Google search engine
Beranda blog Halaman 583

MTs Asasul Huda Raih Prestasi di Ajang IYSC

0

Siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Asasul Huda berhasil meraih prestasi di ajang kompetisi IYSC (Indonesian Youth Science Competition) yang diselengarakan oleh POSI (Pusat Olimpiade Sains Indonesia) baru-baru ini.

Kompetisi ini diikuti oleh seluruh sekolah baik dibawah Kemendikbudristek (SD-SMP-SMA/SMK) juga Kemenag (MI-MTs-MA) secara daring.

MTs Asasul Huda yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Asasul Huda Desa Ranjiwetan Kecamatan Kabupaten Majalengka telah menunjukan prestasinya di bidang akademik.

Alhamdulillah dan selamat atas prestasi yang diraih MTs Asasul Huda Tingkat Tsanawiyah pada ajang IYSC (Indonesian Youth Science Competition), dengan raihan :

Tingkat Siswa

1). Zidan Raihan Alfahrezi, Bidang : IPS, Peringkat : Gold Medal

2). Ira Nurjahira Azkiyah, Bidang : Matematika, Peringkat : Gold Medal

3). Mila Siti Malihah, Bidang : IPA, Peringkat : Silver Medal

Tingkat Guru

1). Ibu Shelly Sholatan Kamilah, Bidang : English, Peringkat : Bronze Medal.

Jalan Tol Cisumdawu Segera Dioperasikan Akhir Desember 2021

0
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi saat melihat perkembangan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Kamis (30/9).

Sumedang (Aswajanews.id) – Jalan Tol Cisumdawu segera dioperasikan pada akhir Desember 2021. Hal itu diungkapkan Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi saat melihat perkembangan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Kamis (30/9).

Kedatangan rombongan yang juga didampingi unsur Forkopimda Jawa Barat dan Satker Jalan Tol Cisumdawu diawali dengan melihat Interchange Tol Cileunyi dan dilanjutkan menelusuri Jalan Tol mulai Cileunyi sampai ke ruas Jalan Tol Desa Sirnamulya Kecamatan Sumedang Utara. Di sana para Menteri beserta rombongan melihat langsung proses pengerjaan jalan.

“Akhir tahun ini Cileunyi sampai Cimalaka mulai dioperasikan. Nanti sebelum lebaran Tahun 2022 sampai Ujungjaya-Kertajati. Jadi ada dua kali pembukaan. Doakan lancar, tidak ada kejadian apapun dijauhkan dari bencana dan sebagainya,” ungkap Bupati Dony Ahmad Munir.

Dikatakan, dengan panjang ruas jalan 62 KM dari Sumedang sampai Cileunyi, di Tol Cisumdawu terdapat enam exit tol yang diarahkan ke tempat-tempat wisata.

“Kami siapkan juga setiap Exit Tol ada destinasi wisata unggulan yang akan menarik para pengguna jalan untuk berkunjung. Nanti kita siapkan wisatanya yang baik sehingga orang berwisata dengan mudah,” ucap Bupati.

Menurutnya, dengan beroperasinya Jalan Tol Cisumdawu, setidaknya dapat mengurangi jumlah kendaraan yang melewati Jalan Cadas Pangeran, terutama yang bermuatan berat.

“Sumedang tentunya berkepentingan agar jalan tol segera selesai karena bisa mempercepat aksesibilitas ke Sumedang dan Cadas Pangeran tidak terlalu berat bebannya,” katanya.

Bupati berharap bisa memanfaatkan semaksimal mungkin Rest Area untuk UMKM Sumedang menggerakan ekonomi warga Sumedang. “Dengan proyek strategis nasional Jalan Tol ini, harus betul-betul berdampak positif kepada kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan,” harapnya.

Ia juga meminta agar dalam pengelolaannya benar-benar memanfaatkan tenaga lokal, terutama yang masuk daftar terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) atau data kemiskinan. “Jadi insyaallah dalam program strategis ini terdapat sinergitas antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten beserta bisnis yang lainnya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, jika melihat progres pembangunan dari beberapa seksi sampai Cimalaka sudah mencapai 100 persen untuk kontruksinya sehingga tinggal dioperasikan.

“Tambahan kita untuk bulan Desember itu Seksi 1 dan Seksi 2 dimana ada persoalan konstruksi yang harus diselesaikan untuk mengatasi wilayah yang rawan longsor. Kita harus perkuat betul supaya kualitas jalannya benar-benar saat dioperasikan,” ucapnya.

Dikatakan, dari Sumedang ke Kertajati sendiri masih ada persoalan lahan di Seksi 4 dan 5 sehingga ia memohon semua pihak, khususnya Pemda Sumedang turut membantu.

“Harapan kita ada percepatan. Juga dukungan dari Pak Bupati bisa mempercepat pengadaan lahan. Pada bulan April 2022 kita sepakati secara menyeluruh beroperasi dari Cileunyi sampai ke ujung Dawuan dan menyambung dengan Tol Cipali. Selanjutnya akan terhubung juga dengan Bandara Kertajati,” ujarnya.

Dikataknnya, mengenai akses ke Bandara Kertajati sudah proses dalam proses uji layak fungsi sehingga bulan November 2021 bisa dioperasikan dari Cipali hingga Bandara Kertajati. “Dengan demikian, pada saat Lebaran 2022 antara Kota Bandung menuju Kertajati maksimal 1,5 jam atau 1,2 jam,” pungkasnya. (Ade MS)

Luncurkan Program Sekolah Mengaji, Bupati Bandung Diapresiasi Menteri

0
Bupati Bandung HM.Dadang Supriatna S.Ip, M,Si., mendapat apresiasi dari Menteri Desa (PDTT) Abdul Halim Iskandar saat peluncuran Program Sekolah Mengaji di Sutan Raja Hotel Jalan Raya Soreang Bandung, Kamis (30/9).

Soreang (Aswajanews.id) – Bupati Bandung HM.Dadang Supriatna S.Ip, M,Si., mendapat apresiasi dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar. Apresiasi tersebut disampaikan Menteri saat peluncuran Program Sekolah Mengaji di Sutan Raja Hotel Jalan Raya Soreang, Kamis (30/9).

Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar mengapresiasi upaya Bupati Bandung dalam memberikan pendidikan agama, khususnya bagi anak usia dini. Ia sangat mendukung program Pemkab Bandung dalam menanamkan nilai-nilai keaagamaan, sehingga di masa yang akan datang masyarakat Kabupaten Bandung akan mampu mempertahankan karakter budaya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, pendidikan keagamaan melalui Program Sekolah Mengaji merupakan upayanya dalam membentuk insan qurani. Program itu selaras dengan salah satu visi pembangunan, yakni mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang agamis.

Dadang Supriatna menilai, jika mengaji dijadikan budaya di tengah masyarakat, maka diyakini dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, terutama pada generasi muda. ”Jika semua masyarakat membumikan Alquran dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah generasi qurani dapat terbentuk,” ujarnya.

Dikatakan bupati, Program Sekolah Mengaji merupakan suplemen pelengkap muatan lokal, yang hingga saat ini belum dicantumkan secara ekplisit dalam kurikulum nasional. Pihaknya mengajak seluruh stakeholder pendidikan agar melaksanakan Program Sekolah Mengaji.

Menurutnya, Program Sekolah Mengaji juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap guru ngaji, yang dengan ikhlas mendidik masyarakat. Nantinya, lanjut bupati, para guru ngaji akan diberikan insentif yang berasal dari APBD.

“Saat ini yang sudah terdaftar secara aplikasi sekitar 16 ribu. Artinya masih ada waiting list. Insya Allah kita akan bahas di APBD murni 2022 mendatang,” tambah DS. Dalam implementasinya, DS memaparkan, terdapat tiga klaster prioritas dalam pembagian insentif bagi guru ngaji.

Pihaknya akan mendahulukan para asatidz atau ustadz serta ustadzah, yang sudah mempunyai umat di masing-masing lingkungannya. Bersama MUI (Majelis Ulama Indonesia) desa atau kecamatan, pihaknya akan memverifikasi para guru ngaji berdasarkan tingkat keilmuan keagamaan, bukan mengedepankan sertifikasi atau ijazah.

Pada Kesempatan yang sama, Kadisdik Kabupaten Bandung, Dr. Juhana, M.M.Pd., mengajak kepada masyarakat Kabupaten Bandung meningkatkan budaya mengaji serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Ia juga terus berkolaborasi dengan pihak terkait, serta ditunjang dengan pendidikan formal dengan harapan kualitas pendidikan keagamaan di kabupaten Bandung dapat ditingkatkan. *(Red/Humas Pemkab Bandung)

Kakanwil Kemenag Jabar Pantau PTMT di Subang

0
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Dr.H.Adib,M.Ag., didampingi Kepala Kankemenag Kab. Subang, Agus Sutisna, melakukan monitoring penyelenggaraan Pembelajaran Tata Muka Terbatas (PTMT) di Subang, Kamis (7/10).

Subang (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib, didampingi Kepala Kankemenag Kab. Subang, Agus Sutisna, melakukan monitoring penyelenggaraan Pembelajaran Tata Muka Terbatas (PTMT) di Subang, Kamis (7/10). Monitoring ini pun dilakukan dengan mengunjungi 2 madrasah yaitu MTsN 1 Subang dan MAN Subang.

Mengawali kunjungannya, Kakanwil langsung menuju MTsN 1 Subang dan disambut langsung oleh Kepala MTsN 1 Subang, Wawan Soleh Setiawan, dan kunjungan keduanya menuju MAN Subang yang tidak jauh dari lokasi awal dan disambut langsung oleh Kepala MAN Subang, Jahrudin.

Pada kunjungan sekaligus monitoring, Kakanwil menyapa langsung para guru dan siswa siswi madrasah. Kakanwil juga memberikan beberapa pesan penyemangat dan motivasi serta pengingat agar semua warga MTsN 1 Subang dan MAN Subang tetap disiplin mematuhi Protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Dihadapan Kepala MTsN 1 Subang dan Kepala MAN Subang, Adib, mengatakan bahwa PTMT dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang ada pada tiap daerah sesuai dengan levelnya. “Jangan sampai madrasah yang baru saja melaksanakan PTMT menjadi klaster Covid-19, maka dari itu sarana prasarana protokol kesehatan harus dipenuhi dan buat aturan yang ketat untuk menjaga kesehatan bersama,” ungkap Adib.

Pembagian jadwal pembelajaran yang diberlakukan, sambungnya, harus disesuaikan dengan kualitas dan kuantitas siswa siswi madrasah. “Jangan sampai pembagian jadwal pembelajaran malah mempersulit siswa siswi untuk belajar,” katanya.

Masih pada kesempatan yang sama, Adib juga memberikan arahan kepada para guru agar tetap bersabar menghadapi regulasi pendidikan yang berubah-ubah selama pandemi.

“Terlebih saat ini para guru dituntut untuk kreatif dan inovasi dalam memberikan materi kepada siswa siswi madrasah. Pembelajaran daring bukanlah hal yang mudah, kemasan materi pembelajaran harus dibuat semenarik mungkin agar siswa siswi madrasah mau belajar lebih giat,” jelas Adib.

Disamping itu, tambahnya, siswa siswi madrasah saat ini lebih cepat tanggap dalam menggunakan teknologi digital sehingga para guru harus bisa menyesuaikan.

“Ini adalah saat yang tepat bagi para guru untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kompetensi diri. Selain sadar teknologi digital, guru juga harus terus memperbaharui wawasan literasinya untuk pengembangan materi pembelajaran agar tidak monoton,” ujar Adib.

“Siswa siswi madrasah cerdas lahir dari guru inspiratif, guru yang bisa memberikan teladan yang baik dan memberikan insipirasi untuk terus berinovasi,” pungkasnya. (Kontributor: Novam Scorpiantrien/Humas Kanwil Kemenag Jabar)

Guru Madrasah Raih Medali Emas Cabor Gulat Putri PON XX Papua

0
Dewi Atiya, guru MTs Negeri 1 Kuningan berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga Gaya Bebas Gulat Putri Kelas 57 kg, Sabtu (9/10), di Gor Head Sai, Kabupaten Merauke.

Bandung (Aswajanews.id) – Kabar gembira untuk Jawa Barat dari ajang bergengsi PON XX Papua yaitu seorang guru MTsN 1 Kuningan yang bernama Dewi Atiya berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga Gaya Bebas Gulat Putri Kelas 57 kg, Sabtu (9/10), di Gor Head Sai, Kabupaten Merauke.

Pegulat gaya bebas kelahiran 2 Agustus 1993 di Cirebon, Jawa Barat ini merupakan salah seorang andalan Indonesia cabang gulat di Asian Games 2018. Hal ini menambah warna bahwa guru madrasah bisa berprestasi di berbagai bidang.

Dewi juga berharap, Jabar lebih banyak memuncul atlet-atlet gulat terutama putri, untuk meraih prestasi. “Lebih banyak muncul lagi, apalagi atlet perempuan,” ucapnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib, mengaku bangga terhadap prestasi yang diraih oleh salah seorang guru madrasah tersebut.

“Keluarga besar Kementerian Agama Jawa Barat tentunya bangga atas prestasi yang telah diraih dan menjadi kontribusi yang sangat penting bagi perolehan medali emas bagi Jawa Barat pada PON XX Papua,” ujar Adib.

Adib pun menghaturkan selamat atas prestasi medali emas yang diraih oleh Dewi Atiya, guru MTs N 1 Kuningan pada cabang Gulat PON XX Papua. “Semoga medali emas ini bisa dijadikan penyemangat bagi guru madrasah lainnya dan merupakan upaya untuk menciptakan Jabar Juara Lahir Batin,” pungkasnya. (Kontributor: Novam Scorpiantrien/Kanwil Kemenag Jabar)

Kapolres Majalengka Jalin Silaturahmi dengan Pimpinan Pondok Pesantren

0
Kunjungan Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi ke kediaman KH. Ahidin selaku Pimpinan Pondok Pesantren Hapadata Yusuf di Blok Balandongan Desa Sukadana Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, Minggu (10/10/2021).

Majalengka (Aswajanews.id) – Guna menjalin Silaturahmi, Kapolres Majalengka Polda Jabar AKBP Edwin Affandi melaksanakan kunjungan ke kediaman KH. Ahidin selaku Pimpinan Pondok Pesantren Hapadata Yusuf bertempat di Blok Balandongan Desa Sukadana Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, Minggu (10/10/2021).

Dalam silaturahmi tersebut Kapolres Majalengka didampingi Oleh Wakapolsek Argapura IPTU Ilham Dinata dan diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren KH Ahidin berikut tokoh agama dan para santri.

Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi menerangkan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk Polri menghargai para ulama dan pemuka agama. “Guna menjalin hubungan baik agar kita dapat sama-sama ber iringan membangun akhlakulkarimah para generasi muda penerus bangsa ini,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Polres Majalengka, AKBP Edwin Affandi juga tak lupa mensosialisasikan dan Himbauan Pencegahan Covid-19 untuk mematuhi 5M atau Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas dengan pendisiplinan protokol kesehatan untuk keselamatan Santri dari Penyebaran Covid-19.

Kegiatan ini dilakukan oleh Kapolres Majalengka bertujuan untuk menjalin kemitraan dan kerjasama yang harmonis antara Toga, Tomas, Toda maupun tokoh yang lainnya serta warga masyarakat, dalam hal ini juga, Kapolres Majalengka memberi himbauan, agar dalam menghadapi Pandemi Covid-19 Level 3 agar tetap menerapkan protokol kesehatan seperti, Jaga Jarak, Rajin Cuci Tangan dan Pakai Masker.

Diakhir kegiatan silaturahmi tersebut, Kapolres Majalengka didampingi Pimpinan Ponpes memantau lokasi Ponpes Hapadata Yusuf, kelengkapan sarana prasarana prokes seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker, dan tempat duduk juga diatur. (Kontributor : Sri P/Asep NS)

IPNU Cianjur Usul Pemkab Gelar Pelatihan Bela Negara untuk Pelaku Tawuran dan Balap Liar

0
Pengurus PC IPNU/IPPNU Cianjur saat pelantikan PAC di Aula Kantor PCNU Jalan Perintis Kemerdekaan Cianjur Jawa Barat.

Cianjur (Aswajanews.id) – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Cianjur segera mengadakan pendidikan bela negara bagi pelajar yang terlibat tawuran dan balapan liar. Hal ini perlu dilakukan mengingat kerap terjadi tawuran antar pelajar dan balapan liar di beberapa tempat usai diberlakukannnya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Demikian dikatakan Ahmad Maulana Habibi, Ketua IPNU kepada wartawan di kantor PCNU Cianjur, Selasa (5/10).
Ahmad Maulana Habibi mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur berkomunikasi dengan Dandim dan Kapolres Cianjur terkait kegiatan pendidikan bela negara. “Pendidikan bela negara ini sangat penting khususnya bagi pelajar yang sering terlibat tawuran dan balap liar,” ujarnya.
Ahmad Maulana Habibi mengatakan, Pemkab Cianjur dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama (Kemenag) mesti melakukan evaluasi dan arahan, baik kepada siswa maupun pihak sekolah yang bersangkutan.
“Arahan dan bimbingan iini supaya pelajar tidak melakukan tawuran dan balapan liar lagi,” tambahnya.
Hal senada juga dikatakan Ketua PC IPPNU Kabupaten Cianjur, Ai Rida. Menurutnya, Dinas Pendidikan, Kemenag, sekolah orangtua dan pihak terkait tentu berkewajiban melakukan edukasi kepada pelajar yang terlibat tawuran dan balapan liar.
“Pelatihan bela negara tersebut diisi dengan wawasan kebangsaan, memberi perhatian kasihsayang dan mendisiplinkan mereka,” pungkasnya.
Ai Rida mengatakan, pelatihan bela negara ini dimaksudkan guna meningkatkan rasa cinta tanah air, melestarikan budaya nusantara, menjalankan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. ***

PMII Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung Adakan Pelantikan

0
Prosesi Pelantikan Pengurus Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung berlangsung khidmat. Dihadiri oleh Ketua PMII Cabang Kota Bandung sahabat Agung Andrian beserta jajarannya dan seluruh pengurus, Pusdai Bandung, Kamis (30/9).

Bandung (Aswajanews.id) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunang Gunung Djati Cabang Kota Bandung menyelenggarakan pelantikan yang bertajuk “Possibilty and Hope : Getting from Here to There”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 30 September 2021 di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Bandung.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh seluruh pengurus Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung yang dihadiri oleh Ketua PMII Cabang Kota Bandung sahabat Agung Andrian beserta jajarannya.

Etic Susilawati Ketua KOPRI Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung mengatakan,  dengan sahnya dilantik Kepengurusan Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung, semoga kedepannya dengan apa yang sudah tercantum dalam visi misi kepengurusan dan dinahkodai oleh seluruh pengurus komisariat bisa sampai pada apa dicita-citakan kepengurusan.

“Kedepan kepengurusan beserta semua elemen yang berada di ruang lingkup Komisariat UIN mampu terus bersinergi untuk kemajuan komisariat, terkhusus kopri mampu mengawal kampus agar bisa tetap ramah gender, pelecehan seksual dan sebagainya,” ujar Ketua KOPRI Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung.

Adrian Farhan Mubarok: PMII mesti senantiasa kepada orientasi pembebasan dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan

Lebih lanjut lagi, Adrian Farhan Mubarok selaku Ketua PMII Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan tema yang dibangun “Possibility and Hope: Getting from Here to There”, kita jangan sampai kebingungan dipersimpangan antara kebingungan dan harapan, artinya pembacaan aspek historis dan pandangan visioner mesti diselaraskan.

“Oleh karena itu, bicara pelantikan tidak banyak yang bisa kita maknai sebab sebaik-baiknya gagasan adalah yang dilakukan dengan tetap secara berkala mesti melakukan evaluasi. Sehingga, membaca sambil berjalan mutlak mesti dijadikan pegangan. Terakhir, dimomen pelantikan hanya ingin mengingatkan bahwa semangat PMII yang tersurat di muqadimmah AD/ART ialah PMII mesti senantiasa kepada orientasi pembebasan dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan,” jelasnya.

Dalam hal ini, Agung Andrian selaku Ketua PC PMII Kota Bandung mengatakan bahwa PMII merupakan organisasi kaderisasi apapun yang terjadi kedepannya, sekecil apapun maka itu merupakan tanggungjawab bersama seluruh pengurus. Kegiatan pelantikan ini ditutup dengan closing statement dari Adrian Farhan Mubarok selaku Ketua PMII Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung yang mengatakan, jika PMII ingin gede, maka jangan menganggapnya sepele. (Elisa Nurasri)

PBNU Dorong Pemerintah Kembangkan Vaksin Nasional

0
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Sirodj saat menyampaikan sambutan dalam Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (26/9).

Jakarta (Aswajanews.id) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung dan mendorong pemerintah RI untuk terus mengembangkan vaksin  virus corona (Covid-19) nasional buatan dalam negeri. Hal tersebut merupakan salah satu keputusan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2021 di bidang kesehatan pada Minggu (26/9/2021).

“Ada penekanan sebagaimana yang kemarin ditekankan Kiai Said bahwa pemerintah (didorong) harus terus mendukung dan memprioritaskan pengembangan vaksin nasional agar tidak bergantung pada vaksin impor dari negara lain,” kata Sekretaris Komisi Rekomendasi, M Kholid Syeirazi dalam keterangan resminya.

Kholid mengatakan bahwa PBNU akan terus mendorong pemerintah untuk segera memperkuat kemandirian farmasi di dalam negeri.

“Selama ini pemerintah kerap mengimpor vaksin Covid-19 dari luar negeri,” kata dia.

Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2021 juga mendorong pemerintah untuk segera menambah jumlah rumah sakit dan produksi alat kesehatan. Hal itu bertujuan agar pemerintah siaga menghadapi bencana non-alam seperti pandemi.

PBNU menilai kemandirian farmasi dan vaksin nasional merupakan upaya yang harus dilakukan pemerintah di sisi hilir. Selain itu, Dokter dan tenaga kesehatan juga harus ditambah. Hal itu untuk memperkuat kapasitas ekosistem kesehatan.

“Kesejahteraan tenaga kesehatan yang mau ditugaskan ke daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) harus ada jaminan kesehatan,” tambah Kholid.

Lebih lanjut, Komisi Rekomendasi Munas-Konbes NU 2021 juga mendorong agar pemerintah membenahi sistem kesehatan nasional dengan meningkatkan rasio dan keandalan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

PBNU juga mendorong pemerintah mengurangi kesenjangan distribusi fasilitas dan tenaga kesehatan seperti dokter atau dokter spesialis, perawat, dan bidang harus.

Melihat hal itu, PBNU meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus mengoptimalkan untuk mengoordinasikan dan mengonsolidasikan data dan penanganan pandemi, dibantu Satgas Covid-19 Pusat dan Daerah.

Tak hanya itu, Munas-Konbes NU 2021 mendorong pemerintah agar proses vaksinasi massal harus mencapai 70 persen populasi sebelum tenggat waktu satu tahun untuk mencapai target kekebalan komunitas atau erd immunity.

NU juga mendukung pengaturan penyelenggaraaan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dalam peraturan perundang-undangan di Tim hal itu untuk mengurangi emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya sebagai upaya untuk mengatasi pemanasan global dan melestarikan lingkungan hidup. Hal itu juga menjadi satu butir kesepakatan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama.

“Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dapat berupa bentuk pajak karbon, perdagangan karbon, dan pembayaran berbasis kinerja atas capaian kawasan pengurangan emisi,” kata sekretaris komisi membahas perundangan-undangan, Sarmidi Husna.

Sarmindi menilai pajak karbon merupakan kompensasi kerugian atas kerusakan lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat emisi karbon.

Hasil pajak karbon, kata dia, wajib dialokasikan untuk penjagaan dan kelestarian lingkungan hidup, termasuk pembayaran kompensasi terhadap capaian kawasan pengurangan emisi.

“Penerapan pajak karbon harus konsisten dengan tujuan utamanya, yaitu perbaikan lingkungan hidup dan upaya pengalihan energi berbasis fosil kepada energi baru terbarukan, bukan semata-mata pemasukan pendapatan negara,” kata Sarmidi.

“Penerapan pajak karbon harus disinkronkan dengan perdagangan karbon sebagai bagian dari roadmap green economy dan harus ada pembahasan ulang tentang cara penghitungan karbon agar tidak dapat digunakan alat persaingan bisnis,” tambahnya.

Sarmidi juga mengungkapkan bahwa Nahdlatul Ulama pada Muktamar ke-29 tahun 1994 di Cipasung Jawa Barat telah memutuskan bahwa masalah lingkungan hidup bukan lagi hanya merupakan masalah politis atau ekonomis saja, melainkan juga menjadi masalah teologis (diniyah). Hal itu dikarenakan dampak kerusakan lingkungan hidup juga memberi ancaman terhadap kepentingan ritual agama dan kehidupan umat manusia. Karena itu, usaha pelestarian lingkungan hidup harus dipandang sebagai salah satu tuntutan agama yang wajib dipenuhi oleh umat manusia, baik secara individual maupun secara kolektif.

“Sebaliknya, setiap tindakan yang mengakibatkan rusaknya lingkungan hidup merupakan perbuatan maksiat (munkar) dan haram, karena termasuk tindakan merugikan,” kata dia. *(Munas Alim Ulama & Konbes NU)

KH Hasyim Asy’ari dan Resolusi Jihad

0
Oleh ; H Dedi Asikin

Kyai Haji Hasyim Asy’ari adalah ulama besar. Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur dan organisasi Islam terbesar Nahdatul Ulama. Selain memiliki aqidah yang istiqamah beliau juga memahami dan menjunjung tinggi nasionalisme dan kebangsaan.
Ingin bukti? Karena kejumhurannya sebagai ulama, beliau mendapat julukan Hadratusy Syeckh yang berarti maha suatu kehormatan yang luar biasa. Sebagai manusia istiqomah hanya menyembah Allah, K.H. Mohammad Hasyim Asy’ari menolak perintah Jepang untuk melakukan “siekerel” yaitu membungkuk badan ke arah Tokyo dan matahari setiap pukul 07.00 pagi.
Sebagai seorang muslim beliau haqukyaqin bahwa yang berhak disembah dan dihormati hanya ada satu yaitu Allah Ajawazala, bukan manusia seperti kaisar Jepang Hiro Hito. Karena penolakan itu beliau ditangkap dan ditahan Dai Nippon. Dalam tahanan itu kyai mengalami penyiksaan dari tentara Jepang antara lain telapak tangnnya dipukul dengan palu.
Tentang nasionalisme dan rasa kebangsaan yang beliau pegang dan pertahankan salah satunya beliau buktikan yaitu, sebagai Rois Akbar Nahdatul Ulama Hasyim Asy’ari mempelopori “Resolusi Jihad”. Kyai merasa resah ketika menyaksikan datangnya pasukan tentara sekutu yang didomplengi tentara Belanda.
Inggris yang mewakili sekutu bertugas melucuti tentara Jepang yang sudah kalah perang. Sedang Belanda berniat menjajah kembali Indonesia yang sudah memproklamasikan kemerdekaan dua bulan sebelumnya. NU juga kecewa kepada sikap pemerintah yang dinilai “adem ayem” meski tentara sekutu sudah mendarat dan melakukan tekanan tekanan kepada rakyat di Surabaya dan Semarang.
Karena itu NU mengambil sikap dan langkah. Tanggal 21 dan 22 Oktober 1945 sejumlah ulama NU dari Jawa dan Madura berkumpul di markas NU Bubutan Surabaya. Besoknya tanggal 22 Oktober Rois Akbar K.H. Hasyim Asy’ari mendeklarasikan “Resolusi Jihad”.
Inti dari pada Resolusi Jihad itu adalah seruan kepada warga NU dan muslimin lain untuk melakukan jihad melawan penjajah. Hukumnya fardu ain. Yang gugur dalam perang melawan tentara kafir yang merusak kemerdekaan adalah jihad yang in syaa Allah masuk surga.
Di luar dugaan ternyata ternyata seruan ulama NU itu menyentuh dan membakar semangat masarakat. Para pemuda, para santri, dan pasukan Hizbullah dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur Jawa Tengah dan Jawa Barat berbondong bondong datang ke Surabaya dan Semarang.
Perang dahsyat antara tentara sekutu dengan puluhan ribu santri dan pemuda terjadi di Surabaya dan Ambarawa. Puncaknya terjadi 10 November. Perang besar antara senjata modern versus bambu runcing itu dimenangkan para pejuang Indonesia. Bahkan seorang santri bernama Harun berhasil membunuh panglima tentara sekutu brigadir jenderal Mallaby.
Siapa sebenarnya K.H. Hasyim Asy’ari? Beliau lahir di Gedang kabupaten Jombang Jawa Timur pada tanggal 14 Februari 1871. Ayahnya Kiyai Asy’arie dan ibunya Ny.Halimah. Keduanya berdarah biru dari kerajaan Majapahit yaitu prabu Brawijaya V atau dikenal juga dengan nama Lembupeteng.
Dari dua istri Nyai Nafiqoh dan Nyai Musrorah Hasyim dikarunai 17 putra putri. Seorang di antaranya KH Wahid Hasyim yang tak lain adalah ayahanda dari KH Abdurahman Wahid (Gus Dur). Sejak usia 15 tahun Mohammad Hasyim belajar agama dengan berkeliling nyantri di beberapa pondok pesantren.
Pada tahun 1892 beliau berangkat ke Mekah dan bermukim 7 tahun disana. Di tempat kelahiran dan pusat budaya Islam itu beliau memperdalam ilmu tentang Islam dari ulama-ulama besar antara lain Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, Syekh Mohammad Mahfudz at Tarmizi, Syekh Ahmad Amin Al Athar dll.
Kembali dari Arab Saudi tahun 1899 beliau mendirikan pondok pesantren Tebuireng di Kabupaten Jombi Jawa Timur. Di Tebuireng pulalah beliau wafat pada tanggal 21 Juli 1947 dan dimakamkan juga di Tebuireng. Karena jasa-jasanya kepada bangsa dan negara tahun 1964 presiden Soekarno memberinya gelar Pahlawan Nasional. *** (H Dedi Asikin, wartawan senior PWI Jabar tinggal di Tasikmalaya)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts