Beranda Tradisi Gelar Kemah Budaya, Bupati Ajak Generasi Muda Nguri-Uri Budaya Lokal

Gelar Kemah Budaya, Bupati Ajak Generasi Muda Nguri-Uri Budaya Lokal

272
0
Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, S.T,.M.Si., membuka Kemah Budaya yang diadakan oleh Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Pemalang di Igir Kandang, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari pada Jumat (26/11/2021).

Pemalang (Aswajanews.id) – Gelaran Kemah Budaya diadakan oleh Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Pemalang di Igir Kandang, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari pada Jumat (26/11/2021). Kegiatan diikuti oleh siswa-siswi sekolah dari 21 sekolah SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Pemalang.

Pembukaan kegiatan Kemah Budaya dibuka oleh Bupati Mukti Agung Wibowo bersama Wakil Bupati Mansur Hidayat dengan memecahkan kendi sebagai tanda dimulainya gelaran Kemah Budaya yang rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari tersebut.

Diketahui dalam gelaran Kemah Budaya tersebut menyajikan berbagai perlombaan dan pertunjukan mulai dari lomba seni tari, lukis, sastra, fotografi, lomba menyanyi, pertunjukan kesenian seperti jaran ebeg, tari-tari tradisional, dan pawai obor pada hari kedua.

Bupati Agung dalam wawancaranya usai pembukaan berlangsung menjelaskan, “Kami melihat Pemalang memiliki potensi yang sangat besar sekali, kita bisa melihat banyak desa-desa yang memiliki seni budaya dan ditampilkan disini, dan ini menunjukan Pemalang termasuk Kabupaten atau Kota Budaya”.

“Ayo kita sama-sama nguri-uri budaya lokal, sehingga budaya yang ada tidak tergerus tidak tertinggal oleh generasi muda, kita berikan pengetahuan kepada generasi muda dengan budaya yang ada tidak kalah dan tidak ketinggalan dari budaya luar, silahkan mengikuti budaya luar namun harus ada filternya, dengan adanya kegiatan seperti ini secara tidak langsung memberikan gambaran kepada generasi muda bahwa kita punya budaya yang luar biasa,” pungkas Agung.

Wawancara secara terpisah dengan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Pemalang, Supendi menuturkan tujuan diadakannya kegiatan Kemah Budaya, “Kita berusaha untuk mengenalkan ke anak-anak supaya suatu saat menjadi generasi yang masih tau tentang budaya, kita menggali potensi yang sudah ada, dan potensi yang setengah-setengah ada atau yang belum ada kita perkenalkan kepada adik-adik”.

Selain penampilan dan lomba-lomba kesenian yang disajikan dalam gelaran Kemah Budaya, juga akan ada festival kopi dengan membagikan seribu cup kopi gratis dan lomba menyajikan kopi yang rencananya akan digelar pada hari kedua. (Sumber : Diskominfo)