Google search engine
Beranda blog Halaman 6

Semarak HUT RI ke-81, MTs Ma’arif NU 1 Brebes Gelar Beragam Lomba Kreatif

0

BREBES (Aswajanews.id) – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, MTs Ma’arif NU 1 Brebes menggelar serangkaian perlombaan pada 11, 12, dan 15 Agustus 2026.
Beragam lomba yang digelar berlangsung meriah dan penuh antusiasme siswa. Kegiatan tersebut meliputi futsal mini, tarik tambang, balap karung, joget balon, hingga fashion show gaun kreasi berbahan daur ulang.

Ketua Panitia HUT RI, Nurhidayah, S.Pd.I, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan momentum kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas, kekompakan, serta kelincahan para siswa.

“Selain menyemarakkan HUT RI, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kreativitas dan kekompakan siswa. Alhamdulillah, mereka sangat antusias mengikuti setiap perlombaan,” ujarnya.

Kepala MTs Ma’arif NU 1 Brebes, Abdul Mufti, S.Pd.I, memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan.
Salah satu perlombaan yang paling menarik perhatian adalah fashion show gaun kreasi berbahan daur ulang. Dalam lomba ini, para siswa ditantang mengolah berbagai bahan bekas menjadi busana kreatif.

Antusiasme juga terlihat dari para guru yang turut menyambut kegiatan tersebut dengan penuh kegembiraan. Suasana perlombaan semakin semarak dengan dukungan pihak madrasah.

Kegiatan tersebut dinilai mampu mendorong siswa untuk menuangkan imajinasi dan kreativitas mereka menjadi sebuah karya yang unik dan menarik.

“Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga belajar bekerja sama, berkreasi, dan menghargai hasil karya,” demikian. (Red)

Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, Getaran Kuat Terasa di Ende, Sejumlah Bangunan Rusak

0

ENDE, NTT (Aswajanews.id) – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau 05.58 WITA. Gempa tersebut menimbulkan guncangan kuat yang dirasakan di sejumlah wilayah Flores dan daerah lainnya di NTT.

Guncangan kuat juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Ende. Warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan terdapat bangunan yang roboh akibat kuatnya guncangan. Pendataan terhadap kerusakan rumah warga, fasilitas umum, fasilitas pemerintahan dan infrastruktur lainnya masih dilakukan oleh petugas di lapangan.

Dampak gempa juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain. BNPB mencatat kerusakan pada bangunan dan fasilitas umum, termasuk gudang Bulog, sejumlah fasilitas umum serta kantor pemerintahan.

Peristiwa tersebut juga menimbulkan korban jiwa. Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan bahwa berdasarkan informasi sementara, sedikitnya lima orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Data korban dan kerusakan masih dapat berkembang seiring proses evakuasi dan pendataan di lapangan.

Sesaat setelah gempa utama, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah, termasuk NTT. Namun, setelah melakukan pemantauan, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB.

Masyarakat di Ende, Nagekeo dan wilayah Flores lainnya diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas.

Pemerintah daerah bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan instansi terkait terus melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi korban, tingkat kerusakan bangunan serta kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD dan pemerintah daerah, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Situasi pascagempa masih berkembang dan data korban maupun kerusakan dapat berubah sesuai hasil pendataan terbaru. (Helmy)

Kodim 0604/Karawang Resmikan Kantor Baru Unit Intel, Perkuat Deteksi Dini dan Keamanan Wilayah

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Kodim 0604/Karawang meresmikan kantor baru Unit Intel Kodim 0604/Karawang dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Markas Kodim 0604/Karawang, Kabupaten Karawang, Kamis (14/8/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0604/Karawang, Letkol Inf Nanda Siswanto, S.Sos. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran TNI AD, personel Unit Intel Kodim 0604/Karawang, tokoh masyarakat, LSM, insan media, serta sejumlah tamu undangan.

Rangkaian acara diawali dengan pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya kantor baru Unit Intel. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, doa bersama, ramah tamah, dan syukuran.

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Nanda Siswanto mengatakan, keberadaan kantor baru diharapkan mampu menunjang peningkatan kinerja, profesionalisme, serta efektivitas pelaksanaan tugas intelijen teritorial di wilayah Kabupaten Karawang.

Menurutnya, fasilitas yang lebih representatif akan memberikan dukungan terhadap optimalisasi fungsi intelijen, terutama dalam pengumpulan informasi, deteksi dini, serta upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah teritorial Kodim 0604/Karawang.

“Dengan adanya fasilitas yang lebih representatif, kami berharap pelaksanaan tugas dapat semakin optimal dan mampu memberikan dukungan terhadap terciptanya situasi keamanan yang kondusif di wilayah Karawang,” ujarnya.

Acara peresmian berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Setelah prosesi peresmian dan penandatanganan prasasti, kegiatan ditutup dengan syukuran dan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan kantor baru Unit Intel Kodim 0604/Karawang.

Dengan diresmikannya kantor baru tersebut, Kodim 0604/Karawang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan tugas intelijen sekaligus meningkatkan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah Kabupaten Karawang. (Penulis: Ahmad Z)

MTs Ma’arif NU 1 Brebes Gelar Perkemahan Penggalang dan Gema Pramuka Bersholawat

0

BREBES (Aswajanews.id) – MTs Ma’arif NU 1 Brebes menggelar kegiatan Perkemahan Penggalang Pramuka sekaligus Gema Pramuka Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Rabu–Jumat (12–14 Agustus 2026), di halaman sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Gugus Depan 16-215 dan 16-216 tersebut diikuti sekitar 300 siswa, terdiri dari siswa kelas VII serta sebagian siswa kelas VIII dan IX.

Perkemahan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan membentuk generasi Pramuka yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kecakapan dan keterampilan.

Ketua Mabigus MTs Ma’arif NU 1 Brebes, Abdul Mufti, S.Pd.I, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan semakin istimewa karena memadukan aktivitas kepramukaan dengan kegiatan keagamaan melalui Pramuka Bersholawat.

Acara tersebut juga menghadirkan KH Imam Khumaedi, S.Sos. sebagai mubaligh dalam kegiatan Gema Pramuka Bersholawat.

Apresiasi juga disampaikan Pembina OSIS Nurhidayah, S.Pd.I dan Waka Kesiswaan Roidin, S.Pd.I kepada para pembina Pramuka, Nurmin dan Fitri Irmawati, S.Pd.I, beserta seluruh jajaran panitia yang telah mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan anak-anak sangat antusias mengikuti setiap acara,” demikian apresiasi pihak sekolah.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang pembentukan karakter dan keterampilan siswa, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. (Red/Nas)

PBG LPK Alkinan Maju Sejahtera Dipertanyakan Publik

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Alkinan Maju Sejahtera (ALMAS) di Kabupaten Indramayu menjadi sorotan publik. Keberadaan dokumen perizinan bangunan lembaga tersebut dipertanyakan, Jumat (14/8/2026).

Sebelumnya, pada Senin (10/8/2026), tim media mendatangi kantor LPK Alkinan Maju Sejahtera yang beralamat di Jalan Anjatan-Cilandak RT 023 RW 009 No. 52, Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, untuk meminta konfirmasi terkait PBG.

Di lokasi, tim media bertemu seorang pria berambut gondrong yang menyampaikan bahwa pengelola atau penanggung jawab LPK Alkinan Maju Sejahtera sedang tidak berada di tempat.

Ketika ditanya mengenai keberadaan PBG, pria tersebut memberikan jawaban singkat.“Tidak ada,” ujarnya.Dengan demikian, keterangan dari pihak pengelola LPK terkait status PBG belum diperoleh secara langsung pada saat kunjungan tersebut.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Lattas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Erni, saat dikonfirmasi mengenai kelengkapan administrasi LPK Alkinan Maju Sejahtera, termasuk PBG, menyampaikan bahwa penerbitan PBG bukan kewenangan Disnaker.

Menurutnya, persoalan PBG merupakan kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Indramayu.

“Kalau masalah PBG di DPMPTSP. Itu bukan kewenangan kita,” jawab Erni.

Meski demikian, Erni menyatakan bahwa secara administrasi, perizinan LPK Alkinan Maju Sejahtera telah dinyatakan lengkap. Namun, klaim tersebut masih memerlukan verifikasi dari instansi yang berwenang, khususnya terkait dokumen PBG.

Sementara itu, Didi Riyadi, yang mengaku sebagai perwakilan LPK Alkinan Maju Sejahtera, memberikan klarifikasi melalui sambungan telepon WhatsApp.

Didi menyatakan bahwa LPK Alkinan Maju Sejahtera telah memiliki izin bangunan dalam bentuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB).Ia juga menyebut lembaga tersebut telah tercatat di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

“Saya bukan pengelola, tapi kalau PBG sudah ada dalam bentuk IMB. Di Kemnaker juga sudah ada datanya,” kata Didi.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan langsung dari DPMPTSP Kabupaten Indramayu maupun penanggung jawab manajemen LPK Alkinan Maju Sejahtera mengenai status dan keabsahan dokumen bangunan tersebut.

Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus dilakukan guna memperoleh informasi yang lengkap dan berimbang.PBG Menggantikan IMBSebagai informasi, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) merupakan perizinan yang berkaitan dengan pembangunan dan pemanfaatan bangunan gedung.

PBG menggantikan rezim perizinan sebelumnya, yakni Izin Mendirikan Bangunan (IMB).Apabila sebuah bangunan lama telah memiliki IMB yang masih menjadi dasar legalitas bangunan tersebut, status dokumennya perlu dilihat sesuai ketentuan peraturan yang berlaku, termasuk apabila terdapat perubahan, renovasi, atau penyesuaian fungsi bangunan.Oleh karena itu, kepastian mengenai status perizinan bangunan LPK Alkinan Maju Sejahtera perlu dikonfirmasi kepada instansi teknis yang memiliki kewenangan.

Redaksi Aswajanews.id membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sebagai bagian dari upaya menjaga keberimbangan informasi dan menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Red/Team)

MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Raih Juara 3 Tergiat ITA JAMRAN Larangan

0

BREBES (Aswajanews.id) – Gugus Depan (Gudep) MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa berhasil meraih Tergiat ke-3 di Pos ketangkasan Wide Game ITA JAMRAN tingkat Kwartir Ranting Kecamatan Larangan yang berlangsung di Kendaga, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

Pengumuman prestasi tersebut disampaikan panitia Jamran Kecamatan Larangan pada Jumat (14/8/2026). Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa.

Pembina yang mendampingi peserta, Sulastri, mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang berhasil diraih anak-anak didiknya.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa. Semua ini berkat kerja keras seluruh pembina serta kakak-kakak pendamping dari SMK Nuris Slatri,” ungkapnya.

Sementara itu, pendamping putra Rizal Arfani mengaku bangga atas semangat dan kekompakan para peserta selama mengikuti kegiatan ITA JAMRAN.

“Kami seluruh dewan guru yang mendampingi mengucapkan selamat dan sukses untuk anak-anak peserta perkemahan. Juara ini merupakan hasil dari usaha kita bersama. Kekompakan dan semangat peserta menjadi kekuatan untuk meraih prestasi,” kata Rizal.

Hal senada disampaikan guru pendamping putra lainnya, Wildan Hidayatullah. Ia merasa senang atas keberhasilan MI Sirojut Tholibin meraih Tergiat ke-3 di Pos Ketangkasan Wide Game ITA JAMRAN.

“Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Semangat anak-anak yang tidak pernah surut akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya.

Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru pendamping, peserta, serta para kakak pembina yang telah memberikan pendampingan selama kegiatan.

“Usaha dan ikhtiar yang tidak kenal lelah sungguh luar biasa sehingga hari ini kita berhasil meraih juara. Tahun ini menjadi sejarah bagi MI Sirojut Tholibin karena berhasil meraih Juara 3 Tergiat,” ungkapnya.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus aktif dalam kegiatan kepramukaan. “Terus semangat dalam kegiatan Pramuka untuk mewujudkan anak-anak yang hebat serta mampu mengamalkan Dasa Darma,” pungkasnya.(Red)

Lelang Tanah Kas Desa Rancasari Hasilkan Rp800 Juta, Satim Jadi Pemenang

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pemerintah Desa Rancasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, menggelar lelang garapan tanah kas desa untuk masa tanam rendengan dan sadon tahun 2026–2027. Kegiatan berlangsung terbuka di Aula Balai Desa Rancasari, Jumat (14/8/2026), dan berjalan aman serta tertib.

Lelang tersebut dihadiri Sekretaris Kecamatan Bangodua Eko Febiyanto, S.IP., Kasi Tata Pemerintahan Anton Sinugroho, ST., Kasi Trantibum Caskiyah, S.IP., Kapolsek Tukdana AKP Junata Tisnasenjaya, S.H., Danramil Bangodua Lettu Inf. H. Rokib, BPD Desa Rancasari, Kepala Desa beserta perangkat desa, serta warga yang mengikuti proses lelang.

Kepala Desa Rancasari Wamin mengatakan, lelang tanah kas desa merupakan salah satu upaya pemerintah desa dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui pemanfaatan aset desa.

“Hasil lelang ini akan dibelanjakan sesuai dengan kegiatan yang telah direncanakan dalam APBDes Rancasari tahun anggaran 2026,” ujar Wamin.

Sementara itu, Sekmat Bangodua Eko Febiyanto, S.IP., yang mewakili Camat Bangodua, menyampaikan bahwa pelaksanaan lelang berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketua Panitia Lelang Tanah Kas Desa, Tarudin, S.Pd., turut mengapresiasi para petani penggarap yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para petani penggarap yang telah berpartisipasi. Semoga hasil pertanian semakin meningkat dan para petani dapat memperoleh hasil panen yang baik. Kami juga mengimbau agar kondisi lahan pertanian tetap dijaga karena merupakan aset desa,” katanya.

Dalam proses lelang, terdapat dua peserta yang mengajukan penawaran. H. Tono memberikan penawaran sebesar Rp750 juta, sedangkan Satim mengajukan penawaran tertinggi sebesar Rp800 juta.

Dengan penawaran tersebut, Satim ditetapkan sebagai pemenang lelang garapan tanah kas Desa Rancasari untuk masa tanam rendengan dan sadon tahun 2026–2027.

Kepala Desa Rancasari berharap pemenang lelang dapat mengelola lahan dengan baik sehingga memperoleh hasil panen yang maksimal.

“Semoga warga atau petani yang berhasil memenangkan lelang ini mendapatkan hasil yang meningkat, berhasil dan sukses dalam panennya nanti,” pungkasnya.
(Prapto/Herman Tongol)

Kasad Laporkan 2.500 Jembatan dan 3.000 Titik Air Tuntas kepada Presiden

0

BEKASI (Aswajanews.id) – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melaporkan capaian pembangunan infrastruktur TNI AD kepada Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Jembatan Garuda ke-2.500 dan titik air bersih ke-3.000 di Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Kasad menyebut TNI AD telah mengerjakan 3.008 jembatan, dengan 2.500 jembatan rampung dan 508 lainnya masih dalam proses. Pembangunan tersebut membuka akses bagi 7.807 desa, 9.008 sekolah, 4.502 fasilitas kesehatan, serta 4.618 fasilitas ekonomi, dengan manfaat diperkirakan mencapai 4,5 juta jiwa.

“Target kami, akhir tahun bisa 5.000, minimal 5.000 jembatan selesai,” ujar Maruli.

Di sektor air bersih, TNI AD telah membangun 10.912 titik air bersih, termasuk 5.797 sumur bor dalam lima tahun terakhir. Sepanjang Januari-Agustus 2026, sebanyak 3.232 titik air telah dibangun dan 3.000 di antaranya telah selesai.

Program ketahanan pangan juga diperkuat melalui pembangunan irigasi. Sebanyak 83.150 hektare lahan tadah hujan telah mendapat dukungan pengairan, sementara 445 titik irigasi baru diproyeksikan mengairi 16.970 hektare lahan.

Presiden Prabowo mengapresiasi kinerja dan berbagai inisiatif Maruli. Menurut Presiden, pengabdian seorang prajurit pada akhirnya akan dinilai dan dicatat oleh masyarakat.

“Seorang prajurit seperti Maruli Simanjuntak menjadi perwira, pejabat tertinggi di Angkatan Darat, itu pantas atas hasil karya dan pengabdiannya,” kata Prabowo.

(Sumber: Dispenad)

MENJAGA DINIYAH, MENGUATKAN GENERASI

0

Jejak Pengabdian Akhmad Sururi dalam Memperjuangkan Madrasah Diniyah Takmiliyah

Pendidikan tidak hanya dibangun melalui lembaga-lembaga besar dan ruang kelas formal. Di tengah masyarakat, terdapat para guru dan pegiat pendidikan yang bekerja dalam senyap, mengajarkan ilmu agama sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak kepada generasi muda.

Salah satunya adalah Akhmad Sururi, sosok yang selama bertahun-tahun mendedikasikan dirinya untuk pendidikan keagamaan Islam dan perjuangan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Lahir di Pedukuhan Jakatamu, Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, pada 25 Agustus 1977, Akhmad Sururi tumbuh dalam lingkungan pendidikan agama.

Selepas menyelesaikan pendidikan dasar dan MTs As Salafiyah Sitanggal, ia melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Selama kurang lebih sembilan tahun, ia ditempa dalam tradisi pesantren salaf dengan pembelajaran berbasis kitab kuning. Pengalaman pendidikan pesantren kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan pengabdiannya.

Selepas dari Lirboyo, Sururi memilih mengabdikan diri di dunia pendidikan. Ia tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif memperjuangkan keberadaan lembaga pendidikan diniyah melalui organisasi.

Perjalanan organisasinya dimulai dari Forum Komunikasi Madrasah Diniyah (FKMD) Kabupaten Brebes. Ia kemudian dipercaya menjadi Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes.

Dalam perjalanan berikutnya, ia juga pernah mendapat amanah sebagai Sekretaris Umum DPP FKDT, sehingga kiprahnya tidak hanya berada di tingkat daerah, tetapi turut bersentuhan dengan perjuangan MDT di tingkat nasional.

Sebagai Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes, Sururi bersama para pengurus dan guru MDT terus melakukan berbagai upaya untuk memperjuangkan keberadaan madrasah diniyah.

Audiensi dengan pemerintah daerah dan DPRD dilakukan untuk menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan guru, regulasi, serta penguatan kelembagaan MDT.

Salah satu perjuangan yang kemudian membuahkan hasil adalah lahirnya Peraturan Bupati Brebes Nomor 12 Tahun 2025 tentang Fasilitasi Pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah. Regulasi tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan diniyah.

Perjuangan Sururi juga menyentuh aspek pengakuan terhadap hasil pendidikan MDT. Ia turut mendorong agar ijazah MDT memperoleh nilai dalam proses penerimaan peserta didik baru tingkat SMP.

Setelah melalui proses panjang, pada 2026 nilai ijazah MDTA dalam SPMB SMP meningkat menjadi 20 poin. Bagi Sururi, capaian tersebut bukan sekadar persoalan angka.

Lebih jauh, hal itu merupakan bentuk pengakuan terhadap keberadaan pendidikan diniyah yang selama ini tumbuh dan berkembang dari masyarakat. Di tengah kesibukannya sebagai Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, ia tetap menjalankan khidmah di FKDT.

Baginya, perjuangan pendidikan tidak cukup hanya dengan mengajarkan pengetahuan, tetapi harus memastikan ilmu tersebut tumbuh menjadi karakter dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Ia memandang MDT sebagai tempat menanam ilmu agama yang diharapkan kelak dapat “dipanen” dalam bentuk akhlak. Karena itu, keberhasilan pendidikan diniyah bukan hanya terlihat dari kemampuan seorang anak membaca kitab atau memahami pelajaran agama, tetapi juga dari sikapnya kepada orang tua, guru, sesama, dan lingkungan.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman, keberadaan MDT dinilai semakin penting. Madrasah Diniyah menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk memperoleh fondasi keagamaan sekaligus mengenal tradisi pesantren yang hidup di tengah masyarakat.

Perjalanan Akhmad Sururi menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu harus berada di panggung besar. Kadang ia hadir melalui ruang-ruang sederhana, melalui guru yang terus mengajar, organisasi yang terus bergerak, dan perjuangan panjang untuk memastikan pendidikan agama tetap mendapatkan tempat.

Menjaga diniyah berarti menjaga ilmu. Menjaga ilmu berarti menjaga akhlak. Dan menjaga akhlak berarti ikut menyiapkan generasi yang kuat menghadapi masa depan. ***

Teks Proklamasi Dikemas Dini Hari

0

Oleh: DEDI ASIKIN (Wartawan Senior)

BEGITU Bung Karno dan Bung Hatta sampai di Jalan Pegangsaan Timur no 56 Jakarta selepas “mengungsi” dari Rengasdengklok, keduanya tengah bersiap untuk mendatangi rumah Laksamana Maeda Oshima Atsuko di Jalan Imam Bonjol nomor 1 Jakarta Pusat.

Maeda adalah kepala kantor penghubung antara Angkatan Laut dengan Angkatan Darat pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia. Maeda sangat membantu perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka. Termasuk janji hadiah kemerdekaan Indonesia.

Pemerintah Malam itu Maeda merelakan rumahnya digunakan perumusan Proklamasi oleh Sukarno Hatta dan pejuang lainya. Ikut dalam rembukan tersebut antara lain Ahmad Soebardjo, seorang pejuang muda yang kemudian dia menjadi Menteri Luar Negeri (pertama) dalam kabinet (pertama) Sutan Sjahrir.

Ketika itu, Bung Karno tercenung sejenak setelah melihat selembar kertas dan sebuah pulpen dari Subardjo yang dalam kertas itu telah diberi narasasi kata pembuka: “Kami bangsa Indonesia”.

Selanjutnya Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo. berembuk. Soekarno atau Bung Karno sendiri yang menulis tangan pada kertas tersebut, dan Sayuti Melik untuk diketik.

Sayuti Melik seorang pejuang muda sedikit mengubah beberapa redaksi kata saat mengetik naskah tersebut, di antaranya mengubah kata “tempoh” menjadi “tempo” serta “wakil-wakil bangsa Indonesia” menjadi “Atas nama bangsa Indonesia”.

Tidak pakai lama naskah proklamasi Itu selesai diketik. Lalu Sayuti Melik meremas dan merobek kertas yang telah ditandatangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta itu dan dibuang ke tempat sampah.

BM Diah pejuang muda lainnya memungut remasan kertas itu dari tempat sampah, dia menyimpannya secara pribadi. Dan ternyata kertas coretan yang sudah lusuh karena diremas Sayuti Melik dan disimpan lama oleh BM Diah, baru diserahkan pada tahun 1992 (47 tahun kemudian) kepada presiden Suharto.

BM Diah sadar bahwa itu fakta sejarah yang sangat-sangat berharga. Naskah yang lusuh tulisan tangan asli itu berbunyi: “Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal2 yang mengenai perpindahan kekoeasaan d.l.l. diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya.”Djakarta hari 17 bulan 8 tahun O5Wakil2 Bangsa IndonesiaKembali ke Jalan Pegangsaan sudah pagi hari. Upacara proklamasi segera dipersiapkan. Secara mendadak muncul Latif Hendraningrat seorang perwira muda PETTA bersama dengan Soehoed Sosrokoesoemo dari barisan Pelopor. Muncul pula Sarsatri Karma (SK) Trimurti istri dari pada Sayuti Melik yang mengerek bendera. Persis pukul 10.00 hari Jumat (keramat) bertepatan juga dengan 17 Ramadhan (hari Nuzulul Qur’an) Bung Karno dan Bung Hatta naik panggung acara di depan rumahnya dan langsung membacakan proklamasi kemerdekaan.

Sejarah cukup banyak masyarakat yang hadir. Dalam waktu singkat informasi proklamasi Itu beredar di tengah masyarakat. Mereka berbondong-bondong ke lapangan Ikada yang diberitakan sebelumnya.

Itulah momen kemerdekaan Indonesia yang diperjuangkan selama puluhan bahkan ratusan tahun. Sekali merdeka tetap merdeka!.**

Keindahan Bukit Cinta Nangapanda, Pesona Senja dari Ende

0

ENDE, NTT (Aswajanews.id) — Bukit Cinta Nangapanda di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan panorama menawan, khususnya saat matahari terbenam.Dari kawasan perbukitan ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang indah, suasana yang tenang, serta udara yang relatif sejuk.

Keindahan Bukit Cinta Nangapanda semakin memukau menjelang sore hari, ketika langit perlahan berubah warna menyambut senja.Waktu terbaik untuk menikmati panorama matahari terbenam di lokasi ini adalah sekitar pukul 17.00 WITA.

Pada waktu tersebut, cahaya matahari mulai menyinari perbukitan dan menciptakan suasana yang ideal untuk bersantai maupun mengabadikan momen.

Salah seorang pengunjung, Dwi Susilo Rini (33), mengaku terkesan dengan suasana yang ditawarkan Bukit Cinta Nangapanda.

“Pemandangannya sangat indah, terutama saat sore menjelang matahari terbenam. Suasananya juga cukup tenang, sehingga cocok untuk menikmati pemandangan dan mengabadikan momen,” ujarnya.

Selain panorama alam yang menarik, salah satu daya tarik Bukit Cinta Nangapanda adalah tidak adanya biaya masuk bagi pengunjung. Hal ini menjadikan lokasi tersebut semakin diminati oleh masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam tanpa biaya tiket.Meski demikian, pengunjung tetap perlu memperhatikan kondisi akses menuju lokasi.

Perjalanan menuju titik pandang tidak memerlukan waktu berjalan kaki yang lama, namun terdapat jalur yang cukup terjal dan berpasir. Oleh karena itu, pengunjung diimbau untuk berhati-hati, terutama saat melewati area yang licin, berbatu, atau memiliki kemiringan cukup tinggi. Penggunaan alas kaki yang nyaman dan tidak licin juga sangat disarankan demi keselamatan selama perjalanan.

Dengan panorama alam yang indah, suasana senja yang memukau, serta akses masuk yang gratis, Bukit Cinta Nangapanda menjadi salah satu pilihan wisata alam yang menarik bagi masyarakat dan wisatawan di Kabupaten Ende untuk menikmati matahari terbenam.

Pengunjung diharapkan senantiasa mengutamakan keselamatan selama perjalanan serta menjaga kebersihan lingkungan agar keindahan kawasan ini tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. (Red)

Pendamping PPH Bantu Belasan UMKM di Ende Raih Sertifikat Halal Gratis melalui SEHATI 2026

0

ENDE, NTT (Aswajanews.id) — Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) 2026 memberikan manfaat nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Melalui program tersebut, belasan pelaku UMKM di Ende berhasil memperoleh sertifikat halal untuk produk yang mereka hasilkan.

Proses pendampingan dilakukan oleh Helmy Yusuf Evendi, Pendamping Proses Produk Halal (PPH) di bawah LP3H Yayasan Al Kirom. Pendampingan diberikan sejak tahap sosialisasi hingga proses pengajuan sertifikasi halal melalui mekanisme self declare.

Dalam prosesnya, Helmy membantu pelaku UMKM yang mengalami kendala dalam pembuatan akun maupun pengajuan permohonan melalui sistem SIHALAL. Pendampingan juga dilanjutkan dengan pemeriksaan dan verifikasi faktual di lapangan untuk memastikan bahan serta proses produksi memenuhi ketentuan sertifikasi halal.

Helmy Yusuf Evendi mengatakan, pendampingan tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperoleh sertifikat halal dengan mudah dan tanpa biaya melalui program SEHATI 2026.

“Kami berharap pendampingan ini bisa memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM. Sertifikasi halal bukan hanya tentang satu agama saja, tetapi juga sudah menjadi tren global, terutama berkaitan dengan aspek higienitas, keamanan dan kesehatan produk,” ujar Helmy.

Menurutnya, sertifikasi halal juga menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan daya saing produk UMKM. Sertifikat halal dapat menjadi dokumen pendukung yang meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap proses produksi maupun produk yang dipasarkan.

Salah satu pelaku UMKM di Ende, Ahmad Syifai, mengaku terbantu dengan adanya pendampingan dalam proses pengurusan sertifikat halal.

“Saya sangat terbantu dengan adanya pendamping yang mendampingi proses pengajuan sertifikat halal. Apalagi setelah sertifikat halal terbit, konsumen menjadi lebih percaya terhadap produk yang kami jual,” kata Ahmad.

Program SEHATI 2026 diharapkan terus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, khususnya usaha mikro dan kecil yang memenuhi persyaratan. Keberadaan Pendamping PPH menjadi bagian penting dalam membantu pelaku usaha memahami tahapan sertifikasi, mengatasi kendala teknis, serta memastikan kelengkapan dokumen hingga proses verifikasi.

Dengan semakin banyaknya UMKM di Ende yang memiliki sertifikat halal, produk lokal diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing di pasar.(Red)

Jalan Santai Meriahkan HUT RI ke-81 di Kecamatan Bangodua, Ribuan Warga dari 8 Desa Antusias

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) — Suasana meriah menyelimuti halaman Kantor Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Ribuan masyarakat dari delapan desa antusias mengikuti kegiatan jalan santai dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan jalan santai tersebut mengambil titik start dari Kantor Kecamatan Bangodua menuju Balai Desa Wanasari dan kembali finis di halaman Kantor Kecamatan Bangodua.

Ribuan peserta berasal dari delapan desa di wilayah Kecamatan Bangodua, yakni Desa Bangodua, Beduyut, Karanggetas, Tegalgirang, Wanasari, Malangsari, Mulyasari, dan Rancasari.

Camat Bangodua, Iim Nurahim, S.Sos., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan masyarakat dalam menyambut dan memeriahkan HUT RI ke-81.

“Dalam menyambut HUT RI ke-81 ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut memeriahkan berbagai kegiatan di wilayahnya masing-masing. Khusus kegiatan jalan santai ini, antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, selain jalan santai, panitia juga menyiapkan puluhan doorprize serta hiburan rakyat untuk menambah semarak peringatan HUT Kemerdekaan.

Iim berharap semangat kemerdekaan dapat mendorong masyarakat, pemuda, serta para kepala desa di Kecamatan Bangodua untuk terus berperan aktif dalam pembangunan.

“Dengan kebersamaan, kita wujudkan Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Jalan Santai, Tarsono, ST, menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan masyarakat.

“Kegiatan jalan santai ini diharapkan dapat menjaga silaturahmi, membangun kekompakan, sekaligus membangkitkan kembali kecintaan terhadap pola hidup sehat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Bangodua, Eko Febiyanto, S.IP. Menurutnya, kegiatan seperti jalan santai memiliki makna penting karena tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat persatuan dan kebersamaan.

“Tema HUT RI tahun ini, ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’. Melalui jalan santai ini, kita ingin menumbuhkan semangat persatuan dan kebersamaan. Kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Kecamatan Bangodua menjadikan peringatan HUT RI ke-81 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kekompakan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat.
(Prapto/Herman Tongol)

Murid MI Sirojut Tholibin Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis dari Puskesmas Sitanggal

0

BREBES (Aswajanews.id) – Seluruh murid MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh tim medis Puskesmas Sitanggal, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan sebagai upaya menjaga dan memantau kesehatan anak-anak usia sekolah. Pemeriksaan diikuti oleh seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.Salah seorang petugas kesehatan Puskesmas Sitanggal mengatakan, pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dilakukan secara serentak di berbagai lembaga pendidikan formal.

“Program pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan bagian dari kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Seluruh murid sekolah di lembaga pendidikan formal mendapatkan pemeriksaan secara gratis, mulai dari kelas satu sampai kelas enam,” ujarnya.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan para siswa secara dini. Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, siswa akan diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan di Puskesmas sesuai dengan prosedur kesehatan.

“Kami periksa semuanya untuk memastikan kesehatan anak-anak. Kesehatan sangat penting bagi mereka. Dengan tubuh yang sehat, anak-anak bisa belajar dengan rajin dan menjalani aktivitas dengan bahagia,” katanya.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi mengenai perilaku hidup sehat, baik ketika berada di sekolah maupun di lingkungan rumah.

Sementara itu, Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim medis Puskesmas Sitanggal yang telah hadir memberikan pelayanan kesehatan kepada para siswa.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan anak tetap terjaga.

“Menjaga kesehatan itu sangat penting. Kalau badan kita sehat, maka kita bisa melaksanakan aktivitas belajar dengan baik. Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim kesehatan dari Puskesmas Sitanggal merupakan wujud kepedulian dan perhatian pemerintah daerah kepada generasi bangsa,” tutur Akhmad Sururi.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah guru MI Sirojut Tholibin turut mendampingi para siswa selama pemeriksaan berlangsung di ruang kelas. Para siswa mengikuti pemeriksaan secara bergiliran dengan tertib dan didampingi guru.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi kondisi kesehatan siswa sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. (Red)

MENJAGA DINIYAH, MENGUATKAN GENERASI

0

Sebuah Perjalanan Pengabdian dalam Pendidikan Keagamaan Islam dan Perjuangan Madrasah Diniyah Takmiliyah

Ketika Pengabdian Menjadi Jalan Hidup
Sejarah pendidikan Indonesia tidak hanya ditulis oleh mereka yang berdiri di depan kelas, memimpin lembaga besar, atau menduduki jabatan birokrasi. Sejarah pendidikan juga dibangun oleh orang-orang yang bekerja dalam senyap: para guru yang mengajar selepas sore, para ustaz yang membimbing anak-anak di masjid dan madrasah, para pengurus organisasi yang menghidupkan lembaga pendidikan masyarakat, serta para pegiat yang terus memperjuangkan agar pendidikan agama tetap mendapatkan tempat yang layak.

Di antara ruang pengabdian tersebut terdapat Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), lembaga pendidikan keagamaan Islam yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. MDT hadir untuk memperkuat pendidikan agama sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Madrasah Diniyah menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan keagamaan Islam di masyarakat. Lembaga ini tumbuh dari kebutuhan umat untuk memberikan bekal agama kepada generasi penerus. Di tempat inilah anak-anak belajar membaca Al-Qur’an, akidah, fikih, akhlak, bahasa Arab, hadis, serta berbagai ilmu keislaman sesuai dengan jenjang pendidikannya.
Namun, perjalanan MDT bukan tanpa tantangan. Perubahan zaman, perkembangan teknologi, dinamika regulasi pendidikan, persoalan kesejahteraan guru, tuntutan profesionalitas, kebutuhan pembaruan kurikulum, hingga tantangan mempertahankan minat generasi muda menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan perjuangan bersama.

Di tengah dinamika tersebut, nama Akhmad Sururi muncul sebagai salah satu figur yang konsisten memberikan perhatian terhadap pendidikan diniyah dan penguatan kelembagaan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).
Bersama komunitas guru MDT, khususnya di Kabupaten Brebes, ia terus berkhidmah dan memperjuangkan keberadaan serta masa depan Madrasah Diniyah.


Perjalanan Khidmah di FKDT


Kiprah Akhmad Sururi dalam perjuangan Madrasah Diniyah berakar di Kabupaten Brebes. Ia dipercaya menjadi Sekretaris Forum Komunikasi Madrasah Diniyah (FKMD).

Melalui forum tersebut, suara komunitas guru Madrasah Diniyah di Kabupaten Brebes dapat disampaikan kepada para pemangku kebijakan, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Brebes saat itu, H. Nasrudin.

Perjuangan tersebut kemudian membuahkan hasil. Bantuan untuk Madrasah Diniyah yang sebelumnya sebesar Rp500 ribu per madrasah berhasil diperjuangkan menjadi Rp1 juta per madrasah. Seiring perkembangan kebijakan, bantuan tersebut kemudian berkembang menjadi insentif bagi guru MDT, yang saat ini disebut mencapai Rp600 ribu per guru MDT.

Pada 12 April 2012, FKMD secara resmi berganti nama menjadi Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT). Pada momentum tersebut, Akhmad Sururi dipercaya menjadi Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes dan mewakili daerahnya dalam Munas FKDT pertama yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

ejak saat itu, khidmahnya di Kabupaten Brebes sebagai Ketua FKDT terus berlanjut hingga kini.
Dalam perjalanan organisasinya, Akhmad Sururi juga pernah dipercaya menjadi Sekretaris Umum DPP FKDT dan berkantor di Masjid Istiqlal Jakarta. Ia mendampingi KH. Tatang Royani sebagai Ketua Umum DPP FKDT, yang menggantikan Dr. Sumitro sebagai Ketua Umum DPP FKDT pertama.
Dalam periode tersebut, ia turut mengawal perjalanan organisasi hingga pelaksanaan Munas FKDT 2017.

Pada 2018, Akhmad Sururi kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes untuk masa khidmah 2018–2023.
Selama kepemimpinannya, FKDT Kabupaten Brebes terus berupaya mengawal kepentingan Madrasah Diniyah. Sejumlah audiensi dengan DPRD Kabupaten Brebes dilakukan untuk mendorong lahirnya Peraturan Daerah tentang Madrasah Diniyah.
Namun, hingga menjelang Pemilu 2024, regulasi tersebut belum juga terwujud.

Muscab FKDT Kabupaten Brebes yang dilaksanakan pada 2024 kembali memberikan kepercayaan kepada Akhmad Sururi untuk memimpin DPC FKDT Kabupaten Brebes untuk masa khidmah 2024–2029.

Memasuki periode kepemimpinan yang ketiga, ia terus bergerak dan berkhidmah untuk Madrasah Diniyah di tengah kesibukannya sebagai Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa.
Karena itu, perjalanan Akhmad Sururi tidak sekadar dapat dibaca sebagai perjalanan seorang organisator. Lebih dari itu, kiprahnya menjadi bagian dari perjalanan panjang perjuangan pendidikan diniyah di Indonesia.

Jauh sebelum lahirnya Undang-Undang Pesantren, ia telah menyuarakan pentingnya keberadaan dan penguatan MDT di hadapan para pengambil kebijakan, termasuk dalam forum bersama Fraksi PKB DPR RI.

Berbagai forum diskusi mengenai MDT juga aktif diikutinya. Bahkan, ia pernah menjadi narasumber dalam forum yang mengangkat tema penguatan kapasitas pendidik Madrasah Diniyah Takmiliyah.
Di ruang publik pendidikan keagamaan, Akhmad Sururi dikenal sebagai pegiat yang memiliki perhatian kuat terhadap keberlangsungan MDT. Ia terus mengkampanyekan pentingnya Madrasah Diniyah di hadapan para pengambil kebijakan, birokrat, legislatif, dan pejabat publik.

Sejumlah kegiatan audiensi juga dilakukan, termasuk dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah dalam rangka mengusulkan penguatan dan insentif bagi guru MDT di Jawa Tengah.

Kehidupan Pribadi


Akhmad Sururi lahir di Pedukuhan Jakatamu, Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, pada 25 Agustus 1977. Ia merupakan putra dari pasangan H. Subhan (alm.) dan Hj. Nur Janah.

Pada 2001, ia menikah dengan seorang alumni Pondok Pesantren Mubtadiat Lirboyo, Kediri.
Masa kecil Akhmad Sururi dijalani dengan pendidikan formal dan keagamaan secara bersamaan. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Jagalempeni 3 pada 1989. Pada sore hari, ia mengikuti pembelajaran di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadiin Jagalempeni Selatan.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan pendidikan di MTs As-Salafiyah Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

Selepas dari MTs As-Salafiyah, Sururi melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, hingga tahun 2000.

Selama kurang lebih sembilan tahun, ia ditempa dalam tradisi pendidikan pesantren salaf dengan pembelajaran yang berbasis kitab kuning. Kehidupan pesantren dijalaninya dengan kesabaran dan ketekunan hingga menyelesaikan pendidikan pada jenjang terakhir di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Pengalaman panjang di pesantren tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi dalam perjalanan pengabdiannya di bidang pendidikan keagamaan.

Khidmah untuk Pendidikan Keagamaan

Selepas dari Pondok Pesantren Lirboyo, Akhmad Sururi melanjutkan khidmah dengan mengajar di sejumlah lingkungan pendidikan pesantren.
Dalam perjalanan tersebut, ia menempatkan pendidikan agama bukan sekadar sebagai proses transfer pengetahuan. Baginya, pendidikan agama harus mampu membentuk manusia yang memiliki ilmu, iman, adab, sekaligus tanggung jawab sosial.
Pandangan tersebut menjadi salah satu benang merah pemikirannya dalam memperjuangkan pendidikan diniyah.

Ia melihat bahwa keberhasilan MDT tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak kitab yang dapat dipelajari seorang santri. Lebih jauh, keberhasilan pendidikan harus terlihat dalam perilaku sehari-hari.

Bagaimana seorang anak memahami agama, menghormati orang tua, menghargai guru, rajin beribadah, menjaga pergaulan, serta mampu membawa nilai-nilai agama ke dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian penting dari keberhasilan pendidikan diniyah.

Dalam salah satu kegiatan pembinaan guru MDT pada 2026, ia menggambarkan MDT sebagai tempat menanam pengetahuan agama yang kelak diharapkan dapat “dipanen” dalam bentuk akhlak.
Pandangan tersebut menunjukkan orientasi pendidikan yang kuat pada pembentukan karakter.
Dengan perspektif itu, MDT bagi Akhmad Sururi bukanlah lembaga pendidikan pelengkap yang berada di pinggir sistem pendidikan.

MDT merupakan bagian dari ikhtiar masyarakat dalam membangun generasi yang memiliki fondasi moral, pengetahuan agama, dan karakter.
Lebih dari itu, eksistensi MDT menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ikhtiar untuk menjaga sekaligus melestarikan tradisi pesantren di tengah masyarakat.

Perjalanan panjang Akhmad Sururi menunjukkan bahwa menjaga Madrasah Diniyah bukan hanya tentang mempertahankan sebuah lembaga pendidikan. Di dalamnya terdapat perjuangan untuk menjaga nilai, tradisi, akhlak, dan masa depan generasi.
Sebab, ketika pendidikan diniyah tetap hidup, harapan untuk melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak pun tetap menyala.
Menjaga Diniyah, Menguatkan Generasi. (*)

Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jawa Barat, Dukung Penyelenggaraan Konferprov 2026

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. melakukan kunjungan kerja ke PWI Provinsi Jawa Barat, Senin (10/8/2026).

Pada kesempatan itu, Kabid Humas diterima oleh Plt. Ketua PWI Provinsi Jawa Barat, Ahmad Syukri serta jajaran pengurus dan Panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Syukri menyampaikan terima kasih atas kemitraan yang telah terjalin antara Polda Jawa Barat dengan PWI Jawa Barat. Ahmad Syukri yang akrab disapa Kang Ari berharap, kemitraan dapat berlanjut terutama dalam upaya melawan hoaks di Jawa Barat.

“Jawa Barat merupakan produsen hoaks terbesar, PWI Jawa Barat terus memeranginya. Kemitraan dengan Polda Jabar sangat strategis sehingga upaya kami semakin masif,” ujar Ari.

Ari juga menyampaikan rencana kerja sama dengan Polda Jabar terkait penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). “Sesuai dengan pertemuan Kapolri dengan Ketua PWI Pusat pada penringatan HPN 2026 di Banten, Polri mendukung pelaksanaan UKW untuk meningkatkan kompetensi wartawan. Kerja sama penyelenggaraan UKW sudah dilaksanakan di Polda Metro Jaya,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Hendra Rochman menyampaikan salam dari Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Pipit Rismanto. “Salam dari Bapak Kapolda Jabar. Beliau menitipkan pesan agar pererat kemitraan strategis ada polda jabar dan anggota PWI seluruh Jabar,” katanya.

Hendra juga menyambut baik rencana penyelenggaraan Konferprov PWI Jawa Barat. Ia berharap pelaksanannya dapat berjalan lancar dan sukses.

“PWI mitra kami, jelas kami mendukung pelaksanaan Konferprov. Semoga nantinya terpilih ketua yang amanah dan terbentuk kepengurusan yang bisa membawa Jawa Barat lebih baik lagi terutama dalam pembangunan informasi,” katanya.

“Siapa pun nanti yang terpilih, kami berharap bisa melanjutkan kerja sama yang telah terjalin selama ini dengan Polda Jawa Barat. Kami sangat mendukung penyelenggaraan Konferprov PWI Jawa Barat. Kedatangan saya menjadi bukti dukungan tersebut,” tegasnya.

Hendra juga sangat mendukung kerja sama Polri dengan PWI dalam upaya peningkatan profesionalisme wartawan. “Di era digital seperti sekarang, kompetensi wartawan sangat dibutuhkan,” katanya.

Menurut Hendra, saat ini kerja jurnalistik dituntut untuk berubah, menyesuaikan dengan kondisi masyarakat sekarang. “Sekarang perusahaan media dituntut harus memiliki media sosial, karena memang informasi lewat media sosial lebih cepat diterima masyarakat,” ujarnya.

“Kalau media tidak berubah, ya ketinggalan. Dalam perubahan itu, profesionalisme menjadi harga mati,” imbuhnya.

Hendra juga setuju dengan PWI Jawa Barat yang terus melawan hoaks. “Masyarakat perlu terus diberikan literasi dalam melawan hoaks ini. Kami mendukung PWI dan siap bekerja sama,” cetusnya.

Sementara itu Sekretaris Panitia Konferprov PWI Jabar, Zainal Ihsan menyampaikan, Konferprov akan berlangsung pada Rabu-Kamis (12-13 Agustus 2026), di Hotel Horison, Kota Bandung.

“Mengakhiri masa kepengurusan PWI Jawa Barat periode 2021-2026, kami menyelenggarakan Konferprov yang salah satu agendanya adalah memilih Ketua PWI Jawa Barat,” ungkap Ihsan.

“Kami berharap Polda Jabar mendukung kegiatan ini. Kelancaran dan kesuksesan acara ini, tidak lepas dari dukungan pihak kepolisian,” tambahnya. (Red)

Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jawa Barat, Dukung Penyelenggaraan Konferprov 2026

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja ke kantor PWI Provinsi Jawa Barat, Senin (10/8/2026).

Kedatangan Hendra Rochmawan diterima langsung oleh Plt. Ketua PWI Provinsi Jawa Barat, Ahmad Syukri, yang akrab disapa Kang Ari, bersama jajaran pengurus dan Panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Syukri menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kemitraan yang telah terjalin antara Polda Jawa Barat dan PWI Jawa Barat. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus diperkuat, khususnya dalam upaya menangkal dan memerangi penyebaran hoaks di Jawa Barat.

“Jawa Barat merupakan produsen hoaks terbesar. PWI Jawa Barat terus memeranginya. Kemitraan dengan Polda Jabar sangat strategis sehingga upaya kami semakin masif,” ujar Ari.

Selain membahas kemitraan, Ari juga menyampaikan rencana kerja sama dengan Polda Jabar dalam penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Menurutnya, kerja sama tersebut sejalan dengan pertemuan Kapolri dan Ketua PWI Pusat pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, yang salah satunya membahas dukungan Polri terhadap peningkatan kompetensi wartawan melalui UKW.

“Kerja sama penyelenggaraan UKW sudah dilaksanakan di Polda Metro Jaya,” katanya.

Polda Jabar Dukung Konferprov

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyampaikan salam dari Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto kepada jajaran PWI Jawa Barat.

“Salam dari Bapak Kapolda Jabar. Beliau menitipkan pesan agar mempererat kemitraan strategis antara Polda Jabar dan anggota PWI seluruh Jabar,” katanya.

Hendra juga menyambut baik rencana pelaksanaan Konferprov PWI Jawa Barat 2026. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, lancar dan sukses.

“PWI mitra kami. Jelas kami mendukung pelaksanaan Konferprov. Semoga nantinya terpilih ketua yang amanah dan terbentuk kepengurusan yang bisa membawa Jawa Barat lebih baik lagi, terutama dalam pembangunan informasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua PWI Jawa Barat diharapkan dapat melanjutkan kemitraan yang selama ini telah terjalin dengan Polda Jawa Barat.

“Siapa pun nanti yang terpilih, kami berharap bisa melanjutkan kerja sama yang telah terjalin selama ini dengan Polda Jawa Barat. Kami sangat mendukung penyelenggaraan Konferprov PWI Jawa Barat. Kedatangan saya menjadi bukti dukungan tersebut,” tegas Hendra.

Profesionalisme Wartawan Jadi Perhatian

Hendra juga menyatakan dukungannya terhadap kerja sama Polri dan PWI dalam meningkatkan profesionalisme wartawan. Menurutnya, kompetensi wartawan menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

“Di era digital seperti sekarang, kompetensi wartawan sangat dibutuhkan,” katanya.

Ia menilai kerja jurnalistik saat ini harus terus beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.

“Sekarang perusahaan media dituntut harus memiliki media sosial, karena memang informasi lewat media sosial lebih cepat diterima masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hendra, media yang tidak mampu mengikuti perkembangan zaman berpotensi tertinggal. Namun, adaptasi tersebut tetap harus dibarengi dengan profesionalisme.

“Kalau media tidak berubah, ya ketinggalan. Dalam perubahan itu, profesionalisme menjadi harga mati,” imbuhnya.

Terkait persoalan hoaks, Hendra juga mengapresiasi langkah PWI Jawa Barat yang terus mendorong masyarakat agar lebih kritis terhadap informasi yang beredar.

“Masyarakat perlu terus diberikan literasi dalam melawan hoaks ini. Kami mendukung PWI dan siap bekerja sama,” cetusnya.

Konferprov Digelar 12-13 Agustus

Sekretaris Panitia Konferprov PWI Jawa Barat, Zainal Ihsan, menjelaskan bahwa Konferprov PWI Jawa Barat 2026 akan berlangsung pada Rabu-Kamis, 12-13 Agustus 2026, bertempat di Hotel Horison, Kota Bandung.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari berakhirnya masa kepengurusan PWI Jawa Barat periode 2021-2026. Salah satu agenda utama Konferprov adalah memilih Ketua PWI Jawa Barat untuk periode berikutnya.

“Mengakhiri masa kepengurusan PWI Jawa Barat periode 2021-2026, kami menyelenggarakan Konferprov yang salah satu agendanya adalah memilih Ketua PWI Jawa Barat,” ungkap Ihsan.

Ia berharap dukungan dari Polda Jawa Barat dapat turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Kami berharap Polda Jabar mendukung kegiatan ini. Kelancaran dan kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan pihak kepolisian,” tambahnya. (Red)

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Natuna

0

RIAU (Aswajanews.id) – Operasi gabungan yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut (TNI AL), Bareskrim Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), serta Polda Kepulauan Riau berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamine seberat kurang lebih 1,3 ton di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan kapal King Sun bersama delapan orang anak buah kapal (ABK) yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika internasional.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi intelijen BNN dan Bea dan Cukai pada Februari 2026 terkait dugaan pengangkutan narkotika menggunakan kapal Fude/King Sun yang bergerak dari wilayah Teluk Thailand menuju perairan Indonesia. Berdasarkan profiling awal, kapal tersebut diketahui membawa sembilan ABK berkewarganegaraan Myanmar.

Operasi gabungan mulai dilakukan pada Selasa (4/8). Tim kemudian bergerak menuju titik pencegatan setelah memperoleh informasi mengenai pergerakan kapal target.

Pada Kamis (6/8), kapal tersebut terpantau memasuki wilayah perairan Indonesia. Unsur TNI AL yang terdiri dari KRI Kerambit-627, KRI Surik-645, dan KRI Karotang-872 langsung melakukan penyekatan dan pencegatan.

Selanjutnya, tim gabungan dari BNN, Bea dan Cukai, serta Bareskrim Polri yang berada di atas Kapal BC 30005 bergabung dalam operasi dan mengawal kapal King Sun menuju perairan Bintan.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan on board dan mengawal kapal beserta para awaknya hingga bersandar di Pangkalan Kodaeral IV, Tanjung Sengkuang, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan mendalam dilakukan pada Jumat (7/8) dengan melibatkan unit K-9 dan pemeriksaan terhadap para awak kapal. Petugas kemudian menemukan sebuah ruang penyimpanan rahasia di bawah lantai kamar ABK asal Taiwan yang diduga digunakan untuk menyembunyikan narkotika.

Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan delapan ABK berinisial ZO, MML, KH, MM, TA, ML, TMH, dan PL.
Sementara itu, barang bukti yang ditemukan terdiri atas 65 karung. Sebanyak 64 karung masing-masing berisi sekitar 20 bungkus teh Cina berwarna hijau. Satu karung lainnya berisi 18 bungkus yang diduga kuat merupakan ketamine dalam bentuk kristal, dengan berat bruto sekitar 1,3 ton.

Pengungkapan tersebut menjadi langkah penting aparat dalam memutus jalur masuk narkotika melalui jalur laut sekaligus mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas negara.

Tim gabungan Joint Operation selanjutnya akan mengintensifkan pemeriksaan terhadap para tersangka serta mengembangkan penyidikan guna mengungkap jaringan sindikat, pihak-pihak yang terlibat, dan jalur logistik internasional yang digunakan dalam penyelundupan tersebut. (Sinto)

WarOnDrugsForHumanity

Biro Humas dan Protokol BNN

KAJATI JABAR LANTIK 15 PEJABAT BARU, SEJUMLAH KAJARI DIROTASI

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat Dr. Sutikno, S.H., M.H. melantik dan mengambil sumpah 15 pejabat Eselon II dan III di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Senin (10/8/2026).

Pelantikan berlangsung di Aula R. Soeprapto Lantai 8 Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan dihadiri para Asisten serta Koordinator di lingkungan Kejati Jabar.

Sebanyak 15 pejabat yang dilantik terdiri atas pejabat struktural di lingkungan Kejati Jabar serta sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di wilayah Jawa Barat.

Berikut daftar pejabat yang dilantik:
1. Dr. Desy Meutia Firdaus, S.H., M.Hum. – Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

2. Apsari Dewi, S.H., LL.M., Ph.D. – Asisten Pembinaan Kejati Jawa Barat.

3. Agung Arifianto, S.H., M.H. – Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa Barat.

4. Dr. Sulvia Triana Hapsari, S.H., M.Hum. – Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Jawa Barat.

5. Dr. Yudhi Kurniawan, S.H., M.H. – Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta.

6. Agus Wirawan Eko Saputro, S.H., M.H. – Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor.

7. Winro Tumpal Halomoan Haro Munthe, S.H., M.H. – Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

8. Dr. Neneng Rahmadini, S.H., M.H. – Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi.

9. Heru Kamarullah, S.H., M.H. – Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis.

10. Suci Wijayanti, S.H., M.Kn. – Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur.

11. Dr. Erianto N, S.H., M.H. – Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar.

12. Regie Komara NA, S.H., M.H. – Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka.

13. Diana Wahyu Widiyanti, S.H., M.H. – Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.

14. Dr. Agus Chandra, S.H., M.H. – Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

15. Aka Kurniawan, S.H., M.H. – Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya.

Kajati Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab
Dalam sambutannya, Kajati Jabar berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah dan kejayaan institusi Kejaksaan.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pejabat menghindari segala bentuk penyalahgunaan kewenangan serta memastikan setiap kebijakan dan tindakan mencerminkan nilai keadilan, kejujuran, profesionalitas, dan pengabdian.

Menurut Kajati, pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial maupun pergantian jabatan. Pelantikan menjadi momentum untuk menegaskan kembali tanggung jawab moral, profesional, dan institusional bagi setiap insan Adhyaksa yang mendapat amanah memimpin di tempat penugasan baru.

Di akhir sambutannya, Kajati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejabat sebelumnya atas tugas, pengabdian, dan dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan amanah.
Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik serta berharap dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Pelantikan dan serah terima jabatan pejabat Eselon II dan III tersebut berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-10122/C/07/2026 tanggal 29 Juli 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia.
(Sumber: Kasi Penkum Kejati Jabar)

Pemdes Rancasari Perkuat Pengelolaan Sampah, Libatkan Masyarakat dan Petugas

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pemerintah Desa (Pemdes) Rancasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, terus berbenah dalam meningkatkan pengelolaan sampah yang baik dan terintegrasi. Upaya tersebut dilakukan menyusul persoalan sampah yang masih menjadi perhatian, terutama terkait kesadaran masyarakat dan pentingnya komunikasi antara warga dengan para pemangku kebijakan.

Kepala Desa (Kuwu) Rancasari, Wamin, melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Rancasari, Tarudin, S.Pd., mengatakan bahwa penyelesaian persoalan sampah di tingkat masyarakat dan desa bukanlah perkara mudah.

Menurutnya, dibutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari masyarakat hingga pemerintah di berbagai tingkatan.

“Pemerintah Desa Rancasari turun secara langsung ke masyarakat untuk mengetahui pengelolaan sampah yang sudah berjalan sampai saat ini. Kami juga membangun komunikasi secara intens dengan masyarakat dan petugas kebersihan untuk mengetahui berbagai permasalahan yang terjadi dan berpotensi menjadi hambatan,” ujar Tarudin, Senin (10/8/2026).

Ia menjelaskan, Pemdes Rancasari telah memberdayakan tim kebersihan yang secara rutin, setiap tiga hari sekali, melakukan penyisiran dan pembersihan sampah yang berada di lingkungan warga.Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan diolah.

Sementara sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi volume sampah.

“Kami memiliki tim hebat yang setiap tiga hari sekali menyapu dan membersihkan sampah warga. Sampah kemudian diolah dan dihancurkan. Sampah yang masih memiliki nilai jual bisa dimanfaatkan. Ini sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Selain melakukan penanganan secara langsung, Kuwu Wamin juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Warga diharapkan dapat mengelola sampah rumah tangga dengan bijak dan tidak membuangnya secara sembarangan.

Menurutnya, lingkungan yang bersih, asri dan nyaman hanya dapat terwujud apabila terdapat kesadaran serta kepedulian bersama.

“Penyelesaian persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah desa sendiri tidak akan mampu kalau tidak didukung dan masyarakat tidak ikut berperan aktif di dalamnya,” tegas Tarudin.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama menjaga kebersihan serta membangun Desa Rancasari agar semakin baik ke depannya.

“Mari kita bekerja sama dan bahu-membahu membangun Desa Rancasari lebih baik ke depannya,” pungkasnya.(Prapto/Herman Tongol)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts