Google search engine
Beranda blog Halaman 230

Begini Tanggapan Ridwan Kamil Usai Dijodohkan dengan Ganjar atau Anies dalam Pilpres 2024

0
Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat

BANDUNG (Aswajanews.id) – Selain Ganjar, nama Anies Baswedan yang telah dideklarasikan sebagai Capres Partai NasDem juga kerap dikaitkan dengan Ridwan Kamil.

“Kang Emil kalau disuruh pilih Ganjar sama Anies, pilih yang mana?” tanya salah seorang wartawan, Minggu (30/10/2022).

Menariknya, setelah itu Emil tampak melotot sebelum memberi jawaban yang cukup diplomatis.

Mantan Wali Kota Bandung itu menganalogikan pembentukan pasangan pemimpin selayaknya pengantin yang tengah mencari jodoh terbaik.

Hanya saja, menurut Emil, pengantin dalam politik tidak bisa memilih sendiri jodohnya sebab ada peran orang tua di baliknya.

Tentu saja maksud orang tua di sini adalah partai politik yang mengusung pasangan calon di pemilihan umum.

“Tidak semua politik itu pengantin bisa milih jodohnya sendiri,” ujar Emil.

“Dua kali Pilkada, saya dijodohkan oleh orang tua. Pertanyaan itu nggak bisa saya jawab, karena dua kali pengalaman, pengantin nggak bisa milih jodohnya sendiri,” katanya.

Pendapat Emil tak berubah kendati wartawan mencoba mengorek lebih lanjut opininya, “Tapi kalau bisa milih?”

“Sama aja. Dua-duanya sahabat saya,” pungkas Emil menegaskan.

Kedekatan Anies, Emil, dan Ganjar memang tidak perlu lagi diragukan. Bahkan belum lama ini ketiganya berada di satu kota yang sama, yakni Solo, dan memunculkan isu terkait capres-cawapres.

Potensi Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil Diusung KIB

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto blak-blakan mengungkap partainya telah merekomendasikan dua nama untuk kebutuhan Pemilihan Presiden 2024.

“Kita berbicara tentang dua nama yang sudah resmi direkomendasikan, diusulkan, diusung oleh PAN sebagai calon presiden Indonesia 2024, yaitu Mas Ganjar dan Kang Emil,” tutur Bima Arya, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Minggu (30/10/2022).

Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan untuk memasangkan mereka.

Mulai dari segi kualitas kinerja hingga latar belakang mereka yang dinilai mampu menyatukan Indonesia.

Tak hanya itu, Bima Arya juga menerangkan sosok Ganjar dan Emil sama-sama sangat dekat dengan KIB yang digawangi oleh PAN, Partai Golkar, dan PPP.

“Mas Ganjar ini disebut bukan saja oleh PAN, tetapi sudah disebut-sebut juga secara resmi oleh teman-teman PPP, dan namanya muncul juga di teman-teman Golkar. Jadi dua nama ini familiar dan sangat dekat di KIB,” jelas Wali Kota Bogor tersebut. (*)

ART Susi Dicecar Hakim, Pertanyakan Asal-usul Anak Bungsu Ferdy Sambo

0
Saksi Susi, ART Ferdi Sambo dan Putri dimintai keterangan dalam sidang lanjutan terdakwa Barada E di PN Jaksel, Senin (31/10/2022)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mempertanyakan asal-usul anak bungsu Ferdy Sambo dan Putri Candawathi, Arka, kepada Susi yang merupakan asisten rumah tangga (ART) Sambo.

Hal itu ditanyakan hakim saat memeriksa keterangan Susi sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E pada hari ini, Senin (31/10/2022).

Mulanya hakim menanyakan seluruh nama anak Sambo kepada Susi. Saat Susi menyebut nama anak bungsu Sambo, hakim pun bertanya umur Arka.

“Umur berapa Arka?” tanya Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa di PN Jaksel.

“Setahun setengah,” jawab Susi.

“Sejak kapan bergabung ke rumah Saguling?” tanya hakim lagi.

“Dulu lahir di (rumah di Jalan) Bangka,” jawab Susi.

Hakim lalu bertanya asal-usul Arka. Kepada Susi, hakim mempertanyakan sosok yang melahirkan Arka.

“Anaknya siapa yang lahirkan? Ibunya siapa yang lahirkan?” tanya hakim.

“Ibu Putri,” kata Susi.

Seakan tak puas, hakim pun mencecar Susi. Hakim berkali-kali bertanya soal sosok yang melahirkan Arka. Sementara Susi terdiam menanggapi pertanyaan hakim.

“Saudara bohong? Saudara sudah disumpah, loh. Siapa yang melahirkan? Banyak bohongnya saudara di sini. Kok diam?” cecar hakim.

“Ibu Putri,” ujar Susi.

“Saudara bertetap saudara Putri yang melahirkan? Jawab yang serius. Siapa yang melahirkan Arka?” cecar hakim lagi.

“Ibu Putri,” kata Susi lagi.

Susi menjadi salah satu saksi dari pihak Ferdy Sambo yang hadir memberikan keterangan dalam sidang dengan terdakwa Bharada E. Susi sudah bekerja di rumah Ferdy Sambo Jalan Saguling dan Bangka selama dua tahun.

Dalam perkara ini, Bharada E didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022.

Bharada E diduga melakukan tindak pidana pembunuhan berencana bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma’ruf.

Atas perbuatannya tersebut, Bharada E didakwa melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (blq)

MTsN 1 Pangandaran Raih Juara I Lomba Gerak Jalan Santai Indah

0
Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata pada malam anugrah budaya Pangandaran dan Pagelaran Kreasi Priangan Timur di Alun-alun Parigi, Minggu (30/10/2022)

PANGANDARAN (Aswajanews.id) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pangandaran berhasil meraih juara I Lomba Gerak Jalan Santai Indah antar SMP/Sederajat tingkat Kabupaten Pangandaran yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kab Pangandaran ke-10. Piala dan piagam penghargaan diberikan langsung Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata pada malam anugrah budaya Pangandaran dan Pagelaran Kreasi Priangan Timur di Alun-alun Parigi, Minggu (30/10/2022).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Pangandaran, H. Badruzaman, menyampaikan bahwa apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim gerak jalan santai indah baik itu siswa/siswi MTs Negeri 1 Pangandaran dan MI Bojongjati Pangandaran yang telah membawa nama baik Kementerian Agama.

“Saya selaku kepala kantor menyampaikan terimakasih apresiasi yang setinggi tingginya atas prestasi yang telah diraih MTsN 1 Pangandaran dan MI Bojongjati pada perlombaan yang telah dilalui,” tutur H. Badruzaman saat dihubungi Humas, Sabtu (30/10/2022).

“Tentu rasa bangga ini menguatkan kenyakinan dan kepercayaan masyarakat bahwa madrasah bisa lebih hebat dan bermartabat,” imbuhnya.

Kakankemenag menuturkan saat ini siswa belajar di madrasah bukan hanya diajar Ilmu pengetahuan dan belajar ilmu agama, akan tetapi semua pengetahuan yang dibutuhkan dan kompetensi yang dibutuhkan sebagai pelajar pada usianya sangat lengkap dan ada di Madrasah.

“Untuk itu ayo kita sekolah di madrasah madrasah bisa lebih hebat bermartabat,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Pangandaran H. Ismail Ridwan mengatakan bahwa gerak jalan santai indah yang digelar pada 25 Oktober 2022 lalu memperebutkan piala Bupati dan diikuti sebanyak 60 peserta putra dan putri baik jenjang SD/MI maupun SMP/MTs.

“Alhamdulillah perwakilan dari Kemenag dari dua jenjang keduanya meraih prestasi yaitu MTsN 1 Pangandaran sebagai juara 1 putra dan MIS Bojongjati juara 2 dan 3. Saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada untuk seluruh peserta yang telah turut serta berpartisipasi mengikuti kegiatan Gerak Jalan ini semoga ke depan prestasi kita lebih baik,” pungkasnya.

Selain MTsN 1 Pangandaran, MI Bojongjati Pangandaran Ikatan Guru Raudhlatul Athfal (IGRA) juga berhasil meraih juara 3 pada festival budaya Pangandaran. *(Novam S/Nas)

Kemenag Jabar dan DPR RI Jalin Kemitraan Perkuat Moderasi Beragama

0
Kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Angkatan I Tahun 2022, Hari Sabtu (29/10), di Hotel Arch, Bogor.

KOTA BOGOR (Aswajanews.id) – Moderasi beragama yang kuat tidak bisa dibangun secara individu tetapi Kementerian Agama Jawa Barat terus melakukan jalinan kerja sama dengan berbagai pihak dan salah satunya dengan Komisi VIII DPR RI. Hal inilah yang menjadi dasar diselenggarakannya Kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Angkatan I Tahun 2022, Hari Sabtu (29/10), di Hotel Arch, Bogor.

Kegiatan jalinan kerja sama antara Kementerian Agama Jawa Barat dengan Komisi VIII DPRI RI, dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Jawa Barat, H. Ajam Mustajam, yang didampingi oleh Kepala Kankemenag Kota Bogor, Dede Supriatna.

“Moderasi beragama merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama yang wajib dilaksanakan oleh Kementerian Agama. Namun, perwujudannya diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak terutama dukungan dari masyarakat,” ujar Ajam.

Ajam juga menyitir ungkapan dari Menteri Agama RI bahwa agama harus dijadikan inspirasi bukan aspirasi. “Beragama berarti kita siap untuk membangun jiwa kemanusiaan yang mumpuni untuk menerima segala bentuk perbedaan yang ada,” terangnya.

Jawa Barat menurut Ajam merupakan provinsi yang sangat besar baik dari wilayah dan jumlah penduduknya. “Cerminan Indonesia kecil ada pada Jawa Barat, maka sudah menjadi tugas kita bersama untuk selalu menjaga keamanan dan kenyamanan dalam bermasyarakat,” ujarnya.

Ia bersyukur bahwa di Jawa Barat setiap permasalahan atau gesekan di tengah masyarakat yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dapat teratasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Bahkan saat ini, lanjutnya, KUA tidak hanya memberikan pelayanan pernikahan untuk umat Muslim saja, dengan adanya revitalisasi KUA maka fasilitas yang ada seperti aula dapat digunakan oleh umat agama lain selain Muslim.

“Revitalisasi KUA hadir di tengah masyarakat sebagai perwujudan Kementerian Agama yang harus melayani semua kebutuhan umat beragama,” kata Ajam.

Moderasi beragama, menurut Ajam harus dipersiapkan dari sekarang sebagai investasi jangka panjang kondisi keamanan dan ketentraman Negara Indonesia. “Maka dari itu, saat ini generasi emas untuk kita semua dalam memberikan pendidikan dan pembinaan mengenai moderasi beragama kepada masyarakat,” terangnya.

Selain kehidupan bermasyarakat, yang harus diwaspadai saat ini juga yaitu peggunakan media sosial yang tidak bijak sehingga menjadi sumber informasi yang salah bagi masyarakat.

“Sering kali kita dapati permasalahan kerukunan umat beragama berawal dari pengguna media sosial yang melakukan tindakan provokatif sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dihadapan peserta, Ajam mengajak untuk saling mengingatkan dan bijak dalam menggunakan media sosial dengan membuat konten-konten moderasi beragama yang menyejukkan.

Hadir pada kegiatan tersebut dan menjadi salah satu narasumber yaitu Diah Pitaloka, Wakil Komisi VIII DPR RI. Ia menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang yang luas dari  seseorang atau masyarakat mengenai perbedaan agama yang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Moderasi beragama bukan hanya dibangun tetapi yang lebih penting adalah mempertahankannya sehingga dibutuhkan kesiapan untuk mencegah terjadinya konflik beragama di tengah masyarakat,” ujar perempuan asal Bogor ini.

Selain itu, lanjutnya,  dibutuhkan Penguatan Moderasi Beragama ke masyarakat yang melibatkan sejumlah tokoh, baik tokoh agama, tokoh masyarakat maupun pemuda yang nantinya diharapkan mampu meredam konflik yang bermuatan Sara.

Ia berharap setiap kegiatan moderasi beragama yang melibatkan masyarakat beserta tokoh agama dan masyarakat mampu meningkatkan pemahaman dan pengertian mengenai moderasi beragama.

“Sehingga masyarakat memiliki kesakasdaran untuk menjaga kerukunan umat beragama dengan menerima perbedaannya dan hidup berdampingan dengan damai dan tenteram,” pungkasnya. (Kontributor: Novam Scorpiantrien)

Pengertian Teks Berita: Ciri, Unsur, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan

0

Materi bahasa Indonesia kali ini akan membahas mengenai teks berita. Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan jenis teks yang satu ini, kan?

Menurut buku Bestie Book Bahasa Indonesia: SMP/MTs Kelas VII, VIII, & IX Volume 1, teks berita dapat diartikan sebagai suatu teks yang memiliki tujuan untuk menyampaikan suatu kabar atau informasi mengenai suatu peristiwa atau kejadian faktual dan aktual.

Biasanya teks berita ini dapat kita temukan dalam media cetak atau situs-situs internet.

Ciri-Ciri Teks Berita

Teks berita ini memiliki beberapa ciri di antaranya sebagai berikut.

  1. Aktual

Aktual di sini menandakan bahwa teks berita harus mengandung peristiwa atau kejadian yang terkini atau masih hangat terjadi.

  1. Faktual

Selain aktual, teks berita juga harus mengandung informasi yang faktual atau dapat dipercaya kebenarannya.

  1. Kalimat Sederhana

Ada baiknya berita disampaikan dengan kalimat yang tidak bertele-tele.

Oleh sebab itu, dalam membuat sebuah teks berita gunakan diksi dan kalimat yang lugas dan sederhana agar informasi yang ingin disampaikan dapat dipahami dengan baik.

  1. Menarik

Pastikan bahwa berita yang ditulis merupakan hal yang menarik perhatian masyarakat dan disukai oleh masyarakat.

Contohnya, bencana, politik, traveling, dan lainnya.

  1. Diterima

Isi berita dapat diterima oleh masyarakat. Biasanya berita ini mengandung peristiwa yang sekiranya dibutuhkan atau sedang hangat diperbincangkan.

Unsur Teks Berita

Sebuah teks berita juga harus mengandung beberapa unsur atau syarat sebagai berikut.

  1. Lengkap

Teks berita harus menjelaskan kronologi peristiwa secara lengkap.

Untuk memudahkannya, Anda dapat menggunakan rumus 5W + 1H (what, who, where, when, why, how).

  1. Sistematis

Teks berita juga harus menyajikan informasi secara sistematis atau urut agar pembaca mudah untuk memahami.

  1. Aktual dan Faktual

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sebuah teks berita harus mengandung peristiwa yang aktual dan faktual agar dapat diterima oleh masyarakat.

  1. Seimbang

Unsur lainnya yang harus dipenuhi adalah seimbang.

Artinya, berita yang ditulis tidak memihak kepada salah satu pihak dari peristiwa yang diberitakan.

Struktur Teks Berita

  1. Judul Berita

Judul ini berperan penting untuk memikat pembaca.

Oleh karena itu, judul harus dibuat semenarik mungkin.

  1. Kepala Berita atau Lead

Bagian ini memuat banyak informasi yang terkait dengan hal yang akan diberitakan.

Biasanya bagian ini menyajikan informasi terkait dengan 4 unsur, yakni apa, di mana, siapa, dan kapan.

  1. Tubuh Berita atau Body

Bagian ini tentunya berisikan penjelasan atau informasi yang disampaikan di kepala berita.

  1. Ekor Berita

Sementara itu, ekor berita berisikan informasi yang bersifat tambahan saja.

Apabila bagian ini dihilangkan tidak akan berpengaruh pada pokok berita yang disampaikan.

Kaidah Kebahasaan

Terakhir kita akan membahas mengenai kaidah kebahasaan yang berlaku dalam sebuah penulisan teks berita.

  1. Bahasa Baku

Sebuah teks berita ada baiknya menggunakan bahasa yang standar atau baku untuk memudahkan pemahaman pembaca.

  1. Kalimat Langsung

Kalimat yang digunakan dalam teks berita biasanya merupakan kalimat langsung.

Kalimat langsung merupakan kalimat yang dituturkan oleh seseorang tanpa mengubah kata atau kalimat tersebut.

  1. Kata Kerja Mental

Kata kerja mental merupakan kata kerja yang berguna untuk menunjukkan tanggapan atau sikap seseorang terhadap suatu tindakan, misalnya, merasa tertipu para korban lantas melapor ke pihak kepolisian.

  1. Konjungsi Temporal

Sebuah teks berita biasanya juga menggunakan konjungsi temporal tau waktu untuk menyampaikan informasi secara urut.

  1. Keterangan Waktu dan Tempat

Selain menggunakan konjungsi temporal, sebuah teks berita juga menggunakan keterangan waktu dan tempat agar para pembaca bisa mengetahui waktu dan tempat peristiwa itu terjadi. (*)

Bupati Purwakarta Hadiri Pelantikan Pengurus IPSI Periode 2022-2026

0
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menghadiri acara pelantikan pengurus IPSI Cabang Purwakarta

PURWAKARTA (Aswajanews.id)Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menghadiri acara pelantikan pengurus Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI) cabang Purwakarta periode 2022-2026, di pendopo bale Paseban, Kabupaten Purwakarta, Jum’at (28/11/2022).

Dalam sambutannya Ambu Anne –sapaan Anne Ratna Mustika– mengatakan, IPSI di bawah kepemimpinan Muhammad Arif Kurniawan, optimis mampu meningkatkan eksistensi dan kapasitasnya.

Pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan IPSI Kabupaten Purwakarta, terlebih adanya Kesesuaian visi misi antara Bupati dengan pembinaan untuk pemuda di Kabupaten Purwakarta

”Pemerintah daerah siap untuk berkolaborasi dengan IPSI Kabupaten Purwakarta Berkaitan dengan itu ,karena itu sejalan dengan visi misi saya juga selaku Bupati berkaitan dengan pembinaan untuk pemuda di Kabupaten Purwakarta,” katanya.

Ambu Anne menjelaskan, teknisnya mungkin nanti ada beberapa perangkat daerah dalam pelaksanaan MOU kaitan dengan pembinaan dan pelatihan pencak silat di masing-masing perangkat daerah, teknis seperti Dinas Pendidikan, Satpol PP dan Disporaparbud, jadi di luar 3 perangkat daerah itu juga akan perluas.

Ketua IPSI terpilih Muhammad Arif Kurniawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan seremoni sesungguhnya, karena secara legal formalnya, sekaligus mengumpulkan semua perguruan untuk kembali membangkitkan niat dan tujuan para perguruan silat.

”Untuk yang pertama meningkatkan prestasi yang kedua pembinaan kemudian yang ketiga kita menyatukan niat bahwa perguruan silat ini merupakan warisan dari leluhur bangsa negara kita perlu di lestarikan di Purwakarta,” ucapnya.

Menurutnya jumlah Perguruan yang sudah terdaftar di IPSI sebanyak 13 perguruan, namun masih banyak perguruan yang belum terdaftar, ke depannya IPSI akan didaftarkan sehingga terdata, untuk keseluruhan perguruan yang ada.

“Di Purwakarta sekitar 20 perguruan dari berbagai macam organisasi baik itu mewakili daerahnya mewakili organisasi. Untuk yang terdaftar di IPSI sekitar 13 perguruan dan kemarin sudah banyak paguron yang belum terdaftar, untuk keseluruhan sekitar 20 paguron dari berbagai macam organisasi baik itu mewakili daerahnya mewakili organisasi yang lainnya,” ujarnya. (Diskominfo Purwakarta)

Temui Polisi Tilang Manual, Lapor Langsung ke Nomor WhatsApp Ini

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuat sebuah program penindakan tilang berbasis sistem IT, bernama ETLE statis dan mobile. Agar memangkas celah potensi penyalahgunaan kewenangan anggota Polantas yang biasa terjadi di jalanan.

SURABAYA (Aswajanews.id) – Polantas kini resmi dilarang melakukan tilang manual di jalan. Jika masih temui Polisi tilang manual, bisa lapor ke nomor WhatsApp berikut ini. Hal ini dilakukan Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Muhammad Taslim Chairuddin.

Sebab telah menindak seorang anggota Polantas yang menyalahgunakan kewenangan. Yakni Brigadir SA, yang sempat terekam kamera ponsel, berseteru dengan dua orang sopir, di sebuah gerbang tol, kawasan Gresik, (3/9/22) lalu.

Temuan tersebut, diperolehnya selama kurun waktu tiga bulan dirinya menjabat sebagai Dirlantas Polda Jatim. Terhadap anggota tersebut, Taslim menegaskan, pihaknya telah memberikan sanksi etik.

“Selama 3 bulan saya menjabat ini, yang bisa kami beri tindakan baru satu orang yang kemarin,” jelasnya saat dihubungi, (26/10/22).

“Yang kasus viral penindakan pengendara mobil. Di satu sisi dia benar, tapi indikasinya mengarah ke sana (pungli) juga ada. Sudah kami berikan sanksi,” ujarnya.

Selain itu, Taslim juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut jika temui oknum Polantas nakal melakukan pungli. Bahkan, ia juga memberikan nomor kontak ponsel pribadinya yang dapat dihubungi 24 jam untuk melaporkan temuan tersebut. Yakni, pada nomor WhatsApp (WA) dan seluler, 0823-1741-1994.

Selain memanfaatkan layanan aduan resmi yang tersedia di masing-masing kanal layanan informasi dari polres jajaran dan Bidang Propam Polda Jatim. Masyarakat juga dapat memanfaatkan nomor miliknya itu, untuk melaporkan setiap temuan Polantas nakal yang kebetulan ditemui di jalanan. Namun, Taslim berharap, para pelapor dari masyarakat dapat memberikan informasi secara detail, lengkap dan jelas mengenai laporan yang akan disampaikannya.

Diimbau, para pelapor membubuhi identitas pelapor, nama oknum Polantas yang menjadi terlapor, lokasi dugaan penyelewengan, keterangan waktu berupa jam, hari dan tanggal. Bahkan, masyarakat atau pelapor bisa juga melengkapinya dengan dokumentasi foto dan video momen si oknum Polantas tersebut berbuat nakal.

Namun, Taslim mengimbau, segala bentuk dokumentasi berupa foto atau video tersebut, tidak untuk disebarkan secara luas di media sosial. Apalagi dengan maksud mengemasnya dalam narasi-narasi ujaran kebencian terhadap institusi Polri.

Baginya, masyarakat dan Polri merupakan satu kesatuan utuh laiknya dua sisi sekeping mata uang koin. Tidak ada Polisi tanpa masyarakat. Begitu juga, masyarakat juga membutuhkan Polisi.

Polisi, bagi Taslim, merupakan kontrol sosial masyarakat agar tetap patuh dalam norma sosial dan aturan hukum yang berlaku.

“Serahkan sama saya, berikan sama saya, sebagai pimpinan lalu lintas di Polda Jatim, saya akan memberikan respon sesegera mungkin,” tegasnya.

“Semua hal yang dilaporkan oleh masyarakat. InsyaAllah saya akan bersifat proporsional, kalau anggota salah ya diberikan sanksi, tapi kalau mereka benar harus saya sampaikan dan bela. Enggak boleh ada kebencian,” tegasnya.

Selain itu, Taslim juga memberikan pemaknaan khusus mengenai larangan tilang manual, yang dituangkan dalam surat telegram Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022, per tanggal 18 Oktober 2022, yang ditandatangani oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi, atas nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Larangan tersebut, menurutnya, dimaksudkan agar jajaran kepolisian di masing-masing daerah, dalam rangka melakukan penegakkan hukum kedisiplinan berkendara, tidak lagi melakukan razia di jalanan secara manual atau konvensional terhadap masyarakat.

Penindakan hukum tersebut, kini mulai beralih menggunakan sistem berbasis digital, yakni Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) berbasis statis yang terdapat di persimpangan jalan, dan atau ETLE Mobile.

Mobil Integrated Note Capture Attitude Record (INCAR), merupakan inovasi teknologi ETLE berbasis mobile, karya milik anggota Ditlantas Polda Jatim, yang kini berjumlah 51 unit tersebar di 39 polres, polresta dan polrestabes jajaran Polda Jatim. Sedangkan, ETLE statis, terdapat 78 titik kamera yang telah dipasang di 13 polres dan polrestabes.

Namun, bukan berarti anggota Polantas tidak lagi berada di jalanan sebagaimana tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) mereka.

Taslim mengatakan, anggota Polantas tetap akan melakukan patroli, tak terkecuali merespon setiap keluhan laporan gangguan keamanan dan ketertiban di jalanan.

Manakala ditemukan adanya temuan pelanggaran lalu lintas kasat mata di hadapannya, anggota Polantas akan memberikan teguran simpatik secara lisan ataupun tertulis, berupa imbauan dan edukasi tertib berlalu lintas.

“Jadi ketika kita Patroli menemukan adanya yang melakukan pelanggaran, tetap kita berikan tindakan,” sebutnya.

“Tapi dalam bentuk lisan, berupa teguran lisan, dan teguran secara tertulis, bukan tilang,” ungkapnya.

Namun, bilamana serangkaian teguran simpatik tertulis dan lisan atas suatu bentuk pelanggaran lalu lintas kasat mata, yang dilakukan Polantas itu, tetap tidak digubris oleh si pelanggar. Bahkan, pelanggaran tersebut cenderung dilakukan berulang. Dan berpotensi mencelakai diri si pengendara sendiri maupun orang lain.

Taslim, menegaskan, anggota Polantas dalam tahap tersebut, berhak memberikan sanksi tilang manual secara langsung di lokasi.

“Kepada pelanggar-pelanggar yang sangat berpotensi pada fatalitas korban. Misalnya, anak-anak melakukan trek-trekan balapan di jalanan. Boleh jadi mereka memanfaatkan kebijakan pak Kapolri; tidak boleh melakukan penilangan di jalan. Lalu berlaku seenaknya di jalanan, yang sangat membahayakan orang lain.

Untuk yang seperti ini, mohon maaf, tidak dapat saya toleransi,” tegasnya.

Mantan Ditlantas Polda Sumsel itu, menerangkan, penindakan hukum berupa sanksi tilang itu bukan diartikan sebagai cara agar menyengsarakan masyarakat.

Justru, tilang memberikan edukasi yang berefek jera, terhadap warga atau pengendara yang belum bisa berinteraksi sosial secara baik, menyesuaikan norma sosial dan aturan yang berlaku.

“Karena pada dasarnya tilang itu, bukan untuk membuat derita masyarakat. Tapi penegakkan hukum itu sendiri untuk memberikan efek jera kepada sebagian orang kepada orang yang belum bisa berinteraksi sosial dengan baik, dan norma sosial dan aturan yang ada,” jelasnya.

Di lain sisi, Taslim juga memberikan tinjauan mengenai instruksi khusus Kapolri tersebut dari berbagai sisi.

Polantas dilarangan melakukan tilang manual dapat diartikan sebagai bagian dari implementasi program kerja Jenderal Listyo Sigit Pribowo, sebagai Kapolri, sejak mengikuti fit and proper test dihadapan Anggota DPR RI.

Bahwa, masyarakat selama ini acap mengeluh adanya penyalahgunaan kewenangan anggota Polantas dalam menjalankan tugasnya di jalanan.

Terdapat oknum anggota Polantas nakal yang kerap mencari keuntungan pribadi memanfaatkan kewenangannya menindak pelanggar lalu lintas saat di jalanan.

Sehingga, lanjut Taslim, itulah membuat Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membuat sebuah program penindakan tilang berbasis sistem IT, bernama ETLE statis dan mobile.

Agar memangkas celah potensi penyalahgunaan kewenangan anggota Polantas yang biasa terjadi di jalanan.

“Dalam konteks penegakkan hukum di jalanan memang sulit kita hindari. Karena terjalin simbiosis mutualisme karena pelanggar dengan petugas di lapangan. Tapi kita tidak boleh menyerah,” katanya.

“Oleh sebab itu beliau mendorong supaya dibangun sistem sistem penegakkan hukum seperti E-TLE dan INCAR yang diterapkan di Jatim, untuk memutus interaksi antara petugas dan pelanggar di jalanan, dalam hal penegakkan hukum berlalu lintas ini,” tambahnya. (*)

Bandung Fair 2022 Ajang Optimalkan UMKM

0
Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat berpidato dalam acara Bandung Fair di Mall Ubertos Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (30/10/2022)

BANDUNG (Aswajanews.id) – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyebutkan gelaran Bandung Fair 2022 merupakan salah satu ajang mengoptimalkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut dia, Bandung Fair 2022 tidak saja mempertemukan pengusaha dengan pengunjung pameran, tetapi juga insan-insan kreatif, seniman dan budayawan dalam satu arena, sehingga potensi pasar bagi UMKM bisa semakin besar karena daya tarik multisektor ini.

“Salah satu aktivitas ekonomi adalah pameran dagang. Di dalam pameran dagang terjadi pertemuan antara pembeli dan penjual, itulah pasar dan diharapkan terjadi transaksi, itulah ekonomi. Itulah ukuran keberhasilan sebuah pameran,” kata LaNyalla di Bandung, Jawa Barat, Minggu.

Bandung Fair digelar selama 26-30 Oktober 2022 di Ubertos Mall, Kota Bandung, Jawa Barat. Dalam acara tersebut diisi pameran berbagai jenis UMKM, aneka kegiatan seni dan budaya, hingga lomba-lomba bagi masyarakat.

Menurut LaNyalla, kegiatan itu penting karena kebangkitan ekonomi selalu ditandai dengan adanya aktivitas ekonomi dan hal itu merupakan upaya menghadapi resesi global yang diprediksi terjadi pada 2023.

Sejauh ini, lanjutnya, pemerintah memang telah mendorong agar semakin banyak lahir UMKM, melalui beragam skema bantuan dan pelatihan yang diberikan. Namun, ia menilai upaya pemerintah itu tidak diiringi dengan memastikan keberadaan pasar. “Ini penting untuk kita pikirkan, terutama dalam menghadapi ancaman resesi global yang sudah di depan mata,” kata dia.

Ia memastikan pasar bagi UMKM ada adalah salah satu tugas penting pemerintah, termasuk pemerintah daerah. Karena itu, LaNyalla menilai perencanaan dalam pembangunan di daerah menjadi sangat penting, terutama pembangunan infrastruktur seperti sentra-sentra bisnis dan pasar-pasar baru.

“Inilah pekerjaan besar kita sebagai bangsa, untuk kembali membangun kekuatan ekonomi kerakyatan,” kata dia. *(Ant)

Cadas Pangeran Menjadi Titik Rawan Longsor di Sumedang

0

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Bongkahan batu-batu besar longsor dan menimpa 2 unit mobil yang melintas di Jalan Nasional Cadas Pangeran, Cijeruk, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kejadian ini mengakibatkan lima orang terluka. Potensi bahaya semakin tinggi karena menjadi jalur transportasi Bandung-Cirebon.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu sekitar pukul 14.30 WIB sore tadi. Dalam video yang beredar tampak ada 5 bongkahan batu berukuran besar. Bongkahan batu-batu tersebut menutup Jalan Cadas Pangeran. Lalu lintas di lokasi sempat mengalami kemacetan karena tertutup bongkahan batu-batu besar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, longsor terjadi di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, sekitar pukul 15.00. Bebatuan berdiameter 1-1,5 meter yang jatuh dari tebing tanah setinggi 50 meter dan selebar 3-5 meter ini menimpa dua kendaraan.

Longsor juga menutupi sebagian ruas jalan penghubung Bandung-Cirebon sehingga menyebabkan kemacetan selama tiga jam. Saat kejadian, kawasan itu tidak diguyur hujan.

Hingga Sabtu pukul 21.00, petugas BPBD Sumedang dibantu aparat keamanan masih membersihkan lokasi longsor. Arus lalu lintas mulai normal tapi pengguna jalan tetap diminta berhati-hati.

”Longsor dari tebing bebatuan menutup sebagian jalan di Cadas Pangeran dan menimpa dua mobil. Ada delapan orang terdampak. Dua orang di antaranya luka berat, tiga orang luka ringan,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar Hadi Rahmat, Sabtu (29/10/2022).

Menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jabar Komisaris Besar Ibrahim Tompo, longsoran batu menimpa dua minibus yang datang dari Cirebon menuju Bandung. Satu mobil bernomor polisi B 2622 UBB berpenumpang tiga orang rusak di atap dan badan sebelah kiri. Sementara mobil fortuner bernomor polisi G 8336 WP yang diisi lima orang rusak di bagian depan.

Di dalam Fortuner ini ada empat orang, yaitu Muhammad Masruri (74), Mapriatun (70), Danu Nur Julianto (28) dan Siti Nurhaliza. Rombongan ini akan pulang ke Desa Timbangreja, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

”Semua terjadi karena faktor alam. Saat ini kendaraan telah dievakuasi dan petugas tengah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Kami juga berkoordinasi dengan BPBD dan mengatur lalu lintas di sekitar lokasi longsor,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Geologi, Jalan Cadas Pangeran di Pamulihan memiliki potensi longsor tinggi pada Oktober 2022. Jalan yang berupa perbukitan bergelombang itu agak terjal hingga terjal. Dengan kemiringan lereng 10–70 derajat, tingkat kerawanan di Cadas Pangeran semakin tinggi saat musim hujan.

Beberapa kejadian gerakan tanah pernah terjadi di salah satu jalur penghubung Bandung-Cirebon itu. Pada 20 September 2014, misalnya, gerakan tanah terjadi di ruas Desa Ciherang, Sumedang Selatan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, tiga rumah tertimbun, satu masjid dan dua warung terancam longsor.

Minim mitigasi, kejadian serupa terjadi, tepat dua tahun kemudian, pada 20 September 2016. Kali ini, longsor Cadas Pangeran kembali terjadi di Desa Ciherang, Anjung, Pasirucin, dan Desa Cimareme, Kecamatan Sumedang Selatan.

Naas, kali ini tiga warga tewas. Dari analisis Badan Geologi, penyebabnya beragam, mulai dari lereng terjal, intensitas hujan tinggi, pelapukan tanah, dan penataan air permukaan yang tidak ideal.

Ke depan, kewaspadaan warga Jabar harus ditingkatkan. Alasannya, sebagian besar wilayah Jabar tengah menghadapi cuaca ekstrem. Sekretaris BPBD Jabar Budi Juanda menyebut, Jabar menerapkan siaga satu bencana hidrometeorologi hingga akhir tahun 2022. Karena itu, petugas hingga masyarakat diminta waspada dalam menghadapi potensi bencana.

Menurut Budi, petugas di setiap daerah diminta untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari logistik hingga menerapkan peringatan dini serta evakuasi. Mitigasi bencana ini dibutuhkan untuk meminimalisasi korban dan kerugian di tengah masyarakat.

”BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah mengingatkan setiap daerah, termasuk Jabar, untuk waspada cuaca ekstrem yang berdampak bencana hidrometeorologi. Petugas yang ada di lapangan diminta memberikan laporan selama 24 jam sebagai bentuk kewaspadaan,” ujarnya. (Elisa Nurasri)

PHK Tembus 73 Ribu, Apindo: Perlu Win-Win Solution

0
Pertemuan para pengusaha di Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung, Kamis (27/10/2022)

KOTA BANDUNG (Aswajanews.id) – Assosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat, sekitar 73 ribu pekerja telah kehilangan pekerjaan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh perusahaan di mana mereka bekerja.

Hal tersebut disampaikan Ketua Apindo Jawa Barat Ning Wahyu Astutik, saat melakukan pertemuan dengan para pengusaha di Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung, Kamis (27/10/2022).

“Jumlah karyawan yang terkena PHK terhitung dari bulan Januari 2022 hingga pertengahan Oktober 2022. Jumlah tersebut belum termasuk angka dari perusahaan yang tidak tergabung dalam Apindo,” kata Ning.

“BPJS sendiri telah mencatat adanya ratusan ribu pekerja yang telah mengajukan klaim JHT. Sedangakan JHT 100% adalah untuk karyawan yang telah resign atau terkena PHK. Apindo akan mengkonfirmasi ulang ke BPJS terkait data tersebut,” imbuhnya.

Ning khawatir angka PHK tersebut akan terus naik, karena terjadinya pengurangan order baik di textile, garment, maupun sepatu di tahun depan.

“Dari sektor textile, pengusaha juga menyampaikan keluhan adanya kesulitan bertahan karena pasar lokal yang biasa menjadi tempat mereka menjual telah diserang oleh maraknya import baju maupun baju bekas,” ucap Ning.

“Apalagi dengan turunnya permintaan customer hingga 50% di tahun mendatang, pengusaha textile mendesak adanya upaya yang harus dilakukan Apindo untuk mencegah hal tersebut terjadi berlarut-larut sehingga textile akan semakin terpuruk di Bandung, dimana dulu merupakan tempat mereka bertumbuh subur dan berkembang pesat,” tambahnya.

Menyikapi masalah tersebut, Ning menegaskan dirinya akan mengumpulkan data-data dan mempelajari terlebih dulu untuk kemudian dilakukan evaluasi dan kajian sebelum diserahkan kepada Kementrian Perdagangan untuk mencari solusi lebih jauh.

Ning juga meyakini perlunya pemahaman serta campur tangan dari pemerintah dengan sungguh-sungguh dalam mengatasi hal ini. Memberlakukan “safe guard” sehingga keberlangsungan dunia usaha bidang pertextilan akan terus terjaga.

“Apindo juga menyampaikan akan berkoordinasi dengan API dalam menyelesaikan hal tersebut,” ujarnya.

Untuk menghindari PHK, perlunya kebijakan yang win-win solution baik untuk pengusaha supaya tidak melakukan PHK dan kelak merekrut ulang ketika situasi membaik. Untuk pekerja, juga beruntung karena tidak di PHK meskipun penghasilan berkurang.

“Adanya sistem pengurangan jam kerja dengan membayar upah sesuai jam kerja tersebut. Dengan demikian akan menjadi win-win solution baik untuk pengusaha maupun pekerja karena tidak ada PHK,” jelas Ning.

Ning juga memaparkan bahwa para pengusaha menanyakan terkait upah. Dengan beratnya situasi yang dihadapi oleh para pengusaha apalagi sektor padat karya, karena di sektor ini beban upah sangat signifikan, berbeda dengan sektor padat modal.

“Pengusaha memohon Apindo mendiskusikan hal terkait upah padat karya untuk dibedakan dengan industry lain karena beratnya beban yang harus ditanggung oleh pengusaha,” paparnya.

Pengusaha juga menyinggung tentang ketakutan adanya kenaikan Stuktur dan Skala Upah (SUSU) yang pada tahun lalu besarannya ditentukan oleh pemerintah dan itu memberatkan pengusaha.

“Saya yakin situasi investasi dan dunia usaha sangat sedang tidak baik-baik saja dengan order yang tiba tiba berkurang 50% di tahun depan untuk sektor sepatu, dan garment, sehingga pengusaha sedang ada pada serious survival game (pertarungan hidup mati serius),” ujar Ning.

“Dengan kondisi demikian saya sakin Pak Gubernur tidak akan gegabah dan tidak akan mengambil langkah-langkah yang semakin melemahkan dunia usaha dan menambah jumlah pengangguran,” pungkasnya. (Humas Jabar)

Tabligh Akbar, Wabup Ciamis: Teladani Perilaku Rosul

0
Tabligh Akbar di Gedung Dakwah Khoiru Ummah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis, Sabtu (29/10/2022)

KAB. CIAMIS (Aswajanews.id)Masih dalam suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 2022, Wakil Bupati (Wabup) Ciamis Yana D Putra sambut kedatangan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dalam acara Tabligh Akbar di Gedung Dakwah Khoiru Ummah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis, Sabtu (29/10/2022).

Wabup dalam sambutannya mengatakan muludan merupakan momen dimana kita harus bercermin kepada diri kita sendiri bagaimana kita meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW.

“Dengan diperingatinya maulid Nabi Muhammad SAW ini maka kita harus meningkatkan kecintaan kepada Baginda Rosul,” tuturnya.

Wabup Yana selanjutnya berpesan agar senantiasa menyikapi dengan baik kehidupan di era globalisasi dan digitalisasi, dengan meneladani sifat rosul dan memegang teguh pedoman hidup yang bersumber dari Al-Qur’an.

“Dalam berkehidupan harus berbanding lurus dengan apa yang di ajarkan oleh Rosul yang berpedoman dari Al-Qur’an” terangnya.

Sambutan Wabup juga diiringi dengan suasan riang dengan memberi kesempatan kepada para jemaah untuk naik keatas mimbar dan melakukan tanya jawab seputar sejarah Nabi Muhammada SAW dan pengetuhan kewarganegaraan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada rosul dan nasionalisme.

Sementara itu, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum dalam sambutannya berpesan kepada jemaah terutama para orang tua agar memberikan pendidikan yang seimbang antara dunia dan akhirat. (Diskominfo Ciamis)

PW APRI Jabar Tingkatkan Kompetensi Penghulu yang Professional dan Berintegritas

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Penghulu adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melakukan kegiatan pelayanan dan bimbingan nikah atau rujuk, pengembangan kepenghuluan, dan bimbingan masyarakat Islam.

Dalam pernikahan agama Islam, kehadiran penghulu dianggap penting. Maka penghulu adalah pihak yang berhak untuk menyatakan dan menetapkan sah tidaknya setiap tahapan dalam proses pernikahan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, pengumuman kehendak nikah, dan pelaksanaan akad nikah.

Namun dalam menjalankan tugasnya, penghulu masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan di tengah masyarakat. Mulai soal kesejahteraan penghulu, permasalahan seputar perkawinan hingga terpaan gratifikasi dan pungli biaya nikah.

Ketua Umum DPP APRI, H. Madari dalam Diskusi Ilmiah Kesiapsiagaan Syariah dalam Menghadapi Tantangan Zaman yang dihelat secara virtual oleh Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia (HISSI) baru-baru ini, memaparkan 4 persoalan kontemporer terkait pernikahan.

“Ada sedikitnya empat fenomena terkait pernikahan yang belakangan ini kerap muncul, yaitu perkawinan usia dini, perkawinan beda agama, perkawinan sejenis, dan akad nikah dilakukan secara online,” kata Madari.

Saat ini penghulu telah memiliki wadah organisasi profesi Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) yang resmi dikukuhkan pada 17 Juli 2019 di Bogor. Sementara Kepengurusan APRI Provinsi Jawa Barat telah terbentuk pada tanggal 28 Desember 2020.

Penghulu Kota Bandung, H Toto Supriyanto, SPd., M.Ag., terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah APRI Jawa Barat Periode 2020-2024.

Menurut Toto, agar para penghulu nyaman bekerja, seluruh penghulu di Jawa Barat yang jumlahnya lebih dari 1200 sudah bergabung di APRI. Saat ini dari 27 kota/Kabupaten yang ada di Jawa Barat sudah terbentuk kepengurusan tingkat cabang.

“APRI merupakan organisasi profesi penghulu sebagai amanah dari PP Nomor 11 tahun 2016 dan Permen PAN-RM Nomor 9 tahun 2019 tentang jabatan funsional wajib memiliki satu organisasi profesi.

Toto Supriyanto berkomitmen menjadikan APRI sebagai rumah besar penghulu di Jawa Barat sesuai amanah AD/ART, seperti membina dan mengembangkan kompetensi penghulu yang professional dan berintegritas yang berujung pada kesejahteraan penghulu. *(Elisa Nurasri)

Cadas Pangeran Menjadi Titik Rawan Longsor di Sumedang, Jawa Barat

0
Bongkahan batu-batu besar longsor dan menimpa 2 unit mobil yang melintas di Cadas Pangeran, Jl Nasional 5, Cijeruk, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Bongkahan batu-batu besar longsor dan menimpa 2 unit mobil yang melintas di Cadas Pangeran, Jl Nasional 5, Cijeruk, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kejadian ini mengakibatkan lima orang terluka.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (29/10) sekitar pukul 14.30 WIB sore tadi. Dalam video yang beredar tampak ada 5 bongkahan batu berukuran besar.

Bongkahan batu-batu tersebut menutup Jalan Cadas Pangeran. Lalu lintas di lokasi sempat mengalami kemacetan karena tertutup bongkahan batu-batu besar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, longsor terjadi di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, sekitar pukul 15.00. Bebatuan berdiameter 1-1,5 meter yang jatuh dari tebing tanah setinggi 50 meter dan selebar 3-5 meter ini menimpa dua kendaraan.

Longsor juga menutupi sebagian ruas jalan penghubung Bandung-Cirebon sehingga menyebabkan kemacetan selama tiga jam. Saat kejadian, kawasan itu tidak diguyur hujan.

Hingga Sabtu pukul 21.00, petugas BPBD Sumedang dibantu aparat keamanan masih membersihkan lokasi longsor. Arus lalu lintas mulai normal tapi pengguna jalan tetap diminta berhati-hati.

”Longsor dari tebing bebatuan menutup sebagian jalan di Cadas Pangeran dan menimpa dua mobil. Ada delapan orang terdampak. Dua orang di antaranya luka berat, tiga orang luka ringan,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar Hadi Rahmat, Sabtu (29/10/2022).

Menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jabar Komisaris Besar Ibrahim Tompo, longsoran batu menimpa dua minibus yang datang dari Cirebon menuju Bandung. Satu mobil bernomor polisi B 2622 UBB berpenumpang tiga orang rusak di atap dan badan sebelah kiri. Sementara mobil bernomor polisi G 8336 WP yang diisi lima orang rusak di bagian depan.

”Semua terjadi karena faktor alam. Saat ini kendaraan telah dievakuasi dan petugas tengah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Kami juga berkoordinasi dengan BPBD dan mengatur lalu lintas di sekitar lokasi longsor,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Geologi, Jalan Cadas Pangeran di Pamulihan memiliki potensi longsor tinggi pada Oktober 2022. Jalan yang berupa perbukitan bergelombang itu agak terjal hingga terjal. Dengan kemiringan lereng 10–70 derajat, tingkat kerawanan di Cadas Pangeran semakin tinggi saat musim hujan.

Beberapa kejadian gerakan tanah pernah terjadi di salah satu jalur penghubung Bandung-Cirebon itu. Pada 20 September 2014, misalnya, gerakan tanah terjadi di ruas Desa Ciherang, Sumedang Selatan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, tiga rumah tertimbun, satu masjid dan dua warung terancam longsor.

Minim mitigasi, kejadian serupa terjadi, tepat dua tahun kemudian, pada 20 September 2016. Kali ini, longsor Cadas Pangeran kembali terjadi di Desa Ciherang, Anjung, Pasirucin, dan Desa Cimareme, Kecamatan Sumedang Selatan.

Naas, kali ini tiga warga tewas. Dari analisis Badan Geologi, penyebabnya beragam, mulai dari lereng terjal, intensitas hujan tinggi, pelapukan tanah, dan penataan air permukaan yang tidak ideal.

Ke depan, kewaspadaan warga Jabar harus ditingkatkan. Alasannya, sebagian besar wilayah Jabar tengah menghadapi cuaca ekstrem. Sekretaris BPBD Jabar Budi Juanda menyebut, Jabar menerapkan siaga satu bencana hidrometeorologi hingga akhir tahun 2022. Karena itu, petugas hingga masyarakat diminta waspada dalam menghadapi potensi bencana.

Menurut Budi, petugas di setiap daerah diminta untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari logistik hingga menerapkan peringatan dini serta evakuasi. Mitigasi bencana ini dibutuhkan untuk meminimalisasi korban dan kerugian di tengah masyarakat.

”BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah mengingatkan setiap daerah, termasuk Jabar, untuk waspada cuaca ekstrem yang berdampak bencana hidrometeorologi. Petugas yang ada di lapangan diminta memberikan laporan selama 24 jam sebagai bentuk kewaspadaan,” ujarnya. (*)

Penyelesaian Proyek Tol Jakarta – Cikampek II Selatan Dipercepat

0
Jalan Tol Jakarta - Cikampek Selatan II yang masih dalam tahap pembangunan

JAKARTA (Aswajanews.id) – PT Waskita Beton Precast (WSBP) menegaskan percepatan penyelesaian proyek jalan bebas hambatan Jakarta – Cikampek II Selatan paket ketiga dengan memastikan penyelesaian suplai produk ke proyek itu pada akhir 2022 ini sesuai target.

“Kami melakukan percepatan penyelesaian proyek dari Waskita Karya di mana WSBP menyuplai produk untuk jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Seksi 3 Taman Mekar-Sadang sepanjang 27,85 kilometer,” kata Direktur Operasi WSBP Sugiharto dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Sugiharto menjelaskan  mulai menyuplai proyek strategis nasional dengan nilai kontrak sebesar Rp377,9 miliar terhitung sejak 2019.

WSBP menyuplai readymix kelas A1, P, B1, B2, C1, D, dan E dengan total volume 399.999,78 meter kubik dan PCI Girder sebanyak 469 unit. Saat ini, kemajuan suplai telah mencapai 57,58 persen.

WSBP mengerahkan tiga plant besar di Jawa Barat, antara lain Plant Subang, Plant Sadang, dan Plant Karawang, serta Batching Plant (BP) Japeksel dan BP Tamansari untuk suplai readymix. Langkah itu dilakukan guna memastikan penyelesaian suplai produk ke proyek Jakarta – Cikampek II Selatan selesai sesuai target tahun ini.

Ia yakin produk precast dan readymix yang disuplai oleh WSBP memiliki kualitas yang tinggi dan menghasilkan jalan tol dapat memberikan kenyamanan pengguna dalam waktu jangka panjang.

Sebagai informasi, jalan bebas hambatan tol Jakarta – Cikampek II Selatan akan menghubungkan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta di Jati Asih, Bekasi, dengan Jalan Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta.

Infrastruktur itu akan menghubungkan tiga jalan tol, yakni Jakarta Outer Ring Road (JORR) 1, JORR 2, dan Purwakarta – Bandung – Purbaleunyi. Ruas tol Taman Mekar – Sadang merupakan ruas terpanjang dalam jalan tol tersebut. *(Ant)

RIDHO DENGAN TAKDIRNYA

0
Ngaji kitab Ihya Ulumuddin di Masjid Agung Brebes setiap hari Rabu pukul 16.00 WIB, yang diasuh oleh K.H. Subhan Ma'mun

Masjid Agung Brebes, Rabu (26/10/2022) Ngaji perdana setelah libur hampir dua tahun. Ngaji kitab Ihya Ulumuddin di Masjid Agung Brebes setiap hari Rabu pukul 16.00 WIB, yang diasuh oleh K.H. Subhan Ma’mun sudah dimulai kembali.

Musibah Covid-19 membuat semua aktivitas berhenti, termasuk kegiatan ngaji di Masjid Agung Brebes, ikut terkena dampaknya pula. Sehingga ngaji setiap Rabu pukul 16.00 WIB, di Masjid Agung Brebes, menjadi ngaji rutinan, baru bisa dimulai kemarin.

Berbeda dengan ngaji rutinan yang lain, yang lebih dahulu dimulai. Seperti ngaji Tafsir Munir setiap hari Minggu pukul delapan pagi dan Kitab Fathul Bari setiap Selasa pukul dua siang, dan dua-duanya bertempat di masjid Luqmanul Hakim, utara pondok Assalafiyah Luwungragi. Sedang yang setiap Jumat pukul empat sore di masjid Istiqomah Luwungragi dengan kitab yang di kaji Tafsir Ibnu Katsir. Ngaji yang baru hatam jilid satu dan jumat (28/10/2022) acara hataman serta dimulainya ngaji  jilid II.

Ngaji kali ini bertema tentang orang fakir, sebagaimana tertuang dalam halaman 195 jus 4, kitab Ihya Ulumuddin. Walaupun temanya tentang orang fakir, menurut Imam Al-Ghozali disitu ada manfaat yang luar biasa dan ada juga madhoratnya jika tidak mampu untuk menerima.

Allah SWT, adalah Dzat Yang Maha Pencipta. Apapun yang diciptakan dan ditakdirkan haruslah diterimanya. Ikhlas menerima dan ridho terhadap segala apa yang diberi oleh Allah SWT. Hal ini akan menjadi sebuah nilai pahala disisi-Nya.

Di awal bab fakir, Imam Al-Ghozali menyadur sabda Rasulullah SAW yang artinya “Bahagialah orang yang telah mendapatkan hidayah masuk islam dan mendapat kehidupannya cukup dan menerima apa yang diberi oleh Allah SWT.

Hadis ini mengajarkan kepada manusia untuk menerima apa yang diberikan oleh Allah SWT, ridho atas segala  ketentuan-Nya. Maka pahala akan didapatkannya pula.

Ketika Allah SWT menciptakan menjadi salah satu manusia fakir maka terimalah. Karena penerimaan tersebut akan mendapat pahala dari kondisi fakir yang dijalaninya.

Sebaliknya orang fakir atau miskin, yang selalu menggugat atau tidak terima atas takdir fakirnya dan selalu membicarakan tentang kefakirannya yang serba tidak enak, seolah-olah tidak mau menerima keputusan Allah SWT dan bahkan selalu protes pada kondisi yang dijalaninya. Maka pahala dari sisi takdir fakir ia tidak mendapatkannya. Hal ini menunjukan ketidakridhoan atas pemberian dan yang menjadi keputusan Allah SWT.

Ketika manusia  sudah membenci akan  pekerjaan yang dilakukan Allah SWT berupa pemberian menjadi orang fakir. Maka Allah SWT, akan menghilangkan pahala fakir yang ditakdirkannya.

Sama halnya, kalau tidak ridho pada pembagian Allah SWT yang diberikan, berarti tidak  terima apa yang menjadi keputusan Allah SWT.

Tidaklah berkuasa bagi manusia ketika dikurangi rejeki

nya apalagi marah, yang selanjutnya mencaci maki sendiri dan benci pada penciptaan Allah SWT. Padahal Allah SWT yang menciptakan dan mengatur atau menjadikan pekerjaan setiap manusia.

Hakekat dalam sebuah peristiwa adalah perintah dan ketentuan Allah SWT. Bukan karena adanya peristiwa itu menjadi penghambat. Jalani saja takdir yang diberikan oleh Allah, karena kita tidak tahu maksud setiap sesuatu yang diberi Allah SWT.

Perlu diketahui, perjalanan manusia itu berputar, kadang berada di bawah,  di tengah dan di atas. Ketika berada di atas janganlah sombong, dan kalau berada di bawah bersabarlah, karena  hamba yang dicintai Allah SWT, adalah orang fakir dan ridho, sabar atas pemberian Allah SWT.

Mencintai orang fakir merupakan salah satu kunci masuk surga, mencintai disini adalah mencintai orang fakir atau miskin yang sabar. Karena mereka adalah orang-orang yang dekat dengan Allah SWT, di hari kiamat.

Perintah Allah sangat jelas kepada manusia untuk saling mendoakan kepada orang yang sedang sedih, yang sedang ditimpa musibah dan mencintai fakir miskin.

Allah SWT mengatakan pada hambanya, carilah aku (rahmat Allah), di saat orang-orang yang hatinya sedang sakit. Mereka yang sedang sakit, disitu ada rahmat Allah. Maka buatlah bahagia pada orang yang susah, sehingga kebahagiaan didapat kelak ketika menghadap Allah SWT.

Setiap manusia diberi rizki oleh Allah SWT. dan rizki sendiri merupakan ungkapan kecintaan Allah pada hamba Nya. Baik orang fakir maupun kaya semua diberi kesenangan. Bentuk kebahagiaan antara yang miskin dan kayapun berbeda-beda tergantung seleranya masing-masing.

Orang yang hidup dikolong jembatan saja diberi kesenangan dan kebahagiaan. Maka ketika diberi nikmat dapat mengaji, harus bahagia dan seneng. Hidup dibuat bahagia, dikasih apapun tetap bahagia.

Kadang logika kita salah, yang bahagia itu hanya orang kaya, padahal belum tentu juga orang-orang kaya itu bahagia. Padahal orang fakir juga sebenarnya menjadi orang bahagia, karena ketika menjadi orang fakir kemudian menerima rizkinya dan ridho akan pemberian Allah SWT, itu sebaik-baik orang.

Allah sudah jelas menegaskan orang fakir adalah orang baik, maka bahagialah bagi orang fakir, karena dirinya menjadi orang baik menurut Allah SWT.

Dunia Untuk Berbagi

Dalam kondisi manusia sehat, maka dirinya seakan akan melihat dunia dan seisinya miliknya.

Banyak manusia di dunia berlomba-lomba hanya untuk memenuhi kebutuhan dunianya semata, padahal nanti akan meningalkan dunia. Dan lebih bahaya lagi, mereka yang ada di dunia mengatakan tidak sempat ibadah karena pekerjaan yang terlalu banyak.

Oleh karena itu, “Wahai orang yang panjang angan-angan, engkau akan menyesal karena kecintaan dunia yang berlebihan.” Kecintaan terhadap dunia akan terbujuk akan banyak angan-angan, yang membuat lupa segalanya, hingga ajal semakin dekatpun tidak terasa. Padahal

kematian datangnya secara tiba-tiba tidak memberi kabar.

Ketika bertemu dengan orang yang meninggal, maka jangan mencacinya, karena ia sudah menemukan apa yang dilakukan di dunia.

Sabarlah atas godaan mencari dunia. Gunakan duniamu untuk berbagi. Karena di hari kiamat engkau akan mendapatkan apa yang pernah engkau bagikan. Ketika di dunia suka berbagi, peduli pada tetangga, ia pun akan menjadi saksi dan mendapatkan kebahagiaan dari kebaikan yang dilakukan di dunia.

Sodakoh merupakan perbuatan yang tidak ada bandingannya dan sangat luar biasa. Sehingga ahli sodakoh orangnya akan dijaga dari perilaku pelit. Karena orang yang dijaga sifat pelit maka ia adalah orang yang bahagia dan akan menikmati segala apa yang dilakukan di dunia.

Mereka yang ahli sodakoh pun diakhirat nanti akan didatangi bau harum dari surga, dan selalu didatangi. Semoga Allah menjadikan penulis dan pembaca orang yang suka memberi dan terjaga dari sifat pelit. Sehingga kita kelak selalu merasakan bau harumnya surga. Aamiiin

Lukman Randusanga, Sabtu (29/10/2022)

Apotek di Kota Bandung Pisahkan Obat Sirop Dilarang Edar

0
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Bandung Sri Erna Sitepu

Bandung (Aswajanews.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menyebut sejumlah apotek yang menjadi sasaran pengawasan sudah memisahkan obat yang dilarang beredar agar tak dibeli masyarakat guna menghindari penyakit gangguan ginjal akut.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Bandung Sri Erna Sitepu mengatakan, ada lima obat sirop yang kini sudah dilarang dijual atau diedarkan berdasarkan kebijakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Apalagi toko obat sudah ada beberapa distributornya yang mengambil, ada beberapa apotek juga yang sudah di-packing, sampai kemarin itu sudah tidak ada (penjualan),” kata Erna di Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Selain di apotek atau toko obat, menurutnya pengawasan juga sudah dilakukan di klinik-klinik, mulai dari klinik utama dan klinik pratama. Pengawasan itu, kata dia, dilakukan bersama Polrestabes Bandung.

Di samping itu, dia menilai obat-obatan yang dilarang dijual itu tidak akan beredar atau tersedia hingga ke warung-warung kecil. Namun, kata dia, obat-obat itu berpotensi dijual di supermarket atau minimarket.

“Kalau misalnya di warung-warung itu nggak sih, tapi di market mungkin ada, makanya kita kan sudah kerjasama dengan Disdagin dan Dinas Pasar,” kata Erna. Adapun lima obat sirop yang telah dinyatakan dilarang beredar oleh BPOM itu memiliki kandungan cemaran Etilen Glikol (EG) yang melebihi ambang batas aman.

Obat tersebut antara lain Termorex Sirup produksi PT Konimex botol plastik 60 ml, Flurin DMP Sirup produksi PT Yarindo Farmatama botol plastik 60 ml.

Kemudian Unibebi Cough Sirup produksi Universal Pharmaceutical Industries botol plastik 60 ml, Unibebi Demam Sirup produksi Universal Pharmaceutical Industries botol 60 ml, serta Unibebi Demam Drops produksi Universal Pharmaceutical Industries botol 15 ml. (*)

APBDes Akan Pengaruhi Kualitas Desa

0
Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana

KAB. GARUT (Aswajanews.id)Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana membuka resmi acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Peran Camat dalam Evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (27/10/2022).

Saat diwawancara seusai acara, Sekda Garut menilai jika Bimtek yang diikuti camat se-Kabupaten Garut ini penting untuk digelar, karena menurutnya APBDes merupakan cikal bakal pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan di desa.

“Acara ini penting sekali ya karena terkait APBDes itu kan adalah merupakan perencanaan baik yang berbasis anggaran yang memang merupakan cikal bakal pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan di desa,” ujar Sekda Garut.

Saat ini, imbuh Nurdin, masyarakat kini bisa melihat APBDes sebuah desa sebagai bentuk dari keterbukaan informasi publik. Sehingga, perencanaan APBDes harus diperhatikan karena akan mempengaruhi terhadap kualitas APBDes tersebut.

“Oleh sebab itu hari ini kita adakan Bimtek (terkait) evaluasi APBDes sehingga mudah-mudahan acara seperti ini (menghasilkan) ada satu kesamaan persepsi (dan) kesamaan ilmu terkait bagaimana penetapan APBDes,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu narasumber juga perwakilan dari Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Barat, Mochammad Imam Yunizhar,  menuturkan pihaknya dalam kesempatan ini membahas terkait teknis pengelolaan keuangan desa.

Ia berharap paparan materi yang dirinya sampaikan bisa menjadi modal atau bekal untuk para camat sampaikan kembali kepada para kepala desa, agar tidak terjadi kesalahan, kealfaan, dan kekurang akuratan dalam pengelolaan anggaran desa.

“Mudah-mudahan dengan adanya materi yang kami sampaikan kepada para camat ini mudah-mudahan para camat ini mampu membina, mengawasi, dan juga mampu mengarahkan para kepala desa dalam pengelolaan keuangan yang ada di desa yang bersangkutan,” harapnya.

Di tempat yang sama, Camat Samarang juga salah satu peserta Bimtek, Neneng Martiana, mengatakan dirinya merasa senang bisa mengikuti kegiatan ini, karena menurutnya Bimtek ini sangat membantu tingkat pemahaman camat terkait dengan bagaimana fungsi-fungsi kecamatan dalam pengawasan pengelolaan keuangan yang ada di desa.

Ke depan, lanjut Neneng, pihaknya akan melakukan sosialisasi hasil Bimtek kali ini kepada para kepala desa yang ada di Kecamatan Samarang.

“(Harapan) saya kira pengelolaan keuangan ini adalah hal yang pokok dan ini harus sangat diperhatikan supaya penyelenggaraan pemerintahan di desa bisa lebih efektif, lebih bermanfaat untuk masyarakat, dan pada akhirnya kita semua akan selamat dari hal-hal yang terkait dengan hukum,” jelasnya. (Diskominfo Kab. Garut)

Sanksi Atas Ganjar Oleh Megawati Bentuk Drama Politik Internal PDIP? Ini Kata Pakar Psikologi Politik!

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Sanksi yang dijatuhi atas Ganjar Oleh Megawati merupakan Bentuk Drama Politik Internal PDIP? Ini Kata Pakar Psikologi Politik!

Baru-baru ini santer terdengar bahwa atas manuver yang dilakukan oleh Ganjar dalam upaya mencapai tujuan menjadi capres 2024 dan dibantu FX Rudyatmo ketua DPC PDIP Surakarta, keduanya dipanggil oleh DPP PDIP dan diberikan sanksi berupa teguran lisan.

Lantas pemanggilan tersebut oleh pakar psikologi politik dianggap sebagai bentuk drama politik yang sedang dimainkan oleh Megawati sebagai ketua umum PDIP. Permainan yang sama pernah dilakukan Megawati saat hendak mengusung Jokowi sebagai capres kala itu.

Hal itu disampaikan oleh Pakar psikologi politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Abdul Hakim. Dalam pengamatan Abdul Hakim melihat bahwa Megawati Soekarnoputri  kembali menunjukkan skillnya di dunia politik. Hal itu kata Abdul Hakim nampak nyata dari manuver Megawati melakukan pemanggilan kepada Ganjar Pranowo dan FX Hadi Rudyatmo.

Abdul Hakim menebut bahwa pemanggilan itu merupakan satu strategi yang dilakukan oleh PDI Perjuangan untuk memainkan psikologi massa lewat drama politik.

“Publik Indonesia itu lebih tertarik dan emosional jika ada unsur drama di dalamnya. Dan sudah berkali-kali Bu Mega ini memainkan drama politik, seperti ketika mengusung Pak Jokowi dulu,” kata Abdul saat dihubungi awak media, Selasa (25/10/2022).

Abdul Hakim memandang bahwa drama itu sangat nampak terlihat karena sanksi lisan terhadap Ganjar itu tidak substantif dan tidak berefek signifikan kepada Ganjar. Tentunya akan berbeda jika Ganjar dijatuhi hukuman dengan surat peringatan (SP).

“Jika teguran berupa surat peringatan itu akan memberikan dampak yang signifikan. Saya kira DPP hanya sekedar menegur lisan berdasarkan pertimbangan yang matang,” papar Abdul Hakim

Abdul menilai, langkah pemanggilan yang dilakukan PDIP baik kepada Ganjar, Rudy, maupun dewan Kolonel yang digembar gemborkan oleh sekum PDIP Hasto Kristianto adalah salah satu langkah partai mengkonsolidasikan kedudukannya sebagai partai besar yang artinya semua kader itu ada di bawah wewenang DPP.

“Iya sama seperti teguran kepada Ganjar, Dewan Kolonel dan sekarang ke Pak Rudy.”  sambung Abdul Hakim.

Abdul Hakin juga menyampaikan bahwa manuper dan drama yang dimainkan PDIP merupakan bentuk memperkuat posisi partai agar tidak disepelekan oleh kader-kadernya yang mulai bermanuver.

“Artinya PDIP sedang memperkuat posisi partai. Jadi jangan sampai partai ini disepelekan atau dianggap tersingkir oleh manuver-manuver individu dari kader-kader partainya.” terang Abdul Hakim.

Abdul Hakim lantas menutup pandangannya dengan menyebut bahwa pemanggilan itu sebagai bentuk kuasa partai atas kader-kadernya dimana posisi partai tetap berada di atas individu-individu kader.

“Pemanggilan menunjukkan partai punya kuasa dan punya posisi di atas kader-kadernya, siapapun itu baik itu Ganjar, Rudi maupun Dewan Kolonel,” pungkas Abdul Hakim. (saf/tb)

Samsat Subang Optimis Lampaui Kenaikan Target Pajak Kendaraan Bermotor

0
Kantor pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Samsat Kabupaten Subang

KAB. SUBANG (Aswajanews.id)Target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada APBD perubahan tahun 2022 Samsat Kabupaten Subang mengalami kenaikan.

Terdapat penambahan target PKB murni dari Rp. 148.607.864.000 menjadi Rp. 150.139.426.310.

Merespon kenaikan tersebut, Samsat Subang optimis lampaui target dengan SDM yang andal dalam memaksimalkan fasilitas dan berbagai inovasi.

Samsat Subang juga terus mengakselerasi kemudahan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan di antaranya Samsat Keliling yang tersebar di Dangdeur, Pagaden dan Pamanukan.

Serta layanan BumDes, Samsat Outlet di Ciasem dan Kalijati, Samades di Kasomalang. Selain itu masyarakat juga dapat membayar pajak melalui marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak juga melalui supermarket Alfamart dan Indomaret.

“Kalau malas keluar rumah, apalagi dimusim hujan begini, tinggal buka e-Samsat atau SIGNAL dan bayar melalui Samsat J’Bret,” ujar Kepala Samsat Subang Lovita Adriana.

Lebih jauh, Lovita memaparkan tentang kinerja pendapatan daerah dari PKB sampai dengan triwulan ketiga (September 2022) berhasil melampaui target yang ditetapkan yakni sebesar 77,50 persen.

Adapun realisasi sampai dengan 26 Oktober 2022 telah tercapai Rp.126.714.501.300 atau 84,40 persen. Angka ini menunjukkan optimisme tercapainya target 100 persen di akhir tahun 2022.

Pada November dan Desember mendatang diprediksi sebanyak 45.000 kendaraan bermotor akan membayar pajak tahunan jatuh tempo.

Lovita mengimbau pemilik kendaraan bermotor untuk segera menyelesaikan kewajibannya. Lebih jauh lagi, mulai tahun depan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat akan mengambil langkah tegas terhadap para pemilik kendaraan yang tidak melaksanakan kewajiban membayar pajak.

Adapun langkahnya yakni menghapus data kendaraan bagi para penunggak pajak atau wajib pajak yang tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya dua  tahun setelah habis masa berlaku STNK.

“Baik itu kendaraan roda dua dan roda empat dapat dihapus karena tidak menggunakan kesempatan dan tidak mengindahkan peringatan,” pungkas Lovita. (Samsat Subang/Fauziah Ismi)

Sejumlah Komunitas Olahraga Keluhkan Mahalnya Tarif Sewa GBK

0
Klub Eagles Flag Football Jakarta sedang latihan di lapangan sofbol dua, Stadion Softball Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (16/10/2022)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Sejumlah komunitas olahraga mengeluhkan tarif sewa lapangan di kawasan Gelora Bung Karno atau GBK. Kendati demikian, mereka tetap memilih GBK sebagai tempat untuk berlatih secara rutin karena fasilitas di arena olahraga itu dianggap paling memadai.

Lapangan sofbol misalnya, Ketua Tim Eagles Flag Football Pandu Satya, saat dihubungi pada Rabu (26/10/2022), mengatakan, tarif sewa di Stadion Softball GBK, Jakarta terasa mahal. Apalagi bagi komunitas cabang olahraga (cabor) yang belum banyak diketahui masyarakat umum seperti flag football.

“Tarif di stadion sofbol itu dihitung per dua jam dan nominalnya berbeda-beda, tergantung jenis lapangannya, harinya, sama jamnya. Di stadion sofbol itu kan ada tiga lapangan, nah itu beda-beda harganya,” ujar Pandu.

Adapun tarif sewa di lapangan sofbol satu dan dua ialah Rp 500.000 untuk hari biasa, tepatnya pukul 06.00 hingga 16.00. Sementara pada pukul 16.00 hingga 22.00 ialah Rp 1.500.000. Untuk tarif akhir pekan, Rp 1.000.000 pada pukul 06.00 hingga 16.00 dan Rp 1.500.000 pada pukul 16.00 sampai 22.00.

Di lapangan sofbol tiga, tarif hari biasa ialah Rp 200.000 pada pukul 06.00 hingga 10.00, Rp 175.000 pada pukul 10.00 sampai 16.00, dan Rp 500.000 pada pukul 16.00 sampai 22.00. Di akhir pekan, tarif pada pukul 06.00 sampai 16.00 adalah Rp 250.000 dan Rp 500.000 pada pukul 16.00 sampai 22.00.

“Untuk komunitas olahraga seperti kami yang latar belakang pekerjaan anggotanya berbeda-beda memang terasa berat kalau masalah tarif. Ditambah kalau mau latihan harus ngumpulin orang dulu lalu dihitung total anggota yang mau ikut latihan. Sementara, sistem pembayaran sewa lapangan di GBK itu harus bayar dulu baru bisa menggunakan lapangannya,” kata Pandu.

Pandu bercerita, tim Eagles secara rutin menyewa lapangan sofbol GBK setiap akhir pekan. Meski tarifnya dirasa mahal, mereka tetap memilih lapangan sofbol GBK untuk berlatih. Alasannya karena secara infrastruktur, lapangan sofbol GBK-lah yang paling memadai. Selain itu, lokasi GBK yang strategis di tengah kota dirasa lebih mudah dijangkau ketimbang stadion lain.

Sebelumnya, Tala Tania, anggota komunitas Ultimate Frisbee Jakarta juga menuturkan hal serupa. Klubnya juga keberatan dengan tarif sewa lapangan sofbol yang mahal.

“GBK sudah sangat oke secara fasilitas. Rumput di lapangannya terawat dan areanya bersih. Terus kan di tengah kota juga jadi mudah dijangkau. Tetapi, secara harga sewa rasanya mahal banget,” kata Tania.

Frisbee juga termasuk salah satu cabor yang belum banyak diketahui masyarakat umum sehingga komunitas olahraga tersebut belum begitu berkembang. Komunitas Ultimate Frisbee, kata Tania, secara rutin menggunakan lapangan sofbol GBK untuk berlatih setiap akhir pekan.

“Untuk latihan memang kami agak kesulitan mencari lapangan yang memadai dan murah. Di Jakarta sendiri, yah hanya GBK. Nah, hal-hal semacam ini yang rasanya bikin olahraga kita (frisbee) sulit bertumbuh. Sementara, kalau di negara-negara lain olahraga ini sangat bertumbuh,” ujar Tania.

Mendukung olahraga

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek GBK Rakhmadi A. Kusumo, menuturkan, tarif sewa lapangan menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Selain itu, disesuaikan juga dengan tingginya biaya pemeliharaan fasilitas.

“Untuk klub atau komunitas olahraga memang hitungannya komersial, jadi sistemnya sewa. Berbeda dengan pemusatan pelatihan nasional (pelatnas). Kami mengikuti amanah dari PMK untuk cabor yang terdaftar secara resmi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan ada surat rekomendasinya, tidak dikenakan biaya sewa atau gratis. Ini sebagai bentuk dukungan kami selaku pengelola fasilitas olahraga,” kata Rakhmadi saat ditemui di ruang pengelola lapangan sofbol GBK, Rabu (26/10) sore.

Bagi komunitas olahraga, ucap Rakhmadi, pengelola GBK sangat terbuka dengan pengajuan kerja sama jangka panjang. Pengelola juga bisa memberikan potongan harga tetapi disesuaikan dengan peraturan tarif yang berlaku, durasi pemakaian lapangan, dan penentuan waktu serta hari pemakaian lapangan.

“Angka (tarif) yang ditentukan bukan serta-merta mencari keuntungan, tetapi lebih kepada menjaga fasilitas. Mereka (komunitas olahraga) bisa menemui pihak pengelola terlebih dahulu terkait pengajuan kerja sama jangka panjangnya baru kita bisa membicarakan teknis biaya sewanya. Tentu kami sangat terbuka dengan komunitas olahraga. Ada banyak juga komunitas olahraga yang menggunakan kawasan GBK secara gratis, salah satunya komunitas sepatu roda yang menggunakan jalan gerbang B di stadion utama,” tutur Rakhmadi.

Rakhmadi menerangkan, apabila dipersentasekan, dukungan pengelola GBK untuk kegiatan olahraga ialah 70 persen, sementara 30 persennya untuk kegiatan non-olahraga. Hal ini dikarenakan visi dan misi GBK ialah menjadi kawasan yang multifungsi dan terintegrasi.

“Hampir seluruh kawasan fasilitas olahraga di seluruh dunia menerapkan sistem multifungsi. Ini juga kami terapkan dalam sistem pengelolaan GBK sehingga bisa digunakan untuk kegiatan non olahraga tanpa menghilangkan fungsi fundamentalnya,” ucap Rakhmadi menambahkan.

Solusi

Pengamat olahraga, Fritz E Simandjuntak, mengatakan, stadion di kawasan GBK memang didesain untuk olahraga prestasi. Sementara untuk komunitas olahraga yang cabornya belum banyak diketahui masyarakat umum, perlu melihat posisi cabornya.

“Mereka ingin harus memosisikan diri terlebih dahulu, apakah sebagai olahraga prestasi atau olahraga rekreasi. Kalau pengelolanya susah didekati, bisa coba dulu untuk mengajukan anggaran ke pemerintah daerah seperti pemerintah provinsi DKI Jakarta. Kalau langsung minta diskon ke pengelola GBK ya pusing juga pasti mereka kan harus adil ke semua komunitas,” kata Fritz.

Fritz mengatakan, saat ini, fokus pemerintah pusat ada pada olahraga prestasi. Kepada para komunitas olahraga yang cabornya belum banyak diketahui masyarakat umum, harus menjaga eksistensi dan menunjukkan prestasinya terlebih dahulu baru akan diperhatikan oleh pemerintah pusat.*(Sumber: Kompas)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts