yang sedang dilakukan oleh DPC FKDT terkait dengan regulasi Perbup. Nanti yang menjadi wilayah kami seperti apa agar nanti dikomunikasikan. Setelah Perbup nanti disahkan kita bisa bersama sama sosialisasi sampai ditingkat desa seperti halnya Perbup Gerakan Kembali Bersekolah. Program tersebut sudah memiliki Perbup sehingga kami mudah untuk menyampaikan kepada seluruh kepala desa di Brebes,” imbuh Subagyo.

Hadir dalam acara audiensi tersebut, Kemenag Kab Brebes yang diwakili oleh H. Arif Rahman Hakim, jajaran DPC FKDT Kab Brebes, Sanuri Nur Salim selaku Bendahara, Rosid SS selaku Wakil Sekretaris dan H. Johari Idris selaku salah satu departemen di DPC FKDT Kab Brebes sekaligus mewakili Madin dari Bulakamba. (Red/Nas)

Proyek Hotmix Jalan Panyingkiran Kidul Dipertanyakan Masyarakat, Ditengarai Tabrak Aturan UU KIP

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Proyek Pembangunan Hotmix Jalan di Desa Panyingkiran Kidul blok Bojong RT/RW:03/01, Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu dipertanyakan masyarakat, lantaran pihak Pemdes ditengarai tidak transparan atau tidak adanya papan informasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) ke masyarakatnya, Kamis (21/12)

Diketahui, proyek tersebut bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov),yang menelan anggaran sekitar puluhan juta rupiah, yakni sebesar Rp.70.000.0000.00, dengan panjang 100 lebih dan lebar 2,5 meter namun, pelaksanaaya terlkesan asal – asalan.

Hal itu dituturkan oleh salah satu masyarakat sekitar, yang mana dirinya tidak mau disebut identitasnya kepada Tim media, Jumat (13/12/2024).

“Setahu saya kalau papan informasi itu tidak ada semenjak proyek ini di mulai hingga sampai finishing, saya tidak melihat sama sekali kegiatan pembangunan hotmix jalan selesai ini sekitar setengah bulanan yang lalu kurang lebih, tim pelaksananya dari pihak Desa, ini bagaimana mas, hotmik belum lama dibangun ini sudah di tumbuhi rumput?,” ujar salah satu masyarakat sekitar, dengan nada kecewa yang terkonfirmasi Wartawan, Kamis (12/12).

Kuwu Sugianto, dirinya mengatakan kepada Wartawan bahwa, proyek itu bersumber dari bantuan Provinsi ((Banprov).namun, masyarakat menginginkan pembangunan jalan itu dihotmix sesuai janji sebelum dirinya terpilih menjabat sebagai kepala Desa atau Kuwu, kata dia.

“Sebetulnya saya juga dilematis dengan adanya pembangunan jalan itu mas,karena apa? Itu seharusnya di kasih dasaran dulu, dikasih batu boulder dulu dan harusnya di kasih Tembok Penahan Tanah (Tpt) karena tanahnya kan masih labil. Nah, karena saya dulu sewaktu belum menjadj Kuwu sudah terlanjur berjanji kemasyarakat, kalau melihat disitu harusnya di bangun pengerasan atau betonisasi, bukan hotmix, jadi masyarakat itu menagih janji ke saya sebagai Kuwu, tanpa melihat Rancangan Anggaran Biaya (RAB), kalau terkait papan informasi saya sudah memasang, saya pastikan papan informasi itu ada, kan itu dikerjakan oleh masyarakat juga, pastinya masyarakat tahu dong? Dan sebelum kegiatan proyek hotmix itu di gelar,saya adakan musrembangdes dulu di Balaidesa,” kata dia.

Terpisah, Qodir pegiat pemerhati anti korupsi Kabupaten Indramayu, pada saat ia dijumpai Wartawan di kediamanya, Kamis (12/12). Dirinya mengatakan bahwa, keterbukaan informasi Publik (KIP) itu sifatnya wajib sebelum pelaksanaan itu digelar,

“Kalau merujuk ke Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) adalah salah satu produk hukum Indonesia yang dikeluarkan dalam tahun 2008 dan diundangkan pada tanggal 30 April 2008 dan mulai berlaku dua tahun setelah diundangkan. Undang-undang yang terdiri dari 64 pasal ini pada intinya memberikan kewajiban kepada setiap Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk mendapatkan informasi publik, kecuali beberapa informasi tertentu. Informasi Publik (KIP), seharusnya papan informasi itu dipasang sebelum pelaksanaan itu dimulai, jadi masyarakat itu faham akan adanya pembangunan jalan, dan masyarakat tahu dari mana sumber dana itu, ini jelas pelanggaran fatal buktinya masyarakat ada yang mempertanyakan,” tegasnya.

Masih Qodir, “Dan saya mengutuk keras kepada oknum Pemdes yang se enaknya memberikan aturan, dengan kejadian ini harus dilaporkan ke dinas Terkait tingkat Provinsi, patut dipertanyakan ada apa? Massa pembangunan hotmix belum lama dibangun sudah ditumbuhi rumput, nah artinya tidak menutup kemungkinan ada Dugaan pengurangan spek,karena iini mencakup wilayah hukum di daerah Indramayu maka akan saya kordinasikan ke Tipidkor Polres Indramayu, juga akan kordinasi dengan pihak – pihak terkait ke tingkat Provinsi,” pungkasnya. (Sn)

Dugaan Pungli di kantor BPN Kabupaten Sumedang : Percepat Proses, Bayar Lebih

0
Ilustrasi

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Migrasi pengurusan sertifikat tanah di kabupaten Sumedang dari manual ke elektronik sudah berjalan dari beberapa waktu lalu. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi dalam proses pendaftaran tanah di seluruh Indonesia.
Namun untuk di kabupaten Sumedang hal itu sepertinya tidak berjalan dengan mulus, bukanya semakin mudah malah semakin lama dan berlarut-larut dalam setiap proses yang berkaitan dengan pendaftaran tanah, dengan alasan program baru masih harus beradaptasi.

Seiring dengan itu banyak pula oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk dengan sengaja meminta uang lebih dan Modus yang digunakan oleh oknum petugas BPN ini adalah dengan menjanjikan percepatan dalam setiap proses yang berkaitan dengan sertifikat tanah dengan imbalan sejumlah uang di luar ketentuan yang berlaku.

Beberapa warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa mereka diminta membayar sejumlah uang tambahan untuk mempercepat proses pengurusan penerbitan sertifikat tanah, dari balik nama sampai peningkatan hak. Dan Besaran uang yang diminta pun bervariasi, tergantung dari jenis dan kompleksitas permohonan.

“Saya membayar 2 juta rupiah untuk mempercepat proses balik nama sertifikat Katanya kalau enggak bayar, bisa berbulan-bulan baru selesai,” ujar salah seorang warga, Jumat (13/12/2024).

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pegawai notaris yang menyatakan tanpa uang lebih jangan harap pekerjaan bisa cepat selesai.

Praktik pungli ini tentunya sangat merugikan masyarakat, terutama bagi mereka yang sangat membutuhkan sertifikat tanah dalam waktu cepat. Selain merogoh kocek lebih dalam, praktik pungli juga dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Untuk mengkonfirmasikan hal ini jurnalis Aswajanews dan pelitaindonews mencoba mendatangi kantor BPN kabupaten Sumedang, namun kebetulan hampir semua pejabat yang berwenang sedang ada kegiatan di luar dan menurut informasi kegiatan tersebut berkaitan dengan syukuran PTSL dengan acara memancing ikan di kecamatan Conggeang Kab Sumedang. (Kalbarudin)

Kompak Deklarasikan Tolak Tindakan Korupsi

0
Forkompinda kota Cimahi bersama KPK Deklarasi Tolak Tindakkan Korupsi

CIMAHI (Aswajanews.id) – Bertempat di loby Gedung Teckonopark, Baros, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (12/12) rekan-rekan wartawan mitra Pemkot Cimahi, akhirnya memenuhi undangan jumpa pers di hadapan para Forkompinda kota Cimahi dan bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Undangan itu dilakukan Inspektorat Kota Cimahi, melalui Humas Pemerintah Kota Cimahi dalam rangka memperingati rangkaian Hari Anti Korupsi sedunia (Hakordia), setiap tanggal 9 Desember.

Momentum penting perjuangan masyarakat global tersebut gaungkan lagi dan secara khusus diaminin dengan gebyar yang sedikit berbeda dan bahkan pertama kalinya dipublikasi dalam jumpa pers.

Kegiatan yang tertata rapih dalam sebuah roundown baik sebelum dan sesudah hari anti Korupsi itu memperlihatkan keseriusan Pemerintah Kota Cimahi memagari praktik praktik dan upaya tindakan korupsi kedepan.

Disadari bahwa Korupsi dapat merugikan kehidupan sosial dan kemasyakatan untuk itu  Hakordia tahun 2024 merupakan bagian penting para pihak, unsur Forkompinda Kota Cimahi menyampaikan pesan itu kepada masyarakat, para stakeholder agar bersinergi dalam upaya melakukan pencegahan dan pemberantasan  praktik-praktik dan tindakkan  korupsi sejak dini.

Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Budi Raharja, Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cimahi, Arif Raharjo, Kodim 0609 dan mewakili KPK ibu Irawati masing-masing berkesempatan memberikan stegmen, secara bergantian berkaitan dengan upaya upaya dalam memerangi budaya anti korupsi di Kota Cimahi.

Sekda Kota Cimahi, Budi Raharja mengapresiasi sejumlah rangkaian acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2024 tingkat Kota Cimahi, yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kota Cimahi.

“Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa Hari Anti Korupsi Sedunia telah diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya pencegahan dan pemberantasan anti korupsi diseluruh sektor. Kegiatan Hakordia tingkat Kota Cimahi ini diperingati salah satunya melalui kegiatan talkshow pada hari ini, intinya bahwa kami pemerintah Kota Cimahi berkomitmen untuk terus melakukan upaya upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Kota Cimahi ini,” ungkap Sekda.

“Kami mendapat dukungan dari masyarakat Kota Cimahi dan para stakeholder masyarakat Kota Cimahi dan kita bersama sama ingin mencegah dan memberantas korupsi di Kota Cimahi yang kita cintai ini,” imbuhnya.

Menurut Sekda Kota Cimahi, tidak hanya dari unsur birokrat saja, yang melakukan upaya upaya  pencegahan dan pemberantasaan korupsi, tapi mari kita Bersama-sama seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen masyarakat untuk turut mendukung upaya upaya pencegahan budaya anti  korupsi di Kota Cimahi. Supaya kedepan kota Cimahi menjadi lebih baik lagi dengn visi kota Cimahi yg Campernik, Kota Cimahi yang maju dan berkarakter.

Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, menegaskan moment hari ini adalah rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia 2024 intisarinya, kami sebagai wakil dewan Perwakilan Rakyat Kota Cimahi turut mendukung acara ini.  Momentum Hakordia baginya adalah yang paling baik buat masyarakat kota cimahi, bisa mengantisipasi dan menanggulangi pencegahan praktek praktek anti korupsi kedepan

Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi, Arif Raharjo, SH, M. H, berbangga hati, karena para kolega-keloganya baik dari aparat penegak hukum (APH) Sekda, Kepolisian, Kodim ikut hadir memperingati acara hari ini. Hal itu menunjukkan APH bersama Pemkot Cimahi   selalu sinergi dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Dikatakannya, bersinergi dengan APH dan ini tidak kalah pentingnya dengan upaya represif, peringatan atau kampanye hari anti korupsi. Sekaligus merupakan salah satu upaya pencegahan dan kami semua pada intinya berkomitmen, mewujudkkan pemerintahan birokrasi yang bersih dan mudah mudahan, budaya anti korupsi terwujud di Kota Cimahi sehingga iklim usaha, iklim ekonomi, iklim investasi yang sehat dan pada akhirnya membawa kepada kesejahteraan masyarakat Kota Cimahi khususnya, maupun Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya.

Pernyataan dari perwakilan KPK di hadapan para jurnlis mitra Pemerintah Kota Cimahi

Irawati selaku perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang hadir pun sangat mengapresiasi rangkaian kegiatan dari pemerintah Kota Cimahi dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia.

Hari (9/12) tonggak sejarah bahwa seluruh negara berkomitmen sebagai hari anti korupsi. Kami berharap pemerintah untuk saling bersinergi, seluruh takelain tentukan bahwa untuk indonesia maju. Dengan harapan Kota Cimahi dengan diadakannya hakordia ini menjadi tonggak awal komitmen bersama seluruh stakeholder. Di sini sudah hadir baik legislatif, eksekutif, yudikatif dan penegak hukum dan rekan-rekan pers dan warga masyarakat bahwa Kota Cimahi bisa lebih baik, bisa jauh bebas dari korupsi dan kita semua bersatu padu memberantas korupsi dan upaya anti korupsi harus dilaksanakan oleh semua pihak, dampak dari perbaikan sistem harus dimulai pengangaran yang harus melibatkan eksekutif, legislatif. Harus bisa merangkul proses penaggaran yg dapat menjadikan Kota Cmahi menjadi lebih baik, melepaskan unsur unsur korupsi, perbaikan sistem pelayanaan yang dapat menutup cela cela korupsi. Dari segi penindakkan dan dari segi elaborasi antara pihak kejaksaan dan pihak kepolisian dan di bantu dalam ketertiban dan keamanan di kota Cimahi, unsur TNI kita bersatu padu untuk bersama melihat ketika ada pristiwa hukum tindak pidana korupsi maka kita lakukan sinergi yang baik sehingga dapat terwujud harmonisasi upaya pencegahan dan pemberantasaan korupsi di Kota Cimahi.

Sekaligus berharap unsur media dan masyarakat membantu pemerintqh Kota Cimahi menjadi lebih baik dan bebas dari korupsi. Intinya kami sangat mengapresiasi dan melihat adanya penandatangan fakta integritas oleh seluruh ASN, Kepala OPD dengan harapan berdampak pada perubahan kualitas pelayanan yang pada akhirnya dapat dilakukan dan dirasakan oleh kita semua di warga Kota Cimahi. (Sinto)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pentas Karya Komunitas Sastra dan Literasi 2024: Unjuk Karya Penerima Bantuan Pemerintah

0
Kepala Badan Bahasa, Prof. Dr. Endang Aminudin Aziz, MA., Ph.D.
Kepala Badan Bahasa, Prof. Dr. Endang Aminudin Aziz, MA., Ph.D.

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), sukses menggelar Pentas Karya Komunitas Sastra dan Literasi Nasional 2024 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Acara ini merupakan salah satu rangkaian Bantuan Pemerintah bagi Komunitas Sastra dan Festival Literasi Nasional Tahun 2024 yang berlangsung serempak pada tanggal 8 s.d. 12 Desember 2024.

“Terima kasih kepada seluruh pegiat literasi dan sastra yang telah berkelanjutan tiada henti dengan tetap menggelorakan kegiatan literasi dan kesastraan walaupun bantuan pemerintah baru diberikan sejak tahun lalu. Sejatinya, kemandirian telah terlihat dengan hidupnya banyak komunitas yang terus aktif berkarya untuk kemajuan sastra di Indonesia,” ungkap Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz, saat membuka acara, Selasa (10/12).

Aminudin menambahkan bahwa bantuan yang diberikan kepada para komunitas literasi, sastra, dan sastrawan merupakan insentif atas apa yang telah dilakukan terhadap program-program pemerintah dari aspek masyarakat. Ia menegaskan bahwa bantuan ini akan memperkuat agar program-program pemerintah itu dapat maksimal dilaksanakan sesuai dengan kreativitas yang berkembang di masyarakat.

“Tiga tahun terakhir Badan Bahasa juga telah melibatkan generasi muda yang diwakili oleh Duta Bahasa di seluruh Indonesia untuk bekerja sama melakukan pengawalan program-program yang sudah direncanakan Badan Bahasa dan juga mengajak rekan seusia mereka untuk aktif dalam kegiatan kesastraaan,” ujarnya.

Terkait dengan kegiatan peningkatan kecakapan literasi, Aminudin menuturkan bahwa pada tahun ini Badan Bahasa akan mendorong para aktivis di Pramuka, OSIS, dan juga ekstrakurikuler lainnya di sekolah untuk terlibat aktif sehingga dengan hal tersebut dapat meningkatkan kecakapan literasi menjadi jauh lebih baik.

“Terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, para mitra, dan seluruh pihak yang berkontribusi atas pelaksanaan kegiatan ini. Semoga kontribusi dari komunitas literasi, sastra, dan sastrawan terus menggema memajukan kesastraan Indonesia dan menginspirasi masyarakat luas,” pungkas Aminudin.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo,  mengatakan bahwa tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah memberikan ruang apresiasi kepada komunitas sastra dan literasi 2024 untuk menampilkan, mengekspresikan, dan mempertanggungjawabkan bantuan dari pemerintah yang telah diterima.

Imam menyebut, pada tahun 2023 Badan Bahasa membuka peluang kepada para komunitas sastra di seluruh Indonesia. Setelah melewati proses pendaftaran dan penjurian, pada akhirnya terpilih 45 komunitas yang mendapatkan fasilitasi dan juga terdapat 34 sastrawan yang turut menerima apresiasi.

“Untuk tahun 2024, telah terjadi kenaikan dari jumlah penerima apresiasi. Kami laporkan bahwa pendaftaran apresiasi komunitas sastra mencapai 745 dan yang terpilih mendapatkan fasilitasi adalah sebanyak 97 komunitas. Pada komunitas literasi, total pendaftar mencapai 1.300 dan sebanyak 340 telah terpilih untuk mendapatkan apresiasi, serta pada apresiasi usia 40 dan 50 tahun berkarya telah terpilih sebanyak 121 sastrawan,” papar Imam.

Terkait pelaksanaan kegiatan, Imam menambahkan bahwa acara ini dihadiri kurang lebih 1.300 undangan yang terdiri dari komunitas sastra, komunitas literasi, tokoh bahasa, tokoh literasi, akademisi yang terlibat dari proses kurasi, peserta diskusi kelompok terpumpun, duta bahasa, dan juga para peserta didik beserta guru pendamping.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan acara ini. Kami berharap pementasan karya ini menjadi bukan hanya menjadi sebuah hiburan, melainkan juga memperlihatkan bahwa peran komunitas sastra, komunitas literasi, dan sastrawan sangat penting untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat Indonesia, khususnya dalam perkembangan sastra dan literasi,” pungkas Imam.

Pelaksanaan acara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Komunikasi dan Media, dan Kepala Balai/Kantor Bahasa seluruh Indonesia.

Sejumlah Rangkaian Acara

Dengan mengusung tema “Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya untuk Indonesia Emas” guna mendukung pendidikan bermutu untuk semua, pentas karya menjadi wadah apresiasi bagi komunitas sastra dan literasi melalui unjuk karya serta penyebarluasan informasi dan program bantuan pemerintah (banpem) bidang kebahasaan dan kesastraan. Festival itu juga menjadi wadah pertanggungjawaban komunitas penerima bantuan pemerintah kepada publik secara langsung dan terbuka.

Rangkaian acara Pentas Karya Komunitas Sastra dan Literasi Nasional 2024 dikemas bersama sejumlah kegiatan berikut. Pertama, Pementasan karya sastra dan literasi berupa pentas dongeng isyarat kelompok difabel, syair Aceh, dolanan (permainan) anak, pertunjukan teater anak, pembacaan puisi oleh sastrawan, musikalisasi puisi, serta hasil kegiatan komunitas sastra dan literasi di berbagai daerah.

Kedua, Pameran produk dan karya penerima Bantuan Pemerintah Bidang Literasi dan Sastra yang menampilkan buku, film dokumenter, antologi karya penerima bantuan berupa puisi, cerita pendek, novel, karya jurnalistik hingga berbagai inovasi literasi dan karya sastra penerima bantuan.

Ketiga, Pelaporan dan Evaluasi Pelaksanaan Program Komunitas Sastra. Kegiatan ini mengundang 97 ketua komunitas sastra. Diharapkan dari kegiatan ini pelaksanaan dan pelaporan komunitas sastra bisa dipertanggungjawabkan.

Keempat, Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT): Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya untuk Indonesia Emas dalam rangka mendukung pendidikan bermutu untuk semua. DKT bertujuan untuk menemukan solusi yang aplikatif terhadap berbagai permasalahan terkait pengembangan sastra dan literasi di Indonesia serta menyusun rekomendasi kebijakan yang relevan dengan isu-isu yang dihadapi dunia pendidikan dan sastra. Kegiatan ini dihadiri oleh 45 orang yang terdiri atas akademisi, sastrawan, budayawan, pegiat literasi, dan pejabat di lingkungan Badan Bahasa.

Kelima, Gelar Wicara: Berbagi Praktik Baik dari Komunitas Literasi Penerima Bantuan Pemerintah Tahun 2024 dengan mengusung tema Pemberdayaan dan Penguatan Jejaring Komunitas Literasi. Kegiatan ini akan dihadiri oleh perwakilan komunitas penerima bantuan pemerintah tahun 2024 sejumlah 150 komunitas dan anggota KKLP Literasi dari Balai/Kantor Bahasa di seluruh Indonesia serta 100 komunitas literasi binaan Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra.

Keenam, Peluncuran Buku Novel Residensi Penulis Buku Cerita Anak di Wilayah 3T. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan karya para penulis yang telah mengikuti residensi di wilayah 3T ke sasaran pembacanya, yaitu pembaca di jenjang membaca E (rentang usia 16–18 tahun). Kegiatan ini dihadiri oleh 25 penulis program residensi dan 100 orang siswa SMA/Sederajat dan guru pendamping di wilayah DKI Jakarta.

Ketujuh, Krida Duta Bahasa bagi Aktivis Sekolah dan Kampus. Kegiatan ini berisi kegiatan pelantikan, pembekalan, dan rapat kerja Pengurus Ikadubasnas (Ikatan Duta Bahasa Nasional) Periode 2024—2026 serta penganugerahan Apresiasi dan Penghargaan: Komunitas literasi dan penampilan terbaik Krida Aktivis Muda 2024. (Sumber: Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kunker ke Kejari Karawang, Kajati Jabar Bantu Korban Banjir di Karangligar

0
Kajati Jabar Katarina Endang Sarwestri, S.H.,M.H
Kajati Jabar Katarina Endang Sarwestri, S.H.,M.H

KARAWANG (Aswajanews.id) – Kajati Jabar Katarina Endang Sarwestri, S.H.,M.H melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kejaksaan Negeri Karawang pada, Kamis, 12 Desember 2024. Dalam kunjungan kerja tersebut Kajati didampingi oleh Asisten Intelijen Eko Adhyaksono, S.H., M.H., Asisten Pembinaan Dr. Mia Banulita, Kabag TU Kejati Jabar Surya Budi Darma, S.H., M.H. dan Kasi Penkum Nur Sricahyawijaya, S.H., M.H beserta jajaran.

Dalam kunjungan kerja tersebut Kajati meninjau kondisi kantor dan sarana prasarana seperti ruang barang bukti, manajemen perawatan terhadap barang bukti. Dalam kesempatan tersebut Kajati bertatap muka serta meresmikan gedung Aula baru Kejari Karawang. Kajati juga menghimbau agar kebersihan kantor dan kekompakan antar sesama tetap dijaga serta menjalin kolaborasi dalam pelaksanaan tugas.

Dalam acara tatap muka Kajati berdialog secara langsung dengan para pegawai mendengarkan masukan-masukan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat mencari solusi mengenai masalah tersebut, Kajati berpesan untuk selalu lakukan tugas dengan baik jaga institusi tercinta kita ini, jaga nama baik dan jaga keluarga dalam setiap pelaksanaan tugas serta bijak dalam menggunakan medsos. Disela kunjungan kajati  memberikan bantuan berupa sembako untuk para pegawai Honor dan PPNPN Kejaksaan Negeri Karawang.

Disela kunjungan kerja tersebut, Kajati melakukan peninjauan ke Desa Karangligar Karawang untuk melihat langsung kondisi desa dan Masyarakat yang terdampak banjir, atas kejadian bencana banjir tersebut kajati turut merasakan duka dan prihatin atas dampak bencana banjir yang melanda daerah ini.

“Kami hadir untuk menunjukkan rasa kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi musibah ini dan memastikan bahwa pemerintah bersama berbagai pihak terkait akan terus berupaya memberikan bantuan dan penanganan sebaik mungkin. Bantuan logistik, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya telah disiapkan agar dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,” ungkap Kajati Jabar.

Kejati jabar juga mengadakan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat terdampak banjir secara gratis dan memberikan bantuan sembako. (Kasi Penkum Kejati Jabar)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts