Google search engine
Beranda blog Halaman 266

Heboh Madrasah Dihapus di RUU Sisdiknas, DPR dan MUI Bereaksi

0
MUI akan meminta untuk melakukan rapat dengar pendapat dengan DPR RI untuk memastikan RUU tersebut tak menghapus madrasah

Jakarta (Aswajanews.id) – Publik dibuat heboh dengan rumor yang menyebutkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim menghapus madrasah dari sistem pendidikan nasional.

DPR Bereaksi

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda berencana memanggil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim dalam waktu dekat terkait polemik madrasah tak masuk dalam draf Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Salah satu poin dengan konsorsium pendidikan Indonesia itu dan beberapa elemen, rekomendasinya mengundang Mas Nadiem, semoga bisa minggu-minggu depan,” kata Huda dalam keterangannya yang diizinkan dikutip, Senin (28/3).

Huda mengklaim hingga saat ini pihaknya belum menerima draf RUU Sisdiknas yang dirancang oleh Kemendibudristek.

Karenanya, Ia belum bisa memastikan apakah madrasah dihilangkan atau tidak.

“Kita sampaikan bahwa sampai hari ini Komisi X draf ini terkait RUU Sisdiknas. Tahapannya memang masih di level pemerintah,” kata dia.

Melihat polemik yang terjadi, Politikus PKB itu meminta agar Nadiem dan jajarannya lebih melibatkan entitas pendidikan dalam menyusun RUU Sisdiknas.

“Perluasan partisipasi pelibatan dan sifatnya substantif itu kalau melihat laporan dan berbagai aduan itu belum maksimal,” kata Huda.

Dibantah Kemendikbudristek

Rumor itupun dibantah oleh Kemendikbudristek.

Ditegaskan oleh Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo, madrasah dan satuan pendidikan lain seperti sekolah tidak pernah dihapus dari sistem pendidikan nasional.

“Sedari awal tidak ada keinginan ataupun rencana untuk menghapus sekolah atau madrasah atau bentuk-bentuk satuan pendidikan lain dari sistem pendidikan nasional,” kata Anindito mengutip dari Wartaekonomi–jaringan Suara.com, Senin (29/3/2022).

“Sekolah maupun madrasah secara substansi tetap menjadi bagian dari jalur-jalur pendidikan yang diatur dalam batang tubuh dari revisi RUU Sisdiknas. Namun, penamaan secara spesifik seperti SD dan MI, SMP dan MTS, atau SMA, SMK, dan MA akan dijelaskan dalam bagian penjelasan. Hal ini dilakukan agar penamaan bentuk satuan pendidikan tidak diikat di tingkat UU sehingga lebih fleksibel dan dinamis.” tambahnya.

Masih menurut Anindito, penyusunan RUU Sisdiknas dilaksanakan dengan prinsip terbuka terhadap masukan dan tidak dilaksanakan dengan terburu-buru. Perkembangan RUU Sisdiknas sekarang masih dalam revisi draf awal

”Pada dasarnya, RUU Sisdiknas juga masih di tahap perencanaan dan kami akan tetap banyak menampung dan menerima masukan,”

MUI Angkat Bicara

Terpisah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan bahwa semua pihak harus dapat memastikan agar tidak ada penghapusan madrasah dalam RUU Sisdiknas.

Sekjen MUI Amirsyah Tambunan mengatakan bahwa Madrasah tak boleh dihapus karena sudah menjadi sistem pendidikan sejak lama di Indonesia.

Dia mengamini draf tersebut belum final dan akan melalui pembahasan dengan DPR. Oleh karena itu, dia ingin pihak yang berwenang mengesahkan RUU memastikan agar madrasah tidak hilang dari UU.

“Mungkin ada upaya menghapus, muncul lah berita itu tapi kemudian harus kita pastikan bersama DPR jangan sampai terjadi penghapusan. Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan rapat dengar pendapa,” kata dia.

Oleh sebab itu, kata dia, MUI akan meminta untuk melakukan rapat dengar pendapat dengan DPR RI untuk memastikan RUU tersebut tak menghapus madrasah.

Dalam UU Sisdiknas tahun 2003 yang masih berlaku saat ini, Madrasah tertulis secara gamblang dalam pasal tentang satuan pendidikan dasar di Pasal 17 Ayat (2).

Ayat itu berbunyi “Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat.

Berbeda di draf RUU Sisdiknas yang telah beredar, kata Madrasah tidak lagi tercantum.

Pasal 45 tentang Jenjang Pendidikan Dasar hanya mengatur bahwa jenjang itu dilaksanakan sebelum Jenjang Pendidikan menengah. Sementara di Pasal 47 RUU Sisdiknas mengatur bahwa Jenjang Pendidikan Dasar dilaksanakan melalui sub Jalur Pendidikan persekolahan, Pendidikan persekolahan mandiri, atau Pendidikan kesetaraan.

Draf RUU Sisdiknas hanya mengatur tentang Pendidikan Keagamaan dalam pasal 32. Pasal 32 Draf RUU Sisdiknas itu berbunyi “Pendidikan Keagamaan merupakan Pendidikan yang mempersiapkan pelajar untuk menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang menjadi landasan untuk menjadi ahli ilmu agama atau peranan lain yang memerlukan penguasaan ajaran agama”.

Penjelasan Lebih Lanjut Kemendikbudristek

Kepala BSKAP (Badan Standar, Kurikulum & Asesmen Pendidikan) Kemendikbudristek Anindito Aditomo menyatakan bahwa kata madrasah memang tidak dicantumkan lewat pasal dalam draf Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

Dia menyebut kata madrasah dan satuan pendidikan dasar lainnya dicantumkan di bagian bawah atau bagian penjelasan.

“Dalam revisi RUU Sisdiknas, semua nomenklatur bentuk satuan pendidikan seperti sekolah dan madrasah akan muncul dalam penjelasan,” ujar Anindito saat dihubungi, Senin (28/3). (*)

Jokowi: Masyarakat Silakan Mudik Lebaran, Syaratnya Vaksin Booster

0
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan masyarakat untuk melaksanakan mudik pada perayaan Lebaran pada tahun ini.

Jakarta (Aswajanews.id) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan masyarakat untuk melaksanakan mudik pada perayaan Lebaran pada tahun ini. Meski demikian, kata dia, pemerintah akan memberikan syarat vaksin booster bagi masyarakat yang ingin kembali ke kampung halamannya.

“Bagi masyarakat yang ingin melakukan mudik lebaran juga dipersilahkan, juga diperbolehkan,” ujar Jokowi dalam jumpa pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/3/2022).

“Dengan syarat sudah mendapatkan 2 kali vaksin dan 1 kali booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan,” imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Kepala Negara mengatakan bahwa saat ini situasi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia semakin membaik. Sehingga membawa optimisme dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

“Situasi pandemi yang membaik juga membawa optimisme menjelang datangnya bulan suci Ramadan,” kata dia.

Jokowi pun mempersilahkan umat muslim di Indonesia melakukan ibadah Sholat Tarawih berjamaah di masjid dan mushola seperti sebelum mewabahnya pandemi Covid-19. (Biro Pers Setpres)

Kemandirian Fiskal Jateng di Atas Rata-rata Nasional

0
Anggota BPK RI Nyoman Adhi Suryadnyana, menerima laporan keuangan Pemprov Jateng dan arahan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel dalam mendorong kemandirian fiskal daerah, di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Tengah, Senin (28/3/2022).

Semarang (Aswajanews.id) – Laporan keuangan pemerintah daerah dan kemandirian fiskal daerah Provinsi Jawa Tengah, mendapat apresiasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI). Kemandirian fiskal yang bagus itu didorong untuk lebih ditingkatkan, karena potensi besar yang dimiliki oleh Jawa Tengah untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Kemandirian fiskal di Jateng sudah bagus dan di atas rata-rata nasional. Ini masih bisa ditingkatkan karena potensinya masih sangat besar. Laporan keuangan pemerintah daerah juga bagus,” kata anggota BPK RI Nyoman Adhi Suryadnyana, seusai menerima laporan keuangan pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah, dan arahan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel dalam mendorong kemandirian fiskal daerah, di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Tengah, Senin (28/3/2022).

Nyoman Adhi menjelaskan, ada tiga alasan kemandirian fiskal daerah Provinsi Jawa Tengah bagus. Pertama, penduduknya saat ini didominasi oleh milenial, gen Z, dan post gen Z, yang menuntut layanan sedigital mungkin. Kedua, adanya pertumbuhan ekonomi dal aktivitas investasi dan perdagangan ekspor impor. Ketiga, ekosistem keuangan digital di Jawa Tengah yang sudah berkembang dengan banyaknya pemakaian QRIS dalam sistem pembayaran.

“Hanya perlu, salah satunya, menerapkan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Otomatis sumber-sumber ekonomi yang banyak ini sebagai sumber potensi, yang kemudian kalau terelektronifikasi akan tercatat lebih baik, sekaligus juga untuk akuntabilitas dan transparansi pemerintah daerah di Jawa Tengah,” terangnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, selama ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selalu mendapatkan peringkat WTP dan itu juga sudah diikuti oleh seluruh daerah di wilayahnya. Sementara, untuk peningkatan kemandirian fiskal daerah, ia sepakat dengan apa yang diungkapkan Nyoman Adhi.

“Sebenarnya yang disampaikan beliau betul. Kita kan ada sistem SPBE (sistem permintaan berbasis elektronik) itu mulai dilaksanakan. Terus kemudian kita sendiri kalau provinsi sudah ada GRMS, basisnya juga sudah elektronik. Tinggal bagaimana dalam pelaksanaan ada optimalisasi,” bebernya.

Optimalisasi itu, lanjut Ganjar, misalnya terkait potensi pendapatan yang saat ini sumber terbesarnya adalah pajak. Pengoptimalan pendapatan itu sekarang harus mulai digenjot, dengan pemanfaatan aset daerah.

“Aset ini ada dua dan selalu ada catatan dari BPK. Satu, legalitas. Seringkali karena tidak banyak sertifikat yang dimiliki, sehingga banyak penguasaan di tempat lain. Ini kita bereskan. Kedua, pemanfaatannya. Inilah yang menurut saya sekarang kreativitasnya tidak lagi sekadar disewakan. Ini mesti investasi. Kalau investasi kan harapannya menggelinding,” jelas Ganjar.

Satu hal lagi yang dinilai penting dalam pengoptimalan pendapatan, adalah pencegahan dan pemberantasan korupsi. Menurut Ganjar, kalau pencegahan korupsi berjalan dengan baik, maka potensi pendapatan itu akan berjalan dengan baik.

“Tapi di luar dari APBD maka kita men-trigger dengan investasi untuk membangun ekonomi. Contohnya, kalau kita bicara kawasan ekonomi baru umpama, di Kendal, Batang, kita siapkan di Brebes. Itu menurut saya bagian untuk meningkatkan potensi ekonomi yang ada,” tandas Ganjar. (Humas Jateng)

Polri Pastikan Anggaran Belanja Barang di Korps Bhayangkara Sesuai dengan Amanat Presiden Jokowi

0
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo

Jakarta (Aswajanews.id) – Polri memastikan anggaran belanja untuk barang-barang di Korps Bhayangkara sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan selalu mendukung program pemerintah dalam penggunaan produk dalam negeri.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, sebagian besar kebutuhan Polri menggunakan produk dalam negeri. Menurutnya, persentase anggaran belanja yang dikeluarkan untuk produk dalam negeri mencapai 98%.

Dia menuturkan, alokasi anggaran tersebut sesuai dengan standar dari Kemenko Maritim dan Investasi. Target dari Kemenko Maritim dan Investasi untuk hal tersebut sebesar 40%.

“Sebagian besar belanja barang-barang polri menggunakan produk dalam negeri, sampai 98%. Polri menggunakan produk dalam negeri yang sesuai target dari kementerian manives kan 40% belanja barang itu harus dibelanjakan untuk produksi dalam negeri polri sudah melampaui itu,” kata Dedi saat ditemui Alinea.id di Kompleks Universitas Paramadina, Senin (28/3).

Dedi menjelaskan, 2% dari alokasi anggaran diperuntukkan membeli sejumlah perlengkapan di luar negeri karena belum ada produsen dalam negeri yang membuat perlengkapan tersebut. Kebutuhan yang dimaksud, yakni baju untuk tim Jibom (penjinakkan bom) dengan keamanan standar tinggi.

“Masih ada yang dibeli di luar negeri hanya 2% yang belum diproduksi di dalam negeri, yaitu peralatan jibom. Baju bom itu standar keamanan tinggi dan itu kan pengadannya untuk Gegana yang ada di Mabes Polri dan 34 provinsi di Polda,” ujar Dedi.

Selain jibom, kata Dedi, masih ada Unit KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif) yang memerlukan standar serupa. Sebab, baju tersebut memerlukan ketahanan radiasi yang mumpuni.

“Baju-baju yang tahan radiasi itu yang memproduksi orang-orang atau negara-negara yang pernah berurusan dengan radiasi nuklir karena ini menyangkut keselamatan tinggi anggota,” ucap Dedi. *(Red)

Jelang Ujian UNBK, Guru dan Siswa SDI Al Mubarok Ziarah ke makam Wali Surabaya

0
Guru dan Siswa SDI Al Mubarok Ziarah ke makam Wali Surabaya

Surabaya (Aswajanews.id) – Mengenakan pakaian serba putih, siswa kelas 4-6 beserta seluruh dewan guru SDI Al Mubarok Gunung Anyar, Surabaya ziarah ke makam Sunan Bungkul dan Sunan Ampel. Kegiatan rutin ini dilaksanakan setiap menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) siswa kelas enam.

“Kemarin rencananya berangkat hari Sabtu (12/03), tapi berubah hari Rabu, 23 Maret 2022. Ulas Dwi Heri Murtiningsih, kepala sekolah SDI Al Mubarok.

Tadi, Lanjut Dwi Heri Murtiningsih, berangkat setelah anak-anak melaksanakan PTS (Penilaian Tengah Semester) yang terakhir, Pukul 08.00 WIB. Siswa kelas 1-3 langsung pulang, sedangkan siswa kelas 4-6 sholat dhuha terlebih dahulu di masjid, kemudian berangkat.

Tujuan pertama, rombongan yang berjumlah 67 siswa ini menuju Sunan Bungkul, Darmo, Surabaya. Di sana para siswa membaca surat yasin dan tahlil.

Usai membaca doa, seluruh rombongan melanjutkan perjalanan menuju pesarean Sunan Ampel. Sesampai di area pesarean, para siswa diajak istirahat sebentar dan makan di tempat peristirahatan.

“Ada yang pernah ke sini?” Tanya Nurul Hidayat, guru PAI SDI Al Mubarok kepada para siswa. “Saya pernah pak!” Sahut beberapa siswa yang sudah pernah ziarah ke Sunan Ampel.

Ketika berziarah, ini merupakan salah satu ikhtiar kita dalam berdoa (di area pemakaman waliyullah atau kekasih Allah. Red). Kita di sini bukan berarti kita minta atau berdoa kepada Sunan Ampel. Tetapi kita di sini berdoa kepada Allah SWT. Jelas Nurul hidayat kepada beberapa siswa. *(Ar)

Menag Minta Jajarannya Optimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Hindari Impor

0
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Jakarta (Aswajanews.id) – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya berkomitmen dalam optimalisasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Arahan ini disampaikan Menag dalam rapat optimalisasi P3DN di Jakarta. Rapat ini dihadiri Staf Khusus Menag, pejabat eselon II, III, dan jajaran UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa).

“Ini harus menjadi pegangan kita semua. Saya ingin kita kembali berkomitmen atas Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) setelah kemarin Jumat di Bali, Presiden memberikan arahan secara khusus terkait ini,” kata Menag, Senin (28/3/2022).

“Meskipun secara ranking optimalisasi P3DN Kemenag tidak disentil Presiden Jokowi dibanding kementerian/lembaga lainnya, komitmen ini saya minta dipercepat dan maksimal April itu sudah selesai,” sambungnya.

Menurut Menag, komitmen optimalisasi P3DN sangat penting. Sebab, dunia sekarang ini mengalami banyak ketidakpastian karena pandemi Covid-19, disrupsi teknologi, dan perang Rusia-Ukraina. Kondisi ini sangat mengganggu, bukan hanya soal stabilitas keamanan, tetapi juga kualitas ekonomi. Indonesia tidak boleh menjadi korban dan salah satu caranya bagaimana membuat APBN menjadi trigger atas pertumbuhan ekonomi.

Menag mengingatkan, APBN harus dikelola dengan mengoptimalkan pembelian produk-produk dalam negeri. “Hindari impor, misalnya CCTV, komputer, ATK, dan produk lainnya. Presiden sudah perintahkan berbagai lembaga untuk mengawasi di masing-masing kementerian/lembaga,” tegas Menag.

Menag minta UKPBJ untuk segera bergerak dan fokus dalam melakukan proses belanja barang dan jasa sesuai ketentuan agar tidak ada masalah di belakang hari. UKPBJ juga perlu koordinasi dengan LKPP agar mengetahui barang yang dikategorikan produk dalam negeri dan informasi lainnya.

“Saya minta Staf Khusus Wibowo Prasetyo menjadi dirigen pemanfaatan teknologi dalam pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan produk dan barang dalam negeri,” sambungnya.

Kepala Biro Umum Setjen Kemenag yang sekaligus Kepala UKPBJ Fesal Musaad mengatakan Kemenag telah melakukan langkah-langkah optimalisasi P3DN. Kemenag telah menyusun rencana pengadaan barang dan jasa (PBJ) dengan mengutamakan produk dalam negeri (PDN), Belanja Pemerintah mengutamakan PDN, Penetapan Spesifikasi Teknis oleh PPK mengutamakan PDN, Reviu Dokumen Persiapan Pemilihan antara PPK dan Pokja Pemilihan sebelum tender.

“Kami fokus kepada pemenuhan Pemanfaatan PDN, memberikan batasan target pemenuhan minimal 40% belanja APBN menggunakan PDN, Pelaksanaan Kontrak antara PPK dan Penyedia taat dalam pemenuhan Spesifikasi PDN, Menetapkan KMA tentang TIM Peningkatan Penggunaan PDN Kemenag, serta Monitoring dan Evaluasi,” tutup Fesal. *(Kemenag RI)

Menteri Saudi Bertemu Ketum PBNU dan Dirjen Bimas Islam, Bahas Citra Islam Dunia

0
Pertemuan Menteri Saudi dengan Ketum PBNU dan Dirjen Bimas Islam

Jakarta (Aswajanews.id) – Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi, Syaikh Abdullatif bin Abdulaziz dalam kunjungannya ke Indonesia bertemu dengan sejumlah tokoh. Salah satunya dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf. Hadir dalam kesemptan itu Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin.

Sebelumnya, Syaikh Abdullatif juga bertemu dengan para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan sejumlah pimpinan ormas. Menteri Saudi ini juga diterima oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin.

Pertemuan Syaikh Abdullatif bin Abdulaziz dengan KH Yahya Cholil Staquf dan Kamaruddin Amin berlangsung di Jakarta, Minggu (27/3/2022) malam. Forum ini mendiskusikan tentang pentingnya kerja sama semua pihak dalam menampilkan citra Islam yang indah dan cinta damai di mata dunia. “Sangat penting sekali kita adakan agenda ini bersama, yaitu penyampaian pesan indah umat Islam ke dunia,” terang KH Yahya.

Pertemuan ini juga membahas seputar penguatan moderasi beragama serta penanganan terhadap berbagai gerakan ekstrimisme di dunia. Kepada Ketum PBNU dan Kamaruddin Amin, Syaikh Abdullatif menyampaikan komitmennya dalam upaya penyebaran nilai-nilai moderasi beragama. Ia juga berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam rangka ibadah umat muslim di berbagai negara.

Syaikh Abdullatif juga mengungkapkan terima kasih atas undangan, kehangatan dan keramahan yang luar biasa dari saudara-saudara di Indonesia. Dia juga memuji perkembangan besar yang dicapai Indonesia di banyak bidang.

Hadir pula dalam pertemuan ini, perwakilan PBNU, serta sejumlah pejabat Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi. Di akhir sesi, Syaikh Abdullatif dan Gus Yahya saling bertukar cinderamata dan melakukan foto bersama. *(Sumber : Kemenag RI)

Ini Cara Urus Sertifikasi Halal bagi UMKM Langsung dari Kemenag

0
Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama H. Mastuki membeberkan cara mengurus sertifikasi halal.

Jakarta (Aswajanews.id) – Kementerian Agama (Kemenag) membagikan cara pengurusan sertifikasi halal bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Cara mengurus sertifikasi halal itu pun sebenarnya cukup sederhana dan mengacu pada Undang- Undang (UU) nomor 33 tahun 2004 tentang Jaminan Produk Halal.

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama H. Mastuki membeberkan cara mengurus sertifikasi halal.

Langkah pertama, pelaku usaha harus mengajukan permohonan kepada BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) dengan melengkapi dokumen- dokumen yang diperlukan dan itu sudah tersedia secara online based.

Data yang harus diisi dan disiapkan di antaranya mulai dari data pelaku usaha (Nomor Induk Berusaha dibuktikan dengan NPWP, SIUP, atau IUMK), nama dan jenis produk, daftar produk dan bahan yang digunakan (bahan baku produk), pengolahan produk (proses pembelian, penerimaan, penyimapanan bahan, pengolahan, hingga distribusi), serta dokumen sistem jaminan produk halal (sistem manajemen yang dipakai untuk menjaga proses produksi halal).

Setelah seluruh permohonan itu dilengkapi kebutuhan datanya, maka langkah selanjutnya BPJPH akan memeriksa kelengkapan dokumen tersebut kemudian akan memberikan notifikasi lanjutan.

Notifikasi lanjutan itu berisi daftar Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang bisa dipilih oleh pengaju sertifikasi dan LPH itu tentunya sudah memenuhi akreditasi khusus dari Kementerian Agama.

Ada pun saat ini Indonesia baru memiliki tiga LPH yang telah beroperasi yaitu LPH LPPOM MUI, LPH Sucofindo, dan LPH Surveyor Indonesia.

Masih ada sembilan LPH yang masih dalam proses akreditasi untuk nantinya bisa beroperasi membantu proses sertifikasi halal.

“Setelah LPH terpilih, nanti LPH itu akan melakukan pemeriksaan kepada proses produksi dan seluruh sistem yang digunakan oleh pelaku usaha. Itu memakan waktu cukup panjang. Nanti hasilnya akan dikasihkan ke MUI untuk berlanjut ke sidang Fatwa Halal,” ujar Mastuki.

Di dalam sidang Fatwa Halal nantinya pelaku usaha yang berhasil akan mendapatkan surat ketetapan halal untuk usahanya. Meski demikian, hal tersebut bukanlah akhir dari proses sertifikasi karena sertifikat halal secara resmi hanya dikeluarkan oleh BPJPH.

Setelah surat ketetapan dikeluarkan dari sidang Fatwa Halal, maka selanjut hasil ketetapan itu menjadi kunci bagi BPJPH mengeluarkan sertifikat halal.

Sertifikat halal dari BPJPH itulah yang nantinya menjadi dasar dan pegangan bahwa produk UMKM ditetapkan halal.

Perlu dipahami saat mengajukan sertifikasi halal, artinya pelaku usaha tidak hanya mengecek produknya halal atau tidak. Namun juga keseluruhan proses pembuatan produk hingga penjualan ikut diperhitungkan sehingga proses sertifikasi halal menjadi sangat ketat.

“Sertifikat halal itu sudah pasti dikeluarkan oleh BPJPH. Nanti ada logo Garuda-nya, itu bisa diunduh langsung oleh pelaku usaha yang sudah mendapatkan legalitas agar bisa mengantongi serfikat halal. Logo halal yang sudah disetujui juga bisa disertakan di kemasan produk,” katanya.

Secara keseluruhan proses pengajuan sertifikasi halal berlangsung selama 21 hari kerja dan perlu diperbaharui setiap dua tahun sekali. Untuk produk makanan dan minuman, pengajuan sertifikasi halal saat ini bersifat wajib dan tidak lagi bersifat sukarela sejak Oktober 2019. (Kemenag)

Jalur Kereta Cibatu-Garut Beroperasi, Ridwan Kamil: Percepat Pergerakan Manusia dan Barang

0
Jalur kereta api sepanjang 19,5 kilometer yang direaktivasi itu diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menteri BUMN Erick Thohir, Kamis (24/3/2022).

Garut (Aswajanews.id) – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan ucapan selamat kepada warga Kabupaten Garut setelah kereta api komersial jalur Cibatu-Garut resmi beroperasi.

Jalur kereta api sepanjang 19,5 kilometer yang direaktivasi itu diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menteri BUMN Erick Thohir, Kamis (24/3/2022).

Ridwan Kamil berhalangan hadir pada acara peresmian tersebut karena waktunya berbarengan dengan agenda lain di Kabupaten Bogor dan DKI Jakarta.

“Selamat kepada warga Garut, mulai hari ini jalur kereta api Garut-Cibatu hingga Bandung dan Jakarta sudah berfungsi lagi setelah puluhan tahun berhenti,” katanya di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Kabupaten Bogor.

Dengan beroperasinya jalur Cibatu-Garut, Gubernur meyakini pergerakan manusia dan barang akan lebih cepat. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya perekonomian warga juga sebagai infrastruktur pendukung pariwisata di Kota Dodol.

“Ini menandakan pergerakan manusia dan barang bisa lebih cepat dan bebas dari kemacetan,” ujarnya.

Jalur kereta api Cibatu-Garut sempat berhenti operasionalnya pada 1982. Jalur legendaris yang pertama kali dibangun pada zaman kolonial Belanda sempat dirasakan oleh komedian asal Inggris Charlie Chapline.

Julukan Switzerland van Java yang disematkan pada Garut karena keindahan alamnya kala itu menjadi magnet bagi siapapun untuk berkunjung.

Kini di sepanjang jalur tersebut masih bisa dinikmati indahnya hamparan sawah, pegunungan, lembah, sungai, kendati sudah tak seeksotis dulu.

Ridwan Kamil juga sempat merasakan jalur Cibatu-Garut awal tahun lalu saat pengecekan akhir sebelum dioperasikan secara resmi.

Ia berharap, moda transportasi kereta api menjadi pilihan utama masyarakat seiring jalur lainnya yang akan direaktivasi dan pembangunan jalur baru. Transportasi berbasis kereta api selain efisien, juga efektif menekan tingkat polusi dan kemacetan di jalur arteri.

“Jadi di masa depan harus lebih seimbang transportasi berbasis kereta dibanding mobil,” ucapnya. (Humas Jabar)

Masjid Agung Pemalang Sudah Miliki Website Sendiri

0
Kepala Diskominfo Kabupaten Pemalang, Yanuar Nitbani menyerahkan website kepada Ketua Yayasan Masjid Agung Pemalang, H. Aunurrofiq di Ruang Rapat Masjid tersebut

Pemalang (Aswajanews.id) – Untuk menyebarluaskan syiar Islam dan informasi keagamaan, Masjid Agung Nurul Kalam sekarang telah memiliki website sendiri. Website masjidagungpemalang.com (Nurul Kalam), dibuat atas kerjasama Masjid Agung Nurul Kalam dengan Dinas Kominfo Kabupaten Pemalang. Website tersebut hari ini diserahkan langsung oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Pemalang, Yanuar Nitbani kepada Ketua Yayasan Masjid Agung Pemalang, H. Aunurrofiq di Ruang Rapat Masjid tersebut, Rabu (23/3/2022).

Usai serahterima website, Yanuar mengatakan dengan adanya website tersebut kegiatan-kegiatan di Masjid Agung dapat disyiarkan secara luas, baik untuk kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan maupun untuk berbagai kegiatan pada bulan Ramadan yang sudah direncanakan. Yanuar berharap, untuk kedepannya nanti bisa satu visi satu tujuan.

Mengenai kerjasama di bidang informasi yang selama ini sudah terjalin dengan baik antara LPPL Radio Swara Widuri dengan Masjid Agung Pemalang khususnya pada program kegiatan bulan Ramadhan, maka dengan adanya website tersebut, kegiatan keagamaan yang ada di Masjid Agung Pemalang, penyebarluasan informasinya akan lebih meningkat lagi. Terlebih lagi LPPL Radio Swara Widuri yang saat ini sudah menjadi radio garden yang informasinya bukan hanya diseputar wilayah Kabupaten Pemalang saja namun dapat diakses oleh masyarakat diseluruh belahan dunia.

“Tujuannya adalah supaya masyarakat semakin tahu bahwa masjid agung saat ini sudah ada website masjidagungpemalang.com tinggal di klik semua kegiatan yang ada di Masjid Agung akan bisa dilihat oleh dunia maya seluruhnya sedunia mungkin mengerti semua,” papar Yanuar.

Yanuar berharap, mulai tahun ini pihaknya akan menjalin kerjasama yang lebih baik lagi dengan Pengurus Masjid Agung khususnya untuk informasi yang berkaitan dengan syiar-syiar keagamaan yang selama ini sudah dilaksanakan oleh Pengurus Masjid ketika pra ramadhan.

“Insyaallah Diskominfo mendukung ketersediaan internet. Kalau nanti ada gangguan setelah website ini diserahkan segera kontak kami, namanya teknologi tidak lepas dari trouble masalah jaringan,” ujar Yanuar. *(Diskominfo)

Bupati Suhatri Bur : Sebagai Intelektual, ISNU Harus Aktif Wujudkan Padang Pariaman Berjaya

0
Rapat Kerja (Raker) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Kabupaten Padang Pariaman, pada Minggu (27/3) bertempat di Hall IKK (Ibu Kota Kabupaten) di Nagari Parik Malintang Kecamatan Anam Lingkuang

Padang Pariaman (Aswajanews.id) – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Padang Pariaman memiliki peran penting dalam membentengi umat dari masuknya paham keagamaan yang memandang kritis terhadap tradisi dan amaliah beragama di tengah masyarakat. Sebagai intelektual NU, ISNU tidak saja berada di menara gading kampus, tapi juga terjun ke tengah masyarakat dalam memberikan pemahaman keagamaan yang selama sudah dijalankan umat.

Sekaitan dengan itu, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, SE. MM berkesempatan menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Kerja (Raker) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Cabang Kabupaten Padang Pariaman, pada Minggu (27/3) bertempat di Hall IKK (Ibu Kota Kabupaten) di Nagari Parik Malintang Kecamatan Anam Lingkuang.

Kegiatan yang memanfaatkan momen menyambut bulan suci Ramadhan itu, mengusung tema

“Mengukuhkan Eksistensi NU dan Membangun Kolaborasi Menuju Padang Pariaman Berjaya”.

Terlihat hadir pada pembukaan Raker itu, Ketua PC. NU Kabupaten Padang Pariaman Dr. H. Zainal Tk. Mudo, M.Ag. Ketua ISNU Padang Pariaman Dr. Sawirman, M.Hum, dan Ketua Panitia Arif Gufra Mata, S.Pd.I, M.Pd, Tuanku Sutan, Kabag Prokopim Setdakab. Anesa Satria, serta anggota majelis taklim NU dan Pengurus Banser NU Kabupaten Padang Pariaman.

Tampil sebagai Narasumber Ketua PW. ISNU Sumbar Dr. Ahmad Wira, Wakil Sekretaris PW. NU Sumbar Armaidi Tanjung, S.Sos, M.A, Pengurus ISNU Padang Pariaman Dr. Hasanuddin, M.Si, Dt. Tan Putiah dan Dr. Rasman, M.Ag, Tuanku Mudo, serta dipandu Tuanku Daniel Kharlis.

Dalam sambutannya, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur menyambut baik diadakannya Raker ISNU Padang Pariaman. Penguatan yang dilakukan ISNU Padang Pariaman ini, sejalan dengan visi Pemerintah Darah yang mewujudkan Padang Padang Berjaya. Yang sejalan dengan salah satu kata kuncinya yakni Padang Pariaman yang Religius.

“ISNU sebagai kaum intelektual NU, tentu sangat diharapkan berperan aktif memberikan ide dan sarannya dalam membangun Kabupaten Padang Pariaman. Dukungan semua pihak dalam menyukseskan pembangunan, sangatlah penting. Walaupun misalnya, bupatinya hebat, pintar dan cerdas, tapi kalau jalan sendiri tanpa dukungan masyarakat, tentu tidak akan pernah berhasil dalam membangun daerah. Karena itu, ISNU harus berperan aktif dalam mewujudkan Padang Pariaman Berjaya,” kata Suhatri Bur, mantan Bendahara PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Padang Pariaman ini.

Pada sesi penyampaian materi, Rasman dalam paparannya menjelaskan. ISNU sebagai intelektual kampus, harus berpikir lurus dalam melihat permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Tidak mudah menyalahkan pihak lain tanpa mendalami apa dan bagaimana sesuatu itu terjadi.

“Ibarat mengaji di pondok pesantren, harus dilihat dari ilmu mantik, nahwu, hadis, tafsir, tasawuf, bayan dan seterusnya. Sehingga menerima sesuatu pernyataan atau informasi, tidak mudah menyalahkan orang lain,” kata Rasman.

Dikatakannya, Padang Pariaman yang banyak memiliki pondok pesantren, melahirkan tuanku yang telah mempelajari kitab-kitab kuning minimal 7 tahun, sehingga menguasai berbagai ilmu dalam memahami agama Islam.

“Sehingga Padang Pariaman masih belum separah daerah lain, yang sudah dimasuki pemahaman agama yang suka menyalah-nyalahkan tradisi sebagaimana sudah dijalankan selama ini,” kata Rasman.

Hal senada, juga diungkapkan Armaidi Tanjung. Eksistensi ISNU Padang Pariaman dengan adanya Raker dan melibatkan berbagai pihak, merupakan langkah maju dalam membentengi umat dari kelompok yang selalu menyalahkan kegiatan yasinan, tahlilan, ziarah, shalawatan dan mauludan.

“Hal ini, terungkap dalam pertanyaan salah satu peserta dari majelis taklim. Dia mengatakan menerima pernyataan dari pihak tertentu, yang menyalahkan kegiatan yasinan, tahlilan, ziarah dan shalawatan yang dilakukan oleh majelis taklim tersebut. Padahal apa yang dilakukan majelis taklim tersebut sudah tepat, sesuai dengan amaliah NU. Bahkan punya dalil dan dasar yang kuat,” kata Armaidi Tanjung menutup pembicaraan. (RB)

Perda Desa Wisata Disahkan, Ridwan Kamil Optimistis Masyarakat Sejahtera

0
Provinsi Jawa Barat resmi memiliki Perda tentang Desa Wisata. Ini setelah DPRD Jawa Barat mengesahkan perda tersebut dalam rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Ridwan Kamil.

Kota Bandung (Aswajanews.id) – Provinsi Jawa Barat resmi memiliki Perda tentang Desa Wisata. Ini setelah DPRD Jawa Barat mengesahkan perda tersebut dalam rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Ridwan Kamil.

Gubernur menyambut baik Perda Desa Wisata ini akhirnya diketuk palu. Dengan perda maka pengembangan wisata berbasis desa menjadi lebih terarah dan memiliki kepastian hukum.

Diharapkan animo wisatawan baik domestik dan mancanegara berkunjung ke Jabar menjadi lebih bergairah terlebih pascapandemi.

“Ini adalah perda yang ditungu-tunggu dan harus disambut baik oleh desa, seluruh Jawa Barat. Mengingat terjadi fenomena luar biasa, lahir wisata outdoor yang begitu kencang selama COVID-19,” ujar Ridwan Kamil saat rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (25/3/2022).

Ridwan Kamil optimistis pengembangan pariwisata berbasis desa akan menjadi primadona baru pascapandemi. Jabar punya modal besar dengan hampir 50 juta penduduk yang sebagian besarnya hidup di perdesaan dengan kearifan lokal yang khas dan orisinal.

“Penduduk Jawa Barat sendiri sudah lebih cukup dengan hampir 50 juta, itu saja sudah menjadi market sendiri. Tanpa harus mengundang tamu pun bapak/ibu (anggota dewan) bisa monitor destinasi wisata selalu penuh,” ujarnya.

Modal lain adalah keindahan alamnya di mana Jabar memiliki sekitar 400 air terjun eksotik dan merupakan yang terbanyak di Indonesia.

Ridwan Kamil juga yakin pengembangan desa wisata akan memberikan manfaat yang riil bagi masyarakat di desa. Lapangan usaha dan penyerapan tenaga kerja diharapkan meningkatkan kesejahteraan warga dan ekonomi wilayah desa.

Gubernur berpesan agar kabupaten/kota dapat menstimulus penduduk desa dengan potensi wisata potensial untuk menciptakan berbagai inovasi. Rumah-rumah warga dapat disulap menjadi penginapan dengan pelayanan yang khas agar wisatawan dapat merasakan pengalaman terbaik yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

“Kami juga sering berkeliling mendapati desa yang sudah sejahtera karena ada pilihan wisatawan untuk tidak menginap di hotel lagi, tapi di rumah penduduk yang di-upgrade seperti hotel untuk menerima wisatawan,” kata Ridwan Kamil.

Sebagai tindak lanjut atas pengesahan Perda Desa Wisata, Gubernur akan segera menyampaikan ke Kementerian Dalam Negeri untuk mendapatkan nomor register.

“Kami juga akan segera menyampaikan ke Kementerian Dalam Negeri untuk mendapatkan nomor register untuk ditetapkan dan diundang-undangkan menjadi peraturan daerah,” tuturnya. *(Humas Jabar)

Pemilu 2024, PKS Jabar Terima Bacaleg Non Muslim

0
Konferensi Pers Rapat Kerja Daerah (Raperda) DPD PKS Kabupaten Indramayu, pada 27 Maret 2022.

Indramayu (Aswajanews.id) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat (Jabar) menerima Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) non muslim untuk DPRD Kabupaten maupun Provinsi pada Pemilu 2024 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh, Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jabar, Abdul Hadi Wijaya saat konferensi Pers Rapat Kerja Daerah (Raperda) DPD PKS Kabupaten Indramayu, pada 27 Maret 2022.

“Non Muslim juga bisa (menjadi Bacaleg PKS) asal diwakili,” kata Abdul Hadi.

Ia mengutarakan, bahwasanya sebelumnya sempat didapati Bacaleg non muslim pada Pemilu di Bali, yang mana mayoritas masyarakatnya beragama Hindu, namun hal tersebut tidak menjadi persoalan bagi partai yang berlogo bulan sabit dan padi ini.

“Orang beragama Hindu (non muslim) atau Tokoh Hindu juga bisa menjadi Calon Legislatif PKS,” ungkap Abdul Hadi.

Dia melanjutkan, Jika kedepannya didapati Bacaleg/Aleg non muslim bergabung di PKS, diharapkan untuk selalu mentaati dan tidak bertentangan dengan kebijakan umum Partai.

“Asalkan dia punya ketaatan, artinya jangan bertentangan dengan kebijakan umum PKS,” terang Abdul Hadi.

Terpisah, pada kesempatan itu Abdul Hadi selaku pengurus di DPW PKS Jabar berharap pada tahun 2024 Pemilu dapat terlaksana dengan baik dan tidak terjadi pengunduran sebagaimana isu yang berkembang saat ini. (*)

Genjot Percepatan Vaksinasi, Binda Sumut Bantu Minyak Goreng untuk Peserta Vaksin

0
Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana menyerahkan sertifikat vaksin dan minyak goreng pada ibu lansia peserta vaksin Binda Sumut, Minggu (27/3/2022).

Medan (Aswajanews.id) – Demi menggenjot percepatan vaksinasi booster, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Sumut menggelar vaksinasi Covid-19 dengan bonus minyak goreng pada peserta vaksin di kota Medan. Ini merupakan bentuk kepedulian BInda Sumut pada masyarakat yang terdampak kesulitan ekonomi dampak penanganan pandemi.

Kepala BIN Daerah (Kabinda) Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana menjelaskan hal ini saat meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar Binda Sumut di kedai Kopi Tajir, jalan Pematang Pasir Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, Minggu pagi (27/3/2022).

“Binda Sumut hari ini melaksanakan vaksin di 21 kabupaten/kota, untuk sasarannya anak-anak 6-11 tahun, masyarakat dan lansia. Untuk Sumut hari ini kita alokasikan sebanyak 12.500 dosis, di antaranya di Medan 1500 dosis, dilaksanakan di 3 titik,” ujar Perwira Tinggi TNI AD ini.

Upaya ini mendukung petunjuk dari Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa tahun ini sudah bisa mudik atau pulang kampung pada perayaan Idul Fitri 2022, asalkan pemudik sudah mendapat dosis pertama dan kedua serta dosis penguat (booster) vaksin COVID-19.

Terkait pemberian bonus minyak goreng pada peserta vaksin, Kabinda menjelaskan bahwa selain mendorong masyarakat memenuhi syarat untuk bepergian, hal ini juga sebagai bentuk kepedulian Binda Sumut pada kesulitan masyarakat dampak pandemi ini.

“Ini membantu menarik animo yang belum vaksin agar bisa vaksin datang ke titik- titik yang kita siapkan,” ujarnya.

“Kami berharap kepada masyarakat dengan adanya vaksin ini, dengan kita melaksanakan vaksin dosis 1, dosis 2 dan juga booster diharapkan penyebaran vaksin di masyarakat ini betul betul bagus, sehingga kita siap untuk melaksanakan Ramadhan, siap untuk menghadapi lebaran dan bagi yang melaksanakan mudik, bisa mudik dengan tenang,” pungkasnya.

“Mudah-mudahan dengan tercapainya target 70 persen Vaksinasi dosis 2, masyarakat dapat kelancaran dalam menjalani hari raya Idul Fitri tahun ini,” pungkasnya. *(Rizky Zulianda)

Buka Indonesia Hijab Walk 2022, Atalia: Bangkit Bersama Melalui Fesyen

0
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil membuka Indonesia Hijab Walk (IHW) 2022 di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jumat (25/3/2022).

Kota Bandung (Aswajanews.id) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil membuka Indonesia Hijab Walk (IHW) 2022 di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jumat (25/3/2022).

Dalam agenda tersebut, Atalia menuturkan bahwa fesyen merupakan salah satu dari tiga besar subsektor penopang ekonomi kreatif di Jabar bersama kuliner dan kriya. Fesyen sendiri menyumbang 16,7 persen, kriya 27,1 persen, dan kuliner 26,4 persen. Sedangkan subsektor lainnya total menyumbang 29,8 persen.

Oleh karena itu, Atalia menuturkan bahwa IHW 2022 dapat menjadi salah satu upaya dalam mendongkrak kebangkitan ekonomi setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19.

“Bangkit kembali, ini menjadi hal yang sangat penting, kita beruntung dan bersyukur bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar. Termasuk juga kita mempunyai sumber daya manusia yang luar biasa, kita juga punya para desainer yang desainnya bisa mendunia,” tutur Atalia.

Atalia juga melaporkan, Indonesia sudah mengajukan diri sebagai pusat fesyen muslim dunia. Maka, katanya, upaya yang dilakukan harus penuh dengan inovasi dan kolaboratif. “Berbagai komunitas, organisasi, mari bersama-sama,” katanya.

Adapun event yang digelar pada 25-27 Maret 2022 tersebut mengambil tema “Colorful Ramadhan.” Dengan semangat bangkit bersama, Atalia berharap IHW 2022 menyuntikan semangat kepada muslim Indonesia untuk beribadah di bulan suci Ramadhan dengan penuh keberkahan.

“Ramadhan adalah bulan yang kita tunggu-tunggu bersama. Jadi Colorful Ramadhan, kita berharap jadi momentum bangkitnya kita semua,” kata Atalia.

“Kita akan bangkit bersama dengan diiringi keimanan, ketakwaan, dari sisi keilmuan juga, karena insyaallah akan banyak majelis taklim selama bulan Ramadhan. Disamping kita terus berupaya membangkitkan ekonomi Jabar menuju Indonesia yang Jaya,” imbuhnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, yang memberikan sambutan lewat rekaman video, menyebut bahwa produk ekonomi kreatif Indonesia pada tahun lalu menembus 21 miliar dollar AS sebagian besar berasal dari subsektor fesyen.

Adapun langkah yang diupayakan pihaknya yakni melakukan pendampingan terhadap pelaku ekonomi kreatif di bidang fesyen.

“Agar produk dikembangkan dengan baik, sehingga dapat berdaya saing baik di tingkat nasional hingga internasional,” ucapnya.

Ketua Panitia IHW 2022 Hany Lovely menyebut event yang digelar saat pandemi COVID-19 tersebut bertujuan menstimulus kebangkitan ekonomi Indonesia melalui acara fashion show dan pameran produk busana.

IHW 2022 sendiri diikuti oleh lebih dari 100 brand muslim fashion, sekitar 50 fashion desainer, dan juga 15 fashion komunitas, 10 organisasi di Kota Bandung, dan sejumlah Majelis Taklim. Event ini pun mendapat dukungan langsung dari pengurus Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI), Kemenparekraf RI, dan sejumlah perusahaan BUMN dan BUMD.

“Event bisa terlaksana didukung banyak pihak, karena tujuan yang sama, yakni jalan kebangkitan ekonomi Indonesia,” katanya.

Event IHW diharapkan dapat merambah hingga ke level Internasional. Pada tahun lalu, IHW telah mengikuti gelaran Fashion Show di Istanbul, Turki. Selanjutnya, IHW akan menyasar event fashion Internasional di New York (US), London (Inggris), dan negara-negara lainnya. Dengan begitu diharapkan para pebisnis fashion dapat mempresentasikan karyanya di dunia Internasional, sehingga bisa menjalin bisnis lebih luas lagi dengan skala global. *(Humas Jabar)

Wagub Jabar Sambut Ramadhan Bersama Warga Sukabumi

0
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Kajian Sabtu Subuh (KSS) dengan tema "Sambut Ramadhan 1443 H", di Masjid Cibadak Daarul Matiin, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (26/03/2022).

Kabupaten Sukabumi (Aswajanews.id) – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Kajian Sabtu Subuh (KSS) dengan tema “Sambut Ramadhan 1443 H”, di Masjid Cibadak Daarul Matiin, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (26/03/2022).

Pada KSS Pekan Ke-145 ini, Wagub mengemukakan, bahwa dalam misi Jabar Juara Lahir Batin, pembangunan oleh Pemerintah Provinsi Jabar saat ini tak hanya menyasar pada pembangunan materiil dan mengejar angka- angka indikator pembangunan. Lebih dari itu, pembangunan mental spiritual juga menjadi prioritas.

“Tak hanya duniawi, tapi ukhrawi pun didukung untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Maka atas nama pemerintah, kami menghaturkan hatur nuhun kepada kiai dan ulama yang telah meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat di Jabar,” katanya.

Menurut Wagub, untuk urusan ukhrawi sudah seyogianya pemerintah memberikan rasa nyaman dan aman kepada warganya untuk menjalankan ibadah.

“Justru seorang pemimpin negara yang harus diperioritaskan adalah pembangunan ukhrawi. Dasar negara kita saja Pancasila, sila pertamanya, Ketuhanan Yang Maha Esa,” ucap Wagub.

“Umat Islam saat ini harus berdaya saing di bidang siyasah (politik), muamalah (bisnis), dan tarbiah (pendidikan), yang selama ini sudah menjadi fokus sebagian besar organisasi Islam,” imbuhnya.

Maka dari itu, hak politik setiap warga harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai tokoh politik yang terpilih tidak sejalan dengan harapan umat.

Wagub mengingatkan pula bagi umat untuk berdikari dengan memperkuat tiga benteng kekuatan, yakni jemaah, daulah, dan muamalah. “Tujuannya mardatiilah. Mari kita bersatu demi izzul Islam wal Muslimin,” kata Wagub

Usai kajian, Wagub meninjau khitanan masal yang digelar oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Kegiatan sosial ini diikuti puluhan anak didukung oleh Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi. *(Humas Jabar)

Wabup Garut Lantik Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Garut

0
Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman melantik Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Garut.

Kab. Garut (Aswajanews.id) – Bertempat di Ruang Pamengkang, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kamis (24/3/2022), Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman melantik Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Garut.

Dalam sambutannya, Wabup Garut menyatakan rasa bahagianya atas kehadiran BWI di daerahnya. “Baznas memberikan sesuatu yang sangat berarti bagi masyarakat melalui perlindungan sosial, tidak ada satu orang pun yang tidak makan ya (istilahnya) seperti begitu, apalagi sekarang ada kehadiran BWI ini yang membuat kami (merasa) gede hate saur urang Sunda mah, Alhamdulillah bahwa profesor Pak Ketua kami sangat senang sangat bahagia, kami ada partner,” ujar Wabup Garut.

Ia mengungkapkan, keberadaan BWI ini bukan hanya membenahi secara administrasi urusan wakaf di Kabupaten Garut, akan tetapi bagaimana wakaf ini bisa betul-betul pemanfataannya maksimum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Karena dalam pengertian kami bukan hanya membenahi yang delapan ribu tanah wakaf yang bertebaran di kita di Kabupaten Garut, yang mana ini juga memang butuh pembenahan (seperti) tadi Pak Kemenag menyampaikan banyak sekali, dan memang ini adalah suatu hal yang harus kita bereskan, sehingga lebih dari itu adalah kita ingin betul-betul pemanfaatannya maksimum buat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Wabup berharap BWI bisa memfasilitasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat kurang mampu agar bisa berusaha kemudian menjadi mandiri.

“Karena kalau Baznas itu melakukan perlindungan sosial bersama-sama dengan pemerintah, nah saya ingin dalam penuntasan kemiskinan itu ini BWI ini bisa memfasilitasi, (dan) mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat yang tidak mampu untuk bisa berusaha kemudian mandiri,” harapnya.

Sementara itu, Ketua BWI Pusat, Mohammad Nuh, dalam sambutannya mengajak untuk menjadikan wakaf sebagai sebuah gaya hidup atau lifestyle, dengan minimal berwakaf di setiap hari Jum’at. Ia juga menuturkan agar tidak lupa mengikutkan nama orang tua ataupun keluarga yang lain ketika berwakaf.

Berikut Kepengurusan Pewakilan Pengurus BWI Garut :

Dewan Pertimbangan

Ketua : Dr. H. Suherman, SH., M.Si

Anggota : Dr. H. Cece Hidayat, M.Si, KH. Sirodjul Munir

Badan Pelaksana

Ketua : H. Undang Abdul Jalil, S. Ag

Wakil Ketua : Dr. H. Abdul Muis Hamzah, M.Si

Sekretaris : H. Indra Anwar Mawardi, SHI

Bendahara : Ade Rahmat Sania Mandala, M.Kom.I

Divisi-divisi

Pembinaan Nazhir : Drs. Ade Sahroni, Eep Saepullah, SA

Pengelolaan dan Pemberdayaan Wakaf : Mubainul Adillah, S.I.Kom

Hubungan Masyarakat : Dedi Kurniawan, SE., M.Si

Kelembagaan dan Bantuan Hukum : Miraj Gumbira, SH., MH

Penelitian dan Pengembangan Wakaf : Ruston Ar Rasyid, S.Pd, Agus Marwan Al-Chaidar
(Rilispemkabgarut)

Rembuk Rakyat PSI: Ridwan Kamil, Dari Pemersatu Bangsa sampai Pengayom Petani Milenial

0
Indonesia membutuhkan pemimpin seperti Ridwan Kamil untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, Gubernur Jawa Barat itu dianggap berhasil memimpin keluarga dan politik.

Jakarta (Aswajanews.id) – Rembuk Rakyat yang diinisiasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) untuk mendengar suara rakyat tentang kandidat tepat penerus kepemimpinan Presiden Jokowi.  Dari Rembuk Rakyat PSI, muncul sembilan nama yang dianggap ideal oleh masyarakat sebagai pengganti Presiden Joko Widodo. Mereka adalah Emil Dardak, Erick Thohir, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, Muhammad Andika Perkasa, Mochamad Ridwan Kamil, Muhammad Tito Karnavian, Najwa Shihab, dan Sri Mulyani Indrawati. Publik bisa ikut berpartisipasi dan menentukan pilihan politiknya di rembukrakyat.psi.id.

Dewan Pembina Ridwan Kamil untuk Republik Indonesia (RKRI), Inge Suprayogi, mengatakan Indonesia membutuhkan pemimpin seperti Ridwan Kamil untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, Gubernur Jawa Barat itu dianggap berhasil memimpin keluarga dan politik.

“Kami yakin Indonesia sangat membutuhkan sosok Ridwan Kamil untuk meneruskan Pak Jokowi di 2024. Beliau berhasil memimpin satu keluarga dengan utuh, bisa memimpin Kota Bandung, kemudian berhasil di Provinsi Jawa Barat,” kata Inge dalam Rembuk Rakyat PSI “Membedah Ridwan Kamil” yang digelar Jumat, 25 Maret 2022.

Inge menambahkan, dukungan itu mengalir karena Ridwan Kamil telah menunjukkan prestasi konkret selama menjabat sebagai Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat.  Karena itu, pada akhir Februari 2022, RKRI mendeklarasikan dukungan kepada Ridwan Kamil untuk maju di Pilpres 2024 mendatang.

“Di titik awal menjadi Wali Kota, Kota Bandung seperti memiliki seorang ayah, memiliki sosok yang mengayomi sehingga masyarakatnya bisa silih asah, silih asih, silih asuh, silih wangi. Silih wangi menjadi salah satu program Kota Bandung yang akhirnya dibawa ke Provinsi Jawa Barat, sehingga kita saling mewangi dan saling memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Lebih jauh Inge melanjutkan, secara pribadi, dia mengaku kagum dengan kepribadian Ridwan Kamil, terutama kecintaan Ridwan Kamil kepada sang Ibu. Hal itu, sebut Inge, adalah modal penting untuk menjadi seorang pemimpin.

“Saya pribadi sangat kagum dengan kepribadian Kang Emil yang humble, hangat, spiritualnya juga sangat tinggi. Ini bukan hanya sebatas kata-kata. Yang paling penting adalah rasa hormatnya kepada sang Ibu, dan menjadikan contoh bahwa doa Ibu dan perkataan Ibu adalah sesuatu yang mustajab,” ucap Inge.

“Kang Emil memperlihatkan beliau sebagai anak yang panut, sehingga bagaimanapun mental seseorang yang mencintai seorang Ibunya akan menjadi seorang yang apik, rapi, dan telaten sehingga dia bisa memimpin suatu negeri atau dia memimpin suatu daerah,” tekannya.

Selain Inge, salah seorang sahabat Ridwan Kamil, Enda Nasution, turut hadir sebagai pembicara. Enda meyakini Ridwan Kamil bukan saja tokoh politik dengan rekam jejak yang sangat baik, lebih dari itu, dia merupakan pemimpin pemersatu bangsa karena mewakili kalangan nasionalis – religius dan populer di mata anak-anak muda.

“Kang Emil sosok yang merepresentasikan kalangan nasionalis – religius dan dekat dengan anak-anak muda. Jadi simbol itu yang membuat saya dan teman-teman, termasuk Teh Inge, yakin Ridwan Kamil bisa menjadi Presiden. Karena tadi, presiden bukan hanya soal kompetensi dan track record yang baik, tapi representasi dia yang menyatukan Indonesia,” ucap lulusan Teknik Sipil dari ITB itu.

Faktor penting dalam mencari calon presiden RI mendatang, menurut Enda, adalah siapa yang bisa menyatukan Indonesia.

“Kita sudah capek untuk harus terus diadu-adu gitu ya, kita harus mencari sosok siapa yang bisa menyatukan in. Kita melihatnya bahwa saat ini ada capres yang representasi dari nasionalis, ada capres yang representasi dari kaum religius, tapi Kang Emil bisa mewakili seluruh kelompok atau 2 pilar besar itu. Dia adalah seorang yang nasionalis, di sisi lain juga bagian kelompok yang religius,” tambahnya.

Dalam rembuk yang dimoderatori Juru Bicara DPP PSI, Ariyo Bimmo itu, Enda menyebut sejumlah prestasi gemilang Ridwan Kamil. Di antaranya adalah keberhasilan menggantikan proses lelang jabatan dengan implementasi big data. Inovasi dalam birokrasi ini, menurut Enda, bisa menutup celah korupsi dalam pengisian jabatan publik oleh ASN.

“Dia menciptakan big data sehingga tidak ada lagi istilah sistem lelang jabatan. Ridwan Kamil sebagai Gubernur sudah punya data seluruh ASN, sehingga ketika harus memilih siapa yang terbaik, berdasarkan apa, ini datanya. Sehingga mereka yang memang bekerja keras dan prestasinya baik adalah mereka yang mendapatkan reward dan jabatan yang lebih tinggi, dan itu baru terjadi hanya di Jawa Barat saja, menurut saya itu perubahan besar,” tuturnya.

Keberhasilan lain Ridwan Kamil yaitu program petani milenial. Lewat program ini, ujar Enda, membuat generasi milenial Jawa Barat yang mayoritas tersebar di wilayah pedesaan tidak harus mengadu nasib di kota dan menjadikan bertani sebagai profesi menjanjikan.

Disinggung soal komitmen antikorupsi dan anti-intoleransi, Inge dan Enda kompak menjawab Ridwan Kamil sebagai sosok yang bersih dan toleran. Bahkan, papar Inge, Ridwan Kamil menolak seluruh pemberian dalam bentuk apa pun disegala momen, termasuk bingkisan lebaran dan melarang anggota keluarganya memanfaatkan jabatan Gubernur demi berbisnis.

“Baru pertama kali saya lihat di Pendopo itu, misalnya di hari lebaran, ada tulisan besar di pintu Pendopo itu ‘tidak menerima pemberian apa pun’, kemudian seluruh keluarga dan orang terdekatnya dikumpulkan dan diajak ngobrol dengan orang-orang KPK untuk memberikan HP-nya dan tidak boleh ada bisnis dengan orang masuk ke wilayah pimpinan beliau,” urai Inge.

Sementara itu, Enda jelas menampik isu yang mengaitkan Ridwan Kamil dengan aksi-aksi intoleran di Jawa Barat. Menurutnya, tuduhan itu tak punya dasar dan bertolak belakang dengan pribadi Ridwan Kamil yang moderat.

“Itu memang jadi sebuah risiko sebagai seorang moderat seperti Kang Emil. Di sana menganggap musuh, di sini juga dijadikan musuh,” tandas Enda. *(Elisa Nurasri)

Warga Kampung Segrang Tolak Pembangunan Pabrik Pengolahan Limbah

0
Puluhan warga Kampung Segrang Desa Padaasih Kecamatan Cibogo datangi kantor DPMTSP Kabupaten Subang, Jumat (25/3/2022).

Subang (Aswajanews.id) – Puluhan warga Kampung Segrang Desa Padaasih Kecamatan Cibogo datangi kantor DPMTSP Kabupaten Subang, Jumat (25/3/2022). Kedatangan warga Desa Padaasih sekira pukul 09.00 WIB itu terkait adanya pembangunan pabrik pengolahan libah di Kampung Segrang Desa Padaasih. Kedatangan warga ini didampingi kepala dusun dan RT setempat yang diterima Kasi Wasdal Asep Wahyu, SH.,MH dan jajarannya untuk berdialog dengan perwakilan warga.

Dari hasil dialog itu disepakati Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) juga Satpol PP dan didampingi pihak Kecamatan Cibogo yang diwakili MP Kecamatan Cibogo mendatangi lokasi pembangunan pabrik pengolahan limbah di kampung Segrang.

Tiba di lokasi sekitar jam 10.30 WIB yang langsung dilakukan dialog tetapi tidak ada perwakilan dengan pihak perusahaan PT Subang Harapan Sejahtera Plastik, hanya ada  Muhali yang mengaku sebagai pesuruh yang juga menjabat anggota BPD Desa Padaasih.

Ketika diminta tanggapan terkait keluhan warga Ali mengatakan, setau saya pihak perusahaan sudah mengadakan sosialisasi dengan warga. Menurutnya, sudah ada rencana pertemuan di desa cuma dibatalkan oleh kepala desa.

“Saya tidak tau alasannya. Kalau perusahaan siap saja, kalaupun  menyalahkan perusahaan saya ga tau percis dimana  kesalahannya dan saya ga ada alasan untuk menyalahkan perusahaan,” imbuhnya.

Sementara Ganda selaku tokoh masyarakat Kampung Segrang ketika diminta tanggapannya mengenai pembangunan pabrik pengolahan limbah kepada awak media mengatakan, Saya sebagai masyarakat mengenai rencana pembangunan pabrik pengolahan limbah ini merasa waswas takut anak cucu kami terkena dampak apalagi jarak dari pemukiman hanya 80 meter bayangkan mas.

“Gimana nasib kami kedepan kalau benar pabrik pengolahan limbah ini benar-benar berdiri. Pokoknya saya minta Satpol PP segera menutup memberhentikan proyek ini. Saya minta Pa Bupati Haji Ruhimat turun tangan agar tau pemasalahannya,” tegas Ganda.

Sementara warga lain yang tidak mau disebut namanya mengatakan, awalnya memang ada sekitar 15 orang yang mendapat uang kebul 100 ribu tapi itu bukan pemberian ijin. “Kami menandatangan tidak ada berita acara kertas kosong sebagai rakyat bodoh saya tanda tangan aja cuman memang denger-denger awalnya mau bikin yayasan gitu mas makanya saya tanda tangan,” beber warga.

Sementara pihak Dinas DPMTSP Kab Subang yang diwakili Asep Wahyu, SH.,MH ketika diminta tanggapannya belum bisa memberikan tanggapannya. “Nanti saya belum bisa mengeluarkan statement, nanti aja saya harus bicara dulu dengan atasan,” imbuhnya. *(Handi/Akim S)

Kinerja Disdik Sumut Dinilai Buruk, LSM Formapera Anggap Wajar

0
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Formapera Yudhistira

Medan (Aswajanews.id) – Penilaian Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas kinerja Pemprov Sumut, khususnya Dinas Pendidikan yang membuat Gubsu Edy Rahmayadi ‘uring-uringan’, turut mendapat sorotan dari LSM Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Formapera Yudhistira menilai, fakta itu harusnya bisa membuat Gubernur Sumut melakukan introspeksi diri atas kinerjanya selama menjabat 4 tahun terakhir.

“Harusnya Gubsu bercermin, kenapa BPK bisa menilai kinerja dijajarannya bisa dinilai sangat buruk? Coba tanya kepada diri sendiri, apa yang sudah dibuatnya selama menjadi orang nomor satu di provinsi ini?,” tegas Yudhistira dalam rilis tertulisnya di Medan, Rabu (23/3/2022).

Khusus untuk Dinas Pendidikan, lanjut pria yang akrab disapa Yudis ini, ia menilai sangat wajar dan pantas jika BPK menyorotinya karena jeleknya kinerja OPD tersebut.

“Bagi kami Formapera itu sangat wajar, karena kami nilai Gubsu terkesan asal-asalan dalam mendudukkan seorang pejabat di kursi basah dinas pendidikan yang sama-sama kita ketahui sangat rentan korupsi dan kolusi,” paparnya.

Berdasarkan catatan Formapera, lanjut Yudis, indikasi pelanggaran hukum lewat penyelewengan wewenang di Disdik Sumut yang ujung-ujungnya merugikan keuangan negara sangat banyak. Apalagi menyangkut anggaran DAK, DAU dan BOS yang sudah menjadi rahasia umum.

“Salah satu contoh adalah kasus dugaan korupsi yang kini meyeret mantan Kepala SMA Negeri 8 Medan Jongor Ranto Panjaitan sebagai terdakwa. Ini di zaman Gubsu Edy Rahmayadi lho kejadiannya. Catatan kami banyak lagi kasus serupa di SMA atau SMK sederajat terjadi. Seharusnya kejadian di SMAN 8 ini jadi momentum bagi Gubsu untuk membersihkan maling uang rakyat dari ranah pendidikan, bukan malah diungkap media atau aparat berwajib dulu baru kebakaran jenggot,” tegas Yudis.

Harusnya, lanjut pria berlatar belakang jurnalis ini, jika ada aduan atau laporan tentang dugaan penyelewengan dana BOS segera ditindaklanjuti dan ditinjau ulang proses pengangkatan kepala sekolah sebagai penanggung jawab dana BOS.

“Kuncinya, jangan segan-segan atau jangan takut mengganti kepala sekolah dengan yang lebih bermoral dan memiliki integritas sehingga jargon Sumut Bermartabat itu tidak sekadar slogan,” tuturnya.

Lebih jauh ia juga meminta Gubsu membeberkan secara transparan kepada khalayak kenapa Prof Wan Syaifudin mengundurkan diri dari kursi Kepala Dinas Pendidikan Sumut secara tiba-tiba.

“Kalau cuma beliau mengaku ingin mengabdikan diri ke kampus sebagai home basenya, kok agak klise ya alasannya?. Harusnya sebelum dia menyatakan mundur, dia harus memaparkan apa-apa saja pekerjaan yang selama ini dilakukannya dan proyek apa saja yang digelontorkannya beserta anggarannya. Misalnya saja apa tanggungjawab dia soal kelanjutan kampung beasiswa. Jangan main mundur-mundur saja terus lepas tanggungjawab. Bisa saja selama dia memimpin yang memunculkan sorotan BPK?. Setiap asumsi kan sah-sah saja saya rasa,” sebutnya.

“Kemudian rumor yang mengatakan selama ini ada pungli rotasi kepala sekolah. Sekalipun itu isu kan harusnya ini harus tetap diselidiki kebenarannya. Tapi kan ini tidak, setelah BPK menyoroti baru Gubsu sibuk mengancam mau mengganti semua jajaran di Disdik Sumut. Ini kan sama saja menepuk air di dulang terpercik muka sendiri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Edy mengatakan Dinas Pendidikan Sumut yang paling disoroti oleh BPK. Menurutnya, pengelolaan uang Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dilakukan dengan baik.

“Yang pasti jelek sekali kinerja, masalah uang DAK, DAU, BOS, dia buruk sekali,” tutur Edy.

“Dinas Pendidikan,” jawab Edy saat ditanya Dinas mana yang kerjanya paling buruk.

Mantan Pangkostrad itu mengaku sudah meminta agar hal ini menjadi evaluasi. Edy mengancam akan mengganti seluruh pejabat di Dinas Pendidikan jika tidak mampu memperbaiki hal ini.

“Saya sudah perintahkan, ini segera evaluasi. Kalau perlu, satu dinas kita ganti semua, kalau memang harus,” jelasnya. (Rizky Zulianda)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts