Beranda Aktual Kepala Kemenag Brebes Dorong Mutu MDT, Pengawas dan Standar Pendidikan Diperkuat

Kepala Kemenag Brebes Dorong Mutu MDT, Pengawas dan Standar Pendidikan Diperkuat

0
0

BREBES (Aswajanews.id) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes, H.M. Aqsho, M.Ag., memberikan dukungan penuh terhadap langkah Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) dalam meningkatkan mutu pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Kabupaten Brebes.

Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi SK Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor 5493 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Sistem Penjaminan Mutu Madrasah Diniyah Takmiliyah.

“Kami sangat mendukung apa yang akan dilaksanakan oleh Seksi PD Pontren untuk meningkatkan mutu pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah. Hal ini sangat penting mengingat keberlangsungan lembaga pendidikan MDT memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak,” kata H.M. Aqsho saat memberikan sambutan pada kegiatan Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Penyelenggaraan Pendidikan MDT, Kamis, 24 September 2026, di Aula FKDT Kabupaten Brebes, Jalan Yos Sudarso, Brebes.

Menurut Aqsho, peningkatan mutu MDT membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk para pengawas di lingkungan Kemenag.

Ia mengungkapkan, dalam pendidikan formal dikenal sistem akreditasi sebagai salah satu instrumen untuk mengukur mutu lembaga pendidikan. Sementara untuk MDT, mekanisme penjaminan mutu akan dirumuskan bersama melalui tim yang dibentuk dalam kegiatan tersebut.

“Keterlibatan para pengawas di lingkungan Kemenag sangat penting. Para pengawas yang hadir juga merupakan asesor akreditasi madrasah dan sekolah yang melaksanakan tugas di Kabupaten Brebes maupun kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah,” ujarnya.

Aqsho menegaskan, langkah konkret peningkatan mutu MDT membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidangnya. Dengan demikian, arah peningkatan kualitas pendidikan MDT dapat memiliki ukuran yang jelas, termasuk dalam menentukan output atau capaian lulusan MDT.

Selain aspek pembelajaran, menurutnya, unsur manajerial dan kepemimpinan kepala madrasah juga menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu lembaga pendidikan.

Terkait kepemimpinan pada pendidikan formal, Aqsho menjelaskan bahwa untuk menjadi kepala madrasah, mulai jenjang MI hingga MA, terdapat mekanisme uji kelayakan. Hal tersebut dilakukan agar kepala madrasah benar-benar memiliki kompetensi untuk memimpin lembaga pendidikan.

“Ini juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas lembaga pendidikan,” katanya.

Aqsho juga menyoroti standar pendidik. Menurutnya, peningkatan kualitas guru MDT dapat dilakukan secara bertahap, termasuk mendorong para ustadz yang merupakan alumni pesantren untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1.

Data MDT dan Penjaminan Mutu

Sebelumnya, Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Brebes, H. Juremi Ahmad Fauzi, selaku penyelenggara kegiatan, menyampaikan maksud dan tujuan implementasi standar penjaminan mutu MDT.

Di hadapan seluruh peserta, Juremi menginformasikan jumlah MDT yang berada di Kabupaten Brebes, termasuk jumlah lembaga yang telah melakukan pengisian data melalui EMIS Kemenag.

Melalui kegiatan penjaminan mutu tersebut, PD Pontren berharap keberadaan MDT di Kabupaten Brebes semakin tertata dan mengalami peningkatan kualitas, baik dari aspek kurikulum, pendidik maupun sarana dan prasarana.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr. KH. Akrom Jangka Daosat. Dalam paparannya, Gus Akrom, sapaan akrab Kasubbag TU Kemenag, menyampaikan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan MDT.

Menurutnya, standar atau ukuran mutu pendidikan MDT harus dirumuskan secara jelas. Hal tersebut dinilai penting agar eksistensi MDT semakin kuat dan memiliki arah pengembangan yang terukur.

Sementara itu, narasumber lainnya, Akhmad Sururi, menekankan pentingnya target perubahan dengan rentang waktu 90 hari.

Ia berharap kegiatan Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan MDT tidak berhenti pada tataran seremonial semata. Sebaliknya, harus ada langkah-langkah konkret yang tersusun secara sistematis dengan target yang jelas dan terukur untuk meningkatkan mutu pendidikan MDT di Kabupaten Brebes.

“Jangan sampai kegiatan ini hanya berhenti pada seremonial. Harus ada langkah pasti yang tersusun dengan baik, dengan target yang terkait langsung dengan peningkatan mutu pendidikan MDT,” tegasnya.

(Red)


Eksplorasi konten lain dari News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan