BANDUNG (Aswajanews.id) – Herwianto Muchtar terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung periode 2026–2031 secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Mukota) IX yang digelar di The Papandayan Hotel, Kota Bandung, Jumat (9/10/2026).
Terpilihnya Herwianto menjadi momentum regenerasi kepemimpinan organisasi pengusaha di Kota Bandung. Tantangan berikutnya adalah memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan berbagai elemen dunia usaha, serta mendorong potensi ekonomi daerah agar semakin berkembang dan berdaya saing.
Mukota IX mengusung tema “Optimalisasi Fungsi dan Peran Kadin dalam Bingkai Sinergi, Inovasi dan Kolaborasi Menuju Ekonomi Kota Bandung yang Tangguh dan Utama”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran Kadin sebagai wadah dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Ketua Kadin Kota Bandung periode 2021–2026, Ir. Iwa Gartiwa, berharap kepemimpinan baru mampu melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan terobosan untuk menjawab tantangan perkembangan zaman.
Menurut Iwa, Kota Bandung memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari usaha kecil dan menengah (UKM) hingga sektor ekonomi kreatif. Namun, potensi tersebut perlu terus dikembangkan secara optimal, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Selain pemilihan ketua, saya berharap ke depan Kadin Kota Bandung bisa melahirkan program-program yang luar biasa. Kota Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat memiliki banyak potensi yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan Kadin ke depan harus mampu membaca peluang pasar, memperluas jejaring usaha, serta mendorong pelaku usaha agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Selain itu, Iwa menyoroti pentingnya konektivitas transportasi dalam menunjang aktivitas bisnis. Akses transportasi yang semakin baik dinilai dapat membuka peluang investasi, memperlancar mobilitas pelaku usaha, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Bandung.
“Ketua ke depan harus bisa lebih baik. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Mudah-mudahan pemimpin yang baru bisa lebih mengikuti perkembangan era digital sehingga perekonomian Kota Bandung dan Jawa Barat semakin meningkat,” katanya.
Sementara itu, Herwianto Muchtar menegaskan bahwa langkah awal kepemimpinannya adalah menyusun kepengurusan yang lengkap dengan mengakomodasi berbagai elemen dunia usaha di Kota Bandung.
Menurutnya, kemajuan organisasi tidak dapat bertumpu pada satu kelompok. Kadin harus menjadi ruang bersama bagi para pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi, membangun kekuatan ekonomi, dan menjalankan program kerja secara berkelanjutan.
“Susunan kabinet kita ini selama 30 hari. Ini sudah ditetapkan dalam kesepakatan. Tentunya kita akan mengakomodasi seluruh elemen usaha yang ada di Kota Bandung. Kita benar-benar akan maju bersama, karena dengan bersama-sama kita akan maju,” ujar Herwianto.
Penyusunan kepengurusan tersebut menjadi salah satu agenda awal yang strategis. Selain memenuhi kebutuhan organisasi, struktur kepengurusan diharapkan mampu merepresentasikan keberagaman pelaku usaha sekaligus memperluas keterlibatan mereka dalam menentukan arah kebijakan Kadin Kota Bandung.
Setelah kepengurusan terbentuk, Herwianto berkomitmen melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh kepemimpinan sebelumnya. Ia menegaskan pentingnya menjalankan program secara konsisten selama lima tahun masa jabatan sesuai amanat organisasi.
“Langkah awal kita tentunya akan menyusun kepengurusan yang komplet. Setelah itu, kita juga akan menjalankan program-program yang sudah dicanangkan oleh ketua Kadin sebelumnya. Insyaallah kita akan melakukannya dengan konsekuen sampai lima tahun ke depan sesuai amanat,” katanya.
Herwianto juga berharap Kadin Kota Bandung dapat berkembang menjadi salah satu barometer bagi Kadin di berbagai daerah di Indonesia.
“Kota Bandung akan menjadi barometer di antara Kadin-Kadin seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Di sisi lain, Iwa Gartiwa mengingatkan pentingnya menjalankan seluruh tahapan organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Kepatuhan terhadap mekanisme organisasi diperlukan untuk menjaga tata kelola sekaligus memastikan proses regenerasi kepemimpinan berlangsung sesuai ketentuan.
Ia berharap ketua terpilih mampu menjaga soliditas anggota, memperkuat sinergi dengan Kadin Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung, serta menghadirkan program kerja yang menjawab kebutuhan dunia usaha.
Bagi Kadin Kota Bandung, tantangan ke depan bukan sekadar memperkuat struktur organisasi, melainkan juga memastikan keberadaan Kadin memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha, khususnya UKM dan sektor ekonomi kreatif yang menjadi bagian penting dari perekonomian kota.
Di tengah perubahan pola bisnis dan persaingan yang semakin terbuka, kolaborasi, inovasi, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan akses pasar perlu diterjemahkan menjadi program kerja yang konkret dan terukur.
Terpilihnya Herwianto Muchtar untuk periode 2026–2031 menjadi awal bagi kepemimpinan baru untuk membuktikan komitmennya. Konsolidasi organisasi, kesinambungan program, dan keterlibatan berbagai elemen usaha akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah Kadin Kota Bandung selama lima tahun mendatang.
Tantangan utamanya adalah menjadikan semangat “maju bersama” bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Bandung.
(Red)
Eksplorasi konten lain dari News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





























