Google search engine
Beranda blog Halaman 228

Kemnaker Apresiasi Deklarasi Bebas Pekerja Anak di Kota Pekalongan

0
Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemnaker, Haiyani Rumondang di Kota Pekalongan, Senin (14/11/2022)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kementerian Ketenagakerjaan mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pekalongan yang mendeklarasikan Kota Pekalongan Bebas Pekerja Anak Tahun 2022. Kegiatan tersebut patut dicontoh oleh daerah-daerah lain dalam rangka mendukung Program Nasional mewujudkan Indonesia Bebas Pekerja Anak.

“Harapan Ibu Menteri, semoga melalui Deklarasi Kota Pekalongan Bebas Pekerja Anak bisa menjadi contoh praktik baik bagi daerah-daerah lain, khususnya Kabupaten/Kota lain di Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung Program Nasional mewujudkan Indonesia Bebas Pekerja Anak,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemnaker, Haiyani Rumondang di Kota Pekalongan, Senin (14/11/2022).

Ia mengatakan, deklarasi menjadi modal utama dalam mewujudkan Indonesia Bebas Pekerja Anak. Hanya saja, terwujudnya program tersebut tidak hanya dilihat dari tidak adanya anak yang dipekerjakan di sebuah perusahaan, namun lebih kepada dampak luas lainnya.

“Dengan deklarasi Kota Pekalongan Bebas Pekerja Anak ini mengandung maksud bahwa komitmen kita bersama, di mana anak-anak memang harus diberikan waktu bermain, dan diberikan haknya untuk mendapatkan kasih sayang orangtua dibandingkan bekerja, dan mengajak perusahaan untuk meningkatkan kesadaran bahwa mempekerjakan anak-anak itu merupakan hal yang tidak baik dari sisi hak anak,” terangnya.

Dikemukakan, permasalahan pekerja anak sangatlah kompleks, sehingga dalam penanganannya memerlukan berbagai macam cara dan strategi yang baik agar kepentingan terbaik untuk anak tidak terabaikan.

Dalam penanganan pekerja anak, lanjutnya, perlu ada keterlibatan secara aktif dalam setiap langkah dan upaya untuk mengeluarkan anak dari dunia kerja agar dapat memberikan kesempatan kepada mereka untuk kembali ke dunia anak-anak dan menikmati hak-hak mereka. Dengan demikian, diharapkan kelak mereka akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang kuat dan berkualitas, baik fisik, mental, sosial dan intelektualnya.

“Keberadaan anak di dunia kerja tidak bisa kita biarkan, khususnya mereka yang memasuki dunia kerja dalam usia yang masih sangat muda dan berada pada lingkungan kerja yang berbahaya atau yang kita sebut sebagai bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak,” ucapnya. *(Humas Kemnaker)

Ciptakan Wirausaha Baru, Kemnaker Siapkan 817 TKS

0
Dirjen Binapenta & PKK, Suhartono saat membuka kegiatan 'Peningkatan Kapasitas Tenaga Kerja Sukarela sebagai Pendamping TKM Pemula Tahun 2022’

JAKARTA (Aswajanews.id) – Dalam rangka mendukung penciptaan wirausaha baru melalui kegiatan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Pemula tahun 2022, Ditjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan 817 tenaga pendamping kewirausahaan bagi TKM Pemula melalui program Tenaga Kerja Sukarela (TKS).

Pada tahun 2022, Ditjen Binapenta dan PKK menargetkan pemberdayaan kelompok usaha TKM Pemula sebanyak 12.500 kelompok atau sekitar 125.000 orang.

“Ke 817 TKS merupakan orang-orang yang telah terpilih menjadi TKS untuk mengemban tugas sebagai pendamping TKM Pemula Tahun 2022,” ujar Dirjen Binapenta & PKK, Suhartono saat membuka kegiatan ‘Peningkatan Kapasitas Tenaga Kerja Sukarela sebagai Pendamping TKM Pemula Tahun 2022’, di Jakarta, Senin (14/11/2022).

Suhartono mengungkapkan ada tiga peran penting yang harus dijalankan TKS Pendamping TKM Pemula. Yakni memberi motivasi (motivator), memfasilitasi pengembangan usaha (fasilitator) dan menggerakkan ide-ide pengembangan usaha (inovator) bagi kelompok usaha TKM Pemula.

Suhartono menjelaskan peran-peran TKS tersebut secara konkrit, di antaranya yakni melakukan pendampingan usaha; memotivasi TKM Pemula dalam mengembangkan kegiatan usaha; memfasilitasi TKM Pemula dalam memperluas jejaring kemitraan, akses permodalan dan akses pemasaran; dan membantu TKM Pemula menyelesaikan kewajiban dalam menyusun laporan pertanggung jawaban bantuan pemerintah.

Suhartono menambahkan TKS juga memiliki peran mendampingi TKM Pemula pada saat pelaksanaan audit internal dan eksternal; dan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Direktorat Bina Perluasan Kesempatan Kerja pada saat menjalankan tugas pendampingan.

“Saya minta Saudara menjalan tugas ini dengan baik, amanah dan penuh tanggung jawab,” katanya.

Suhartono berharap melalui kegiatan peningkatan kapasitas TKS ini, menjadi forum komunikasi dan koordinasi yang efektif guna mendukung keberhasilan TKS sebagai pendamping TKM Pemula.

Sementara Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja, I Nyoman Darmanta menyatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara TKS Pendamping TKM Pemula dengan Kementerian Ketenagakerjaan selaku Pembina; membekali TKS dengan pengetahuan mengenai fungsi dan tujuan penugasan TKS serta peran dan tugas yang diemban TKS selaku pendamping TKM Pemula. *(Humas Kemnaker)

SMA PGRI 2 Bandung Beri Ruang Kreasi bagi Siswa Melalui Mural

0
Siswa SMA PGRI 2 Bandung menggambar mural di dinding sekolah untuk mengikuti lomba mural yang diadakan oleh perusahaan start-up terbesar asal Indonesia.

BANDUNG (Aswajanews.id) – Sebanyak 5 siswa SMA PGRI 2 Bandung menggambar mural di dinding sekolah. Tapi tenang, mural tersebut dibuat bukan karena iseng, tapi untuk mengikuti lomba mural yang diadakan oleh perusahaan start-up terbesar asal Indonesia.

Mereka adalah Nurul Azwa Andriyani, Felicia Syifa, Muhammad Pgi Diaul Haq, Karina Karin, dan Salsa Khoirunnisa. Kelimanya kompak menuangkan kreativitas di dinding sepanjang 15 meter tersebut. Dengan tema “Siswa Berprestasi & Green School”, mereka melukis wajah siswa dan guru dalam suasana sekolah di perkotaan hijau nan asri.

Wakil Kepala SMA PGRI 2 Bandung Bidang Humas, Destria Indra Gunawan menjelaskan, pihaknya selalu berupaya mengeksplorasi potensi dan bakat siswa. “Kita selalu memberi kesempatan bagi siswa untuk terus mengeksplorasi kemampuan dan potensi mereka, baik akademik, nonakademik, olahraga, seni dan lainnya. Kita beri ruang dan waktu seluas-luasnya,” ungkapnya saat ditemui di sekolah, Selasa (15/11/2022).

Destria beserta para guru pun tak pernah menggeneralisasi kemampuan siswa sebab siswa memiliki keistimewaan masing-masing. Ia pun mendorong seluruh siswa untuk menemukan minat dan bakatnya dengan terus mencoba hal baru yang positif.

“Jangan sampai mematikan potensi diri. Mumpung masih muda, mari berprestasi. Saatnya membuka dan mengubah diri,” ajaknya.

Asah Karakter

Sedangkan guru seni SMA PGRI 2 Bandung, Neng Otih menjelaskan, melalui mural yang dikerjakan berkelompok ini, para siswa akan terasah karakter kerja samanya. “Intinya kerja sama. Satu sama lain harus sinkron. Kemudian, belajar kerapian dan disiplin. Karena, selain objek gambar/lukis itu indah, ia juga harus rapi,” tuturnya.

Otih menambahkan, para siswa yang membuat mural adalah siswa yang memang minat dan bakatnya di dunia seni, khususnya menggambar.

Salah seorang siswa, Nurul Azwa Andriyani pun mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut, terlebih sekolah mendukung penuh. “Sekolah nyediain segala sarana dan prasarananya,” katanya.

Bagi Nurul, menggambar adalah caranya menumpahkan segala emosi dan pemikirannya. “Jadi, yang saya pikirkan saat menggambar itu senang, happy, dan lega,” tutup siswa XI tersebut. ***

Narjo Mengajak MUI Tetap Konsisten Dalam Amar Maruf Nahi Munkar

0
Wakil Bupati Brebes Narjo, SH MH

BREBES (Aswajanews.id) – Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Brebes untuk konsisten pada perjuangan menyampaikan kebaikan, amar ma’ruf dan nahi munkar. Juga mempelopori terciptanya kehidupan yang aman dan damai di bumi pertiwi, Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Narjo saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I MUI Kabupaten Brebes tahun 2022, di gedung Islamic Center Brebes, Sabtu (12/11.

“Derasnya serbuan teknologi informasi dan komunikasi di era global telah banyak digunakan untuk menyebarkan informasi-informasi yang tidak jelas kebenarannya dan cenderung mengadu domba,” ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, dapat mengancam kesatuan dan persatuan bangsa. Maka di tengah kondisi demikian, para ulama tidak boleh tinggal diam, apalagi bersikap apatis terhadap kondisi dan fenomena yang berlangsung di masyarakat tersebut.

“Ulama harus berdiri paling depan dalam menyuarakan kebenaran dan mencegah kerusakan di masyarakat. Ulama memiliki tanggung jawab moral yang tidak hanya mencakup masalah ibadah, tetapi juga termasuk kemaslahatan di dunia, yaitu menyangkut hubungan sosial yang lebih luas,” tandas Narjo.

Narjo yakin, MUI sangat strategis dalam membangun karakter bangsa dalam dunia, karena semodern apapun, peran, fungsi serta tanggung jawab para ulama tidak pernah tergantikan. Di pundak para ulama pembangunan moral dan etika ditentukan ketika peran itu mulai surut dan beralih perhatian ke masalah-masalah yang lebih pragmatis dan bisa mendatangkan musibah bagi umat.

Sekertaris MUI Kabupaten Brebes Drs Akhmad Ma’mun mengatakan rapat kerja daerah sebagai sarana silaturahim antar MUI dengan Pemkab dan lembaga organisasi Islam lainnya. Diantaranhya untuk merumuskan penguatan peran MUI menuju masyarakat Kabupaten Brebes yang mengedepankan nilai-nilai Islami.

Ketua MUI Kabupaten Brebes KH Sholahudin Masruri menandaskan, Rakerda antara lain untuk merumuskan peran MUI secara optimal, selain itu evaluasi program tahun 2022 dan merencanakan program 2023.

“MUI sebagai wadah musyawarah para ulama, zuama dan cendekiawan muslim dalam mengayomi umat Islam dan mengembangkan kehidupan yang Islami, termasuk wadah silaturahmi para ulama dalam mengamalkan ajaran Islam dan menggalang ukhuwah Islamiyah,” tuturnya.

Gus Sholah yang juga Ketua PCNU Kab Brebes berharap dalam Raker ada gagasan program yang bisa berdampak secara luas kepada masyarakat Brebes.

“Komisi yang ada harus bisa memberikan wawasan kebangsaan, kebhinekaan, dan mampu mengayomi umat Islam serta bisa berkontribusi pada daerah untuk percepatan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” tambahnya.

Rakerda antara lain membahas program kerja MUI Kabupaten Brebes untuk tahun 2023 terutama persoalan memdasar yakni masail asasiyah wathoniyah (Persoalan mendasar kebangsaan); masail diniyah waqi’iya Mu’ashiroh (persoalan keagamaan tematik kontemporer; masail qonuniyah (persoalan mendasar peraturan perundang-undangan).

Selain itu juga akan membahas program dimasing-masing komisi baik itu komisi fatwa, komisi hukum dan komisi pengkajian dan penelitian; Komisi ukhuwah dan komisi KUB; Komisi dakwah, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat; Komisi Pemberdayaan Perempuan dan remaja; Komisi informatika dan Media Massa; serta program umum untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Pembina MUI Brebes KH Subhan Ma’mun, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan, MT yang sekaligus sebagai Sekertari Dewan Pembina MUI Brebes, dan pejabat lainnya. *(Agus Awaludin)

Opik Lepas Gaji Rp12 Juta Jadi Petani Jamur Tiram

0
Pameran produk unggulan petani milenial di Pasar Pasisian Leuweung Tahura Juanda yang digelar di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (12/11/2022).

KAB. BANDUNG (Aswajanews.id) – Sejumlah petani milenial ikut memamerkan produk unggulannya di Pasar Pasisian Leuweung Tahura Juanda yang digelar di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (12/11/2022).

Opik, salah satu peserta program Petani Milenial Jabar yang berpartisipasi di Pasar Pasisian Leuweung Tahura sangat senang dapat memamerkan produknya: jamur tiram. Ia juga bersyukur telah mengikuti program Petani Milenial yang digagas Pemdaprov Jabar.

Opik mengaku pada awalnya bekerja di Jakarta dengan gaji Rp10-12 juta per bulan. Namun karena di kampungnya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, orang tuanya tidak memiliki pekerjaan tetap, Opik memutuskan pulang dan memulai merintis usaha bersama keluarga.

“Saya kirim uang ke orang tua, tapi (uangnya) habis terus. Sehingga saya memutuskan untuk pulang kampung membuka usaha bersama keluarga, sehingga semuanya terlibat,” ujar Opik.

Opik memiliki dua orang kakak yang juga hanya bekerja sebagai tukang ojek. Ia lebih beruntung karena bisa mendapatkan beasiswa sekolah di salah satu politeknik di Bandung. Ia kemudian melakukan survei dan memilih untuk membudidayakan jamur tiram.

“Saya lulusan politeknik, teknik elektro, sama sekali tidak ada basic bertani. Namun karena tekad akhirnya bisa,” ujar dia.

Opik mengaku memulai menanam jamur tiram sejak 2014, dan kini semakin berkembang setelah mengikuti program Petani Milenial.

Kini penghasilannya sudah cukup. Bahkan orang tua, kakak dan para tetangganya kini bisa ikut bersama-sama membudidayakan jamur tiram. Berkat dirinya, bukan hanya keluarga, namun para tetangganya pun bisa menikmati hasil dari pertanian jamur tiram.

Pasar Pasisian Leuweung Tahura digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar. Ini merupakan upaya Disperindag untuk semakin mengenalkan dan memasarkan produk petani milenial.

Selain produk petani milenial, Pasar Pasisian juga menghadirkan produk UMKM dari kelompok tani hutan, serta hasil produksi hutan di Jabar.

“Dinas Perindutrian dan Perdagangan Jabar serius membantu memasarkan produk petani milenial. Bahkan akhir tahun ini kami membuka tiga lokasi untuk dapat digunakan para petani milenial,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Eem Sujaemah.

Ia menyebutkan, ada tiga lokasi baru yang sudah dipersiapkan bagi petani milenial, yakni di Yogya Kepatihan Kota Bandung, PT KAI Daop 2 Bandung dan Mal Botanic Square di Kota Bogor.

Selain itu pada 2023, Disperindag Jabar juga akan melakukan kurasi kepada petani milenial, untuk membantu memasarkan produknya ke mancanegara atau untuk ekspor. **

Sosialisasi Pergub Tentang Komite Sekolah

0
Kadisdik Jabar, Dedi Supandi menghadiri Sosialisasi Peraturan Gubernur Jawa Barat tentang Komite Sekolah pada SMA, SMK, dan SLB Negeri, Jumat (11/11/2022).

BANDUNG (Aswajanews.id) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi menghadiri kegiatan “Sosialisasi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 97 Tahun 2022” tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 44 Tahun 2022 tentang Komite Sekolah pada SMA, SMK, dan SLB Negeri, Jumat (11/11/2022).

Kegiatan yang digelar di Gumilang Regency Hotel, Kota Bandung ini dalam rangka mengoptimalkan peran dan fungsi komite sekolah sebagai upaya mewujudkan tata kelola kelembagaan komite sekolah yang baik pada SMAN/SMKN/SLBN di Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah VI.

Kadisdik pun memaparkan sejarah munculnya pergub komite sekolah. Jika di sekolah negeri SPP digratiskan maka penggratisan SPP dibayar oleh pemerintah, namanya BOPD. “Kalau swasta, (namanya) BPMU karena masih memungut SPP. Yang di (sekolah) negeri ini belum ada sumbangan maka kita buat Pergub Komite Sekolah yang di dalamnya terdapat sumbangan, larangan, dan sebagainya,” tuturnya.

Jadi, tambahnya, harus dibuat dengan matang terlebih dahulu agar tidak terjadi (seolah-olah) itu sebuah pungutan. Dibedakan satu kondisi dengan kondisi lainnya.

“Bisa dibuat mekanisme transparansi. Perlu memilah penggunaan dari BOS dan BOPD, antara rutin operasional dengan sumbangan untuk inovasi pembangunan,” ujar Kadisdik.

Kadisdik pun berterima kasih serta mengapresiasi seluruh komite sekolah yang masih peduli terhadap pendidikan.

Sedangkan Kepala Cadisdik Wilayah VI, Endang Susilastuti mengatakan, digelarnya sosialisasi ini untuk mendapatkan persamaan persepsi agar saat (pelaksanaan) di lapangan tidak ada multitafsir. “Sehingga, saat keluar dari gedung ini, Bapak dan Ibu sudah satu persepsi. Di lapangan semuanya sudah bisa melaksanakan sesuai dengan aturan yang ada,” ucapnya.

Sementara itu, Tim Akselarasi Pembangunan (TAP), Evi S. Saleha menjelaskan, komite sekolah adalah lembaga mandiri yang memiliki tugas tambahan, yakni menghimpun, mengelola, melaporkan, dan mempertanggungjawabkan. “Tetapi, di pasal berikutnya dinyatakan bahwa pengelolaan hasil penggalangan dilakukan oleh satuan pendidikan,” ujarnya.

Satuan pendidikan menurut ketentuan PP No. 66 Tahun 2010, lanjutnya, adalah kepala sekolah dan komite sekolah.

“Kemarin saya juga menjelaskan mengenai MBS (manajemen berbasis sekolah), berdasarkan UU Sisdiknas, MBS itu indikatornya antara lain adanya komite sekolah sebagai representasi dari partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan yang juga dihadiri Koordinator Analis Perencanaan, Diah Restu Susanti ini diikuti oleh pengawas, komite sekolah serta kepala SMA, SMK, dan SLB negeri di lingkungan Cadisdik Wilayah VI.***

Kakankemenag : Lulusan Madrasah Harus Menjadi Pribadi Terdidik dan Beradab

0
H. Badruzaman saat membuka kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Kepala Madrasah Ibtidiyah bagi seluruh anggota KKM Pangandaran di MIS Cimindi, Jumat (11/11/22)

PANGANDARAN (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Pangandaran H. Badruzaman mengatakan kemajuan peradaban dapat ditunjukan oleh sikap dan perilaku seseorang sebagai yang terdidik dan memiliki adab.

Pernyataan ini disampaikan H. Badruzaman saat membuka kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Kepala Madrasah Ibtidiyah bagi seluruh anggota KKM Pangandaran di MIS Cimindi, Jumat (11/11/22).

“Ciri utama dari masyarakat maju itu selain penguasaan IPTEK sesungguhnya dimilikinya adab dan sikap dan perilakunya,” ujarnya di hadapan para kepala Madrasah Ibtidaiyah KKM Pangandaran.

Menurut Kankemenag, manusia yang maju dan beradab sejatinya bukan persoalan apakah lulusan madrasah harus bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi S1, S2, S3 baru kemudian dikatakan maju dan beradab, sama sekali tidak.

“Sesungguhnya kata maju itu lebih melihat sejauh mana lulusan Pendidikan bisa tampil sebagai masyarakat yang terdidik dan menjaga adab,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia meyakini bahwa lulusan madrasah mampu hadir ditengah tengah masyarakat dengan menampilkan sikap yang terdidik dan beradab.

“Maka ini menjadi tugas kita semua para guru tenaga pendidik dan kependidikan di dalamnya bagaimana lulusan madrasah tampil sebagai orang yang terdidik. Madrasah harus mampu mengajarkan, mendidik, membina dan membiasakan siswanya mereka menjadi terdidik dan menjaga adab,” ujarnya.

Turut hadir mendampingi Kepala Kantor, Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pangandaran H. Rosidin. *(Kontributor : Didah)

KKMI Pangandaran Gelar Workhsop Pengembangan Manajerial dan Kewirausahaan bagi Kepala Madrasah

0
KKMI Pangandaran menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi bagi Kepala Madrasah anggota KKM

PANGANDARAN (Aswajanews.id) – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Pangandaran menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi bagi Kepala Madrasah anggota KKM Pangandaran Jawa Barat 006 melalui program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Ketua KKMI Pangandaran yang juga ketua panitia penyelenggara, Rosidin menjelaskan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bertujuan untuk pengembangan manajerial dan kewirausahaan dalam rangka pengelolaan madrasah oleh kepala madrasah.

“Diharapkan outputnya setelah PKB ini pengelolaan madrasah terutama dari sisi manajerial dan dari sisi kewirausahaan akan semakin meningkat terutama setelah ditampilkan berbagai contoh dan studi perbandingan antara madrasah yang ada di Kabupaten Bogor dan Madrasah yang ada di kabupaten Pangandaran,” kata Rosidin di MIS Cimindi, Jumat (11/11/22).

Rosidin menambahkan, kegiatan yang diikuti 15 kepala madrasah negeri dan 2 kepala madrasah swasta dari dua kecamatan yaitu Cigugur dan Langkaplancar akan berlangsung selama lima hari dari tanggal 11 hingga 15 November 2022.

“Empat hari ke depan merupakan kegiatan langsung tatap muka (IN) sementara kegiatan tugas di tempat kerja masing-masing (ON) akan dilaksanakan setelah kegiatan langsung tatap muka,” ujarnya.

Rosidin menjelaskan, salah satu kegiatan ON yang ada dalam PKB ini di antaranya melakukan survey terhadap kegiatan KKG yang dilaksanakan oleh penerima Pokja, lalu kepala madrasah diharuskan melakukan supervisi ke guru yang merupakan bentuk tugas di tempat kerja setelah pelaksanaan kegiatan tatap muka berakhir.

Selain kegiatan ON dan IN itu ada juga ada penekanan Pendidikan yang inklusif sebagimana yang ditekankan oleh pemerintah
“Artinya ketika ada orang tua siswa yang ingin menyekolahkan anaknya di madrasah sementara keadaan anaknya berkebutuhan khusus selama kebutuhan khusus itu masih bisa ditolerir diharapkan madrasah mau menerima dan menampung terhadap anak tersebut sehingga pendidikan inklusif yang sekarang ditekankan oleh pemerintah dapat diakomodir dan diimplementasikan ditingkat madrasah,” sambungnya.

Pengembangan Keperofesian Berkelanjutan (PKB) melalui kegitan workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Madrasah bagi seluruh anggota KKM Pangandaran Jawa Barat 0006 dibuka langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Pangandaran H. Badruzaman.
Kegiatan workshop KKMI Pangandaran Jawa Barat 0006 menghadirkan 3 orang narasumber, yakni Fasilitator PKB Provinsi Suryani, Kepala Kemenag H. Badruzaman, dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Nana Supriatna. *(Kontributor : Didah)

KBIHU Miliki Peran Strategis Dalam Bina Jemaah Haji dan Umrah

0
Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya Dr. H. Supriana, M.Pd

KOTA TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Dr. H. Supriana, M.Pd menjadi narasumber dalam Bimbingan Manasik Haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Firdaus di Aula Lantai 4 RSIA Bunda Aisyah pada Minggu (13/11).

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Tasikmalaya H. Wahyu, S.Ag., Ketua KBIHU Al Firdaus Hj. Is Is Aisyah, dan para Calon Jemaah Haji KBIHU Al Firdaus.

Mengawali arahan, Kepala Kantor menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap KBIHU Al Firdaus yang sudah berkontribuso terhadap umat islam dan membantu Kementerian Agama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Sudah 32 tahun KBIHU Al Firdaus berkontribusi terhadap umat islam dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pada prinsipnya penyelenggaraan ibadah haji adalah tugas Kementerian Agama, tetapi dengan keterbatasan pemerintah dalam hal ini membimbing, mengedukasi, maka kehadiran KBIHU adalah bagian dari kekuatan ataupun penopang dari Kementerian Agama,” ungkapnya.

Menurutnya KBIHU mempunyai peran yang strategis dalam membina jemaah haji dan umrah saat ini, karena disamping besarnya jemaah yang dibina juga kedekatan emosional antara KBIHU dengan jemaah haji menjadi modal dalam mengarahkan jemaah haji kearah pembinaan manasik yang lebih baik.

“KBIHU mempunyai peran yang strategis dalam melakukan pembinaan kepada jemaah haji dan umrah saat ini di samping besarnya jemaah yang dibina juga kedekatan emosional yang dimiliki KBIH menjadi modal untuk dapat mengarahkan jemaah haji kearah pembinaan manasik yang lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut H. Yana menyampaikan bahwa peran KBIHU sebagai mitra penerintah setidaknya melakukan 5 hal yaitu Pembinaan, Pelayanan, Perlindungan, mewujudkan Kemandirian dan meingkatkan Ketahanah jamaah secara baik dan maksimal.

Kepala Kantor berharap calon jemaah haji untuk terus bersabar hingga pengumuman resmi dari pemerintah terkait kouta haji tahun 2023. Ia memotivasi para jemaah haji untuk terus semangata mengikuti bimbingan manasik digelar sejak dini untuk memberikan bekal pemahaman baik teori maupun praktik kepada calon jemaah haji.

Kegiatan ini sekaligus dijadikan silaturahmi pertama kali dengan Kepala Kantor Dr. H. Supriana, M.Pd yang dilantik pada Oktober lalu. *(Kontributor : Shinta)

Kasi Haji Berikan Arahan dalam Manasik Haji KBIHU Al Firdaus

0
KBIHU Al Firdaus melaksankan Bimbingan Manasik Haji di Aula Lantai 4 RSIA Bunda Aisyah pada Minggu (13/11)

KOTA TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Firdaus melaksankan Bimbingan Manasik Haji di Aula Lantai 4 RSIA Bunda Aisyah pada Minggu (13/11). Hadir sebagai narasumber Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalay Dr. H. Supriana, M.Pd., Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Tasikmalaya H. Wahyu, S.Ag., Ketua KBIHU Al Firdaus Hj. Is Is Aisyah, dan para Calon Jemaah Haji KBIHU Al Firdaus.

Kasi Haji Kankemenag Kota Tasikmalaya H. Wahyu menyampaikan bahwa kuota haji Kota Tasikmalaya tahun 2022 adalah 364 jemaah haji, sedangkan biasanya tahun-tahun sebelumnya kuota Kota Tasikmalaya adalah 644 jemaah haji. Terkait tahun 2023, Kemenag Kota Tasikmalaya belum bisa memastikan kuota karena menunggu pengumuman resmi dari pemerintah stake holder terkait.

“Karena Pandemi Covid-19, kuota Kota Tasikmalaya yang biasanya 644 orang, ibadah haji sempat terpending dua tahun, dan kuota tahun 2022 mendapatkan 364. Kita berdoa mudah-mudahan tahun 2023 kuota jemaah haji Kota Tasikmalaya dapat kembali normal, kita tunggu pengumuman resmi dari pemerintah,” ungkapnya.

Saat ini menurutnya ada tren terbaru mengenai orang berbondong-bondong mengambil dana tabungan haji dan berpindah menjadi umroh, hal ini menurutnya cukup disayangkan karena Haji dan Umroh adalah sesuatu yang berbeda. Haji adalah rukun islam yang kelima, berkaitan dengan kesempurnaan muslim.

“Haji lebih utama sebab haji merupakan bagian dari rukun islam. Umroh hanya alternatif lain untuk datang ke rumah Allah”, ujarnya.

Dalam menyikapi fenomena tersebut, Kasi PHU berharap para jemaah haji dari KBIHU Al Firdaus tidak melakukan hal serupa, karena masa tunggu ibadah haji bisa saja berubah dan waktu yang sudah ditunggu sekian tahun akan kembali ke nol jika terjadi pembatalan ibadah haji, jikapun itu adalah hak.

“Berangkat haji memang perlu biaya yang tidak sedikit. Tapi, dengan haji regular bisa dicicil. Sambil menunggu antrian, bisa kita berangkat umroh dahulu. membahas haji berbeda dengan membahas umroh. “Sudah bab yang lain, ketentuan yang lain. Pahalanya juga lain, biayanya juga. Orang yang haji daya tariknya sendiri itu sudah luar biasa. Itulah kenapa berhaji itu adalah Panggilan Allah,” tutupnya. *(Kontributor : Shinta)

Porprov Jabar, Omzet Pedagang di SOR Adiwijaya Meningkat

0
Eman (57) pedagang baso yang berjualan tepat di depan Gedung Akuatik Talaga Bodas

GARUT (Aswajanews.id) – Omzet pedagang yang berjualan di area Sarana Olahraga (SOR) R.A.A Adiwijaya meningkat dengan adanya perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat (Jabar) XIV Tahun 2022.

Salah satunya diakui oleh Eman (57) pedagang baso yang berjualan tepat di depan Gedung Akuatik Talaga Bodas, di mana dirinya bisa mendapatkan omzet dua kali lipat dibanding hari-hari biasanya.

“Per harina upami rame kieu mah aya kenging 800 (ribu), aya 700, kadang-kadang lebih (bahkan), sajuta kenging. Upami perhari (biasanya) mah paling-paling 400 (atau) 300, (Perharinya kalau rame gini ya ada dapat 800, ada 700, kadang-kadang lebih (bahkan) sejuta dapat. Kalau perhari (biasanya) ya paling-paling 400 (atau) 300,)” kata Eman.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Indra Lesmana, pedagang Es Goyobod yang berjualan di area SOR R.A.A Adiwijaya. Di mana ia menilai, adanya acara Porprov ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang.

Sama halnya dengan Eman, Indra (24), pedagang es goyobod , juga mengakui jika penjualannya mengalami peningkatan dibandingkan ketika ia berjualan di lokasi mangkalnya yaitu di Klinik Baiturrahman.

“Kalau perhari yang terkadang bisa sampai 800 atau sampai 700 lah. Biasanya saya jualan di Klinik Baiturrahman, penghasilan per hari minimal 400 sampai 500,” ucapnya.

Meski begitu, ia berharap para pedagang yang berjualan bisa dipusatkan di satu lokasi, sehingga orang-orang yang akan membeli jajanan bisa ke satu lokasi yang sama.

“Harapannya ya saya cuman nggak banyak-banyak mintanya, cuman lapak supaya bisa distand-stand supaya nggak kemana-mana, ada yang di sini ada yang di sana,” pungkasnya. *(Humas Jabar)

PLN Terangi 370 Dusun Terpencil di Jawa Barat Selama 2020-2022

0
PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat menerangi dusun terpencil

BANDUNG (Aswajanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat menyebutkan pihaknya telah menerangi sebanyak 370 dusun terpencil di Jawa Barat sejak 2020 hingga Oktober 2022.
Manajer UP2K PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Agus Sobari ketika dihubungi di Bandung, Jabar, Minggu mengatakan infrastruktur kelistrikan yang dibangun terdiri atas jaringan tegangan menengah sepanjang 76,73 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 229,496 kms, 69 unit gardu distribusi dengan total daya sebesar 4.650 kilovolt ampere (kVA).

“Total biaya seluruh investasi pengerjaan di 370 dusun ini mencapai Rp64,6 miliar dan akan melayani sebanyak 8.650 pelanggan. Pendanaan pembangunan ini berasal dari PMN dan APLN,” kata Agus.

Adapun dusun yang telah dialiri listriknya dengan pendanaan PMN pada 2022 ini yakni Kampung Cikaret, Kabupaten Bogor; Kampung Jatisari, Kabupaten Cirebon; serta Kampung Pasirhuni, Kampung Leuwipeuteuy, dan Kampung Cipanali di Kabupaten Sukabumi.

Lebih lanjut Agus mengatakan bahwa kehadiran listrik PLN 24 jam di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) tidak hanya memberikan penerangan bagi masyarakat.

Namun, juga mendorong berbagai aktivitas masyarakat baik di sektor pendidikan dan perekonomian yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kontur wilayah Jawa Barat ini sangat bervariasi, apalagi di daerah terpencil yang jalurnya berliku-liku, naik turun gunung, di mana infrastrukturnya belum memadai. Meski demikian, kami terus bekerja untuk mewujudkan Jabar Juara Terang Benderang,” ujar Agus. Ia menambahkan komitmen PLN dalam menerangi seluruh wilayah Jawa Barat dan menggerakkan perekonomiannya terus diperjuangkan meski banyak tantangan.

Berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait, PLN turut mendukung program listrik desa yang juga merupakan strategi mengurangi kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi di daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Slamet Mulyanto S menyatakan bahwa program perluasan infrastruktur ketenagalistrikan PLN ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi dan dukungan signifikan terhadap Program Jabar Caang yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saya harap PLN dapat terus bersinergi untuk selalu memberikan akses listrik yang aman, andal dan akrab lingkungan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian Jawa Barat,” kata dia. *(Ant)

Rakernas IA-ITB Digelar Sebentar Lagi, Cecep Zaelani : Semoga Ide-Ide Segar Keluar

0
Moch. Cecep Zaelani, Wakil Bendahara Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITB (PP IA-ITB)

GARUT (aswajanews.id) – Salah satu Wakil Bendahara Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITB (PP IA-ITB), Moch. Cecep Zaelani menilai, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IA-ITB merupakan sebuah forum yang memiliki refleksi dan jangkauan yang panjang.

Hal ini dikarenakan rapat tersebut tidak hanya menjadi pertemuan strategis yang bermuara pada kesepakatan bersama, namun juga menjadi ‘lorong’ konsolidasi, koordinasi, sampai kepada evaluasi kinerja organisasi dalam satu tahun ke belakang dan perencanaan program kerja satu tahun ke depan.

“Harapan saya Rakernas nanti dapat mengeluarkan ide-ide segar dan rumusan program kerja yang semakin konkret dan konstruktif, tentunya disesuaikan dengan perkembangan ekonomi global dan diharmonikan dengan iklim investasi dan usaha untuk kepentingan bangsa dan negara.”, kata Cecep, Sabtu 12 November 2022.

Sebagai informasi, Rakernas IA-ITB tahun ini akan diselenggarakan di Pangkalpinang, Bangka Belitung, setelah tahun sebelumnya diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan tersebut akan digelar pada medio Desember 2022 dengan mengusung tema “Teknologi Berdaya, UMKM Naik Kelas”. *(Idham/Nas)

Siswa MTs Negeri 2 Brebes Raih Medali Emas Kombanas 2022

0
Siswa MTs Negeri 2 Brebes Maftuh Basthul Birri berhasil meraih juara 3 dengan raihan Medali Emas pada Kompetisi Bahasa Arab Nasional (Kombanas)

BREBES (Aswajanews.id) – Untuk kedua kalinya, Siswa MTs Negeri 2 Brebes Maftuh Basthul Birri berhasil meraih juara 3 dengan raihan Medali Emas pada Kompetisi Bahasa Arab Nasional (Kombanas) ke-5 yang digelar Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia, di Jakarta, Sabtu (4-6/11) lalu. Meski baru meraih juara 3 tetapi sangat membanggakan dan mengharumkan madrasah, Kabupaten Brebes dan Provinsi Jawa Tengah.

“Tahun lalu, saya juga juara 3 tapi lombanya online karena masa pandemi Covid-19, tahun ini offline, berlomba di Jakarta,” tutur Maftuh saat ditemui Humas TV di ruang Kepala Madrasah, Rabu (9/11).

Maftuh menceritakan kalau dirinya telah melewati jenjang perlombaan dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Menurutnya, ada sesuatu yang menjadikan dirinya semangat menempuh jenjang tersebut yakni harus mencapai target juara nasional.

Dia meraih juara 1 tingkat Kabupaten pada 6 Agustus, juara 1 provinsi pada 3 September di Sukoharjo dan juara 3 tingkat nasional di Jakarta pada 4-6 November 2022,” terang Maftuh.

“Saya percaya, kalau usaha tidak akan menghianati hasil, terbukti saya berhasil meraih juara 3 setelah melalui perjuangan yang sangat melelahkan,” ungkap Maftuh yang saat ini masih duduk di bangku kelas 9 exelent.

Atas keberhasilan tersebut, Maftuh berterima kasih kepada kedua orang tua, guru dan teman-temannya karena doa yang telah diberikan sehingga bisa menorehkan prestasi.

“Berkat doa orang tua, bapak ibu guru dan teman-temen, Alhamdulillah saya mendapatkan juara 3 tingkat nasional di Kombanas ke-5,” tuturnya.

Anak pasangan Fatikhin dan Siti Marwati berupaya keras ketika di rumahnya Desa Luwungragi RT 04 RW I setiap hari belajar bahasa Arab. Termasuk saat duduk di bangku Kelas 8 Mumtaz dan 9 Excellent dia selalu menyimak pelajaran yang diberikan gurunya.

Maftuh yang kelahiran Brebes, 26 Desember 2008 sekarang tidak berada di rumah, karena nyantri menempati asrama Boarding School MTs N 2 Brebes. Dengan mengikuti program boarding school, Maftuh merasakan kalau waktu yang tersedia cukup banyak dan digunakan semaksimal mungkin, tanpa ada waktu untuk bermain seenaknya.

“Sejak kelas 8 saya mengikuti pesantren sekolah atau boarding school,” ungkapnya.

Dia bercerita kalau dalam keseharian sering bercakap-cakap dalam Bahasa Arab. Ketika mengaji juga menelaah kata demi kata sehingga paham betul arti bahasa Arab yang terkandung didalamnya.

Maftuh menyukai Bahasa Arab sejak di jenjang SD, karena senang berbahasa Arab dan sering mengikuti lomba Pidato. Di Dalam pidatonya harus diselingi hafalan hadits dan Quran sebagai pelengkap dan agar lebih menarik.

Kegemarannya pada Bahasa Arab menjadikan Maftuh gemar membaca dan menghafal Al Quran. Hingga saat ini, Maftuh hafal Quran sampai 6 Juz, yakni hafal juz 1,2,3,4, 29 dan 30.

Maftuh yang bercita-cita menjadi ustadz itu menceritakan kalau dirinya harus menguasai Maharotul Istima (Listening), Maharotul Qiroah (reading), Maharotul Kalam (Speaking) dan Maharotul Kitobah (Writing).

Kepala MTs Negeri 2 Brebes Ahmad Zahid, SAg, MEd mengaku gembira atas torehan prestasi yang telah diukir anak didiknya. Zahid melihat, dalam diri Maftuh ada upaya maksimal berupa ikhtiar yang selebihnya pasrahkan kepada Allah SWT.

“Saya menginginkan apa yang telah dicapai Maftuh bisa memacu munculnya Maftuh-Maftuh yang lain,” kata Zahid.

Zahid berjanji akan memberikan reward atas prestasi yang telah dicapai oleh para siswa maupun guru-guru di madrasahnya. Zahid berkeyakinan akan banyak muncul siswa dan guru yang berprestasi sehingga membawa keharuman Jawa Tengah, dan Brebes khususnya.

Untuk mewujudkan berbagai torehan prestasi, Zahid memprogramkan secara khusus di bidang akademik dan non akademik. Untuk program akademik, dia mengidentifikasi anak-anak yang berprestasi untuk dieksplor kemampuannya.  Tidak berarti, lanjutnya, mengabaikan anak-anak dalam tanda kutip yang tertinggal. Dan untuk yang tertinggal, disediakan bengkel setiap Mata Pelajaran.

“Baik yang punya potensi maupun yang kebetulan potensinya kurang, sama-sama mendapatkan perhatian dari madrasah,” pungkasnya. (Kemenag Jateng)

Ratusan Ribu Kendaraan di Brebes Nunggak Pajak

0
Sosialisasi Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di Ballroom Hotel Dedy Jaya Brebes, Selasa (8/11)

BREBES (Aswajanews.id) – Sebanyak 199.377 Kendaraan Bermotor Objek Pajak di Kabupaten Brebes nunggak pajak dari total kendaraan di Brebes sejumlah 573.637 unit. Untuk itu, agar secepatnya dilakukan kewajiban pembayaran pajak sehingga akan memperlancar pembangunan negara, khususnya di Kabupaten Brebes.

Demikian disampaikan Kepala Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD)/Samsat Kabupaten Brebes Agung Breliantoro ST saat Sosialisasi Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di Ballroom Hotel Dedy Jaya Brebes, Selasa (8/11).

Pihaknya mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi angka tunggakan pajak kendaraan di Kabupaten Brebes. Antara lain dengan Gerakan Disiplin Pajak Untuk Rakyat atau GADIS PANTURA. Juga Sosialisasi Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor seperti yang saat ini dilakukan.

Menunggaknya pembayaran pajak akan berdampak pada menurunnya penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) yang akan diterima Pemerintah Kabupaten Brebes. Agung mengungkapkan, Alokasi DBH yang disalurkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ke Pemerintah Kabupaten Brebes pada tahun 2021 sebesar Rp 181.639.050.294.

“Sedangkan alokasi DBH 2022 sampai September yang disalurkan ke Pemkab Brebes sebesar Rp 156.382.635.151,” tutur Agung.

Bupati Brebes, melalui Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT mengatakan kesadaran membayar pajak merupakan kewajiban bagi wajib pajak. Dengan pajak berarti kontribusi dalam membiayai pengeluaran yang tertuang dalam APBD. Penerimaan Negara juga bergantung kepada wajib pajak yang patuh dan taat dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajaknya.

“Jika kewajiban pajak dipatuhi dan disadari oleh wajib pajak yaitu dengan menyetor atau membayar pajak tepat waktu, maka penerimaan negara akan meningkat. Begitupun sebaliknya, penerimaan negara akan menurun apabila pembayaran kewajiban pajak tidak dilakukan atau tidak patuhi,” tandas Djoko Gunawan.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Samsat Budiman (Bumdes Digital Mandiri) antara BUMDes dan UPPD Brebes. Dalam perjanjian antara lain disepakati pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor bisa melalui BUMDes.
Nampak hadir antara lain Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah Dwi Yasmanto STP, Kanit Regident Polres Brebes Ipda Hani Purwanto SH, Kepala Jasa Raharja Perwakilan Pekalongan Sugeng Prastowo Adhi SE, Mitra Kerja Samsat Brebes dan perwakilan tokoh masyarakat lain yang diundang hadir. (Humas/Yaser Arafat)

Pemuda Pancasila Jawa Barat Mengajak Masyarakat Turut Mensukseskan KTT G20

0
MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat siap mendukung penuh dalam menyukseskan penyelenggaraan KTT G20 di Bali, 15-16 November 2022.

BANDUNG (Aswajanews.id) – MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat siap mendukung penuh dalam menyukseskan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, 15-16 November 2022 mendatang. Demikian dikatakan Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, H. Dian Rahadian di sela-sela kegiatan Hari Pahlawan, Kamis (10/11/2022).

“Kami dari keluarga besar Pemuda Pancasila Jawa Barat, sangat antusias untuk menyukseskan gelaran internasional KTT G20 yang diselenggarakan di Bali,” ujarnya.

Masyarakat begitu antusias menyambut tamu, menyukseskan acara, sampai dengan memanfaatkan peluang yang tercipta dari gelaran internasional, khususnya KTT G20,” ujarnya.

Dengan digelarnya KTT G20, menurut dia, tentu akan berpeluang membuka dan memberikan optimisme masyarakat untuk memacu kembali pergerakan ekonominya usai hantaman pandemi Covid-19.

“Sudah sepantasnya kita bersama-sama mendukung kesuksesan KTT G20. Keluarga besar Pemuda Pancasila Jawa Barat mengajak masyarakat, untuk menjadi tuan rumah yang baik. Salah satunya adalah membantu pihak TNI dan Kepolisian dalam memastikan meminimalisir potensi kerusuhan atau hal yang akan mengganggu kegiatan KTT G20,” ungkap Dian. (Asep NS)

Menemukan Alasan Kenapa Tidak Boleh Berhenti Mengaji

0
Ngaji Ihya bersama K.H. Subhan Ma'mun di Masjid Agung Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Rabu 9 Nopember 2022, Ngaji Ihya bersama K.H. Subhan Ma’mun di Masjid Agung Brebes. Mengajak peserta ngaji untuk meneladani para ulama yang diceritakan oleh Imam Al-ghozali dalam kitab Ihya.

Ngaji kali ini juga menjadi jawaban pada diri penulis, akan pilihan hidup yang dijalaninya. Memilih yang membuat hati nyaman dan menjalaninya dengan bahagia.

Menurut K.H. Subhan Ma’mun menyitir  dari penjelasan dalam Kitab Ihya yang dibacanya. Bahwa aktivitas membaca Al-Quran, bersholawat, ngaji dan kebiasan ibadah lainya yang rutin dilakukan saat kondisi badan sehat. Akan tetap mendapatkan paham, tat kala dalam kondisi sakit, tidak bisa melakukan aktifitas rutin seperti biasa. Oleh Allah Swt, pahala tetap terus mengalir sama seperti saat melakukan aktivitas ketika sehat. Sakitnya orang yang ahli ibadah, sama saja diberi pahala saat dalam kondisi sehat.

Kalimat di atas, menambah keyakinan pada diri penulis untuk memilih pilihan dalam hidup untuk terus mengaji dan mengaji (Belajar sepanjang hayat). Dan berusaha untuk memiliki dan memegang petunjuk guru sebagai modal kehidupan dunia dan menuju keselamatan Akhirat.

Penulis juga berharap kepada Allah Swt, mudah-mudah dari tulisan-tulisan yang penulis tuangkan dalam layar monitor ini, sebagai media pencerahan khususnya bagi diri penulis sendiri dan para pembaca budiman. Tulisan-tulisanya dapat menjadi nilai-nilai dakwa mengajak pada kebaikan dan meningkatkan ibadah kepada Allah Swt dan berharap dari tulisan ini pula menjadi nilai fahala di sisi Allah Swt. Aamiiin.

Kembali pada mentauladani kisah dari para ulama salafusholih yang diceritakan dalam kitab Ihya, sebagai potret ketauladanan bagi peserta Ngaji Karo Kang Kaji, untuk dapat menjadi contoh nyata dan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Berdakwah ala Imam Ghozali dalam Ihya, menurut penulis mengajak para pembaca dengan contoh yang dilakukan oleh para ulama terdahulu. Penggunaan logika yang sangat luar biasa dan menyertakan dalilnya, menjadi satu kesatuan dalam menjelaskan kepada para pembacanya. Sehingga tema-tema yang disodorkan, sampai detik ini masih banyak ulama yang mengkajinya. Termasuk salas satunya ngaji Ihya bersama K.H. Subhan Ma’mun.

Adapun tokoh ulama yang dicontoh dalam ngaji kali ini adalah :

Pertama, profil Muhammad bin Wasir, Seorang ulama yang shalih dan memiliki pengikut yang banyak sekali. Beliau memiliki kebiasaan ketika makan roti dengan membuat sendiri. Dan tatkala membuat roti untuk makan sangat sederhana, dengan cara mencapur sedikit garam, air dan roti. Beliau sangat bahagia dan menerima apa yang ada dan dimilikinya. Hal ini menunjukan penerimaan akan takdir yang diberikan oleh Allah Swt.

Inilah salah satu contoh seorang figur ulama yang tidak mau merepotkan orang lain. Ketika lapar beliau membuat makan sendiri, dan tidak menyuruh orang lain.

Ketauladanan Muhammad bin Wasir yang perlu ditiru, diamalkan tidak hanya dibaca. Jadilah seperti orang yang selalu merasa cukup dengan apa yang diberi dan dari hasil usahanya sendiri. Walaupun dirinya merasa menjadi orang yang hebat maupun kaya.

Kedua, tokoh ulama Hasan Basri, beliau mengatakan, bahwa Allah Swt. akan melaknat suatu kaum, kalau kaum tersebut mengatakan dan menyakini apa-apa yang diberi itu bukan berasal dari Allah Swt.  Padahal Allah Swt memberi segala rejeki kepada setiap makluk.

Semua makhluk yang ada di dunia saling dibutuhkan dan membutuhkan. Artinya semua ciptaan Allah Swt saling membutuhkan. Dan yang jelas sangat membutuhkan Allah Swt juga. Sebagai pemberi kesehatan, nikmat dan kehidupan.

Ketiga, Abu Darin, suatu hari beliau duduk dan ada sahabat-sahabatnya lewat kemudian suruh masuk dan menyuruh istrinya menyuguhkan minuman dan makanan untuk para tamunya.

Kemudian Istrinya Abu Darin, berkata apa engkau tidak tahu kita tidak punya apa-apa. Dan pantaskah menyuguhkan makanan ala kadarnya.

Abu Darin berkata, tidak semua orang bisa melewati perbukitan dan gunung di akhirat nanti kecuali yang enteng ibadahnya dan sedikit hartanya. Setelah mendengar apa yang disampaikannya, Maka istri Abu Darin memberikan apa yang ada, walaupun hanya sedikit makanan dan air minum.

Selain cerita tokoh ulama diatas. Pada ngaji kali ini (9/11/2022) dijelaskan pula tentang kondisi orang fakir yang tidak sabar maka akan mudah menjadi seorang yang kafir.

Padahal dalam hal ini, orang yang fakir sabar atas kefakirannya, lebih utama dibandingkan dengan orang kaya yang bersyukur.

Adapun sejelek-jeleknya manusia dalam hal ini adalah seorang kafir yang miskin. Sudah didunianya sengsara, akhiratnya akan lebih sengsara lagi.

Pada dasarnya manusia hidup akan melawati empat fase, menjadi orang kaya dan miskin. Memiliki badan sehat dan sakit. Fase-fase ini akan di lewati. Namun yang jelas saat mengalami fase tersebut, mengingatkan manusia untuk ingat kepada Allah Swt dan beribadah kepada-Nya.

Oleh karena itu, ketika mendapatkan nikmat banyaklah bersyukur dan beribadah. Adapun ketika musibah datang maka  bersabarlah dan menerima takdir yang dijalaninya.  Sehingga akan diberi fahala oleh Allah Swt.

Andai kata dunia dan seisinya milik manusia, tentu harta yang ada didunia bisa diambil dan menjadi milikinya. Padahal harta yang sebenarnya atau hakekatnya rejeki yang dimiliki manusia adalah apa yang dimakan saat itu.

Karena hati akan tenang ketika merasa cukup, walaupun hanya memiliki pakaian yang dipakai dibadan saja. Kalau merasa cukup pasti akan tenang. Hidup didunia sebatas menguatkan akan perjalan pada alam selanjutnya, dan apa yang dimiliki orang lain tidaklah layak dipikirkan, dan memiliki perasaan atau berfikir untuk memilikinya.

Marih bersikap rendah diri dan tawadhu, manaruh kedua kaki dan mengadahkan kedua tangan pada Allah Swt. Menerima segala keputusan Allah Swt untuk dijalaninya. Janganlah selalu mengharap akan pemberian orang lain. Teruslah istiqomah dalam beribada, Sholat dan dzikir. Agar selalu mendapat jalan petunjuk dari-Nya.

Di akhir catatan mengaji, K.H. Subhan Ma’mun mengatakan, yang namanya harta yang akan menjadi miliknya, adalah harta yang diinfakan dan disodakohan. Wallu’alam bishowab.

*Ngaji Karo Kang Kaji, Lukmanrandusanga, Kamis, 10 Nopember 2022.

PCNU Brebes Mengumpulkan Calon Pengurus Lembaga

0
Gus Sholahudin Ketua Tanfidziyah dan K.H. Hudalllah Rois Syuriah PCNU Brebes

BREBES (aswajanews.id) – Kamis (10/11/ 2022) Pengurus Cabang NU Brebes periode 2022-2027 mengumpulkan para calon pengurus untuk pengisi kepengurusan di lembaga NU yang ada di Cabang Brebes. Yang sebelumnya telah mengajukan kepengurusan untuk di tingkat cabang sendiri kepada PBNU, untuk mendapat pengesahan dan SK.

Pasca Konfrensi Cabang NU Brebes, Sabtu (15/10/2022), Ketua Tanfidziyah terpilih Gus Shalahudin Masruri menyampaikan kepada calon pengisi kepengurusan lembaga untuk menyatakan kesediaannya dan menjalankan program lembagan secara kompak, bersinergi dengan pengurus cabang sendiri dan kelembagaan yang ada di NU agar NU dapat mencapai kemandiriannya.

Hal yang sama dikatakan oleh Rois Syuriah terpilih K.H. Hudallah Karim, mengingatkan kepada para pengurus yang ada di lembaga Cabang NU Brebes. Bahwa tujuan kita semua ada di NU adalah untuk berhidmah, berlomba-lomba berbuat baik di NU, bukan untuk tinggi-tinggian egonya, sehingga NU di Brebes sudah tidak ada lagi dualisme kepengurusan.

Lebih lanjut Gus Huda mengatakan,  ilmu itu buahnya amal, dan jangan menganggap amal kitalah yang paling baik dan bagus dan menjelekan yang lain. Jangan sampai kita ini meniru Iblis laknantullah yang menjadi pemimpin para malaikat, dan diturunkan derajatnya, gara-gara mengatakan saya lebih bagus dari malaikat dan manusia.

Kita di NU mencari barokah dari para pendiri NU, dan ingin diakui menjadi santrinya dan masuk surga bersama gerbong beelrsamanya, Kata Gus Huda yang sekaligus pengasuh pondok pesan Al-Bukhori Tanjung.

Gus Huda juga mengatakan, jangan sampai kita menjadi orang yang tidak mau diajak masuk surga bersama dalam gerbong para kyai NU. Siapakah yang tidak mau, merekalah orang yang masih suka gontok-gontokan di NU.

Gus huda kembali mengatakan “Sehebat apapun anda tidak bisa membuat semua orang suka.” Mari kita bersama-saman ngopeni agama Allah Swt, agar dimudahkan jalan menuju surga.

Maksud mengumpulkan calon pengurus lembaga, menurut Zainudin sebagai calon seketarsi PC NU Brebes mengatakan. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk Infentarisasi nama calon mengurus lembaga dan melengkapi struktur kelembagaan.

Di PCNU Brebes sendiri ada sekitar 19 lembaga, meliputi LBM (Lembaga Bahtsul Masail), Lakpesdam, Lazisnu, LBHNU Lesbumi LPTNU, LDNU, LTNNU dan lain-lain. Dalam rapat kali ini Zainudin menginginkan perencanaan program NU nantinya adalah milik semua lembaga dan saling  sinergitas antar lembaga pula.

NU Brebes harus mampu menggarap Konten-konten kreatif pada jaringan para generasi milenial yang berkaitan dengan akidah Aswaja. Jangan sampai orang-orang NU lebih mempopulerkan pada branding berita yang dirangkai oleh media lain yang tidak diketahui sanad keilmuan dan akidahnya. (Lukman Nur Hakim)

Dr KH Idham Chalid, Pahlawan Nasional Salah Seorang Tokoh NU yang Melegenda

0
DR KH IDHAM CHAlID adalah ulama berpengaruh dan disebut sebagai mahaguru politik dari orang-orang Nahdlatul Ulama (NU)

Kiai Idham atau KH Idham Chalid adalah ulama berpengaruh dan disebut sebagai mahaguru politik dari orang-orang Nahdlatul Ulama (NU). Pemikiran dan pengaruhnya terus mengalir hingga saat ini.

Begitu kuat pengaruhnya dalam dunia politik dan keulamaan di Indonesia membuat pemerintah Indonesia menobatkannya sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2011 lalu, berdasarkan SK Keppres Nomor 113/TK/Tahun 2011 tanggal 7 November 2011.

DR KH IDHAM Chalid. Salah seorang tokoh Nahdlatul ‘Ulama (NU) yang melegenda. Tokoh kelahiran Satui, Tanah Bumbu Kalsel 27 Agustus 1921 ini lama malang melintang dalam percaturan politik nasional. Sebagai Sekjen PBNU, pada Pemilu 1955 terpilih sebagai anggota DPR. Tahun 1956 Idham Chalid menjadi Wakil Perdana Menteri bersama Moh Roem dari Masyumi dibawah Perdana Menteri Ali Sastroamijoyo dari PNI. Kabinet Ali II itu suka disebut sebagai Kabinet Ali – Roem – Idham.

Sosok kiai ini terlukis dalam uang kertas pecahan Rp5.000 dan merupakan tokoh dengan predikat komplet: Ulama, pejuang, politisi, tokoh dan seorang pahlawan nasional. Nama sosok ini biasa dipanggil Kiai Idham Chalid.

Pada Muktamar NU tahun 1956 di Medan, Idham Chalid terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Jabatan ini terus dipegangnya beberapa kali dan baru berakhir pada Muktamar Situbondo tahun 1984. Di panggung pemerintahan, berkali-kali menjadi Menteri baik di era Soekarno maupun di era Soeharto. Pernah juga menjadi Ketua MPR dan DPR. Jabatan terakhirnya Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Pada tahun 1978 pernah diminta oleh Presiden Suharto untuk menjadi Wakil Presiden. Entah mengapa dia menolak. Sebagai organisator dan politisi, Idham Chalid itu didikan KH A Wahid Hasyim sejak tahun 1944 semasa penjajahan Jepang. Sejak itulah dia menjadi Sekpri atau Aspri nya Wahid Hasyim. Sebagai politisi dia terkenal licin, jago diplomasi, langkah-langkah politik sukar ditebak. Orang-orang yang tidak menyukainya, menyebut Idham Chalid itu licik dan oportunis. Dikalangan politisi nasional tahun 1960an ada joke : Mana lebih licin, Idham Chalid atau Belut? Jawabannya, lebih licin Idham Chalid. Sebagai pejuang dan tokoh pergerakan politik nasional, Idham Chalid sudah dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional. Dan poto atau gambar dirinya diabadikan di salah satu pecahan uang rupiah.

Idham Chalid dan Golf

Pada tahun 1967 Jenderal Suharto menjadi Pejabat Presiden dan tahun 1968 menjadi Presiden. Tahun-tahun itu para pejabat, pengusaha dan kalangan sosialita di Jakarta punya mainan baru, bermain golf. Di Rawamangun Jakarta memang sudah ada lapangan golf standar internasional dengan 18 hole. Olah raga golf tentu mahal. Yang tidak berduit mana bisa? Karena Presiden menyukai olah raga golf, maka para Menteri pun hampir semua belajar golf. Ada satu dua yang tidak, diantara nya Menko Kesra, Idham Chalid yang juga Ketua Umum PBNU.

Dalam beberapa kali bertemu, Presiden menganjurkan supaya Menko Kesra mulai berlatih golf. Disamping untuk kesehatan dan kebugaran juga logis karena Depdikbud yang juga ngurusi olah raga kan ada dibawah koordinasi Menko Kesra.

“Insya Allah” itu jawaban standar Menko yang satu ini kepada Presiden. Presiden pun sampai menugaskan orang untuk “nginteli” sang Menteri, sudah mulai latihan golf atau belum. Hasilnya negatif, karena memang Idham Chalid tak kunjung bermain golf, mungkin tidak ada minat.

Suatu hari Presiden menyuruh orang untuk mengantarkan seperangkat stik golf kualitas terbaik buatan Amerika, kerumah dinas Menko Kesra, Jalan Mangunsarkoro 52 Menteng. Pasti berharga mahal dong. Tentu saja dia mengucapkan terima kasih. Seperangkat stik golf itu dari hari kehari teronggok begitu saja dekat dapur. Ya sekali-sekali dipakai oleh pembantu rumahnya….untuk gebukin kasur yang dijemur. Duh pak Menko….

Jejak Masa Kecil Idham Chalid

Dikutip dari buku Idham Chalid : Guru Politik Orang NU (2017) yang ditulis Ahmad Muhadjir, sosok Idham muda memang sudah lekat dengan dunia para ulama. Ia juga dikenal sebagai orang yang cerdas dan berbakat dari kecil.

Sedari kecil, kemampuan berpikir dan berorasi Idham Chalid begitu kuat. Kelak, di kemudian hari, gaya retorika di panggung bisa sangat membius sejak menempuh pendidikan di sekolah rakyat (SR) hingga menjadi santri di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jatim pada 1922.

“Kelak, kemampuan pidatonya diakui secara luas di kancah nasional, baik sebagai penceramah, jurkam ataupun pengajar. Kemampuan ini dikombinasikan dengan kecerdasan dan kerendahan hati jadi modal bagi perjalanannya di dunia politik,” tulisnya di Hal 21.

Perjuangan Politik di NU

Saat masa revolusi, lewat kemampuan berbahasa yang ia miliki, Jepang, Inggris, dan Arab, ia jadi penyambung lidah para ulama dengan Jepang, mulai dari penerjemahan surat hingga urusan diplomasi.

Ketika merdeka, ia lantas tergabung di sejumlah organisasi dan ikut juga tergabung dengan Masyumi.

Lantas, ketika NU keluar dari Masyumi karena perbedaan politik, ia pun bergabung dengan Partai NU yang dibawanya menjadi besar hingga menjadi salah satu kekuatan terbesar di zaman itu.

NU jadi partai besar, bahkan pada Pemilu 1955 yang dianggap para sejarawan jadi pemilu paling demokratis dalam sejarah, NU dibawanya memperoleh suara nomor 3 setelah PNI dan Masyumi.

Waktu itu, dalam metode berpikir KH Idham Chalid, harus ada unsur agama yang berada di kekuasaan. Biar unsur umara, konsep untuk kepemimpinan, harus ada penyeimbang, yakni unsur ulama agar segala keputusan nantinya tetap berada di tengah.  (Zainaldi Zainal)

Penyuluh Agama Buddha dan Hindu Jadi Dosen Tamu Kuliah Mahasiswa FK UGJ Cirebon

0
Fakultas Kedokteran UGJ menggelar kegiatan pembelajaran berkenaan dengan nilai moral dalam praktik kedokteran bagi mahasiswanya

KOTA CIREBON (Aswajanews.id) – Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunungjati (UGJ) menggelar kegiatan pembelajaran berkenaan dengan nilai moral dalam praktik kedokteran bagi mahasiswanya. Kegiatan dilaksanakan di auditorium Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon (08/11/2022), menghadirkan Penyuluh Agama Buddha Kankemenag Kota Cirebon Catur Widyaningsih dan Penyuluh Agama Hindu Kankemenag Kota Cirebon Made Supartini sebagai dosen tamu.

Pelaksanaan kuliah didampingi oleh dr. Intan dan dr. Bella selaku dosen koordinator. Topik yang diusung dalam sesi kelas kali ini berkenaan dengan aspek agama sebagai nilai moral praktik kedokteran, diangkat dari sudut pandang Buddha dan Hindu.

Catur mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan berkenaan dengan transfusi darah yang masih dihadapkan pada pro-kontra di tengah masyarakat. Dokter sebagai tenaga medis harus menjelaskan mengenai pentingnya prosedur transfusi darah dalam kasus-kasus kegawatdaruratan. Di sisi lain, Dokter juga perlu menghormati keputusan pasien terhadap persetujuan maupun penolakan atas tindakan yang akan dilakukan.

“Pada kelas hari ini disampaikan bagaimana pandangan ajaran Buddha terhadap transfusi darah. Diharapkan mahasiswa dapat memahami latar belakang pemikiran para pasien dari berbagai sudut pandang agama, dalam hal ini Buddha,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Supartini. Dikatakannya bahwa, sebagaimana ajaran agama lain, ajaran Hindu pun membolehkan transfusi darah. Namun jika dalam praktiknya terjadi penolakan, maka diperlukan diskusi dengan mengedepankan tutur kata dan sikap yang baik.

“Penolakan dapat saja terjadi dalam proses transfusi darah. Diperlukan diskusi dengan mengedepankan tutur kata yang baik, juga sikap yang baik,” ungkapnya.

Sebanyak 200 mahasiswa mengikuti kuliah ini. Usai pemaparan materi, para mahasiswa diberi kesempatan untuk mengelaborasi informasi-informasi yang telah disampaikan oleh narasumber. *(Kontributor : Haji Arif Arofah)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts