Beranda blog

Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Proyek Irigasi P3-TGAI di Desa Kroya Indramayu Diprotes Warga karena Rapuh

Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Proyek Irigasi P3-TGAI di Desa Kroya Indramayu Diprotes Warga karena Rapuh

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Daerah Irigasi Cilalanang, Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, menuai sorotan warga. Pembangunan jaringan irigasi yang seharusnya mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai standar teknis.

Pantauan di lokasi menunjukkan, bagian dinding saluran irigasi yang baru dibangun tampak keropos dan memiliki pori-pori cukup besar. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga karena struktur bangunan dinilai belum memiliki kekuatan yang memadai.

Sejumlah bagian material bahkan disebut mudah hancur ketika disentuh. Kondisi itu membuat warga mempertanyakan kualitas material serta proses pengerjaan proyek yang menggunakan anggaran negara.

“Kalau kualitasnya seperti ini, baru dialiri air beberapa kali pasti sudah jebol. Ini uang negara, uang rakyat, harusnya dikerjakan dengan amanah demi kemaslahatan masyarakat, bukan malah mengurangi kualitas,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

LSM KPAHN Soroti Dugaan Kualitas Material

Sorotan terhadap proyek tersebut juga datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Penyelamatan Aset Harta Negara (KPAHN).

Tim investigasi KPAHN menduga terdapat persoalan dalam penggunaan material. Pasir yang digunakan disebut diduga memiliki kandungan lumpur dan tanah cukup tinggi. Selain itu, KPAHN juga menduga adanya pengurangan takaran semen yang berpotensi memengaruhi kekuatan adukan mortar.

Jika dugaan tersebut terbukti, kondisi itu dapat berdampak terhadap daya tahan konstruksi dan umur layanan saluran irigasi.

Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek tersebut memiliki nilai bantuan sebesar Rp195 juta dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan kegiatan disebut dilakukan secara swakelola oleh P3A Banyu Tani Jaya, dengan pengawasan dari unsur Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) BBWS Citarum.

Konsep swakelola dalam program P3-TGAI pada prinsipnya diharapkan mampu mendorong keterlibatan masyarakat, sekaligus menghasilkan infrastruktur irigasi yang benar-benar bermanfaat bagi petani.

KPAHN Minta Pengawas Turun ke Lapangan

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak KPAHN dikabarkan telah melayangkan surat konfirmasi dan klarifikasi kepada Kepala BBWS Citarum.

KPAHN meminta pihak terkait, termasuk pengawas dan Konsultan Manajemen Balai, segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi fisik bangunan di lapangan.

Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan apakah pengerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis, penggunaan material memenuhi ketentuan, serta volume pekerjaan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.

Bagi warga dan petani, kualitas bangunan menjadi persoalan penting karena saluran tersebut merupakan infrastruktur vital untuk menunjang kebutuhan pengairan sawah.

Mereka berharap apabila ditemukan bagian konstruksi yang memang tidak memenuhi standar, perbaikan atau pembangunan ulang dapat segera dilakukan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.

Hingga berita ini diturunkan, pihak P3A Banyu Tani Jaya maupun BBWS Citarum belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan buruknya kualitas konstruksi tersebut.

Aswajanews.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pelaksana maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai kualitas pekerjaan, spesifikasi teknis, serta pengawasan proyek tersebut.

(Red/Team)

Pertemuan PAC HIMASAL Wanasari, Jalankan Dawuh Yai Anwar Mansur

Pertemuan PAC HIMASAL Wanasari, Jalankan Dawuh Yai Anwar Mansur

BREBES (Aswajanews.id) – Pertemuan rutin Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Kecamatan Wanasari bukan sekadar menjadi ajang silaturahmi antarsesama alumni. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana menjaga ikatan ukhuwah, memperkuat hubungan ruhani, serta menghidupkan dawuh para masyayikh Lirboyo.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) HIMASAL Kecamatan Wanasari, Akhmad Sururi, saat mengawali sambutan dalam pertemuan rutin Ahad Pon yang digelar di kediaman Ustaz Solehudin, Desa Siwungkuk, Kecamatan Wanasari, Brebes, Sabtu malam Ahad, 8 Agustus 2026.

Sururi mengingatkan kembali dawuh Al Mukarom KH Anwar Mansur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo:

“Ojo bosen-bosen ngajak konco alumni kumpul-kumpul, masio kumpul thok iku yo ono barokahe.”

Menurutnya, pesan tersebut memiliki makna yang sangat dalam. Pertemuan rutin para alumni tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga diyakini menjadi jalan hadirnya keberkahan.

“Banyak manfaat dan keberkahan ketika kita bertemu. Kita bisa bertatap muka langsung dengan para alumni, terlebih dalam pertemuan ini kita juga bersama-sama membaca Jausan dan Dalail Khoirot. Tentu hal tersebut menjadi bertumpuk-tumpuk nilai kebaikan dan pahala,” ujar Sururi.

Ia menambahkan, pertemuan alumni juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan para alumni yang dahulu ketika mondok memiliki kedekatan dengan para kiai.

“Ada alumni yang ketika mondok sangat dekat dengan kiai. Ada cipratan keberkahan yang bisa kita rasakan bersama,” imbuh alumni angkatan tahun 2000 tersebut.

Lebih lanjut, Sururi mengatakan bahwa pertemuan rutin juga menjadi ruang untuk saling memberikan nasihat kebaikan. Menurutnya, hal tersebut penting dalam kehidupan bermasyarakat, sebagaimana pesan yang terkandung dalam Surat Al-‘Ashr tentang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Dengan saling bertemu dan memberikan nasihat, kata dia, ikatan ruhani di antara para alumni akan semakin kuat.

“Ketika kita sering bertatap muka, maka akan memunculkan sikap berbaik sangka kepada sesama. Lain halnya kalau jarang bertemu atau bahkan tidak bertemu. Saat ada berita ini dan itu terkait dengan alumni, terkadang kita terpengaruh oleh berita yang kurang baik. Padahal, belum tentu kabar yang berkembang tersebut sesuai dengan fakta,” jelasnya.

Sururi menegaskan, keberadaan HIMASAL Wanasari diharapkan mampu menjadi wadah untuk memperkuat barisan dan gerakan alumni Lirboyo.

Meski saat ini kegiatan HIMASAL Wanasari masih lebih banyak berfokus pada kegiatan internal alumni, menurutnya, keberadaan forum tersebut tetap memiliki manfaat besar.

“Di tengah kesibukan para alumni dalam berkhidmat di tengah-tengah masyarakat, masih bisa menyempatkan waktu untuk bertemu dengan sesama alumni. Ini merupakan sesuatu yang sangat berharga,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, KH Makdori, selaku Penasehat PC HIMASAL Kabupaten Brebes, menyampaikan sejumlah kalimat hikmah yang bersumber dari dawuh para ulama salaf.

Ia menyampaikan bahwa terdapat empat perkara yang menjadi buah dari seseorang yang tekun dalam beribadah.

“Pertama, selalu husnuzan kepada Allah dan kepada sesama makhluk. Kedua, zuhud. Ketiga, qanaah. Dan yang keempat selalu bersyukur,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para alumni agar tidak hanya menjaga hubungan antarsesama, tetapi juga terus meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat sikap batin, serta mengamalkan nilai-nilai yang telah diajarkan para ulama.

Pertemuan rutin PAC HIMASAL Wanasari pun diharapkan terus istiqamah sebagai ruang silaturahmi, pembinaan ruhani, sekaligus ikhtiar bersama untuk menjaga keberkahan sanad keilmuan dan hubungan batin para alumni Pondok Pesantren Lirboyo. (Red)

Iran Ajukan Syarat Berat, Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Sebelum AS Penuhi Tuntutan

Iran Ajukan Syarat Berat, Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Sebelum AS Penuhi Tuntutan

JAKARTA (Aswajanews.id) – Iran menetapkan sejumlah syarat berat kepada Amerika Serikat (AS) sebelum bersedia membuka kembali Selat Hormuz. Tuntutan tersebut mencakup penghentian blokade angkatan laut, penarikan pasukan militer AS, hingga pemberian kompensasi atas kerugian akibat konflik.

Daftar tuntutan itu disampaikan Kepala Keamanan Nasional Iran sekaligus Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, dan dipublikasikan melalui media pemerintah Iran.

Dilansir CNN, Minggu (9/8/2026), Iran menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz sangat bergantung pada kesediaan AS memenuhi tuntutan yang telah diajukan.

Beberapa syarat utama Iran antara lain:

  • Pencabutan blokade angkatan laut AS;
  • Penarikan pasukan militer AS;
  • Pengakhiran perang secara permanen;
  • Pemberian kompensasi kepada Iran atas kerugian akibat konflik;
  • Pencairan aset-aset Iran yang saat ini dibekukan.

Zolghadr menyebut tuntutan tersebut merupakan aspirasi rakyat Iran yang selama berbulan-bulan menunjukkan sikap tegas di lapangan dan jalanan.

“Selama Amerika tidak memperbaiki perilakunya, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali,” tegas Zolghadr.

Iran Dekati Kesepakatan dengan Oman

Di tengah ketegangan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu (8/8) menyatakan bahwa Iran sudah sangat dekat mencapai kesepakatan dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Namun, Araghchi menegaskan bahwa pembukaan kembali selat strategis tersebut masih bergantung pada sejumlah kondisi, termasuk tindakan AS untuk memperbaiki apa yang disebut Iran sebagai pelanggaran terhadap nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati kedua negara pada Juni.

Kementerian Luar Negeri Oman menyebut proses perundingan berlangsung positif dan konstruktif.

Sementara itu, pada Jumat (7/8), lembaga penyiaran negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), melaporkan bahwa sebagian besar anggota parlemen Iran telah menyepakati usulan kerangka perjanjian dengan Oman.

Meski demikian, kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan akhir.

Jika tuntutan Teheran tidak dipenuhi, ancaman penutupan Selat Hormuz berpotensi terus menjadi titik panas dalam ketegangan Iran–AS. (Red)

19 Santri Rancasari Khotmil Juz’amma, Pemdes Bangga Lahirkan Generasi Emas Cinta Al-Qur’an

19 Santri Rancasari Khotmil Juz’amma, Pemdes Bangga Lahirkan Generasi Emas Cinta Al-Qur’an

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Suasana penuh khidmat dan kebahagiaan menyelimuti Masjid Jamie Huddatul Muttaqien, Desa Rancasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sebanyak 19 santri mengikuti acara Tasyakuran Khotmil Juz’amma III Bin Nadhor & Bil Ghoib, Sabtu malam, 8 Agustus 2026.

Acara yang dimulai selepas salat Isya sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri para santri, wali santri, masyarakat sekitar, tokoh agama, serta unsur Pemerintah Desa Rancasari.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan prosesi Khotmil Juz’amma serta doa bersama.

Turut hadir Kepala Desa Rancasari Wamin dan Sekretaris Desa Rancasari Tarudin, S.Pd. Kehadiran pemerintah desa menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap kegiatan keagamaan yang melibatkan generasi muda tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Rancasari Wamin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anak yang telah menyelesaikan Khotmil Juz’amma.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Desa Rancasari sekaligus momentum penting dalam membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an.

“Suatu kebanggaan tersendiri bagi kami Pemerintah Desa atas capaian anak-anak hari ini. Jadikan Khotmil Juz’amma ini sebagai tonggak awal untuk mempelajari Al-Qur’an beserta isi kandungannya, kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para santri agar terus membaca dan mempelajari Al-Qur’an sehingga kecintaan terhadap kitab suci tersebut semakin tertanam dalam kehidupan mereka.

“Teruslah membaca Al-Qur’an untuk mendapatkan syafaatnya, seperti yang dijanjikan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, ‘Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya kamu akan mendapatkan syafaatnya nanti’,” tambahnya.


Sementara itu, Sekretaris Desa Rancasari Tarudin, S.Pd., mengungkapkan rasa bangga dan haru melihat 19 anak yang berhasil mengikuti Khotmil Juz’amma.

Ia menilai para santri tersebut merupakan generasi penerus yang diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam membangun masa depan bangsa.

“Dukungan Pemerintah Desa dan seluruh elemen masyarakat Rancasari terhadap kegiatan ini sangat luar biasa. Mereka adalah generasi emas, penerus tongkat estafet, dan masa depan bangsa. Ada rasa bangga sekaligus terharu melihat 19 generasi emas yang mencintai Al-Qur’an,” ungkap Tarudin.

Tarudin juga menyampaikan apresiasi kepada Ustaz Ahmad Fauzi dan Ustazah Istianah yang selama ini dengan sabar membimbing dan mendidik para santri.

“Terima kasih kepada Ustaz Ahmad Fauzi dan Ustazah Istianah yang telah berperan dalam mencetak generasi emas masa depan bangsa. Mereka dengan sabar membimbing anak-anak di tengah kemajuan teknologi yang begitu cepat,” tuturnya.

Kegiatan Khotmil Juz’amma tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi motivasi bagi para santri untuk terus membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan dukungan orang tua, guru, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat, 19 santri Rancasari diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berilmu, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an.

(Prapto/Herman Tongol)

CPNS 2026 Belum Dibuka! BKN Ingatkan Warga Waspadai Jadwal Palsu dan Link Penipuan

CPNS 2026 Belum Dibuka! BKN Ingatkan Warga Waspadai Jadwal Palsu dan Link Penipuan

JAKARTA (Aswajanews.id) – Informasi mengenai jadwal pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 masih menjadi perhatian masyarakat, khususnya para pencari kerja yang menantikan kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun, hingga awal Agustus 2026, pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026 maupun jumlah formasi yang akan dibuka.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi mengenai jadwal pendaftaran CPNS 2026 yang beredar di media sosial. Sejumlah unggahan yang mencantumkan tanggal pendaftaran maupun tautan tertentu dipastikan bukan berasal dari kanal resmi pemerintah.

Saat ini, pemerintah masih melakukan proses perencanaan kebutuhan ASN melalui pendataan formasi dari kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.

Dalam mekanisme seleksi ASN, pemerintah terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan pegawai sebelum menentukan jumlah dan jenis formasi. Setelah kebutuhan ditetapkan, barulah jadwal seleksi dan tahapan pendaftaran diumumkan kepada masyarakat.

Sebelumnya, pada 12 Maret 2026, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menerbitkan Surat Menteri PANRB Nomor B/1553/M.SM.01.00/2026 tentang Kebutuhan ASN Tahun Anggaran 2026.

Melalui surat tersebut, seluruh instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah diminta menyampaikan usulan kebutuhan jumlah serta jenis jabatan ASN sebagai dasar penyusunan kebutuhan dan formasi ASN Tahun Anggaran 2026.

Meski proses perencanaan telah berjalan, belum ada keputusan resmi mengenai tanggal pendaftaran, jumlah formasi, maupun instansi yang akan membuka lowongan CPNS 2026.

BKN Ingatkan Waspada Informasi Palsu

BKN menemukan adanya informasi tidak benar mengenai pembukaan CPNS 2026 yang beredar melalui berbagai platform digital. Sebagian informasi tersebut bahkan mengarahkan masyarakat ke tautan yang tidak berasal dari situs resmi pemerintah.

Masyarakat diminta berhati-hati dan tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan kredibilitasnya, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), kata sandi, maupun kode OTP.

Data tersebut berpotensi disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Cara Mengecek Informasi Resmi CPNS 2026

Calon pelamar yang ingin memperoleh informasi terbaru mengenai seleksi CPNS 2026 disarankan hanya memantau kanal resmi pemerintah, seperti:

  • Portal resmi SSCASN BKN;
  • Situs resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN);
  • Situs resmi Kementerian PANRB;
  • Media sosial resmi instansi pemerintah terkait.

Informasi mengenai jadwal pendaftaran, persyaratan pelamar, formasi, hingga tahapan seleksi hanya dapat dijadikan acuan apabila telah diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.

Jangan Menunggu, Mulai Persiapkan Dokumen

Meski jadwal pendaftaran belum diumumkan, calon pelamar dapat mulai mempersiapkan diri. Beberapa dokumen penting yang perlu diperbarui antara lain KTP, ijazah, transkrip nilai, serta berbagai dokumen pendukung lainnya.

Pelamar juga dapat mulai mempelajari materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Dengan persiapan lebih awal, calon peserta diharapkan tidak kelabakan ketika pemerintah nantinya resmi membuka seleksi CPNS 2026.

Intinya, hingga awal Agustus 2026, CPNS 2026 belum resmi dibuka. Jangan percaya jadwal yang beredar sebelum ada pengumuman resmi pemerintah. (Sumber: Antara)

Jelang Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-81, Murid MI Sirojut Tholibin Intens Berlatih

Jelang Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-81, Murid MI Sirojut Tholibin Intens Berlatih

BREBES (Aswajanews.id) – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, akan menyelenggarakan lomba gerak jalan yang diikuti oleh lembaga pendidikan di wilayah Rengaspendawa serta masyarakat umum.

Sebagai salah satu lembaga pendidikan formal di Rengaspendawa, MI Sirojut Tholibin turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Persiapan pun dilakukan secara serius dengan menggelar latihan intensif bagi para murid yang telah dipilih menjadi peserta.

Latihan tersebut dipandu oleh Sulastri dan Wildan Hidayatullah. Para siswa berlatih secara rutin untuk meningkatkan kekompakan, kedisiplinan, ketepatan langkah, serta kesiapan mental sebelum mengikuti perlombaan.

Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, mengatakan pihaknya akan mengikutsertakan dua regu dalam lomba gerak jalan, yakni regu putra dan regu putri.

“Insyaallah akan ikut serta dalam lomba gerak jalan dari MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa sebanyak dua regu, yaitu regu putra dan putri. Masing-masing sudah melakukan latihan, baik siang saat istirahat sekolah maupun malam hari,” kata Akhmad Sururi.

Menurut Sururi, para siswa menunjukkan antusiasme dan semangat yang tinggi dalam mengikuti latihan. Bahkan, latihan tidak hanya dilakukan pada siang hari, tetapi juga dilanjutkan pada malam hari setelah salat Isya dan kembali berlatih pada pagi hari.

“Anak-anak memiliki semangat yang tinggi untuk berlomba. Mereka berlatih tak kenal lelah, malam setelah salat Isya dilanjutkan pagi hari,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh latihan yang telah dilakukan dapat membuahkan hasil maksimal ketika perlombaan berlangsung. Selain mengejar prestasi, keikutsertaan tersebut diharapkan menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, sportivitas, dan semangat nasionalisme kepada para siswa.

“Semoga dengan latihan yang telah dilakukan, pada saat lomba nanti bisa sukses dan memberikan hasil yang terbaik,” pungkas Sururi. (Red)

MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Terima Bantuan Buku Moderasi Beragama dari Kemenag RI

MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Terima Bantuan Buku Moderasi Beragama dari Kemenag RI

BREBES (Aswajanews.id) – MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, menerima bantuan buku tentang Moderasi Beragama dan sejumlah buku bacaan lainnya dari Perpustakaan BMBPSDM Kementerian Agama RI.

Bantuan buku tersebut dikirim melalui paket dan diterima pihak madrasah pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kehadiran berbagai koleksi buku tersebut disambut positif oleh pihak madrasah karena dinilai dapat menambah wawasan dan memperkaya bahan bacaan bagi guru maupun peserta didik.

Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Agama RI atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih kepada Kementerian Agama RI yang telah mengirimkan bantuan buku bacaan tentang moderasi beragama. Buku-buku ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pemahaman tentang moderasi beragama,” ujar Akhmad Sururi.

Sementara itu, salah seorang guru MI Sirojut Tholibin, Arifatul Farhah, mengaku senang dengan diterimanya bantuan buku tersebut. Ia menjelaskan, pengajuan bantuan buku dilakukan melalui surat permohonan secara daring kepada Kementerian Agama RI.

Menurut Farhah, wawasan mengenai moderasi beragama sangat penting dimiliki para guru di lingkungan Kementerian Agama agar nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan kepada peserta didik sejak dini.

“Sebagai guru di lingkungan Kementerian Agama, kita membutuhkan wawasan tentang moderasi beragama. Wawasan tersebut kemudian dapat disampaikan kepada murid-murid. Hal ini sangat penting agar mereka sejak dini memahami moderasi beragama dalam bersikap dan bertindak, sehingga tidak terjebak pada pemahaman yang ekstrem,” kata Farhah, yang akrab disapa Bu Farhah.

Sebagai Wali Kelas 3 MI Sirojut Tholibin, Farhah juga terus mendorong peserta didiknya untuk gemar membaca. Menurutnya, membaca merupakan salah satu cara untuk membuka wawasan dan memperluas pengetahuan.

“Dengan membaca, kita dapat membuka jendela dunia,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberadaan buku-buku tentang moderasi beragama di madrasah diharapkan dapat memperkaya pemahaman sekaligus memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MI Sirojut Tholibin.

Selain buku mengenai moderasi beragama, bantuan tersebut juga mencakup komik bertema Moderasi Beragama, buku cerita, kamus istilah keagamaan, serta ensiklopedia Kesultanan di Nusantara.

“Selain buku-buku wawasan moderasi beragama, ada juga komik bertema Moderasi Beragama, buku cerita, kamus istilah keagamaan, dan ensiklopedia Kesultanan di Nusantara. Buku-buku tersebut tentu sangat bermanfaat bagi kami di lingkungan MI Sirojut Tholibin,” pungkas Farhah.

Farhah sendiri dikenal aktif dalam mendampingi peserta didik. Ia pernah sukses membimbing anak didiknya hingga meraih prestasi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Dengan tambahan koleksi tersebut, pihak madrasah berharap budaya literasi semakin tumbuh dan nilai-nilai moderasi beragama dapat dipahami serta diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. (Red)

Berikan Semangat, Kepala MI Sambangi Latihan Pramuka Jelang Jamran Larangan

0
Berikan Semangat, Kepala MI Sambangi Latihan Pramuka Jelang Jamran Larangan

BREBES (Aswajanews.id) – Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus), menyambangi sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa yang mengikuti latihan Pramuka, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi Jambore Ranting (Jamran) Pramuka Kecamatan Larangan yang akan digelar di Desa Kendaga, Kecamatan Larangan, pada 12–14 Agustus 2026.

Latihan diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 yang dipersiapkan untuk menjadi peserta Jamran. Sejumlah materi kepramukaan juga telah diberikan oleh para kakak pembina dari SMK Nuris Slatri sebagai bekal sebelum mengikuti perkemahan.

Di hadapan para peserta, Akhmad Sururi berpesan agar seluruh siswa mengikuti latihan dengan penuh semangat dan disiplin.

“Kalian harus semangat dalam mengikuti kegiatan Pramuka. Hari-hari ini konsentrasi persiapan perkemahan Jamran di Kendaga. Mental dan semangat menjadi modal utama, di samping beberapa materi yang akan ditanyakan dalam kegiatan wide game. Kalian ikuti apa yang disampaikan oleh kakak pembina,” ujar Sururi.

Sebelum menyambangi peserta latihan, Akhmad Sururi juga melakukan briefing bersama sejumlah kakak pembina yang akan mendampingi siswa selama mengikuti perkemahan Jamran di Kendaga.

Dalam briefing tersebut, ia mengecek berbagai persiapan yang telah dilakukan, termasuk kesiapan peserta dan materi latihan yang akan menjadi bekal selama kegiatan berlangsung.

Sururi meminta seluruh kakak pembina memberikan pendampingan secara maksimal selama peserta mengikuti perkemahan. Menurutnya, pendampingan tidak hanya bertujuan memastikan kesiapan teknis, tetapi juga membangun keberanian, kemandirian, kedisiplinan, dan mental siswa.

“Proses pemantapan latihan Pramuka harus terus dilakukan agar anak-anak memiliki mental yang kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk materi di sejumlah pos dalam kegiatan wide game,” katanya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, MI Sirojut Tholibin berharap para peserta mampu mengikuti Jamran Kecamatan Larangan dengan penuh semangat, percaya diri, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan dalam Pramuka. (Red)

Jelang Konferprov PWI Jabar, Bos Ayo Media Sambangi Rumah PWI Kota Bogor

Jelang Konferprov PWI Jabar, Bos Ayo Media Sambangi Rumah PWI Kota Bogor

BOGOR (Aswajanews.id) — Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat, H. Hardiyansyah, S.H. atau Kang Andy, menyambangi kantor sekretariat PWI Kota Bogor di Jalan Tirto Adhi Soerjo, Jumat (7/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus penyampaian visi dan misi Kang Andy menjelang Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Agustus 2026.

Kang Andy yang juga merupakan wartawan senior sekaligus pemilik Ayo Media diterima Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi alias Kang Aldho, Sekretaris Syarif Hidayatullah, Bendahara Asep Supriyanto, Wakil Bendahara Roy Andi, serta jajaran pengurus dan anggota PWI Kota Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Andy memaparkan sejumlah gagasan yang menjadi fokusnya apabila mendapat amanah memimpin PWI Jawa Barat. Dua hal yang menjadi perhatian utama adalah peningkatan kapasitas profesionalisme dan kesejahteraan wartawan.

“Saya melihat ada beberapa hal yang harus jadi perhatian jika nanti saya ditakdirkan menjadi Ketua PWI Jawa Barat. Di antaranya soal kapasitas dan kesejahteraan wartawan,” kata Andy.

Menurutnya, profesi wartawan tidak hanya berkutat pada aspek keredaksian dan peliputan. Wartawan juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai entrepreneurship agar memiliki kemampuan mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.

“Menjadi wartawan tidak melulu soal keredaksian dan peliputan, tapi juga wartawan diberikan pemahaman terkait entrepreneur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu bentuknya adalah mendorong wartawan memahami dunia bisnis dan mampu memanfaatkan jejaring yang dimiliki, termasuk melalui koperasi.

Namun demikian, Andy menegaskan bahwa aktivitas bisnis wartawan harus tetap dipisahkan secara tegas dari tugas jurnalistik.

“Memang tantangannya adalah membedakan sisi jurnalis dengan bisnis yang harusnya tidak saling mengganggu dan tidak merusak integritas profesionalisme wartawan,” katanya.

Selain persoalan kesejahteraan, Andy juga berencana memperluas kerja sama PWI dengan perguruan tinggi di Jawa Barat. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bukan hanya bagi wartawan, tetapi juga bagi keluarga wartawan.

Andy mengungkapkan, saat dirinya menjabat sebagai Ketua PWI Kota Bandung, sejumlah kerja sama dengan kampus telah dilakukan. Program serupa ingin diperluas apabila dirinya dipercaya memimpin PWI Jawa Barat.

“Ada beberapa kampus yang sudah kerja sama saat saya jadi Ketua PWI Kota Bandung. Itu ingin saya aplikasikan di tingkat yang lebih luas di Jawa Barat. Tentu manfaatnya akan lebih terasa ke daerah,” tuturnya.

Sementara itu, anggota PWI Kota Bogor, Ryan Muttaqien, menyampaikan sejumlah aspirasi, khususnya mengenai kerja sama di bidang pendidikan dan kesejahteraan wartawan serta pengusaha media.

Menurut Ryan, perusahaan media di daerah masih menghadapi kendala dalam membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan di tingkat Jawa Barat.

“Perusahaan media di Bogor terkadang sulit untuk menembus komunikasi dengan stakeholder tingkat Jabar. Kami berharap hal itu jadi perhatian jika Kang Andy terpilih,” ungkapnya.

Ryan juga mengapresiasi gagasan kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi bagi keluarga wartawan. Menurutnya, program tersebut berpotensi meningkatkan wawasan sekaligus integritas insan pers.

“Itu akan meningkatkan wawasan dan integritas wartawan. Saya berharap itu tidak hanya ‘lip service’. Apalagi banyak wartawan dan keluarganya kadang punya kendala menuntut ilmu di tingkat universitas,” ujar redaktur Harian Metropolitan tersebut.

Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi alias Kang Aldho, mengapresiasi kunjungan Kang Andy beserta pemaparan visi dan misinya.

Ia berharap berbagai program yang disampaikan dapat direalisasikan apabila Kang Andy nantinya mendapat kepercayaan memimpin PWI Jawa Barat.

Di sisi lain, Aldho mengingatkan seluruh pihak agar kontestasi pemilihan Ketua PWI Jawa Barat tidak menimbulkan ekses negatif maupun perpecahan di tubuh organisasi.

Menurutnya, siapapun yang terpilih harus mampu menjaga kondusivitas PWI, baik di tingkat Jawa Barat maupun daerah.

“Jangan sampai nanti malah ada perpecahan. Kami berharap kondusivitas tetap terjaga, tapi program juga berjalan sesuai harapan kami di daerah,” pungkasnya. (Red/Nas)

KEBAKARAN DAHSYAT! Gedung Bapenda DKI Dilalap Si Jago Merah

0
KEBAKARAN DAHSYAT! Gedung Bapenda DKI Dilalap Si Jago Merah

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kebakaran dahsyat melanda gedung perkantoran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta atau Gedung Dinas Teknis Abdul Muis di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026) malam.

Gedung yang berada tidak jauh dari kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI tersebut dilaporkan terbakar hebat. Bangunan yang terdiri dari 12 lantai itu mengalami kebakaran parah di lantai 6 dan 7, sementara titik api dilaporkan bermula dari lantai 11.

Berdasarkan data Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 21.30 WIB.

Petugas Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB dan langsung melakukan penanganan. Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 21.41 WIB.

Pada awal penanganan, petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dengan 10 personel. Namun, karena kobaran api semakin besar, kekuatan pemadaman kemudian ditambah menjadi 20 unit armada dengan total 100 personel.

Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup intensif. Api bahkan dilaporkan membakar hampir setengah bagian gedung.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membubung tinggi dari bangunan Bapenda DKI Jakarta. Asap tersebut terlihat dari berbagai titik di sekitar kawasan Gambir.

Informasi mengenai kebakaran tersebut juga ramai beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun X @xwinterspada Jumat malam.

“JUST IN. Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta. Belum diketahui penyebab utama. Stay safe all.”

Hingga berita ini ditulis, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku mengendalikan kobaran api dan memastikan api tidak merembet ke bagian gedung lainnya maupun bangunan di sekitar lokasi.

Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Begitu pula dengan informasi mengenai ada atau tidaknya korban dalam peristiwa tersebut masih menunggu hasil pendataan petugas di lapangan.

Pihak Bapenda DKI Jakarta maupun Dinas Gulkarmat DKI Jakarta belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kebakaran, tingkat kerusakan, maupun dampak yang ditimbulkan.

Petugas masih berupaya memastikan seluruh titik api benar-benar padam sebelum dilakukan proses pendinginan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan.

Aswajanews.id akan terus memantau perkembangan kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta dan menyampaikan informasi terbaru berdasarkan keterangan resmi dari pihak berwenang.