Beranda Nasional Aktual Retak dalam Rumah: Ketika Orang Tua Terjebak Pilih Kasih

Retak dalam Rumah: Ketika Orang Tua Terjebak Pilih Kasih

516
0

Pernahkah kita tanpa sadar memuji si sulung setinggi langit di depan adik-adiknya? Atau sebaliknya, selalu memaklumi kesalahan si bungsu hanya karena ia anak paling kecil?

Dalam psikologi, fenomena semacam ini dikenal sebagai Parental Differential Treatment (PDT), yaitu kondisi ketika orang tua memberikan perlakuan yang berbeda kepada anak-anaknya dalam hal kasih sayang, perhatian, maupun ketegasan dalam menerapkan disiplin.

Ironisnya, pola perlakuan berbeda tersebut sering terjadi tanpa disadari. Orang tua merasa telah memberikan kasih sayang secara adil, tetapi anak-anak bisa merasakan hal yang berbeda. Dari sinilah dinamika keluarga yang tidak sehat dapat perlahan terbentuk.

Jika fenomena tersebut dilihat melalui perspektif teori behaviorisme yang dikembangkan oleh Ivan Pavlov dan John B. Watson, setiap perilaku pada dasarnya berkaitan dengan adanya stimulus atau pemicu. Konsep stimulus-response (S-R) menunjukkan bahwa perilaku tertentu tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan.

Dalam konteks keluarga, sikap pilih kasih pun biasanya memiliki latar belakang tertentu. Ada sejumlah pemicu yang membuat orang tua, terkadang secara instingtif, memperlakukan anak secara berbeda.

1. Cerminan Diri dan Beban Psikologis Orang Tua

Akar pertama dapat berasal dari kondisi psikologis orang tua sendiri. Tekanan hidup, stres, persoalan ekonomi, pengalaman masa lalu, hingga trauma yang belum terselesaikan dapat memengaruhi cara orang tua memperlakukan anak.

Secara psikologis, seseorang cenderung lebih mudah merasa dekat dengan sosok yang memiliki kemiripan dengannya, baik dari sisi karakter, cara berpikir, penampilan, maupun prestasi.

Anak yang dianggap memiliki banyak kesamaan dengan orang tua akhirnya bisa mendapatkan perhatian lebih besar. Sementara anak yang memiliki karakter berbeda justru berpotensi dianggap sulit dipahami atau kurang sesuai dengan harapan orang tua.

2. Jebakan Stereotip Urutan Kelahiran

Masyarakat kita masih sangat akrab dengan stereotip berdasarkan urutan kelahiran. Tanpa disadari, stereotip tersebut dapat memengaruhi pola kasih sayang dan tuntutan orang tua.

Anak bungsu, misalnya, sering dianggap sebagai anak yang paling kecil, paling membutuhkan perlindungan, sehingga lebih mudah dimanja dan dituruti.

Sebaliknya, anak sulung sering diposisikan sebagai tumpuan keluarga. Mereka dituntut menjadi contoh bagi adik-adiknya, berprestasi, mandiri, dan kelak mampu membantu orang tua.

Psikolog Alfred Adler menjelaskan bahwa posisi anak dalam urutan kelahiran dapat memberikan pengalaman psikologis yang berbeda. Anak sulung, misalnya, pada awal kehidupannya mendapatkan perhatian penuh dari orang tua sebelum kemudian harus berbagi perhatian ketika adik lahir.

Dalam kondisi tertentu, tuntutan yang terlalu besar kepada anak sulung dapat membuat mereka merasa harus selalu kuat dan berhasil.

Di tengah dinamika tersebut, anak tengah juga berpotensi merasa terabaikan karena berada di antara tuntutan terhadap anak sulung dan perhatian kepada si bungsu.

Namun, tentu saja, urutan kelahiran bukan satu-satunya faktor yang menentukan kepribadian maupun hubungan anak dengan orang tua. Yang perlu diwaspadai adalah ketika stereotip tersebut berubah menjadi perlakuan yang tidak seimbang.

3. Karakteristik dan Kebutuhan Khusus Anak

Setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Perbedaan kepribadian, kondisi kesehatan, kemampuan, hingga kebutuhan khusus dapat membuat orang tua memberikan perhatian yang berbeda.

Anak yang sering sakit atau membutuhkan pendampingan khusus, misalnya, tentu membutuhkan lebih banyak waktu, energi, dan biaya dari orang tua.

Perhatian ekstra tersebut sebenarnya merupakan hal yang wajar. Persoalan muncul ketika anak-anak lain yang terlihat baik-baik saja kemudian merasa tidak diperhatikan.

Mereka bisa saja berpikir, “Mengapa Ayah dan Ibu selalu memperhatikan dia, tetapi tidak pernah memperhatikan saya?”

Perasaan semacam inilah yang jika terus dibiarkan dapat berkembang menjadi kecemburuan dan persaingan antarsaudara.

Sulitnya Menjadi Orang Tua yang Benar-Benar Adil

Sebagai orang tua yang anak-anaknya kini telah beranjak dewasa, saya harus jujur mengakui bahwa menghindari jebakan pilih kasih bukanlah perkara mudah.

Memperlakukan anak secara adil, baik laki-laki maupun perempuan, sulung maupun bungsu, merupakan perjuangan yang membutuhkan kesadaran dan evaluasi diri terus-menerus.

Bahkan ketika orang tua merasa sudah berusaha seimbang, sesekali tetap terdengar protes, “Ayah/Ibu berat sebelah!”

Kalimat tersebut seharusnya tidak selalu dianggap sebagai bentuk pembangkangan anak. Bisa jadi, itu merupakan sinyal bahwa ada sesuatu dalam hubungan keluarga yang perlu dievaluasi.

Ketika Rumah Kehilangan Rasa Aman

Dalam institusi keluarga, pilih kasih dapat menjadi tanda terganggunya keseimbangan hubungan. Ketika satu hubungan menjadi terlalu dekat karena adanya anak favorit, hubungan dengan anak lainnya berpotensi merenggang.

Jika berlangsung terus-menerus, fondasi rumah sebagai tempat yang aman dan nyaman dapat melemah.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang justru berubah menjadi arena kompetisi. Anak-anak merasa harus berlomba mendapatkan perhatian, pengakuan, dan kasih sayang orang tua.

Kasih sayang yang seharusnya menjadi kebutuhan emosional justru terasa seperti “piala” yang harus diperebutkan.

Dampaknya tidak sederhana. Anak yang merasa diabaikan dapat mengalami persoalan dalam kepercayaan diri dan hubungan interpersonal. Dalam jangka panjang, pengalaman pengasuhan yang tidak seimbang juga dapat memengaruhi cara anak membangun hubungan dengan orang lain ketika dewasa.

Sebaliknya, anak yang terlalu diunggulkan juga tidak selalu mendapatkan keuntungan. Jika selalu dibenarkan, dimanja, dan ditempatkan sebagai anak paling istimewa, ia dapat tumbuh menjadi pribadi yang sulit menerima kritik, kurang mandiri, atau terbiasa mendapatkan perlakuan khusus.

Pada akhirnya, seluruh anggota keluarga bisa menjadi korban. Hubungan antarsaudara berubah menjadi persaingan yang tidak sehat atau sibling rivalry yang terus terbawa hingga dewasa.

Memutus Rantai Pilih Kasih

Memutus rantai pilih kasih membutuhkan kebesaran hati. Orang tua perlu berani melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri.

Adil bukan berarti memberikan sesuatu dengan jumlah yang selalu sama kepada setiap anak. Adil berarti berusaha memenuhi kebutuhan masing-masing anak tanpa membuat anak lainnya merasa kurang dicintai.

Anak boleh memiliki karakter berbeda. Anak boleh memiliki kebutuhan berbeda. Bahkan perhatian orang tua boleh memiliki bentuk yang berbeda.

Namun, satu hal yang harus tetap sama: setiap anak perlu merasakan bahwa dirinya dicintai, dihargai, dan memiliki tempat yang aman di dalam keluarganya.

Karena keluarga bukan tempat untuk menentukan siapa yang paling disayang. Keluarga adalah tempat setiap anak belajar bahwa apa pun kelebihan dan kekurangannya, selalu ada ruang untuk pulang.

Semoga setiap orang tua senantiasa dimampukan untuk menjaga keseimbangan kasih sayang, memperbaiki kekurangan dalam pola pengasuhan, serta mengantarkan anak-anak menuju gerbang kesuksesan yang penuh keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Aamiin.

  • Ceu Lilis Suryani Nomor Urut 5 Siap Kembalikan Kejayaan Desa Dawuan Kaler

    Ceu Lilis Suryani Nomor Urut 5 Siap Kembalikan Kejayaan Desa Dawuan Kaler

    SUBANG (Aswajanews.id) – Calon Kepala Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Ceu Lilis Suryani, nomor urut 5, siap mengembalikan kejayaan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbekal pengalaman pernah menjabat sebagai Kepala Desa Dawuan Kaler, Ceu Lilis optimistis mampu membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik, dengan desa yang maju dan sejahtera. Dukungan terhadap Ceu…

  • Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Lima Tersangka Ditahan, Kerugian Negara Rp863,84 Miliar

    Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Lima Tersangka Ditahan, Kerugian Negara Rp863,84 Miliar

    JAKARTA (Aswajanews.id) – Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyerahkan lima tersangka beserta barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun anggaran 2025–2026. Dalam perkara tersebut, kerugian keuangan negara ditaksir mencapai Rp863,84 miliar. Penyerahan tersangka dan barang bukti tahap II dilakukan Tim…

  • KDM Pasang Badan Bela Gibran, Sebut Sekali Berucap Bisa Guncang Dunia

    KDM Pasang Badan Bela Gibran, Sebut Sekali Berucap Bisa Guncang Dunia

    BANDUNG (Aswajanews.id) – Fenomena politik menarik terjadi ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM tampil membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah polemik terkait persyaratan ijazah dan wacana pemakzulan. KDM bahkan melontarkan pujian kepada Gibran. Ia mengingatkan berbagai pihak agar tidak meremehkan sosok wakil presiden tersebut, yang dinilainya memiliki kemampuan intelektual, penguasaan teknologi…

  • Ceu Lilis Suryani Nomor Urut 5 Siap Kembalikan Kejayaan Desa Dawuan Kaler

    Ceu Lilis Suryani Nomor Urut 5 Siap Kembalikan Kejayaan Desa Dawuan Kaler

    SUBANG (Aswajanews.id) – Calon Kepala Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Ceu Lilis Suryani, nomor urut 5, siap mengembalikan kejayaan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbekal pengalaman pernah menjabat sebagai Kepala Desa Dawuan Kaler, Ceu Lilis optimistis mampu membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik, dengan desa yang maju dan sejahtera. Dukungan terhadap Ceu…

  • Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Lima Tersangka Ditahan, Kerugian Negara Rp863,84 Miliar

    Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Lima Tersangka Ditahan, Kerugian Negara Rp863,84 Miliar

    JAKARTA (Aswajanews.id) – Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyerahkan lima tersangka beserta barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun anggaran 2025–2026. Dalam perkara tersebut, kerugian keuangan negara ditaksir mencapai Rp863,84 miliar. Penyerahan tersangka dan barang bukti tahap II dilakukan Tim…

  • KDM Pasang Badan Bela Gibran, Sebut Sekali Berucap Bisa Guncang Dunia

    KDM Pasang Badan Bela Gibran, Sebut Sekali Berucap Bisa Guncang Dunia

    BANDUNG (Aswajanews.id) – Fenomena politik menarik terjadi ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM tampil membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah polemik terkait persyaratan ijazah dan wacana pemakzulan. KDM bahkan melontarkan pujian kepada Gibran. Ia mengingatkan berbagai pihak agar tidak meremehkan sosok wakil presiden tersebut, yang dinilainya memiliki kemampuan intelektual, penguasaan teknologi…

  • Ceu Lilis Suryani Nomor Urut 5 Siap Kembalikan Kejayaan Desa Dawuan Kaler

    Ceu Lilis Suryani Nomor Urut 5 Siap Kembalikan Kejayaan Desa Dawuan Kaler

    SUBANG (Aswajanews.id) – Calon Kepala Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Ceu Lilis Suryani, nomor urut 5, siap mengembalikan kejayaan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbekal pengalaman pernah menjabat sebagai Kepala Desa Dawuan Kaler, Ceu Lilis optimistis mampu membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik, dengan desa yang maju dan sejahtera. Dukungan terhadap Ceu…

  • Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Lima Tersangka Ditahan, Kerugian Negara Rp863,84 Miliar

    Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Lima Tersangka Ditahan, Kerugian Negara Rp863,84 Miliar

    JAKARTA (Aswajanews.id) – Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyerahkan lima tersangka beserta barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun anggaran 2025–2026. Dalam perkara tersebut, kerugian keuangan negara ditaksir mencapai Rp863,84 miliar. Penyerahan tersangka dan barang bukti tahap II dilakukan Tim…

  • KDM Pasang Badan Bela Gibran, Sebut Sekali Berucap Bisa Guncang Dunia

    KDM Pasang Badan Bela Gibran, Sebut Sekali Berucap Bisa Guncang Dunia

    BANDUNG (Aswajanews.id) – Fenomena politik menarik terjadi ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM tampil membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah polemik terkait persyaratan ijazah dan wacana pemakzulan. KDM bahkan melontarkan pujian kepada Gibran. Ia mengingatkan berbagai pihak agar tidak meremehkan sosok wakil presiden tersebut, yang dinilainya memiliki kemampuan intelektual, penguasaan teknologi…

  • Ceu Lilis Suryani Nomor Urut 5 Siap Kembalikan Kejayaan Desa Dawuan Kaler

    Ceu Lilis Suryani Nomor Urut 5 Siap Kembalikan Kejayaan Desa Dawuan Kaler

    SUBANG (Aswajanews.id) – Calon Kepala Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Ceu Lilis Suryani, nomor urut 5, siap mengembalikan kejayaan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbekal pengalaman pernah menjabat sebagai Kepala Desa Dawuan Kaler, Ceu Lilis optimistis mampu membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik, dengan desa yang maju dan sejahtera. Dukungan terhadap Ceu…


  • Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Lima Tersangka Ditahan, Kerugian Negara Rp863,84 Miliar

    Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Lima Tersangka Ditahan, Kerugian Negara Rp863,84 Miliar

    JAKARTA (Aswajanews.id) – Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyerahkan lima tersangka beserta barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun anggaran 2025–2026. Dalam perkara tersebut, kerugian keuangan negara ditaksir mencapai Rp863,84 miliar. Penyerahan tersangka dan barang bukti tahap II dilakukan Tim…


  • KDM Pasang Badan Bela Gibran, Sebut Sekali Berucap Bisa Guncang Dunia

    KDM Pasang Badan Bela Gibran, Sebut Sekali Berucap Bisa Guncang Dunia

    BANDUNG (Aswajanews.id) – Fenomena politik menarik terjadi ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM tampil membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah polemik terkait persyaratan ijazah dan wacana pemakzulan. KDM bahkan melontarkan pujian kepada Gibran. Ia mengingatkan berbagai pihak agar tidak meremehkan sosok wakil presiden tersebut, yang dinilainya memiliki kemampuan intelektual, penguasaan teknologi…


  • Ceu Lilis Suryani Nomor Urut 5 Siap Kembalikan Kejayaan Desa Dawuan Kaler

    Ceu Lilis Suryani Nomor Urut 5 Siap Kembalikan Kejayaan Desa Dawuan Kaler

    SUBANG (Aswajanews.id) – Calon Kepala Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Ceu Lilis Suryani, nomor urut 5, siap mengembalikan kejayaan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbekal pengalaman pernah menjabat sebagai Kepala Desa Dawuan Kaler, Ceu Lilis optimistis mampu membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik, dengan desa yang maju dan sejahtera. Dukungan terhadap Ceu…

  • Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Lima Tersangka Ditahan, Kerugian Negara Rp863,84 Miliar

    Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Lima Tersangka Ditahan, Kerugian Negara Rp863,84 Miliar

    JAKARTA (Aswajanews.id) – Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyerahkan lima tersangka beserta barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun anggaran 2025–2026. Dalam perkara tersebut, kerugian keuangan negara ditaksir mencapai Rp863,84 miliar. Penyerahan tersangka dan barang bukti tahap II dilakukan Tim…

  • KDM Pasang Badan Bela Gibran, Sebut Sekali Berucap Bisa Guncang Dunia

    KDM Pasang Badan Bela Gibran, Sebut Sekali Berucap Bisa Guncang Dunia

    BANDUNG (Aswajanews.id) – Fenomena politik menarik terjadi ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM tampil membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah polemik terkait persyaratan ijazah dan wacana pemakzulan. KDM bahkan melontarkan pujian kepada Gibran. Ia mengingatkan berbagai pihak agar tidak meremehkan sosok wakil presiden tersebut, yang dinilainya memiliki kemampuan intelektual, penguasaan teknologi…

  • Ceu Lilis Suryani Nomor Urut 5 Siap Kembalikan Kejayaan Desa Dawuan Kaler

    Ceu Lilis Suryani Nomor Urut 5 Siap Kembalikan Kejayaan Desa Dawuan Kaler

    SUBANG (Aswajanews.id) – Calon Kepala Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Ceu Lilis Suryani, nomor urut 5, siap mengembalikan kejayaan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbekal pengalaman pernah menjabat sebagai Kepala Desa Dawuan Kaler, Ceu Lilis optimistis mampu membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik, dengan desa yang maju dan sejahtera. Dukungan terhadap Ceu…

  • Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Lima Tersangka Ditahan, Kerugian Negara Rp863,84 Miliar

    Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Lima Tersangka Ditahan, Kerugian Negara Rp863,84 Miliar

    JAKARTA (Aswajanews.id) – Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyerahkan lima tersangka beserta barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun anggaran 2025–2026. Dalam perkara tersebut, kerugian keuangan negara ditaksir mencapai Rp863,84 miliar. Penyerahan tersangka dan barang bukti tahap II dilakukan Tim…

  • KDM Pasang Badan Bela Gibran, Sebut Sekali Berucap Bisa Guncang Dunia

    KDM Pasang Badan Bela Gibran, Sebut Sekali Berucap Bisa Guncang Dunia

    BANDUNG (Aswajanews.id) – Fenomena politik menarik terjadi ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM tampil membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah polemik terkait persyaratan ijazah dan wacana pemakzulan. KDM bahkan melontarkan pujian kepada Gibran. Ia mengingatkan berbagai pihak agar tidak meremehkan sosok wakil presiden tersebut, yang dinilainya memiliki kemampuan intelektual, penguasaan teknologi…

ECOSYSTEM

Positive growth.

Nature, in the common sense, refers to essences unchanged by man; space, the air, the river, the leaf. Art is applied to the mixture of his will with the same things, as in a house, a canal, a statue, a picture.

But his operations taken together are so insignificant, a little chipping, baking, patching, and washing, that in an impression so grand as that of the world on the human mind, they do not vary the result.

The sun setting through a dense forest.
Wind turbines standing on a grassy plain, against a blue sky.
The sun shining over a ridge leading down into the shore. In the distance, a car drives down a road.

Undoubtedly we have no questions to ask which are unanswerable. We must trust the perfection of the creation so far, as to believe that whatever curiosity the order of things has awakened in our minds, the order of things can satisfy. Every man’s condition is a solution in hieroglyphic to those inquiries he would put.


Oceanic Inspiration


Winding veils round their heads, the women walked on deck. They were now moving steadily down the river, passing the dark shapes of ships at anchor, and London was a swarm of lights with a pale yellow canopy drooping above it. There were the lights of the great theatres, the lights of the long streets, lights that indicated huge squares of domestic comfort, lights that hung high in air.

No darkness would ever settle upon those lamps, as no darkness had settled upon them for hundreds of years. It seemed dreadful that the town should blaze for ever in the same spot; dreadful at least to people going away to adventure upon the sea, and beholding it as a circumscribed mound, eternally burnt, eternally scarred. From the deck of the ship the great city appeared a crouched and cowardly figure, a sedentary miser.

Bahkan buah yang paling pahit pun memiliki gula di dalamnya.

– Terry a O’Neal

ECOSYSTEM

Positive growth.

Nature, in the common sense, refers to essences unchanged by man; space, the air, the river, the leaf. Art is applied to the mixture of his will with the same things, as in a house, a canal, a statue, a picture.

But his operations taken together are so insignificant, a little chipping, baking, patching, and washing, that in an impression so grand as that of the world on the human mind, they do not vary the result.

The sun setting through a dense forest.
Wind turbines standing on a grassy plain, against a blue sky.
The sun shining over a ridge leading down into the shore. In the distance, a car drives down a road.

Undoubtedly we have no questions to ask which are unanswerable. We must trust the perfection of the creation so far, as to believe that whatever curiosity the order of things has awakened in our minds, the order of things can satisfy. Every man’s condition is a solution in hieroglyphic to those inquiries he would put.

Pohon yang tumbuh lambat akan menghasilkan buah yang terbaik.

– Molière

Profil samping seorang wanita dengan turtleneck berwarna coklat muda dan tas putih. Dia mendongak dengan mata tertutup.

“Berkontribusi membuat saya merasa berguna bagi planet ini.”

—Anna Wong,Sukarelawan


Eksplorasi konten lain dari News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan