Google search engine
Beranda blog Halaman 245

Pelaku Pencabulan Anak Diamankan Polisi

0
Polres Sukabumi Kota amankan MPA (22), pelaku aksi kekerasan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur

SUKABUMI (Aswajanews.id) – Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi Kota Polda Jabar amankan MPA (22), pelaku aksi kekerasan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Hal itu disampaikan Kapolres Sukabumi Kota Polda Jabar AKBP SY. Zainal Abidin saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota Polda Jabar, Senin (18/7/2022).

“Pada tanggal 15 Juli pelaku berhasil diamankan pada pukul 6 pagi di wilayah Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi. Dimana identitas pelaku yang saat ini sudah ditingkatkan statusnya sebagai tersangka berinisial MPA, umur 22 tahun dan hasil pendalaman data di Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota Polda Jabar pelaku merupakan residivis dari kejadian pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan melakukan Sodomi di kasus yang lama,” ujar AKBP SY. Zainal Abidin.

Sementara Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo S.I.K., M.Si memuji kesigapan Kapolres Sukabumi Kota Polda Jabar atas keberhasilannya mengamankan pelaku pencabulan anak yang meresahkan masyarakat.

“Adapun barang bukti yang berhasil disita berupa 1 lembar hasil visum, 1 buah dus handphone Samsung, 1 handphone lainnya, 1 kendaraan roda dua, 1 potong kaos berwarna merah dan 1 potong celana bermotif loreng coklat,” tambahnya.

AKBP SY. Zainal Abidin juga mengungkapkan kronologis kasus kekerasan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Tersangka saat itu datang sambil mengendarai sepeda motor, menculik korban dari kawasan Kecamatan Gunungpuyuh. Korban kemudian dibawa ke salah satu taman kawasan Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

“Jadi awalnya korban bersama dua orang temannya pulang membeli makanan dan berpapasan dengan tersangka. Kemudian tersangka ini berpura-pura menanyakan alamat madrasah atau sekolah, dan minta diantar. Dalam perjalanannya korban menuruti kemauan tersangka, korban dibawa ke salah satu taman di kawasan Kecamatan Citamiang. Di lokasi taman tersebut tersangka melancarkan aksinya menyetubuhi korban sebanyak satu kali,” ungkap AKBP SY. Zainal.

Lanjutnya, usai melampiaskan nafsunya, tersangka kemudian menendang perut korban sebanyak satu kali, kemudian merampas handphone korban. Tak cukup sampai di situ, tersangka juga meninggalkan korban sendiri di lokasi kejadian. Tersangka pun kabur.

Hingga saat ini pelaku masih diamankan di rumah tahanan Mapolres Sukabumi Kota Polda Jabar guna kepentingan penyidikan. Tersangka MPA terancam pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

“Hingga saat ini proses penyidikan masih berlangsung. Tersangka sudah dilakukan penahanan. Untuk diketahui bahwa tersangka dengan korban ini tidak saling mengenal. Mengenai tersangka ini pedofilia atau bukan, kami masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas AKBP SY. Zainal Abidin. *(Bidhumas Polda Jabar)

PPDB Jabar : 112.325 Siswa Diterima di SMK Negeri

0
Sebanyak 112.325 siswa berhasil diterima di 288 SMKN yang ada di Jawa Barat lewat jalur PPDB 2022.

BANDUNG (Aswajanews.id) – Sebanyak 112.325 siswa berhasil diterima di 288 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) yang ada di Provinsi Jawa Barat (Jabar) lewat jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022.

“Untuk tahun 2022 ini bertambah 8.401 siswa yang diterima masuk SMKN di Jabar dibandingkan pada tahun 2021. Dari 10 jalur di PPDB 2022 ini, pendaftar yang diterima ke SMKN sebanyak 112.325 siswa. Sedangkan pada tahun 2021 sebanyak 103.924 siswa,” kata Kepala Bidang Pengembangan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Edy Purwanto, kepada wartawan di Bandung, Jumat.

Edo mengatakan, minat masyarakat Jabar untuk memasukkan anaknya di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) semakin besar, dan hal itu terlihat dari jumlah pendaftar yang meningkat pada PPDB 2022 ini.

Menurut dia, peningkatan pendaftar ke SMKN di Jabar pada PPDB 2022 terjadi hampir di seluruh jalur pendaftaran, di antaranya siswa melalui jalur Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Dia mengatakan, pada tahun 2022 ini bertambah 34 siswa di mana pada 2021 terdapat 53 siswa yang diterima, sedangkan pada 2022 ada 87 yang diterima.

Untuk jalur KETM (keluarga ekonomi tidak mampu) bertambah 750 siswa, dari 21.692 pada 2021 menjadi 22.442 pada 2022 dan juga untuk jalur kondisi tertentu, bertambah 158 dibandingkan tahun 2021, yaitu 615 pada tahun ini dan 457 siswa pada tahun lalu.

“Jadi yang terbanyak yaitu jalur persiapan kelas industri, bertambah 11.256 siswa pada PPDB 2022. Pada tahun lalu kan 18.956 siswa dan tahun ini ada 30.212 pendaftar yang diterima,” kata dia.

Menurut Edy, ada beberapa faktor pendaftar yang memilih SMKN pada PPDB 2022 ini, seperti SMK memiliki nilai tambah untuk pengembangan keahlian siswa, juga hari ini lulusan SMK tidak hanya berbicara agar cepat mencari pekerjaan setelah lulus nanti.

“Justru hari ini bagaimana lulusan SMK di Jabar ini dapat menciptakan lapangan kerja di kemudian hari, jadi tidak hanya berbicara tentang bagaimana mencari kerja setelah lulus nanti,” katanya.

“Seperti di Kota Cimahi, keahliannya memang macam-macam tapi SMKN-nya hanya tiga, jadi otomatis penuh. Di Cirebon juga, di sana hanya ada dua SMK Negeri,” katanya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 6 Kota Bandung Agus Rustiadin mengakui jika pendaftar di sekolah yang dipimpinnya cenderung tidak pernah menurun.

Bahkan, kata Agus, pada PPDB 2022 ini pun, salah satu siswa yang akan mengenyam pendidikan di SMKN 6 Kota Bandung adalah putra dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi.

Menurut Agus, Putra Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi yang bernama Muhammad Ghatfan Ahyan Sabita itu mendaftar untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif.

“Kalau sekolah itu kan siswanya dari berbagai kalangan. Yang cukup menjadi perhatian ini adalah putra dari Pak Kadisdik memilih sekolah di SMKN 6 Kota Bandung,” kata dia.

“Ini suatu kebanggaan bagi kami, kan biasanya banyak yang ingin memilih ke sekolah favorit. Dan ini Ghaftan ternyata minat di teknik otomotif dan direstui juga oleh orang tuanya,” lanjut Agus. *(Ant)

Bupati Garut: Kampung Rawan Banjir Luapan Sungai Harus Dikosongkan

0
Warga berjalan di tanah lumpur yang diterjang banjir bandang di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat (18/7/2022). (ANTARA)

GARUT (Aswajanews.id) – Bupati Garut, Jawa Barat, Rudy Gunawan menyatakan kampung yang rawan diterjang bencana banjir bandang seperti di sekitar bantaran sungai harus dikosongkan dari bangunan rumah karena berbahaya.

“Ini harus dikosongkan, makanya dengan kejadian ini ada hikmahnya. Kami akan melakukannya secara humanis,” kata Rudy Gunawan saat meninjau daerah yang terdampak banjir di Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin.

Ia menuturkan daerah bantaran Sungai Cimanuk, salah satunya di Kampung Cimacan merupakan kawasan rawan terjadi bencana banjir bandang dari luapan sungai.

Jika tidak segera dikosongkan daerah itu, kata dia, tentunya akan membahayakan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

“Pasti terulang karena daerah sini (Kampung Cimacan) daerah merah,” katanya.

Ia menyampaikan sebelumnya pemukiman warga yang berada di sekitar bantaran Sungai Cimanuk sudah direlokasi ke rumah tapak pada peristiwa bencana banjir bandang tahun 2016. Namun kenyataannya, kata dia, masih ada masyarakat yang kembali menempati Kampung Cimacan dengan alasan karena dekat dengan tempat usaha, sedangkan rumah yang disiapkan pemerintah terlalu jauh.

“Mereka mengeluh di sana terlalu jauh, kami akan melakukan yang terbaik, karena di sini tidak memungkinkan untuk tinggal,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah daerah kembali berupaya secara komprehensif sehingga daerah yang menjadi zona rawan bencana banjir bandang tidak lagi menjadi tempat tinggal warga.

“Jadi nanti akan lakukan secara komprehensif masalah yang menyangkut rencana aksi kita ke depan,” kata Bupati.

Ia mengungkapkan alasan daerah tersebut harus direlokasi karena tempatnya berada lebih rendah daripada aliran Sungai Cimanuk, sehingga otomatis ketika air meluap maka akan menggenangi pemukiman warga.

“Di sini tidak memungkinkan, karena ini 10 meter lebih rendah dari sana di Maktal, akhirnya airnya pasti ke sini,” katanya.

Bupati menambahkan tidak hanya persoalan di Kampung Cimacan, tetapi daerah lainnya juga akan menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan langkah antisipasi dari ancaman banjir.

Upaya saat ini, kata dia, pemerintah daerah sedang melakukan pendataan rumah warga yang terdampak banjir dan besaran kerugian materiil.

“Kami sedang menghitung kerugian tapi yang jelas bahwa pertama tidak ada korban jiwa,” katanya. *(Ant)

Dewan Pers Minta Media Hanya Beritakan Kasus Penembakan di Rumah Irjen Ferdy Sambo Versi Polisi

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Yadi Hendriana meminta kepada awak media agar tidak berspekulasi lebih jauh terkait pemberitaan penembakan di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Menurutnya, penulisan berita seharusnya bersumber dari keterangan resmi seperti dari pihak kepolisian dan Mabes Polri.

“Jadi begini, penjelasan Mabes Polri itu, ya, itu saja yang ditulis. Kemudian tidak boleh berspekulasi lebih jauh,” kata Yadi dalam keterangannya, Sabtu (16/7/2022).

“Karena ini sifatnya kasus, pengamat pun itu sebenarnya tidak bisa mengomentari kasusnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, dirinya memaparkan, hal itu dikarenakan peristiwa ini bersifat kasus.

Sehingga pemberitaan harus dilakukan secara transparan dan berdasarkan fakta-fakta di lapangan.

“Saya bisa tekankan meskipun faktanya dan yang lainnya ada, tetapi semua berita harus betul-betul melihat dampaknya apa. Begitukan, dampaknya itu penting,” pungkasnya. (*)

Konfercab XVI, Ardiyansyah Terpilih sebagai Ketua Cabang PMII Lebak

0
Ardiyansyah terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua Cabang PMII Kabupaten Lebak masa khidmat 2022-2023

BANTEN (Aswajanews.id) – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lebak Masa Khidmat 2021-2022 melaksanakan Konferensi Cabang XVI di Vila Bagedur, Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak pada tanggal 16-17 Juli 2022.

Kegiatan yang bertema “Menyatukan Persepsi Untuk Membangun PMII Yang Berperadaban” ini dihadiri oleh seluruh kader PMII Kabupaten Lebak baik Pengurus Cabang, Pengurus Komisariat dan Pengurus Rayon serta Para Alumni PMII Kabupaten Lebak.

Pada kegiatan ini Ardiyansyah terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua Cabang PMII Kabupaten Lebak masa khidmat 2022-2023, meneruskan estafet kepemimpinan sebelumnya yaitu Bayu Maldini.

Setelah resmi terpilih sebagai ketua umum cabang, dalam sambutannya Ardi mengajak untuk memulai peradaban baru melalui nilai kebersamaan.

“Mulai hari ini mari kita mulai peradaban baru untuk PMII Kabupaten Lebak melalui nilai kebersamaan antar pengurus baik tingkatan cabang, komisariat dan rayon serta para alumni demi PMII Lebak yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Selain ketua umum cabang pada acara konferensi cabang PMII Kabupaten Lebak ini juga memilih Shopi Nurulaini sebagai Ketua Kopri PMII Kabupaten Lebak Masa Khidmat 2022-2023.

“Kopri Lebak hari ini harus lebih maju dan lebih baik lagi hari ini dan kedepannya,” ujar Shopi setelah secara resmi terpilih.  (*)

Kapolres : Bupati Sumedang Multitalenta

0
Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan mengungkapkan kesan pertamanya saat bertemu Bupati Dony Ahmad Munir yang menurutnya multitalenta. “Jadi saya melihat Pak Bupati multitalenta, sangat luar biasa. Apalagi tadi sudah disampaikan raihan prestasi dan penghargaan yang ia raih, di baik tingkat provinsi maupun nasional,” ungkap Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan di hadapan Bupati Dony Ahmad Munir beserta Forkopimda, Jumat malam (15/7)

Berbagai penghargaan dan prestasi yang diraih Kabupaten Sumedang menurutnya tidak terlepas dari peran Bupati sebagai pemimpin yang visioner dan mengedepankan IT dalam menjalankan pemerintahannya.

“Terus terang Pak Bupati, kalau saya tidak masuk polisi, saya ingin menjadi programmer. Karena dulu dari SMP SMA senangnya belajar pemrograman IT. Jadi selama saya dinas, sering membuat berbagai aplikasi,” katanya.

Kapolres menceritakan pengalamannya ketika menjabat sebagai Kasat Lantas dimana dirinya membuat berbagai aplikasi yang hampir sama dengan apa yang dilakukan Bupati. “Saya juga dulu buat aplikasi.Tapi hasilnya tidak sehebat dan sebagus apa yang dilakukan Pak Bupati. Luar biasa Pak Bupati ini,” ujarnya. (*)

3.748 Lulusan Kejar Paket A B C Diwisuda di Pendopo Pemda

0
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, hadiri gebyar pelepasan peserta didik yang telah melaksanakan program pembelajaran Non Formal Program Paket A, B dan C

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Untuk pertama kalinya di Kabupaten Sumedang, digelar acara gebyar pelepasan peserta didik yang telah melaksanakan program pembelajaran Non Formal Program Paket A, B dan C kesetaraan SD, SMP, SMA secara bersamaan di Pendopo Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang, Sabtu, 16 Juli 2022. Kegiatan yang digelar Forum PKBM se-Kabupaten Sumedang tersebut meluluskan sebanyak 3.748 peserta didik yang nantinya dapat berkontribusi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sumedang melalui pendidikan.

Gebyar kelulusan dihadiri langsung oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan, unsur Dinas Pendidikan, Forum Komunikasi PKBM, Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional (FTPKN), para operator sekolah, dan para lulusan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Agus Wahidin mengatakan, Pelepasan dan Kelulusan Paket A, B, dan C dilaksanakan dalam rangka meningkatkan rata-rata sekolah di Kabupaten Sumedang.

“Dalam kegiatan ini dilepas sebanyak 82 orang lulusan Kejar Paket A kelompok belajar setara SD, Kejar Paket B sebanyak 847 orang dan terakhir kejar paket C atau setara SMA sebanyak 2.819 orang. Total keseluruhan sebanyak 3748 orang. Ini tentunya merupakan kerja nyata dari PKBM Kabupaten Sumedang yang telah berkontribusi untuk meningkatkan rata-rata sekolah di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Ditambahkan Agus, Badan Pusat Statistik menghitung rata-rata sekolah warga di Kabupaten Sumedang adalah mereka yang usia di atas 25 tahun sehingga yang paling cepat berkontribusi dalam peningkatan rata-rata sekolah adalah para lulusan paket A, B dan C.

“Oleh sebab itu, kami Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang mulai tahun anggaran 2023 akan membiayai kegiatan pelaksanaan Kejar Paket A, B dan C, ” katanya.

Diharapkan Agus, kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan yang difasilitasi oleh Pemkab Sumedang sebagai program untuk meningkatkan IPM sehingga mampu menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Sumedang.

“Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi berkesan bagi para lulusan, terutama sebagai eksistensi PKBM bersama Dinas Pendidikan dalam menuntaskan program belajar bagi para peserta kejar paket A, B dan C, ” pungkasnya.(*)

Kota Cirebon Jadi Tuan Rumah West Java Swimming Championship Series I dan Wijaya Open 2022

0

CIREBON (Aswajanews.id) – West Java Swimming Championship Series I dan Wijaya Open 2022 berlangsung di kolam renang Catherine Surya, komplek Stadion Madya Bima, Kota Cirebon, Jumat (15/7/2022).

Ratusan atlet renang dari berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Bali ikut dalam kejuaraan ini.

Kejuaraan renang tersebut terdiri dari kelas 1500 meter Freestyle, 800 meter Freestyle, 400 meter Individual Medley, 200 meter Breaststroke, 100 meter Butterfly, 50 meter Freestyle, 50 meter Backstroke 4×100 meter Medley Relay.

Kelompok umur yang dipertandingkan yakni KU grup V (9 tahun ke bawah), KU grup IV (10-12 tahun), KU grup III (12-13 tahun), KU grup II (14-15 tahun) dan KU grup senior (16 tahun ke atas). Kejuaraan renang diikuti 475 atlet dari 72 klub renang.

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati berharap dengan kejuaraan seperti ini akan muncul banyak talenta muda atlet potensial.  Sehingga terlahir atlet renang muda seperti Catherine Surya di kolam renang ini.

“Ini merupakan tonggak bagi para atlet muda agar mempunyai motivasi yang tinggi untuk terus berlatih guna meraih prestasi maksimal,” kata Eti usai membuka kegiatan ini.

Eti mengaku bangga Kota Cirebon menjadi tuan rumah dalam kejuaraan lomba tingkat Jawa Barat. Hal ini membuktikan Kota Cirebon layak dijadikan tempat untuk kejuaraan tingkat nasional.

“Sebuah kebanggan bagi Kota Cirebon. Semoga bisa mengadakan kejuaraan yang lain,” ujarnya.

Ia berpesan kepada para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas saat bertanding. Terlebih setiap atlet membawa nama baik orang tua, klub renang dan daerahnya.

“Semoga dapat mencetak bibit atlet renang. Dan ingat, junjung tinggi sportivitas,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon, Drs. Sutikno, A.P., M.Si.,  mengungkapkan, West Java Swimming Championship merupakan even kejuaraan renang tingkat Jawa Barat. Sementara Wijaya Open merupakan kegiatan yang digagas Wijaya Swimming Club.

“Kami jadikan satu untuk melihat sejauh mana kemampuan atlet renang asal Kota Cirebon,” katanya.

Setelah seluruh kelas selesai dipertandingkan, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jawa Barat akan melakukan evaluasi. Dengan harapan atlet berprestasi asal Jawa Barat ikut dalam even seperti Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan Pekan Olahraga Nasional (PON).

“PRSI Jawa Barat akan seleksi atlet renang berprestasi dari Jawa Barat yang layak dilibatkan dalam even nasional,” katanya. *(Diskominfo)

Sambut Hari Jadi ke-653 Cirebon, Nashrudin Azis Ajak Masyarakat Memayu Kota Cirebon

0
Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., membuka kegiatan Memayu Kota Cirebon, di depan Balai Kota Cirebon

CIREBON (Aswajanews.id) – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon dimulai hari ini dengan kegiatan Memayu Kota Cirebon, membersihkan lingkungan Kota Cirebon.

Memayu Kota Cirebon dilakukan untuk memberikan kesan indah, bersih, rapi dan terang saat malam hari. Terlebih saat akan merayakan peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon.

“Ini merupakan syarat agar pariwisata berkembang. Bila kotanya bersih, rapi dan terang saat malam hari maka akan memberikan kenyamanan bagi warga dan wisatawan,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., usai membuka kegiatan Memayu Kota Cirebon, di depan Balai Kota Cirebon.

Azis menilai, kota yang terjaga kebersihan dan kerapiannya akan memberi kesan sekaligus motivasi bagi wisatawan untuk kembali datang, karena merasa nyaman saat berwisata.

“Semua bertujuan agar menjadi nyaman untuk didatangi serta membuat masyarakat dan wisatawan lebih mencintai Kota Cirebon,” katanya.

Dikatakan Azis, kegiatan Memayu Kota Cirebon melibatkan seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemda Kota Cirebon dan unsur masyarakat lainnya.

Menurutnya, sebagai penyelenggara pemerintahan harus menjadi pelopor, contoh dan motivator bagi masyarakat.

“Penyelenggara pemerintahan harus jadi pelopor dan motivator untuk mengajak masyarakat ikut serta dalam kerja bakti secara massal hingga ke tingkat kelurahan dan RT/RW,” tuturnya.

Pihaknya juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar menjadikan Hari Jadi ke-653 Cirebon ini sebagai tonggak untuk semakin mencintai Kota Cirebon.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Jadi ke-653 Cirebon, Kadini, S.Sos., mengatakan, pada kegiatan Memayu Kota Cirebon ini berlangsung serentak hingga ke tingkat RT/RW. Sedangkan di tingkat pemerintahan melibatkan semua jajaran.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebanyak tiga kali hingga akhir bulan ini. Dilakukan di setiap Jumat pagi,” katanya. *(Diskominfo)

ITB Terima Mahasiswa Baru Melalui Beasiswa Program Dukungan Daerah 3T

0
ITB meluncurkan beasiswa Program Dukungan Daerah 3T Seleksi Mandiri ITB yang merupakan beasiswa untuk mendukung calon mahasiswa yang berasal dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

BANDUNG (Aswajanews.id) – Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan beasiswa Program Dukungan Daerah 3T Seleksi Mandiri ITB yang merupakan beasiswa untuk mendukung calon mahasiswa yang berasal dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Beasiswa diberikan dalam bentuk beasiswa UKT 100 persen atau tidak membayar UKT sama sekali dan dibebaskan Iuran Pengembangan Institusi.

Kepala Biro Komunikasi dan Humas Dr. Naomi Haswanto dalam keterangan persnya, Selasa, mengatakan pada tahun 2022, mahasiswa yang diterima melalui Program Beasiswa Dukungan Daerah 3T antara lain berasal dari Kota Kupang, Pulau Nias, dan Mentawai.

Selain itu pada tahun ini, ITB menerima 183 mahasiswa penerima beasiswa KIP-K dari pemerintah dan jumlah ini merupakan 16 persen dari total mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Mandiri ITB 2022.

Untuk mendukung perkembangan kemajuan bangsa, ITB juga menyediakan beasiswa Dukungan Program Studi Strategis Nasional. Melalui beasiswa ini, para mahasiswa memperoleh manfaat berupa beasiswa Rp12.500.000/semester.

ITB menerima 87 mahasiswa melalui beasiswa Program Studi Strategis Nasional dan mereka akan belajar di berbagai program-program studi terbaik yang ada di ITB diantaranya Fisika (FMIPA-IPA), Kimia (FMIPA-IPA), Meteorologi (FITB-G), Oseanografi (FITB-G), Rekayasa Pertanian (SITH-R) Rekayasa Kehutanan (SITH-R), Teknologi Pascapanen (SITH-R) dan Teknik Bioenergi dan Kemurgi (FTI-J).

Para mahasiswa yang lolos seleksi diharapkan untuk segera melakukan pendaftaran ulang yang akan dilaksanakan pada 14 hingga 24 Juli 2022 dengan melakukan aktivasi akun pendaftaran ulang terlebih dahulu di laman https://admission.itb.ac.id/seleksi-mandiri/.
Informasi rinci mengenai pelaksanaan pendaftaran ulang dapat diperoleh di laman https://admission.itb.ac.id/home/hasil-seleksi/pengumuman-sm-itb-2022.

ITB selalu berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik bagi mahasiswanya. Melalui berbagai program beasiswa, ITB meyakini dapat memberikan akses pendidikan tinggi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Sebelumnya ITB telah menerima calon mahasiswa jalur SNMPTN sebanyak 2.085 dan jalur SBMPTN sebanyak 1.716. Dengan demikian, total mahasiswa baru program sarjana yang diterima ITB melalui ketiga jalur (SNMTPN, SBMPTN, dan SM ITB) adalah sebanyak 5.100 orang. *(Ant)

Sebagai Apresiasi Anggota DPR RI Fraksi PDI P Tb. Hasanuddin Salurkan Bantuan Peralatan Silat ke Paguyuban Budi Saluyu

0
Anggota DPR RI Fraksi PDIP Tb. Hasanuddin menyerahkan bantuan berupa peralatan silat di Bale Rakyat Jalan Veteran No. 10 – Sukamelang, Subang

SUBANG (Aswajanews. id)Bertempat di Bale Rakyat Jalan Veteran No. 10 – Sukamelang, Subang, pada Rabu (13/07/2022) anggota DPR RI Fraksi PDIP TB. Hasanuddin menyerahkan bantuan berupa peralatan silat, seperti matras, pelindung badan dan sebagainya. Hal tersebut dilakukan adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap para pesilat/atlet dari Paguyuban Budi Saluyu Subang yang berprestasi di ajang Festival Pencak Silat Seni Tradisi Terbuka Dandim Cup III  Kabupaten Sukabumi Pada Tahun 2022.

Paguyuban Budi Saluyu asal Desa Sukakerti, Cisalak – Subang dalam mengikuti Kejuaraan Seni Beladiri Pencak Silat Dandim Cup III Sukabumi tersebut, Telah mengirimkan 5 (Lima) orang atletnya, Pada event yang digelar di kabupaten Sukabumi tersebut, 4 (Empat) Atlet memperoleh medali emas dan 1 (Satu) Atlet memperoleh medali perak.

Andri Rahmat Ramdani, Ketua sekaligus Pendiri dari Paguyuban Budi Saluyu mengungkapkan, berkat prestasi yang telah ditorehkan atlet-atlet di Paguyuban Budi Saluyu Allhamdulillah kita dapat apresiasi dari Anggota DPR RI terlebih dari Bpk. TB. Hasanuddin.

“Adapun bentuk apresiasi dan dukungan terhadap Paguyuban Budi Saluyu Kami diberikan bantuan berupa peralatan penunjang untuk pesilat yaitu matras, perlengkapan pelindung badan dan sebagainya,” ucap Andri Rahmat Ramdani.

“Kami dari Paguyuban Budi Saluyu yang berasal Kampung Ciharunteun RT/RW 08/03, Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Kabupeten Subang, Jawa Barat yang telah mendapat bantuan peralatan penunjang untuk olah raga beladiri pencak silat, Mengucapkan banyak terimakasih terhadap Pak. TB. Hasanuddin yang telah mendukung dan mengapresiasi kepada kami Paguyuban Budi Saluyu, Hal tersebut semoga menjadi pemicu semangat serta motifasi untuk atlet – atlet kami,” tutup Andri. *(Akim Suryadi)

Kota Sukabumi Berguru ke Garut Terkait Pengelolaan Informasi dan Aptika

0
Diskominfo Kabupaten Garut menerima kunjungan dari Komisi I DPRD Kota Sukabumi

KAB. GARUT (Aswajanews.id)Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut menerima kunjungan dari Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi. Kunjungan yang dipimpin Sekretaris Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Yuyus Suhandi ini, dalam rangka menggali informasi tentang Pengelolaan Informasi Publik, serta Teknologi Informatika di Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Gedung Public Information Center (PIC), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (14/7/2022).

“Disana (rapat) membahas tentang teknologi jaringan juga dibahas, tentang integrasi data, mungkin intinya berdiskusi tentang sharing data dan integrasi data, itu yang diambil oleh DPRD Komisi I Sukabumi,” ucap Kepala Bidang Aptika Diskominfo Garut, Herman.

Ia berharap, setelah adanya kunjungan ini dapat tercipta kolaborasi antara Komisi I DPRD Kota Sukabumi dengan Diskominfo Kabupaten Garut. Selain itu, informasi yang telah diperoleh dalam kunjungan ini dapat diterapkan di Kota Sukabumi.

 “Harapannya ada kemudahan kami dengan DPRD, ada kemudahan tentang khususnya bagi luar yaitu tentang pelayanan masyarakat seperti catatan penduduk, integrasi data, supaya bisa tersosisalisasikan ke masyarakat yang berhubungan dengan kemasyarakatan tentang atau dalam pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Yuyus Suhandi mengatakan, kunjungannya ke Kabupaten Garut kali ini dalam rangka studi banding dengan harapan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan keterbukaan informasi publik dan inovasi informasi.

Dipilihnya Kabupaten Garut sebagai daerah kunjungannya kali ini salah satunya adalah karena pihaknya ingin mengetahui bagaimana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut khususnya Diskominfo Garut menyebarkan informasi kepada masyarakat yang tersebar di wilayahnya yang sangat luas.

“Kemajuannya sangat pesat karena melihat bahwa Kabupaten Garut juga berawal dari kabupaten yang terbelakang sekarang lebih pesat sehingga terdorong untuk berkunjung ke kab. Garut ini,” ungkap Yuyus.

Ia memaparkan, selain terkait informasi, dalam kunjungan ini juga dilakukan pembahasan terkait sumber daya manusia serta kepedulian pemerintah terhadap masyarakat khususnya pengguna media sosial. Ia berharap, ke depannya pihaknya ingin melakukan kerja sama dengan Diskominfo Garut.

“Harapan untuk ke depan, saya ingin bekerja sama dengan Kabupaten Garut ini berkaitan dengan informasi dengan pengelolaan informasi yang lebih baik lagi terutama berkaitan dengan SDM dan teknis untuk menyampaikan ke masyarakat ada kerjasama yang baik, biar sama maju,” pungkasnya. *(Humaspemkabgarut)

Ratusan Pekerja Unjuk Rasa di PN Bale Bandung

0
Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) desak agar kasus 3 buruh dituntut Rp 5 M dihentikan

KABUPATEN BANDUNG (Aswajanews.id) – Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, didatangi ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) untuk berunjuk rasa pada Kamis (14/7/2022).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) SPN Jawa Barat, Dadan Sudiana, mengatakan bahwa kedatangan ratusan buruh ke PN Bale Bandung bertujuan untuk menuntut keadilan terkait kasus tiga orang buruh yang dituntut sebesar Rp5 miliar oleh PT Mustika Fortune Abadi.

“Jangan sampai pengusaha-pengusaha yang mempermainkan hukum ini. Bagaimana pekerja yang sudah pegawai tetap dan sudah inkrah di Pengadilan Hubungan Industrial, masih melakukan upaya-upaya hukum lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan ketenagakerjaan?” kata Dadan, dikutip dari TribunJabar.id, Kamis (14/07/2022).

Menurut Dadan, para pekerja yang dituntut oleh perusahaan lantaran dituduh melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum seharusnya memperoleh pesangon.

“Ini sebuah putusan pengadilan digugat lagi oleh pengusaha-pegusaha hitam ini,” ujar Dadan. Buruh mendatangi PN hingga Polda Jabar

Dadan menuturkan, para buruh tidak hanya mendatangi PN, lembaga-lembaga lain, termasuk Polda Jabar, juga didatangi untuk melaporkan tindak pidana pengusaha yang tidak membayar pesangon.

“Karena Undang-Undang Cipta Kerja sudah menetapkan itu,” tegasnya.

“Yang di PN Bandung ada 188 orang, yakni di PT Hongkang ada 38 orang, PT TMW ada 18 orang, dan PT SWI Bogor ada 180 orang. Jadi banyak sekali korban-korba dari perusahaan tersebut,” tambah Dadan.

Kasus telah diselesaikan di Pengadilan Hubungan Industria Menurut Dadan, sebenarnya, kasus dengan perusahaan itu sudah diselesaikan di Pengadilan Hubungan Industrial. “Gugatan mereka mengatakan bahwa si pekerja ini bukan pekerja PT Mustika Abadi, tetapi fakta-fakta hubungan perisdustrial sudah selesai bahwa mereka adalah pekerja di sana,” kata dia.

Namun, Dadan mengatakan, PT Mustika Abadi menggugat ketiga buruh itu ke PN Bale Bandung dan menyatakan ketiganya bukan pekerja PT Mustika Abadi.

“Padahal dalil itu sudah digugatkan dan sudah diputuskan selesai di Pengadilan Hubungan Industrial karena memang itu ranahnya. Perusahaan masih menggugat itu di sini, aneh. Pengadilan masih memanggil juga dan menerima,” katanya.

Dadan berharap agar PN Bale Bandung tidak asal menerima laporan dan langsung memprosesnya. “Kasihan pekerja yang lagi di rumah, tahu-tahu di pengadilan digugat Rp 5 miliar. Kan kasihan,” ujarnya.

Laporan ke Polda Jabar

Dadan mengatakan, para buruh yang dituntut sampai saat ini belum mendapatkan pesangon. “Makanya kami laporkan ke Polda, pidana kejahatan tidak menyampaikan pesangon, pasal 185 Undang-undang Cipta Kerja,” tuturnya.

Dadan menegaskan, para buruh akan datang dalam jumlah lebih banyak jika PN Bale Bandung masih melanjutkan perkara tersebut.

“Buruh yang datang hari ini dari Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cimahi, Sumedang, Depok, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi. Kalau ini terus dilanjutkan, kami akan terus kepung Pengadilan Negeri Bale Bandung,” tegas Dadan. (*)

Fraksi PDIP : Pembagian AKD Sudah Seimbang

0
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Cirebon, H Mustofa

KABUPATEN CIREBON (Aswajanews.id) – Komposisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Kabupaten Cirebon dinilai seimbang, pasalnya perwakilan masing-masing fraksi di lembaga tersebut mendapatkan porsi yang sesuai. Bahkan, perwakilan fraksi yang menjabat pimpinan AKD sekarang lebih pas dan mumpuni jika dibanding komposisi AKD sebelumnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Cirebon, H Mustofa menyakini, dengan komposisi AKD yang sekarang, kinerja wakil rakyat lembaga legislatif bisa lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Selain pimpinan AKD yang memiliki pengalaman, juga sinergitas antar pimpinan komisi, khususnya dengan pimpinan DPRD diyakini bisa terjalin dengan baik.

“Perubahan AKD yang menghasilkan penempatan pimpinan komisi sekarang boleh dikatakan mencerminkan proporsional,” kata H Mustofa, Selasa 12 Juli 2022.

Artinya, lanjut dia, fraksi yang punya pimpinan di DPRD Kabupaten Cirebon, masing-masing punya perwakilan sebagai ketua di setiap komisi yang ada.

“Hal ini mudah-mudahan ke depan bisa meningkatkan kinerja komisi dengan melihat potensi adanya sinergitas dan koordinasi antara komisi dengan pimpinan sebagai kordinator di tiap-tiap komisi,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Jimust ini menilai, jika dilihat dari person masing-masing pimpinan AKD yang sekarang, mereka punya modal pengalaman 2,5 tahun dalam melaksanakan fungsinya.

Baik fungsi umum sebagai anggota DPRD, maupun secara khusus di internal komisi atau AKD yang sebelumnya mereka tempati.

“Apalagi kalau kita lihat personnya tidak banyak berubah dalam penempatan di tiap AKD dari masing-masing fraksi mereka,” kata pria yang akrab disapa Jimus.

Jimus melanjutkan, dengan munculnya dinamika politik diinternal lembaganya dalam proses perubahan AKD, harusnya bisa menjadi pelajaran untuk pendewasaan sikap dan politik.

Artinya, dalam menentukan maupun memberi penilaian terhadap sesuatu harus dengan cara obyektif.

“Kalau saya pribadi berharap dinamika dalam proses perubahan AKD kemarin bisa membawa perubahan dan pendewasaan sikap dan punishment.”

“Maksudnya dalam suatu penilaian terhadap sesuatu tentunya harus dengan cara berpikir yang lebih obyektif,” sebutnya.

Menurut dia, dalam komposisi AKD sebelumnya, karena ada pihak yang dengan tujuan atau kepentingan pribadi dan kelompok mereka, sehingga terlalu banyak termakan informasi yang subyektif.

Hal itu tentunya membawa dampak buruk dalam menjalankan fungsi dan tugas mereka di DPRD.

Akhirnya terbangun sebuah stigma negatif serta subyektif dalam bersikap yang berdampak pada terjadinya pembatasan ruang komunikasi antar anggota DPRD yang satu dengan yang lainnya.

Bahkan, hingga antar fraksi pun sama. Kondisi ini secara tidak langsung terbangun persepsi adanya grup komunikasi dan pertemanan.

“Bahkan yang ada saling menyalahkan dalam hal peran tugas di internal DPRD. Nah kondisi ini tentunya pasti berdampak secara kinerja menjadi kurang maksimal. Yang parah lagi, saya menyimak ada yang berupaya membangun komunikasinya dengan sebuah harapan dan permintaan yang bisa berdampak kepada overlap-nya peran dan fungsi sebagai anggota DPRD,” kata Jimus.

Yang tentunya, agar ke depan bisa lebih baik lagi dalam semua hal. Apalagi, memasuki tahun politik yang di 2024 mendatang bakal digelar Pemilu, Pileg dan Pilkada.

“Marilah kita jadikan sebuah evaluasi untuk ke depan agar bisa lebih baik lagi dalam semua hal.”

Kondisi ini tentunya juga diperlukan oleh teman-teman anggota DPRD dalam memasuki tahun politik, agar tahun 2024 bisa kembali mendapatkan kepercayaan dari partai dan konstituennya,” ungkap Jimus. (*)

Kembalikan Kepariwisataan Pasca Pandemi, Pemkab Bandung Adakan Jambore Kemitraan Pariwisata

0
Jambore Kemitraan Pariwisata di kawasan Bumi Perkemahan Rancaupas kecamatan Rancabali kabupaten Bandung

KAB. BANDUNG (Aswajanews.id) – Kegiatan Jambore Kemitraan Pariwisata Bangkit Ekonomi Melejit tahun 2022 yang berlangsung di kawasan Bumi Perkemahan Rancaupas kecamatan Rancabali kabupaten Bandung pada Rabu 13 Juli 2022.

Kegiatan tersebut dihadiri Kadisbudpar kabupaten Bandung H. Wawan Ahmad Ridwan S.STP. M.Si, Asisten kepemerintahan Erik juriara, Kasie dan para peserta jambore dari setiap komunitas yang ada di kabupaten Bandung.

Dalam kegiatan tersebut, setiap peserta diwajibkan untuk menginap disetiap tenda-tenda (Camping) yang sudah disediakan panitia. Seperti komunitas Orari, PHRI, Kompipar dan PWI kabupaten Bandung, HPI, Mojang dan Jajaka kabupaten Bandung serta komunitas lainnya.

Dikatakan Asisten Kepemerintahan Erick Juriara saat pidatonya menyampaikan bahwa kegiatam ini untuk menjalin silaturahmi dan menjaga satu kesatuan juga membahas terkait peningkatan pariwisata yang ada di kabupaten Bandung karena selama 2 tahun ini seolah mati suri.

“Maka adanya kegiatan jambore ini dapat melahirkan ide-ide yang positif terkait pariwisata, dan juga mendapatkan solusi yang melibatkan para narasumber dari para ketua yang hadir serta di minta untuk mencari solusi kedepan tentang pariwisata di kabupaten Bandung yang mana harus diaktifkan kembali dengan melihat kondisi pandemi sudah mulai hilang,” ujarnya.

Selanjutnya saat yang sama Kadisparbud H. Wawan Ahmad Ridwan S.STP M.Si bahwa pihaknya terus melakukan upaya agar pariwisata yang ada mendapatkan atensi dari semua pihak, baik masyarakat maupun komunitas komunitas sebagai mitra pariwisata.

“Mari kita terus berupaya agar pariwisata kabupaten Bandung menjadi destinasi yang paling diminati para wisatawan dari manca negara dan lokal, serta mempertahankan regulasi terkait pariwisata dan menjadikan pariwisata kabupaten Bandung jadi yang terbaik,” tambahnya.

Diakhir wawancaranya, H. Wawan Ahmad Ridwan S.STP. M.Si terus mengajak pada semua unsur untuk ikut andil melaksanakam program pemfa kabupaten Bandung serta visi Bupati Bandung yang rencananya akan dibangun jalan tol arah dari soreang sampai Ciwidey, dan program tersebut mendapat respon dari Gubernur Jawa Barat. (Sumber : BBCOM)

Sri Mulyani : Setelah Sri Langka Bangkrut, Mohon Waspada!

0
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani

NUSA DUA (Aswajanews.id) – Potensi resesi menghantui Indonesia. Berdasarkan survei Bloomberg terbaru, Indonesia masuk ke dalam peringkat 14 dari 15 negara di Asia yang kemungkinan mengalami resesi ekonomi. Maka dari itu Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menekankan seluruh instrumen kebijakan akan digunakan, baik kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, hingga regulasi lain, terutama regulasi dari korporasi.

“Kami tidak akan terlena, kami tetap waspada,” ujar Menkeu Sri Mulyani di sela-sela Pertemuan Menkeu G20 di Nusa Dua, Badung, Bali. Berdasarkan survei Bloomberg Indonesia menempati peringkat 14 dengan kemungkinan resesi sebesar tiga persen, jauh dari Sri Langka yang menempati posisi pertama dengan potensi resesi 85 persen. Di bawah Sri Langka masih ada Selandia Baru dengan persentase 33 persen, Korea Selatan 25 persen, Jepang 25 persen, dan China 20 persen.

Sri Mulyani berpendapat persentase potensi resesi Indonesia yang sangat rendah menggambarkan ketahanan pertumbuhan ekonomi domestik, indikator neraca pembayaran, hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kuat. “Dari sisi korporasi maupun dari rumah tangga kita juga relatif baik,” kata Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, sektor keuangan Indonesia relatif lebih kuat semenjak krisis global 2008-2009. Daya tahan Indonesia membaik dan risiko kredit macet perbankan pun terjaga.

Hal tersebut menggambarkan seluruh sektor belajar dari krisis global pada 2008-2009. “Namun, kita tetap harus waspada karena ini akan berlangsung sampai tahun depan. Risiko global mengenai inflasi dan resesi atau stagflasi sangat nyata dan akan menjadi salah satu topik penting pembahasan di G20 Indonesia,” tutur Menkeu Sri Mulyani. (Antara)

Kemenag Ajak Akademisi dan Peneliti Himpun Riset Jaminan Produk Halal

0
BPJPH Kemenag mengajak para akademisi dan peneliti untuk menghimpun riset serta inovasi jaminan produk halal.

SURABAYA (Aswajanews.id) – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) mengajak para akademisi dan peneliti untuk menghimpun riset serta inovasi jaminan produk halal. Untuk itu, BPJPH menyediakan portal inovasi.halal.go.id sebagai ruang publikasi riset dan inovasi tersebut.

Hal ini dikemukakan Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham dalam One Day Seminar: Ekspose Riset Bidang Halal yang digelar Universitas Airlangga, di Surabaya, Jawa Timur. Aqil mengapresiasi peran para akademisi dan peneliti yang selama ini menghasilkan inovasi serta kajian terkait jaminan produk halal.

Sayangnya, lanjut Aqil, semua ini belum terkumpul jadi satu. Karenanya BPJPH menginisiasi hal tersebut. “Harapannya website inovasi.halal.go.id menjadi showcase riset dan inovasi anak bangsa dalam mempercepat kepastian ketertelusuran (traceability) halal di Indonesia,” ujar Aqil Irham, Rabu (13/7/2022).

“Kami mengundang semua kontributor untuk dapat menampilkan dan mempublikasikan hasil riset dan inovasinya agar dapat dinikmati masyarakat global,” sambung Doktor bidang sosiologi ini.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Menteri Perindustrian Andi Rizal, Wakil Rektor Universitas Airlangga Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Ni Nyoman Tri Puspaningsih, serta Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi BPJPH Mastuki.

Aqil menambahkan, riset dan berbagai inobasi di perguruan tinggi sangat diperlukan untuk menjawab tantangan jaminan produk halal di Indonesia. Salah satu isu yang mencolok adalah ketersediaan bahan halal.

Pemenuhan kebutuhan bahan baku halal, menurut Aqil, menjadi tantangan tersendiri untuk pengembangan ekosistem halal di Indonesia. “Riset yang dilakukan perguruan tinggi sangat diperlukan agar dapat berinovasi dan mengembangkan bahan halal,” tutur Aqil.

Karenanya, Aqil mengapresiasi Universitas Airlangga (UNAIR) yang menggelar acara ekspose riset bidang halal. “Apresiasi setinggi-tingginya juga saya haturkan kepada seluruh presenter dan peserta seminar yang telah memberikan kontribusi dan inovasi terbaiknya,” imbuhnya.

Sebelumnya, BPJPH dan UNAIR telah melakukan sejumlah kolaborasi riset dan inovasi di bidang halal. Salah satunya melahirkan sertifikasi halal vaksin merah putih.

“Sertifikasi halal vaksin merah putih merupakan salah satu bentuk konkrit hasil karya tim peneliti Universitas Airlangga. Ini menjawab kebutuhan akan ketersediaan produk halal bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” pungkas Aqil. *(Humas Kemenag RI)

Kabag Kesra Hadiri Pelatihan Peningkatan Tata Kelola Diniyah se-Kota Tasikmalaya

0
Pelatihan Peningkatan Tata Kelola Pendidikan Diniyah Takmiliyah yang Unggul diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kota Tasikmalaya

KOTA TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag menghadiri Pelatihan Peningkatan Tata Kelola Pendidikan Diniyah Takmiliyah yang Unggul yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kota Tasikmalaya pada Rabu (13/7).

Hadir dalam kesempatan ini Kabag Kesra Setda Kota Tasikmalaya Drs. H. Encu Darsiwa, Ketua FKDT Kota Tasikmalaya, dan para guru Diniyah Takmiliyah se-Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 13 s/d 15 Juli 2022.

Guru Diniyah se-Kota Tasikmalaya dibagi menjadi tiga hari per-Kecamatan dalam kegiatan ini. Adapun materi yang akan didapatkan adalah mengenai Kebijakan Pemerintah Terhadap Madrasah Diniyah, Pengelolaan dan Penguatan Madrasah Diniyah, dan Strategi Pengembangan Madrasah Diniyah.

Mengawali sambutam H. Encu mengucapkan terimakasih banyak kepada Bapak dan Ibu para Guru Diniyah karena telah membantu pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan Diniyah Taklimiyah. Menurutnya baik Diniyah yang hadir DKM, Yayasan, bahkan perorangan merupakan lembaga non formal yang pelaksanaan dan pengelolaannya diselenggarakan secara terstruktur dan berjenjang sebagai pelaksanaan pendidikan keagamaan.

“Melalui Madrasah Diniyah, Bapak Ibu telah membantu anak-anak di Kota Tasikmalaya dalam memperdalam pengetahuan tentang agama Islam. Peran guru sangat diharapkan dalam membina santri agar memiliki pengalaman, pengetahuan, keterampilan beribadah, sifat dan perilaku terpuji yang berguna bagi pengembangan pribadinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut H. Encu menekankan bahwa anak itu tidak hanya disekolahkan di lingkungan formal saja (SD/MI, SMP/Mts dan SMA/SMK/MA dan yang sederajat), mereka juga perlu memperluas dan memperdalam pendidikan Islam, sebagai muslim yang beriman, bertaqwa, beramal saleh dan berakhlakul karimah.

Encu juga katakan, Madrasah Diniyah Takmiliyah adalah menjadi penting sehingga dapat mendukung program unggulan dan catatan bagi pemerintah daerah untuk mengerjakannya. *(Kontributor : Shinta Wulan Anggraeni)

Polres Garut Ungkap Modus Penipuan Minyak Goreng Senilai Rp 1,9 M

0
Kasus Dugaan Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan yang terjadi sejak bulan Maret 2022 sampai dengan bulan Juni 2022 di Pasar Pameungpeuk Garut

GARUT (Aswajanews.id) – Kepolisian Resor Garut mengungkap modus penipuan harga minyak goreng murah oleh ibu rumah tangga berinisial NW (31 tahun). Kasus ini menyebabkan para pedagang di Kabupaten Garut menangalami kerugian hingga Rp 1,9 miliar.

“Kerugian dari penipuan itu mencapai Rp 1,9 miliar dari total 22 orang korban yang sudah melapor,” kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Wirdhanto Wicaksono saat jumpa pers pengungkapan kasus penipuan modus jual minyak goreng di Garut, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022).

Dia menuturkan, tersangka inisial NW warga Kecamatan Limbangan yang berdomisili di Kecamatan Pameungpeuk, melakukan penipuan terhadap sejumlah pedagang di daerah itu, bahkan di daerah lain di Jawa Barat. Tersangka, kata Kapolres, melakukan aksinya sejak Maret 2022 atau mulai terjadinya kelangkaan minyak goreng di Garut sampai Juni 2022 dengan menjual minyak goreng murah yang menjanjikan pedagang keuntungan besar.

“Untuk jumlah total korban dari penipuan bermodus penjualan minyak goreng di bawah standar ini, kurang lebih ada 20 orang. Namun, kami masih membuka pengaduan apabila ada korban lain,” katanya.

Dia menjelaskan, tersangka melakukan aksinya dengan menawarkan minyak goreng kepada masyarakat atau penjual di Pasar Pameungpeuk, kemudian korbannya tertarik dan mencoba membelinya dengan jumlah sedikit. Tersangka, kata dia, kemudian mendistribusikan minyak goreng murah itu. Akibatnya banyak yang tertarik hingga banyak pedagang lain mau membelinya dengan jumlah besar, minimal menyerahkan uang Rp 50 juta dan paling tinggi Rp 300 juta.

“Korban memesannya, pertama diberikan minyaknya, akhirnya korban tergiur melakukan pemesanan lebih lanjut karena harganya murah. Namun, kemudian setelah ada partai (pesanan) besar, untuk pembelian besar, pelaku tidak memberikan barangnya,” katanya.

Kapolres menyatakan, tersangka menjalankan aksi penipuannya sendirian, tidak ada jaringan lain, tindakannya itu merupakan inisiatif diri sendiri yang memanfaatkan kelangkaan minyak goreng untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Setelah berhasil mengumpulkan uang, kata Kapolres, tersangka menggunakan uangnya untuk kebutuhan pribadi, renovasi rumah, termasuk membeli mobil, dan sebagian digunakan untuk mengganti uang korban.

“Hasil dari kejahatan ini digunakan yang pertama untuk gali lubang tutup lubang, untuk meng-cover utang, renovasi rumah, dan termasuk kebutuhan pribadi dan keluarga,” katanya.

Tersangka akhirnya ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Garut di wilayah Kota Depok, selanjutnya ditahan dan dijerat Pasal 372 dan 378 Jo Pasal 65 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. *(Humas Polres Garut)

Operasi Pekat, Satpol PP Sumedang Sita Ratusan Minuman Beralkohol

0
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang Giat Operasi penyakit masyarakat dan peredaran minumanan beralkohol.

SUMEDANG (Aswajanews.id)Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang Giat Operasi penyakit masyarakat dan peredaran minumanan beralkohol. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang menganggu ketertiban masyarakat.

Kabid PPUD dan PPNS Yan Mahal Rizzal, SH.MH menyampaikan, kegiatan operasi ini dilakukan untuk penegakan Perda Kab. Sumedang. “Giat itu saya yang pimpin langsung dan 10 orang nggota Tim Kelongwewe pada Bidang PPUD, serga 4 orang Anggota Subdenpom Sumedang,” jelas Rizzal saat dikonfirmasi RBO via telepon, Rabu (13/07/2022).

Dasar-dasar kegiatan atau operasi sebagaimana Perda Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol, Perda Kab Sumedang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaran Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Sekian itu, Perbup  Sumedang Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggar Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Penanganan Covid-19.

“Dan Surat Perintah Kasatpol pp Kab. Smd Nomor :  146/KP.11.01/VII/2022 Tanggal  01  Juli 2022 Dalam rangka Penegakan Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang,” ungkapnya.

Rizzal menjelaskan, hasil kegiatan dilapangan yang diduga melanggar Pasal 2 Perda Kab. Sumedang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol, JO Pasal 8 Huruf e Perda Kabupaten Sumefang 7 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Hasil giat ada sekitar 4 warung pemilik penjual minuman beralkohol antara lain inisial DE didapat Rumah Penduduk Yang berlokasi di Dsn. Cipelang Desa Cipelang Kecamatan Ujungjaya. Barang bukti yang diamankan 12 anggur merah kecil dan besar 25 botol serta arak kecil sebanyak 42 botol.

Pemilik miras lain bernama Endra yang berlokasi di Dsn. Ujungjaya Rt. 03 Rw. 03  Desa Ujungjaya Kecamatan Ujungjaya. Adapun barang bukti yg diamankan 1 botol anggur merah besar,  12 botol arak kecil, 2 botol arak putih,  5 botol Bir Anker Besar, 3 botol Guinnes Besar dan 2 botol arak besar.

Didapat juga Warung Kopi yang berlokasi di Blok Gendeng  Desa Karyamukti Kecamatan Tomo milik Ibu Ida. Adapun barang bukti yg diamankan, 3 botol anggur merah besar, 7 botol arak kecil, 14 botol Guinnes, 6 botol arak besar dan 7 botol bir Anker.

Terakhir, di Warung Kopi berlokasi di Blok Gendeng  Desa Karyamukti Kecamatan Tomo Milik inisial. Adapun barang bukti yang diamankan 11 botol Bir angker, 6 botol Guinnes dan 14 botol  arak kecil.

Jumlah keseluruhan hasil kegiatan tersebut sebanyak 172 botol minuman yang mengandung alkohol dari berbagai merk. Mereka yang diamankan melanggar Pasal 12 huruf e Perda Kab. Sumedang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

“Setiap orang atau badan dilarang : e. Berada di satu tempat atau berpindah pindah tempat umum secara tetap/sewaktu waktu, hingga melewati batas waktu yang layak tanpa ada kejelasan kepentingan di tempat tsb dgn penampilan mencolok, mengundang perhatian orang lain yg melihatnya untuk bersamanya melakukan perbuatan asusila, sembilan orang yang mendiami lokasi warung kopi,” jelas Rizzal.

Kini, keempat pemilik warung yang menguasai/menjual minuman ber alkohol, dan 9 orang diperintahkan untuk menghadap ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja pada hari ini untuk dimintai keterangan oleh PPNS.

“Alhamdulillah, selama giat aman terkendali dan para pemilik minuman beralkohol menyadari atas kepemilikan barang bukti yang kita amankan,” pungkasnya. (RN)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts