Google search engine
Beranda blog Halaman 116

Pemerintah Makin Gencar Tinjau Pelayanan Program MBG

0
Panglima TNI Agus Subiyanto berpose bersama para penerima bantuan tali kasih

CIMAHI (Aswajanews.id) – Pemerintah terus meninjau proses pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah di Indonesia. Dimana Peninjauan itu, menjadi bagian penting agar dapat meminimalisir berbagai keluhan dan memastikan program unggulan presiden Prabowo Subiyanto itu berjalan baik dan lancar serta tepat sasaran.

Program yang diklaim sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memerangi masalah gizi buruk, masalah stunting, serta mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas pendidikan anak itu. Menjadi salah satu program primadona dan ditunggu masyarakat.

Semenjak presiden terpilih, Prabowo Subiyanto dilantik, sejumlah kunjungan ke kota Cimahi, berkaitan dengan program tersebut terus berdatangan. Pada bulan Januari, persis (6/2/2025), saat melauncing program tersebut, mendapat kunjungan kehormatan dari Manteri Pemuda dan olahraga. Tak lama berselang Panglima TNI Agus Subiyanto, tepatnya, Kamis (6/2). Kedua kunjungan itu, ingin memastikan kesiapan dapur umum dan proses pelayanan MBG ke sejumlah sekolah yang ada di Kota Cimahi.

Panglima TNI Agus Subiyanto tinjau MBG di SDN Pasir Kaliki Mandiri 2 Kota Cimahi

Namun hingga saat ini dari beberapa peninjauan itu, Kota Cimahi masih saja memiliki satu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kelurahan Pasir Kaliki. Dengan demikian berakibat kepada belum meratanya distribusi makanan bergizi gratis di Kota Cimahi. Karena daya tampung satu dapur untuk melayani kisaran 3 ribu siswa/i.

Sejauh pantauan Aswajanews, penyedia fasilitas penunjang yang masih kurang, seperti Satuan Pelayanan pemenuhan Gizi (SPPG) akan sangat berpengaruh terhadap penyebaran makanan. Karena bertugas memasukkan makanan kepada penerima manfaat, seperti anak PAUD, TK hingga SMA. Untuk pelayanan Makanan gizi di Kota Cimahi saja masih menggunakan satu dapur, sehingga pendistibusian masih di area Cimahi Utara. Apabila dikalkulasi dengan siswa Kota Cimahi, sekitar 30 ribu berarti harus memiliki 10 dapur umum yang tersebar, di ketiga kecamatan se-kota Cimahi.

“Kondisi ini membuat pelayanan akan dilaksanakan secara bertahap sambil menunggu penambahan dapur umum seperti di Kodim 0609 dan beberapa titik lainnya,” ungkap Pj Walikota Cimahi Drs Beny Bachtiar, M.Si di sela-sela mendampingi panglima.

Diungkapkannya, sesuai arahan Panglima untuk para penyedia dan kodim setempat untuk segera mengakselerasi kira-kira apa saja yang dibutuhkan dan program ini sudah berjalan dan akan melayani seluruh sekolah se-kota Cimahi.

Selaku kepala daerah, “Kami hanya mensupport program dan kegiatan tersebut, sebagaimana instruksi Manteri maupun bapak presiden.Sementara untuk semua pembiayaan dan anggaran berasal dari pemerintah pusat. Cuma bersama pemerintah daerah mengkolaborasikan supaya makanan bergizi ini betul-betul tepat sasaran”.

Panglima TNI Agus Subiyanto tinjau MBG di SDN Pasir Kaliki Mandiri 2 Kota Cimahi

Dari kedua kunjungan, menyasar tempat yang sama dengan selang waktu sekitar sebulan.  Selain memonitor proses pelaksanaan pelayanan makanan Bergizi Gratis. Panglima TNI ingin bertatap muka degan para siswa/i, menyaksikan langsung hidangan menu makanan yang disajikan  kepada setiap siswanya, sembari membagikan bingkisan sebagai wujud tali kasih atas kunjungannya tersebut.

Kepala SDN Pasir Kaliki Mandiri 2, Achmad Kustiawan mengungkapkan, Alhamdulillah, kita mendapat keberkahan dan tidak semua sekolah dikunjungi oleh seorang panglima. Mudah-mudahan dengan program MBG dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan partisipasi belajar siswa kedepannya. (Sinto)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Alumni Lirboyo Angkatan 2000 Selenggarakan Temu Kangen dalam Rangkaian Reuni Akbar

0
Temu kangen Alumni Lirboyo angkatan 2000 di ruang An Nahdlah

KEDIRI (Aswajanews.id) – Alumni Lirboyo angkatan tahun 2000 dengan nama “Lantabur” menyelenggarakan temu kangen di ruang An Nahdlah. Sebanyak lebih 300 lebih memenuhi ruang An Nahdlah yang sudah disediakan oleh Panitia Reuni Akbar alumni Lirboyo. Mereka hadir dari seluruh pelosok nusantara, mulai Sumatera, Kalimantan, Lampung, Banten, Pulau Jawa dan Madura.

Salah satu alumni mengatakan bahwa diri sengaja hadir jaur dari Demak karena sejak lepas dari Lirboyo belum pernah ketemu dengan teman teman alumni. “Alhamdulillah hari ini saya bisa bertemu dengan teman teman seangkatan yang dulu pernah bareng di MHM (Madrasah Hidayatul Mubtadiin). Sejak lepas dari Lirboyo saya baru hari ini bisa bertemu kembali,” kata Dimyati alumni asal kota wali Demak.

Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 8 Februari 2025 dihadiri oleh jajaran Mustahiq (Guru) yang pernah mengajar mulai tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah. Ada Gus Sohib panggilan akrab KH Umar Sohib asal Blitar yang menjadi adik ipar Al Maghfurlah KH Idris Marzuki. KH Ali Zaenal Abidin asli kelahiran Nganjuk, KH Bisri Afand dari Trenggalek, Kyai Mabadi, Kyai Maksum dari Sumatra, KH Taufiqurrahman dan  KH Zaeni Khudlori dari Mojokerto.

Rangkaian acara temu kangen diawali pembukaan oleh Kyai Soleh Isnaeni, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an yang dilantunkan oleh Kyai Agus Aspuri alumni dari Kab Tegal yang pernah menjadi muadzin masjid Pondok Pesantren Lirboyo saat dirinya masih nyantri. Sambutan Panitia disampaikan oleh Ust Imam Sibaweh alumni dari Malang. Sementara sambutan dari beberapa mustahiq diawali oleh Kyai Muhaimin Jamhuri. Di hadapan seluruh alumni Mustahiq yang murah senyum berharap untuk saling mendoakan sambil mengutif kisah seorang Sufi Syekh Ma’ruf Al Karkhi saat silaturahmi di rumah kediaman santrinya dengan meminta doanya saath disuguhi hidangan.

Dalam kesempatan tersebut, KH Bisri Afandi juga berpesan kepada seluruh alumni untuk selalu birul walidain, khidmah  kira kepada kedua orang tua kita agar lebih ditingkatkan. Kehadiran kita saat ini adalah dalam rangka memenuhi panggilan orang tua kita, guru-guru kita di Pondok Pesantren Lirboyo. Apapun pekerjaan dan profesi kita saat Lirboyo memanggil maka harus dipenuhi.

Sementara Kyai Maksum memberikan pesan, bahwa nasyrul Ilmi tidak harus alim atau pinter. Saat ada orang yang minta untuk diajari tentang huruf arab misalnya, maka kita wajib menyampaikan. Kalau tidak menyampaikan maka kita berdosa. Dirinya juga menceritakan kisahnya saat mengajarkan anak anak pada lembaga pendidikan formal. Dirinya berkeyakinan bahwa Alloh akan mencukupi rizkinya orang yang mengajarkan ngaji. “Sungguh mulia orang yang mengajarkan ibadah dan ngaji Qur’an untuk anak anak. Jangan menyimpan ilmu, tapi sampaikan ilmu untuk mereka yang membutuhkan,” pungkas pesan Beliau.

Sambutan atas nama alumni disampaikan oleh KH Muflih dari Malang yang kebetulan menjadi bos travel. Dihadapan alumni KH Muflih menyampaikan pujian dan terima kasih kepada beberapa mustahiq yang telah menyampaikan ilmunya. Dirinya juga teringat saat belajar dulu di MHM. H Muflih mengungkapkan kecintaan kepada Lirboyo dan mengajak kepada alumni untuk memondokan anaknya di Lirboyo. H Muflih yang saat sekarang menjadi pengasuh pondok pesantren di Malang menambahkan bahwa sebagai wujud cintanya kepada Lirboyo, Pondok Pesantren yang diasuh mayoritas Pengajarnya dari alumni Pondok Pesantren Lirboyo.

Sambutan atas alumni berikutnya disampaikan oleh Kyai Kholid Badrudin dari Brebes. Di hadapan para mustahiq Kholid Badrudin menyampaikan saat pengamalan menjadi murid Beliau. Lebih dari itu dirinya menyempatkan beberapa kelebihan alumni setelah tamat dari Pondok Pesantren. Dirinya mengakhiri dengan permohonan maaf kepada para mustahiq dan mohon doa dari para Mustahiq.

Rangkaian acara temu kangen alumni Lirboyo angkatan tahun 2000 ditutup dengan doa dari seluruh mustahiq yang hadir. Usai doa yang diamini oleh seluruh alumni dilanjutkan dengan musafaha dan foto bersama. (Red/Nas)

www.youtube.com/@anas-aswaja

HIMASAL Brebes Berangkatkan 6 Bus dan Puluhan Mobil Kecil Hadiri Reuni Akbar Lirboyo

0
Alumni Pondok Pesantren Lirboyo dari Brebes hadiri Reuni Akbar dan Munas HIMASAL dan LIM

BREBES (Aswajanews.id) – Sebanyak 6 armada bus dan puluhan mobil elef dan pribadi akan berangkat menuju Pondok Pesantren Lirboyo dalam rangka Reuni Akbar dan Munas HIMASAL dan LIM. Untuk armada bus akan diberangkatkan dari beberapa titik dengan dua estafet. Estafet pertama akan berangkat pada hari Kamis malam Jumat, 6 Februari dan untuk estafet yang kedua berangkat pada Jumat malam Sabtu, 7 Februari 2025.

Selaku koordinator rombongan Reuni Akbar dari HIMASAL Kab Brebes, Tobandi mengatakan bahwa rombongan Reuni yang dikoordinir oleh Panitia yang ditunjuk oleh PC HIMASAL Kab Brebes. “Alhamdulillah Kab Brebes bisa memberangkatkan alumni dengan 6 armada bus dan puluhan mobil pribadi dan elef. Untuk pemberangkatan malam ini ada 4 bus, sementara untuk yang kemarin (malam Jumat) dengan 2 armada bus,” kata Tobandi.

Saat di rest area km 275 wilayah Tegal, Ketua PAC HIMASAL Wanasari Akhmad Sururi menginformasikan bahwa untuk alumni Lirboyo dari Kec Wanasari pada malam Sabtu diberangkatkan dari dua titik lokasi yaitu di pertigaan desa Sisalam dan Pebatan. ” Alumni dari Kec Wanasari berangkat dari dua titik yaitu di Sisalam dan Pebatan. Kita sudah siap berangkat niat menghadiri Reuni Akbar Lirboyo sekaligus sowan dan ziarah ke Masyayekh Lirboyo. Meskipun setiap tahun ke Lirboyo, namun ke hadiran alumni saat ini memiliki makna yang sangat khusus. Hal tersebut karena kita hadir dalam perhelatan Reuni Akbar yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali,” tambah alumni Lirboyo angkatan tahun 2000.

“Reuni Akbar Lirboyo memiliki magnet tersendiri untuk seluruh alumni. Karena acara akbar setiap lima tahun sekali menjadi wahana silaturahmi seluruh alumni mulai pertama sampai sekarang. Jadi yang sepuh sepuh nanti ketemu dalam acara tersebut. Didamping agenda Reuni juga sekaligus Munas HIMASAL dan LIM.Kedua agenda tersebut diikuti oleh pengurus cabang, pengurus wilayah HIMASAL se Indonesia,” pungkas Akhmad Sururi. (Red/Nas)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Panglima TNI Tinjau Program MBG di Cimahi

0

Cimahi (Aswajanews.id) – Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., didampingi Pangkostrad, Pangdam III/Siliwangi, Para Asisten Panglima TNI, Danpuspom, Kapuskes dan Kapuspen TNI meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Pasir Kaliki Mandiri 2, Kota Cimahi, Kamis (06/02/2025).

Panglima TNI disambut oleh Danrem 062/TN, Dandim 0609/Cimahi, Pj. Wali Kota Cimahi, Kepala Sekolah dan para guru SD Negeri Pasir Kaliki Mandiri 2. Sedangkan aktifitas murid-murid SD berjalan seperti biasanya didalam kelas.

Program MBG merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Asta Cita Presiden RI untuk memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.

Makanan bergizi memainkan peran penting dalam tumbuh kembang anak, baik fisik maupun kognitif. Program MBG yang telah diluncurkan sejak Januari 2025 dilaksanakan secara bertahap pada tiap daerah.

TNI berkomitmen untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis melalui pendampingan maupun lainnya untuk memastikan program berjalan sesuai rencana pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI masuk dan melihat suasana kelas saat anak-anak menikmati menu MBG. Panglima TNI juga berinteraksi dengan para guru dan murid serta memberikan tali asih, baik kepada guru mapun siswa sebagai apresiasi dan dukungan terhadap dunia pendidikan.

Sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, BGN serta berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan Program MBG dalam menjangkau ke seluruh wilayah, sehingga dapat mendorong pencapaian visi Indonesia Emas 2045. (Pendam III/Siliwangi)

Kejagung Temukan Aliran Dana Ilegal Kripto Rugikan Negara Rp1,3 T

0
Jaksa Agung Bidang Tindak Pidana Umum Asep Nana Mulyana
Jaksa Agung Bidang Tindak Pidana Umum Asep Nana Mulyana

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan aliran dana ilegal dalam bentuk mata uang kripto yang merugikan keuangan negara sebesar Rp1,3 triliun.

Jaksa Agung Bidang Tindak Pidana Umum Asep Nana Mulyana mengatakan dalam beberapa waktu terakhir telah terjadi peningkatan kasus penipuan investasi melalui instrumen kripto.

Asep menyebut temuan itu sejalan dengan laporan Internasional yang mencatat Indonesia berada di peringkat ketiga dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2024 dengan total transaksi mencapai 157,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

“Perkembangan ini mengakibatkan dua dampak, yakni peningkatan kesadaran masyarakat terkait inovasi digital, tetapi juga menimbulkan risiko penyalahgunaan teknologi,” kata Asep dalam keterangannya, dikutip Kamis (6/2).

Asep juga menyoroti penggunaan perangkat digital oleh para pelaku untuk menyamarkan tindak pidana dan mengelabui para aparat penegak hukum.

Salah satunya yakni dengan metode mixer dan tumbler untuk menghilangkan jejak transaksi serta memindahkan aset antar blockchain tanpa terdeteksi. Oleh karenanya, ia meminta agar jajaran Korps Adhyaksa memiliki kompetensi khusus dan kapasitas teknis untuk memahami mekanisme transaksi digital dan menelusuri aliran dana, khususnya kripto.

“Tidak cukup apabila kita hanya bertumpu pada metode konvensional untuk menyelesaikan perkara ini,” kata Asep.

“Kita akan menghadapi banyak kasus yang menuntut kolaborasi antar satuan kerja. Dengan pemahaman yang sama, tentu best practices dalam investigasi aset kripto perlu menjadi pengetahuan kolektif,” imbuhnya.

Bertalian dengan itu, Asep mengatakan pemerintah saat ini juga telah berupaya menciptakan ekosistem kripto yang tertib dan aman melalui pembentukan UU Penguatan Sektor Keuangan (UU PSK) tentang Aset Kripto.

“Diharapkan Kejaksaan dapat memastikan bahwa setiap pelanggaran hukum di sektor aset kripto tidak lolos dari jerat hukum,” pungkasnya. (Red/Nas)

Harlah ke-102 NU, Presiden Prabowo Apresiasi Jasa Besar NU Terhadap Indonesia

0
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025). (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu, 5 Februari 2025. Resepsi puncak peringatan Harlah NU pada tahun ini mengangkat tema “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat.”

Peringatan ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dikumandangkan dengan khidmat oleh seluruh peserta. Suasana makin syahdu ketika paduan suara dari SMK Ma’arif Depok menyanyikan lagu “Yaa Lal Wathan” yang membangkitkan semangat nasionalisme dan lagu “Satu Abad Nahdlatul Ulama” oleh Orchestra Alma NU.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-quran yang memberikan nuansa religius dan menambah kekhidmatan dalam peringatan Harlah NU. Selanjutnya, pada perayaan Harlah hari ini, Pengurus Besar NU (PBNU) dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of undestanding (MoU) yang disaksikan secara langsung oleh Presiden Prabowo.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, dalam laporannya mengatakan bahwa NU siap untuk mendukung penuh program dan agenda nasional pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis (MBG).

“Kami telah membentuk tim akselerasi NU untuk pelaksanaan program makanan bergizi gratis dan telah mulai bekerja bersama BGN untuk berkontribusi bagi sukses program makan bergizi gratis tersebut insyaallah,” ucap Ketua Umum PBNU.

Sementara itu, Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Lahir ke-102 NU. Kepala Negara juga mengapresiasi peran dan kontribusi NU terhadap lahirnya bangsa Indonesia.

“Atas nama pribadi dan atas nama pemerintah Republik Indonesia, sekali lagi selamat kepada NU. NU punya jasa besar terhadap lahirnya bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama Tahun 2025. Untuk diketahui, kedua acara tersebut digelar pada tanggal 5 hingga 7 Februari 2025 mendatang.

Turut hadir dalam peringatan Harlah NU yakni Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Wakil Presiden Ke-13 RI Ma’ruf Amin, para duta besar, para Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Rais Aam PBNU Miftahul Akhyar, dan Sekretaris Jenderal PBNU Syaifullah Yusuf. (BPMI Setpres)

Peran Kyai Kultural NU Janganlah Dilupakan, Banyak Karomah dan Keramat Ada pada Diri Beliau

0
Oleh; A’isy Hanif Firdaus, S.Ag., Mahasiswa Pascasarjana FAI Universitas Wahid Hasyim Semarang

Kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan di Indonesia tak bisa dipisahkan dari peran penting para Kyai, khususnya Kyai Kultural Nahdlatul Ulama (NU). Kyai bukan hanya seorang pemimpin agama, tetapi juga seorang tokoh yang mampu memberikan pengaruh yang mendalam bagi masyarakat khususnya dikawasan pedesaan. Dalam konteks Nahdlatul Ulama, kyai memegang peranan sebagai penjaga tradisi, penyebar nilai-nilai keislaman yang moderat, dan pemimpin yang berkaromah. Karomah dan keramat yang ada pada diri beliau tidak hanya berkaitan dengan hal-hal spiritual yang luar biasa, tetapi juga dengan kebijaksanaan, kesopanan, kesantunan dalam mengarahkan umat menuju kehidupan yang lebih baik, penuh kedamaian, dan keharmonisan.

Penulis menyadari sebagai bagian dari keluarga besar Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, para kyai memiliki peran yang sangat besar dalam memelihara dan memperkenalkan ajaran Islam yang penuh dengan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan kedamaian. Hal ini sangat penting dalam masyarakat Indonesia yang terus tumbuh multikultural dan majemuk. Sebagai ulama yang berwawasan luas, para kyai tidak hanya menekankan pentingnya ilmu agama, tetapi juga memahami dinamika sosial, perekonomian dan budaya yang berkembang di masyarakat. Melalui pendekatan kultural inilah, para kyai berhasil menjadikan NU sebagai organisasi yang selalu relevan dan dekat dengan umat, tanpa meninggalkan akar-akar ajaran Islam yang sudah berjalan secara murni.

Karomah yang dimiliki oleh Kyai Kultural NU tidak terbatas pada hal-hal yang bersifat ghaib atau luar biasa saja, seperti yang sering dipahami masyarakat bahwa ada kyai tukang suwuk (mengobati menggunakan media air). Karomah beliau juga tercermin dalam cara beliau membimbing umat untuk hidup dalam kedamaian, mengedepankan sikap tawadhu’, dan menunjukkan keteguhan dalam prinsip-prinsip ajaran Islam yang moderat. Salah satu karomah utama seorang kyai adalah kemampuannya dalam membawa umat untuk dapat berpikir jernih, tenang, dan tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu-isu negatif yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.

Keramat yang dimiliki oleh seorang Kyai Kultural NU tidak selalu tampak dalam bentuk yang mencolok. Banyak di antaranya hasil dari kesabaran, keteguhan hati, dan ketulusan dalam mengabdi kepada umat. Beliau mengajarkan kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui akhlak yang mulia, menjaga hubungan baik dengan sesama, dan hidup dengan penuh rasa syukur. Keberadaan beliau sering kali menjadi sumber inspirasi bagi umat yang ingin memperbaiki diri dan masyarakat sekitar. Bahkan, banyak yang merasakan keberkahan dalam setiap doa dan usaha yang beliau panjatkan untuk kebaikan umat.

Namun, yang tak kalah penting adalah sikap keteladanan yang ditunjukkan oleh para kyai. Mereka bukan hanya memberi ceramah atau nasihat semata, akan tetapi mereka juga menunjukkan melalui tindakan nyata bagaimana seharusnya seorang Muslim menjalani kehidupan. Mereka mengajarkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat gotong royong, serta memberikan perhatian yang besar terhadap pendidikan dan kesejahteraan umat. Dalam setiap langkah kehidupan mereka, para kyai menunjukkan kepada kita bagaimana menjadi pribadi yang shaleh, cerdas, dan peduli terhadap orang lain.

Seiring berjalannya waktu, penulis mempunyai kekhawatiran bahwa peran penting para kyai, khususnya Kyai Kultural NU, mulai dilupakan. Masyarakat modern dengan berbagai tantangan dan perubahannya sering kali melupakan nilai-nilai luhur yang telah diajarkan oleh para kyai ini. Namun, jika kita menengok kembali ke masa lalu dan mengenang kontribusi besar yang telah diberikan, kita akan menyadari bahwa warisan yang mereka tinggalkan sangat berharga. Keberagaman dan kemajuan yang kita nikmati saat ini tak lepas dari hasil perjuangan mereka dalam menjaga nilai-nilai agama, budaya, dan sosial.

Dalam setiap langkah kita menuju masa depan, kita harus senantiasa mengingat jasa-jasanya, menjaga warisan yang telah mereka berikan, dan meneruskan perjuangan mereka. Banyak karomah dan keramat yang ada pada diri para Kyai Kultural NU yang perlu kita kenang dan contohkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai kesederhanaan, ketulusan, dan pengabdian kepada umat yang telah mereka tanamkan harus menjadi pedoman bagi generasi selanjutnya dan tidak akan luntur sampai kapanpun.

Sekali lagi, peran kyai menjadi seseorang yang memberikan warna dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Beliaulah bukan hanya pemimpin agama, tetapi juga pembimbing spiritual yang memandu kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan hidup harmonis dengan sesama. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk terus menghormati dan melestarikan warisan beliau, agar nilai-nilai yang telah diajarkan tetap hidup dan menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi tantangan zaman yang terus menerus berdinamika.

Dengan mengenang dan menghormati Kyai Kultural NU, kita patut menjaga agar banyak karomah dan keramat yang ada pada diri beliau tidak hilang begitu saja, tetapi terus menerus memberikan pencerahan dan keberkahan bagi umat dan bangsa. Aaamiin Wallahu A’lam Bishshowwab

Pangdam III/Slw Tinjau Aktifitas Pangkalan Elpiji

0

Bogor (Aswajanews.id) – Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., CHRMP., bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung, mengecek aktifitas pangkalan elpiji di wilayah Kabupaten Bogor pada Selasa (04/02/2025).

Turut dalam kegiatan tersebut Danrem 061/SK Brigjen TNI Faisol Izzudin Karimi, S.E., Asops Kasdam III/Slw, Dandim 0621/Kab. Bogor, Pj. Bupati Bogor, serta pejabat Korem 061/SK dan Pemda Kab. Bogor.

Beberapa lokasi yang dikunjungi untuk melihat dari dekat aktifitas yang berlangsung diantaranya pangkalan gas elpiji di Desa Bojong Koneng dan Desa Babakan Madang, serta Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Ciawi.

Wamen ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan kepada awak media tentang perubahan sistem distribusi gas elpiji 3 kilogram, yang sebelumnya masyarakat bisa mendapatkan elpiji di pengecer warung kecil, kini distribusinya dilakukan melalui pangkalan resmi. Hal itu dilakukan untuk menjamin subsidi tepat sasaran.

“Pedagang pengecer dan warung kelontong tetap bisa menjual gas elpiji 3 kilogram setelah mereka meningkatkan status menjadi Sub Pangkalan. Ini bertujuan untuk memastikan distribusi yang lebih terstruktur dan terjamin,” ucap Wamen ESDM.

Seluruh jajaran Kodam III/Slw bersama Pemda akan turut serta secara aktif melakukan pengawasan distribusi di lapangan. Harapannya kebutuhan masyarakat terpenuhi dan situasi wilayah tetap terjaga dengan baik. (Pendam III/Siliwangi)

Diskominfo Karawang Gelar Bimtek Indeks Keamanan Informasi (KAMI)

0
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025). (Foto: BPMI Setpres)

Karawang (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Keamanan Informasi (KAMI) di Aula Bappeda Kabupaten Karawang, Rabu (5/2/2024).

Kepala Bidang Persandian pada Diskominfo Kabupaten Karawang, H. Ade Kurnia menuturkan, di era transformasi digital saat ini, keamanan informasi menjadi aspek yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Dengan semakin meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi, kita juga dihadapkan pada berbagai ancaman siber yang dapat berdampak pada kebocoran data, manipulasi informasi, hingga gangguan terhadap layanan publik,” ujarnya.

Oleh karenanya, lanjut dia, diperlukan strategi yang tepat guna memastikan bahwa sistem informasi yang kita gunakan aman, andal, dan sesuai dengan standar yang berlaku. Indeks Keamanan Informasi menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur sejauh mana kesiapan suatu instansi dalam mengelola keamanan informasi.

“Melalui bimbingan teknis ini, saya berharap seluruh peserta dapat memahami konsep, metodologi, serta langkah-langkah strategis dalam meningkatkan keamanan informasi di unit kerja masing-masing,” ungkapnya.

“Implementasi standar keamanan informasi yang baik tidak hanya meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang kita berikan,” tambahnya.

Bimtek ini diikuti oleh seluruh perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karawang dengan menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Ikrima Galuh Nasucha dan Carissa Mega Yulianingrum.

Bimtek ini pun bertujuan untuk menilai kesiapan keamanan informasi dalam suatu instansi berdasarkan standar yang berlaku, membantu organisasi dalam mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan dalam aspek keamanan informasi, dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan tingkat kematangan keamanan informasi. (Red)

Khidmat PPM Santri PP Aziziyah Membawa Keberkahan Masyarakat Jagalempeni Selatan

0
Ramah tamah perpisahan PPM santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al Aziziyah Tangerang

BREBES (Aswajanews.id) – “Selaku pengurus Yayasan Hidayatul Mubtadiin Jagalempeni Selatan saya menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian dan khidmat yang telah dilaksanakan oleh santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Aziziyah Tangerang. Apa yang telah diajarkan untuk seluruh murid MI Hidayatul Mubtadiin memilki atsar atau bekas yang bisa ditindaklanjuti oleh seluruh guru. Meskipun terhitung dengan hari singkat dengan pembelajaran selama kurang dari setengah bulan, namun semoga memilki efek yang dahsyat untuk perkembangan murid-murid,” kata Akhmad Sururi selaku Ketua Yayasan Hidayatul Mubtadiin saat memberikan sambutan pada acara ramah tamah perpisahan santri peserta program Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM).

Dihadapan santri peserta PPM dari Pondok Pesantren Aziziyah Tangerang dan dewan Guru MI, Sururi berharap meskipun hari ini menjadi pertemuan perpisahan akan tetapi secara ruhani tetap bersambung. Jasad berpisah, namun ikatan ruhani dalam konteks silaturahmi tetap terjaga. Inilah yang menjadi ajaran Islam. Ada persambungan ruhani di antara kita. Karena orang orang yang dipertemukan di alam dunia ini hakekatnya dulu saat di alam arwah sudah pernah ketemu.

“Sungguh kami merasakan dapat keberkahan dengan hadirnya para santri yang menghafalkan Al-Qur’an di Dukuh Jakatamu. Saya menyakini hal tersebut karena setiap huruf dalam Qur’an memilki makna yang sungguh sangat hebat. Oleh karena itu sudah barang pasti hadirnya santri tahfidz di kampung ini membuat keberkahan dan kesejukan ruhani,” tambah alumni Lirboyo angkatan tahun 2000.

Ketua Yayasan mengutip adagium, setiap pertemuan pasti ada perpisahan tapi tidak setiap perpisahan ada pertemuan. “Meskipun demikian kita berharap kapan saat akan bisa dipertemukan kembali, minimal besok bertemu di surga kelak,” ungkap Akhmad Sururi yang disambut dengan kata “amin” secara serentak oleh seluruh yang hadir dalam acara Ramah tamah.

Diakhir sambutannya, Akhmad Sururi menitipkan salam ta’dhim dan hormat kepada Pengasuh Pondok Pesantren Aziziyah Tangerang serta seluruh orang tua santri peserta Praktek Pengabdian Masyarakat. Lebih dari itu pada kesempatan tersebut Beliau berharap doa dari seluruh santri semoga murid MI HM mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat fidunya wal akherat.

Acara ramah tamah santri PPM Aziziyah Tangerang yang dilaksanakan pada hari Senin, 3 Februari 2025 di MI Hidayatul Mubtadiin Jagalempeni Selatan Kec Wanasari Kab Brebes dihadiri oleh Kepala MI Hidayatul Mubtadiin, Abd Basir dan seluruh dewan gurunya. Sebelumnya seluruh santri peserta PPM bersalaman dengan seluruh murid yang dilanjutkan dengan foto bersama. (Red/Nas)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pidato Bukan Sekadar Kata-Kata, tetapi Harus Diwujudkan dalam Tindakan

0
Oleh; A’isy Hanif Firdaus, S.Ag., Mahasiswa Pascasarjana FAI Universitas Wahid Hasyim Semarang
Oleh; A’isy Hanif Firdaus, S.Ag., Mahasiswa Pascasarjana FAI Universitas Wahid Hasyim Semarang

Pidato memiliki kekuatan besar dalam menggelorakan dan membangkitkan tumbuh semangat, menggerakkan hati, serta menanamkan harapan dalam diri audien. Namun, kata-kata yang indah tanpa adanya sebuah tindakan hanyalah angin lalu yang tidak akan menghasilkan suatu perubahan apa pun. Sebuah pidato seharusnya bukan hanya ajang perlombaan untuk berbicara, tetapi juga menjadi awal dari langkah nyata yang akan membawa dampak serta memompa semangat dalam diri audiens.

Kita sering mendengar pemimpin, tokoh masyarakat, atau aktivis menyampaikan pidato yang penuh dengan janji dan visi besar. Mereka berbicara dengan penuh keyakinan tentang perubahan, keadilan, dan kesejahteraan. Namun, seringkali setelah pidato usai, tidak ada langkah nyata yang diambil untuk merealisasikan apa yang telah diucapkan. Akibatnya, kata-kata yang seharusnya membangun harapan justru berujung pada kekecewaan dan hilangnya kepercayaan.

Sejarah telah membuktikan bahwa tokoh-tokoh besar bukan hanya piawai dalam berbicara, tetapi juga berani bertindak. Kita semua tahu, Bung Karno tidak hanya berpidato tentang kemerdekaan, tetapi juga berjuang mati-matian untuk mewujudkannya. Tokoh dunia asal Afrika Selatan, Mr Nelson Mandela tidak hanya berbicara tentang persamaan hak, tetapi juga mengorbankan kebebasannya demi keadilan. Kata-kata mereka menginspirasi, tetapi tindakan merekalah yang membawa perubahan nyata.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun harus menerapkan prinsip yang sama. Tidak cukup hanya berbicara tentang pentingnya pendidikan jika kita tidak berkontribusi dalam mencerdaskan masyarakat. Tidak cukup hanya mengkritik ketidakadilan jika kita sendiri tidak berani bertindak melawannya. Pidato yang hebat adalah pidato yang diwujudkan dalam kerja nyata, bukan sekadar retorika tanpa aksi.

Terakhir, maka siapapun yang berdiri di atas podium, berbicara di hadapan orang banyak, harus menyadari akan sebuah tanggungjawabnya. Jangan biarkan pidato hanya menjadi sekumpulan kata-kata indah yang segera dilupakan. Jadikanlah pidato sebagai titik awal dari perubahan, sebagai janji yang ditepati dengan tindakan nyata. Karena pada akhirnya, dunia tidak berubah hanya dengan kata-kata, tetapi dengan langkah-langkah nyata yang kita ambil untuk mewujudkannya. ***

www.youtube.com/@anas-aswaja

Bupati Terpilih Kabupaten Indramayu Lucky Hakim Kunjungi Warga Korban Banjir Rob dan Warga Yang Terisolir di Desa Eretan Wetan

0
Bupati terpilih Lucky Hakim memberikan bantuan bahan pangan ke daerah dampak banjir rob Kertawinangun dan Eretan, Kandanghaur, Indramayu

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Bupati terpilih Lucky Hakim bersama Partai Nasdem melakukan kunjungan sebagai bentuk empati terhadap warga yang terkena dampak banjir rob dan memberikan bantuan bahan pangan ke daerah dampak banjir rob Desa Kertawinangun dan Desa Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Senin (3/2/2025).

Lucky Hakim bersama Anggota Legislatif Provinsi Jawa Barat dari Partai Nasdem Sri Wahyuni Herman bersama kader Partai Nasdem meninjau lokasi banjir rob yang diakibatkan tanggul penahan ombak jebol di desa Kertawinangun dan desa Eretan Wetan, selain itu Luky Hakim beserta tim meninjau warga yang terisolir di desa Eretan Wetan.

Lucky Hakim mengatakan dalam kunjungannya, bahwa setelah ia dilantik, ia akan memprioritaskan pembangunan tembok penahan ombak yang jebol dan mencari solusi untuk warga yang terisolir.

“Saya turut perihatin atas musibah banjir rob ini, diharapkan masyarakat yang terdampak agar bersabar. Setelah saya dilantik menjadi bupati, maka saya akan memprioritaskan pembangunan tembok tembok penahan ombak yang jebol karena dalam pembangunan ada skala prioritas, sedangkan untuk warga blok Pulo desa Eretan Wetan, saya akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dalam hal ini Kuwu desa Eretan dan dinas dinas terkait untuk mencari solusi, apakah direlokasi atau bagaimana,” ucapnya.

Masih menurut Luky, bahwa perumahan masyarakat ini dulunya jauh dari laut, karena abrasi hingga akhirnya laut berada sangat dekat dengan perumahan warga masyarakat.

Dalam hal ini anggota legislatif provinsi Jawa Barat Sri Wahyuni Herman menuturkan keprihatinannya terhadap warga yang terisolir, dirinya akan mengupayakan agar warga yang sering kena banjir rob supaya mendapatkan fasilitas yang sama dengan yang lain, seperti jalan, kesehatan.

“Saya sangat miris setelah melihat langsung kondisi warga yang masih terisolir, sedangkan di blok Pulo tersebut dihuni beberapa kepala keluarga, sedangkan kondisi jalannya yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, saya akan berusaha bersama pak Luky untuk mencari solusi jalan terbaik buat beberapa warga tersebut,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dr. H. Wawan Ridwan, MM menuturkan, untuk masalah pelayanan kesehatan masyarakat, dirinya akan mengkaji serta berkordinasi agar dibuka cabang pusat pelayanan kesehatan masyarakat di lokasi yang kerap terendam banjir sehingga dampaknya menyisakan permasalahan kesehatan bagi masyarakat. (Herman/Tongol)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kericuhan di Ancol: Reseller Tolak Pengosongan Area, Minta Bantuan Presiden Prabowo

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Suasana tegang terpantau pagi ini di Taman Impian Jaya Ancol.  Para reseller yang berjualan di area Timur Ancol terlibat kericuhan dengan petugas keamanan.  Kericuhan ini dipicu oleh surat pemberitahuan pengosongan area yang dikeluarkan oleh manajemen Ancol pada 30 Januari 2025 (Nomor: 015/SP/TIJA/1/2025).  Surat tersebut memerintahkan para reseller untuk mengosongkan area tersebut paling lambat 2 Februari 2025 guna digunakan sebagai area percontohan program baru PT. Taman Impian Jaya Ancol.

Pengosongan area ini telah memicu protes keras dari para reseller.  Pagi ini, mereka berusaha mempertahankan lapak dagangan mereka, mengakibatkan aksi saling dorong antara para reseller, terutama para emak-emak, dengan petugas keamanan.  Para reseller pria juga turut membantu mempertahankan lapak dagangan mereka.

Salah seorang reseller, Santi, Selasa 4 Februari 2025 mengungkapkan kekecewaannya. “Saya dan keluarga sudah berdagang di Ancol sejak lama. Kebijakan ini sangat merugikan kami,” tegas Santi.

“Sentimen serupa diungkapkan Sandra.  Ia menolak kebijakan Ancol yang membatasi satu gerobak hanya untuk dua reseller.  “Ini tidak adil! Jangan karena kami orang kecil, kami selalu dirugikan,” ujarnya.

Para reseller bahkan menyerukan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk turun tangan membantu menyelesaikan permasalahan ini.  Mereka merasa kebijakan Ancol bertentangan dengan harapan Presiden Prabowo yang selalu mendukung dan menghargai pedagang kecil.  Mereka berharap Presiden Prabowo dapat mempertimbangkan nasib mereka yang menggantungkan hidup dari berjualan di Ancol.

Ketegangan di Ancol masih berlangsung hingga berita ini diturunkan.  Pihak manajemen Ancol hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait kericuhan tersebut.  Tim Liputan Khusus GMOCT akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. ***

#No Viral No Justice

#Save Reseller Ancol

#Selamatkan Pedagang Kecil

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

Editor: Anas Nasikhin

Monev Keterbukaan Informasi, Sekda Karawang: Respon Cepat Terkait Aduan dan Data

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Monitoring dan evaluasi pelaksanaan keterbukaan informasi publik dan pengelolaan pengaduan tahun 2025. Bertempat di Aula lt 3, Gedung Singaperbangsa, Senin (3/2/25).

Kegiatan dilaksanakan bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan pengaduan serta penerapan keterbukaan informasi publik Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang H. Asep Aang Rahmatullah menyampaikan apresiasinya terkait peraihan kategori kabupaten informatif dengan nilai tertinggi oleh Komisi Informasi Jawa Barat. Hal tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi untuk mempertahankan dan atau meningkatkan prestasi kedepannya.

Di era perkembangan teknologi, ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk termotivasi aktif dalam penggunaan media sosial serta respon cepat terhadap aspirasi dan atau aduan dari masyarakat terkait pembangunan yang ada di Kabupaten Karawang.

“Dimohon kepada rekan-rekan untuk optimalisasi peran dan fungsi sebagai jembatan komunikasi, juga untuk respon cepat terhadap data, aspirasi/aduan masyarakat,” ujarnya.

Terkait aduan masyarakat tahun 2024, ia menyebutkan terdapat 7,44 persen lagi yang masih dalam proses sehingga data grafik yang ada bisa menjadi acuan kedepan untuk lebih baik lagi dalam merespon aduan masyarakat.

Selain itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang Wahidin, berharap dengan adanya kegiatan tersebut mampu mengoptimalkan peran dan fungsinya sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah atau sebaliknya sehingga tercapai saling pengertian antara masyarakat dan pemerintah.

Juga, diharapkan mampu mempercepat respon perangkat daerah untuk menindaklanjuti pengaduan/aspirasi/kebutuhan informasi masyarakat dan perbaikan kualitas layanan publik.

Ia juga menyampaikan terkait data aduan masyarakat tahun 2024 sebanyak 7093 pengaduan berdasarkan cut off per 31 Desember 2024 dan sebanyak 90,6 persen telah diselesaikan, 7,44 persen masih proses dan 2 persen menunggu. (Red)

Kejati Jabar MoU Perpanjangan Kerjasama dengan RS Mata Cicendo, RSHS dan RS Paru Rotinsulu

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kajati Jabar Katarina Endang Sarwestri, S.H., M.H. menandatangani Perpanjangan Kesepakatan Bersama antara Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dengan RS Dr. Hasan Sadikin, RS Mata Cicendo dan Dr.H.A. Rotinsulu yang ditandatangani Direktur Utama RS Dr. Hasan Sadikin Bapak Rachim Dinata, Plt. Direktur Utama Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo Bapak Antonia Kartika Indriati dan Direktur Utama Rumah Sakit Paru Dr.H.A. Rotinsulu Bapak Tri Fajari Agustini. Diselenggarakan di Aula R. Soeprapto Kejati Jabar, Senin (03/02/25).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakajati, para Asisten pada Kejati Jabar, Kabag TU, Koordinator dan para Kajari se- Jawa Barat juga para Narasumber terkait mental health, kesehatan mata dan Kesehatan paru.

Penandatanganan kerja sama ini merupakan perpanjangan perjanjian kerja sama dengan RS Mata Cicendo. Untuk RS Dr. Hasan Sadikin dan Dr.H.A. Rotinsulu merupakan penandatanganan perjanjian untuk pertama kali.

Dalam sambutannya Kajati mengucapkan terima kasih dan apresiasi positif yang diberikan kepada kejaksaan tinggi jawa barat untuk bekerjasama khususnya dalam penanganan permasalahan hukum di Bidang Perdata Dan Tata Usaha Negara. Dengan dilakukannya perpanjangan penandatanganan Kerjasama dengan RS Mata Cicendo ini maka dibuktikan Kerjasama dan koordinasi antar kedua belah pihak telah berjalan dengan baik dan berkesinambungan. Juga dengan RS Dr. Hasan Sadikin dan Dr.H.A. Rotinsulu merupakan langkah awal terciptanya kerjasama dan koordinasi yang baik.

Dengan penandatanganan kesepahaman Bersama ini Kajati berharap,
adanya kegiatan yang relevan dengan ruang lingkup perdata dan tata usaha negara. Juga adanya kegiatan yang dilimpahkan oleh RS Dr. Hasan Sadikin, RS Mata Cicendo maupun Dr.H.A. Rotinsulu kepada Perdata dan Tata Usaha Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. (Red/Penkum Kejati Jabar)

115 Tahun Lirboyo dan Satu Abad MHM : “Optimalisasi Peran Pesantren Lirboyo dalam membangun Peradaban Islami yang berkelanjutan”, “Mengakar dalam Tradisi berkembang dengan Inovasi”

0
Oleh : Akhmad Sururi (Alumni Lirboyo angkatan 2000)
Oleh : Akhmad Sururi (Alumni Lirboyo angkatan 2000)

Rangkaian kegiatan 115 tahun Lirboyo dan Satu Abad MHM ( Madrasah Hidayatul Mubtadiin ) sudah dimulai sejak tanggal 9 bulan Januari 2025. Kegiatan tersebut akan berpuncak pada hari Sabtu tanggal 8 Februari 2025 yang dhelat dalam tajuk Reuni Akbar VI, Munas HIMASAL V dan Munas LIM ke II.

Perhelatan yang akan menghadirkan puluhan ribu alumni seluruh Indonesia menjadi magnet tersendiri bagi seluruh alumni bahkan wali santri. Mereka akan bernostalgia mengenang kembali masa dulu di Pesantren dengan bertemu bersama kawan satu angkatan dan lintas angkatan alumni Lirboyo.

Tema 115 tahun Pondok Pesantren Lirboyo dan satu abad MHM dengan tajuk “Optimalisasi Peran Pesantren Lirboyo dalam membangun Peradaban Islami yang berkelanjutan” yang dirangkai dengan “Mengakar dalam Tradisi berkembang dengan Inovasi”, menjadi dua kalimat yang sarat dengan makna untuk masa depan Pendidikan Pesantren.

Berangkat dari tema tersebut akan menjadi ikhtiar selalu komunitas alumni Lirboyo yang tergabung dalam HIMASAL untuk melakukan pergerakan secara masif dalam membangun Peradaban Islami yang berkelanjutan. Tentu peran ini berporos dari Pesantren Lirboyo dan bermetamorfosis untuk seluruh alumni yang sudah berperan di daerah masing masing dengan predikat yang disandang oleh mereka.

Ketersambungan secara geneologis keilmuan alumni Pesantren Lirboyo menjadi magnet dalam memberikan peran kontribusi peradaban di daerahnya. Sehingga kebesaran dan keberkahan Lirboyo yang dirasakan oleh alumni bisa digerakkan untuk membangun peradaban yang berbasis religius di tengah arus kehidupan bangsa yang terus berjalan.

Untuk mewujudkan hal tersebut sangat dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi dalam satu almamater Lirboyo atau lintas Lirboyo dengan melibatkan alumni pesantren lainnya. Ukhuwah antar alumni Pesantren dalam kehidupan bermasyarakat akan menjadi modal dasar dalam membangun peradaban Islam yang rahmatan lil alamin.

Lebih dari itu ekspansi dakwah yang merambah di berbagai komunitas menjadi elemen dalam membangun peradaban. Hal ini sangat penting karena menjadi bagian dari fungsi Pesantren. Beberapa komunitas masyarakat perlu kita sentuh dengan pola dakwah yang tersistem dan mencerahkan. Sehingga mereka memahami Islam bukan pada tataran formalitas, namun menyentuh pada substansi dalam beragama.

Oleh karena inovasi dalam berdakwah menjadi sebuah keniscayaan dengan tetap menjaga tradisi Pesantren yang substantif. Khazanah keilmuan Pesantren saat ditransformasikan dalam kehidupan bermasyarakat melihat kepada konteks tanpa meninggalkan teks. Sehingga dengan hal ini warisan ulama Salaf (kutub turost) tetap terjaga.

Fungsi Pendidikan Pesantren berkait erat dengan peradaban. Karena sesungguhnya pendidikan dan peradaban ibarat dua sisi mata uang yang hadir di tengah kehidupan masyarakat. Pesan Mbah Yai Abdul Karim, ” Santri yen mulih ngadep dampar”, ini artinya tidak boleh lepas dari pendidikan. Pendidikan Pesantren dengan keunggulan akhlakul karimah menjadi mata uang dalam setiap lini kehidupan. Oleh karena karakteristik alumni Pesantren akan berimbas terhadap kehidupan keberagamaan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.

Akhirnya melalui momentum Reuni Akbar disamping seluruh alumni “ngalap berkah” dengan ziarah dan sowan Masyayekh Lirboyo semoga semakin memperkuat seluruh alumni dalam berkhidmat di tengah tengah masyarakat. Khidmat dalam berdakwah melalui berbagai wahana untuk mewujudkan peradaban Islam yang berkelanjutan. Tentu yang dimaksud adalah dakwah yang memiliki prinsip pendidikan yang dapat mengantarkan masyarakat terhadap kemajuan peradaban. ***

Kapolres Indramayu Pimpin Sertijab, AKP Rizky Aulia Pratama Resmi Jabat Kasat Lantas

0
AKP Rizky Aulia Pratama Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Indramayu

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Kapolres Indramayu, AKBP Ari Setyawan Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasat Lantas di Lapangan Apel Polres Indramayu, Kamis (30/01/2025).

Upacara ini dihadiri oleh pejabat utama (PJU) Polres Indramayu, perwira, Kapolsek jajaran, anggota Bhayangkari Cabang Indramayu, serta personel dan ASN Polres Indramayu.

Bertindak sebagai Perwira Upacara adalah Kabag SDM Polres Indramayu, Kompol Bekti Setiawan, S.I.P., M.Si., dengan KBO Sat Lantas Polres Indramayu, Ipda Masnan, S.H., sebagai Komandan Upacara.

Dalam rangkaian upacara, dilakukan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan. Sertijab ini menandai pergantian Kasat Lantas Polres Indramayu dari AKP Abdurrohman Hidayat, S.Tr.K., S.I.K., kepada AKP Rizky Aulia Pratama, S.T.K., S.I.K.

Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo dalam amanatnya menyampaikan bahwa pergantian jabatan merupakan hal wajar dalam organisasi Kepolisian sebagai bagian dari pembinaan karir, promosi, serta penyegaran dalam tugas.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada AKP Rizky Aulia Pratama. Segera menyesuaikan diri dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Kapolres.

Tak lupa, Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada AKP Abdurrohman Hidayat atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polres Indramayu.

“Selamat bertugas di tempat yang baru kepada AKP Abdurrohman Hidayat. Jadikan pengalaman di Polres Indramayu sebagai bekal berharga dalam pengabdian selanjutnya,” pungkasnya. (Sn/Rilis)

Tim Pembina Samsat Jabar Fokus Kejar 5,4 Juta Penunggak Pajak pada 2025

0
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta No.528, Sekejati, Buahbatu, Kota Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – Tim Pembina Samsat Jawa Barat yang terdiri dari Bapenda Jabar, Ditlantas Polda Jabar dan Jasa Raharja menelusuri 5,4 juta penunggak pajak, sebagai salah satu fokus yang akan dilakukan untuk tahun ini, guna menekan angka penunggak pajak kendaraan bermotor (PKB).

Kepala Bapenda Jabar, Dedi Taufik dalam keterangan di Bandung, Sabtu (1/2/2025) mengatakan, Tim Pembina Samsat Jabar telah melakukan rapat koordinasi guna membahas strategi bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar PKB di Jawa Barat.

Dedi menerangkan, jumlah potensi aktif dari pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat sebanyak 17.032.596 unit dengan rincian 14.114.056 roda dua, dan 2.918.540 roda empat, dengan di dalamnya ada sekitar lima juta unit kendaraan yang statusnya belum melakukan pembayaran (pajak).

“Ini tentu berkaitan dengan bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan. Fokus kami dan tim Pembina samsat tentu agar angkanya bisa terus ditekan,” kata Dedi.

Ia mengatakan, pendapatan dari pajak ini, akan berkolerasi langsung pada peningkatan pembangunan di berbagai bidang termasuk sektor kesehatan hingga pendidikan, yang juga ditargetkan oleh Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi untuk diakselerasi.

“Beliau (Dedi Mulyadi) sangat concern mengenai peningkatan kualitas jalan, pembangunan ruang kelas, peningkatan elektrifikasi sampai peningkatan layanan kesehatan. Tentu, tugas Bapenda adalah menterjemahkan dengan cara memastikan pendapatan yang dikelola bisa maksimal agar visi tersebut bisa terwujud,” ujar dia.

Sebagai “modal” untuk pelaksanaan berbagai program, kata Dedi, pada tahun 2024 tercatat, total pendapatan daerah mencapai lebih dari Rp36 triliun yang berasal dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp24,88 triliun, Pendapatan Transfer Rp11,38 triliun dan sektor Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp23,19 miliar.

Jika dirinci, kontribusi terbesar dari pendapatan daerah tersebut adalah PKB dengan nilai Rp9,48 triliun. Namun, disebutkan tetap harus ada upaya untuk meningkatkan kesadaran atau kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

Beberapa strategi, kata dia, sudah disiapkan oleh Tim Pembina Samsat untuk menekan angka kendaraan bermotor berstatus menunggak. Terdapat 12 langkah yang dijalankan pada tahun 2025 ini.

“Konsep besarnya adalah menggabungkan hal yang bersifat humanis dan ketegasan, ada program relaksasi (diskon) serta peningkatan atau kemudahan layanan dalam membayar pajak,” ucap Dedi.

Beberapa strategi yang disusun, yakni melakukan penelusuran Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) secara door to door dengan agen penelusur yang sudah bekerja sama di setiap kabupaten/kota. Lalu, melaksanakan operasi gabungan (Pemeriksaan PKB) di seluruh wilayah kabupaten dan kota bersama Tim Pembina Samsat. Kemudian, melaksanakan Operasi Khusus (Implementasi pasal 74 UU 22/2009 tentang penghapusan data kendaraan) di seluruh kabupaten kota bersama Tim Pembina Samsat kewilayahan.

Selanjutnya, peningkatan sistem digitalisasi layanan pembayaran PKB tahunan disertai penagihan dan sosialisasi perpajakan dan pengesahan melalui WhatsApp blast. Lalu kolaborasi bersama ETLE Lodaya (Polda Jawa Barat) apabila ada yang terkena tilang dan dalam kondisi menunggak maka diterbitkan juga surat pemberitahuan kewajiban pembayaran pajak.

Melaksanakan sosialisasi secara masif sampai ke tingkat RT dan RW. Lalu, melaksanakan kegiatan pendataan dan pemantauan pembayaran pajak untuk kendaraan plat merah dan kendaraan yang dimiliki/dikuasai oleh ASN (pemprov, kab/kot, hingga desa) melalui aplikasi ZONITA PAMOR dan SIDAKEP

Relaksasi sebagian pokok tunggakan dan denda terhadap Wajib Pajak yang menunggak PKB. Lalu, melaksanakan pendataan bersama Gakkum Ditlantas Polda Jabar untuk melakukan pendataan ke seluruh polres/polsek untuk mendata kendaraan hasil tilang (hasil tindak pidana, kendaraan kecelakaan, kendaraan rusak berat, kendaraan menunggak)

Strategi berikutnya, adalah penelusuran dan sosialisasi ketaatan membayar pajak bagi KTMDU yang bekerjasama dengan Babinkamtibmas. Serta, optimalisasi Payment Point Online Bank (PPOB) melalui Bumdes dan Koperasi.

Adapun, Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Ruminio Ardano mengatakan bahwa kunci dari strategi ini adalah tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat membayar pajak meningkat. Selain itu, elemen penting lainnya adalah pendataan yang melibatkan Pemprov, Pemkot, Pemkab, kepolisian dan Jasa Raharja.

“Kita bisa melakukan kegiatan yang bersifat proaktif, sosialisasi hingga Tingkat RT agar Masyarakat tahu mengapa membayar pajak itu penting. Lalu upaya peningkatan pelayanan bisa lebih memudahkan dan dekat kepada masyarakat seperti program samsat keliling atau digitalisasi yang makin memudahkan pembayaran,” ujar Ruminio.

Penegakan hukum sendiri, kata dia, adalah upaya terakhir, karena dari 12 langkah yang disusun itu mayoritas konsepnya pendekatan humanis.

“Bagi kepolisian yang paling penting adalah regident kendaraan untuk melindungi masyarakat. Karena berimpact pada hal lainnya,” ujar Ruminio melanjutkan.

Ia pun menyatakan bahwa Tim Bapenda dan Jasa Raharja melaksanakan pendataan bersama Gakkum Ditlantas Polda Jabar untuk melakukan pendataan dari tingkat Polda sampai ke seluruh Polres atau Polsek untuk mendata kendaraan yang merupakan barang bukti tilang, tindak pidana dan kecelakaan. (Red)

Ingin Dapat Bantuan BLT BBM 2025 Rp300 Ribu ? Begini Caranya

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat sebagai dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pencairan BLT BBM 2025 menjadi angin segar bagi mereka yang terdampak langsung oleh perubahan harga tersebut.

Program ini merupakan langkah pemerintah dalam mengalihkan subsidi BBM yang selama ini berbasis pada komoditas menjadi subsidi yang lebih terarah kepada penerima yang tepat. Langkah ini dianggap lebih efektif dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan, serta menghindari pembengkakan dana subsidi yang tidak tepat sasaran.

Namun, untuk mendapatkan bantuan ini, terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang perlu diperhatikan. Bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut mengenai bagaimana cara mendapatkan BLT BBM 2025, berikut informasi lengkap mengenai syarat, skema, serta jadwal pencairannya.

Syarat penerima BLT BBM 2025

Pemerintah telah mengumumkan syarat-syarat untuk mendapatkan BLT BBM 2025. Ketentuan ini ditetapkan agar penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran. Berikut adalah persyaratan yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan:

  • Penerima harus Warga Negara Indonesia (WNI) dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
  • Program ini ditujukan bagi keluarga yang tergolong miskin atau rentan miskin.
  • Tidak berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, atau Polri.
  • Penerima diwajibkan memiliki rekening bank yang ditunjuk pemerintah untuk memudahkan proses transfer dana.
  • Calon penerima dapat melakukan pendaftaran melalui situs resmi atau aplikasi Kementerian Sosial dengan menyertakan dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Skema penyaluran BLT BBM 2025

Penyaluran BLT BBM 2025 akan menggunakan sistem teknologi yang lebih canggih. Pemerintah akan memanfaatkan Government Financial Technology (GFT) untuk memastikan bantuan sampai kepada penerima yang tepat. Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur barcode untuk memantau penggunaan dana.

Dalam skema baru ini, setiap penerima bantuan diwajibkan memiliki rekening bank yang aktif. Tujuannya adalah untuk mempermudah proses transfer dana serta mengurangi potensi penyalahgunaan. Selain itu, dana BLT hanya dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti sembako, sesuai dengan tujuan program.

Jadwal pencairan BLT BBM 2025

Hingga saat ini, jadwal pencairan BLT BBM 2025 belum diumumkan secara resmi. Namun, pemerintah telah memberikan gambaran umum mengenai alur penyaluran bantuan. Pencairan BLT BBM 2025 akan dilaksanakan secara bertahap, dengan tujuan memastikan bantuan disalurkan tepat waktu dan sesuai sasaran. Jadwal pencairan umumnya akan diumumkan oleh pemerintah setelah proses verifikasi data penerima selesai.

Proses validasi data penerima masih berlangsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan keakuratan informasi. Masyarakat diminta untuk terus mengikuti pengumuman resmi dari pemerintah melalui situs web Kementerian Sosial dan kanal Youtube Info Bansos. Informasi terkini mengenai tanggal pencairan akan terus diperbarui.

Besaran bantuan yang akan diterima adalah sebesar Rp300.000. Pencairan dana BLT akan dilakukan melalui bank-bank yang telah ditunjuk, seperti Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank BTN. Bagi masyarakat yang tidak memiliki rekening bank, dana bantuan bisa diambil di kantor pos terdekat.

Cara cek dan pencairan penerima BLT BBM 2025

  1. Kunjungi situs resmi: https://cekbansos.kemensos.go.id
  2. Pilih data wilayah: Masukkan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa sesuai dengan alamat penerima.
  3. Isi nama lengkap: Masukkan nama sesuai yang tertera di KTP.
  4. Masukkan kode captcha: Ketik kode yang tertera di layar untuk verifikasi.
  5. Klik tombol “Cari Data”: Jika data Anda terdaftar, nama Anda akan muncul sebagai penerima BLT BBM.
  6. Persiapkan dokumen: Jika sudah terdaftar, pastikan Anda memiliki dokumen yang dibutuhkan, seperti KTP, KK, dan bukti pendaftaran.
  7. Verifikasi di bank: Setelah itu, kunjungi bank yang ditunjuk pemerintah dengan membawa dokumen lengkap untuk proses verifikasi dan pencairan dana. (Sumber: Antara)

Danmenarmed 2 Kostrad Terima Piagam Penghargaan Satker Peraih WBK dalam Rapim TNI 2025

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Komandan Resimen Armed 2 Kostrad, Kolonel Arm Siswo Budiarto, S.I.P., M.M., M.I.Pol., menerima piagam penghargaan sebagai Satuan Kerja (Satker) peraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2025. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, dalam acara yang digelar di Gedung Olahraga Ahmad Yani, Mabes TNI, pada Jumat (31/01/2025).

Rapim TNI 2025 mengusung tema “TNI Prima sebagai Garda Terdepan Pertahanan Negara Siap Mendukung Pembangunan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju.” Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan arahan kepada seluruh komandan satuan mengenai dukungan TNI terhadap program Asta Cita yang menjadi visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Penghargaan WBK yang diraih Menarmed 2 Kostrad merupakan bukti nyata komitmen satuan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari korupsi serta menjalankan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Dengan pencapaian ini, Menarmed 2 Kostrad bertekad untuk terus mempertahankan standar kinerja yang tinggi serta memberikan kontribusi positif bagi institusi dan masyarakat. (Red)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts