Google search engine
Beranda blog Halaman 220

Kabag TU : Dosen PAI Mitra Strategis Penguatan Moderasi Beragama

0
Kabag TU Kemenag Jabar, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag menjadi narasumber dalam Workshop Pengembangan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI Berbasis Project Based Learning di Yayasan Al Kautsar Lembang pada Kamis (29/12).

BANDUNG (Aswajanews.id) – Program Penguatan Moderasi Beragama terus bergulir, Kepala Bagian Tata Usaha, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag menjadi narasumber dalam Workshop Pengembangan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI Berbasis Project Based Learning di Yayasan Al Kautsar Lembang pada Kamis (29/12).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia Jawa Barat. Hadir sebagai peserta adalah para dosen PAI dari berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Barat.

Penguatan Moderasi Beragama Kementerian Agama tercermin dalam Visi dan Misi Kementerian Agama Tahun 2022-2024. Visi 2020-2024 adalah menggapai Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong-royong.

“Visi dan misi inilah yang menjadi kerangka besar Program Penguatan Moderasi Beragama di Kementerian Agama. Semua personil yang ada dalam lingkup Kementerian Agama adalah bagian yang harus mewujudkan cita-cita ini,” ujarnya.

Kabag TU mengatakan bahwa para dosen PAI dapat menjadi mitra strategis dalam pengarusutamaan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi. Para Dosen dapat membuat serangkaian program aksi yang metodenya disesuaikan dengan objek sasaran yang dihadapi. Program Penguatan Moderasi Beragama yang dilaksanakan di Kampus tentunya harus memperhatikan beragam karakteristik yang melekat pada segenap civitas Kampus.

Dosen PAI mempunyai peran strategis. Ia berharap agar kedepannya perlu meningkatkan kapasitas moderasi beragama dengan melibatkan isu-isu seputar cyber legion moderasi beragama. Generasi muda termasuk kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh radikalisme dan esktremisme. Riset Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat menunjukkan bahwa anak muda adalah sasaran utama penyebaran paham radikal melalui institusi pendidikan.

“Kita kenal ada generasi baby boomber, generasi X, generasi milenial, dan sekarang masuk pada generasi Z. Setiap generasi memiliki trennya sendiri-sendiri. Program aksi penguatan Moderasi Beragama di sekolah harus punya inovasi agar pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masing-masing generasi tersebut,” jelas Ali.

Workshop diakhiri dengan diskusi bersama para Dosen mengenai Moderasi Beragama. (Kontributor : Shinta)

K.H. Idris Lumpur Ulama Internasional

0
Makam Mbah KH Idris di Lumpur Losari Brebes

BREBES, Minggu (18/12/2022), Alhamdulillah penulis dapat silahturahmi dengan Kyai Sofiyuddin di rumah beliau, komplek pondok pesantren Yambu’ul Ulum Lumpur Losari Brebes, yang masih keturunan dari Kyai Idris.

Acara silaturrahmi, penulis mengajak istri (Widiyawati) dan keluarga dari Pati yang kebutulan sedang main di Brebes, sekalian penulis ajak silaturahim kerumah Kyai Sofiyuddin. Secara kebutulan pula istri Kyai Sofiyiddin (Ibu Nyai Hana) adalah teman Ibu mertua penulis, samasa mondok di Yambu’ul Qur’an Arawani Kudus.

Bertemu dengan salah satu keluarga Mbah Kyai Idris, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi penulis, karena sudah sangat lama dinantikan dan keinginan penulis mendapatkan cerita tentang sosok Kyai Idris, ulama yang berkelas internasional yang berasal dari Brebes.

Kedatangan penulis juga dampingi oleh pengurus pondok Yambu’ul Ulum Kyai Maimun Abdul Ghofur, yang bersama penulis mengabdi di lembaga NU Kabupaten Brebes.

Menanyakan tentang Mbah Idris kepada Kyai Sofiyudin, sepertinya penulis tidak merasa canggung lagi. Karena sebelumnya dihantarkan oleh Kyai Maimun maksud dan kedatangan penulis.

Lebih-lebih Ibu mertua menjadi tamu istumewa bagi ibu nyai, yang bisa disebut sebagai tamu istimewa sekaligus temu kangen dengan teman pondok yang puluhan tahun baru ketemu.

Penulis bersilaturahmi dengan salah satu keturunan Mbah Idris

Selanjutnya penulispun asyik sendiri ngobrol dengan Kyai Sofiyuddin, untuk mendapatkan informasi tentang biografi Mbah Idris. Sedangkan Ibu mertua dan istri serta adik penulis ngobrol sama bu Nyai.

Ada beberapa hal yang penulis dapatkan informasi tentang Kyai Idris dari Kyai Sofiyuddin.

Mbah Idris adalah putra Ahmad Shalih pengembara yang yang datang ke Jatisari (awal nama Lumpur). Bertemu dengan Mbah Idris kembali setelah dewasa.

Dari jalur ibu, Mbah Idris memiliki ibu bernama Musyarofah, putra dari Kyai Nasim dari Desa Kalirahayu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Sosok Kyai yang sangat dihormati dan alim dilingkungannya.

Guru Mbah Idris, Mbah Idris belajar pada seorang imam di Makkah yang sangat terkenal, yaitu Al-Imam As-Sayid Abu Bakar bin Syatho, penyusun kitab I`anatut Tholibin, Kiai Ahmad Sholeh dan Syaikh Zaini Dahlan

Mbah Idris merupakan pendiri Pondok Pesantren Yanbu’ul Ulum atau yang lebih dikenal dengan Pondok Lumpur pada tahun 1874 dan dapat dikatakan sebagai salah satu pesantren tertua di Jawa Tengah. Beliau meninggalkan pada tahun 1915 dan di makamkan ke pemakaman masyarakat Lumpur.

Adapun sahabat-sahabat Mbah Idris saat di Makkah Syaikhk Mahfud Attermasi,  Mbah sholeh darat, mbah khalil  Bangkalan.

Sedangkan salah satu putra Mbah Idri Mbah Idris yang cukup terkenal adalah Mbah Amir yang menetap dan meninggal di Pekalongan, beliau adalah menantu Mbah Shalih Darat serta murid dan sekretaris Syaikh Mahfudz Termasi.

Karomahe Mbah Idris, dalam karomah mbah Idris dari pihak keluarga tidak boleh menceritaknnya dan ini menjadi kesepakatan keluarga. Namun ketika penulis ziarah ke makam Mbah Idris sudah  banyak orang berziarah ke makamnya. Sebagai tempat wasilah ketika masyarakat setempat memiliki hajat.

Kekhasan Pondok Pesantren Lumpur, menurut Kyai Sofiyuddin salah satu dalam aktivitas ibadah tidak menggunakan pengeras suara. Saat aktivitas  sholat walaupun tidak menggunakan pengeras suara namun dapat didengar oleh semua para jamaah.

Mbah Dawud, putra Mbah Idris memiliki suara yang sangat baik. Sehingga saat menjadi imam sering membuat ma’mun lupa. Akhirnya Mbah Dawud hanya boleh mengimami yang waktu sholat sir.

Lumpur juga menjadi pondok yang memiliki tradisi penghafal alQur’an. Banyak melahirkan para khufadz lahir di Lumpur Losari. Wallahu’alam bishowab.

Lukmanrandusanga (29/12/22

Potret Jawa Barat dalam Bingkai Masjid Al Jabbar Gedebage Bandung

0
Masjid Raya Al Jabbar, di Jalan Cimincrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat. (ANTARA)

BANDUNG (Aswajanews.id) – Salah satu identitas suatu wilayah, bisa dilihat dari keberadaan pembangunan infrastrukturnya yang megah, seperti keberadaan sebuah masjid.

Masjid seringkali dijadikan sebagai simbol maupun pusat peradaban manusia.

Sebagai tempat dan bangunan yang suci, masjid tentunya memiliki cerita sejarah dan nilai keindahan masing-masing.

Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

Badan Pusat Statistik mencatat hingga 2020 jumlah penduduk di Jawa Barat sebanyak 49,94 juta jiwa.

Dengan populasi umat muslim terbesar di Indonesia yakni 42,58 juta jiwa ini, ternyata, Jawa Barat belum memiliki bangunan Masjid Raya tingkat provinsi, yang representatif sebagai pusat kegiatan keagamaan dan dikelola langsung Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat periode 2008 hingga 2018 Ahmad Heryawan kemudian mencetuskan ide bahwa Jawa Barat harus memiliki sebuah bangunan masjid yang nantinya bakal menjadi ikon provinsi bahkan Indonesia.

Dari ide tersebut, Ahmad Heryawan berdiskusi dengan arsitek ternama di Tanah Air,Ridwan Kamil. yang juga merupakan Wali Kota Bandung saat itu.

Ridwan Kamil yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, diminta untuk mendesain masjid yang akan dibangun di Kawasan Gedebage, Kota Bandung.

Maka dicetuskan lah nama Masjid Raya Al Jabbar (MRAJ) di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, tepatnya di Jalan Cimincrang.

Kawasan Gedebage dipilih sebagai tempat pembangunan Mesjid Raya Jawa Barat karena merupakan kawasan yang direncanakan sebagai Central Business District (CBD) yang baru di masa depan.

Masjid ini berdiri megah di atas sebuah danau retensi dengan total lahan seluas 25,8170 hektare.

Ada empat sisi minaret yang menjulang tinggi dan taman lanskap yang luas mengelilingi danau dan kawasan masjid, yang pembebasan lahannya dilaksanakan sejak tahun 2015 hingga 2022.

Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2017 oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada waktu itu, yaitu Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar.

Gubernur Ridwan Kamil berkisah, pembangunan masjid Al Jabbar berawal pada 2016 lalu saat dirinya masih menjabat Wali Kota Bandung.

Dirinya saat itu memberikan usulan kepada Gubernur kala itu Ahmad Heryawan agar Jawa Barat memiliki masjid raya sendiri.

Ternyata selama ini kan Pemprov Jawa Barat “nebeng” ke Masjid Agung Bandung makanya namanya diubah menjadi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat.

Usulan itupun disambut positif Ahmad Heryawan yang kelak masjid tersebut didesain langsung oleh Ridwam Kamil yang punya latar belakang arsitek.

Lokasinya masjid di Gedebage pun diusulkan sendiri oleh Ridwan Kamil dan dirinya menghibahkan desain masjid tersebut kepada Pemprov Jawa Barat.

“Itu kalimat saya ke Pak Aher pada 2016 lalu, saya bilang provinsi bikin saja sendiri nanti saya hibahkan desainnya dan lokasinya saya usulkan di Gedebage,” ujar Ridwan Kamil.

Allah SWT menakdirkan Ridwan Kamil yang awalnya merupakan seorang pemberi gagasan atau ide terkait Masjid Al Jabbar, namun saat ini dirinya menjadi sosok pengambil keputusan dalam proyek infrastruktur tersebut.

Dibutuhkan waktu sekitar satu bulan, bagi Ridwan Kamil untuk berimajinasi, berkotemplasi hingga riset terkait desain Masjid Al Jabbar.

Konsep dari bangunan Masjid Al Jabbar sendiri berasal dari rumus matematika yang identik dengan rumus aljabar. Ini terlihat dari ornamen rumit namun indah. Ilmuan matematika dunia juga bernama Aljabar.

Al Jabbar juga merupakan salah satu nama dari asmaul husna yang dituliskan di bagian mihrab masjid.

Selain itu, Al Jabbar juga nama asmaul husna yang kita tuliskan di mihrab yang artinya agung.

“Kebetulan juga Al Jabbar bisa jadi singkatan Jawa Barat, jadi sudah takdirnya namanya berjodoh,” Kata dia.

Tak sedekar masjid

Secara keseluruhan, Al Jabbar tidak hanya sekadar masjid. Proyek kedua dari bangunan tersebut adalah museum Rasulullah dan sejarah Islam nusantara serta Jawa Barat yang terletak di lantai dasarnya. Namun per tanggal 30 Desember 2022 nanti proyek tersebut tidak bisa diresmikan dulu karena masih ada pekerjaan yang belum sepenuhnya rampung.

Kemudian proyek ketiganya adalah danau pengendali banjir untuk wilayah Gedebage.

Masjid yang berada di kelurahan Cimincrang ini seolah-olah berdiri terapung di atas air.

Ridwan Kamil berharap, danau tersebut mampu mengendalikan banjir di wilayah Gedebage yang akhir-akhir ini sering terjadi. Proyek keempatnya adalah taman yang mengelilingi masjid.

“Itulah kenapa program di sini tidak hanya membangun masjid tapi tiga urusan lainnya,” kata Ridwan Kamil.

Akses menuju Masjid Al Jabbar ada tiga jalur. Yaitu jalur dari jalan Cimincrang, kemudian dari perempatan Gedebage (by pass Soekarno Hatta). Namun satu akses lagi belum bisa dibuka karena sedang diaudit, yaitu akses dari KM 149 tol Purbaleunyi.

Masjid Al Jabbar juga dikonsepkan memiliki 27 pintu yang menyimbolkan 27 kabupaten/kota di Jabar.

Ukiran batik dari 27 pintu tersebut berbeda-beda sesuai kekhasan masing-masing daerah. Ukiran batik dari pintu tersebut beda-beda sesuai khas daerahnya, jadi 27 wilayah ini terwakili ke Jawa Baratannya.

Adapun kapasitas masjid Al Jabbar dapat menampung 20 ribu jamaah hanya untuk lantai bawah. Untuk lantai atasnya yang mayoritas dipergunakan untuk jamaah perempuan mampu menampung hingga 3.000 orang.

Di area Alun-alun pun dapat digunakan untuk salat karena sudah dipasang garis saf salat yang bisa menampung hingga 20 ribu jamaah.

Gerakkan ekonomi masyarakat

Pembangunan Masjid Al Jabbar dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Cimincrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Mereka menyambut baik rencana peresmian masjid yang didesain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu pada 30 Desember 2022.

Salah satu warga Cimincrang, Gedebage, Aas Astuti (27) menuturkan bahwa pembangunan Masjid Al Jabbar berdampak positif pada omzet warung nasi miliknya.

Semenjak masjid mulai dibangun pada akhir 2017, jumlah pembeli meningkat signifikan.

Aas mengetahui bahwa Masjid Al Jabbar tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga wisata dan edukasi ke-Islaman. Ia optimistis jumlah pengunjung masjid akan banyak setelah diresmikan.

Aas berharap, setelah diresmikan, keberadaan Masjid Al Jabbar di Cimincrang, Gedebage, Kota Bandung, dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar dengan signifikan.

Hal senada dikatakan Rini Kurniasih (43). Menurutnya, keberadaan Masjid Al Jabbar akan mendongkrak perekonomian masyarakat, terutama yang berprofesi sebagai pedagang.

Pengelolaan Masjid Al Jabbar

Masjid Al Jabbar akan dikelola oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang diketuai langsung oleh Kang Emil.

Secara ex-officio wakil ketua DKM Al Jabbar juga akan dijabat oleh Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum dan ketua harian diisi oleh Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmadja.

Kemudian pengurus DKM-nya yaitu perwakilan 27 aktivis muslim dari 27 kabupaten/kota.

Gubernur Ridwan Kamil menargetkan untuk dua hingga tiga tahun pertama pengelolaan Masjid Al Jabbar masih menggunakan APBD Jabar. Namun tahun keempat masjid ini akan mandiri secara ekonomi.

Dari awal pembangunan, Masjid Al Jabbar memang sudah dikonsepkan mandiri ekonomi seperti halnya rumah sakit.

Pendapatan dari masjid nantinya tidak akan masuk ke APBD tapi langsung dikelola sendiri dan akan dikonsepkan seperti Masjidil Haram dari segi pengelolaan hingga memiliki pegawai yang mayoritas untuk warga lokal.

Itulah kenapa di masjid Masjid Al Jabbar, yang akan diresmikan pada Jumat, 30 Desember 2022 ini, selain kegiatan utamanya adalah beribadah juga akan ada kegiatan ekonomi dan wisata religi.

Seperti hadirnya museum, bazar di area Alun-alun, foodcourt, perahu, bahkan untuk prewedding juga diperbolehkan selama menjaga ketertiban dan tak mengganggu kegiatan ibadah.

Haru

“Haru”, itulah kata yang bisa mewakili perasaan seorang Ridwan Kamil, ketika melihat Masjid Al Jabbar yang berdiri tegak di tengah-tengah danau buatan.

Di dalam kata “haru” itu ada rasa bangga, sedih hingga bahagia yang berkumpul menjadi satu.

Ridwan Kamil ingin mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 dengan sesuatu yang indah dari sebuah karya besar rancangannya.

“Jadi kalau saya sudah tidak menjabat sebagai gubernur, saya datang dengan Arka, alhamdulillah ayah waktu itu jadi gubernur, bikin masjid. Jadi haru mewakili perasaan saya,” kata dia. *(Ant)

HAB Kemenag ke-77, Masih Ada Diskriminasi di Kanwil Kemenag Jabar

0
Pertandingan olahraga dalam rangka memeriahkan HAB Kemenag ke-77 di Lapangan Olahraga Lanud Sulaiman, Jl. Terusan Kopo Margahayu Kab Bandung, Kamis (29/12/2022)

Kab.Bandung (Aswajanews.id) – Menjelang peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-77 Kementerian Agama (Kemenag) yang jatuh pada 3 Januari setiap tahunnya, Kanwil Kemenag Jabar menggelar berbagai pertandingan olahraga di Lanud Sulaiman, Margahayu Kab Bandung, Kamis (29/12/2022).

Perlombaan yang terdiri dari tenis meja, bulutangkis, bola volley, futsal dan jenis olahraga lainnya dikuti oleh seluruh perwakilan Kemenag Kota/Kabupaten se-Jawa Barat. Namun sangat disayangkan, sejumlah peserta ASN berstatus PPPK dari beberapa daerah sangat kecewa dengan aturan yang dibuat oleh panitia.

Kekecewaan para peserta yang datang dari jauh untuk mengikuti perlombaan terpaksa harus dibatalkan tidak bisa mengikuti perlombaan lantaran statusnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Seperti dikeluhkan Nanang, pegawai PPPK asal Kabupaten Tasikmalaya sebagai perwakilan untuk mengikuti pertandingan Bola Volley.

Menurutnya, ASN terdiri dari PNS dan PPPK, sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Disebutkan bahwa ASN terdiri dari PNS dan PPPK.

Sementara dalam panduan Pelaksanaan HAB ke-77 yang dikeluarkan Kementerian Agama RI dalam surat edarannya Nomor 40 Tahun 2022 tidak melarang pegawai PPPK untuk mengikuti perlombaan dalam rangka memeriahkan HAB. Bahkan Kementerian Agama menganjurkan untuk menggaungkan Semarak HAB ke-77 dengan Tema “Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat”.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Panitia HAB Kemenag Jabar, Dr. H. Ohan Burhan, MPd.I., melalui WhatsApp mengatakan, bahwa kegiatan ini memang diperuntukan hanya untuk PNS dan hal tersebut adalah hasil kesepakatan bersama. *(Red)

PEMBAIATAN LEMBAGA PCNU BREBES

0
Ketua Tanfidziyah KH. Sholahudin Masruri (kiri) memberikan SK kepada Ketua LPTNU H. Dr. Masfuri

BREBES (Aswajanews.id) – PC NU Brebes, Rabu (28/12/22) melakukan persiapan pengukuhan lembaga NU yang ada di Pengurus Cabang NU Brebes, di Gedung PC NU jalan Yosudarso No. 36. yang dihadiri PC NU, Rois Syuriah, Tanfidziyah dan sekertarisnya.

Rapat lembaga NU dan PC NU juga memberikan SK kepada sepuluh lembaga yaitu LP Maarif, LBM, LBPI, LDNU, LPWNU, Lakpesdam,Lazisnu

LPTNU, Lesbumi dan RMI, sedangkan yang lain akan menyusul, ujar Zainuddin selaku sekretaris Tanfidziyah PC NU Brebes.

Sebelum lembaga-lembaga tersebut menerima SK, terlebih dahulu ditanyakan kesiapan untuk berhidmah di NU oleh Rois Syuria.

Selanjutnya ketua Tanfidziyah NU Gus Solah mengatakan, dalam sambutannya, bahwa dalam berorganisasi di NU diniati untuk komitmen likhidmatul ulama dan ummat. Semua yang ada dalam struktur NU adalah sejajar untuk khidma pada ulama.

“Kita tidak mengetahui siapa yang mulya dihadapan Allah Swt. Menjadi orang yang ikhlas. Kemulyaan dan keikhlasan dalam berjuang inilah pangkat yang tertinggi,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan oleh K.H. Hudallah, Rois Syuriah PC NU Brebes dihadapat para ketua dan sekretaris lembaga NU Brebes, beliau mengatakan. Kehadiran di gedung NU dalam rangka berkhidmat dibawa PCNU Brebes. Sehingga diperlukan kekompakan dan loyalitas yang kuat dalam berorganisasi.

Gus Huda pun mengingatkan kembali, bahwa dalam satu organisasi membutuhkan seorang supir yang menjalankan roda organisai dan hanya ada satu, walaupun penumpangnya lebih dari satu.

“Ada kemungkin supirnya lebih bodoh dari penumpang. Namun tetap saja yang memegang stir adala seorang supir. Kalau saja supirnya ugal-ugalan penumpang hanya mengingakan atau silahkan mufarokah,” ujarnya.

Sepinter apapun makmun harus mengikuti imam. Setiap lembaga yang menjalankan kegitannya harus mendapatkan sepertujuan pimpinan (pengurus harian), bukan hanya sekeder sepengethauan ataupun pemberitahuan ke PC saja. Sifat PC tidak hanya mengamini saja. Pungkas Gus Huda.

Fungsi kontrol dari PC untuk meminimalkan terjadi perpecahan antar pengurus, banom dan lembaga. Agar terjadi tatanan organisasi, keagamaan, sosial dan kemasyakat yang baik.

Lukmanrandusanga (30/12/22)

MoU dengan KPU, Kapolri: Jaga Persatuan Kesatuan di Pemilu 2024

0
Penandatanganan MoU untuk memastikan seluruh rangkaian dan tahapan Pemilu 2024 berjalan aman dan lancar itu berlangsung di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2022).

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) menandatangani nota kesepahaman terkait dengan sinergisitas pelaksanaan tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan Pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk memastikan seluruh rangkaian dan tahapan Pemilu 2024 berjalan aman dan lancar itu berlangsung di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2022).

“Hari ini, Polri bersama dengan KPU menandatangani nota kesepahaman kerja sama. Dimana tentunya subtansi atau esensi dari nota kesepahaman ini adalah bagaimana Polri dan KPU bersinergi untuk melakukan kegiatan khususnya Polisi dalam mengamankan, mengawal dan menjaga agar seluruh tahapan Pemilu yang sudah ditentukan oleh KPU dapat berjalan,” kata Sigit usai kegiatan tanda tangan MoU tersebut.

Nota kesepahaman tersebut, kata Sigit, polisi akan melakukan pengamanan serta mengawal mulai dari awal memasuki tahapan Pemilu. Diantaranya adalah persiapan kebutuhan logistik, pendistribusian, pelaksanaan pencoblosan di tempat pemungutan suara hingga rekapitulasi di tingkat pusat maupun daerah.

“Tentunya yang menjadi harapan kita bahwa Pemilu tahun 2024 menjadi Pemilu yang lebih baik dibandingkan Pemilu sebelumnya. Kita sepakat bahwa yang namanya politik yang biasa kita sebut bisa membuat polarisasi, itu harus kita hindari,” ujar Sigit.

Dalam pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang, Sigit menekankan, yang paling terpenting dan selalu digelorakannya adalah seluruh elemen masyarakat harus memiliki semangat dan komitmen untuk terus menjaga dan mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Menurut Sigit, silang pendapat dan perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi lima tahunan adalah hal yang biasa. Namun, Sigit menegaskan, seluruh calon pemimpin di tingkat pusat maupun daerah harus berkomitmen selalu menjaga persatuan dan kesatuan, mencegah polarisasi, serta membawa visi-misi Indonesia jauh lebih baik.

“Perbedaan pilihan pendapat adalah hal biasa. Namun yang selalu kita ingatkan bahwa siapapun pemimpinnya, baik tingkat daerah maupun nasional, yang nantinya akan melanjutkan kepemimpinan. Yang namanya persatuan dan kesatuan itu menjadi syarat mutlak atau syarat utama. Sehingga itu harus kita jaga. Hal-hal tidak baik harus kita tinggalkan,” ucap Sigit.

Dengan terjaganya penyelenggaraan Pemilu yang aman dan damai, Sigit menyebut, kedepan diharapkan, Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara lain dalam menciptakan iklim demokrasi yang kondusif.

Semangat itu, ditekankan Sigit, selalu digelorakan dengan sosialisasi kepada mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, komunitas dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, semua unsur bangsa harus memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan penyelenggaraan Pemilu yang damai.

“Tentunya kita sepakat bahwa Indonesia, ingin menjadi salah satu barometer terkait dengan penyelenggaran Pemilu mapan dan demokratis. Yang meninggalkan hal-hal negatif serta polarisasi. Itu menjadi kesepakatan dan komitmen kita. Saya kira tolong dibantu rekan-rekan media ikut membantu sosialisasikan, karena ini untuk kepentingan bangsa. Kepentingan rakyat kita semua,” tegas Sigit.

Lebih dalam, Sigit meminta kepada seluruh elemen bangsa untuk belajar dari pengalaman Pemilu sebelumnya. Sehingga, di tahun 2024 tidak lagi terjadi polarisasi, politik identitas, SARA dan hal lain yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita harapkan kedepan bagaimana kita edukasi dan sosialisasikan agar proses demokrasi bisa dapat berjalan dengan lebih baik. Sehingga, Indonesia mengarah mewujudkan demokrasi lebih mapan, bermartabat dan bagaimana pesta demokrasi ini menjadi pestanya rakyat, pestanya masyarakat,” tutur eks Kabareskrim Polri itu.

Disisi lain, Sigit menuturkan, dewasa ini, Indonesia berada di dalam posisi yang sangat bagus, karena berada di urutan kelima diantara Negara G-20. Dan berada di puncak kepemimpinan global, Sigit menyatakan, seluruh elemen masyarakat harus terus mempertahankan tren positif tersebut, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Dan ini harus kita jaga. Sehingga, cita-cita bangsa, tujuan nasional kita, betul-betul bisa terus berjalan. Dan kita bisa mewujudkan visi Indonesia Emas di tahun 2045,” tutup Sigit. (Div Humas)

Kecanduan Judi Online, Oknum Bendahara Desa Pageralam Taraju Diduga Gelapkan Dana Desa Rp 327 Juta

0

Kab. Tasikmalaya (Aswajanews.id) – Oknum bendahara desa Pageralam, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya berinisial AR diduga menggelapkan anggaran dana desa untuk Judi online.

Kasus ini terungkap setelah perangkat desa lainya mencurigai dan mengatakan bahwa anggaran dana desa saat mau dicairkan oleh pa kuwu selalu cari alasan, padahal uang tersebut digunakan AR untuk judi online

Bendahahara desa Pageralam tersebut sudah diamankan Polres Kabupaten Tasikmalaya

karena menggelapkan anggaran dana desa sebesar Rp 327 juta.

Sementara itu Kepala Desa Pageralam Elon Ruslan mengatakan selain BLT uang yang digelapkan AR yaitu dana untuk ketahanan pangan, siltap, posyandu, dan lainya.

Awal diketahuinya memang saat disuruh untuk mengambil uang ke bank, yang saat itu ditemani oleh staf desa dan supir. Dia mengaku terus-terusan sudah limited anggarannya hingga tidak bisa ditarik.

“Senin kemarin disuruh lagi, malahan sampai dijemput ke rumahnya, sempat hilang. Taunya sebelum masuk bank, dia ngaku ke orang desa kalau uangnya dah habis dipakai judi online. Langsung aja dibawa ke kecamatan,” kata Elon dihubungi detikJabar, Kamis (29/12/2022).

Diakui Elon, AR diduga memalsukan tanda tangan kepala desa untuk mencairkan uang di bank. Pencairan dilakukan oleh pelaku tidak menggunakan buku rekening tabungan.

“Uang itu berada di rekening desa, dan tanpa sepengetahuan kami, uang di rekening dicairkan dengan memalsukan tanda tangan kepala desa tentunya,” pungkasnya. (*)

Oknum Pegawai Samsat Brebes Gelapkan Uang Pajak Rp14 juta

0
Kantor Samsat Kabupaten Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Seorang oknum pegawai Samsat Brebes atau Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Bapenda Jateng di bagian staf TU nekat slewengkan uang wajib pajak kendaraan bermotor. Sementara korban adalah Bashor, warga Kabupaten Indramayu Jawa Barat yang hendak membayar pajak di Kantor Samsat Brebes.

Korban mulai curiga oleh oknum pegawai Samsat Brebes tersebut, saat ia sudah menyerahkan uang sejumlah Rp.14 juta untuk membayarkan pajak kendaraan dump truk miliknya yang sudah menunggak 3 tahun namun tak kunjung beres.

Sebelumnya, korban dijanjikan jika sudah membayarkan sejumlah uang yang disepakati kepada AIA, STNK segera jadi setelah beberapa hari, namun ia tak kunjung mendapat kabar.

“Sampai di Kantor Samsat Brebes saya bertemu dengan okum pegawai itu yang menawarkan jasa pajak. Disepakati Rp14 juta termasuk denda keterlambatan, namun tidak ada kabar. Pengakuan oknum tersebut, uangnya sudah habis dipakai untuk keperluan pribadi,” katanya, Rabu (28/12/2022).

Bashor yang merupakan warga Indramayu, Jawa Barat menuturkan, lantaran tak kunjung mendapat kabar dari oknum pegawai tersebut, ia pun datang ke kantor Samsat Brebes dan menceritakan hal tersebut ke Kepala Samsat. Pihak Samsat pun berjanji menyelesaikan permasalahan ini. Kendaraan miliknya kini sudah ber-STNK sesuai dengan nominal pajak yang dibayarkan kepada oknum pegawai tersebut.

“Hari ini urusannya sudah kelar semua. Pajak kendaraan saya juga sudah terbayarkan,” ungkapnya sembari menunjukan bukti STNK yang sudah diperbaharui.

Sementara itu, Kepala UPPD Bapenda Jateng atau Samsat Brebes, Agung Berliantoro seperti dilansir iNews TV mengatakan, jika pihaknya sudah mengetahui permasalah tersebut. Namun ini masalah urusan pribadi, dan bukan dengan tempat kerjanya. Ia pun baru mengetahui ulah oknum tersebut setelah unggahan Bashori viral di media sosial.

“Saya bertugas di Samsat Brebes per Agustus kemarin. Saya baru mengetahui ulah yang bersangkutan seperti itu. Tapi kami tetap terapkan sanksi disiplin kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.

Agung mengaku, pihaknya sudah melaporkan oknum yang bersangkutan kepada pimpinannya di tingkat provinsi, atau Bapenda Jateng. Saat ini sanksi disiplin telah diproses di Badan Kepegawaian atau Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah. Oknum bersangkutan akan menjalani sidang disiplin sesuai pelanggarannya.

“Indispliner tetap kita jalankan. Saat ini sedang proses ke atas. Karena hukuman tidak di sini. Kalau masalah uang dengan wajib pajak sudah selesai, tinggal tindakan disiplin. Oknum bersangkutan harus menerima konsekuensi sesuai pelanggaran. Kalau pelanggaran berat ya pemecatan. Kalau pelanggaran sedang, ya penurunan pangkat dan pemotongan gaji,” tandasnya. (*)

Tiga Berpeci Menuju Ziarah Lokal ke Barat

0
Perjalanan ziarah penulis yang dahulu dilakukan dengan sekarang sudah sangat berbedah jauh.

Bertiga berpeci melangkahkan kaki dan melajukan kendaraanya, dari rencana bebeberapa hari yang lalu baru bisa terlaksana, Selasa (27/12/22) melakukan perjalanan ziarah, yang dimulai dari Mbah Rubi Klampok, Angkawijaya Losari, Mbah Idris Lumpur Losari, Sunan Gunung Jati Cirebon, Mbah Abas Buntet Pesantren Cirebon dan silahturahmi dengan penulis kisah-kisah dari Buntet Pesantren.

Perjalanan ziarah bagi penulis sendiri, sudah mulai dari kecil ketika diajak kedua orang tua, saat menjadi santri di Buntet dan di Pekalongan, sampai kuliah dan sekarang masuk didunia kerja, masih diberi kesempatan melakukan kegiatan ziarah walaupun hanya dengan teman kantor yang seprekuensi dan berjumlah tidak terlalu banyak.

Pertemanan dengan teman kerja yang sefrekuensi (kecocokan yang dimiliki seseorang dengan orang lain), membuat penulis kembali menemukan kehidupan dunia baru yang sudah dijalani sejak kecil. Ini mungkin yang disebut pertemanan dunia akhirat.

Perjalanan ziarah penulis yang dahulu dilakukan dengan sekarang sudah sangat berbedah jauh. Dulu masih bisa berjalan kaki berkilo-kilo meter dan tak terasa capai, mungkin karena masih muda atau sedang semangat-semangatnya. Kalau sekarang mudah capai dan terasa sakit kalau jalan agak jauh.

Ziarah kali ini (27/12/22) hanya bertiga, atau yang dapat disebut kelompok berpeci di tempat kerja (katanya-red).

Menelusuri para pejuang dan pendakwah, serta berusaha mentauladani jejak langkah-langkah yang dilakukan oleh para pendahulu yang sangat luar biasa dalam berdakwah disetiap daerahnya.

Mbah Rubi (1848-1908) Klampok, menjadi tujuan ziarah pertama, dengan rute dari timur menuju kebarat. Mbah Rubi dari informasi yang penulis dapatkan merupakan sosok ulama dan seorang bangsawan yang menjadi benteng pendopo Brebes, sehingga sagat ditakuti oleh penjajah.

Ziarah selanjutnya menuju Mbah Angkawijaya, sosok pengeran yang mengasihkan diri dari keraton dan hidup bersama  rakyat biasa. Mengajarkan dakwa Islam dengan sistem Tajug sebagai tempat dakwa dan ibadah sebagaimana yang diwariskan oleh Sunan Gunung Jati Cirebon.

Model bangunan makam Angkawijaya memiliki kekhasan bergaya benteng keraton dan bangunan  atapnya menggunakan anyaman dari daun alang-alang.

Dari makam Pangeran Angkawijaya, selanjutnya melangkah ke makam Mbah Idris, Pendiri Pondok Pesantren Lumpur Losari dan salah satu pendiri Pondok Pesantren pertama di Brebes, beliau juga adalah besan dari Mbah Shalih Darat Semarang.

Putra-putri Mbah Idris adalah orang-orang yang alim pada jamanya. Beliau pernah mukim di Makkah untuk belajar Islam dan berteman dengan para ulama besar disana saat itu pula.

Perjalanan selanjutnya ke Makam Sunan Gungjati. Dalam komplek makam tersebut sepertinya tidak ada bedanya antara malam dan siang disana. Tempat ziarah yang terus dipenuhi para peziarah yang tak kenal waktu datang dari berbagai daerah. Bacaan ayat-ayat suci alQuran, tahlil dan sholawat sepertinya tidak pernah berhenti sepanjang waktu

Penulis dan dua teman kerja, mengakhirin ziarah di Makam Mbah Abas Buntet Pesantren, Tokoh sentral yang dinanti oleh Mbah Hasyim Asy’ari untuk melakukan perang melawan portugis di Surabaya. Sosok ulama yang digjaya dan tetap selalu husnudhon pada siapapun yang datang kerumahnya.

Di Buntet Pesantren, penulis menuju Masjid kebetulan pas azan sholat Ashar dan mengikuti sholat Ashar berjamaah serta bertemu dengan teman MTs NU saat di pondok dulu dan bersilaturahim dengan ibu Nyai penulis yang dulu membimbing penulis agar mau melanjutkan untuk kuliah setelah tamat Aliyah.

Di tempat ibu nyai Liah, penulis mendapat kenang-kenangan buku karya putra ibu nyai yang berjudul “Kisah-kisah dari Buntet Pesantren,” buku yang sangat luar biasa menggambar kisah-kisah dari berbaga peristiwa yang terjadi di Buntet Pesntren.

Makasih Kang Dadi, panggilan akrab penulis dengan Munib Rowadi penulis buku “Kisah-kisah dari Buntet Pesantren.”  Perjalanan akhir ziarah penulis yang mendapatkan buku langsung dari Sang penulis.

Lukmanrandusanga, Selasa (27/12/2022)

24 Jenderal Senior Polri Dimutasi, Ini Daftar Nama-namanya

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai kegiatan Apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2022 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (14/12/2022)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan mutasi besar-besaran di jajaran kepolisian. Setidaknya ada 24 nama jenderal senior yang turut dimutasi oleh Kapolri.

Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. “Benar, informasi dari SDM,” ujarnya, dilansir dari Kompas.com (25/12/2022).

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, mutasi merupakan hal biasa dalam rangka penyegaran struktur organisasi.

Keputusan mutasi besar-besaran itu tertuang dalam empat surat telegram, di antaranya: Nomor: ST/2774/XII/KEP./2022 mutasi 21 porsonel, Nomor: ST/2775/XII/KEP./2022 mutasi 162 personel, Nomor: ST/2776/KEP./2022 mutasi 374 personel dan Nomor: ST/2777/XII/KEP./2022 mutasi 147 personel. Keempat surat telegram itu ditandatangani oleh Kapolri pada Jumat (23/12/2022).

Berdasarkan surat telegram tersebut, total ada 704 perwira Polri yang dimutasi.

24 di antaranya merupakan jenderal senior yang dimutasi karena memasuki masa pensiun.

Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2774/XII/KEP./2022 ada 10 jenderal, terdiri dari jenderal bintang dua atau inspektur jenderal (Irjen) dan brigadir jenderal atau Brigjen.

Sedangkan dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2777/XII/KEP./2022, terdapat 14 jenderal terdiri atas jenderal bintang dua dan jenderal bintang satu.

Berikut 24 jenderal senior yang dimutasi karena memasuki masa pensiun:

  1. Irjen Pol Eko Indra Heri, perwira tinggi Bareskrim Polri untuk persiapan penugasan luar struktur dimutasikan sebagai perwira Bareskrim Polri dalam rangka pensiun
  2. Irjen Pol Kennedy, perwira tinggi Bareskrim Polri yang sebelumnya ditugaskan pada BIN dimutasikan sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri dalam rangka pensiun
  3. Irjen Pol I Wayan Sukawinaya, perwira tinggi Bareskrim Polri yang sebelumnya ditugaskan pada BIN dimutasikan menjadi perwira tinggi Bareskrim Polri dalam rangka pensiun
  4. Irjen Pol Hendro Sugiatno, perwira tinggi Baharkam Polri yang sebelumnya ditugaskan di Kemenhub dimutasikan menjadi perwira tinggi Baharkam Polri dalam rangka pensiun
  5. Irjen Pol Ida Oetara Poernamasari yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Kalteng pengabdian BJP terhitung mulai tanggal 1-10-2022 dimutasikan menjadi perwira tinggi Polda Kalteng dalam rangka pensiun
  6. Irjen Pol Agung Wicaksana, Kapolda Bengkulu, dimutasikan menjadi perwira tinggi Polda Bengkulu dalam rangka pensiun
  7. Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto, Kadivkum Polri, dimutasikan sebagai perwira tinggi Divkum Polri dalam rangka pensiun
  8. Irjen Pol Rudi Pranoto, Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri dimutasikan sebagai Pati Lemdiklat Polri dalam rangka pensiun
  9. Brigjen Pol Victor Joubert Lasut, perwira tinggi Bareskrim Polri yang ditugaskan pada BIN dimutasikan sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri dalam rangka pensiun
  10. Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi perwira tinggi Bareskrim Polri yang sebelumnya ditugaskan pada BIN dimutasikan sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri dalam rangka pensiun
  11. Brigjen Pol Suherman Analis Kebijakan Utama Bidang Jemen Ops Itwasum Polri dimutasikan menjadi perwira tinggi Itwasum Polri dalam rangka pensiun
  12. Brigjen Pol Tjahyono Prawoto perwira tinggi Lemdiklat Polri untuk penugasan pada Lemhannas dimutasikan sebagai perwira tinggi pada Lemdiklat Polri dalam rangka pensiun
  13. Brigjen Pol Hendri Marpaung perwira tinggi Bareskrim Polri yang ditugaskan pada BNN dimutasikan menjadi perwira tinggi pada Bareskrim Polri dalam rangka pensiun
  14. Brigjen Pol Dul Alim Analis Kebijakan Utama Bidang Kamneg Baintelkam Polri dimutasikan menjadi perwira tinggi Baintelkam Polri dalam rangka pensiun
  15. Brigjen Pol Tavip Yulianto, Irbidjemenopsnal II Itwil V Itwasum Polri pengabdian BJP terhitung mulai tanggal 1-9-2022 dimutasikan menjadi perwira tinggi Itwasum Polri dalam rangka pensiun
  16. Brigjen Pol Subiyanto, Wakapolda Lampung, dimutasikan sebagai perwira tinggi Polda Lampung dalam rangka pensiun
  17. Brigjen Pol Ibnu Isticha, Auditor Utama Tk II Itwasum Polri dimutasikan sebagai perwira tinggi Itwasum Polri dalam rangka pensiun
  18. Brigjen Pol Lukas Arry Dwiko Utomo, Karopal Slog Polri dimutasikan sebagai Pati Slog Polri dalam rangka pensiun
  19. Brigjen Pol Sumego Adi Soetojo Dirpoludara Korpolairud Baharkam Polri dimutasikan sebagai Pati Baharkam Polri dalam rangka pensiun
  20. Brigjen Pol Zulkifli Widyaiswara Kepolisian Utama Tk II Sespim Lemdiklat Polri dimutasikan menjadi perwira tinggi Lemdiklat Polri dalam rangka pensiun
  21. Brigjen Pol Chairul Farizal, Kabagjianminpol Waketbid PPITK STIK Lemdiklat Polri pengabdian BJP terhitung mulai tanggal 1-7-2022 dimutasikan sebagai perwira tinggi Lemdiklat Polri dalam rangka pensiun
  22. Brigjen Pol Dwi Riyanto Penyidik Utama Tk 1 Rowassidik Bareskrim Polri pengabdian BJP terhitung mulai tanggal 1-7-2022 dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri dalam rangka pensiun
  23. Brigjen Pol Mamat Surahmat, Widyaiswara Kepolisian Utama Tk II Sespim Lemdiklat Polri, dimutasikan sebagai Pati Lemdiklat Polri (dalam rangka pensiun)
  24. Brigjen Pol Agus Budiharta, Kapuslabfor Bareskrim Polri, dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri (dalam rangka pensiun)

(Div Humas)

HAPUS STIGMA BAHWA PEREMPUAN SUMBER UTAMA KEKERASAN SEKSUAL

0
Oleh: A’isy Hanif Firdaus, S.Ag. (LTNU PCNU Kab. Brebes)

Kekerasan seksual merupakan satu fenomena yang amat mengerikan dan meresahkan bagi kalangan masyarakat secara umum. Perempuan atau laki-laki bisa saja menjadi pelaku maupun korban dari tindak kekerasan seksual yang menyerang diri para korbannya. Dalam hal ini, ada beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya kekerasan seksual yaitu faktor ekonomi, psikis atau mental, hingga seksual yang saling bersilih berganti. Jika korbannya terkena luka pada fisik maka bisa jadi psikis maupun ekonominya turut berdampak. Maka dari itu mari kita kenali dan upaya apa saja yang dapat menjadi solusi agar menghapus stigma bahwa perempuan selalu menjadi sumber utama kekerasan seksual.

Lantas kemudian timbul sebuah pertanyaan, mengapa perempuan sering mengalami kekerasan seksual? Jawaban sederhana dari argumentasi penulis muncul karena kurangnya pendidikan seksual yang cukup memadai, baik di lingkungan sekolah, lingkungan tempat bekerja maupun dari orang-orang terdekat disekelilingnya misalnya orang tua yang tidak memberikan pemahaman terhadap pendidikan seks, juga menjadi salah satu alasan perempuan semakin bertambah risiko mengalami kekerasan seksual. Pakar pendidik kesehatan seksual selalu mengaitkan kejadian tersebut dengan pendidikan seks, khususnya pelajaran seputar hubungan dan persetujuan terhadap seksual.

Berbagai jenis kekerasan seksual yang terjadi terhadap perempuan antara lain seperti kekerasan fisik, psikis atau secara verbal, dan seksual. Contoh dari kekerasan fisik adalah tindakan penganiayaan, kekerasan psikis atau secara verbal adalah perilaku intimidatif dan kekerasan seksual adalah yang paling sering di alami oleh perempuan yakni pencabulan dan pemerkosaan.

Dilansir dari Catatan Tahunan Komnas Perempuan Tahun 2021, terdapat 2.204 kasus kekerasan seksual yang telah dilaporkan. Dengan rincian, 1.149 kasus terjadi di ranah personal, 1.051 di ranah publik, dan 4 kasus di ranah negara. Jumlah tersebut terus meningkat 72 persen dibandingkan dengan jumlah kasus kekerasan seksual yang dilaporkan pada tahun 2020. Data Komnas Perempuan juga menunjukkan bahwa kejahatan seksual tidak mengenal batasan pada jenjang pendidikan. Artinya setiap jenjang pendidikan memiliki potensi terjadinya kekerasan seksual, entah di pesantren maupun institusi pendidikan umum.

Menurut data yang dikumpulkan berdasarkan laporan ke Komnas Perempuan maupun laporan dari berbagai organisasi masyarakat lainnya pada 2021, jumlah korban kekerasan terhadap perempuan tertinggi berada di bangku SMA, yakni sebanyak 2.679 kasus. Diikuti oleh SMP sebanyak 1.532 kasus, dan universitas sejumlah 859 kasus.

Dilansir dari website resmi bnn.go.id, moralitas merupakan istilah manusia untuk menyebutkan bahwa manusia mempunyai nilai dan tindakan positif. Kemudian manusia yang tidak memiliki moral disebut sebagai amoral artinya dia tidak mempunyai moral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia yang lainnya. Jadi, secara sederhana moral adalah hal multak yang harus dimiliki oleh sebagian manusia, khususnya dalam diri seorang remaja. Moral dizaman sekarang dapat kita dapatkan melalui transfer knowlegde yang dijumpainya di bangku sekolah, perguruan tinggi, majelis perkumpulan keilmuan yang lainnya yang kemudian membaur menjadi proses sosialisasi antara individu satu dengan yang lainnya. Buah dari hal itulah yang pada akhirnya dapat diterima oleh sebagian manusia serta menjadikan lingkungan sekitar nya menjadi lebih  menyenangkan dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Dalam benak penulis mempertanyakan, ‘’bagaimana kondisi moral remaja pada masa sekarang ? ditengah arus perkembangan teknologi dan informasi yang tiap hari yang cukup kencang. Lalu seperti apakah upaya yang dapat meredam berbagai ketimpangan-ketimpangan perilaku yang sedang terjadi menimpa generasi remaja kita hari ini ? Adapun solusi yang bisa terapkan bagi generasi muda agar tidak tersandung dengan tindakan pelecehan seksual dan mengatasi krisis moral adalah sebagai berikut;

Pertama, Menanamkan karakter yang baik, hal ini dikarenakan generasi muda sebagai penerus bangsa mempunyai potensi dan perlu di pupuk menjadi generasi yang lebih berkarakter.

Kedua, mampu menciptakan ruang pertemanan yang sehat sehingga tidak sampai terpapar oleh tindak pelecahan seksual.

Ketiga, perkuat iman dalam diri kita, hal ini sangat diperlukan guna untuk mencegah perbuatan tindak pelecehan di kalangan generasi muda sekarang.

Keempat, membekali diri dengan pendidikan seksual, hal ini sangat bermanfaat untuk menghadapi pelaku pelecehan seksual.

Terakhir, dengan beberapa penjelasan di atas, pelaku kekerasan seksual yang marak terjadi semoga mendapatkan penindakan yang tegas serta peraturan yang terkait segera disahkan supaya meminimalisir terjadinya kekerasan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا ٣٢

Artinya: ‘’Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk.’’ (QS. Al-Isra : 32)

Perempuan dalam Islam harus dimuliakan dan dijaga martabat serta kehormatannya. Islam mengharamkan segala bentuk kekerasan dan penindasan termasuk perbuatan kejahatan seksual. Allah SWT berfirman,

وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗوَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاٰتُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اٰتٰىكُمْ ۗوَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٣٣

Artinya : ‘’Orang-orang yang tidak mampu menikah, hendaklah menjaga kesucian (diri)-nya sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. (Apabila) hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka. Berikanlah kepada mereka sebagian harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, jika mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Siapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.’’ (QS. An-Nur: 33).

Dari uraian paparan diatas, dapat dikatakan bahwa kondisi kaum perempuan saat ini masih sangat rentan menjadi korban dari berbagai jenis tindak kekerasan seksual. Terlebih lagi, pada zaman modern tingkat kekerasan justru semakin tinggi dan banyak orang yang menganggap bahwa kasus tersebut merupakan hal yang biasa. Perempuan sebagai makhluk yang seharusnya dihargai dan dilindungi, justru menjadi objek dari tindak kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekatnya. Wallahu A’lam Bish Showwab. Semoga bermanfaat.

#BERGERAKBERSAMA #STOPKEKERASANSEKSUAL

Ini Penjelasan Menkeu Tentang Penghapusan Tunjangan Sertifikasi Guru

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Saat ini pemerintah tengah merancang Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang baru. Perlu dikethaui, pada system Pendidikan di Indonesia sendiri memiliki tiga jenis undang undang diantaranya yaitu Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Undang undang Pendidikan tinggi (Dikti) serta Undang undang guru dan dosen.

Pemerintah sendiri sedang merancang satu undang undang sisdikas baru yang terintegrasi dan holistic.

Undang undang tersebut nantinya akan mencakup 3 jenis undang undang yang ada saat ini UU Sisdiknas, UU Dikti dan UU guru dan dosen yang nantinya akan menjadi satu undang undang system Pendidikan nasional.

Akhir akhir ini muncul kabar bahwa dalam Rancangan UU terbaru tersebut tunjangan profesi guru akan dihapuskan.

Sebagai informasi, Sesuai Pasal 1 ayat (4), Tunjangan Profesi Guru adalah tunjangan yang diberikan kepada guru dan dosen yang memiliki sertifikat pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya.

Tunjangan Profesi Guru dibayarkan pemerintah dalam sebulan sekali.

Besaran Tunjangan Profesi Guru ditetapkan sebesar 1 kali gaji pokok guru PNS sesuai dengan golongannya.

Sementara untuk guru non-PNS besarannya merujuk aturan lebih lanjut.

Guru yang bisa mendapatkan TPG adalah mereka yang mengantongi sertifikat profesi pendidik yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi.

Sri Mulyani Menteri Keuangan RI mengumumkan terkait bahasan pemerintah dalam salah satu sidang kabinet terbatas mengenai anggaran Pendidikan berupa Kartu Indonesia Pintar dan Tunjangan Sertifikasi Guru.

Sri mulyani juga menambahkan perlunya proses yang Panjang untuk Menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tahun 2023.

Anggaran Pendidikan sendiri direncanakan akan meningkat lebih banyak pada tahun 2023 dibanding dengan tahun ini.

Peningkatan tersebut mencapai Rp595,9 Trillun hingga Rp563,6 Triliun.

Pemerintah memberikan anggaran lebih besar untuk mengupayakan serta mendukung berbagai kebutuhan belanja pendidikan di nusantara.

Kebutuhan tersebut meliputi beasiswa berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebanyak 973,3 ribu untuk pelajar maupun mahasiswa.

Disamping itu, anggaran tersebut juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan para pendidik yang berupa Tunjangan Sertifikasi Guru bagi yang telah melakukan Pendidikan Profesi Guru serta Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Halaman BerikutnyaTanggapan tersebut merupakan respon terkait adanya dugaan penghapusan dana BOS dan TPG dari Direktur Utusan Khusus Pendidikan Vox Populi Institute Indonesia, Indra Charismiadji yang bersumber dari pasal 8 RUU Sisdiknas.

Sebut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek, Anang Ristanto yang dikutip dari tirto.id mengatakan bahwa “Dalam RUU Sisdiknas tidak ada penghapusan BOS dan TPG,” Anang juga menambahkan bahwa saat ini pembentukan RUU Sisdiknas masih pada tahap perencanaan.

Sesuai dengan masukan yang diterima sebelumnya dari beberapa elemen, saat ini Kemendikbudristek terus melakukan sosialisasi dengan berbagai pihak. (Naik Pangkat)

NU Kedawon Brebes Launching Mobil Siaga NU : Manifestasi Program Koin NU

0
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Dusun Kedawon Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes me-launching mobil siaga NU di Aula Masjid Jami' Baitul Muttaqin Kedawon Larangan Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Dusun Kedawon Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes me-launching mobil siaga NU pada Acara Pengajian Ahad Kliwon Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Larangan yang digelar di halaman Aula Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Kedawon, Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, Minggu (25/12/22).

Ust. Sya’roni Ika, Ketua PRNU Kedawon, mengatakan, launching ini merupakan hasil manifestasi dari program gerakan Kotak Infak (Koin) NU yang diberikan oleh Warga Nahdliyin dan disupport oleh sejumlah 22 Jamiyyah-jamiyyah Kedawon yang berada dibawah nauangan NU Ranting kedawon.

“Fungsi dari mobil siaga NU ini akan digunakan oleh masyarakat nahdliyin kedawon khususnya yang membutuhkan, terutama keluarga besar NU Kedawon yang mengalami sakit maupun pengantar jenazah serta keperluan lainnya,” tuturnya.

“Selain itu juga sebagai sarana transportasi bagi kalangan yang kurang mampu, maka kalau ada yang membutuhkan maka kami akan antar maupun jemput secara langsung, termasuk jika ada masyarakat yang meminta bantuan ke rumah sakit tapi kebingungan mencari transportasi,” jelasnya.

Ust Sya’roni Ika Kepada Aswajanews.id, Minggu (25/12/2022) menyampaikan, semoga nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di Dusun Kedawon maupun yang lainnya.

Pada launching Mobil Siaga NU ini turut dihadiri pula oleh Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Brebes KH. Hudallah Karim, Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Larangan KH. Athoillah Sofyan, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU dan IPPNU se-Kecamatan Larangan. (Pewarta : A’isy Hanif Firdaus)

Rois Syuriyah PCNU Brebes : Ber-NU Saling Membutuhkan Satu dengan Lainnya

0
Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Brebes KH. Hudallah Karim bersama mantan Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj, MA

BREBES (Aswajanews.id) – Rois Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes KH. Hudallah Karim menyampaikan tausiyah pada pengajian Ahad Kliwon Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Larangan di halaman gedung aula Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Kedawon Brebes, Ahad (25/12/2022).

Gus Huda sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bukhori, Sengon Kecamatan Tanjung menyampaikan kepada Pengurus NU Ranting se-kecamatan Larangan, Muslimat NU se-kecamatan Larangan, GP Ansor se-kecamatan Larangan, Fatayat NU se-kecamatan Larangan dan IPNU-IPPNU sekecamatan Larangan.

“Para ulama-ulama kita telah mencontohkan amaliyah serta pengimplementasian dari sikap akhlakul Karimah dengan baik, maka kiai dan ulama jangan saling salah menyalahkan satu dengan lainnya, Kiai dan Ulama harus selalu bergerak kepada jamaahnya untuk melnjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama di masa sekarang dan yang akan datang,” ucapnya.

“Kita sebagai Warga Nahdliyin harus berorganisasi jangan sampai kita hidup sendiri-sendiri tanpa dikoordinir dengan baik. Walaupun banyak orang alim, akan tetapi harus berNahdlatul Ulama agar dikoordinir dengan baik,” lanjutnya.

Gus Huda juga mengingatkan bahwa warga Nahdlatul Ulama mari bersatu komando dan berpadu dalam pengabdian kepada agama islam dan memantapkan dengan Nahdlatul Ulama. Serta kepada para pemimpin baik di lini manapun agar jangan menyalahgunakan jabatan yang sedang di embannya untuk mementingkan kepentingan pribadinya dan jangan merasa pintar sendiri untuk merendahkan rakyat atau bawahannya. (Pewarta : A’isy Hanif Firdaus/LTNU PCNU Kab. Brebes)

Pemdes Jatimulyo Adakan Pembinaan Kadarkum

0
Pemerintah Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Bersama muspika Kecamatan Jenggawah mengadakan pembinaan keluarga sadar hukum (Kadarkum)

JEMBER (Aswajanews.id) – Sadar Hukum, merupakan salah satu upaya bersama untuk menguatkan keberadaan negara Indonesia sebagai negara hukum. Hal ini akan terlihat dari tingkat kepatuhan masyarakat terhadap hukum yang merupakan kunci bagi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman, tertib dan damai.

Dengan peningkatan kesadaran masyarakat, merupakan salah satu modal besar bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan global.

Suatu daerah yang tingkat kesadaran hukumnya tinggi, sangat mendukung iklim investasi. Hal ini sangat erat kaitannya dengan komitmen Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk terus melakukan upaya peningkatan dan pembenahan salah satunya dalam sektor investasi/kemudahan berusaha, sebagai bekal dalam menyongsong era perdagangan bebas.

Pemerintah Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Bersama muspika Kecamatan Jenggawah dan Kemenag Jember baru-baru ini mengadakan pembinaan keluarga sadar hukum atau Kadarkum. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Pemdes Jatimulyo. Sebagaimana dikatakan Buhari, Kades Jatimulyo kepada wartawan.

Menurutnya, tujuan diadakannya pembinaan Kadarkum yang melibatkan seluruh Ketua RT, Ketua RW, Kader PKK tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan ulama ini agar supaya masyarakat paham dan sadar terhadap hukum agar tercipta kehidupan di masyarakat yang adil Makmur dan tentram.

“Hukum di negara kita ini sangat banyak, salah satunya Hukum Nikah seperti yang sudah disampaikan dari Kementerian Agama. Bahwa usia nikah juga sudah ditetapkan minimal 19 tahun,” ujarnya.

Kapolsek Jenggawah AKP Ahmad mengatakan, Kamtibmas tidak hanya sebagai kewajiban warga negara, tetapi kebutuhan kita bersama. Karena menurutnya, Kamtibmas akan berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian. Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar tertib administrasi seperti pembuatan KTP, KK, SIM, akte dan lain sebagainya.

Sifak Beni, Camat Jenggawah pada kesempatan yang sama berharap masyarakat desa sadar atas hukum-hukum yang ada di masyarakat, baik itu hukum positif yang berlaku di Indonesia maupun hukum-hukum agama dan hukum adat yang berlaku di lingkungan kita. (Reporter Jember : Joko dan Erman)

Pemkab Jember Gelar Semaan Al Qur’an Jelang Hari Jadi ke-94 Jember

0
Pemerintah Kabupaten Jember menggelar sema’an Al Qur’an yang diikuti oleh para santri Pondok Pesantren Yasinat, Minggu (25/12/2022)

JEMBER (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar sema’an Al Qur’an yang diikuti oleh para santri Pondok Pesantren Yasinat, Minggu 25 Desember 2022.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan bahwa sema’an Al Qur’an ini merupakan kegiatan yang sangat positif, dimana sudah menjadi janji Allah SWT memberikan rahmat-Nya bagi kita yang membaca dan mengamalkan Alqur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap dari sema’an Al Qur’an ini membawa keberkahan bagi Kabupaten Jember.

“Menutup tahun 2022 ini kita Gelar sema’an Al Qur’an yang insyaallah akan memberikan banyak keberkahan bagi Kabupaten Jember ke depannya,” ujar Bupati Hendy Siswanto.

Ia menyampaikan kepada para santri Yasinat yang hadir, bahwa Kabupaten Jember adalah tempatnya para juara.

Selama tahun 2022 ini, Pemerintah Kabupaten Jember banyak menorehkan prestasi yang tinggi berkat para pemudanya yang hebat.

“Oleh karena itu, para santri fokuslah dalam belajar, fokuslah dengan bidang yang diminati, insyaallah kelak akan menjadi ahli di bidang tersebut dan pastinya menjadi juara,” ujar Bupati Hendy memberi motivasi. (Joko)

Bupati Garut Cek Kondisi Tempat Wisata Laut Di Garut Bagian Selatan

0
Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengecek beberapa destinasi wisata laut yang ada di Kabupaten Garut bagian selatan, Minggu (25/12/2022)

GARUT (Aswajanews.id) – Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengecek beberapa destinasi wisata laut yang ada di Kabupaten Garut bagian selatan, Minggu (25/12/2022). Dua di antaranya yaitu Pantai Sayangheulang yang berlokasi di Kecamatan Pameungpeuk dan Pantai Santolo yang berlokasi di Kecamatan Cikelet.

Berdasarkan hasil pantauannya, Bupati Garut menyebutkan jika kondisi pantai di Garut dalam kondisi yang tidak begitu ramai. Hal ini dimungkinkan karena beberapa spot di Garut bagian selatan sebelumnya mengalami hujan, sehingga berdampak dengan sepinya objek wisata pantai yang terbentang 84 kilometer (km) di Garut bagian selatan ini.

Rudy mengatakan, jika saat ini gelombang di beberapa pantai yang dikunjunginya sedang tinggi disertai dengan angin barat. Bahkan, imbuh Rudy, pihaknya juga merasa prihatin, karena akibat hal tersebut para nelayan tidak bisa melaut.

Meskipun begitu, ia menuturkan jika Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Garut akan terus mengadakan pemantauan dan pengamanan di sepanjang garis pantai Kabupaten Garut.

“Insya Allah kita semua siap, Forkopimcam di masing-masing kecamatan di Garut Selatan yang ada wisata lautnya, baik milik UPTD yang dikelola oleh UPTD kabupaten maupun oleh desa kita amankan,” ujar Bupati Garut.

Oleh karena itu, meskipun sedang dilanda gelombang tinggi disertai angin kencang, Bupati Garut menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan yang akan berlibur ke pantai Garut bagian selatan, terlebih, saat ini pelajar di Kabupaten Garut dan sekitarnya sudah mulai memasuki masa libur sekolah, sehingga ia mempersilakan untuk berkunjung ke lokasi wisata laut yang ada di Kabupaten Garut.

“Saya berharap hati-hati karena gelombang sedang tinggi, angin juga sangat kencang, tapi nyamanlah untuk bisa pergi wisata di Garut Selatan di bulan ini, dan kami jamin keamanannya,” tandasnya. (Diskominfo)

Calon Pengantin KUA Kota Cirebon Dibekali Pemahaman tentang HIV/AIDS

0
Kursus calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lemahwungkuk pada Kamis (22/12)

KOTA CIREBON (Aswajanews.id) – Sebanyak 6 pasang calon pengantin Kota Cirebon mengikuti kursus calon pengantin, bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lemahwungkuk pada Kamis (22/12).

Mereka diberikan sejumlah pengetahuan yang akan berguna dalam mengarungi bahtera rumah tangga, salah satunya tentang penyakit AIDS. AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang menggambarkan berbagai gejala dan infeksi terkait menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Koordinator Lapangan (Korlap) Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Cirebon Edi Cahyadi mengatakan bahwa penularan AIDS terjadi melalui dua cara.

 “Penularan AIDS hanya melalui dua cara. Pertama, jarum tajam. Jadi jarum yang digunakan tidak boleh bergantian, dan harus steril serta sekali pakai. Kedua, melalui cairan seperti cairan sperma, vagina, darah dan air susu,” ucapnya.

Edi menambahkan bahwa perilaku hidup sehat dan melakukan seks dengan satu pasangan dapat menghindarkan diri dari AIDS. Pemakaian alat kontrasepsi yang tepat pun dapat menghindarkan diri dari penyakit tersebut.

“Sampai sejauh ini, hanya kondom yang menjadi alat kontrasepsi paling efektif dalam mencegah penularan AIDS,” ucapnya.

Untuk lebih merasa yakin dalam membina rumah tangga, dirinya mengimbau para catin untuk melakukan tes AIDS. Tes ini dapat dilakukan di puskesmas mana pun secara gratis.

“Jika ingin mencari informasi terkait AIDS, saya sarankan untuk tidak sembarang membaca berita di internet, apalagi berita yang tidak valid sumbernya. Jika memiliki pertanyaan dan membutuhkan informasi lebih lanjut, konsultasikan dengan KPAD,” pungkasnya. (Kontributor : Haji Arif Arofah)

Sambut HAB ke-77, KUA Pangkalan Gelar Gerak Jalan Kerukunan

0

Pangkalan, Karawang (Aswajanews.id) – KUA Kecamatan Pangkalan yang digawangi H.Ade Badruzaman bersama stakeholders lainnya menggelar Gerak Jalan Kerukunan dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag ke-77 Tingkat Kecamatan  Pangkalan,Jum’at (23/12/2022).

Kepala KUA menuturkan kegiatan gerak jalan kerukunan diikuti sekitar 1000 peserta, dengan start pada pukul 07.30 WIB di depan Kantor KUA Kecamatan Pangkalan dan finish di SMK IPTEK Sanggabuana pukul 08.30 WIB.

Kemudian dilanjutkan acara seremonial dan diakhiri pembagian Door Prize sebanyak 55 paket hadiah, dengan hadiah utama 2 buah sepeda gunung dari sponsor utama Keluarga H. Ita dan Hj. Enung Maesaroh Citaman.

Acara dihadiri oleh Camat Pangkalan, Danramil, Kapolsek, lara Kepala UPTD/Dinas/Instansi, para Kepala Desa, para Pengawas Madrasah, Pengawas PAI, Penyuluh Fungsional dan Penyuluh Non PNS, para Kepala Sekolah dan Madrasah, para Ketua Lembaga/Organisasi Keagamaan (MUI, UPZ, IPHI, MWCNU FPP, FKDTA, IGRA, BKMM, pimpinan Pontren dan Majelis Ta’lim, para Santri dan Siswa juga masyarakat umum. Acara berakhir sekitar pukul 10.30 WIB.

Menurut H.Ade, gelaran acara dinilai sukses atas kerja keras ketua panitia yaitu Taopik  serta dukungan dari semua pihak.

“Atas nama pimpinan Kantor Kemenag Karawang, kami ucapkan terima kasih,” pungkas H.Ade. *(Kontributor : Denden/Ade Badruzaman)

Menag Yaqut dan Grand Syeikh Al Azhar Bahas Penambahan Kuota Beasiswa Mahasiswa Indonesia

0
Menag Yaqut dan Grand Syeikh Al Azhar Bahas Penambahan Kuota Beasiswa Mahasiswa Indonesia di Kairo, Kamis (22/12/2022)

KAIRO (Aswajanews.id) – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas hari ini bertemu dengan Grand Syeikh Al Azhar (GSA), Prof Dr Ahmed Al Tayeb. Menag berharap Al Azhar dapat menambah kuota beasiswa untuk mahasiswa Indonesia.

“Alhamdulillah, siang ini waktu Kairo, saya diterima Grand Syekh Al Azhar, Prof Dr Ahmed Al-Tayeb. Saya sampaikan harapan akan penambahan kuota beasiswa dan beliau merespons dengan baik,” terang Menag Yaqut di Kairo, Kamis (22/12/2022).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Masyikhatul Azhar, Menag juga mengajukan permohonan agar asrama yang dulu dijadikan sebagai tempat isolasi bagi penderita Covid-19 dapat difungsikan kembali sebagai asrama mahasiswa.

Terhadap usulan Menag, Syeikh Ahmed Al Tayeb menyambut baik. Pihaknya akan menambah kuota beasiswa dari 200 menjadi 250 mahasiswa. “Kami akan menambah beasiswa bagi calon mahasiswa Indonesia di Al Azhar dari 200 menjadi 250. Kami sangat respek kepada anak-anak Indonesia yang berakhlak mulia, santun, ramah, dan tekun, serta memiliki minat dan motivasi tinggi terhadap pendidikan,” ujar Syeikh Ahmed Al-Tayeb.

Tentang asrama, Guru Besar Bidang Akidah dan Filsafat ini menyampaikan bahwa itu memang akan diaktifkan kembali sebagai asrama mahasiswa. “Insya Allah, tempat isolasi Covid-19 akan difungsikan kembali sebagai asrama mahasiswa, khususnya bagi mereka yang mendapat beasiswa Al-Azhar melalui jalur Kementerian Agama,” sebutnya.

“Namun, saya meminta kepada pihak Kedutaan agar ikut mendampingi mereka dalam peningkatan kegiatan-kegiatan ilmiah, sosial, keagamaan, dan kebudayaan,” sambungnya.

Grand Syeikh menambahkan bahwa pihaknya sangat antusias untuk memberikan perhatian kepada mahasiswa Indonesia. Grand Syeikh juga berharap pihak kedutaan Indonesia di Mesir bisa bekerja sama dengan Al Azhar untuk memberikan perhatian kepada mahasiswa.

Menag Yaqut berterima kasih atas sambutan dan respons baik dari Grand Syeikh Al Azhar. Menag juga menyampaikan salam dan undangan khusus dari Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin, untuk menghadiri Muktamar Fikih Peradaban pada 6 Februari, 2023.

“Terima kasih atas undangan untuk menghadiri Muktamar Fikih Peradaban. Ini merupakan kehormatan, dan insya Allah saya akan hadir jika tidak ada halangan nanti,” tegas Syeikh Thayeb.

Grand Syeikh Al Azhar mengapresiasi inisiatif Indonesia menggelar Muktamar Fikih Peradaban. Prof Ahmed Al Tayeb yakin bahwa kegiatan itu sangat penting. “Saya yakin yang akan dihasilkan juga sangat penting sekali, terutama terkait pentingnya meluruskan salah paham tentang Islam dan Islamphobia di wilayah Asia dan Asia Tenggara,” sebutnya.

Selain dengan Grand Syeikh Al-Azhar, Menag juga bertemu dengan Grand Mufti Mesir, Sheikh Prof Dr Syauqi Allam. Menag juga menyampaikan undangan khusus dari Wapres untuk hadir pada Muktamar Fikih Peradaban tahun depan.

Dijelaskan Gus Men, sapaan akrab Menag, Muktamar Fikih Peradaban dihelat sebagai langkah yang sangat kontekstual. Menurutnya, Islam merupakan agama komprehensif yang mampu menjawab berbagai persoalan kehidupan manusia.

“Islam itu begitu terbuka dan perlu dipromosikan. Kami berharap agama lain juga melakukan hal yang sama, sehingga akan terjalin kehidupan umat manusia yang rukun dan harmonis,” jelasnya.

Grand Mufti Mesir berterima kasih dan mengapresiasi atas rencana penyelenggaraan Muktamar Fikih Peradaban. Dia berharap bisa hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima atas undangan muktamar peradaban yang merupakan langkah-langkah penting bagi upaya menyebarkan Islam wasathiyah serta menyampaikan hakikat Islam kepada dunia. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat mencegah Islamophobia dan kesalahpahaman terhadap Islam”, ujarnya.

Ikut mendampingi Menag, Dirjen Pendikan Islam, M Ali Ramdhani, Stafsus Bidang Media dan Komunikasi, Wibowo Prasetyo, Dubes RI untuk Mesir, Lutfi Rauf, Direktur Pendidikan Diniyyah dan Pontren, Waryono Abdul Ghafur, serta Plt Direktur Diktis, Syafii. *(Kontributor : Eva Nurwidiawati)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts