Beranda Aktual Jalak Harupat Segera Jadi Tuan Rumah Ajang Pencak Silat Tingkat Nasional

Jalak Harupat Segera Jadi Tuan Rumah Ajang Pencak Silat Tingkat Nasional

2
0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur melalui program Jalan Mantap bukan satu-satunya hal yang mendapat perhatian Bupati Bandung Dadang Supriatna. Bupati yang akrab disapa KDS itu juga dinilai memiliki komitmen kuat dalam melestarikan seni dan budaya leluhur, khususnya pencak silat.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua DPD Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bandung, Ali Nurdin, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, Dadang Supriatna merupakan salah satu kepala daerah yang menunjukkan perhatian besar terhadap keberlangsungan seni bela diri tradisional pencak silat.

“Bupati Bandung Dadang Supriatna begitu peduli terhadap masyarakat yang mencintai dan melestarikan kesenian tradisional pencak silat,” ujar Ali.

Menurut Ali, kepedulian KDS tidak sekadar ditunjukkan melalui pernyataan, tetapi juga melalui kehadirannya secara langsung di tengah para pelaku seni dan budayaHal itu terlihat saat pelantikan DPD PPSI Kabupaten Bandung.

Di tengah padatnya agenda sebagai kepala daerah, KDS menyempatkan diri untuk hadir dan bertatap muka dengan jajaran pengurus serta perwakilan paguron pencak silat yang ada di Kabupaten Bandung.

Ali menilai kehadiran tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap para penggiat pencak silat yang selama ini konsisten menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Apresiasi juga diberikan atas kesediaan Bupati Bandung menyaksikan secara langsung prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan pengurus DPD PPSI Kabupaten Bandung oleh DPW PPSI Jawa Barat.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Dadang Supriatna juga menyatakan kesiapan Kabupaten Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang pencak silat tingkat nasional.

”Bupati Bandung menjawab langsung kepada pihak DPW PPSI Jawa Barat bahwa Kabupaten Bandung siap dijadikan tuan rumah dalam event pencak silat tingkat nasional,” ungkap Ali.

Dua lokasi yang disebut dalam rencana tersebut adalah GBS dan kawasan Stadion Si Jalak Harupat. Keduanya berpotensi menjadi pusat kegiatan yang mempertemukan pesilat dari berbagai daerah di Indonesia.

Jika rencana itu terealisasi, penyelenggaraan ajang nasional tersebut diharapkan tidak hanya menjadi panggung bagi para pesilat untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. (Red)


Eksplorasi konten lain dari News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan