Google search engine
Beranda blog Halaman 294

Alasan Libur Maulid Nabi Digeser ke 20 Oktober 2021

0

Jakarta (Aswajanews.id) – Pemerintah menggeser jadwal libur nasional dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi 20 Oktober 2021 mendatang. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus dari tingkat aktivitas masyarakat.

Diketahui, pemerintah kini tengah memfokuskan pada langkah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Apalagi, pasca terjadinya gelombang kedua lonjakan, imbas dari libur Idul Fitri beberapa bulan lalu. Keputusan ini disampaikan pada awal Oktober lalu oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama.

“Sebagai antisipasi munculnya kasus baru Covid-19, hari libur Maulid Nabi digeser 20 Oktober 2021,” tegas Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin seperti dikutip dari laman Kemenag, dikutip Senin (18/10/2021).

Perubahan ini tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Kendati begitu, Kamaruddin Amin menegaskan, bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berubah, tetap 12 Rabiul Awal. Jadi yang berubah hanya jadwal libur nasional dalam rangka memperingatinya saja yang digeser pemerintah.

“Maulid Nabi Muhammad SAW tetap 12 Rabiul Awal. Tahun ini bertepatan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Oktober 2021 M,” paparnya.

Sebelumnya, perubahan juga dilakukan pada hari libur peringatan tahun baru hijriyah. Tahun barunya tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021. Namun, hari libur dalam rangka memperingatinya digeser menjadi 11 Agustus 2021.

“Perubahan juga terjadi terkait cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal yang awalnya ditetapkan pada 24 Desember, akhirnya diputuskan untuk ditiadakan,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan penggeseran hari libur Maulid Nabi tersebut dilakukan untuk menghindari libur panjang.

“Mengenai penggeseran libur hari besar keagamaan itu pertimbangan semata-mata untuk menghindari masa libur yang panjang, karena celah antara libur reguler itu ada hari kejepit yaitu hari Senin,” kata Muhadjir usai olahraga bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Pangkalan Utama TNI AL, Kupang, Minggu (17/10/2021).

“Sehingga kalau libur hari selasa itu bakal dimanfaatkan hari senin itu untuk bolos atau izin, tapi sebenarnya niatnya untuk memperpanjang liburnya,” lanjut dia.

Muhadjir menjelaskan, jika pemerintah tidak menggeser hari libur Maulid Nabi, dikhawatirkan mobilitas masyarakat tidak terkendali. Hal tersebut juga terlihat pada pengalaman sebelumnya, saat libur panjang.

“Kita sudah sangat pengalaman setiap terjadi libur panjang, pergerakan orang besar-besaran dari tempat ke tempat lain itu bisa menaikkan Covid-19,” beber Muhadjir. (*)

Wapres Apresiasi Program OPOP Jatim untuk Kesejahteraan Pesantren

0
Wapres DR.KH.Ma’ruf Amin saat kunjungan untuk Rakor Pengentasan Kemiskinan di Jatim dan peninjauan Kawasan Industri Halal Sidoarjo 'Safe and Lock Halal Industrial Park' di Sidoarjo, Kamis (30/9/2021).

Surabaya (Aswajanews.id) – Inovasi yang digagas OPOP dan diapresiasi Wapres antara lain Program Samsat OPOP. Program tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, Dewan Guru, wali santri, alumni dan masyarakat, agar tidak perlu repot ketika akan menunaikan kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotor, karena kantor layanan samsat-nya sudah tersedia di Pondok Pesantren.

“Saat ini, program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis Pondok Pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren, dan alumni pondok pesantren itu diikuti oleh 550 Pondok Pesantren se-Jawa Timur dan telah menghasilkan lebih dari 550 produk serta berbagai inovasi,” kata Ghofirin.

Kepada Wapres, Ghofirin berharap dukungan pada OPOP Akademi. “Mohon izin Bapak Wakil Presiden, saat ini salah satu kendala dalam pemberdayaan ekonomi Pondok Pesantren adalah tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli di bidang entrepreneur, karenanya kami mohon berkenan Bapak Wakil Presiden memberikan izin, sekaligus beasiswa bagi santri yang diutus kyai untuk belajar wirausaha di OPOP Akademi. InSya-Allah para Santri peserta OPOP Akademi akan diwajibkan kembali ke Pesantren untuk mengembangkan potensi usaha di Pondok Pesantren,” ungkap Ghofirin.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Hj Khofifah Indar Parawansa, yang mendampingi Wakil Presiden juga menyampaikan potensi ekspor dari barang limbah yang diinisiasi kalangan pesantren.

“Ada satu pesantren di Nganjuk pak Wapres, PP Modern Sumber Daya Attaqwa (Pomosda) yang memanfaatkan limbah jagung yaitu bonggol jagung untuk komoditas ekspor ke Jepang. Hingga saat ini baru mampu memenuhi 20 persen dari permintaan. Ada juga daun talas kering, diekspor ke Australia, saat ini baru mampu memenuhi 10 persen dari permintaan. Artinya apa? Peluang masih sangat terbuka lebar,” ujar Khofifah.

Saat itu, Sekretaris OPOP Jatim pun menambahkan bahwa ada satu pesantren di Bojonegoro, yakni Pondok Pesantren Roudlotult Tholibin yang memanfaatkan limbah batang pisang untuk olahan makanan dan kerajinan. Wapres bangga para santri mampu mengelola limbah menjadi rupiah. “Ini batang pisang ya? Kok bisa jadi makanan? Bagus sekali kreatifitas dan inovasinya,” ucap Wapres.

#Pada Kamis (30/9), Wakil Presiden melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur dan lima Kabupaten prioritas pengentasan kemiskinan, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stand pemerdayaan masyarakat yang dilakukan oleh tim OPOP Jawa Timur dan lima Kabupaten, yakni Bojonegoro, Lamongan, Probolinggo, Bangkalan dan Sumenep. (Sumber : Dinas Kominfo Jatim)

Kapolri Perintahkan Seluruh Jajaran Tindak Anggota Polisi yang Melakukan Kekerasan

0
Kapolri keluarkan perintah terbaru ke seluruh jajaran berisi perintah Kapolri untuk menindak anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran dalam kasus kekerasan berlebih kepada masyarakat.

Jakarta (Aswajanews.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat telegram bernomor ST/2162/X/HUK.2.8/2021. Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menandatangani surat telegram Kapolri tersebut pada Senin (18/10/2021).

Surat tersebut berisi perintah Kapolri untuk menindak anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran dalam kasus kekerasan berlebih kepada masyarakat. Ada tiga kasus menonjol yang menjadi catatan Polri dalam menerbitkan surat telegram tersebut.

Pertama, kasus Polsek Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, yang diduga tidak profesional dan proporsional dalam menangani kasus penganiayaan.

Kedua, kasus anggota Polresta Tangerang Polda Banten yang membanting mahasiswa pendemo pada 13 Oktober 2021.

Ketiga, masih di hari yang sama, anggota Satlantas Polresta Deli Serdang Polda Sumatera Utara menganiaya pengendara sepeda motor.

Kapolri kemudian memberikan sejumlah arahan terkait cara menindak kasus-kasus kekerasan berlebih tersebut kepada para Kasatwil dan Kapolda.

Di antaranya yakni mengambil alih kasus kekerasan berlebih yang terjadi serta memastikan penanganan berlangsung secara prosedural, transparan, dan berkeadilan.

Selanjutnya, memberi petunjuk dan arahan kepada anggota fungsi operasional, khususnya yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Yakni agar pada saat melakukan pengamanan atau tindakan kepolisian harus sesuai dengan kode etik Polri dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.

Kemudian, menekankan supaya dalam pelaksanaan tindakan upaya paksa harus berpedoman pada SOP tentang urutan tindakan kepolisian. Di mana harus sesuai dengan yang tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

Berikutnya, memperkuat pengawasan, pengamanan, dan pendampingan oleh fungsi Propam baik terbuka maupun tertutup. Terutama saat pelaksanaan pengamanan unjuk rasa atau kegiatan upaya paksa yang memiliki kerawanan atau melibatkan massa.

Pada poin terakhir, Kapolri menginstruksikan untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada anggota yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin, kode etik, maupun pidana. Khususnya, yang berkaitan dengan tindakan kekerasan berlebihan serta bagi atasan langsung yang tidak melakukan pengawasan dan pengendalian sesuai tanggung jawabnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengkonfirmasi kebenaran telegram tersebut. “Benar, ada TR (telegram),” ujarnya, Senin.

Menurut Argo, telegram tersebut bertujuan untuk mitigasi dan pencegahan kasus kekerasan berlebih oleh anggota kepolisian agar tidak terulang, memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan. (Divisi Humas Polri)

Bermodus Peras Pejabat, Waspadai Koran Berlogo Mirip KPK

0
Gedung KPK RI, berlokasi di Jl. Kuningan Persada Kav. 4, Setiabudi Jakarta Selatan

Jakarta (Aswajanews.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta masyarakat mewaspadai atas beredarnya surat kabar bernama “Koran Pengawas Korupsi” berlogo mirip KPK yang diduga digunakan sebagai modus pemerasan.

“KPK mengimbau masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan KPK,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/10/2021).

Ali mengatakan KPK menerima informasi mengenai beredarnya surat kabar berlogo menyerupai logo KPK yang digunakan untuk melakukan pemerasan kepada pihak-pihak tertentu.

“Surat Kabar “Koran Pengawas Korupsi” dengan atribut logo menyerupai KPK ini diketahui salah satunya beredar di wilayah Jakarta. Namun, tidak menutup kemungkinan surat kabar tersebut beredar di wilayah lainnya,” katanya.

Ia menegaskan KPK sebagai lembaga negara memastikan tidak pernah menerbitkan surat kabar sebagai medium pemberitaan tentang pelaksanaan tugas dan isu pemberantasan korupsi.

“Untuk menyampaikan kinerjanya kepada publik, KPK menerbitkan berbagai publikasi, salah satunya adalah Majalah Integrito dalam bentuk cetak dan digital yang dapat diakses melalui https://www.kpk.go.id/id/integrito,” ucap Ali.

Selain itu, kata dia, publik dapat mengakses berbagai informasi tentang KPK dengan mengunjungi website resmi kelembagaan pada https://www.kpk.go.id/.

Ia mengatakan KPK tegas meminta kepada oknum yang mengaku dari surat kabar “Koran Pengawas Korupsi” untuk segera menghentikan aksinya melakukan tindak pemerasan.

“Apabila masyarakat menemui atau mengetahui adanya pihak yang mengaku pegawai KPK dan melakukan tindakan kriminal pemerasan dan sejenisnya segera laporkan ke “call center” 198 atau kepada aparat penegak hukum setempat,” kata Ali. (Ben/Yus)

Pilkades Serentak Kabupaten Bandung Akan Digelar 20 Oktober

0
Pilkades Serentak di Kabupaten Bandung yang diikuti 49 desa sudah disetujui Mendagri dan akan dilaksanakan pada 20 Oktober. (Bupati Dadang Supriatna)

Soreang (Aswajanews.id) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian, akhirnya memutuskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2021. Hal itu dimuat dalam Surat Mendagri Nomor 270/5645/SJ Tentang Tindak Lanjut Pelaksanaan Pilkades Serentak dan Peralihan Antar Waktu (PAW) Pada Masa Pandemi Covid-19 Pasca Penundaan.

Dalam poin 5b surat itu disebutkan, kepala daerah yang wilayahnya menyelenggarakan pilkades, agar mempersiapkan pelaksanaan Pilkades Serentak dan PAW setelah tanggal 9 Oktober dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Kabupaten Bandung sendiri, sebagai salah satu dari 42 daerah di Indonesia yang menyelenggarakan pilkades, akan melaksanakan pesta demokrasi tingkat desa tersebut pada tanggal 20 Okrtober 2021.

Bupati Bandung Dadang Supriatna, tentu menyambut baik keputusan tersebut. Pasalnya, saat ini masyarakat di 49 desa di Kabupaten Bandung, tengah menantikan hadirnya sosok pemimpin masing-masing.

“Alhamdulillah, usulan pelaksanaan Pilkades Serentak di Kabupaten Bandung sudah disetujui Mendagri. Kita akan melaksanakannya secara serentak di 49 desa pada 20 Oktober nanti,” ucap Bupati Dadang Supriatna di Soreang, Minggu (10/10/2021).

Saat pelaksanaannya nanti, ia mengingatkan seluruh penyelenggara agar menerapkan prokes ketat, agar pilkades tidak memunculkan klaster baru penyebaran covid-19. Salah satunya yaitu membatasi jumlah pemilih, maksimal 500 orang di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Terus sosialisasikan dan berikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga prokes 5 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Siapkan tempat cuci tangan atau hand sanitizer di tiap TPS, atur jalur keluar masuk pemilih agar tidak terjadi penumpukan orang,” imbuh bupati.

Dengan adanya persetujuan dari Mendagri, pria yang akrab disapa Kang DS itu mengatakan, akan memperkuat koordinasi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hal itu perlu dilakukan, agar dalam pelaksanaannya nanti tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu kondusifitas dan stabilitas keamanan wilayah.

Kepada seluruh aparatur desa penyelenggara pilkades, Kang DS juga  meminta agar dilakukan percepatan vaksinasi bagi warga di desa masing-masing. Hal itu, sebutnya, diperlukan agar kekebalan kelompok (herd immunity) di desa penyelenggara pilkades, cepat terbentuk.

“Sehingga kekhawatiran munculnya klaster pilkades dapat ditekan dengan maksimal. Fungsi posko PPKM Mikro juga harus ditingkatkan, untuk membatasi mobilitas orang dari luar wilayah masing-masing. Semoga Pilkades di Kabupaten Bandung berjalan sukses tanpa ekses,” pungkas Kang DS. (Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan)

Pergunu Cianjur Membangun Kemajuan dan Kesejahteraan Guru

0
Konfercab ke-2 Pergunu Cianjur di Aula PCNU, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jebrod, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Sabtu (16/10/2021).

Cianjur (Aswajanews.id) – Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Cianjur menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-2 di Aula PCNU, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jebrod, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Sabtu (16/10/2021).
Dalam acara yang dihelat tersebut, dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cianjur, KH Choirul Anam MZD, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pergunu, Dr. Aris Asi Leksono secara virtual, Pengurus Cabang, Lembaga dan Badan Otonom NU dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Ketua Pergunu Cianjur, Taupik Rohmansyah, dalam sambutannya mengajak kepada seluruh jajaran pengurus baik ditingkat PC, PAC hingga ke sekolah dan madrasah agar membenahi dan mendata ulang kembali seluruh guru NU yang ada di Kabupaten Cianjur.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah ikut mensukseskan, mendorong serta berpartisipasi dalam membangun kemajuan dan kesejahteraan guru,” katanya.


Ketua Tanfidziyah PCNU Cianjur, KH Choirul Anam MZD, mengucapkan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Konferensi Cabang Ke-2 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur, yang mana sejauh ini Pergunu Cianjur bisa mengambil peran sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Cianjur khususnya di bidang pendidikan.
“Sebagai organisasi, Pergunu harus memiliki kemampuan manajerial yang baik dan inklusif sehingga mampu menjawab berbagai tantangan di masa mendatang serta memberikan warna dalam pembangunan pendidikan,” ungkap Kiai Anam.
Menurutnya, dari awal pendirian Pergunu dilatarbelakangi oleh tujuan luhur yaitu membangun fondasi pendidikan keummatan dan kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kemudian, pembina Pergunu Cianjur, KH Drs. Aguslani Mushlih ZA, M.Ag mengungkapkan bahwa Konfercab Pergunu sebagai bahan evaluasi dalam masa khidmat kepengurusan sebelumnya sehingga penyusunan program dan realisasinya bisa lebih baik lagi untuk kepengurusan dimasa mendatang.
“Kedepan, perlu terus dibangun benang kebersamaan, kemitraan dan komitmen luhur pendidikan, tidak saja bermuara pada pemenuhan fisik namun juga berorientasi kuat pada penguatan nilai-nilai ruhaniah, mental spiritual dan ajaran Ahlusunnah Waljamaah Annahdliyyah,” ujarnya. (*)

Sat Brimob Polda Jabar Sosialisasikan Prokes dan Bagikan Masker Gratis

0
Anggota Kompi IV Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jabar Aipda Putut Sihono melaksanakan sosialisasi Prokes serta bagikan masker gratis kepada masyarakat di jalan desa Winong Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon, Minggu (17/10/2021).

Cirebon (Aswajanews.id) – Anggota Kompi 4 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jabar Aipda Putut Sihono melaksanakan sosialisasi Protokol Kesehatan serta bagikan masker gratis kepada masyarakat di jalan desa Winong Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon, Minggu (17/10/2021).

Pemberian masker kepada masyarakat oleh Aipda Putut Sihono Anggota Kompi 4 Batalyon C Pelopor serta memberikan sosialisasi penggunaan masker tersebut sebagai langkah antisipasi dan himbauan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Tujuan pembagian masker yang dilakukan oleh Aipda Putut Sihono merupakan wujud peran serta Polri dalam menjalankan anjuran pemerintah yang telah mewajibkan agar warga selalu menggunakan masker, saat melakukan aktifitas di luar rumah, sebagai salah satu upaya pencegahan penularan Virus Covid-19.

“Bagi warga yang kedapatan sedang berkerumun namun tidak bermasker akan diberikan pembinaan dan pemahaman agar pada waktu yang akan datang tidak mengulangi tindakannya lagi,” katanya.

“Kami kembali mengingatkan agar masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan juga mengikuti anjuran pemerintah untuk selalu menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak fisik dan juga menghindari kerumunan,” imbuhnya.

Komandan Satuan Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Yuri Karsono, S.I.K., Dalam arahan Apel gabungan mengatakan “Diharapkan masing-masing anggota berperan aktif selalu menghimbau, mengingatkan serta melaksanakan pesan-pesan Kamtibmas Serta membantu pemerintah dalam upaya Pencegahan Penularan covid-19 Kepada Masyarakat, juga menjalankan protokol kesehatan”.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Bakti Sat Brimob Polda Jabar untuk masyarakat dalam menghadirkan Negara di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

“Ini merupakan wujud Bhakti Sat Brimob Polda Jabar dalam hal ini di wilayah Cirebon, untuk menciptakan rasa aman dan nyaman serta kedekatan emosional antara Sat Brimob Polda Jabar dengan Masyarakat dalam memutus mata rantai Virus Covid-19 ″, tambahnya. *(Asep NS/Sri P)

Uu Ruzhanul Ajak Masyarakat Sadar Wisata

0
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri acara silaturahim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Ciamis di Pasir Jati, Desa Sidamulih, Kabupaten Ciamis

Ciamis (Aswajanews.id) – Kesadaran masyarakat perdesaan memahami potensi wisata di daerahnya sangat penting untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata. Selain untuk menarik minat wisatawan berkunjung, roda perekonomian di desa pun akan berputar semakin cepat.  Hal itu dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri acara silaturahim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Ciamis di Pasir Jati, Desa Sidamulih, Kabupaten Ciamis, Minggu (10/10/2021).

“Dengan adanya potensi wisata yang ada di desa-desa, kemudian kita angkat potensinya dan kita manfaatkan, maka InsyaAllah akan mampu meratakan dan meningkatkan pendapatan masyarakat yang ada di daerah,” kata Pak Uu –sapaan Wagub Jabar.

“Karena desa wisata ada di daerah, maka dengan potensi wisata yang dimanfaatkan dan dikembangkan, dengan sendirinya akan ada pengunjung yang datang, kemudian pengunjung membawa uang, kemudian jajan (membelanjakan uangnya), maka di situ akan meningkatkan daya beli di daerah tersebut,” imbuhnya.

Pak Uu pun mengucapkan terima kasih kepada penggerak Pokdarwis dan Karang Taruna Kabupaten Ciamis yang telah mendorong gerakan sadar wisata di masyarakat. “Karena kami yakin, kegiatan ini (sadar wisata) akan memberikan dampak dan manfaat bagi (ekonomi) Jawa Barat,” katanya.

“Saya berharap potensi (wisata) yang ada di desa ini terus dipelihara, dikembangkan, dan kalau perlu fasilitas-fasilitas ditambah. Untuk pembangunan sadar wisata yang ada di desa-desa apalagi desanya yang sudah di-SK-kan oleh bupati atau kepala daerah tentang desa wisata, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat pun bisa memberikan bantuan sarana yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan, seperti akses jalan, sarana parkir, tempat ibadah, atau berupa kedai-kedai,” tambahnya.

Acara silaturahmi Pokdarwis merupakan kegiatan rutin bulanan yang digelar oleh Pokdarwis di Kabupaten Ciamis. Kegiatan tersebut selain bagian dari kegiatan sosialisasi tentang Pokdarwis, sekaligus sebagai sarana edukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran potensi wisata yang dimiliki desa-desa di Ciamis.

Silaturahmi ini dihadiri sebanyak 61 pengurus dan pengurus Pokdarwis se-Kabupaten Ciamis dari 146 destinasi wisata dan 22 manajemen pengelola kunjungan wisata menuju ke arah desa berkembang, serta 36 kepala desa dari Kabupaten Ciamis.

Melalui kegiatan silaturahim ini diharapkan timbul kesadaran dari semua pihak baik pemerintahan desa, pengelola wisata, serta masyarakat tentang potensi wisata yang dimiliki. Tujuannya adalah mengembangkan potensi ekonomi daerah untuk mencapai desa mandiri dan desa juara.

Pak Uu sendiri sangat mengagumi keindahan alam Desa Sidamulih yang menurutnya sejuk dan nyaman, serta memiliki udara yang bersih dan segar. Untuk itu, ia berharap kegiatan silaturahim Pokdarwis ini dapat mendorong dan menyukseskan program sadar wisata.

“Desa Sidamulih ini memiliki pemandangan yang indah, sejuk, nyaman, dan udara yang bersih. Kegiatan silaturahim ini sebagai daya dorong untuk menyukseskan program sadar wisata. Di mana Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sedang gencar mempromosikan potensi Jawa Barat baik potensi sumber daya alam laut, perikanan, dan yang lainnya termasuk di dalamnya potensi wisata yang ada di desa-desa,” ucapnya.

Pengembangan potensi wisata di desa-desa, kata Pak Uu membutuhkan perhatian tidak hanya dari pemerintah. Masyarakat pun perlu ikut terlibat aktif secara langsung untuk mendorong pengembangan potensi wisata dan lahirnya desa-desa wisata di Jabar.

“Oleh karena itu, saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya digelar satu kali, tetapi ada kegiatan lain. Kami juga berharap kegiatan seperti ini tidak hanya ada di desa ini, tetapi ada juga di daerah lain di Kabupaten Ciamis yang memiliki potensi wisatanya bisa dikembangkan,” ucapnya.

“Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat selalu mendorong dan mendukung keinginan masyarakat, termasuk di dalamnya adalah keinginan masyarakat untuk meningkatkan desa wisata. Justru kehadiran saya ke sini, jauh-jauh dari Bandung tiada lain adalah sebagai bentuk dorongan, motivasi kepada masyarakat untuk terus berkarya, berbuat kebaikan untuk masyarakat itu sendiri,” imbuhnya. *(Pemprov Jabar)

Kemendikbudristek Buka Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4

0
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali membuka Program Pendidikan Guru Penggerak angkatan 4, secara virtual, Kamis (14/10/2021).

Ciamis (Aswajanews.id)Setelah Program Pendidikan Guru Penggerak angkatan 1, 2 dan 3 sukses dilaksanakan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali membuka Program Pendidikan Guru Penggerak angkatan 4, secara virtual, Kamis (14/10/2021).

Acara yang digagas oleh Ditjen GTK Kemdikbud RI ini dihadiri oleh para gubernur, bupati/walikota serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kabupaten dan Kota di Indonesia. Di Kabupaten Ciamis sendiri dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Asep Saeful Rahmat dari Ruang Video Conference Sekretariat Daerah Ciamis.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya mengatakan program ini adalah pembuktian dari tekad tenaga pendidik yang memprioritaskan pemenuhan kebutuhan peserta didik.

“Ke depan akan menjadi waktu yang sangat berharga bagi Ibu dan Bapak untuk menjadi pelopor Merdeka Belajar dari sekolah masing-masing. Guru penggerak, calon penggerak, fasilitator harus terus semangat dan berkolaborasi, karena itu adalah kuncinya. Selalu ingat bahwa masa depan ada di tangan Ibu dan Bapak sekalian. Untuk guru penggerak angkatan 4, mari bergerak serempak untuk mewujudkan Merdeka Belajar,” ujar Nadiem.

Program Pendidikan Guru Penggerak angkatan 4 telah dimulai pada bulan Maret 2021, dengan jumlah pendidik sebanyak 8053 berasal dari 146 kabupaten/kota, serta melibatkan 1641 pengajar, 549 fasilitator, dan 50 instruktur. Program ini menetapkan empat pilar yaitu, kepemimpinan pembelajaran, pembelajaran yang berdifrensiensi, pembelajaran sosial dan emosional, serta komunitas praktek.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril menyampaikan kepada seluruh calon guru penggerak angkatan 4, bahwa refleksi merupakan kunci penting bagi kemajuan guru dalam memberikan inovasi pembelajaran kepada murid-murid.

“Refleksikan dan diskusikan semua hal yang dirasakan dengan fasilitator, pengajar praktik, dan rekan sesama peserta pendidikan. Jadikanlah refleksi sebagai sebuah kebiasaan, jadilah teladan, jadilah pembangun semangat, dan jadilah pemberdaya untuk kemandirian dan kemerdekaan semua anak Indonesia,” ujar Iwan.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa melalui Program Guru Penggerak, paradigma kepemimpinan pendidikan Indonesia akan terakselerasi, melahirkan generasi kepemimpinan pendidikan Indonesia, dan mendorong tumbuh kembang murid secara holistik.

“Saya percaya, perubahan yang digerakkan Guru Penggerak perlu dilakukan agar seluruh ekosistem pendidikan berdaya,” ucap Iwan Syahril optimistis.

Sebagai penutup, Dirjen Iwan berpesan kepada seluruh calon guru penggerak, agar para guru dapat membuktikan bahwa tujuan dari mengikuti program ini semata adalah untuk anak anak Indonesia, serta sebagai upaya untuk melahirkan generasi pembaharu bagi masa depan bangsa negara. *(Sumber : Diskominfo Ciamis)

MTs Asasul Huda Raih Prestasi di Ajang IYSC

0

Siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Asasul Huda berhasil meraih prestasi di ajang kompetisi IYSC (Indonesian Youth Science Competition) yang diselengarakan oleh POSI (Pusat Olimpiade Sains Indonesia) baru-baru ini.

Kompetisi ini diikuti oleh seluruh sekolah baik dibawah Kemendikbudristek (SD-SMP-SMA/SMK) juga Kemenag (MI-MTs-MA) secara daring.

MTs Asasul Huda yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Asasul Huda Desa Ranjiwetan Kecamatan Kabupaten Majalengka telah menunjukan prestasinya di bidang akademik.

Alhamdulillah dan selamat atas prestasi yang diraih MTs Asasul Huda Tingkat Tsanawiyah pada ajang IYSC (Indonesian Youth Science Competition), dengan raihan :

Tingkat Siswa

1). Zidan Raihan Alfahrezi, Bidang : IPS, Peringkat : Gold Medal

2). Ira Nurjahira Azkiyah, Bidang : Matematika, Peringkat : Gold Medal

3). Mila Siti Malihah, Bidang : IPA, Peringkat : Silver Medal

Tingkat Guru

1). Ibu Shelly Sholatan Kamilah, Bidang : English, Peringkat : Bronze Medal.

Jalan Tol Cisumdawu Segera Dioperasikan Akhir Desember 2021

0
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi saat melihat perkembangan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Kamis (30/9).

Sumedang (Aswajanews.id) – Jalan Tol Cisumdawu segera dioperasikan pada akhir Desember 2021. Hal itu diungkapkan Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi saat melihat perkembangan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Kamis (30/9).

Kedatangan rombongan yang juga didampingi unsur Forkopimda Jawa Barat dan Satker Jalan Tol Cisumdawu diawali dengan melihat Interchange Tol Cileunyi dan dilanjutkan menelusuri Jalan Tol mulai Cileunyi sampai ke ruas Jalan Tol Desa Sirnamulya Kecamatan Sumedang Utara. Di sana para Menteri beserta rombongan melihat langsung proses pengerjaan jalan.

“Akhir tahun ini Cileunyi sampai Cimalaka mulai dioperasikan. Nanti sebelum lebaran Tahun 2022 sampai Ujungjaya-Kertajati. Jadi ada dua kali pembukaan. Doakan lancar, tidak ada kejadian apapun dijauhkan dari bencana dan sebagainya,” ungkap Bupati Dony Ahmad Munir.

Dikatakan, dengan panjang ruas jalan 62 KM dari Sumedang sampai Cileunyi, di Tol Cisumdawu terdapat enam exit tol yang diarahkan ke tempat-tempat wisata.

“Kami siapkan juga setiap Exit Tol ada destinasi wisata unggulan yang akan menarik para pengguna jalan untuk berkunjung. Nanti kita siapkan wisatanya yang baik sehingga orang berwisata dengan mudah,” ucap Bupati.

Menurutnya, dengan beroperasinya Jalan Tol Cisumdawu, setidaknya dapat mengurangi jumlah kendaraan yang melewati Jalan Cadas Pangeran, terutama yang bermuatan berat.

“Sumedang tentunya berkepentingan agar jalan tol segera selesai karena bisa mempercepat aksesibilitas ke Sumedang dan Cadas Pangeran tidak terlalu berat bebannya,” katanya.

Bupati berharap bisa memanfaatkan semaksimal mungkin Rest Area untuk UMKM Sumedang menggerakan ekonomi warga Sumedang. “Dengan proyek strategis nasional Jalan Tol ini, harus betul-betul berdampak positif kepada kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan,” harapnya.

Ia juga meminta agar dalam pengelolaannya benar-benar memanfaatkan tenaga lokal, terutama yang masuk daftar terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) atau data kemiskinan. “Jadi insyaallah dalam program strategis ini terdapat sinergitas antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten beserta bisnis yang lainnya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, jika melihat progres pembangunan dari beberapa seksi sampai Cimalaka sudah mencapai 100 persen untuk kontruksinya sehingga tinggal dioperasikan.

“Tambahan kita untuk bulan Desember itu Seksi 1 dan Seksi 2 dimana ada persoalan konstruksi yang harus diselesaikan untuk mengatasi wilayah yang rawan longsor. Kita harus perkuat betul supaya kualitas jalannya benar-benar saat dioperasikan,” ucapnya.

Dikatakan, dari Sumedang ke Kertajati sendiri masih ada persoalan lahan di Seksi 4 dan 5 sehingga ia memohon semua pihak, khususnya Pemda Sumedang turut membantu.

“Harapan kita ada percepatan. Juga dukungan dari Pak Bupati bisa mempercepat pengadaan lahan. Pada bulan April 2022 kita sepakati secara menyeluruh beroperasi dari Cileunyi sampai ke ujung Dawuan dan menyambung dengan Tol Cipali. Selanjutnya akan terhubung juga dengan Bandara Kertajati,” ujarnya.

Dikataknnya, mengenai akses ke Bandara Kertajati sudah proses dalam proses uji layak fungsi sehingga bulan November 2021 bisa dioperasikan dari Cipali hingga Bandara Kertajati. “Dengan demikian, pada saat Lebaran 2022 antara Kota Bandung menuju Kertajati maksimal 1,5 jam atau 1,2 jam,” pungkasnya. (Ade MS)

Luncurkan Program Sekolah Mengaji, Bupati Bandung Diapresiasi Menteri

0
Bupati Bandung HM.Dadang Supriatna S.Ip, M,Si., mendapat apresiasi dari Menteri Desa (PDTT) Abdul Halim Iskandar saat peluncuran Program Sekolah Mengaji di Sutan Raja Hotel Jalan Raya Soreang Bandung, Kamis (30/9).

Soreang (Aswajanews.id) – Bupati Bandung HM.Dadang Supriatna S.Ip, M,Si., mendapat apresiasi dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar. Apresiasi tersebut disampaikan Menteri saat peluncuran Program Sekolah Mengaji di Sutan Raja Hotel Jalan Raya Soreang, Kamis (30/9).

Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar mengapresiasi upaya Bupati Bandung dalam memberikan pendidikan agama, khususnya bagi anak usia dini. Ia sangat mendukung program Pemkab Bandung dalam menanamkan nilai-nilai keaagamaan, sehingga di masa yang akan datang masyarakat Kabupaten Bandung akan mampu mempertahankan karakter budaya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, pendidikan keagamaan melalui Program Sekolah Mengaji merupakan upayanya dalam membentuk insan qurani. Program itu selaras dengan salah satu visi pembangunan, yakni mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang agamis.

Dadang Supriatna menilai, jika mengaji dijadikan budaya di tengah masyarakat, maka diyakini dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, terutama pada generasi muda. ”Jika semua masyarakat membumikan Alquran dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah generasi qurani dapat terbentuk,” ujarnya.

Dikatakan bupati, Program Sekolah Mengaji merupakan suplemen pelengkap muatan lokal, yang hingga saat ini belum dicantumkan secara ekplisit dalam kurikulum nasional. Pihaknya mengajak seluruh stakeholder pendidikan agar melaksanakan Program Sekolah Mengaji.

Menurutnya, Program Sekolah Mengaji juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap guru ngaji, yang dengan ikhlas mendidik masyarakat. Nantinya, lanjut bupati, para guru ngaji akan diberikan insentif yang berasal dari APBD.

“Saat ini yang sudah terdaftar secara aplikasi sekitar 16 ribu. Artinya masih ada waiting list. Insya Allah kita akan bahas di APBD murni 2022 mendatang,” tambah DS. Dalam implementasinya, DS memaparkan, terdapat tiga klaster prioritas dalam pembagian insentif bagi guru ngaji.

Pihaknya akan mendahulukan para asatidz atau ustadz serta ustadzah, yang sudah mempunyai umat di masing-masing lingkungannya. Bersama MUI (Majelis Ulama Indonesia) desa atau kecamatan, pihaknya akan memverifikasi para guru ngaji berdasarkan tingkat keilmuan keagamaan, bukan mengedepankan sertifikasi atau ijazah.

Pada Kesempatan yang sama, Kadisdik Kabupaten Bandung, Dr. Juhana, M.M.Pd., mengajak kepada masyarakat Kabupaten Bandung meningkatkan budaya mengaji serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Ia juga terus berkolaborasi dengan pihak terkait, serta ditunjang dengan pendidikan formal dengan harapan kualitas pendidikan keagamaan di kabupaten Bandung dapat ditingkatkan. *(Red/Humas Pemkab Bandung)

Kakanwil Kemenag Jabar Pantau PTMT di Subang

0
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Dr.H.Adib,M.Ag., didampingi Kepala Kankemenag Kab. Subang, Agus Sutisna, melakukan monitoring penyelenggaraan Pembelajaran Tata Muka Terbatas (PTMT) di Subang, Kamis (7/10).

Subang (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib, didampingi Kepala Kankemenag Kab. Subang, Agus Sutisna, melakukan monitoring penyelenggaraan Pembelajaran Tata Muka Terbatas (PTMT) di Subang, Kamis (7/10). Monitoring ini pun dilakukan dengan mengunjungi 2 madrasah yaitu MTsN 1 Subang dan MAN Subang.

Mengawali kunjungannya, Kakanwil langsung menuju MTsN 1 Subang dan disambut langsung oleh Kepala MTsN 1 Subang, Wawan Soleh Setiawan, dan kunjungan keduanya menuju MAN Subang yang tidak jauh dari lokasi awal dan disambut langsung oleh Kepala MAN Subang, Jahrudin.

Pada kunjungan sekaligus monitoring, Kakanwil menyapa langsung para guru dan siswa siswi madrasah. Kakanwil juga memberikan beberapa pesan penyemangat dan motivasi serta pengingat agar semua warga MTsN 1 Subang dan MAN Subang tetap disiplin mematuhi Protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Dihadapan Kepala MTsN 1 Subang dan Kepala MAN Subang, Adib, mengatakan bahwa PTMT dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang ada pada tiap daerah sesuai dengan levelnya. “Jangan sampai madrasah yang baru saja melaksanakan PTMT menjadi klaster Covid-19, maka dari itu sarana prasarana protokol kesehatan harus dipenuhi dan buat aturan yang ketat untuk menjaga kesehatan bersama,” ungkap Adib.

Pembagian jadwal pembelajaran yang diberlakukan, sambungnya, harus disesuaikan dengan kualitas dan kuantitas siswa siswi madrasah. “Jangan sampai pembagian jadwal pembelajaran malah mempersulit siswa siswi untuk belajar,” katanya.

Masih pada kesempatan yang sama, Adib juga memberikan arahan kepada para guru agar tetap bersabar menghadapi regulasi pendidikan yang berubah-ubah selama pandemi.

“Terlebih saat ini para guru dituntut untuk kreatif dan inovasi dalam memberikan materi kepada siswa siswi madrasah. Pembelajaran daring bukanlah hal yang mudah, kemasan materi pembelajaran harus dibuat semenarik mungkin agar siswa siswi madrasah mau belajar lebih giat,” jelas Adib.

Disamping itu, tambahnya, siswa siswi madrasah saat ini lebih cepat tanggap dalam menggunakan teknologi digital sehingga para guru harus bisa menyesuaikan.

“Ini adalah saat yang tepat bagi para guru untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kompetensi diri. Selain sadar teknologi digital, guru juga harus terus memperbaharui wawasan literasinya untuk pengembangan materi pembelajaran agar tidak monoton,” ujar Adib.

“Siswa siswi madrasah cerdas lahir dari guru inspiratif, guru yang bisa memberikan teladan yang baik dan memberikan insipirasi untuk terus berinovasi,” pungkasnya. (Kontributor: Novam Scorpiantrien/Humas Kanwil Kemenag Jabar)

Guru Madrasah Raih Medali Emas Cabor Gulat Putri PON XX Papua

0
Dewi Atiya, guru MTs Negeri 1 Kuningan berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga Gaya Bebas Gulat Putri Kelas 57 kg, Sabtu (9/10), di Gor Head Sai, Kabupaten Merauke.

Bandung (Aswajanews.id) – Kabar gembira untuk Jawa Barat dari ajang bergengsi PON XX Papua yaitu seorang guru MTsN 1 Kuningan yang bernama Dewi Atiya berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga Gaya Bebas Gulat Putri Kelas 57 kg, Sabtu (9/10), di Gor Head Sai, Kabupaten Merauke.

Pegulat gaya bebas kelahiran 2 Agustus 1993 di Cirebon, Jawa Barat ini merupakan salah seorang andalan Indonesia cabang gulat di Asian Games 2018. Hal ini menambah warna bahwa guru madrasah bisa berprestasi di berbagai bidang.

Dewi juga berharap, Jabar lebih banyak memuncul atlet-atlet gulat terutama putri, untuk meraih prestasi. “Lebih banyak muncul lagi, apalagi atlet perempuan,” ucapnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib, mengaku bangga terhadap prestasi yang diraih oleh salah seorang guru madrasah tersebut.

“Keluarga besar Kementerian Agama Jawa Barat tentunya bangga atas prestasi yang telah diraih dan menjadi kontribusi yang sangat penting bagi perolehan medali emas bagi Jawa Barat pada PON XX Papua,” ujar Adib.

Adib pun menghaturkan selamat atas prestasi medali emas yang diraih oleh Dewi Atiya, guru MTs N 1 Kuningan pada cabang Gulat PON XX Papua. “Semoga medali emas ini bisa dijadikan penyemangat bagi guru madrasah lainnya dan merupakan upaya untuk menciptakan Jabar Juara Lahir Batin,” pungkasnya. (Kontributor: Novam Scorpiantrien/Kanwil Kemenag Jabar)

Kapolres Majalengka Jalin Silaturahmi dengan Pimpinan Pondok Pesantren

0
Kunjungan Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi ke kediaman KH. Ahidin selaku Pimpinan Pondok Pesantren Hapadata Yusuf di Blok Balandongan Desa Sukadana Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, Minggu (10/10/2021).

Majalengka (Aswajanews.id) – Guna menjalin Silaturahmi, Kapolres Majalengka Polda Jabar AKBP Edwin Affandi melaksanakan kunjungan ke kediaman KH. Ahidin selaku Pimpinan Pondok Pesantren Hapadata Yusuf bertempat di Blok Balandongan Desa Sukadana Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, Minggu (10/10/2021).

Dalam silaturahmi tersebut Kapolres Majalengka didampingi Oleh Wakapolsek Argapura IPTU Ilham Dinata dan diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren KH Ahidin berikut tokoh agama dan para santri.

Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi menerangkan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk Polri menghargai para ulama dan pemuka agama. “Guna menjalin hubungan baik agar kita dapat sama-sama ber iringan membangun akhlakulkarimah para generasi muda penerus bangsa ini,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Polres Majalengka, AKBP Edwin Affandi juga tak lupa mensosialisasikan dan Himbauan Pencegahan Covid-19 untuk mematuhi 5M atau Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas dengan pendisiplinan protokol kesehatan untuk keselamatan Santri dari Penyebaran Covid-19.

Kegiatan ini dilakukan oleh Kapolres Majalengka bertujuan untuk menjalin kemitraan dan kerjasama yang harmonis antara Toga, Tomas, Toda maupun tokoh yang lainnya serta warga masyarakat, dalam hal ini juga, Kapolres Majalengka memberi himbauan, agar dalam menghadapi Pandemi Covid-19 Level 3 agar tetap menerapkan protokol kesehatan seperti, Jaga Jarak, Rajin Cuci Tangan dan Pakai Masker.

Diakhir kegiatan silaturahmi tersebut, Kapolres Majalengka didampingi Pimpinan Ponpes memantau lokasi Ponpes Hapadata Yusuf, kelengkapan sarana prasarana prokes seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker, dan tempat duduk juga diatur. (Kontributor : Sri P/Asep NS)

IPNU Cianjur Usul Pemkab Gelar Pelatihan Bela Negara untuk Pelaku Tawuran dan Balap Liar

0
Pengurus PC IPNU/IPPNU Cianjur saat pelantikan PAC di Aula Kantor PCNU Jalan Perintis Kemerdekaan Cianjur Jawa Barat.

Cianjur (Aswajanews.id) – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Cianjur segera mengadakan pendidikan bela negara bagi pelajar yang terlibat tawuran dan balapan liar. Hal ini perlu dilakukan mengingat kerap terjadi tawuran antar pelajar dan balapan liar di beberapa tempat usai diberlakukannnya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Demikian dikatakan Ahmad Maulana Habibi, Ketua IPNU kepada wartawan di kantor PCNU Cianjur, Selasa (5/10).
Ahmad Maulana Habibi mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur berkomunikasi dengan Dandim dan Kapolres Cianjur terkait kegiatan pendidikan bela negara. “Pendidikan bela negara ini sangat penting khususnya bagi pelajar yang sering terlibat tawuran dan balap liar,” ujarnya.
Ahmad Maulana Habibi mengatakan, Pemkab Cianjur dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama (Kemenag) mesti melakukan evaluasi dan arahan, baik kepada siswa maupun pihak sekolah yang bersangkutan.
“Arahan dan bimbingan iini supaya pelajar tidak melakukan tawuran dan balapan liar lagi,” tambahnya.
Hal senada juga dikatakan Ketua PC IPPNU Kabupaten Cianjur, Ai Rida. Menurutnya, Dinas Pendidikan, Kemenag, sekolah orangtua dan pihak terkait tentu berkewajiban melakukan edukasi kepada pelajar yang terlibat tawuran dan balapan liar.
“Pelatihan bela negara tersebut diisi dengan wawasan kebangsaan, memberi perhatian kasihsayang dan mendisiplinkan mereka,” pungkasnya.
Ai Rida mengatakan, pelatihan bela negara ini dimaksudkan guna meningkatkan rasa cinta tanah air, melestarikan budaya nusantara, menjalankan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. ***

PMII Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung Adakan Pelantikan

0
Prosesi Pelantikan Pengurus Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung berlangsung khidmat. Dihadiri oleh Ketua PMII Cabang Kota Bandung sahabat Agung Andrian beserta jajarannya dan seluruh pengurus, Pusdai Bandung, Kamis (30/9).

Bandung (Aswajanews.id) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunang Gunung Djati Cabang Kota Bandung menyelenggarakan pelantikan yang bertajuk “Possibilty and Hope : Getting from Here to There”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 30 September 2021 di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Bandung.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh seluruh pengurus Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung yang dihadiri oleh Ketua PMII Cabang Kota Bandung sahabat Agung Andrian beserta jajarannya.

Etic Susilawati Ketua KOPRI Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung mengatakan,  dengan sahnya dilantik Kepengurusan Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung, semoga kedepannya dengan apa yang sudah tercantum dalam visi misi kepengurusan dan dinahkodai oleh seluruh pengurus komisariat bisa sampai pada apa dicita-citakan kepengurusan.

“Kedepan kepengurusan beserta semua elemen yang berada di ruang lingkup Komisariat UIN mampu terus bersinergi untuk kemajuan komisariat, terkhusus kopri mampu mengawal kampus agar bisa tetap ramah gender, pelecehan seksual dan sebagainya,” ujar Ketua KOPRI Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung.

Adrian Farhan Mubarok: PMII mesti senantiasa kepada orientasi pembebasan dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan

Lebih lanjut lagi, Adrian Farhan Mubarok selaku Ketua PMII Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan tema yang dibangun “Possibility and Hope: Getting from Here to There”, kita jangan sampai kebingungan dipersimpangan antara kebingungan dan harapan, artinya pembacaan aspek historis dan pandangan visioner mesti diselaraskan.

“Oleh karena itu, bicara pelantikan tidak banyak yang bisa kita maknai sebab sebaik-baiknya gagasan adalah yang dilakukan dengan tetap secara berkala mesti melakukan evaluasi. Sehingga, membaca sambil berjalan mutlak mesti dijadikan pegangan. Terakhir, dimomen pelantikan hanya ingin mengingatkan bahwa semangat PMII yang tersurat di muqadimmah AD/ART ialah PMII mesti senantiasa kepada orientasi pembebasan dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan,” jelasnya.

Dalam hal ini, Agung Andrian selaku Ketua PC PMII Kota Bandung mengatakan bahwa PMII merupakan organisasi kaderisasi apapun yang terjadi kedepannya, sekecil apapun maka itu merupakan tanggungjawab bersama seluruh pengurus. Kegiatan pelantikan ini ditutup dengan closing statement dari Adrian Farhan Mubarok selaku Ketua PMII Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung yang mengatakan, jika PMII ingin gede, maka jangan menganggapnya sepele. (Elisa Nurasri)

PBNU Dorong Pemerintah Kembangkan Vaksin Nasional

0
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Sirodj saat menyampaikan sambutan dalam Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (26/9).

Jakarta (Aswajanews.id) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung dan mendorong pemerintah RI untuk terus mengembangkan vaksin  virus corona (Covid-19) nasional buatan dalam negeri. Hal tersebut merupakan salah satu keputusan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2021 di bidang kesehatan pada Minggu (26/9/2021).

“Ada penekanan sebagaimana yang kemarin ditekankan Kiai Said bahwa pemerintah (didorong) harus terus mendukung dan memprioritaskan pengembangan vaksin nasional agar tidak bergantung pada vaksin impor dari negara lain,” kata Sekretaris Komisi Rekomendasi, M Kholid Syeirazi dalam keterangan resminya.

Kholid mengatakan bahwa PBNU akan terus mendorong pemerintah untuk segera memperkuat kemandirian farmasi di dalam negeri.

“Selama ini pemerintah kerap mengimpor vaksin Covid-19 dari luar negeri,” kata dia.

Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2021 juga mendorong pemerintah untuk segera menambah jumlah rumah sakit dan produksi alat kesehatan. Hal itu bertujuan agar pemerintah siaga menghadapi bencana non-alam seperti pandemi.

PBNU menilai kemandirian farmasi dan vaksin nasional merupakan upaya yang harus dilakukan pemerintah di sisi hilir. Selain itu, Dokter dan tenaga kesehatan juga harus ditambah. Hal itu untuk memperkuat kapasitas ekosistem kesehatan.

“Kesejahteraan tenaga kesehatan yang mau ditugaskan ke daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) harus ada jaminan kesehatan,” tambah Kholid.

Lebih lanjut, Komisi Rekomendasi Munas-Konbes NU 2021 juga mendorong agar pemerintah membenahi sistem kesehatan nasional dengan meningkatkan rasio dan keandalan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

PBNU juga mendorong pemerintah mengurangi kesenjangan distribusi fasilitas dan tenaga kesehatan seperti dokter atau dokter spesialis, perawat, dan bidang harus.

Melihat hal itu, PBNU meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus mengoptimalkan untuk mengoordinasikan dan mengonsolidasikan data dan penanganan pandemi, dibantu Satgas Covid-19 Pusat dan Daerah.

Tak hanya itu, Munas-Konbes NU 2021 mendorong pemerintah agar proses vaksinasi massal harus mencapai 70 persen populasi sebelum tenggat waktu satu tahun untuk mencapai target kekebalan komunitas atau erd immunity.

NU juga mendukung pengaturan penyelenggaraaan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dalam peraturan perundang-undangan di Tim hal itu untuk mengurangi emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya sebagai upaya untuk mengatasi pemanasan global dan melestarikan lingkungan hidup. Hal itu juga menjadi satu butir kesepakatan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama.

“Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dapat berupa bentuk pajak karbon, perdagangan karbon, dan pembayaran berbasis kinerja atas capaian kawasan pengurangan emisi,” kata sekretaris komisi membahas perundangan-undangan, Sarmidi Husna.

Sarmindi menilai pajak karbon merupakan kompensasi kerugian atas kerusakan lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat emisi karbon.

Hasil pajak karbon, kata dia, wajib dialokasikan untuk penjagaan dan kelestarian lingkungan hidup, termasuk pembayaran kompensasi terhadap capaian kawasan pengurangan emisi.

“Penerapan pajak karbon harus konsisten dengan tujuan utamanya, yaitu perbaikan lingkungan hidup dan upaya pengalihan energi berbasis fosil kepada energi baru terbarukan, bukan semata-mata pemasukan pendapatan negara,” kata Sarmidi.

“Penerapan pajak karbon harus disinkronkan dengan perdagangan karbon sebagai bagian dari roadmap green economy dan harus ada pembahasan ulang tentang cara penghitungan karbon agar tidak dapat digunakan alat persaingan bisnis,” tambahnya.

Sarmidi juga mengungkapkan bahwa Nahdlatul Ulama pada Muktamar ke-29 tahun 1994 di Cipasung Jawa Barat telah memutuskan bahwa masalah lingkungan hidup bukan lagi hanya merupakan masalah politis atau ekonomis saja, melainkan juga menjadi masalah teologis (diniyah). Hal itu dikarenakan dampak kerusakan lingkungan hidup juga memberi ancaman terhadap kepentingan ritual agama dan kehidupan umat manusia. Karena itu, usaha pelestarian lingkungan hidup harus dipandang sebagai salah satu tuntutan agama yang wajib dipenuhi oleh umat manusia, baik secara individual maupun secara kolektif.

“Sebaliknya, setiap tindakan yang mengakibatkan rusaknya lingkungan hidup merupakan perbuatan maksiat (munkar) dan haram, karena termasuk tindakan merugikan,” kata dia. *(Munas Alim Ulama & Konbes NU)

KH Hasyim Asy’ari dan Resolusi Jihad

0
Oleh ; H Dedi Asikin

Kyai Haji Hasyim Asy’ari adalah ulama besar. Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur dan organisasi Islam terbesar Nahdatul Ulama. Selain memiliki aqidah yang istiqamah beliau juga memahami dan menjunjung tinggi nasionalisme dan kebangsaan.
Ingin bukti? Karena kejumhurannya sebagai ulama, beliau mendapat julukan Hadratusy Syeckh yang berarti maha suatu kehormatan yang luar biasa. Sebagai manusia istiqomah hanya menyembah Allah, K.H. Mohammad Hasyim Asy’ari menolak perintah Jepang untuk melakukan “siekerel” yaitu membungkuk badan ke arah Tokyo dan matahari setiap pukul 07.00 pagi.
Sebagai seorang muslim beliau haqukyaqin bahwa yang berhak disembah dan dihormati hanya ada satu yaitu Allah Ajawazala, bukan manusia seperti kaisar Jepang Hiro Hito. Karena penolakan itu beliau ditangkap dan ditahan Dai Nippon. Dalam tahanan itu kyai mengalami penyiksaan dari tentara Jepang antara lain telapak tangnnya dipukul dengan palu.
Tentang nasionalisme dan rasa kebangsaan yang beliau pegang dan pertahankan salah satunya beliau buktikan yaitu, sebagai Rois Akbar Nahdatul Ulama Hasyim Asy’ari mempelopori “Resolusi Jihad”. Kyai merasa resah ketika menyaksikan datangnya pasukan tentara sekutu yang didomplengi tentara Belanda.
Inggris yang mewakili sekutu bertugas melucuti tentara Jepang yang sudah kalah perang. Sedang Belanda berniat menjajah kembali Indonesia yang sudah memproklamasikan kemerdekaan dua bulan sebelumnya. NU juga kecewa kepada sikap pemerintah yang dinilai “adem ayem” meski tentara sekutu sudah mendarat dan melakukan tekanan tekanan kepada rakyat di Surabaya dan Semarang.
Karena itu NU mengambil sikap dan langkah. Tanggal 21 dan 22 Oktober 1945 sejumlah ulama NU dari Jawa dan Madura berkumpul di markas NU Bubutan Surabaya. Besoknya tanggal 22 Oktober Rois Akbar K.H. Hasyim Asy’ari mendeklarasikan “Resolusi Jihad”.
Inti dari pada Resolusi Jihad itu adalah seruan kepada warga NU dan muslimin lain untuk melakukan jihad melawan penjajah. Hukumnya fardu ain. Yang gugur dalam perang melawan tentara kafir yang merusak kemerdekaan adalah jihad yang in syaa Allah masuk surga.
Di luar dugaan ternyata ternyata seruan ulama NU itu menyentuh dan membakar semangat masarakat. Para pemuda, para santri, dan pasukan Hizbullah dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur Jawa Tengah dan Jawa Barat berbondong bondong datang ke Surabaya dan Semarang.
Perang dahsyat antara tentara sekutu dengan puluhan ribu santri dan pemuda terjadi di Surabaya dan Ambarawa. Puncaknya terjadi 10 November. Perang besar antara senjata modern versus bambu runcing itu dimenangkan para pejuang Indonesia. Bahkan seorang santri bernama Harun berhasil membunuh panglima tentara sekutu brigadir jenderal Mallaby.
Siapa sebenarnya K.H. Hasyim Asy’ari? Beliau lahir di Gedang kabupaten Jombang Jawa Timur pada tanggal 14 Februari 1871. Ayahnya Kiyai Asy’arie dan ibunya Ny.Halimah. Keduanya berdarah biru dari kerajaan Majapahit yaitu prabu Brawijaya V atau dikenal juga dengan nama Lembupeteng.
Dari dua istri Nyai Nafiqoh dan Nyai Musrorah Hasyim dikarunai 17 putra putri. Seorang di antaranya KH Wahid Hasyim yang tak lain adalah ayahanda dari KH Abdurahman Wahid (Gus Dur). Sejak usia 15 tahun Mohammad Hasyim belajar agama dengan berkeliling nyantri di beberapa pondok pesantren.
Pada tahun 1892 beliau berangkat ke Mekah dan bermukim 7 tahun disana. Di tempat kelahiran dan pusat budaya Islam itu beliau memperdalam ilmu tentang Islam dari ulama-ulama besar antara lain Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, Syekh Mohammad Mahfudz at Tarmizi, Syekh Ahmad Amin Al Athar dll.
Kembali dari Arab Saudi tahun 1899 beliau mendirikan pondok pesantren Tebuireng di Kabupaten Jombi Jawa Timur. Di Tebuireng pulalah beliau wafat pada tanggal 21 Juli 1947 dan dimakamkan juga di Tebuireng. Karena jasa-jasanya kepada bangsa dan negara tahun 1964 presiden Soekarno memberinya gelar Pahlawan Nasional. *** (H Dedi Asikin, wartawan senior PWI Jabar tinggal di Tasikmalaya)

Kapolres Cilacap Tinjau Percepatan Vaksinasi di Pondok Pesantren

0
Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi saat meninjau percepatan Vaksinasi Merdeka di Pondok Pesantren Al-Hikmah Desa Kawunganten Lor Kecamatan Kawunganten, Selasa (7/9/2021).

Cilacap (Aswajanews.id) – Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi bersama Forkopimda melaksanakan kegiatan peninjauan percepatan Vaksinasi Merdeka di Pondok Pesantren Al-Hikmah Desa Kawunganten Lor Kecamatan Kawunganten, Selasa (7/9/2021).

Kegiatan ini merupakan kegiatan langkah percepatan dengan melibatkan TNI dan Polri serta sebagai upaya percepatan Vaksinasi yang dilakukan oleh Polri, TNI dan Pemerintah dengan menciptakan Herd Immunity yang dimiliki seluruh Masyarakat.

“Terimakasih atas waktu yang diberikan untuk mendukung adanya kegiatan vaksinasi merdeka serentak khusus untuk santri karena bisa mencegah penularan virus covid-19″, ucap Gus Ulin Nuha.

”Kami mengharapkan agar para santri selalu mentaati Prokes untuk mencegah penularan Virus Covid-19 dan para santri untuk tetap semangat dalam menuntut ilmu untuk ke jenjang masa depan. Kami sangat mendukung adanya vaksinasi terhadap santri pondok pesantren. Diharapkan setelah lulus dari pondok pesantren untuk tetap menjadi orang yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara dan bisa menyalurkan ilmunya di masyarakat untuk tetap Prokes setelah vaksinasi karena untuk menghindari penularan virus Covid-19″, ucap Kapolres Cilacap dalam sambutannya.

Adapun pelaksanaan Vaksinasi Merdeka Candi Polres Cilacap di Pondok Pesantren Al-Hikmah Desa Kawunganten Lor Kecamatan Kawunganten dengan sasaran sejumlah 1000 orang. Dengan sasaran vaksin santri pondok pesantren se-Kecamatan Kawunganten sejumlah 400 santri dan masyarakat umum 600 orang. Dengan petugas vaksinator dari Puskesmas Kawunganten dan Klinik Bhayangkara Polres Cilacap. Selama kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan. *(Ohir/Asep)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts