Google search engine
Beranda blog Halaman 243

Garut Kerjasama dengan Poppy Dharsono Kembangkan Industri Kulit

0
Produk jaket kulit yang dipajang di kawasan Sukaregang, Kabupaten Garut, Jawa Barat

GARUT (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menjalin kerja sama dengan Yayasan Poppy Dharsono dalam mengembangkan berbagai produk dari hasil industri kulit sehingga bisa memiliki kualitas yang mendunia.

“Dengan Ibu Poppy (Ketua Yayasan Poppy Dharsono) kan lebih bagus kualitasnya, harapannya bahwa kita berkualitas dunia nanti,” kata Bupati Garut Rudy Gunawan usai penandatanganan perjanjian kerja Pemkab Garut dengan Yayasan Poppy Dharsono (YPD) di Jalan Pembangunan, Garut, Senin.

Bupati menyambut baik adanya kepedulian dari YPD yang datang langsung ke Garut untuk selanjutnya menjalin kerja sama terkait salah satu potensi yang dimiliki Garut yakni industri kulit.

Ia berharap setelah terjalinnya kerja sama itu maka kualitas produk dari bahan baku kulit seperti jaket kulit dan sebagainya bisa lebih baik serta produknya berkelas dunia.

“Jaket kulitnya berkualitas dunia,” katanya.

Ketua YPD, Poppy Dharsono mengatakan, kerja sama tersebut dalam rangka meningkatkan potensi Kabupaten Garut, khususnya bidang industri perkulitan, kemudian terkait pendidikan perempuan, masalah lingkungan, pemberdayaan perempuan, serta usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan kultur budaya.

Ia menyampaikan, YPD siap mendampingi Kabupaten Garut, khususnya sektor industri kulit agar bisa lebih berkembang ke depannya dan diharapkan menjadi pusat ritel kulit, khususnya di Jawa Barat.

Salah satu langkah konkret, kata Poppy, yaitu pendirian Koperasi Cinta Carma Bella untuk mempersatukan para pelaku UMKM kulit, serta meningkatkan daya saing industri kulit di Garut melalui berbagai program strategis tingkat nasional dan internasional.

“Saatnya nanti mungkin kulit tempatnya bukan hanya di situ saja, ada juga di tempat-tempat yang lain, yang harganya mungkin lebih terjangkau, sehingga Kota Garut bisa menjadi pusat Factory Outlet perkulitan di Jawa Barat,” katanya.

Poppy yang menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mengatakan alasan memilih Kabupaten Garut menjadi mitra kerja sama karena Garut memiliki potensi di bidang industri kulit.

Ia menyampaikan, kerja sama tersebut bercermin dari perkembangan yang cukup pesat dalam kurun waktu 100 tahun yaitu produk GUCCI yang saat ini industrinya terintegritas mulai dari penyamakan sepatu, garmen, aksesoris, sampai dengan mesinnya.

“Harapannya mungkin kalau kita dari sekarang sudah kita canangkan, mungkin 10 tahun ke depan pelan-pelan Garut bisa memiliki industri terpadu buat perkulitan, sampai sekolahnya juga,” katanya. *(Ant)

Kasi PD Pontren : Kontingen Porsadin Kabupaten Karawang Sabet Medali Emas

0
Kasi PD. Pontren Kantor Kementerian Agama Karawang, H. Asep Kharerul Faizin

KAB. KARAWANG (Aswajanews.id) – “Alhamdulillah kontingen Porsadin kabupaten Karawang mendapat medali pada ajang Porsadin ke-6 tingkat Jawa Barat dan ini merupakan satu-satunya medali emas dari cabang lari sprint putri, insya Allah akan mewakili provinsi Jawa Barat pada perhelatan Porsadin tingkat nasional yang akan dilaksanakan di kabupaten Bandung pada bulan November 2022 mendatang.”

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) Kantor Kementerian Agama kabupaten Karawang, H. Asep Kharerul Faizin saat menjadi pembina pada apel pagi Senin (01/08/2022) di halaman Kankemenag kabupaten Karawang.

Selain itu, di hadapan peserta apel, H. Asep menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan yang berupaya ikut apel pagi.

“Mari sama-sama untuk berdo’a mudah-mudahan pelaksanaan tugas kita pada minggu ini diberi keselamatan, kesehatan dan keberkahan termasuk keluarga kita yang di rumah mendapat keberkahan, keselamatan dan kesehatan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan Polres Karawang hari ini pukul 09.00 WIB akan kedatangan Kapolda Jawa Barat, sekaligus akan melaksanakan kegiatan vaksinasi dosis 1-3 terutama dosis ke-3 atau Booster. Untuk itu bagi karyawan Kemenag dan keluarga yang belum divaksin silakan bisa langsung datang ke Polres. Dirinya juga sudah menyampaikan informasi tersebut kepada pihak pesantren insya Allah ada beberapa santri yang akan ikut divaksin juga. *(Kontributor : Denden)

Binwim, Kepala Kantor Beri Cara Kelola Konflik Rumah Tangga

0
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag

KOTA TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Bimbingan Perkawinan (Binwim) Pranikah bagi Calon Pengantin digelar di Aula KUA Kawalu pada Senin (1/8). Binwim ini diberikan kepada 13 pasang calon pengantin selama dua hari hingga Selasa (2/8).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag menjadi narasumber dalam Binwim dengan tema “Mengelola Konflik Rumah Tangga”.

Kepala Kantor memberikan pengetahuan yang butuh pemahaman mendalam bagi pasangan suami istri muda yang baru mengarungi bahtera rumah tangga.

“Awal-awal memulai rumah tangga tidak ada yang mulus, lurus-lurus saja tanpa menemui masalah”, tegas Kepala Kantor.

Lebih lanjut Kepala Kantor menegaskan pentingnya membangun rasa syukur dan saling menerima menghargai pasangan yang telah digariskan untuk berjodoh oleh Allah SWT. Menurutnya, dengan dasar syukur kepada Allah SWT akan dapat menjadi benteng menghadapi konflik atau masalah yang kerap muncul dalam fase-fase awal kehidupan berumah tangga.

Kepala Kantor mengibaratkan bahwa suami istri adalah pakaian yang saling menutupi satu dengan yang lain. Jika suami menutui aurat istri, maka begitupun istri yang menjaga merawat kehormatan suami. Satu sama satu visi saling mengisi dan saling melengkapi.

“Tidak ada manusia yang sempurna. Jadi jangan menempatkan standar baik hanya pada pemikiran kita sendiri”, ujarnya. *(Kontributor : Shinta)

DPD RI Beri Bantuan 220 Kompor Gas Bagi Penyintas Bencana Di Kabupaten Garut

0
Asep Hidayat, Amang Syarifudin, dan Eni Sumarni, ketiganya merupakan anggota DPD RI asal Provinsi Jawa Barat

GARUT (Aswajanews.id) – Tiga orang perwakilan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Garut dalam rangka menyerahkan bantuan kompor gas bagi penyintas bencana yang terjadi pada Jum’at 15 Juli 2022 silam. Mereka adalah Asep Hidayat, Amang Syarifudin, dan Eni Sumarni, ketiganya merupakan anggota DPD RI asal Provinsi Jawa Barat.

Kunker ini diterima oleh Wakil Bupati (Wabup) Garut, dr. Helmi Budiman, di Aula Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (1/8/2022).

Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Wabup Garut menyampaikan rasa terima kasihnya atas takziah dan pemberian bantuan dari DPD RI ini.

“Saya ucapakan terimakasih atas takziahnya sekaligus juga pemberian bantuan, saya ucapakan terimakasih mudah-mudahan dibalas oleh Allah dengan balasan yang berlimpah Aamiin,” ujar Wabup Garut, yang diadpingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji dan jajarannya.

Sementara itu, salah satu anggota DPD RI, Eni Sumarni, menuturkan penanganan banjir di Kabupaten Garut memerlukan koordinasi dari pemerintah pusat sampai daerah, terutama antar lembaga kementerian terkait. Terutama berkaitan dengan masalah pendangkalan sungai di Kabupaten Garut.

“Terus ini harus ada turap kirmirnya, jadi ini kelihatan sekali lihat tidak ada sama sekali kirmirnya dan pendangkalannya sangat luar biasa. Jadi ini (salah satu) yang menyebabkan musibah banjir di Kota Garut, perlu penanganan yang simultan antara pemerintah pusat dan daerah terutama BBWS dalam hal pengelolaan bantaran kali atau bantaran sungai,” kata Eni.

Ia menilai langkah dari Pemkab Garut dalam hal ini Dinsos Garut melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Garut sudah bagus. Hal ini terlihat dari tidak adanya korban jiwa langsung akibat bencana banjir dan longsor ini.

“Karena walaupun bencana meluas tapi tidak ada sampai korban jiwa itu yang membuat kita bersyukur tidak ada korban jiwa, mungkin secara teknis pelaksanaan bisa di jelaskan oleh Pak Kadis sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Garut, Aji Sukamarji, menuturkan pihaknya menerima bantuan dari DPD RI berupa 220 kompor gas lengkap dengan selang dan regulatornya.

Ia memaparkan sesuai arahan Wabup Garut, nantinya kompor gas tersebut akan diperuntukan bagi 140 KK yang rumahnya harus direlokasi, ditambah untuk 70 rumah warga yang mengalami rusak berat akibat bencana ini.

“Dari DPD RI akan memberikan secara simbolis pada masyarakat di daerah Kota Kulon. Jadi kami upayakan (bantuan disalurkan bagi penyintas) yang di Dayeuhandap, terus di Cipeujeuh, terus di Bojong Sudika, Cimacan, Sindangreret, dan mungkin yang di daerah Banjarwangi, Kampung Cibitung, Desa Padahurip,” paparnya. *(Diskominfo)

Pemkab Garut Laksanakan Kick Off BIAN Tahun 2022, Sasar 189 Ribu Anak

0
Kick off pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Garut

GARUT (Aswajanews.id)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut secara resmi memulai kick off pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Garut, bertempat di Lapang Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (1/8/2022). Kick off ditandai dengan pemberian imunisasi oleh Bupati dan Wabup kepada dua anak warga Kecamatan Tarogong Kidul, yaitu Nabila Juliani Nurrahma  (2 th)  dari  Kelurahan Pataruman, dan Shareen Arissa Ziya Faradina (4 th) dari Hampor RW 10 Kelurahan Sukagalih, sebagai simbol 189.407 anak yang jadi sasaran imunisasi.
Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengajak masyatakat untuk menjadikan BIAN ini sebagai momentum menyehatkan anak-anak di Kabupaten Garut.

“Ayo jadikan ini sebagai momentum menyehatkan anak-anak kita, (untuk) usia 9 bulan sampai dengan 59 bulan kita datangi Puskesmas atau Posyandu atau nanti didatangi oleh petugas -petugas kami,” ujar Bupati Garut seusai melaksanakan Apel Gabungan di Setda Garut.

Ia juga menilai imunisasi anak adalah bagian menyehatkan anak-anak agar menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas, dan berakhlakul karimah.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut, dr. Leli Yuliani, dalam laporannya menuturkan latar belakang pelaksanaan BIAN ini, karena capaian imunisasi dasar lengkap pada anak balita melalui kegiatan pelayanan imunisasi rutin dan lanjutan selama masa Pandemi Covid-19 mengalami penurunan serta tidak mencapai tingkat nasional.

“Sehingga kondisi tersebut sangat berisiko untuk timbulnya kejadian luar biasa, beberapa penyakit menular yang sesungguhnya dapat dicegah dengan pemberian imunisasi, berkenaan hal ini Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melaksanakan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN),” tutur dr. Leli.

Ia mengungkapkan pelaksanaan BIAN di Indonesia terbagi kedalam dua tahap, di mana tahap pertama di bulan Mei tahun 2022 dilaksanakan di luar pulau Jawa dan Bali, dan tahap kedua pada bulan Agustus sampai September Tahun 2022 yang dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali.

“Tujuan pelaksanaan (BIAN adalah) terwujudnya herd immunity pada kelompok anak balita terhadap berbagai penyakit menular yang dapat menimbulkan kesakitan, kecacatan, dan bahkan kematian,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan BIAN Tahun 2022 ini, lanjut dr. Leli, yang menjadi sasarannya adalah pemberian imunisasi tambahan berupa campak rubela kepada anak usia 9 – 59 bulan, dan pemberian imunisasi  untuk melengkapi imunisasi dasar rutin serta lanjutan kepada anak usia 12 sampai dengan 59 bulan.

“Tempat dan waktu pelaksanaan BIAN (tahun) 2022, dilaksanakan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, Posyandu, dan sekolah-sekolah yang terdapat sasaran anak usia kurang dari 5 tahun, selama bulan Agustus sampai dengan September 2022,” tandasnya. *(Diskominfo)

Fenomena Haji Muda, dari Ibadah hingga Persahabatan

0
Lepina Lantika Lesmana dan Aulia Putri Rahmah

BEKASI (Aswajanews.id) – Lepina Lantika Lesmana dan Aulia Putri Rahmah, dua mojang Kota Bogor yang mendapatkan anugerah dari Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji di usia muda. Secara kebetulan keduanya tergabung dalam kloter yang sama, JKS 20 asal Kota Bogor.

Lepina dilahirkan pada tanggal 22 Juni 2003. Sedangkan Aulia lahir lebih muda, yaitu 15 Mei 2004. Aulia tercatat sebagai jemaah haji termuda Jawa Barat yang diberangkatkan pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443 H / 2022 M. Setibanya di Asrama Haji Bekasi pada Sabtu (30/07/2022), kedua berbagi pengalaman bagaimana menunaikan ibadah haji di usia muda.

Ai Herni Permana (44), ibu dari Lepina yang berangkat bersama menunaikan ibadah haji, menceritakan bahwa dia dan suaminya mendaftarkan ibadah haji pada tahun 2012. Ketika suaminya meninggal dunia pada tahun 2020, Ai melakukan pelimpahan porsi dari suaminya untuk anaknya, Lepina.

Berbeda dengan Lepina, Aulia mendapatkan pelimpahan porsi dari almarhumah ibunya.

Perkenalan Lepina dan Aulia dimulai saat kegiatan manasik di Masjid Raya Kota Bogor. Dari situ mereka saling berbagi nomor selular dan “follow” instagram. Persahabatan mereka semakin erat setelah disatukan dalam satu kamar di Asrama Haji Bekasi saat pemberangkatan haji.

“Waktu kita pertama kali datang ke Asrama Haji Bekasi ini kan, ditempatin di satu kamar yang sama karena kita mungkin usianya sama. Jadi disatuin itu gara-gara usia, yang muda dengan yang muda. Ternyata dia sudah notice aku duluan waktu di Masjid Raya. Terus tukeran nomor, follow IG jadi teman,” tutur Lepina, yang baru lulus dari SMA Kosgoro Kota Bogor ini, saat ditanya awal pertemanannya dengan Aulia.

Ketika ditanya terkait keinginan mereka untuk kembali ke tanah suci, keduanya menyatakan hal yang sama bahwa  ada kesempatan dan rejeki, keduanya ingin kembali menunaikan ibadah ke tanah suci kembali. Lepina dan Aulia pun mengajak kepada anak muda untuk berhaji muda.

“Jangan takut deh. Ternyata enggak semenyeramkan itu kok. Enjoy aja,” ungkap Lepina.

Sementara itu Aulia  mengajak untuk segera daftar haji muda.

“Ayo daftar haji muda, biar gak… betapa susahnya kalo tua,”ajak Aulia. *(Kontributor : Tri Budiono)

POSTERLING Raih Top 45 KIPP 2022

0
Posterling meraih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Terpuji pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2022 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) RI.

SOREANG (Aswajanews.id) – Pos Pelayanan Kesehatan Hewan dan Ternak Keliling (Posterling) meraih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Terpuji pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2022 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) RI.

Inovasi dari Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung tersebut berfungsi untuk mempermudah petugas dalam melakukan controling dan monitoring keberhasilan penanganan penyakit hewan di Kabupaten Bandung.

Atas capaian tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi dan berterimakasih kepada jajaran Distan Kabupaten Bandung yang terus berinovasi dalam mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah Kabupaten Bandung kembali mendapat penghargaan dari pemerintah pusat. Saya sangat mengapresiasi atas kerja keras perangkat daerah untuk terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ucap Bupati Dadang Supriatna, saat ditemui di Rumah Dinasnya, Soreang, Jumat (29/7/2022).

Melalui inovasi Posterling, bupati berharap keberadaan pusat kesehatan hewan (puskeswan) dapat dikenal oleh peternak dan masyarakat di Kabupaten Bandung.

Dengan begitu, lanjut Dadang, kasus atau kejadian penyakit pada hewan dapat langsung tertangani. Sehingga populasi, produksi dan produktivitas hewan ternak di Kabupaten Bandung dapat meningkat.

“Selain itu, Posterling juga dapat mempermudah masyarakat atau peternak dalam memperoleh akses layanan kesehatan hewan, seperti pemeriksaan kesehatan, konsultasi, pengobatan dan pemberian vitamin serta vaksinasi secara gratis,” jelasnya.

Tak hanya memberikan pelayanan kesehatan pada hewan, orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu juga berharap, kehadiran Posterling dapat berdampak terhadap terwujudnya visi Kabupaten Bandung BEDAS.

“Melalui inovasi ini, kami juga berharap akan terbangun komitmen bersama khususnya dalam mendukung visi pembangunan daerah yaitu terwujudnya Kabupaten Bandung yang bangkit, edukatif, dinamis, agamis dan sejahtera,” harap bupati yang akrab disapa Kang DS itu.

Sementara itu, Kepala Distan Kabupaten Bandung Tisna Umaran menuturkan, Posterling diciptakan lantaran luasnya jangkauan wilayah pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Bandung, yakni meliputi 31 kecamatan, 270 desa dan 10 kelurahan.

“Terbatasnya tenaga kesehatan hewan seperti medik dan paramedik veteriner, sarana dan prasarana serta obat-obatan juga menyebabkan rendahnya jumlah pelayanan kesehatan hewan yang dilaksanakan oleh UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Puskeswan,” terang Tisna.

Dirinya menyebutkan, tahun 2017 pihaknya hanya mampu menangani sekitar 16.833 ekor hewan. Namun dengan kehadiran Posterling di Bulan Juli tahun 2018, jumlah pelayanan hewan meningkat signifikan.

“Alhamdulillah, selama tahun 2021 Posterling sudah melayani sekitar 258 desa/kelurahan, dengan jumlah hewan yang terlayani kesehatan mencapai 46.498 ekor,” paparnya.

Saat fenomena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) beberapa waktu lalu, tambah Tisna, Posterling berperan sebagai early warning atau early detection.

“Petugas dapat dengan mudah melakukan controling dan monitoring kasus PMK. Karena inovasi Posterling dilakukan secara rutin dan terjadwal setiap hari Rabu di desa yang telah ditentukan oleh petugas sebelumnya,” tandas Kepala Distan Tisna Umaran. *(Humas Pemkab)

Mancing dan Tangkap Ikan Meriahkan Hari Jadi Purwakarta

0
Pemkab Purwakarta menggelar mancing dan "gubyag balong" (menangkap ikan bersama-sama di empang) secara serentak di empat titik untuk memeriahkan Hari Jadi Purwakarta.

PURWAKARTA (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menggelar mancing dan “gubyag balong” (menangkap ikan bersama-sama di empang) secara serentak di empat titik untuk memeriahkan Hari Jadi Purwakarta.

“Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan setempat Budi Supriyadi di Purwakarta, Minggu (31/7/2022).

Kegiatan mancing dan “gubyag balong” digelar pada Minggu ini, serentak di empat titik yaitu di Desa Cijunti Kecamatan Campaka, Desa Plered Kecamatan Plered, Desa Margasari Kecamatan Pasawahan dan di Desa Nagrog Kecamatan Wanayasa.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Purwakarta ke-191 dan Kabupaten Purwakarta ke-54 yang mengambil tema Festival Purwakarta 10 dan sub tema Pulih dan Bangkit Ekonomi Wisata Lestari Bumi Purwakarta Istimewa.

“Dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan masyarakat setempat, semoga kegiatan mancing dan gubyag balong ini dapat membantu meningkatkan pemulihan ekonomi masyarakat pasca-pandemi COVOD-19,” kata Budi.

Kepala Diskominfo Kabupaten Purwakarta, Rudi Hartono menyampaikan sejak 16 Juli 2022, Pemkab Purwakarta telah memulai kegiatan peringatan Hari Jadi Purwakarta dan akan berakhir pada 17 Agustus 2022. *(Ant)

Peduli Masyarakat Ekonomi Lemah, PSI Jabar Gelar Bazar Sembako Murah

0
Warga Kiaracondong Kota Bandung antusias berduyun-duyun mendatangi Bazar Sembako Murah yang diadakan DPW PSI Jawa Barat, Minggu (31/7/2022).

BANDUNG (Aswajanews.id) – Warga Kiaracondong Kota Bandung antusias berduyun-duyun mendatangi Bazar Sembako Murah yang diadakan DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat, Minggu (31/7/2022). Hal yang menjadi perhatian warga dari Bazar Sembako itu adalah minyak goreng kemasan yang dijual dengan harga Rp12.000/liter di bawah harga pasaran.

Kenaikan harga minyak goreng belakangan ini membuat ibu-ibu rumahtangga dan para pedagang kecil resah. Naiknya harga minyak goreng itu entah mengapa sulit untuk turun atau dikembalikan kepada harga normal. Kondisi tersebut dialami hampir di seluruh penjuru nusantara, bukan hanya di Kota Bandung. Meski pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan telah melakukan kebijakan satu harga minyak goreng kemasan sederhana dan premium dipatok Rp14.000/liter.

Pengurus DPW PSI Jabar Bersama kader DPD Kota Bandung dan DPC Kiaracondong merasa peduli dengan kondisi tersebut. Bazar Sembako Murah yang digelar di Sekretariat DPC Kiaracondong mendapat respon yang positif dari warga setempat.

Ibu Siti (60 Thn) yang sangat merasakan dampak kenaikan harga minyak goreng menyampaikan apresiasinya kepada PSI yang telah menggelar Bazar Minyak Goreng Kemasan dengan harga yang cukup terjangkau. “Kenaikan harga minyak goreng sangat berdampak kepada naiknya harga-harga yang lain, terutama harga pasakan atau makanan dan kuliner lainnya,” ujarnya.

Sis Sherly Theresia, Bendahara PSI Jabar merasa senang dapat hadir langsung dan melayani warga. Ia berharap, pemerintah dapat mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok (Sembako) dengan terus melakukan Operasi Pasar (OP). “Semoga PSI bisa hadir terus kerja untuk rakyat,” tandasnya. *(Elisa Nurasri)

Mantan Waka BIN Dirikan Pesantren di Rengasdengklok, Kiai Asep Letakkan Batu Pertama

0
Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat meletakkan batu pertama pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Sabilussa'adah Rengas, Jumat (29/7/2022). (Foto: mma/bangsaonline.com)

KARAWANG (Aswajanews.id) – Ini momen sangat historis. Dr KH As’ad Said Ali, mantan Wakil Kepala (Waka) Badan Intelijen Negara (BIN) dua periode, mendirikan Pondok Pesantren di tempat sangat bersejaran bagi bangsa Indonesia, yaitu di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Rengasdengklok sangat populer dalam sejarah bangsa Indonesia. Literatur sejarah menyebutkan, sejumlah pemuda Indonesia menculik Soekarno dan Moh Hatta. Para pemuda itu adalah Soekarni, Chairul Shaleh, Wikarna dan Aidit.

Mereka membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok. Mereka mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan RI. Peristiwa penculikan itu terjadi pada 16 Agustus 1945 pukul 03.00. Namun Bung Karno dan Bung Hatta tetap menolak. Informasi yang beredar, Bung Karno telah menerima pesan dari Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari bahwa proklamasi kemerdekaan harus dilakukan pada 17 Agustus 1945 yang saat itu bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Dus, pesantren yang didirikan Kiai As’ad Said Ali itu sangat strategis, baik dari segi geografis maupun historis.

Peletakan batu pertama pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren (PP) Sabilussa’adah Rengas itu dilakukan oleh Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Mojokerto Jawa Timur.

Kiai Asep populer sebagai kiai miliarder tapi dermawan – karena banyak menyedekahkan hartanya untuk kejayaan Islam dan Indonesia. Putra pendiri NU, KH Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka Jawa Barat, yang tiap pagi mengasuh pengajian Kitab Mukhtarul Ahadits (Hadits-hardits pilihan) itu meletakkan batu pertama usai salat Jumat (29/7/2022).

“Karena memang ada Haditsnya, harus setelah Jumatan,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE.com dalam perjalanan menuju Rengasdengklok Karawang Jawa Barat.

Dalam mobil yang meluncur dari Jakarta itu Kiai Asep didampingi Dr Eng Fadly Usman, arsitek dari Universitas Brawijaya (UB) Malang yang juga Wakil Rektor Institut KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto.

Doktor lulusan University of Mizayaki Jepang itu memang ditugasi merancang bangunan pondok pesantren Sabilussa’adah Rengas.

Selain Fadly Usman, Kiai Asep juga didampingi M Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com. Mas’ud Adnan inilah yang menulis buku Kiai Asep berjudul Kiai Miliarder Tapi Dermawan.yang dibedah berbagai daerah, antara lain di Palembang, Denpasar Bali dan pada 7 Agustus mendatang di Makassar, pada 23 Agustus di Jakarta.

Tiba di Rengasdengklok, Kiai As’ad Said Ali sudah menunggu di bawah bangunan joglo bersama beberapa kiai. Antara lain KH A Mujib Qolyubi, mantan Wakil Katib Syuriah PBNU.

Acara peletakan batu pertama itu dilakukan di tengah sawah. Di atas tanah yang akan dibangun masjid. Acara sakral itu diawali istighatsah yang dipimpin Kiai Asep. Cuaca yang terik panas tiba-tiba berawan. Ditingkahi semilir angin. Cuaca pun terasa dingin. Semua yang hadir merasa nyaman, meski di tengah sawah.

Dr KH A Mujib Qulyubi (nomor 2 dari kiri), Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA (pegang mik) dan Dr KH As’ad Said Ali (paling kanan) saat istighatsah peletakan batu pertama Masjid dan Pondok Pesantren Sabilussa’adah Rengas, Jumat (29/7/2022).

Usai istighatsah, Kiai Asep dipersilakan meletakkan batu pertama. Disusul Kiai As’ad Said Ali dan Kiai Mujib Qulyubi serta para kiai lain.

Acara peletakan batu pertama itu juga ditandai tumpengan. Ada tiga tumpeng di bawah tenda itu. Secara bersamaan Kiai Asep, Kiai As’ad dan Kiai Syamsuddin Nur dari Lempuing Oki Sumatra Selatan, memotong tumpeng berwarna kuning itu.

Saat memberikan sambutan, Kiai As’ad bercerita bahwa semula dirinya ditugasi KH A Sahal Mahfudz, Rais Am Syuriah PBNU dua periode (1994-2014). Saat itu PBNU menggelar Rapat Pleno di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta.

“Saya diperintah Kiai Sahal untuk mencetak kader NU yang militan,” ungkap Kiai As’ad Said Ali yang saat itu mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Umum PBNU.

Maka didirikanlah lembaga Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU). Dengan uang pribadi, Kiai As’ad menggerakkan PKPNU. Tokoh NU yang banyak bertugas di Timur Tengah saat aktif di BIN itu merekrut kader-kader muda NU untuk menghandle PKPNU yang tugas utamanya menggembleng kader militan NU.

Nah, aktvitas pengkaderan itu dilakukan di atas tanah yang kini didirikan Pondok Pesantren Sabilussa’adah Rengas itu. Pantauan BANGSAONLINE.com, di tanah yang sangat luas – sekitar 3,5 hektar – itu sudah ada beberapa bangunan cukup bagus dan permanen.

Dengan arsitektur klasik bangunan-bangunan itu tampak kokoh. Bahkan juga ada mushalla dan arena pertemuan yang cukup luas, disamping kamar-kamar yang dilengkapi perabot seperti kursi, dipan, kasur untuk tempat tidur dan sebagainya.

“Tempat ini sangat terkenal. Orang-orang menyebut tempat ini villa jenderal,” kata seseorang. Maklum, Kiai As’ad Said Ali adalah tokoh BIN dan tokoh NU yang sangat populer.

Tapi Kiai As’ad Said Ali tipikal kader NU tulen yang selalu rendah hati.

“Nyantrinya belum selesai tapi mendirikan pesantren,” kata Kiai As’ad yang fasih berbasa Arab saat memberikan sambutan.

Ia mengaku mendapat banyak dorongan dari Kiai Asep dan Kiai Mujib Qulyubi. “Provokatornya Kiai Mujib Qulyubi dan didorong oleh Kiai Asep. Saya gak tahu bagaimana mendirikan pesantren yang baik. Makanya saya bersandar pada Kiai Asep dan Kiai Qulyubi,” katanya sembari tersenyum.

Menurut dia, Kiai Asep adalah ulama yang sukses mendirikan dan mengelola Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur. Kini santrinya mencapai sekitar 10 ribu lebih. Bahkan alumninya diterima di semua perguruan tinggi negeri favorit dan luar negeri.

Kiai As’ad juga bercerita, hanya dalam jangka waktu 10 tahun, Kiai Asep mampu mengubah hutan penuh monyet menjadi kota kecil di Pacet Mojokerto.

Karena itu, Kiai As’ad menjuluki Kiai Asep sebagai ulul albab. “Ulul albab itu adalah orang yang mampu mengubah lingkungan masyarakat menjadi lebih baik dan sholeh,” tegasnya sembari mengatakan bahwa Pesantren Sabilussa’adah Rengas adalah untuk semua masyarakat.

Kiai Asep mendukung penuh Pesantren Sabilussa’adah Rengas itu. Bahkan Ketua Umum Pemimpin Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu sudah menarget penerimaan santri. “Tahun depan harus sudah ada pendaftaran penerimaan murid baru,” kata Kiai Asep.

Dari mana dapat santri? “Gampang. Nanti kita beri beasiswa, disamping membuka pendaftara secara umum,” kata Kiai Asep yang kini sedang merancang pembangunan International University di Pacet Mojokerto untuk memberi beasiswa pada mahasiswa asing dari berbagai negara.

Secara fisik, menurut Kiai Asep, langkah awal adalah membangun masjid, disamping membangun gedung madrasah. Rencananya, kata Kiai Asep, Madrasah Aliyah dan beberapa unit pendidikan lain.

Kiai Asep juga mempertegas bahwa pesantren ini diproyeksikan untuk mengkader para santri berwawasan Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) An-Nahdliyah untuk mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan Republik Indonesia. Yaitu mencetak generasi unggul, utuh dan berakhlaqul karimah.

Obsesi Kiai Asep sangat jelas. “Untuk kejayaan Islam dan Indonesia yang maju, adil, makmur dan sejahtera, gemah ripah loh jinawi,” kata Kiai Asep.

Kiai Mujib Qulyubi juga mengaku akan all out untuk membantu Pesantren Sabilussa’adah Rengas. Kiai santun yang selalu ceria itu disebut-sebut sebagai calon pengasuh pesantren penuh prospek ini.

“Saya kan tinggal di Jakarta. Tapi saya siap membantu penuh. Saya akan beli tanah dekat-dekat pesantren ini untuk rumah yang akan saya jadikan tempat tinggal. Saya tak akan tinggal di dalam pesantren karena menurut konsep sufi kan tak boleh seperti itu,” kata Kiai Mujib Qulyubi.

Ia bahkan mengaku sudah siap dengan sejumlah agenda untuk mewujudkan kemajuan Pesantren Sabilussa’adah Rengas dengan memanfaatkan semua jaringan.

Yang pasti, pesantren ini akan tetap dijadikan pusat pengkaderan NU militan berpaham Aswaja dan kebangsaaan yang tawassuth (tengah-tengah), adil, tawazun (seimbang) dan tatsamuh (toleran) sesuai ajaran yang didoktrinkah Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari dan ulama para pendiri NU yang lain.

Acara peletakan batu pertama itu dihadiri para kader NU. Antara lain pengurus Ansor dan Banser setempat. Hadir juga Sekjen PP Pergunu Dr Aris Laksono dan Ketua PW Pergunu Jawa Barat Dr Saefullah. (Sumber: BANGSAONLINE.com)

Ormas PBB Batam Gelar Aksi Solidaritas Doa Bersama Atas Kematian Brigpol J

0
Ribuan anggota dan simpatisan Ormas PBB menggelar aksi solidaritas dan do’a bersama atas kematian Brigadir J

BATAM (Aswajanews.id) Sedikitnya ribuan orang anggota dan simpatisan Organisasi Masyarakat Pemuda Batak Bersatu (Ormas PBB) kepung Kantor Seketariat DPC Pemuda Batak Bersatu Kota Batam, Sabtu (30/07/2022).

Mereka bermaksud selain ingin bertemu dengan Ketua DPC Kota Batam juga ingin menggelar aksi Solidaritas dan Doa bersama di Seketariat DPC Pemuda Batak Bersatu Kota Batam.

Dalam keterangan Pers-nya, Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu Kota Batam, Martua Susanto Manurung, S.Kom., mengatakan seluruh jajaran Pengurus dan Anggota serta Simpatisan dari DPC, PAC hingga Ranting terlihat telah menaruh perhatian penuh untuk mengawal dan mendoakan Proses penyelasain kasus Brogpol J agar terang benderang.

“Kami Pemuda Batak Bersatu DPC Batam, PAC dan Ranting telah siap mendukung segala aksi solidaritas Pemuda Batak Bersatu, tinggal menunggu sinyal komando atas, dari PPP dan DPD PBB,” tegasnya.

“Untuk sementara kami siap mengawal dan mendoakan kasus Kematian Brigpol Josua Hutabarat hingga tuntas sesuai dengan fakta yang ada dan secara terang benerang mengungkap kasus ini,” tegas Ketua DPC PBB Kota Batam yang akrab disapa Ucok Manurung itu.

Menurut Ucok Manurung, Kasus ini sudah menjadi perhatian serius kami, selain yang menjadi Korban adalah Putra Batak, juga yang menjadi fokus utamanya adalah Kredibilitas serta kepecerayaan masyarakat atas penegakan hukum oleh Institusi Kepolisian,

Kasus ini menjadi perhatian serius dari kami, selain yang menjadi Korban adalah Putra Batak yang penuh perjuangan untuk masuk menjadi Anggota Polri, serta fokus kami adalah bagaimana Kepolisian Republik Indonesia ini tetap memiliki Kredibilitas yang baik dalam penegakan hukum, sehingga mendapat kepercayaan oleh Publik,” tegas Ucok Manurung.

Martua Susanto Manurung, S.Kom menyampaikan apresiasinya kepada kepolisian. “Kami sedang mencermati hal-hal yang dilakukan POLRI untuk menuntaskan kasus ini, untuk sementara kami sangat apresiasi, kami bersyukur telah dilaksanakannya Autopsi Ulang jenazah Alm. Brigpol Josua Hutabarat tersebut, sehingga sudah mulai kelihatan titik terang untuk penuntasan Kasus ini,” tutupnya.

Erwin R Damanik, Ketua DPC Ormas PBB Kabupaten Bandung yang juga Wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Jawa Barat

Sementara Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (Ormas PBB) Kabupaten Bandung yang juga Wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Jawa Barat, Erwin R Damanik berharap, Tim Khusus yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bekerja transparan dan cepat mengungkap tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Sehingga beragam informasi liar dan keraguan publik dapat terjawab.

Menurutnya, institusi Polri menjadi taruhan dalam penanganan kasus tersebut. “Apalagi Bapak Presiden Joko Widodo sudah sudah wanti-wanti dua kali memberikan peringatan, bongkar, siapa pun yang salah, Tindak,” ujarnya. (RSI/Red)

Bharada E Ajudan Ferdy Sambo Ternyata Belum Tersangka, Susno Duadji Geram Saat Tahu Fakta Ini

0
Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji, Putri istri Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pelaku baku tembak dengan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Bharada E ternyata belum ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan Bharada E disebut kembali bertugas meski sedang menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim Polri dan Komnas HAM.

Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duaji kembali menyoroti kasus penembakan Brigadir J yang dilakukan Bharada E.

Susno Duaji mengatakan, seharusnya Bharada E sudah jadi tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Hal tersebut dikatakan Susno Duaji dalam sebuah podcast yang tayang di Channel Polisi oh Polisi, tayang pada 28 Juli 2022.

Kasus baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo setelah Putri Candrawati teriak dilecehkan.

“Orang yang ditembak kan mati. Kalau begitu (yang menembak) wajib dijadikan tersangka, harusnya Bharada E tersangka, begitu secara hukum,” kata Susno Duaji.

Apakah Bharada E bersalah atau tidak, apakah hanya membela diri, ucap Susno Duaji, bukan polisi yang menentukan.

“Tidak bisa dibebaskan langsung oleh polisi. Dia bisa dibebaskan hakim, melalui proses peradilan,” terangnya.

Apalagi sudah ada laporan keluarga Brigadir J melalui kuasa hukum, tentang kasus dugaan pembunuhan berencana, Susno Duaji pun menyebut harusnya Bharada E sudah tersangka.

“Bharada E ini adalah pemegang peranan yang sangat penting,” ungkapnya.

Peran yang dimaksud adalah, bisa jadi Bharada E penembak langsung, bisa jadi ada pelaku lain, bisa jadi Bharada E sebagai sosok yang membantu. “Bisa jadi juga dia sebagai eksekutor. Jadi apapun itu, Bharada E ini tersangka,” kata dia.

Dia menambahkan, tidak sedikit putusan pada tingkat pengadilan yang membebaskan seorang yang pernah ditetapkan tersangka. Sebab, semua pembuktian seseorang bersalah atau tidak, ada di tangan majelis hakim.

Bila tidak bersalah, maka demi keadilan tentu harus dibebaskan. Pada kondisi Bharada E yang hingga kini belum ditetapkan tersangka, Susno Duaji memberi kritikan soal peran polisi yang menurutnya janggal.

“Sekarang polisi jadi penyelidik, polisi jadi penyidik, polisi jadi hakim, nah ini gawat,” ungkap dia.

“Jangan-jangan polisi nanti jadi tempat orang banding dan kasasi juga Hahaha,” canda Susno Duaji

Situasi saat pemeriksaan Bharada E oleh Komnas HAM tak lepas dari kajian Susno Duaji.

Pada saat diperiksa Komnas HAM, terlihat Bharada E dikawal oleh banyak polisi, dengan pangkat yang lebih tinggi darinya. “Sesekalilah Bharada dikawal. Tampil beda. Bharada dikawal bintara dan ada perwira,” ucap Susno Duaji.

‘Kejadian Cepat’ Pengakuan Bharada E Soal Baku Tembak

Kasus kematian  Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hingga kini masih menjadi sorotan publik.

Sudah tiga pekan berlalu pasca kematiannya, namun banyak teka-teki yang belum terpecahkan.

Pengusutan pun masih terus berjalan, keluarga mencari kebenarannya.

Insiden baku tembak yang disebut polisi terjadi antara Bharada E dan Brigadir J di rumah dinas Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo itu masih menjadi misteri.

Luka memar di tubuh Brigadir J yang disebut pihak keluarga seperti bekas penganiayaan juga masih menjadi teka-teki.

Berikut rangkuman Kompas.com soal perkembangan terkini kasus kematian Brigadir J.

Pada Selasa (26/7/2022), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang turut mengusut kasus ini memeriksa enam dari tujuh ajudan Irjen Ferdy Sambo. Dari enam orang, Bharada E ikut memenuhi panggilan.

Kepada Komnas HAM, Bharada E mengaku terlibat baku tembak dengan Brigadir J pada Jumat (8/7/2022) hingga menewaskan rekan sesama ajudannya itu.

Menurut penuturan Bharada E, dirinya menembak karena merespons tembakan yang lebih dulu dilepaskan Brigadir J.

“Karena situasinya cepat, ini soal reflek. Ini kejadian cepat. (Bharada E) hanya berpikir bagaimana merespons yang dilakukan Brigadir Yosua dan lain sebagainya,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam tayangan Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (27/7/2022).

Namun demikian, Beka mengatakan, keterangan itu baru sebatas pengakuan Bharada E.

Soal kesimpulan perkaranya, Komnas HAM masih perlu melakukan pendalaman, salah satunya dengan mengkaji keterangan ajudan Ferdy Sambo lainnya.

“Kami harus mengonfirmasi pengakuan ajudan lain. Masih kami analisa,” ucap Beka.

Ferdy Sambo dan istri akan diperiksa

Pemeriksaan Komnas HAM tak berhenti hanya pada enam ajudan Ferdy Sambo. Dalam waktu dekat, ajudan Sambo lainnya juga akan dimintai keterangan.

Komnas HAM juga akan memeriksa saksi lain yang ada di sekitar lokasi kejadian, termasuk Sambo dan istrinya, Bharada E.

Sebagaimana kronologi versi polisi, insiden baku tembak ditengarai karena dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri di rumah dinas Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Irjen Sambo akan diperiksa kalau tahapan-tahapan semua bahan yang kita punya selesai,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam kepada wartawan, Rabu (27/7/2022).

“Misalnya, dalam konteks komunikasi terekam komunikasinya kayak apa, dalam konteks keterangan yang lain keterangannya kayak apa,” tuturnya.

Komnas HAM menyatakan, pemeriksaan terhadap Sambo dan istri penting untuk mengonfirmasi berbagai keterangan yang telah mereka dapatkan terkait kematian Brigadir J.

Ungkap rekaman CCTV

Selain menggali keterangan dari pihak-pihak terkait, Komnas HAM juga memeriksa rekaman CCTV di detik-detik tewasnya Brigadir J.

Sedikitnya, ada 20 rekaman CCTV yang diperiksa yang memperlihatkan 27 titik area pada hari kematian Brigadir J, 8 Juli 2022.

Merunut rekaman tersebut, Komnas HAM mengonfirmasi keberadaan Sambo, Brigadir J, Bharada E, Putri Chandrawathi, dan beberapa orang lain dalam rombongan di sebuah rumah di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Mereka tiba pada Jumat (8/7/2022) usai perjalanan dari Magelang.

Rekaman CCTV memperlihatkan bahwa Sambo dan rombongan tiba lebih dulu dan masuk ke rumah tersebut, menyusul ketibaan rombongan Brigadir J, Bharada E, termasuk Putri.

“Apa yang paling penting dari video ini? Di area Duren Tiga, video memperlihatkan ada Irjen Sambo, ada rombongan dari Magelang. Jadi Irjen Sambo itu masuk duluan,” ujar Anam.

“Setelah sekian waktu, terus ada rombongan baru pulang dari Magelang dan di situ terlihat ada Bu Putri, ada Yosua masih hidup sampai di Duren Tiga, terus ada rombongan yang lain yang semuanya dalam kondisi hidup dan sehat tidak kurang dari suatu apa pun,” tuturnya.

Anam menerangkan, pihak-pihak yang terlihat dalam rekaman CCTV tampak melakukan tes PCR di rumah itu.

Meski sama-sama berlokasi di Duren Tiga, rumah yang dimaksud bukan rumah dinas Ferdy Sambo yang disebut menjadi lokasi baku tembak.

“Rombongan dari Magelang sampai, terus habis itu yang kelihatan memang masuk lah rombongan-rombongan itu, terus baru lah ke ruang PCR,” terang Anam.

“Siapa yang kelihatan di video di-PCR? Semua yang rombongan itu di-PCR, salah satunya adalah almarhum Josua,” katanya lagi.

Dari hasil pemeriksaan CCTV, hal penting yang bisa dipastikan Komnas HAM adalah seluruh orang dalam rombongan tersebut masih hidup saat tiba di Duren Tiga.

“Kalau dari Magelang sampai Duren Tiga, salah satu yang paling penting yang kami lihat almarhum Yosua masih hidup,” kata Anam.

Namun demikian, pemeriksaan perangkat digital itu belum selesai. Dalam waktu dekat Komnas HAM akan mendalami CCTV di rumah dinas Sambo yang sempat diklaim rusak.

“Kalau rusak misalnya, kenapa rusak, bisa ditarik ataukah tidak, bisa ngerekam atau tidak dan sebagainya, minggu depan itu bagian yang akan kami dalami dengan labfor (laboratorium forensik) dan siber,” ujar Anam.

Selain itu, ponsel milik Brigadir J dan ponsel Sambo juga akan diperiksa.

Otopsi ulang

Pada Rabu (27/7/2022), digelar otopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J di kampung halamannya di Jambi. Otopsi ulang ditangani oleh tim khusus dan sejumlah ahli kedokteran forensik eksternal Polri.

Tim dokter forensik menyatakan, hasil otopsi ulang baru keluar 4-8 minggu mendatang.

Proses otopsi membutuhkan waktu yang lama karena ada bagian luka yang membutuhkan pemeriksaan mikroskopis. Ini untuk menentukan apakah luka terjadi setelah atau sebelum kematian.

Polri pun menyatakan akan mempercepat penyidikan kasus tewasnya Brigadir J setelah otopsi ulang rampung. “Percepat sidiknya sambil menunggu hasil labfor (laboratorium forensik) dan dokter forensik hasil otopsi kemarin,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (28/7/2022).

Adapun pascaotopsi ulang, jenazah Brigadir J sudah kembali dimakamkan pada Rabu (27/7/2022). Berbeda dari pemakaman pertamanya, kali ini, pengebumian jenazah Brigadir Yosua dilakukan dengan upacara kedinasan. (Sumber : Tribun/Kompas)

Polresta Bandung Ungkap Penjualan Miras Impor Oplosan Melalui Medsos

0
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo menunjukkan barang bukti minuman keras impor oplosan di Polresta Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

BANDUNG (Aswajanews.id) – Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandung berhasil mengungkap kasus peredaran minuman keras (miras) impor yang diduga dioplos dan dijual secara daring melalui media sosial (medsos).

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan pihaknya mengamankan satu tersangka berinisial MG (34) dari kasus tersebut. Menurutnya tersangka diduga mengoplos miras impor itu di kediamannya sendiri layaknya produksi rumahan.

“Kasus diungkap berdasarkan hasil penyelidikan selama dua minggu terkait peredaran miras yang menyebabkan gangguan kamtibmas,” kata Kusworo di Polresta Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Dia menjelaskan peredaran miras impor oplosan itu mulanya terendus setelah polisi menangkap tersangka lainnya yang berinisial JY di kawasan Ciburial, Kabupaten Bandung. Dari tangan JY, polisi menyita tiga botol miras impor yang diduga oplosan.

Lalu menurut Kusworo, JY diinterogasi dan mengaku miras impor oplosan itu didapat dari tersangka MG. Setelah itu MG ditangkap di kediamannya yang berada di Kota Bandung yang diduga menjadi tempat produksi miras impor oplosan.

“Di TKP produksi (kediaman MG) ditemukan puluhan barang bukti minuman keras oplosan beralkohol palsu siap edar dan alat-alat pembuat minuman oplosan,” kata dia.

Kusworo mengatakan tersangka MG dalam satu hari diduga bisa memproduksi miras oplosan itu mulai dari 30 hingga 50 botol. Produksi miras oplosan itu, kata dia, berdasarkan pesanan dari para pembeli yang menghubunginya melalui media sosial. Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 24 botol miras oplosan dengan berbagai merek impor, sejumlah botol alkohol murni, satu galon air mentah, teh celup, dan minuman kemasan berasa. Kemudian polisi juga menyita sejumlah perkakas yang diduga merupakan alat produksi.

“Pelaku ini telah menjalani aksinya sejak tahun 2018 sampai sekarang,” kata dia.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 204 Ayat 1 KUHP tentang penjualan barang yang membahayakan kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. *(Ant)

Madura United Kalahkan Persib Bandung 3-1

0
Persib Bandung dipermalukan tamunya, Madura United di depan bobotoh, usai kalah dengan skor 1-3 pada laga pekan kedua Liga 1 di Stadion GBLA Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – Persib Bandung dipermalukan tamunya, Madura United di depan bobotoh, usai kalah dengan skor 1-3 pada laga pekan kedua Liga 1 di Stadion GBLA Gedebage Bandung, Sabtu (30/7/2022) sore.

Mencetak gol terlebih dahulu melalui kaki David da Silva di menit ke-17 babak pertama, nyatanya Persib Bandung di bawah arahan pelatih Robert Rene Alberts tidak mampu menambah, atau memeprtahankan keunggulan.

Madura United justru sebaliknya.

Mereka sukses bangkit di babak kedua usai Lulinha dan Pedro Henrique Cortez mencetak gol masing-masing di menit ke-60 dan 68 babak kedua.

Penderitaan Persib kian berkepanjangan setelah Jaja menambah keunggulan skor Madura United menjadi 3-1, usai sukses mencetak gol penalti di menit ke-82.

Bagi Madura United, kemenangan atas Persib adalah kemenangan kedua mereka, setelah pekan pertama sukses mengalahkan Barito Putera dengan skor telak 8-0.

Sebaliknya, Persib kian terpuruk usai pekan lalu gagal menang atas Bhayangkara FC usai ditahan imbang. *(TS)

Pendukung Persib asal Sukabumi Diimbau Tidak Nekat Datang ke Bandung

0
Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Dhrmawansyah saat memberikan arahan kepada para Bobotoh Persib Bandung asal Kabupaten Sukabumi, yang hendak ke Bandung untuk menyaksikan pertandingan Persib melawan Madura United

SUKABUMI (Aswajanews.id) – Polres Sukabumi mengimbau kepada para pendukung Persib asal Kabupaten Sukabumi Jawa Barat tidak memaksakan diri atau nekat datang langsung ke Bandung untuk menyaksikan langsung laga sepak bola Liga 1 Indonesia antara Persib Bandung melawan Madura United yang digelar pada Sabtu (30/7).

“Imbauan ini kami lakukan untuk antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, karena sudah dipastikan stadion yang dijadikan tempat diselenggarakannya pertandingan sepak bola penuh sesak oleh suporter yang datang dari berbagai daerah di Jabar,” kata Waka Polres Sukabumi Kompol R Bimo Moernanda di Sukabumi pada Jumat (29/7).

Menurut Bimo, pihaknya bukan melarang para pendukung Persib Bandung ini datang langsung ke stadion untuk mendukung tim sepak bola kesayangannya itu asalkan tetap menjaga ketertiban dan keamanan serta tidak mudah terprovokasi apalagi sampai memprovokasi yang bisa berbuntut kepada kericuhan.

Selain itu, bagi pendukung yang belum memiliki tiket masuk alangkah baiknya mengurungkan niatnya datang langsung ke stadion karena belum tentu di lokasi tiket masih tersedia dan baiknya nonton di televisi saja.

Lanjut dia, bagi yang sudah memiliki tiket dan akan berangkat ke Bandung untuk segera melapor kepada pihaknya agar jumlah yang berangkat bisa diketahui dan terpantau. “Kami meminta kepada mereka untuk bekerjasama dan tetap menjaga keselamatan serta keamanan,” tambahnya.

Di sisi lain, Bimo mengatakan untuk pendukung yang tidak bisa ke Bandung untuk menyaksikan langsung Persib melawan Madura United, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada para Polsek yang ada di wilayah hukumnya untuk bisa menggelar nonton bareng. Pengamanan Berlapis.

Sebelumnya Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menegaskan akan menerapkan pengamanan berlapis pada laga Persib Bandung melawan Madura United dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Ibrahim Tompo, mengatakan, pengamanan berlapis itu guna menyeleksi suporter atau penonton yang tak bertiket sehingga bisa meminimalisasi penumpukan massa di pintu masuk stadion.

Persib Bandung bakal menghadapi Madura United pada pekan kedua Liga 1 2022/2023 di Stadion GBLA pada Sabtu (30/7). Rencananya pertandingan bakal digelar pada pukul 15.30 WIB.

“Jadi yang tidak punya tiket akan disuruh balik kanan, tidak berada di tempat,” kata dia, di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Menurut dia pengamanan berlapis itu terbagi ke dalam empat titik mulai dari Ring 1 hingga Ring 4. Pengamanan itu bakal tersebar dalam radius sekitar dua kilometer di sekitar Stadion GBLA.

Mulai dari Ring 4, penonton yang tidak memiliki tiket bakal diarahkan untuk tidak menuju stadion, begitu pula di Ring 3 dan Ring 2. Sedangkan untuk Ring 1 yang berlokasi di dekat pintu stadion panitia penyelenggara bakal mengecek lagi tiket agar penonton bisa masuk ke stadion.

Ia menegaskan, panitia penyelenggara pertandingan menjual tiket secara daring sehingga tidak ada penjualan tiket secara luring di kawasan stadion. Namun jika ada oknum atau calo yang menjual tiket di sekitar stadion, kata dia, pasti ditindak tegas polisi. “Kami akan melaksanakan operasi dan melaksanakan penindakan terhadap mereka yang menjual dan membeli tiket di tempat, jadi ini tidak boleh ada penjualan tiket di tempat,” kata dia.

Ia pun mengingatkan kepada pada pendukung Persib atau Bobotoh untuk tidak membawa sejumlah barang terlarang yakni suar, senjata tajam, dan minuman keras, ke kawasan stadion.

“Kami gelar razia operasi dan patroli terhadap orang-orang yang membawa suar, senjata tajam, dan juga menggeledah. Kami tidak biarkan mereka masuk ke stadion,” kata dia. *(Ant)

PBNU: Penegak Hukum Jangan Ragu Selidiki Aliran Dana ACT

0
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Rahmat Hidayat Pulungan

JAKARTA (Aswajanews.id) – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rahmat Hidayat Pulungan meminta aparat penegak hukum agar tidak ragu dalam menyelidiki aliran dana ke pihak lain terkait dugaan penyelewengan donasi oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

“Penegak hukum agar tidak ragu-ragu untuk menyelidiki lebih dalam ke mana saja aliran dana tersebut. Jangan sampai selain untuk memperkaya diri sendiri, dana masyarakat digunakan atau dialirkan untuk memperkuat kelompok-kelompok radikal dan terorisme,” kata Rahmat dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (30/7/2022).

Setelah diselidiki, tambah dia, aparat penegak hukum juga harus menyampaikan informasi tentang aliran dana tersebut ke publik, termasuk modus-modus transaksi keuangan yang dilakukan para petinggi ACT.

Selanjutnya mengenai tindakan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri yang menahan 4 tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dan pencucian uang oleh ACT, Rahmat menilai tindakan ersebut sudah tepat.

Menurutnya, Dittipideksus Bareskrim Polri bertindak cepat dalam menahan empat tersangka tersebut untuk mencegah mereka bergerak leluasa setelah ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan pemotongan donasi mencapai Rp450 miliar untuk operasional.

Artinya, kata Rahmat, lembaga tersebut menghabiskan total operasional sebesar Rp2,5 miliar setiap bulannya, termasuk kisaran gaji keempat petinggi yang berkisar Rp50-450 juta per bulan.

“Tidak heran karena temuan Bareskrim Polri mengungkap gaji keempat petinggi tersebut berkisar Rp50-450 juta per bulannya. Sangat fantastis,” tambah dia. *(Ant)

Pemkab Cirebon Launching Program Tapak Jalak

0
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, MAg.

KABUPATEN CIREBON (Aswajanews.id) – Surat administrasi kependudukan saat ini mutlak dimiliki oleh masyarakat. Pasalnya, dalam beberapa segi, administrasi kependudukan ini dijadikan syarat utama guna mendapatkan pelayanan, baik dari pemerintah daerah maupun swasta.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk terus mempermudah masyarakat dalam mendapatkan surat administrasi kependudukan. Salah satu inovasi yang diluncurkan adalah Program Tapak Jalak (Terpadu Administrasi Kependudukan, Akta Kelahiran juga Akta Kematian).

Dikatakan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, MAg masih banyak warga di Kabupaten Cirebon yang menyepelekan administrasi kependudukan ini. Padahal, Imron menegaskan, tanpa adanya administrasi kependudukan, akan mempersulit masyarakat itu sendiri. “Tanpa KTP dan Kartu Keluarga, masyarakat akan susah mendapatkan pelayanan, seperti kesehatan, perbankan dan lain-lain. Dengan demikian, saya menghimbau agar masyarakat bisa segera mengurus surat administrasi kependudukan, agar tidak ada lagi problem dikemudian hari,” ujar Imron usai Launching Tapak Jalak, Kamis (28/7/2022) di kantor Kecamatan Palimanan.

Pun demikian dengan Akta Kelahiran dan Akta Kematian, Imron sebut keduanya sangat penting. Terlebih, adanya persyaratan untuk beberapa pelayanan yang mengharuskan untuk melampirkan keduanya. “Anak masuk sekolah harus ada Akta Kelahiran, demikian juga jika ada orang tua yang meninggal dan perlu mengurus asuransi ataupun sejenisnya yang memerlukan Akta Kematian. Pada dasarnya, semua surat administrasi kependudukan itu sangat penting dan harus dimiliki oleh masyarakat,” tambahnya.

Mengenai Tapak Jalak, Imron mengakui langkah tersebut diambil untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang hendak memperoleh surat administrasi kependudukan. Terutama masyarakat yang kediamannya jauh dari kantor Disdukcapil, Imron mengungkapkan program Tapak Jalak ini adalah solusi.

“Tapak Jalak ini sebagai program, dimana saat ini masyarakat sudah bisa mengurus administrasi kependudukan di kantor Kecamatan. Jadi tidak perlu ke Disdukcapil, karena warga bisa langsung ke kecamatan saja. Semoga kedepannya, tidak ada lagi alasan warga yang tidak mengurus administrasi kependudukan karena permasalahan jarak,” tutupnya.

Sementara itu, Kadisdukcapil Kabupaten Cirebon, Iman Supriadi mengatakan Launching Program Tapak Jalak ini sebetulnya keinginan langsung Bupati Cirebon, yang menghendaki adanya pelayanan prima kepada masyarakat dalam mendapatkan Administrasi Kependudukan. Dalam Tapak Jalak, Iman menyebut, satu pemohon adminduk akan bisa langsung mendapatkan tiga dokumen sekaligus.

“KTP, Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak. Ini keinginan Pak Bupati dalam mengedepankan pelayanan adminduk kepada masyarakat. Dan semoga, dengan Tapak Jalak ini, maka slogan Wong Cirebon kudu Katon Adminduke akan terealisasi,” singkatnya. (Diskominfo)

Bupati Indramayu Antusias Sambut Kedatangan 409 Jamaah Haji Kloter 17

0
Bupati Indramayu menyambut kedatangan Jamaah Haji Kab. Indramayu Kloter 17 JKS di Pendopo, Rabu malam 27 Juli 2022

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Bupati Indramayu, Nina Agustina dan para pejabat serta masyarakat yang menjemput keluarganya, sangat antusias menyambut kedatangan Jamaah Haji Kab. Indramayu Kloter 17 JKS di Pendopo, Rabu malam 27 Juli 2022.

Jamaah haji Kabupaten Indramayu Kloter 17 dengan jumlah jamaah 409 orang diserahterimakan dari PPIH Embarkasi Haji Bekasi ke PPIH Kab. Indramayu, yang diterima oleh DR. H. Hanif Hanafi, MSi.

Hanif Hanafi, menegaskan setelah kembali ke tanah air untuk selalu menjaga kebaruan haji, dan memohon maaf barangkali dalam pelayanan haji belum sempurna.

Bupati Nina, menyampaikan jumlah jamaah haji yang diterima sebanyak 408 jamaah, 1 orang jamaah haji masih di rawat di rumah sakit Jeddah Saudi Arabia, atas nama KH. Syaroji Bilal pimpinan Pondok Pesantren Roudhotul Muta’alimin Singaraja Indramayu. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan lekas sembuh. Amiiin.

Ia, juga mendoakan jamaah haji kloter 17 menjadi Haji yang mabrur dan mendoakan KH. Saeroji Bilal agar lekas sembuh dan sehat kembali. (pemkab)

Kemeriahan Peringatan HUT Cirebon ke-653, Membawa Tema “Cirebon Ngobeng Yuh”

0
Peringatan HUT Kota Cirebon ke-653 tahun ini dengan mengambil Tema "Cirebon Ngobeng Yuh" adalah Cirebon bersama, saling membantu dalam pemulihan pasca pandemi covid-19

CIREBON (Aswajanews.id) – Budaya Indonesia – Hari jadi kota Cirebon yang jatuh pada tanggal 1 Muharram 1444 H atau 30 Juli 2022 diselenggarakan secara meriah sejak tanggal 27 Juli sampai 31 Juli Nanti. Dengan berbagai kegiatan yaitu pentas seni, job fair, Cirebon bersholawat, Kirab jiarah ke makam Sunan Gunung Jati dari Balaikota Cirebon dan ditutup dengan Lomba Lari Marathon Cirebon 10 KM pada hari minggu nanti, Jumat (29/7/2022).

Peringatan HUT Kota Cirebon ke-653 tahun ini dengan mengambil Tema “Cirebon Ngobeng Yuh” adalah Cirebon bersama, saling membantu dalam pemulihan pasca pandemi covid-19.
Walikota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis. SH menyebutkan rangkaian kegiatan tetap mengusung aspek lokalitas atau tradisional religiusreligius yang akan akan dikombinasikan dengan aspek modernitas, diantaranya aksi sosial, kuliner, hingga pergelaran Budaya Nusantara.

Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon dan Peringatan Kemerdekaan RI 17 Agustus 2022, Kadini, S.Sos. menyatakan Ada beberapa hal yang berbeda dalam peringatan Hari Jadi Cirebon pada tahun ini, Hari Jum’at 29 Juli 2022 akan dilaksanakan Kirab Jiarah Ke Makam Sunan Gunung Jati.

“Setelah shalat Ashar di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, menuju komplek Makam Sunan Gunung Jati dengan jalan kaki dalam gelaran kirab,” katanya.

Sementara itu malam satu Suro /1 Muharram akan dilaksanakan agenda Rutin setiap tahun yaitu Tradisi tahunan pembacaan Babad Cirebon yang merefleksikan sejarah berdiri Kota Cirebon, Jawa Barat.

“Pembacaan Babad Cirebon digelar setiap 1 Muharam. Pada tanggal 1 Muharam pun ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Cirebon. Hari ini, Kota Cirebon berusia 653tahun,” pungkasnya.

Sementara itu Walikota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH dalam sambutannya menyampaikan.

Tradisi pembacaan Babad Cirebon akan digelar pada tanggal 30 Juli sabtu malam di Bangsal Witana Keraton Kanoman Cirebon. Tempat tersebut berupa pendopo yang menjadi tanda berdirinya Cirebon. Babad Cirebon dibacakan oleh Pangeran Kumisi Keraton Kanoman, Seusai tradisi pembacaan babad dilanjutkan dengan arak-arakan Kereta Paksi Nagaliman, dari Keraton Kanoman menuju Astana Gunung Sembung di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, hanya untuk tahun ini seperti tahun lalu tidak akan dilaksanakan arak arakan kereta Paksi Nagaliman untuk mencegah Kerumunan. sedangkan sebagai Acara Puncak HUT ke 653 adalah  Pagelaran Puncak Sang Cipta Rasa di Alun-Alun Sangkala Buana pada Minggu malam (31 Juli). Demikian disampaikan Walikota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH. (Rdj)

Bupati Ajak Warga Tinggikan Toleransi

0
Kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba dan juga intoleransi di masyarakat menjadi catatan khusus Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag

KABUPATEN CIREBON (Aswajanews.id) – Kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba dan juga intoleransi di masyarakat menjadi catatan khusus Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag untuk terus diminimalisir. Bukan hanya kepada masyarakat luas, bupati juga terus mengingatkan kepada pegawai di internal Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk ikut membantu dalam menjaga kondusifitas di masyarakat.

Dijelaskan Imron, keberagaman agama, budaya dan suku bangsa di Indonesia, merupakan aset bangsa yang harus dijaga. Sebagai muslim, Imron mengajak semua untuk meyakini perbedaan yang merupakan sunatullah dan berkah dari Allah SWT.

“Yang telah menciptakan mahluk-Nya antara yang satu dengan yang lain pasti ada perbedaan, baik berbeda bentuk, warna, kelamin, pemikiran dan keyakinan yang kesemuanya itu untuk membuat kita harus saling menghormati dan menghargai perbedaan tersebut,” ujar Imron saat kegiatan Dialog Ulama Umara Kabupaten Cirebon, Senin malam (25/7/2022) di Pendopo Bupati Cirebon.

Dikatakan Imron, adanya ketidaksesuaian antara ajaran agama yang dianut dengan perilaku pemeluknya, hendaknya jangan dijadikan sentimen keagamaan yang dapat memicu perpecahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, seluruh agama khususnya yang ada di Indonesia pasti mengajarkan kedamaian, kerukunan dan keharmonisan sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, baik dengan sesama maupun dengan pemeluk agama lainnya.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan program kerja di bidang ketahanan ekonomi, sosial, budaya dan agama. Yaitu dengan melaksanakan dialog/pembinaan dan pengembangan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya. Dimana yang menjadi perhatian kita semua antara lain adalah maraknya kejahatan di jalan dan peredaran narkoba di kalangan masyarakat dan hadirnya paham-paham aliran kepercayaan. Hal tersebut, tentu sangat berpengaruh terhadap stabilitas di bidang ekonomi, sosial serta budaya dan agama,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi merebaknya penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Cirebon, Imron sebut seluruh pemangku kepentingan yang ada dituntut untuk memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi, serta mewaspadai setiap ada hal-hal yang tidak biasa. Oleh karena itu, seluruh masyarakat anggota masyarakat di Kabupaten Cirebon diharapkan untuk mampu menjalin komunikasi yang intens dengan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Cirebon.

“Dengan langkah tersebut, maka kita semakin mempersempit ruang gerak dan kesempatan munculnya tindakan intoleran dan tumbuh kembangnya sikap-sikap yang menciderai rasa persatuan dan kesatuan. Banyak organisasi kemasyarakatan, serta pondok pesantren yang berbasis agama di Kabupaten Cirebon yang bisa menjadi wadah generasi muda pada kegiatan sosial adalah merupakan media yang strategis untuk dikembangkan,” tuturnya.

Diakhir, Imron juga berharap organisasi kemasyarakatan dan pondok pesantren untuk mampu menyusun program kegiatan yang inovatif, kreatif dan atraktif, sehingga para pemuda tertarik bergabung dalam lembaga ini. Ulama sendiri, lanjut Imron, memiliki peran yang sangat signifikan dalam menyebarkan paham keagamaan, juga dapat memberikan pembinaan mengenai ketahanan ekonomi, sosial, budaya dan agama terhadap masyarakat.

“Demikian juga peran ulama dalam menyiarkan paham keagamaan, dapat dengan melalui klasifikasi kelompok sasaran, yaitu dengan melalui jalur pendidikan formal dan non formal dengan sasaran utamanya adalah generasi muda melalui majelis-majelis thariqah yang sasaran utamanya adalah kelompok orang dewasa, melalui khutbah, ceramah, dan dakwah secara umum kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan usia. Melalui jalur politik dengan sasaran para elit politik, birokrat dan para pelaku usaha. Melalui jalur lintas agama yang sasarannya adalah saudara sebangsa setanah air yang non muslim, strategi yang demikian sangat efektif dalan menyiarkan paham keagamaan,” tutupnya. (Diskominfo)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts