Tradisi

Wujud Rasa Syukur, Warga Rancasari Menggelar Tradisi Mapag Sri

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Masyarakat Desa Rancasari Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar tradisi Mapag Sri di halaman balai desa Rancasari, Rabu (8/05/2024). Tradisi ini biasa diadakan untuk menyambut datangnya panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Lewat kegiatan ini, pemerintah berupaya melestarikan adat dan tradisi yang sudah berjalan secara turun-temurun.

Pejabat (Pj) Kuwu Desa Rancasari, Kastimantoro, SIP, saat kegiatan menjelaskan, tujuan dilaksanakan acara, sekaligus menjalin hubungan erat silaturahmi bersama masyarakant dalam melaksanakan kegiatan Adat Desa.

“Kami mengadakan acara Adat Desa mapag sri ini merupakan wujud puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rejeki kepada semua. Semoga hasil pertanian di Desa Rancasari maksimal menuju Indramayu sebagai lumbung pangan Nasional,” ungkapnya.

Pagelaran Tari Topeng acara Tradisi Mapag Sri di halaman balai desa Rancasari, Rabu (8/05/2024)

Sementara itu Camat Bangodua Raden Mas Wahyu Adhiwijaya, S.STP M.Si mengatakan, kegiatan Mapag Sri bukanya berbicara akan dimulainya panen raya, namun melalui kegiatan itu tumbuh silaturahmi dan rasa kekeluargaan di Desa Rancasari dapat meningkatkan dan terus kompak dalam bercocok tanam.

“Melalui kegiatan Mapag Sri ini akan tumbuh rasa persaudaraan kekompakan yang akan menjadi kekuatan para petani di Desa Rancasari dalam melakukan cocok tanam,” katanya.

Disamping itu dikatakan Sekdes Rancasari Tarudin, S.Pd, pemerintahan desa dengan masyarakat bisa saling melengkapi baik pertanian maupun bidang lainnya demi memajukan Desa Rancasari serta menghasilkan panen padi yang bagus dan panen dengan hasil yang maksimal serta berlimpah supaya para petani bisa sejahtera.

Turut hadir pada acara tersebut Muspika kecamatan Bangodua, Camat Bangodua, Kasi Trantib kecamatan Bangodua Kepala Desa Wanasari, Pj kepala desa Beduyut, Pj kuwu Malangsari, tokoh masyarakat, ulama dan jajaran panitia penyelenggara.

Untuk diketahui, masyarakat begitu antusias mengikuti penyelenggaraan Adat Desa Mapag Sri. Acara dimeriahkan dengan pagelaran Wayang Purwa “Langen Kusuma Putra” Dalang Ki Anom Rusmanto dan penampilan tari topeng Kelana Gandrung yang dibawakan oleh masyarakat desa Rancasari ” BENING putri bapak Rakidi sekaligus sebagai pengrajin topeng asli desa Rancasari. Blok Tebelah sebagai seni unggulan Desa Rancasari kecamatan Bangodua kabupaten Indramayu”. *(Prapto/Herman Tongol)

www.youtube.com/@anas-aswaja