Awalnya, hubungan Harmoko dengan Presiden Soeharto sangat dekat. Presiden mengamati sepak terjang Ketua Umum PWI tersebut. Akhirnya, pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 7 Februari 1939, itu diangkat menjadi Menteri Penerangan pada 1983, menggantikan Ali Murtopo.
Ternyata, Presiden puas dengan kinerja pemilik koran Pos Kota itu. Harmoko tangkas menjadi juru bicara pemerintah. Adagium yang selalu diingat publik adalah ucapannya, “Menurut arahan Bapak Presiden…” dan seterusnya.
Ia juga tampil dengan program pembinaan Kelompencapir, yaitu Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pirsawan. Pada bulan Ramadan, ia menyelenggarakan acara Safari Ramadan dengan berkeliling ke berbagai daerah di seluruh Nusantara, menemui dan berbicara dengan simpul-simpul masyarakat.
Karena kinerjanya dinilai baik, Soeharto mempertahankan Harmoko sebagai Menteri Penerangan selama tiga periode, yakni 1983–1997.
Soeharto juga mendukung Harmoko menjadi Ketua Umum Golkar pada 1993–1998. Ia merupakan orang sipil pertama yang menduduki jabatan tersebut setelah sebelumnya selalu diisi oleh kalangan militer.
Namun, perjalanan politik keduanya kemudian berubah secara drastis.
Pada 18 Mei 1998, Harmoko, yang saat itu menjabat Ketua DPR/MPR, bersama para Wakil Ketua DPR/MPR, yaitu Ismail Hasan Metareum, Syarwan Hamid, Abdul Gafur, dan Fatimah Ahmad, meminta agar Presiden Soeharto dengan arif dan bijaksana mengundurkan diri demi keutuhan dan persatuan bangsa.
Setelah itu, Harmoko menyampaikan sikap politik DPR tersebut di hadapan puluhan ribu massa yang sedang melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR. Ia menyebut bahwa keputusan tersebut merupakan keputusan politik yang harus dilakukan, “senang atau tidak senang.”
Tentu saja, Soeharto kecewa. Bahkan lebih dari itu. Kabarnya, keduanya tidak pernah bertemu lagi sampai Pak Harto wafat pada 27 Januari 2008.
Sementara itu, Harmoko berpulang pada 4 Juli 2021. Bad ending. Akhir yang tidak baik.
Itulah politik. Kawan bisa menjadi lawan, orang terdekat bisa berada di posisi yang berseberangan.
Semoga Allah mengampuni semuanya. (*)
Eksplorasi konten lain dari News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





























