Beranda Nusantara Haul Massal, Bhakti terhadap Leluhur dan Wujud Persatuan Warga

Haul Massal, Bhakti terhadap Leluhur dan Wujud Persatuan Warga

BREBES (Aswajanews.id) – Warga Dusun Kedawon Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes menggelar haul massal dan pengajian umum. Acara yang dipusatkan di makam Muslimin dukuh Kedawon ini dimaksudkan untuk menghormati para leluhur, serta wujud persatuan antarwarga dusun Kedawon, pada Kamis pagi (9/3/2023).

KH Nuridin Syamsudin Al-Hafidz Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Kedawon menyampaikan bahwa para ulama-ulama sepuh dan para pendiri dusun Kedawon Fa insyallah hadir di tengah-tengah kita semua.

“Maka dari kita semua datang kesini tidak lain hanya memiliki mengharap keberkahan dari para pendahulu-pendahulu kita semua,” tandasnya.

Beliau juga menyampaikan, pesan terakhir ahli kubur sebelum masuk liang kubur yakni doakanlah saya, kutinggalkan semua dunia. Kyai Haji Nuridin Syamsudin berpesan agar peringatan Haul massal dukuh Kedawon terus dipertahankan sampai ila yaumil qiyammah.

KH Nuridin Syamsudin Al-Hafidz Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Kedawon

Sementara itu, Abuya Syeikh Sholeh Muhammad Basalamah, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang, Brebes memberikan mauidhotul khasanah khasanah, ada tiga poin penting terkait  peringatan Haul dan makna dibalik adanya penyelenggaraan Haul para ahli kubur.

Pertama, warga Nahdliyin tidaklah haram, karena itu hukumnya sunnah untuk menyelenggarakan adanya peringatan Haul massal sebab perbuatan tersebut telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Was Salam.

Kedua, Tawassul yang dibacakan untuk para ahli kubur pasti akan sampai kepada orang-orang yang telah berada di alam kubur.

Ketiga, agar seseorang meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Abuya Syeikh Sholeh yang sekaligus Mustasyar PCNU Kabupaten Brebes menyampaikan adanya manfaat dari peringatan Haul massal itu semua kebutuhan baik bagi orang-orang yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal karenanya akan saling mendo’akannya.

“Agar seseorang meninggal husnul khotimah jaga sholat lima waktu, jangan kecewakan guru dan orang tua kita semua agar hidup kita penuh berkah dan bermanfaat baik didunia dan diakhirat,” pesannya.

Pewarta: A’isy Hanif Firdaus (LTN NU PCNU Kab. Brebes)