Google search engine
Beranda blog Halaman 239

Berantas Hoaks Melalui ‘Counter Narrative’, Penelitian: JSH sebagai Sumber Pesan Sudah Kredibel

0
"Public Expose: Hasil Riset Counter Narrative Melawan Hoaks," yang digelar Diskominfo Jabar bersama Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung, di Aula Utama Unisba, Rabu (24/8/2022).

KOTA BANDUNG (Aswajanews.id) – Di era digitalisasi arus distribusi informasi mengalir begitu deras, cepat, dan masif. Tak sedikit kerap ditemukan misinformasi, disinformasi, dan hoaks. Jenis informasi ini harus diberantas agar tidak menyesatkan masyarakat dan menghambat pembangunan.

Demikian menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Ika Mardiah dalam “Public Expose: Hasil Riset Counter Narrative Melawan Hoaks,” yang digelar Diskominfo Jabar bersama Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung, di Aula Utama Unisba Rabu (24/8/2022).

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia November 2020 menyebutkan, dari 196,7 juta pengguna internet di Indonesia, Jabar berada di posisi tertinggi dengan jumlah 35,1 juta pengguna.

Menurut Ika, tantangan terbesar dan terberat pemerintah saat ini meyakinkan masyarakat agar tidak terpengaruh hoaks. Bagaimana menyusun narasi yang dapat menandingi atau membantah sebaran hoaks.

“Dalam counter narrative (narasi tandingan) selalu ada pelaku penceritaan dan kisah-kisah yang konkret,” kata Ika.

“Dalam politik pemerintahan, counter narrative sangat diperlukan,” imbuhnya.

Menurut Ika, kredibilitas dan karakter pembawa pesan dari kegiatan narasi tandingan sangat berpengaruh dalam narasi yang disusun pemerintah. Ika mengapresiasi Unisba yang meriset efektivitas narasi tandingan yang dilakukan Jabar Saber Hoaks (JSH) dalam menangulangi hoaks.

JSH adalah unit di bawah Diskominfo Jabar yang dibentuk 2018 atau tahun pertama era kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil. JSH dibentuk untuk meningkatkan literasi digital masyarakat sehingga tidak mudah percaya hoaks, serta mendukung program pembangunan Pemdaprov Jabar.

Data terbaru, ada 6.145 aduan berita yang diterima JSH, sebanyak 4.265 berita di antaranya terklarifikasi sebagai hoaks. Meskipun terdapat penurunan jumlah, masih cukup banyak data maupun informasi yang bersifat hoaks yaitu terdapat 1.887 data maupun informasi dari total 2.717 data yang ditelusuri.

Dalam risetnya, tim peneliti Unisba fokus pada hubungan narasi tandingan yang diproduksi JSH terhadap respons emosional masyarakat, dilihat dari pesan dan kredibitlitas sumber hoaks.

“Semoga hasil riset ini senantiasa akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas,” ucap Ika.

Ketua Jabar Sabar Hoaks Alfianto Yustinova juga mengapresiasi hasil penelitian Tim Riset Unisba.

“Bagi kami (Jabar Saber Hoaks) penelitian ini sangat bermanfaat dalam rangka menguatkan manajemen kinerja kami, khususnya dalam hal pengecekan fakta (fact checking),” kata Alfian.

“Hasil penelitian ini tentunya akan menjadi masukan yang sangat bagus untuk JSH. Agar JSH menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat Jawa Barat,” imbuhnya.

Kredibilitas JSH

Ketua Tim Riset Septiawan Santana Kurnia mengatakan bahwa fungsi pers di masyarakat kini tidak lagi seefektif dahulu , di mana media sosial kini dipakai masyarakat untuk mencari beragam informasi.

“Para wartawan kini (hampir) sejajar dengan khalayak pengguna media sosial saat mendistribusikan informasi,” ucapnya.

Menurut Septiawan, berbagai penelitian tentang hoaks menunjukkan betapa kuatnya penyebaran hoaks di media sosial, yang dipenuhi berbagai kepentingan, memicu kebencian, atau kehebohan, karena dirancang tanpa mempedulikan etika, dan dirancang sebagai kebohongan.

“Kegiatan counter narrative diperlukan untuk mengatasi dominasi narasi-narasi hoaks di wacana publik – dalam bentuk master narrative, core story , master stories, dominant story atau antenarrative,” jelasnya.

Saat pandemi COVID-19 melanda, banyak yang menganggap pengumuman dari WHO pada Maret 2020 adalah sebagai satu penipuan. “Pemerintah Daerah Jawa Barat harus meyakinkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh hoaks,” kata Septiawan.

Septiawan melihat berbagai upaya penanggulangan sudah dilakukan Pemda Provinsi Jabar, di antaranya dengan mengembangkan metode dalam merancang sebuah narasi tandingan, sebagai bentuk praktik kerja yang dilakukan oleh Jabar Saber Hoaks.

Narasi tandingan ini diproduksi secara berkala dalam memverifikasi suatu isu, rumor, desas-desus yang belum jelas fakta dan dasarnya, khususnya yang merambat di beragam kanal atau saluran media informasi online.

Berdasarkan hasil temuan, kegiatan narasi tandingan membawa muatan informasi yang dikerangka oleh JSH. “Informasinya berisi penjelasan yang meng-counter hoaks berdasarkan berbagai ‘keadaan’ atau ‘apa yang terjadi’ yang sebenarnya,” jelasnya.

Isi pesan narasi tandingan JSH meliputi berbagai keterangan – seperti waktu penyampaian pesan, panjangnya pesan, dan sebagainya. Selain itu, bersifat visual, real-time dan heterogen, dan memiliki berbagai aspek dan pola distribusi informasi sosial melalui media online.

“Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa kredibilitas Jabar Saber Hoaks sebagai sumber pesan telah memenuhi kualifikasi safety, qualification, dan dynamism,” pungkas Septiawan. *(Diskominfo/Elisa Nurasri)

Kemenag Gelar Pesantren Business Virtual Exhibition Barhadiah Ratusan Juta

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kementerian Agama akan menyelenggarakan Pesantren Business Virtual Exhibition. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri 2022.

Pesantren Business Virtual Exhibition merupakan ajang pameran pesantren bisnis yang berbasis virtual (online). Sehingga, pengunjung pameran dapat menikmati kemegahan dan keunikan pesantren hanya dari smartphone atau dari personal komputer di rumah.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan dengan pameran ini, pihaknya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa pesantren juga bergerak pada sektor-sektor di luar pendidikan agama, seperti sektor ekonomi, lingkungan, dan lain-lainya.

“Pameran ini sekaligus menyediakan wadah ekspose bisnis bagi pesantren sasaran program kemandirian pesantren sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama,” ujar Muhammad Ali Ramdhani di Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Pesantren dan lembaga mitra yang memenuhi syarat dapat menjadi peserta dalam event ini. Adapun persyaratan dapat diunduh dalam link berikut ini: https://rebrand.ly/businesspesantrenvirtex .

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, menuturkan bahwa pendaftaran peserta dimulai hari ini hingga 19 September 2022. “Calon peserta yang masuk dalam seleksi akan dihubungi oleh panitia dan diundang mengikuti technical meeting melalui zoom,” tutur Waryono.

Melalui event ini peserta dapat memamerkan profil pesantren atau lembaga pendidikannya sebagai informasi dan promosi bagi publik. Peserta juga dapat memamerkan produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik berupa komoditas, jasa, fashion maupun inovasi teknologi.

Nantinya, peserta mendapatkan booth virtual di mana di dalamnya dipampang nama dan logo pesantren/lembaga beserta informasi lainnya. Peserta tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

Hadiah ratusan juta disiapkan untuk pemenang yang akan diumumkan pada malam puncak peringatan Hari Santri 2022. Informasi selengkapnya dapat diakses melalui link berikut ini: https://s.id/PanduanPVE2022. *(Sumber : Humas Kemenag RI)

Objek Wisata Unik Bertajuk “Garut Dinoland” Telah Resmi Dibuka

0
Salah satu objek wisata unik bertema jaman purba di Kabupaten Garut, dengan bertajuk “Garut Dinoland” secara resmi dibuka

GARUT (Aswajanews.id) – Salah satu objek wisata unik bertema jaman purba di Kabupaten Garut, dengan bertajuk “Garut Dinoland” secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut, Agus Ismail, Kamis (25/8/2022).

Objek wisata yang mempertunjukkan beragam hewan purba atau dinosaurus ini berlokasi di Kampung Cibolerang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Kepala Disparbud Garut, yang akrab disapa Agis menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut khususnya Disparbud Garut, ia mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh masyarakat sekitar dan PT. Galexia Wisata Indonesia yang telah memberikan suatu nuansa baru di bidang kepariwisataan di Kabupaten Garut, dengan menghadirkan suatu objek wisata edukasi yaitu Dinoland.

“Tadi Pak Asep begitu luar biasa telah bersinergi berkolaborasi, jadi selama ini bahwa Garut itu sudah terkenal dengan wisatanya. Dan kebanyakan wisata yang ada di Garut itu wisata alam. Wisata wisata apakah itu pantai, gunung, rimba, laut, air terjun dan lain sebagainya,” ucapnya.

Ia bersyukur dengan adanya Garut Dinoland ini, khususnya masyarakat Garut bisa menikmati nuansa objek wisata baru bertajuk Dinoland, yang sebelumnya hanya ada di kota-kota besar yaitu di Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta maupun Jatim Park yang berlokasi di Jawa Timur.

“Dengan hadirnya PT. Galexia Wisata Indonesia yang membawa Dinoland di Garut ini mudah-mudahan (menjadi) suatu angin segar bagi Kabupaten Garut untuk memberikan suatu daya saing baru. Bagaimana kita memperkaya keragaman wisata di Kabupaten Garut,” lanjutnya.

Menurutnya, objek wisata di Kabupaten Garut ini dapat memberikan multiplier effect, maka dari itu Pemkab Garut menjadikan wisata sebagai core bisnis di daerahnya. Agis memaparkan, sebagai salah satu program utama pembangunan, wisata mampu mendatangkan para pengunjung, sehingga secara otomatis pasar akan terbuka dan bisa mendongkrak ekonomi masyarakat.

“Orang berjualan tidak perlu datang ke pasar, tapi pasarnya datang sendiri. Orangnya yang datang ke tempat kita. Sehingga kini atas nama kami pemerintah daerah khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengapresiasi bagaimana (Dinoland) itu bisa terus berkembang kemudian bersinergi berkolaborasi dengan wisata-wisata yang telah ada,” tuturnya.

Sementara itu, Perwakilan Komisaris PT. Galexia Wisata Indonesia, Anwar Sanusi menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemerintah daerah beserta warga setempat yang telah mendukung didirikannya Garut Dinoland ini.

Anwar menyatakan, di era serba modern seperti sekarang ini, tentunya masyarakat memiliki kebutuhan akan adanya tempat wisata yang bisa menjernikan pikiran setelah memupuk rasa penat akibat kegiatan sehari-hari.

“Dari penatnya keseharian, kita sekaligus memberikan edukasi kepada para pengunjung. Dengan dukungan dari stakeholder terkait diharapkan dengan dibukanya Garut Dinoland ini berpeluang  dapat memberikan kontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Garut Dinoland diharapkan dapat menarik wisatawan untuk lebih mengenal segala potensi wisata yang ada di Garut

Selain sisi edukasi, imbuh Anwar, pembangunan tempat wisata ini juga memiliki arti sangat penting dari sisi ekonomi, yang dapat membuka peluang usaha ataupun membuka ruang kerja bagi masyarakat.

“Selain itu, dengan adanya Garut Dinoland diharapkan dapat menarik wisatawan untuk lebih mengenal segala potensi wisata yang ada di Garut. Dan Garut Dinoland sekaligus juga diharapkan jadi kebanggaan warga Garut,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Mekarjaya, Asep Setiawan mengatakan, Desa Mekarjaya memiliki sebuah keistimewaan yaitu dengan adanya suatu kepercayaan dari Bupati Garut, Rudy Gunawan, dimana Desa Mekarjaya telah mendapatkan SK (Surat Keputusan) sebagai Desa Wisata, juga termasuk ke dalam salah satu program wisata di Kabupaten Garut yaitu Ngumbara Lembur.

“Ngumbara Lembur itu di Garut hanya 5 desa. Dan satu-satunya yang mendapat SK atau kedua program tersebut hanyalah Mekarjaya. Itu tak lepas daripada perjuangan, rintisan dan dukungan daripada semua pihak. Terimakasih. Mudah-mudahan selalu dalam koordinasi,” tandasnya. *(Diskominfo/Elisa Nurasri)

Kemenag Kota Bandung Minta KBIH Baiturahman Menyelesaikan Masalah dengan Jamaahnya

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kementerian agama (Kemenag) Kota Bandung meminta KBIH Baiturahman menyelesaikan permasalahan dengan seorang jamaahnya yang terjadi di tanah suci Makkah. Hal tersebut diungkapkan oleh Humas Kemenag H. Agus Safrudin kepada awak media melalui telepon seluler, Senin (22/8/2022).

Peristiwa yang tidak selayaknya dilakukan seorang Ustadz Rif’at pembimbing KBIH Baiturahman terutama saat berada di tanah suci terhadap salah seorang jamaahnya AH, sebagaimana telah diberitakan beberapa media online pada hari Jumat tanggal 29/7/2022 lalu bahwa pada hari Selasa 26 Juli 2022 pagi sekitar pkl 08.00 WAS (Waktu Arab Saudi) ketika AH keinginannya menyampaikan mau pindah kamar kepada Kepala Rombongan (Karom) Djoko Purnomo karena tidak nyaman atas perilaku seorang jemaah berinisial UI.

Singkatnya, saat itu Karom menghungi pembimbing haji dari KBIH Baturahman setelah itu dirinya diajak oleh Karom ke Aula Masjid MZ tempat pemondokan jamaah yakni Tharawat Al Khalil Hotel di kawasan Misfalah Makkah.

“Saat saya dan Karom sampai di Masjid MZ itu sudah ada Ustadz Rif’at dan Ketua Kloter Riyadi dari Kemenag Kota Bandung dari pertemuan itu saya mau nginep di hotel lain, tapi akhirnya atas saran Karom diusulkan pindah kamar. Setelah itu Ul bergeser ke kamar 404 dan dari situ anak Karom bergeser ke kamar 332,” beber AH.

Besoknya hari Rabu 27 Juli 2022 lanjut AH, Ustadz Rif’at datang ke kamarnya mengajak ke kamar 431 beliau minta saya lslah saja dengan Ul.

“Saya diminta saling memaafkan. “Saya bilang di dunia iya, tapi di akherat urusan Allah, meskipun begitu tolong do’ain saya agar untuk akherat juga saya ikhlas,” jelas AH.

Namun, bukannya mengaminkan, tapi ustadz Rif’at saat itu malah merangkul tangan saya dan membacakan ayat-ayat (Rukiyah-red) serta meniupkan ke wajah dan badan saya berkali-kali, ucap AH.

“Waktu itu, saya spontan membaca innalillahi rojiun dan hasbunalloh wanikmal wakil, nikmalmaula wanikmannasir berkali-kali dan saat itu saya disampingi isteri saya sesekali bilang sabar,” kata AH menuturkan.

Dikatakan AH, pada hari Kamis 28 Juli dirinya lapor ke Ketua Kloter sebagai utusan dari Kemenag Kota Bandung H. Riady dan H. Hanan agar keduanya memberi teguran kepada pembimbing KBIH Baiturahman. Namun saat itu saya hanya diminta untuk melaporkan melalui Kasi Haji di Kemenag Kota Bandung, H. Boy Harry Novian, nanti setelah berada di Bandung, imbuh AH.

“Saya berharap semoga kesewenang-wenangan perlakuan Pembimbing KBIH Baiturahman Kota Bandung seperti Ustadz Rif’at tidak terulang kepada jemaah-jemaah haji lainnya. Karena pembimbing merupakan penengah bukan memihak apalagi me-Ruqyah jemaah tanpa ijin dari yang di-Ruqyahnya,” demikian ungkap AH.

Kemudian pada tanggal 22 Agustus 2022, awak media melakukan konfirmasi kejadian tersebut melalui telpon seluler kepada Humas Kemenag Kota Bandung H. Agus Safrudin, beliau menerangkan bahwa pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada pihak KBIH, dan menjelaskan bahwa permasalahan tersebut sebenarnya telah diselesaikan pada waktu yang bersangkutan berada di Tanah Suci.

“Pada prinsipnya, setelah kami melakukan konfirmasi ke pihak KBIH dan pihak KBIH menjelaskan bahwa permasalahan tersebut sudah diselesaikan ketika yang bersangkutan berada di Tanah Suci, kami juga mengembalikan permasalah tersebut kepada jamaah yang bersangkutan karena itu di luar dari pada Kementrian Agama, jadi silahkan langsung saja dengan KBIH nya,” ucap H. Agus Safrudin.

Ketika ditanya oleh awak media apakah pihak Kemenag sudah memanggil pihak KBIH, H. Agus Safrudin agak terbata-bata menyebutkan sudah dan mengakatkan prinsipnya itu merupakan hal teknis dan kasuistik.

“Pada prinsipnya, itu merupakan hal teknis dan kasuistik. Kejadian seperti itu memang pernah terjadi walaupun jumlahnya hanya satu dua dan itu sifatnya personal dengan KBIH nya, jadi silahkan diselesaikan saja dengan pihak KBIH nya ” demikian tambah H. Agus.

Ditempat terpisah beberapa wartawan mencoba mengkonfirmasi dan menghubungi ustadz Rifat agar memberikan keterangan dan menjelaskan sesuai harapan Kemenag, untuk menyelesaikan permasalahan dengan jamaahnya saat pelaksanaan ibadah haji 1443 hijriah lalu.

Namun sampai berita ini dinaikan Ustadz Rif’at tidak bisa ditemui dan pihaknya hanya membalas Via aplikasi WA sekarang belum bisa memastikan jadwalnya (ketemu-red) dan seolah enggan untuk memberikan statment. Begitu juga halnya dengan pihak KBIH Baiturahman yang tidak kooperatif dan tidak berupaya meluangkan waktu dengan awak media agar bertemu ustadz Rif’at.

 “Tentunya, pengalaman pahit saya ini menjadi contoh untuk calon jamaah haji dan umroh agar dapat mencari “pembimbing” tidak hanya berpendidikan, tapi punya etika,” kata AH yang merasa didzolimi dan sepihak oleh pembimbingnya saat di Makkah. (Asep NS)

Kronologi OTT Bupati Pemalang: ke Jakarta Bawa Bungkusan, Bertemu Orang di DPR

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan, pasca terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis 11 Agustus 2022.

Selain Mukti Agung, tim penyidik KPK juga menetapkan tersangka Komisaris PD Aneka Usaha Adi Jumal Widodo, Penjabat Sekretaris Daerah Slamet Masduki, Kepala BPBD Sugiyanto, Kadis Kominfo Yanuarius Nitbani dan Kadis PU Mohammad Saleh.

“KPK melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan enam tersangka,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat 12 agustus malam.

Firli menyampaikan, pihaknya mengamankan Mukti Agung usai bertemu seseorang di dalam gedung DPR RI. Namun, Firli masih enggan menyebutkan siapa sosok yang ditemui Mukti Agung di Kompleks Parlemen tersebut.

“Ketika MAW beserta rombongan keluar dari gedung DPR RI, tim KPK langsung mengamankan MAW beserta rombongan dimaksud beserta dengan uang dan bukti-bukti lainnya,” ungkap Firli.

Sebelum bertandang ke gedung DPR, kata Firli, Mukti Agung berkunjung ke wilayah Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, Mukti Agung disebut turut membawa sebuah bungkusan yang di dalamnya berisikan uang.

Namun, Firli dalam hal ini juga tak menjelaskan secara rinci siapa yang ditemui Mukti Agung di kawasan Jaksel. Uang yang dibawa Mukti Agung ke Jakarta, diduga dari hasil pengumpulan suap jual beli jabatan.

“MAW selaku bupati beserta rombongan pergi ke Jakarta dan mendatangi salah satu rumah yang berada di wilayah Jakarta Selatan dengan membawa sebuah bungkusan yang diduga berisi uang yang telah diterimanya,” tegas Firli.

Selain melakukan penindakan di Jakarta, KPK juga mengamankan beberapa pihak dari unsur pejabat di lingkungan Pemkab Pemalang. Serta melakukan pengamanan (segel) terhadap ruangan kerja di Pemkab Pemalang dan rumah dinas. Hal ini penting untuk menjaga alat bukti.

Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK mengamankan alat bukti uang seluruhnya berjumlah Rp 4,816 miliar.  Dalam kasus ini, Sugiyanto, Yanuarius Nitbani, Mohammad Saleh dan Slamet Masduki disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu, Mukti Agung dan Adi Jumal Widodo disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (*)

Bupati Pemalang Dikabarkan Kena OTT, Ganjar : Ini Peringatan, Hentikan Kejahatan Korupsi

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG (Aswajanews.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang, MAW. Kabar tersebut diketahui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Kamis (11/8/2022) malam.

Ganjar menyayangkan kejadian OTT yang melibatkan kepala daerah di wilayahnya. Sebab, ia telah berulangkali memperingatkan kepada kepala daerah, agar tidak terlibat pada tindak kejahatan korupsi.

“Saya sebenarnya sudah mengingatkan berkali-kali kepada kawan-kawan, dan tentu saja saya akan menunggu perkembangan yang ada,” tegas Ganjar, seusai mengikuti acara Jagongan Bareng Ajaib, di Hotel Tentrem, Semarang, Sabtu (11/8/2022).

Gubernur menegaskan, komunikasi dalam upaya memperingatkan para kepala daerah untuk tidak terlibat korupsi dilakukannya secara intensif. Apalagi, Jawa Tengah sudah lama bekerja sama dengan KPK, untuk pencegahan korupsi.

“Saya selalu mengingatkan karena sebenarnya kerja sama kita dengan para penegak hukum, dengan KPK itu sudah terlalu sering,” ujarnya.

Ganjar mengatakan, dalam setiap kegiatannya di Jawa Tengah, KPK tak hanya melakukan sosialisasi dan edukasi. Di dalamnya, terselip peringatan-peringatan atau kode yang harus diperhatikan kepala daerah. Penekanannya, kontrol diri pada individu.

“Hati-hati ya di Jawa Tengah ada yang umpama jual beli jabatan, ada lho di Jawa Tengah yang main proyek, ada lho yang seperti ini kira-kira yang jahat. Nah, pada saat itu kita harus melakukan kontrol diri,” tegas gubernur.

Ganjar mengatakan, Kabupaten Pemalang sedang dalam pendampingan Pemprov Jateng. Hal itu dalam rangka penunjukan Sekertaris Daerah baru karena yang sebelumnya (MA) mengundurkan diri, setelah terlibat kasus korupsi dan ditetapkan tersangka oleh kepolisian.

“Kami kemarin lagi mendampingi di sana dari problem yang dihadapi sekdanya, maka kemudian kami coba intens, ya saya tidak tahu kalau kemudian akan terjadi hal ini,” tandasnya.

Ganjar belum mengetahui informasi lengkap terkait OTT tersebut. Terkait OTT bupati di Gedung DPR, Ganjar mengatakan komunikasi tentang bisnis yang berujung pada usulan kebijakan seringkali berpotensi pada tindakan rasuah.

“Ini peringatan untuk semuanya, sudahlah hentikan semuanya kejahatan model seperti itu. Saya tidak tahu, mungkin di antara mereka juga berkomunikasi urusan bisnis, yang lari pada kebijakan dan sudah terlalu banyak sih beberapa kasus kan muncul, umpama mungkin mengajukan usulan, didampingi, mendapatkan fee, yang seperti itu biasanya (potensi korupsi),” tandasnya.

Sebagai tambahan, informasi OTT terhadap Bupati Pemalang terjadi Kamis (11/8/2022) malam. Diberitakan, MAW terjerat OTT di Gedung DPR, Jakarta. Selain dia, KPK juga mengamankan puluhan orang lain. KPK belum mengumumkan secara resmi status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. (Humas Jateng)

Plt Bupati Bogor Harap Lomba Desa Bisa Tingkatkan Budaya Gotong Royong

0
Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan

KAB. BOGOR (Aswajanews.id) – Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan berharap kepada penerima penghargaan lomba bisa tingkatkan kembali budaya gotong royong di Kabupaten Bogor, hal tersebut diungkapkan saat kegiatan apel pagi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, yang berlangsung di halaman Kantor DPMD Kabupaten Bogor, Senin (22/8/2022).

Pada kesempatan ini, Iwan juga meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala Desa, Camat, dan seluruh masyarakat untuk menggalakkan dan mengaktifkan kembali aksi gotong royong bebersih lingkungan di wilayah masing-masing sebagai upaya menggerakkan budaya gotong royong di Kabupaten Bogor.

“Saya ingin gerakan gotong royong bersih-bersih lingkungan diaktifkan kembali, disosialisasikan kembali, sehingga Bogor bersih dengan tagline sport and tourism bisa terwujud,” katanya

Ia mengatakan, Kabupaten Bogor selain memiliki tempat olahraga terbaik tingkat nasional dan internasional, juga memiliki keindahan wisata alam dan non alam yang bagus dan indah.

“Wisatawan datang ke Kabupaten Bogor karena keindahan, kerapihan dan kenyamanan yang kita miliki. Tentu kebersihan dapat mempercantik estetika lingkungan ini jadi faktor utama untuk menunjang kelebihan yang dimiliki, itulah pentingnya gerakan gotong royong,” ucapnya.

Iwan menyatakan, bahwa saat ini pemimpin seperti Camat, Kepala Desa, RT dan RW harus menjadi ujung tombak dan contoh teladan kepada masyarakat melalui kegiatan positif mulai dari hal terkecil seperti kegiatan bersih-bersih lingkungan, untuk memacu masyarakat dalam menumbuhkan kembali budaya gotong-royong.

“Harus kita mulai, insyaallah masyarakat akan mengikuti. Mudah-mudahan tahun yang akan datang akan lebih banyak lagi yang dapat penghargaan,” ujarnya.

Iwan berharap kegiatan rangkaian lomba desa tingkat kabupaten Bogor tahun 2022 dan penghargaan yang diberikan itu, dapat memicu jajaran pemerintah desa untuk terus meningkatkan layanan kepada masyarakat dan kualitas tata kelola pemerintahan desa.

“Serta dapat memotivasi warga dan masyarakat agar semakin semangat dan proaktif bergotong-royong membangun desa. Selamat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemenang peserta lomba tahun ini, tingkatkan terus prestasi untuk kemajuan masyarakat dan Kabupaten Bogor lebih baik lagi,” katanya.

Diketahui, penghargaan diberikan kepada masing-masing pemenang yang terdiri dari tujuh kategori yakni. Kategori desa terbaik, desa terbaik dalam Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat, ketua RT dan ketua RW terbaik, Posyandu kategori Pokjanal Kecamatan terbaik. Lalu Posyandu terbaik, kader Posyandu berprestasi dan kader Posyandu kategori duta Posyandu.

DAFTAR JUARA LOMBA TINGKAT KABUPATEN BOGOR TAHUN 2022

Kategori Lomba Desa

  1. Kecamatan Gunung Putri yakni Desa Gunung Putri raih penghargaan Desa Terbaik I
  2. Kecamatan Cijeruk yakni Desa Tajurhalang raih penghargaan Desa Terbaik II
  3. Kecamatan Babakan Madang yakni Desa Cijayanti raih penghargaan Desa Terbaik III
  4. Kecamatan Kemang yakni Desa Parakan Jaya raih penghargaan Desa Terbaik IV

Kategori BULAN BAKTI GOTONG ROYONG MASYARAKAT (BBGRM) DESA PELAKSANA TERBAIK

  1. Cibungbulang Desa Situ Ilir BBGRM Pelaksana Terbaik I
  2. Kemang Desa Semplak Barat BBGRM Pelaksana Terbaik II
  3. Tamansari Desa Tamansari BBGRM Pelaksana Terbaik III
  4. Tajurhalang Desa Citayam BBGRM Pelaksana Terbaik IV

KATEGORI KETUA RT TERBAIK

  1. Ciampea Ahmad Sobari Ketua RT Desa Cibanteng SEBAGAI Ketua RT Teladan Terpilih I
  2. Cisarua M. Usi Sanusi Ketua RT Desa Leuwimalang SEBAGAI Ketua RT Teladan Terpilih II
  3. Cigudeg Yofi Fitri Irawan Ketua RT Desa Cigudeg SEBAGAI Ketua RT Teladan Terpilih III
  4. Parung Irman Ketua RT Desa Pamegarsari SEBAGAI Ketua RT Teladan Terpilih IV
  5. Cariu Dede Ketua RT Desa Mekarwangi SEBAGAI Ketua RT Teladan Terpilih V
  6. Tamansari A. Supriatna Ketua RT Desa Tamansari SEBAGAI Ketua RT Teladan Terpilih VI

KATEGORI KETUA RW TERBAIK

  1. Cibinong Sumardiono Ketua RW Kelurahan Pabuaran Mekar Sebagai Ketua RW Teladan Terpilih I
  2. Tajurhalang Rudi Sofyan Ketua RW Desa Sasakpanjang sebagai Ketua RW Teladan Terpilih II
    3. Tenjolaya Supriadi Ketua RW Desa Situdaun sebagai Ketua RW Teladan Terpilih III
    4. Sukaraja Slamet Warsono Ketua RW Desa Sukaraja sebagai Ketua RW Teladan Terpilih IV
    5. Kemang Iyat Sudrajat Ketua RW Desa Parakan Jaya sebagai Ketua RW Teladan Terpilih V
    6. Ciawi Mulyana Ketua RW Desa Banjarwaru sebagai Ketua RW Teladan Terpilih VI

POSYANDU KATEGORI POKJANAL KECAMATAN TERBAIK

  1. Cibinong Pokjanal Posyandu Kecamatan Cibinong Pokjanal Kecamatan Terbaik I
  2. Gunungputri Pokjanal Posyandu Kecamatan Gunungputri Pokjanal Kecamatan Terbaik II
  3. Ciomas Pokjanal Posyandu Kecamatan Ciomas Pokjanal Kecamatan Terbaik III
  4. Babakan Madang Pokjanal Posyandu Kecamatan Babakan Madang Pokjanal Kecamatan Terbaik IV

KATEGORI POSYANDU KATEGORI POSYANDU TERBAIK

  1. Cibungbulang Posyandu Anggrek V Desa Cibatok I Posyandu Terbaik I
  2. Megamendung Posyandu Melati Desa Sukamaju Posyandu Terbaik II
  3. Cileungsi Posyandu Mawar I Desa Situsari Posyandu Terbaik III
  4. Leuwiliang Posyandu Perkutut IV Desa Barengkok Posyandu Terbaik IV

KADER POSYANDU KATEGORI KADER POSYANDU BERPRESTASI

  1. Cariu Siti Komalasari Kader Posyandu Dahlia Desa Babakan Raden Kader Posyandu Berprestasi I
  2. Babakan Madang Yuli Yulia Kader Posyandu Kusumajaya Desa Citaringgul Kader Posyandu Berprestasi II
  3. Dramaga Nurhamidah Kader Posyandu Subadra Desa Sinarsari Kader Posyandu Berprestasi III
    4. Sukaraja Yawung A. Gaffar Kader Posyandu Harapan I Desa Cijujung Kader Posyandu Berprestasi IV

KADER POSYANDU KATEGORI DUTA POSYANDU

  1. Cileungsi Defianty Rizka Hesti Kader Posyandu Melati 02 Desa Jatisari Duta Posyandu I
  2. Gunungputri Nurhayati Kader Posyandu Mekarasih Desa Ciangsana Duta Posyandu II
  3. Nanggung Yeyen Yuningsih Kader Posyandu Anggrek II Desa Malasari Duta Posyandu III

4. Ciawi Elis Khoeriyah Kader Posyandu Menteng Desa Citapen Duta Posyandu IV. (Diskominfo Kabupaten Bogor)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Dorong Kepala Desa Melek Digital

0
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meresmikan Kantor Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Garut, Senin (22/8/2022)

GARUT (Aswajanews.id) Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan, konsep tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia bisa terwujud kalau para kepala desanya melek digital. Kepala desa berperan penting dalam meningkatkan ekonomi warganya melalui inovasi digital.

“Konsep ini bisa berjalan dengan cara kadesnya harus melek digital untuk dapat menggerakan ekonomi melalui inovasi teknologi,” kata Ridwan Kamil saat meresmikan Kantor Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Garut, Senin (22/8/2022).

Kang Emil, sapaan akrabnya, mencontohkan, inovasi budi daya ikan lele, e-fishery di Indramayu, yang berhasil meningkatkan penghasilan peternak lele tak lepas dari peran kades yang paham digital dan menangkap peluang ekonomi.

Inovasi digital serupa juga terjadi di Kabupaten Sukabumi melalui terobosan teknologi penangkap ikan fish finder.

“Dua contoh inovasi itu bukti peran kades yang melek teknologi,” ucap Kang Emil.

Konsep tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia yang Kang Emil terapkan di Jabar merupakan respons terhadap disrupsi digital dan pandemi COVID-19.

Menurutnya, desa adalah masa depan, tapi syaratnya menguasai digital. Ia pun kembali mencontohkan, produk sabun cuci Mencrang, yang dijual warga desa secara online membuat omset meningkat hingga puluhan juta rupiah per bulan.

“Warga desa sekarang jualannya harus online, termasuk produk-produk pertanian yang terbukti hasilnya meningkat,” ungkap Kang Emil.

Sebelum disrupsi digital, konsep tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia sulit diwujudkan. Arus urbanisasi pun sulit ditekan karena warga desa menganggap, dari sisi pendapatan dengan tinggal di kota lebih baik dibandingkan di desa.

“Sebelum disrupsi digital konsep tersebut sulit diwujudkan, maka banyak yang hijrah karena menganggap hidup di kota lebih baik,” ujar Kang Emil.

Namun di era digital saat ini, konsep tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia relevan dan mudah dilakukan. Apalagi warga desa kini umumnya juga memiliki telepon pintar yang bisa dijadikan alat berjualan.

“HP (handphone) itu sekarang bukan alat komunikasi saja, melainkan sudah menjadi alat produksi, asal ada kemauan dan dukungan dari kadesnya,” tutur Kang Emil.

Selepas acara peresmian Kantor Desa Cinta, Kang Emil bersama Bupati Garut dan Kapolda Jabar menyerahkan ratusan paket sembako kepada anak yatim dan jompo se-Kecamatan Karangtengah. (Elisa Nurasri/Humas Jabar)

Pasha Ungu Sayangkan Farel Prayoga Nyanyi Ojo Dibandingke di Istana Merdeka

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Penyanyi cum politikus Pasha Ungu menyayangkan penampilan Farel Prayoga di Istana Merdeka saat HUT ke-77 lalu, di mana Farel menyanyikan lagu campursari “Ojo Dibandingke”.

Pasha mengatakan bahwa lagu tersebut merupakan lagu dewasa yang bertemakan patah hati. Rasanya, kurang pantas dibawakan oleh seorang anak-anak.

“Bukan tidak boleh nyanyi patah hati, tapi alangkah baiknya kalau anak-anak dia bermain di arena dia,” kata Pasha beberapa waktu yang lalu, seperti dikutip dari Tribunnews.

Pemilik nama asli Sigit Purnomo Syamsuddin Said ini mengatakan bahwa dia sepakat dengan pernyataan Kak Seto yang juga menyayangkan penampilan Farel tersebut.

Pasha Ungu lantas membandingkan ramainya penyanyi cilik di era 90-an hingga 2000-an. Kala itu, penyanyi cilik yang membawakan lagu untuk anak-anak tetap mendapatkan tempat di masyarakat.

Namun, kini penyanyi cilik lebih banyak menyanyikan lagu-lagu yang berisi kisah orang dewasa.

“Kaya zaman dulu kan apa banyak penyanyi cilik kita iyakan, ada Dea Ananda dan lain-lain segala macam dengan lagu anak-anak, ternyata mendapat tempat meskipun tidak besar,” kata Pasha.

Namun demikian, dia tidak melarang Farel atau penyanyi cilik lainnya untuk membawakan lagu dewasa. Selebihnya, dia menyerahkan semuanya kepada Farel sendiri.

“Kalau soal itu (Farel) boleh atau tidak boleh, ya terserah ya,” kata Pasha.

Sebelumnya, penampilan Farel Prayoga di Istana Merdeka menjadi viral setelah menyanyikan lagi Ojo Dibandingke.

Pasalnya, penyanyi cilik asal Banyuwangi, Jawa Timur itu mampu membuat beberapa menteri turun dari kursinya untuk berjoget bersama, mulai dari Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (Kompas TV)

Pagelaran UMKM dan Seni Budaya Yang Digelar Oleh Kecamatan Sumedang Selatan

0
Wabup Sumedang, H. Erwan Setiawan hadiri, pembukaan Pagelaran UMKM dan Seni Budaya yang digelar oleh Kecamatan Sumedang Selatan

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan hadiri pembukaan Pagelaran UMKM dan Seni Budaya yang digelar oleh Kecamatan Sumedang Selatan dalam rangka milangkala Kecamatan Sumedang Selatan yang ke-77, pada Kamis, (18/08/2022) di Halaman Kantor Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang. Jawa Barat.

Wabup Erwan sangat mengapresiasi dengan diadakannya Pagelaran UMKM dan Seni Budaya yang digelar oleh Kecamatan Sumedang Selatan dalam rangka Milangkala ke-77 tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi atas penyelenggaraan acara ini. Karena selain menjadi acara hiburan untuk masyarakat diharapkan juga dapat menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakatnya,” ujarnya.

Menurut Erwan, Setelah melalui proses dan kajian yang cukup panjang, Akhirnya disepakati bahwa Kecamatan Sumedang, Kab. Sumedang lahir pada tanggal 19 Agustus 1945. Dan hari ini sebagai bentuk milangkala Sumedang Selatan ke-77 maka diadakan pagelaran UMKM dan Seni budaya.

“Saya sangat mendukung sepenuhnya atas terselenggaranya kegiatan ini, yang diharapkan akan mampu merangsang perkembangan perekonomian. Sehingga kesejahteraan masyarakat yang cukup meningkat. Selain itu, atraksi budaya dan kesenianpun memiliki multi player effect terhadap pergerakan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Erwan menuturkan, pagelaran UMKM dan Seni budaya adalah salah satu wadah untuk masyarakat untuk menampilkan kreasi adat budaya dan kuliner yang ada di setiap kelurahan dan desa.

“Dengan momentum peringatan hari jadi kecamatan Sumedang Selatan sekaligus peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang sama sama usia ke 77 tahun ini. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan dalam pembangunan di Kabupaten Sumedang serta tetap menjaga kekompakan, keharmonisan dan ketentraman di masyarakat,” pungkasnya. (diskominfosanditik)

Kepala Kemenag Tasikmalaya Apresiasi MAN 3 Hibahkan 3 Ruang Belajar

0
Kepala Kementerian Agama Kota Tasikmalaya H. Mohammad Ali Abdul Latief

KOTA TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya H. Mohammad Ali Abdul Latief menghadiri serta memberikan sambutan dalam kegiatan serah terima gedung Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Tasikmalaya kepada Yayasan Mathlaul Khoer Cintapada, Kamis (18/8).

Hadir dalam kesempatan tersebut pihak pertama yaitu Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Tasikmalaya bersama para guru dan staf serta pihak kedua yaitu perwakilan dari Yayasan Mathlaul Khoer. Turut hadir Tim dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Tasikmlaya.

Ali sampaikan Setelah melalui beberapa tahap pengurusan administrasi dari permohonan hingga persetujuan atas penyerahan gedung berupa 3 buah ruang kelas milik MAN 3 Kota Tasikmalaya, Pagi hari ini seluruh tahap penyelesaian administrasi tersebut telah dituntaskan dengan adanyapenandatanganan berita acara serah terima hibah yang disaksikan oleh KPKNL.

Kegiatan hibah ini penting dilaksanakan karena ketika MAN 3 Kota Tasikmalaya mengajukan permohonan bantuan untuk ruang kelas karena kekurangan ruang belajar, dalam catatan aset BMN, ruang kelas masih cukup.

“Padahal jika dicek ke lapangan ada 3 ruang kelas yang selama ini didayagunakan oleh MTs Mathlaul Khoer,” imbuh Kakankemenag.

Jika proses hibah ini tidak dilaksankan maka selamanya MAN 3 tidak bisa mengajukan permohonan bantuan untuk tambahan ruang belajar. Alhamdulillah dengan suksesnya kegiatan ini berarti besar peluang MAN 3 untuk mendapatkan bantuan dan disatu sisi Yayasan Mathlaul Khoer juga bisa memanfaatkan ketiga ruang kelas tersebut seluas-luasnya.

“MAN 3 ini berada di komplek Yayasan Mathlaul Khoer dan secara histori dulu cikal bakalnya tumbuh dari yayasan ini, karenanya setali tiga uang, keduanya harus maju bersama-sama,” harapnya.

Kakankemenag mengapresiasi proses ini mendapat respon sangat baik dari Kemenag RI dibuktikan dengan terjunnya langsung Dirjen Pendis ke lokasi di lapangan untuk mensurvey kondisi ril yang ada.

“Inilah yang Alloh janjikan, jika kita memberikan dengan niat yang lurus hati yang tulys ikhlas maka Alloh akan mengganti dengan yang lebih baik,” ujar Kakankemenag.

Hibah ini adalah istilah dalam islam yang sudah dipakai dalam kehidupan tata usaha administrasi aset negara. Sebagaimana dalam aturan islam, hibah menurut aturan negara juga harus memenuhi empat unsur, yaitu pihak pertama yang memberikan hibah, pihak kedua sebagai pengguna, ada barang yang dihibahkan, serta ada berita acara penyerahan hibah.

Ali menegaskan dengan sudah diserahkannya bangunan berupa 3 gedung ruang belajar dari MAN 3 kepada Yayasan Mathlaul Khoer maka bangunan tersebut nantinya akan sepenuhnya menjadi milik yayasan

Kakankemenag juga sampaikan teriaksih yang sebesar-bsarnya atas bantuan KPKNL yang sudah membantu melaksanakan pengadministrasian mulai dari proses awal sampai saat ini, berita acara serah terima barang bisa dilaksanakan.

“Tapa bantuan dari KPKNL kita sama sekali tidak bisa bergerak, alhamdulillah atas kerjasama yang bagus dalam kurun waktu hanya 6 bulan kegiatan ini sukses, sekali lagi saya atas nama instansi haturkan terimakasih sebanyak-banyaknya,” Ali tegaskan. *(Kontributor : Yeni Rohayati)

GEBYAR DESA, Wagub Jabar Apresiasi di Kabupaten Cirebon Tak Ada Desa Tertinggal

0
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum

KAB. CIREBON (Aswajanews.id) Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Gebyar Desa dalam rangka Ekspose Keberhasilan Pembangunan Desa di Provinsi Jawa Barat di Balai Desa Gegesik Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Sabtu (20/8/2022).

Pak Uu -sapaan karib Uu Ruzhanul Ulum- mengatakan, pembangunan daerah yang berkelanjutan adalah kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, maju dan mandiri.

Pemda Provinsi Jawa Barat berupaya menyelaraskan pembangunan baik di desa, maupun kota. Hal itu untuk meminimalkan kesenjangan dan ketimpangan melalui berbagai aspek dengan inovasi dan kolaborasi antara provinsi dan kabupaten/ kota.

Pak Uu mengapresiasi inovasi dan kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Cirebon, sehingga angka desa tertinggal menurun.

Status desa tertinggal di Kabupaten Cirebon kini tak ada lagi, bahkan indikator untuk desa membangun mengalami kenaikan yang sangat signifikan, sehingga status desa di Kecamatan Gegesik masuk dalam kategori maju.

“Alhamdulillah, saya merasa bangga sebagai Pimpinan di Jawa Barat, bahwa di Kabupaten Cirebon sudah tidak ada lagi desa tertinggal,” tuturnya.

“Ini juga berkat kemajuan Pimpinan dan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Cirebon. Kalau Kabupaten Cirebon maju berarti Jawa Barat maju, Kabupaten Cirebon hebat berarti Jawa Barat pun hebat,” ungkap Pak Uu.

Pak Uu juga mengapresiasi Kecamatan Gegesik yang mempunyai potensi luar biasa dalam aspek budaya dan seni karena penting sekali bagi generasi muda terkait warisan budaya untuk dilestarikan dan dijaga keasliannya.

“Harapan kami bukan hanya budaya yang ada di Cirebon yang harus dilestarikan oleh orang tua dan milenial, melainkan seluruh warga Jawa Barat,” harap Pak Uu.

Bupati Cirebon Imron menuturkan, Kabupaten Cirebon mempunyai 40 kecamatan, dan salah satunya adalah Kecamatan Gegesik yang merupakan daerah wisata budaya dengan ragam budaya yang harus dilestarikan.

“Saya ucapkan terima kasih pada masyarakat (Kabupaten Cirebon). Lestarikan seni dan budaya yang merupakan salah satu ciri suatu daerah atau negara,” kata Imron.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jabar Dicky Saromi mengatakan, pelaksanaan Gebyar Desa merupakan kolaborasi antara DPMDes Provinsi, DPMDes Kabupaten Cirebon dan Kecamatan Gegesik dalam rangka menurunkan angka desa tertinggal di Jabar.

Gebyar Desa juga merupakan bentuk apresiasi dari Pemda Provinsi Jabar terhadap desa-desa juara.

Dicky menjelaskan, ada dua tujuan pelaksanaan Gebyar Desa, yang pertama adalah untuk melihat sejauh mana intervensi kebijakan Pemda Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan pembangunan di desa.

“Kedua, kita melihat potensi unik desa, seperti di Gegesik Kulon meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia. Desa ini merupakan daerah tujuan wisata, tapi bukan alam yang ditonjolkan, melainkan seni dan budayanya,” papar Dicky.

Adapun di kawasan Gegesik memiliki lima keunikan, yaitu seni kriya seperti perajin wayang kulit dan ukir kayu, seni musik seperti rampak gendang, seni tari topeng dengan lima karakter, seni teater seperti dalang wayang, dan seni sastra. *(Humas Jabar)

RUU Perlindungan Data Pribadi bisa Disahkan Maksimal September 2022

0
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid saat dijumpai di Pullman Hotel Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2022)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menyebutkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) dapat disahkan secepatnya menjadi Undang-Undang maksimal September 2022 mengikuti masa sidang DPR yang ada di periode Agustus-September 2022.

“Insya Allah masa sidang ini (periode Agustus-September 2022) selesai,” kata Meutya saat dijumpai wartawan di Jakarta, Jumat.

Di tengah transformasi digital RUU PDP menjadi salah satu rancangan UU yang terbilang krusial karena menyangkut masalah data dan privasi masyarakat di Tanah Air.

Terutama berkaca dari kasus-kasus pencurian dan bocornya data-data di berbagai layanan secara daring, maka kehadirannya semakin dibutuhkan agar ada regulasi yang lebih kuat dan mengikat dalam menindak masalah di ruang siber ini.

Sebelumnya pembahasan RUU PDP sempat tertunda karena adanya perbedaan pendapat antara DPR dan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo terkait lembaga pengawas yang bertugas untuk mengawasi praktik perlindungan data pribadi di Indonesia.

DPR menginginkan adanya lembaga independen khusus untuk menangani masalah Perlindungan Data Pribadi sehingga kerjanya bisa bersifat netral.

Sementara dari pihak Pemerintah menginginkan lembaga itu bisa berada langsung di bawah komando Kementerian Kominfo dengan harapan kinerja penanganan kasus pelanggaran perlindungan data pribadi dapat lebih efisien. Namun nampaknya perbedaan masalah itu sudah menemukan titik terang dan telah ada solusi sehingga nantinya lembaga pengawas tetap bisa bekerja memastikan praktik perlindungan data di Tanah Air berjalan baik.

Meutya juga meyakini nantinya posisi lembaga perlindungan data itu akan memiliki kinerja yang kuat.

“Intinya nanti kewenangannya (lembaga pengawas perlindungan data pribadi), jadi tidak cuma (dilihat) dari apa dasar hukum-dasar hukumnya. Tapi yang penting kan kewenangannya kita buat kuat gitu,” ujar Meutya.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G.Plate juga mengharapkan agar RUU PDP bisa dapat selesai diundangkan di 2022 sehingga praktik perlindungan data pribadi bagi masyarakat Indonesia bisa berjalan dengan lebih maksimal.

“Mudah-mudahakan di masa sidang ini tersedia cukup waktu bagi panitia kerja DPR RI sehingga bisa dilanjutkan pertemuan rapat-rapatnya dan RUU PDP bisa segera diundangkan,” kata Johnny. *(Ant)

Fraksi PPP Usulkan Revisi Terbatas UU Kepolisian

0
Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi

JAKARTA (Aswajanews.id) – Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi mengusulkan revisi terbatas Undang-Undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian, dengan tujuan agar berjalan reformasi dan penguatan kelembagaan institusi.

“Kami mengusulkan revisi terbatas UU Kepolisian, masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2022. Ini dilakukan agar reformasi dan penguatan kelembagaan Polri dalam melaksanakan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum,” kata Baidowi atau Awiek di Jakarta, Senin (22/8/2022).

Dia menjelaskan, kasus yang menjerat Irjen Pol Ferdy Sambo kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J perlu mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Karena itu menurut dia, reformasi Polri menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan melalui revisi terbatas UU Kepolisian.

“Revisi terhadap UU Kepolisian perlu dilakukan mulai dari norma yang mengatur tentang pengawasan internal Polri yang saat ini dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) ataupun mengenai pengaturan tentang kewenangan Polri mulai dari penyelidikan, penyidikan dan penindakan,” ujarnya.

Baidowi menilai, reformasi Polri perlu dilakukan sejak dini pada saat rekrutmen polisi sehingga perlu diatur dalam revisi UU Kepolisian khususnya terkait formula rekrutmen secara transparan dan akuntabel.

Selain itu menurut dia, perlunya reformulasi ketentuan menyangkut bagi aparat polisi yang melakukan tindak pidana, perlu dilakukan pemberhentian sementara hingga adanya keputusan tetap.

“Karena jika tidak dilakukan pemberhentian sementara maka akan mencoreng nama baik institusi kepolisian,” katanya.

Dia menjelaskan, UU Kepolisian sudah berusia 20 tahun sehingga sudah saatnya dilakukan revisi terbatas untuk tujuan menyesuaikan dengan dinamika sosial, budaya dan hukum di masyarakat.

Menurut dia, revisi terbatas juga pernah dilakukan terhadap sejumlah undang-undang yang mengatur tentang aparat hukum seperti revisi UU nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan, yang memberikan penguatan kelembagaan pada tugas penuntutan institusi tersebut.

“Selain itu, revisi juga dilakukan terhadap UU KPK telah dilakukan dengan tujuan untuk menjaga maruah lembaga tersebut berada di koridor yang benar,” ujarnya. *(Ant)

Semarak Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Majalaya Kabupaten Bandung

0
Perayaan Agustusan tahun ini di Kampung Bojongkoneng Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung terlihat sangat meriah.

KABUPATEN BANDUNG (Aswajanews.id) – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-77 tahun 2022 ini sangat terasa di seluruh penjuru tanah air. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bangsa ini tengah dilanda pandemi Covid-19 dan diberlakukannnya PPKM, sehingga perayaan Agustusan nyaris tak terdengar di kampung-kampung.

Masyarakat di berbagai daerah punya cara sendiri dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia.  Perayaan Agustusan tahun ini di Kampung Bojongkoneng Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung terlihat sangat meriah. Masyarakat cukup antisias untuk menyaksikan dan mengikuti lomba-lomba yang diselenggarakan oleh pemuda karang taruna di halaman rumah bapak Tete, Minggu (21/8/2022).

Bermacam perlombaan tradisional cukup menarik perhatian warga. Mulai anak-anak hingga orang dewasa mengikuti perlombaan seperti panjat pinang, makan kerupuk, balap karung, lomba jogged balon berpasangan, lomba memecahkan air dan puncaknya adalah pangung hiburan pentas kreasi seni dan budaya penampilan dari warga Desa Wangisagara.

Cecep Suryaman Ketua RW 06 Desa Wangisagara Majalaya didampingi Ketua RT 02 Asep S

Cecep Suryaman, Ketua RW 06 Desa Wangisaraga Majalaya mengucapkan terimakasih kepada warga atas dukungan dan kekompakan warganya sehingga acara tersebut dapat terlaksana dengan sukses dan meriah.

“Alhamdulillah kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Kampung Bojongkoneng ini berjalan dengan lancar berkat kekompakan dan dukungan warga,” ungkapnya.

Roni Yudha Akbar tokoh masyarakat Wangisagara Majalaya Bandung

Roni Yudha Akbar tokoh masyarakat Majalaya mengatakan, perayaan Agustusan tahun ini cukup meriah. Ia berharap untuk tahun-tahun berikutnya bisa lebih meriah lagi.

“Saya sangat bersyukur tahun ini bisa merayakan Agustusan, setelah 2 tahun lebih kita tidak bisa melakukan kegiatan dengan bebas karena pandemi. Perayaan ini diharapkan dapat menjadikan motivasi buat masyarakat agar kita Bersama bisa bangkit. Sesuai dengan Motto Peringatan HUT RI ke-77 tahun ini yaitu, “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat,” ujarnya. *(Elisa Nurasri)

Kota Bandung Ajak Generasi Muda Gelorakan Semangat Berkoperasi

0
Wali Kota Bandung Yana Mulyana

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengajak para generasi muda untuk turut menggelorakan semangat berkoperasi di era digitalisasi dan era revolusi industri.
Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan revolusi industri 4.0 telah mentransformasi berbagai kegiatan usaha termasuk koperasi. Maka dari itu, Pemkot Bandung terus mengedukasi generasi muda supaya terlibat dalam gerakan koperasi.

“Mereka ini pula yang diharapkan membawa koperasi ke dalam era digitalisasi sehingga siap bersaing dalam revolusi industri 4.0,” kata Yana di Bandung, Jawa Barat, Sabtu.

Menurut dia, koperasi harus mampu berinovasi dalam aspek produk, pelayanan, dan proses bisnis untuk bisa memenangkan persaingan.

Saat ini, lanjut dia, koperasi telah hadir di setiap kelurahan di Kota Bandung. Hingga tahun 2021, kata dia, tercatat sudah ada 63 koperasi baru yang terbentuk.

“Kami juga menargetkan terbentuknya koperasi di tempat ibadah yang sudah terealisasi sebanyak 60 koperasi,” kata dia.

Dengan bertambahnya 123 koperasi baru tersebut, kini di Kota Bandung terdapat 731 koperasi dengan jumlah anggota 121.491 orang dengan omzet mencapai Rp1,4 triliun. “Bahkan, jumlah total sisa hasil usaha (SHU) yang dibagikan kepada anggota hampir mencapai Rp90 miliar,” kata Yana.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menuturkan koperasi harus berani mengubah pola pikir. Jika tidak, menurut dia, koperasi hanya akan mengalami penuaan.

“Salah satunya dengan reformasi ekosistem koperasi dengan revisi UU Perkoperasian Nomor 25 tahun 1992. Di mana manfaat koperasi akan menjadi multi pihak terutama bagi pelaku start up, profesional, generasi muda,” kata Teten. (Elisa Nurasri/Humas Pemkot Bandung)

Polri Bongkar, Inilah Peran 6 Perwira yang Menghalangi Penyidikan Pembunuhan Brigadir J

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Tim Khusus Kepolisian Republik Indonesia membeber peran enam perwira yang diduga menghalang-halangi penyidikan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di tempat kejadian perkara (TKP) rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Direktur Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol Asep Edi Suhari menyebutkan telah diperiksa sebanyak 16 saksi terkait dengan perkara menghilangkan dan memindahkan, serta mentransmisikan rekaman CCTV sehingga tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Hal itu sebagaimana laporan polisi nomor LP: A/0446/VIII/2022 Dittipisiber Bareskrim Polri, tanggal 9 Agustus 2022.

“Dilakukan pemeriksaan sebanyak 16 orang saksi saat ini, mungkin nanti bisa berkembang,” kata Asep dalam konferensi pers, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18/8).

Dalam mengungkap perkara ini, kata Asep, pihaknya membagi lima klaster peran dan tiap-tiap saksi, termasuk enam perwira Polri yang diduga kuat terlibat dalam tindak pidana menghalangi penyidikan kasus pembunuhan berencana terhadap BrigadirJ.

Untuk klaster pertama adalah warga Kompleks Duren Tiga, sebanyak tiga saksi inisial SN, M, dan AZ.

Kemudian, klaster kedua yang melakukan pergantian digital voice recorder (DVR) CCTV, saksi yang diperiksa berjumlah empat orang, yakni AF, AKP IW, AKBP AC, dan Kompol AL.

“Klaster yang ketiga adalah yang melakukan pemindahan transmisi dan perusakan, yaitu ada tiga orang, Kompol BW, Kompol CP, dan AKBP AR,” kata Asep.

Polri membeber peran enam perwira yang diduga menghalangi penyidikan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga.

Klaster yang keempat, kata dia lagi, perannya yang menyuruh melakukan, baik itu memindahkan dan perbuatan lainnya, yakni Irjen Pol Ferdy Sambo, Brigjen Pol Hendra Kurniawan, dan AKBP Arif Rahman Arifin.

Yang terakhir klaster kelima ada empat orang yang diperiksa, yakni AKP DA, AKP RS, AKBP RSS, dan Bripka DR.

Dalam perkara ini, kata Asep, penyidik sudah menyita sebanyak empat barang bukti, yakni hardisk eksternal merek WD, tablet atau gawai Microsoft, DVR CCT yang terdapat di Asrama Polisi Duren Tiga, dan laptop merek DELL milik Kompol Baiqui Wibowo.

“Adapun pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 32 dan Pasal 33 Undang-Undang ITE, ini ancamannya lumayan tinggi. Pasal 221, Pasal 223 KUHP, dan Pasal 55 serta Pasal 56 KUHP,” kata Asep.

Setelah temuan ini, kata Asep, tindak lanjut yang dilakukan penyidik Ditsiber Bareskrim Polri adalah melakukan koordinasi dengan Laboratorium Forensik Polri, untuk memeriksa sejumlah barang bukti yang masih akan diserahkan.

Kemudian, penyidik akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, jaksa penuntut umum, berkaitan dengan masalah penanganan kasus selanjutnya.

“Selanjutnya kami akan melakukan gelar perkara untuk menentukan sesuai yang disampaikan ketua tim, sudah ada lima (perwira diduga terlibat), bahkan bertambah, artinya nanti hasil gelar perkara kami sampaikan kembali,” ujar Asep.

Dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, penyidik telah menetapkan lima orang tersangka, yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan Putri Candrawathi.

Polri membeber peran enam perwira yang diduga menghalangi penyidikan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga.

Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Selain menyidik kasus pembunuhan berencana, tim khusus juga melakukan penyidikan dugaan menghalangi penyidikan kasus tewasnya Brigadir J, dengan lima perwira Polri diduga kuat terlibat.

Kelimanya, yaitu Brigjen Pol Hendra Kurniawan mantan Karo Paminal Div Propam Polri, Kombes Pol Agus Nurpatria mantan Kaden A Biropaminal Div Propam Polri, AKBP Arif Rahman Arifin mantan Wakaden B Biropaminal Div Propam, Kompol Baiqui Wibowo mantan PS Kasubbag Riksa Bag Gak etika Rowabprof Div Propam Polr, dan Kompol Chuck Putranto mantan PS. Kasubbagaudit Bag Gak Etika Rowabprof Div Propam Polri. (Humas Polri)

Pemkab Garut Targetkan Sarana Akuatik Bisa Digunakan di Porprov Jabar 2022

0
Wabup Garut, dr. Helmi Budiman mengecek persiapan sarana akuatik untuk digunakan pada Porprov Jabar 2022

GARUT (Aswajanews.id) – Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman mengecek persiapan sarana akuatik untuk digunakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2022, berlokasi di Sarana Olahraga (SOR) RAA Adiwijaya, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (16/8/2022).

Dalam kesempatan ini, Wabup Garut menyampaikan bahwa jika dilihat berdasarkan kontrak, sarana akuatik ini memakan waktu pekerjaan selama 150 hari, dimana akan selesai pada akhir bulan November tahun ini.

“Sedangkan ini harus di pakai di awal November, ya makanya kami tadi meminta pihak ketiga (mempercepat) dua minggu ya berarti pertengahan Oktober atau paling telat di akhir Oktober (sudah selesai), karena sabtu November tuh udah dipakai,” ucap Wabup Garut.

Ia mengungkapkan, terkait kesiapan sarana Porprov ini tergantung kepada dua hal, salah satunya yaitu terkait mesin sirkulasi yang diimpor dari luar negeri, sehingga memerlukan waktu sedikit lama ketika melalui proses di bea cukai.

“Makanya saya minta tadi dari PPK untuk membantu, melalui surat atau apa kepada bea cukai agar ini bisa sesuai dengan jadwalnya,” ucapnya.

Selain itu, hal selanjutnya adalah terkait sertifikasi internasional yang penilaiannya dilakukan oleh lembaga pembuat sertifikasi dari negara Spanyol. Ia berharap, pelaksanaan sertifikasi ini bisa berjalan dengan lancar.

“Nah ini juga mudah-mudahan visanya lancar, kalau itu dua lancar insyaallah optimis ya ini bisa (tepat waktu),” ucapnya.

Wabup Garut menegaskan, untuk pelaksanaan Porprov sendiri akan dilaksanakan pada awal November tahun ini. (Elisa Nurasri/Diskominfo)

Bupati Ajak Masyarakat Bangkit Pasca Pandemi

0
Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg hadir langsung sebagai Inspektur Upacara

KABUPATEN CIREBON (Aswajanews.id) – Upacara Peringatan HUT Republik Indonesia ke-77 di Lapangan Ranggajati, Kecamatan Sumber, Rabu (17/8/2022) terasa sangat istimewa. Pasalnya, upacara yang berlangsung khidmat ini, digelar pertama kali pasca pandemi Covid-19 yang menerpa Indonesia dalam 2 tahun terakhir.

Bupati Cirebon, Drs H Imron, MAg hadir langsung sebagai Inspektur Upacara. Nampak pula sejumlah pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon mengikuti jalannya upacara.

Dalam sambutannya, Imron mengatakan gaung pekik kemerdekaan harus tetap melekat dihati semua warga. “Pengorbanan yang dilakukan oleh para pahlawan syuhada pembela tanah air, berisikan amanat luhur kepada generasi penerus, agar momentum kemerdekaan dapat dipelihara, dan diisi dengan aktivitas positif,” ujarnya.

Tujuan utama kemerdekaan, menurut Imron adalah terciptanya tatanan masyarakat yang maju dan sejahtera, kehidupan bangsa yang cerdas serta membina perdamaian dan keadilan sosial dalam pergaulan dunia yang makin bersahabat sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan Undang-undang dasar 1945. Untuk memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan, dikatakan Imron, salah satu tindakan yang paling terpuji adalah melalui pengisian kemerdekaan dengan gerakan pembangunan.

“Strategi peningkatan kesejahteraan yang telah dibangun oleh pemerintah Kabupaten Cirebon, merupakan langkah yang tepat, untuk bisa membawa masyarakat berada pada suasana kehidupan yang sejahtera. Itulah cita-cita dasar kemerdekaan, yang hingga kini masih terus diperjuangkan. Cita-cita ini kemudian dijabarkan dalam  tugas konstitusional yang Saya emban sebagai Bupati Cirebon melalui berbagai konsep, rancangan dan langkah kebijakan, semuanya berpijak kepada landasan dasar untuk menciptakan terwujudnya kabupaten Cirebon berbudaya, sejahtera, agamis dan maju,” terangnya.

Dijelaskan Imron, tema Peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2022 ini, yaitu “Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat” merupakan sebuah refleksi dari nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika  sebagai semboyan bangsa Indonesia yang besar, kuat dan bersatu. Semangat juang dan Garuda Pancasila untuk bangkit lebih kuat dan tangguh.

“Logo angka 77 melambangkan gerak percepatan dalam memperbaiki kondisi Indonesia untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat, serta melambangkan adanya progres dan pembangunan di segala sektor di Indonesia. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam bergotong royong dan bergerak berdampingan secara fleksibel dan dinamis, yang bertujuan agar satu arah menuju Indonesia maju. Selain daripada itu, keterbukaan bangsa Indonesia dalam perannya ditingkat global untuk bergerak secara bebas aktif dalam memulihkan kondisi dunia. Peran Indonesia pada forum G20 dalam mempersatukan suara negara-negara maju, untuk berkontribusi menyelesaikan berbagai isu dan tantangan yang dihadapi dunia,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini juga, bupati menjelaskan, kita patut bersyukur telah dapat melampaui 77 tahun usia kemerdekaan. Suatu perjalanan panjang yang meninggalkan banyak kesan yang mendalam.

“Kita sekarang yang berada dimasa ini, berkewajiban untuk melanjutkan perjuangan generasi pendahulu, sekaligus menanggung konsekuensi perjuangan yang sesuai dengan jamannya. Mari kita hadapi berbagai hambatan, gangguan dan tantangan dengan memperteguh semangat untuk terus berjuang. Mari kita bahu membahu dan bersama-sama bersatu dalam perbedaan dan melanjutkan perjuangan untuk menjadi bangsa yang terhormat, bangsa Indonesia. Mari kita susun kekuatan agar kita dapat melangkah lebih maju, untuk menyelesaikan pekerjaan rumah menuju cita-cita mewujudkan masyarakat sejahtera. Sesuai amanat kemerdekaan, yaitu terselenggaranya kesinambungan sendi-sendi perekonomian, khususnya di kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Diakhir, Imron menghimbau kepada masyarakat kabupaten Cirebon untuk segera melakukan vaksinasi booster, agar tercapai kekebalan atau imunitas dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan segala aktivitas. (Elisa Nurasri/Diskominfo)

7 Uang Kertas Baru 2022 Resmi Diluncurkan Bank Indonesia

0
Bank Indonesia atau BI baru saja meluncurkan tujuh uang kertas baru Tahun Emisi (TE) 2022

JAKARTA (Aswajanews.id) – Bank Indonesia atau BI baru saja meluncurkan tujuh uang kertas baru Tahun Emisi (TE) 2022. Proses peluncuran tersebut dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Sentral Perry Warjiyo.

“Saya Perry Wajiyo bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi meluncurkan 7 pecahan rupiah kertas tahun emisi 2022 sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah republik Indonesia,” ujarnya, Kamis (18/8/2022).

Adapun tujuh uang kertas baru itu terdiri atas pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Uang kertas baru itu secara resmi dikeluarkan, diedarkan, dan berlaku bertepatan pada HUT ke-77 RI, 17 Agustus 2022.

Menurut Perry, uang TE 2022 ini tetap mempertahankan gambar utama pahlawan nasional pada bagian depan seperti uang TE 2016.

Selain itu, tema kebudayaan berupa gambar tarian, pemandangan alam, dan flora di bagian belakang juga masih sama. Hanya saja, terdapat tiga aspek inovasi pada uang TE 2022, yakni desain warna yang lebih tajam, unsur pengaman andal, serta ketahanan bahan uang lebih baik.

Menurut Perry, inovasi tersebut bertujuan supaya uang rupiah makin mudah dikenali ciri keasliannya.

Kemudian juga agar nyaman dan aman untuk digunakan serta lebih sulit dipalsukan.

Selain itu juga agar uang rupiah makin berkualitas dan terpercaya serta menjadi kebanggaan bersama sebagai simbol kedaulatan NKRI.

Selanjutnya, Perry menjelaskan bahwa pengeluaran dan pengedaran uang TE 2022 merupakan salah satu pelaksanaan amanat UU Mata Uang.

Yang mana, sambungnya, sebagai bagian dari perencanaan pemenuhan kebutuhan uang masyarakat tahun 2022 dan tetap menerapkan tata kelola yang baik sesuai UU.

Dengan demikian, maka pengeluaran uang TE 2022 tidak berdampak pada pencabutan atau penarikan rupiah yang sudah beredar sebelumnya.

Perry memastikan rupiah kertas maupun logam yang sudah dikeluarkan masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah sebelum dicabut dan ditarik oleh BI.

Adapun masyarakat dapat melakukan penukaran uang TE 2022 melalui perbankan atau kas keliling yang disediakan BI.

Penukaran melalui kas keliling dilakukan melalui aplikasi PINTAR dengan mengakses laman https://pintar.bi.go.id.

Masyarakat bisa mulai mengakses pada 18 Agustus 2022 pukul 11.00 WIB dengan jadwal penukaran mulai 19 Agustus 2022. (Elisa Nurasri)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts