Google search engine
Beranda blog Halaman 235

Praperadilan Perkara Korupsi Pompa Air Riol Cirebon Ditolak Hakim

0
Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Cirebon, Jawa Barat Masridawati saat memimpin sidang praperadilan kasus korupsi pompa air riol di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (27/9/2022).

CIREBON (Aswajanews.id) – Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Cirebon Masridawati menolak permohonan praperadilan yang diajukan oleh pemohon anak tersangka perkara korupsi berinisial LT pejabat Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).

“Mengadili, menolak permohonan praperadilan pemohon seluruhnya. Membebankan biaya perkara kepada termohon sebesar nihil,” kata Masridawati di Cirebon, Jawa Barat, Selasa.

Menurutnya dalil yang diajukan oleh anak kandung dari tersangka LT dan kuasa hukumnya tidak berdasar, dan semua yang dilakukan oleh termohon dalam hal ini Kejaksaan Negeri Cirebon, sudah sesuai peraturan.

Seperti penetapan tersangka kepada LT, di mana menurut hakim termohon telah memenuhi dua alat bukti yang sudah menjadi ketetapan seperti bukti saksi dan juga surat.

“Apa yang dilakukan termohon jelas sesuai dengan kewenangan-nya, dan tindakan termohon telah memenuhi dua alat bukti untuk menetapkan tersangka. Yaitu keterangan saksi dan surat, maka dalil pemohon tidak beralasan dan harus ditolak,” tuturnya. Bukan hanya penetapan tersangka yang ditolak hakim tunggal, namun dari 11 dalil yang diajukan pemohon dan kuasa hukumnya, semua tidak berdasar dan ditolak oleh hakim.

Sementara itu, Kuasa Hukum tersangka kasus dugaan korupsi pompa air riol berinisial LT, Erdi Djati Soemantri mengatakan, pihaknya sudah memprediksi putusan yang akan diambil hakim, namun ini tidak menjadi masalah bagi mereka.

Erdi memastikan ketika dalam dua sampai lima hari ke depan kliennya tidak juga disidangkan, maka pihaknya akan kembali mengajukan upaya hukum lainnya.

“Sudah kami prediksi seperti itu. Bukan masalah kebenaran, kami akan ajukan kembali. kami tidak akan pernah menyerah, masih banyak upaya hukum lainnya,” katanya. *(Ant)

Konsep Desa Wisata Bisa Menarik Mancanegara, Kata Pusat Studi Pariwisata Unpad

0
Desa wisata yang ada di kawasan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

BANDUNG (Aswajanews.id) – Konsep desa wisata yang ada di Indonesia bisa menjadi sektor pariwisata potensial yang bisa ditawarkan ke wisatawan mancanegara jika mampu dikelola dengan baik, kata Kepala Pusat Studi Pariwisata Universitas Padjadjaran (Unpad) Awaludin Nugraha.

Menurut Awaludin, pengembangan pariwisata berbasis desa belum banyak dilakukan di banyak negara di dunia. Sehingga menurutnya desa wisata bisa menjadi sebuah kekhasan Indonesia.

“Ini khasnya Indonesia, sesuatu baru yang bisa kita tawarkan ke internasional, apabila kita bisa mengelolanya dengan baik,” kata Awaludin dalam laman resmi Unpad di Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Dia mengatakan konsep desa wisata semakin menguat setelah adanya pandemi COVID-19 karena didasarkan keyakinan jika pengembangan desa wisata bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Hal itu pun, kata dia, ditunjang dengan kebijakan pemerintah yang berupaya mengembangkan desa wisata guna mengakselerasi perekonomian dalam rangka pemulihan ekonomi. Namun dia menilai konsep desa wisata belum sepenuhnya dipahami oleh para pelaku pariwisata. Karena, kata dia, pariwisata tidak mengenal batas wilayah, sedangkan sebuah desa sangat erat kaitannya dengan batas wilayah secara administratif.

Selain itu, menurutnya masyarakat desa banyak yang memaknai bahwa sektor pariwisata hanya sebatas ranah rekreasi. Padahal, kata dia, banyak aspek di pedesaan yang bisa menjadi potensi pariwisata seperti wisata petualangan, ziarah, kuliner, hingga kepercayaan atau kebudayaan lokal di desa tersebut. “Di tempat lain ada medical tourism, bagaimana praktik dukun atau pengobatan herbal bisa disaksikan wisatawan. Ada pula wisata atraksi, teknik khas, ataupun nilai lokal yang belum tersentuh,” kata Awaludin yang merupakan Dosen Program Studi Magister Pariwisata Berkelanjutan Unpad.

Adapun menurutnya dukungan pemerintah bisa dilakukan dengan mempersiapkan data potensi pariwisata, pemberian beasiswa pengembangan sumber daya kepariwisataan, membangun infrastruktur, hingga mendukung program pengabdian masyarakat yang dilakukan perguruan tinggi di desa.

Tentunya, dia mengatakan akademisi juga berperan dalam penguatan kapasitas sumber daya pariwisata, mulai dari peningkatan penguasaan bahasa asing, hingga edukasi untuk merawat infrastruktur desa. *(Ant)

Sejumlah Kasus BLT BBM Gagal Dicairkan, Mensos Risma Didesak Lakukan Pembenahan

0
Menteri Sosial Tri Rismaharini

JAKARTA (aswajanews.id)Desakan Pembenahan data masyarakat yang mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin menguat.

Hal itu terjadi karena banyak ditemukan kasus di daerah yang BLT BBM mereka gagal dicairkan karena Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak sesuai.

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio mengatakan, sejak awal dirinya mengkhawatirkan data DTKS tersebut, pasalnya data itu diambil awal covid-19, sementara orang menjadi miskin dan orang menjadi kaya bisa dalam hitungan detik.

“Jadi harusnya datanya diupdate, harusnya ada data real time atau minimal per tiga bulan diupdate,” Agus Pambagio dalam keterangannya akhir pekan lalu.

Agus menambahkan, tanggung jawab data DTKS tentunya ada di Kementerian Sosial (Kemensos) yang sudah jadi rahasia umum banyak data yang carut marut sehingga perlu segera dibenahi, pasalnya bila ada masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan pemerintah lalu tidak bisa mencairkan dana bantuan tersebut hanya permasalahan data yang tidak update, tentu sangat disayangkan.

“Uang senilai Rp150.000 per bulan bagi warga yang tidak mampu itu kan berharga sekali saat ini, kalau hanya karena data yang tidak update tentu sangat disayangkan, Menteri Sosial Bu Risma harus tahu ini dan bertanggung jawab serta segera dibenahi data penerima BLT-nya,” ungkap Agus.

Apalagi berdasarkan kajian yang dikeluarkan Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia pada Desember 2021 lalu, ada 31.000 Aparatur Sipil Negara baik yang aktif maupun yang telah pensiun terdata menerima Bansos dari pemerintah. Hal ini menandakan data penerima bansos masih tidak valid dan proses pendataanya bermasalah.

Kemensos pada saat itu menyebut bahwa kesemrawutan data penerima bansos dikarenakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi acuan penyaluran bansos belum dimutakhirkan sejak 2017. Problem lain, pemerintah kabupaten/kota juga tak disiplin dalam melakukan verifikasi dan validasi secara reguler.

Mengutip pernyataan Menteri Sosial Tri Rismaharini di situs Sekretariat Kabinet, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bakal diperbarui setiap bulan untuk memastikan BLT BBM tepat sasaran.

“Jadi di UU itu sebetulnya satu tahun dua kali, tapi karena kondisi perubahan di daerah itu cukup pesat maka kemudian kita melakukan perubahan [DTKS] setiap bulan. Jadi setiap bulan, saya membuat SK baru,” kata Risma.

Risma mengatakan, Kementerian yang dipimpinnya memiliki 70.000 pendamping di seluruh Indonesia untuk melakukan pengecekan dan verifikasi data penerima bansos di lapangan.

Berdasarkan data Kemensos, sebanyak 20,65 juta warga terdata sebagai penerima BLT BBM. Nilai BLT BBM untuk warga kurang mampi ini diberikan Rp600.000 yang dibagi Rp150.000 per orang per bulan selama empat bulan pada periode September hingga Desember 2022.

Syarat Penerima BLT BBM

  1. Warga miskin atau rentan miskin.
  2. Bukan aparatur sipil negara (ASN), TNI, atau Polri.
  3. Terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam DTKS Kemensos.
  4. Warga atau pekerja dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta yang terkena dampak kenaikan BBM.

Bila merasa  memenuhi syarat tersebut, setiap warga dapat cek status penerima BLT BBM Rp Rp 600.000 untuk mengetahui apakah terdaftar sebagai penerima atau tidak. Cara cek penerima BLT BBM 2022 bisa dilakukan secara online lewat hp di website Kemensos yakni cekbansos.kemensos.go.id. ***

DPRD Jabar Minta Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum Penuhi Janji Kampanyenya

0
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Ineu Purwadewi Sundari

BANDUNG (Aswajanews.id) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) meminta Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, untuk serius memenuhi janji kampanye terkait sisa waktu masa jabatan mereka yang kurang dari satu tahun lagi.

“Sehingga dengan sisa waktu yang ada, harus tercapai itu program-program unggulannya. Program strategis yang menjadi komitmen RPJMD Gubernur Jawa Barat,” kata Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, di Bandung, Kamis.

Menurut dia, adanya pandemi COVID-19 dalam dua tahun terakhir ini mengakibatkan banyak program pembangunan yang tidak terlaksana dengan maksimal. Sehingga capaian pembangunan di Jawa Barat juga banyak yang tidak sesuai dengan target yang ditetapkan pada RPJMD.

Ineu mengatakan DPRD bersama Pemprov Jabar berkomitmen untuk membuat perubahan-perubahan capai akibat pandemi COVID-19.

“Jadi kami berharap, dengan sisa waktu yang ada ini, Pemprov Jabar harus menunjukkan keseriusan, komitmen membangun kerja-kerja yang betul-betul, menunjukkan pencapaian indeks kinerja utama di Pemprov Jabar bisa tercapai,” kata dia.

Pihaknya juga berharap komitmen Pemprov Jabar harus fokus pada Indikator kinerja utama (IKU) sehingga IKU-nya bisa dicapai dengan maksimal.

“Walaupun masih pandemi, tapi skemanya kan sudah diubah di era new normal ini. Mumpung masih ada waktu, Pak Gubernur bersama Wagub dan jajarannya bisa menuntaskan janji kampanye atau janji politiknya,” kata Ineu. (Ant)

KPU Gelar Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024 Bersama Seratusan Pewarta Cianjur

0
Seratusan pewarta di Cianjur, Jawa Barat, mengikuti sosialisasi tahapan Pemilu 2024 yang digelar KPUD Cianjur, Minggu (25/9/2022)

CIANJUR (Aswajanews.id) – KPUD Cianjur, Jawa Barat, menggelar sosialisasi tahapan Pemilu 2024 bersama seratusan pewarta yang tergabung dalam organisasi PWI dan IJTI Cianjur, sebagai upaya sinergitas penyelenggara menjelang tahapan awal Pemilu 2024.

Ketua KPUD Cianjur, Sely Nurdinah, di Cianjur, Minggu, mengatakan sosialisasi tahapan pemilu bersama pewarta itu, merupakan upaya KPU Cianjur untuk mempercepat penyampaian informasi ke tengah masyarakat terkait pemilu serentak untuk memilih presiden dan wakil presiden pada Februari 2024 dilanjutkan pemilihan kepala daerah dan wakil rakyat tingkat daerah hingga pusat di Oktober 2024.

“Kami baru bisa menggelar sosialisasi untuk rekan pewarta yang bertugas di Cianjur dan tergabung dalam organisasi profesi PWI dan IJTI Cianjur. Selama ini sinergitas sudah terjalin dengan baik dan semakin baik lagi ke depan,” kata dia.

Pihaknya juga meminta setiap tahapan yang akan dilakukan mendapat dukungan pemberitaan dari seluruh pewarta agar dapat sampai langsung ke masyarakat pemilih yang ada di Cianjur, sehingga masyarakat dapat dengan cepat mengetahui informasi sampai ke hari H pemilu.

“Saat ini, kami masih menunggu hasil verifikasi pendaftaran partai politik ke KPU pusat, dilanjutkan dengan pendaftaran di daerah. Semua tahapan nanti akan kami informasikan ke teman-teman pewarta,” katanya.

Wakil Ketua PWI Cianjur, Deni Hendra, mengatakan, sosialisasi yang dilakukan KPUD Cianjur bersama pewarta yang bertugas di Cianjur terkait tahapan pemilu serentak, merupakan sinergitas yang selama ini sudah terjalin baik, meski beberapa kendala saat pelaksanaan masih ditemukan pewarta. “Kami meminta tidak hanya sosialisasi, tapi kemudahan informasi saat pelaksanaan dapat dengan mudah dilayani dengan membuka posko informasi terpusat, sehingga pewarta dengan mudah mendapat data atau informasi seputar pemilu,” katanya.

Sedangkan Ketua IJTI Cianjur, Rendra Gojali, mengingatkan terkait netralitas pewarta selama pemilu digelar sesuai amanat Dewan Pers dan tugas fungsi pewarta sebagai kontrol sosial yang tidak berpihak serta tidak terlibat dalam politik praktis. Sehingga profesional dan proporsional pewarta tetap terjaga dengan berita yang berimbang.

“Kita akan bersinergi dengan penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU Cianjur, namun sering kita lupa sebagai pewarta terkait netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis. Kalau terkait sosialisasi tentunya kita akan membantu agar masyarakat mendapat informasi yang jelas dan akurat,” katanya. *(Ant)

Diduga Anak Kelas 5 SDN di Kecamatan Bayah Jadi Korban Kekerasan Oknum Guru

0

LEBAK (Aswajanews.id) – Diduga Beberapa anak kelas 5 SDN 3 Bayah, kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, jadi korban kekerasan oleh salah satu oknum Guru sekolahnya, Minggu (25/09/2022).

Salah satu orang tua siswa Ade Abdul Rojak mengatakan, bahwa awalnya tidak percaya, adanya dugaan kekerasan seorang guru terhadap anaknya yang bersekolah di SDN 3 di Bayah.

”Sebelumnya saya juga diberitahukan dari salah seorang orang tua murid yang sekelas dengan anak saya,” ungkap Ade kepada awak media.

Lanjut Ade, menceritakan guru tersebut diduga telah melakukan kekerasan terhadap anaknya dengan menggunakan pensil ke bagian wajahnya.

”Benar ada bekas goresan di bagian wajah anaknya, dan itu juga terjadi pada yang lainnya,” terangnya.

Namun rasa penasaran Ade juga kaget saat anaknya suruh membuka baju, ada memar di bagian tubuhnya yakni di tangan kanan dan kirinya.

”Disini saya merasa kecewa terhadap guru yang seharusnya mendidik atau mengajarkan anak dengan baik, malah melakukan di luar batas seperti ini,” ucap Ade.

Diketahui Ade, setelah mendengar rame, guru tersebut langsung melakukan minta maaf dengan mendatangi ke salah satu orang tua dari anak yang di duga mendapatkan kekerasan itu.

”Namun kepada saya, guru tersebut tidak mengaku bahwa ia tidak melakukan seperti itu, malah bilang, sama tetangga saja langsung begitu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ade juga sudah membawa anaknya ke Puskesmas Bayah, untuk dilakukan pemeriksaan soal luka memarnya itu.

”Alhamdulillah Tim medis Puskesmas Bayah, sudah melakukan pemeriksaan dan mereka juga sudah mengambil dokumen foto anak saya,” ujarnya.

Ade juga meminta ketegasan kepada pihak terkait, soal tindakan yang dilakukan oknum guru di SD Bayah, diduga itu tidak wajar dan sudah melebih batas kewajaran seorang guru kepada anak muridnya, pungkasnya.

Kepala sekolah SDN 3 Bayah saat di konfirmasi awak media newsbin online.com melalui pesan WhatsApp, tidak Membalas. Walaupun pesan WhatsApp sudah terkirim dan sudah ceklis dua. Hingga berita ini di terbitkan kepala sekolah SDN, tidak membalas dan memberikan komentarnya. *(Shandy)

Asep NS : Saya Harap Polisi Serius Tangani LP Pembacokan di Ujungberung

0
Korban Penganiayaan/Pembacokan di seputaran jalan A.H., Nasution dekat Andir wilayah hukum Polsek Ujungberung pada Minggu dinihari 25 September 2022 sekira pukul 03.00 WIB.

BANDUNG (Aswajanews.id) – Telah terjadi tindak pidana pembacokan dan penganiayaan kepada Ananda tercinta dari Pimpinan Perusahaan media online Penajournalis dan Lintangpena Sri Panuntun atas nama Shandy HAG dan dua orang temannya yang terjadi di seputaran jalan A.H., Nasution dekat Andir wilayah hukum Polsek Ujungberung pada Minggu dinihari 25 September 2022 sekira pukul 03.00 WIB.

Disampaikan oleh Shandy HAG dan dua orang temannya kepada team liputan, kejadian tersebut terjadi pada saat ananda dari pimpinan perusahaan bermaksud akan pulang ke rumah yang berada di Rancabatok Rancaekek setelah dari Dago atas usai lepas malam mingguan bersama teman-temannya, di TKP Shandy HAG sempat memutar kemudi kendaraan bermotor roda duanya dengan maksud akan mencari jaket temannya yang dibonceng jatuh pada saat perjalanan, tiba-tiba muncul dua kendaraan bermotor dan memberhentikan laju kendaraan korban dengan cara memalangkan (menghalangi) lalu turun dan teriak “Maneh Timana” (kamu anak mana) dijawab oleh korban dari Rancaekek. Lalu tanpa basa-basi satu dari pelaku mengayunkan senjata tajam jenis golok panjang ke arah kepala korban akan tetapi ditangkis menggunakan tangan kirinya hingga melukai sikut lengan kiri korban.

“Setelah membacok lengan saya, pelaku juga mengayunkan senjatanya ke arah perut saya, Alhamdulillah saya masih bersyukur bagian perut saya tidak fatal dikarenakan saya menggunakan jaket tebal”.

“Saya mencoba lari dan tidak ingat kepada teman saya yang dibonceng yang saya ingat dia tidak bisa lari karena kakinya masih menggunakan pen selepas operasi akibat kecelakaan motor, namun sempat menengok ke arah TKP, dan melihat pelaku kedua mengayunkan senjatanya ke kepala teman saya sebanyak dua kali hingga teman saya tersungkur”.

“Setelah itu ada yang teriak dan entah teriak apa ke arah pelaku dikarenakan saya sembunyi setelah lari, hingga akhirnya membuat para pelaku berhamburan kabur”.

Ditambahkan oleh Shandy HAG, ” setelah para pelaku kabur, orang yang berteriak tersebut mendatangi TKP saya pun sama dan membantu teman saya juga saya untuk dibawa ke RSUD Ujung Berung”.

Diketahui belakangan saksi dan orang yang telah berbaik hati tersebut bernama Putra warga Pasirbiru Kec. Cibiru.

Disampaikan oleh saksi “Pada saat itu saya posisi diarah yang berlawanan (seberang TKP) dikarenakan saya akan mencari makanan untuk isteri saya (Martabak), dari jauh sebelum menghentikan motor, sudah saya lihat ada kerumunan, pada saat saya berhenti sudah terjadi pembacokan kepada korban, saya langsung teriak, Eureun Anjing (berhenti Anjing), lalu para pelaku kabur mungkin menyangka saya teman dari korban”.

Tanpa pikir panjang saya bawa korban ke RSUD Ujung Berung dengan membonceng teman korban yang dibacok di kepalanya, dan disusul oleh Shandy HAG yang masih bisa mengendarai sepeda motornya”.

Sementara itu Asep NS dengan tegas mengecam keras atas aksi tersebut, “Saya harap pihak kepolisian Polsek Ujung Berung dapat melacak dan menangkap para pelakunya dan kasus ini akan terus kami kawal “.

“Berhati-hatilah jika berkendara, terutama dimalam hari jika melintasi jalur kota, dikarenakan menurut informasi dari masyarakat sekitar pun daerah tersebut rawan begal”, tambah Asep NS. (Team Liputan)

PDIP Gelar Rakor Kepala Daerah, Ganjar hingga Bobby Nasution Hadir

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadiri rapat koordinasi kepala daerah seluruh Indonesia di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (22/9).

JAKARTA (Aswajanews.id) – PDI Perjuangan menggelar rapat koordinasi kepala daerah seluruh Indonesia di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (22/9). Sebanyak 93 kepala daerah hadir dalam konsolidasi. Terlihat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir.

“Adapun tema rapat koordinasi adalah Kebijakan Pembangunan Trisakti. PDI Perjuangan terus melakukan konsolidasi dalam upaya memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat,” kata Hasto dalam keterangannya, Kamis (22/9).

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hadir secara daring. Presiden kelima RI ini akan memberikan pengarahan tertutup kepada para kepala daerah PDIP.

“Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri akan memberikan pengarahan khusus kepada para kepala daerah. Tujuannya untuk mengonsolidasi kebijakan kepala daerah baik yang bersifat vertikal maupun horisontal dalam menjawab berbagai tantangan perekonomian nasional saat ini,” tutur Hasto.

Hasto di podium didampingi jajaran DPP seperti Tri Rismaharini, Said Abdullah, Komarudin Watubun dan Mindo Sianipar. Sementara di baris pertama, terlihat Ketua DPP Bambang Wuryanto, Ahmad Basarah, Nusyirwan Soedjono, Wiryanti Sukamdani, Rokhmin Dahuri, Menkumham Yasona Laoly, serta Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas.

Hadir 93 kepala daerah untuk mendengarkan paparan Ketua Umum PDIP dan sejumlah nara sumber. Tampak antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Medan Bobby Nasution, Gubernur Maluku Murad Ismail, dan Gubernur Bali Wayan Koster. (*)

Stop Gratifikasi Liar dan Pungli Biaya Nikah di KUA

0
Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cimahi, Budi Ali Hidayat, SHI

CIMAHI (Aswajanews.id) – Praktek gratifikasi pencatatan pernikahan di Kantor Urusan Agama sejatinya sudah lama terjadi bahkan sudah menjadi budaya yang sulit untuk dihilangkan. Gratifikasi tersebut dapat berupa pemberian barang atau sesuatu mulai dari yang terkecil sampai dengan jumlahnya tak terkira. Berbagai bentuk pemberian kepada petugas pencatat nikah saat menikahkan, di luar gaji adalah bagian dari gratifikasi.

Kemenag melalui Permenag Nomor 24 tahun 2014 juga menetapkan biaya menikah di kantor KUA pada jam kerja adalah gratis. Sedang di luar KUA dikenakan tarif Rp600.000. Honor dan biaya transportasi untuk penghulu telah ditanggung oleh Kemenag RI.

Gratifikasi pada dasarnya adalah “suap terselubung”. Pegawai atau penyelenggara negara yang terbiasa menerima gratifikasi terlarang lama kelamaan dapat terjerumus melakukan korupsi bentuk lain, seperti suap, pemerasan dan korupsi lainnya. Sehingga gratifikasi dianggap sebagai akar korupsi. Gratifikasi tersebut dilarang karena dapat mendorong sikap tidak obyektif, tidak adil dan tidak professional, sehingga tidak dapat melaksankan tugasnya dengan baik.

Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cimahi, Budi Ali Hidayat, SHI., sebagai penerima penghargaan dari KPK atas pelaporan gratifikasi baru-baru ini menjelaskan, kepada para petugas pencatat nikah atau penghulu dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan bertanggungjawab, karena pemerintah telah memberikan haknya secara jelas dan pantas lewat aturan Peraturan Menteri Agama Nomor 24 tahun 2014 tentang Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak atas Biaya Nikah dan Rujuk di Luar KUA.

Menurutnya, Perlawanan terhadap KKN dan gratifikasi, semestinya sudah harus menjadi komitmen setiap aparatur pemerintah, termasuk di Kemenag.

Budi Ali Hidayat mengaku bersyukur sudah mendapatkan gaji atas pekerjaannya dari Pemerintah. Dia menyebut ada lima jenis pendapatannya, yaitu: gaji pokok, tunjangan kinerja, tunjangan lauk pauk, uang transportasi, dan tunjangan profesi.

Pria kelahiran Bandung, 10 Desember 1976, Alumnus Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung itu mengakui saat dirinya bertugas sebagai Kepala KUA banyak terjadi benturan kepentingan dengan masyarakat. Di sinilah muncul peluang-peluang terjadinya gratifikasi dan pungli dalam pencatatan pernikahan di kantor KUA.

Biasanya, kata Budi, selesai acara akad pernikahan petugas diberi amplop oleh keluarga pengantin yang jumlahnya variatif. Untuk itu, ia menganjurkan kepada pasangan calon pengantin diberi tahu sebelumnya agar tidak memberikan sesuatu kepada petugas yang sudah digaji dan diberi tunjangan oleh pemerintah. *(Elisa Nurasri)

SMA Negeri 2 Cimahi Bebaskan Ijazah Lulusan Keluarga Kurang Mampu

0
Drs. Doddy Sularto, MM., Kepala SMA Negeri 2 Cimahi

CIMAHI (Aswajanews.id) – Penahanan ijazah lulusan SMA, Madrasah Aliyah dan SMK belakangan ini masih marak terjadi. Meski Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan telah menegaskan para kepala sekolah baik negeri maupun swasta, tidak boleh menahan ijazah. Kebanyakan yang mengalami penahanan ijazah adalah lulusan dari keluarga kurang mampu.

Menurut informasi, ijazah yang ditahan sekolah karena peserta didik yang bersangkutan tidak mampu menyelesaikan permasalahan administrasi sekolah.

Sementara SMA Negeri 2 Cimahi yang berlokasi di Jln KPAD Sriwijaya 9 Nomor 45 A baru-baru ini telah membebaskan tanpa syarat sedikitnya 70 ijazah yang sempat tertahan beberapa tahun.

Kepala SMA Negeri 2 Cimahi, Drs. Doddy Sularto, MM telah mensosialisasikan di grup WhatsApp orangtua siswa maupun melalui wali kelas, kepada lulusan yang belum sempat mengambil ijazah agar secepatnya datang ke sekolah untuk mengambil ijazahnya.

Doddy Sularto mengatakan, program sekolah untuk membebaskan ijazah tanpa syarat ini diharapkan para siswa yang telah menyelesaikan Pendidikan di SMA Negeri 2 Cimahi bisa mendapatkan ijazah untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.

SMA Negeri 2 Cimahi adalah sekolah unggulan ter-akreditasi A. Di bawah kepemimpinan Doddy Sularto yang menjabat sejak tahun 2020, dengan jumlah siswa 1247 dan 80 tenaga pengajar banyak mengukir prestasi di bidang akademik maupun non akademik.

Pada ajang bergengsi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Yossie Candra siswi kelas 11 SMA Negeri 2 Cimahi sebagai Juara Provinsi mewakili Jawa Barat untuk maju di tingkat nasional Kompetisi Sains Nasional.

Festival Musikalisasi Puisi yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi meraih Juara 2 dan akan mengikuti seleksi di tingkat nasional.

Dewa Astiknyo Paksi, siswa kelas 12 meraih Perak pada Kejuaraan Taekwondo Piala KONI Indonesia tingkat nasional.

Augie Revaldi, siswa kelas 11 Juara 1 Jajaka Pinilih Kota Cimahi tahun 2022. Muhamad Thahara Qolbi Yusnandar, siswa kelas 12 Juara Jajaka berbakat Kota Cimahi tahun 2022. Najmah Annurah Sobarna kelas 11 pada Kejuaraan Pentaque Junior tahun 2022, berhasil meraih Juara 2.

SMA Negeri 2 Cimahi meraih Juara pertama Lomba Senam Aerobik antar SMA/Madrasah Aliyah/SMK se-Kota Cimahi.

Elle Fufe Akabia siswi Kelas 11 Juara Berkuda Tunggang Serasi Tingkat Asia tahun 2021.

Dari prestasi akademis serta non akademis yang ditunjukan oleh para siswa SMA Negeri 2 Cimahi maka suatu hal yang wajar kalau Pemerintah telah memberikan piagam penghargaan kepada SMA Negeri 2 Cimahi sebagai sekolah yang bermutu tinggi.

Dengan semakin kompleksnya tuntunan masyarakat terhadap mutu atau kualitas para lulusan SMA, maka SMA Negeri 2 Cimahi terus berbenah diri baik dalam bidang sarana prasarana dan peningkatan sumber daya para tenaga pengajarnya agar masyarakat luas tetap percaya kepada SMA Negeri 2 Cimahi dan untuk hal ini perlu adanya kerjasama antara Sekolah, Orang Tua dan Masyarakat. *(Elisa Nurasri)

Gubernur Jabar Ajak Masyarakat Ikut Kredit Mesra Hindari Rentenir

0
Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil

BANDUNG (Aswajanews.id) – Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengajak masyarakat setempat untuk memanfaatkan fasilitas kredit mesra yang dihadirkan oleh Bank BJB agar terhindar dari jebakan rentenir saat membutuhkan modal untuk usaha.

“BJB sudah diperintahkan ikut kredit mesra. Uangnya sama, tidak pakai bunga dan agunan. Saya sudah hadirkan tahun awal sejak menjadi gubernur,” kata Gubernur Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Senin.

Program Kredit Mesra adalah fasilitas pinjaman yang diberikan Bank BJB kepada pelaku usaha mikro perorangan yang belum bankable dengan plafon maksimal Rp5 juta.

Keunggulan produk BJB mesra adalah bunga 0 persen tanpa agunan dan bebas biaya provisi.

Ridwan Kamil juga mengaku prihatin dengan kasus perusakan dan pembongkaran rumah seorang warga di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang diduga dilakukan oleh rentenir karena masalah utang piutang.

“Makanya, saya berharap warga jangan lagi ada yang terjebak rentenir. Saya ikut prihatin,” kata Ridwan Kamil.

Gubernur juga berharap kasus serupa tak terulang lagi di Jawa Barat.

Selain itu, pihaknya mempersilakan kepolisian untuk melakukan tugasnya mengusut perkara tersebut. “Kalau kriminalitas tetap ditangani kepolisian ya,” kata dia. *(Ant)

Garut Optimalkan Penanganan Sampah di Wisata Situ Bagendit

0
Suasana objek wisata Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

GARUT (Aswajanews.id) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat mengoptimalkan penanganan masalah sampah di objek wisata Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi.

“Berkaitan dengan penataan lingkungan yang pertama penataan kebersihan lah, kita tentunya menyiapkan yang pertama petugas khusus, ada petugas khusus, petugas kebersihan,” kata Sekretaris Disparbud Kabupaten Garut, Mamun di Garut, Senin.

Ia menuturkan Kabupaten Garut saat ini memiliki destinasi wisata yang didorong untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia, untuk itu dilakukan berbagai penataan, termasuk menjaga kebersihan lingkungan wisata agar tetap bebas dari sampah yang berserakan.

Upaya menjaga kebersihan di tempat wisata itu, kata Mamun, jajarannya melibatkan banyak pihak, termasuk mengedukasi pelaku usaha wisata, mengimbau pengunjung, dan kesiapsiagaan petugas kebersihan.

“Kita memberdayakan para pelaku usaha agar mereka pun melaksanakan kegiatan kebersihan, sebelum menjalankan operasional usaha, mereka harus melaksanakan kebersihan dulu di sekitar lokasi usahanya, begitupun nanti sebelum mereka pulang juga harus melaksanakan kebersihan juga,” katanya.

Ia menyampaikan upaya lainnya mengatasi masalah sampah yakni menyediakan tempat sampah di setiap titik, kemudian tempat penampungan sementara sampah, selanjutnya langsung dibawa ke tempat pembuangan akhir sampah.

“Kemudian dari TPS tempat penyimpanan sampah sementara diangkut oleh mobil angkutan sampah ke TPA, kita kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, seperti itu,” katanya. Ia mengatakan upaya pembersihan tempat wisata tidak hanya fokus di area darat saja, tetapi meliputi pembersihan di area danau dengan melibatkan petugas kebersihan, dan pelaku usaha wisata.

Petugas khusus untuk membersihkan danau, kata dia, dilakukan sepekan sekali setiap Jumat agar danau tetap bersih dari sampah yang dibuang sembarangan, termasuk tumbuh-tumbuhan.

“Sampah bawaan situ (danau) itu sendiri eceng gondok, teratai ketika pertumbuhannya itu banyak sekali, berarti menjadi sampah dari sudut pandang pariwisata, itu juga harus kita bersihkan,” katanya.

Ia berharap upaya menjaga kebersihan tempat wisata alam terbuka itu mendapatkan perhatian semua pihak dengan bekerja sama mewujudkan Situ Bagendit tetap bersih dan nyaman.

“Kepada pengunjung juga kita selalu memberikan informasi yang terkait imbauan-imbauan, termasuk imbauan membuang sampah pada tempatnya,” kata Mamun.*

Bupati Bandung Ajak Masyarakat Sadar Permasalahan Sampah dalam Rangka WCD

0
Bupati Bandung Dadang Supriatna

BANDUNG (Aswajanews.id) – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terkait permasalahan sampah dalam rangka World Clean Up Day (WCD) atau Hari Bersih-bersih Sedunia 2022.

Menurutnya sampah merupakan tanggung jawab bersama yang pengelolaannya memerlukan komitmen dan sinergi. Selain itu, menurutnya upaya mengurangi dan menangani sampah perlu dilakukan dengan berwawasan lingkungan.

“Tekad dan niat mulia berkontribusi untuk sama-sama memikirkan upaya dan langkah solusi bagi penyelesaian permasalahan sampah yang masih sangat berat,” kata Dadang di Bandung, Jawa Barat, Sabtu.

Sesuai amanat pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, menurutnya setiap orang wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan.

Menurutnya, jumlah sampah di Kabupaten Bandung yakni sekitar 1.268 ton per hari. Namun, kata dia, pemerintah hanya dapat mengelola sampah tersebut sekitar 75,32 persen.

Maka ia pun mendorong masyarakat agar pengelolaan sampah dilakukan dengan menerapkan proses 3R (Reduce, Reuse, Recycle), membangun kerjasama antara mahasiswa, warga sekolah dan aktivis lingkungan, untuk mengelola sampah.

“Mari bersama-sama menjadi sumber solusi, untuk terus mendorong dan menumbuhkan kesadaran masyarakat, memotivasi, mengolaborasi dan meningkatkan sinergi pemerintah bersama masyarakat,” katanya.

Kemudian ia pun berpesan kepada seluruh perangkat daerah dan wilayah, untuk melakukan langkah-langkah konkrit dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekitar, dukung sarana dan berikan edukasi sekaligus contoh perilaku kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan.

“Saya berharap setiap lingkungan baik perkantoran pemerintahan, industri, pertokoan dan lingkungan tempat tinggal agar memahami, bagaimana mengelola sampah yang kita hasilkan, misalnya dengan menyediakan tempat sampah di lingkungan sekitar,” katanya.*

Tabrakan Beruntun di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Dipicu Asap Pembakaran Lahan

0
Anak dari Jamintel Kejaksaan Agung menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Polda Jateng)

PEMALANG (Aswajanews.id) – Kecelakaan beruntun yang melibatkan belasan kendaraan di Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah diduga disebabkan asap pembakaran lahan oleh warga di pinggir tol.
Insiden itu bermula saat sejumlah kendaraan sedang melintas di ruas tol tersebut menuju ke arah Semarang. Kemudian, kendaraan yang berada di paling depan terhalang pandangannya akibat asap.
“Indikasi awal kejadian diakibatkan karena salah satu kendaraan pribadi (SUV) paling depan melintas TKP terhalang pandangan akibat asap pembakaran lahan oleh warga,” demikian keterangan tertulis dari Kementerian Perhubungan.

“Sesampainya di TKP pengemudi melakukan perlambatan (rem) mendadak yg berakibat kendaraan di belakang nya kurang antisipasi sehingga menabrak bagian belakang,” tulis Kemenhub.
Saat kejadian, beberapa kendaraan yang berada di belakang sempat berupaya untuk menghindar. Namun, karena terbatasnya ruas, sehingga kendaraan itu menabrak pembatas jalan dan mobil lainnya.
“Posisi akhir kendaraan berada menutupi seluruh lajur 2 dan lajur 1, berhimpit menghadap ke timur dan mengalami kerusakan berat,” demikian tertulis dalam keterangan tersebut.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy membenarkan soal insiden kecelakaan beruntun tersebut.

Kata dia, kecelakaan terjadi di KM 253A ruas Tol Pejagan-Pemalang, Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Minggu (18/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Kecelakaan lalu lintas beruntun yang terdiri dari 13 kendaraan bermotor,” kata Iqbal dalam keterangannya.

Disampaikan Iqbal, anggota masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi dan mendata korban. Sejauh ini, insiden itu menyebabkan satu orang meninggal dunia. “Korban meninggal dunia 1 orang,” ucap Iqbal. *(CNN)

Menengok Potensi Peserta Didik dari Goresen Tangan di Pagi Hari

0
Oleh : Lukman Nur Hakim

Brebes, Rabu (14/9/2022) bertemu dengan peserta didik yang terlambat sekolah, dan seperti biasa mereka diberi tugas oleh penulis. Adapun tema menulis yang diberikan untuk kelas XII Doa restu orang tua untuk kuliah, pada kelas XI tentang menulis potensi diri yang dimiliki dan kelas X puisi yang bertema ibu dan permohonan maaf karena terlambat sekolah.

Beberapa catatan yang didapat di kelas XII dengan tema melanjutkan ke perguruan tinggi dan doa restu orang tua. Bahwa peserta didik menyadari akan beban berat yang ditanggung orang tua, untuk menghantarkan kesuksesan anaknya, meraih masa depan melalui jalur sekolah maupun kuliah.

Peserta didik di kelas XII sangat membutuhkan support, doa, untuk melaju dalam perencanaan karirnya. Dan meriah kesuksesan cita-cita yang membuat bangga kedua orang tuanya.

Sedangkan pada mengenali potensi diri pada kelas XI, peserta didik diharapkan ketika mengambil perencanaan karier, ia dapat menanyakan terlebih dahulu pada teman yang mengetahui potensi dirinya, disamping nilai yang didapat pada ulangan harian, Penilaian Tengah Semester (PTS), maupun Penilaian Akhir Semester (PAS). Sebagai pedoman nyata fakta nilai potensi yang telah terukur.

Menulis potensi diri merupakan belajar mengenal diri sendiri. Dalam dunia pendidikan, peserta didik diajak untuk memiliki perencanaan karir yang matang. Mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya, serta mengenal kepribadian masing-masing.

Mengenal pontensi diri, tidak hanya melihat pada bakat dan minat saja, namun dari potensi diri dapat untuk melihat kepribadian masing-masing peserta didik. Sebagai upaya mengarahkan pilihan karir yang hendak diraih, sesuai dengan kondisi psikologis dan fisik peserta didik.

Mengenal potensi diri bukan untuk menyalahkan atau membuat dirinya menjadi peserta didik yang fesimistis. Namun dari potensi yang dimiliki, peserta didik dapat belajar bagaimana ia mampu mengelola dan menimbang-menimbang langka yang diambil untuk meriah masa depanya dengan mudah.

Potensi diri mengajak peserta didik untuk memiliki mimpi dan harapan besar dalam mengapai cita-cita. Berbahagia, mensyukuri dan menghargai potensi yang dimiliki serta memotivasi diri sendiri untuk bangkit dan selalu siap dalam menghadapi tangtangan yang ada didepan mata.

Potensi diri menajadi passion dan kedisiplinan bagi peserta didik, agar semakin yakin dan kreatif terhadap hal-hal yang bisa meningkatkan prestasi dan kemudahan yang akan diraih.

Adapun bagi kelas X, menulis puisi dengan tema doa dan permohonan maaf pada kedua orang tua atas keterlambatan berangkat sekolah, ada hikmah tersendiri pagi peserta didik.

Katerlambatan anak berangkatkan sekolah, tidak bisa ditangani pihak sekolah sendiri. Orang tua dan peserta didik harus ikut berperan aktif dalam usaha bersama agar menjadikan anak disiplin dan tidak terlambat lagi.

Menulis permohonan maaf  kepada orang tua, menggugah peserta didik untuk mengingat akan jasa-jasa kedua orang tuanya yang menyekolahkan anaknya dengan usaha yang cukup berat. Para orang sudah berusaha kerja membanting tulang demi anaknya tetap sekolah.

Menulis permohonan maaf, menjalin ikatan komunikasi batin yang kuat antara anak dan orang tua. Saling mendoakannya agar kedua orang tuanya selalu diberika kesehatan dan rizki untuk dapat menyekolah anaknya.

Menulis permohonan maaf sebagai ungkapan tulus untuk dapat menjadi media merubah perilaku peserta didik memiliki kedisiplinan yang tinggi dalam belajar.

Menulis sebagai salah satu media pada siswa yang terlambat untuk saling mengingatkan dengan ketulusan hati, mengungkapkan perasaan dan memotivasi diri.

Semoga media menulis bagi peserta didik yang terlambat, mampu menjadi bahan refleksi untuk bangkit dan tumbuh kesadaran dalam menggapai pilihan kariernya. Aamiiin. ***

Lukman Randusanga (Minggu, 18/9/2022)

Memiliki Anak Shalih dan Shalihah

0
Oleh; Lukman Nur Hakim

Setiap hari jumat jam 16.00 – 17.30 WIB. Penulis berusaha mengikuti pengajian kitab Ibnu kasir, yang disampaikan oleh K.H. Subhan Ma’mun di Masjid Istiqomah Luwungragi Bulakamba Brebes.

Kumpulan catatan ngaji bersama K.H. Subhan Ma’mun pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi penulis memberi judul dalam buku “Ngaji Karo Kang Kaji.” Diharapkan dengan catatan dan buku ini dapat dijadikan sebagai pengingat kembali pada diri penulis dan pembaca yang ikut mengaji bersama K.H. Subhan Ma’mun maupun yang belum sempat mengaji dengan beliau. Sangat luar biasa  nasehat-nasehat yang disampaikan beliau di tempat pengajiannya.

Peserta ngaji Tafsir Ibnu Kasir diikuti dari berbagai lapisan masyarakat Brebes dan sekitarnya, pria dan wanita, santri dan alumni santri Assalafiyah luwungragi yang diasuh oleh K.H. Subhan Ma’mun.

Bagi penulis ngaji kali ini, Jumat (16/9/2022) rasanya sangat berbeda. Nasehat-nasehat yang disampaikan oleh K.H. Subhan Ma’mun terasa sanget menyentuh hati dan perasaan penulis. Yang sangat membutuhkan pencerahan dan nasehat-nasehat kehidupan untuk kenyamanan psikologis, motivasi beribadah dan mendidik anak agar menjadi anak yang shalih dan shalihah.

KH Subhan Ma’mun Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes

Dalam nasehat yang sampaikan K.H. Subhan Ma’mun sepertinya penulis dan jamaah yang ikut pengajian bersama beliau, dihantarkan untuk menjadi sosok orang tua yang mampu  melahirkan generasi shalih dan shalihah.

Menurut K.H. Subhan Ma’mun agar memiliki keturunan yang shalih dan shalihah, bertemanlah dengan siapa saja tanpa melihat kejelekannya. Sehingga pertemanan tersebut akan menimbulkan persaudaraan yang kuat, tidak akan timbul permusuhan dan perpecahan

Selanjutnya, janganlah memberi komentar yang kurang baik pada orang lain dan mudah terpancing oleh provokasi yang tidak bertanggungjawab, walaupun tujuanya  untuk membela diri apalagi membalas kejelakan.

Bersabarlah pada kritik yang diterima. Kesabaran akan mendatangkan kebahagiaan dan nilai-nilai pahala dari Allah SWT. Kesabaran pula sebagai pendidikan pada diri sendiri yang sangat luar biasa dan berlaku selamanya. Selanjutnya, sabar akan dapat menjadi pola asuh orang tua yang akan menghantarkan anak menjadi anak yang shalih dan shalihah.

Pada saat bertemu atau melihat orang lain, baik teman maupun saudara yang telah berbuat kesalahan atau melakukan perbuatan dosa. Maka janganlah mencibir dengan komentar yang kurang baik, apalagi menyakitkan. Karena sebenarnya ia sudah dihukum oleh rasa malu dan takut keluar dari rumah. Sebaiknya jangan menambah sakit dan derita orang yang sakit dengan ucapan maupun tingkah laku yang kurang baik.

Bagi para orang tua, jadilah salah satu kelompok yang berusaha masuk dalam katagori orang yang shalih.  Karena dari keshalihan dirinya akan mewariskan  keshalihan pula pada anak cucunya. Kebaikan dan amal shalih yang dilakukan anak cucu pahalanya pun akan  terus mengalir terhadap orang yang mendidik keshalihannya.

Adapun kalau orang tua hanya memiliki orentasi memperkaya diri dengan usaha keras tanpa mengingat ibadah dan disambut orintasi anaknya hanya diwarisi harta semata. Maka anak tersebut akan menjadi anak yang ambisi terhadap kekayaan yang dimiliki orang tua dan ingin menguasainya untuk hal-hal yang kurang baik. Dengan memiliki anak yang tidak shalih maka ia tidak akan mampu menolong kedua orang tuanya diakhirat nanti.

Mewariskan harta semata pada anak akan menumbuhkan bibit kesombongan. Dan kesombongan sendiri akan mengakibatkan balasan siksa yang sangat pedih dan tidak akan menolong dirinya di dunia dan akhirat. Apalagi menolong kedua orang tuanya.

Kesombomgan ini pula yang menjadi sebab manusia kalah dengan malaikat.

Kalau manusia tidak sombong maka ia akan mengalahkan derajatnya para malaikat dan menjadi orang yang sangat mulia. Ingat peristiwa setan mendapat kutukan karena kesombonganya, sehingga ia di usir dari Surga.

Mewariskan kekayaan pada anak nantinya akan terkalahkan, dengan  mewarisikan ilmu pengetahuan dan pendidikan akhlak yang mulia sehingga anak menjadi shalih. Harta akan cepat habis, ilmu akan melindungi diri dan terbawa hingga akhir hayat nanti.

Perilaku anak shalih tidak akan ambisi atau berharap besar akan warisan harta orang tuanya. Dengan keshalihan yang dimiliki, anak akan menghasilkan pemikiran yang baik, dan memiliki keyakinan pada Allah SWT yang akan mencukupi kebutuhan hidupnya.

Ketika menginginkan anak cucunya menjadi shalih shalihah. Maka jadilah keluarga yang selalu berbuat baik. Kalau tidak bisa berbuat baik, minimal tidak berbuat jahat pada tetangga dan orang lain.

Ada tradisi yang dimiliki oleh ibu nya K.H. Subhan Ma’mun dalam memanggil anak-anaknya dengan panggilan nama yang lengkap. Tidak sebagian saja atau terpotong-potong, apalagi panggilan lakob (junuk bahasa Brebes). Dengan panggilan nama anak yang lengkap agar anak memiliki ketotalan dalam keberkahan ilmu dan perilaku. Kalau tidak lengkap dihawatirkan nama sebagiannya di bawa atau dipangil oleh yang lain.

Beliau juga menganjurkan untuk bersodakoh kepada orang-orang yang shalih dan alim. Perbandingannya yang sangat luar biasa, antara sodakoh yang diberikan pada orang-orang biasa dengan orang yang alim.

Bagi orang tua yang menginginkan anak-anaknya shalih, jangan menceritakan kejelekan para guru yang mendidik anaknya. Dikhawatirkan akan menutupi ilmu yang diberikah oleh guru tersebut.

Selalu berbuat baiklah pada orang lain, karena hal itu akan menolong diri sendiri dan keluarganya.

Jadilah orang tua yang selalu prihatin dan khawatir, kalau kelak anaknya tidak menjadi anak yang shalih dan shalihah.

Jadilah orang tua yang shalih yang akan mempengaruhi anak untuk menjadi shalih pula sebagai salah satu bentuk ketauladanan kepada anak. Wallahu ‘alam bishowab. ***

Lukman Randusanga Brebes

Ngaji Karo Kang Kaji (16/9/2022)

Heboh Isu Jadi Cawapres 2024, Jokowi Akhirnya Menjawab

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Presiden Jokowi angkat bicara menganai wacana jika dirinya bisa diusung menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2024 mendatang. Jokowi secara tegas menjelaskan tidak mau menanggapi hal itu.

“Ini muncul lagi jadi Wapres. itu dari siapa? Kalau dari saya akan saya terangkan. Kalau nggak dari saya, saya nggak mau nerangin ya itu aja, terima kasih,” ujar Jokowi dalam keterangannya di Istana, Jumat 16 September 2022.

Jokowi mengatakan, isu seputar Pilpres 2024 sudah beberapa kali menerpa dirinya, Mulai dari urusan tiga periode dan isu perpanjangan masa jabatan.

Hal itu diketahui dilontarkan oleh orang lain bukan dirinya secara langsung.

“Sejak awal saya sampaikan, bahwa ini yang menyiapkan bukan saya loh ya. Urusan tiga periode sudah saya jawab, begitu itu sudah dijawab, muncul lagi yang namanya perpanjangan juga sudah saya jawab,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri Fajar Laksono mengatakan ketentuan presiden dua periode mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden pada periode berikutnya tak diatur dalam undang-undang.

Sehingga menurutnya, Presiden Jokowi bisa saja maju lagi dalam Pilpres 2024 sebagai Cawapres.

MK Klarifikasi

Mahkamah Konstitusi menyampaikan klarifikasi mengenai pemberitaan di media massa mengenai isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menjabat dua periode, boleh mencalonkan diri lagi sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilu yang akan datang.

Mulanya isu ini mencuat disampaikan oleh Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri Fajar Laksono kepada media.

Namun, pernyataan Fajar mengenai Jokowi boleh maju lagi sebagai Cawapres di Pemilu yang akan datang ini secara resmi diklarifikasi oleh MK.

“Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi RI, yang sekaligus menjalankan fungsi kejurubicaraan, perlu disampaikan hal-hal sebagai berikut, pertama, pernyataan mengenai isu dimaksud (presiden 2 periode boleh jadi cawapres) bukan merupakan pernyataan resmi dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan kewenangan Mahkamah Konstitusi RI,” tulis rilis resmi MK yang diterima awak media, Kamis, 15 September 2022. (viva)

Kadisdik Jabar Instruksikan Sekolah Hentikan Rapat Komite

0
Dedi Supandi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi menginstruksikan kepada seluruh SMA, SMK, SLB Negeri se-Jabar untuk menghentikan kegiatan rapat komite.

“Saya instruksikan kepada KCD agar menyampaikan kepada setiap kepala sekolah untuk menghentikan dulu kegiatan rapat komite sampai betul-betul dapat memahami,” kata Dedi Supandi, di Bandung, Rabu.

Dedi menekankan sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Komite Sekolah harus dilakukan semaksimal mungkin agar tidak terjadi gagal paham.

Ia mengatakan instruksi tersebut telah disampaikan olehnya kepada seluruh kepala cabang dinas (KCD) untuk diteruskan kepada setiap kepala sekolah pada Selasa 13 Oktober 2022.

Dengan memaksimalkan sosialisasi, Dedi berharap seluruh unsur pendidikan, baik itu KCD, kepala sekolah, komite sekolah hingga orang tua peserta didik baru dapat memahami betul maksud, tujuan serta aturan dari rapat komite.

Terlebih, Dedi menegaskan, Pergub tentang Komite Sekolah bukan sekadar payung hukum untuk meminta sumbangan dan bantuan kepada orang tua siswa. Melainkan harus menjadi landasan untuk mewadahi partisipasi masyarakat dalam meningkatkan pelayanan pendidikan di sekolah.

“Agar sekolah terbangun menjadi sekolah berkualitas, berintegritas, dan menyenangkan,” katanya.

Dedi menjelaskan anggota komite sekolah diharapkan mayoritas berasal dari orang tua siswa aktif dengan melibatkan pula tokoh masyarakat dan pakar yang peduli terhadap keberlangsungan pendidikan.

“Itu dilakukan guna mewujudkan integritas ekosistem pendidikan di sekolah,” kata dia.

Pihaknya juga mengingatkan, pengurus dan anggota komite sekolah harus mengacu pada pergub, khususnya dalam bab dua, di mana penggalangan dana atau sumber daya pendidikan lainnya, bertujuan mendukung terlaksananya program peningkatan akses dan mutu pendidikan.

Adapun untuk sumber bantuan dari luar orang tua peserta didik, harus dilakukan identifikasi dan optimalisasi sehingga lebih terukur pemanfaatannya dan tidak menyalahi aturan. “Jika penggalangan dana dilaksanakan kepada orang tua peserta didik maka wajib dilaksanakan musyawarah dan permufakatan sehingga terhindarkan dari praktik yang terkesan menjadi seperti pungutan atau iuran,” katanya.

Ia mengatakan untuk melaksanakan musyawarah dengan orang tua peserta didik, terlebih dahulu dapat dilaksanakan setelah dilakukan perubahan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dan ditandatangani oleh Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan persetujuan KCD wilayah. Sebab, RKAS perubahan atau revisi akan memuat kebutuhan dana yang bersumber dari masyarakat.

“Besaran sumbangan pun tidak ditetapkan besaran yang bersifat fix, pilihan sesuai kemampuan, dan warga miskin wajib dibebaskan.”jelas dia.

Oleh karena itu, Dedi mengimbau agar komite sekolah dapat melaksanakan tugasnya secara inovatif dan kreatif dan yang utama, yaitu harus sesuai dengan aturan untuk setiap upaya yang dilakukan. *(Antara)

Kejari Indramayu Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Pengadaan Makan Minum Santri Hafidz

0
Kejaksaan Negeri Kabupaten Indramayu, Jawa Barat

CIREBON (Aswajanews.id) – Kejaksaan Negeri Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menetapkan empat orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan makan dan minum santri penghafal Al Quran yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui program Rumah Tahfidz.

“Kami sudah menetapkan 4 orang sebagai tersangka, namun tidak menutup kemungkinan akan terdapat tersangka lainnya,” kata Kasi Intelijen Kejari Indramayu Gunawan saat dihubungi melalui telepon seluler di Indramayu, Jumat.

Menurut Gunawan, empat orang tersangka itu masing-masing berinisial A, TH, N, dan EN. Dua orang di antaranya para tersangka itu, yakni A dan TH merupakan mantan pejabat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Indramayu.

Sementara satu orang tersangka berasal dari unsur pejabat pengadaan berinisial N dan satu tersangka lagi dari unsur pelaksana kegiatan berinisial EN.

Gunawan menjelaskan keempat tersangka itu diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan makan dan minum bagi santri tahfizh, muhafizh dan admin takhasus di Rumah Tahfidz dengan anggaran sebesar Rp1,449 miliar pada tahun 2020.

Program pendidikan Rumah Tahfidz merupakan implementasi Peraturan Bupati Indramayu Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Rumah Tahfidz Al Quran.

Dari kasus tersebut negara dirugikan hingga ratusan juta rupiah dan saat ini kejaksaan masih terus melakukan penyidikan.

“Berdasarkan hasil serangkaian penyidikan yang telah dilakukan diperoleh alat bukti yang cukup dan menetapkan empat orang tersangka,” tuturnya.

Ia menambahkan penetapan empat tersangka itu merupakan langkah awal dalam rangka mengungkap lebih lanjut perkara dugaan penyimpangan serta perbuatan melawan hukum yang dilakukan masing-masing tersangka sesuai dengan peranannya.

Para tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. *(Antara)

Polres Tasikmalaya Kota Gelar Press Conference Pengungkapan Pelaku Curat Modus Pecah Kaca dan Ganjal ATM

0
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan memimpin Press Conference Pengungkapan 2 kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), yaitu pelaku modus pecah kaca dan ganjal ATM

TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan memimpin Press Conference Pengungkapan 2 kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), yaitu pelaku modus pecah kaca dan ganjal ATM bertempat di Mapolres Tasikmalaya Kota, Selasa (13/09/22).

“Alhamdulilah, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap kasus Curat modus pecah kaca, dan berhasil mengamankan 2 pelaku,” ungkapnya

Lanjut dia, pelaku yang diamankan berinisial AP (34) dan HM (35) warga Kabupaten Ogan Komering Ilir Propinsi Sumatera Selatan dengan barang bukti ponsel, sepeda motor dan alat untuk pecahkan kaca mobil target.

“Sindikat ini bekerja berkelompok, dengan target nasabah bank yang baru saja mengambil uang,” terangnya

Sementara itu, Kapolres juga menambahkan bahwa para pelaku melakukan tindak pidana curat di jalan Otista dengan kerugian Rp 300 juta pada Selasa (22/5/22), para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Kemudian dilanjutkan press conference pelaku Curat modus ganjel ATM dan mengamankan 2 pelaku RF dan TM warga Lampung, saat para pelaku beraksi di ATM di jalan RE Martadinata Kota Tasikmalaya, Sabtu (27/08/22)

“Kami ungkap juga percobaan pencurian dengan modus ganjel ATM, namun digagalkan oleh anggota kami yang sedang patroli,” ujar Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan

Lanjut dia, sempat terjadi kejar kejaran dan 2 pelaku berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, berikut barang bukti 1 unit mobil, gunting, 8 kartu ATM, tusuk gigi, beberapa bungkus korek api.

“Kami menghimbau kepada masyarakat bilamana ATM nya bermasalah atau tidak keluar saat transaksi di mesin ATM, jangan meminta tolong kepada orang lain yang bukan petugas atau sekuriti, jaga kerahasiaan no PIN, jangan sampai diketahui orang lain ,” himbaunya

Untuk para pelaku modus ganjel ATM dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (*)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts