Kajian

Amaliyah dan Keutamaan Malam Nisfu’ Sya’ban

Malam Nisfu Syaban adalah malam bertabur berkah dan ampunan Allah SWT. Dimana pada malam Nifsu Syaban, Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa hamba-Nya, kecuali dosa orang-orang musyrik dan munafik (kafir) yang menjadi sebab perpecahan.

Malam Nisfu Syaban dalam penanggalan kalender hijriah jatuh pada tanggal 15 Sya’ban. Dalam bahasa Arab, Nisfu’ artinya pertengahan. Jadi, Nisfu Sya’ban adalah pertengahan di bulan Syaban. Bulan Syaban juga salah satu bulan istimewa karena letaknya yang mendekati bulan Ramadhan.

Tahun ini, bulan Syaban 1445 Hijriyah sudah dimulai sejak matahari terbenam pada 29 Rajab atau Sabtu, 10 Februari 2024 malam.

Sementara malam Nisfu Syaban akan berlangsung di pertengahan bulan Syaban pada Sabtu, 24 Februari 2024 malam hingga Minggu, 25 Februari 2024 dini hari.

Malam Nisfu Sya’ban menjadi salah satu waktu yang dimuliakan dalam Islam. Oleh karena itu, umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri untuk menjemput datangnya Malam Nifsu Syaban dengan penuh pengharapan anugerah dari Allah SWT.

Berikut ini 4 amalan utama malam Nisfu Syaban yang dapat dikerjakan diantaranya:

  1. Memperbanyak Membaca Do’a Nisfu Sya’ban

Do’a adalah salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya di dalam Kitab Maslakul Akyar halaman 78-80 menuliskan bahwa di malam nisfu Sya’ban dianjurkan untuk memperbanyak doa malam nisfu sya’ban. Karena malam tersebut, malam yang dirahmati Allah.

“Di malam nisfu Sya’ban, seorang Muslim bisa berdoa kepada Allah untuk panjang umur, murah rezeki, dan tetap iman. Kita juga biasanya membaca 3 kali Surat Yasin di sela doa tersebut,” jelasnya dikutip, Sabtu (24/02/2024) dari artikel di NU Online berjudul Doa Malam Nisfu Sya’ban.

Amalan Utama Malam Nisfu Sya’ban Menurut Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Sayyid Utsman bin Yahya menambahkan, adapun doa yang dipanjatkan saat malam nisfu Sya’ban yaitu:

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ   اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

 Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Doa Malam Nisfu Sya’ban Versi Berjamaah

Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Dengan berdo’a berarti kita mengakui bahwa tiada daya dan upaya selain kuasa dari Allah SWT. Oleh karena itu pada malam Nisfu Syaban kita hendaknya memperbanyak memanjatkan do’a. Maka Berdo’a lah dengan memuji nama Allah, panjatkan permintaan kita pada malam Nisfu Syaban, karena pada malam itu dipercaya do’a akan segera diijabah oleh Allah SWT.

Catatan: Sebelum membaca doa tersebut, terlebih dahulu melakukan shalat sunnah 2 rakaat dengan niat shalat sunnah mutlak. Rakaat pertama setelah baca al-Fatihah kemudian membaca surat Al-Kafirun. Rakaat kedua setelah baca al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas.

Dalam setiap sujud membaca doa:

Allâhumma inni ‘audzubika bi’afwika min ‘iqobika, wa’audzubika biridloka min sakhotika, wa’audzubika minka ilaika, laa ukhshi tsanaan alaika anta kamaa atsnaita ala nafsika.

Setelah setelah selesai shalat lalu membaca surat Yasin 3 kali dengan niat pertama, minta dipanjangkan umur untuk ibadah kepada Allah. Kedua, minta rezeki. Ketiga, minta ditetapkan iman. Setelah itu berdoa.

  1. Membaca Dua Kaliamat Syahadat

Dua kaliamat syahadat merupakan kalimat mulia yang paling disukai Allah SWT.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Arab latin: Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah.

Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah

Dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat pada saat malam Nisfu Syaban, maka Allah akan mencurahkan rahmat serta hidayahnya kepada kita.

Syahadat juga menjadikan kita untuk senantiasa mengingat kebesaran Allah SWT, selain itu kita akan mengagungkan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul yang paling mulia.

  1. Membaca Istighfar

Malam Nisfu Syaban menjadi momen yang paling tepat untuk meminta ampunan dari segala dosa yang kita perbuat, Allah sangat menyukai hamba-Nya yang bertaubat dengan membaca kalimat Istighfar,

استغفر الله العظيم إن الله غفور رحيم

Astaghfirullahaladzim innallaha ghofururrohim.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, sesungguhnya Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.”

Oleh karena itu, umat muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca Istighfar pada saat malam Nisfu Syaban.

  1. Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah yang utama, sebagaimana diriwayatkan an-Nu’man ibn Basyir berikut.

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ

Artinya: Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi)

Al-Qur’an memberikan syafaat untuk umat manusia pada hari kiamat bagi siapa saja yang membacanya. Seperti bunyi hadis dari Abu Umamah al-Bahili di bawah ini.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ؛ فَإِنَّهُ يَأْتِي شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِصَاحِبِهِ

Artinya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bacalah Al-Qur’an. Sebab, ia akan datang memberikan syafaat pada hari Kiamat kepada pemilik (pembaca, pengamal)-nya. (HR. Ahmad).

Demikianlah amaliyah-amaliyah yang bisa kita kerjakan pada malam Nisfu’ Sya’ban, semoga rekan-rekan sekalian mendapatkan ampunan dari Allah SWT dan menyambut bulan suci ramadhan dengan penuh suka cita dan riang gembira. Aaamiin  ***

Penulis: A’isy Hanif Firdaus, S.Ag.

(Note: diolah dari berbagai sumber)