Tradisi

Bangun Sinergitas dengan Aparat Desa, KUA Subah Mengadakan Wisata Religi

Batang (Aswajanews.id) – Untuk membangun hubungan yang harmonis dan sinergis dengan Kasi Pelayanan Desa, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Subah Kabupaten Batang Jawa Tengah menyelanggarakan kegiatan Wisata Religi dan tadabbur alam, Selasa (30/11). Rombongan berjumlah kurang lebih 60 orang peserta berziarah ke makam Sunan Katong Kaliwungu, Syeikh Hasan Munadi Nyatyono Ungaran dan terakhir di Kampung Semilir.

Wisata religi dan tadabbur alam ini merupakan salah satu metode yang dijalankan KUA Subah dan Kasi pelayanan Desa serta penyuluh agama Islam untuk membangun sinergisitas, memperkuat kesamaan visi dan misi pelayanan pada masyarakat serta diskusi kecil di sela-sela menghilangkan kepenatan rutinitas pelayanan.

Kepala KUA Kecamatan Subah H. Zaki Ali Ridlo dalam keterangannya menyatakan bahwa pihaknya berziarah bersama para kasi pelayanan desa dan penyuluh agama Islam ini sudah dilaksanakan beberapa kali. Menurutnya selain untuk menambah ketakwaan dan kedekatan kita pada Allah SWT, juga untuk membangun kebersamaan dan sinergitas selama melaksanakan tugas kedinasan.

“Acara sharing dan diskusi kecil selama wisata relegi ini terlaksana untuk yang kesekian kalinya, dengan mengambil lokasi pada makam para Auliya’ dan di akhiri di Kampung wisata Semilir Semarang, ini memberikan nuansa lain untuk mengevaluasi rutinitas pelayanan terhadap masyarakat, sangat membantu memecahkan hal-hal yang belum terselesaikan,” ungkap H.Zaki Ali Ridlo disela-sela istirahatnya.

Salah satu ASN KUA Kecamatan Subah Darlani selaku pemandu kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan ini selain merupakan bentuk relaksasi juga sangat membantu membangun silaturrahmi sesama Kasi Pelayanan Desa se Kecamatan dengan penyuluh agama Islam maupun para ASN di KUA.

“Selain sebagai relaksasi setelah melaksanakan tugas kedinasan, sebenarnya ziarah ini juga berfungsi sebagai media untuk membangun silaturahmi dan sinergi antara KUA dengan aparat desa agar semua persoalan yang belum dipecahkan akan dapat cair dan menemukan solusi bersama,” kata Darlani.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa janganlah kita mengartikan ibadah secara sempit yang terbatas hanya pada ibadah ritual saja, karena sesungguhnya  ibadah itu bermakna sangat luas, silaturahmi, berwisata diniati tadabbur alam apalagi dibingkai kegiatan ziarah juga merupakan ibadah.

“Ibadah memang jangan diartikan secara sempit hanya melaksanakan ritual sehari-hari saja, namun harus juga dimaknai secara luas dimana silaturahmi, tadabbur alam, maupun ziarah juga termasuk dalam ibadah juga,” pungkasnya. (Kemenag Batang)