Google search engine
Beranda blog Halaman 286

Panwaslu Pringkuku Permudah Laporan Pengawasan, Luncurkan Aplikasi Priwasi

0
Helmy Yusuf Evendi, inisiator pembuatan aplikasi Priwasi

PACITAN (Aswajanews.id) – Panwaslu Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan, Kamis (26/9/2024) meluncurkan aplikasi PRIWASI dalam rangka mempermudah Panwaslu Desa untuk laporan hasil pengawasan dalam Pilkada 2024.

Panwaslu Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan meluncurkan aplikasi PRIWASI, Kamis (26/9/2024)

Ketua Panwaslu Kecamatan Pringkuku, Hermin Prasetya Budi menjelaskan aplikasi PRIWASI ini merupakan akronim dari Pringkuku Mengawasi. Keberadaan aplikasi ini dilatarbelakangi hasil evaluasi pelaporan hasil pengawasan Pemilu 2024 yang lalu.

“Pada Pemilu 2024 yang lalu banyak ditemukan pelaporan pengawasan yang tidak dilaporkan secara cepat oleh pengawas pemilu baik ditingkat desa dan pengawas TPS. Selain itu terdapat kendala dalam proses pencarian hasil-hasil pengawasan pada saat akan digunakan untuk penanganan pelanggaran,” ujar Hermin.

Dikatakan, melalui aplikasi PRIWASI ini nantinya semua hasil pengawasan dapat secara cepat dicari baik oleh pengawas pemilu desa, pengawas TPS maupun oleh Panwaslu Pringkuku. Aplikasi Priwasi ini dapat diakses oleh jajaran pengawas tingkat desa dan secara mudah dapat mengunggah semua hasil pengawasan sesuai tahapan Pemilihan.

Helmy Yusuf Evendi, inisiator pembuatan aplikasi Priwasi

Pada kesempatan yang sama Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Panwaslu Pringkuku, Helmy Yusuf Evendi selaku inisiator pembuatan aplikasi Priwasi menuturkan bahwa Priwasi sebenarnya hanyalah aplikasi sederhana yang semua orang bisa membuatnya namun kadang enggan memulainya, maka Panwaslu Pringkuku yang berinisiatif membuat aplikasi ini dengan tujuan utama sebagai alat bantu pelaporan hasil pengawasan.

Lebih lanjut Helmy Yusuf menuturkan, aplikasi Priwasi juga didukung fitur mengisikan Form A secara secara mudah melalui google form yang tersedia dan hasilnya berupa dokumen Form A yang rapi format PDF. Keberadaan aplikasi Priwasi ini diharapkan dapat mempermudah proses pelaporan pengawasan jajaran pengawas tingkat Desa. Selain itu keberadaan Priwasi dapat meningkatkan kerja pengawas pemilihan yang professional dan akuntabel. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

33 Calon Dubes RI Disetujui Komisi I DPR

0
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. (ANTARA)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan persetujuan dengan catatan terhadap 33 calon duta besar (dubes) luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) RI yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Komisi I DPR RI.

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. (ANTARA)

Ke-33 calon dubes LBBP RI itu telah selesai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang digelar secara tertutup oleh Komisi I DPR pada Selasa hingga Rabu (17-18 September).

“Ya (disetujui), ada catatan, sifatnya rahasia, saya enggak mungkin sampaikan,” kata Meutya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Dari daftar nama yang diperoleh, sejumlah nama berasal dari berbagai latar belakang menjadi calon dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI. Mulai dari lingkungan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, anggota DPR RI, hingga mantan hakim konstitusi.

Berikut 33 nama calon dubes LBBP RI yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi I DPR RI:

  1. Cecep Herawan, untuk Republik Korea, berkedudukan di Seoul.
  2. Chandra Warsenanto Sukotjo, untuk Republik Islam Pakistan, berkedudukan di Islamabad.
  3. Junimart Girsang, untuk Italia, berkedudukan di Roma.
  4. Muhsin Syihab, untuk Republik Ferasi Brasil, berkedudukan di Brasilia.
  5. Orias Petrus Moedak, untuk Jepang, berkedudukan di Tokyo.
  6. Yuyu Sutisna, untuk Kerajaan Maroko, berkedudukan di Rabat.
  7. Andreano Erwin, untuk Republik Serbia, berkedudukan di Beograd.
  8. Didik Eko Pujianto, untuk Republik Irak, berkedudukan di Baghdad.
  9. Fikry Cassidy, untuk Republik Bolivaria Venezuela, berkedudukan di Caracas.
  10. Fransiscus De Salles Toferry Primanda Soetikno, untuk Republik Sosialis Vietnam, berkedudukan di Hanoi. 11. Rolliansyah Soemirat, untuk Republik Islam Iran, berkedudukan di Tehran.
  11. Vedi Kurnia Buana, untuk Republik Chile, berkedudukan di Santiago.
  12. Hersindaru Arwityo Ibnu Wiwoho Wahyutomo, untuk Republik Finlandia, berkedudukan di Helsinki.
  13. Listiana Operananta, untuk Republik Bulgaria, berkedudukan di Sofia.
  14. Penny Dewi Herasati, untuk Hungaria, berkedudukan di Budapest.
  15. Rina Prihtyasmiarsi Soemarno, untuk Republik Ceko, berkedudukan di Praha.
  16. Siti Nugraha Mauludiah, untuk Kerajaan Denmark, berkedudukan di Kopenhagen.
  17. Yayan Ganda Hayat Mulyana, untuk Kerajaan Swedia, berkedudukan di Stockholm.
  18. Agung Cahaya Sumirat, untuk Republik Kamerun, berkedudukan di Yaonde.
  19. Hendra Halim, untuk Republik Panama, berkedudukan di Panama City.
  20. Kartika Candra Negara, untuk Republik Mozambik, berkedudukan di Maputo.
  21. Mirza Nurhidayat, untuk Republik Namibia, berkedudukan di Windhoek.
  22. Tyas Baskoro Her Witjaksono Adji, untuk Republik Kenya, berkedudukan di Nairobi.
  23. Ardian Wicaksono, untuk Republik Senegal, berkedudukan di Dakar.
  24. Arief Hidayat, untuk Republik Zimbabwe, berkedudukan di Harare.
  25. Bambang Suharto, untuk Republik Federal Nigeria, berkedudukan di Abuja.
  26. Chery Sidharta, untuk Republik Deokratik Federal Ethiopia, berkedudukan di Addis Ababa.
  27. Simon Djatko Irwantoto Soekarno, untuk Republik Kuba, berkedudukan di Havana.
  28. Agus Priono, untuk Republik Suriname, berkedudukan di Paramaribo.
  29. Dicky Komar, untuk Republik Lebanon, berkedudukan di Beirut.

​31. Manahan MP Sitompul, untuk Bosnia dan Herzegovina, berkedudukan di Sarajevo.

  1. Siti Ruhaini Dzuhayatin, untuk Republik Uzbekistan, berkedudukan di Tashkent.
  2. Susi Marleny Bachsin, untuk Portugal, berkedudukan di Lisbon.

www.youtube.com/@anas-aswaja

Prajurit Siliwangi Sambut Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kodam III/Siliwangi menggelar Tradisi Penyambutan Pangdam III/Slw, Penyerahan Pusaka Kujang dan Serah Terima Pasukan bertempat di Makodam III/Slw Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Rabu (25/09/2024).

Tradisi penyambutan Pangdam III/Slw Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., dan Ketua Persit KCK Daerah III/Slw, Ny. Leni Dadang Arif A diawali dengan jajar kehormatan dan laporan Perwira Jaga Makodam III/Slw. Selanjutnya naik Rantis ATAV mengelilingi Markas Kodam III/Slw dengan disambut seluruh PJU Kodam, para Danrem, para Dansat/Kabalakdam, para Dandim, prajurit dan PNS Kodam III/Slw.

Sedangkan Tradisi Penyerahan Pusaka Kujang dilakukan dari Mayjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., kepada Pangdam III/Slw di ruang Sudirman. Untuk Serah Terima Pasukan dilaksanakan di lapangan Makodam III/Slw.

Mayjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., pada sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi, kinerja dan loyalitas serta militansi yang sudah ditunjukkan seluruh personel Kodam III/Slw dan tidak boleh terhenti serta mundur dalam pelaksanaan tugas untuk mendukung Pangdam yang baru.

“Jaga terus militansi dan jadilah yang terdepan didalam pembangunan. Jaga Marwah Kodam III/Slw dengan segenap jiwa raga dan tenaga serta pengorbanan,” Ungkap Mayjen Fadjar.

Sementara itu, Pangdam III/Slw pada arahannya mengucapkan terima kasih kepada Mayjen TNI Mohammad Fadjar atas dedikasi dan pengabdian yang tulus serta luar biasa dalam memajukan serta menjaga nama baik Kodam III/Slw.

“Saya akan melanjutkan estafet kepemimpinan Kodam III/Slw sesuai dengan program yang sudah direncanakan. Mudah-mudahan Kodam III/Slw, tetap menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat baik itu Jawa Barat maupun Banten,” tutur Pangdam III/Slw.

Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman mengajak segenap prajurit dan PNS Kodam III/Slw untuk bahu-membahu dan terus bekerja sama serta bekerja keras dalam memelihara dan menjaga nama baik serta marwah Kodam III/Slw.

“Prajurit TNI harus memiliki loyalitas tegak lurus kepada negara dan bekerja dengan prinsip Kesatuan Komando. Pimpinan boleh berganti tetapi Kesetiaan kepada Bangsa dan Negara harus tetap dikerjakan dengan sebaik-baiknya,” tutur Mayjen Dadang.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan Pelepasan dan Pengukuhan Ibu Raksakarini Srisena III/Slw di Graha Manggala Siliwangi, dilanjutkan tradisi Paturay Tineung di Ruang Soedirman Kodam III/Slw. Rangkaian tradisi diakhiri dengan Kenal Pamit Dankogartap II/Bdg bertempat di Makogartap II/Bdg. (Pendam III/Siliwangi)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pj Bupati Garut Dorong Peningkatan Layanan Tilang Elektronik di HUT Polantas

0

GARUT (Aswajanews.id) – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, menghadiri acara ‘Fun Walk’ dalam rangka syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Lalu Lintas (Polantas) Bhayangkara ke-69 di Lapangan Markas Polres Garut, Jalan Raya Suci, Kecamatan Karangpawitan, Senin pagi (24/9/2024).

Barnas Adjidin menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini yang berlangsung dengan baik. Setelah sukses dengan beberapa kegiatan sebelumnya seperti ‘fun bike’ dan gerak jalan, Barnas berharap momentum ini mampu memotivasi jajaran Polantas Polres Garut dalam menjalankan tugas memperlancar lalu lintas di wilayah Garut.

Pihaknya juga terus menerima masukan dari masyarakat dan akan memperbaiki pelayanan yang masih kurang, salah satunya melalui penerapan tilang elektronik. Barnas menambahkan bahwa upaya tersebut termasuk dalam edukasi pentingnya keselamatan berlalu lintas, seperti kewajiban penggunaan helm dan tata cara berkendara yang aman.

“Cara berkendara harus safety, lalu harus pakai helm, bunyi klakson juga diatur,” ucapnya.

Pj Bupati Garut juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Polres Garut, dan DPRD Kabupaten Garut untuk mewujudkan ketertiban lalu lintas, demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, memaparkan sejarah Hari Lalu Lintas Bhayangkara yang diperingati setiap 22 September sejak tahun 1955. Fajar menekankan bahwa Polantas selalu berada di garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat, sehingga kinerja mereka sangat berpengaruh terhadap citra kepolisian di mata publik.

“69 tahun itu cukup lama, rekan-rekan terutama yang lalu lintas selalu berada di dalam garda terdepan dengan masyarakat, selalu bersentuhan dengan masyarakat,” ucapnya.

Ia mengatakan, baik buruknya polisi pertama dinilai oleh masyarakat adalah melalui polantas. Maka dari itu, ia berpesan kepada seluruh jajaran Polantas di Kabupaten Garut untuk dapat memperbaiki kinerja serta berintrospeksi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Oleh karena itu di momen yang baik ini, saya mengharapkan lalu lintas meningkatkan kualitas kinerja dan melaksanakan berbagai kegiatan positif,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kasatlantas Polres Garut beserta seluruh jajarannya yang telah melaksanakan berbagai kegiatan positif selama peringatan HUT Polantas ke-69 ini, termasuk bakti sosial dan bantuan 600 paket sembako.

“Dengan bertambahnya usia, kami berharap Polantas semakin profesional, menginspirasi, dan dicintai masyarakat. Polantas hadir untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas demi menciptakan rasa aman bagi pengguna jalan,” pungkasnya.  (Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Masyarakat Desak Polisi Tangkap Otak Pengeroyokan ASN Dishub Kuningan

0

KUNINGAN (Aswajanews.id) – Kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Wawan Kurniawan, ASN Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, terus menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak Kepolisian Resor (Polres) Kuningan untuk segera menangkap terduga otak intelektual di balik aksi brutal tersebut.

Sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan telah diamankan oleh Satuan Reskrim Polres Kuningan. Namun, penangkapan tersebut belum memuaskan masyarakat. Mereka menuntut agar dalang di balik kasus ini segera diadili.

“Kami sangat berharap agar dalang/otak dari pelaku tersebut untuk segera ditangkap,” ujar Agung Sulistio, Pimred media online yang mengawal pemberitaan kasus ini. “Perkara ini diduga terjadi tidak secara spontan, namun terindikasi ada sebuah perencanaan dengan memerintah, mengarahkan, dan menggerakkan saksi-saksi. Kami mendesak agar perkara ini segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kuningan, untuk dilakukan penuntutan dan persidangan di Pengadilan Negeri Kabupaten Kuningan.”

Bambang LA Hutapea, S.H., M.H., C.Med, Kuasa Hukum korban, juga menyampaikan kekhawatirannya terkait keselamatan keluarga korban yang mendapat ancaman dari pihak terlapor. Ia mendesak pihak kepolisian untuk segera menuntaskan kasus ini dan melimpahkannya ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kuningan untuk dilakukan penuntutan dan persidangan.

“Kami sangat mengkhawatirkan dengan keselamatan keluarga korban yang mendapatkan ancaman-ancaman yang diduga orang-orang suruhan dari pihak terlapor,” terang Bambang. “Kami juga mendesak pihak kepolisian untuk segera menuntaskan kasus ini dan melimpahkannya ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kuningan untuk dilakukan penuntutan dan persidangan.”

Polres Kuningan telah memeriksa 11 orang saksi dan menetapkan status tersangka serta menahan 3 orang pelaku berinisial W, DJS, dan NF. Pihak kepolisian juga berencana memeriksa 2 orang saksi lainnya yang terlibat dalam penganiayaan tersebut.

Masyarakat Kabupaten Kuningan berharap agar Polres Kuningan dapat segera menangkap dalang di balik pengeroyokan ini demi kenyamanan, keamanan dan ketentraman masyarakat. *(Tim)

Kajati Jabar Ingatkan Insan Adhyaksa Jangan Melanggar Hukum

0
Kajati Jabar Katarina Endang Sarwestri, S.H., M.H

CIREBON (Aswajanews.id) – Kajati Jabar Katarina Endang Sarwestri, S.H., M.H melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Kota Cirebon dilanjutkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon dan terakhir Kejaksaan Negeri Sumedang pada Rabu 25 September 2024.

Kajati Jabar Katarina Endang Sarwestri, S.H., M.H

Dalam kunjungan kerja tersebut Kajati didampingi oleh Asisten Pembinaan Dr. Mia Banulita, Kabag TU Kejati Jabar Surya Budi Darma, S.H., M.H, Kasi Penkum Nur Sricahyawijaya, S.H., M.H beserta jajaran.

Dalam kunjungan kerja tersebut Kajati meninjau kondisi kantor dan sarana prasarana seperti ruang barang bukti dan bagaimana manajemen perawatan terhadap barang bukti.

Dalam kesempatan tersebut Kajati bertatap muka secara langsung dengan para pegawai di Aula Tiap Kejaksaan Negeri.

Dalam arahanya Kajati menyampaikan bahwa sebagai insan Adhyaksa para pegawai harus turut serta menjaga nama baik institusi dengan cara bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang.

Kajati juga menghimbau agar kebersihan kantor dan kekompakan antar sesama tetap dijaga serta menjalin kolaborasi dalam pelaksanaan tugas. Selain itu Kajati meminta agar tiap Satker segera melakukan penyerapan anggaran semaksimal mungkin.

Kajati juga melarang seluruh pegawai terlibat dengan kegiatan yang melanggar hukum seperti judi online dan penyalahgunaan narkoba. Selain itu Kajati juga mengingatkan agar para pegawai mengindari flexing dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam acara tatap muka Kajati berdialog secara langsung dengan para pegawai mendengarkan masukan-masukan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat mencari solusi mengenai masalah tersebut, Kajati juga berkesempatan memberikan bantuan berupa sembako untuk para pegawai Honor dan PPNPN di masing-masing Kejaksaan Negeri.

Mengakhiri arahannya Kajati mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai

yang sudah bekerja keras dalam menjalankan tugasnya dalam membangun institusi dan lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Kasi Penkum)

364 Peserta Ikuti Festival Hari Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Sumedang

0
Festival Tunas Bahasa Ibu di Asia Plaza Sumedang, Rabu (25/9/2024)

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Sebanyak 364 peserta jenjang tingkat pelajar sekolah dasar (SD) mengikuti Festival Hari Bahasa Ibu (FHBI) tingkat Kabuapten Sumedang, dengan Tema “Makalangan dina palangan basa sunda magelar karya mangala bagja.”

Festival Tunas Bahasa Ibu di Asia Plaza Sumedang, Rabu (25/9/2024)

Kegitan Festival Hari bahasa Ibu yang dibuka oleh Kepala Dinas Disdik Sumedang Dr. Dian Sukmara bertempat di Asia Plaza Sumedang, Rabu (25/9/2024).

Disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Dr. Dian Sukmara mengatakan, kegiatan yang dibuka pada hari ini adalah dalam rangka pengembangan pendidikan merdeka di episode ke-17, yaitu tetang revitalisasi budaya yang dimaksudkan dapat menumbuhkembangkan bagaimana kebijakan kebijakan dalam mempengaruhi keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Pada intinya merdeka belajar adalah bahwa bagaimana daerah bisa meng-aplikasikan dan apapun kebijakan dalam rangka membangun sebuah sekolah yang diterapkan serta sekolah yang dicita-citakan,” ucapnya.

Dalam hal ini dikatakan dia, melalui revitalisasi budaya ataupun bahasa daerah ini diberikan kesempatan untuk 10 jenjang, baik tingkat SD, SMP dan pada kesempatan ini, kita dapat melihat dan kita menyaksikan bagaimana kepiawaian para siswa/siswi SD dari 26 Kecamatan dalam ajang pemilihan untuk ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Mudah-mudahan hasil dalam kegiatan ini dapat mengirimkan wakil-wakil untuk tingkat Jawa Barat. Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini, ada beberapa cabang yaitu, cabang nembang pupuh, cabang membaca dan menulis aksara Sunda, cabang bobodoran perseorangan, cabang dongeng dan cabang mengarang cerita pendek, diikuti oleh 363 peserta,” jelasnya.

“Dan mudah-mudahan dalam kegiatan ini, salah satu upaya kita pemerintah Kab. Sumedang melalui Dinas Pendidikan dalam rangka mewujudkan tujuan penyelenggaraan pendidikan yaitu, Bangsa yang cerdas, berkualitas dan berakhlak mulia,” ucapnya.

Sementara, Ketua Panitia Dani Setiawan mengatakan, dalam rangka mensukseskan revitalisasi Bahasa daerah tahun 2024 melalui program merdeka belajar Episot ke-17 dalam rangka meningkatkan sikap, nekatih dan mengembangkan bahasa daerah melalui pasang giri bahasa sastra dan bahasa seni Sunda.

“Kegiatan ini menjadikan sebuah bentuk evaluasi bahasa sunda pada jenjang sekolah dasar (SD) dan selanjutnya dapat menjaga, melestarikan bahasa sastra aksara dan seni Sunda. Selanjutnya, untuk peserta yang mengikuti berjumlah 364 peserta, yang terbagi 182 peserta putra, 182 peserta putri perwakilan dari 26 Kecamatan,” ucapnya.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sunedang, Kabid SD, Kepala Seksi, Pengawas SD, ketua PGRI Sumedang, ketua Dewan Pendidikan Sumedang, Forum K3S Kabupaten, para Ketua K3S Kecamatan serta jajaran Stuktural Dinas Pendidikan Sumedang. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Perpres Pendidikan Karakter dan Eksistensi MDT dalam Penguatan Pendidikan Karakter

0

Perpres No 87 th 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter secara substantif berpihak kepada MDT. Namun sampai pada Permendikbud diterjemahkan dengan full day school yangr memancing polemik dan demonstrasi secara nasional dalam dunia pendidikan. Dengan dalih akan memberangus pendidikan keagamaan (MDT dan LPQ) banyak komponen masyarakat turun kejalan menyuarakan untuk menolak full day school. Namun demikian sebagian besar daerah daerah sudah memberlakukan full day school.

Secara tekstual dalam Perpres tersebut tidak mengharuskan pembelajaran dalam formal lima hari sekolah dan full day school. Karena ada beberapa pertimbangan yang bersifat lokal terkait dengan kebijakan yang dilaksanakan pada tataran tingkat daerah. Lebih dari itu tentu sinergitas antara pendidikan formal dan non formal dalam rangka penguatan pendidikan karakter sangat penting. Sehingga tidak muncul kesan akan membrangus pendidikan formal, termasuk MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah) yang mayoritas mengambil waktu pembelajaran pada sore hari.

Penguatan pendidikan karakter bukan hanya pada lembaga pendidikan formal, secara implementatif penguatan pendidikan karakter juga dilaksanakan pada lembaga pendidikan non formal termasuk didalamnya MDT. Meskipun pada tataran teknis regulasi untuk MDT terkait dengan penguatan pendidikan karakter secara khusus tidak disebutkan.

Pada konsideran Perpres No 87 tahun 2017 disebut ” bahwa dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, yg mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab, perlu penguatan pendidikan karakter”. Diksi religius tentu yang dimaksudkan bahwa pendidikan karakter tidak lepas dari sikap religius. Hal tersebut karena bangsa ini adalah bangsa yang memiliki keyakinan dalam beragama. Lebih dari itu karakter keberagamaan menjadi bagian yang terpenting dalam penguatan pendidikan karakter.

Oleh karena itu, pendidikan keagamaan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan yang memberikan pemahaman dalam beragama tidak boleh tergeser ataupun hilang hanya karena dengan dalih penguatan pendidikan karakter pada lembaga formal. Nilai karakter seseorang sesungguhnya terbangun dari sikap seorang yang memahami dan menghayati ajaran agama. Salah satu wahana strategis untuk anak anak dalam memahami agama melalui proses pembelajaran di MDT.  Kehadiran MDT sebagai lembaga pendidikan non formal keagamaan sangat memiliki arti penting dalam penguatan pendidikan karakter.

Meskipun di beberapa tempat eksistensi MDT semakin menguat dengan kemunculan Perda akan tetapi regulasi nasional yang menitikberatkan MDT sebagai irisan dari penguatan pendidikab karakter sangat dibutuhkan. Hal tersebut untuk menghindari salah tafsir terhadap munculnya lima hari sekolah yang akan menggerus pendidikan MDT. Lebih dari itu upaya menyandingkan lembaga pendidikan formal dan non formal keagamaan dalam satu barisan penguatan pendidikan karakter menjadi kebutuhan bangsa.

Pasal 9 Permendikbud No 20 th 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada pendidikan formal.disebutkan bahwa, dalam pelaksanaan penguatan pendidikan karakter lembaga pendidikan formal dapat melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan non formal, termasuk MDT. Pasal ini menjadi ruang untuk membuka kerjasama antara kedua lembaga dalam rangka penguatan pendidikan karakter. Wujud kerjasama tersebut akan saling menguatkan, dan eksistensi MDT akan semakin mendapatkan pengakuan perannya dalam  penguatan pendidikan karakter.

Kita berfokus bukan pada lima hari sekolah, tapi lebih pada dua lembaga pendidikan formal dan non formal secara bersama mengambil peran dalam penguatan pendidikan karakter. Hal ini sangat penting, karena sesungguhnya pendidikan tangung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu MDT yang selama ini menjadi milik kelompok masyarakat harus tetap berjalan. Kehadiran program penguatan pendidikan akan semakin menambah dan memperkuat eksistensi MDT di tengah tengah masyarakat.

Penulis teringat gagasan dari seorang Kepala Dindikpora Kab Brebes, Ibu Caridah, M.Pd,  dengan ide peserta didik SMP mengikuti pendidikan MDTW (Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho). Ide yang sangat bagus dan akan bermanfaat untuk umat hari ini masih menjadi mimpi besar, meskipun Kemenag Kab Brebes sudah membuat rencana mendirikan 99 MDTW. Beberapa skema yang ditawarkan oleh Ibu Caridah, M.Pd sebelumnya harus melalui proses diskusi untuk mencari formula yang terbaik. Nota Kerjasama (MOU) akan menjadi kunci pembuka untuk bersama membangun peradaban melalui pendidikan karakter. (*)

www.youtube.com/@anas-aswaja

4 Paslon Pilkada Sumedang Deklarasi Kampanye Damai

0

Sumedang (Aswajanews.id) – Sebuah momen menarik terjadi dalam rangkaian acara Deklarasi Kampanye Damai yang digelar di Alun-alun Sumedang pada Selasa (24/9/2024), dimana keempat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumedang yang berlaga pada Pilkada 2024 melakukan konvoi bersamau dalam satu mobil.

Pasangan Eni Sumarni dan Ridwan Solichin, Dony Ahmad Munir dan Fajar Aldila, Irwansyah Putra dan Mustikaningrat, serta Hendrik Kurniawan dan Luky Djohari Soemawilaga tampak duduk berdampingan penuh keakraban di dalam mobili terbuka usai mereka membacakan dan menandatangani Deklarasi Kampanye Damai di Alun-alun Sumedang.

Hal ini menjadi sebuah simbol kuat dari semangat persatuan dan sportivitas masing-masing pasangan calon yang ditunjukkanii kepada masyarakat.

Pj. Bupati Sumedang Yudia Ramli yang juga hadir dalam acara tersebut menilai hal itu sebagai teladan yangu patut diikuti oleh seluruh warga Sumedang dalam menjaga suasana kondusif selama masa kampanye.

“Ini adalah contoh yang luar biasa bahwa meski mereka bersaing untuk kursi kepemimpinan, persatuan dan kesatuan tetap menjadi prioritas. Masyarakat harus meniru semangat ini dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses demokrasi berlangsung,” ungkap Yudia.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi menambahkan, deklarasi damai dan konvoi bersama

seluruh Cabup dan Cawabup mencerminkan harapan untuk menciptakan Pilkada yang aman, damai, dan menyenangkan.

“Dengan simbol seperti ini, kami harap Pilkada 2024 berlangsung dalam suasana riang gembira dan penuh semangat kebersamaan, bukan permusuhan,” kata Ogi.

Selain itu, kata dia, setiap pasangan calon juga menyampaikan visi dan misi mereka di depan masyarakat, menegaskan komitmen untuk membawa perubahan positif bagi Kabupaten Sumedang.

“Mereka semua sepakat bahwa pemilihan ini harus menjadi ajang pembelajaran politik yang sehat dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat,” terangnya.

Konvoi pasangan Cabup dan Cawabup menandai dimulainya tahapan kampanye damai. (Red)

520 Pesantren di Ciamis Butuh Perhatian Pemerintah

0
H. Opin AR, SAg., M.Pd.I, Kasi PD Pontren Kemenag Ciamis

CIAMIS (Aswajanews.id) – Pesantren kini makin diminati masyarakat. Keseimbangan antara ilmu umum dan agama dinilai menjadi alasan utama masyarakat mendidik anak-anaknya di pesantren. Tak ayal, lembaga pendidikan asli Nusantara itu dinilai akan menjadi destinasi pendidikan utama.

Kantor Kemenag Kab Ciamis

Hal itu disampaikan oleh Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Abu Rokhmad dalam Rapat Kerja Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2024 di Jakarta, baru-baru ini.

PD Pontren adalah kepanjangan dari Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren yang menjadi salah satu seksi di Kementrian Agama yang berada di tiap wilayah kabupaten/kota. Seksi PD Pontren sebagai pelayanan masyarakat di bidang lembaga pendidikan Islam non Formal yang meliputi pendidikan Al-Qur’an pendidikan diniyah takmiliyah dan pendidikan pondok pesantren.

H. Opin AR, SAg., M.Pd.I, Kasi PD Pontren Kemenag Ciamis

H. Opin AR, SAg., M.Pd.I, selaku Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Ciamis, menjelaskan, “Pondok pesantren itu adalah lembaga pendidikan nonFormal milik masyarakat, yang didirikan oleh masyarakat untuk masyarakat guna membantu peran pemerintah dalam dunia pendidikan, Sesuai dengan isi Undang Undang Dasar (UUD) No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang mengatur mengenai penyelenggaraan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

“Melalui Undang-Undang ini juga, penyelenggaraan Pendidikan Pesantren diakui sebagai bagian dari penyelenggaran pendidikan nasional. Memberikan landasan hukum bagi rekognisi terhadap peran Pesantren dalam membentuk, mendirikan, membangun, dan menjaga negara menggakui tentang keberadan pesantren dan salah satu tugas kementrian agama adalah mendorong supaya pesantren-pesantren milik masyarakat itu di data dan diregistrasi,” kata Opin saat ditemui Aswaja News di ruang kerjanya, Rabu (24/09/2024).

Opin AR juga menjelaskan bahwa sesudahnya di data dan regristrasi maka keluar surat ijin oprasional pesantren, pesantren itu milik masyarakat, biaya sendiri, hidup sendiri, dan berdiri sendiri.

“Pemerintah alhamdulilah ada perhatian untuk pesantren, ada pun bentuk dana hibah untuk pesantren dari pemerintah, saya ikut senang sebagai kasi PD Pontren. Total jumlah pondok pesantren di kabupaten Ciamis sendiri yang terdiri dari pesantren yang tercatat, dan ada yang belum tercatat, mungkin juga ada yang tidak mau dicatat, jumlah total seluruhnya adalah 520 pesantren di kabupaten Ciamis ini, untuk harapan kami mudah-mudahan pemerintah pusat dan daerah selalu bersinergi dan berkolaborasi lebih perhatian khususnya dunia pendidikan pondok pesantren dan selalu banyak perhatian penuh dan kami juga sanggat berterimakasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” pungkas H. Opin. (Nana S)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts