Beranda Nasional Aktual Sosialisasikan Program Digitalisasi Keuangan Pesantren, BRI Brebes Gandeng FORMULA

Sosialisasikan Program Digitalisasi Keuangan Pesantren, BRI Brebes Gandeng FORMULA

141
0

BREBES (Aswajanews.id) – Digitalisasi kini telah merambah berbagai lini kehidupan, termasuk lembaga pendidikan dan pondok pesantren. Pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan untuk mempercepat berbagai proses sekaligus meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan lembaga.

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mengelola santri tidak lepas dari berbagai transaksi keuangan setiap hari. Mulai dari pembelian kebutuhan sehari-hari santri hingga pembayaran administrasi pendidikan dan kebutuhan operasional pesantren. Jika diakumulasi, transaksi tersebut memiliki nilai cukup besar, bergantung pada jumlah santri dan besaran pembayaran.

Kondisi tersebut mendorong perlunya sistem pengelolaan keuangan yang lebih efektif dan efisien melalui pemanfaatan teknologi digital. Sistem digital diharapkan dapat memudahkan transaksi keuangan tanpa terbatas ruang dan waktu, sekaligus memberikan kemudahan dalam pencatatan dan pemantauan transaksi.

Melihat kebutuhan tersebut, BRI Cabang Brebes menggandeng Forum Musyawarah Ulama (FORMULA) Kabupaten Brebes dan FORMULA Tegal Raya untuk menyosialisasikan program digitalisasi keuangan pesantren.

Sosialisasi digelar pada Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di Pondok Pesantren At-Taqwa, Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Kegiatan tersebut diikuti para pimpinan dan pengasuh pondok pesantren serta pengelola lembaga pendidikan keagamaan Islam, termasuk TPQ dan Madrasah Diniyah, dari wilayah Brebes Barat.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan BRI Cabang Brebes, Faisal, memaparkan sejumlah program digitalisasi layanan keuangan yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren.

Materi yang disampaikan antara lain berkaitan dengan transaksi pembayaran santri, tabungan santri, serta berbagai layanan transaksi perbankan lainnya. Program tersebut dirancang untuk memberikan layanan transaksi keuangan secara mandiri dengan dukungan sistem perbankan digital.

Faisal berharap seluruh pesantren di Kabupaten Brebes secara bertahap dapat memanfaatkan layanan digitalisasi keuangan tersebut.

Menurutnya, digitalisasi keuangan ke depan akan semakin berkembang dan menjadi bagian penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

“Ke depan digitalisasi ini pasti akan merambah ke semua lembaga pendidikan. Untuk sementara, sudah ada beberapa pesantren yang bekerja sama dengan BRI Brebes terkait digitalisasi keuangan pesantren,” ujarnya.

Sementara itu, Drs. H. Hilmy Wahid, M.Si., selaku Ketua Dewan Pertimbangan FORMULA Kabupaten Brebes, mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kerja sama antara komunitas pesantren dengan BRI.

Ia menjelaskan, komunikasi dengan BRI dilakukan setelah adanya arahan dari jajaran direksi BRI pusat untuk membuka ruang kerja sama dengan komunitas pesantren.

“Komunitas pesantren diharapkan bisa menjalin kerja sama dengan BRI. Banyak program yang bisa dikerjasamakan dengan BRI,” katanya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus FORMULA Tegal Raya, yang meliputi Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, serta Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi.

Dalam forum tersebut berlangsung dialog antara pengelola pesantren dan pihak BRI. Para peserta menyampaikan sejumlah masukan, termasuk harapan adanya kemudahan dalam mengakses dan menjalankan berbagai program layanan BRI bagi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.

Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital di lingkungan pesantren, sekaligus mendorong tata kelola keuangan yang lebih tertib, efektif, transparan, dan akuntabel. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini