Pergantian pengurus PWI Jawa Barat belum lama ini membangkitkan harapan masyarakat jurnalistik, khususnya para wartawan di Jawa Barat, akan terciptanya kondisi yang lebih baik ke depan.
Selama bertahun-tahun, banyak keluhan yang muncul, terutama dari para wartawan senior yang kartu PWI-nya sudah berstatus SH alias seumur hidup. Keberadaan dan aspirasi mereka selama ini tidak mendapat tempat dalam kepengurusan PWI, khususnya di Jawa Barat.
Ketua PWI Jawa Barat terpilih, Tantan Sulton Bukaha, dipercaya sebagai sosok demokrat dan menganut pola hidup sederhana. Hal yang menambah optimisme adalah lahirnya kepengurusan baru Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) untuk masa bakti yang sama, yakni 2026โ2031.
IKWI diharapkan menjadi sistem pendukung (support system) bagi kerja para pekerja jurnalistik.
IKWI memiliki kiprah sebagai organisasi yang memahami pekerjaan dan pola hidup seorang wartawan. Salah satunya, seorang istri atau keluarga wartawan di Indonesia jangan pernah berharap suami mereka bakal menjadi orang kaya karena pekerjaan atau profesi yang digelutinya.
Maha guru wartawan, (Wak) Haji Rosihan Anwar, beberapa kali menyebut adanya paradigma: kalau mau kaya, jangan jadi wartawan. Mungkin di Indonesia ini hanya dua atau tiga wartawan yang menjadi kaya raya karena pekerjaannya.
Mereka yang saya temui adalah Jacob Oetama, pendiri dan pemilik grup Kompas Gramedia; Harmoko alias Harun Mochammad Kohar, pendiri dan pemilik Pos Kota; serta yang satu lagi adalah Dahlan Iskan.
Dahlan, dengan kerja kerasnya mengembangkan Jawa Pos, telah berhasil mentransformasi kehidupan keluarganya dari keluarga miskin menjadi keluarga yang sangat kaya, bahkan menjadikannya seorang triliuner.
IKWI justru harus menjadi pendorong bagi suami, bapak, atau siapa pun untuk menjadi wartawan hebat yang memenuhi rumus 5 AT, yaitu bakat, minat, semangat, akal sehat, dan sepasang kaki yang kuat.
Tugas dan Fungsi IKWI
Pertama, membangun kekeluargaan dan rasa persatuan di antara sesama keluarga wartawan serta seluruh bangsa.
Kedua, membangun solidaritas dan melaksanakan kegiatan sosial untuk membantu sesama masyarakat yang berkekurangan.
IKWI juga harus tetap teguh dan tangguh dalam menghadapi berbagai situasi, terutama ketika kondisi ekonomi tidak berkecukupan, agar suami atau anggota keluarga dapat bekerja dengan baik dan menjadi wartawan hebat.
Di balik wartawan hebat, ada istri dan keluarga yang kuat. (*)
Eksplorasi konten lain dari News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





























