Google search engine
Beranda blog Halaman 240

Gus Miftah: Suharso Monoarfa Hina Marwah Kyai dan Pondok Pesantren!

0
Gus Miftah/Foto: nu.or.id

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pidato Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfadi acara pendidikan politik cerdas bebas korupsi di KPK terus mendapat kecaman dari berbagai pihak, kali ini Ulama nyentrik, Gus Mifah yang berang dengan pernyataan Suharso Monoarfa ketika acara ‘Pembekalan Antikorupsi Politik Cerdas Berintegritas (PCB) untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP)’ di Gedung ACLC KPK, Jakarta, pada 15 Agustus kemarin.

Lewat akun Instagramnya, Gus Miftah itu tidak terima dengan pernyataan menteri Kabinet Indonesia Maju tersebut. Gus Miftah menyayangkan pernyataan dan cerita tersebut dilontarkan oleh seorang ketua umum partai yang berlambang Ka’Bah. “Maksud anda apa ya pak ketua umum partai yang terhormat @suharsomonoarfa?” tulis Gus Miftah sambil memention Suharso Monoarfa.

Menurutnya, pernyataan Menteri Bappenas tersebut telah menghina kyai dan pesantren dengan kalimat yang menyakitkan. Tokoh Nahdatul Ulama itu pun akan menyomasi Suharso Monoarfa agar mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataan tersebut. “Saya sebagai santri yang biasa sowan kyai untuk tabarukan dan ngalap berkah meminta anda untuk klarifikasi dan minta maaf,” tegasnya.

Menurut Ulama yang dikenal dengan pemikiran moderatnya ini, statemen Menteri Bappenas RI itu sangat menghina marwah kyai dan pondok pesantren. Sebab, dalam khazanahnya, pesantren memiliki istilah tabarukan, yaitu ngalap berkah yang dilakukan oleh seorang santri atau jamaah kepada kyai. Salah satu caranya adalah silaturahmi atau sowan kepada kyai.

“Dalam silaturahmi itu biasanya santri atau jamaah minta doa, minta nasehat atas problem dan hajatnya. Dan tidak ada permintaan khusus dari kyai, seperti minta amplop atau yang lainnya kepada para santri dan jamaah saat menerima sowan,” jelas Gus Miftah.

Adapun katanya Gus Miftah, kalau sowan harus kasih amplop atau apapun, kalau toh ada itu justru inisiatif dari santri atau jamaah yang sifatnya sukarela sebagai rasa mahabbah seorang santri kepada kyai dan amplop tersebut biasanya diberikan secara sukarela dan seikhlasnya.

Menurutnya justru kyai-kyai besar yang sebenarnya seringkali dimanfaatkan untuk kebutuhan panggung politik. Apabila para tokoh politik itu membutuhkan, maka mereka berbondong-bondong menghampiri kyai.

Gus Miftah pun mengibaratkan para politisi seperti daun salam dan laos dalam sebuah masakan.“Kalau butuh mereka sowan kyai, selesai butuhnya kembali meninggalkan kyai. Persis seperti daun salam dan laos, kalau masak sayur dicari pertama kali, sayurnya matang daun salam dan laosnya dibuang pertama kali,” tuturnya.

Sebelumnya pernyataan pidato Suharso Monoarfa saat memberikan sambutan dalam acara yang diselenggarakan oleh KPK mendapat kecaman oleh berbagai kalangan. Dalam video yang tersebar lewat WhatsApp Grup dan medsos itu, Suharso Monoarfa menceritakan soal pengalamannya sowan ke tokoh agama atau kyai.

“Ketika saya menjadi Plt. Ketum PPP, Ini demi Allah dan RasulNya terjadi. Saya datang ke kiai itu dengan beberapa kawan, lalu saya pergi begitu saja. Ya, saya minta didoain kemudian saya jalan. Tak lama kemudian saya dapat pesan di WhatsApp, Pak Plt, tadi ninggalin apa gak untuk kiai?” cerita Suharso. Suharso yang merasa tidak meninggalkan sesuatu di sana pun sempat menduga ada barang milik cucunya yang tertinggal di pesantren tersebut.

Namun, orang yang mengirim pesan ke dia menyebutkan bahwa bukan barang yang tertinggal. Suharso baru mengerti setelah mendapatkan penjelasan dari orang tersebut bahwa harus ada pemberian untuk kiai dan pesantren. “Kalau kami ketemu di sana, itu kalau salamannya gak ada amplopnya Pak, itu pulangnya itu, sesuatu yang hambar,” lanjutnya. (RD)

Kiai dan Gus di Jombang Deadline Suharso Manoarfa 1×24 Jam untuk Minta Maaf terkait Amplop Kyai

0
Sejumlah kyai dan gus di Jombang, menggelar jumpa pers di Restoran Zam Zam Jombang, Kamis siang terkait pernyataan Ketum DPP PPP, Suharso Manoarfa di KPK.

JOMBANG (Aswajanews.id) – Ketua Umum (Ketum) PPP Suharso Monoarfa dituntut untuk minta maaf kepada para kiai dan kalangan pesantren dalam waktu 1×24 jam. Pernyataan tersebut keluar dari perwakilan kalangan pesantren di Kabupaten Jombang, dalam jumpa pers yang diadakan di Restoran Zam Zam Jombang, Kamis siang (18/8/2022).

“Jika tidak ada permintaan maaf langsung dari beliau, maka besok kami akan laporkan ke polisi atas dasar penghinaan dan pelecehan terhadap kiai dan pesantren,” ujar Gus Imam Subandi di hadapan wartawan.

Menurut Gus Imam, pernyataan yang keluar dari Suharso di Gedung KPK itu memiliki makna yang dalam. Karena sudah memberikan penggiringan opini, bahwa tradisi pemberian amplop kepada kiai di pesantren, merupakan cikal bakal korupsi atau semacamnya.

“Beliau cerita itu di KPK dalam acara pembekalan korupsi, tentu akan tergiring opini bahwa di pesantren tumbuh budaya atau tradisi yang berbau korupsi.”

“Ini kan bahaya sekali. Ini sangat melukai kalangan pesantren,” kata Gus Imam yang merupakan pengasuh Pesantren Nahdlatul Ulum.

Mengenai tuntutan permintaan maaf dalam 1×24 jam itu, menurut Gus Imam, berlangsung mulai dari hari ini. Sehingga, jika sampai siang besok tidak ada permintaan maaf, maka proses laporan ke polisi akan dilakukan.

“Kami menunggu sampai siang besok sebelum Sholat Jumat, jika tidak ada pernyataan maaf dari beliau di media-media nasional. Kita akan langsung melaporkan ke polisi,” lanjutnya.

Gus Imam juga meminta untuk para santri, untuk tidak terpancing dan melakukan hal-hal yang di luar instruksi para kiai dan gus.

“Kita berharap, ini ada klarifikasi dan permintaan maaf secepatnya. Jangan sampai bergejolak sampai ke seluruh daerah,” pungkasnya. (Elisa Nurasri/Rls)

Momen Ketum PPP Suharso Keluhkan Amplop untuk Kiai yang Berujung Permohonan Maaf

0
Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa

JAKARTA (Aswajanews.id) – Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa mengeluhkan adanya keharusan menyediakan amplop usai bertemu dengan para kiai atau ulama saat dirinya melakukan kunjungan ke sejumlah tempat.

Suharso mengeluhkannya saat menghadiri acara Pembekalan Antikorupsi Politik Cerdas Berintegritas dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 15 Agustus 2022.

Awalnya, Suharso yang diberikan kesempatan berbicara menyindir mantan ketua umum partainya yang tersangkut kasus korupsi. Kemudian, Suharso menceritakan pengalamannya bertemu dengan para kiai di pondok pesantren.

“Waktu saya Plt. Saya bertandang ke kiai-kiai besar, ke pondok pesatren besar, ini demi Allah dan Rasul-Nya terjadi,” ujar Suharso dikutip dari akun Youtube ACLC KPK, Kamis (18/6/2022).

Suharso mengaku, saat itu dirinya bersama rekan-rekannya menyambangi kiai besar hendak meminta doa. Namun dia tidak menjelaskan detail nama kiai yang dia temui tersebut.

“Saya datang ke kiai itu dengan beberapa kawan, lalu saya pergi begitu saja. Saya minta didoain, kemudian saya jalan. Tak lama kemudian saya dikirimi pesan di WhatsApp, ‘Pak Plt, tadi ninggalin apa enggak untuk kiai?, ninggalin apa? Saya tidak tertinggal sesuatu di sana? Mungkin ada barang cucu saya waktu itu yang saya bawa,” kata Suharso.

Suharso mengaku saat menerima pesan tersebut belum mengerti maksud dari kalimat meninggalkan sesuatu. Sampai akhirnya dia bertemu dengan orang yang mengirimkan pesan tersebut.

“Oh enggak, ada sesuatu, oh nanti saja, maka sampailah setelah keliling itu ketemu lalu dibilang pada saya, ‘gini Pak Plt, kalau datang ke beliau-baliau itu meski ada tanda mata yang ditinggalkan’, ‘wah saya ndak bawa, tanda matanya apa? Sarung, peci, Alquran atau apa,” kata dia.

Namun rupanya yang dimaksud adalah meninggalkan amplop yang sudah lebih dahulu diisi uang. Suharso menyebut hingga kini hal tersebut masih terjadi apabila bertemu dengan para tokoh agama.

“Kayak enggak ngerti saja Pak Harso ini, gitu Pak. I’ve provited one, every week. Dan bahkan sampai saat ini, kalau kami ketemu di sana, itu kalau salamannya, enggak ada amplopnya, pak, itu pulangnya, sesuatu yang hambar,” kata Suharso.

PPP Sampaikan Permohonan Maaf

Pernyataan Suharso ini kemudian menuai kritik, terutama dari dari kalangan aktivis Nahdlatul Ulama (NU).

Wakil Ketua Umum PPP yang juga Wakil Ketua MPR Arsul Sani pun meminta maaf atas pernyataan Suharso itu. Arsul meminta maaf lantaran perkataan Suharso merendahkan martabat dan menghina para kiai.

“Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya kepada para kiai dan berjanji bahwa jajaran PPP lebih berhati-hati atau ikhtiyat dalam berucap dan bertindak kedepan agar tidak terulang lagi,” ujar Arsul dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Arsul Sani mengakui bahwa meskipun dalam pidatonya ketika acara Pendidikan Politik Cerdas Berintegritas di KPK, Suharso Monoarfa tidak bermaksud merendahkan atau menghina kiai. Namun apa yang disampaikan oleh Suharso itu membuka ruang untuk ditafsirkan sebagai merendahkan para kiai.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kami semuanya untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di ruang publik. Tidak boleh lagi terpeleset atau slip of tounge menyampaikan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kontroversi, resistensi, atau kesalahpahaman di ruang publik,” kata Arsul. (Elisa Nurasri/Liputan6)

DAHSYATNYA DERMAWAN

0
Penulis ; Lukmanul Hakim

BREBES, Senin 15 Agustus 2022. Kegiatan istighosah rutinan setiap malam selasa bersama K.H. Subhan Ma’mun pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah yang biasa penulis menyebutnya majlis dzikir aurad Alamnasroh.

Kegiatan istighosah saat ini, bertempat di rumah H. Imam Nawawi Kluwut. Sekaligus sebagai acara tasyakuran  sepulang melaksanakan ibadah haji.

Bersyukur bisa memenuhi panggilan Allah SWT. Berangkat dan pulang dalam kondisi sehat. Setelah dua tahun masyarakat tidak bisa melaksanakan ibadah haji, kerena faktor wabah penyakit yang merusak semua tatanan, termasuk di dalamnya pelaksanaan ibadah haji.

Dalam sambutan Shohibul bait. Ustadz H. Imam Nawawi, mengucapkan terimakasih atas berkenannya para jamaah hadir di rumah kami, dan permohonan maaf kepada K.H. Subhan Ma’mun  saat dirinya mengisi pengajian di mushola Ambari Luwungragi beberapa tahun yang lalu karena ketidaktahuan bahwa di Luwungragi tempat K.H. Subhan Ma’mun tinggal.

KH Subhan Ma’mun, Rois Suriah PBNU, Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes, Jawa Tengah

Kalau saat itu saya tahu. Saya tidak berani dan mau mengisi pengajian serta dipastikan menolaknya. Karena kondisi sebagai pendatang baru yang belum tahu wilayah dan santri yang baru berdakwah di tempat tinggalnya. Sehingga terpaksa mau mengisi pengajian.

Rutinan malam selasa di samping acara dzikir bersama, juga sebagai wadah koordinasi panitia pembangunan Pondok Pesantren Assalafiyah yang ada di Luwungragi, Brebes, Klampok, Songgom dan Kaligangsa.

Tidak bisa dipungkiri bagi penulis sendiri, acara istighosah yang dinanti lagi adalah  tausiyah dari K.H. Subhan Ma’mun sebagai penambah spirit rukhiyah tersendiri bagi semua yang ikut istighosah. Termasuk diri penulis yang sangat memerlukan siraman kesejukan dan semangat untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

K.H. Subhan Ma’mun dalam nasehatnya kepada para panitia pembangunan yang hadir, yang dapat penulis catat adalah sebagai berikut.

Pertama, beliau bicara tentang ibadah maliyah dan badaniyah. Ibadah maliyah merupakan ibadah yang didasari oleh kemampuan harta benda yang dimiliki. Aktivitas ibadah yang memerlukan adanya pendukung finansial yang dimiliki dalam menjalankanya seperti menjalankan ibadah haji, memberi wakaf, melakukan infak, zakat dan shodakoh. Maka ibadah tersebut dapat diwakilkan atau dibadalkan. Sedangkan ibadah badaniyah yang berhubungan diri dengan Allah SWT. tanpa memerlukan ongkos atau uang sebagai bekal atau alat maka tidak bisa diwakilkan, seperti sholat.

Beliau mendoakan kepada tuan rumah Ustadz H. Imam Nawawi yang baru saja melaksanakan ibadah haji. Semoga Haji yang beliau laksanakan mendapatkan predikat haji mabrur. Aamiiin.

Kedua, K.H Subhan Ma’mun menasehati pada peserta istighosah yang hadir agar menjadi orang yang ikhlas dalam melakukan sesuatu. Sebagaimana cerita wali Allah yang bernama Syaikh Shibkhi ketika beliau sudah mati. Ada salah satu sahabatnya bermimpi dengan beliau. Kemudian bertanya? “Apakah anda sudah bertemu Allah?”

Syaikh Shibky bercerita tentang dirinya yang diampuni dosanya bukan karena haji dan sholatnya. Tetapi karena keikhlasan dalam beramal.

Pernah suatu saat beliau (Syaikh) sedang berjalan tiba-tiba melihat kucing yang kedinginan. Maka diambilah dan dimasukan dalam baju beliau dan diberi selimut.

Keikhlasan dalam menolong menjadi sebab diampuni dosa beliau. Ditambah sifat kasih sayang yang dimiliki oleh Syaikh Shibki dalam menolong makhluknya Allah SWT agar tidak kedinginan.

Ketiga, ada cerita yang patut diambil dari kisah sosok almarhum K.H. Dimyati Rois Kaliwungu. Suatu saat K.H. Dimyati atau yang lebih akrab di panggil Mbah Dim, ketika melihat putranya Gus Alam yang sedang membunuh klabang. Kemudian beliau melarangnya. Walaupun Gus Alam beralasan khawatir nanti akan membahayakan orang banyak. Tetap saja Mbah Dim melarangnya.

Menurut K.H. Subhan Ma’mun, Mbah Dimyati merupakan sosok kyai yang tidak permah membunuh makhluk ciptaan Allah SWT, termasuk makhluk yang namanya nyamuk.

K.H. Subhan Ma’mun menegaskan kelak dalam peradilan Allah SWT. Semua makhluk yang dibunuh oleh siapapun akan mengadu pada Allah SWT, dan berdiri di depan pintu surga, melarang para pembunuh untuk masuk surga sebelum diadili.

Pada kejadian lain, Pernah pada suatu saat K.H. Subhan Ma’mun mengaji kitab Tafsir dengan Mbah Dimyati dan beliau menganggap apa yang ditafsiri beliau dengan yang di bacakan oleh Mbah Dimyati sama. Sehingga beliau memutuskan untuk pulang. Hanya ikut pasaran beberapa hari saja. Namun ketika pulang melangkahkan kaki menuju jalan utama, tiba-tiba di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan Mbah Dimyati dan ditanya mau kemana?.

Dengan sapaan dari Mbah Dimyati tersebut, K.H.  Subhan Ma’mun mengurungkan untuk pulang dan kembali ke pondok.

Anehnya saat sampai di Pondok, ternyata Mbah Dimyati sedang mengajar.  K.H. Subhan Ma’mun pun bertanya sendiri, “Lalu siapa yang menegurnya di jalan?” Wallahu ‘alam bishowab.

Kejadian ini terjadi sekitar pada tahun 1980 an,  saat itu K.H. Subhan berumur sekitar 21 tahun.

Ada lagi pada tahun 1984, kejadian yang ketiga Mbah Dimyati memanggil Gus-Gus yang sedang duduk di pondok. Semua Gus-Gus disitu menengok kecuali K.H  Subhan Ma’mun.

Namun ketika panggilan dengan sebutan Gus Humaid (nama kecil.K.H  Subhan) baru K.H.  Subhan Ma’mun menrngok. Dan ternyata K.H. Subhan Ma’mun mendaptkan amanat untuk menggantikan beliau mengajar para santri. Saat itu Mbah Dimyati mau menghadiri muktamar NU di Situbondo.

Ada lagi saat K.H. Subhan Ma’mun diajak jalan-jalan, pada saat itu berjalan kaki mendampingi Mbah Dimyati Rois. Tiba-tiba Mbah Dimyati Rois menyuruh K.H. Subhan Ma’mun untuk berhenti dan beristirahat sebentar, kemudian menyuruh K.H. Subhan Ma’mun untuk berdoa. Dan Alhamdulillah tanah yang dulu menjadi tempat berdoa sekarang sudah milik Pondok Pesantren Mbah Dimyati.

Pada tahun 2011 ada keponakan K.H. Subhan Ma’mun yang bernama Udin bercerita,  bahwa santri yang ikut pasaran ngaji di bulan Ramdhan, pada Mbah Dimyati Rois, yang berjumlah sekitar 300 orang mendapatkan makan gratis.

Mendengar cerita tersebut, pada tahun 2012 K.H. Subhan Ma’mun meniru apa yang dilakukan oleh Mbah Dimyati Rois. Santri yang mengaji pasaran pada bulan Ramadhan selama 20 hari mendapatkan gratis makan saat buka puasa dari K.H. Subhan Ma’mun.

Ta’jil untuk santri oleh K.H. Subhan Ma’mun selaku pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah, saat mengikuti ngaji pasaran, diperkirakan hanya mengahabiskan dana sekitar Empat Juta Rupiah, dan tanpa menunggu lama K.H. Subhan Ma’mun mendapatkan balasan dari Allah SWT, Mendapatkan uang dari seseorang sebesar Dua Puluh Lima Juta Rupiah.

Pada tahun berikutnya, setelah mau selesai mengaji pasaran di Bulan Ramadhan selama Dua Puluh hari, K.H. Subhan Ma’mun mendapatkan wakaf sebidang tanah dari H Wardoni, yang sekarang dibangun Pondok Pesantren Assalafiyah II.

Memberikan makan gratis pada santri yang ikut ngaji di Bulan Ramadhan dari tahun 2012 sampai sekarang masih beliau lakukan. Menurut K.H. Subhan Ma’mun di setiap Bulan Ramadhan beliau menghabiskan sekitar 2 Ton beras.

Alhasil pengembangan dan pembangunan pondokpun terus berjalan. Baik Pondok Pesantren Assalafiyah 1 sampai dengan Assalafiyah 5.

Menurut K.H. Subhan Ma’mun sodakoh itu sangat luar biasa. Dengan shodakoh akan diselamatkan dari malapetaka dan dimudahkan urusan dunia dan keselamatan akhirat.

Sebagai catatan kecil dari intisari yang dapat penulis ambil, bahwa dermawan atau loman dapat menjadi senjata untuk menjadi manusia sukses dan selamat.

Dermawan adalah mereka yang iklas memberi, menolong atau rela berkorban di jalan Allah baik dengan harta bahkan dengan jiwa dan raganya baik berupa berbentuk uluran tangan untuk bersedekah, infak, zakat, dan sebagainya.

Semoga Allah SWT, Memberikan umur panjang pada K.H. Subhan Ma’mun dan sehat selalu, agar beliau dapat membimbing para santri dan pembaca budiman, Aamiiin. #lukmanrandusanga #ngajikarokangkaji

Kabar Gembira, KitaBisa Buka Beasiswa untuk SMA dan Mahasiswa, Dapat Rp 2,5 Juta, Buruan Daftar!

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Lembaga penggalangan dana KitaBisa memberikan beasiswa melalui program Beasiswa Merdeka Pendidikan. Beasiswa senilai Rp2,5 juta itu diberikan kepada siswa SMA dan mahasiswa aktif yang membutuhkan biaya pendidikan tambahan.

Product Marketing Manager KitaBisa Rizki Amalia menjelaskan pendaftaran periode Agustus-Desember 2022 akan dibuka setiap bulannya.

Adapun pendaftaran dibuka setiap awal bulan dan ditutup setiap tanggal 16.

Untuk bulan Agustus 2022 ini, pendaftaran sudah dibuka sejak Rabu (10/8/2022).

“Untuk bulan selanjutnya bisa cek di Instagram KitaBisa secara berkala,” terangnya, Sabtu (13/8/2022), seperti dikutip dari KOMPAS.com.

“Karena di tiap bulan nanti kita sesuaikan dengan periode penyaluran bantuannya, tapi kurang lebih timeline-nya tiap awal bulan dibuka,” sambungnya.

Sementara untuk penerima bantuan akan diumumkan pada tanggal 24-26 setiap bulannya melalui Instagram @kitabisacom atau WhatsApp KitaBisa.

Adapun dalam program beasiswa ini, KitaBisa memberikan dana bantuan pendidikan sebesar Rp 2.500.000 bagi peserta yang lolos.

Dana tersebut terdiri atas Rp 2.000.000 untuk biaya pendidikan dan Rp 500.000 untuk biaya atau barang penunjang pendidikan.

Menurut Rizki, dana tersebut akan disalurkan secara langsung maksimal dua minggu setelah pengumuman.

Bagi yang berminat, dapat mendaftar dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Unduh aplikasi KitaBisa di App Store/Play Store
  2. Donasi minimal Rp 1.000 di galang dana mana pun via aplikasi KitaBisa
  3. Isi formulir pendaftaran di laman ktbs.in/daftaryuk

Pendaftar juga harus menyiapkan sejumlah dokumen, antara lain:

–  KTP, Kartu Pelajar atau Kartu Mahasiswa, dan Kartu Keluarga

– Apabila Kartu Pelajar atau Kartu Mahasiswa hilang, sertakan surat keterangan dari sekolah atau kampus

– Dokumen pelengkap berupa sertifikat pendidikan (penghargaan atau kegiatan volunteer), sertifikat keterampilan, foto medali atau piala, dan hasil karya.

Nantinya dokumen tersebut harus dijadikan dalam satu file dengan format PDF berukuran maksimal 10Mb.

Selain itu, pendaftar juga harus menjelaskan secara lengkap cerita dan alasan berhak mendapatkan Beasiswa Merdeka Pendidikan. (*)

Lowongan Kerja di Kementerian Agama, Dibutuhkan 6179 Orang Untuk 13 Provinsi

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kementerian Agama (Kamenag) membuka lowongan pekerjaan besar-besaran. Lowongan kerja tersebut terbuka untuk 6.179 orang dengan penempatan di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Adapun posisinya yakni sebagai pendamping Proses Produk Halal (Pendamping PPH).

Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan rekrutmen ini bertujuan untuk mempercepat capaian target 10 juta produk bersertifikat halal 2022.

“Para pendamping PPH ini nantinya bertugas untuk membantu proses sertifikasi halal dengan mekanisme pernyataan pelaku usaha (self declare),” jelasnya, Jumat (12/8/2022), seperti dilansir dari kemenag.go.id.

Kemudian, Aqil menyebut rekrutmen tersebut dibuka untuk 229 kecamatan di 13 provinsi yang menjadi target percepatan sertifikasi halal semester ke-2 tahun 2022.

Adapun 13 provinsi tersebut antara lain:

  1. Bali
  2. Banten
  3. DI Yogyakarta
  4. DKI Jakarta
  5. Jawa Barat.
  6. Jawa Tengah
  7. Jawa Timur
  8. Kalimantan Timur
  9. Kepulauan Bangka Belitung
  10. Riau
  11. Sulawesi Tengah
  12. Sulawesi Selatan
  13. Sumatera Utara

Aqil menjelaskan Pendamping PPH merupakan orang perorangan yang melakukan proses pendampingan PPH.

Rekrutmen Pendamping PPH biasanya dilakukan oleh Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LPPPH).

Adapun posisinya yakni sebagai pendamping Proses Produk Halal (Pendamping PPH).

Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan rekrutmen ini bertujuan untuk mempercepat capaian target 10 juta produk bersertifikat halal 2022.

“Para pendamping PPH ini nantinya bertugas untuk membantu proses sertifikasi halal dengan mekanisme pernyataan pelaku usaha (self declare),” jelasnya, Jumat (12/8/2022), seperti dilansir dari kemenag.go.id.

Kemudian, Aqil menyebut rekrutmen tersebut dibuka untuk 229 kecamatan di 13 provinsi yang menjadi target percepatan sertifikasi halal semester ke-2 tahun 2022.

Adapun 13 provinsi tersebut antara lain:

  1. Bali
  2. Banten
  3. DI Yogyakarta
  4. DKI Jakarta
  5. Jawa Barat.
  6. Jawa Tengah
  7. Jawa Timur
  8. Kalimantan Timur
  9. Kepulauan Bangka Belitung
  10. Riau
  11. Sulawesi Tengah
  12. Sulawesi Selatan
  13. Sumatera Utara

Aqil menjelaskan Pendamping PPH merupakan orang perorangan yang melakukan proses pendampingan PPH.

Rekrutmen Pendamping PPH biasanya dilakukan oleh Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LPPPH).

Para pelamar nantinya akan mengikuti pelatihan Pendamping PPH di LPPPH yang mereka pilih.

Mereka yang lulus dan mendapatkan sertifikat itu lah yang nantinya berhak menjadi Pendamping PPH.

Adapun berikut syarat bagi pelamar untuk dapat mengikuti pelatihan Pendamping PPH:

– Warga negara Indonesia

– Beragama Islam

– Memiliki wawasan luas dan memahami syariat mengenai kehalalan produk

– Berpendidikan paling rendah lulusan MA/SMA atau sederajat

Bagi yang berminat dapat mendaftar secara daring melalui laman ptsp.halal.go.id atau klik di sini mulai 15-31 Agustus 2022. *(kemenag.go.id)

Meriahkan HUT RI ke-77, Warga RW 10 Kelurahan Pelindung Hewan Kota Bandung Gelar Sejumlah Perlombaan

0
Warga RW 10 Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung saat perlombaan Jalan Sehat Santai di depan Gedung Merdeka Jl Asia Afrika Kota Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – Untuk menyambut dan memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, warga RW 10 Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung mengadakan beberapa kegiatan perlombaan tradisional dan Jalan Sehat Santai, Rabu (17/8/2022).

Berbeda dengan tahun sebelumnya saat pandemi covid 19, peringatan HUT RI nyaris tak terdengar karena adanya pemberlakuan PPKM. Setelah wabah pandemi berlalu, peringatan HUT RI tahun ini terlihat semarak dan meriah di seluruh penjuru tanah air.

Warga Kota Bandung sangat antusias untuk menyambut hari Kemerdekaan RI. Seperti di RW 10, Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astanaanyar.

Nanang Suparnapura Ketua RW 10 Kelurahan Pelindung Hewan mengatakan, menggelar berbagai jenis lomba 17 Agustus termasuk salah satu cara untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77.

“Alhamdulilah antusias warga banyak yang mengikuti dan mendaftar kurang lebih 150 peserta terdiri dari pengurus Karang Taruna/RT/RW,” ujarnya.

Nanang beserta warga mengikuti perlombaan jalan sehat santai yang dimulai dari titik start di Jln Mohamad Toha depan Amarta Motor, lanjut berjalan menempuh rute ke arah Jalan Dewi Sartika, Jalan Asia Afrika menuju ke Jalan Tamblong, kembali ke Jalan Ibu Inggit Garnasih (Ciatel) menuju ke jalur lagi ke jalan Mohamad Toha menuju finish.

Usai Jalan Sehat Santai, dilanjutkan dengan perlombaan tradisional seperti makan kerupuk, balap waluh, kursi panas, jogged tomat diiringi music dan perlombaan lainnya. Lomba makan kerupuk tidak pernah absen saat perayaan 17 Agustus. Meskipun sederhana, namun lomba makan kerupuk sangat seru. Setiap peserta harus makan kerupuk yang diikat pada sebuah tali, tanpa menggunakan tangan. (Bambang K)

MTs Negeri 3 Bandung Persiapkan Generasi Berkualitas

0
H. Ni’matulloh, S.Pd, M.Ag., Kepala MTs Negeri 3 Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Bandung adalah salah satu dari 3 madrasah negeri yang ada di Kabupaten Bandung. Lokasinya berada di lingkungan pegunungan Kawasan Bandung Timur, tepatnya di Jalan Cihanyir Ciluluk No. 16 Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung.

MTs sebagai Lembaga Pendidikan formal setara SMP di bawah naungan Kementerian Agama memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan sekolah umum lainnya. Madrasah lebih mementingkan pendidikan moral atau akhlak yang mampu mencetak generasi sholih-sholihah. Penekanan pendidikan akhlak merupakan sebuah upaya madrasah dalam menjaga moral generasi sekarang yang telah mengalami penurunan. Itulah sebabnya madrasah mulai diminati masyarakat. Animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di madrasah sangat tinggi.

Selain kegiatan akademis, di MTs Negeri 3 Bandung telah menyediakan wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa. Dibidang bela negara ada Paskibra, Pramuka dan PMR. Di bidang olahraga ada kegiatan futsal, volley, basket dan beladiri pencaksilat yang telah memberikan banyak prestasi.

Di bidang akademi, ada MTK club, English club, social club, sains club dan Indonesian club. Di bidang kesenian, ada tari tradisional, marawis, marching band dan tata boga. Selain itu untuk melatih siswa dalam berorganisasi di sekolah ada wadah yang disebut OSIS atau Organisasi Siswa Intra Sekolah.

MTs Negeri 3 Bandung dengan status TERAKREDITASI Peringkat A, saat ini memiliki siswa sebanyak 872 dan 52 tenaga pengajar professional yang kompeten di bidangnya serta dibantu oleh 8 orang tenaga administrasi.

Dibawah kepemimpinan H. Ni’matulloh, S.Pd, M.Ag. yang menjabat sebagai kepala madrasah sejak 5 Desember 2018, MTs Negeri 3 Bandung mengalami kemajuan yang pesat. Banyak perubahan yang telah beliau capai mulai dari bidang Kurikulum, Kesiswaan, Kehumasan serta sarana dan prasarana.

Pada awal tahun 2020 belaiu berhasil membangun 1 ruang Tim WebSite MTsN 3 Bandung. Lab. Komputer, di bawah kepemimpinan beliaulah guru, siswa dan TU di dorong untuk melek Teknologi informasi.

Starting point kepemimpinan H. Ni’matulloh adalah merubah mind set para stake holder, di awali dari para guru dan TU beserta staf bahwa kalau ingin maju maka wajib melihat ke depan, kalaupun harus melihat kebelakang hanyalah untuk mengambil langkah pacu untuk meloncat yang lebih jauh, kalaun bisa terjadi akselerasi yang fantastis, beliau mengusung prinsip “Semua orang adalah penting, tapi jangan menganggap diri paling penting”  beliau mempunyai pemikiran bahwa sekolah adalah sebuah sistem satu kesatuan yang utuh antara Guru, siswa, orang tua, tenaga pendidik dan masyarakat,

Beliau mengaharapkan MTs Negeri 3 Bandung menjadi yang terbaik dengan slogan We are not number one but We are the First. Hal ini di buktikan tahun 2020 sampai dengan 2022 MTs N 3 Bandung bekerjasama dengan Lembaga Pemerintah Amerika Serikat Peace Corp dengan mendatangkan guru bahasa Inggris sebagai Native speaker.

Dalam memanage Madrasah beliau bekerja keras bagaimana 8 standar pendidikan dapat dilaksankan demi mewujudkan madrasah yang hebat dan bermartabat, salah satu action plan yang di lakukan adalah TADZKIROH (Tunjukan dengan Keteladanan, Ajarkan dengan Pembiasaan, Dengarkan Keluhan, Zakiyatun Nafs, Kenali diri, Implementasikan dalam Perbuatan, Ruhul Jidah, Organisasikan dengan baik, Hidupkan Hati).

Di sekolah yang mempunyai slogan TERAMPIL yaitu tertib, religious, amanah, prestatif, ilmiah dan berbasis akhlaqul karimah serta berwawasan lingkungan. Saat ini tengah mempersiapkan diri untuk meraih Penghargaan Adiwiyata yaitu penghargaan yang diberikan bagi sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan PBLHS (peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah), yaitu aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup. *(Nas/Elisa Nurasri)

Lakukan Pengendalian Gratifikasi pada Pemerintah Desa Bupati Minta Perbaiki Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa

0
Desa Cibiru Wetan sebagai salah satu dari 10 desa percontohan 'Desa Anti Korupsi' di Indonesia tahun 2022, menjadi pendorong bagi desa lain untuk ikut menerapkannya.

SOREANG (Aswajanews.id) – Sosialisasi program pengendalian gratifikasi kembali digelar Inspektorat Daerah Kabupaten Bandung. Kali ini diperuntukan bagi Pemerintah Desa se-Kabupaten Bandung sebagai wujud dukungan pembentukan Desa Anti Korupsi. Seiring dengan terpilihnya Desa Cibiru Wetan sebagai salah satu dari 10 desa percontohan ‘Desa Anti Korupsi’ di Indonesia tahun 2022, menjadi pendorong bagi desa lain untuk ikut menerapkannya.

Dalam peningkatan pelayanan desa, Bupati @dadangsupriatna menginstruksikan agar beberapa hal harus segera diperbaiki. Pertama, soal Pengelolaan keuangan desa yang harus diberikan tanggung jawab kepada orang yang benar-benar amanah, lalu soal aset desa yang segera dibuatkan sertifikat kepemilikan karena dinilai sangat krusial. Sehingga digelarnya sosialisasi ini sebagai pembinaan kepada Pemerintah Desa.

“Saya sampaikan kepada para Kepala Desa, jabatan itu hanya sementara, tak selamanya menjadi Kepala Desa itu artinya akan ada regenerasi. Mumpung diberikan amanah maka selesaikan tugas yang terbaik untuk kemaslahatan umat”, pesan Bupati. (Elisa Nurasri/Humas Pemkab)

Disabilitas Jabar Dapat Bantuan Sembako dari DPP Pertani HKTI

0
Program Gerakan Segelas Beras (Gernas) untuk Disabilitas di wilayah Jawa Barat.

JAKARTA (Aswajanews.id) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perempuan Tani (Pertani HKTI) Dian Novita Susanto mengungkapkan rasa bahagia karena telah terlaksana dengan lancar program Gerakan Segelas Beras (Gernas) untuk Disabilitas di wilayah Jawa Barat.

“Alhamdulillah telah dilaksanakannya bantuan masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik dan terimbas krisis pandemi Covid-19 berupa paket sembako di wilayah Jawa Barat pada hari ini, Senin, 15 Agustus 2022,” kata Dian Novita dalam siaran pers.

Dian mengungkapkan, kaum disabilitas yang diberikan paket sembako di wilayah Jawa Barat yakni, Sekolah Luar Biasa (SLB) Kampung Lodaya Kelurahan Surade, Aula Desa Pasir Panjang Kecamatan Ciracap, Aula Desa Gunung Batu dan Aula Desa Mekarsari Kecamatan Ciracap.

Tak hanya di wilayah Jawa Barat, selanjutnya, bentuk kepedulian Perempuan Tani HKTI untuk kaum disabilitas pada bulan Agustus mendatang akan dilaksanankan di Jawa Timur.

“Selain Jabar, menyusul Jawa Timur, dan pada September mendatang akan dilanjutkan ke tingkat DPP, Sumatera Selatan dan Sultra,” ungkap Dian yang merupakan Master Ekonomi Politik ini.

Dian juga mengakui sebelumnya telah dilaksanakan bentuk kegiataan serupa di enam provinsi, adalah Kepulauan Riau, Jawa tegah, Gorontalo, Bangka Belitung, Banten dan DKI Jakarta.

Program Gernas Segelas Beras Disabilitas akan dilakukan secara berkesinambungan selama 2022, dan kemungkinan tidak akan terhenti, demi untuk menunjang program pemerintah dalam pemenuhan pangan nasional maupun di daerah.

Selain itu, Program Gerakan Segelas Beras untuk Disabilitas Pertani HKTI ini merupakan bagian kegiatan yang dicanangkan oleh Ketua Umum HKTI Jenderal (Purn) TNI Moeldoko pada April lalu.

“Saya harap ini menjadi gerakan nasional dan di setiap daerah HKTI bisa bekerjasama dengan semua pihak yang dapat membantu mewujudkan gerakan ini dengan program yang terukur dan transparan serta tepat sasaran,” kata Moeldoko, yang kini masih menjabat sebagai Kepala Staff Kepresiden ini kala itu. *(Red)

Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya Jadi Pembaca Do’a dalam Rapat Paripurna DPRD

0
H.M. Ali Abdul Latief, Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya

KOTA TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Jadikanlah peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini sebagai momentum bangsa kami untuk pulih lebih cepat bangkit lebih kuat serentak bergerak mewujudkan Kota Tasikmalaya sehat produktif dengan warga yang walagri tur motekar untuk membangun Kota Tasikmalaya yang religius maju dan madani.

Demikian cuplikan do’a yang dipanjatkan H.M. Ali Abdul Latief, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, ketika menghadiri sekaligus menjadi pembaca do’a dalam kegiatan Rapat Paripurna Istimewa DPRD.  Kegiatan berlangsung hari selasa, (16/8), di Ruangan Rapat Paripurna   DPRD Kota Tasikmalaya.

Agenda rapat adalah mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI, dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) Ke 77 Kemerdekaan RI, didepan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI melalui Siaran Televisi. Rapat Paripurna Istimewa DPRD tersebut, dipimpin Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim.

Susunan Acara Rapat Paripurna tersebut, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dilanjutkan dengan agenda pokok yakni mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI, dalam rangka memperingati HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, ditutup dengan Pembacaan Doa oleh Kepala Kankemenag Kota Tasikmalaya.

Ditemui selepas mengikuti kegiatan, Ali sampaikan bahwa dalam setiap tahun menjelang Peringatan HUT Kemerdekaan RI, serta telah menjadi kebiasaan politik, Presiden RI berkenan menyampaikan Pidato Kenegaraan, di depan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.

Dikatakan pula, kegiatan ini sangat penting karena dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI tersebut, kita bisa mendengarkan berbagai informasi aktual, serta langkah dan kebijakan yang sudah, yang sedang dan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah, untuk dijadikan pedoman oleh semua pihak, terutama dalam upaya menyukseskan kebijakan ekonomi daerah, keuangan daerah, prioritas dan sasaran pembangunan daerah, serta program dan kegiatan prioritas daerah lainnya.

“Dengan asma-Mu lindungilah seluruh upaya dan karsa yang telah dibangun oleh para pemimpin kami, seluruh rencana pembangunan yang telah dmusyawarahkan para wakil kami, serta seluruh hasil pembangunan yang telah dinikmati warga Kota Tasikmalaya,” pinta Ali dengan khidmat. (Kontributor : Yeni Rohayati/Elisa Nurasri)

KPID: Masih Ada Radio Intoleran

0
Pertemuan KPID Jabar dengan Kanwil Kementerian Agama Jabar, Jumat (12/08/2022) di Kanwil Kemenag Jabar Jln. Sudirman Bandung.

BANDUNG (Aswajanews.id) – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, mendapati fakta masih adanya radio yang menjadi sarana dakwah namun sikapnya justru diskriminatif dan intoleran. Kenyataan ini harus menjadi perhatian bersama, sesuai dengan program moderasi beragama yang terus didengungkan. Masalah tersebut mengemuka saat pertemuan KPID Jabar dengan Kanwil Kementerian Agama Jabar, Jumat (12/08/2022) di Kanwil Kemenag Jabar Jln. Sudirman Bandung.

Rombongan diterima Kakanwil Kemenag Jabar H. Ajam Mustajam, Plt. Kabag TU Ahmad Patoni, Plt. Kabid Pendidikan Madrasah Ahmad Tedi Junaedi, dan Plt. Kabid Penais Asep Ismail. Hadir para Komisioner KPID Jabar terdiri dari Achmad Abdul Basith, Roni Tabroni, Syaefurrohman Achmad, Ellang Gantoni Malik dan Jalu P. Priambodo.

Menurut Achmad Abdul Basith, hal yang diskriminatif dan intoleran itu misalnya melarang narasumber wanita bicara di radio, dengan alasan suara wanita adalah aurat. Padahal radio merupakan media untuk menyampaikan informasi, yang diatur dalam regulasi penyiaran.

“Kami berharap radio tidak melanggar aturan sesuai perundang-undangan. Karena itu kami datang ke sini untuk  menjalin kerjasama mengenai hal yang berkaitan dengan penyiaran dan agama,” katanya.

Selain itu juga diharapkan terbangun kerja sama dalam hal moderasi beragama. Dalam kaitan itu, KPID menginginkan tahun ini ada realisasi mengenai dakwah dalam penyiaran. Sementara itu, beberapa radio membutuhkan teknologi canggih, tapi tdk ada anggaran. Padahal mereka berpotensi karena dekat dengan pesantren.

“Sejauh ini belum ada program dakwah di radio-radio yang digagas pemerintah. Maka Jabar bisa menjadi pencetus pertama untuk program seperti itu. Ini penting, supaya Kemenag juga tidak sendirian dalam melawan radikalisme,” tuturnya.

Lagu Kebangsaan

Menanggapi hal itu, Ajam Mustajam akan menindaklanjuti tentang langkah moderasi beragama bagi penyiar. Diakuinya, memang masih ada sekelompok orang yang membuat batasan tertentu bagi yang tidak sepaham dengan pola pikir mereka.

Ajam berharap, nanti ada aturan yang dibuat untuk lebih menanamkan rasa cinta tanah air. Misalnya, semua yang terkait dengan penyiaran maka acara diawali dan diakhiri dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya atau diakhiri lagu wajib nasional lainnya.

“Kami mohon bantuan dan dukungan, untuk mensosialisasikan program kehidupan beragama di Jabar melalui moderasi beragama. Kami sudah berkoordinasi dan bekerja sama dengan TNI dan Polri,” ujar Ajam Mustajam.

Menyinggung tentang pelatihan moderasi berahama, ada tiga tahapan. Pertama, tahap pengenalan yang dilakukan satu hari. Kedua, pelopor moderasi. Ketiga, training of trainers (ToT), yakni pelatihan bagi calon instruktur. Khusus untuk penyiar ada dua tahapan, bisa di tahapan pelopor 4 hari Dan TOT 7 hari.

Senada dengan itu, Ahmad Patoni menjelaskan, moderasi Beragama sudah masuk dalam agenda pemerintah. Di lingkungan Kemenag sendiri, sudah 90 persen mengikuti diklat moderasi beragama.

Sekarang Ditjen Bimas Islam sedang menggodok moderasi berbasis masjid. Karena masjid sekarang banyak yang dijadikan tempat untuk membakar emosi masyarakat. Kehadiran ustadz atau khatib terkesan yang penting ramai.

Saat ini sudah berjalan program sertifikasi untuk para dai di lingkungan Kementerian Agama. Tahun lalu Penais sudah mendidik hampir 300 orang yang disebar di masjid-masjid. “Sekarang kita akan kerjasama dengan NU agar peran ormas juga masuk. Kita juga akan kerja sama dengan Bina Marga, kaitannya dengan penyebaran para ustadz di masjid reast area,” katanya. *(Kontributor : Eva Nurwidiawati/Elisa Nurasri)

Kota Cirebon Buka Wisata Kuliner dan Kesenian Pekalipan

0
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon Iing Daiman memberi keterangan kepada media

CIREBON (Aswajanews.id) – Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, membuka wisata kuliner dan kesenian Pekalipan, untuk menggaet wisatawan datang ke daerah tersebut.

“Kami me-rebranding terhadap salah satu spot kuliner di Kota Cirebon, yaitu kuliner yang ada di ruas Jalan Pekalipan,” kata Iing Daiman Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon Wisata Kuliner dan Kesenian Pekalipan di Cirebon, Selasa.

Iing mengatakan wisata kuliner Pekalipan, tidak hanya menyuguhkan makanan khas Cirebon, namun juga menampilkan kesenian khas yang berada di daerah itu untuk memikat wisatawan.

Menurutnya selama ini Kota Cirebon, belum memiliki spot kuliner yang bisa menjadi daya tarik wisatawan, karena masih mengandalkan nama perorangan saja, seperti nasi jamblang, empal gentong, dan lainnya.

Iing melanjutkan dengan dibrandingnya pusat kuliner yang sudah ada di Jalan Pekalipan diharapkan nantinya bisa menjadi “one stop shopping, one stop kuliner sekaligus one stop tourism”.

“Kami ingin makan dan hiburan nanti ada di situ. Sehingga bisa menarik kunjungan wisatawan,” katanya. Walaupun tidak ditunjang dana dari APBD, Iing menjelaskan mereka melibatkan akademisi, pelaku bisnis, government (pemerintah), community (komunitas), dan media untuk merealisasikan Festival Pusat Kuliner dan Aksi Kesenian (Pekalipan).

Ia menambahkan meskipun nantinya bernama Festival Pekalipan, namun dipastikan tidak hanya satu kali acara saja, akan tetapi setiap hati bisa dinikmati, dan dikunjungi.

“Walau pun namanya festival, tapi bukan insidental. Kami berharap kegiatan terus menerus,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Iing, kawasan Pekalipan akan dibuat lebih cantik dan menarik menggunakan gapura dan lampu-lampu hias yang menarik.

Juga akan ada panggung hiburan yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan melibatkan seniman dan budayawan. “Seniman dan budayawan akan performance di sana,” kata Iing. *(Ant)

Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya Apresiasi Pendidikan Duta Zakat

0
H.M. Ali Abdul Latief, Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya

Kota Tasikmalaya (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya H.M. Ali Abdul Latief hadir sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan Pendidikan Duta Zakat, hari ini Senin (15/8). Kegiatan yang diinisiasi oleh Baznas ini digelar d Hotel Horison Tasikmalaya, turut hadir dalam keiatan ini ASDA I Kota Tasikmalaya yang datang mewakili Walikota Tasikmalaya, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya dan tentunya para Komisioner Baznas Kota Tasikmalaya.

Dalam sambutannya Ali memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Baznas Kota Tasikmalaya, menurutnya pelaksanaan duta zakat adalah satu inovasi yang sangat baik. Tidak semua Banas di Kota dan Kabupaten lain memiliki program ini.

“Jadi bisa dikatakan ini adalah program pionir dan patut diapresiasi oleh kita semuanya,” imbuhnya.

Program ini bagi Kemenag menjadi salah satu upaya dalam rangka meningkatkan peran, tugas dan fungsi Baznas dalam mensosialisasikan zakat infaq dan shodaqoh bagi seluruh warga Kota Tasikmalaya.

“Zakat adalah kewajiban bagi umat islam bahkan masuk dalam rukun islam, tujuannya untuk membersihkan harta sekaligus meningkatkan ketaqwaan kepada Alloh SWT,” lanjut Kakankemenag.

Sebagaimana firman Alloh dalam Q.S Attaubah ayat 103, ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Kaankemenag mengingatkan bisa saja kita memilii harta baik ada juga yang kurang baik, tentunya kita menginginkan agar harta kita bersih dan Rasululloh memberikan tuntunan untuk memberikan harta melalui zakat.

Di Negara kita tidak sembarang orang atau instansi diberikankan kekuasaan untuk mengambil dan mengelola zakat dan mendistribusikan zakat. Lembaga yang diberi otoritas adalah Baznas dan LAZ, keduanya tidak bisa maksimal untuk melaksanakan tugasnya.

“Karenanya perlu bantuan salah satunya adalah generasi muda, mereka yang setiap harinya bergelut di dunia media sosial,” ujarnya.

Zakat jaman sekarang tentu beda lagi dengan jaman dulu, sekarang kita mengenal adanya zakat kontemporer, begitu halnya para mustahik zakatnya. Muzaki jaman sekarang ini tentu berasal dari berbagai profesi.

“Jaman dulu kan kita tidak mengenal adanya para youtuber yang berpenghasilan milyaran perbulan, nah bagaimana kajiannya dalam fiqih mengenai zakat ini,” imbuh Ali.

Kakankemenag juga sampaikan ucapan terimakasih Baznas telah menjalin sinergitas yang baik dengan berbagai pihak, baik itu Pemerintah Kota Tasikmalaya, Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, DPRD Kota Tasikmalaya, Lembaga Amil Zakat serta seluruh elemen lainnya, sehingga baznas Kota Tasimalaya tampil menjadi lembaga yang bisa dipercaya oleh masyarakat dalam mengelola dan mendistribusikan zakat infaq dan shodakoh. *(Kontributor : Yeni Rohayati)

DLH Kabupaten Cirebon Tambah Armada Atasi Permasalahan Sampah

0

CIREBON (Aswajanews.id) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berupaya menambah armada pengangkut sampah untuk mengatasi permasalahan yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah.

“Kami harus menambah armada, untuk mengatasi permasalahan sampah,” kata Kepala DLH Kabupaten Cirebon Iwan Ridwan Hardiawan di Cirebon, Senin.

Menurutnya saat ini hanya ada 39 armada untuk mengangkut sampah, sedangkan kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon mencapai 40.

Untuk itu lanjut Iwan, penambahan armada pengangkut sampah terus dikejar agar minimalnya per kecamatan terdapat dua truk pengangkut sampah.

“Yang ideal itu 80 armada pengangkut sampah, dan kami terus berupaya mengadakannya. InsyaAllah akhir tahun dan awal tahun 2023 sudah ada penambahan,” tuturnya.

Ia menambahkan persoalan sampah memang perlu penyelesaian dengan cepat, agar tempat sampah liar tidak kembali bermunculan di Kabupaten Cirebon.

Mengingat per hari daerah itu, kata dia, dapat memproduksi sampah sebanyak 1.200 ton. Untuk itu perlu kerja sama dari semua pihak menyelesaikan permasalahan sampah.

Ia mengakui program “Green Service” yang digagas Polresta Cirebon diharapkan membantu mengurangi permasalahan sampah.

Karena nantinya masyarakat yang akan membayar biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam pembuatan SIM dan SKCK dapat menggunakan sampah plastik.

“Harapan kami program ini dapat berjalan maksimal, dan kami akan mengawal agar bisa lebih baik,” demikian Iwan Ridwan Hardiawan. *(Ant)

Relawan Srikandi Ganjar Jawa Barat Beri Pendidikan Politik untuk Perempuan

0
JAKARTA (Aswajanews.id) - Relawan Srikandi Ganjar Jawa Barat saat ini tengah fokus memberikan pendidikan politik untuk perempuan menjelang pelaksanaan Pemilu 2024. "Mahasiswi dan generasi milenial menjadi target, karena mereka merupakan pemilih pemula," kata Koordinator Srikandi Ganjar Jawa Barat Eva Yuliana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin. Dia menegaskan para perempuan diajarkan untuk melek politik dan menentukan pilihan sesuai dengan kapasitas calon presiden nantinya. "Kami memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo sebagai tokoh nasionalis dan layak menjadi presiden tahun 2024," jelasnya. Dia berharap dengan adanya komunitas itu dapat menjadi wadah berdiskusi untuk mengenal visi misi Ganjar Pranowo. Ratusan relawan baru Srikandi Ganjar Jawa Barat hadir memadati kegiatan Gebyar HUT ke-77 RI di Gedung Maduma Bandung, Jawa Barat, Minggu (14/8). Mereka merupakan perempuan dari berbagai komunitas serta mahasiswi se-Bandung Raya yang mengusung aspirasi "Ganjar Pranowo Presiden 2024". (Relawan Ganjar)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Relawan Srikandi Ganjar Jawa Barat saat ini tengah fokus memberikan pendidikan politik untuk perempuan menjelang pelaksanaan Pemilu 2024.

“Mahasiswi dan generasi milenial menjadi target, karena mereka merupakan pemilih pemula,” kata Koordinator Srikandi Ganjar Jawa Barat Eva Yuliana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Dia menegaskan para perempuan diajarkan untuk melek politik dan menentukan pilihan sesuai dengan kapasitas calon presiden nantinya.

“Kami memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo sebagai tokoh nasionalis dan layak menjadi presiden tahun 2024,” jelasnya.

Dia berharap dengan adanya komunitas itu dapat menjadi wadah berdiskusi untuk mengenal visi misi Ganjar Pranowo.

Ratusan relawan baru Srikandi Ganjar Jawa Barat hadir memadati kegiatan Gebyar HUT ke-77 RI di Gedung Maduma Bandung, Jawa Barat, Minggu (14/8).

Mereka merupakan perempuan dari berbagai komunitas serta mahasiswi se-Bandung Raya yang mengusung aspirasi “Ganjar Pranowo Presiden 2024”. (Relawan Ganjar)

Kepala Kemenag Kota Cirebon : Kunci Sukses KSM Kota Cirebon Tekun, Pandai, Teliti

0
KSM Tingkat Kota Cirebon Tahun 2022 yang dilaksanakan pada 13-15 Agustus 2022

KOTA CIREBON (Aswajanews.id) – Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Kota Cirebon Tahun 2022 yang dilaksanakan pada 13-15 Agustus 2022 diikuti oleh 70 siswa madrasah ibtidaiyah, 66 siswa madrasah tsanawiyah, dan 72 siswa madrasah aliyah. Mereka memperebutkan posisi terbaik di jenjangnya masing-masing pada sejumlah bidang lomba, seperti matematika terintegrasi, biologi terintegrasi, fisika terintegdasi, dan lainnya.

Tentunya, siapapun ingin menjadi yang terbaik, dan mengharumkan nama madrasah di kancah perlombaan tingkat kota/kabupaten hingga nasional dan internasional. Demi mencapai itu tidaklah mudah, diperlukan rumus atau tahapan yang harus ditempuh agar dapat mewujudkannya. Berkenaan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon menyebutkan bahwa setidaknya ada 3 rumus yang harus dijalani peserta KSM Kota Cirebon agar mampu menaklukkan soal-soal lomba dan keluar sebagai terbaik.

“Rumus pertama adalah tekun belajar. Dengan tekun belajar kita semakin menguasai bidang studi yang dilombakan,” ucapnya.

Selanjutnya Moh. Ahsan menyebutkan rumus kedua, yakni pandai. Kepandaian hanya akan diraih setelah siswa tekun belajar. Namun, kepandaian bukan faktor penentu keberhasilan perlombaan ini.

Faktor penentu keberhasilan justru adalah “teliti”.

” Ketelitian adalah faktor yang paling penting dari kunci sukses ini. Walaupun belajar telah tekun dan pengetahuan telah mencapai taraf pandai, jika tidak teliti maka ini akan berpengaruh pada hasil menjadi tidak maksimal,” ungkapnya.

Karena itu, Moh. Ahsan mendorong para siswa untuk membiasakan sikap cermat dan tidak tergesa-gesa dalam menelaah soal-soal dalam KSM Tingkat Kota Cirebon ini.

Sebagai pamungkas, Moh. Ahsan mendoakan putera-puteri terbaik madrasah Kota Cirebon mampu unjuk yang terbaik hingga tingkat nasional nanti. (Kontributor : Haji Arif Arofah)

Target 1 Fraksi, PSI Jawa Barat Mulai Tahapan Seleksi Caleg

0
Seleksi calon anggota legislatif Provinsi Jawa Barat di kantor DPW PSI Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022)

BANDUNG (Aswajanews.id) – DPW Partai Solidaritas Indonesia Jawa Barat memulai tahapan seleksi calon anggota legislatif Provinsi Jawa Barat dengan melaksanakan wawancara panelis gelombang pertama di kantor DPW PSI Jawa Barat pada hari Sabtu 13 Agustus 2022. Wawancara ini diikuti oleh puluhan bacaleg dengan berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha hingga pekerja kreatif.

Ketua DPW PSI Jawa Barat, Marshal, mengatakan bahwa proses wawancara ini adalah sebuah rangkaian yang dilakukan PSI untuk mencari calon wakil rakyat yang berkualitas.

“PSI Jawa Barat sedang mencari calon anggota legislatif yang dapat mewakili masyarakat, dengan turun langsung ke masyarakat dan beradu gagasan di parlemen, oleh karena itu kami melaksanakan tahapan seleksi caleg ini untuk mencari orang-orang terbaik,” ucap Marshal.

Sementara itu, Sekretaris Bappilu PSI Jabar, yang juga menjadi salah satu panelis wawancara, I Gede Ngurah Eka, mengatakan bahwa dari hasil wawancara gelombang pertama ini, ada rasa optimis bahwa PSI bisa melangkah lebih jauh pada pemilu 2024 di Jawa Barat.

“Meski banyak yang tidak memiliki latar belakang politik, tapi semangat para bacaleg untuk mewujudkan Jawa Barat yang lebih baik lagi sangat luar biasa. Ini tentu se jalan dengan nilai-nilai yang diusung oleh PSI,” terang Eka.

Setelah proses wawancara ini, PSI Jawa Barat akan membuka pendaftaran bacaleg gelombang kedua dari Agustus hingga Oktober 2022.

“Kami menargetkan ratusan orang untuk mendaftar di gelombang kedua ini. Seleksi bacaleg PSI ini terbuka untuk siapapun tanpa terkecuali, yang memiliki semangat anti korupsi dan anti intoleransi untuk membenahi Jawa Barat,” tutup Eka. *(Elisa Nurasri)

Politik Kekuasaan: Menegaskan Performa Perjuangan NU-PKB

0
KH. Imam Jazuli, Lc., M.A., Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia di Cirebon, Wakil Ketua Pimpinan Pusat RMI; PBNU Periode 2010-2015; Alumnus Universitas Al-Azhar Mesir; UKM Malaysia; Universiti Malaya.

SETELAH menelaah isinya dan gagasan besar yang berada di baliknya, maka buku ini adalah “the must read-book”, buku yang wajib dibaca. Terutama warga NU dan umumnya umat Islam, khususnya generasi muda yang mengidealisasikan perubahan Indonesia ke depan. Kenapa?

Sebelum menjawab pertanyaan mendasar itu, lebih baik kita mengenal penulisnya. Hal ini supaya mendapatkan gambaran yang lebih utuh dan objektif.

Penulis buku ini adalah seorang kiai muda NU yang memimpin pesantren besar di Cirebon. Yaitu Pesantren Bina Insan Mulia 1 dan Bina Insan Mulia 2. Jumlah santrinya sudah 4000 dengan luas area pesantren mencapai 32 hektare Luar biasa! Di dunia pendidikan, beliau dikenal sebagai sosok yang kaya terobosan yang melampaui mayoritas sehingga disebut “without the box thinker”.

Karena memiliki visi dan energi yang besar, KH. Imam Jazuli tetap bisa menulis di tengah kesibukannya memimpin pesantren. Beliau menulis tentang pendidikan, politik, tasawuf, filsafat, ke-NU-an, dan juga problem kebangsaan dan keumatan.

Karena itu, bagi NU dan PKB, Kiai Imam Jazuli adalah sang ideolog sejati. Selain mampu menghadirkan gambaran besar mengenai sebuah langkah dan tujuan dari keyakinan dan pemahaman, juga mampu memberikan perspektif yang membumi. Buktinya adalah buku ini.

Di samping itu, sang ideolog memiliki keberanian untuk menyampaikan, keberanian untuk berkorban, dan keberanian untuk berdiri di atas prinsip.

Dan di atas dari semua itu, berkali-kali beliau mendeklarasikan bahwa puncak karier beliau adalah menjadi guru ngaji di pesantrennya. Tidak ada kepentingan pragmatis-individualis yang diperjuangkan oleh beliau dengan seluruh gerakan cintanya pada NU selain untuk kemaslahatan.

Buku ini lahir dari besarnya rasa cinta itu,  keberanian hati, dan kecakapan dalam menyampaikan gagasan besar itu. Menurut penulis, rasa cinta terhadap NU tidak bisa hanya diaktualisasikan pada NU semata di ruang ibadah (formal).

Kenapa? Karena NU bersama kekuatan lain di negeri ini memiliki agenda perjuangan untuk menata bangsa di wilayah kehidupan sosial dalam berbangsa dan bernegara.

Agar agenda perjuangan tersebut hadir lebih powerful di lapangan, maka dibutuhkan kekuatan politik yang menopangnya dan atas alasan itulah PKB dilahirkan oleh tokoh-tokoh NU. Karena itu, mencintai NU harus berimplikasi pada mencintai PKB sebagai pilihan politiknya. “Kalau tidak, cintanya hanya beberapa karat,” tulis beliau di Bab 2.

Ketika cinta tak terbelah, maka NU-PKB memiliki power perjuangan yang paling besar yang disebut senjata politik kekuasaan. Penulis mencontohkan Sunan Gunung Jati dan Wali Songo lainnya. Dengan kekuasaan di tangan, maka agenda perjuangan Sunan Gunung Jati menjadi lebih cepat mobilisasinya, lebih strategis sasarannya, dan lebih massif pengaruhnya.

Ketika PKB mendapatkan kekuasaan yang besar karena aspirasi politik warga NU yang ditumpahkan sebagai panggilan cinta, sudah pasti hal itu bukan semata kemenangan PKB, tapi kemenangan NU juga.

Hal ini beda jika seandainya agenda perjuangan NU hanya digerakkan melalui politik kebangsaan. Memang tetap baik, tetapi tidak kuat. Bahkan jika dijalankan dengan mindset yang minder, misalnya tetap butuh dukungan kekuasaan karena feeling of lack (rasa kurang), ini justru memperlemah posisi NU.

Penulis buku ini menggambarkan seperti gajah yang kena penyakit beri-beri. Badannya besar tetapi kekuatannya kecil. Karena itu, memisahkan NU dengan PKB sama artinya dengan menjadikan NU bagaikan tanah tak bertuan dan ini sangat membingungkan Nahdliyyiin (Bab 6).

Maka diaspora politik NU yang kemana-mana harus segera diakhiri dan kembali ke pangkuan PKB (Bab 13). Apakah hal ini tidak bertentangan dengan Khittah Muktamar Situbondo? Penulis menjelaskan bahwa justru hal ini merupakan aktualisasi dari Khittah tersebut secara aktual (sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman).

Bahkan jika merujuk pada Surat Tugas PBNU Nomor 925/A. II/03/6/1998 tanggal 27 Shofar 1419/22 Juni 1998, maka justru alur logika penulis inilah yang sinkron dengan Surat Tugas tersebut.

Dengan Surat tersebut berarti NU merespon kebutuhan zaman dengan melahirkan partai politik, dan PKB adalah adalah satu-satunya partai yang lahir dari rahim NU. Karena itu, “PBNU Wajib Mengamanahkan Warga NU Menjadi Ber-PKB, Inilah yang Semestinya”, demikian tegas penulis di Bab 2.

Tentu ada banyak alasan besar dan tujuan yang strategis kenapa langkah itu perlu diambil. Di antaranya adalah soal dakwah. Menurut penulis, perlunya politik praktis (politik kekuasaan) demi masa depan akidah ahlus sunnah wal jama’ah (Bab 10).

Selain memberikan landasan dan arahan terkait hubungan NU-PKB yang semestinya, buku ini juga menjadi bacaan segar bagi generasi muda.

Di alam keterbukaan informasi seperti sekarang, semakin banyak jumlah generasi muda yang mengidealisasikan perubahan Indonesia masa depan. Hal ini sangat positif asalkan diwujudkan ke dalam cara-cara yang kuat dan cerdas (al-mukmin al-qowi).

Dalam arti bahwa idealisasi tersebut diwujudkan ke dalam kesadaran untuk berpolitik dengan memenuhi rentetan persyaratannya. Misalnya, antara lain membekali diri dengan pengalaman politik, ilmu politik, terjun di gerakan politik, memiliki visi politik, dan masuk ke partai politik. Menurut penulis, sekarang ini sudah tidak relevan lagi jargon Cak Nur: Islam Yes, Partai Islam No (Bab 6). Bahkan khusus untuk warga NU, saatnya hari ini mengangkat kalimat yang sama: NU Yes, Politik NU Yes (Bab 8).

Jangan sampai idealisasi perubahan tersebut hanya dimuntahkan ke dalam cara-cara orang lemah yang hidup dengan khayalan: banyak bicara perubahan di ruang hampa, ribut sendiri dengan sesama, di grup WA, tidak melakukan apa-apa, dan ini semua berbahaya. Selamat membaca! *(Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Wakil Ketua DPR RI)

Diklat Media Siber, Dorong Jurnalis Siber Lebih Kreatif dan Inovatif

0
Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Media Online (WMO) Kabupaten Bogor, gelar kegiatan Diklat Media Siber dengan tema Peranan Media Siber sebagai kekuatan pers nasional.

KABUPATEN BOGOR (Aswajanews.id) – Dalam upaya meningkatkan kemampuan wartawan dalam menyajikan pemberitaan yang menarik dan kreatif, Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Media Online (WMO) Kabupaten Bogor, gelar kegiatan Diklat Media Siber dengan tema Peranan Media Siber sebagai kekuatan pers nasional.

Kegiatan Diklat Media Siber dibuka langsung oleh Kabid PIKP Diskominfo Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan mewakili Plt. Bupati Bogor di Gedung Tegar Beriman Cibinong, Sabtu (13/8/22).

Kabid PIKP Diskominfo Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan mengungkapkan, bahwa media siber memiliki peluang besar untuk menjadi sumber informasi bagi masyarakat. Untuk itu jurnalis media siber khususnya dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi konten berita yang lebih menarik, meskipun harus mengacu pada Kode Etik Jurnalistk dan Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ketua Sekber WMO atas terselenggaranya kegiatan ini. Momentum ini jadi solusi untuk rekan-rekan jurnalis siber untuk bisa lebih meningkatkan kreativitas dan inovasinya dalam menjalankan profesi jurnalisnya, dengan tetap dalam koridor dan tidak meninggalkan Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers yang telah ditetapkan,” papar Kabid PIKP.

Perlu diketahui bahwa di era digital seperti saat ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses segala bentuk informasi atau berita dari berbagai sumber. Penyebaran informasi menjadi tidak terbendung, kecepatan dan kemudahan akses informasi seringkali tidak diimbangi dengan kredibilitas dan keabsahan informasi yang beredar, sehingga media massa konvensional sebagai arus utama tentunya tetap dibutuhkan untuk melawan post truth dan hoax.

Menurut Kabid PIKP, jurnalis memiliki peran penting sebagai filter dan media siber sebagai clearing house yang menyaring informasi yang beredar dengan seksama, dengan menerapkan prinsip jurnalistik sebagaimana diamanatkan UU Pers. Melalui beragam produk jurnalis dan narasai akurat yang menerangkan dan mencerdaskan masyarakat, dengan senantiasa memperhitungkan dampak serta membangun humanisme dan informasi yang dipublikasikan.

“Kami Pemkab Bogor sangat mendukung terselenggaranya pendidikan dan pelatihan Jurnalistik Wartawan Media Siber ini. Semoga setelah mengikuti pelatihan ini para jurnalis semakin terampil, profesional dan terpercaya sebagai kekuatan yang mendorong transformasi menuju masyarakat yang maju,” tegasnya.

Selanjutnya, Ketua Korwil II PWI Jabar, Danang Donoroso menyatakan, bangga dan apresiasi atas antusias para jurnalis siber yang telah mengikuti kegiatan tersebut, artinya ada komitmen yang kuat dari para peserta diklat untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Itulah pentingnya peningkatan kulitas diri sebab profesi wartawan dibatasi oleh dua hal, pertama oleh UU Pers Nomor 40 tahun 1999, dan kedua adalah Kode Etik Jurnalistik. Dua hal itu sebagai rambu-rambu seorang wartawan dalam menjalankan profesi kewartawanannya yang tidak terlepas dari resiko dan tanggung jawab

“Dengan dua hal aturan itu yang bisa mengayomi dan melindungi wartawan saat menjalankan profesinya,” ungkap Danang.

Ditempat yang sama, Ketua panitia, Bustanul Daham menambahkan, kegiatan itu merupakan salah satu langkah untuk memberikan pembekalan dan pemahaman kepada rekan wartawan media siber agar lebih memahami implementasi UU Pers Nomor 40 tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.

“Alhamdulilah hari ini ada 106 peserta pendaftar tidak hanya dari Kabupaten Bogor dan Jabar saja, tapi ada dari Sulawesi, Gorontalo, Banten dan lainnya. Semoga pelatihan hari ini jadi bekal bagi mereka untuk selanjutnya diimplementasikan di daerahnya masing-masing. Kami juga berterima kasih kepada Pemkab Bogor dan jajaran atas fasilitas tempat sehingga kami bisa melaksanakan pelatihan hari ini,” imbuhnya. (Elisa Nurasri/Diskominfo)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts