Aktual

Ade Armando Korban Pengeroyokan Ternyata Anak Diplomat Ulung

Jakarta (Aswajanews.id) – Ade Armando babak belur dihajar massa saat demo 11 April 2022 di depan Gedung DPR, Jakarta, (11/4/2022). Tak hanya itu, aktivis media sosial yang dicap sebagai pendukung pemerintah itu juga dilucuti celananya.

Beruntung, personel kepolisian berhasil mengamankan Ade Armando masuk ke Kompleks Gedung DPR meski dengan muka bonyok. Salah satunya Wakapolres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Setyo yang tampak membopong Ade Armando.

Ade Armando lahir di Jakarta, pada 24 September 1961. Dirinya adalah seorang pakar komunikasi Indonesia, dan mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Selain itu, dirinya juga mengajar di beberapa universitas lainnya pada jenjang sarjana maupun pascasarjana.

Ade juga pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia periode 2004–2007, Ketua Program S-1 Ilmu Komunikasi FISIP UI periode 2001–2003, serta menjadi Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi-Internews pada 2001–2002.

Ade Armando adalah putra pasangan Mayor Jus Gani dan Juniar Gani. Ayah Ade adalah seorang diplomat ulung sebelum akhirnya terpaksa turun setelah terkena dampak runtuhnya pemerintahan Soekarno.

Pada 1968, orangtua Ade Armando kembali ke Indonesia dan menetap di Bandung. Ade Armando menamatkan pendidikan di SD Banjarsari I Bandung pada 1973. Ia melanjutkan SMP Negeri 2 Bogor (tamat 1976), dan SMA Negeri 2 Bogor (tamat 1980). Setamat SMA, Ade Armando menuruti saran ayahnya kuliah di FISIP UI untuk menjadi diplomat.

Namun dalam perjalanannya, ia pindah ke jurusan ilmu komunikasi. Di bangku kuliah itu, Ade Armando aktif di pers mahasiswa, Warta UI. Ia pun belajar jurnalistik langsung dengan Rosihan Anwar dan Masmimar Mangingat.

Ade Armando akhirnya selesai kuliah pada 1988. Ia lalu meraih gelar Master of Science dalam population studies dari Universitas Negeri Florida pada 1991 dan mendapatkan gelar doktor dari Universitas Indonesia pada 2006.

Ade pernah berkarier sebagai wartawan, tapi lalu aktif di dunia penelitian dan aktivis. Saat ini ia dikenal sebagai pegiat media sosial yang pro terhadap pemerintah Jokowi. Ia juga rutin menyampaikan buah pikirannya melalui kanal YouTube dan sering berbuah kontroversi.

Berikut ini perjalanan karier Ade Armando yang perlu diketahui:

  • Anggota Redaksi Jurnal Prisma dari tahun 1988 sampai 1991.
  • Redaktur Penerbit Buku LP3ES pada 1991-1993.
  • Redaktur Harian Republika pada 1993-1998.
  • Manajer Riset Media di perusahaan riset pemasaran tradisional, Taylor Nelson Sofres pada 1998-1999.
  • Direktur Media Watch & Consumer Center pada tahun 2000-2001.
  • Anggota Kelompok Kerja Tim Antar departemen RUU Penyiaran, Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi pada 2001.
  • Ketua Program S-1 di Ilmu Komunikasi FISIP UI pada 2001-2003.
  • Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi–Internews 2001 sampai 2002
  • Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sampai dengan tahun 2007.
  • Anggota tim asistensi untuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dalam penyiaran naskah Rancangan Undang-Undang Pornografi sampai 2008.
  • Pemimpin Redaksi Madina–Online.net, versi dunia maya dari majalah Madina pada 2008-2009.
  • Hingga saat ini, Ade menjabat sebagai Direktur Komunikasi, Saiful Mujani Research and Consulting. ***