Google search engine
Beranda blog Halaman 237

Istri Dicky Chandra Daftar Kader dan Caleg PPP Garut

0
Pesinetron Rani Permata (kedua kiri) dan suaminya Dicky Chandra (kiri) serta Ketua DPC PPP Garut Yudi Nugraha Lasminingrat menunjukkan berkas pendaftaran kader PPP di Sekretariat DPC PPP Garut Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut

GARUT (Aswajanews.id) – Pesinetron Rani Permata juga istri dari artis komedian Dicky Chandra mendaftarkan diri menjadi kader sekaligus daftar sebagai calon legislatif (caleg) ke DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Iya daftar, sebagai anggota PPP Kabupaten Garut juga sebagai caleg Dapil 14 Kabupaten Garut untuk Provinsi Jawa Barat,” kata Rani usai pendaftaran dirinya di Sekretariat DPC PPP Garut, Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut, Senin.

Ia yang datang bersama suaminya Dicky Chandra disambut baik oleh Ketua DPC PPP Garut Yudi Nugraha Lasminingrat dan sejumlah kader PPP.

Rani menyampaikan keputusannya mendaftarkan diri sebagai kader dan juga bakal calon legislatif dari PPP berdasarkan keinginan sendiri setelah melewati berbagai proses termasuk izin kepada keluarga, terutama suami.

“Allah mendatangkan melalui PPP, yaitu Kang Yudi yang datang ke rumah, awalnya tidak ada pembicaraan sama sekali, saya bilang nanti saya istikharah dulu, minta waktu doa dari orang tua dan lain-lain,” katanya.

Ia mengungkapkan yang melatarbelakangi terjun ke politik karena selama ini ada keterikatan dengan masyarakat Garut, terlebih dulu menjadi istri dari Wakil Bupati Garut Dicky Chandra sekaligus Ketua P2TP2A Garut.

Selama ini, lanjut dia, selalu banyak masyarakat yang menghubungi kemudian berkonsultasi dengan berbagai persoalan sosial, termasuk kasus kekerasan dalam rumah tangga, dan ekonomi.

“Saya berpikir, kenapa tidak diteruskan kecintaan saya kepada masyarakat Garut,” katanya.

Ketua DPC PPP Garut Yudi Nugraha Lasminingrat menyatakan Rani Permata diajak bergabung dan menjadi caleg yang diusung PPP karena memiliki popularitas dan banyak nilai kebaikannya.

“Selama berkiprah di Kabupaten Garut, selama beliau beraktivitas di Garut, ini banyak menanamkan nilai kebaikan dan manfaat,” kata Yudi.

Ia berharap kehadiran Rani di PPP Garut dapat mendongkrak perolehan suara di ajang pesta demokrasi nanti.

Selain itu, lanjut Yudi, pergerakan Rani akan memberikan manfaat dan tentunya menjadikan Garut lebih maju.

“Yang tentunya mempunyai misi yang pertama adalah memuliakan para kiai, kemudian memperkuat syiar Islam di Kabupaten Garut, dan juga bagaimana masyarakat Kabupaten Garut ini bisa lebih baik dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa,” kata Yudi. *(Ant)

PPP Serahkan Berkas Pergantian Ketum ke Kemenkumham

0
Plt Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono (tengah) memberikan keterangan pers usai menyerahkan berkas kepengurusan baru hasil Mukernas PPP di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Selasa (6/9/2022).

JAKARTA (Aswajanews.id) – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyerahkan berkas kepengurusan baru hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di Jakarta, Selasa.

Berkas itu diserahkan langsung pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono yang didampingi sejumlah elite pimpinan partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Saya bersama-sama dengan Wakil ketua Umum dan Wakil Sekjen atau dengan para ketua wilayah yang lain menyampaikan berkas-berkas permohonan perubahan di susunan kepengurusan PPP, khusus terkait dengan Ketua Umum,” kata Mardiono di kantor Kemenkumham.

Mardiono menuturkan, penyerahan berkas susunan kepengurusan baru di partai-nya itu merupakan kewajiban konstitusi setelah melalui beberapa tahapan yang dilakukan.

Tahapan itu, kata Mardiono, dijalankan dari mulai keputusan rapat majelis hingga mahkamah partai dan diputuskan dalam Mukernas yang berlangsung pada tanggal 4 hingga 5 September 2022 di Banten.

“Ini adalah kewajiban konstitusi kita bahwa partai telah melakukan proses-proses. Setelah itu selesai maka hari ini kita mendapatkan amanah itu untuk menyampaikan ke Kemenkumham atas dokumen proses-proses itu,” jelas Mardiono.

Sementara itu Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengungkapkan berkas kepengurusan baru yang diserahkan partai-nya ke Kemenkumham hanya perubahan pada ketua umumnya saja, yaitu pergantian Suharso Monoarfa ke Muhammad Mardiono.

“Pertama tentu surat permohonan untuk pengesahan ya, kepengurusan yang baru dimana yang berubah hanya ketua umumnya saja, hanya itu,” ucapnya menegaskan.

Selanjutnya dokumen pendukung yakni lampiran-nya dimulai dari surat undangan, keputusan Majelis-majelis, kemudian pengurus harian hingga keputusan Mukernas.

Sementara itu, Suharso Monoarfa menolak hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP yang melengserkan dirinya dari ketua umum dan digantikan Muhammad Mardiono.

“Begini-begini, saya masih ketua umum. Saya adalah ketua umum Partai Persatuan Pembangunan,” kata Suharso dalam video yang beredar di Jakarta, Selasa.

Dalam video itu terlihat Suharso sedang berbicara di hadapan kader PPP di acara Bimtek DPRD Fraksi PPP Se-Indonesia yang digelar di Hotel Redtop, Pecenongan Jakarta Pusat, Selasa (6/9).

Pernyataan Suharso yang disebarkan melalui video ini dibenarkan oleh Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha.

Suharso menolak hasil Mukernas DPP PPP di Banten pada Minggu (4/9). Dimana keputusan Mukernas itu melengserkan dirinya dari jabatan Ketua Umum PPP, dan mengangkat Muhammad Mardiono sebagai Plt Ketua Umum PPP. *(Humas Mukernas)

Hasto Ajak Mahasiswa Bangun Imajinasi Indonesia Maju

0
Sekjen PDIP yang juga Doktor Ilmu Pertahanan Hasto Kristiyanto

JAKARTA (Aswajanews.id) – Sekjen PDIP yang juga Doktor Ilmu Pertahanan Hasto Kristiyanto dalam kuliah umum dengan tema Geopolitik Soekarno mengajak para mahasiswa untuk membangun imajinasi Indonesia Maju.

“Harus bicara Indonesia pada 50-100 tahun ke depan. Bagaimana menjadi bangsa hebat dan itu dimulai di kampus. Tak ada pemimpin yang tak dimulai dari kampus. Kampus jadi infrastruktur kemajuan paling penting,” kata Hasto dalam keterangan diterima di Jakarta Selasa.

Dia mengatakan universitas dan kampus harus menggelorakan semangat kemajuan Indonesia yang hanya bisa dilakukan dengan pengembangan ilmu pengetahuan (iptek) dan riset.

Hal itu dia sampaikan dalam kuliah umum dengan tema Geopolitik Soekarno di Universitas Halu Oleo, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hasto juga mengingatkan mahasiswa Indonesia perlu belajar dari semangat pendiri bangsa, seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir, M. Yamin yang pernah memimpin ratusan doktor yang membikin pola Pembangunan Semesta Berencana.

Menurut Hasto para pendiri itu memiliki imajinasi kemajuan Indonesia yang merdeka, bahkan ketika situasi sangat sulit, untuk melakukan rapat saja, berada dalam pengawasan tentara Jepang dan sekutu pada saat itu.

“Ketika zaman masih susah, ketika rapat diawasi Jepang dan sekutu, saat itu pendiri bangsa mampu membuat gagasan bahwa Indonesia lahir untuk jadi pemimpin di antara bangsa-bangsa di dunia,” kata Hasto.

Mereka kata Hasto berjuang di situasi relatif sulit. Sedangkan masa sekarang berada di masa yang jauh lebih baik.

“Infrastruktur, pendidikan juga. Maka seharusnya semua harus lebih bisa menggelorakan semangat kemajuan yang sama,” kata Hasto.

Hasto mengatakan dirinya hadir di kampus itu bukan dalam rangka politik praktis, namun dengan tujuan politik kebangsaan.

“Tidak ada politik praktis, yang ada adalah politik kebangsaan, bagaimana berkomitmen bersama membangun Indonesia yang kuat,” ucap Hasto.

Hasto juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Kelima Ri yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. *(Ant)

Kemnaker Tetapkan Syarat Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah 2022

0
Menaker Ida Fauziyah (tengah) dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker Jakarta, Selasa (6/9/2022)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan telah menyusun pedoman pemberian atau penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2022 yang di dalamnya menetapkan beberapa syarat calon penerima termasuk memiliki upah maksimal Rp3,5 juta.

Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa, Menaker Ida mengatakan syarat dan kriteria penerima BSU diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja/Buruh.

Beberapa syaratnya antara lain merupakan WNI yang dibuktikan dengan kepemilikan NIK dan merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan Juli 2022.

“Mempunyai gaji atau upah paling banyak sebesar Rp3,5 juta atau senilai upah minimum provinsi, kabupaten/kota,” kata Ida.

Penyaluran BSU sendiri berlaku untuk calon penerima di seluruh Indonesia dan dikecualikan bagi PNS, TNI dan Polri.

Dia menjelaskan bahwa menurut data BPJS Ketenagakerjaan terdapat 16.198.731 pekerja yang memenuhi syarat untuk menerima subsidi upah tersebut.

Penyaluran data dari BPJS Ketenagakerjaan akan dilakukan secara bertahap kepada Kemnaker. Tahap pertama sendiri telah diserahkan pada hari ini sebanyak 5.099.915 calon penerima.

Kemnaker akan melakukan pemeriksaan kembali dan pemadanan data-data itu untuk memastikan calon penerima belum menerima bantuan lain dari pemerintah seperti dari Kartu Prakerja dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.

Penyaluran akan dilakukan melalui bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia untuk memastikan penyaluran dilakukan secepatnya.

“Pokoknya ingin cepatnya sampai kepada teman-teman pekerja atau buruh,” demikian Ida Fauziyah. *(Ant)

Harga BBM Naik, Ridwan Kamil Minta Pasokan BBM Bersubsidi Diawasi agar Tepat Sasaran

0
Ridwan Kamil usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (5/9/2022).

KOTA BANDUNG (Aswajanews.id)Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pihak Pertamina mengawasi pasokan bahan bakar minyak bersubsidi agar tepat sasaran kepada yang telah ditentukan kriterianya.

Menurut Ridwan Kamil harus diperjelas dari segi aturan dan peruntukkan BBM bersubsidi. Apabila itu bisa diselesaikan, maka permasalahan tentang BBM bersubsidi bisa diatasi dan tepat sasaran.

Demikian dikatakan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (5/9/2022).

Sebelum harga BBM naik, menurutnya permasalahan yang sering mengemuka ialah mengenai aturan atau regulasi tentang BBM bersubsidi karena tak semua pembeli berhak mendapatkan BBM bersubsidi, dan prosesnya pun harus terukur.

“Selama ini kalau kita ke SPBU, ya begitu saja soal beli membeli, tak ada screening. Tolong bisa dipastikan argumentasi subsidi tepat sasaran ini supaya dapat sesuai dengan kenyataan di waktu ini,” ujar Kang Emil.

“Kalau memang betul selama ini terjadi salah sasaran untuk BBM subsidi, mohon Pertamina mempunyai cara agar yang membeli BBM subsidi itu benar-benar yang diperuntukan,” imbuhnya.

Sikapi dengan bijak

Kang Emil juga mengatakan, langkah pemerintah pusat menaikan harga BBM harus disikapi dengan bijak. Saat ini subsidi BBM sudah menyentuh angka sekitar Rp500 triliun.

“Oleh karena itu, tentunya kita sikapi semua ini dengan sebijak-bijaknya, ikut memahami alasan pemerintah pusat karena subsidinya sudah di atas Rp500 triliun hanya untuk membiayai subsidi BBM,” sebutnya.

Pemda Provinsi Jabar pun tidak tinggal diam dalam menyikapi kenaikan BBM ini. Kang Emil akan mengawal distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat agar tepat sasaran.

“Kami dari pemerintah daerah akan membantu memastikan bantuan langsung tunai itu juga tak ada ekses (berlebihan) karena akan disalurkan langsung lewat Kantor Pos kepada rakyat Indonesia, khususnya Jawa Barat. Kami akan memantau datanya jangan sampai yang tidak berhak juga mendapatkan,” tegasnya.

Pengalaman Pemda Provinsi Jabar dalam menyalurkan bantuan sosial selama pandemi COVID-19 akan menjadi tolok ukur pemberian tidak salah sasaran.

Oleh karena itu ia mempersiapkan pola dan aturan yang terukur, salah satunya adanya pemeriksaan yang bertahap.

“Kita memiliki pengalaman selama COVID-19 melakukan pembersihan data sampai 23 tahap untuk memastikan setiap yang menerima bansos atau BLT (tepat sasaran),” pungkasnya. *(Humas Jabar)

Polda Jateng Bongkar Penimbunan BBM Bersubsidi

0
Irjen Pol Ahmad Luthfi, Kapolda Jateng

SEMARANG (Aswajanews.id) – Senin (05/08/22) pagi jajaran Reskrim Polda Jateng amankan 66 pelaku penimbunan BBM bersubsidi yaitu 81,9 ton Solar serta 3,2 ton Pertalite. Selain mengamankan 66 pelaku, petugas juga menyita truk tangki serta mobil yang telah diubah untuk mengangkut BBM subsidi.

Pelaku penimbunan BBM bersubsidi ini diamankan jajaran Reskrim Polda Jateng dari seluruh wilayah polres di Jawa Tengah.

“Dari periode 1 Agustus hingga 3 September, kita telah amankan 66 tersangka dari 50 kasus. Barang buktinya ada 38 truk tangki, Solar 81 ton, Pertalite 3,2 ton, motor 6 unit, tandon kapasitas 1.000 liter ada 4 buah” ungkap Irjen Pol Ahmad Luthfi, Kapolda Jateng.

Dalam penangkapan pelaku pengoplos serta penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) ini ada salah satu pelaku yang melakukan pengoplosan Pertalite diubah menjadi Pertamax. Pelaku mengaku sudah menjalankan bisnis ini sejak sepuluh hari untuk memenuhi kebutuhan.

“Alasannya biar mencukupi kebutuhan penjualan mas” kata Masruri, pelaku.

Pelaku yang berhasil ditangkap ini akan dikenai pasal 54 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Mereka akan dikenai jeratan pidana 6 tahun penjara serta denda 60 milyar rupiah. Dengan adanya penangkapan penimbun serta pengoplos BBM bersubsidi ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi masyarakat yang sengaja melakukan tindakan penimbunan bahan bakar minyak bersubsidi. *(Bidhumas)

Basmi Perjudian, Polda Jabar dan Jajaran Bongkar Puluhan Praktik Judi Online

0
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo

BANDUNG (Aswajanews.id) – Jajaran Kepolisian berhasil membongkar puluhan praktik judi online dan konvensional di wilayah hukum Polda Jabar. Dari pengungkapan kasus tersebut, lebih dari 100 orang tersangka diamankan. Pengungkapan kasus perjudian tersebut dilakukan sejak Januari hingga Agustus 2022 dan upaya pembasmian praktik perjudian tersebut akan terus berlanjut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Inrahim Tompo mengatakan, dalam kurun waktu tersebut, pihaknya berhasil membongkar 40 kasus judi online dan meringkus 64 orang tersangkanya.

“Selain itu, kita juga membongkar 29 kasus judi konvensional (kupon putih) dan tersangka yang diamankan sebanyak 58 orang,” ungkap Ibrahim, baru-baru ini.

Lebih lanjut Ibrahim mengatakan, upaya pembasmian praktik perjudian , baik judi online maupun konvensional tersebut sesuai perintah Kapolda Jabar, Irjen Pol Suntana.Dia menegaskan, seluruh jajaran kepolisian di wilayah hukum Polda Jabar akan menindak tegas segala bentuk perjudian.

“Polda Jabar akan meringkus pelaku perjudian apapun di tengah masyarakat, agar tercipta situasi yang kondisif khususnya di wilayah Jawa Barat,” tegasnya.

Ibrahim meminta masyarakat berperan aktif mengawasi dan melaporkan segala bentuk perjudian kepada Polsek maupun Polres terdekat, bahkan Polda Jabar sekalipun jika menemukan praktik perjudian.

Ibrahim juga menyatakan, seiring atensi dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit, Polda Jabar dan jajaran akan meningkatkan pembasmian praktik perjudian di wilayah hukum Polda Jabar.

“Dari perintah (Kapolri) tersebut, seluruh jajaran gencar memburu dan membubarkan segala bentuk praktik perjudian. Tim pembasmi perjudian aktif melakukan penangkapan terhadap sejumlah bandar judi hingga ke akar-akarnya, termasuk kaki tangan sampai bosnya,” tandas Ibrahim. *(Bidhumas)

Polda Jabar Imbau Masyarakat Tak Demo Anarkistis Terkait Kenaikan Harga BBM

0
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo mengimbau masyarakat tak membuat aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban di Jabar terkait dengan kenaikan harga BBM. Aksi yang dimaksud adalah demo/perbuatan anarkistis.

“Dengan kenaikan BBM diharapkan tidak menimbulkan permasalahan kamtibmas yang akhirnya dapat berefek kepada kondisi lain yang akhirnya membuat kisruh, kita berharap dengan kenaikan harga BBM ini kita dapat menerima sebagaimana kebijakan pemerintah juga tujuannya untuk menata kondisi sosial masyarakat,” kata Ibrahim kepada wartawan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (5/9).

Sementara itu, terkait aksi unjuk rasa yang digelar di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat, Ibrahim memastikan pihaknya sudah menyiapkan personel untuk pengamanan.

Dia juga memberi apresiasi kepada elemen masyarakat yang menggelar unjuk rasa dan tetap menjaga situasi kamtibmas.

“Terkait dengan beberapa aksi unjuk rasa, kita juga sudah menyiapkan personel untuk melakukan pengamanan terkait dengan aksi unjuk rasa tersebut,” ucap dia.

Pemerintah resmi menaikkan harga BBM sekitar 30 persen per Sabtu (3/9) pukul 14.30 WIB. Perubahan harga yakni untuk BBM subsidi Pertalite dan solar serta BBM nonsubsidi Pertamax.

Kenaikan harga BBM ini disikapi dengan berbagai cara oleh masyarakat. Mulai dari sopil ojol yang keberatan hingga serikat buruh tyang bersiap demo besar-besaran. *(Bidhumas)

Harga BBM Naik, Pengusaha: Akan Berpengaruh ke Dunia Usaha

0
Antrean kendaraan di SPBU Mandala, Rangkasbitung, sesaat setelah harga BBM naik pada Sabtu (3/9/2022). Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia menilai kenaikan harga BBM akan akan berpengaruh ke dunia usaha. (KOMPAS)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pemerintah telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar pada Sabtu (3/9/2022). Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan kenaikan harga BBM tersebut akan berpengaruh ke dunia usaha.

“Kenaikan harga BBM ini tentu sudah diantisipasi pelaku usaha sudah siap menyesuaikan, karena langsung atau tidak langsung akan berpengaruh terhadap dunia usaha,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9/2022).

Adapun harga BBM subsidi jenis Pertalite dari sebelumnya Rp 7.650 per liter naik menjadi Rp 10.000 per liter dan jenis Solar naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Sementara BBM non-subsidi Pertamax naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter. Menurutnya, langkah pemerintah menaikkan harga BBM ini dapat dimaklumi mengingat saat ini terjadi kenaikan harga minyak dunia yang mencapai rata-rata 105 dollar AS per barel atau lebih tinggi dari asumsi APBN 2022 yang hanya 63 dollar AS per barel. Ia mengatakan kenaikan harga minyak dunia tersebut membuat alokasi subsidi BBM di APBN membengkak menjadi sebesar Rp 502,4 triliun. Adapun subsidi BBM ini terdiri dari terdiri dari subsidi energi sebesar Rp 208 triliun dan kompensasi energi sebesar Rp 293,5 triliun.

“Melihat gejolak harga minyak mentah dunia yang naik tajam dan kondisi ekonomi global yang tidak menentu serta perang Rusia-Uraina yang tidak pasti kapan berakhir, tentu Pemerintah harus melakukan penyesuaian, jika tidak APBN kita akan tergerus untuk membiayai subsidi,” jelas Sarman. Dia menilai, besaran kenaikan harga BBM subsidi masih dapat terjangkau untuk masyarakat sehingga inflasi dan daya beli masyarakat dapat tetap terjaga. “Besaran kenaikan BBM ini masih diangka yang moderat,” kata dia. (*)

Banjir Kritikan saat Harga BBM Dinaikkan

0

JAKARTA (Aswajanews.id) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite hingga Pertamax naik. Keputusan pemerintah itu ramai-ramai dikritik oleh partai oposisi hingga kalangan buruh.

Harga BBM jenis Pertalite hingga Pertamax naik mulai pukul 14.30 WIB, Sabtu (3/9). Alih-alih Jokowi saat menaikkan harga BBM yakni menyesuaikan harga.

“Harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” kata Jokowi di akun YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi sebenarnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi APBN. Namun, dia mengatakan anggaran subsidi BBM terus naik.

“Tetapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat 3 kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun dan akan meningkat terus,” kata dia.

Jokowi mengatakan saat ini subsidi BBM lebih banyak digunakan kelompok ekonomi mampu yakni sebanyak 70%. Dia mengatakan dinaikkannya harga BBM menjadi pilihan terakhir pemerintah.

“Seharusnya uang negara itu diprioritaskan untuk memberi subsidi kepada masyarakat yang tidak mampu. Dan saat ini pemerintah harus membuat keputusan di waktu yang sulit,” ucap dia.

“Dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. Bantuan langsung tunai (BLT) BBM sebesar Rp 12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar Rp 150 ribu per bulan dan mulai diberikan bulan September selama 4 bulan,” tambahnya.

Menteri ESDM Arifin Tasrif merinci harga BBM yang naik, antara lain: Pertalite dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10.000 ribu per liter. Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter.

Pertamax non subsidi dari Rp 12.500 per liter jadi Rp 14.500 per liter.

Demokrat Tolak Harga BBM Naik

Partai Demokrat (PD) mendesak kenaikan harga BBM dibatalkan segara karena membuat rakyat menderita. Demokrat ingin pemerintah membatalkan harga BBM yang sudah naik.

“Kenaikan harga BBM ini adalah bentuk abai dan tidak pedulinya pemerintah terhadap derita dan kesusahan rakyat saat ini. Pemerintah lebih memilih menambah masalah rakyat dibanding memenuhi amanat untuk menyejahterakan rakyat,” kata anggota Komisi V DPR RI Fraksi Demokrat Irwan kepada wartawan, Sabtu (3/9).

Menurut Wasekjen Demokrat ini, Presiden Jokowi tak mempedulikan suara masyarakat agar harga BBM tak dinaikkan. Kenaikan harga BBM, menurut Irwan, berdampak langsung pada masyarakat kecil.

“Presiden telah abai mendengarkan suara rakyat. Kenaikan BBM ini akan berdampak langsung pada rakyat kecil menengah, seperti UMKM, buruh, tani, nelayan, bahkan karyawan-karyawan swasta maupun pegawai pemerintahan itu sendiri,” ujarnya.

Harga BBM naik juga akan berdampak pada harga kebutuhan pokok lainnya, sehingga harga kebutuhan masyarakat yang diperlukan pun akan meningkat pula. Karena itu, Demokrat menolak tegas kenaikan harga BBM.

“Sektor-sektor lain akan terdampak kenaikan BBM, seperti biaya pendidikan, kesehatan, pariwisata, infrastruktur, dan lain-lain. Pemerintah tidak konsisten dan komitmen untuk menjaga inflasi yang mereka targetkan, yaitu 3,3 persen. Kenaikan harga BBM ini akan menaikkan inflasi dan serta-merta menambah kemiskinan,” ucap Irwan.

“Kami nyatakan menolak kenaikan BBM ini. Demokrat memilih bersama rakyat. Batalkan kenaikan BBM!” tegasnya.

Buruh Demo Besar-besaran 6 September

Partai Buruh dan organisasi serikat buruh menegaskan penolakannya terhadap kenaikan harga BBM. Menolak harga BBM naik, serikat dan Partai Buruh bakal menggelar demo di gedung DPR RI pada 6 September.

Partai Buruh dan serikat buruh akan melakukan aksi puluhan ribu buruh pada 6 September 2022. Di Jakarta, aksi akan dipusatkan di gedung DPR RI untuk meminta pimpinan DPR RI memanggil Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri ESDM, dan para menteri yang terkait dengan kebijakan perekonomian.

Partai Buruh dan organisasi serikat buruh menegaskan penolakannya terhadap kenaikan harga BBM. Menolak harga BBM naik, serikat dan Partai Buruh bakal menggelar demo di gedung DPR RI pada 6 September.

Partai Buruh dan serikat buruh akan melakukan aksi puluhan ribu buruh pada 6 September 2022. Di Jakarta, aksi akan dipusatkan di gedung DPR RI untuk meminta pimpinan DPR RI memanggil Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri ESDM, dan para menteri yang terkait dengan kebijakan perekonomian.

“Pimpinan DPR dan komisi terkait ESDM DPR RI harus berani membentuk Pansus atau Panja BBM,” kata Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/9).

Aksi ini juga digelar serentak di 33 provinsi lainnya yang diorganisasi oleh Partai Buruh dan KSPI. Wilayah lain yang akan berdemo antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Pekanbaru. Bengkulu, Lampung, Banjarmasin, Samarinda, dan Pontianak. Aksi juga akan dilakukan di Makassar, Gorontalo. Sulawesi Utara, serta dilakukan di Ambon, Ternate, Mataram, Kupang, Manokwari, dan Jayapura.

“Bilamana aksi 6 September tidak didengar pemerintah dan DPR, Partai Buruh dan KSPI akan mengorganisir aksi lanjut dengan mengusung isu tolak kenaikan harga BBM, tolak omnibus law, dan naikkan upah tahun 2023 sebesar 10-13 persen,” imbuhnya. (*)

Terlibat Bisnis Haram di Hiburan Malam, Kasat Narkoba Polres Karawang Dipecat

0
Eks Kasat Narkoba Polres Karawang AKP Edi Nurdin Massa menjalani Sidang Komisi Kode Etik Polri di ruang sidang Bid Propam Polda Jabar, Jumat (2/9). (Foto: Humas Polda Jabar)

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menggelar sidang kode etik terhadap dua anggotanya di ruang sidang Bid Propam Polda Jabar. Kedua polisi itu yakni eks Kasat Narkoba Polres Karawang AKP Edi Nurdin Massa dan Ba Min Logistik Polres Sukabumi Brigadir Aulia Galura.

Sidang Komisi Kode Etik Polri yang dipimpin Kabid Propam Polda Jabar Kombes Pol Yohan Priyoto bersama anggota komisi AKBP Widodo, Kompol Jani Wicaksana dan Kompol Bimo Moerdana memutuskan melakukan Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH) terhadap keduanya pada Jumat (2/9).

“Dengan berat hati kami melaksanakan PTDH ini untuk menjaga keseimbangan organisasi, memelihara motivasi anggota yang sudah bekerja dan berkelakuan baik,” kata Kombes Pol Yohan Priyoto dalam keterangan resminya, Minggu (4/9).

Yohan menyatakan keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 13 huruf e Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri Jo Pasal 13 ayat (1) PPRI No 1 tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri. Adapun sanksi yang diberikan kepada AKP Edi Nurdin Massa sifatnya bukan administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 ayat (1) huruf a dan b Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan dihadapan sidang KKEP dan atau secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak yang dirugikan,” ujarnya Yohan dalam putusannya.

Dia menjelaskan sanksi yang sifatnya administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 109 ayat (1) huruf e Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia berupa Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH).

Mantan Kabid Propam Polda Banten itu pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu dan mendukung Polri dalam memberantas kasus-kasus narkotika.

“Apresiasi dari masyarakat merupakan suntikan semangat kepolisian untuk terus memberantas penyebaran narkoba yang selama ini melekat di tengah masyarakat,” ucap Perwira Menengah itu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo menuturkan pemberian sanksi PTDH ini sebagai pembelajaran dan sarana introspeksi bersama agar pengawasan dan pengendalian kepada satuan kerja agar lebih ditingkatkan lagi, sehingga tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing personel di satuan kerja atau satuan wilayah.

“Pemecatan anggota Polisi yang melanggar itu juga untuk menjaga nama baik organisasi yang saat ini sudah bekerja meningkatkan inovasi dan motivasi, sehingga dapat melayani masyarakat dengan baik,” kata Ibrahim.

Sebelumnya, Dittipid Narkoba Bareskrim Polri menangkap Kasat Narkoba Polres Karawang AKP Edi Nurdin Massa. Dia diduga terlibat dalam peredaran narkotika di beberapa tempat hiburan malam, AKP Edi ditangkap di Basement Taman Sari Sari Mahogani Apartemen, Karawang, pada Kamis (11/8) lalu. (Humas Polda Jabar)

Dialog NU Pojok Kota Brebes

0
H. Lukman Nur Hakim, S.Psi. M.Pd

Dialog NU pojok Kota Brebes merupakan wadah diskusi sebagian kecil masyarakat Brebes yang secara akidah mengikuti Ahlussunah Annahdiyah dengan kajian-kajian tema seputar NU kulturan structural, budaya dan keIndonesiaan sebagai wujud menumbuhkan kembali semangat dakwa NU dalam diri peserta dialog. Masyarkat NU Brebes pada khususnya dan kaum nahdiyin dimanapun pada umumnya.

Dialog ini merupakan percakapan yang terjadi antar peserta dan adanya pemikiran divergen (berpikir kreatif yang dapat menggunakan informasi sebanyak mungkin ide) dan konvergen (berpikir fokus pada persoalan yang sedang dihadapi) yang dapat membantu memunculkan persfektif, pendapat dan jawaban dalam persoalan NU yang ada di ranting bahkan sampai cabang.

Dialog NU pojok Kota Brebes menjadi wadah komunikasi untuk menemukan kesamaan persepsi, menciptakan komunikasi dalam memahami makna jamiyah NU kekinian dan semangat para muasis NU secara bersama-sama, serta saling memahami dari sudut pandang kepakaran peserta dialog.

Peserta dialog adalah mereka dari kalangan masyarakta NU yang ada di Brebes, baik struktural maupun kultural. Peserta dialog bebas bicara tentang NU. Dari NU oleh NU dan untuk NU. Bicara NU oleh orang NU. Dan secara lebih fokus bicara NU Brebes dari masyarakat NU Brebes itu sendiri. Serta tidak ada klausul saling menyalahkan bahkan dalam dialog adanya saling memami pendapat orang lain, bukan mempertahankan dan menganggap dirinya paling benar. Tidak ada pendapat yang salah, sehingga dengan sendirinya peserta dialog diberi kebebasan untuk bicara.

Dialog memunculkan tema-tema umum dan mengalir sesuai kepakaran peserta. Dialog dari hilir kehulu, bicara tentang NU bagaikan perusahan besar atau rumah besar yang memiliki usaha keumatan yang besar pula. Sehingga tema ini cukup menarik dan ditangkap oleh peserta  menjadi tema yang didialogkan.

NU Rumah Besar

NU bagaikan rumah besar yang memiliki halaman luas dan dihuni oleh beberapa keluarga besar pula. Rumahnya para lembaga NU, Badan otonom dan pengurus  itu sendiri bersama Syuriah dan tanfidziyah. Tidak ketinggalan pula rumah milik kaum kulturan Nahdiyin, yang memiliki konsep, gagasan, pemikiran dan pekerjaan yang sangat luar biasa.

Semisal kalau dalam satu rumah ada yang tidak terakomodir, kemungkinan akan protes, bahkan  pergi dari runah besar NU, dia akan mengatakan ” Saya sama-sama hidup dalam rumah besar NU, seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama.” Orang tua dalam hal ini ketua tanfidziyah maupun syuruaiah, akan menjadi sentral pencerahan bagi anak-anaknya, ia akan tegas dan berbicara untuk mengatasinya, sehinga tidak perlu terjadi berkelahi dan bahkan bercerai berai (keluar dari NU). Posisi orang tua adalah pemberi nasehat. Inilah pungsi kepengurusan yang lebih tinggi, pemberi solusi terhadap masalah kepengurusan di bawahnya, bukan hidup dari program yang dilakukan oleh anak-anaknya dalam satu rumah yang besar.

Rumah besar NU tentu memiliki  visi misi, ahlak, pendidikan dan mental besar, yang tentu tak bisa lepas dari payung pimikiran-pemikiran tokoh pendiri NU sebagaimana disebutkan dalam Qonun Asasi, Mabadi haira umah dan perilaku beroraganisasi dalam Risalah Ahlussunahnya.

Disadari taupun tidak, dalam rumah NU banyak orang hebat, professional dalam berbagai bidang, baik akademisi, birokrasi maupun dipanggung politik. Sehingga sangat wajar muncul pertanyaan, kenapa dalam satu rumah besar NU belum maksimal untuk bisa saling membantu. Mewujudkan kekuatan NU yang digagas oleh NU secara mandiri. NU yang mandiri dan tidak berafiliasi kemana-mana. NU tetap berpolitik kebangsaan dan kerakyatan.

Rumah besar NU yang memiliki tradisi merawat dan mencetak ulama, Kebangkitan ulama seirama dengan hadirnya para pengusaha dalam merawat rumah besar agar selalu penuh aktivitas dalam kesaharian dan mampu mengakomodir para penghuni rumah melakukan aktifitas masing-masing. Siapa yang menjadi kepala rumah tangga, bagaikan seorang masinis yang akan menarik gerbongnya agar bisa berjalan sesuai dengan relnya. Ketika gerbong-gerbong berjalan sesuai dengan realnya dalam membawa NU, maka bisa dikatakan tidak akan kualat, tetapi sebaliknya jalanya keluar dari realnya kemungkinan kualat akan diterimanya.

Begitu juga ketika terjadi kerusakan dalam rumah NU, segeralah diperbaiki. Jangan sampai berlarut-larut sehingga merusak pada sendi-sendi yang lain. Pemimpin harus peka terhadap persoalan yang ada dalam rumahnya. Melek kondisi sosial politik ummat dan faham antara pertemanan dan permusuhan.  Oleh karena itu Berhati-hatilah dengan para penghuni baru dalam kepengurusan jangan sampai diisi oleh orang-orang tidak jelas perjalanan pemahaman keagamaannya dan riwayat keaktifanya didalam rumah besar NU.

Komunitas  Dialog NU Pojok Kota Brebes, berusaha menggagas dan menggali ide-ide cerdas yang mengakar, sehingga mampu membangun tradisi kritis dan ilmiah dalam rumah besar NU. Karena tak dapat dipungkiri, orang menjadi besar (pemimpin) karena salah satunya mampu menghadapi  kritik dan  siap dikritik. Begitu juga pengurus yang handal juga tak alergi dengan kritik.

Kritik menjadi bagian dari proses, seperti  kondisi rumah besar, dengan memiliki anak yang banyak dan dari anak tersebut ada yang sudah bekerja ada juga yang menjadi penggangguran.  Pemimpin rumah tangga selayaknya memiliki jiwa besar dan tidak pilih kasih. Anak yang bekerja dan tidak bekerja semua dirangkul, agar tetap saling menjaga dan bersatu dalam rumah besar. Sangat wajar dalam satu keluarga adanya saling mengkritik, namun semua hal tersebut dapat diambil hikmanya untuk tetap dalam rumah yang kokoh, bahagia dan menyenangkan bersama.

Tiga Landasan NU

Dalam dialog NU pojok kota Brebes, muncul diskusi tentang pondasi dasar yang harus dibahas dan difahami bersama, agar dialog seirama dengan maksud dan tujuan para pendiri NU sendiri. Pondasi tersebut juga menjadi pijakan dalam berorganisasi di NU, sehingga dialog NU pojok kota Brebes bisa memberikan sumbangsi pada kegiatan ke Nuan khususnya yang ada di Brebes.

Ada dasar aturan yang menjadi payung, pokok pemikiran  dan rambu-rambu perjalanannya roda organisasi, sebagaimana telah tertancapkan oleh para pendiri dan melarang dengan tegas  adanya   cerai berai, persatuan harus terus tetap dijaga. Sehingga menjadi kewajiban para perusnya untuk merawat dan mempromosikan aturan-aturan tersebut sebagai warisan organisasi dan tata nilai yang sangat mulia. Inilah warisan dasar berorganisasi yang sangat luhur, mulia dan luar biasa.

  1. Qonun Asasi

Qonun Asasi merupakan merupakan sumber moral, idiologi, pegangan atau pondasi  yang harus terjaga sebagai tatanan nilai sebuah jam’iyah Nahdlatul Ulama. Qonun Asasi ini juga  mengandung tuntunan bagaimana warga NU harus bersatu dan bersikap setiap menghadapi masalah.

Dalam Qonun Asasi yang dikemukaan oleh Hadaratusyaikh Mbah Hasyim As’ari adalah ajakan pada umat manusia untuk berada dalam rumah besar NU. Sebagaimana beliau tegaskan “Berbondong-bondonglah masuk jam’iyah yang diberi nama Jam’iyah Nahdlatul Uama.” Masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun dengan ikatan jiwa raga. Dan beliaupun menegaskan pada pengikutnya “Inilah jam’iyah yang lurus, bersifat memperbaiki dan menyantuni”.

Mbah Hasyim As’ari pun menegaskan tentang sanad keilmuanya yang dimilikinya adalah tersambung, ilmu yang ia dapatkan melalui guru-guru beliau hingga tersambung sapai pada Tabiin, Sahabat dan Nabi Muhammad SAW. dan beliau memberi peringatan kebawah kepada para penjaga dan pemilik rumah. Apabila ada seseorang  yang memasuki rumah yang umumnya lewat pintu, dan dia terbukti masuk rumah tidal lewat pintu maka dapat disebut pencuri.

  1. Mabadi Khaira Ummah

Mabadi’ Khaira Ummah merupakan langkah awal  yang dimiliki Jam’iyah Nahdlatul Ulama dalam proses pembentukan ummat terbaik (khaira ummah), dan menjadi gerakan yang nyata dalam pembentukan identitas diri dan karakter warga NU melalui upaya penanaman nilai-nilai luhur yang digali dari paham keagamaan NU untuk menuju terwujudnya umat yang ideal (seperti yang dicita-citakan). Ummat yang mampu melaksanakan amar ma;ruf nahi munkar dan  berakhlak mulia.

Mabadi khaira ummah juga menjadi gerakan pengembangan ekonomi, sebagai upaya NU agar berkembang secara mandiri. mengembangkan ekonomi rakyat, termasuk mengatur perdagangan luar negeri. Sebagimana diputuskan dalam Muktamar NU di Menes Banten 1938.

 Mabadi khaira ummat dibicarakan kembali pada Muktamar NU di Magelang 1939, sehingga  ditetapkanlah prinsip-prinsip pengembangan sosial dan ekonomi yang disebut “Mabadi Khaira Ummah ats-Tsalasah” (Trisila Mabadi).

Pertama, ash-shidqu (benar) tidak berdusta; sikap memegang prinsip-prinsp kejujuran, kebenaran, dan kesunguhan. Prilaku jujur dalam hal ini memiliki arti “Menyatunya kata, perbuatan dengan pikiran.” Apa yang diucapkan sama dengan yang ada dibatin. Tidak memutarbalikkan fakta dan meberikan informasi yang menyesatkan atau penyebaran informasi bohong (hoaks), jujur saat berpikir dan bertransaksi. Mau mengakui dan menerima pendapat lain yang lebih baik

Kedua, Al-amanah wal wafa bil ‘ahdi. (menepati janji), melaksanakan semua beban yang harus dilakukan terutama hal-hal yang sudah dijanjikan. Dapat dipercaya, setia, dan tepat pada janji, baik bersifat diniyah maupun ijtimaiyah. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk  menghindari  munculnya berapa sikap buruk seperti manipulasi dan berkhianat. Amanah ini dilandasi kepatuhan dan ketaatan pada Allah SWT.

Ketiga, At-ta’awun (tolong-menolong). Menjadi sendi utama dalam tata kehidupan bermasyarakat, manusia tidak dapat hidup sendiri dan lepaas tanpa bantuan pihak lain. Menggalang sikap setiakawanan, timbal balik, memberi dan menerima, gotong royong dalam kebaikan dan taqwa.  Oleh karena itu sikap ta’awun mendorong orang untuk bersikap kreatif agar memiliki sesuatu untuk disumbangkan pada yang lain untuk kepentingan bersama. Hal ini dapat dijadikan langkah untuk mengkonsolidasi masyarakat dan menggali persolan NU yang ada untuk dipecahkan bersama.

Adapun implementasi mabadi khaira ummah pada tahun  1940,  KH Machfud Shiddiq  melakukan  kunjungan ke Jepang untuk melakukan kerja sama dibidang ekonomi. Dilanjutkan pada Munas NU di Lampung 1992 mabadi khaira ummah ats-tsalatsah dikembangkan lagi menjadi mabadi khaira ummah al-khamsah (Pancasila Mabadi) dengan menambahkan prinsip ‘a’dalah (keadilan) dan istiqamah (konsistensi, keteguhan)

 Al-’Adalah. berarati bersikap obyektif, berperilaku proposional dan taat asas, yang menuntut setiap orang menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, jauh dari pengaruh egoisme, emosi pribadi dan kepentingan pribadi. Distorsi (memutarbalikan fakta) akan menjerumuskan pada seseorang pada kesalahan dalam bertindak. Bersikap adil dan proporsional serta obyektif terhadap relasi sosial yang harus dipegang dala transaksi ekonomi sehingga akan berjalan dengan  lancar dan saling menguntungkan.

 Istiqamah,  teguh, jejeg, ajek dan konsisten. Tetap berpegang teguh dengan ketentuan Allah SWT dan Rasulnya serta tuntunan para salafus shalihin. Dan aturan main sesuai rencana yang sudah disepakati bersama. Kegiatan yang kesinambungan dan keterkaitan antara satu periode dengan periode berikutnya, sehingga kesemuanya  merupakan  kesatuan yang saling menopang seperti sebuah bangunan kokoh, ada pondasi, tembok dan atap. Konsep ini juga menjadi proses untuk maju dan tidak kenal henti dalam mencapai tujuan.

  1. Risalah Ahlissunnah wal Jamaah

Risalah Ahlissunnah wal Jamaah karya Hadratusyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, menjadi pegangan bagi warga NU. Hal ini mengacu pata latarbelakang lahirnya NU sebagai  gerakan modernisme Islam di Indonesia. Dan bentuk usaha intelektual dalam mempertahankan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia.

Munculnya berbagai gerakan dan aliran yang ada di Indonesia sehingga mengilhami lahirnya kitab Risalah Ahlissunnah wal Jamaah. Inilah kitab yang bicara tentang kondisi keagamaan (Islam) masyarakat Jawa, garis perjuangan ulama salaf, pentingnya berpegang teguh pada salah satu dari mazhab empat.  kewajiban bermazhab bagi orang yang tidak memiliki keahlian ijtihad.

Dalam risalah Ahlusunnah juga mengajarkan pada kaum Nahdiyin untuk berhati-hati dalam mengambil (belajar) agama dan ilmu. Bersikap hati-hati dari fitnahnya ahli bid’ah dan kaum munafiq dan para pemuka agama yang menyesatkan. Sehingga pada saat ini masih muncul kaum takfiri dan ahli bid’ah yang sebenarnya sudah diingatkan oleh Mbah Hasyim 96 tahun yag lalu.

Hadratussyekh menjelaskan dalam risalahnya tentang kelompok Ahlussunnah wal Jamaah sebagai satu-satunya kelompak yang selamat diakhirat nanti. Kitab ini sangat bermanfaat dan menjadi pegangan kaum nahdiyin untuk memahami ajaran agama, menilai, dan membeda mana ibadah dan mana tradisi, mana sunnah mana bid’ah, dan juga posisi keagamaan yang kuat dimiliki para ulama pesantren yang saat itu direpresentasikan Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari

Catatan Dialog NU Pojok Kota Brebes

Ada beberapa yang penulis catat dalam dialog NU pojok kota Brebes, catatan ini sebagai gambaran singkat hasil dialog pada hari kamis – jumat 1-2 September pukul 20.00 – 02.00 WIB di rumah H. Asmui Brebes.

Kepekaan memahami pendapat orang NU yang tidak diakomodir dalam struktur kepengurusan. Satu sisi ia menjadi NU kultural,  ia tetap sebagai benteng dan  pembela NU. Tetapi pada sisi lain ia tidak berani memuncul identitas ke-NU-annya secara terang-terangan. Dan dapat dikatakan kalau berada bersama orang-orang NU, ia akan mengatakan bahwa dirinya adalah NU, namun ketika berada di luar NU ia akan mengatakan saya adalah islam nasionalis (netral) dan hal ini sudah mulai muncul ditengaah-tengah warga NU dan jumlah tidak sedikit. Bagi yang berada di non struktural dapat mengambil kiprahnya dimana saja, dan tidak perlu diceritakan tentang aktivitas yang dilakukannya. Biarlah tetap berkiprah walaupun tidak berada dalam structural di NU, baik ditingkat Ranting maupun Cabang.

Kepedulian terhadap NU, baik yang berada di struktural maupun kultural, dengan mengadakan dialog kumpul bersama orang NU, dapat menjadi bentuk kepedulian tersendiri terhadap NU. Dan menjadi salah satu sumber informasi dalam menggali identitas NU serta untuk mengkaji nilai-nilai ke-NU-an, yang dapat dikembangkan dan dimasyarakatkan dalam kaum nahdiyin.

Kaum Nahdiyin di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, perlu pengembangan perekonomian (Maisyah). Mencari penghidupan yang layak, sebagai manusia yang hidup dan memiliki kehidupan. Sistem yang dimiliki NU tidak.boleh dirusak, apapun gerakan NU di masyarakat  seharusnya tetap matching dengan landasan keorganisasian NU. Baik dalam tatanan perilaku dasar (basic prilaku), perkataan , aktivitas rutinitas maupun ibadah. Begitu juga para pemimpin NU tidak boleh melanggar AD ART organisasi, apalagi yang mau mencalonkan diri menjadi ketua maupun pengurus tidak boleh keluar dari rel yang digariskan oleh para pendiri.

NU yang riil adalah NU yag ada di masyarakat atau ranting. Ketika potret NU Ranting bagus, maka struktur atasnya yaitu Majilis Wakil Cabang (MWC), Pengurus Cabang (PC) akan bagus pula. Di kepengurusan NU janganlah ada diskriminisasi kedudukan, semuanya saling menyatu membantu dan melengkapi, bersama saling peduli terhadap NU dimanapun berada. Serta mampu memberi akses, kebijakan dan program untuk NU. Jangan ada orang NU yang menjadi pimpinan dibeberapa lembaga swasta maupun pemerintah, tidak mampu memberikan syafaat. Sehingga dikepemimpinanaya tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi  malu menjadi NU setelah jabatan dipegangnya.

 Dialog NU pojok kota Brebes, dapat menjadi nasehat untuk diri peserta yang disampaikan dari peserta lain terutama dari K.H. Miftakhus Syurur yang selalu memberikan pencerahan pada setiap perkataannya yang penuh makna dan mudah dicerna. Beliaupun mengatakan walaupun nasehat tersebut tidak langsung dipakai. Minimal ada sebuah usaha untuk perbaikan bersama.

Memiliki pemimpin yang handal adalah menjadi hajat bersama. Tidak mudah terbaca gerak langkanya, tercatat jelas potret perjalanan dalam jenjang aktivitas di NU. Nilai-nilai sosial dan kedermawaan yang pernah dilakukan. Jenjang pendidikan umum maupun pesantren terekam sangat jelas dan tidak ketinggalan pula kemapanan ekonomi pimpinan yang jelas-jelas akan menghidupi NU bukan hidup di NU. Dalam bahasa jawa pemimpin sebagai ujung tombak dan ujung tombok. Seorang pemimpin mampu menjual ide-ide produktifnya, dapat menjadi konsultan umat, bukan plagiatisme apalagi pemimpin titipan (pesanan sponsor). Ide dan konsep peminpin dapat menjadi berkah tersendiri bukan insting mematikan yang digunakan. Sosok pemimpin yang berhasil, dapat dikatakan karena berawal dari banyaknya masalah. Bukan kehadiran pemimpin yang menciptakan masalah, sehingga menjadi organisasi sebagai masalah.

Cita-cita memiliki pimpinan NU di tingkat cabang dan pengurus yang visioner, mampu membaca persoalan NU kedepan, pemimpin yang siap hadir ditengah-tengah masalah umat, pemimpin yang tidak  minder, dan mampu mengajak ummatnya untuk berpikir keduniaan, agama dan sosial masyarakat tidak menggunakan logika taklid dan mengganggap semua persolan yang ada ditengah masyrakat dianggap  sudah selesai, tanpa melihat dan menganalisa terlebih dahulu. Siapapun pimpinan yang menggawangi NU Brebes, haruslah diterima secara “legowo” karena itulah yang terbaik untuk semua.

Sepertinya ada yang hilang dari NU, salah satunya tradisi-tradisi yang ada di kaum nahdiyin dan kader-kader NU yang belum terakomodir. Dialog NU pojok kota Brebes ini dapat menjadi penghimpun kembali tradis yang hilang dan kader yang belum pulang kerumah NU. Mengajak berfikir dari orang NU untuk NU, membangun konsep perekonomian untuk warga NU, jangan sampai warga nahdiyin terbawa arus gerakan radikal yang semakin marak dan sulit terbendung.

Jadilah orang NU yang progresif, jangan katakan tidak untuk NU apalagi menyesal dan keluar dari NU. Teruslah memberikan sumbangsi pada NU. Dialog ini dapat menjadi gerakan menjaring matahari dan milik bersama untuk saling mengingatkan sesama warga NU dan kalau bisa memberi solusi bersama-sama untuk kemajuan NU.

Keikutsertaan dalam dialog inipun mudah-mudahan dapat menjadi pertanggungjawaban dihadapan Malaikat, sebagai bentuk partisipasi pemikiran keagamaan dan akidah Ahlussunah. Menjadi shodakoh jariyah fikriyah sebagai pertimbangan dan solusi pencerahan keummatan. Wallahu’alam Bishowab.

Lukman Nur Hakim, S.Psi. M.Pd

Dialog NU Pojok Kota Brebes, Kamis 1 September 2022

Kapolri Minta Masyarakat Lapor Jika Ada Polisi Bergaya Hidup Mewah

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA (aswajanews.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons gaya hidup mewah anggota Polri dalam perilaku kesehariannya. Polri sendiri sudah mengatur perilaku Korps Bhayangkara dalam Peraturan Kapolri (Perkap) dan Surat Telegram Rahasia (STR) Propam Polri.

Berdasar itu, Listyo Sigit meminta seluruh masyarakat yang mengetahui informasi mengenai gaya hidup mewah personel Polri untuk dilaporkan. Dia memastikan, akan memproses personel Polri yang bergaya hidup mewah.

“Untuk pola hedonis, kami sudah mengeluarkan Perkap dan STR Propam terkait hedonis ini. Tolong Pak (DPR), kami diinfokan (terkait gaya hidup anggota Polri). Karena ini sudah diatur, kalau pola ini masih dilakukan, kami sudah punya aturan dan mereka bisa kita proses di dalam aturan kami terkait dengan pelanggarannya,” kata Listyo Sigit di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8).

Listyo menegaskan pihaknya terus melakukan pengawasan untuk melihat bagaimana gaya hidup anggota Polri lainnya. Ia berjanji akan langsung menindaklanjuti setiap informasi masyarakat mengenai gaya hidup setiap personel Polri.

“Ini terus dilakukan Propam untuk patroli setiap hari, namun demikian kami tidak mungkin awasi sendiri dan butuh masukan masyarakat dan terhadap informasi tersebut kami akan tindak lanjuti,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI Adies Kadier menyoroti turunnya kepercayaan publik kepada Polri, yang dinilai di bawah 50 persen. Adies menyebut, turunnya kepercayaan publik kepada Polri bukan hanya dalam penanganan kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Melainkan juga terkait perilaku dan gaya hidup anggota Polri.

“Indeks kepercayaan terhadap Polri turun di bawah 50 persen. Ini menjadi pertanyaan selain kasus-kasus Brigadir J dan Irjen Sambo tersebut, ternyata penurunan ini juga disebabkan perilaku dan juga gaya hidupj daripada teman-teman Polri di tingkat bawah,” kata Adies dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8).

Menurut Adies, anggota Polri di tingkat bawah seperti Kapolres bagaikan raja kecil di daerah. Perilaku gaya hidup mewah ini seharusnya dievaluasi oleh Polri.

“Saya mengenal Pak Kapolri Pak Sigit, Pak Gatot, Pak Agus, Pak Agung, Pak Dofiri, Pak Anang sudah lama setiap saya berkomunikasi saya WhatsApp, saya telepon dan perilaku hidup saya lihat sampai saat ini biasa-biasa saja tidak ada perubahan, tetap komunikasi baik dan lain sebagainya. Tetapi kalau kita lihat di bawah tingkat dari Kapolres sudah seperti raja-raja kecil di daerah,” ungkap Adies.

“Kadang-kadang kita Komisi III telepon saja tidak diangkat, WhatsApp tidak dibalas dan perilaku-perilaku seperti ini sudah mulai memperlihatkan bahwa baru jadi Kapolres susah sekali. Perilakunya luar biasa seperti raja di daerah,” imbuhnya. (*)

Kemenag Jabar Sikapi Keberadaan Gedung ANNAS Anti Syiah Kota Bandung

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kementerian Agama (Kemenag) RI menyayangkan dan menyesalkan langkah Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang telah meresmikan Gedung Dakwah Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) di Jalan RAA Martanegara No 30 Bandung pada 28 Agustus 2022 lalu.

Menurut Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan Umat Beragama Nuruzzaman, kehadiran Yana terkesan mendukung pandangan dan sikap yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran agama.

“Saya menyesalkan langkah Walikota Bandung. Negara harus merajut keragaman masyarakat agar dapat hidup rukun dan damai. Terhadap perbedaan pandangan baik di internal agama maupun antaragama, posisi negara adalah memoderasi, memfasilitasi dialog, agar kerukunan tetap terjaga,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (30/8).

Hal yang sama juga disampaikan Drs H Asep Ismail, M.Si., Plt Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.

Asep Ismail menganggap adanya kata ‘Anti Syiah’ itu sebagai bentuk menebar kebencian secara terang-terangan jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ajaran agama. Kehadiran Gedung ANNAS di Kota Bandung belakangan ini telah memicu gejolak dan kecaman dari berbagai kalangan.

“Organisasi masyarakat (ormas) dan paham keyakinan yang secara terang-terangan menebarkan kebencian jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ajaran agama,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (2/9).

Menurutnya, di tengah masyarakat Indonesia yang penuh dengan keberagaman perlu adanya sikap toleransi dan saling memahami. Kementerian Agama hadir di tengah masyarakat untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama dengan terus melakukan penguatan moderasi beragama dan menjaga keutuhan NKRI. Penguatan moderasi beragama diyakini efektif untuk mencegah radikalisme. Jika semua orang memahami makna penting moderasi beragama, maka diharapkan akan lebih bijak dalam menyikapi perbedaan maupun menangkal paham radikal.

Sementara Wali Kota Bandung Yana Mulyana dalam keterangan persnya mengungkapkan, kehadirannya dalam peresmian Gedung Dakwah sebagai Wali Kota Bandung yang datang memenuhi undangan warga.

“Kehadiran saya dalam kapasitas sebagai wali kota memenuhi undangan peresmian gedung dakwah,” kata Yana Mulyana, Kamis (1/9). *(Nas)

Semarak HUT Kemerdekaan RI, Mancing Bareng Mas Lery

0

JEMBER (Aswajanews.id) – Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77 tahun 2022, Lery HP, S.Kom yang akrab dipanggil Mas Lery menggelar Fishing Tournament “Mancing Bareng Mas Lery”. Acara yang berlangsung Minggu (28/8/2022) di Kolam Pancing Enggal Tirto (Kolam Besar) Jl. Piere Tendean, Gg. Majapahit belakang Indomarco Jember memperebutkan Hadiah Uang Tunai dan Trophy.

Mas Lery menyerahkan hadiah uang dan Trophy kepada Juara Fishing Tournament

Mas Lery, tokoh masyarakat dan kemanusiaan Jember Bacaleg DPRD Kabupaten Jember dari PKS mengatakan, Alhamdulillah, “Mas Lery Fishing Tournament” yang diikuti tidak kurang dari 70 peserta berlangsung lancar dan sukses.

“Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi mengikuti Tournament ini dalam rangka memperingati ke-77 tahun kemerdekaan RI,” ujarnya. *(Abdul Wafi)

Istri Mbah Maimun Zubair, Nyai Heni Maryam Wafat

0
Istri almarhum KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), Nyai Hj Heni Maryam Maimoen Zubair wafat pada Kamis (1/9/2022) pukul 16.00 WIB. (FOTO/TWITTER NU JATENG)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kabar duka dari keluarga besar Pesantren Al-Anwar Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Istri almarhum KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), Nyai Hj Heni Maryam Maimoen Zubair wafat pada Kamis (1/9/2022) pukul 16.00 WIB. Wafatnya Nyai Hj Heni Maryam Maimoen Zubair diketahui dari akun Twitter NU Jawa Tengah.

“Turut berduka cita atas wafatnya Hj Heni Maryam Maimun Zubair. Semoga beliau mendapat maghfirah, rahmat dan segala kebaikannya diterima Allah serta husnul khatimah,” tulis @nujateng, Kamis (1/9/2022).

Kabar duka ini juga telah dikonfirmasi oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, putra almarhum KH Maimoen Zubair. “Iya, beliau wafat jam 4 tadi,” dalam pesan singkatnya lewat WhatsApp seperti dilansir situs resmi NU Jateng. Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin Maimoen, mengungkapkan bahwa Nyai Heni Maryam sempat sakit sebelum wafat. Namun sakit itu tidak begitu lama. Untuk waktu pemakamannya, Gus Yasin belum bisa memberikan informasi. “Untuk pemakamannya belum tahu,” tutupnya. (*)

Camat Najmuddin Buka Jambore Ranting Pramuka Kecamatan Tambun Utara

0
Camat Tambun Utara Najmuddin membuka kegiatan Jambore Ranting Tingkat Kecamatan di Lapangan Perumahan Suropati Desa Srimukti pada Kamis (01/9/2022).

TAMBUN UTARA (Aswajanews.id) – Camat Tambun Utara Najmuddin membuka Jambore Ranting Pramuka Kecamatan Tambun Utara yang berlangsung di Lapangan Perumahan Suropati Desa Srimukti, pada Kamis (01/09/22).

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 1-3 September 2022 itu, diikuti para siswa Sekolah Dasar (SD) dan SMP negeri maupun swasta di wilayah Kecamatan Tambun Utara.

“Ya, setelah dua tahun pandemi Covid-19, baru kali ini kita kembali mengadakan kegiatan Jambore Ranting yang diikuti 33 sekolah di Kecamatan Tambun Utara,” kata Najmuddin.

Dia menambahkan, minat para siswa untuk mengikuti Jambore Pramuka tahun ini sangat tinggi, karena selama pandemi terjadi, tidak ada kegiatan perkemahan seperti yang saat ini sedang dilaksanakan.

“Karena sudah dua tahun mereka tidak pernah kemping, mereka inginnya satu sekolah ikut kemping semua. Sementara kapasitas di lapangan ini paling sekitar 1000 orang. Makanya kita batasi perwakilan 2 regu tiap sekolah,” terangnya.

Pada kegiatan Jambore ranting tersebut juga dilaksanakan kegiatan penghijauan dalam bentuk penanaman 100 bibit pohon di sekitar pemukiman warga.

Najmuddin menyebutkan, kegiatan Gerakan Pramuka bagi siswa sekolah masih sangat efektif untuk membina generasi muda, dalam membangun karakter dan mencegah perilaku negatif para remaja.

“Kegiatan Pramuka ini sebagai salah satu sarana edukasi terhadap anak didik, terutama dalam menanamkan cinta tanah air dan kebangsaan, agar semakin tumbuh di kalangan generasi penerus. Juga dapat meningkatkan silaturahmi dan persaudaraan antar sekolah, sehingga mereka terhindar dari kegiatan negatif seperti tawuran,” ujarnya. *(Diskominfo)

Lama Dinanti, Pelaku Seni Kabupaten Bekasi Kembali Tampilkan Aksi

0
Aksi panggung Dewan Kesenian Kabupaten Bekasi (DKKB) di Lapangan Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Rabu (31/8/2022) malam.

CIBITUNG (Aswajanews.id) Setelah hampir dua tahun para pelaku seni di Kabupaten Bekasi tidak bisa manggung karena pandemi Covid-19, kini aktivitas mereka kembali menggeliat. Aksi panggung mereka terlihat saat memeriahkan acara Lebaran Yatim yang digelar oleh Dewan Kesenian Kabupaten Bekasi (DKKB) di Lapangan Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kab Bekasi, Rabu (31/8/2022) malam.

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Bekasi, Iswandi Ichsan mengakui kegiatan yang dilaksanakan merupakan spontanitas dari para penggiat seni. Hal itu, kata dia, karena para seniman merasa terpanggil. Terlebih, karena pada Bulan Agustus merupakan momen Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-72 dan HUT RI ke-77. Maka para seniman pun tidak menyia-nyiakannya.

“Kami seniman tidak bijak jika hanya berpangku tangan. Tiga bulan lalu kami dari 23 kecamatan berkumpul untuk merencanakan event yang kebetulan berbarengan dengan lebaran Yatim ini,” tutur Iswandi.

Berbekal niat tulus ingin membahagiakan anak yatim, mereka pun menampilkan ekspresi seninya di atas panggung. Meskipun, belum seluruhnya kesenian yang ada di Kabupaten Bekasi ditampilkan karena kuota yang dibatasi.

Iswandi menyampaikan DKKB ke depan siap untuk menyelenggarakan event besar untuk para seniman Kabupaten Bekasi

“Sebenarnya bagi para pegiat seni, mereka sudah tahu, bahwa kesenian itu adalah profesi. Ada atau tidak ada binaan tetap berjalan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, di Kabupaten Bekasi ada, sekitar 500 grup kesenian tradisional. Jumlah itu belum termasuk grup dangdut dan rias pengantin. “Ini potensi yang sangat luar biasa untuk Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Kabid Budaya pada Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Reza Nuralam mengapresiasi agenda yang diinisiasi DKKB. Meskipun dilaksanakan secara spontanitas namun bisa berjalan dengan baik.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi sangat mengapresiasi dan diharapkan kegiatan ini menjadi agenda rutin untuk melestarikan seni budaya Kabupaten Bekasi. Begitupun dengan kegiatan Lebaran Anak Yatim. Ini menjadi tradisi yang harus dilestarikan,” tukasnya. *(Diskominfo)

Rafli Ridho Budiatama dan Vika Oktaviani Terpilih Menjadi Duta Baca Indramayu Tahun 2022

0
DPA Indramayu memilih Rafli Ridho Budiatama dan Vika Oktaviani sebagai Duta Baca Kabupaten Indramayu Tahun 2022

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) Kabupaten Indramayu kembali menggelar ‘Pemilihan Duta Baca Kabupaten Indramayu Tahun 2022′. Pemilihan Duta Baca tahun ini mengambil tema “Mewujudkan Generasi Literat Menuju Indramayu Bermartabat (Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat)”.

Dalam kesempatan yang sangat bersejarah itu, DPA Indramayu memilih Rafli Ridho Budiatama dan Vika Oktaviani sebagai Duta Baca Kabupaten Indramayu Tahun 2022. Keduanya berhasil menyingkirkan 20 finalis pada puncak Grand Final Duta Baca Indramayu yang berlangsung pada Selasa sore (30/08/2022) di Hotel Wiwi Perkasa II Indramayu.

Kepala DPA Kabupaten Indramayu Iwan Hermawan mengatakan, kegiatan pemilihan Duta Baca Kabupaten Indramayu telah dilangsungkan sejak 2021 lalu. Hal merupakan kegiatan positif dalam rangka menumbuhkan minat baca waga Indramayu. Iwan meminta kegiatan ini harus terus dipacu dan didukung.

“Kegiatan seperti ini adalah satu hal yang harus kita pacu dan dukung, yaitu Pemilihan Duta Baca Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Sebelumnya telah hadir perwakilan Gerakan Literasi Nasional, Siswa, Keluarga, dan Masyarakat Menulis dan Berliterasi Wujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin, Literat dan Sejahtera (GLN Gareulis) Jawa Barat, yang telah berupaya mengangkat literasi di Kabupaten Indramayu. Pada kegiatan Tantangan GLN Gareulis Jawa Barat yang dilaksanakan selama sepuluh bulan di tahun 2020-2021, Kabupaten Indramayu berhasil menjadi Juara Umum dengan membawa pulang 13 Medali Penghargaan.

Kepala DPA Kabupaten Indramayu Iwan Hermawan sedikit menyayangkan kegiatan GLN Gareulis Jawa Barat ini dikarenakan baru literasi di lingkup sekolah yang dilakukan oleh siswa dan guru, sedangkan dalam lingkup masyarakat umum belum tercapai. Sementara ini terindikasi bahwa index literasi masyarakat Kabupaten Indramayu masih sangat kecil/rendah.

Sekarang ini masyarakat masih menganggap bahwa literasi hanya mencakup kegiatan di lingkungan sekolah saja. Terkait dengan hal ini Iwan Hermawan mengajak masyarakat untuk mengubah sudut pandang mengenai literasi. Literasi bukan hanya mengenai membaca dan menulis, melainkan literasi juga harus masuk kedalam lingkup masyarakat.

“Mari kita ubah sudut pandang kita terhadap literasi, bahwa literasi itu bukan hanya baca tulis saja melainkan juga harus masuk pada masyarakat,” ajaknya.

Salah satu penilaian literasi adalah pada lingkup masyarakat, dengan upaya yang dilakukan oleh GLN Gareulis di Kabupaten Indramayu maka Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar telah mendapatkan penghargaan sebagai Bupati Terinspiratif se-Jawa Barat. Dibandingkan dengan kabupaten lain yang hanya mendapatkan 7 hingga 8 piala penghargaan sedangkan Kabupaten Indramayu telah mendapatkan 13 piala penghargaan pada ajang ini.

Selanjutnya Iwan Hermawan mengajak untuk bersama-sama menggeser atau melebarkan literasi yang mulanya hanya lingkup sekolah kearah gerakan literasi masyarakat dan berharap dapat bermanfaat untuk mengenalkan dan membangkitkan literasi dalam masyarakat.

“Mari kita geser gerakan literasi sekolah kearah gerakan literasi masyarakat untuk mewujudkan Indramayu yang Bermartabat. Harapan saya dapat bermanfaat untuk mengenalkan dan membangkitkan literasi dalam masyarakat,” pungkasnya. (Diskominfo)

Putri Chandrawathi Satu Kamar Bersama Kuat Ma’ruf, Tak Disangka Terungkap dalam Proses Rekonstruksi

0
Proses rekonstruksi dalam kasus dugaan pembunuhan berencana kepada Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kuat Ma’ruf menjalani proses rekonstruksi dalam kasus dugaan pembunuhan berencana kepada Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Dia terlihat menjalani beberapa adegan di rumah pribadi Irjen Pol Ferdy Sambo di Jalan Saguling, Mampang, Jakarta Selatan.

Kuat terlihat sempat menjalani adegan berada di sebuah kamar bersama Putri Chandrawathi. Tidak diketahui pasti apa mereka lakukan di kamar tersebut. Akan tetapi, diperkirakan adegan tersebut memperagakan peristiwa di Magelang.

Adegan lainnya yakni dia berada satu mobil dengan Putri dan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Kuat berada di kursi kemudi, didampingi Bharada E. Sedangkan Putri duduk di kursi tengah.

Diketahui, 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS), KM, dan yang terbaru adalah Putri Chandrawathi.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E.

“RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan.

Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan.

“FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Sedangkan Putri terekam CCTV berada di di lokasi dan ikut serta dalam proses pembunuhan berencana kepada Brigadir J.

“(PC) mengikuti dan melakukan perencanaan pembunuhan Brigadir J,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai anggota polri.

Meskipun ybs mengajukan banding. (jawapos)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts