Opini

Sambut Kemenangan dan Positive Energy di Bulan Syawal

A’isy Hanif Firdaus, S.Ag.*

Bulan Syawal merupakan bulan yang penuh dengan kebahagiaan serta menjadi simbol kemenangan spiritual bagi umat Islam di seluruh dunia, dimana setiap insan tengah merayakan keberhasilan dalam menunaikan ibadah puasa dan berbagai amalan selama di bulan Ramadan.

Bulan Syawal mengajak kita untuk mempertahankan kemurnian hati dan jiwa, menyongsong hari-hari mendatang dengan penuh suka cita, semangat baru dan tekad kuat untuk terus menerus tidak pernah berhenti menebar kebaikan dan beramal sholeh.

Menjaga silaturahmi juga merupakan amalan yang sangat penting di bulan Syawal. Kita dapat mempererat hubungan dengan saudara-saudara kita, baik yang dekat maupun yang jauh, dengan mengunjungi mereka, memberikan bingkisan hadiah, atau mengirimkan sekedar bertemu dan meng ucapkan selamat Idul Fitri. Bersilaturahmi kepada keluarga menjadi momentum yang sangat dinantikan untuk memupuk mengikat kuat tali persahabatan cukup lazim dilakukan di bulan Syawal, terutama oleh umat muslim pada saat Ramadan dan Lebaran. Dengan melakukannya, ternyata banyak manfaat serta keutamaan yang bisa diperoleh. Silaturahmi sangat lazim dilakukan saat hari raya Idulfitri karena biasanya, dalam tradisi tahunan di hari raya tersebut, banyak masyarakat yang mudik (baca: mulih dilit) atau pulang ke kampung halaman.

Saling berinteraksi dengan sesama manusia sebenarnya memiliki keterkaitan dengan peningkatan sistem imun dalam tubuh kita. Ini juga merupakan manfaat dahsyat dari silaturahmi yang bisa didapatkan untuk kesehatan kita. Karena saat bersilaturahmi, ada banyak hormon dalam tubuh yang saling bereaksi. Perjumpaan dengan teman sahabat lama bisa menjadi obat positif (positif energy) dalam tubuh kita menjadi lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu Hikmah yang bisa kita rasakan di bulan Syawal adalah diberi Keberkahan Umur.

Selain bisa memperluas rezeki, silaturahmi juga bermanfaat dalam keberkahan umur. Rasulullah SAW pernah bersabda:

Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa manfaat bersilaturahmi yaitu bisa diperluas rezekinya.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia bersilaturahmi” (HR. Muslim)

“Barangsiapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, serta dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR. Al-Bazzar, Hakim).

Selain itu juga dalam Surah Al Hujurat Ayat 10, Allah Berfirman :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْتُرْحَمُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”

Setelah melihat banyak sekali manfaat yang bisa kita rasakan bersilaturahmi di bulan Syawal maka sangat disayangkan jika kita enggan mengikuti anjuran baik yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Jika kita ingin mendapatkan manfaat mari ber silaturahmi, maka jalankanlah silaturahmi sesuai dengan apa yang telah dicontohkan rasulullah SAW. Penjelasan diatas sebagian contoh kecil dari beberapa manfaat silaturahmi di bulan syawal dalam Islam, Semoga tulisan sederhana di atas, bisa membuat kita lebih makna menatap Syawal dan tidak putus silaturahminya yah…

Terakhir, Bulan Syawal menjadi bulan peningkatan amal ibadah setelah satu bulan sebelumnya di bulan suci ramadhan kita menjalankan ibadah puasa dan giat melakukan ibadah-ibadah sunnah lainnya, seperti tadarus qur’an, sholat sunnah, zikir, I’tikaf dan sodaqoh. Maka di bulan syawal ini, ghirah (semangat) untuk melakukan amal ibadah tersebut hendaknya dapat terus dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan. Semoga kita dipertemukan di bulan Ramadhan tahun berikutnya dalam keadaan sehat serta lebih bersemangat melakukan amaliah ibadah. Aaamiin. Wallahu A’lam Bish Showwab.

*Penulis adalah Pegiat Literasi, Pengurus Lajnah Ta’lif Wan Nasyr PCNU Kabupaten Brebes, Sekretaris Umum PP IKAF

www.youtube.com/@anas-aswaja