Google search engine
Beranda blog Halaman 242

Kemenag Kota Tasikmalaya Persiapkan Rangkaian Acara HUT RI ke-77

0

KOTA TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 77 Tahun 2022, Kemenag Kota Tasikmalaya melaksanakan Rapat lanjutan di Aula Kantor pada Kamis (4/8). Rapat dipimpin oleh Ketua Pelaksana Kegiatan HUT RI Kankemenag Kota Tasikmalaya H. Nanang Sutisna, M.Si bersama Sekertaris Ridwan Solihin.

Hadir dalam kesempatan ini para panitia yang merupakan ASN di Kantor Kemenag, Madrasah, dan KUA. H. Nanang menyampaikan mengenai teknis upacara peringatan HUT HUT Ke 77 RI dipastikan bakal dilaksanakan walaupun sampai saat ini belum ada petunjuk teknis dari pusat terkait bentuk pelaksanaannya.

Acara dilanjutkan paparan draf susunan panitia dengan mendapat tanggapan dari para peserta sehingga memudahkan sekretaris dalam memasukkan data ke dalam susunan panitia. Diharap setelah ini panitia mengajukan Rencana Anggaran Belanja (RAB) ke Bendahara panitia peringatan HUT RI ke 77 tahun 2022 tingkat Kota Tasikmalaya.

Dalam rapat tersebut, agenda pembahasan meliputi menentukan acara rangkaian dan teknis pelaksanaan peringatan hari Kemerdekaan RI ke 77 Tahun 2022 tingkat Kecamatan Kota Tasikmalaya. Point lainnya yang disampaikan dalam rapat tersebut adalah mengibarkan bendera merah putih secara serentak mulai tanggal 1 s.d. 31 Agustus 2022 bagi seluruh satuan dan unit kerja dilingkungan Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya.

“Seluruh panitia perlu saling berkordinasi mengenai teknis seluruh rangkaian kegiatan dari rangkaian lomba, upacara, hingga tasyakuran,” ungkapnya.

Lebih lanjut H. Nanang juga memastikan lokasi yang akan dilaksanakan dalam seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-77.

“Untuk Badminton, akan dilaksanakan di GOR MAN 1 Kota Tasikmalaya. Sedangkan untuk lomba karaoke akan ada lagu wajib satu dan lagu religi satu. Kemudian kepada Seksi Konsumsi mohon untuk memastikan harga serta jumlah makanan serta minuman yang akan dipesan, ” tegasnya. (Kontributor : Shinta)

Kawal, Agar Pesantren Terjaga Citranya

0
Plt. Kepala Bidang PD Pontren Kawil Kementeraian Agama Jabar, Drs. H. Abudin, M. Ag.

BANDUNG (Aswajanews.id) – Saat ini pesantren membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, supaya terus berkembang memberi kontribusi bagi masyarakat. Selain itu menjadi tanggung jawab bersama untuk mengawal keberadaannya, agar pesantren terhindar dari kejadian yang merusak citra lembaga tersebut. Juga tidak menjadi bagian dari gerakan yang menentang NKRI.

Demikian dikemukakan Plt. Kepala Bidang PD Pontren Kawil Kementeraian Agama Jabar, Drs. H. Abudin, M. Ag., saat menjadi pembina upacara ligkungan Kanwil Kemenag Jabar, Senin (08/08/2022).

“Akhir-akhir ini kita mengetahui berbagai berita tentang pesantren. Banyak kejadian yang merugika nama baik pesantren. Meski jumlahnya sedikit dibanding keseluruhan, tetapi itu sudah mencoreng ,” kata Abudin.

Ia juga meminta agar jajaran Kanwil Kemenag memberikan informasi seandainya ada pondok pesantren yang belum memiliki izim operasional. Hal itu sebagai bentuk kewaspadaan, karena terkait dengan kepatuhan kepada NKRI. Harus diakui masih ada pesantren yang belum mengikuti atau tidak mengakui NKRI.

“Ini yang kita khawatirkan. Bagaimana mereka yang tidak mengakui NKRI ini memberikan pengajaran kepada para santrinya. Walaupun kasuistik dan jumlahnya kecil, tetapi memang ada yang semacam itu. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mendorong munculnya sikap penentangan terhadap NKRI yang lebih luas,” tuturnya.

Kegiatan Porsadin

Pada bagian lain, Abudin juga menyampaikan beberapa catatan. Dikatakan, saat ini sudah memasuki semester kedua. Sesuai dengan arahan pimpinan, memasuki semester ini serapan anggaran harus sudah mencapai angka 75%. Semia harus berusaha agar serapan anggaran sebesar terwujud.

Bidang Pontren, lanjutnya, mengawal kegiatan Pekan Olah Raga dan Seni antar Diniyah (Porsadin) tingkat Jabar yang dilaksanakan DPW FKDT Jabar di Kabupaten Garut. Semua kegiatan berlangsung dengan lancar. Semoga pergelaran tersebut dapat mengantarkan para peserta ke Porsadin tingkat nasional.

“Berdasarkan informasi, insyaAllah pada pelaksanaan Porsadin tingkat nasional, Jabar ditunjuk sebagai tempat pelaksanaannya. Kami dari bidang Pontren Subkordinator Diniyah Takmiliyah sudah mengawal untuk persiapan acara yang menurut rencana akan digelar di Garut. Pelaksananya adalah DPP FKDT Pusat,” ujarnya.

Abudin juga menginformasikan tentang program yang sedang berjalan, yakni membuat sistem aplikasi Si Trendi. Aplikasi ini diharapkan bisa mengakomodir berbagai informasi dan sekaligus menyebarkan informasi.

Aplikasi ini bukan hanya untuk Bidang Pontren, tetapi juga untuk bidang lainnya yang berada di Kanwil Kemenag Jabar. Si Trendi saat ini sedang melaksanakan sosialisasi dan menginput data berasal dari kab./kota di Jabar. Sebagian sudah dilaksanakan dan perangkatnya juga sudah dipersiapkan.

“Mudah mudahan sistem tersebut itu banyak manfaatnya. Salah satu contoh, di Jabar ini banyak kyai ataupun ajengan yang bisa menulis kitab kuning, tapi karyanya belum dipublikasikan. Nah aplikasi ini bisa membantu. Sehingga tulisannya bisa dipublikasikan,” ungkap Abudin. *(Kontributor : Eva Nurwidiawati)

Pelebaran Jalan Soreang-Ciwidey dimulai 2023

0
Bambang Tirtoyuliono, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat

BANDUNG (Aswajanews.id) – Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan pelebaran jalan utama Soreang-Ciwidey di Kabupaten Bandung mulai 2023.

“Dan saat ini pemerintah telah menuntaskan detail engineering design atau DED. Pelebaran jalannya akan dimulai 2023 mendatang,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, di Kota Bandung, Selasa.

Bambang mengatakan pihaknya siap berkoordinasi dengan Kementerian PU PR mengingat pengerjaan proyek infrastruktur ini berada di wilayah administrasi Provinsi Jawa Barat.
“Itu tadi bahwa DED sudah dilakukan dan mudah-mudahan di tahun 2023 mendatang, anggarannya masih tetap terkonfirmasi dari Kementerian PU untuk melakukan pelebaran jalan,” kata Bambang.

Dia memastikan pelebaran jalan dari Soreang sampai Ciwidey tersebut ini akan berdampak positif karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di selatan Jabar secara pesat.

Terlebih kawasan Ciwidey dan sekitarnya, selama ini menjadi salah satu sentra aktivitas pariwisata dan pertanian di Jawa Barat. Nantinya pelebaran jalan dilakukan sampai 25 meter di sejumlah titik tikungan untuk memudahkan pergerakan kendaraan besar di tikungan dan tempat rawan tertentu.

“Jadi pelebaran jalan yang lebar 25 meternya itu hanya di beberapa titik atau di daerah tertentu yang punya potensi. Jadi yang rawan seperti di Malangbong. Seperti dibelokkan diperlebar, supaya yang memakai kendaraan berat bisa masuk,” katanya.

Menurut rencana, lanjut dia, panjang jalan Soreang sampai Ciwidey yang diperlebar nantinya bisa mencapai 40 kilometer.

“Jalan ke Pangandaran sudah bagus, ke selatan Garut sedang dalam proses selama dua tahun memakai APBD, kemudian yang di Sukabumi juga sama, kemudian di Kabupaten Bandung juga oleh APBN,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga mengakselerasi pembangunan jalan tol Soreang-Ciwidey-Cidaun dan berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur maupun Kabupaten Bandung untuk membuat Pra Feasibility Study.

“Untuk timelinenya itu pelebaran Jalan Soreang Ciwidey dulu kemudian diiringi dengan pengajuan jalan tol yang direncanakan 2034. Namun kami sounding-kan dari sekarang supaya dipercepat dengan membuat pra feasibility study oleh kita,” kata dia. *(Ant)

Kemendikbudristek Dukung Tradisi Ampih Pare yang Masih Terjaga Baik di Garut

0
Sejumlah warga menyelenggarakan tradisi Ampih Pare di Desa Dangiang, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut

GARUT (Aswajanews.id) – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI mendukung adanya upaya masyarakat melestarikan tradisi Ampih Pare di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah.
“Ini (tradisi Ampih Pare) yang membawa dengan penuh doa supaya hasil panen bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat dan mendapatkan berkah semua,” kata Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat pada Kemendikbudristek, Samsul Hadi melalui siaran pers di Garut, Senin (8/8/2022).

Ia menuturkan tradisi masyarakat Kecamatan Banjarwangi yang sudah digelar secara turun temurun itu sebagai ucap syukur kepada Tuhan karena hasil panen yang banyak dan tidak terserang oleh hama.

Masyarakat di sana, kata dia, dalam kegiatan tradisinya itu dengan membawa hasil panen padi dari sawah ke leuit atau sebuah bangunan yang dijadikan tempat penyimpanan hasil panen.

Samsul berharap tradisi seperti itu tetap dilestarikan dan pemerintah pusat maupun daerah siap mendukungnya dengan menghadiri kegiatan tersebut seperti yang sudah dilaksanakan masyarakat Banjarwangi pada Selasa (2/8).

“Ini bagian dari komunitas adat, kiranya mendorong upaya-upaya melestarikan kebudayaan,” katanya.

Anggota DPR RI Komisi X, Ferdiansyah menambahkan, Indonesia boleh tertinggal teknologi atau dengan hal-hal yang sifatnya kecanggihan, namun Indonesia tidak boleh tertinggal dalam budaya, dan harus paling hebat budayanya di dunia.

Pemerintah Indonesia, kata dia, sudah memberikan bentuk dukungan dalam pelestarian budaya dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Kita sudah punya Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan dengan tujuan maksud yang di antaranya adalah menjaga kelestarian adat istiadat, menjaga suasana adat istiadat tersebut dengan maksud kita tidak lupa dengan sejarah kita,” kata Ferdiansyah. *(Ant)

Puluhan Ribu Wisatawan Padati Objek Wisata Alam Cianjur pada Akhir Pekan

0

CIANJUR (Aswajanews.id) – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Cianjur, Jawa Barat, mencatat peningkatan angka kunjungan ke sejumlah objek wisata bernuansa alam yang banyak terdapat di wilayah selatan dan utara Cianjur hingga mencapai 50 ribu wisatawan setiap akhir pekan.

Kepala Disparpora dan pengelola obyek wisata Cianjur, Pratama Nugraha di Cianjur, Minggu, mengatakan peningkatan angka kunjungan wisatawan asal Jabodetabek mendominasi di sejumlah obyek wisata seperti Kebun Raya Cibodas, Savilage, Taman Bunga Nusantara dan bumi perkemahan di wilayah utara.

“Untuk wilayah selatan Cianjur, Pantai Cemara, Jayanti, Ocean View Karangpotong dan air terjun di beberapa kecamatan seperti Curug Luhur, Curug Citambur, Curug Ngebul dan Curug Cikondang. Peningkatan sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir terutama di akhir pekan,” katanya.

Peningkatan angka kunjungan sudah terjadi sejak satu bulan terakhir terutama setelah adanya sosialisasi, melalui sejumlah kegiatan seperti pameran dan promosi tempat wisata, diikuti dengan produk unggulan UMKM Cianjur yang digelar serentak dalam rangka HUT Cianjur ke 345 tahun.

Untuk meningkatkan angka kunjungan, pemerintah daerah juga menggencarkan pembangunan infrastruktur jalan menuju tempat wisata dengan target 1.000 kilometer jalan beton mulai dari wilayah utara hingga selatan, yang terintegrasi dengan perbaikan jalan provinsi. “Sebelumnya angka kunjungan tertinggi setiap akhir pekan dari seluruh destinasi wisata berkisar antara 20 ribu sampai 25 ribu wisatawan, namun sepanjang bulan Juli jumlahnya meningkat hingga 50 ribu setiap akhir pekan,” kata Pratama.

Pengelola area perkemahan Taman Cibodas, Deden Ipey, mengatakan kunjungan wisatawan meningkat setiap akhir pekan dan hari biasa sudah terjadi sejak satu bulan terakhir, hitungan per minggu bisa mencapai 2.000 orang yang menikmati liburan di dalam tenda yang berdiri di samping sungai.

“Wisata alam seperti area berkemah banyak digandrungi wisatawan sejak pandemi mulai berkurang, termasuk suasana air terjun. Selama satu pekan ini, kami banyak mendapat pesanan dari grup wisatawan asal Jabodetabek,” katanya. *(Ant)

Realisasikan Dana Desa Tahun Anggaran 2022, Pemdes Cigadog Bangun TPT JUT

0
Pekerjaan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk Jalan Usaha Tani (JUT) yang berlokasi di Blok Guha RT 04/RW 04, Desa Cigadog Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang

SUBANG (Aswajanews.id) – Demi menunjang mobilisasi khususnya untuk sektor pertanian yang ada di Desa Cigadog, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang-Jawa Barat, Pemerintahan Desa Cigadog Pada Dana Desa Tahun Anggaran 2022 Ini merealisasi kegiatan fisik berupa Pekerjaan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk Jalan Usaha Tani (JUT) yang berlokasi di Blok Guha RT 04/RW 04, Desa Cigadog.

Pelaksanaan Kegiatan Pekerjaan Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk Jalan Usaha Tani (JUT) Tersebut, Akan dilaksanakan secara bertahap, Ucap Kepala Desa Cigadog Hj. Cucu Nurjanah, S.PD.I ketika disambangi di tengah aktifitasnya.

Selain itu ia menambahkan nantinya mudah-mudahan hasil dari kegiatan pembangunan ini tentunya akan meningkatkan dan memudahkan akses mobilisasi para petani khususnya yang ada di desa kami ini. “Seperti misalnya untuk menggangkut hasil dari pertanian itu sendiri maupun yang lainnya,” terang bu kades.

Sementara ketika awak media aswajanews.id  menyambangi lokasi kegiatan pekerjaan tersebut, Salah seorang pekerja ketika ditemui mengatakan selain nantinya hasil dari pembangunan ini yang tentunya akan bermanfaat bagi para petani sekitar. “Allhamdulilah dengan adanya proyek ini kami ikut terbantu dengan bekerja di proyek ini intinya ada penghasilanlah buat kita,” tutupnya sembari tesenyum. (A.Suryadi/B.Kevin)

PSI Daftar Peserta Pemilu 10 Agustus: Rabu Pon Hari Favorit Jokowi

0
Wakil Sekjen DPP PSI, Satia Chandra Wiguna

JAKARTA (Aswajanews.id) – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan mendaftarkan diri sebagai calon peserta Pemilu 2024. PSI mengatakan akan mendaftar ada Rabu Pon atau 10 Agustus 2020.

“Insya Allah, PSI akan mendaftar ke KPU pada Rabu Pon, 10 Agustus 2022 pukul 10.00 WIB,” ujar Wakil Sekjen DPP PSI Satia Chandra Wiguna dalam keterangan tertulis, Minggu (31/7/2022).

Chandra mengatakan Rabu Pon dipilih karena merupakan hari baik. Selain itu Rabu Pon juga disebut sebagai hari favorit Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Rabu Pon direkomendasikan kawan-kawan pengurus PSI sebagai hari baik. Rabu Pon juga hari favorit Pak Jokowi dalam mengambil keputusan politik bagi rakyat,” tuturnya.

Chandra mengaku partainya telah menyelesaikan seluruh persyaratan yang diberikan KPU. Menurutnya, menunggu waktu pendaftaran dibuka PSI akan kembali melakukan pengecekan data yang telah diinput ke sistem informasi partai politik (Sipol).

“Alhamdulillah PSI sudah menyelesaikan semua persyaratan KPU. Mumpung ada waktu menunggu sampai 10 Agustus 2022, kami ingin melakukan pengecekan ulang semua dokumen sehingga benar dan sah 100% juga,” kata Chandra.

Diketahui, pendaftaran calon partai politik peserta Pemilu akan dimulai pada 1 hingga 14 Agustus 2022. Waktu pendaftaran tanggal 1 hingga 13 Agustus pada pukul 08.00-16.00 WIB, sedangkan pada 14 Agustus pada 08.00 hingga 23.59 WIB.

Pendaftaran dapat dilakukan oleh pimpinan parpol maupun perwakilan yang diberi kuasa. Nantinya, KPU akan melakukan rekapitulasi jumlah pengurus dan anggota partai. *(dtk)

Animo Masyarakat terhadap MIN Kota Cirebon Kian Tinggi

0
Kepala MIN Kota Cirebon Lili Sadeli, S.Pd.SD

KOTA CIREBON (Aswajanews.id) – Tahun ajaran baru telah dimulai sejak bulan lalu, diawali dengan masa taaruf siswa madrasah (matsama). Kini, peserta didik baru MIN Kota Cirebon menjalani hari-harinya menuntut ilmu di satu-satunya madrasah ibtidaiyah negeri di Kota Cirebon ini.

Dijumpai Humas Kemenag Kota Cirebon saat pembinaan ASN di lingkungan madrasah (05/08/2022), Kepala MIN Kota Cirebon Lili Sadeli, S.Pd.SD berkisah bahwa pendaftaran siswa baru tahun ini melebihi ekspektasi. Jumlah pendaftar mencapai hampir 100 orang sementara kuota tersedia hanya untuk 75 pendaftar.

“Alhamdulillah MIN Kota Cirebon pada tahun ini menerima berkas pendaftaran kurang lebih 100 orang. Kita menerima hanya 75 siswa, mengingat keterbatasan ruang kelas,” papar Lili.

Ini merupakan hal membahagiakan, menjadi bukti bahwa madrasah ibtidaiyah semakin diminati untuk menjadi tempat menuntut ilmu.

Ungkapan syukur disampaikan pula oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon Dr. Moh. Ahsan, M.Ag.

“Alhamdulillah, MIN Kota Cirebon semakin mendapatkan kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Moh. Ahsan memberi wejangan agar kepercayaan ini dapat dijaga sebaik-baiknya, dengan memperhatikan sejumlah hal.

“Apa yang karus kita perhatikan untuk menjawab kepercayaan ini? (Yakni) tunduk kepada aturan Allah, bersikap tawadhu, menjaga performa, menjaga marwah, dan menjaga visi-misi madrasah, sehingga masyarakat merasa  semakin dekat dengan MIN Kota Cirebon.”

Sebagai pamungkas, Moh. Ahsan berpesan agar MIN Kota Cirebon menggenjot program-program unggulannya dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di tingkat pendidikan dasar. *(Kontributor : Haji Arif Arofah)

Kakanwil Ingatkan Lima Program Prioritas

0
Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Drs H Ajam Mustajam, M.Si, memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan yang digelar di Gedung Aula Kanwil Kemenag

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov Jawa Barat, Drs H Ajam Mustajam M.Si, memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan yang digelar di Gedung Aula Kanwil Kemenag Prov Jawa Barat, Rabu (03/08/2022). Rapat tersebut menghadirkan pejabat eselon III serta para pelaksana program kegiatan di masing-masing unit kerja, dengan pembahasan utama terkait dengan penyerapan anggaran tahun 2022.

Di hadapan para pelaksana program unit kerja tersebut, Kakanwil mengingatkan tentang lima program unggulan yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Jawa Barat.

Dalam penjelasannya, H Ajam menyampai program-program prioritas tersebut.

Pertama, peningkatan kualitas SDM di lingkungan kerja masing-masing Satker sesuai dengan ketersediaan anggaran yang mengacu pada sasaran dengan memberikan akses pendidikan, pelatihan, dan beasiswa demi mewujudkan SDM yang profesional dan andal.

Kedua, Digitalisasi Layanan. Menurutnya, Transformasi layanan umat tidak akan terwujud jika aparatur Kemenag tidak mengikuti gerak perubahan zaman dan kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi.

“Saat ini masyarakat menuntut layanan yang lebih mudah, lebih cepat, lebih murah, dan lebih terbuka. Karenanya, Kementerian Agama harus mempercepat upaya digitalisasi layanan,” jelasnya.

Percepatan tersebut, sambungnya, bisa dilakukan dengan cara meningkatkan literasi digital SDM Kemenag, sarana prasarana pendukung digitalisasi layanan, integrasi aplikasi digital, membangun situs atau pusat data informasi. Kemudian, Kanwil kemenag harus menjadi pusat informasi keagamaan di Jawa Barat serta mampu sharing data dan informasi dengan lembaga dan instansi terkait.

Ketiga, penguatan moderasi beragama baik dikalangan ASN Kemenag, millenial, penguatan visi dan wawasan kebangsaan bagi aparatur kemenag, serta membentuk kampung moderat di kota/kab masing-masing.

“Secara khusus kalangan millenial menjadi sasaran program penguatan moderasi beragama karena mereka sanat rentan terpapar paham-paham intoleran dan radikal dari media sosial dan platform teknologi informasi lainnya,” imbuhnya.

Keempat, Revitalisasi KUA kecamatan sebagai pusat data dan layanan keagamaan serta keluarga.

H Ajam berpendapat, Hal ini bisa terwujud dengan meningkatkan kualitas SDM serta sarana prasarana KUA kecamatan.

Kelima, program kemandirian pesantren. Ia menilai, hal ini bisa terwujud jika difokuskan pada penyusunan data yang lengkap dan komprehensif, penyusunan data lembaga pendidikan di bawah pesantren, penyusunan data potensi ekonomi dan kewirausahaan serta menjalin kerja sama dan sinergi dengan institusi yang lain untuk mengembangkan potensi ekonomi dan kewirausahaan pesantren. (Kontributor : Muhamad Rizqy Fauzi)

Ridwan Kamil Bekali Ribuan Siswa di Jawa Barat dengan Wawasan Kebangsaan

0
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil orasi kebangsaan di depan ribuan siswa tingkat SLTA di di Youth Center Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil membekali ribuan siswa SMU, SMK dan SLB se-Bandung Raya dengan nilai-nilai wawasan kebangsaan dalam sebuah acara Orasi Ceramah Kebangsaan di Youth Center Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (4/8/2022).

Acara yang digagas Gus Miftah itu dikemas secara menarik karena materi wawasan kebangsaan yang disampaikan cocok dengan karakter anak muda yang mengombinasikan tausiah dengan humor milenial.

Hal ini sesuai dengan tema yang diangkat yaitu ‘Moderasi Beragama dan Berbangsa yang Menyenangkan’.

“Mudah-mudahan orasi kebangsaan ini menjadi penguat agar kita jauh dari pertengkaran, selalu menjadikan Jawa Barat yang damai dan toleran oleh narasi-narasi seperti tadi,” ujar Ridwan Kamil.

Target dalam orasi kebangsaan ini, yakni anak muda yang rentan terhadap asupan informasi dari media sosial dan lingkungannya yang berpotensi melemahkan wawasan kebangsaan.

Tercatat sekitar 1.500 siswa hadir langsung di Youth Center Sport Jabar Arcamanik yang merupakan para pemimpin di kelasnya termasuk para guru mata pelajaran PPKN. Sisanya sekitar 3.000 siswa hadir secara virtual.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, berharap para pemimpin siswa tersebut bisa meneruskan materi kebangsaan kepada siswa lainnya maupun di lingkungannya.

“Mereka nantinya bisa meneruskan ke lingkungan terdekatnya. Inilah investasi, nanti panennya kedamaian dan kondusivitas yang kita cita-citakan,” katanya.

Jabar sendiri merupakan provinsi pertama di Indonesia yang mempunyai kurikulum anti-radikalisme. Ketahanan ideologi itu disiapkan oleh sekolah lewat kearifan lokal maupun muatan lokal.

“Jawa Barat kan provinsi pertama yang punya kurikulum anti-radikalisme, kita sedang mempersiapkan ketahanan ideologi itu lewat kearifan lokal atau muatan lokal,” ujar Kang Emil.

Adapun orasi kebangsaan dipastikan akan diperluas di lima wilayah di Jabar, yaitu Bandung Raya, Priangan Timur, Ciayumajakuning, Purwasuka, dan Bodebek.

“Tetap menyasar anak-anak SMA, SMK, dan SLB akan berlangsung di lima wilayah di Jabar,” kata Kang Emil.

Sementara itu, Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah mengungkapkan, orasi kebangsaan dirancang sebagai bentuk edukasi dan pembelajaran kepada para siswa untuk lebih mencintai bangsa dan negaranya.

“Kita tumbuhkan rasa nasionalisme, patriotisme dengan memberikan pemahaman keragaman bangsa yang happy atau menyenangkan,” katanya.

Menurutnya, bangsa ini sudah terlalu lelah terhadap hal yang memperbesar perbedaan, sehingga menimbulkan permusuhan antara satu kelompok dengan lainnya.”Maka kami menganggap penting untuk membuat acara ini sehingga anak-anak didik kita mampu memahami kebangsaan secara baik dan benar, menganggap perbedaan itu rahmat bukan pemicu menjadi permusuhan,” tutur pemimpin Pondok Pesantren Ora Aji Sleman itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, nantinya akan ada sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan agar semakin menumbuhkan nilai-nilai Wawasan Kebangsaan dikalangan pelajar.

“Kedepannya ada launching Gerakan 2,5 Juta Bendera Merah Putih se-Jabar. Lalu juga akan ada Gerakan 7 Harkat,” ujar Dedi Supandi.

Dia menjelaskan Gerakan 7 Jarkat, yaitu mengajak peserta didik untuk mengikut sejumlah kegiatan positif yang disesuaikan dengan tagline berdasarkan hari.

Misalnya pada hari Senin yaitu terkait Wawasan Kebangsaan, Selasa terkait wawasan internasional, Rabu tentang wawasan literasi dan lingkungan hidup. Sedangkan Kamis tentang budaya lokal, Jumat terkait sehat jiwa raga, Sabtu mengenai rumah kita istana kita dan Minggu adalah sosial kemanusiaan.

Dedi berharap, mulai dari Bandung akan menjadi Pancasilais yang menyeluruh ke Indonesia. “Ke depannya selain tagline hari-hari ada masukan juga dari siswa kaitan dengan membuat monumen-monumen hal itu bagian dari peringatan menjadi ciri lahirnya Pancasila dengan pemikiran di Kota Bandung,” katanya. *(Ant)

SMP Negeri 3 Cimenyan Kab Bandung Berbenah Menuju Sekolah Unggulan

0
SMP Negeri 3 Cimenyan yang berlokasi di Jl. Awiligar Kelurahan Cibeunying Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Cimenyan yang berlokasi di Jl. Awiligar Kelurahan Cibeunying Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung berdiri pada tahun 2016. Secara geografis, sekolah tersebut berada di daerah perbukitan dengan ketinggian 700-1.200 m di atas permukaan laut yang berdekatan dengan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Saat ini sekolah tersebut dipimpin oleh Kasek Ibrahim Ruliyadi, S.Pd.,M.Pd. Beliau dilantik menjadi Kepala Sekolah (Kasek) di SMP Negeri 3 Cimenyan pada tanggal 31 Desember 2021. Sebelumnya beliau adalah Wakasek di SMP Negeri 1 Cimenyan.

Meski baru beberapa bulan menjabat sebagai Kasek, Ibrahim sudah menunjukkan beberapa prestasi dan kemajuan pembangunan yang telah dicapai di sekolah tersebut. Mulai dari perbaikan sarana prasarana sekolah, menata halaman sekolah, membuat taman, gapura, pengerasan jalan dan pembangunan sarana ibadah yang sebelumnya tidak ada.

Ibrahim Ruliyadi mengatakan, agar siswa dapat belajar nyaman di sekolah dibutuhkan sarana dan prasarana sekolah yang memadai. Lingkungan sekolah yang tertata dengan baik, hijau indah asri akan membuat siswa betah dan nyaman belajar di sekolah.

“Siswa perlu ruang kelas yang bersih. Siswa perlu halaman untuk bermain dan berolah raga. Sekolah juga harus menyediakan energi listrik untuk keperluan belajar. Listrik untuk penerangan. Listrik untuk menyediakan air. Juga listrik untuk menghidupkan peralatan yang diperlukan selama belajar,” ujarnya.

SMP Negeri 3 Cimenyan mampu bersaing dengan sekolah terkemuka dan sekolah setaraf lainnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih di bidang akademik dan non akademik. SMP Negeri 3 Cimenyan telah banyak menjuarai event yang diadakan di tingkat Kecamatan, Kabupaten dan tingkat Kota Bandung.

Visi Sekolah : Berkarakter Mulia, Maju dalam Prestasi, Kokoh dalam Budaya, Terdepan dalam Langkah Kreatif

Misi Sekolah :

  1. Menyelenggarakan pembiasaan literasi Al Qur’an
  2. Meningkatkan prestasi akademik serta persentase kelulusan
  3. Melaksanakan dan mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
  4. Melaksanakan inovasi pembelajaran
  5. Melaksanakan supervisi, monitoring proses pembelajaran dan pembinaan terhadap guru dan tenaga kependidikan laiinnya.
  6. Melaksanakan pengembangan dan peningkatan kompetensi SDM pendidik dan tenaga kependidikan yang dilandasi semangat meraih keunggulan untuk seluruh warga sekolah
  7. Menggali dan menumbuhkembangkan potensi, prestasi dan kreativitas guru dan siswa secara optimal dalam bidang akademik dan non akademik, serta mengikutsertakan siswa dalam lomba-lomba baik akademik maupun non akademik
  8. Melaksanakan penataan lingkungan sekolah dan optimalisasi pendayagunaan ruang, lahan dan fasilitas sekolah lainnya menuju sekolah berbudaya lingkungan (SBL)
  9. Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana sekolah serta penambahan ruang kelas baru (RKB)
  10. Menerapkan ajaran agama dan menumbuhkembangkan budaya disiplin dan kerjasama serta sikap terpuji dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah sebagai budaya sekolah
  11. Menerapkan manajemen partisipatif dalam pelaksanaan program-program sekolah mengembangkan jaringan informasi intern sekolah dan jalinan kerjasama antar warga sekolah, alumni, masyarakat, instansi terkait dan stakeholder Pendidikan lainnya.

*(Elisa Nurasri/Red)

Ahmad Tohari Ajak Hormati Larangan Gelar Hajatan pada bulan Sura Kalender Jawa

0
Budayawan Ahmad Tohari

PURWOKERTO (Aswajanews.id) – Budayawan Ahmad Tohari mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya warga Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk menghormati larangan menggelar hajatan di bulan Sura pada kalender Jawa.

“Menurut saya, itu (larangan hajatan di bulan Sura, red.) harus dihormati. Namanya kepercayaan itu kan hak semua orang untuk meyakini sesuatu, jadi harus kita hargai,” katanya saat dihubungi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Penulis novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk itu mengakui bagi orang yang benar-benar fanatik terhadap adat dan budaya Jawa tidak menggelar hajatan pada bulan Sura. Dalam hal ini, mereka berkeyakinan akan menghadapi kesulitan di kemudian hari jika nekat menggelar hajatan pada bulan Sura.

“Saya sebagai budayawan menganjurkan itu dihargai karena keyakinan itu tidak bisa diotak-atik, tidak bisa disalah-salahkan, ‘lha wong’ keyakinannya begitu,” kata budayawan asal Banyumas yang akrab disapa Kang Tohari itu. Sebaliknya, kata dia, bagi masyarakat yang menganggap bulan Sura seperti bulan puasa juga tidak boleh diganggu.

“Kita ini yang menganggap bulan Sura itu seperti bulan puasa, seperti keyakinan saya, itu juga enggak boleh diganggu gugat, ‘wong’ itu keyakinan saya,” katanya menegaskan.
Oleh karena itu, kata dia, tidak perlu ada semacam perselisihan terkait dengan adanya larangan hajatan pada bulan Sura.

Disinggung mengenai dasar larangan menggelar hajatan pada bulan Sura yang notabene juga merupakan bulan Muharam pada kalender Hijriah yang digunakan umat Islam di seluruh dunia, Kang Tohari menduga hal itu berkaitan dengan tragedi Karbala yang menewaskan dua cucu kesayangan Nabi Muhammad SAW pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah.

“Sisi baik di bulan Sura juga banyak. Tapi bagi orang Jawa yang menghindari hajatan di bulan Sura mungkin karena tahu kalau pada bulan Muharam ada peristiwa mengerikan yang menewaskan Hasan dan Husen di Padang Karbala,” katanya.

Dengan demikian, dia menduga larangan menggelar hajatan pada bulan Sura itu muncul sebagai bentuk penghormatan atas meninggalnya dua cucu kesayangan Nabi Muhammad SAW meskipun sebenarnya dasar pertimbangan atau penghitungan kalender Jawa berbeda dengan kalender Hijriah.

“Pasti berbeda pertimbangannya, cuma kebetulan (bulan Sura dan Muharam) sama, jadi disakralkan,” kata Kang Tohari. *(Ant)

Bharada E Ditetapkan sebagai Tersangka

0
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022).

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menetapkan Bharada E sebagai tersangka dugaan tindak pidana kasus polisi tembak polisi di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu malam.

Polri menetapkan Bharada E sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

“Menetapkan Bharada E sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu malam.

Andi menyebutkan, Bharada E ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus yang dilaporkan oleh kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Jadi terkait laporan polisi oleh keluarga Brigadir Yosua,” ujar Andi.

Andi menegaskan, dari hasil pemeriksaan 42 saksi, saksi ahli, uji balistik, forensik dan kedokteran forensik termasuk penyitaan barang bukti sudah cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka Pasal 338 tentang pembunuhan dan turut serta.

Sebelumnya Polri menyatakan tembak menembak antara Bharada E dan Brigadir J di rumah Irjen Pol. Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) lalu adalah pembelaan diri, dan membela istri Ferdy Sambo karena ada peristiwa pelecehan dan percobaan pembunuhan. Namun, hal itu dibantah oleh Andi Rian, dari hasil penyidikan hingga dilakukan gelar perkara Bharada E melanggar Pasal 338.

“Pasal 338 juncto 55 dan 56 KUHP, jadi bukan beladiri,” ucap Andi.

Sementara itu, laporan polisi yang dilayangkan oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J pada Senin (18/7) adalah tentang pembunuhan berencana dengan Pasal 340 junto 338 juncto 351 ayat 3 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. *(Ant)

DLH Kab. Bandung Respon Cepat Pengaduan Masyarakat, Kasi P3HL : Harus Ada Pembinaan, Pelatihan Agar Tidak Membuang Limbah B3 Sembarangan

0
Kunjungan Sirojul Falah Kasi P3HL DLH Kabupaten Bandung

KAB.BANDUNG (Aswajanews.id) – Pasca kunjungan team Badega Lingkungan (Mitra DLH), selanjutnya direspon dengan cepat oleh DLH Kab. Bandung dengan kunjungan Sirojul Falah Kasi P3HL (Kepala Seksi Bidang Penataan, Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan) DLH Kab. Bandung yang didampingi oleh staf nya dan juga koordinator Badega Lingkungan segmen Soljer, guna meninjau secara langsung lokasi tempat usaha yang dimiliki oleh Dudung Abdul Rohman di Kp. Jerukmipis Ds.Bojongemas Solokan Jeruk, Senin (1/8/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam kunjungan tersebut Kasi P3HL Sirojul Falah meminta keterangan serta meninjau dari segi pengolahan limbah hasil produksi serta kembali mengecek suhu dari limbah sebelum dibuang ke saluran air.

Disampaikan oleh Sirojul Falah “Setelah mendapatkan laporan dari team Badega lingkungan maka saya setelah mendapatkan perintah dari atasan turun langsung ke lokasi, guna mengecek ulang dan memberikan pengarahan lebih lanjut terkait sistem pengolahan limbah hasil produksi sebelum dibuang”.

“Saya juga mengapresiasi dengan sudah adanya pembenahan tempat pengolahan pembuangan limbah yang dilakukan oleh pengusaha tersebut, akan tetapi kami juga akan memberikan arahan agar tempat pengolahan limbahnya sesuai dengan yang diatur didalam perundang-undangan,” ujarnya.

“Untuk hasil dari pengecekan suhu dan ph limbah yang dihasilkan dari produksi tersebut akan kami sampaikan setelah cek laboratorium. Kami pun akan mengundang pengusaha tersebut untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut, terutama apabila ada yang harus dilengkapi kembali, maka akan kami bantu untuk arahkan agar ditempuh,” lanjut Sirojul.

Menurutnya, untuk ukuran UMKM yang dijalani pengusaha tersebut akan mendapatkan bimbingan sesuai ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Pada saat ditanya perihal penutupan jenis usaha, dijawab oleh Sirojul Falah “Semua itu ada prosedurnya, apabila setiap para pengusaha yang menghasilkan limbah B3, tidak mematuhi ketentuan yang berlaku maka akan diberikan bimbingan terlebih dahulu, lalu pelatihan-pelatihan, namun jika sudah diarahkan agar mematuhi standar baku pembuangan limbah masih saja membandel dan kategori nya susah untuk menyadari kesalahannya, maka DLH akan melaporkan ke petugas penertiban yang berhak untuk melakukan penertiban,” pungkasnya.

Sementara itu Dudung Abdul Rohman mengatakan, “Saya untuk yang kedua kalinya sangat berterima kasih atas kunjungan dari DLH, itu akan menambah wawasan serta ilmu bagi saya yang benar-benar kurang memahami apabila sesuai prosedur yang berlaku”.

“Dan berharap bahwa kedepannya tetap mendapatkan bimbingan serta pelatihan dan pantauan agar saya bisa menjadi pengusaha yang mentaati peraturan yang berlaku di NKRI,” tukasnya. (Team Liputan)

Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-77, Yuk Simak Aturannya

0
Melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor 090-Dispora/2022, masyarakat diminta untuk mengibarkan bendera Merah Putih secara serentak di lingkungannya masing-masing mulai 1-31 Agustus 2022.

KOTA BANDUNG (Aswajanews.id) – Kemerdekaan Republik Indonesia, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk menyemarakannya.

Melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor 090-Dispora/2022, masyarakat diminta untuk mengibarkan bendera Merah Putih secara serentak di lingkungannya masing-masing mulai 1-31 Agustus 2022.

Selain itu juga, meminta kantor/instansi pemerintah maupun swasta, hotel, perbankan, mall, pasar, swalayan, toko, perumahan penduduk di jalan protokol untuk dapat memasang dekorasi, umbul-umbul, poster, spanduk, baliho, dan hiasan lainnya, dengan menggunakan logo HUT ke-77 Kemerdekaan RI dengan desain yang bisa diunduh di website Kementerian Sekretariat Negara.

“Perayaan ulang tahun ke-77 Indonesia tahun 2022 ini mengambil tema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.”

Dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan perayaan HUT ke-77 RI, masyarakat diimbau untuk melakukan dan memperhatikan penerapan protokol kesehatan pencegahan dan penanganan Covid-19 secara ketat, sesuai ketentuan yang berlaku.

Berikut aturan lengkap Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2022 :

  1. Tema dan Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2022 adalah Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat yang dapat diunduh pada situs resmi Kementerian Sekretariat Negara www.setneg.go.id,
  2. Mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak di lingkungan masing-masing mulai tanggal 1 – 31 Agustus 2022,
  3. Memasang dekorasi, umbul-umbul, poster, spanduk, baliho atau hiasan lainnya, di lingkungan Bapak/Ibu, secara serentak sejak tanggal 20 Juli s.d. 31 Agustus 2022. Penggunaan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2022 dan desain turunannya agar merujuk pada pedoman yang dapat diunduh pada situs resmi Kementerian Sekretariat Negara www.setneg.go.id.,
  4. Melakukan implementasi secara maksimal logo dan desain turunan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2022 ke dalam berbagai bentuk media. Antara lain desain/tampilan website/media sosial, tayangan pada media televisi dan online, dekorasi bangunan, dekorasi kendaraan/alat transportasi umum dan dinas, produk/souvenir/merchandise, media publikasi cetak dan elektronik, dll. Implementasi tersebut agar dilakukan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masingmasing,
  5. Pada tanggal 17 Agustus 2022 pukul 10.17 – 10.20 WIB, selama 3 menit menghentikan semua kegiatan. Berdiri tegap saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan secara serentak di berbagai lokasi dan wilayah, untuk menghormati peringatan detik-detik proklamasi. Pengecualian menghentikan aktivitas sejenak berlaku bagi setiap orang dengan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri dan orang lain apabila dihentikan,
  6. Untuk mendukung pelaksanaan poin 5 (lima) di atas, jajaran TNI, Polri, kantor-kantor instansi pemerintahan/swasta, pusat perbelanjaan dan pertokoan retail agar memperdengarkan sirine atau suara penanda lainnya sebelum lagu Indonesia Raya dikumandangkan,
  7. Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2022 tingkat Kecamatan dilaksanakan di wilayah masing-masing, dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2022,
  8. Dalam rangka persiapan menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2022, Dinas terkait, Kecamatan dan Kelurahan diminta untuk melakukan kegiatan kerja bakti, dan bersih-bersih Bandung, termasuk melakukan kegiatan pengecatan kerb, trotoar, dan lainnya yang dianggap perlu dengan melibatkan unsur lembaga kemasyarakatan Kelurahan dan masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Mulai saat ini, yuk kita semarakkan Hari Kemerdekaan. *(Elisa Nurasri)

Apakah Benar Putra Amien Rais Alami Gangguan Jiwa? Ini Jawaban Mahkamah Agung

0
Putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais Bersama mantan istri, putri Ketum PAN sekaligus Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, Futri Zulya Safitri.

JAKARTA (Aswajanews.Id) – Mahkamah Agung (MA) menyatakan bahwa putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais mengalami masalah kejiwaan yang tidak stabil, dan kini tengah menjalani terapi demi memperbaiki psikologinya.

Masalah kejiwaan ini rupanya menjadi salah satu faktor pemicu perceraian dirinya dengan putri Ketum PAN sekaligus Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, Futri Zulya Safitri.

Mereka dikabarkan kerap kali mengalami perselisihan yang tak berujung.

Diketahui, pada Mei 2022 keduanya sudah resmi bercerai.

Futri tak kuat dengan sikap Mumtaz sehigga melayangkan gugatan cerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Kondisi kejiwaan yang kurang stabil dari Mumtaz Rais ini berdampak negatif, salah satunya diduga menganiaya dan menyiksa Asisten Rumah Tangga (ART).

Futri pun pernah bersaksi jika anaknya pernah membawa Mumtaz Rais ke psikolog untuk berobat dan dinasehati.

Selain itu, sahabatnya juga bersaksi bahwa Mumtaz Rais pernah berkunjung ke psikiater lantaran emosi yang tak stabil.

Sebelum resmi bercerai pada Mei 2022, Futri sudah mengajukan perceraian sejak Februari 2022.

Dari amar putusan PA Jaksel, gugatan penggugat dikabulkan majelis hakim.

Futri juga mendapat hak asuk atas anak-anaknya, sementara Mumtaz Rais diwajibkan menafkahi kedua anaknya mencapai Rp 30 juta per bulan hingga dewasa dan mandiri. (vf/dc/ad/montt/pantau)

3 Orang Saksi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dalam Impor Besi atau Baja

0

JAKARTA (Aswajanews.id)Selasa 02 Agustus 2022, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung memeriksa 3 (tiga) orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Impor Besi atau Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya Tahun 2016 s/d 2021 atas nama Tersangka TB, Tersangka T, Tersangka BHL, dan 6 Tersangka Korporasi.

Saksi-saksi yang diperiksa atas nama Tersangka TB, Tersangka T, Tersangka BHL yaitu:
MS selaku Direktur Impor pada Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016 sampai dengan tahun 2021.

ESP selaku ASN (Staf Kementerian Perdagangan RI), diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016 sampai dengan tahun 2021.

Saksi yang diperiksa atas nama 6 Tersangka Korporasi yaitu M selaku Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan pada Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A, diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 atas nama 6 (enam) Tersangka Korporasi.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Impor Besi atau Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya Tahun 2016 s/d 2021.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M. (K.3.3.1). (Sumber : Kapuspenkum Kejagung)

Orang Tua Wajib Tahu! Biaya Kuliah Diprediksi Naik 6,03% per Tahun

0
Orangtua di masa depan, diprediksi semakin sulit membiayai kuliah anaknya.

JAKARTA (Aswajanews.id) – Orangtua di masa depan, diprediksi semakin sulit membiayai kuliah anaknya. Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menganalisis dan mengombinasikan data upah lulusan SMA dan universitas dari BPS dengan data biaya studi dari 30 perguruan tinggi negeri serta swasta.

Kenaikan upah orangtua lulusan SMA rata-rata 3,8 persen per tahun, sedangkan kenaikan upah orangtua lulusan universitas rata-rata 2,7 persen per tahun. Sementara, biaya studi di perguruan tinggi diperkirakan naik 6,03 persen per tahun.

Dampaknya, tak semua keluarga dapat menuntaskan kuliah anak hingga lulus meski sudah menabung sejak dini. Menanggapi temuan ini dikutip dari Harian Kompas, 28 Juli 2022 Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan/Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nizam mengatakan jika ada kenaikan masih di bawah inflasi. Bahkan, dalam tiga tahun ini tidak ada kenaikan UKT di PTN.

Pemerintah membuka program bantuan finansial melalui Kartu Indonesia Pintar untuk kuliah.

Selain itu, beasiswa untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu ini pada tahun 2022 memiliki kuota 185 ribu orang. Beasiswa Kartu Indonesia Pintar untuk kuliah diperuntukkan bagi mahasiswa yang orangtuanya berpenghasilan maksimal Rp 4 juta per bulan.

Pemerintah menjanjikan biaya pendidikan tinggi khususnya perguruan tinggi negeri akan semakin terjangkau dan diharapkan generasi muda bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. (*)

Meningkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian

0
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir meminta kepada DPD Perhiptani Sumedang untuk terus meningkatkan kompetensi dan inovasinya di bidang pertanian

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Keberhasilan program pembangunan sektor pertanian, termasuk pangan dan holtikultura, bergantung kepada peran para penyuluh di lapangan melalui pendampingan dan pemberdayaan para petani. Oleh karena itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir meminta kepada Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (DPD Perhiptani) Sumedang untuk terus meningkatkan kompetensi dan inovasinya di bidang pertanian. Menurut Dony, sebagai organisasi profesi yang mewadahi penyuluh pertanian, Perhiptani dinilai sangat penting dan strategis dalam mendampingi dan membina para petani.

“Standar kompetensinya harus di atas para peserta penyuluhan. Penyuluh juga harus berinovasi menemukan cara-cara baru yang efektif, tidak hanya konvensional,” ucap Bupati saat audiensi dengan DPD Perhiptani Sumedang di Pusat Pemerintahan Sumedang, Senin, 1 Agustus 2022.

Bupati mengatakan, peningkatan kompetensi sangat dibutuhkan mengingat teknologi dan teori untuk meningkatkan produksi pertanian mengalami perubahan sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Perhiptani ini menjadi wahana ‘sharing’ ilmu dan pengalaman. Tentu para penyuluh harus meningkatkan kompetensinya. Salah satunya harus banyak belajar dalam bentuk Diklat, FGD, seminar, lokakarya dan pelatihan teknis lainnya. Harus terus di-charge wawasannya dan disesuaikan dengan kondisi yang ada,” katanya.

Lebih jauh bupati juga meminta agar keberadaan Perhiptani menjadi wahana meningkatkan kesejahteraan anggotanya karena organisasi dibentuk berdasarkan kesamaan visi dan misi bersama.

“Harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan anggota. Organisasi dibentuk karena tujuan yang sama, perasaan senasib seperjuangan. Setelah itu sebagai wahana advokasi untuk saling melindungi,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sajidin, Ketua Perhiptani Dodi Hamdani beserta jajaran pengurus. (*)

Kejari Sumedang Musnahkan Barang Bukti Kejahatan

0
Kejari Sumedang menggelar pemusnahan barang bukti hasil kejahatan di lapang Pusat Pemerintahan Sumedang, Selasa (2/8/2022).

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang menggelar pemusnahan barang bukti hasil kejahatan di lapang Pusat Pemerintahan Sumedang, Selasa, 2 Agustus 2022. Pemusnahan secara simbolis dilakukan oleh kajari, bupati, kapolres, dandim, kepala PN, dan kalapas.

Plt. Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang, Lila Nasution mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan dari tindak pidana narkoba, asusila, dan kriminal. Barang bukti narkoba dihancurkan dengan cara dimasukan ke dalam air lalu diblender. Sedangkan barbuk lainnya di dibakar, sera dipotong menggunakan mesin gerinda.

“Semua barang bukti ini kami sita dari puluhan perkara, periode Januari hingga Juli 2022,” kata Lila.

Adapun barbuk yang dimusnahkan diantaranya tembakau gorila seberat 2,1 gram, sabu seberat 65,19 gram, 35 butir obat psikotropika, serta 4903 butir obat terlarang. Kemudian puluhan ponsel, pakaian, dan barbuk lainnya. Sementara, berdasarkan data yang ada di Kejari Sumedang, kata Lila, kasus-kasus yang mendominasi di wilayah Sumedang yakni kasus narkotika, perlindungan anak, dan penganiayaan.

“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, untuk fixnya nanti kami akan lihat dulu datanya, supaya kami bisa bandingkan,” ucapnya. (*)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts