Google search engine
Beranda blog Halaman 236

Bupati Garut Cek Tarif Angkutan Transportasi di Terminal Guntur Garut

0
Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengunjungi Terminal Guntur Garut yang berlokasi di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (14/9/2022)

GARUT (Aswajanews.id) – Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengunjungi Terminal Guntur Garut yang berlokasi di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (14/9/2022), dalam rangka mengecek angkutan transportasi yang ada di terminal tersebut.

Bupati Garut menyebutkan berdasarkan keterangan dari para supir angkutan umum, tarif transportasi mengalami kenaikan, salah satunya tarif dari Bandung ke Pamulihan Kabupaten Garut yang awalnya 30 ribu rupiah, mengalami kenaikan rata-rata 10 ribu rupiah.

“Hari ini saya ada di Terminal Guntur Garut jurusan ke Pamulihan daerah Garut Pamulihan ya, ke Pakenjeng ke Pamulihan ini ada kenaikan kurang lebih 10.000 ya dari biasanya 30 ribu sekarang 40.000 ya,” ujar Bupati Garut.

Meski tarif angkutan umum mengalami kenaikan, Rudy menilai jika masyarakat banyak yang menerima, dan memahami kondisi kenapa pihak moda transportasi menaikan tarif angkutan umum. *(Diskominfo)

Tahapan Pemilu 2024 Resmi Diluncurkan, Bupati : Sejarah Pesta Demokrasi di Karawang Selalu Berjalan Baik

0
Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana secara daring mengikuti peluncuran hari pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) serentak tahun 2024, Selasa (14/6/2022) malam yang digelar di halaman Gedung KPU RI Jakarta.

KARAWANG (Aswajanews.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar peluncuran hari pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) serentak tahun 2024, Selasa (14/6/2022) malam yang digelar di halaman Gedung KPU RI Jakarta.

Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana mengikuti kegiatan tersebut secara daring di kantor KPU Karawang didampingi Bawaslu Jawa Barat, Ketua KPU Karawang dan Wakil DPRD Karawang.

Bupati mengungkapkan sejarah perjalanan pelaksanaan pemilu di Karawang selalu berjalan dengan baik, aman dan kondusif. Kendati demikian, ia juga tak memungkiri ada dinamika yang mewarnainya.

“Meski saya sudah dua periode, saya masih tetap yakin pemilu di Karawang akan terus mengulang sejarah baiknya, yang selalu aman dan kondusif. Kami akan terus mendorong KPU Karawang untuk melaksanakan pemilu yang demokratis,” ungkapnya.

Bupati mengatakan pemilu yang akan dilaksanakan nantinya adalah pemilu serentak yang sangat berat yang harus disukseskan bersama sama.

Untuk itu, pihaknya menyatakan akan turut serta menyukseskan seluruh tahapan pemilu, mulai dari anggaran yang dimulai dari sekarang dan tahun 2023 nanti, pendataan hingga kelengkapan Pemilu.

“Dan ini harus kita persiapan, selain itu diminta kepada seluruh instansi terkait dan masyarakat untuk dapat menyukseskan gelaran demokrasi di Indonesia khusunya di Kabupaten Karawang.

Masih kata Bupati, dengan persiapan yang cukup panjang tersebut, penyelenggara juga diharapkan dapat lebih memastikan kualitas demokrasi, mulai dari setiap tahapan hingga pada hari pemilihan.

“Kita berharap dengan persiapan yang cukup panjang ini penyelenggara bisa lebih memastikan setiap tahapan sampai pada hari pemilihan dan hasilnya benar benar berlangsung sebagaimana mestinya, memastikan kualitas demokrasi kita semakin baik,” ucapnya.(Prokompim)

Menyekolahkan Anak di RA, Bentuk Ikhtiar Menjawab Perintah Allah

0
Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi, H. Shobirin, S.Ag., M.Si

KOTA BEKASI (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi, H. Shobirin, S.Ag., M.Si., hadir membuka kegiatan Manasik Haji RA Parenting di Transera Waterpark, hari Senin (12/09). Kegiatan rutin tahunan dari PD IGRA Kota Bekasi itu, menghadirkan 275 RA se-Kota Bekasi. Peserta kegiatan yang berjumlah lebih dari seribu orang ini, dibagi ke dalam 2 sesi, yaitu pada tanggal 12 dan 13 Oktober 2022.

Shobirin menyampaikan kegiatan ini besar manfaatnya untuk peserta didik.

“Manasik haji di mata saya merupakan ruh kegiatan yg paling inti, paling populer dan paling kolosal yang diprogramkan oleh PD IGRA,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia sangat berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan setiap tahun. Pada kesempatan itu, Kepala Kantor juga menyampaikan apresiasi pada para orang tua yang telah memilih untuk menyekolahkan anak-anaknya di Raudhatul Athfal (RA)

“Menurut saya langkah Bapak dan Ibu sudah sangat tepat. Menitipkan putra-putrinya pada RA yang ada di lingkungan Kota Bekasi, insyaAllah merupakan bentuk ikhtiar menjawab perintah Allah SWT,” katanya.

Ia melantunkan Q.S. An-Nisa ayat 9 yang berbunyi:

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا

Yang artinya: “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.

RA sebagai institusi pendidikan anak usia dini, memiliki peran penting untuk membangun fondasi karakter siswa. Maka dari itu, ia sangat menganjurkan masyarakat Kota Bekasi untuk memanfaatkan RA-RA di lingkungannya sebagai pilihan utama untuk menyekolahkan putra-putrinya. *(Kontributor : Herissa)

Pembinaan, Kepala Kantor Singgung Pendataan Non ASN di Kankemenag Kota Tasikmalaya

0

KOTA TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag memberikan pembinaan bagi ASN Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya di Masjid Al Ikhlas pada Senin (12/8).

Pembinaan ini dilaksanakan sebelum pengajian rutin mingguan dilaksanakan. Hadir dalam kesempatan ini Kasubag TU H. Yayan Herdiana, M.Ag., Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Dr. H. Saripudin, Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam H. Danial Abdul Holik, M.Si, Kasi Pendidikan Keagamaan Islam (PAKIS), Kepala Seksi Zakat Wakaf H. Ujang Muslihat, M.Pd, dan para JFT dan JFU di lingkungan Kankemenag Kota Tasikmalaya.

Mengawali pembinaan Kepala Kantor berterimakasih dan apresiasi tinggi kepada seluruh PPK dan staf perencana telah menyelesaikan Laporan Umum Pengadaan Barang dan Jasa oleh seluruh Satker di lingkungan Kemenag Kota Tasikmalaya dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Barang dan Jasa (SIRUP).

“Alhamdulilah Kota Tasikmalaya dapat menyelesaikan Laporan SIRUP pada Sabtu (10/9) pukul 16.00 WIB. Kota Tasikmalaya selesai peringkat ketiga se-Jawa Barat di lingkungan Kemenag Jabar,” ungkapnya.

Kepala Kantor juga menyinggung mengenai pendataan Non ASN yang dilakukan oleh kepegawaian menurutnya bukanlah dalam rangka pemberkasan untuk diangkat menjadi PPPPK, tetapi ini merupakan pendataan oleh Badan Kepegawaian Negara jumlah pegawai yang dibutuhkan oleh setiap instansi atau unit kerja.

“Begitu ramai diluar mengenai pendataan mengenai pemberkasan yang telah dilakukan ini, saya luruskan, ini merupakan pendataan saja yang dilakukan, data untuk pengangkatan PPPK, apakah jurusannya linear atau tidak, berapa jumlah yang dibutuhkan, dan untuk kebutuhan data BKN. Mengenai nanti tes PPPK yang akan dilaksanakan, kembali lagi mengenai qadr setiap orang. Itulah pentingnya selalu melaksanakan pekerjaan dengan  baik,” jelasnya.

Lebih lanjut Kepala Kantor juga mengingatkan kepada para ASN yang sudah diangkat menjadi PNS ataupun PPPK. Begitu banyak orang yang mungkin ingin sekali di posisi kita, maka harus melaksanakan tanggung jawab sebaik-baiknya dan bersyukur dengan pekerjaan yang ada. *(Kontributor : Shinta)

Waduh! Listrik 450 VA Dihapus, Orang Miskin Naik Daya Jadi 900 VA

0
Ketua Banggar Said Abdullah dan Menkeu Sri Mulyani

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sepakat menaikkan daya untuk pelanggan listrik yang mendapatkan subsidi. Daya listrik masyarakat miskin yang tadinya 450 volt ampere (VA) akan dinaikkan menjadi 900 VA dan 900 VA menjadi 1.200 VA.

“Kita sepakat dengan pemerintah untuk 450 VA menjadi 900 VA, dan 900 VA jadi 1.200 VA,” kata Ketua Banggar Said Abdullah saat rapat Panja dengan Kementerian Keuangan tentang RUU APBN 2023, Senin (12/9/2022).

Sesuai Pasal 2 ayat 1 Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016, subsidi tarif listrik untuk rumah tangga dilaksanakan melalui PLN dan diberikan kepada pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA masyarakat prasejahtera yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dengan jatah listrik orang miskin ditambah menjadi minimal 900 VA, maka golongan daya listrik 450 VA dihapus. Dengan begitu permintaan terhadap listrik naik dan oversupply bisa berkurang.

“Bagi orang miskin, rentan miskin di bawah garis kemiskinan, tidak boleh lagi ada 450 VA. Kita naikkan saja kebijakannya bahwa untuk yang di bawah garis kemiskinan dan rentan minimal 900 VA,” tuturnya.

Said meminta kepada PT PLN (Persero) tidak mengenakan biaya lagi ke masyarakat atas kenaikan daya tersebut. “Kalau dari 450 VA kita naikkan 900 VA kan nggak perlu biaya. PLN tinggal datang ngotak ngatik kotak meteran,” terang Said.

Sebagai informasi, subsidi listrik pada 2023 ditetapkan Rp 72,5 triliun. Sementara keseluruhan belanja subsidi energi 2023 sebesar Rp 211,9 triliun. *(Sumber: sn)

KLB NU Brebes dan Silaturahim Warga NU

0
Oleh : Akhmad Sururi (Sekretaris MWC NU Wanasari Kab Brebes)

Konferensi Cabang Luar Biasa (KLB) PCNU Brebes menurut informasi akan digelar pada awal Oktober 2022. Beberapa informasi tentang kandidat siapa yang bakal maju sebagian sudah terdeteksi dan mungkin sebagian yang lain masih bergerak di bawah tanah.

Siapapun yang terpilih dalam KLB NU Brebes adalah pilihan warga NU yang didaulat untuk menerima amanat pokok melestarikan dan mengembangkan ajaran Ahlusunah Wal jamaah. Sehingga berharap besar pasca KLB tidak ada polarisasi yang berujung perpecahan. Karena itu membangun kesadaran bersama dengan rasa memiliki NU sebagai rumah besar kita harus tertanam jiwa warga NU Brebes.

Terlepas siapapun kandidat yang akan maju dalam kompetisi, KLB adalah forum tertinggi dalam kedaulatan NU Brebes yang akan menentukan masa depan NU. Forum tertinggi NU Brebes yang dihadiri oleh seluruh ranting NU se Kab Brebes bisa menjadi wahana silaturahmi warga NU se Kab Brebes.  Selama beberapa periode pemilihan Rois dan Ketua PCNU hanya melibatkan MWC NU sebagai pemilih. Saat sekarang kembali ketempo dulu, pengurus ranting mendapatkan undangan resmi dalam konferensi sesuai dengan amanat AD ART NU hasil Muktamar Lampung.

Sebagai wahana silaturahmi KLB NU Brebes tentu yang muncul adalah suasana persaudaraan dalam ikatan keluarga besar NU.

Saling menghargai dan menghormati menjadi kunci rekatnya persaudaraan dalam keluarga. Perbedaan pendapat dan persepsi serta asumsi yang selama ini berkembang akan mencair dalam interaksi dengan komunikasi yang menyejukan. Disinilah dibutuhkan sikap tawadlu sebagai tradisi pesantren yang melahirkan generasi NU.

Menebarkan senyum dan saling musafahah (jabat tangan) dengan wajah yang ceria akan menjadikan warna KLB dalam suasana yang tentram, damai dengan menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Kita bisa mencontoh   para Kyai Sepuh NU saat bertemu dalam Muktamar atau acara besar di NU. Merek saling berangkulan bersalaman dengan sikap yang ramah dan penuh dengan tawadlu.

Sungguh pemandangan yang indah ketika melihat warga NU dalam KLB nanti saling sapa,senyum dan salaman ***

Kakanwil Tinjau Langsung KSM Tingkat Provinsi di Bekasi

0
Kakanwil Kemenag Jabar Drs. H. Ajam Mustajam, M.Si., meninjau langsung perhelatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat di MAN 2 Kota Bekasi, Minggu (11/09)

KOTA BEKASI (Aswajanews.id) – Kepala Kanwil Kemenag Jabar Drs. H. Ajam Mustajam, M.Si., meninjau langsung perhelatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat di MAN 2 Kota Bekasi, Minggu (11/09). Kakanwil didampingi langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi, Kasubbag TU, Kasi Pendidikan Madrasah dan Ketua Pelaksana KSM wilayah Kota Bekasi, Ia menemui langsung para peserta di ruang ujian. Saat itu, sesi terakhir yang terdiri dari enam orang peserta tingkat Madrasah Ibtidaiyah, baru saja usai.

“Bagaimana ujiannya? Bisa?” tanya Kakanwil pada salah satu peserta, yang ditanggapi dengan senyuman dan anggukan.

Pada kesempatan itu, Kakanwil juga menemui para Kepala Madrasah se-Kota dan Kabupaten Bekasi, untuk menyampaikan beberapa amanat.

“KSM ini merupakan ajang untuk memperlihatkan kompetensi Madrasah di bidang sains. Maka saya harap ini bisa memotivasi Bapak-Ibu untuk meningkatkan kualitas madrasah,” tuturnya.

Ia juga mengatakan akan mendorong penuh para guru dan pimpinan Madrasah untuk meningkatkan kompetensinya.

“Saya sangat ingin guru-guru dan semua yang terlibat dalam kualitas Madrasah itu, mau melanjutkan pendidikan. Yang masih D3, segera ambil S1. Yang sudah S1, mau lanjut S2, segerakan. Saat ini sedang ada program khusus dari LPDP untuk Kemenag, yaitu Beasiswa Indonesia Bangkit, coba manfaatkan!,” pesannya tegas.

Ia sangat percaya, siswa-siswi Madrasah di Jawa Barat memiliki potensi yang besar dalam berbagai hal. Terbukti dengan seringnya Jawa Barat menjadi wakil dalam berbagai ajang Madrasah tingkat nasional.

Kakanwil juga mendoakan semoga para peserta dari Jawa Barat mendominasi di ajang KSM tingkat Nasional nanti.

“Target kami tetap, Jabar harus jadi juara satu!” ucapnya, penuh optimisme.

KSM tingkat Provinsi Jabar tahun ini diikuti oleh 27 Kota/Kabupaten, yang akan memperebutkan 1 posisi per mata lomba, untuk mewakili Jabar di KSM tingkat nasional yang rencananya akan digelar pada tanggal 10-14 Oktober mendatang. *(Kontributor : Herissa)

Madrasah Jadi Tumpuan Harapan Masyarakat

0
Kepala Kanwil Kementerian Agama Jabar, Drs. H. Ajam Mustajam, saat membuka Kompetisi Sains Madrasah di MAN 1 Bandung, Jumat (9/9).

BANDUNG (Aswajanews.id) – Derasnya laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mulai menimbulkan rasa khawatir di kalangan masyarakat. Terutama ekses negatif yang muncul dan tidak dapat dinafikan sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.

“Menyikapi kondisi ini, masyarakat mulai berpaling dan menaruh harapan besar kepada madrasah agar dapat menjawab tantangan itu,” ujar Kepala Kanwil Kementerian Agama Jabar, Drs. H. Ajam Mustajam, saat membuka Kompetisi Sains Madrasah di MAN 1 Bandung, Jumat (9/9).

Hadir mendampingi Plt. Kabag TU Drs. H. Ahmad Patoni, M. M dan Plt. Kabid Pendidikan Madrasah Drs. Tedy Ahmad Junaedy, M. Si.

Perhatian mulai muncul, lanjut Ajam, sebab di mata masyarakat, madrasah dapat memberikan benteng bagi anak-anak mereka. “Karena madrasah tidak hanya membekali ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga memberikan bekal ilmu agama,” ujarnya.

Untuk itu, dalam rangka pengembangan dan penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatkan mutu dan daya saing madrasah terutama dalam bidang sains, perlu menyelenggarakan kegiatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM).

KSM merupakan kegiatan yang digelar dan diadakan oleh Kementerian Agama sebagai wahana membangun ghirah kompetisi sains di kalangan siswa madrasah. Sejak awal digelar pada tahun 2012, KSM telah menjadi ajang yang positif dalam membangun budaya kompetisi.

“Mulai tahun 2018 KSM berupaya mengelaborasi sains dengan konteks nilai-nilai Islam. Integrasi sains dan konteks nilai-nilai Islam dalam KSM,” tuturnya.

Wahana siswa

Dijelaskan Ajam bahwa KSM tahun 2022 ini bertujuan untuk memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, disiplin serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Secara khusus tujuan KSM tahun 2022 adalah menyediakan wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains. Kemudian, memotivasi siswa madrasah agar selalu meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual berdasarkan nilai-nilai agama.

KSM juga menumbuhkembangkan budaya kompetitif yang sehat di kalangan siswa madrasah. Memberikan kesempatan menjadi duta Indonesia yang dapat membanggakan bangsa dan menjadi penyejuk di tengah keterpurukan dunia pendidikan di Indonesia.

Sementara itu, hasil yang diharapkan adalah berkembangnya bakat dan minat di bidang sains sehingga dapat berkreasi dan mencintai sains. Siswa madrasah memiliki motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual berdasarkan nilai nilai agama sehingga menjadi yang terbaik di bidangnya.

Berkembangnya budaya kompetitif yang sehat di kalangan siswa madrasah. Terjaring bibit unggul dan berprestasi sebagai calon peserta ajang kompetisi tingkat internasional. Menghasilkan siswa-siswi terbaik disetiap bidang dan menjadi SDM yang mencintai bidang keilmuannya.

KSM provinsi merupakan tahapan seleksi KSM di tingkat provinsi. Tahapan ini dimaksudkan untuk menjaring siswa terbaik tiap bidang studi KSM yang akan mewakili setiap provinsi untuk mengikuti KSM nasional.

Mutu Pendidikan

Ajam berharap semua yang bergelut di pendidikan madrasah berupaya untuk meningkatkan kwalitas pendidikan yang bermartabat. Berpedoman pada kebhinekaan dan falsafah negara. “Kita harus punya modal dan beban moral untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.dan membangun bangsa oleh anak anak yang kita didik,” katanya.

Menyinggung pembangunan madrasah, dia mengungkapkan, konsep pembangunan madrasah, harus enak dilihat, mudah dipelihara, nyaman untuk digunakan. *(Kontributor : Eva Nurwidiawati)

Plt. Kabid Penmad: Asesmen Kompetensi Madrasah Kembali Digelar

0
Plt. Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jabar Drs. H. Tedy Ahmad Junaedy, M. Si saat menjadi pembina apel pagi, Seni (12/8/2022) di Lapangan Timur Kanwil Kemenag Jabar.

BANDUNG (Aswajanews.id) – Bidang Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dalam waktu dekat akan kembali menggelar Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI). Langkah itu dilakukan sebagai upaya memotret kemampuan literasi siswa madrasah.

“Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Kementerian Agama. Literasi yang dimaksud mencakup literasi membaca, numerasi, sains, dan sosial budaya,” ujar Plt. Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jabar Drs. H. Tedy Ahmad Junaedy, M. Si saat menjadi pembina apel pagi, Seni (12/8/2022) di Lapangan Timur Kanwil Kemenag Jabar.

Menurut Tedy, Kementerian Agama sejak 2020 merancang program AKMI untuk membantu mendiagnosis kemampuan literasi siswa dan secara umum mereformasi pendidikan madrasah.

AKMI penting bagi peningkatan mutu pembelajaran siswa madrasah. “Kerjasama Kemenag dengan Bank Dunia melalui skema program REP MEQR atau reformasi mutu madrasah selama 2020-2024 ini mesti dijadikan titik pijakan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan madrasah,” tegasnya.

Sebagai Pedoman

Dikatakan, kegiatan apel pagi yang merupakan kegiatan rutin bagi ASN pada setiap minggunya, diharapkan menjadi pedoman awal bagi ASN untuk melaksanakan tugas dalam satu pekan.

“Semoga kita diberikan kelancaran, diberikan keselamatan, sehingga apa yang akan dilaksanakan bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Pada pekan lalu, Bidang Pendidikan Madrasah telah melaksanakan Kegiatan Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Jawa Barat. Beberapa waktu mendatang, akan digelar kegiatan Kompetisi Sains Tingkat Nasional.

Kemudian, tidak lama lagi Bidang Pendidikan Madrasah akan mengadakan AKMI yaitu kegiatan evaluasi bagi siswa kelas 11.

“Tapi yang paling penting, semoga kita bisa melaksanakan semua tugas dengan lancar dan sebaik baiknya,” ujarnya. *(Kontributor : Eva Nurwidiawati)

de’ TUMARITIS Band Warnai Blantika Musik Tanah Air

0
Grup Band asal Subang Kembali Ciptakan Tembang Baru

SUBANG (Aswajanews.id) – de’Tumaritis Band merupakan sebuah kelompok musik atau band asal Subang Jawa Barat. Terbentuknya grup music ini atas inisiatif Agus Mulyadi Ketua Yayasan Tunaritis Maju Bersama.

Nama Tumaritis sendiri diambil dari nama sebuah kampung yang ada di Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang.

Penasaran mengapa grup music itu dinamakan de’ TUMARITIS ?

Kalau menurut pendirinya, de’ Tumaritis bisa dipanjangkan juga :

Dengan – Tujuan – Maju Bersama – Raih cita-cita – Iringi dengan doa – Tetap – Ikhlas dan Semangat.

Agus Mulyadi Ketua Yayasan Tunaritis Maju Bersama pendiri Grup Musik de’ TUMARITIS Band

Ada pun personil de’Tumaritis band terdiri dari;

Gitaris Lingga Rinaldy, Bass Yusuf, Ritem dodi, Drum Denny, vokalis   Tikawati, Lisna, Dika, Den Bagus dan pencipta lagu denny.

Meski baru seumur jagung, de’Tumaritis telah menciptakan beberapa lagu diantaranya lagu penyesalan yang sekarang sahabat tonton di TV Youtobe ini.

Kebanyakan, tema yang diangkat dari kehidupan sehari-hari. Itulah yang diharapkan  Agus Mulyadi yang menginginkan lirik-lirik lagu mereka begitu dekat dan tidak berjarak dengan kehidupan keseharian banyak orang. *(Elisa Nurasri)

Bupati Meninjau Lokasi Bencana Alam Angin Puting Beliung di Kecamatan Cimenyan

0
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna meninjau lokasi bencana alam angin puting beliung di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Rabu (7/9/2022).

KAB BANDUNG (Aswajanews.id) – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna meninjau lokasi bencana alam angin puting beliung di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Rabu (7/9/2022). Bupati Bandung pun memberikan motivasi dan semangat kepada para korban angin puting beliung tersebut supaya selalu bersabar dan istikomah dalam menjalani kehidupan.

Dadang Supriatna pun turut meninjau lokasi bencana angin puting beliung dengan kondisi rumah yang mengalami kerusakan cukup parah.

Camat Cimenyan Cucu Endang yang turut mendampingi kunjungan Bupati Bandung saat itu mengatakan, bahwa Bupati Bandung saat hadir ke lokasi bencana memberikan semangat dan motivasi kepada para korban bencana angin puting beliung.

“Pak Bupati Bandung juga turut mengucapkan rasa prihatinnya, kepada warga masyarakat yang terkena musibah bencana alam angin puting beliung tersebut,” kata Cucu Endang kepada wartawan di Cimenyan, Rabu.

Bupati Bandung, kata Cucu Endang, turut memberikan bantuan paket sembako kepada warga sekitar. Kemudian dari Dinas Sosial maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung ada bantuan terpal dan makanan siap saji untuk warga korban bencana. BPBD juga nanti akan memberikan bantuan keuangan dengan cara transfer ke rekening sasaran penerima bantuan atau kepada warga yang kena bencana.

“Dari PMI juga ada bantuan  alat-alat mandi seperti sabun, handuk dan lain sebagainya untuk para korban angin puting beliung,” katanya.

Bantuan juga datang dari jajaran TNI, Polri maupun para pengusaha yang ada di Kecamatan Cimenyan. “Ada yang memberikan bantuan tambahan, berupa asbes, kayu untuk atap rumah dan lain sebagainya,” kataanya.

Namun untuk memberikan bantuan kepada para korban angin puting beliung dalam bentuk uang, kata Cucu Endang, masih dalam proses, setelah pihak kecamatan dan desa melakukan pendataan korban angin puting beliung.

“CPCL (Calon Penerima Calon Lokasi) sudah disiapkan. Nanti ada fakta integritas yang harus ditandatangani oleh pihak desa atau kepala desa, kemudian direkomendasi dari pihak kecamatan. Setelah itu di SK-an oleh Pak Bupati,” katanya.

Camat Cucu Endang mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk BPBD, Dinas Sosial, Disperkintan, termasuk dari Dinas Koperasi dan UMKM, guna membahas permasalahan yang sekarang sedang terjadi di Kecamatan Cimenyan.

“Termasuk membahas bantuan-bantuan yang tadi  dibicarakan, termasuk antisipasi kedepan. Nanti dari pihak BPBD akan menyelenggarakan  pendidikan dan latihan kepada warga masyarakat di Kecamatan Cimenyan, dengan menghadirkan para narasumber yang ahli dan profesional di bidang kebencanaan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, bencana angin puting beliung menerjang kawasan permukiman penduduk di Kampung Ciharalang RT 04/RW 01 Desa Mekar Saluyu dan Kampung Balong RT 01/RW 01 Desa Cimenyan Kecamatan Cimenyan  Kabupaten Bandung, Minggu (4/9/2022) pukul 14.20 WIB.

Berdasarkan hasil assesment BPBD Kabupaten Bandung di lokasi bencana angin puting beliung, terdapat sejumlah kerusakan rumah milik warga. Baik rusak berat maupun rusak ringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama menjelaskan, di Kampung Ciharalang diketahui 1 rumah rusak berat milik Tia Darma.

“Sebanyak 21 rusak ringan (26 KK, 95 jiwa), 8 unit warung rusak ringan, kerusakan rumah pada umumnya bagian atap/genting. Alhamdulillah, hasil dari pemantauan di lapangan, tidak ada korban jiwa alias nihil,” kata Uka Suska kepada Koran Gala, Minggu malam. Sedangkan di Kampung Balong, terang Uka Suska, sebanyak 18 rumah rusak sedang, 23 rumah rusak ringan. *(Elisa Nurasri)

Jawaban pada Orang Tua yang Sudah Tidak Percaya Terhadap Guru yang Mendidik Anaknya

0
H. Lukman Nur Hakim, S.Psi., M.Pd.

Kunci sukses peserta didik dalam belajar, tidak semua tergantung pada satu sisi tanggungjawab dan beban yang harus dijalankan peserta didik semata.  Namun ada sisi lain yang tidak bisa dilupakan, yaitu peran dan perilaku orang tua yang sangat luar biasa dalam menghantarkan kesuksesan proses belajar anaknya.

Orang tua ataupun wali murid dapat dikatakan menjadi kunci sukses belajar anaknya. Hal ini bila orang tua dapat melakukan komunikasi dan menghormati guru anaknya dengan baik.

Pada sisi lain, orang tua akan dapat menjadi penghalang kesuksesan belajar anaknya, bila orang tua sudah tidak percaya pada guru, apalagi sudah mencaci dan menjelekan sosok guru yang mengajarkan ilmu pada anaknya. Hal ini pula yang akan merusak keberhasilan dalam proses belajar anaknya.

Ada pelajaran yang sangat berharga, tentang orang tua yang tidak memiliki adab atau mampu menjaga sopan santun bahkan menjelek-jelekan  gurunnya.

Sebagaimana yang terjadi pada sosok guru yang mulia, Syaikh Abudul Qodir Jailani, Ketika mendapatkan perilaku yang kurang baik dan sudah tidak percaya dari orang tua peserta didik, terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh beliau.

Ketidakpercayaan pada sang guru. Baik karena terkena Hoak maupun emosional sesaat, akan bertambak tidak hanya terjadi pada diri orang tua semata. Namun yang jelas anak yang tidak mengetahui apa-apa dari keputusan yang kurang baik terkena imbasnya pula.

Walapun dalam perjalananya orang tua murid menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada sang guru atas sikapnya, serta berusaha mengembalikan kembali dan meyakinkan agar anaknya di terima menjadi murid beliau, tetapi apa yang terjadi?.

Syaikh Abdul Qadir menjawab, “Bukan aku tidak mau menerimanya kembali, tapi Allah SWT. sudah menutup pintu hatinya untuk menerima ilmu. Allah SWT sudah menutup futuh-nya untuk mendapat ilmu, disebabkan seorang ayah yang tidak beradab kepada guru, maka anak yang menjadi korban.”

Membaca dari apa yang disampaikan oleh Syaikh Abdul Qadir Jailani, sosok ulama yang produktif dalam berkarya, banyak memiliki jutaan murid dari berbagai Negara dan namanya sering disebut-sebut dalam berwasilah, karena keagungan beliaulah sebagai Sultanya para wali Allah SWT.

Adab harus diatas ilmu, kerjasamalah yang baik dengan guru. Percaya dan ikhlaslah pada guru yang mendidik anaknya. Begitu pula guru sebagai penerima  amanah, harus ikhlas dan  mendidik sebaik mungkin agar orang tua bangga.

Semoga tidak ada perseturuan antara pesertadidik, orangtua dan guru.  Hal ini berdampak kurang baik dalam dunia pendidikan dan tidak dibenarkan. Teruslah melangka seirama antara guru dan orang tua, keduanya harus berjalan bersama-sama, seirama mendidik anak. Aamiiin. *Lukman Nur Hakim, Brebes 11 September 2022.

Halaqoh PC NU Brebes menuju Penguatan Ukhuwah Nahdliyah

0
Oleh : Akhmad Sururi (Sekretaris MWC NU Wanasari Brebes)

Beberapa hari yang lalu penulis mendapatkan informasi bahwa sebelum Konfercab Luar Biasa NU Brebes yang diselenggarakan oleh Pengurus Careteker akan dilaksanakan Halaqoh. Kegiatan yang melibatkan jajaran Syuriyah dan Pengasuh Pesantren se-Kabupaten Brebes merupakan hajat Kita bersama untuk urun rembug tentang masa depan NU Brebes kedepan. Salah satunya merumuskan bakal calon yang akan diusung saat Konferensi Luar Biasa (KLB) NU Brebes.

Dengan demikian Halaqoh bisa dijadikan pra KLB yang bisa merekomendasikan konsep dan rancangan serta figur yang akan masuk dalam kontestasi NU Brebes.

Rembugan atau musyawarah dalam forum Halaqoh yang mengundang Rois Syuriyah MWC NU dan Pengasuh Pesantren se Kab Brebes diharapkan memunculkan kesepakatan dan kesepahaman bersama untuk memperkuat ukhuwah Nahdliyah untuk menghadapi 2 abad NU.

Secara teknis dalam forum tersebut menurut informasi yang disampaikan oleh salah satu pengurus Careteker akan merekomendasikan maksimal 5 kandidat dan minimal 3 kandidat calon ketua. Sehingga penjaringan 5 dan 3 kemungkinan menjadi kewenangan forum.  Tugas pengurus MWC NU dan Kyai Pesantren pasca Halaqah nanti menyampaikan ke pengurus ranting yang memiliki hak suara untuk pemilihan dalam KLB.

 Halaqoh sebagai forum kultural diharapkan bukan sekedar merekomendasikan Rois dan Ketua NU Brebes, lebih dari itu Halaqoh diharapkan menghilangkan polarisasi kelompok kelompok yang kurang baik untuk NU Brebes.

Forum Kultural ini sangat strategis dalam rangka menjaring pemikiran dan aspirasi dari komunitas Ulama dan Kyai Pesantren. Kedua komunitas ini memiliki kekuatan moral sebagai spririt warga NU yang berada di area grassroot (ranting).

Pasca NU Brebes dilanda dualisme kepengurusan mayoritas warga NU dibawah menaruh harapan besar untuk kembali bersama dalam satu rumah besar NU. Oleh karena keteladanan sikap dan pernyataan dua komunitas (Syuriah dan Kyai Pesantrennya) akan menjadi penentu NU Brebes kedepan.

 Mengapa demikian? Saat saat mendekati konfercab luar biasa sebagian besar warga NU lebih terpaku pada siapa calon Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziah.

 Pada satu sisi hal tersebut dianggap wajar karena orang nomor satu akan mengendalikan organisasi dan mengusung serta mengamankan ide, gagasan serta program sampai akhir masa jabatan. Namun disisi yang lain kita sering melupakan konsep strategi dalam membangun kekuatan organisasi dengan struktur yang match (sesuai dengan kompetensinya)

Model pertama lebih terfokus pada kekuasaan dengan idiom sekeranjang konsep program akan terkalahkan dengan segenggam kekuasaan.  Model yang kedua lebih menekankan pada profesionalisme dalam kepemimpinan.

Mengelaborasi kedua model tersebut menjadi yang ideal sehingga seorang pemimpin tidak menerima chek kosong.

Saatnya warga NU berfikir strategis membangun NU Brebes kedepan dengan melepaskan egosentris kelompok yang akan berujung ketidak harmonisan dalam rumah besar NU. Saling mendukung menjadi kata kunci untuk kemajuan bukan saling menelikung yang akan berujung pada kebencian dan permusuhan dan itu bukan akhlak sebagai orang NU.

 Oleh karena itu gerakan kultural akan lebih punya makna kalau “nafsul mutmainah” lebih mendominasi dalam setiap gerak dan langkah berkhidmat untuk NU. Halaqoh menjadi pilar gerakan kultural yang akan menjadi tiket massal untuk masuk dalam pesta silaturahmi dalam besutan Konferensi Luar Biasa sebagai forum formal.

Sekalipun Halaqoh bukan forum formal untuk memutuskan siapa Rois dan Ketua, tapi setidaknya ada gambaran awal (abtraksi) yang menjadi pilihan dalam KLB nanti.

 Pola pendekatan kultural sering dipraktekkan oleh para sesepuh NU Brebes. Menurut sumber informasi dulu Al Magfurlah KH Masruri sering mengajak bertemu dengan KH Mansyur Tarsudi untuk membicarakan tentang problematika umat dalam obrolan kultural.

 Sebelum berdirinya NU, para Kyai Pesantren sering silaturahmi (pertemuan kultural) untuk membicarakan pergerakan agama dan bangsa. Ilustrasi ini bisa disimpulkan, bahwa tidak semua persoalan umat bisa diselesaikan dengan aturan formal, tapi terkadang penyelesaian ditingkat formal harus melalui jalur kultural.

 Oleh karena itu Halaqah nanti sebagai silaturahmi besar yang dapat merekatkan hubungan sesama tokoh NU Brebes (Pengasuh pesantren dan Rois Syuriah). Sehingga NU Brebes semakin kuat dan bermanfaat dalam khidmat kepada umat. ***

Bupati Cirebon Membuka Kegiatan Forum Discussion Group

0
Bupati Cirebon Drs. H. Imron M.Ag membuka kegiatan Forum Discussion Group (FGD) Laboratorium Kreasi Cipta di Ruang Nyi Mas Gandasari, Kamis (8/9/2022).

CIREBON (Aswajanews.id) – Bupati Cirebon Drs. H. Imron M.Ag membuka kegiatan Forum Discussion Group (FGD) Laboratorium Kreasi Cipta dengan tema “Pengembangan Strategi Promosi Bisnis Industri Batik Ramah Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal UMKM Desa Ciwaringin” dalam rangka Matching Fund Tahun 2022 Universitas Pancasila Jakarta, bertempat di Ruang Nyi Mas Gandasari, Kamis (8/9/2022).

Acara ini dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dosen dan mahasiswa, Asisten Daerah Pemerintah Kabupaten Cirebon, para kepala dinas Kabupaten Cirebon, Camat Ciwaringin, serta para pelaku UMKM di Desa Ciwaringin.

Pewarna alami pada batik Ciwaringin telah menarik perhatian pihak Universitas Pancasila (UP) Jakarta. Melalui program dari Kemendikbud RI, pihak UP akan menempatkan sekitar 30 mahasiswanya untuk membantu mengembangkan strategi promosi, agar pemasaran batik Ciwaringin lebih optimal.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, Prof. Dr. Ir. Iha Maryani Hatta, SE MM mengatakan, “Seperti yang kita tahu, UMKM batik berbasis ramah lingkungan di Cirebon ini sudah lama, namun belum adanya strategi promosi yang optimal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan usaha bisnis batik ramah lingkungan dan diharapkan seluruh UMKM batik ramah lingkungan ini dapat mendukung dan mendorong program yang kami laksanakan.” ujarnya.

Selaras dengan apa yang disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, Bupati Cirebon mendukung kegiatan yang dilaksanakan dan menyambut baik, serta mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan partisipasi semua pihak.

Lebih lanjut, Bupati Cirebon menyampaikan harapannya, “Di era persaingan global, usaha akan eksis dan terkenal apabila hasil dari penelitian ini ditinjau dari kelebihan dan kekurangannya. Serta memaksimalkan strategi pemasaran yang optimal disesuaikan dengan perkembangan zaman, khusunya batik Ciwaringin yang menjadi produk unggulan Kabupaten Cirebon.” *(Diskominfo)

Wabup Garut Sarankan Kompor Induksi Sebagai Kompor Alternatif di Masyarakat

0
Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, mensosialisasikan program konversi penggunaan gas LPG menjadi kompor induksi.

GARUT (Aswajanews.id) – Sejalan dengan Surat Edaran Bupati Garut Nomor DG.02.01/3232/KSM Tentang Himbauan Penggunan Kompor Induksi di Kabupaten Garut, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, mensosialisasikan program konversi penggunaan gas LPG menjadi kompor induksi.

Wabup Garut menyatakan, kompor induksi ini bisa digunakan sebagai kompor alternatif di masyarakat karena jika dibandingkan dengan gas non subsidi, kompor induksi dinilai lebih murah dan hemat.

“Kita kan kalau gas itu cukup mahal sekarang, jadi hampir setengahnya saya tadi hitung, saya dengar dari pak manager juga 18 ribu dengan gas, sedangkan dengan listrik hanya habis 10 ribu jadi menghemat nya 8 ribu,” ucapnya di sela-sela  acara Hari Pelanggan Nasional yang diselenggarakan oleh PT. PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Garut, di Halaman Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kamis (8/9/2022).

Ia menyampaikan, untuk kompor gas subsidi sendiri bisa dianggap seimbang dengan kompor induksi. Meskipun begitu, gas LPG di wilayah terpencil memiliki harga yang lebih mahal karena adanya biaya akomodasi.

“Kemudian di daerah-daerah terpencil kan lebih mahal, kalau harganya 20rb mungkin masih sama imbang antara gas melon dengan kompor induksi,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya, penggunaan kompor gas seringkali mengalami situasi kelangkaan gas LPG, sehingga menyebabkan kenaikan harga yang signifikan.

“Tapi ketika di daerah karena transfortasi karna kelangkaan seringkali kita melihat di masyarakat (harga gas) sampai dengan 25 ribu bahkan lebih dari itu,” lanjutnya.

Maka dari itu, imbuh Helmi, penggunaan kompor induksi bisa memudahkan masyarakat serta memiliki harga yang lebih murah karena memakai listrik.

“Jadi ini bagus menjadi alternatif sumber energi yang bisa digunakan oleh masyarakat, baik bisa menghemat ataupun bisa mencegah naik harga yang tidak menentu,” tuturnya.

Kompor induksi ini dinilai lebih nyaman, lebih bersih, dan lebih praktis. Selain itu, kompor induksi ini bersifat fleksibel karena bisa disimpan dimana saja.

“Saya beli yang kecil saya coba ya memang nyaman, jadi bisa ditaruh di meja, mejanya meja kayu juga nyaman tidak takut kepanasan disitu kemudian kebakaran dan sebagainya,” katanya.

Berkaitan dengan Hari Pelanggan Nasional, dilaksanakan lomba memasak yang diikuti oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Garut, di mana  semua kompor induksi berikut alat masaknya yang digunakan dalam lomba memasak diberikan kepada peserta lomba. *(Diskominfo)

Raja Juli Nggak Mau Presiden yang Pakai Politik Identitas

0
Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni (Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Menyoroti pernyataan Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni yang ingin pemimpin nasionalis sejati dan tidak menggunakan politik identitas, Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo punya pesan untuk para kader pimpinan Giring Ganesha tersebut.

“Saya tidak paham apa yang dimaksud PSI dengan politik identitas. Teman-teman PSI mungkin harus baca filsafat politik,” ujar Kunto kepada GenPI.co, Minggu (4/9/2022).

Menurutnya, semua kader PSI harus mulai membuka Google dan mempelajari makna politik identitas dari sumber Stanford University, Amerika Serikat. Kunto juga menerangkan politik identitas merupakan aktivitas politik maupun teori politik yang menyoroti tentang pengalaman bersama oleh suatu kelompok.

“Kelompok-kelompok tersebut adalah orang yang memiliki identitas tertentu dan pengalaman tentang ketidakadilan atau ketertindasan,” ungkap dia.

Kunto mencontohkan, yakni feminisme yang dijadikan identitas para kaum perempuan. “Kemudian ada pula (politik identitas, red) terkait orang-orang Indian, bahkan masyarakat berkulit hitam Papua di Indonesia,” tutur Kunto.

Sebelumnya, Raja Juli menyebutkan PSI ingin mencari pengganti Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2024. Dia juga menilai partainya mencari sosok pemimpin nasionalis sejati dan bukan pengguna politik identitas.

“Mencari pemimpin yang nasionalis sejati, bukan pemimpin yang gunakan politik identitas untuk meraih dukungan masyarakat,” imbuh Raja Juli. *(WE)

Anies Dinilai Inkonsisten Terkait Kontrak PAM Jaya dengan Swasta

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Anggota DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menilai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan inkonsisten antara ucapan dan kebijakan terkait pengembalian pengelolaan aset kepada Perusahaan Daerah Air Minum Provinsi DKI Jakarta yakni PAM Jaya.

Pasalnya Anies beralasan bahwa hambatan pipanisasi dikarenakan PAM Jaya masih terikat kontrak dengan Palyja dan Aetra, sehingga pihaknya tidak bisa mengucurkan Penyertaan Modal Daerah (PMD) pada PAM Jaya hingga kontrak pengelolaan aset dengan pihak swasta berakhir terlebih dahulu.

Namun di sisi lain, ternyata Anies juga telah mengeluarkan kebijakan yang justru menyetujui PAM Jaya untuk membuka tender pencarian mitra baru seiring kontrak dengan Palyja dan Aetra akan berakhir 31 Januari 2023.

“Saya rasa Gubernur tidak jujur, karena justru Gubernur yang menyetujui aset PAM Jaya kembali dikelola swasta. Bagaimana mau mendorong pipanisasi dan memberikan PMD pada PAM Jaya kalau pengelolaan asetnya kembali ditawarkan ke swasta,” tegas Gilbert, Rabu (07/09/2022).

Sebagaimana diketahui, pada tanggal 23 Agustus 2022, Anies menandatangani Keputusan Kepala Daerah tentang Persetujuan Rencana Kerja Sama Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya dalam Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum melalui Optimalisasi Aset Eksisting dan Penyediaan Aset Baru dengan Skema Pembiayaan Bundling.

Atas landasan tersebut, PAM Jaya menerbitkan Pengumuman dengan Nomor 001/TimKS/UMUM/VIII/2022/UMUM/VIII tertanggal 26 Agustus 2022 mengenai Pengumuman Prakualifikasi Pengadaan Mitra Kerja Sama. Perkiraan nilai total Proyek sebesar 43,1 Triliun yang terdiri dari perkiraan Capex sebesar 23,9 Triliun dan Opex sebesar 19,2 Triliun selama periode 25 tahun kerja sama.

Direktur Umum PAM JAYA, Tedy Jiwantara Sitepu membenarkan bahwa telah dilaksanakan market sounding dan aanwijzing prakualifikasi. Sedangkan proses prakualifikasi sendiri masih berlangsung sampai dengan saat ini.

“Market sounding dan aanwijzing sudah selesai. PQ masih proses ya,” jelas Tedy. (WP)

RRI Raih Penghargaan dari BMKG

0

JAKARTA (Aswajanews.id) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) meraih penghargaan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai Mos Engaging Media, atau media yang paling banyak melibatkan publik dalam berbagai programnya.

Penghargaan itu diberikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam peringatan Hari Metereologi. Klimatologi dan Geofisika Nasional (HMKGN) yang ke-75 yang berlangsung di Jakarta, Senin (8/8/2022).

Direktur Utama LPP-RRI Hendrasmo mengatakan, penghargaan yang diberikan BMKG karena RRI selama ini telah menjadi bagian penting dalam penyebarluasan informasi publik di bidang metereologi, klimatologi dan geofisika.

Hal ini juga merupakan wujud nyata kerjasama RRI dengan BMKG yang telah dilakukan selama ini. RRI dan BMKG bidang tugasnya hampir sama di antaranya dalam penyebarluasan informasi dan edukasi kepada publik, dan salah satu program unggulan RRI adalah Kentongan.

Program Kentongan ini merupakan bentuk tanggung jawab RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik untuk terlibat dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana.

Program penyadaran kebencanaan ini dilakukan dengan melibatkan langsung publik untuk menyampaikan informasi bencana atau sebaliknya masyarakat juga mendapatkan informasi sebagai langkah-langkah antisipasi kebencanaan.

BMKG telah bekerjasama dengan LPP RRI dan juga sejumlah mitra terkait dalam hal penyebarluasan informasi publik di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika melalui media elektronik. RRI menjadi salah satu media yang menyiarkan informasi bencana dan disebarluaskan ke seluruh wilayah Indonesia.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam sambutannya menjelaskan, bahwa tantangan yang dihadapi BMKG ke depan sangat berat, mengingat kondisi ekstrem yang kerap menerjang Indonesia, mulai badai hingga tsunami.

Pada saat yang sama Dirut LPP RRI Hendrasmo mengungkapkan, RRI akan terus membuka seluas-luasnya keterlibatan publik dalam rangka membuat konten yang mencerahkan, mencerdaskan dan memberdayakan serta mempersatukan bangsa.

“RRI ingin terus memperkuat perannya dalam membangun bangsa, termasuk di antaranya memperkuat siaran UMKM,” kata Hendrasmo.

Selama ini RRI di daerah melalui Programa Satu (Pro 1), telah memerankan diri sebagai radio pembangunan. Karena sifat radio yang lokal, maka akan lebih mampu mengumpulkan para stakeholder di daerah dalam upaya memperkuat proses pembangunan di daerah masing-masing.

“Hingga saat ini RRI hadir di 67 daerah di seluruh Indonesia plus 40 stasiun produksi di daerah telah memperkuat perannya,” jelas Hendrasmo. (KBRN)

Pemkab Tapsel Telantarkan Gedung Perkemahan Pramuka Danau Siais Angkola Sangkunur

0
Gedung Perkemahan Pramuka Aset Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel), yang terletak di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, dipinggir Jalan Lintas Barat Danau Siais, diduga sengaja ditelantarkan dan dibiarkan rusak

Tapanuli (Aswajanews.id) – Lebih dari lima tahun Gedung Perkemahan Pramuka Aset Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang terletak di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara dipinggir Jalan Lintas Barat Danau Siais, diduga sengaja ditelantarkan dan dibiarkan rusak. Kini gedung asset pemerintah tersebut berubah fungsi menjadi rumah hantu.

Seperti pantauan wartawan langsung dilokasi, terlihat kondisi gedung tersebut telah rusak parah diduga karena tidak dipelihara atau ditelantarkan oleh dinas terkait di Pemkab Tapsel.

Menjadi pertanyaan publik adalah anggaran biaya pemeliharaan pada dinas terkait selama bertahun-tahun belakangan dialokasikan kemana?

Tampak terlihat sekeliling gedung telah ditumbuhi rumput dan pohon, plafon dan beberapa bagian gedung sudah runtuh hingga rusak total.

Bangunan Gedung Perkemahan Pramuka itu diperkirakan diterlantarkan sudah mencapai 5 tahun lebih tetapi disinyalir biaya pemeliharan ngucur terus setiap tahunnya dari APBD Pemkab Tapsel, tetapi tidak ada realisasi fisik pemeliharaan dilapangan

Warga masyarakat setempat menyayangkan diterlantarkan gedung tersebut oleh Pemkab Tapsel, karena pembangunannya menggunakan uang pajak rakyat, dan berharap pihak Pemkab Tapsel memperbaikinya kembali sehingga Perkemahan Pramuka berjalan lancar seperti semula

“Sebagai warga Tapsel kita sangat menyayangkan Aset Daerah dibiarkan rusak tidak terawat. Tak enak dipandang mata karena diselimuti semak,” ujar J. Nasution, salah seorang warga masyarakat setempat kepada media ini, Jumat (12/08/2022).

Dikatakan oleh warga masyarakat lainnya bahwa beberapa unit rumah atau gedung Aset Daerah tersebut sudah terlantar bertahun-tahun tidak dihuni tanpa ada perawatan dan perbaikan, sehingga mengalami kerusakan yang sangat memprihatinkan dan juga berdampak terjadinya pemborosan uang pajak rakyat. (Rahmat)

Ketua TP PKK Tapsel : Kehadiran Ulama di Tengah Umat Sangat Dibutuhkan

0
Ketua TP PKK Tapanuli Selatan (Tapsel), Ny Rosalina Dolly Pasaribu

Tapsel (Aswajanews.id)Ketua TP PKK Tapanuli Selatan (Tapsel), Ny Rosalina Dolly Pasaribu, mengatakan bahwa, kehadiran ulama di tengah-tengah umat sangat dibutuhkan. Menurutnya, ulama diharapkan tidak hanya bisa membaca realitas kehidupan yang sering kali berubah seiring perkembangan zaman, tetapi mampu mencermati juga meresponnya.

“Sebab hal itu sejalan dengan visi gerakan PKK, yakni terwujudnya keluarga sehat, cerdas, berdaya, beriman, dan bertakwa, menuju Indonesia maju di 2024,” ujarnya saat menghadiri peresmian Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Tapsel yang dirangkai dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H/2022 M, di Lapangan Kantor MUI setempat Desa Situmba, Kecamatan Sipirok, Rabu (10/8).

Dengan diresmikannya PTKU itu, sambung Rosalina, diharap dapat menjadi inspirasi serta daya dorong ke semua pihak untuk tetap memelihara komitmen, semangat keberagaman, maupun kontribusi nyata dalam upaya pembangunan karakter dan jati diri bangsa. Dia mengaku, menyambut baik kehadiran PTKU, yang diharap mampu melahirkan ulama-ulama muda di Tapsel.

“Di mana, diharapkan ulama yang lahir tak hanya sekedar menguasai ilmu keislaman, melainkan juga ilmu pengetahuan lainnya. Kelahiran ulama ke depan, diharapkan juga bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia cerdas dan berilmu pengetahuan serta beramal soleh,” harapnya.

Di era globalisasi seperti saat ini dengan berbagai kemajuan teknologi, Rosalina menyadari akan banyak tantangan yang akan dihadapi umat Islam nanti, terutama masuknya budaya-budaya yang tidak sesuai dengan nilai keislaman. Menurut Rosalina, kegiatan yang dirangkai dengan Tahun Baru Islam, ini juga bisa diartikan sebagai momen, bagaimana ulama bisa mengambil hikmah dengan berhijrah ke arah yang lebih baik.

“Saat ini, kita sedang proses hijrah. Hijrah dari pesimisme menuju optimisme. Hijrah dari individualisme menuju kerjasama. Dan, hijrah dari kemarahan menuju kesabaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rosalina menjelaskan untuk kelancaran hijrah dibutuhkan manusia-manusia yang unggul, cerdas, inovatif, dan berakhlakul karimah. Dia percaya, PTKU MUI Tapsel memiliki peran penting dalam mempersiapkan penerusnya di masa yang akan datang, untuk menjadi manusia-manusia terbaik di Tapsel yang siap hadapi perubahan global dan adanya revolusi industri jilid 4.

“Dan, PTKU diharap lahirkan ulama yang mampu menerima informasi dengan baik ditengah perkembangan teknologi,” jelas Rosalina.

Sementara Bupati Tapsel, H Dolly Pasaribu, SPt, MM, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Ali Akbar Hutahusut, memberikan apresiasi yang tinggi kepada MUI, karena telah berperan dalam membangun manusia-manusia yang cerdas di Bumi Tapsel melalui PTKU.

“Kami juga tahu untuk mendirikan PTKU tidaklah mudah, tentu membutuhkan proses yang panjang, pengorbanan waktu. Ini semua tidak lepas dari kerja keras dari seluruh pengurus. Ini juga terbentuk dilihat dari masalah-masalah yang ada di Tapsel begitu juga dengan minimnya kader ulama,” katanya.

Sedangkan Ketua MUI Kabupaten Tapsel KH Ahmad Gozali Siregar menjelaskan bahwa PTKU atau maha santri ini berdiri atas dasar kelangkaan akhlak daripada anak-anak kita, yang sudah jauh dari yang kita hadapkan. Pendidikan ini berbeda dengan perguruan tinggi lain, mereka belajar beramal tiga tahun.

“Begitu juga anak kita yang nantinya sudah selesai menyelesaikan pendidikan, akan siap mengabdi di kecamatan-kecamatan asalnya. Membuka rumah Al-quran untuk di kembangkan di desa-desa,” jelasnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Maralaut Siregar dalam laporannya menjelaskan bahwa santri yang dibina tahun ini sebanyak 15 orang terdiri dari satu perkecamatan yang ada di Tapsel. Kegiatan ini terinspirasi dari PTKU Kota Binjai yang sudah di kunjungi tahun lewat.

“Perlu juga kita ketahui di antara santri kita yang akan belajar di PTKU, sudah ada yang hafal 30 juz, 15 juz, 5 juz, dan akan dibimbing dari penguruan tinggi yang sudah ikut mengabdi di MUI Tapsel. Kami juga mohon dukungan dari semua pihak agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik,” terangnya.

Turut hadir perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD, Kakan Kemenag Tapsel, Ketua MUI se-Tabagsel, pengurus MUI Tapsel, Ketua FKUB, Ketua DMI Tapsel, Kabag Kesra, pimpinan Perbankan, Wakil Rektor UIN Syahada, dan orang tua santri PTKU. (Humas/Rahmat)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts