Google search engine
Beranda blog Halaman 61

Kanwil Kemenag Jateng Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Ujian MDT di Kabupaten Pekalongan

0

PEKALONGAN (Aswajanews) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Kabupaten Pekalongan, Selasa (6/1/2026).

Kegiatan monev dilaksanakan di beberapa lembaga MDT, yakni MDT At Tarbiyah Harjosari, MDT Bligo Kecamatan Doro, dan MDT Aswaja Bojong. Kanwil Kemenag Jateng menugaskan tim monitoring yang terdiri dari Hj. Aini Sa’adah, Hj. Atun, dan Prabowo.

Tim monev Kanwil Kemenag Jateng didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Pekalongan, sejumlah staf Kemenag Kabupaten Pekalongan, Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah Akhmad Sururi, serta Ketua DPC FKDT Kabupaten Pekalongan Kyai Mutorofin.

Selaku tim monitoring, Hj. Aini Sa’adah menjelaskan bahwa kegiatan monev Ujian MDT bertujuan untuk melihat secara langsung pelaksanaan ujian di lapangan sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan. Ia menambahkan, sebelumnya Kanwil Kemenag Jawa Tengah telah mengirimkan surat resmi terkait pendataan peserta Ujian MDT kepada Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Di hadapan para peserta ujian, Hj. Aini Sa’adah yang juga Ketua Tim MDT Kanwil Kemenag Jateng berpesan agar para santri terus melanjutkan pembelajaran ilmu agama Islam, termasuk dengan melanjutkan pendidikan di pondok pesantren.

“Ilmu agama sangat penting, termasuk pemahaman tentang ibadah. Karena itu, kalian harus terus belajar ilmu agama dan tidak boleh berhenti, syukur-syukur bisa melanjutkan ke pesantren,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya akhlak bagi santri Madrasah Diniyah. “Belajar shalat itu penting dan harus dilakukan sepanjang hayat. Sebagai santri diniyah, harus mengedepankan akhlak, termasuk berbakti dan taat kepada kedua orang tua,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah Akhmad Sururi turut memberikan motivasi kepada para peserta ujian. Ia berharap para santri yang mengikuti Ujian MDT dapat menjadi generasi yang hebat, bermanfaat bagi masyarakat, serta memperoleh kehidupan yang penuh keberkahan. (Red)

Bersejarah, Karawang Jadi Lokasi Swasembada Pangan Nasional oleh Presiden RI

0

Karawang (Aswajanews) – Kabupaten Karawang menjadi tempat bersejarah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada 7 Januari 2026, berlokasi di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia tak lagi mengimpor beras.

“Saya umumkan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan pada 2025. Saat ini cadangan beras Indonesia telah tembus angka 3 juta ton, sehingga tidak memerlukan lagi impor beras,” kata Presiden dalam sambutan acara panen raya.

Ucapan Presiden tersebut disambut riuh tepuk tangan oleh petani, masyarakat dan juga tamu undangan yang hadir. Selain panen raya, Presiden RI juga melakukan peninjauan berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan langsung pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom, seperti traktor dan rice transplanter, demonstrasi penggunaan drone pertanian, serta pemanfaatan pompa otomatis untuk mendukung efisiensi sistem irigasi.

Selain itu, Presiden juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Bahkan, Presiden Prabowo turut mencicipi sejumlah produk hasil pertanian dan perkebunan yang ditampilkan pada pameran tersebut.
(Liputan : Ahmad Z)

PSI Jabar Matangkan Konsolidasi 2029, Serahkan Bantuan Rp200 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sebagai upaya mematangkan konsolidasi kader dan memperkuat struktur organisasi menjelang agenda politik 2029. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (7/1/2026).

Rakorwil dihadiri jajaran pengurus DPW PSI Jawa Barat, perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Agenda rapat difokuskan pada evaluasi organisasi dan pembenahan struktur kepengurusan hingga tingkat paling bawah.

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menegaskan bahwa penguatan struktur partai menjadi fokus utama PSI saat ini sebagai fondasi menghadapi kontestasi politik ke depan.

“Kami fokus pada pembenahan struktur partai. Karena itu saya juga meminta bantuan Ketua DPP agar kepengurusan bisa lengkap sampai tingkat kecamatan. Alhamdulillah, revisi kepengurusan sudah 100 persen dan akan kami lanjutkan ke level di bawahnya agar struktur PSI benar-benar kokoh,” ujar Kaesang.

Menurut Kaesang, soliditas organisasi menjadi kunci agar PSI mampu beradaptasi dengan dinamika politik yang bergerak cepat sekaligus memperluas basis dukungan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPW PSI Jawa Barat, Abang Ijo Hapidin menyampaikan bahwa dinamika politik merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan sebuah partai. Ia optimistis PSI mampu memanfaatkan momentum konsolidasi ini untuk meraih hasil signifikan pada Pemilu 2029.

“Politik itu kencang dan dinamis, pasti akan ada pergantian. Target ke depan, khususnya di Jawa Barat, insyaallah PSI bisa meraih lima juta suara,” kata Hapidin.

Selain agenda konsolidasi politik, Rakorwil PSI Jawa Barat juga diisi dengan aksi solidaritas kemanusiaan. Dalam kesempatan tersebut, DPW PSI Jawa Barat menyerahkan bantuan solidaritas sebesar Rp200 juta kepada korban bencana alam di Sumatra.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian PSI terhadap masyarakat terdampak bencana, sekaligus menegaskan komitmen partai untuk hadir tidak hanya dalam agenda politik, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan dan sosial.

(Reporter: Uus)

Bupati Aep Terima Tanda Kehormatan dari Presiden, Karawang Masuk 10 Besar Produksi Beras Nasional

0

Karawang (Aswaja News) – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. menerima tanda kehormatan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas jasa dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan. Tanda kehormatan tersebut diberikan dan dipasangkan langsung oleh Presiden RI dalam rangkaian Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan, Rabu (7/1/2026), di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.

Penganugerahan Satya Lencana Wira Karya kepada Bupati Karawang tersebut menjadi pengakuan negara atas peran strategis Kabupaten Karawang dalam menjaga produktivitas pertanian nasional. Di bawah kepemimpinan H. Aep Syaepuloh, Karawang berhasil menempatkan diri sebagai 10 besar daerah penghasil beras nasional, sekaligus menjadi salah satu lumbung pangan utama Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025, ditandai dengan tidak adanya impor beras serta tercapainya cadangan beras nasional sebesar 3 juta ton. Capaian tersebut disebut Presiden sebagai tonggak sejarah baru bagi kedaulatan pangan Indonesia.

(Liputan : Ahmad Z)

Iwan Koswara: PSI Jabar Siap Hadapi 2029, Struktur hingga Kecamatan Sudah Lengkap

0

BANDUNG (Aswajanews.id) — Anggota DPRD Jawa Barat dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Iwan Koswara, menegaskan kesiapan PSI Jawa Barat menghadapi agenda politik 2029. Ia menyebut struktur kepengurusan PSI di Jawa Barat telah terbentuk 100 persen hingga tingkat kecamatan dan kini memasuki fase penguatan konsolidasi serta kesiapan administrasi menuju verifikasi KPU 2027.

Hal itu disampaikan Iwan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI Jawa Barat yang digelar di Bandung, Selasa (7/1/2026), dan diikuti pengurus DPW, DPD, serta DPC se-Jawa Barat.

“Rakorwil ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa struktur PSI Jawa Barat sudah siap. DPD dan DPC telah terbentuk seratus persen, sekarang tinggal memastikan struktur tersebut berjalan efektif dan solid,” ujar Iwan.

Menurutnya, Rakorwil juga menjadi forum konsolidasi penting karena selama ini jajaran DPW belum pernah bertemu langsung dengan seluruh pengurus DPC. Melalui kegiatan tersebut, seluruh kader disatukan pemahamannya terkait arah kebijakan partai serta arahan DPP PSI, khususnya dalam penguatan organisasi dan keanggotaan.

Iwan menambahkan, DPP PSI telah menetapkan sejumlah target nasional dalam menghadapi Pemilu 2029, termasuk penguatan infrastruktur partai hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Menatap 2029 tidak mudah. Diperlukan infrastruktur partai yang kuat sampai ke tingkat paling bawah. Itu yang menjadi fokus utama Rakorwil ini,” katanya.

Ia menekankan bahwa pengalaman PSI dalam dua kali proses verifikasi KPU menjadi pelajaran penting, terutama dalam aspek kelengkapan administrasi dan validitas keanggotaan. Karena itu, pengurus di tingkat kabupaten dan kota diminta lebih selektif dan serius dalam merekrut anggota.

“Administrasi adalah kunci. Jangan sampai saat verifikasi faktual, anggota yang direkrut justru mengaku tidak pernah mendaftar. Ini harus benar-benar dijaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iwan mengungkapkan DPP PSI menargetkan pada 2026 setiap daerah memiliki minimal 4.000 anggota yang telah memenuhi persyaratan administrasi secara valid. Target tersebut akan menjadi indikator penilaian kinerja struktur partai di daerah.

“Waktu masih panjang. DPD dan DPC harus berbenah, merekrut anggota yang benar-benar mau dan serius. Jika struktur berjalan baik dan target tercapai, DPW dan DPP akan mendorong dengan berbagai program, termasuk dukungan atribut dan alat peraga partai,” jelasnya.

Saat ini, PSI Jawa Barat terus mempersiapkan diri menghadapi verifikasi KPU 2027 dengan memanfaatkan satu tahun ke depan untuk memperkuat struktur, merekrut anggota, serta memantapkan konsolidasi di seluruh kabupaten dan kota.

(Reporter: Uus)

Kapolres Indramayu Pimpin Sertijab Kasat Intelkam dan Sejumlah Kapolsek Jajaran

0

INDRAMAYU (Aswajanews)– Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K, M.H, M.I.K memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasat Intelkam serta sejumlah Kapolsek jajaran Polres Indramayu.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Apel Polres Indramayu, Selasa (6/1/2026)

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang menyampaikan sertijab merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.

“Kegiatan ini merupakan hal yang wajar dan strategis untuk menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks. Sertijab menjadi kebutuhan organisasi guna menjaga kesinambungan kepemimpinan dan meningkatkan profesionalisme personel,” ujar Kapolres.

Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan antara lain Kapolsek Karangampel dari Kompol Warmad, S.Pd. kepada AKP Maryudi, S.H.

Selanjutnya, jabatan Kasat Intelkam Polres Indramayu diserahterimakan dari AKP Saefullah, SH, M.Ap. kepada AKP Agus Suwartono, S.H.

Kemudian Kapolsek Kandanghaur dari Kompol Surahmat, S.Sos. kepada AKP Joni, S.H yang sebelumnya menjabat Kapolsek Terisi.

Sementara jabatan Kapolsek Terisi kini diemban AKP Ian Hernawan, S.H, M.A.P, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Pasekan.

Jabatan Kapolsek Pasekan selanjutnya dipegang IPDA Nanang Dasuki, S.H, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Sukra. Sedangkan Kapolsek Sukra kini dijabat IPDA Andi Supriyatna.

Untuk jabatan Kapolsek Losarang, AKP Hendro Ruhanda, S.H., diserahterimakan kepada AKP Suhendi, S.H, M.H yang sebelumnya menjabat Kapolsek Sindang.

Sementara itu, jabatan Kapolsek Sindang kini dijabat AKP Karnala, S.H yang sebelumnya Kapolsek Gantar, dan posisi Kapolsek Gantar diemban oleh IPTU Sutarko, S.H.
Kapolres Indramayu menegaskan, mutasi jabatan merupakan langkah strategis guna memastikan pelayanan kepolisian tetap optimal, responsif dan humanis.

Ia juga menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polres Indramayu.

“Kepada pejabat baru, saya ucapkan selamat bertugas. Segera beradaptasi, lanjutkan program yang sudah berjalan, dan tingkatkan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif,” pesan Kapolres.

Kapolres berharap, dengan adanya rotasi jabatan ini, kinerja Polres Indramayu semakin solid dan profesional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(Sn)

Ketua DPD PSI Sumedang: Konsolidasi Kader Jadi Kunci Hadapi Agenda Politik 2029

0

BANDUNG (Aswajanews.id) — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Sumedang, Firman Firdaus, menegaskan bahwa konsolidasi kader dan penguatan struktur organisasi menjadi kunci utama dalam menghadapi agenda politik 2029. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Barat di Bandung, Selasa (7/1/2026).

Menurut Firman, Rakorwil merupakan momentum strategis untuk memastikan kesiapan partai hingga ke tingkat paling bawah. Ia menyebutkan bahwa struktur organisasi PSI di Kabupaten Sumedang saat ini telah terbentuk secara menyeluruh di tingkat kecamatan.

“Di Sumedang sudah terbentuk 26 Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Pekerjaan rumah kami selanjutnya adalah pembentukan hingga ke tingkat DPRT yang dilakukan secara bertahap,” ujar Firman.

Selain penguatan organisasi, Firman juga menyoroti dampak positif kegiatan partai terhadap pergerakan ekonomi lokal. Sejumlah kebutuhan Rakorwil, seperti cinderamata narasumber berupa boneka gajah, iket KDM, hingga bendera dan umbul-umbul, melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kabupaten Sumedang.

“Untuk cinderamata, kami memesan sekitar 30 unit dengan kualitas berbeda antara VIP dan reguler. Sebagian besar kami arahkan ke UMKM Sumedang agar roda ekonomi lokal ikut bergerak,” katanya.

Ia mengakui bahwa proses produksi dilakukan dalam waktu yang relatif singkat karena mendekati tenggat pelaksanaan kegiatan. Kondisi tersebut menuntut kerja cepat dan ekstra dari para pelaku UMKM yang terlibat.

“Pemesanan sering kali sudah mepet dengan deadline, sehingga pengerjaannya harus dikebut agar selesai tepat waktu,” ujarnya.

Dari sisi politik, Firman mengungkapkan adanya penguatan signifikan menjelang 2029, yang ditandai dengan bergabungnya sejumlah tokoh dan kader dari partai lain ke PSI. Salah satunya adalah mantan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sumedang yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD setempat.

“Masuknya tokoh-tokoh berpengalaman dari partai lain tentu menjadi tambahan kekuatan bagi PSI di Sumedang,” ucapnya.

Terkait target politik, Firman menyampaikan bahwa PSI Sumedang menargetkan pembentukan lebih dari satu fraksi di legislatif. Namun demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut akan dibuktikan melalui kerja nyata hingga Pemilu 2029.

“Target ideal kami tentu lima sampai enam kursi. Namun pembuktiannya ada di 2029. Bagi kami, satu kursi pun sudah patut disyukuri,” katanya.

Firman menambahkan, Rakorwil juga menjadi sarana pendidikan politik bagi para pengurus, khususnya di tingkat DPC, agar memiliki pemahaman yang utuh terkait arah perjuangan dan pergerakan partai dalam jangka panjang.

(Reporter: Uus)

Nano S Warning Apresiasi Rakorwil PSI Jabar, Tegaskan Soliditas Kader Jelang 2029

0

Bandung (Aswajanews.id) — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sebagai bagian dari konsolidasi kader dan penguatan struktur organisasi dalam menghadapi agenda politik 2029. Kegiatan ini berlangsung di Bandung, Selasa (7/1/2026).

Rakorwil tersebut dihadiri jajaran pengurus DPW PSI Jawa Barat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta perwakilan kader dari berbagai daerah. Agenda rapat difokuskan pada evaluasi organisasi, pemantapan struktur, dan penyamaan langkah politik ke depan.

Ketua DPD PSI Kabupaten Majalengka, Nano S Warning, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Rakorwil DPW PSI Jawa Barat. Menurutnya, forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas internal sekaligus memperjelas arah gerak partai di tingkat daerah.

Nano menilai konsolidasi yang dilakukan DPW PSI Jawa Barat merupakan fondasi penting dalam menjaga kesinambungan organisasi, khususnya menjelang tahapan politik nasional dan daerah pada 2029.

Dalam kesempatan tersebut, Nano juga memaparkan perkembangan struktur PSI di Kabupaten Majalengka. Hingga saat ini, PSI Majalengka telah membentuk 26 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang tersebar di sejumlah kecamatan sebagai bagian dari penguatan basis organisasi.

Lebih lanjut, Nano menegaskan harapannya agar kepengurusan DPD PSI Majalengka tetap solid, terutama dalam proses penataan struktur organisasi. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kader lama dan kader baru.

“Dalam penataan kepengurusan, jangan sampai kader lama tersisihkan oleh kader baru. Semua harus dirangkul agar organisasi tetap kuat dan berkesinambungan,” ujar Nano.

Menurutnya, dalam struktur partai, Ketua DPD berada di puncak piramida organisasi di tingkat kabupaten dengan tanggung jawab menjaga soliditas dan harmoni internal. Peran tersebut dinilai krusial untuk memastikan roda organisasi berjalan stabil dan berkesinambungan.

Nano pun menegaskan komitmennya sebagai Ketua DPD PSI Majalengka untuk menjaga kebersamaan serta memperkuat loyalitas kader. Ia menyatakan siap menjaga konsistensi organisasi demi keberlangsungan dan kemajuan partai di daerah.

Rakorwil DPW PSI Jawa Barat ini diharapkan mampu memperkokoh koordinasi antardaerah serta menyatukan visi dan strategi kader dalam menghadapi dinamika politik nasional menuju 2029.

(Reporter: Uus)

Ais Ramlan Minta Koalisi Pemerintah Jaga Soliditas

0

Bandung (Aswajanews.id) — Pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bandung Barat, Ais Ramlan, meminta seluruh partai koalisi pemerintahan untuk menjaga soliditas serta mengedepankan komunikasi yang sehat dalam menyikapi perbedaan pandangan politik.

Ais menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal wajar dalam dinamika politik, namun tidak seharusnya berujung pada hujatan maupun konflik terbuka di ruang publik. Kritik terhadap pemimpin atau kebijakan pemerintah, menurutnya, harus disampaikan secara etis dan konstruktif.

“Jika ada pemimpin yang khilaf atau melakukan kekeliruan, sebaiknya diperbaiki dengan komunikasi yang baik, bukan dihujat. Menghina bukan jalan yang baik, sementara mendoakan dan mengingatkan secara bijak akan membawa kebaikan,” ujar Ais.

Pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bandung Barat, Ais Ramlan

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Barat yang digelar di Bandung, Selasa (7/1/2026).

Rakorwil ini merupakan bagian dari agenda konsolidasi kader dan penguatan struktur organisasi PSI Jawa Barat dalam rangka menyongsong agenda politik nasional 2029.

Dalam kesempatan itu, Ais juga menyampaikan apresiasi kepada PSI Jawa Barat yang dinilainya konsisten menjaga komitmen politik sejak bergabung dalam Tim Kemenangan Prabowo–Gibran pada Pemilihan Presiden 2024.

Ia menegaskan dukungannya terhadap partai-partai koalisi pemerintahan, khususnya Partai Gerindra dan PSI, agar tetap solid dalam mengawal jalannya pemerintahan ke depan.

Menurut Ais, soliditas koalisi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas politik nasional sekaligus memastikan program-program pemerintah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Rakorwil DPW PSI Jawa Barat dihadiri jajaran pengurus dan kader dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Kegiatan tersebut juga menjadi forum penyamaan visi dan langkah politik antarstruktur partai dalam menghadapi dinamika politik nasional menuju 2029.

DPW PSI Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi internal serta meningkatkan kesiapan organisasi dalam menghadapi agenda-agenda politik mendatang.

(Reporter: Uus)

Demokrat Dukung Pilkada Lewat DPRD, Sikap Internal Masih Berbeda

0

Jakarta (Aswajanews) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menyatakan dukungan terhadap usulan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD yang saat ini didorong sejumlah fraksi di DPR. Sikap tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron, yang menyebut partainya sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi sistem pemilihan kepala daerah.

“Partai Demokrat berada dalam satu barisan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi sistem pemilihan kepala daerah,” ujar Herman Khaeron, Selasa (6/1).

Menurut Herman, baik pilkada langsung maupun tidak langsung melalui DPRD sama-sama sah dalam sistem demokrasi Indonesia. Ia menilai opsi pilkada melalui DPRD patut dipertimbangkan secara serius untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan daerah, kualitas kepemimpinan, serta menjaga stabilitas politik nasional.

Meski demikian, Herman menekankan bahwa pembahasan usulan tersebut harus dilakukan secara terbuka, demokratis, dan melibatkan partisipasi publik karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Prinsip Partai Demokrat jelas, apa pun mekanisme yang dipilih, demokrasi harus tetap hidup, suara rakyat harus dihormati, dan persatuan nasional harus dijaga,” tegasnya.

Dengan bergabungnya Demokrat, kini tercatat enam dari delapan fraksi di DPR mendukung usulan pilkada melalui DPRD, yakni Gerindra, Golkar, PAN, NasDem, PKB, dan Demokrat. Sementara itu, PKS mengusulkan variasi sistem untuk tiap level pemerintahan daerah, dan PDIP menyatakan penolakan tegas.

Namun demikian, sikap resmi DPP Demokrat tersebut berbeda dengan pernyataan sejumlah kader dan pengurus partai sebelumnya. Demokrat diketahui pernah menolak keras pilkada melalui DPRD pada 2014, bahkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono kala itu menerbitkan Perppu untuk mempertahankan pilkada langsung.

Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Renanda Bachtar beberapa waktu lalu menegaskan bahwa partainya menolak usulan tersebut. Hal senada disampaikan anggota DPR Fraksi Demokrat Benny K Harman yang menilai pilkada lewat DPRD bukan solusi atas mahalnya biaya politik, praktik politik uang, dan persoalan netralitas aparatur negara.

“Masalah utama pilkada ada pada lemahnya regulasi, bukan pada sistem pemilihannya,” kata Benny.

Usulan pilkada melalui DPRD rencananya akan dibahas dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu yang masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Pembahasan dijadwalkan berlangsung setelah Lebaran, sekitar April hingga Mei mendatang. (Red)

Kankemenag Kabupaten Bandung Minta Maaf atas Keluhan Pelayanan KUA Majalaya

0

Kab. Bandung (Aswajanews) – Kementerian Agama Kabupaten Bandung merespons serius beredarnya konten viral di media sosial Threads yang memuat keluhan masyarakat terkait pelayanan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Majalaya. Respons tersebut merupakan bagian dari komitmen Kankemenag dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kankemenag Kabupaten Bandung, H. Abdul Hanan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pelayanan yang dinilai kurang optimal dan menimbulkan ketidaknyamanan. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (5/1/2026) saat berada di KUA Majalaya.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas pelayanan KUA Majalaya yang dirasakan kurang baik. KUA adalah garda terdepan pelayanan keagamaan yang seharusnya memberikan rasa aman, nyaman, serta pelayanan yang humanis,” ujar Abdul Hanan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan melakukan klarifikasi serta penelusuran internal secara objektif dan profesional. Proses tersebut dilakukan berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pengaduan masyarakat yang telah disusun sebagai bahan evaluasi.

“Setiap masukan dan kritik dari masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial, kami terima sebagai bentuk kontrol publik. Hal ini menjadi bahan penting untuk perbaikan ke depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kankemenag Kabupaten Bandung berkomitmen melakukan langkah-langkah perbaikan, di antaranya pembinaan dan penguatan etika pelayanan kepada seluruh staf KUA Majalaya, penegakan standar pelayanan publik, serta peningkatan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat yang datang ke KUA Majalaya mendapatkan pelayanan yang profesional, ramah, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Kankemenag Kabupaten Bandung juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif memberikan masukan secara konstruktif demi terwujudnya pelayanan keagamaan yang semakin baik. Kepercayaan publik, menurut Abdul Hanan, merupakan amanah yang harus dijaga melalui pelayanan yang berintegritas dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

(Kontributor: Novam)

Kanwil Kemenkum Jabar Lantik Empat Notaris Pengganti, Tekankan Integritas dan Kepastian Hukum

0
Kepala Kanwil Kemenkum Jabar, Asep Sutandar

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat secara resmi melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap empat orang Notaris Pengganti untuk wilayah Jawa Barat, Senin (5/1/2026).

Dalam prosesi tersebut, para Notaris Pengganti diingatkan agar senantiasa mengemban amanah dengan menjaga marwah jabatan yang setara dengan Notaris tetap, khususnya dalam penyelenggaraan perikatan keperdataan bagi masyarakat.

Kepala Kanwil Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, dalam arahannya menegaskan bahwa Notaris Pengganti memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas serta integritas pelayanan hukum. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi kejujuran dan memastikan kepastian hukum dalam setiap pelaksanaan tugas sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Jabatan Notaris.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Sutandar juga menyampaikan lima poin krusial prinsip kehati-hatian yang wajib dipatuhi, di antaranya kewajiban pembacaan dan penandatanganan akta di hadapan Notaris pada wilayah kedudukan yang sah, serta memastikan penandatanganan dilakukan secara seketika guna menjaga kekuatan akta sebagai alat bukti otentik.

Selain itu, Notaris Pengganti diwajibkan melakukan verifikasi administrasi badan hukum secara cermat untuk memastikan keabsahan organ perusahaan. Langkah ini bertujuan meminimalisir risiko implikasi hukum di kemudian hari yang dapat merugikan para pihak maupun pejabat yang bersangkutan.

Kanwil Kemenkum Jabar juga memberikan atensi khusus terhadap kewajiban pelaporan Pemilik Manfaat (Beneficial Ownership) pada setiap pendirian maupun perubahan anggaran dasar badan usaha. Kewajiban ini sejalan dengan Peraturan Menteri Hukum Nomor 15 Tahun 2019 serta penerapan Prinsip Mengenali Jasa bagi Notaris sebagaimana diatur dalam Permenkum Nomor 9 Tahun 2017.

Melalui pelantikan ini, diharapkan para Notaris Pengganti dapat berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa melalui pelayanan jasa hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel di bawah naungan Kanwil Kemenkum Jawa Barat.

Pelantikan tersebut disaksikan oleh Kabid Pelayanan Kekayaan Intelektual, Ery Kurniawan, serta JF Analis Hukum Ahli Muda, Zaki Fauzi.
(Humas Kemenkumham Jabar)

Suara Rakyat atau Suara Uang? Pilkada Langsung dan Kebutuhan Darurat Penunjukan Kepala Daerah oleh Presiden

0
FARHAT ABBAS (Advocad public pembela kaum lemah)

Pilkada langsung sejak awal reformasi dipromosikan sebagai mahkota demokrasi lokal. Melalui mekanisme ini, rakyat diyakini memperoleh kembali hak politiknya untuk menentukan siapa yang layak memimpin daerahnya. Dalam konstruksi ideal, pemilihan langsung diharapkan melahirkan kepala daerah yang legitimate, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan publik. Namun pertanyaan mendasarnya kini tidak bisa lagi dihindari: yang benar-benar berbicara dalam Pilkada langsung itu suara rakyat, atau suara uang?

Dalam praktik, Pilkada langsung semakin menjauh daricita-cita demokrasi. Kontestasi elektoral di tingkat daerah kerap berubah menjadi ajang transaksi politik terbuka. Politik uang, mobilisasi aparat informal, tekanan sosial, hingga penggunaan kekerasan simbolik menjadi fenomena yang berulang hampir di setiap Pilkada.

Suara rakyat yang seharusnya bebas dan otonom justru tereduksi menjadi komoditas yang dapat dibeli, diarahkan, bahkan dipaksa. Demokrasi lokal, dalam kondisi demikian, tidak lagi berfungsi sebagai mekanisme kedaulatan rakyat, melainkan sebagai pasar kekuasaan.

Biaya politik Pilkada langsung menjadi persoalan struktural yang tidak dapat diabaikan. Untuk dapat bersaing, kandidat harus mengeluarkan biaya yang sangat besarbaik untuk kampanye resmi maupun praktik-praktik tidak resmi yang secara diam-diam dianggap “normal”. Konsekuensinya bersifat sistemik.

Kepala daerah yang terpilih membawa beban pengembalian modal politik, sehingga kebijakan publik kerap diarahkan bukan pada kepentingan rakyat luas, melainkan pada kepentingan pribadi, keluarga, danjaringan pendukungnya. Korupsi, penyalahgunaan kewenangan, dan eksploitasi sumber daya daerah bukanlah penyimpangan semata, tetapi sering kali menjadi kelanjutan logis dari mahalnya biaya politikPilkada.

Ironi semakin tajam ketika negara turut menanggung biaya besar dalam penyelenggaraan Pilkada. Anggaran publik dihabiskan untuk proses elektoral yang penuh konflik, sengketa, dan polarisasi sosial, namun hasilnya sering kali tidak sebanding dengan kualitas kepemimpinan daerah yang dihasilkan. Tidak sedikit kepala daerah yang minim kapasitas, bermasalah secara etik dan hukum, serta gagal menghadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Dalam situasi ini, Pilkada langsung tidak hanya mahal, tetapi juga tidak efektif.

Kondisi tersebut menuntut keberanian untuk melakukan koreksi mendasar. Salah satu opsi yang perlu dipertimbangkan secara serius adalah penunjukan gubernur dan bupati oleh Presiden. Dalam kerangka negara kesatuan dan sistem presidensial, kepala daerah pada dasarnya merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam menjalankan kebijakan nasional di daerah. Oleh karena itu, model penunjukan bukanlah bentuk kemunduran demokrasi, melainkan upaya rasional untuk memulihkan efektivitas pemerintahan dan mengurangi patologi politik elektoral.

Penunjukan oleh Presiden memiliki sejumlah keunggulan argumentatif. Pertama, model ini secara signifikan memotong mata rantai politik uang karena jabatan tidak lagi diperebutkan melalui kontestasi massa yang mahal.

Kedua, terjadi efisiensi anggaran negarayang sangat besar, karena biaya Pilkada dapat dialihkan untuk kebutuhan publik yang lebih mendesak seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sosial.

Ketiga, kepala daerah menjadi lebih akuntabel secara vertikal, karena bertanggung jawab langsung kepada Presiden, bukan kepada sponsor politik atau oligarki lokal.

Tentu, penunjukan kepala daerah tidak boleh dilakukan secara tertutup dan sewenang-wenang. Mekanisme seleksi harus berbasis meritokrasi, rekam jejak, integritas, serta kapasitas kepemimpinan, dengan tetap membuka ruang partisipasi publik melalui uji kelayakan, pengawasan DPRD, dan kontrol masyarakat sipil. Demokrasi tidak identik dengan pemilihan langsung semata, tetapi juga dengan kualitas pemerintahan, keadilan kebijakan, dan keberpihakan pada kepentinganrakyat.

Pada akhirnya, pertanyaansuara rakyat atau suara uangbukanlah retorika kosong, melainkan refleksi krisis demokrasi lokal yang nyata. Ketika Pilkada langsung lebih sering memenangkan pemilik modal daripada pemilik kedaulatan, maka negara berkewajiban mencari jalan koreksi.

Penunjukan kepala daerah oleh Presiden, dalam konteks darurat demokrasi elektoral, layak dipertimbangkan sebagai solusi sementara yang rasional dan bertanggung jawab, demi menyelamatkan negara dari demokrasi yang mahal, semu, dan semakin menjauh dari kepentingan rakyat. ***

ILMU KANURAGAN, PERCAYA MONGGO TIDAK RAPOPO

0
Oleh: DEDI ASIKIN

Ilmu kanuragan masih kental di percaya masyarakat Jawa tradisional. Kanuragan adalah ilmu bela diri secara supranatural bertahan dari serangan musuh. Ilmu itu bisa di peroleh lewat olah fisik dan fikir atau mental (mediasi, puasa atau olah batin lainnya)

Di percaya bisa mengumpulkan kekuatan melebihi kekuatan seseorang secara biasa. Dalam budaya leluhur seperti di gambarkan dalam pewayangan ada babasan Jawa satu ning papat. Jadi setidaknya bisa menyatukan kekuatan empat orang menjadi satu.
Di percaya ilmu itu di wariskan oleh Sunan Kalijaga untuk melawan pihak pihak yang menentang syi’ar Islam.

Di tatar Sunda ada kepercayaan adanya kekuatan supranatural yang di sebut kawedukan. Itupun masih kontroversi. Banyak masyarakat modern yang bilang nonsen alias bulsit.

Inilah makna, lain dulu lain sekarang. Setiap zaman ada orang nya, Setiap orang ada zamannya. Jawadah tutung biritna. Lain Padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.
Ciri sabumi cara sadesa. Pilih keliru acak corak. Mau percaya silahkan tidak, ya rapopo. ***

Petugas Cleaning Service Tewas Dibunuh di RSUD Majalaya, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

0
Pelaku pembunuhan berinisial R alias Sa (43), Kepala Cleaning Service RSUD Majalaya

Kab. Bandung (Aswajanews) – Peristiwa tindak pidana pembunuhan terjadi di lantai 2 Gedung Utama RSUD Majalaya, Kabupaten Bandung. Korban ditemukan meninggal dunia pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 04.30 WIB, di ruangan sentral atau gudang cleaning service.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa korban bernama Fikri Ardiansyah (24), seorang petugas cleaning service RSUD Majalaya, warga Kampung Kadataun, Desa Mekarpawitan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sudut ruangan dengan tubuh bersimbah darah.

Pelaku pembunuhan diketahui berinisial R alias Sa (43), yang merupakan Kepala Cleaning Service RSUD Majalaya. Pelaku beralamat di Kampung Babakan Jati, Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Usai kejadian, pelaku menyerahkan diri ke Polresta Bandung dan mengakui perbuatannya.

Berdasarkan pengakuan sementara kepada pihak kepolisian, aksi pembunuhan dilakukan pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku menggunakan sebuah martil untuk menganiaya korban hingga menyebabkan luka fatal. Martil tersebut diduga merupakan alat kerja yang biasa berada di sekitar area tempat korban dan pelaku bertugas.

Lebih lanjut, Hendra mengungkapkan bahwa motif sementara pembunuhan mengarah pada persoalan utang piutang. Korban disebut memiliki utang kepada pelaku sebesar kurang lebih Rp5.000.000, yang diduga memicu terjadinya aksi kekerasan tersebut.

Mendapatkan laporan kejadian, jajaran Polsek Paseh yang dipimpin langsung Kapolsek Paseh bersama Kasubnit Ranmor Polresta Bandung segera mendatangi lokasi kejadian di lantai 2 Gedung Utama RSUD Majalaya. Setibanya di TKP, petugas memastikan korban telah meninggal dunia.

Adapun langkah-langkah kepolisian yang telah dilakukan meliputi pengamanan TKP dengan menjaga status quo, pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, serta pelaporan kepada pimpinan guna penanganan lebih lanjut. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Polresta Bandung untuk proses penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Majalaya, Agus Heri Juhari, S.Kep., M.AP, angkat bicara terkait insiden tersebut yang sempat menimbulkan beragam spekulasi di tengah masyarakat.

Agus menegaskan bahwa pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut bukan merupakan pegawai RSUD Majalaya, melainkan tenaga kerja outsourcing dari perusahaan penyedia jasa penunjang rumah sakit.

“Perlu kami luruskan, kejadian ini tidak melibatkan pegawai rumah sakit. Yang bersangkutan merupakan petugas outsourcing dari pihak ketiga,” tegas Agus kepada awak media, Senin (5/1/2026) siang.

Ia menjelaskan, karena lokasi kejadian berada di lingkungan rumah sakit, muncul kesimpangsiuran informasi seolah-olah insiden tersebut berkaitan langsung dengan internal RSUD Majalaya. Padahal, secara administratif dan teknis, tanggung jawab terhadap tenaga outsourcing berada di pihak perusahaan penyedia jasa. (Red)

Wakajati Jabar Tegaskan Integritas dan Kinerja dalam Apel Gabungan Awal Tahun

0

BANDUNG (Aswajanews) – Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jawa Barat, Dr. Taufan Zakaria, S.H., M.H., bertindak sebagai pembina upacara dalam Apel Gabungan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat bersama Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Kantor Kejati Jabar serta diikuti secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (5/1/2025).

Apel gabungan diikuti para Asisten, Koordinator, serta seluruh pegawai Kejati Jawa Barat secara langsung, dan seluruh pegawai pada 25 Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat secara daring.

Memasuki awal tahun kerja, dalam amanatnya Wakajati menegaskan pentingnya meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga integritas dan meningkatkan kinerja. Menurutnya, momentum awal tahun merupakan waktu yang tepat untuk menyusun strategi kerja yang matang dan terarah.

“Setiap rencana kegiatan harus berangkat dari strategi yang jelas, sehingga kinerja yang dicapai benar-benar terukur dan memberikan dampak nyata,” tegasnya.

Wakajati juga mengingatkan bahwa kedisiplinan tidak semata-mata diukur dari kehadiran, tetapi tercermin dari kemampuan pegawai dalam menyelesaikan tugas, menghasilkan output yang berkualitas, serta bertanggung jawab atas setiap amanah yang diberikan.

Dalam konteks pengawasan, ia menekankan bahwa pengawasan dan perhatian pimpinan bukanlah bentuk ketidakpercayaan, melainkan wujud tanggung jawab dan kepedulian antar sesama Insan Adhyaksa.

“Pengawasan adalah upaya saling mengingatkan, saling menjaga, dan saling melindungi agar marwah institusi tetap terjaga,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Wakajati berharap seluruh jajaran Kejaksaan di Jawa Barat terus bekerja secara profesional, proporsional, dan berintegritas, sehingga setiap ikhtiar yang dilakukan dapat membawa manfaat serta mewujudkan cita-cita dan harapan bersama.
(Red/Penkum Kejati Jabar)

Bupati Aep Lantik 63 Pejabat di Lingkungan Pemkab Karawang

0

Karawang (Aswaja News) – Rotasi dan mutasi jabatan merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan. Kebijakan tersebut tidak semata-mata bertujuan untuk pengisian jabatan, tetapi juga sebagai upaya pembinaan karier aparatur, penyegaran organisasi, serta peningkatan kinerja birokrasi secara menyeluruh.

Hal itu disampaikan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, dalam Upacara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta Penugasan Tambahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Kegiatan tersebut digelar di Aula Husni Hamid, Senin (5/1/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan bahwa para pejabat yang baru dilantik harus mampu menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat Kabupaten Karawang.

“Hari ini kita harus bisa menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Kabupaten Karawang,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Karawang melantik sebanyak 63 pejabat, yang terdiri dari 26 pejabat administrator, 35 pejabat pengawas, 1 Kepala Puskesmas, dan 1 Koordinator Wilayah (Korwil).

Pelantikan dilakukan secara bertahap seiring dengan diterbitkannya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sebelumnya, pada 31 Desember 2025, Pemerintah Kabupaten Karawang juga telah melantik 216 pejabat.

Bupati Aep menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran. Selain itu, Pemkab Karawang juga melakukan evaluasi perangkat daerah serta perampingan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2025.

(Ahmad Z)

TNI–PLN Pasang Tiga Genset di Desa Sikundo, Listrik Pulih Pascabanjir Bandang Aceh Barat

0

ACEH BARAT (Aswajanews) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersinergi dengan PT PLN (Persero) mendistribusikan dan memasang tiga unit generator set (genset) di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Cermin, Kabupaten Aceh Barat, guna memulihkan pasokan listrik masyarakat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, Sabtu (3/1/2026).

Sebanyak 25 personel TNI yang terdiri dari Kodim 0105/Aceh Barat dan Yonif 116/Garda Samudera, bersama lima personel teknis PLN, dikerahkan dalam misi kemanusiaan tersebut. Proses distribusi genset berlangsung selama tiga hari dengan menempuh medan ekstrem, melewati jalur sungai, perbukitan, serta berjalan kaki sejauh kurang lebih enam kilometer akibat akses darat yang terputus total.

Meski dihadapkan pada kondisi medan licin, berlumpur, cuaca hujan, serta harus memikul genset dan peralatan instalasi listrik, seluruh personel berhasil melaksanakan tugas dengan aman. Pemasangan genset beserta instalasi kelistrikan rampung pada pukul 19.30 WIB dan seluruh unit berfungsi optimal untuk memenuhi kebutuhan listrik warga.

Kembalinya pasokan listrik di Desa Sikundo disambut haru dan rasa syukur oleh masyarakat setempat. Sinergi TNI dan PLN ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat di wilayah terpencil, sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Barat.

(Sumber: Dispenad)

Peresmian Paguyuban Seni Reog “Satrio Mudo Krajan”, Wadah Pelestarian Budaya dan Kreativitas Pemuda

0

KABUPATEN SEMARANG (Aswajanews) — Paguyuban Seni Reog “Satrio Mudo Krajan” resmi diperesmikan pada Minggu (4/1) di Lapangan Jogo Semi, Desa Pagersari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kehadiran paguyuban ini diharapkan menjadi wadah pengembangan seni budaya lokal sekaligus sarana positif pembinaan generasi muda.

Peresmian tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan keamanan desa, di antaranya Kepala Desa Pagersari Rusdiyono, Bhabinkamtibmas Bripka Fictormoko, Babinsa Serda Turmono, serta Danton Satlinmas Desa Pagersari Jumari bersama anggota Satlinmas Abdul Wachib. Kegiatan ini juga mendapat dukungan sponsor dari Nahdi Mart, minimarket yang berlokasi di Jalan Raya Bandungan–Bergas, Bergas Lor.

Kepala Desa Pagersari, Rusdiyono, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap berdirinya paguyuban seni tersebut. Menurutnya, seni Reog bukan sekadar hiburan, tetapi merupakan identitas budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Melalui paguyuban ini, pemuda Desa Pagersari diharapkan semakin dekat dengan budaya lokal serta mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Pagersari, Bripka Fictormoko, menilai keberadaan paguyuban seni memiliki peran strategis dalam mencegah perilaku negatif di kalangan pemuda.
“Kami siap mendukung dari sisi keamanan dan ketertiban agar paguyuban ini dapat berkembang dan menjadi contoh bagi komunitas seni lainnya,” katanya.

Hal senada disampaikan Babinsa Serda Turmono. Ia menegaskan bahwa Koramil mendukung penuh kegiatan seni dan budaya yang melibatkan pemuda karena mengandung nilai edukatif seperti disiplin, kerja sama, dan penghormatan terhadap tradisi.
“Kami akan terus memberikan pendampingan agar paguyuban ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pimpinan Paguyuban Seni Reog “Satrio Mudo Krajan”, Kusnadi, mengungkapkan rasa syukur atas peresmian tersebut. Ia menjelaskan bahwa paguyuban ini bertujuan menghimpun pemuda pecinta Reog, melestarikan gerak dan filosofi tarian, serta mengharumkan nama Desa Pagersari melalui berbagai pentas seni.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak agar paguyuban ini dapat terus berkembang,” tuturnya.

Sebagai pengurus, Rusdi menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan manajemen paguyuban secara profesional, mulai dari administrasi, latihan rutin, hingga perencanaan kegiatan pentas. Ia juga mengapresiasi dukungan sponsor Nahdi Mart yang membantu pemenuhan kebutuhan perlengkapan dan kegiatan.
“Kami berjanji menjaga nama baik paguyuban dan berkontribusi bagi kemajuan desa,” ujarnya.

Acara peresmian ditutup dengan penampilan seni Reog oleh anggota paguyuban yang mendapat antusiasme warga. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi para pedagang musiman yang biasa berjualan di setiap pagelaran seni tradisional Reog.

(Tim Liputan: Asrori / Jumari / Asep NS)

Warga Cangkuang Kulon Terapkan Pentahelix, Antusias Bersihkan Lingkungan Cegah Banjir

0

BANDUNG (Aswajanews) — Warga RW 17 Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menggelar kegiatan Pentahelix sebagai upaya penanganan sampah sekaligus pencegahan banjir, Minggu (4/1/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut diikuti warga secara serentak setelah informasi disampaikan melalui grup WhatsApp serta pemberitahuan langsung dari rumah ke rumah. Warga membersihkan lingkungan permukiman dan selokan di wilayah masing-masing.

Ketua RW 17 Desa Cangkuang Kulon, Sudarminto, mengatakan kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme warga dinilai cukup tinggi dan pelaksanaan gotong royong berjalan lancar.

“Alhamdulillah, warga sangat antusias. Selain lingkungan menjadi bersih, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Sudarminto saat ditemui di Kantor RW 17.

Ia menambahkan, pihak RW telah menyediakan sejumlah tong sampah untuk mendorong kebiasaan memilah sampah. Namun demikian, kesadaran warga dalam pemilahan sampah dinilai masih perlu ditingkatkan.

Setelah terkumpul, sampah diangkut oleh petugas kebersihan menggunakan truk milik pemerintah daerah. Meski demikian, Sudarminto mengungkapkan adanya kendala pada proses pembuangan akhir sampah ke TPA Sarimukti akibat tingginya biaya operasional.

“Biaya operasional cukup mahal. Bahkan pengeluaran bulanan bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” jelasnya.

Ginanjar, Kepala Dusun II Desa Cangkuang Kulon

Sementara itu, Kepala Dusun II Desa Cangkuang Kulon, Ginanjar, menyampaikan bahwa kegiatan Pentahelix telah dilaksanakan di sejumlah RT di wilayah desa. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam program tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan Pentahelix sudah berjalan di beberapa RT. Kami berharap ke depan bisa lebih rutin dilakukan untuk mengurangi sampah dan mencegah banjir,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Cangkuang Kulon.

Ginanjar juga menyoroti meningkatnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi modal penting bagi keberlanjutan program kebersihan lingkungan.

“Sekarang bukan hanya orang tua, anak-anak muda juga ikut terlibat. Ini sangat positif untuk keberlanjutan kegiatan ke depan,” pungkasnya.

(Reporter: Uus)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts