Google search engine
Beranda blog Halaman 296

Kampanye di Masjid, Bawaslu: Melanggar Undang-undang

0
Viral di Medsos, guru ngaji kampanye di dalam masjid

Kab. Bandung (Aswajanews.id) – Guru ngaji yang berada di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot viral di medsos baru-baru ini karena aksinya yang berkampanye di dalam masjid yang berlokasi di RW 03 Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot Kab Bandung.

Ungguhan video berisi ucapan terimakasih kepada Bupati Bandung, yang telah memberikan insentif guru ngaji di Kecamatan Dayeuhkolot itu diucapkan di dalam masjid dengan membentangkan baligo bergambarkan paslon peserta pilkada 2024 mengatakan mendukung Bupati Bandung Dadang Supriatna 2 periode.

Viral di Medsos, guru ngaji kampanye di dalam masjid

Black campaign (kampanye hitam), yang dilakukan oleh guru ngaji yang ada di Kecamatan Dayeuhkolot itu, merupakan satu bentuk yang tidak terpuji, salah satunya sekarang belum waktunya berkampanye dan yang keduanya dilakukan di dalam masjid yang dimana masjid adalah tempat ibadah.

Menurut Ketua JBS Asep Bom, saat dihubungi Ahad (08/09), mengatakan, sebagai guru ngaji seharusnya mereka tahu dan mengerti bahwa Masjid merupakan tempat beribadah dan bukan tempatnya untuk berkampanye. Jadi sangat salah besar bila berkampanye di dalam masjid.

“Saya berharap Bawaslu Kab. Bandung untuk segera menindaklanjuti, permasalah ini, karena sudah melanggar etika kampanye, black campaing itu, seharusnya tidak dilakukan karena sekarang ini belum waktunya untuk berkampanye,” jelas Ketua JBS.

Guru ngaji yang melakukan dukungan terhadap salah satu Paslon, itu sudah seharus ditindak oleh Bawaslu. Supaya pelanggaran pelanggaran seperti itu tidak dilakukan lagi oleh para pendukung Paslon. Disini seharusnya Bawaslu bersifat netral jangan pandang bulu, siapa pun yang melanggar harus ditindaklanjuti.

Ketua Bawaslu Kab Bandung, Kahpiana dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan bahwa Bawaslu Kabupaten Bandung sedang mengadakan penelusuran terkait viralnya guru ngaji yang fiduga mengadakan kampanye terselubung di tempat ibadah/masjid di Kecamatan Dayehkolot.

Puadi, SPd., MM, Anggota Bawaslu RI Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi

Puadi, SPd., MM, Anggota Bawaslu RI Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi meminta peserta pemilu untuk tidak menjadikan rumah ibadah sebagai tempat melakukan aktifitas kampanye. Dia juga meminta masyarakat untuk melaporkan kepada Bawaslu apabila mendapat informasi terkait kampanye di rumah ibadah.

“Sudah jelas, UU Pemilu melarang kampanye di rumah ibadah. Jadi kalau masyarakat ada yang lihat (kampanye di rumah ibadah), silakan laporkan kepada Bawaslu!” kata Puadi baru-baru ini kepada media di Jakarta.

Menurutnya selain aturan larangan kampanye di rumah ibadah sudah jelas diatur dalam regulasi, tempat ibadah sering dianggap sebagai lingkungan yang seharusnya netral dan bebas dari pengaruh politik.

“Fokus utama rumah ibadah adalah memfasilitasi ibadah dan aktivitas keagamaan saja,” tegasnya.

“Singkatnya rumah ibadah dapat menjadi energi perubahan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan. Juga bisa mengingatkan akan bahaya terhadap money politik, dan prilaku jahat, tercela dan merusak masa depan bangsa,” harapnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak segan melaporkan kepada Bawaslu apabila menemukan informasi terkait dugaan pelanggaran pemilu di rumah ibadah. Peran serta masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran pemilu tersebut sangat membantu Bawaslu dalam melaksanakan kerja-kerja pengawasan pemilu. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Bupati Karawang Lantik Asep Aang sebagai Sekda Karawang

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Asep Aang Rahmatullah resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh. Pelantikan dilaksanakan di Aula Husni Hamid, Jumat (6/9/24).

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengucapkan selamat atas dilantiknya Asep Aang Rahmatullah sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang.

“Saya mengucapkan selamat kepada saudara H. Asep Aang yang hari ini resmi dilantik menjadi Sekda Karawang, semoga dengan dilantiknya ini mampu meningkatkan kinerja ASN lebih baik,” ujarnya.

Ia juga berharap dengan jabatan dan tugas yang diamanahkan mampu dijalankan dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan rasa ikhlas.

“Saya harap mudah-mudahan tugas dan amanah yang diberikan, kerjakan dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi terkait penyelesaian permasalahan-permasalahan yang ditemui untuk kemajuan Kabupaten Karawang.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang H. Asep Aang Rahmatullah menyampaikan terkait tugas Sekda sebagai komunikator, katalisator, evaluator dan regulator. Juga, sebagai motivator dan inspirator bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam hal percepatan atau pelayanan kepada masyarakat sehingga terciptanya pembangunan yang baik bagi daerah. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pendam III/Slw Gelar Silaturahmi Dengan Insan Media

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kapendam III/Slw Kolonel Inf Davy Darma Putra, S.I.P., M.I.P., menggelar silaturahmi bersama insan media di wilayah Jabar, Kamis (5/9/2024). Kegiatan bertempat di Aula Pendam III/Slw Jl. Aceh No. 69 Kota Bandung, menghadirkan Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Aminudin, S.I.P., sebagai narasumber.

Silaturahmi dengan insan media dilaksanakan untuk membangun kebersamaan, komitmen dan kerjasama yang lebih baik untuk mendukung Tupoksi Kodam III/Slw. Kegiatan bersama dengan para awak media akan dilakukan beberapa tahap, bagi wartawan yang tergabung pada grup Sahabat Siliwangi.

Kasdam III/Slw dalam menyampaikan ucapan terima kasih kepada para awak media yang bisa hadir dan bergabung dengan Kodam III/Slw. Banyak kegiatan kemasyarakatan yang perlu ekspose dari media termasuk program yang menjangkau anak-anak sekolah.

“Media sangat menentukan dalam mendukung tugas pokok Kodam III/Slw terutama terhadap program-program unggulan dari pemerintah dalam membantu masyarakat seperti manunggal air, ketahanan pangan, cegah stunting dan bela negara,” ucap Kasdam.

Sementara itu Kapendam III/Slw menguraikan tentang perkembangan teknologi informasi dihadapkan pada keberadaan media dalam mendukung tugas-tugas yang dilaksanakan oleh setiap institusi.

“Untuk mendukung kegiatan tersebut, perlu dukungan dari teman-teman media dalam mempublikasikan setiap program tersebut dengan memanfaatkan Media cyber atau dunia maya,” tutur Kapendam.

Tampak keakraban dari seluruh awak media yang hadir seraya berharap, kedepannya hubungan antara Kodam III/Slw dengan awak media dapat terus dijalin  dengan baik dan harmonis.

Ruang diskusi dan tanya jawab serta sharing informasi terkait berbagai dinamika dan kegiatan yang bisa dilakukan secara kolaboratif. (Pendam III/Siliwangi)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Dedi Mulyadi Kampanyekan Sekolah Manajer

0
Calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

KARAWANG (Aswajanews.id) – Bakal calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengampanyekan program Sekolah Manajer untuk mencetak 10 ribu tenaga profesional lokal di bidangnya guna mengatasi persoalan minimnya penyerapan tenaga kerja lokal.

“Khusus di daerah industri selama ini seringkali ribut tentang kurang optimalnya penerimaan tenaga kerja lokal. Ini harus segera teratasi,” kata Dedi Mulyadi dalam acara KDM Menyapa di Lapangan Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jumat (6/9) malam.

Calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Ia menilai kurang optimalnya penerimaan tenaga kerja lokal di sebuah daerah industri, karena top manajemen di perusahaan yang ada bukan berasal dari warga setempat.

“Karawang sebagai daerah berbasis industri, ke depan harus mulai berorientasi kepada sumber daya manusia, karena keributan yang terjadi, selalu tentang kurang optimalnya penerimaan tenaga kerja setempat,” katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dedi menyampaikan formula agar penyerapan tenaga kerja lokal bisa terserap secara optimal di perusahaan yang ada di daerahnya. Hal tersebut bisa diwujudkan melalui program sekolah manajer yang dibiayai pemerintah.

Sekolah tersebut bukan hanya bersifat akademis, tapi belajar dan dididik langsung oleh profesional yang bergelut di bidangnya.

“Jadi sekolahnya bukan hanya akademis, tapi dia dididik langsung bagaimana cara dia memakai sepatu, cara dia memakai dasi, dan cara beretika saat bergaul dengan pimpinan dan lingkungan,” kata dia.

Hal serupa juga dilakukan untuk program sekolah engineering, sehingga para siswa nantinya dididik secara langsung oleh profesional dan bersifat praktik secara langsung. Untuk pembibitannya bisa dilakukan sejak di kelas 1 SMK, sehingga terarah.

Dedi menyebutkan bahwa program itu sudah pernah digulirkan saat dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Program itu digulirkan atas kerja sama dengan salah satu perusahaan.

“Saya ingat betul ada 300 lulusan yang dididik, dan sekarang sudah kerja, ada yang di Jepang, dan di berbagai BUMN dan perusahaan-perusahaan swasta,” katanya.

Menurut dia, program itu perlu diadopsi dan dirumuskan kembali untuk diterapkan di tingkat Jawa Barat. Bahkan ia terobsesi untuk meluluskan minimal 10 ribu tenaga profesional manajer dan enginering per tahun. *(Ant)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Guru Madin dan Pilkada Jawa Tengah

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jateng)
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jateng)

Guru Madin sebagai warga negara memiliki hal berpolitik, dalam hal ini adalah memilih Gubernur dan Wakil Gubernur pada bulan Nopember 2024.  Sebagai kelompok warga negara guru Madin merupakan entitas yang memiliki kekuatan dalam segmen pendidikan keagamaan Islam. Kekuatan tersebut dapat beririsan dengan politik, karena ada keterkaitan antara pendidikan dan politik.

Pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kebijakan politik. Hal tersebut karena kebijakan merupakan implementasi regulasi yang dibuat berdasarkan peran para wakil rakyat sebagai representasi dari partai politik. Disamping peran wakil rakyat (legislatif) yang sangat menentukan adalah pihak eksekutif dalam hal ini Presiden di tingkat nasional, Gubenur di Provinsi dan Bupati/Wali Kota di kabupaten/kota. Peran ekskutif ini bak penguasa untuk menentukan segala hal yang bersinggungan dengan kebijakan pendidikan.

Dalam konteks Gubernur di Jawa Tengah, maka menjelang Pilkada Jateng Guru Madin akan dihadapkan dengan pilihan politik. Pilihan politik tersebut akan menjadi kekuatan dari entitas guru Madin untuk lima tahun kedepan. Kekuatan tersebut akan bertumpu pada soliditas dan komitmen bersama dalam mewujudkan pilihan yang berpihak kepada kepentingan Madin di Jawa, Tengah. Akan tetapi dengan ukuran sejauh mana soliditas yang terbangun ?

Inilah yang mesti kita ukur dengan jaringan struktural sampai ditataran paling bawah (Kepala Madin dan guru MDT) Soliditas pada tingkatan struktural mulai dari DPW, DPC, DPAC FKDT menjadi perangkat yang bisa kita gerakan secara massif. Ditingkat DPAC FKDT langsung menggerakkan pada Madrasah Diniyah.

FKDT sebagai ormas keagamaan yang berbasis pendidikan memiliki kepentingan yang berhubungan dengan masa depan pendidikan Madin di Jawa Tengah.  Disisi ini meskipun FKDT bukan partai politik akan tetapi komunitas guru Madin yang tergabung dalam FKDT merupakan kelompok masyarakat yang memiliki aspirasi politik.Oleh karena jejaring yang berhubungan dengan politik sangat dibutuhkan dengan tujuan agar Madin masuk dalam pusaran kebijakan Pemerintah Provinsi Tengah.

Gus Yasin calon Wakil Gubernur Pilkada 2024

Hadirnya Gus Yasin sebagai Wakil Gubernur periode 2018 – 2023 sudah memberikan warna yang positif untuk Pegiat Keagamaan di Jawa Tengah. Guru Madin menjadi bagian dari kelompok yang menikmati kebijakan masa periode kepemimpinan Ganjar dan Gus Yasin. Itu semua tidak lepas dari pemikiran Gus Yasin dengan latar belakang pesantren yang berpihak dan memikirkan guru Madin di Jawa Tengah.

Munculnya Gus Yasin sebagai calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Ahmad Luthfi sebagai Gubernur menjadi harapan besar bagi guru Madin untuk lebih meningkatkan perhatian dan keberpihakan untuk Madin di Jawa Tengah. Oleh karena itu pasangan Akhmad Lutfi dan Gus Yasin menjadi pilihan politik yang akan memiliki makna strategis untuk Madrasah Diniyah kedepan khususnya dan secara umum untuk pegiat pendidikan keagamaan di Jawa Tengah.

Dengan demikian bagi guru Madin menghadapi Pilkada Jawa Tengah bulan Nopember 2024 diharapkan menentukan pilihan politik yang berpihak kepada kepentingan Madrasah Diniyah Takmiliyah se Jawa Tengah. Oleh karena itu komitmen bersama seluruh komunitas Madin akan menjadi energi kemenangan Ahmad Lutfi dan Gus Yasin. (*)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Polisi Dalami Pelecehan Seksual Anak Bawah Umur di Bandung

0
Wakasatreskrim Polrestabes Bandung AKP Siska Arina saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Bandung, Selasa (3/9/2024)

Kota Bandung (Aswajanews.id) – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung mendalami kasus pelecehan seksual yang diduga menimpa dua orang anak laki-laki di bawah umur yang dilakukan oleh terlapor berinisial AF (44) di rumah tempatnya bekerja di Jalan Cadas Kencana, Kota Bandung.

Wakasatreskrim Polrestabes Bandung AKP Siska Arina saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Bandung, Selasa (3/9/2024)

Wakasatreskrim Polrestabes Bandung AKP Siska Arina mengatakan, kasus ini telah ditangani pihak kepolisian setelah ada pelaporan dari kedua orang tua korban.

“Modus yang dilakukan terlapor dengan cara menggesekkan kemaluan terlapor terhadap dua korban,” kata Siska di Bandung, Selasa.

Siska mengungkapkan dari keterangan orang tua korban, tersangka bukan hanya sekali melakukan pelecehan melainkan sudah lima kali. Kasus ini pun diketahui setelah korban melaporkan pelecehan tersebut kepada ibunya.

Dia menambahkan aksi pelecehan seksual ini dilakukan di sebuah rumah penyalur asisten rumah tangga (ART). Adapun tersangka merupakan seorang pembantu yang sudah bekerja di rumah penyalur ART tersebut.

“Anaknya bercerita ke orang tua bahwa yang bersangkutan menerima perlakuan berupa dipeluk kemudian dipegang kemaluannya serta menggesekkan kemaluannya terlapor,” kata dia.

Lebih lanjut, Siska mengungkapkan pihaknya masih akan lakukan pemeriksaan pendalaman dengan melakukan visum kepada para korban, dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk pembuktian dari perbuatan terlapor maksimal satu kali 24 jam.

Jika semua bukti membenarkan bahwa yang bersangkutan melakukan pelecehan seksual kepada dua anak tersebut, yang bersangkutan dapat dikenai Pasal 82 ayat (2) juncto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Ancaman hukumannya yaitu 5 tahun dengan paling lama adalah 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” kata dia. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pasar Malam Sekaten Jadi Biang Kerok Kemacetan

0

SOLO (Aswajanews.id) – Kemeriahan Perayaan Sekaten di Kota Solo tahun ini diiringi oleh kemacetan parah yang melanda beberapa titik di kota tersebut. Pasar malam Sekaten yang dipenuhi oleh pengunjung dari berbagai daerah menjadi penyebab utama dari kemacetan yang terjadi.

Sejak hari pertama pembukaan, jalanan di sekitar Alun-alun Utara Solo, lokasi utama pasar malam Sekaten, sudah dipenuhi oleh kendaraan. Kemacetan semakin parah pada malam hari, saat pengunjung memadati pasar malam untuk menikmati berbagai wahana dan kuliner yang ditawarkan.

“Saya sudah hampir satu jam terjebak macet di jalan menuju Alun-alun,” keluh salah satu pengunjung pasar malam Sekaten. “Padahal, saya sudah berangkat lebih awal, tapi tetap saja macet.”

Polsek Pasar Kliwon yang dekat dengan lokasi saat ingin dimintai statement tidak menjawab WhatsApp dari awak media setelah didatangi ke Mapolsek tidak satupun para petinggi dan perwira di Mapolsek tersebut, Jum’at (06/9/2024).

Lahan parkir yang ada di taman parkir dekat dengan masjid agung sekitaran alun-alun Utara Solo tersebut pun dipenuhi dengan taman mainan aktivitas pasar malam Sekaten yang diantaranya berbagai stand hiburan rakyat CV Berkah Ria yang saat ini dilaporkan oleh pihak Keraton Surakarta, serta stand para pedagang musiman saat digelarnya acara tersebut yang menghabiskan bahu jalan sehingga membuat kemacetan yang luar biasa dan dikeluhkan oleh para pengguna jalan.

Saat team liputan mencoba mewawancarai seorang pengatur angkutan umum yang tidak menyebutkan namanya mengatakan, “Betul mas itu taman parkir Klewer, akan tetapi memang seperti yang mas nya lihat menjadi tempat mainan kegiatan pasar malam Sekaten dan kendaraan yang biasanya parkir disana jadi tidak bisa bahkan saya sendiri pun mengatur para angkutan umum agar tidak terlalu lama parkir untuk menunggu penumpang dikarenakan akan menyebabkan kemacetan lagi yang lebih parah”.

Kemacetan yang terjadi di sekitar pasar malam Sekaten juga berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. Beberapa warga mengeluhkan kesulitan untuk keluar masuk ke rumah mereka karena jalanan yang macet.

“Saya harus jalan kaki sejauh satu kilometer untuk sampai ke rumah karena jalanan macet,” ujar salahsatu warga yang tinggal di sekitar Alun-alun Utara. “Ini sudah menjadi pemandangan biasa setiap kali ada pasar malam Sekaten,” imbuhnya.

Sementara itu pada saat team liputan mencoba untuk mencari Panitia dari pasar malam Sekaten tersebut sangatlah sulit dikarenakan pada saat ditanyakan tidak ada yang mengetahui dimana posisi para panitia tersebut. *(Team Liputan)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Polres Sumedang Ungkap 17 Kasus Narkoba

0
Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Satuan Reserse Narkoba Polres Sumedang selama periode bulan Agustus hingga September 2024 telah mengungkap dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu, narkotika sintetis jenis tembakau gorila, obat psikotropika dan obat sediaan farmasi dengan rincian sebagai berikut, jumlah kasus sebanyak 17 kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu tujuh kasus, narkotika sintetis jenis tembakau gorilla satu kasus, obat psikotropika tiga kasus dan obat sediaan farmasi enam kasus.

Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Satres Narkoba, 17 kasus penyalahgunaan Narkotika di wilayah hukum Polres Sumedang ini, tersebar di 8 wilayah Kecamatan, Yaitu, Jatinangor sebanyak 5 TKP, kemudian Tanjungsari 4 TKP, lalu Cimanggung 2 TKP, Sumedang Selatan 3 TKP, Sumedang Utara 1 TKP, Tomo 1 TKP dan di wilayah Kecamatan Conggeang 1 TKP.

Petugas telah mengamankan sebanyak dua puluh tiga tersangka yang berperan sebagai penjual atau pengedar sekaligus pengguna. Barang bukti yang telah diamankan yaitu, narkotika jenis sabu, narkotika sintetis jenis tembakau gorila, obat psikotropika dan obat sediaan farmasi, 2 buah timbangan digital, 31 pak palstik bening, 4 bong atau alat hisap, 23 buah handphone, 5 buah tas selendang dan uang tunai sebesar Rp 3.599.000,- (tiga juta lima ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah).

Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono, pada konferensi pers yang digelar Jumat (6/9/2024) di Mapolres Sumedang mengungkapkan, Sesuai keterangan para pelaku kepada penyidik, modus yang dilakukan tersangka saat mengedarkan barang haram ini memang bervariasi. Mulai dari cara C-O-D, modus tempel, hingga penjualan melalui media sosial. Atas perbuatan yang telah dilakukannya itu, para tersangka kini akan dijerat dengan Undang-Undang Penyalahgunaan narkotika, dan Undang-Undang tentang Psikotropika, dengan ancaman hukuman penjara mulai dari 4 tahun sampai 20 tahun.

“Satnarkoba Polres Sumedang berhasil menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika sebanyak 10.000 ribu jiwa,” ujarnya. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pamong Desa Tenajar Lor Inisial ‘S’ Tanpa SK, Diduga Kuat Palsukan Tanda Tangan Kuwu dan Saksi dalam Pembikinan AJB

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Salah satu yang diperbantukan perangkat desa Tenajar Lor kecamatan Kertasemaya kabupaten Indramayu, Suyitno atau yang akrab disapa Gemblung diduga memalsukan tanda tangan kepala desa yang dalam hal ini Edy Supriatna selaku kepala desa Tenajar Lor dan juga diduga memalsukan tanda tangan saksi, hal ini diperkuat atas laporan beberapa narasumber yang Akta Jual Beli (AJB) dibikin saudara Gemblung.

Hal ini terjadi ketika kondisi Kuwu Edi dalam keadaan sakit stroke yang dideritanya pada tahun 2023, sehingga atas perintah Kuwu kepada juru tulis Tenajar Lor untuk menanggulangi persoalan pembikinan AJB, akan tetapi dimanfaatkan oleh saudara gemblung selaku raksa bumi yang menurut informasi tidak mempunyai SK pengangkatan sebagai perangkat desa.

Saat dikonfirmasi di kantor desa Tenajar Lor, Gemblung menuturkan bahwa dirinya setiap setiap bikin AJB selalu berkoordinasi dengan ibu Kuwu, dan dirinya mengakui bahwa yang dikasih mandat yaitu selaku yang punya SK Lukman dan juru tulis.

“Kalo mau konfirmasi silahkan tanyakan persoalan ini ke ibu Kuwu selaku istri Kuwu Edi, Lukman dan juru tulis Faturahman, terkait yang dikasih mandat untuk persoalan tanda tangan bikin AJB dan lain lainnya,” tuturnya.

Sedangkan Faturahman selaku juru tulis desa Tenajar Lor saat dikonfirmasi terkait persoalan SK saudara Suyitno mengatakan bahwa silahkan tanyakan ke Lukman aja, dan persoalan saudara gemblung memalsukan tanda tangan Kuwu dirinya tidak tahu menahu.

Lukman membenarkan bahwa saudara Suyitno itu cuma sebatas diperbantukan sebagai perangkat desa yang ditunjuk oleh Kuwu dan tidak ada SK, “Saudara gemblung itu cuma diperintah Kuwu saja dan tidak mempunyai SK,” tukasnya.  (HERMAN/TONGOL)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pastikan Suplai Air Pertanian Tercukupi, Forkompimcam Kedokanbunder Cek Saluran Irigasi

0
Forkompimcam Kedokanbunder melakukan pengecekan saluran irigasi Sekunder Sukareja di Desa Jayawinangun

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Forkompimcam Kedokanbunder terdiri dari Camat Atang Suwandi, SSTP, M.Si, Danramil 1608 Karangampel Kapten Inf Effendi, dan Kapolsek Ipda Tasim, S.IP, melakukan pengecekan saluran irigasi Sekunder Sukareja di Desa Jayawinangun, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jumat (6/9/2024).

Dalam kesempatan itu Camat Kedokanbunder Atang Suwandi menyampaikan, bahwa pihaknya bersama Kapolsek, Danramil, dan jajaran lainnya memonitor kesiapan aliran air untuk memastikan bahwa persawahan di Kecamatan Kedokanbunder mendapatkan suplai air yang memadai.

Atang menyebut, bahwa hasil pengecekan ini secara umum, kebutuhan air untuk pertanian di wilayah Kecamatan Kedokanbunder masih aman dan tercukupi.

Ia juga menambahkan, harapan agar hasil panen nantinya melimpah dan harga jual tetap tinggi, berkat aliran air yang stabil dan mencukupi.

Senada disampaikan Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kapolsek Kedokanbunder Ipda Tasim bahwa aliran air dari Pintu Air Desa Tegal Wirangrong ke saluran irigasi Sekunder Sukareja Desa Jayawinangun masih lancar dan aman terkendali.

Kapolsek menjelaskan bahwa aliran air pada saluran irigasi Sekunder Sukareja berasal dari Pintu Air Desa Tegal Wirangrong, Kecamatan Kertasemaya.

“Area persawahan di Desa Jayawinangun dan Kedokanbunder, yang ditanami padi dan sayuran, masih terisi air dengan baik dan diperkirakan cukup hingga musim panen,” jelas Ipda Tasim didampingi Kasi Humas Polres Indramayu, Iptu Junata.

Pengecekan ini merupakan upaya Forkompimcam Kedokanbunder untuk memastikan bahwa kebutuhan air pertanian tetap terjaga, guna mendukung keberhasilan hasil panen di masa mendatang. Pungkasnya. (Prapto)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts